Page 1

STANDAR

OPERASIONAL panduan

PROSEDUR teknis ADVOKASI advokasi

pendidikan tinggi kesehatan

HPE STUDENT


dari mahasiswa, untuk indonesia.


Panduan Teknis Advokasi Pendidikan Tinggi Kesehatan Telah disusun dan disepakati oleh:


4

Panduan Teknis Advokasi

a p a s m a l sa advokasi tim Q Student! HPE Menjadi mahasiswa pada era ini merupakan tantangan yang menarik. Dari masa ke masa, mahasiswa selalu mengemban tugas arifnya sebagai agen perubahan. Dalam menjalani peran tersebut, mahasiswa tidak pernah berhenti untuk mengusung gagasan, meginisiasi pergerakan, menangkap dan menggaungkan aspirasi mereka. Namun demikian, mahasiswa sebagai anak muda tidak selalu tercitra sebagai insan cendekia yang mampu menyampaikan gagasan mereka dengan cara intelek. Tidak jarang beberapa dari kita memilih jalan yang salah dalam penyampaian aspirasi, atau beradvokasi, sehingga pesan yang ingin disampaikan malah meluruh dan tidak terdengar oleh pihak yang kita tuju. Dalam upaya penyampaian gagasan tersebut dibutuhkan komunikasi efektif antara mahasiswa dengan pihak tersebut, yang sering kita kenal dengan istilah stakeholder atau pemangku kepentingan. Komunikasi efektif terjadi ketika komunikator berhasil menyampaikan pesan yang dimaksud kepada komunikan. Agar komunikator berhasil menyampaikan apa yang ada dalam


benaknya kepada komunikan, proses penyampaian pesan ini perlu diperhatikan. Pengemasan pesan yang salah dapat menggagalkan misi penyampaian pesan. Penyampaian aspirasi pada dasarnya merupakan proses komunikasi dengan membawa gagasan orang banyak kepada pihak yang memegang kekuasaan lebih besar oleh karena itu, mahasiswa sebagai komunikator harus benar-benar memperhatikan bentuk/metode penyampaian aspirasi mereka untuk mendapatkan atensi dan tanggapan yang baik dari pemangku kepentingan. Buku ini disusun dengan harapan proses komunikasi efektif dapat tercapai dalam strategi advokasi yang dijalankan oleh mahasiswa. Beberapa langkah advokasi telah kami cantumkan pada buku ini, baik yang dapat dilakukan bersama seluruh mahasiswa kesehatan atau pun yang dapat dijalankan oleh organisasi mahasiswa sejawat. Buku ini menyediakan pengetahuan umum mengenai langkah-langkah advokasi dan beberapa rekomendasi yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa dalam upaya advokasi yang dilancarkannya. Dalam pengerjaan panduan ini, Tim Advokasi HPEQ Student mendapatkan dukungan yang sangat baik dari kesepuluh organisasi mahasiswa yang tergabung dalam jaringan ini. Kami khususnya mengucapkan terima kasih kepada saudara Taufiq Asrul, Angyun Abraham, Ilham Jaya, William Cheng, Christian C. Halimkesuma, Zumroh Hasanah, Ariska Juniar Arlan, Jefri Afranda, Asri Kartika Putri, Gelar S. Rahmani, Koko Andi Irawan, dan Ade Puti sebagai tim kontributor penyusunan buku ini. Kami telah memberikan yang terbaik dalam penyusunan buku ini, oleh karena itu kami sangat terbuka untuk kritik dan saran membangun yang dapat membantu kami mengembangkan buku ini menjadi sumber informasi yang lebih kaya lagi ke depannya. Selamat memperjuangkan perubahan, advokat mahasiswa kesehatan! Yogyakarta, 31 Oktober 2012 Atas nama Tim Advokasi HPEQ Student Khadijah Astarini Putri


4

Panduan Teknis Advokasi

kata pengantar

Pendidikan bidang kesehatan beberapa tahun terakhir ini mengalami perkembangan yang pesat terutama dalam hal pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan. Perkembangan ini terutama didorong oleh kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan yang lebih baik seiring dengan visi Indonesia sehat 2025. Layanan kesehatan yang lebih baik akan dapat diwujudkan apabila sistem pendidikan kesehatan berjalan dengan baik. Karena itulah perbaikan dan atau peningkatan sistem pendidikan serta kualitas pendidikan kesehatan harus terus didorong dan diupayakan. ssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss

Dalam langkah perbaikan sistem dan atau peningkatan kualitas pendidikan tersebut, pelibatan dan peningkatan peran semua pemangku kepentingan sangat penting. Mahasiswa sebagai bagian dari sistem pendidikan diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam upaya perbaikan sistem dan peningkatan kualitas pendidikan kesehatan melalui berbagai upaya terutama menyuarakan pendapat dan gagasan mereka. Memang tidak mudah bagi mahasiswa untuk dapat menyampaikan aspirasi dan diterima. Masalah yang sering dihadapi mahasiswa adalah rendahnya atensi dari pengelola dan atau penyelenggara pendidikan. Salah satu kemungkinan yang


Kata Pengantar

menyebabkan hal tersebut terjadi adalah strategi penyampaian aspirasi yang kurang tepat. sssssssssssssssssssssssssssssssss HPEQ telah bekerja sejak tahun 2010 untuk membangkitkan dan mengembangkan sistem pendidikan kesehatan di Indonesia melalui fasilitasi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Program ini tidak hanya melibatkan pemangku kepentingan di sistem pendidikan kesehatan, melainkan juga memfasilitasi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas dirinya agar mampu memberikan dan menyampaikan gagasan yang cerdas. sssssssssssssssssssssssssssssssssssssss Buku Panduan Teknis Advokasi Pendidikan Tinggi Kesehatan ini merupakan buku panduan advokasi pertama yang disusun oleh mahasiswa. Diharapkan, buku ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh mahasiswa..ssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssssss Salam Dr. Widyo Winarso Kepala Subdirektorat Kemahasiswaan

7


daftar isi Salam Sapa tim Advo HPEQ Student........ 2 Kata Pengantar.......................................... 4 Daftar Isi.................................................... 6 Latar belakang.......................................... 7 Profil HPEQ Student.................................. 9 Tujuan....................................................... 11 Sasaran..................................................... 11 Langkah Langkah Advokasi...................... 12 Susunan Kajian yang Baik........................ 20 Penutup..................................................... 25 Tim Advokasi HPEQ Student.................... 26 Daftar Pustaka........................................... 27 Lampiran................................................... 28 Tim Kontributor.......................................... 29


Latar Belakang

7

latar belakang Sejak tahun 1990-an, mahasiswa sebagai generasi penerus telah membuktikan bahwa mahasiswa memliki kekuatan yang besar dalam mendorong terjadinya reformasi di Indonesia. Mahasiswa sebagai salah satu elemen masyarakat telah menyuarakan aspirasi rakyat dan pada akhirnya berhasil mengguncang orde lama. Sejarah tersebut telah mengangkat kekuatan aspirasi mahasiswa ke level yang lebih tinggi.

Namun demikian, beberapa bulan lalu banyak disiarkan mengenai aksi demonstrasi oleh mahasiswa yang berlangsung ricuh. Hal tersebut tidak mencerminkan sifat elegan yang diharapkan dapat dicitrakan oleh mahasiswa sebagai cendekiawan terdidik. Anarkisme pun tidak menarik simpati pemangku kebijakan. Ketidak-sesuaiannya sikap mahasiswa dalam penyampaian aspirasi tersebut menimbulkan kekecewaan. Cara penyampaian aspirasi oleh mahasiswa tidak selamanya dekat dengan kebrutalan. Pendekatan strategis kepada pemangku kepentingan dapat dilakukan. Metode tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu audiensi, hearing, dan aksi demonstrasi. Mahasiswa juga bisa menempuh jalan dengan mendekati jaringan terdekat dengan pemerintah.


8

Panduan Teknis Advokasi

HPEQ Student merupakan jaringan mahasiswa kesehatan yang bernaung dengan HPEQ Project Dikti. Posisi ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih dalam mengadvokasikan hasil aspirasi mahasiswa. Berkaitan dengan hal tersebut, sejak pertama kali didirikan, HPEQ Student telah melaksanakan upaya-upaya penyampaian aspirasi dengan berbagai cara. Salah satunya adalah dengan cara mengadakan sesi small working group (SWG) konferensi mahasiswa di Bali (2011). Pada sesi tersebut, mahasiswa dari seluruh Indonesia berdiskusi dan mengumpulkan aspirasi. HPEQ Student membuat kompilasi aspirasi tersebut kemudian menyampaikannya kepada pemangku kepentingan. HPEQ Student pada tahun ini membagi ruang kerja ke dalam beberapa ranah kerja, salah satunya adalah ranah kerja advokasi. Pekerja teknis untuk ranah kerja ini diampu oleh tim advokasi HPEQ Student. Tim ini bertugas untuk memfasilitasi penyampaian aspirasi mahasiswa kepada pemangku kepentingan pendidikan-profesi kesehatan. Tim advokasi HPEQ Student berinisiatif membuat standard of procedure (SOP) advokasi yang bertujuan untuk memudahkan dan memperjelas alur advokasi/penyampaian aspirasi dari organisasi mahasiswa ke pemangku kepentingan, baik yang akan dilakukan secara mandiri (oleh organisasi mahasiswa) atau bersama dengan HPEQ Student.


Profil HPEQ Student

9

profil HPEQ student

Partisipasi mahasiswa kesehatan di Indonesia dalam bidang pendidikan selama setahun terakhir telah mengalami perkembangan yang signifikan. Dengan dukungan Health Professional Education Quality (HPEQ) Project, yang selanjutnya disebut Proyek HPEQ Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, mahasiswa kesehatan mendapat kesempatan yang lebih besar untuk menyampaikan aspirasi mengenai pendidikan tinggi kesehatan yang mereka harapkan. Proyek HPEQ juga mendukung terselenggaranya Indonesian Health Professional Student Summit di bulan November 2010, yang telah menghasilkan sebuah deklarasi mahasiswa kesehatan dari 7 program studi kesehatan yang diwakili oleh Center for Indonesian Medical Students' Activities (CIMSA), Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI), Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia (ILMIKI), Persatuan Senat Mahasiswa Kedokteran Gigi Indonesia (PSMKGI), Ikatan Mahasiswa Kebidanan Indonesia (IMABI), Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (ISMAFARSI), Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan


10

Panduan Teknis Advokasi

Masyarakat Indonesia (ISMKMI), dan Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Gizi Indonesia (ILMAGI) mendukung keterlibatan mahasiswa dalam pengambilan keputusan untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi kesehatan dan menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam advokasi mahasiswa kesehatan Indonesia dalam bidang pendidikan tinggi kesehatan. Sepanjang tahun 2011, HPEQ Student telah melakukan tiga kajian dengan mengangkat tema pendidikan tinggi kesehatan, yaitu : kajian partisipasi mahasiswa dalam penataan pendidikan ting gi kesehatan, kajian interprofessional education (IPE) tahap I dan tahap II. HPEQ Student kembali menyelenggarakan Indonesian Health Professional Student Summit pada bulan Desember 2011.Pada pertemuan tersebut, HPEQ Student memberikan kesempatan pada organisasi mahasiswa kesehatan untuk bergabung dengan jaringan HPEQ Student. Sejak saat itu, Asian Medical Students' Association Indonesia (AMSA INA) dan Himpunan Mahasiswa Diploma III Keperawatan Indonesia (HIMADIKA Indonesia) secara resmi turut berkontribusi secara aktif dalam mendukung program kerja HPEQ Student dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi kesehatan dan kolaborasi antarprofesi sejak mahasiswa.


11

tujuan sasaran

Membuat rekomendasi langkah-langkah advokasi yang tertib dan efektif bagi mahasiswa kesehatan Indonesia, khususnya dalam bidang pendidikan tinggi kesehatan.

Organisasi mahasiswa kesehatan yang tergabung dalam HPEQ Student yaitu Center for Indonesian Medical Students' Activities (CIMSA), Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (ISMKI), Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia (ILMIKI), Persatuan Senat Mahasiswa Kedokteran Gigi Indonesia (PSMKGI), Ikatan Mahasiswa Kebidanan Indonesia(IKAMABI), Ikatan Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia (ISMAFARSI), Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia (ISMKMI), Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Gizi Indonesia (ILMAGI), Asian Medical Students' Association Indonesia (AMSA INA) dan Himpunan Mahasiswa Diploma III Keperawatan Indonesia (HIMADIKA Indonesia).


12

Panduan Teknis Advokasi

langkah langkah advokasi

HPEQ Student dapat berperan sebagai saluran penyampaian aspirasi dari mahasiswa kepada pemerintah dalam hal ini adalah Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) dan pemangku kepentingan lain dalam bidang pendidikan, menjadi tempat konsultasi ormawa mengenai kajian yang mereka ajukan, serta mengadakan diskusi bersama Ormawa kesehatan lain apabila diperlukan. Secara ringkas, peran HPEQ Student dapat digambarkan dalam alur advokasi berikut.


Isu

Bersama

Renstra

Ormawa

HPEQ Student

Aspirasi melalui HPEQ Student

Mandiri

Konsultasi

Audiensi

Pengaruh Kebijakan Gambar 1. Bagan Advokasi Pendidikan Tinggi Kesehatan


14

Panduan Teknis Advokasi

Isu yang akan diadvokasikan terdiri dari, isu bersama dan isu ormawa, yang akan dijelaskan di poin-poin selanjutnya. Isu bersama adalah isu yang disepakati untuk diangkat oleh seluruh ormawa.Pelaksanaan advokasi isu bersama dilakukan berdasarkan Rencana Strategis HPEQ Student yang disepakati bersama tahun 2010. Isu ormawa adalah isu yang diangkat secara khusus oleh salah satu ormawa. Pelaksanaan advokasi dapat dilakukan secara mandiri atau melalui bantuan HPEQ Student. Advokasi melalui HPEQ Student bertujuan untuk menyalurkan aspirasi melalui HPEQ Student, berupa audiensi dengan atau tanpa konsultasi. Untuk melaksanakan upaya advokasi, Ormawa dapat memanfaatkan fasilitasi dari HPEQ Student dalam menyampaikan hasil kajiannya. Tiga bentuk fasilitasi yang ditawarkan oleh HPEQ Student adalah:

A. Penyaluran Aspirasi HPEQ Student membantu Ormawa untuk meneruskan hasil kajian kepada pemangku kepentingan. Hasil kajian merupakan hasil pemikiran, analisis, dan/atau penyikapan Ormawa mengenai isu yang berkembang dalam lingkungan internal maupun eksternal Ormawa. Apabila Ormawa membutuhkan tanggapan dari pemangku kepentingan, maka Ormawa perlu dengan jelas menyatakan hal tersebut kepada HPEQ Student (bersama dengan pengiriman kajian Ormawa). Tanggapan dari pemangku kepentingan akan disampaikan ke Ormawa dan/atau HPEQ Student. Tanggapan yang ditujukan ke Ormawa namun dikirimkan kepada HPEQ Student akan dilanjutkan lagi ke Ormawa. HPEQ Student sebagai media penyalur aspirasi hanya membantu menjembatani proses penyampaian aspirasi. Pada tahap berikutnya, tidak lanjut terkait tanggapan dari pemangku kepentingan dikembalikan kepada Ormawa.

B. Audiensi Bersama Pada alur audiensi bersama, HPEQ Student mengundang perwakilan seluruh Ormawa kesehatan untuk berdiskusi mengenai isu tertentu yang diangkat sebagai kajian bersama. Hasil diskusi bersama perwakilan Ormawa tersebut akan diadvokasikan kepada pemangku kepentingan pada acara audiensi bersama. Pada acara tersebut, HPEQ


Langkah Langkah Advokasi

15

Student akan mengundang perwakilan mahasiswa kesehatan dan pemangku kepentingan untuk mendiskusikan suatu isu atau kajian tertentu untuk menemukan jalan tengah yang disepakati kedua belah pihak.

C. Konsultasi HPEQ Student sebagai bentuk kerjasama antarorganisasi mahasiswa kesehatan memiliki relasi yang luas. Ormawa yang memasukkan kajian untuk meminta pendapat akan diberi masukan oleh HPEQ Student dan/atau pakar dalam bidang pendidikan tinggi kesehatan. Ormawa dimungkinkan untuk merujuk pakar yang diinginkannya. Namun apabila pakar tersebut tidak menyanggupi, maka HPEQ Student akan mencarikan pakar lain degan bidang dan keahlian yang serupa. Ormawa kemudian dibebaskan memilih, untuk meminta fasilitasi HPEQ Student dalam penyampaian aspirasi tersebut ataupun melakukan audiensi secara mandiri. Proses advokasi untuk menyampaikan kajian yang telah diberi masukan dan sudah selesai direvisi dapat dilanjutkan ke pemangku kepentingan oleh HPEQ Student berdasarkan permintaan Ormawa atau langkah-langkah berikutnya akan dilanjutkan oleh Ormawa secara mandiri sampai tujuan advokasi tercapai. Bila Ormawa memutuskan untuk melakukan upaya advokasi secara mandiri, HPEQ Student tidak akanterlibat dalam audiensi atau proses penyampaian aspirasi oleh Ormawa. Peran HPEQ Student lebih dititikberatkan pada pemberian masukan dan konsultasi. Namun demikian, HPEQ Student merekomendasikan langkah-langkah advokasi berikut untuk dijadikan pedoman yang tidak kaku bagi Ormawa dalam melaksanakan penyampaian aspirasi secara mandiri : Organisasi mahasiswa mengangkat isu dan melaksanakan kajian internal. Organisasi mahasiswa dihimbau untuk mengirimkan tembusan hasil kajian yang akan disampaikan kepada pemangku kepentingan ke emailHPEQ Student. Organisasi mahasiswa menjalankan proses advokasi secara mandiri sampai selesai. Organisasi mahasiswa dihimbau untuk mengirimkan hasil audiensi dalam bentuk notulensi atau ringkasan audiensi kepada HPEQ Student.

A B C D


16

Panduan Teknis Advokasi

Gambar 2. Bagan Advokasi Pendidikan Tinggi Kesehatan (Sumber: Modifikasi dari Buku Merubah Kebijakan Publikoleh Mansour Faqih, Roem Topatimasang,Toto Raharjo dkk, 2004)


Langkah Langkah Advokasi

17

Langkah Advokasi Ormawa 1 2 3

4 5 6

7 8

Bentuk Lingkar Inti Membentuk tim khusus dalam satu organisasi yang fokus dalam pembahasan isu dan teknik advokasinya. Kumpul Data Info Mengumpulkan data, baik data primer maupun sekunder, melalui teknik survei, penelitian, observasi, dan studi pustaka. Analisis Data Menganalisis data yang sudah terkumpul dengan teori rujukan para ahli. Sebaiknya menganalisisnya dari beragam perspektif sehingga pandangannya lebih holistik. Tetapkan Sikap Menetapkan sikap atas sebuah isu strategis berdasarkan analisis data. Kemas Isu Mengemas isu strategis dalam bahasa yang mudah dipahami dan menarik simpati. Galang Aliansi Mengundang kelompok yang dianggap bisa menjadi partnership dalam advokasi sehingga kekuatan bisa lebih besar berdasarkan hasil analisis pemangku kepentingan. Bangun Basis Gerakan Internalisasi sikap dari sebuah isu strategis bagi anggota-anggota organisasi. Ajukan Konsep Tanding Mengajukan tawaran konsep yang mandiri sebagai gagasan alternatif atas sebuah masalah. Dalam hal ini, konsultasi dengan para pakar sangat dibutuhkan untuk memperkuat substansi gagasan.Model pengajuan konsep tanding biasanya dalam bentuk legal drafting dan judicial review dengan penjelasan sebagai berikut :

Legal drafting adalah cara penyusunan rancangan peraturan sesuai A tuntutan teori, asas, dan kaidah perancangan peraturan perundangundangan (Buku Legal Drafting Penyusunan Peraturan Daerah, USAID, 2007)


18

Panduan Teknis Advokasi

Legal drafting adalah cara penyusunan rancangan peraturan sesuai B tuntutan teori, asas, dan kaidah perancangan peraturan perundangundangan (Buku Legal Drafting Penyusunan Peraturan Daerah, USAID, 2007)

9

Lakukan Pembelaan Mengadakan pembelaan atas kepentingan yang dirugikan melalui jalur hukum, biasanya melalui pengadilan. Dua bentuk pembelaan yang dikenal yaitu class action dan legal standing, Class Action adalah sekelompok besar orang yang berkepentingan dalam suatu perkara, satu atau lebih dapat menuntut atau dituntut mewakili kelompoknya tersebut tanpa harus menyebutkan satupersatu anggota kelompok yang diwakili (Black Law Dictionary, 1991:170) Legal Standing adalah gugatan yang diajukan oleh organisasi kemasyarakatan/lembaga swadaya masyarakat, atas alasan untuk kepentingan masyarakat. 10 Pengaruhi pengambil kebijakan Tahapan ini dilaksanakan sebagai upaya mempengaruhi pengambil kebijakan agar kebijakannya berubah. Tahapan ini biasanya dilaksanakan dalam bentuk audiensi, negosiasi, dan lobi dengan pengertian menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), sebagai berikut : Negosiasi adalah proses tawar-menawar dengan jalan berunding guna mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak (kelompok atau organisasi) yang lain. Lobi adalah aktivitas yang dilakukan seseorang/kelompok untuk mempengaruhi orang lain dalam kaitannya sebagai pengambil kebijakan strategis. Audiensi adalah proses pembahasan hal tertentu antara kelompok yang berkepentingan dengan dengan pengampu kebijakan atau tokoh masyarakat. 11 Pengaruhi Pendapat umum Tahap advokasi ini dilaksanakan sebagai upaya mendapatkan dukungan publik. Model yang bisa digunakan ada 5 model yaitu sebagai berikut :

A B

A B C


Langkah Langkah Advokasi

19

Kampanye adalah kegiatan yang dilaksanakan untuk mendapatkan A simpati atau pemahaman atas sebuah masalah. Jajak pendapat adalah survei mengenai pandangan yang dilakukan B dengan menggunakan teknik sampel. Selebaran adalah tulisan propaganda yang dituis secara naratif sebagai C pandangan argumen atas sebuah sikap. Biasanya ditulis dalam satu halaman. Konferensi pers, menurut KBBI, adalah pertemuan pers yg diadakan oleh seorang tokoh untuk memberitahukan hal yg penting di hadapan wartawan dan utusan kantor berita untuk disebarluaskan melalui media massa. Press release adalah sebuah informasi dalam bentuk berita yang dibuat oleh public relation suatu organisasi atau perusahaan yang disampaikan kepada pengelola pers atau redaksi media massa (televisi, radio, media cetak, media online) untuk dipublikasikan oleh media massa tersebut (Soemirat dan Ardianto, 2004). 12 Lancarkan Tekanan Tahap advokasi yang menekankan pada tekanan moral terhadap pengambil kebijakan. Tahapan ini menjadi jalan terakhir jika tahap yang lain tidak berhasil. Bentuk tahapan ini biasanya dalam bentuk aksi massa. Secara khusus, peran HPEQ Student dalamalur advokasi kepada Direktorat JenderalPendidikan Tinggi (DIKTI) dan/atau Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud RI) adalah sebagai berikut.

D E

Gambar 3. Alur Advokasi Dikti - Kemdikbud


20

Panduan Teknis Advokasi

susunan kajian yang baik

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kajian : Isu yang diangkat adalah seputarpendidikan tinggi A kesehatan. Isu yang tidak membahas isu pendidikan

B

tinggi kesehatanakan didiskusikan secara internal untuk dipertimbangkan kelanjutannya, Kajian dapat berupa hasil penelitian atau berupa tinjauan pustaka; kajian berupa hasil penelitian harus menjelaskan penelitian dengan jelas dan mudah dimengerti; kajian berupa tinjauan pustaka perlu untuk mencantumkan daftar pustaka hasil karya tersebut.


Susunan Kajian yang Baik

21

Jalur ini dikhususkan untuk kajian yang ditujukan pada pihak Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (DIKTI) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud RI). HPEQ Student membantu organisasi mahasiswa dengan memberikan masukan dan melanjutkan kajian ke Dikti dan/atau Kemdikbud RI. Berikut merupakan mekanisme Jalur Dikti/Kemdikbud RI: Ormawa menyusun kajian yang akan disampaikan kepada Dikti, A Kemdikbud RI, dan secara internal. Kajian dalam berbentuk hasil

B

C

penelitian maupun hasil tinjauan pustaka Ormawa. Kajian tersebut dikirim ke HPEQ Student via email untuk mendapat masukan terlebih dahulu. Masukan untuk kajian Ormawa merupakan masukan dari HPEQ Student dan/atau pakar dalam bidang pendidikan tinggi kesehatan. Ormawa dimungkinkan untuk merekomendasikan pakar yang akan dimintai pendapat, tetapi apabila pakar tersebut tidak menyanggupi maka HPEQ Student akan memilihkan pakar dalam keahlian yang serupa. Setelah diberikan masukan, kajian dikembalikan pada Ormawa untuk diperbaiki sesuai dengan masukan tersebut. Kajian yang sudah direvisi akan dilanjutkan oleh HPEQ Student kepada pihak Dikti dan/atau Kemdikbud RI. Apabila diperlukan, HPEQ Student akan memfasilitasi audiensi antara Ormawa dan Dikti. Namun, bila audiensi tidak diperlukan, tanggapan dari Dikti dan/atau Kemdikbud RI yang diterima oleh HPEQ Student akan dilanjutkan kepada Ormawa. Tindak lanjut terhadap tanggapan dari Dikti dan/atau Kemdikbud RItersebut dikembalikan kepada Ormawa.

D E

HPEQ Student berperan untuk memfasilitasi Ormawa dalam memberikan masukan terhadap kajian yang diajukan.Langkah-langkah di atas bertujuan untuk memperbesar kemungkinan kajian dari organisasi mahasiswa mendapatkan tanggapan dari pihak Dikti dan/atau Kemdikbud RI.


22

Panduan Teknis Advokasi

Hasil kajian isu internal dilampirkan dalam bentuk dokumen dengan struktur narasi formal dengan struktur penulisan sebagai berikut :

a. Cover identitas organisasi mahasiswa b. Latar belakang : Indikasi isu dan sasaran advokasi c. Tujuan d. Sasaran e. Tinjauan pustaka f. Data hasil survei, riset, observasi, dan/atau wawancara (apabila kajian merupakan hasil penelitian)

g. Hasil kajian h. Penutup : Simpulan dan Saran /Rekomendasi/ Usulan iTim penyusun Kontak tim penyusun

Kontak organisasi mahasiswa Setelah kajian selesai dibuat, hasil kajian dapat dikirimkan dengan menyertakan beberapa hal berikut.

Data penunjang 1 Berikut yang termasuk data penunjang:

a.Data mentah (apabila tersedia) : data primer (populasi, sampel, lokasi jelas) dan sekunder (sumber rujukan atau referensi jelas).

b.Referensi dapatditampilkan dalam bentuk softcopy dan data sekunder lainnya.

Pemangku kepentingan yang ditujusesuai dengan analisis 2 pemangku kepentingan. Organisasi mahasiswa menentukan sasaran pemangku kepentingan.HPEQ Student memberi rekomendasi setelah kajian disampaikan oleh organisasi mahasiswa yangdisampaikan pada mukadimah email. HPEQ Student dapat melakukan pendekatan pada pemangku kepentingan berikut: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemdikbud RI) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dikti)

a. b.


Susunan Kajian yang Baik

23

c..Asosiasi institusi pendidikan kesehatan d. Organisasi profesi kesehatan e. Kementerian KesehatanRepublik Indonesia (Kemenkes RI) f. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) g. Asosiasi institusi pendidikan kesehatan h. Organisasi profesi kesehatan I. Kementerian KesehatanRepublik Indonesia (Kemenkes RI) j. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Audiensi 3 RencanaApabila organisasi merencanakan

akan melaksanakan audiensi, maka perlu dicantumkan rencana pelaksanaan audiensi. Undangan untuk pemangku kepentingan dapat disertakan dalam email yang sama dan dilampirkan bersama dokumen hasil kajian dan data penunjang. Perwakilan HPEQ Student melakukan pendampingan untuk organisasi mahasiswa sesuai dengan kebutuhan.

tim kajian 4 Kontak Informasi lengkap tim kajian dicantumkan pada akhir mukadimah email. HPEQ Student hanya berkorespondensi dengan kontak yang tercantum untuk mempermudah komunikasi.Diharapkan yang menjadi kontak dapat memberikan informasi sejelas-jelasnya sehingga mudah untuk dihubungi baik oleh HPEQ Student maupun pihak pemangku kepentingan.

5

Kata pengantar dalam email Perlu ada kata pengantar yang disampaikan dalam email.Tujuan dan permohonan tanggapan disertakan pada bagian ini.

6 Tujuan Tujuan berisi tentang luaran dari hasil kajian/pernyataan sikap yang diajukan oleh organisasi mahasiswa.Tujuan dicantumkan dengan jelas sehingga mudah dipahami oleh HPEQ Student dan pemangku kepentingan. Hal ini perlu diperjelas terkait dengan kelanjutan dari peran HPEQ Student dalam proses advokasi organisasi mahasiswa. Tujuan dapat berisi tentang : Harapan organisasi mahasiswa dalam hal perubahan kebijakan yang terbaik untuk kedua belah pihak (mahasiswa dan pemangku kepentingan).

a.


24

Panduan Teknis Advokasi

b.Harapan organisasi mahasiswa dalam hal konfirmasi kebenaran

suatu kebijakan atau terciptanya suatu kesepahaman antara mahasiswa dan pemangku kepentingan.

7 Tanggapan Penyampaian permohonan tanggapan dibutuhkan dengan harapan pihak pemangku kepentingan dapat merespon sesuai dengan harapan organisasi mahasiswa. Bentuk permohonan tanggapan seperti : Tanggapan tertulis resmi dari pemangku kepentingan Permohonan undangan audiensi

a. b.


Penutup

penutup

Demikianlah Panduan Teknis Advokasi Pendidikan Tinggi Kesehatan untuk dijadikan pedoman bagi organisasi mahasiswa kesehatan dalam upaya penyampaian aspirasi. Berikut merupakan hal-hal yang perlu diperhatikan : Ormawa direkomendasikan untuk menggunakan panduan teknis ini terutama pada proses advokasi yang melibatkan Kemdikbud RI, Dikti, atau kementerian/lembaga lain. Panduan Teknis Advokasi ini hanya merupakan salah satu solusi alternatif dari HPEQ Student untuk menyampaikan aspirasi secara efektif dan efisien. Dalam proses advokasi seperti yang di jelaskan di dalam panduan teknis ini, peran HPEQ Student hanya berupa fasilitatordalam penyampaian aspirasi.Luaran dari proses advokasi serta hasil kajian yang disampaikan adalah tanggung jawab dari ormawa masing-masing. Panduan ini dapat digunakan oleh Ormawa lain dengan modifikasi sesuai kebutuhan.

A B C

25


26

tim advokasi HPEQ student

Panduan Teknis Advokasi

Khadijah Astarini Putri Institusi : UGM/ILMAGI Nomor handpone : 08174855065 Email : astariniputri@gmail.com

Muhamad Jauhar Institusi : Unpad/ILMIKI Nomor handphone : 085740230846 Email : muhamadjauhar90@gmail.com


Penutup

27

daftar pustaka

Legislative Strengthening Team. 2007. Buku Legal Drafting Penyusunan Peraturan Daerah Buku Pegangan untuk DPRD. Local Governance Support Program Mansour Faqih, Roem Topatimasang,Toto Raharjo. 2004. Merubah Kebijakan Publik. INSISTPress Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia.Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Available at: http://pusatbahasa.kemdiknas.go.id/kbbi (diakses pada tanggal 5 Agustus 2012) Soemirat dan Ardianto. 2011. 10 Langkah Mudah Menulis Press Release. Available at: http://kenapaharuspr.com/2011/05/sepuluh-tipsmenulis-press-release/ (diakses pada tanggal 5 Agustus 2012) Sulasi Rongiyati. Class Action sebagai Alternatif Penyelesian Sengketa. Avaibale at: http://isjd.pdii.lipi.go.id/admin/jurnal/21064558.pdf (diakses pada tanggal 5 Agustus 2012)


28

Panduan Teknis Advokasi

lampiran


Tim Kontributor

tim kontributor

1. Taufiq Asrul 2. Angyun Abraham 3. lham Jaya 4. William Cheng 5. Christopher C. H 6. Zumroh Hasanah 7. Ariska Juniar Arlan 8. Nathania S. Sutisna 9. efri EfrandaIkatan 10. Asri Kartika Putri 11. Gelar S. Ramhani 12. Koko Andi Irawan 13. Ade Putri

25

Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia Ikatan Senat Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Indonesia Asian Medical Student's Association Indonesia Center of Indonesian Medical Student's Activities Ikatan Mahasiswa Kebidanan Indonesia Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Keperawatan Indonesia Asian Medical Student's Association IndonesiaJ Senat Mahasiswa Farmasi Seluruh Indonesia Center of Indonesian Medical Student's Activities Persatuan Senat Mahasiswa Kedokteran Gigi Indonesia Ikatan Lembaga Mahasiswa Gizi Indonesia Himpunan Mahasiswa Diploma Tiga Keperawatan Indonesia


www.hpeqstudent.org contact@hpeqstudent.org

@hpeqstudent facebook.com/HPEQstudent

Panduan teknis advokasi  

Suarakan pendapat dan gagasanmu dengan strategi penyampaian yang tepat dan cerdas. Dari mahasiswa untuk Indonesia.

Advertisement