Issuu on Google+

SELASA 3 APRIL

25

TAHUN 2012

Kernet Truk Bawa Sabu Tangkapan SS Terbesar Tahun Ini

FOTO-FOTO: GALIH COKRO/RaBa

ETNIK: Seniman Suku Mayabi dari Bolivia, Amerika Latin, memainkan musik dan tari tradisional Indian di Wisata Kuliner Dapur Oesing, Banyuwangi, Minggu malam kemarin.

KALIBARU - Anggota Satuan Narkoba (Satnarkoba) Polres Banyuwangi mendapat tangkapan narkoba cukup besar. Dalam operasi di wilayah Kecamatan Kalibaru Minggu sore kemarin (1/4), mereka meringkus Muhamad Hatib, 32, karena membawa sabu-sabu (SS) dengan berat sekitar 7,94 gram. Bisa dibilang, tangkapan SS tersebut merupakan yang paling besar pada semester awal tahun 2012 ini. Sejak Januari 2012 lalu, polisi memang sering menangkap tersangka kasus narkoba. Beberapa di antaranya adalah kasus narkotika jenis SS. Namun, sejauh ini barang bukti yang disita relatif sedikit, yakni sekitar nol koma sekian gram hingga satu gram lebih. Nah, kali ini barang bukti yang disita hampir mencapai 8 gram. Di pasar gelap, barang bukti sebanyak itu diperkirakan bernilai sekitar Rp 15 juta. Sementara itu, demi keperluan pemeriksaan, Hatib yang tercatat sebagai warga Kampung Barat Sumur, Desa Tebul

Makan Malam dengan

Suku Mayabi BANYUWANGI - Seniman Suku Mayabi dari Bolivia, Amerika Latin, tampil di Kota Gandrung Minggu malam kemarin (1/4). Tarian mereka yang rancak dan atraktif memukau warga yang mengunjungi Wisata Kuliner Dapur Oesing, Banyuwangi, malam itu. Meski hanya tiga personel, para seniman Indian itu mampu menghadirkan nuansa seni asli Amerika ke Banyuwangi. “Ini untuk menambah wawasan seni dan budaya bagi warga Banyuwangi,” cetus owner Wisata Kuliner Dapur Oesing, Bambang Haryono. Menurut Bambang, seniman Suku Mayabi itu sengaja datang dari Bolivia. Rencananya, mereka akan menghibur warga Bumi Blambangan hingga

Kamis mendatang. “Tapi karena acaranya padat, hanya bisa tampil dua malam saja,” terangnya. Ketiga seniman Indian itu lebih banyak menonjolkan seni etnik daerah mereka. Selain membawakan sejumlah lagu, mereka juga menampilkan aneka instrument dan tari. “Terima kasih,” cetus salah satu personel dengan bahasa Indonesia yang kaku. Dalam pentas yang dimulai pukul 18.00 hingga pukul 22.00 itu mereka tidak berkomunikasi dengan para penonton. Kata-kata yang keluar hanya terima kasih dan selamat datang. Selebihnya, mereka hanya menampilkan musik etnik daerahnya dan sesekali melayani permintaan foto bersama saat istirahat ■  Baca Makan...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

TANGKAPAN NARKOBA DI KALIBARU WETAN Tersangka: Muhamad Hatib Umur : 32 tahun Alamat : Kampung Barat Sumur, Desa Tebul Timur, Kecamatan Pengantenan, Kabupaten Pamekasan, Madura BARANG BUKTI: ■ sabu-sabu : 6 paket (bobot total 7,94 gram) ■ bungkus rokok ■ tas plastik warna hitam ■ kain kasa ■ ponsel

Timur, Kecamatan Pengantenan, Kabupaten Pamekasan, Madura, itu langsung diamankan di ruang tahanan Polres Banyuwangi ■  Baca Kernet...Hal 35

Disambati Kondisi Lapas DZUHUR ASHAR MAGHRIB ISYA’ SHUBUH 11.24 14.42 17.24 18.34 04.14

ADA APA LAGI

BANYUWANGI - Kunjungan kerja (kunker) Komisi IV DPRD Banyuwangi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi kemarin (2/4) dimanfaatkan pengelola lapas untuk menyampaikan keluhan mengenai kondisi lapas yang sudah over-kapasitas. Rombongan wakil rakyat itu datang ke lapas di Jalan Letkol Istiqlah, Banyuwangi, tepat pukul 10.00. Rombongan yang dipimpin Ketua Komisi IV DPRD, Zainal Arifin Salam, itu langsung diterima Kalapas Banyuwangi, Krismono. “Warga binaan di Lapas Banyuwangi mencapai 755 orang,” terang Krismono.

Jumlah warga binaan sebanyak itu, jelas dia, dianggap sudah overload. Sebab, kapasitas lapas kelas II-B sebenarnya hanya sekitar 260 warga binaan. “Jadi, kalau dihitung lebih 250 persen,” katanya. Lantaran overload, setiap ruangan terpaksa dihuni banyak orang. Artinya, para warga binaan itu terpaksa harus berdesakan. “Tempatnya memang sudah tidak ada lagi. Terpaksa satu ruang diisi banyak orang,” cetus Krismono. Untuk menunjukkan kondisi lapas yang sudah overload, Kalapas Krismono mengajak anggota dewan ke setiap blok, mulai ruang tahanan

untuk anak-anak, narkoba, hingga tahanan lain. Hampir semua harus berdesakan di dalam sel. “Satu ruang ini seharusnya diisi delapan orang, tapi terpaksa diisi 18 orang,” kata Krismono sambil menunjukkan ruangan dengan ukuran sekitar dua meter kali lima meter. Kepada para wakil rakyat yang menangani pembangunan tersebut, Krismono juga menunjukkan ruang berukuran empat meter kali delapan meter yang saat ini diisi 60 warga binaan. “Sebenarnya kurang layak, tapi tidak ada tempat lagi,” kata pria asal Sleman itu ■  Baca Disambati...Hal 35

TERALIS:

BAYU SAKSONO/RaBa

RAWAN: Lintasan KA pada titik S.35 di jalan Jembrana, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

Kalapas Krismono memamerkan hasil keterampilan warga binaan kepada anggota DPRD Banyuwangi kemarin.

Pencari Rumput Disambar Sepur KALIPURO - Lintasan kereta api di sepanjang Stasiun Argopuro sampai Ketapang memang rawan kecelakaan. Setelah pekerja bengkel menabrak gerbong kereta api (KA) di lintasan Jalan Jembrana, Kelurahan Klatak, kecelakaan serupa terjadi di lintasan KA Bulusan, Kecamatan Kalipuro. Kali ini korbanya seorang tukang ngarit (pencari rumput), Hanafi, 60 ■  Baca Pencari...Hal 35

GALIH COKRO/RaBa

SIGIT HARIYADI/RaBa

DARURAT: Beberapa siswa SDN 5 Wringinputih, Muncar menyeberangi sungai menggunakan perahu untuk sampai ke sekolah.

Ke Sekolah Terpaksa Menumpang Perahu MUNCAR - Imbas runtuhnya jembatan gantung, beberapa siswa SD Negeri 5 Wringinputih, Kecamatan Muncar, yang berasal dari Desa Kedungringin terpaksa berangkat ke sekolah menumpang perahu. Meski harus mengeluarkan biaya sebesar Rp 1.000 untuk pergi-pulang (PP) ke tempatnya menimba ilmu, para siswa tersebut tetap memilih menyeberangi sungai menumpang perahu. Pasalnya, jika harus memutar melalui jalan lain, jarak yang harus mereka tempuh mencapai lima kilometer

(km) lebih. Seperti diutarakan Bagas, siswa kelas III SD Negeri 5 Wringinputih. Sehari-hari bocah yang satu ini berangkat ke sekolah melalui jembatan yang tidak jauh dari rumahnya itu. “Tetapi, karena kini jembatan itu rusak, saya terpaksa menumpang perahu,” ujarnya kemarin (2/4). Menuju perahu, Bagas dan rekan-rekannya harus melalui medan cukup sulit. Salah satunya adalah meniti bambu berundak di tepi sungai yang berfungsi sebagai tangga ■  Baca Ke Sekolah...Hal 35

BAGAIMANA INI... Paiman, Pengamen yang Kuliahkan Anak di ITS

Rajin Tahajud dan Puasa Senin-Kamis Paiman alias Beni, 43, termasuk pengamen jalanan yang ulet. Dari hasil menjual suara di dalam bus, dia mampu mengantarkan anaknya kuliah. BAYU SAKSONO/RaBa

Tak Banyak Berubah KAWASAN wisata air terjun Antogan Pesona di Desa Bunder, Kecamatan Kabat, Banyuwangi, ini sejatinya memiliki nilai jual. Sayang, kawasan wisata tersebut kurang mendapat perhatian. Banyak fasilitas pendukung yang kurang terawat. Ruang ganti dan toilet di kawasan tersebut terbilang kurang layak. Bisa dikatakan, tak banyak yang berubah di tempat wisata tersebut selama 15 tahun terakhir. Ada yang berminat memperbaiki? (c1/bay) http://www.radarbanyuwangi.co.id

ABDUL AZIZ, Genteng “ASSALAMUALAIKUM, selamat siang saudara sebangsa dan se-tanah air. Mohon maaf bila mengganggu ketenangan Anda dalam perjalanan, dan izinkan kami mencari sedikit rezeki di dalam bus ini.’’ Tak lama kemudian, alunan lagu dangdut Jawa berjudul Stasiun Balapan diiringi suara gitar dan kendang terdengar di dalam bus

yang berhenti di jalan sisi utara Terminal Lama Genteng siang itu. Begitu lagu tersebut hampir selesai dinyanyikan, salah satu dari ketiga pria yang mengamen tersebut berjalan dari kursi bagian depan menuju bagian belakang untuk sekadar menarik uang dengar kepada para penumpang. Sebagian penumpang ada merogoh koceknya lalu memberikan uang receh atau ribuan, tapi ada juga yang cuek dan tak menghiraukan. Siang itu, sebagaimana hari-hari biasanya, Beni dan kedua rekannya, Sairi dan Anggi, mengamen di dalam bus yang berhenti di depan Terminal Lama Genteng. Setiap pagi, Beni bersama Sairi, warga Desa Sumbersari, Kecamatan Srono, dan Anggi, warga Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, memang selalu mangkal di

Sebagian peralatan eKTP rusak

Masih untung bukan orangnya yang rusak

Wakil rakyat disambati kondisi lapas

Mending disambati daripada disambut ucapan ‘‘selamat bergabung’’

THOMY SILA A./RaBa

NGAMEN: Paiman alias Beni (bergitar) dan kawan-kawan di atas bus kemarin.

depan terminal bus tersebut. Mereka sudah lama menjadi pengamen. Beni sebagai vokal dan

pemetik gitar, dan Anggi sebagai penabuh gendang ■

 Baca Rajin...Hal 35 email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


26

Selasa 3 April 2012

Pembangunan Sektor Pertanian di Desa Gambor, Kecamatan Singojuruh

Rencanakan Bangun Saluran Irigasi di Lima Sub Blok GAMBOR – Mayoritas masyarakat Desa Gambor, Kecamatan Singojuruh, mengganMenyadari hal tersebut, pemerintah desa setempat merencanakan pembangunan saluran irigasi di lima sub blok. Di antaranya sub blok Maeso Ageni dan Maeso Suro di Dusun Krajan; serta sub blok Kebondanu; Maeso Kebokenongo; dan Maeso Jenarah; di Dusun Sidorejo. Kepala Desa (Kades) Gambor, Achmad Syaihul, mengatakan saluran irigasi di lima sub blok itu berfungsi mengairi sawah seluas 296,5 ha. Namun sayang, setiap kali musim kemarau melanda, sawah seluas itu menjadi kurang produktif

Achmad Syaihul

lantaran pasokan air sangat minim. “Jadi, jika pembangunan saluran irigasi tersebut sudah terealisasi, kami optimistis produktivitas sawah akan meningkat,” ujarnya. Salah satu upaya yang telah ditempuh pihak desa adalah

mengajukan bantuan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja negara (APBN). Awal tahun ini, lanjut Syaihul, pihaknya sudah mengajukan proposal kepada Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal (Kementerian PDT). “Mudah-mudahan bantuan segera turun agar produktivitas lahan di desa kami bisa optimal,” harapnya. Sementara itu, selain sektor pertanian, Desa Gambor juga dikenal dengan kerajinan bordir. Tidak tanggung-tanggung, jumlah warga yang menggeluti bisnis kerajinan yang satu ini mencapai puluhan orang. “Pemasaran kain bordir produksi desa kami sudah tembus wilayah Bali,” tukasnya, bangga.(sgt/als)

AKAN DIBANGUN: Saluran air di tengah persawahan ini akan diplengsengisasi agar aliran air lancar.

FOTO-FOTO: SIGIT HARIYADI/RaBa

Pengunjung Naik di Akhir Pekan

BERAKHIR sudah tren hujan di wilayah Bumi Blambangan pekan ini. Beberapa hari terakhir, langit di wilayah Banyuwangi dan sekitarnya relatif cerah. Kondisi itu berbeda dengan beberapa pekan lalu yang setiap sore hingga malam nyaris hujan terus. Cerahnya cuaca tersebut membuat aktivitas warga kembali normal. Seperti yang ter-

lihat di kawasan Pantai Rajegwesi, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, Minggu kemarin. Meski angin cukup kencang, beberapa nelayan tetap melaut. Kini pengunjung di kawasan tersebut sudah normal, bahkan meningkat pada hari Minggu. Pengunjung bisa bermain di hamparan pasir yang luas dan bersih tersebut. (c1/bay)

GALIH COKRO/RaBa

BERMAIN: Sekelompok anak menggotong perahu nelayan di kawasan Pantai Rajegwesi, Desa Sarongan, Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi.

CERMIN DIRI

Memaknai Kepindahan Pemain Persewangi SUDAH tiga pemain yang meninggalkan Persewangi. Mereka adalah David Ariyanto, Modestus Indra Setiawan, dan Ilham Sadat. Meski alasan kepindahan mereka tidak dijelaskan manajemen Persewangi, namun publik sudah bisa membaca. Hengkangnya mereka dari Bumi Blambangan tidak bisa dilepaskan dari persoalan finansial yang saat ini melilit Laskar Blambangan. Tertunggaknya empat bulan gaji plus belum beresnya persekot kontrak semua pemain menjadi alasan paling realistis terkait kepindahan ketiga pemain tersebut. Bukan tidak mungkin langkah mereka akan diikuti pemainpemain lainnya. Pasalnya, hingga saat ini, manajemen belum menyelesaikan seluruh hak-hak pemain. Kepindahan David, Modestus, dan Ilham seolah menjadi preseden buruk bagi manajemen Persewangi. Langkah yang mereka ambil mencerminkan bahwa petinggi Laskar Blambangan sudah tidak mampu lagi memenuhi hakhak mereka. Umumnya para pemain profesional, mereka akan terus bertahan jika di klub lamanya tersedia jaminan masa depan. Tidak saja menyangkut besarnya dukungan penonton, tetapi yang lebih penting adalah kejelasan pembayaran gaji dan kontrak dan manajemen. Jika saja manajemen mampu memenuhi gaji mereka, maka dipastikan pemain tersebut akan tetap bertahan. Sebaliknya, pemain yang memutuskan meninggalkan klub lamannya, umumnya karena di klub yang dibelanya sudah tidak ada yang bisa diharapkan. Suasana tim tidak kondusif, minimnya jumlah penonton, ketidakjelasan pembayaran gaji, plus adanya tawaran yang lebih tinggi, memungkinkan pemain melirik klub lain. Karena itu, klub seperti Persewangi yang notebene tergolong klub paling miskin di kancah Divisi Utama PSSI, membuat pemain enggan bertahan. Satu-satunya pilihan adalah pindah. Bakn mustahil, selama beberapa hari ke depan, Persewangi kembali akan ditinggalkan para pemain pilarnya. Turun membela Persewangi menghadapi lawan-lawannya memang sebuah kewajiban bagi pemain Persewangi. Namun, bukankah memberi makan keluarga lebih wajib? Karena itu, meninggalkan Persewangi merupakan pilihan paling tepat untuk mencari sumber penghidupan lain. (*)

Sebagian Peralatan E-KTP Rusak BANYUWANGI - Persiapan untuk program pembuatan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) ternyata belum beres. Sejumlah peralatan yang didrop oleh pemerintah pusat ke kantor kecamatan di Banyuwangi ternyata banyak yang tidak bisa difungsikan. Saat ini, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Banyuwangi sedang mengembalikan sejumlah peralatan pembuatan e-KTP yang rusak itu kepada penyedia barang. “Di sejumlah kecamatan banyak yang rusak,” cetus Wakil Ketua Komisi 1 DPRD Banyuwangi, Khusnan Abadi, usai melakukan dengar pendapat dengan Kepala Dispendukcapil Sudjani dan Asisten Sekkab bidang Pemerintahan (Aspem) Abdullah kemarin (2/4).

Peralatan pembuatan e-KTP di sejumlah kecamatan banyak yang rusak. Khusnan Abadi Wakil Ketua Komisi I DPRD Banyuwangi

Dalam hearing di ruang Komisi 1 DPRD itu, Sudjani mengatakan bahwa sosialisasi pembuatan e-KTP sudah dilaksanakan. Lantaran terbentur masalah dana, sosialisasi hanya bisa dilaksanakan sampai tingkat kecamatan. “Sosialisasi sudah selesai dilaksanakan,” katanya. Kepada anggota Komisi 1, Sudjani juga mengungkapkan bahwa komputer yang dikirim oleh pemerintah pusat ada yang rusak. Kerusakan itu, di antaranya central processing unit (CPU) dan pada bagian sidik jari. “Yang rusak itu sudah kita kembalikan kepada penyedia barang,” ungkapnya. Terkait pembuatan e-KTP ini, yang masih belum jelas adalah bahan (kartu) yang akan digunakan. Bila bahan itu dibebankan kepada pemerintah

daerah, maka dibutuhkan dana sekitar Rp 3 miliar. “Kita harap dianggarkan melalui PAK (perubahan anggaran keuangan) APBD 2012,” cetusnya. Selain bahan untuk E-KTP, yang menjadi kendala adalah daya listrik di setiap kecamatan. Untuk pembuatan eKTP ini, daya listrik setiap kecamatan minimal 6000 watt. Sekarang setiap kecamatan baru 4000 watt. “Anggaran bulanan tiap kecamatan juga perlu ditambah,” harapnya. Menanggapi belum tuntasnya persiapan e-KTP tersebut, Khusnan meminta peralatan yang rusak itu segera dituntaskan. Sehingga, saat dilaksanakan September 2012 nanti tidak ada kendala. “Masih ada waktu untuk menyelesaikan,” katanya. (abi/c1/bay)

Jaring Baru, Disiram Ampas Parutan Kelapa JANGKAR - Ampas parutan kelapa selama ini dinilai sebagai sampah. Namun, bagi para nelayan, terutama nelayan di Situbondo, ampas tersebut mempunyai arti tersendiri. Sebab, barang sepele tersebut justru diyakini sebagai simbol penting sebelum melaut. Para nelayan yang beroperasi di Pelabuhan Jangkar, sebelum berangkat mencari ikan ke tengah laut, mereka selalu membawa ampas kelapa. Tetapi, tidak setiap hari hal itu

dilakukan. Hal itu hanya dilakukan jika jaring mereka baru, atau setelah jaring diperbaiki. Menurut warga sekitar, tradisi membawa ampas ke tengah laut itu sudah berlangsung turun-temurun. ‘’Ya, kalau jaring baru, bawa ampas ini. Nanti disiramkan ke jaring sebelum dilepas ke tengah laut,’’ ujar Andi, 20, nelayan asal Jangkar. Meski begitu, pria bujang tersebut tidak memahami manfaat membawa ampas ter-

sebut. Sepengetahuan dia, itu sudah menjadi kebiasaan turun-temurun yang harus dilestarikan. “Ya mungkin biar dapat banyak ikan. Orangorang sini kalau jaring baru, selalu bawa ampas,’’ terangnya. Menurut Adi, 25, nelayan lain, kebiasaan para nelayan itu tidak berlaku untuk jaring lawas. ‘’Kalau jaring lama tidak bawa ampas. Itu cuma khusus jaring baru, atau lawas tapi baru diperbaiki,’’ kata rekan Andi itu. (ton/c1/als)

ALI NURFATONI/RaBa

TRADISI: Seorang nelayan Jangkar memperlihatkan ampas kelapa di atas jaring sebelum berangkat ke laut kemarin.

Pemimpin Redaksi/Penanggung jawab: Rahman Bayu Saksono. Redaktur Pelaksana: Syaifuddin Mahmud. Redaktur: Ali Sodiqin. Koordinator Liputan: Agus Baihaqi. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries,Sigit Hariyadi (Banyuwangi), Edy Supriyono, Ali Nurfatoni (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Editor Bahasa: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto, Ramada Kusuma Atmaja. Pengembangan Usaha: Elly Irwan Suryanto, Benny Siswanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: Mohammad Isnaeni Wardan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. MENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Pemasaran: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Samsuri (Situbondo). Administrasi Pemasaran: Anisa Febriyanti. Perpajakan: Cici Irma Setyani. Administrasi Biro Situbondo: Dimas Ayu Dewi Fintari. Penerbit: PT Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi, Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp: (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma No. 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: hitam putih Rp 22.500/mmk, berwarna depan Rp 35.000/mmk, berwarna belakang Rp 30.000/mmk, Iklan Baris Umum: Rp. 22.000/baris, Lowongan: Rp 50.000/baris, Sosial: Rp 15.000/mmk. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300.  Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.

 Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Selasa 3 April 2012

PEMERINTAHAN

Sorot Maraknya Pejabat Plt MUNCAR - Banyaknya pemangku jabatan strategis di organisasi Pemerintah Daerah (Pemda) Banyuwangi yang berstatus pelaksana tugas (Plt) mulai disorot kalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Alasannya, terbatasnya wewenang Plt dalam mengambil kebijakan dinilai dapat menghambat pelayanan kepada masyarakat. Hal itu diungkapkan aktivis LSM Sorod, Iphong Poniyahadi, kemarin. Menurutnya, saat ini banyak pejabat mulai tingkat kepala dinas sampai kepala sekolah negeri yang berstatus Plt. “Kalau kepala dinas dijabat Plt, masih bisa dimaklumi mengingat pemangku jabatan tersebut harus orang-orang yang sangat teruji loyalitas dan dedikasinya. Asalkan proses “pengujian” tersebut tidak terlalu lama,” ujarnya. Namun, lanjut Iphong, jika yang berstatus Plt adalah kepala sekolah (kasek), maka itu justru berpotensi merugikan siswa. Sebab, kasek berstatus definitif merupakan kebutuhan nyata dan mendesak dalam memajukan dunia pendidikan. Sebab, itu terkait kebijakan dan tindakan yang dilakukan kasek. Salah satu sekolah negeri yang saat ini dipimpin Plt kasek adalah SD Negeri 4 Sumberberas, Kecamatan Muncar. Bahkan, sekolah tersebut telah dipimpin Plt kasek selama SIGIT HARIYADI/RaBa setahun. “Padahal, Plt kasIphong Poniyahadi ek sangat sulit mengambil tindakan dan menentukan kebijakan. Itu disebabkan semua kebijakan strategis di unit terkecil, seperti SD negeri, hanya bisa dilakukan pejabat definitif,” jelas pria yang pernah menjadi anggota komite SD Negeri 4 Sumberberas tersebut. Contoh riil kemunduran prestasi para siswa di SD Negeri 4 Sumberberas setelah dipimpin Plt Kasek bisa dilihat pada ekstrakurikuler drum band. Saat masih dipimpin kasek definitif, grup drum band “Bahana Timur” asal Negeri 4 Sumberberas berhasil menjuarai lomba tingkat kabupaten beberapa kali, bahkan hingga tingkat provinsi. “Baik kalangan siswa maupun wali murid kini semakin rindu prestasi,” papar pria yang sampai saat ini masih tercatat sebagai pembina ekstrakurikuler drum band tersebut. Masih menurut Iphong, saat ini jabatan Plt kasek SD Negeri 4 Sumberberas diduduki kasek SD Negeri 5 Sumberberas. Nah, rangkap jabatan itulah yang mengakibatkan kinerja kepala sekolah tersebut tidak maksimal. “Kami mendesak pemerintah segera mengangkat kasek definitif di SD Negeri 4 Sumberberas demi meningkatkan prestasi anak didik, baik di bidang akademik maupun non-akademik,” pungkasnya. (sgt/c1/aif)

SIGIT HARIYADI/RaBa

PENASARAN: Warga menghampiri perahu yang digunakan untuk mencari jasad Ferdiansyah yang tenggelam di perairan Muncar beberapa waktu lalu.

Ditemukan di Perairan Kabat Jasad Nelayan Muncar yang Tenggelam MUNCAR - Ferdiansyah, 24, warga Dusun Muncarbaru, Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, yang menceburkan diri ke perairan Muncar beberapa waktu lalu akhirnya ditemukan kemarin. Jasad pria malang itu ditemukan di perairan Kecamatan Kabat pada Minggu (1/4) sekitar pukul 19.00. Diperoleh keterangan, sejumlah nelayan Muncar mengintensifkan pencarian jasad Dian—sapaan karib Ferdiansyah—sejak

Minggu pagi. Sebab, sehari sebelumnya seorang pemancing mengaku melihat mayat pria terapung di laut. Namun sayang, pencarian yang dilakukan sejak pagi sampai sore itu tidak membuahkan hasil. Akhirnya, jasad Dian ditemukan di perairan Kecamatan Kabat pada Minggu malam. Jauhnya lokasi penemuan diduga kuat disebabkan arus cukup kuat. Kapolsek Muncar, Kompol Mustaqim, membenarkan kabar ditemukannya jasad korban. Melalui short message service

(SMS), perwira satu melati di pundak itu menyatakan bahwa jasad korban ditemukan Minggu sekitar pukul 19.00. “Jasad korban yang tenggelam (Dian, Red) sudah ditemukan di perairan Kecamatan Kabat,” sebutnya kemarin (2/4). Pernah diberitakan, seorang nelayan Muncar, yakni Ferdiansyah, tenggelam di laut. Peristiwa tragis itu dipicu ulahnya sendiri yang tanpa sebab yang jelas tiba-tiba menceburkan diri ke laut. Dia menceburkan diri saat perahu yang dia tumpangi bersama beberapa rekan-

nya sedang melego jangkar. Tidak hanya menceburkan diri, Dian malah berenang menjauhi perahu. Saat ditanya beberapa rekan kerjanya, Dian mengaku akan pulang ke rumah seraya menunjuk arah perairan Sembulungan, Muncar. Nahas, ketika rekan-rekannya bermaksud mengejar, mesin perahu tibatiba mati, tubuh Dian pun tidak ditemukan. “Entah apa maksud Dian berkata akan pulang ke rumah sambil berenang menuju Sembulungan itu. Di sana (Sembulungan) kan terkenal cukup angker,” ungkap seorang nelayan. (sgt/c1/aif)

25 Kilogram Jahe Antarkan Slamet Suripto ke Penjara

SIGIT HARIYADI/RaBa

TERSANGKA JUDI: Busairi (berkaca mata) dan Tukimin berada di Mapolsek Muncar kemarin.

Nogel untuk Bayar Rekening Listrik MUNCAR - Petugas Polsek Muncar berhasil menggulung dua jaringan judi togel kemarin. Tersangkanya adalah Tukimin, 47, warga Dusun Stoplas, Desa Kedungrejo, dan Busairi alias Koyim, 60 warga Dusun Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar. Awalnya, petugas menciduk Tukimin. Dari tangan pengecer kupon togel itu, petugas mendapati barang bukti (BB) berupa satu buku tulis berisi nomor togel, satu unit HP, serta satu buah bolpoin. Ketika diin-

terogasi di lokasi penangkapan, Tukimin langsung “menyanyi”. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai nelayan itu berterus terang bahwa uang taruhan dari para pelanggan telah dia setor kepada Busairi. Tanpa banyak basa-basi, beberapa personel langsung mengejar Busairi. Tak lama, Busairi berhasil diringkus di rumahnya. Dari tangan Busairi, petugas menyita BB berupa uang tunai sebesar Rp 5 ribu dan satu unit HP. Kontan saja, kedua anggota jaringan judi togel itu langsung

digelandang ke Mapolsek Muncar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Kedua tersangka kami amankan di Mapolsek Muncar guna disidik,” ujar Kapolsek Muncar, Kompol Mustaqim, melalui Kasi Humas Aiptu Putu Ardana kemarin (2/4). Di hadapan penyidik, Busairi mengaku uang taruhan para pemasang “angka keberuntungan” tersebut sudah digunakan untuk keperluan sehari-hari. “Tersangka Busairi mengaku uang taruhan para pemasang (judi togel) sudah dia gunakan untuk beli rokok dan membayar rekening listrik,” pungkas Putu. (sgt/c1/aif )

Reses, Disambati Masalah Pantai Boom BANYUWANGI - Anggota DPRD Jawa Timur dari daerah pemilihan Banyuwangi, Situbondo dan Bondowoso, Irwan Setiawan, melakukan reses ke Bumi Blambangan. Hasilnya, saat melakukan kunjungan dan melakukan pertemuan dengan konstituen, Irwan mengaku banyak mendapat keluhan persoalan infrastruktur, khususnya masalah jalan. Menurut Irwan, dari hasil kunjungan reses di daerah Banyuwangi, pihaknya menemukan fakta bahwa persoalan infrastruktur jalan menempati urutan pertama yang dikeluhkan masyarakat. Baik yang sifatnya jalan lingkungan, usaha tani mau-

pun jalan kabupaten dan jalan propinsi. “Di antaranya adalah ruas jalan Rogojampi, Songgon dan Pesanggaran,” ujarnya. Menindaklanjuti hal ini, Irwan berharap agar Pemprov Jatim dan Pemkab Banyuwangi, segera mengambil langkah untuk memperbaikinya. “Sebab dari hasil reses kami, persoalan jalan memang banyak dikeluhkan masyarakat,” tandasnya Selain masalah infrastruktur jalan, persoalan lain yang sempat disampaikan masyarakat konstituennya adalah terkait belum berfungsinya pelabuhan Pantai Boom Banyuwangi. Padahal sudah banyak anggaran pemerintah yang digelontorkan

untuk Pantai Boom tersebut. “Sejak tahun 2009, sudah ada sekitar Rp 70 miliar uang pemerintah yang dianggarkan ke Pantai Boom,” ungkapnya. Hal lainnya yang juga harus mendapatkan perhatian serius dari pemerintah, pemberdayaan kaum perempuan di Banyuwangi. Alokasi anggaran melalui koperasi wanita seyogyanya mendapatkan perhatian yang intensif dari pemerintah dalam bentuk pendampingan. “Sebab perhatian kepada perempuan sangat penting dalam mewujudkan perempuan Indonesia yang sejahtera, cerdas, berdaya dan berbudaya,” pungkasnya. (azi/aif)

SEMPU- Sungguh malang nasib yang menimpa Slamet Suripto, 24. Gara-gara ketahuan mencuri 25 kilogram jahe, dia harus meringkuk di ruang tahanan Mapolsek Sempu, kemarin. Pemuda asal Dusun Kendal, Desa Sumberbaru, Kecamatan Singojuruh, itu ditangkap polisi karena kedapatan mencuri jahe milik Purwanto, 29, warga Dusun Tojo, Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu. Ceritanya, pukul 11.00, korban pergi ke sawah untuk menengok tanaman jahenya. Sesampainya di lokasi, dia justru melihat pelaku sedang memanen jahe. Kontan saja, Purwanto langsung menangkap Slamet dan menyerahkannya ke Kepala Dusun Tojo. “Selanjutnya oleh Pak Kadus dilaporkan ke polisi,” kata Kapolsek Sempu AKP Toha Choiri. Mendapat laporan tersebut, polisi langsung menuju rumah Kadus untuk mengamankan pelaku berikut barang bukti berupa 25 kilogram jahe dan sebilah pisau yang digunakan pelaku untuk memanen jahe. ”Sekarang pelaku masih dalam proses penyidikan petugas,” tandasnya. (azi/aif )

DIAMANKAN: Penyidik Polsek Sempu menunjukan barang bukti 25 kilogram jahe dari tersangka Slamet Suripto. ABDUL AZIZ/RaBa


PENDIDIKAN

28 AGENDA KOTA

Lomba Baca Puisi Kusir dan Tukang Becak Dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional 2012, Pemuda Panca Marga dan Sanggar Merah Putih kerja bareng Radar Banyuwangi menggelar lomba baca puisi untuk kusir dan tukang becak. Lomba dilaksanakan 18 Mei di Gedung Juang 45 dan final 20 Mei di Taman Makam Pahlawan Banyuwangi. Pendaftaran dibuka sejak 11 Maret hingga 2 Mei 2012 di Gedung Juang 45. Atau bisa menghubungi 081336881945. Tidak dipungut biaya alias gratis.(*)

Rekrut Calon Delegasi Jambore Seni Budaya Jambore Seni Nusantara akan digelar di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, pada 22-30 April 2012. Ada kuota tujuh siswa SMP dan SMA berprestasi seni dan tiga guru pembina seni budaya sekabupaten yang ikut. Bagi yang berminat dan layak bisa menghubungi Aekanu (Disbudpar) HP: 08155905197 atau Pramoe Soekarno (DKB) HP: 082143977682.(*)

Festival Musik Jalanan 2012 di RTH Sri Tanjung FESTIVAL Musik Jalanan digelar Tabloid Suksesi Memorandum Jawa Pos Group di Taman RTH Sri Tanjung, pada 6-7 April 2012. Lomba dalam rangka memperingati HUT Suksesi pertama diikuti grup beranggotakan tiga orang dan tidak dipungut biaya. Peserta wajib menyanyikan lagu ciptaan Iwan Fals, sedangkan lagu bebas bisa ciptaan sendiri. Info lebih lanjut bisa menghubungi: Iqbal 081394777072 (Genteng), Cak Har 087857355617, Budhy PR 081217110008, atau Coy 081234565895. Atau bisa mendaftar ke Biro Suksesi Jl Dharmawangsa Puri Brawijaya Permai Blok H-3, Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi. (*)

Lulusan Akaba Go International Terserap 99 Persen di Perusahaan Pelayaran KALIPURO-Lulusan Akademi Kelautan Banyuwangi (Akaba) yang berkampus di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, telah menjadi rebutan berbagai perusahaan pelayaran dalam dan luar negeri. Terbukti, 99 persen dari 113 perwira remaja yang telah lulus sebelumnya, telah terserap sesuai bidang keahliannya di perusahaan pelayaran nasional maupun internasional. Pada 22 Desember 2011 lalu, Akaba kembali meluluskan 48 perwira remaja dan ahli madya kepelabuhan. Direktur Akaba, Dr Kundofir,ST, MPd mengatakan, pada 22 Desember 2011 lalu, Akaba telah menggelar yudisium dan pengukuhan gelar perwira remaja dan ahli madya kepelabuhan (AMd. Kep) Program D3 Program Studi Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhan (KPNK) Taruna angkatan VIII. Acara kali kesekian di kampus Akaba tersebut bukan sekadar seremonial, namun sebuah indikator keberhasilan sebuah usaha untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM). “Baik secara kuantitas maupun kualitas untuk dipersembahkan kepada masyarakat dan sekaligus kebanggaan tersendiri bagi Akaba,” kata Kundofir.

WISUDA:Taruna yang diwisuda sebagai perwira remaja dan ahli madya kepelabuhan berfoto bersama jajaran direktur dan civitas akademis di kampus Akaba, Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro.

AKABA For RaBa

Hasil yang telah dicapai taruna Akaba itu, lanjut Kundofir, diharapkan dapat memberikan partisipasi serta peran aktif untuk membangun masyarakat dan negara sesuai keahlian di bidangnya masing-masing. “Perwira remaja dan ahli madya yang diluluskan ini merupakan sumbangsih Akaba dalam ikut mempersembahkan tenaga profesional di bidangnya untuk masyarakat dan bangsa Indonesia,” tegasnya. Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Tinggi Banyuwangi Drs H SABARI, MPd mengatakan bahwa ta-

runa yang menyandang gelar perwira remaja dan ahli madya kepelabuhan, harus terus belajar. Apalagi, memasuki era globalisasi, sehingga kecanggihan teknologi di bidang komunikasi makin mencuat. Pertumbuhan penduduk sulit dikendalikan, dan tingkat pendidikan penduduk makin merata ke seluruh pelosok sebagai akibat dari canggihnya teknologi komunikasi tersebut. “Ini berarti bahwa dalam era gobal persaingan hidup di segala bidang dan ladang serta segala bentuk, perorangan maupun kelompok , makin keras. Barang siapa

malas akan kandas,” pesannya kepada perwira remaja dan ahli madya kepelabuhan. Sementara itu, Akaba berdiri dengan rekomendasi Bupati Banyuwangi No. 420/1359/ 439.021/ 2001 Tanggal 10 Oktober 2001. Akademi setingkat diploma tiga (D3) itu membuka tiga program studi/jurusan, yaitu Nautika Pelayaran Niaga (Ahli Nautika Tingkat III/ANT III), Teknika Pelayaran Niaga (Ahli Teknika Tingkat III/ATT III), dan Ketatalaksanaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhan (KPNK). (irw/adv)

Olimpiade MIPA Seleksi 144 Siswa

Petik Laut Pantai Boom TRADISI petik laut akan digelar di Pantai Boom, Banyuwangi. Rangkaian acaranya adalah zikir pesisir di Pantai Boom dilanjutkan istighotsah di Masjid Mandar, 5 April 2012. Pergelaran kesenian daerah jaranan dan barong, 7 April mulai pukul 09.00 sampai 16.00. Pada pukul 19.00 sampai 22.00, acara Padang Ulan Ring Pesisir Banyuwangi dilanjutkan dengan ruwatan menggelar wayang kulit. Pada saat bersamaan dilakukan tirakatan merangkai sesaji dikudang empat penari gandrung di Kelurahan Mandar. Pada 8 April, pukul 08.00, sesaji mulai dikirab. Lalu pada pukul 10.00, upacara prosesi petik laut digelar yang dilanjutkan dengan larung sesaji. Prosesi selesai, pengunjung dihibur orkes dangdut. (*)

Selasa 3 April 2012

IWAN SETIONO/RaBa

PEMBUKAAN : Kabid TK/SD Dispendik Drs. Hamami, MSi (berdiri) hadir di aula SDN RBI Banyuwangi, kemarin (2/4).

BANYUWANGI-Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Banyuwangi menyelenggarakan Olimpiade MIPA SD/MI tingkat Kabupaten Banyuwangi. Hasilnya digunakan sebagai persiapan menghadapi seleksi tingkat Provinsi Jawa Timur. Kegiatan itu digelar dalam rangka pembinaan pendidikan SD/ MI. Selain itu, untuk memotivasi peserta didik dan tenaga pendidikan, agar lebih meningkatkan prestasi, kreasi, inovasi, dan kompetensi, seiring kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam proses pengembangan diri, siswa perlu dukungan dan motivasi dari semua pihak, terutama dalam lingkup keluarga, masyarakat, dan pemerintah.

“Diharapkan, pengembangan diri siswa dapat berjalan terarah dan menjadi program kegiatan yang berguna bagi kehidupan siswa berikutnya,” jelas Drs Djoko Sulistijono, MPd, ketua panitia olimpiade, kemarin (2/4). Dalam olimpiade MIPA tersebut, setiap kecamatan mengirimkan enam siswa. “Sehingga total peserta seleksi mencapai 144 siswa,’’ sebut Djoko. Sementara itu, Kepala Dispendik Kabupaten Banyuwangi Drs Sulihtiyono, MPd melalui Kepala Bidang TK/SD Drs Hamami, MSi memberikan apresiasi positif terhadap pelaksanaan olimpiade MIPA itu. Sebab, even itu bisa meningkatkan mutu pendidikan matematika dan IPA di SD/MI secara komprehensif.

“Apalagi dilakukan melalui penumbuhkembangan budaya pelajar, kreativitas, dan motivasi meraih prstasi terbaik melalui kompetisi yang sehat serta menjunjung nilainilai sportivitas,” cetusnya. Menurut Hamami, olimpiade MIPA juga sebagai wahana bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan minat. Sehingga siswa dapat berkreasi serta melakukan inovasi sesuai kemampuannya. Selain itu, siswa bisa meningkatkan kemampuan intelektual, emosional, dan spiritual berdasarkan norma-norma yang sehat, sehingga dapat memacu kemampuan berpikir. “Sekaligus menjaring bibit unggul dan berprestasi sebagai calon peserta olimpiade MIPA tingkat Provinsi Jawa Timur,’’ pungkasnya. (adv/irw)

Stikom Cetak Wisudawan Ahli IT Sambutan Ketua Stikom PGRI dalam Wisuda Sarjana BANYUWANGI–Sekolah Tinggi Ilmu Komputer (Stikom) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Banyuwangi, yang baru-baru ini memperoleh penghargaan Kampus Berprestasi di bidang Kelembagaan dan Tata Kelola dari Kopertis 7, telah mewisuda 100 lulusan. Acara bersejarah itu digelar Sabtu (31/3) lalu di Hall Pondok Wina Restaurant Banyuwangi. Jumlah wisudawan terdiri dari 76 sarjana Program Studi Teknologi Informasi (TI) dan 24 lulusan D3 Program Studi Manajemen Informatika (MI). Prosesi wisuda berlangsung khidmat, disaksikan Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Drs Sulihtiyono, MM. Beberapa undangan dari perguruan tinggi lain juga hadir, seperti dari UBI, Untag, Stikes, STIT Ibrahimy, Akaba, dan Poliwangi. Rektor Universitas PGRI Banyuwangi (Uniba) H. Teguh Sumarno juga tampak di antara undangan. Ketua Stikom PGRI Banyuwangi, H. Chairul Anam memberi selamat kepada para wisudawan, yang telah menyelesaikan tugas belajarnya di Stikom. Menurutnya, status alumni bukan putusnya jalinan hubungan antara mahasiswa dengan kampus Stikom, tetapi justru harus lebih diperat. “Ikatan mahasiswa dengan almamaternya, seperti tali darah antara orang tua dengan anaknya, tidak ada istilah bekas anak. Demikian pula, tidak ada kata-kata bekas alumni,” katanya. Dijelaskan, Stikom PGRI memiliki lembaga pengabdian masyarakat, Litbang, dan IT Solution (solusi dari

FOTO-FOTO STIKOM FOR RaBa

SELAMAT: Ketua Stikom PGRI Banyuwangi, H. Chairul Anam memberi selamat kepada para wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan tugas belajarnya di Stikom, Sabtu (31/3) lalu.

kebutuhan akan teknologi informasi) dan alumni akan bahu membahu berkiprah di masyarakat dalam persolaan IT terapan. Kapan pun masyarakat menemui persoalan IT, Stikom akan hadir membantu. “Setiap insan dosen Stikom Banyuwangi, melalui dharma penelitian dan pengabdian masyarakat, juga akan terus memberi sumbangan pikiran dan tenaga bagi masyarakat Banyuwangi khususnya, dan negara Indonesia pada umumnya,” tegasnya. Perjuangan akan lebih mudah bila didukung oleh mahasiswa dan seluruh alumni Stikom Banyuwangi. Sebagai perguruan tinggi berbasis IT, Stikom kini telah berhasil memperoleh ke-

percayaan dari para lulusan SMA/ SMK untuk meraih masa depan. Itu terbukti dari tahun ke tahun, jumlah mahasiswa terus meningkat. “Sampai saat ini, Stikom PGRI memiliki dua program studi, yaitu D3 Manajemen Informasi dan S1 Teknologi Informasi. Semuanya sudah terakreditasi oleh BAN PT,” ungkap Chairul, yang baru dilantik seminggu lalu itu. Chairul menjelaskan, informasi teknologi (IT) kini semakin nyata memiliki kontribusi pada kehidupan manusia. Bahkan mampu melakukan perubahan sikap, dalam cara berkomunikasi, berkreasi, dan berkarya, dalam capaian kinerja yang optimal tanpa batas ruang dan waktu bagi dunia

usaha, pemerintah, dan masyarakat dunia. Kemenangan persaingan meraih kesempatan sangat ditentukan oleh kontribusi IT pada dunia usaha. “Ini  merupakan salah satu pertanda, baik bagi kemajuan IT, menjadikan sebuah tantangan dan peluang bagi mahasiswa Stikom PGRI, untuk menjadi lulusan yang unggul dapat bersaing secara global. Jika ada orang berbicara teknologi informasi, maka dia akan berbicara Stikom. Itu yang kita harapkan,” ungkap pria yang berpengalaman dan mahir dalam instalasi dan maintenance komputer itu. Menjawab tantangan dan kebutuhan tersebut, kampus Stikom PGRI Banyuwangi mengajak masyarakat untuk meraih kesuksesan menjadi seseorang yang ahli dalam bidang IT. Dengan komitmen kuat dan amanah, Stikom akan terus menyelenggarakan program pendidikan berbasis IT. “Mata kuliah yang diberikan berpandangan ke depan sesuai kebutuhan dunia kerja, terarah, dan terintegrasi melalui proses pendidikan yang unggul serta berkualitas,” jelasnya. Senada dengan Chairul, Ketua SC wisuda, Drs. Mohammad Dedi, MPd menambahkan, para wisudawan yang telah selesai melaksanakan belajarnya, diharapkan terus menjalin komunikasi dengan Stikom. Menurutnya, jalinan komunikasi yang erat plus kerja sama antaralumni dapat menghasilkan pengetahuan empiris, konsep, dan metodologi. Sehingga bisa melahirkan informasi baru dan memperkaya khasanah ilmu pengetahuan. “Mudah-mudahan kalian sukses semua dan jangan lupa nama almamater Stikom Banyuwangi terus dikembangkan,” pesan Dedi kepada para lulusan. (ikl/irw)

PENGHARGAAN: Wisudawati mendapat cinderamata dari Stikom .

Kadispendik: Meniti Karir Mandiri Lebih Baik SEMENTARA itu, Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Banyuwangi, Drs Sulihtiyono berpesan kepada para wisudawan bahwa saat meninggalkan Stikom PGRI Banyuwangi akan memasuki kehidupan bermasyarakat yang jauh lebih luas. Untuk meraih sukses dan fase kehidupan yang penuh tantangan tersebut, penting untuk mengindentifikasi kekuatan dan kelemahan sendiri sekaligus menganalisa berbagai faktor eksternal yang berpengaruh kuat terhadap kehidupan. Dengan cara pandang berpikir, positif, kreatif, dan inovatif, maka lulusan Stikom akan bisa membalikkan kondisi eksternal

yang semula tidak berpihak, sehingga menjadi peluang yang terbuka lebar. “Dua kunci untuk keberhasilan ini adalah kita semua harus memiliki kapasitas belajar sendiri atau self learning capacity, dan kemampuan untuk melakukan adaptasi yang besar,” pesan Sulihtiyono. Dengan berkurangnya peluang kerja yang tersedia, akibat rendahnya tingkat pertumbuhan ekonomi saat ini, wisudawan dituntut lebih kreatif dan inovatif. Bukan hanya mencari posisi di lapangan kerja yang tersedia. “Tetapi juga membangun usaha mandiri sebagai entrepreneur atau meniti karir mandiri,” kata kepala Dispendik.(ikl/irw)

SAMBUTAN: Kepala Dinas Pendidikan Drs. Sulihtiyono memberikan motivasi kepada wisudawan Stikom.

CETAK TENAGA IT:Sebanyak 100 mahasiswa Stikom dari Program Studi Teknologi Informasi dan D3 Program Studi Manajemen Informatika.

SENYUM BAHAGIA: Wisudawati Stikom yang memiliki nilai baik mendapat apresiasi dari Stikom PGRI Banyuwangi.

KETUA STIKOM: H. Chairul Anam.

BARIS: Prosesi kirab wisuda Stikom berlangsung khidmat di Hall Pondok Wina Restaurant, Sabtu (31/3) lalu.


EKONOMI BISNIS

Selasa 3 April 2012

TRAVEL

Ramayana Siapkan Armada Terbaru ROGOJAMPI-Usaha jasa pelayanan transportasi semakin menjamur dan berkembang. Hal itu dipengaruhi kebutuhan jasa layanan transportasi yang semakin meningkat. Pasalnya, setiap orang pasti butuh sarana transportasi sebagai mobilitas sehari-hari. Saat ini, pelayanan transportasi dibutuhkan tak hanya untuk dijadikan sarana wisata. Studi banding, bisnis, dan pendidikan, juga membutuhkan sarana transportasi yang aman dan nyaman. Nah, bila Anda menginginkan layanan travel, yang memiliki nilai manfaat tinggi, Ramayana Tour & Travel bisa menjadi pilihan. Selain menyediakan beragam layanan dan fasilitas, tarifnya juga menarik, sehingga akan menguntungkan pengguna jasa layanan. Sony Sunjoyo, CEO Ramayana Tour & Travel (RT & T) mengatakan, dengan berbekal layanan hati, pihaknya berusaha memberikan pelayanan prima, yang berintegrasi. RT & T juga menawarkan fasilitas dan layanan untuk masyarakat, yang disertai garansi. “Layanan kami dengan fasilitas bintang lima, tapi harga super hemat,” jamin Sony. Anda dapat menikmati menu makan prasmanan, snack, bantal dan selimut, dan AC triple blower yang sejuk. Tidak hanya itu, surat kabar harian Radar Banyuwangi (Jawa Pos Grup), juga disediakan bagi penumpang. Sambil membaca koran, penumpang bisa menikmati kursi dengan reclining seat, yang akan memberikan kesempurnaan perjalanan. Sony menambahkan, dengan armada terbaru tipe luxury coach NG next generation, nuansa perjalanan semakin lengkap. Apalagi ditemani driver berpengalaman, sabar, sopan, dan ramah. Ditambah lagi, staf operator yang andal akan memberi kemudahan dalam melakukan perjalanan bepergian ke Surabaya, Malang, dan daerah lain. “Semua terasa lengkap dengan bergabung menjadi members RET. Caranya mudah dan banyak manfaat yang akan Anda dapatkan. Cukup mengisi formulir KET dan melengkapi persyaratan, Anda akan memperoleh dobel asuransi, potongan harga, perolehan poin, door prize menarik,” sebutnya. Untuk menjawab kebutuhan masyarakat, kini RT & T juga menjual tiket pesawat, tiket kapal laut, dan tiket bus malam. “Termasuk travel segala jurusan,” beber Sony. (ikl/*/irw)

33

Perawat Diajari Service Excellent Pocari Sweat Gelar Nurse Day

ISTIMEWA

PIAGAM: Direktur RSUD Blambangan dr H Taufik Hidayat, SpAnd menerima penghargaan dari Pocari Sweat.

B A N Y U WA N G I -S e b a g a i bentuk ucapan terima kasih pada dunia kesehatan, Pocari Sweat memberikan pelatihan pengembangan sumber daya manusia (SDM) kepada 273 orang perawat dan tenaga paramedis di Banyuwangi. Acara digelar selama dua hari, pada Sabtu (31/3) dan Minggu (1/4). Kegiatan yang diberi nama Nurse Day Pocari Sweat 2012, itu berlangsung sukses. Andiek Mursid PS, Head of Area Promotion Pocari Sweat mengatakan, acara sejenis sebelumnya telah digelar di beberapa kota besar di seluruh Indonesia. Pada tahun 2012, tiga rumah sakit di Banyuwangi menjadi tuan rumah bagi even Nurse Day Pocari Sweat 2012. RSUD Blambangan berkesempatan mengikuti pelatihan yang diselenggarakan pada 31 Maret 2012 di Gedung Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi itu. Total peserta dari RSUD Blambangan mencapai 123 orang. Sedangkan RS Yasmin mendapat jatah 150 peserta, yang dibagi dua sesi, yaitu pada 31 Maret dan 1 April. “Masih akan ada satu rumah sakit lagi di Banyuwangi, yang akan mendapat kesempatan pelatihan semacam ini,” tutur Andiek kepada RaBa, kemarin (2/4). Pada tahun 2011 lalu, Pocari Sweat juga pernah menyelenggarakan kegiatan serupa di RS Fatimah Banyuwangi. Rumah

sakit yang mendapat kesempatan pelatihan semacam itu hanya diminta menyediakan lokasi dan peserta. “Bagi Pocari Sweat, kegiatan ini adalah wujud terima kasih kepada dunia kesehatan, khususnya petugas medis dan paramedis,” cetusnya. Sejak kali pertama datang ke Indonesia pada tahun 1990-an, penjualan Pocari Sweat meningkat tajam. Bahkan, Indonesia menjadi negara dengan penjualan nomor dua terbesar di dunia. “Prestasi tersebut tidak lepas dari kontribusi dunia kesehatan, yang merekomendasikan Pocari Sweat sebagai minuman rehidrasi,” jelasnya. Nurse Day Pocari Sweat 2012 di Banyuwangi dipandu master trainner, pembicara nasional yang juga menjadi konsultan beberapa lembaga di Indonesia. Dia adalah Nafik Palil, MPd. Materi yang disampaikan bertemakan “Strategi Membangun Kepuasan Pelanggan, Karyawan dan Manajemen”. Dalam paparannya, Nafik mengajak perawat untuk memberikan service excellent atau pelayanan prima. Direktur RSUD Blambangan dr H Taufik Hidayat, SpAnd berterima kasih kepada Pocari Sweat yang telah memberikan pelatihan bagi para perawat di rumah sakitnya. Dia berharap, semua peserta mempunyai orientasi yang sama setelah pelatihan selesai. “Orientasi itu adalah menciptakan loyal customer,” pesannya saat menyampaikan kata sambutan pembukaan pelatihan. (ikl/*/irw)

RSNU Belajar Keselamatan Pasien

THOMY SILA/RaBa

ROGOJAMPI- Keluarga Besar Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Mangir, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi, menggelar pelatihan keselamatan pasien rumah sakit, pada 30 sampai 31 Maret 2012. Acara yang digelar di RSNU tersebut diikuti semua karyawan RSNU, mulai pegawai cleaning service dan satpam hingga direktur. Pematerinya adalah tim pendidikan kilat dari Rumah Sakit dr Soebandi Jember. Acara pelatihan tersebut juga dirangkai dengan deklarasi atau ikrar keselamatan pasien. Ikrar tersebut berbunyi,“Mendukung pelaksanaan program keselamatan pasien

dalam setiap pelayanan kesehatan di Rumah Sakit Nahdlatul Ulama Banyuwangi dengan penuh tanggung jawab”. Sementara itu, penandatangan prasati dilakukan Direktur RSNU Banyuwangi dr Ika Rahayu Susanti dan ketua Tim KPRS (Keselamatan Pasien Rumah Sakit ) drg Sri Lukmawati. Selanjutnya, diikuti seluruh karyawan RSNU dan keluarga pasien. “Tujuan kegiatan ini sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab RSNU dalam melaksanakan dan memberikan pelayanan kesehatan secara baik kepada seluruh masyarakat Banyuwangi,” tegas Direktur RSNU dr Ika Rahayu Susanti. (azi/adv/irw)

RSNU FOR RaBa

KOMPAK: Para peserta pelatihan melakukan penandatangan prasasti KPRS usai acara, Sabtu (31/3) lalu.

ANDAL:Kru Ramayana Travel siap melayani penumpang dengan aman dan nyaman.

BANYUWANGI • Jl. Pajajaran •

SITUBONDO • Dikontrakkan •

BANYUWANGI • Pelatihan Gratis •

BANYUWANGI • Job Vacancy •

Dijual rumah SHM, LT 235/115m2, Jl. Pajajaran II/47, Hubungi: 085732321000

Rmh di Jl. Merak (dkt dgn kntor KPU), harga kontrak 3 jt/thn. Dpt utk rumah tangga, kantor, Agen, dll. Hub: 678941 / 085258746960

Ikuti Kursus dan Pelatihan Gratis Bagi Pemuda Bidang : Perhotelan, Pariwisata, Tour & Travel dan Bahasa Inggris, Datang langsung : Desy Education , Jl. Hayam Wuruk 75 Giri ( 0333 ) 424476 , 085 258 036 777

Our Int’l export furniture company is seeking for highly motivated & experienced personal. 1. PROCUREMENT ENGINEER : should have an overall knowledge of metal production & finishes. The ability to prepare working drawing w/ AutoCAD /Prod invetor , to gather quotations & liaise w/ contractors so a knowledge of East Java prod facilities would be an advantage. Application to: PT Warisan Eurindo – Jl Letjen Suprapto 69 Banyuwangi – email: ph.adhiwarna@gmail.com

• Cluster Borobudur Side • Cluster Borobudur Side “Free Design”, lokasi aman dan strategis, pusat kota belakang kantor Pemda Banyuwangi, type 45/90 50/90 50/110 60/200 80/200. H: Doni 081336465758, Bayu 08123457541

• Persada Regency • Dijual cepat Persada Regency Banyuwangi kota, type 36 full, 100 juta. 08123469203

• Jl. Anggrek Mas • BU, Djl Rmh Jl Anggrek Mas Blok B/15 LT/ LB 168/98, 4 KT/1 KM, minimalis (depan Radio Bhasa) Hub: 081358861129

• Lugonto/Rogojampi •

Grosir/eceran baju anak “Bebe” Soft opn disc 10/% (bw iklan ini) outlt: Indmrt Banterang. brt PLN Bwi, 087755714067

• PT. Kenzi • PT. Kenzie menyewakan Mobil Crane - Excavator - Wales dan angkutan untuk mobilisasi excavator. Hub: Totok 081233184466

• Perum GGM •

• Jual Selep Beras •

Dijual rumah Ls 98m2, lokasi Perum GGM, 2 KT, PLN, PDAM, Tlp, carport. Hub lngsung tnpa perantara 085859687870

• Balak/Songgon •

• Baju Anak “Bebe” •

Djl cepat & murah Selep Beras LT2935m2, strategis, Hub: 081336596124, bisa nego Dijual/ disewakan / dikreditkan tanah + bangunan luas kurang lebih 200 m2, bersertifikat, lokasi Lugonto / Rogojampi, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Kebalen/Rogojampi •

BANYUWANGI • Tanah & Toko •

Dijual/ disewakan / dikreditkan tanah + bangunan luas kurang lebih 150 m2, bersertifikat, lokasi Kebalen /Rogojampi, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Disewakan •

• Tanah 1350m2 • Jual tnh 1350m2, lok: Ketapang blkg Pelni, 350juta, SHM, Hub: Rini, 08121755753

Tanah Kaplingan Murah dalam kota, 180ribu/m2, @ 10x15= Rp. 27juta, Jl. Gajahmada, Gg Mojoasri, Banyuwangi, sebelah Pasar bongkar muat ke timur 400m, Hub: (0333) 411837 / 0811352122

• Tanah SHM 4400M2 • Djl Tnh pinggir jln raya utama Rogojampi - Bwi, 50 meter utara Kantor Polsek Kabat selatan perusahaan Gazebo, barat jalan, hrg per m2 Rp, 225.000, hubTaufik: 082143391020

BANYUWANGI

Djl tanah 23.655m2, SHM, cck utk prum/ kavling, lok stratgs. & tnh 9.460m2, SHM, lok strtgs, cck utk usha, 50m brt lmpu merah Rgjampi. & tnh 2.400m2, SHM, cck utk perum/usha. H: 08885513688, 0816593668

Perush bth Karyawan, min SMU, laki2, bs kmpter, mngerti akuntasi, photo 4x6 2 lmbr. Lam paling lambat 15 April, dkrm ke Jl. Raya Situbondo km 18 no. 288 Bangsring / via email: kampemandiri@ yahoo.com

• Kebun Bekas Sengon • BANYUWANGI • Ruko Sobo • Dijual murah Ruko Sobo (165jt) SHM/ IMB, LB 100m2, LT256m2, di daerah Jl. Ikan Wijinongko Sobo. Hub: 08123573571

• Ruko Agus Salim • Dibangun Ruko 2Lt (dijual) Lok Jl. Agus Salim (blkg Untag) Banyuwangi, Hub: 081233669969

• Kijang G 94 • DjlKijangG94Pjkbaru,ACdingin,birumet,mulus, kondbgsbanbaru,65jt.082142377117Suprijanto

• Jagal Truk • Ahli Jagal Truk / Motor / Elktrnk Karnia Dtr Steel, Jl. Yos Sudarso 211 085258550833

> MOBIL DIJUAL< Honda Accord Prestige 86, hitam, pajak Des, 25 juta, Hubungi: 082143393435 TARIF IKLAN B.O.T Rp. 75.000, 2x muat, Rp. 125.000, 6x muat, Rp. 180.000, 10x muat. Maksimal dua baris. Hubungi: Radar Banyuwangi Jalan Yos Sudarso 89-C Banyuwangi Telp./Fax. (0333) 412224/415153

• Kijang Innova ‘07 •

• Suzuki ST150 PU ‘11 •

Dijual Toyota Kijang Innova G2.0 th 2007, warna hitam, kondisi bagus, siap pakai, harga nego. Hubungi: 08155918371, 087757913939

Dijual Suzuki ST150 (pick-up) tahun 2011 hitam, harga 82,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash / kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Toyota Avanza ‘10 •

• Daihatsu Xenia ‘08 •

Dijual Toyota Avanza 1.3 G F601 RM tahun 2010 silver metalik, harga 137,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash / kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

Dijual Daihatsu Xenia F600 RV-GMD FJJ tahun 2008 merah metalik, harga 107,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash / kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Toyota Fortuner ‘10 •

Tanah daerah Tanjung Wangi (meneng), kebun bekas Sengon. Hub: 081353027992

Dijual Toyota Fortuner 2.5G diesel 2010 Hitam Manual Barang Istimewa sekali, hubungi 089682142828.

• Daihatsu GranMax ‘11 •

• Tanah Kapling Murah •

Dijual/ disewakan / dikreditkan tanah + bangunan luas kurang lebih 150 m2, bersertifikat, lokasi desa Balak / Songgon, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Tanah Rogojampi •

Our Int’l export furniture company is seeking for highly motivated & experienced personal. 2. FINISHING QUALITY ASSURANCE: should have a vast knowledge of furniture finishing methods and materials, responsible for ensuring all products meet required standard . Application to: PT Warisan Eurindo – Jl Letjen Suprapto 69 Banyuwangi – email: ph.adhiwarna@gmail.com

Miliki All New Xenia UM 22Jt, Terios UM 28Jt, Gran Max PU UM5Jt, Luxio & Sirion Disc Gede Free GPS. Hub. HADI 0815 5970 5555 / 081 233 432 555 / 087 857 409 555

• Karyawan •

Djltnh&bangunantokoSHM,1530,704,729,262 (satu lokasi) L 1272m2, an. Fongky Variadi, lok Jl. Sidomulyo,Sumberberas,Muncar.T.0333593383

Disewakan murah , Tanah luas 1000 M2, lok. pinggir Jln. perumahan Puri Gading Mas Permai, Dadapan, cck utk usaha rongsokan, materialan, bengkel mbl, dll Hub. 08179622454

• Job Vacancy •

BANYUWANGI • Gebyar Daihatsu •

SITUBONDO • STNK • Hlg STNK Nopol P 6215 ET, an.HerlinWahyuningsih, S.Pd, al: Panji Permai P Sltan RT03/22 Mimbaan Hlg STNK Nopol P 1615 F, an. H. Zainal Arifin Mattoha, al: Krajan Bugeman, Kendit Hlg STNK Nopol P 4394 EQ, an. Rusmiyati, al: Kp. Krajan RT01/04 Klatakan, Kendit

Dijual Daihatsu grand max 1.5cc/1.3 (pickup) tahun 2011hitam, harga 82,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash / kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

• Chevrolet Zafira ‘04 •

• Jl. Argopuro & Ketapang • Djl tnh Jl. Argopuro, 5.760m2, SHM, lok strtegis, cck utk usha, ada rmah, 200m brat lampu merah. & Tnh di Ketapang, 10.665m2, SHM, lok strtgs, cck utk usha, brt jln, dkt rum mkan Watudodol. H: 08885513688, 0816593668

• Sawah dekat IKIP • Djl Sawah Lt 7890 m2 SHM Lok Tmr Lap IKIP Bwi Hrg Nego Hub 085233921396

Dijual Chevrolet Zafira GL 1.8L MT tahun 2004 biru tua metalik, harga 86,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash / kredit, hubungi (0333) 631526, 635176, 0811351148

PEMBERITAHUAN Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan baris secara resmi di Radar Banyuwangi.


34

Selasa 3 April 2012

PRSI Godok Dua Perenang BANYUWANGI – Target realistis diusung pengkab PRSI Banyuwangi dalam kejuaraan daerah (kejurda) renang di Surabaya pada 7 April mendatang. Induk pembina olahraga renang di Banyuwangi itu hanya akan mengirimkan atlet yang berpotensi mendulang medali. Cabang olahraga ini akan mengirimkan sedikitnya dua perenang ke Kota Pahlawan nanti. Ketua PRSI Joko Triyadni mengakui peluang di kejurda memang cukup berat. Persaingan di even ini memang tidak mudah dibanding ajang lainnya. Tidak heran dia pun menatap kejuaraan ini dengan perhitungan matang. Termasuk jumlah atlet yang akan dikirim untuk mengikuti kejuaraan tersebut. Sejauh ini, PRSI sedang mematangkan dua perenang andalannya. Soal nama, Joko belum berani membeberkan. Sebab, dia ingin atletnya tersebut berkonsentrasi penuh dalam menjalani latihan. “Ya-

GALIH COKRO/RaBa

TARGET TINGGI: Para perenang Banyuwangi dalam sebuah kejuaraan di Mendut Regency beberapa waktu lalu.

ng pasti kita akan kirim atlet yang berpotensi mendulang medali. Kira-kira tidak lebih dari dua,” tuturnya. Lebih lanjut, Joko menegaskan mereka yang turun di ke-

jurda nanti diharapkan bisa merealisasikan target mendulang medali. Persiapan jangka panjang sudah dilakukan minimal untuk bisa bersaing di pentas kejurda nanti. (nic/als)

TINGGALKAN BLAMBANGAN: Ilham Sadat (kiri) saat merayakan kemenangan bersama Marzuki ‘Boros’ beberapa waktu lalu.

Eksodus Pemain Terus Berlanjut Giliran Modestus dan Ilham Merapat ke Persis BANYUWANGI - Kekuatan Persewangi Banyuwangi pada putaran kedua Divisi Utama PSSI dan leg kedua Piala Indonesia di Stadion Bayuangga, Kota Probolinggo, besok (4/4) dipastikan tereduksi. Setelah ditinggal pilar di bawah mistar, David Ariyanto, yang memilih menyeberang ke Barito Putra. Kini, dua pilar Laskar Blambangan lain juga positif meninggalkan tim yang bermarkas di Puri, Rogojampi, tersebut. Dua pilar yang memilih hengkang itu adalah Modestus Indra Setiawan dan Ilham Sadat. Kedua pemain yang didatangkan dari PSIS Semarang itu dipastikan tidak akan mengenakan jersey Persewangi lagi

di putaran kedua ini. Mereka berlabuh di Laskar Samber Nyawa, Persis Solo, yang berlaga di Divisi Utama PT. Liga Indonesia. Dengan hengkang-nya Modestus dan Ilham, berarti tiga pilar Persewangi yang meninggalkan Banyuwangi. Sebelumnya, David Ariyanto sudah memastikan diri angkat koper dari Bumi Blambangan. Tiga pemain yang pindah itu berposisi sebagai kiper, bek, dan gelandang. Kepastian kepindahan dua pemain tersebut disampaikan asisten manajer Persewangi, Andika Wijaya. Saat dihubungi koran ini kemarin, dia membenarkan bahwa kedua pemain itu berlabuh di Persis Solo. “Ilham kemarin sudah pergi. Modestus sudah lama tidak di Banyuwangi,” katanya. Terkait kepindahan dua pemain

itu, Andika enggan berkomentar lebih lanjut. Hanya, mungkin alasan kepindahan mereka tidak berbeda dengan David Ariyanto. Ditunggaknya gaji dan kontrak menjadi pemicu utama kepindahan mereka ke klub baru. Saat dihubungi lewat pesan singkat, Modestus membenarkan dirinya telah bergabung dengan Persis Solo. Dia mengaku ingin lebih dekat ke rumahnya, di Semarang. “Saya sekarang main di Solo supaya lebih dekat dengan rumah,” bebernya. Sejatinya, Modestus betah berada di Banyuwangi. Pemain yang akrab dengan nomor punggung 17 itu mengaku iklim penonton dan pertandingan di Bumi Blambangan cukup bersaing dan memiliki fanatisme tersendiri. Itu bisa menjadi modal tersendiri bagi Persewangi. Jika suatu saat tenaganya dibutuhkan dan diminta kembali ke Persewangi, dia mengaku siap. (nic/c1/als)

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

Keluhkan Kondisi Lapangan Diponegoro

Ayo Persewangi buktikan pada seluruh dunia bahwa kamu bisa walaupun terkait masalah dan pemimpin yang tidak vecus jangan sampai hiraukan

Ruslan Jaelani SMP 2 Kalibaru Manis – 081934813628 Cukup satu kata, Persewangi kau harus menjadi pemuncak klasemen alias juara

Dazal Laros – 081934795627 Ayo semangat Persewangi kalahkan Persipro di kandangnya. Meskipun kemarin ditahan imbang, kali ini bikin malu Persipro di kandangnya, go go go Persewangi

Ftiroh LarosXbaru Kajar – 087755797291 Kelendi iki lare2 Banyuwangi klub e siji suportere pecah loro, rek rek ndane kalah mbek Suroboyo. Masio klub enek2 binek yo dukung kabeh, salam peace ae etz

Laros Cluring Kepatihan Rt 3 RW 1 – 089681987651 Coach Persewangi Yudi Suryata saya mewakili Laros Hitam pada tanggal 14 April besok saat Persewangi vs PSBI kami minta tolong mainkan Modestus Setiawan.

083847870935 Laros Jenggirat bonek satu hati, sampek tuek elek matek tetep ndukung, walaupun 2 pertandingan ini kamu gak bisa menang kita Laros Jenggirat tetap setia mendukungmu

Kiyi Bonek Jenggirat Kidul – 085336026262 Ayo Persewangi tunjukkan kemampuanmu

081234603832 Kirim saran, kritik, atau dukungan demi kemajuan Persewangi melalui SMS ke nomor: 087806607000

BANYUWANGI - Hasil im- dera. Itu salah satu biang kebang 1-1 yang dipetik Perse- ladi kurang maksimalnya Perwangi kontra Madiun Putra sewangi dalam dua laga tedalam lanjutan kompetisi Di- rakhir, baik di liga maupun di visi Utama PSSI Piala Indonesia. Sabtu (31/3) lalu Salah satu pemenyisakan permain Persewangi, soalan. Bukan Ikrom Syafii, memasalah pendangaku kondisi lanaan yang munpangan memang cul, melainkan jauh dari ideal. kondisi lapangan Tanah lapangan Stadion Diponecukup keras. Inigoro. lah yang memKondisi lapabuat pemain sungan Stadion Disah tampil deponegoro yang ngan baik. “LapaDOK/ Raba keras dan berdengannya tidak Ikrom Syafii bu dikeluhkan enak buat main,” para pemain. Menurut bebe- keluh penyelamat Persewangi rapa pemain Persewangi, kon- saat sua Madiun Putra itu. disi lapangan yang keras memKeluhan itu cukup beralasan. buat bola tidak bisa diken- Sebab, selain cuaca panas yang dalikan dengan baik. Imbas- akhir-akhir ini melanda, nya, pemain sering salah perawatan lapangan tersebut membaca gerakan bola. juga kurang maksimal. PeImbasnya lagi, beberapa pe- rawatan memang mustahil main tampil terlalu hati-hati. dilakukan secara maksimal, Lapangan yang bergelombang, karena lapangan tersebut juga keras, dan berdebu, tentu digunakan sebagai venue membuat pemain rawan ce- kompetisi lain. (nic/c1/als)

GALIH COKRO/RaBa

BERLATIH: Atlet binaraga terus memantapkan latihan menyongsong kejurda Jatim 7 Apri nanti.

PABBSI Pelototi Persiapan Atlet BANYUWANGI - Persiapan serius terus dilakukan Pengkab PABBSI Banyuwangi demi menatap kejuaraan daerah (kejurda) yang akan digelar akhir pekan ini. Selain memilih binaragawan yang akan diboyong ke Kota Pahlawan pada even yang digelar 7 April tersebut, induk olahraga binaraga dan angkat berat itu juga memfokuskan persiapan tiap atlet. Dalam kejurda tahun ini, PABBSI memboyong tujuh atlet. Ketujuh atlet itu akan berlomba dalam tujuh kelas berbeda. Adalah Margito yang

akan turun di kelas 55 kg, Salimi di kelas 60 kg, Awarin di kelas 70 kg, Hendrik di kelas 75 kg, Sutrisno di kelas 75 plus, dan Blek di kelas 80 kg. “Mereka merupakan hasil seleksi yang dilakukan PABBSI,” beber Nurmasyah, ketua PABBSI Banyuwangi. Terkait peluang, polisi berpangkat brigadir tersebut yakin para atlet Banyuwangi mampu. Selain sudah pernah berlaga di tiga kejuaraan terakhir, persiapan yang matang membuat Nurmasyah yakin Banyuwangi mampu mendulang medali.

Sepekan sebelum terjun ke ajang tersebut, dia akan melakukan pengawasan ekstra agar latihan anak asuhnya terfokus. Ini sebagai upaya pemantapan sebelum terjun ke ajang sebenarnya. Sebab, lawan yang bakal dihadapi bukan kelas pupuk bawang. Nurmasyah telah memetakan beberapa jagoan binaraga dari sejumlah daerah yang bakal menjadi lawan serius. “Kontingen Surabaya dan Sidoarjo menjadi rival yang tidak bisa dianggap enteng dalam even ini,” cetusnya. (nic/c1/als)


Selasa 3 April 2012

BERITA UTAMA

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Pernah Bekerja di Malaysia ... ■ KERNET... Sambungan dari Hal 25

“Muhamad Hatib yang kita tangkap ini diduga hanya kurir,” terang Kapolres Banyuwangi, AKBP Nanang Masbudi, melalui Kasatnarkoba AKP Watiyo kemarin (2/4). Menurut AKP Watiyo, saat tersangka digeledah, di saku celananya ditemukan bungkus rokok yang berisi enam paket SS dengan berat total sekitar 7,94 gram. “SS ini dibungkus kain kasa dan plastik warna hitam. Semua dimasukkan da-

lam bungkus rokok,” jelasnya. Semua barang yang dibawa tersangka, seperti enam paket SS yang berisi 7,94 gram, bungkus rokok, tas plastik warna hitam, dan kain kasa, diamankan sebagai barang bukti (BB). “Telepon seluler (ponsel) merek Taxco milik tersangka juga kita amankan,” terang Watiyo. Terungkapnya tersangka membawa SS dengan jumlah yang besar ini setelah polisi mendapat laporan warga. Setelah mendapat laporan, sejumlah anggota satnarkoba langsung meluncur ke Dusun Palpakis,

Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru. Setelah melakukan pengintaian beberapa jam, polisi menyergap tersangka saat berada di rumah salah satu saudaranya di Dusun Palpakis, Desa Kalibaru Wetan. “Ketika kita tangkap, tersangka baru datang dari Madura,” kata Watiyo. Tersangka yang mengaku berprofesi sebagai kernet truk itu mulanya membantah membawa SS. Tetapi, saat pakaiannya digeledah, ternyata ditemukan enam paket SS yang beratnya mencapai 7,94

gram. Dari enam paket, setiap paket beratnya mulai 1,1 gram hingga 1,8 gram. “Penangkapan dengan BB (barang bukti) seberat 7,94 gram ini paling besar selama 2012 ini,” ujar perwira polisi yang tinggal di Kelurahan Singotrunan itu. Dalam pengakuannya kepada polisi, Hatib mengaku hanya diminta mengantarkan SS tersebut. Semua barang haram yang dia bawa diberi oleh seseorang di Madura yang tidak dia kenal. Orang itu meminta barang haram tersebut diantarkan kepada seseorang di Ke-

camatan Kalibaru. “Orangnya akan mengambil di rumah saudara saya di Kalibaru, tapi saya sudah keburu ditangkap polisi,” terang tersangka. Meski mengaku hanya diminta mengantarkan, tersangka ternyata sudah lama mengenal narkoba. Saat menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia 2011 lalu, dia pernah mengonsumsi SS. “Selama enam bulan di Malaysia hanya memakai tiga kali,” sebutnya. Pengakuan tersangka yang pernah mengonsumsi SS selama

GALIH COKRO/RaBa

BUKTI: Beberapa paket SS yang dibawa M. Hatib saat ditangkap di Kalibaru, Banyuwangi, kemarin.

menjadi TKI di Malaysia itu membuat penyidik satnarkoba terpancing untuk mendalami kasus tersebut. sebab, bisa saja tersangka termasuk jaringan gede.

“Kita belum tahu (tersangka) ini jaringan antarkota ataukah internasional, karena pernah berada di Malaysia,” cetus Kasatnarkoba AKP Watiyo. (abi/c1/bay)

Menunggu Proses Tukar Guling Menampung Puluhan PKL ... ■ DISAMBATI... Sambungan dari Hal 25

Meski penuh keterbatasan, kalapas menunjukkan berbagai terobosan yang dilakukan pihak lapas. Ruang untuk masa pengenalan lingkungan (mapenaling) yang berukuran tiga meter kali lima meter hanya diisi maksimal 20 orang. “Dulu bisa diisi 70 orang,” ujarnya.

Selain melihat ruang tahanan, para anggota dewan juga diajak menyaksikan ruang bimbingan kerja (bimker). Di ruangan tersebut, para warga binaan diberi berbagai macam keterampilan. “Kita berharap, saat warga binaan keluar nanti, mereka sudah punya keterampilan,” harapnya. Menanggapi kondisi Lapas Banyuwangi yang sudah over-

load tersebut, Ketua Komisi IV Zainal Arifin Salam mengaku cukup prihatin. Apalagi, saat melihat warga binaan harus tinggal di ruang sempit dan berdesakan. “Memang lapas sudah overload,” katanya. Pemkab Banyuwangi, lanjut Arifin, sebenarnya sudah berencana merelokasi lapas. Bahkan, sudah disediakan lahan sekitar 3,5 hektare di wila-

yah Kecamatan Kabat. “Kita berharap relokasi itu segera diwujudkan,” ujarnya. Diakui Arifin, relokasi membutuhkan waktu. Lahan lapas di Jalan Letkol Istiqlah itu milik Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) RI. Untuk tukar guling, tentu ada proses hukum yang harus dilalui. “Proses ini yang harus dilalui,” jelasnya. (abi/c1/bay)

... ■ MAKAN...

Sambungan dari Hal 25

“Mereka mau diajak foto bersama,” kata Bambang. Acara seni yang menghadirkan seniman mancanegara itu rencananya akan dijadikan agenda rutin di Wisata Kuliner Dapur Oesing. Selain itu, pengelola tempat tersebut juga akan menampilkan seni lokal.

“Dengan menampilkan seni daerah lain, kita ingin memberikan suguhan lain kepada warga Banyuwangi,” dalihnya. Bambang menyebut, Banyuwangi kaya seni dan budaya. Diharapkan dengan kegiatan tersebut, bisa lebih menggerakkan para seniman dan budayawan untuk berkreasi. “Kami sangat mendukung kegiatan seni dan buda-

ya,” ujarnya. Wisata Kuliner Dapur Oesing yang baru sepekan dibuka tersebut menyajikan beragam makanan dan oleh-oleh asli Banyuwangi. Para pedagang yang ada, jelas dia, adalah pedagang kaki lima (PKL) di Banyuwangi. “Ada 70 PKL yang ikut berjualan, yang masuk waiting list ada sekitar 300 PKL,” terangnya. (abi/c1/bay)

Hari Ini Sudah Bisa Dilewati Masyarakat Sangat Terbantu ■ KE SEKOLAH... ... Sambungan dari Hal 25

Tak ayal, para siswa itu harus ekstra berhati-hati agar tidak nyemplung. Sementara itu, jembatan berbahan kayu yang ambruk Jumat sore (30/3) itu sudah mulai diperbaiki. Bahkan, jika tidak ada hambatan, hari ini (3/4) jembatan tersebut sudah bisa digunakan lagi. “Jembatan ini rusak karena ujung salah satu tiang yang menyangga tali jembatan patah. Hal itu diduga karena beban jembatan terlalu berat. Apalagi, banyak siswa yang kerap mengayun-ayun tali tersebut,” papar Slamet, salah satu pekerja. Diberitakan sebelumnya, jembatan gantung yang menghu-

bungkan Dusun Krajan, Desa Kedungringin, dan Dusun Kawangsari, Desa Wringinputih, Kecamatan Muncar, mendadak ambrol Jumat sore (30/3). Akibatnya, puluhan siswa SMP yang saat itu berada di atas jembatan tercebur ke sungai. Didit, 13, salah satu siswa SMP Negeri 4 Muncar, yang juga menjadi korban mengatakan, jembatan itu ambruk sekitar pukul 16.00. Saat itu dia melintas bersama beberapa temannya. Didit mengaku pulang sekolah pada jam sekian karena masuk sekolah pada siang hari. “Karena sekolah kami sekolah satu atap. Jadi, pagi hari digunakan siswa SD Negeri 5 Wringinputih, dan siang hari digunakan SMP kami,” tuturnya. (sgt/c1/aif)

■ BELANGGUAN BELANGGUAN...

Sambungan dari Hal 36

Dengan adanya jembatan, sedikitnya 541 anggota rumah tangga miskin menerima manfaat secara langsung. Misalnya saja, untuk keluar dusun dalam rangka berobat, berseko-

Sambungan dari Hal 25

Sabtu lalu (31/3), warga Lingkungan Kampung Baru, Kelurahan Bulusan, itu meninggal cukup tragis. Tubuhnya remuk setelah dilindas KA Mutiara Timur. Ceritanya, pukul 16.00 Hanafi pulang ngarit. Saat melintasi rel KA tanpa palang pintu, dari arah selatan melaju KA yang dimasinisi Matius. Hanafi tidak mendengar bel KA lantaran dia mengalami gangguan pendengaran alias tuli. Kontan saja, KA jurusan Surabaya-Banyuwangi itu langsung menyambar tubuh Hanafi hingga dia meninggal di lokasi kejadian. “Korban memang

tuli. Jadi, tidak dengar ada kereta api lewat,” ujar Kapolsek Kalipuro, AKP Sudarsono. Menurut kapolsek, insiden seperti itu bukan kali pertama. Jumat (30/3) lalu seorang pengendara sepeda motor, Ahmad Yasin, 41, tewas setelah menabrak KA di lintasan Jalan Jembrana, Kelurahan Klatak, Kalipuro. Dalam kecelakaan tersebut, warga Dusun Kopen Bayah, Desa Kelir, Kecamatan Kalipuro, itu mengalami luka parah di bagian kepala, tangan, dan kaki. Sepeda motor Honda Tiger bernopol P 5072 WZ yang dikendarai Yasin rusak berat. Yasin meninggal setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam (RSI) Ba-

■ MENCIPTAKAN MENCIPTAKAN... Sambungan dari Hal 36

SIGIT HARIYADI/RaBa

DIPERBAIKI: Dua pekerja mengecek permukaan jembatan gantung di Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar, kemarin (2/4).

nyuwangi Sementara itu, kecelakaan di lintasan KA tanpa palang pintu mengundang perharian tokoh masyarakat Bulusan, R. Bomba Sugiarto. Terkait kecelakaan berturut-turut itu, Bomba mendesak pihak PT. KA Daops IX memasang palang pintu. “Kejadian ini bukan yang pertama. Kalau dihitung-hitung ada belasan kejadian gara-gara lintasan KA tidak berpalang pintu,’’ tegas Bomba. Terkait maraknya kecelakaan tersebut, dia dan warga berharap ada kepedulian PT. KA untuk memasang palang pintu. Kata Bomba, kalau pihak PT. KA tidak kuat membangun palang pintu, warga siap menggalang

dana swadaya. “Saya pikir PT. KA harus tanggap terkait persoalan ini. Memasang palang pintu tidak perlu menunggu ada unjuk rasa,’’ kata pria yang kini sedang magang sebagai advokat itu. Bomba juga menyesalkan tidak adanya lampu jalan di tiatiap lintasan tanpa palang pintu tersebut. Dari data yang dia miliki, mulai lintasan di Jalan Jembrana sampai Lingkungan Kampung Baru tidak ada lampu penerangan jalan. “Harapan kami, pemerintah daerah juga peduli. Sudah tidak ada palang pintu, lampu penerangan juga tidak terpasang. Jelas itu memicu kecelakaan,’’ tandas warga Perumahan Klatak itu. (c1/aif)

Yakin Mampu karena Tuhan Selalu Membantu ... ■ RAJIN... Sambungan dari Hal 25

Sairi bertugas menarik atau meminta uang receh kepada para penumpang. Setiap hari, mereka mengamen mulai pagi sampai sore. Sepanjang hari itu, mereka rata-rata bisa mengais uang Rp 90 ribu. “Uang segitu kita bagi bertiga. Jadi rata-rata kita dapat 30 ribu per hari,” kata Beni. Bagi Beni, kebutuhan keluarga sudah cukup dengan penghasilan Rp 30 ribu per hari. Bahkan, uang segitu mungkin dirasa lebih dari cukup untuk sekadar makan. Bagaimana dengan biaya sekolah dan kuliah anak-anaknya? Pria kelahiran Magetan itu diam sejenak. “Sebenarnya nggak cukup. Tapi alhamdulillah selalu ada jalan keluar,” kata suami Rumiati, 43, tersebut. Ya, selama ini meski hanya sebagai pengamen, Beni bisa menyekolahkan ketiga anaknya. Anak pertamanya, Okok Wijaya, kini sudah menginjak semester IV di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Okok mendalami jurusan fisika kebumian di perguruan tinggi negeri tersebut. Anak kedua Beni adalah Putri Arumsari. Kini dia sekolah di Madrasah Aliah Negeri (MA) Genteng. Anak ketiganya bernama Mahardika. Kini dia masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK). Bagi Beni, menyekolahkan semua anaknya adalah sebuah keharusan. Sebab, dia yang tamatan SD itu tak ingin melihat masa

nembus ke Dusun Sekarputih, Desa Sumberanyar. “Manfaat PNPM-MPd memang nyata. Mereka sangat terbantu. Selama ini biasanya mereka berjalan memutar jika mengangkut hasil panen. Sekarang tidak lagi,” terangnya. (pri/adv/als)

Pemicu Sikap Apatis dan Pesimistis

Minim Lampu Penerang Jalan ... ■ PENCARI...

lah atau mengangkut hasil panen mereka. Kini mereka bisa menghemat tenaga, waktu, dan biaya. Masyarakat tak lagi hanya mengandalkan jalan milik marinir. Melalui jembatan yang telah dibangun dari dana PNPM itu, mereka dapat me-

depan anaknya suram. “Saya sudah bodoh, masak anak saya juga bodoh,” tuturnya. Yang lebih membuat dia bangga, ternyata anak-anaknya punya keinginan kuat menuntut ilmu. Mereka semangat belajar meski terkadang kesulitan bayar SPP dan iuran lain di sekolah. Biaya anaknya yang kuliah di ITS; uang kos selama sebulan Rp 300 ribu, uang makan Rp 500 ribu, dan iuran lain-lain di kampus. Belum lagi biaya sekolah anaknya yang sekolah di MAN Genteng dan biaya si bungsu di TK. Melihat Beni yang hanya sebagai mengamen, tentu tidak cukup membiayai kebutuhan sekolah dan kuliah anak-anaknya. Namun, di mana ada kemauan di situ ada jalan. Meski selama ini sering mengalami kesulitan biaya, tapi jalan keluar selalu ditemukan Beni dan keluarga. Saat anak pertamanya masih duduk di bangku SMA Negeri I Genteng, misalnya. Saat kesulitan biaya, mendadak ada pihak yang membantu meringankan. Salah satunya adalah istri mantan Direktur RSUD Genteng, dr. H. Nanang Sugianto. Begitu tahu Okok adalah anak keluarga kurang mampu tapi punya kemampuan dan kemauan sekolah, Ny. Nanang mau membantu biaya sekolah Okok. “Waktu itu, setiap bulan Bu Nanang selalu membantu bayar sekolah, dan alhamdulillah bisa sampai lulus,” tuturnya. Kejadian serupa juga terjadi ketika Okok

masuk kuliah. Sejak awal dia memang bertekad menuntut ilmu meski dengan keterbatasan biaya. Saat itu, dia mengurus beberapa persyaratan untuk mengikuti program bidik misi dari kampus, yang nilai uangnya Rp 500 ribu per bulan. Waktu itu, dia dan Okok mengurus kartu bantuan langsung tunai, pajak bangunan, listrik, dan surat keterangan dari desa. “Alhamdulillah semua syaratnya bisa kita penuhi, dan akhirnya sampai sekarang dapat bantuan biaya melalui program bidik misi itu,” ceritanya. Hal serupa juga terjadi pada anak keduanya. Kesungguhan sang anak dan orang tua untuk belajar ternyata mengundang perhatian Ketua Tanfidziah PCNU Banyuwangi, H. Masykur Ali. “Pak Masykur membantu biaya anak saya di MAN Genteng, dan membantu meminta keringanan biaya kepada pihak sekolah,” tuturnya. Pengalaman-pengalaman itu yang membuat Beni semakin yakin bahwa keinginan dan cita-cita anaknya meraih pendidikan yang layak bakal tercapai. Selain mencari rejeki dengan cara mengamen, Beni juga berusaha bangun malam-malam untuk salat tahajud dan meminta pertolongan Tuhan. Bahkan, selain rutin menjalankan puasa Senin dan Kamis, Beni juga sering membaca selawat kepada Nabi Muhammad SAW. “Saya yakin bisa menyekolahkan semua anak saya sampai selesai karena saya punya Tuhan yang selalu membantu,” pungkasnya. (c1/bay)

Dari saking apatis dan pesimisnya, tidak sedikit kita temukan orang-orang yang lebih mudah percaya saat menerima kabar tidak baik tentang Situbondo. Mereka justru kurang yakin saat diberi kabar baik tentang Situbondo. Misalnya tentang kemajuan atau prestasi daerah. Mereka akan sangat memaklumi jika daerah ini disandingkan dengan predikat-predikat yang tidak baik. Seperti ketertinggalan, kemiskinan, hingga KKN (korupsi, kolusi dan nepotisme). Ini karena kita sudah terlalu lama berdampingan dengan semua itu. Rasa apatis dan pesimis tak muncul begitu saja. Bisa saja, rasa itu berkembang, kemudian mengakar kuat karena selama ini memang tak ada perkembangan signifikan di Situbondo. Bandingkan dengan daerah lain, semisal Banyuwangi, Probolinggo, dan Jember. Karena itulah, masyarakat pun sampai jemu menunggu. Hingga habis kesabaran dan hilang kepercayaan. Apalagi, dua mantan bupati yang dipilih langsung oleh masyarakat Situbondo justru bernasib tragis. Keduanya tersangkut kasus korupsi. Ini tentu sangat melukai hati masyarakat Situbondo. Bagaimana mungkin daerah yang masih sangat terikat kuat dengan predikat miskin ini justru digarong oleh orang dalam sendiri. Pemerintahan Dadang-Rachmad saat ini juga akan menjadi pertaruhan bagi masyarakat Situbondo. Apakah sama, tak jauh beda, atau lebih baik dari pada pemerintahan-pemerinta-

han sebelumnya? Kalau sama atau tak jauh beda, maka pemerintahan keduanya juga akan menjadi pemicu kian mengakarnya rasa apatis dan pesimistis masyarakat Situbondo. Di mata saya, Dadang-Rachmad sudah mencoba menciptakan kekeramatan daerah dalam arti sempit. Ini ditandai dengan pengamalan Salawat Nariyah. Sedangkan menciptakan kekeramatan daerah dalam arti luas, yakni menciptakan kemampuan daerah melakukan sesuatu di luar kemampuan daerah lain, masih perlu kita buktikan hingga akhir masa jabatannya. Atau, mungkinkah kekeramatan dalam arti sempit itu mampu menggapai, menciptakan kekeramatan daerah dalam arti luas? Semoga saja! Bagi saya, penciptaan kekeramatan daerah dalam arti luas harus lebih diprioritaskan. Sebab, akan lebih terukur dan berdampak terhadap kehidupan sosial-ekonomi masyarakat. Sedangkan kekeramatan dalam arti sempit tidak jarang hanya menciptakan klaim-klaim keberhasilan sepihak yang indikator pengukurannya tidak jelas. Dadang-Rachmad pasti sadar itu. Mereka juga punya cara sendiri untuk mewujudkannya. Kita lihat saja bersama-sama. Yang terpenting adalah, siapapun pemimpinnya, rasa optimistis dan kepedulian terhadap pembangunan daerah ini tak boleh luntur. Sebab, keduanya merupakan modal dasar dalam membangun apa saja. Karena apapun, tanpa rasa kepercayaan dan kepedulian, tak akan pernah benar-benar mampu tegak berdiri. Wallahua’lam bisshowab. [*] *) Kabiro Radar Banyuwangi di Situbondo

SELAMATKAN ANAK DARI DERITA ASMA KETIKA asma menyerang, saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktifitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan. Pada penderita asma, penyempitan saluran pernafasan merupakan respon terhadap rangsangan yang pada paru-paru normal tidak akan mempengaruhi saluran pernafasan. Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, asap, udara dingin dan olahraga. Sekian lama berobat, atas saran dari keponakannya, Jaenal Jen (50thn), warga Desa Kalijaya, Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat, akhirnya tertarik mencoba Milkuma, minuman serbuk susu ettawa yang diproses secara alami, tanpa pemanis buatan dan bahan pengawet. Bahan dasarnya adalah susu ettawa PE segar, gula aren, dan madu alami. Menurut Balitnak, Ettawa PE adalah ettawa Persilangan antara ettawa Kacang dengan ettawa Ettawah (Jamnapari). “Sejak dari kecil, aktifitas saya sering terganggu karena menderita asma. Kalau sudah kambuh, nafas sering terasa sesak. Untunglah kini saya minum Milkuma, sekarang asma sudah jarang kambuh, nafas terasa plong, badan pun terasa fit.” Terang ayah 2 orang anak tersebut. Ia menceritakan, sudah 1 bulan ini minum Milkuma. Dengan tubuh yang sehat, kini pria yang membuka bengkel las karbit tersebut dapat menjalani aktifitasnya dengan prima. Ia pun mengajak orang lain untuk merasakan manfaat susu ettawa ini, “Mari kita sehat bersama Milkuma.” Ajaknya. Sebenarnya, banyak masyarakat kita yang belum mengetahui tentang manfaat yang terkandung dalam susu ettawa. Berbeda dengan susu sapi, sesungguhnya susu ettawa memiliki

kandungan gizi yang lebih unggul, baik dari segi protein, energi, maupun lemak yang mendekati air susu ibu (ASI). Selain mengandung Riboflavin, vitamin B yang penting untuk produksi energi, susu ettawa pun tidak menyebabkan alergi sehingga aman, dan bermanfaat untuk penderita asma. Satu gelas susu ettawa memasok 20,0% dari nilai harian Riboflavin. Selain itu, mengkonsumsi Milkuma sebanyak 2 gelas sehari bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan vitalitas. Fluorine yang terdapat dalam susu ettawa bermanfaat sebagai antiseptik alami dan dapat membantu menekan pembiakan bakteri di dalam tubuh serta membantu pencernaan dan tidak menimbulkan dampak diare pada orang yang mengkonsumsinya. Selain diproses secara alami, pakan ternak yang diberikan pun organik, sehingga menghasilkan susu yang lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan. Dengan komposisi gula yang rendah dan ditambah madu alami, menjadikan Milkuma sebagai pilihan bijak untuk kesehatan seluruh anggota keluarga. Milkuma sangat baik buat perokok, baik perokok aktif maupun pasif. Dapatkan informasi lengkap tentang Milkuma di www. milkuma.com. Saat ini Anda bisa mendapatkan Milkuma di Apotek2 juga Toko Obat terdekat dikota anda, atau hubungi, Jatim; 082120862055. Banyuwangi, 081217957505; Apt Drajat Farma Jl. Gajahmada, Apt Dunia Sehat Jl. Jend Sudirman, Apt Asia Jaya Jl. Rogojampi, Apt Raya Jl. PB Sudirman. Situbondo: Apt Diponegoro, Jl. Diponegoro Depkes RI No. PIRT. 6.09.3328.01.395.


36

Selasa 3 April 2012

Menciptakan Kekeramatan Daerah DALAM film Keramat, diceritakan sejumlah pemuda tersesat dalam sebuah tempat bertuah. Mereka mengalami kejadian-kejadian aneh yang tak logis dan menyeramkan, karena berani memasuki kawasan terlarang itu. Puncaknya, hanya sebagian kecil pemuda saja yang bisa keluar dari tempat seram itu dengan selamat. Saat disandingkan dengan tempat, kata ‘keramat’ memang memiliki makna suci dan bertuah, yang dapat memberikan efek magis dan psikologis kepada pihak lain. Sedangkan jika disandingkan kepada manusia, ‘keramat’ memiliki mak-

na dapat mengadakan sesuatu di luar kemampuan manusia (kamus Bahasa Indonesia online). Menciptakan kekeramatan dengan pengertian di atas memang bukan hal yang mudah. Apalagi, di tengah zaman matrealis dan rasionalis seperti sekarang ini. Peminatnya kian sedikit karena ruang geraknya juga kian sempit. Kekeramatan seringkali hanya dijadikan alternatif terakhir saat berbagai jalan logis sudah menemui jalan buntu. Amalan Sholawat Nariyah yang kian dipopulerkan sejak pemerintahan Bupati Dadang Wigiarto merupakan langkah nyata untuk bisa

menggapai kekeramatan Kabu- muncul dengan berperilaku baik paten Situbondo. Lihatlah, dalam kepada Tuhan, sesama, dan lingkungan. Tanpa itu, messambutannya Bupati Dakipun seseorang telah dang senantiasa memenyandang predikat nyandingkan keberhasikeramat. Maka hanya lan yang telah dicapaiakan membawa permanya dengan kebiasaan salahan dan kerusakan membaca Salawat Nadalam kehidupan. Apa riyah di tengah masyalalu yang bermakna dari rakat. Dia mengaku sasebuah kekeramatan jika ngat merasakan kehadiseperti itu? ran kekuatan yang saDengan demikian, ngat membantu keberCATATAN hasilannya itu. EDY SUPRIYONO* menciptakan kekeramatan daerah atau terus Mengagungkan kekeramatan memang tak ada jeleknya. mengadopsi nilai-nilai kekeramaSebab, kekeramatan hanya akan tan, sebenarnya menjadi sebuah

keharusan. Karena akan memotivasi tiap warga untuk berbuat baik. Apalagi jika mengembangkan pengertian ‘keramat’ dalam kerangka lebih luas. Dalam konteks kedaerahan, keramat bisa saja dimaknai kemampuan daerah melakukan sesuatu di luar kemampuan daerah lain. Bagaimana dengan Situbondo? Terobosan dan inovasi apa saja yang sudah dilakukan kabupaten kita ini, yang itu tidak bisa dilakukan oleh daerah lain? Terutama dalam bidang pertumbuhan sosial-ekonomi masyarakat. Sulit menjawabnya. Karena yang terjadi

justru banyak hal yang bisa dilakukan di daerah lain. Namun itu tidak bisa dilakukan di Situbondo. Harus diakui, memang tak mudah merubah semua itu dalam waktu singkat. Namun, terseokseoknya perubahan ke arah yang lebih baik di Situbondo telah menciptakan masyarakat bahkan generasi yang pesimistis dan apatis. Mudah dijumpai pihak yang merasa tidak percaya bahwa Kota Santri akan bisa lebih dan lebih baik lagi. Kelompok seperti inilah yang kemudian menjelma sebagai orangorang yang tak pernah peduli terhadap kondisi daerah ■ Baca Menciptakan...Hal 35

BBM Batal Naik, Nelayan Sumringah

PERJUDIAN

POLSEK BESUKI For RaBa

DIPERIKSA: Salim, 38, diperiksa di Mapolsek Besuki usai ditangkap kemarin.

Pegawai Penggilingan Padi Nyambi Togel BESUKI - Seorang pegawai penggilingan padi harus mendekam di ruang tahanan Mapolsek Besuki kemarin. Dia adalah Salim, warga Desa/Kecamatan Besuki. Pria 38 tahun itu dipenjara karena diduga menjual nomor judi toto gelap (togel). Saat ditangkap polisi sekitar pukul 12.30 kemarin, pria beranak tiga itu tengah mengecer nomor togel. Dari tangan tersangka, polisi mengamankan lima lembar kupon togel dan uang Rp 3000. Kasus itu terbongkar setelah aparat Polsek Besuki menerima laporan warga. Nah, atas laporan itu, polisi langsung melakukan penyelidikan. ‘’Saat kami tangkap, dia (tersangka) sedang transaksi togel,’’ ujar Kapolsek Agus. Menurut Agus, tersangka sudah lama jadi target operasi. Namun, pihaknya membutuhkan strategi khusus agar bisa menangkap tersangka dengan cukup bukti. Strategi aparat akhirnya membuahkan hasil kemarin. Tanpa kesulitan berarti, pihak aparat berhasil meringkus tersangka. Dari pengakuan Salim, dia belum lama menggeluti profesi tersebut. “Katanya masih baru. Tapi kami akan kembangkan kasus ini,’’ janjinya. Atas perbuatan tersebut, Salim dijerat Pasal 303 KUHP tentang perjudian. Ancaman hukumannya paling lama empat tahun penjara. ‘’Saat ini tersangka sudah kami tahan dan masih dalam proses penyidikan intensif di mapolsek,’’ pungkasnya. (ton/c1/als)

PENCABULAN

Pemeriksaan Kasus Nur Khoyin Tertutup SITUBONDO – Penyidik di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur kemarin mulai meminta keterangan sejumlah saksi terkait dugaan pelecehan yang dilakukan Jaksa Nur Khoyin. Pemeriksaan dilakukan secara tertutup tanpa pendampingan dari para pengacara Kantor Pelayanan Pengaduan Terpadu Korban Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak (KPPT-KPPA) Situbondo. Mereka hanya diberi waktu khusus untuk menyampaikan temuan-temuannya terkait pengaduan yang disampaikan Kejaksaan Negeri Situbondo, tempat berdinas Jaksa Nur Khoyin. “Cukup lama tadi waktu yang diberikan ke kita. Ya, kita hormati. Kita patuhi apa yang menjadi prosedur Kejati Jawa Timur,” ungkap Supriyono, anggota tim pengacara KPPT KPPA. Diungkapkan, pemeriksaan tertutup yang dilakukan Penyidik Kejati Jawa Timur karena proses yang dilakukan adalah penanganan internal. “Kalau kasus ini dari penyidikan kepolisian, tentu tidak akan tertutup seperti itu. Kita akan mendampingi langsung saat pemeriksaan. Jadi tidak masalah,” terangnya. Menurut dia, ada sejumlah saksi yang dibawa ke Kejati Jawa Timur kemarin. Mereka adalah orang-orang yang tahu perilaku tak baik yang dilakukan Jaksa Nur Khoyin. “Minta dukungan dan doanya saja. Semoga klien kita segera mendapat keadilan,” tandas Supriyono. Diberitakan kemarin, Kejati Jawa Timur mulai memproses kasus Jaksa Nur Khoyin yang diduga melakukan pelecehan terhadap Maya Kurniati, 27, perawat di RS dr Abdoer Rahem, Situbondo, Senin (26/3), lalu. Maya yang merasa menjadi korban kekerasan dan pelecehan seksual mendatangi KPPT KKPA. Atas kasus yang dituduhkannya, Jaksa Nur Khoyyin membantah keras tuduhan pelecehan seksual maupun kata-kata ajakan bermakna negatif yang dilakukan kepada Maya Kurniati. Dia menegaskan, apa yang dilakukannya murni untuk kepentingan perdamaian antara Maya Kurniati dan suaminya, Teguh, yang samasama melapor menjadi korban KDRT. (pri/als)

ALI NURFATONI/RaBa

TANPA BEBAN: Dua perahu tengah bersandar di Pelabuhan Jangkar, Situbondo, kemarin siang.

PANARUKAN – Batalnya kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi disambut suka cita para nelayan. Sebab, jika saja BBM benarbenar naik, akan memicu tingginya biaya operasional. Sebab, selama ini nelayan memang lebih dekat dengan BBM jenis solar. Mengingat, untuk beroperasi mencari ikan, mereka menggunakan solar tersebut. Karena itu, batalnya kenaikan harga BBM membuat nelayan sumringah. Apalagi, sudah beberapa pekan lalu para nelayan yang mangkal di Pelabuhan Panarukan dan Jangkar terpaksa berhenti total melaut dengan alasan cuaca ektrem. Nah, belum lama mereka kembali beroperasi lagi karena cuaca mendukung, secara mengejutkan ada kabar pemerintah kala itu akan menaikkan harga BBM. ‘’Ya, sebelumnya nelayan sini ketar-ketir,’’ ujar Doddy Sambodo, kepala Administratur Pelabuhan (Adpel) Panarukan kemarin. Sebab, bila harga BBM jadi naik tentu biaya operasional semakin tinggi. ‘’Ya pastinya nelayan ikut senang karena tidak jadi naik,’’ katanya.ton/als)

Pengurusan e-KTP Rawan Pungli BANYUGLUGUR – Pemkab Situbondo tampaknya benar-benar harus memberikan perhatian terhadap proses persiapan pelaksanaan e-KTP atau KTP elektronik. Pasalnya, di sejumlah tempat diduga kuat telah terjadi lahan untuk melakukan pungutan liar (pungli). Seperti temuan LSM Aliansi Pengawas (Awas). Sejumlah desa di wilayah barat justru berlomba-lomba menarik biaya kepada warganya. Dana tersebut memang bukan untuk biaya e-KTP. Namun, untuk mengurus sejumlah dokumen persyaratan kepentingan e-KTP. “Misalnya di wilayah Lubawang. Semua warga ditarik Rp 20 ribu untuk mengurus KSK (kartu susunan keluarga). Padahal, yang tidak memiliki KSK tidak semua warga. Hanya sebagian kecil. Cuma kenapa semua harus bayar Rp 20 ribu dengan dalih me-

JADI SOROTAN: Pendataan warga untuk kepentingan pelaksanan e-KTP di Desa Lubawang, Kecamatan Banyuglugur. EDY SUPRIYONO/RaBa

ngurus KSK,” tandas Rudi, aktivis LSM Awas. Diungkapkan Rudi, dari dana Rp 20 ribu itu, sebesar Rp 5000 digunakan untuk uang bensin pengurusan KSK. Itu diklaim sudah sesuai dengan perdes. “Kita mempertanyakan kejelasan dana saja. Soalnya jumlah yang di-

tarik itu kan tidak sedikit,” papar Rudi. Karena itulah, Rudi mendesak pemkab melalui kecamatan-kecamatan untuk menertibkan adanya pungli kepada warga. Sebab, hal serupa juga diduga kuat terjadi di Desa Kalianget dan Desa Kalisari. “Kalau begini caranya, e-KTP menjadi bencana bagi

warga kecil. Uang Rp 20 ribu itu bagi masyarakat miskin tidak mudah mencarinya,” tegasnya. Kades Lubawang, Kecamatan Banyuglugur, Sutrisno, membantah keras temuan LSM Awas tersebut. “Tidak ada penarikan untuk e-KTP. Kalau ada yang membayar, itu untuk pengurusan KSK. Karena ada warga yang akan membuat KSK secara masal meminta difasilitasi desa,” terangnya. Penarikan biaya pembuatan KSK hanya diberlakukan kepada mereka yang mengajukan. Selain itu, tidak. Sebab, KSK bukan merupakan persyaratan pembuatan e-KTP. “KSK itu keinginan warga yang membuat karena belum punya. Terserah warga mau buat apa tidak. Tidak ada kewajiban. Tidak ada hubungan dengan e-KTP,” tegas Sutrisno. (pri/als)

Belangguan-Sekarputih Terhubung

ISTIMEWA

BUKA AKSES: Pembangunan jembatan di Dusun Blangguan, Sumberwaru, ini dibangun dibiayai PNPM-MPd.

BANYUPUTIH – Keinginan warga Dusun Belangguan, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, untuk membangun jembatan yang bisa menghubungkan dengan desa lain akhirnya terwujud. Ini berkat bantuan dana dari Program Nasional Pemberdayan Masyarakat-Mandiri Pedesaan (PNPM-MPd). Sebelum adanya jembatan tersebut, masyarakat kesulitan mengakses transportasi. Ini disebabkan letak dusun mereka yang berada di tengah wilayah latihan marinir. Bertahun-tahun warga Dusun Belangguan menunggu bantuan pembangunan dari pemerintah, seperti yang diakukan di

dusun-dusun lainnya. “Banyak hal yang mereka rasakan kurang dan perlu dibenahi di dusun mereka,” terang kader pemberdayaan masyarakat desa (KPMD) Sumberwaru, Muhimmatun Hasana. Di sejumlah dusun lainnya, warga Dusun Belangguan merasakan begitu mudahnya jalan dan jembatan dibangun. “Kedua jenis infrastruktur itu sangat diperlukan untuk mempermudah akses ke luar dusun. Ini untuk pengembangan kondisi ekonomi masyarakat,” terangnya. Obsesi warga baru bisa terealisasi pada 2011. Sebuah jembatan dengan panjang 15 x 2,5 meter dibangun melalui pendanaan dari PNPM MPd. Itu

diambilkan dari dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) sejumlah Rp 349.039.000. “Pembangunan jembatan berdasarkan Surat Penetapan Camat (SPC),” kata Muhimmatun. Dana tersebut telah termasuk dana operasional UPK sebesar dua persen Rp 6.980.000 dan operasional TPK sebesar 3 persen sejumlah Rp 10.471.000. Warga sangat antusias dengan adanya program PNPM. Ini ditunjukkan dengan partisipasi mereka yang tidak hanya berdiam diri menerima bantuan tersebut. “Sebagai wujud keikutsertaan, warga berswadaya sejumlah Rp 1.775.000,” terang Muhimmatun ■ Baca Belangguan...Hal 35


Radar Banyuwangi 3 April 2012