Issuu on Google+

SENIN 12 MARET

25

TAHUN 2012

Berjiwa Seni, Sukses Memangku Pesantren, Sukses Berpolitik Oleh: SAMSUDIN ADLAWI

JUMAT ba’da salat Jumat, pesan berantai masuk telepon genggam saya. Isinya sungguh menyentak. Bak petir di siang cemerlang. Saya baca isi pesan itu berulang-ulang. Tetap saja, belum bisa menerima. Perasaan ini terus meliputi hati: percaya dan tidak. Setelah mengecek ke beberapa sumber terdekat dengan beliau, barulah saya percaya: KHR Ahmad Fawaid As’ad telah wafat. Sama dengan saya, banyak yang tidak percaya

kiai kharismatik itu telah berpulang. Ini bisa dilihat dari komen di-sms, BlackBerry, grup-grup BlackBerry Messenger, Facebook, dlsb. Selama Jumat siang hingga Sabtu kemarin. Semua menunjukkan perasaan yang sama: terkejut. Mereka tidak menduga, kiai yang dikaguminya meninggal dalam usia yang relatif muda: 44 tahun. Tapi, Allah berkehendak lain. Umur adalah

rahasia. Dan, hanya Allah yang tahu rahasia itu. Ekspresi seperti itu sangat wajar. Sebab, selama ini almarhum selalu tampil prima. Terutama saat menghadiri acara-acara besar. Tidak tampak tanda-tanda sedang menderita sakit. Apalagi sakit parah. Rupanya, pemangku ponpes Salafiyah Syafi’iyah Sukorejo Banyupitih, Situbondo itu tidak ingin melihat umatnya galau. Tidak ingin orang lain risau akan kondisi fisiknya.

RELIGI

ADU NYALI: Pengendara melintasi jembatan kayu di Pulau Santen Banyuwangi kemarin.

GALIH COKRO/RaBa

KUSYUK: Habib Hasyim memimpin doa di depan Pendapa Sabtu malam lalu.

Kompak Salawat dan Doa Bersama BANYUWANGI- Ratusan jamaah pengajian Ahad pagi pimpinan Habib Hasyim Abdullah Assegaf, menggelar doa dan salawat bersama di halaman Pendapa Sabha Swagata Blambangan Sabtu malam lalu (10/3). Acara itu tidak hanya dihadiri kalangan masyarakat umum. Sejumlah pejabat hadir dalam acara religi tersebut. Tampak Bupati Abdullah Azwar Anas, Plt Sekkab Slamet Kariyono, Asisten Pemerintahan Abdullah dan sejumlah camat ■

 Baca Berjiwa Seni,...Hal 35

Minta Dua Syarat Suksesi Pengganti Kiai Fawaid Harus Sedarah

 Baca Kompak...Hal 35

Kerusakan Jembatan Tambah Parah BANYUWANGI - Kondisi jembatan yang menghubungkan Pulau Santen di Lingkungan Karanganom, Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Banyuwangi semakin memprihatinkan. Padahal jembatan dengan panjang sekitar 110 meter itu, merupakan satu-satunya akses yang menghubungkan wilayah Kelurahan Karangrejo ke pulau yang dihuni sekitar 60 kepala keluarga

LEGISLATIF

Raperda Penyuluh Dibawa ke Pemprov

(KK) tersebut. “Kayunya banyak yang patah dan lapuk,” cetus Jumaadin, salah satu tokoh masyarakat Pulau Santen. Lantai jembatan di Pulau Santen yang dibangun personel TNI bersama rakyat pada era Bupati Banyuwangi Samsul Hadi itu terbuat dari kayu. Sedangkan semua fondasi dan tiang penyangga berbahan cor alias beton ■  Baca Kerusakan...Hal 35

BANYUPUTIH – Bagaimana mampu meneruskan perjuakelanjutan Pondok Pesantren ngan dan cita-cita kiai yang dikeSalafiyah Syafi’iyah (P2S2) nal gigih tersebut. Sebab, peran Sukorejo, Situperempuan kini bondo pasca-wajuga tak bisa difatnya KHR Ahpandang sebelah mad Fawaid As’ad mata. Hal itu dimendapat perhaungkapkan Ketua tian banyak piMUI Jatim, KH Nuhak. Maklum, peruddin A Rahman. santren yang didi“Menurut saya, berikan KHR Syamliau (Ning Sari) tesul Arifin ini metap berperan dan rupakan pesanharus diperankan tren besar, yang dalam pesantren. DOK. FACEBOOK.COM tak hanya milik Hanya saja, sampai Lora Zain warga Kota Santri, kapan pun arrijalutapi ponpes itu juga milik na qowwamuna alannisa (pria Indonesia. imam atas perempuan), “ katanya Ning Sari (Nur Sari As’adiyah) di sela-sela waktunya melayat di sebagai satu-satunya keturunan Sukorejo siang kemarin (11/3) ■  Baca Minta...Hal 35 Kiai Fawaid, diharapkan juga

DPRD - Diskes Dapat 1.560 Pil Dextro di Pedesaan Kunker ke Bali

BANYUWANGI - Meski Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur sudah menyarankan agar pembahasan rancangan peraturan daerah (raperda) tentang Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) ditunda, tapi kalangan DPRD tampaknya ngebet untuk terus membahasnya. Pekan ini, anggota Badan Legislasi (Banleg) DPRD Banyuwangi berencana akan meluncur ke Surabaya. Mereka akan membawa raperda BPP ke Pemprov Jawa Timur. “Kami (banleg) akan konsultasi ke Surabaya (Pemprov Jawa Timur),” kata ketua Banleg DPRD Banyuwangi, Handoko ■

GALIH COKRO/RaBa

BANYUWANGI - Anggota satuan narkoba (Satnarkoba) Polres Banyuwangi, masih terus memburu pelaku peredaran obat-obat terlarang di kawasan pedesaan. Dua tersangka yang diduga sering jualan obat daftar G tanpa izin, berhasil ditangkap di dua tempat terpisah Sabtu sore kemarin (10/3). Kedua tersangka yang kini dijebloskan di rumah tahanan (rutan) Polres Banyuwangi itu Sriyatin, 33, warga Dusun Tratas, Desa Kedungringin, Kecamatan Muncar; dan Siswo Hadi Agus Tiono, 26, asal Dusun Simbar, Desa Karangsari, Kecamatan Sempu. “Kedua tersangka kita tangkap di rumahnya masing-masing,” cetus Kasatnarkoba Polres Banyuwangi AKP Watiyo kemarin (11/3). Dari kedua tersangka itu, yang pertama ditangkap adalah Sri-

 Baca Raperda...Hal 35

FemalE

Tinggalkan Fashion demi Karir Diplomat

Tiru Pelayanan dan Kinerja RSUD Tabanan

GALIH COKRO/RaBa

ILEGAL: Ribuan butir pil dextro yang diamankan dari Sriyatin dan Siswo di Mapolres Banyuwangi.

yatin. Perempuan ini diringkus sekitar pukul 11.30 di Muncar. Dari tangannya, polisi berhasil menyita satu plastik klip besar berisi 1.000 butir pil dextro, 560 butir pil dextro yang sudah dikemas 28 plastik klip kecil, dan satu bandel plastik klip. “Semua barang itu kita sita untuk

BB (barang bukti),” katanya. Dalam keterangannya pada polisi, tersangka mengaku semua pil dextro miliknya itu berasal dari seorang sales yang tidak diketahui alamatnya. Sales itu, biasanya mengantar ke rumahnya untuk minta tolong menjualkan ■  Baca Dapat...Hal 35

BANYUWANGI - Diam-diam sejumlah anggota DPRD dan eksekutif menyeberang ke Bali hari Sabtu lalu (10/3). Mereka melakukan studi banding bersama tentang pelayanan kesehatan di rumah sakit umum daerah (RSUD) Kabupaten Tabanan, Bali. Peserta yang kunjungan kerja bareng ke Pulau Dewata itu, perwakilan dari dewan ada lima orang yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, H Adil Achmadiyono. Sedang dari perwakilan eksekutif dipimpin oleh Asisten Administrasi, Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat, Suhartoyo. Rombongan eksekutif terdiri dari perwakilan Dinas Kesehatan (Diskes), Badan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah

(BPKAD), Direktur RSUD Blambangan, dan Direktur RSUD Genteng, serta Bagian Hukum Pemkab. “Studi banding ini hanya sehari,” cetus wakil ketua DPRD H Adil Achmadiyono kemarin (11/3). Menurut Adil, pelayanan kesehatan di RSUD Tabanan dianggap sangat baik. Di rumah sakit itu, pelayanan pada pasien tidak dibedakan. Setiap pasien, memiliki hak yang sama. “Kelas ekonomi dan VIP yang membedakan, kalau pasien VIP bisa memilih dokter yang merawat, kalau pelayanan yang lain sama saja,” katanya. Menurut Adil, semua pelayanan di RSUD Tabanan terukur dengan baik. Pasien yang mengurus administrasi dan perawatan di intensive care unit (ICU) diukur dengan waktu. “Setiap pasien yang baru datang, langsung mendapat pelayanan langsung dari dokter,” ujarnya ■  Baca DPRD...Hal 35

Detik-Detik Wafatnya Kiai Fawaid As’ad (2)

Beberapa Kali Tanyakan Tanggungan Salat Kiai Fawaid menunda keberangkatannya ke rumah sakit di Surabaya untuk menunggu subuh. Itu adalah kesempatan terakhirnya melaksanakan salat subuh pada Jumat lalu (9/3). EDY SUPRIYONO, Banyuputih

PIJATAN Ghafur, salah satu abdi LIH

GA O/R KR CO aB

MENINGGALKAN dunia fashion merupakan keputusan besar yang diambil Tanjung Tri Astining Asri. Peraih gelar Putri Citra 2007 tersebut harus rela kehilangan peluang berprestasi lebih di ranah model. Semua itu dilakukan lantaran ingin serius di bangku kuliah yang menjadi alasannya. “Orang tua, terutama Ayah ingin saya benar-benar konsen di kuliah,” ujar mahasiswi Unej semester delapan yang akrab disapa Asti itu. Dara kelahiran 23 Mei 1990 tersebut tidak menyesal mengikuti kemauan orang tua. Dia yakin bahwa apa yang disarankan orang tua merupakan yang terbaik bagi dirinya. “Sedih sih nggak, dijalani saja apa adanya,” ujarnya gadis bertinggi badan 168 cm itu. Dia mengaku, saat ini kegiatannya praktis hanya kuliah. Asti benar-benar menyetop kegiatan di luar kuliah. “Dunia fashion memang memberikan banyak pengalaman dan prestasi. Tapi, saat ini kuliah yang menjadi prioritas saya. Jadi benar-benar nggak aktivitas lain selain kuliah,” imbuh bungsu dari tiga bersaudara itu. Lantas, apa yang sebenarnya dia kejar dari bangku kuliah? Tidak jauh berbeda dengan keinginan mahasiswa jurusan HI (hubungan internasional) lainnya, Asti menargetkan mampu menjadi seorang diplomat. (gil/bay)

Beliau ingin ‘menikmati’ sakitnya sendiri. Tidak ingin membebani orang lain –meski hanya rasa galau dan risau. Kiai Fawaid mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 12.30 di ruang Graha Amerta RS Dr Sutomo Surabaya. Begitu mendengar kabar duka itu, awan kesedihan langsung menyelimuti Sukorejo. Air mata para santri tak terbendung ■

dhalem mampu mengantarkan Kiai Fawaid ke alam tidurnya. Kala itu jarum jam sudah meninggalkan pukul 00.00. Hari Kamis pun berganti Jumat. Ghafur merupakan

salah satu abdi dhalem yang pijatannya begitu disukai oleh Kiai Fawaid. Selain Ghafur, kala itu ada sejumlah abdi dhalem lainnya yang menemani Kiai Fawaid yakni Ichsan dan Robby. Meski orang yang dipatuhi itu sudah tertidur pulas, namun Ghafur tak menghentikan aktivitasnya. Dia tetap terus memijat kaki Kiai Fawaid dengan sentuhan lebih halus, agar tidur sang kiai lebih lelap. Baginya, hal itu merupakan sebuah kebanggaan dan kehormatan. Namun, perasaan sedih mendalam langsung merasuk hatinya tatkala melihat kondisi Kiai Fawaid yang beberapa bulan terakhir ini dalam keadaan sakit. Selang oksigen terus menggantung di hidung, meski dalam keadaan tertidur. Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah (P2S2) tak pernah lama dalam

Raperda BPP dibawa ke Pemprov Jatim

Tak sabar nunggu Perpres, atau ingin pelesir?

DPRD – Diskes kunker ke Bali

Jogja, Jogja…. Jogja, Jogja….. Bali !!

EDY SUPRIYONO /RaBa

PENUH : Ribuan pelayat yang menyalatkan Kiai Fawaid meluber hingga ke halaman Masjid Jamik Ibrahimy Jumat malam lalu (9/3).

keadaan hening. Aktivitas santri dengan kegiatan belajar dan ritual keagamaan, selalu mengusik ke-

heningan malam karena tak ingin terlewati begitu saja dengan sia-sia ■  Baca Beberapa...Hal 35

a

http://www.radarbanyuwangi.co.id

email: radarbwi@gmail.com/radarbwi@yahoo.com


26

Senin 12 Maret 2012

Harga Aneka Bumbu Dapur Stabil

CERMIN DIRI

Bertandinglah dengan Fair Play SIANG ini, kompetisi futsal antar akan ditabuh di lapangan futsal Agrowisata Alam Indah Lestari (AIL) Rogojampi. Even yang digelar berkat kerja sama AIL dan Radar Banyuwangi beserta sejumlah sponsor itu mempertandingkan kelompok pelajar; mulai SD, SMP dan SMA, serta umum (klub, mahasiswa, maupun instansi). Pertandingan akan digelar mulai siang hari hingga malam hari. Futsal merupakan olahraga cabang dari sepak bola. Orang awam biasanya menyebut sepak bola mini. Pemainnya terdiri dari lima orang (satu kiper, empat pemain depan). Sejumlah aturan dalam sepak bola juga diterapkan dalam futsal. Seperti tendangan penalti dan tendangan penjuru. Ada juga aturan sepak bola yang tidak ada di futsal. Seperti offside, wasit tengah, dan tendangan gawang. Karena itu, bila tidak mengetahui aturan main futsal, pemain sepak bola juga akan kesulitan bermain futsal. Meski lapangan yang digunakan amat mini, namun olahraga ini butuh stamina lebih dibanding sepak bola. Pasalnya, pemain akan terus berlarian hingga pluit dibunyikan wasit. Tidak ada waktu istirahat bagi pemain. Bandingkan dengan permainan sepak bola. Jika bola berada di depan, maka ada waktu istirahat bagi pemain belakang, meski harus tetap waspada. Karena itu, dalam permainan futsal, jumlah pergantian pemain tidak dibatasi. Pemain cadangan bisa seenaknya menggantikan pemain inti. Mirip dengan aturan main dalam olahraga basket dan voli. Kompetisi futsal di AIL akan menggunakan sistem gugur. Di mana setiap tim yang menang berhak lolos ke babak berikutnya. Sedang kiprah tim yang kalah otomatis terhenti. Dengan sistem seperti ini, pemain akan lebih ngotot untuk memenangkan pertandingan. Karena itu, dalam setiap pertandingan rawan terjadi gesekan antar pemain. Jika begitu, aturan dalam permainan harus benarbenar ditegakkan. Salah satunya adalah, dalam kompetisi futsal yang resmi, pemain yang terkena kartu kuning akan mendapat denda uang. Nah, jika hal ini diberlakukan di turnamen futsal di AIL, maka tingkat gesekan antar pemain dan pelanggaran terhadap pemain lawan akan dapat diminimalisasi. Dengan begitu akan tercipta pertandingan yang menjunjung tinggi fair play. Akhirnya, selamat bertanding. (*)

BANYUWANGI – Tren kenaikan harga cabai rawit tidak diikuti harga beberapa macam bumbu dapur. Bahkan, harga aneka macam bumbu di Banyuwangi mengalami penurunan harga. Pantauan wartawan koran ini di Pasar Banyuwangi kemarin (11/3), harga bawang putih berada di kisaran Rp 7.000 per kilogram. Harga tersebut turun Rp 1.000 jika dibandingkan dengan harga sebelumnya. Yakni Rp 8.000 per kilogram. Begitu pula dengan harga tomat. Komoditas yang satu ini dibanderol Rp 4.000 per kilogram. “Sebelumnya Rp 6.000 per kilogramnya,” ujar Soni, salah satu pedagang di Pasar Banyuwangi. Penurunan harga paling banyak dialami oleh ranti. Bahan sambal tersebut per kilogramnya dihargai Rp 8.000. Harga tersebut menurun cukup dratis. Sebelumnya, harga ranti mencapai Rp 12 ribu per kilogram. “Lumayan banyak turunnya,” imbuh Soni.

Namun, tidak semua harga bumbu dapur mengalami penurunan. Buktinya, bawang merah mengikuti tren kenaikan harga. Yakni tembus di kisaran Rp 12.500 per kilogram. Padahal, harga komoditas tersebut sebelumnya adalah Rp 9.000 ribu per kilogramnya. “Meskipun naik, tetapi masih tinggi kenaikan harga cabai,” ujar pria yang mangkal di luar pasar Banyuwangi itu. Sementara itu, berdasarkan pengamatan di Pasar Banyuwangi kemarin, harga cabai rawit masih melambung tinggi. Yakni tembus di kisaran Rp 26 ribu per kilogram. Padahal, harga sebelumnya hanya Rp 18 ribu. “Masih belum turun harga cabai, masih saja mahal,” cetusnya. Sedangkan untuk cabai merah juga mengalami hal serupa. Yakni berada di angka Rp 20 ribu per kilogram. Komoditas itu sebelumnya hanya dibanderol Rp 16 ribu per kilogram. “Cabai ini yang harganya naik, yang lain masih stabil,” pungkas Soni. (gil/aif)

GALIH COKRO/RaBa

BERDERET: Pedagang ikan menjajakan dagangannya di Pasar Banyuwangi kemarin.

Stok Ikan di Pasaran Melimpah

PNPM

ISTIMEWA

SEMENTARA itu, harga ikan di Pasar Banyuwangi beberapa hari terakhir terus mengalami penurunan. Beberapa pedagang menyebut penurunan tersebut akibat stok ikan yang melimpah. Seperti harga ikan tongkol, kini dibanderol Rp 10 ribu per kilogram. Padahal, beberapa hari yang lalu harga ikan tersebut mencapai Rp 11.500 per kilogram. Hal yang sama juga dialami oleh ikan mernying. Jenis ikan yang sering dijadikan pepes ini berada di kisaran Rp 10 ribu sampai Rp 11 ribu per kilogram. Beberapa hari yang lalu, harga ikan tersebut mencapai

Rp 13 ribu per kilogram. Namun, penurunan harga ikan tersebut tidak dialami oleh ikan jenis Lemuru. Jenis ikan yang satu ini berada di kisaran angka Rp 3.000 hingga Rp 5.000 rupiah. “Harganya stabil, misalnya naik atau pun turun tidak terlalu banyak,” ujar Sugiyati, seorang pedagang ikan. Sementara itu, untuk harga cumi tidak mengikuti tren penurunan harga. Jenis ikan itu dibanderol Rp 27 ribu per kilogram. Harga tersebut cukup stabil beberapa hari terakhir ini. “Tidak berubah, mungkin sudah satu minggu,” imbuh Sugiyati.

Begitu halnya dengan udang, yang tidak mengalami perubahan harga. Sejak beberapa hari yang lalu, jenis ikan yang banyak digemari oleh masyarakat itu berada di kisaran harga Rp 35 ribu per kilogram. “Untuk harga udang tidak banyak berubah,” cetusnya. Penurunan harga yang dialami beberapa jenis ikan ternyata tidak serta merta membuat konsumen meningkat. Beberapa pedagang mengaku jumlah pembeli tidak ada perubahan. “Jumlah pembeli biasa, tidak ramai ya tidak sepi,” imbuh Yanto, pedagang lain. (gil/aif)

GALIH COKRO/RaBa

TUNGGU PEMBELI: Harga bumbu dapur tidak mengalami kenaikan.

MERIAH: Kasek PAUD Cempaka Putih, Nurhayinah bersama empat guru ikut mendampingi siswa pada sebuah kegiatan.

Bantu Bangun Gedung PAUD Cempaka Putih BANYUPUTIH – Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Cempaka Putih lokasinya memang berada di pedesaan. Namun, lembaga pendidikan ini tetap menjadi pilihan masyarakat Desa Banyuputih dan sekitarnya. Ini dibuktikan setiap tahun pelajaran baru, jumlah peserta didik selalu mengalami penambahan. Kesuksesan PAUD Cempaka Putih ini juga tak lepas bantuan pembangunan gedung dari dana Program Nasional Penangulangan Kemiskinan (PNPM) di Desa Banyuputih. Sebelum mendapatkan bantuan, siswa menempati kantor balai desa. Itu terjadi selama tiga tahun. “Alhamdulillah atas kerja keras serta dukungan dari Kepala Desa Banyuputih, serta tokoh masyarakat, guru dan wali murid melalui usulan ke PNPM Mandiri Pedesaan, akhirnya pada 2011 lalu pembangunan gedung dapat terealisasi,” ungkap Kepala PAUD Cempaka Putih, Nurhayinah, SH. Gedung PAUD Cempaka Putih juga dilengkapi alat permainan anak-anak. Ini makin membuat peserta didik kian kerasan dan bersamangat dalam belajar. Keadaan ini akan sangat berpengaruh terhadap kesuksesan perkembangan peserta didik PAUD yang berada dalam usia keemasan. PAUD Cempaka Putih di bawah naungan TP PKK Banyuputih. Berdiri tanggal 18 Januari 2008. Kepala PAUD, Nurhayinah dibantu empat guru. Yakni, Unzailafh, Nuraini, Toyyibatul M, dan Misnariya. Jumlah siswa mencapai 71 orang. Itu dibagi menjadi tiga kelas. Kelas A umur 2-3 tahun berjumlah 34 siswa, kelas B umur 3-4 tahun berjumlah 17 siswa dan kelas C umur 4-5 tahun berjumlah 20 siswa. Yang patut dicontoh, meski PAUD Cempaka Putih belum memiliki donator tetap, namun biaya pendidikan seluruh siswa digratiskan. Ini karena mayoritas wali murid berasal dari keluarga pra sejahtera. Sehingga, siswa masuk sore. “Wali murid kalau pagi banyak yang bekerja untuk menghidupi keluarganya,” terang Nurhayinah. Biaya operasional PAUD Cempaka Putih hanya mengandalkan bantuan Pemerintah. Demikian juga dengan kesejahteraan guru dan kepala sekolah. Sebab, lembaga belum bisa memberikan apa-apa kepada mereka. Dari lima guru yang ada, baru dua guru yang mendapatkan insentif atau tunjangan fungsional. Sedangkan tiga guru lainnya masih taraf pengusulan. “ Namun para guru tidak pernah patah semangat untuk memajukan dan mensukseskan program PAUD Cempaka Putih. Kami berharap tahun ini tiga guru tersebut sudah mendapatkan insentif semuanya dari Pemerintah, sehingga dengan begitu akan menambah gairah dan lebih semangat lagi dalam menjalankan program PAUD ini,” harap Nur Hayinah. (pri/adv) Pemimpin Redaksi/Penanggung Jawab: Elly Irwan Suryanto. Redaktur Pelaksana: Rahman Bayu Saksono. Redaktur: Syaifuddin Mahmud, Ali Sodiqin. Staf Redaksi: AF Ichsan Rasyid, Abdul Aziz, Niklaas Andries, Agus Baihaqi, Ali Nurfatoni (Banyuwangi), Edy Supriyono, Sigit Hariyadi (Situbondo). Fotografer: Galih Cokro Buwono. Copy Editor: Minhajul Qowim. Lay Out/Grafis: Khoirul Muklis, Cahya Heriyanto. Iklan: Sidrotul Muntaha, Tomy Sila, Yusroh Abdillah. Administrasi Iklan: Yetty Maya Purwosari. Desain Iklan: Muhammad Isnaeni Wardhan. Keuangan: Citra Puji Rahayu. Kasir: Anissa Windyah Sari. Pemasaran/Event: Gerda Sukarno Prayudha, Iwan Setiono, Benny Siswanto, Samsuri (Situbondo). Penerbit: PT PENDORONG PERUBAHAN DAN PEMBARUAN Banyuwangi Intermedia Pers. SIUPP:1538/SK/Menpen/SIUPP/1999. Direktur: A. Choliq Baya. Alamat Redaksi/Iklan: Jl. Yos Sudarso 89 C Banyuwangi,Telp: (0333) 412224-416647 Fax Redaksi: 0333-416647, Fax Iklan/Pemasaran: (0333) 415153, Biro Genteng: Jalan Raya Jember nomor 36 Genteng, Telp : (0333) 845860. Biro Situbondo: Jl. Wijaya Kusuma 60 Situbondo, Telp : (0338) 671982. Email: radarbwi@jawapos.co.id, radarbwi@yahoo.com, radarbwi@gmail.com. Rekening: Giro Bank Mandiri Nomor Rekening 1430002019030. Surabaya: Yamin Hamid, Graha Pena Lt .15, Jl Ahmad Yani 88 Telp. (031) 8202259 Fax. (031) 8295473. Jakarta: Gunawan, Jl Raya Kebayoran Lama 17, Telp (021) 5349311-5, Fax. (021) 5349207. Tarif Iklan Display: Rp 14.000,-/mm kolom hitam putih, Rp 22.500,-/mm kolom full colour depan, Rp 17.500,-/mm kolom full colour belakang,Iklan Baris Umum Rp. 20.000,- /baris, Lowongan: Rp 30.000,-/baris, Sosial: Rp 10.000,-/mm kolom. Percetakan: Temprina Media Grafika, Jl Imam Bonjol 129 Jember Telp (0331) 320300. 

Wartawan Radar Banyuwangi dilarang menerima uang maupun barang dari sumber berita.



Wartawan Radar Banyuwangi dibekali dengan kartu pers yang dikenakan selama bertugas.



Materi iklan/advertorial di luar tanggung jawab Radar Banyuwangi


27

Senin 12 Maret 2012

Dispenda Copot Spanduk Dispora

ADA APA LAGI

SIGIT HARIYADI/RaBa

UNIK : Anggota komunitas X-Badeng Adventure mengawal replika tumpeng yang dihanyutkan di Sungai Badeng kemarin.

Larung Tumpeng di Sungai SONGGON – Keberadaan komunitas X-Badeng Adventure, rupanya membawa dampak signifikan terhadap perekonomian warga sekitar. Sebab, kelompok anak muda asal Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, yang menawarkan wisata arung jeram menggunakan ban bekas (tubing) di Sungai Badeng ini mampu mengundang wisatawan ke daerahnya. Tak ayal, banyak warga sekitar yang ikut kecipratan rezeki. Di hari ulang tahun pertamanya kemarin (11/3), komunitas yang satu ini menggelar berbagai kegiatan. Di antaranya, penanaman pohon di sekitar Sungai Badeng, penyebaran bibit ikan, dan tubing bersama yang diikuti puluhan peserta. Tidak ketinggalan, mereka juga menggelar selamatan plus menghanyutkan replika tumpeng di aliran sungai yang berhulu di lereng Gunung raung tersebut. Dalam sambutannya, ketua X-Badeng Adventure, Yusuf Sugiono mengatakan, latar belakang pendirian komunitas yang resmi berdiri pada tanggal 11 Maret 2011, itu adalah mengarahkan aktivitas pemuda setempat agar tidak terjerumus ke hal-hal negatif. Selain itu, juga untuk mengoptimalkan potensi Sungai Badeng sekaligus menjaga kelestarian alam. “Kami juga bermaksud memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar,” ujarnya. (sgt/bay)

GENTENG – Petugas Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Banyuwangi mencopot puluhan spanduk sponsor Liga Pendidikan Indonesia (LPI) di Lapangan Maron, Kecamatan Genteng Sabtu lalu (10/3). Alasannya, pihak panitia maupun Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) belum memenuhi kewajibannya terkait pemasangan spanduk dan umbul-umbul sponsor tersebut. Panitia maupun Dispora Banyuwangi masih belum memberikan kontribusi kepada Dispenda. “Karena kewajibannya belum dilakukan, ya sudah, kita turunkan semua,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dispenda Banyuwangi, Suyanto Waspo Tondo Wicaksono kemarin Apakah sebelumnya sudah diingatkan? Suyanto merasa tidak perlu mengingatkan hal itu. Sebab berdasarkan pengalaman sebelumnya, banyak penyelenggara event ketika diingatkan ternyata kegiatan sudah selesai. “Begitu kita tahu ada pemasangan umbul-umbul sponsor yang belum memenuhi kewajibannya kemarin, ya sudah kita turunkan,” tandas Suyanto. Yayan menyebutkan, umbul-umbul sponsor yang diturunkan oleh petugas tersebut sekitar 30 buah. Kalau diuangkan, kontribusi umbul-umbul dan spanduk itu sekitar Rp 1,5 juta dalam sepekan. Sebab satu umbul-umbul berukuran lima meter persegi dikenai retribusi Rp 50 ribu per pekan. Sehingga dalam waktu sepekan,

BERSIH: Lokasi dihelatnya Liga Pelajar Indonesia (LPI) di Stadion Maron, Kecamatan Genteng tampak bersih tanpa spanduk sponsor kemarin.

ABDUL AZIZ/RaBa

Dispora mestinya membayar Rp 1,5 juta untuk 30 umbul-umbul yang terpasang. Apakah tidak bisa minta keringanan? Menurut Suyanto, keringanan tersebut bisa dilakukan. “Tapi harus minta keringanan ke Bupati,” tuturnya. Dia menyebutkan, pihaknya sudah mendapat informasi, bahwa pihak Dispora Banyuwangi akan menyelesaikan administrasi ke Dispenda harus ini. “Kalau memang sudah diselesaikan, ya kita beri stempel dan umbul-umbulnya kita

serahkan lagi,” tandasnya. Sementara itu, langkah Dispenda mencopoti semua umbul-umbul dan spanduk di laga LPI tersebut membuat Kabid Olahraga pada Dispora Banyuwangi, Sujoko mencakmencak. Menurut Sujoko, apa yang dilakukan oleh Dispenda adalah bentuk arogansi. “Mestinya kan ada pemberitahuan dulu ke kami atau bagaimana. Jangan langsung diturunkan begitu saja,” ujarnya. Menurut Sujoko, kegiatan LPI bukan bersifat komersial, namun untuk me-

majukan olahraga di kalangan pendidik. “Kecuali ini untuk komersial, urusannya memang lain,” tandasnya. Meski demikian, Sujoko mengaku memiliki iktikad baik untuk menyelesaikan hal tersebut. Pihaknya akan menyelesaikan masalah umbul-umbul ke Dispenda hari ini. “Besok (hari ini, Red) kita akan ke Dispenda menyelesaikan masalah ini, dan kita minta panitia di Genteng tetap bersabar. Jangan terprovokasi oleh apa pun,” pesannya. (azi/bay)

RUBRIK PAJAK

BENCANA

PERTANYAAN: Mohon bantuannya untuk menghitung SPT Tahunan PPh Orang Pribadi 1770. Huruf f : angsuran PPh Pasal 25 Tahun Pajak berikutnya. Jika penghasilan netto Rp. 976.273.000,00 dan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) Rp. 21.120.000,00. Terima kasih dan contoh mengerjakannya. PENGIRIM: Papinx JAWABAN: Terima kasih atas pertanyaan Saudara. Sebelum menjawab pertanyaan Saudara, dapat kami beritahukan bahwa menurut Pasal 4 ayat (1) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Perubahan Keempat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan yang menyatakan bahwa “Yang menjadi objek pajak adalah penghasilan, yaitu setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, baik yang berasal dari Indonesia maupun dari luar Indonesia, yang dapat dipakai untuk konsumsi atau untuk menambah kekayaan Wajib Pajak yang bersangkutan dengan nama dan dalam bentuk apapun…”.

IRWAN SURYANTO/RaBa

KONSOLIDASI: Rapat FPBI digelar di ruang pertemuan Rumah Sakit NU Mangir, Sabtu (10/3).

Siapkan Simulasi Bencana

Melihat dari informasi yang Saudara sampaikan maka : 1. Penghasilan Netto = Rp. 976.273.000,00 2. Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) = Rp. 21.120.000,00 3. Penghasilan Kena Pajak = Rp. 955.153.000,00

ROGOJAMPI - Setelah dilantik akhir Februari 2012 lalu, pengurus Forum Penanggulangan Bencana Indonesia (FPBI) Cabang Banyuwangi langsung bergerak cepat. Sabtu pagi (10/3), jajaran pengurus FPBI menggelar rapat konsolidasi dan penyusunan program kerja di ruang pertemuan Rumah Sakit NU Mangir, Kecamatan Rogojampi. Pertemuan perdana setelah pelantikan dua pekan lalu di kampus Universitas PGRI Banyuwangi (Uniba) Bumi Kertosari itu dibuka Pelaksana Tugas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Wiyono. Dalam sambutannya, Wiyono mengakui bahwa penanggulangan bencana memang tanggung jawab pemerintah. Namun, masalah besar tersebut tidak mungkin ditangani pemerintah sendirian. “Tanpa keterlibatan masyarakat, masalah bencana tidak mungkin ditangani sendirian oleh pemerintah,” tegasnya. Sementara itu, Ketua FPBI Cabang Banyuwangi Zainal Aris Masruchi mengatakan bahwa FPBI merupakan organisasi heterogen. Pengurusnya adalah perkumpulan dari berbagai latar belakang. Ada kalangan medis, unsur media massa, birokrat, akademisi, organisasi mahasiswa, pencinta alam, dan relawan. “Petugas pengawas Gunung Ijen dan Raung juga bergabung di dalamnya,” jelasnya. FPBI adalah sebuah lembaga nirlaba profesional yang merupakan forum pertemuan, pengkajian, penelitian, dan pengembangan keahlian dalam penanggulangan bencana terpadu berbasis masyarakat. “Baik secara individu maupun kelembagaan dari berbagai latar belakang dan budaya,” imbuhnya. Ditambahkannya, FPBI memberi perhatian terhadap peredaman risiko bencana, dengan sentuhan kearifan lokal, yang berorientasi pembangunan berkelanjutan. Korban selalu ditempatkan sebagai subjek sekaligus sasaran utama. FPBI selalu siaga dalam aksi-aksi sosial-kemanusiaan penanggulangan bencana. “Kami selalu bekerja bersama para pemangku kepentingan sejak masa kesiap-siagaan, mitigasi, tanggap darurat, rehabilitasi, rekonstruksi, hingga pemulihan akibat bencana dan pengurangan risiko bencana,” paparnya. (c1/irw)

4.

PPh Terutang : 5 % x Rp. 50.000.000,00 = Rp. 2.500.000,00 : 15% x Rp. 250.000.000,00 = Rp. 37.500.000,00 : 25% x Rp. 500.000.000,00 = Rp. 125.000.000,00 : 30% x Rp. 155.153.000,00 = Rp. 46.545.900,00 + Rp. 211.545.900,00

Mengenai angsuran PPh Pasal 25 Tahun Pajak berikutnya yaitu : Berdasarkan Pasal 25 ayat (1) Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Perubahan Keempat Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan menyatakan bahwa “Besarnya angsuran pajak dalam tahun pajak berjalan yang harus dibayar sendiri oleh Wajib Pajak untuk setiap bulan adalah sebesar Pajak Penghasilan yang terutang menurut Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) Pajak Penghasilan Tahun Pajak yang lalu dikurangi dengan: a. Pajak Penghasilan yang dipotong sebagaimana dimaksud dalam Pasal 21 dan Pasal 23 serta Pajak Penghasilan yang dipungut sebagaimana dimaksud dalam Pasal 22; dan b. Pajak Penghasilan yang dibayar atau terutang di luar negeri yang boleh dikreditkan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24, dibagi 12 (dua belas) atau banyaknya bulan dalam bagian tahun pajak”. Berdasarkan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor 32 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Pengenaan Pajak Penghasilan Pasal 25 Bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Pengusaha Tertentu yaitu apabila Saudara termasuk dalam kriteria sebagai Wajib Pajak Orang Pribadi Pengusaha Tertentu, yaitu Wajib Pajak Orang Pribadi yang melakukan kegiatan usaha sebagai pedagang pengecer yang mempunyai 1 (satu) atau lebih tempat usaha, maka besarnya angsuran Pajak Penghasilan Pasal 25 bagi Wajib Pajak Orang Pribadi Pengusaha Tertentu, ditetapkan sebesar 0,75% (nol koma tujuh puluh lima persen) dari jumlah peredaran bruto dari masing-masing tempat usaha. Untuk informasi lebih lanjut Saudara dapat berkonsultasi pada Account Representative Saudara di Kantor Pelayanan Pajak dimana Saudara terdaftar. Kanwil DJP Jawa Timur III juga menyediakan Layanan Bebas Pulsa kami di 0800 11 72525 atau Call Center DJP 500200. Terima Kasih. ADVERTORIAL BUDAYA

Gebyar Pesona Lagu Mendapat Sambutan Meriah BANYUWANGI- Pergelaran pentas seni dan budaya di Panggung Seni Budaya Taman Blambangan berlangsung meriah Sabtu malam kemarin (10/3). Pergelaran periodik kali ketiga ini menyajikan pesona lagu kendang kempul, keroncong, mandarin dan pop. Beberapa artis lokal ditampilkan untuk menghibur masyarakat Banyuwangi secara gratis. Ada penyanyi Mia MS, Yuni, Fitri yang tampil cukup memukau dengan beberapa hits kendang kempul. Selain dimeriahkan dengan penampilan artis-artis kendang kempul, acara itu juga diisi dengan penampilan dua penyanyi lagu keroncong Inten dan Yanti. Pengusaha Banyuwangi, Fafan Lukita juga ikut tampil membawa beberapa tembang mandarin. Sedangkan untuk penyanyi popnya disajikan artis lokal Banyuwangi, Safira. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Banyuwangi, Suprayogi juga tidak mau ketinggalan untuk tampil menyanyikan lagu ken-

SEMARAK: Para penyanyi lagu kendang kempul tampil diiringi penari latar berkostum BEC di pentas terbuka Taman Blambangan Sabtu malam lalu.

hadir dan menyaksikan pentas seni itu hingga akhir. “Walau pada waktu bersamaan ada pentas musik rock, namun acara kita tetap ramai. Ini membuktikan bahwa rakyat Banyuwangi cinta seni dan budaya lokal,” ucap Bupati Anas. Pemerintah daerah, ungkap Bupati Anas, telah menganggarkan hiburan gratis hingga akhir tahun 2012 mendatang. Untuk itu, Bupati Anas menyerukan semua warga Banyuwangi untuk menikmati secara maksimal hiburan gratis tersebut. “Setiap dua minggu sekali, kita pentaskan pergelaran seni dan budaya di tempat ini,” ujar Bupati Anas. (afi)

PENONTON: Bupati Anas dan para pejabat berbaur dengan warga di Taman Blambangan Sabtu malam lalu.

KOCAK: Pelawak Bongkeng dkk mengocok perut penonton.

FOTO-FOTO ICHSAN RASYID/RaBa

dang kempul. Beberapa tari juga ikut ditampilkan dalam pergelaran yang berlangsung hingga jam 24.00 itu. Pelawak kocak Bongkeng dkk juga turut menghibur ratusan masyarakat yang membanjiri area Taman

Blambangan itu. Pergelaran pentas seni di Taman Blambangan mendapat perhatian dan antusias dari masyarakat. Walau pada waktu yang bersamaan dengan pentas musik rock di depan Gesibu,

namun warga sama sekali tidak terpengaruh dan tetap tidak beranjak dari tempat duduknya untuk menyaksikan pentas seni dan budaya lokal Banyuwangi. Bupati Abdullah Azwar Anas dan sejumlah kepala dinas ikut

HARMONI: Grup musik keroncong ikut berpartisipasi menyumbangkan lagu nostalgia.


KOMUNIKASI BISNIS

28

Senin 12 Maret 2012

Atasi Siswa Bermasalah, Guru SD Dilatih Hypnotherapy

AZIZ/RaBa

PEMBUKAAN: Kepala Sekolah SMPN 2 Genteng Sujiyanto saat membuka lomba MIPA dan Bahasa Inggris kemarin.

GENTENG - Sebanyak 741 siswa-siswi SD/MI se-Banyuwangi mengikuti lomba Matematika, IPA (MIPA) dan Bahasa Inggris reading story contest di SMPN 2 Genteng, kemarin pagi. Pada saat bersamaan, keluarga besar SMPN 2 Genteng juga melaksanakan kegiatan pelatihan hypnotherapy bagi para guru SD/MI seBanyuwangi. Selain itu, ada satu kegiatan lagi yang juga digelar dalam waktu bersamaan di sekolah tersebut. Yaitu bazar dan pagelaran seni. Kepala SMPN 2 Genteng Drs. Sujiyanto MM mengatakan, pelatihan bagi para guru tersebut dilakukan dalam rangka mengembangkan hypnotherapy untuk meningkatkan prestasi dan mengatasi permasalahan belajar siswa. Sujiyanto yakin, dengan pengembangan ilmu dan teknik yang dimiliki guru dalam menterapi siswa-siswi yang bermasalah dalam belajar, dapat meningkatkan kinerja, dan profesionalisme guru. “Yang dampaknya sangat besar bagi keberhasilan belajar siswa,” ujarnya. Di sisi lain, Sujiyanto juga menyebutkan, bahwa saat ini dirinya bersama Kepala RSBI SMPN 1 Genteng, Drs. H. Saroni, M.Pd sedang serius berupaya mengembangkan hipnoteraphy di MKKS SMPN se-Banyuwangi. Sujiyanto yang juga Sekbida pengambangan akademik di MKKS, itu berjanji akan menyiapkan tim handal di MKKS yang siap

Santri Digembleng Manajemen Pertanian GLENMORE - Sebanyak 70 peserta perwakilan dari 70 pesantren se-Banyuwangi mengikuti kegiatan seminar dan pelatihan manajemen pertanian di Pondok Pesantren Nurul Huda, Dusun Salamrejo, Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, Sabtu (10/03) lalu. Panitia pelaksana, Gus Udin, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama Robitoh Ma’ahid Islamiah (RMI) Banyuwangi dengan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Pesantren Kabupaten Jember. Beberapa narasumber hadir dalam acara tersebut. Mereka adalah Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Ir. Ikrori Hudanto; Ketua STAIN Jember Prof. Dr. Mohammad Husnu Ridho; dan Guru Besar Fakultas

Pertanian Universitas Jember, Prof. Dr. H. Subagyo, Phd. Dalam kesempatan tersebut, para peserta mendapat pembekalan materi tentang sosialisasi LPES dan merangsang ekonomi

pesantren melalui usaha mandiri dan kreatif. “Acara seminar dan pelatihan ini sekaligus tindak lanjut pembentukan LPES Banyuwangi,”kata Gus Udin. (azi/adv/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

BANYUWANGI

ISTIMEWA

NARA SUMBER: Plt.Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Ikrori Hudanto (tengah) saat mengisi cara seminar dan pelatihan.

memberi pelatihan guru berkaitan dengan hypnotherapy bagi siswa. Sementara itu, kegiatan pelatihan hypnotherapy kemarin mendapat apresiasi khusus dari anggota Komisi I DPRD Banyuwangi H.Eko Susilo Nurhidayat dan Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Drs. Sulihtiyono, M.Pd. Eko yang juga Ketua Komite SMPN 2 Genteng itu berharap, melalui pelatihanpelatihan sebagaimana yang dilakukan oleh panitia, mampu membangkitkan prestasi para pelajar di Banyuwangi. Apresiasi serupa juga disampaikan Kadispendik Sulihtiyono. “Kegiatan hypnotherapy ini adalah terobosan yang sangat luar biasa. Karena sesuai dengan semangat pemerintah. Bahwa hal yang perlu ditingkatkan adalah masalah SDM pendidiknya,” tandasnya. (azi/adv/als)

HYPNOTHERAPY: Kepala Dinas Pendidikan Sulihtiyono membuka pelatihan hypnotherapy bagi guru SD/MI.

JUARA MIPA Juara 1 : Nafira Iftitah M.Y. SDN I Genteng Juara II : Desy Fitriani SDN 4 Tulungrejo Juara III : Willy Didan SDN 4 Kaligondo

JUARA BAHASA INGGRIS Juara I : Yunita Anggraini SDN 2 Karangrejo Juara II: Deva Iqbal D SDN I Ketapang Juara III : Talita Diva Jacinda SDN I Ketapang

ABDUL AZIZ/RaBa

POSE BERSAMA: Para juara lomba MIPA 2012 SMPN 2 Genteng.

Launching One Man One Flower GENTENG - Camat Genteng Yusdi Irawan terus melakukan berbagai terobosan untuk membangun Kota Atap ini. Jumat (9/03) lalu, mantan Camat Purwoharjo itu me-launching program one man one flower. Kegiatan tersebut dilangsungkan di SMPN 4 Genteng yang dihadiri seluruh jajaran Muspika Genteng, Kepala Dinas Isntansi, Kepala TK/ SD/SMP/SMA Sederajat. Selain itu, acara yang berlangsung pada pagi hari tersebut juga dihadiri oleh para kepala desa dan ibu-ibu penggerak PKK., serta para tokoh masyarakat. Camat Genteng Yusdi Irawan SE mengatakan, launching program one man one flower tersebut adalah salah satu terobosan untuk menjadikan Genteng sebagai kota bersih, indah, dan hijau. “Dalam launching tersebut, kita juga membentuk tim pemburu kebersihan,” ujarnya. Tim pemburu kebersihan tersebut berasal dari lingkungan sekolah yang ada

BANYUWANGI

Istimewa

LAUNCHING: Camat Genteng, Yusdi Irawan SE., (kiri) meyerahkan bunga kepada Danramil Genteng, Kapten Kavelery Hariyanto

di Kecamatan Genteng, dan tugasnya memantau jalannya program kebersihan. “Tim ini nanti yang sehari-harinya akan memantau kebersihan di lingkungan sekolah masing-masing,” tandasnya. Usai acara launching di hari Jumat, keesokan paginya, Sabtu (10/3), dilanjutkan rijig-rijig Kota Genteng. Kegiatan

BANYUWANGI

ini juga diikuti oleh jajaran Muspika, Dinas Instansi, para kepala desa, tokoh masyarakat, dan masyarakat umum. “Semua kita lakukan untuk menuju Kota Genteng yang bersih dan indah,” pungkas peraih dua kali juara satu camat teraktif versi program Banyuwangi Green and Clean tersebut. (azi/adv/als)

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Rumah T 50 •

• Perum GGM •

• Baju Anak “Bebe” •

• Karyawan/ti •

• Jagal Truk •

• Vios & Avanza •

• Kijang ‘94 •

Dijual Rmh T50, s pkai, t 80m2. mbl msk + 100m dr Jl Basuki Rahmat, 165 jt. Hub: CIA Property 081346293265, 087755991595

Dijual rumah Ls 98m2, lokasi Perum GGM, 2 KT, PLN, PDAM, Tlp, carport. Hub lngsung tnpa perantara 085859687870

Grosir/eceran baju anak “Bebe” Soft opn disc 10/% (bw ikln ini) outlt: Indmrt Bnterang.brt PLN Bwi, 087755714067

Dbthkn sgr krywn/ti: 1. Tng Ftcopy, 2. Design Grafis (Kaos/Garment) Hub: Anugrah FC (sltn Untag) Tlp. 0333-427190

Ahli Jagal Truk / Motor / Elktrnk Karnia Dtr Steel, Jl.Yos Sudarso 211 085258550833

Djl Vios 04 Gray 80 juta & Avanza G 09 htm 145 pajak baru/nego/SMS 087755691210

Dijual Kijang '94. Biru Bulu Kera (P). Istimewa. Hrg 70 Juta Nego. Hub: 085745270031.

• Kos Putri •

• Rumah Kos Putri •

• Les Musik •

• SPG & Operator Mesin •

Terima kos putri, pegawai & mahasiswa lok Jl. Simpang Gajah Mada No. 1A Bwi. Fas: KM dlm, dipan, almari, meja, tv, dapur, parker, air melimpah. HARGA PROMO. Hub: 08123451223

Terima Kos khusus putri, Perum Citra Pesona (dekatIKIP),Hub:081358211899/08123457167

ARIA Music menerima murid baru utk: **Les Piano Pop/Klasik ujian Royal, **Les Keyboard, ** Les Drum. Hubungi: 03338933045 / 082141057540

Cr sgr SPG & Operator mesin cat, Hub: 081559946545, 0333-428757 Dist Cat Avian

• Percetakan •

Peluang Usaha memiliki lembaga pendidikan tgkt nas,mdl kecil,untung tak trbts, sbg pembimbing/mitra krj,pengelola. Hub. DE,Jl Jagung Suprapto 39B-7 Bwi 0333424476,085258036777

• Perumahan Kodim • Djl cpt 260jt, siap huni, 2 lantai, 10x20m, full bangunan, 3KT, 2KM. Jl. Doho 32 Bwi. Hub: 085649767535-082157565659

BANYUWANGI

BANYUWANGI

• Disewakan •

• Kebun Kelapa •

Disewakan murah , Tanah luas 1000 M2, lok. pinggir Jln. perumahan Puri Gading Mas Permai, Dadapan, cck utk usaha rongsokan, materialan, bengkel mbl, dll Hub. 08179622454

Dijual murah: Kebun Kelapa luas 18.000m2. Ada tanaman Sengon 1500 btg usia 1,5 thn. Lokasi Ds Kelir, Kalipuro, mobil bisa masuk ke lok. Hub: 08179622454

• Tanah di IKIP •

• Tanah SHM 4400M2 •

Djl Sawah Lt 7890 m2 SHM Lok Tmr Lap IKIP Bwi Hrg Nego Hub 085233921396

Djl Tnh pinggir jln raya utama Rogojampi - Bwi, 50 meter utara Kantor Polsek Kabat selatan perusahaan Gazebo, barat jalan, hrg per m2 Rp, 225.000, hubTaufik: 082143391020

• Tanah 2600m2 • Dijual Tanah strtgis, cck utk usaha apa saja, 2600m2, dlm kota, SHM. Hub: CIA Property 081346293265, 087755991595

• Tanah 1350m2 • Jual tnh 1350m2, lok: Ketapang blkg Pelni, 350juta, SHM, Hub: Rini, 08121755753

• Tanah Kapling Murah •

Cetak mug, pulpen, kaos, pin, gant kunci, jam, asbak utk promo toko, ktr, souv ultah&nikah. Hrg murah partai/eceran. Ruko Karibia B-3 Jl. Jagung Suprapto (blk bakso P. Agus) 0333417992, 081913906633

BANYUWANGI • STNK • HlgSTNKNopolP2004ZA,an.Qur’ainiBhigum, al: Dsn. Bayurejo RT02/02 Bayurejo, Songgon

• Baleno Next G ‘05 • Djl Baleno Next-G Facelift th 2005 merah KM 79.000, istimewa, Hub. 081234590052

• Guru TK/PAUD •

• Suzuki Titan ‘10 •

Dbthkan wnta min, lls SMA sbg tenaga pnddk TK/PAUD, bersedia dotrning, Hub: Jl. MH Tamrin no.48 Bwi, 085236095152

Djl Suzuki Titan Hitam '10. Mulus spt baru. STNK Des '12. Murah 7,6jt. H: 08123573571

> OPER KREDIT KAWASAKI NINJA< Oper kredit Kawasaki Ninja RR150 SE, Sept 2011, 9 juta angsuran 1,3juta. Hub: 08970583737 TARIF IKLAN B.O.T Rp. 75.000, 2x muat, Rp. 125.000, 6x muat, Rp. 180.000, 10x muat. Maksimal dua baris. Hubungi: Radar Banyuwangi Jalan Yos Sudarso 89-C Banyuwangi Telp./Fax. (0333) 412224/415153

Used Car Stream07, Inova05G, Livina08, Kuda02, Avanza07, LGX03, Krista03, Eskudo98, Splash11, APVGX09, PU Grand Max10, L30010, PUFutura09, PUSS07'10, Espass04'07. Hub 0811301676, 411655

• Mitsubishi Kuda ‘01 •

• Sertifikat Hak Milik • Hlg Sertifikat Hak Milik (SHM) asli no.366 an:Yulia Puji Astuti, al: Pisangcandi Malang. Sertifikat HGB no. 214 an: Supranoto, al: Waru Sidoarjo. IMB no. 474 & no. 154 an:Yulia Puji Astutik, al: Jl. Sulawesino.88Bwi.Mnmuknhub085231476217.

BANYUWANGI

PEMBERITAHUAN

• Kijang LGX 03 • Dijual Mobil Kijang LGX 03 bln 12, Diesel, TV, CD Aiwa, merah metalik, P Bwi. 081235717658

• Prima Mobil •

Tanah Kaplingan Murah dalam kota, 180ribu/m2, @ 10x15= Rp. 27juta, Jl. Gajahmada, Gg Mojoasri, Banyuwangi, sebelah Pasar bongkar muat ke timur 400m, Hub: (0333) 411837 / 0811352122

Sehubungan dengan makin maraknya aksi penipuan yang memanfaatkan iklan jitu di Koran Radar Banyuwangi kami himbau kepada masyarakat terutama pemasang iklan jitu di Radar Banyuwangi untuk waspada dan berhati-hati. Bila Anda menerima telepon, SMS dengan mengatasnamakan petugas dari Radar Banyuwangi maka segera konfirmasi ke Radar Banyuwangi (0333) 412224. Radar Banyuwangi tidak bertanggungjawab atas semua transaksi yang terjadi selain pemasangan iklan baris secara resmi di Radar Banyuwangi.

• Peluang Usaha •

• Truk Mitsubishi 82, 81 • Dijual Truk Mitsubishi 82, 81 siap pakai, Hub: 08123480235, 081934755887

Dijual Mitsubishi Kuda VB 5W PL (diesel) th 2001 merah tua mut, harga 85 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148.

• Ruko Agus Salim • Dibangun Ruko 2Lt (dijual) Lok Jl. Agus Salim (blkg Untag) Banyuwangi, Hub: 081233669969

• Honda CRV ‘02 •

• Kijang Innova ‘05 •

• Toyota Kijang LGX 98 •

Dijual Honda CRV RD4 2WD AT (jeep) th 2002 hitam, harga 140 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148.

Dijual Kijang Innova V XW43 th 2005 merah metalik, harga 150 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 , 0811351148.

Dijual Kijang LGX’98 bensin, biru, plat DK pajak panjang, siap pakai. Harga Rp 95 juta (nego). Hubungi: 8123353502.

• Mitsubishi Colt Truk ‘80 •

• Suzuki Carry ‘11 •

• Daihatsu Xenia ‘07 •

Dijual Mitsubishi Colt FE EZRY/light (truck) th 1980 kuning (solar), harga 42,5juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148.

Dijual Suzuki Carry ST150 (pick-up) th 2011hitam harga 82,5 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176, 0811351148.

Dijual Daihatsu Xenia Xi GMDF JJ th 2007silver metalik, harga 115 juta nego, barang istimewa, bisa cash/kredit, hubungi (0333) 631526 – 635176 ,0811351148.

• Toko+Rumah Genteng • Djl Toko+rumah tkt2, full prabot, strtgs. Jl. Kembar Lt 310/490m2, uk. 10x31m, marmer, ksn jati, Tk Sriwijaya Jl. Gajahmada 274 Gtg-Bwi. H. Sigiarto 081233499888, 03170338181

• Toko Karangente • DjlToko(10,5x8m)+rumah+tanahLT=537m2,SHM, tepi jalan besar - patung kuda - Karangente. H: 085258091660/085745389038,TanpaPerantara.


33

Senin 12 Maret 2012

PASI Kirim 12 Sprinter

ALI NURFATONI/RaBa

STANDAR INTERNASIONAL: Inilah lapangan futsal AIL yang akan digunakan sebagai veneu kompetisi futsal yang digelar mulai hari ini.

Langsung Gelar 18 Laga AIL Championship Challenge 2012

Jadwal Pertandingan

BANYUWANGI – Turnamen futsal bertajuk AIL Championship Challenge 2012 akan ditabuh mulai siang ini. Sedikitnya 81 peserta dari kasta sekolah dasar, menengah pertama, atas, dan umum, turut ambil bagian dalam even yang akan dipusatkan di Lapangan Futsal AIL Rogojampi itu. Konsistensi dan kekompakan anggota tim akan menjadi modal untuk melangkah ke ajang yang ditabuh mulai 12 hingga 19 Maret ini. Menggunakan format sistem gugur, setiap tim dituntut untuk konsetrasi penuh. Lengah sedikit bisa terdepak dari kompetisi ini. Dalam laga pertama yang akan dimainkan sore ini, akan ada 18 pertandingan yang digelar. Rinciannya, empat pertandingan dimainkan oleh tim SD, enam untuk SMP, dan delapan oleh tim umum (selengkapnya lihat grafis). Koordinator pemasaran dan even Radar Banyuwangi Gerda Sukarno Prayuda mengatakan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kompetisi ini. Di antaranya, khusus pelajar, dia meminta agar dalam setiap pertandingan yang dilakoni peserta membawa bukti asli sebagai siswa aktif di sekolah. “Bukti itu adalah raport asli atau fotokopi yang ada bukti stempel atau tanda tangan kepala sekolah,” katanya. Sedangkan untuk umum tidak ada ma-

TINGKAT SD SENIN (12/3) SELASA (13/3) Jam I SDN Penganjuran I v SDN Model SDI Muhammdiyah 1 v Kepatihan D/Al Irsyad B Jam II SDN Kepatihan A v SDN Lateng SD Al Irsyad A v Kepatihan B/ Kepatihan C Jam III SDN Kepatihan B v SDN Kepatihan C SDI Al-Qomar v Kepatihan A/ Lateng Jam IV SDN Kepatihan D v SDI Al Irsyad B SDN Kepatihan E v SDN Model / Penganjuran I TINGKAT SMP SENIN (12/3) SELASA (13/3) Jam 1 SMP PGRI A v SMP 1 Bwi C SMP 1 Cluring A v SMP PGRI C Jam II SMP 5 Bwi E v SMP Darussalam SMP 1 Bwi A v SMP Genteng/GlagahA Jam III SMP Glagah A v SMP 1 Genteng SMP 5 Bwi E/Darussalam v SMP Cluring B Jam IV SMP PGRI B v SMP 5 Bwi B SMP AL -Irsyad v SMP 5 Bwi D / Muha 3 Jam V SMP Glenmore v SMP 5 Bwi A SMP Glenmore/SMP 5 Bwi A v SMP 5 Bwi C Jam VI SMP 5 Bwi D v SMP Muha 3 UMUM SENIN (12/3) SELASA (13/3) Jam I Indonesia Baru v Polres A Bintang Mas v Camera Jam II Seleb FC v PDAM B PKS v Masda Jam III BSM FC Mandiri v Scudetto Banjarsari v Magistra Jam IV Polres B v AZ FC Bobby S-A v Langger Jam V ZE Organic v Banyuwangi Motor Gladiator v Dispora B Jam VI Porrno CV Bintang v Putra Mandiri Dispora A v PDAM A Jam VII Dinasty v Peyung Batara FC v Pegadaian Jam VIII Bobby S-B v Golden A Andika Jaya B v RSAH RABU (15/3) Jam I Bomber FC v Ind baru/Polres A Jam II Bintang Mas/Camera v Laros Jenggirat Jam III Gladiator/Dispora B v Porrno Junior Jam IV Seleb FC/PDAM B v Gazebo Jam V BPR Ady v Dinasty/Peyung Jam VI Bobby S-A/Langger v Brazil FC Jam VII Tim PU v Andika B/RSAH Jam VIII Bobby S-B/Golden A v Igora

salah. Klub atau instansi cukup menyertakan nama pemainnya dalam blangko yang disediakan panitia. Selain itu, setiap pemain dan ofisial akan diberikan kartu identitas sebagai bukti dari anggota timnya. Untuk pertandingan sendiri akan dilaksanakan dalam dua termin. Termin pertama pukul 14.00 sampai 17.00 untuk pelajar. Sedangkan pukul 19.00 sampai

NIKLAAS ANDRIES/RaBa

BERSIAP: Pemain Persewangi berlatih di Pantai Boom beberapa waktu lalu. Akhir Maret nanti,Victor dkk bertanding dalam Copa Indonesia.

Jadwal Copa Belum Jelas BANYUWANGI – Jeda kompetisi Divisi Utama PSSI tidak membuat aktivitas skuad Persewangi mengendur. Sebab, mereka dituntut untuk tetap bersiap menghadapi Copa Indonesia yang akan digelar mulai 27 Maret mendatang. Hanya saja, hingga kemarin, Laskar Blambangan belum mengetahui calon lawan yang akan dihadapi di leg pertama Piala Indonesia itu. Beberapa calon lawan pun sebenarnya sempat mencuat. Di antaranya Persemalra Langgur, Perseman Manokwari, dan Gresik United yang disebut akan menjadi lawan Victor da Silva dkk. Prakiraan ini setidaknya didukung dengan jadwal kompetisi Persewangi yang kebetulan akan melawat ke markas kedua tim tersebut di awal putaran kedua Divisi Utama awal April nanti. Hal yang sama juga berlaku untuk prakiraan pertandingan versus Gresik United. Persewangi juga diprediksi akan melawan Laskar Joko Samudro di

ajang Copa Indonesia nanti. Kebetulan Laskar Blambangan juga akan memainkan tandang ke markas Gresik United. Hanya saja, menilik jadwal, cukup kecil kemungkinan bisa bertemu dengan Gresik United bila berpedoman pada jadwal Divisi Utama. Sebab, agenda pertandingan lawan tim asal Kota Pudak itu baru dimainkan pada awal Mei mendatang. Manajer Persewangi Nanang Nur Ahmadi secara khusus mengaku masih menunggu lawan di Copa Indonesia. Sebab, sesuai ketentuan, ajang ini menggunakan format home and away dengan penentuan agregat gol. Di samping itu, putaran pertama Copa Indonesia juga akan mempertemukan sesama tim kompetisi Divisi Utama yang berada dalam satu grup. “Setelah lolos ke putaran kedua, baru bisa ketemu tim di kasta di atasnya, seperti Persebaya 1927, Persema, malah jadi bisa ketemu Persija,” ujar Nanang. (nic/als)

JUMAT (16/3) Perkasa Muda v Ze Organic/Bwi Motor Magistra/Banjarasari v Golden B Andika Jaya A v Batara/Pegadaian Porrno CV Bintang/P Mandiri v Woofer Untung Elektronik v Flamboyan FC RV ACC v BSM/Scudetto PKS/Masda v Perta Muda

22.30 akan memainkan laga untuk umum atau instansi. Dijadwalkan, agenda futsal yang didukung oleh PT IMN, PT Sumberyala Samudera, Aquase, Kadek Modelling School, Honda, Untung Elektronik, dan RV Cell akan itu dibuka oleh Plt. Kadispora Banyuwangi Ahmad Kharirullah siang ini. “Untuk pendukung tim bisa datang dan langsung menyaksikan tim kesayangannya bertanding,” ujar Gerda. (nic/als)

BANYUWANGI – Para sprinter Banyuwangi kembali diuji. Kali ini kecepatan berlari di lintasan atletik Gelora Delta Sidoarjo mulai 14 Maret mendatang menjadi arenanya. Bertajuk Jatim Open 2012, Pengkab PASI Banyuwangi akan mengirimkan 12 sprinter terbaiknya di ajang tersebut. Dari 12 pelari yang dikirim, kekuatan PASI Banyuwangi akan ditopang 10 pelari dari kelompok pria. Hanya dua pelari yang akan mencoba peruntungan di bagian putri. Dari nama-nama yang dibawa, para pelari yang dikirim otoritas pembina atletik di Banyuwangi itu didominasi oleh muka-muka lama. Bagian putra, misalnya. PASI akan mengandalkan kecepatan Yudi Dwi Nugroho. Sprinter asal Licin ini akan diharapkan mampu mendulang medali di nomor spesialisasinya, 100 dan 200 meter. Berikutnya ada Rendiyana Putra yang akan berlaga di nomor 60 dan 100 meter.

DOK.RaBa

MUDA-MUDA: Yudi Dwi Nugroho dkk. saat berlatih di lintasan atletik GOR Tawang Alun, Banyuwangi.

Berikutnya masih ada nama David Ali yang akan turun di nomor 200 meter. Selanjutnya Nurohman dan Slamet yang akan sama-sama mengkonsentrasikan diri di nomo 400 meter. Selain itu PASI juga akan mengandalkan ketangguhan Ali Imron di nomor 1500 meter serta Dwitanaya dan M faizin di nomor 1000 meter.

Sedangkan di bagian putri, PASI akan mengandalkan Tri Indah Aprilia dan Nikmatul Nafiah. Keduanya akan dituntut mampu tampil ekstra di tiga nomor sekaligus yakni 100, 200, dan 400. “Kita optimistis bisa meraih hasil maksimal di Sidoarjo nanti,” tegas Agus Sujiono, ofisial PASI Banyuwangi. (nic/als)


Ingin Tampil di Koran?

34

MLAKU

Senin 12 Maret 2012

R

PE

I SN

MANGAN

MEJENG

Caranya gampang! Cukup kirim ke radarbwi@gmail.com tentang pengalaman Anda pergi ke tempat-tempat wisata bersama keluarga, teman, atau si Dia. Anda juga bisa mengirim tips masakan, kue, maupun minuman. Maksimal tulisan satu halaman kuarto. Jangan lupa, sertakan juga foto-foto plus keterangannya. Maaf, kami tidak menyediakan imbalan apapun bagi tulisan yang dimuat.

E YL T S FOTO-FOTO: B.A.T FOR RaBa

RIVER PATROL: Latihan perang-perangan yang digelar Komunitas Banyuwangi Airsoft Team di Baluran beberapa waktu lalu.

O l e h GCG NOTO TRANSADO* BERAWAL dari keisengan bermain game strategi militer mulai dari jamannya Red Alert, Global Operation hingga ke era counter strike, company of heroes dan call of duty modern warfare serta banyak lagi, akhirnya saya ketagihan untuk selalu mengutak-atik hal-hal yang berbau kemiliteran. Mulai dari foto, film, buku-buku dan majalah yang banyak mengulas tentang kelengkapan yang dipakai hingga strategi yang digunakan dalam suatu operasi militer. Pada saat hobi airsoftgun mulai marak di Indonesia dan banyak sekali para penggemarnya, maka saya pun langsung jatuh cinta untuk menjadikannya sebagai sarana olahraga dan refresing. Pada tahun 2008 bersama beberapa rekan yang ternyata juga mempunyai kecintaan pada hobi yang sama, kami membentuk satu komunitas untuk mengadu strategi, menguji adrenalin, maupun sekedar sharing ten-

DELTA & REBEL: Peserta bisa membentuk tim delta sesuai hobi dan senjata yang dimiliki.

tang hal-hal yang berbau kemiliteran. Dari situlah akhirnya banyak sekali strategi mirip game atau mirip skenario film yang kami jalankan. Sederhana saja permainannya. Pada saat airsofter penggemar perang-perangan sudah pada kumpul, selanjutnya dipecahlah jadi dua tim. Sesuai dengan selera masingmasing. Bagi yang gemar gaya US ARMY dengan replika M4 Series dan kelengkapannya, silakan membentuk tim Delta.

Bagi penggemar Rebel Company dengan replika Kalasnikov Series lengkap dengan surban dan pakolnya (topi khas timurtengah), silakan membentuk tim milisi. Mulailah adrenalin terpacu dan tertantang untuk adu strategi, heheheâ&#x20AC;Ś Dari skenario black hawk down, pilot down, VVIP hingga pembebasan sandera, mulailah kami beraksi. Dengan sportifitaslah, tentunya perang-perangan ini kami lakukan. Tidak mencari kalah

dan menang. Tapi sekedar mencari kesenangan belaka. Tentunya dengan menggunakan safety gear (kacamata tahan benturan/ goggles, battle dress uniform, vest dan sepatu boot). Skirmish atau biasa kita plesetkan menjadi sukir (perang-perangan). Begitulah ritual yang kami lakukan saat sudah jenuh akan pekerjaan dan rutinitas yang membebani keseharian kami semua. Takjub dan malu luar bi-

asa saat sebagai warga Bumi Blambangan baru tahu akan luas dan indahnya tanah kelahiran saya. Berawal dari ritual sukir (perang-perangan), maka saya dan rekan-rekan menjadi sering untuk Hangout mencari lokasi yang akan kami gunakan untuk kegiatan tersebut. Mulai dari dinginnya area hutan pinus lereng Ijen, sejuknya agrowisata Pondok Indah Paspan, hangatnya sekitar pesisir Pantai Kampe, angkernya bangunan pabrik tua Seranite, rimbunnya semak belukar dam Desa Bajulmati, atau serunya saat harus menyeberangi

laut Muncar menuju ke teluk Sembulungan sekedar untuk mencari lokasi lokasi baru yang pas buat sukir. Sering kali kami juga harus menerima cacian sekaligus pujian atas pedes dan nikmatnya sego tempong gimbal jagung lan gerang asin yang kami suguhkan jika ada komunitas airsoftgun dari kota-kota lain yang ikut sukir di Banyuwangi. Kadang saya tidak tahan menahan tawa saat mereka terheran-heran saat melihat rujak sayur yang dicampur soto jerohan, he he he. Atau geli juga saat mereka menyebut

ginger beer saat merasakan segarnya es temu lawak saat rehat pas perang-perangan. Dari situlah salah satu keakraban bisa terbentuk. Yaa begitulah sedikit cerita kami para nubi (newbie) pengghobi airsoft yang mencari kesenangan saat waktu senggang. Terima kasih buat 3M Radar Banyuwangi. (nototrans@yahoo.com) *) Penulis adalah Anggota Komunitas Banyuwangi Airsoft Team (B.A.T), yang saat ini sudah tergabung di Federasi Airsoft Indonesia (F.A.I)


Senin 12 Maret 2012

BERITA UTAMA

35

HALAMAN SAMBUNGAN

Berharap Ning Sari Diikat Pernikahan ■ MINTA... Sambungan dari Hal 25

Sebab itulah, Kiai Nuruddin sangat berharap jika Ning Sari bisa diikat dalam sebuah perkawinan dengan laki-laki yang masih ada hubungan keluarga dengan pendiri pesantren. Sehingga, stabilitas pesantren akan selalu terjaga dan mendapat dukungan masyarakat. Diakui, sistem pendidikan yang ditinggalkan Kiai Fawaid di P2S2 sudah berjalan dengan baik. Hanya saja kini butuh top

figur yang mampu mengayomi sistem yang sudah ada. “Butuh top figur yang menjadi panutan di pesantren, termasuk keluarga,” imbuhnya. Kata anggota DPD itu, dibutuhkan dua hal untuk menjadi top figur di P2S2. Yakni, kemampuan mengelola sistem dan orang yang punya hubungan sedarah. “Ada darah saja, keramatnya sudah oke, ini akan jadi persoalan. Bisa memenej, tapi orang luar, ini saya kira juga kurang pas. Kiai Fawaid memiliki dua hal itu,”

terang Kiai Nuruddin. Meski demikian, dia optimistis pesantren yang didirikan pada 1908 ini akan segera menemukan top figur yang mampu membawa P2S2 Sukorejo makin lebih baik. “Terus terang kita di komunitas pesantren sangat kehilangan, karena Kiai Fawaid merupakan salah satu ulama besar yang sangat peduli terhadap perjuangan umat Islam,” terangnya. Diterangkan, di komunitas ulama, Kiai Fawaid merupakan Kiai yang tak kenal lelah ber-

juang, walaupun kondisi badannya tak seimbang. “Namun semangatnya dalam berjuang tak pernah kendur. Makanya dia kiai yang ditokohkan oleh Nahdlatul Ulama (NU),” ujarnya. Humas P2S2 Sukorejo, Fauzy Alco mengungkapkan, kegamangan terhadap penerus kepemimpinan Kiai Fawaid sebenarnya juga sama terjadi pada era Kiai Fawaid saat menggantikan Kiai As’ad. Banyak kala itu yang meragukan kemampuan Kiai Fawaid. “Namun ternyata pada perjalanannya Kiai

Fawaid tak kalah dengan Kiai As’ad. Saya kira tak jauh beda lha,” ungkapnya. Diberitakan sebelumnya, Pengasuh P2S2 Sukorejo, Situbondo, KHR Ahmad Fawaid As’ad berpulang ke Rahmatullah, Jumat siang (9/3) di ruang Graha Amerta RS Dr Sutomo

Surabaya sekitar pukul 12.30. Cucu KHR Syamsul Arifin tersebut meninggal karena penyakit komplikasi, jantung dan diabetes yang menggerogoti sejak beberapa bulan terakhir. Sementara itu sebelum wafat, Kiai Fawaid sering menyebut nama Lora Ahmad Azzaim Ibra-

himy sebagai kandidat penerus pengasuh P2S2 Sukorejo. Apalagi dari segi nasab, Ra Zaim masih masuk dalam garis keturunan pendiri P2S2. Namun hingga kini, lelaki The Rising Star yang akrab disapa Ra Zaim itu masih menempuh studi di Makkah, Saudi Arabia. (pri/bay)

Jumlah Santri Sukorejo Tambah Banyak ■ BERJIWA SENI,... ... Sambungan dari Hal 25

Perasaan yang sama juga dialami para alumni ponpes yang dibesarkan almarhum almaghfurulllah KH As’ad Syamsul Arifin di seluruh Indonesia. Bahkan, alumni di luar negeri. Bukan hanya santri. Tapi, rakyat Situbondo dan daerah Tapal Kuda Jatim merasa sangat kehilangan. Bangsa Indonesia juga merasakan hal yang sama. Meskipun bertemu dalam beberapa acara, tapi secara personal saya belum kenal Kiai Fawaid. Namun begitu, sejatinya sudah lama saya mengikuti sepak terjang kiai yang lahir tahun 1968 tersebut. Itulah cara yang saya tempuh untuk mengakrabinya. Saya menilai, beliau termasuk sedikit tokoh Indonesia yang istiqamah. Ketika para kiai tidak berani terang-terangan berpolitik, beliau tetap keukeuh terhadap pilihan politiknya. Perannya pun diperhitungkan dalam percaturan politik nasional. Tercatat, beliau sebagai salah satu tokoh yang berjuang mati-matian membela Gus Dur hingga detik-detik terakhir pelengserannya. Kepeloporan Kiai Fawaid untuk bangsa juga terlihat menjelang hingga pasca reformasi. Sedangkan untuk peran politik lokal, kiai yang hingga wafat Jumat kemarin itu masih tercatat sebagai Ketua DPC PPP Situbondo. Di bawah kepemimpinannya, PPP berhasil mendapatkan 11 kursi di DPRD Situbondo. Dengan suara mayoritas terse-

but, PPP bisa menjalankan peran politiknya dengan baik. Secara politis, misi Kiai Fawaid mengayomi santri, alumni, konstituen PPP, dan rakyat Situbondo bisa terwujud. Situbondo pun menjadi salah satu daerah yang aman. Terutama dinamika kehidupan politiknya. Tanggung jawab Kiai Fawaid sebagai petinggi parpol patut diteladani. Oleh siapa pun dan kapan pun. Konon, saat menghadiri harlah PPP Senin pekan lalu, kondisinya tidak fit 100 persen. Beliau masih dalam status rawat jalan setelah seminggu sebelumnya menjalani perawatan di RS dr Abdoer Rahem Situbondo. Tapi, beliau ‘memaksa’ hadir menemui konstituennya meski harus sesekali memakai oksigen. Walhasil, acara belum selesai beliau pamitan dan sempat pingsan sesampainya di mobil. Kemudian dilarikan ke rumah sakit Abdoer Rahem. Begitu siuman hal pertama yang ditanyakan adalah ini: acara harlahnya sukses apa tidak. Subhanallah. Luar biasa. Yang mengagumkan, meski kiainya jelas-jelas berpolitik, ponpes Sukorejo tidak pernah ditinggal santrinya. Justru sebaliknya, santri Sukorejo makin banyak saja. Kini, jumlahnya sekitar 20-ribuan santri. Mereka datang dari seluruh Indonesia. Bahkan, ada yang dari Malaysia. Kepercayaan wali santri itu tak lepas dari kepiawaian Kiai Fawaid dalam mengelola pesantrennya. Tanpa manajemen dan sistem organisasi yang baik dan solid, tidak mungkinlah bisa

mengurusi 20 ribu santri. Apalagi, juga harus mengayomi umat di luar pesantren lewat perjuangan politik praktis. Selain kehebatan manajemen dan kelihaian berpolitik, saya juga mengagumi Kiai Fawaid dalam hal ini: berjiwa seni. Sejarah mencatat, di awal-awal perkembangan Islam banyak ulama besar berdakwah lewat seni, khususnya puisi dan nasyid. Pun Wali Songo, terutama Sunan Kalijogo dan Sunan Bonang, ketika menyebarkan Islam di Indonesia. Kini, sangat jarang ditemui ulama atau kiai yang berjiwa seni dan berdakwah lewat seni. Gus Mus (KH Musthofa Bisri, Rembang) dan Kiai Fawaid adalah dua di antara yang sedikit itu. Dan, tidak banyak yang tahu kalau Kiai Fawaid mengoleksi hampir seribu lagu Rhoma Irama. Lagu-lagu itu dinyanyikan Bang Haji Rhoma sejak sebelum membentuk Soneta hingga lagu termutakhir. Kiai yang selalu melingkarkan surban di kepalanya itu juga menggemari lagu India. Untuk yang terakhir ini, koleksinya konon berjumlah ratusan. Di mobil, alunan lagu-lagu Bang Haji yang syarat dengan pesan-pesan agama setia menemani perjalanan Kiai Fawaid. Tak ketinggalan pula alunan lagu-lagu Al-Badar, grup gambusnya. Wa ba’du. Kiai Fawaid telah berpulang ke sisi-Nya. Tidak hanya meninggalkan kenangan. Tapi, juga tiga teladan sekaligus: sukses memangku pesantren, sukses berpolitik, dan sukses mengaktualisasikan jiwa seninya. Selamat jalan, Kiai… (udi@jawapos.co.id)

EDY SUPRIYONO/RaBa

SUNGKAWA: Ratusan karangan bunga duka cita memadati kompleks P2S2 Sukorejo kemarin.

Papan Kayu Nyaris Lepas ... ■ KERUSAKAN... Sambungan dari Hal 25

“Lihat saja, tiang dari cor juga sudah keropos semua,” katanya. Apa yang disampaikan Jumaadin ini memang benar, dari pantauan koran ini, tiang yang menyangga jembatan sudah banyak yang rusak. Malahan, sejumlah tiang yang dari cor itu juga sudah mengecil hingga besi kerangkanya terlihat. “Kalau tidak segera diperbaiki, tiangnya bisa patah,” cetusnya. Ironisnya, kayu-kayu yang dibuat untuk jembatan sudah banyak yang patah. Bahkan, sepanjang jembatan itu ada yang bolong. Bila dilewati motor atau sepeda, kayu ber-

bentuk papan pada jembatan seperti akan copot. “Jembatannya memang sudah membahayakan,” terangnya. Jembatan yang sudah rusak itu, selama ini diperbaiki oleh warga sekitar. Dana yang dibuat untuk memperbaiki, berasal dari dana parkir pengunjung di Pulau Santen dan kotak amal yang ada di pintu masuk jembatan. “Oleh warga sudah diikat dengan kawat dan dipaku, tapi kini mulai rusak lagi,” jelas Jumaadin. Meski kondisi jembatan sudah sangat mengkhawatirkan, tapi setiap hari cukup banyak warga yang melintasinya. Selain menghubungkan ke perumahan warga, para nelayan yang

ingin bekerja melaut juga banyak yang melintas di jembatan. “Katanya (jembatan) akan segera diperbaiki, tapi tidak tahu kapan dimulai,” ungkapnya. Warga yang ada di sekitar Pulau Santen, berharap pemkab untuk segera merealisasikan janjinya yang akan memperbaiki jembatan tersebut. Apalagi, sebelumnya pernah diberitakan bahwa jembatan tersebut akan diperbaiki tahun ini. Bahkan kabarnya, APBD 2012 sudah mengalokasikan dana sekitar Rp 500 juta untuk perbaikan jembatan tersebut. ‘’Bagi warga, jembatan yang menghubungkan ke Pulau Santen itu sangat diperlukan,” cetus Jumaadin. (abi/bay)

Diciduk di Rumah Masing-Masing Yang Ceramah Kapten Corps PM ... ■ DAPAT... Sambungan dari Hal 25

“Saya tidak tahu alamat sales itu, biasanya datang ke rumah,” ujarnya. Sriyatin mengakui, di antara pil dextro yang ada di rumahnya itu dijual pada warga. Tapi,

pembelinya kebanyakan orang dewasa yang berprofesi sebagai nelayan. “Saya tidak pernah menjual pil dextro ini pada anak-anak,” ungkapnya pada polisi. Setelah menangkap Sriyatin, sekitar pukul 15.00, anggota Satnarkoba menggerebek ru-

mah Siswo Hadi Agus Tiono, di Dusun Simbar, Desa Karangsari. Di rumah tersangka ini, polisi berhasil menyita 50 butir pil dobel L, dan satu kaleng bekas bungkus rokok. “Tersangka ini diduga sering jualan pil dobel L,” cetusnya. Menurut kasat, Siswo di-

tangkap setelah anggotanya menggerebek rumahnya. Ini setelah ada laporan dari warga, kalau tersangka ini baru saja jualan obat dobel L. “Mengakunya puluhan butir pil dobel L ini kiriman dari orang yang tidak dikenal, tapi masih kita selidiki,” sebutnya.(abi/bay)

Tabanan Dapat Rp 73 M, Banyuwangi Rp 23 M ... ■ DPRD... Sambungan dari Hal 25

Dengan pelayanan yang bisa maksimal seperti itu, jelas dia, RSUD Tabanan menjadi pilihan utama dalam berobat bagi warga. Dan ini juga berpengaruh terhadap pendapatan rumah sakit tersebut. “Pendapatan RSUD Tabanan setahun

bisa mencapai Rp 73 miliar,” ungkapnya. Menurut Adil, pendapatan sebesar itu ternyata berbeda jauh dengan hasil pendapatan dari dua RSUD di Kabupaten Banyuwangi. Pendapatan gabungan RSUD Blambangan dan RSUD Genteng pada 2011 lalu hanya sekitar Rp 23 miliar. “Ini jauh sekali dengan mere-

ka,” bebernya. Rendahnya pendapatan dua RSUD di Banyuwangi ini, lanjut Adil, tentu karena pelayanan pada pasien yang dianggap rendah. Selama ini, orang berobat ke RSUD karena sudah tidak tertampung di rumah sakit swasta. “Pelayanan di rumah sakit swasta dianggap lebih baik,” cetusnya.

Dengan hasil studi banding tersebut, Adil meminta pada pemerintah untuk segera mengubah etos kerja di dua RSUD. Selain itu, RSDU diminta meningkatkan pelayanan pada pasiennya. “Banyuwangi itu penduduknya lebih tinggi dibandingkan dengan Tabanan, masa kita kalah jauh,” katanya.(abi/bay)

Batalkan Rapat Pengurus Pesantren ■ BEBERAPA... Sambungan dari Hal 25

Pukul 02.00, pengeras suara di surau P2S2 yang letaknya hanya beberapa meter dari kediaman Kiai Fawaid itu kembali menggema. Pekikan kalimat-kalimat tarhim yang dikumandangkan santri terdengar. Itu adalah salah satu aktivitas keseharian santri menunggu waktu subuh tiba, sejak pesantren itu didirikan KHR Syamsul Arifin, kakek Kiai Fawaid pada 1908 silam. Suara santri melantunkan kalimat-kalimat permintaan rahmat kepada Yang Maha Penyayang, yang tidak jarang terdengar parau bahkan fals, tak pernah mengganggu ketenangan seisi pesantren. Termasuk bagi Kiai Fawaid dan keluarganya. Bagi mereka, suara-suara itu merupakan ajakan agar siapa saja yang mendengar selalu waspada. Dengan begitu, waktu subuh tak terlewatkan. Jika tak terdengar, maka ada yang kurang. Itu tak ubahnya suara gesekan bulu jangkrik yang selalu setia menemani perjalanan malam menjemput pagi. Kiai Fawaid terbangun dari tidurnya sekitar pukul 02.30. Itu karena dia kembali merasakan napasnya sesak. Keadaan ini sempat membuat seisi dhalem cukup panik. Kiai Fawaid memanggil Nyai Djuwairiyah untuk membenarkan selang oksigen yang terlepas dari hidung. Perempuan berjilbab itu datang didampingi Ning Sari (Nur Sari As’adiyah), putri semata wayangnya. Dengan penuh kasih sayang, Nyai Dju (panggilan akrab Nyai Djuwairiyah) membenarkan posisi selang oksigen tersebut. “Berangkat sekarang saja ke Surabaya,” kata Kiai Fawaid saat Nyai Dju berada di sampingnya. Pada Kamis siang (8/3), Nyai Dju memang menyarankan kepada Kiai Fawaid agar melakukan check up kondisi jantungnya ke rumah sakit Graha Amerta di Surabaya. Itu

sesuai petunjuk dari dokter spesialis di RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo. Hanya saja, perempuan asal Surabaya tersebut mengusulkan agar check up dilakukan hari Senin (12/03). Sebab, jika hari Sabtu dan Minggu, dokter biasanya tidak ada. Namun entah mengapa, Kiai Fawaid yang biasanya menganggap enteng urusan berobat, tiba-tiba meminta check up dilakukan saat itu juga. Pertimbangan Kiai Fawaid ingin berangkat sebelum Subuh, agar tak terjebak macet. Sehingga, bisa cepat sampai ke rumah sakit Graha Amerta Surabaya. Nyai Dju langsung menyetujui kemauan suaminya. Tak terkecuali sejumlah abdi dhalem yang biasa menyertai keluarga tersebut. Memang tak ada alasan untuk menunda lebih lama. Apalagi, saat itu mereka melihat wajah Kiai Fawaid yang tampak pucat dan seperti orang sangat kelelahan. Nyai Dju dan Ning Sari dibantu sejumlah abdi dhalem mempersiapkan kebutuhan pakaian dan sebagainya untuk ke Surabaya. Ichsan, menelepon sejumlah orang yang akan diajak ikut serta. Di antaranya, Lora Fadhoil, Lora Udin, dan Hasanah Tahir. Menunggu itu semua, Kiai Fawaid memilih melakukan salat tahajud di atas kursi roda. Itu adalah salah satu aktivitas keseharian yang di-istiqomahi-nya selama hidup. Sebelum salat, dia meminta Ichsan membawakan sebuah ceret berisi air untuk digunakan mengambil wudu. Di bawahnya diberi penadah berupa bak besar, agar air tak mengalir ke mana-mana. “Jadi, untuk ambil wudu itu tak harus dua kulah, jika keadaan darurat. Intinya, selama masih nyawa di badan, jangan sampai kita putus salat,” tutur Kiai Fawaid kepada Ichsan. Usai salat tahajud, Kiai Fawaid membuat keputusan baru. Kiai yang memimpin P2S2 Sukorejo sejak tahun 1990 itu, mendadak menunda keberangkatan ke Surabaya menjadi usai salat Subuh. “Biar saya tidak punya tanggungan (salat). Berangkat

setelah subuh saja biar saya tenang, tidak punya tanggungan kepada Allah,” ujar Ketua DPC PPP Situbondo itu. Dia juga meminta kepada Ra Fadhoil untuk membatalkan rapat dengan ketua kamar dan pengurus pesantren yang sudah diagendakan Jumat dan Sabtu malam. “Iya Kiai, saya sampaikan,” kata Ra Fadhoil yang dikenal ramah dan murah senyum tersebut. Sejumlah orang yang ada di kediaman Kiai Fawaid sibuk mempersiapkan segala keperluan untuk kelancaran perjalanan ke Surabaya. Hasanah Tahir misalnya. Dia menelepon Direktur RS dr Abdoer Rahem, dr Tony Wahyudi untuk ikut menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan. Ambulans, sejumlah dokter dan pejabat di lingkungan RS berpelat merah itu bersiap diri menunggu kedatangan Kiai Fawaid, meski pagi itu bukan masuk jam kerja. Kiai Fawaid sempat terlelap tidur menunggu waktu subuh. Begitu azan berkumandang, asistennya, Ali Mufti membangunkannya. “Sudah subuh ya, sudah subuh ya?” kata Kiai Fawaid, seakan ingin cepat-cepat menunaikan salat. Dia kemudian meminta Ali kembali mengambilkan ceret berisi air untuk digunakan mengambil wudu. Kakak KHR Kholil As’ad ini kemudian melaksanakan salat subuh di atas kursi roda. Tak ada yang menyangka, bahwa ini adalah salat subuh kali terakhir Kiai Fawaid. Kiai Fawaid tidak melewatkan kebiasaannya membaca doa-doa yang terkumpul dalam sebuah buku khusus setiap selesai salat subuh. Doa itu menjadi amal kesehariannya. Usai salat, Kiai Fawaid ternyata belum merasa plong. Dia kembali bertanya kepada Ali Mufti apakah dirinya sudah benar-benar tak punya tanggungan salat. Ali pun meyakinkan sang kiai jika tidak pernah ada salat yang terlewatkan selama ini. “Alhamdulillah, saya takut masih ada tanggungan kepada Allah,” kata kiai yang menyukai lagu-lagu Rhoma Irama itu. (bersambung)

■ KOMPAK...

Sambungan dari Hal 25

Puluhan anggota TNI juga hadir ikut mengumandangkan salawat untuk Nabi Muhammad SAW. Acara itu juga dimeriahkan grup hadrah dari Yon Armed 812 Kostrad Jember, pimpinan Sersan Mayor Eko Purwanto. Setelah mengumandangkan salawat, kegiatan keagamaan bertajuk ‘Banyuwangi Bersholawat’ itu diisi dengan ceramah

agama. Pengisi ceramah adalah Kapten CPM KH Ali Imron dari Mojokerto. Habib Hasyim mengatakan, jamaah pengajian Ahad pagi berkomitmen untuk terus menerus menyinari Banyuwangi dengan salawat. Kegiatan Banyuwangi bersalawat itu merupakan bagian dan usaha untuk menghadirkan Rasullah Muhammad SAW di tengah-tengah kita. “Jika Nabi Muhammad SAW selalu hadir dalam kehidupan

kita, insyaallah kita akan mendapatkan kebahagiaan dunia dan akhirat,” kata Habib Hasyim. Dia mengaku sengaja menghadirkan anggota TNI AL dan TNI AD untuk ikut andil dalam kegiatan tersebut. ‘’Kita ingin pejabat, tentara, dan rakyat jadi satu mengumandangkan salawat bersama-sama agar Banyuwangi aman dan Indonesia umumnya aman dan tenteram berkat salawat,” ujarnya. (afi/bay)

Daerah Lain Sudah Punya BPP ■ RAPERDA... Sambungan dari Hal 25

Menurut Handoko, Banleg sebenarnya sudah melakukan konsultasi ke Pemprov Jatim soal raperda inisiatif DPRD tentang BPP ini. Saat konsultasi itu, disarankan pembahasannya menunggu turunnya Peraturan Presiden (Perpres). “Akan segera turun Perpres tentang pertanian, salah satunya mengenai BPP ini,” terangnya.

Saran untuk menunda pembahasan raperda ini, lanjut Handoko, sudah disampaikan pada pimpinan dan anggota DPRD. Tapi nyatanya, dalam rapat paripurna internal, banyak anggota dewan yang meminta raperda ini untuk terus dibahas. “Maka kita perlu konsultasi lagi,” ujarnya. Menurut Handoko, salah satu alasan dari anggota dewan yang akan tetap membahas raperda BPP ini, di Jatim ada 18

kabupaten dan kota yang memiliki BPP. “Kalau di kabupaten dan kota lain bisa membentuk BPP, kenapa Banyuwangi tidak bisa,” cetusnya. Dengan dasar itulah, Banleg akan melakukan konsultasi lagi ke Pemprov Jatim agar bisa lebih jelas lagi. “Pada prinsipnya, pembahasan raperda tentang BPP ini akan tetap jalan terus, meski nanti harus terpotong karena berlawanan dengan Perpres,” ungkapnya. (abi/bay)

CARA SEHAT MENGATASI KELUHAN ASMA KETIKA asma menyerang, saluran nafas mengalami penyempitan karena hiperaktifitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan peradangan. Berikut adalah pengalaman Ridwansyah (16 thn) yang sudah 10 tahun lamanya menderita bronkhitis dan bahkan 3 bulan lalu oleh dokter ia didiagnosa menderita asma, “Kalau sakitnya sudah kambuh, nafas sering terasa sesak dan batukbatuk”. Terang remaja yang akrab disapa Ridwan tersebut. Pada penderita asma, penyempitan saluran pernafasan merupakan respon terhadap rangsangan yang pada paruparu normal tidak akan mempengaruhi saluran pernafasan. Penyempitan ini dapat dipicu oleh berbagai rangsangan, seperti serbuk sari, debu, bulu binatang, asap atau udara dingin. Asma dapat dihindari dengan menghindari penyebabnya. upaya lain adalah minum susu ettawa yang kini banyak beredar di pasaran. Banyak masyarakat kita yang belum mengetahui tentang manfaat yang terkandung dalam susu ettawa. Berbeda dengan susu sapi, sesungguhnya susu ettawa memiliki kandungan gizi yang lebih unggul, baik dari segi protein, energi, maupun lemak yang mendekati air susu ibu (ASI). Salah satu susu ettawa instan yang terkenal adalah Milkuma, Milkuma adalah minuman serbuk susu ettawa yang diproses secara alami, tanpa pemanis buatan. Bahan dasarnya adalah susu Ettawa dan Gula Aren. Mengetahui manfaat susu ettawa Milkuma ini, maka Ridwan tertarik untuk mengkonsumsinya. Dan hasilnya positif “Setelah 2 bulan ini saya minum Milkuma, sekarang nafas terasa lega dan batuk-batuk sudah hilang.” Terang remaja yang akrab disapa Ridwan tersebut.

Dengan tubuh yang sehat, kini Ridwan dapat menjalani aktifitasnya dengan nyaman, “Sekarang daya tahan tubuh saya prima, selain sekolah, saya pun bisa aktif di olahraga beladiri.” Ungkapnya. Warga Gempol Sari Indah, Bandung Barat inipun berkeinginan mengajak orang lain untuk merasakan manfaat susu ettawa ini. Selain mengandung Riboflavin, vitamin B yang penting untuk produksi energi, susu ettawa pun tidak menyebabkan alergi sehingga aman, dan bermanfaat untuk penderita asma. Satu gelas susu ettawa memasok 20,0% dari nilai harian Riboflavin. Selain itu, mengkonsumsi Milkuma sebanyak 2 gelas sehari bermanfaat untuk menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan vitalitas. Fluorine yang terdapat dalam susu ettawa bermanfaat sebagai antiseptik alami dan dapat membantu menekan pembiakan bakteri di dalam tubuh serta membantu pencernaan dan tidak menimbulkan dampak diare pada orang yang mengkonsumsinya. Selain itu, Fluorine baik untuk penderita bronkhitis dan asma. Selain diproses secara alami, pakan ternak yang diberikan pun organik, sehingga menghasilkan susu yang lebih sehat dan bermanfaat bagi kesehatan. Ditambah dengan kandungan Gula Aren bemutu tinggi sebagai pemanisnya, menjadikan Milkuma sebagai pilihan bijak untuk kesehatan. Dapatkan informasi lengkap tentang Milkuma di www. milkuma.com. Saat ini Anda bisa mendapatkan Milkuma di Apotek2 juga Toko Obat terdekat dikota anda, atau hubungi, Jatim; 082120862055. Banyuwangi, 081217957505; Apt Drajat Farma Jl. Gajahmada, Apt Dunia Sehat Jl. Jend Sudirman, Apt Asia Jaya Jl. Rogojampi, Apt Raya Jl. PB Sudirman. Depkes RI No. PIRT. 6.09.3328.01.395.


36

Jawa Pos-nya Kota Santri

Senin 12 Maret 2012

Warga Resah dengan Program Tanam Paksa Petani Adukan Manajemen PTPN XII ke DPRD ASEMBAGUS – Hubungan warga yang melakukan kerja sama atas pengelolaan lahan seluas 70 hektare, Pabrik Kapas, Kecamatan Asembagus memanas, beberapa bulan terakhir. Ini setelah pihak PTPN XII melakukan pemaksaan kepada warga untuk menanam tanaman kapas. Yang membuat warga resah, pemaksaan untuk menanam kapas ini juga dibarengi dengan tindakan arogansi petugas di lapangan. Mereka sudah banyak melakukan perusakan terhadap lahan yang dimanfaatkan warga lebih dari sepuluh tahun terakhir ini. “Permasalahan ini sudah kami bawa ke DPRD Situbondo agar segera dalam jalan keluar. Artinya bagaimana ada titik temu, baik petani maupun PTPN XII sama-sama diuntungkan. Kita tidak pernah punya niatan menguasai lahan, warga hanya ingin pola kemitraan yang telah berjalan terus berlangsung,” terang Hidayat, anggota KSM Mantap, organisasi petani yang melakuka kemitraan dengan PTPN XII. KSM Mantap bekerja sama dengan PTPN XII dengan pola kemitraan sudah berjalan selama sebelas tahun. Petani mengelola lahan sekitar 70 hektare. “Sebenarnya luas lahan sekitar 150 hektare, sisanya lagi dikuasai pengusaha kelas petani, sebagian lagi dikusai perasahaan musyafah untuk penangkaran benih,” terang Dayat. Selama sebelas tahun, masyarakat menanam di lahan tersebut, mengisinya dengan pola kemitraan dengan PTPN. Selama ini kerjasama sebenarnya sudah berjalan baik, meski ada sedikit gesekan.

“Yang menjadi soal karena ada pemaksaan program yang belum dikomunikasikan dengan baik dengan masyarakat. Tiba-tiba PTPN turun dengan membebaskan sejumlah lahan dengan cara membajak tanah

yang sudah ditanami oleh masyarakat,” paparnya. Nah, karena di beberapa tempat sudah terjadi pemaksaan itulah, masyarakat kemudian menanyakan legalitas pemaksaaan program oleh PTPN

12 sebagai pemegang HGU. Setelah ditelaah ternyata cacat hukum. Sebab yang diawalnya HGU berkedudukan di Situbondo, namun di lampiran terakhir tercantum Banyuwangi. (pri/aif)


Radar Banyuwangi 12 Maret 2012