Page 1

Kepahiang-Rejang Lebong Jumat, 13 Desember 2013 Halaman

Petani Tanjung Dalam Diterkam Beruang Hitam

Peringatan HMPI dan GPTP

2.830 Bibit Pohon Dibagikan RBI, KEPAHIANG - Memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) serta Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon (GPTP) tingkat Kabupaten Kepahiang, Pemkab Kepahiang bersama Forum Komunikasi Pemerintah Daerah (FKPD), TP PKK Kepahiang dan BPDAS Ketahun melakukan pembagian 2.830 lebih bibit pohon di Desa Taba Padang Kecamatan Seberang Musi, Kamis (12/12). Panitia penanaman pohon, Apandi, S.Sos menyampaikan bahwa selain membagikan secara simbolis bibit pohon, dilakukan juga penanaman bibit pohon. Dijelaskan Apandi, jenis bibit yang dibagikan yakni bibit sengon sebanyak 2.500 batang, pala 100, mahoni 100, blambang lanang 100 bibit, rambutan 10, kelengkeng 10 dan bibit mangga 10 batang. "Selain membagikan bibit pohon, kami juga bagikan pupuk secara simbolis dan 10 bibit pohon naga untuk organisasi wanita," sampai Apandi. Dinas Kehutanan dan Perke-

bunan (Dishutbun) sebagai panitia program tersebut membagikan pupuk organik jenis granular sebanyak 241.885 Kg atau 241,8 ton untuk 21 kelompok tani yang penyerahannya dilakukan secara simbolis sebanyak 3 Kg. "Sebenarnya banyak yang kami salurkan kepada Poktan ini, ada juga bibit karet okulasi, ada juga bahan pengendalian hama serta gunting untuk pemangkasan cabang pohon," beber Apandi. Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Hj. Ice Rakizah Syafrie, M.Kes pada sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan itu penting untuk meningkatkan kepedulian masyarakat menanam dan memelihara pohon secara berkelanjutan. "Semua bagian dari masyarakat harus peduli dengan penghijauan ini untuk mengurangi pemanasan global dan untuk kehidupan pada masa mendatang. Keberlangsungan hutan ini dapat mencegah terjadinya bencana seperti banjir dan longsor," terang Ice.(mae)

BPDAS Pertanyakan CSR PLTA Musi Debit Sungai Musi Berkurang RBI, KEPAHIANG - Tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) PLTA Musi Kecamatan Ujan Mas dipertanyakan. Pasalnya, sejak pengoperasian PLTA itu, debit air sepanjang aliran Su n ga i Mu s i m e n ga l a m i penurunan. Bahkan, PLTA Musi dinilai tidak peduli dengan kondisi sungai tersebut. "Turunnya debit air Sungai Musi itu akibat aktifitas PLTA dan kerusakan hutan yang parah. Oleh karena itu, sudah seharusnya manajemen PLTA membantu menjaga kelestarian kawasan hutan, terutama yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS)," ujar Kepala Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Ketahun Ir. Sumarsono, MM disela-sela peringatan hari menanam pohon Indonesia dan HUT Perkebunan di Desa Taba Padang, Kamis (12/12). Sewajarnya, kata dia, PLTA Musi menyisihkan dana CSR yang telah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 47 Tahun 2012 tentang CSR untuk melestarikan ka-

wasan hutan. "Saya dengar PLTA itu punya dana CSR yang besar dan pernah direalisasikan untuk masyarakat di sekitar. Nah, untuk kedepan seharusnya juga digunakan memperbaiki kawasan hutan yang rusak di sekitar itu," terangnya. Menurut Sumarsono, PLTA Musi juga harus mewaspadai penurunan debit air Sunagi Musi. Pasalnya, operasi PLTA itu akan terhenti jika penurunan debit air mencapai batas tertentu. "Kalau debit air tak memungkinkan lagi, tentu otomatis operasional PLTA bisa saja terhenti. Ini juga perlu dipikirkan oleh manajemen PLTA," imbuhnya. Penurunan debit air sungai Musi tak hanya dikeluhkan oleh warga sepanjang SUngai Musi di Kabupaten Kepahiang, namun masyarakat yang berada di aliran Sungai Musi dan masuk kawasan Provinsi Sumatera Selatan juga merasakannya. "Yang bergantung pada aliran Musi ini cukup banyak, bukan hanya warga di sekitar aliran Musi, namun juga tanaman dan ekosistem di sepanjangan aliran sungai itu pun banyak yang bergantung dengan debit airnya," demikian Sumarsono.(mae)

Penyebutan e-KTP Wajib Berubah Jadi KTP-el Mulai 1 Januari 2013 RBI, KEPAHIANG - Mulai 1 Januari 2014, penyebutan e-KTP (electronic KTP) wajib berubah menjadi KTP elektronik yang disingkat KTP-el. Menurut Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kepahiang, Drs. H. Rifqih, SE sejak sekarang penyebutan yang sesuai dengan kaedah bahasa Indonesia itu sudah harus dibiasakan. Demikian dikemukakannya kepada jurnalis di ruang kerjanya, Kamis (12/12). "Penyebutan e-KTP menjadi KTP-el ini sudah kesepakatan pada raker (rapat kerja) seluruh Kepala Dinas Dukcapil se-Indonesia di Jakarta yang digelar tanggal 8 hingga 10 Desember kemarin. Penyebutan KTP-el ini sudah disesuaikan dengan kaedah Bahasa Indonesia yang benar menurut pakar linguistik atau pakar bahasa," sampai Rifqih. Dikatakan Rifqih, penyebu-

tan e-KTP merupakan penggabungan Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, sehingga perlu di-Indonesia-kan sesuai dengan pendapat pakar Bahasa Indonesia. "Ini sudah disosialisasikan kepada kami untuk disampaikan kepada seluruh masyarakat, terutama di Kepahiang. Meski mulai Januari nanti, tapi mulai sekarang sudah harus dibiasakan menyebut KTP-el," jelas dia. Untuk menyosialisasikan itu, sambung Rifqih, peran media sangat penting agar masyarakat mengetahuinya. "Peran media sangat penting. Karena sekarang memang kita sudah familiar dengan penyebutan e-KTP yang sebenarnya secara kaedah Bahasa Indonesia salah. Kalau media mulai menyebutkan KTP-el, maka secara perlahan akan terbiasa. Di Kantor ini (Disdukcapil) semua sudah wajib menyebut KTP-el bukan e-KTP lagi," pungkas Rifqih. (mae)

7

MUKTAR AMIN/RADAR BENGKULU

FKPD Kabupaten Kepahiang berfoto bersama dengan perwakilan Poktan penerima bibit dalam acara GPTP di Seberang Musi kemarin

Rampok Kembali Beraksi di Lembak

Modus Paku Ninja RBI, CURUP – Aksi perampokan di wilayah jalur lintas Curup-Lubuk Linggau calon Kabupaten Lembak seakan tidak ada habis-habisnya dan kian mengganas saja. Terbukti, perampokkan dengan modus memasang jebakan paku ninja di jalan lintas Curup Lubuk Linggau, dialami mobil travel PO Ratu Agung jurusan BengkuluPalembang pada Rabu malam (11/12) sekitar pukul 22.30 WIB. Mobil jenis Toyota Innova yang dikemudikan, Hidayat (39) ini dihadang saat melintas di jalan umum Desa Tanjung Aur Kecamatan Sindang Kelingi. Perampokan yang diduga dilakukan 8 orang pelaku menggunakan 4 motor. Akibatnya, harta benda milik korban seperti

dompet berisikan uang Rp 100 ribu, surat kendaraan serta 1 unit HP milik Hidayat berhasil digasak pelaku. Diduga tak memiliki banyak waktu, pelaku akhirnya mengurungkan niatnya merampok benda berharga milik penumpang lainnya. Dalam laporan dihadapan petugas, korban bercerita seputar kronologis kejadian yang bermula saat mobil dari arah Palembang menuju Bengkulu tiba-tiba mengalami pecah ban saat melintas di Sawangan Desa Blitar Sindang Kelingi. Berniat ingin mengecek kondisi ban, sopir menghentikan mobilnya di Desa Tanjung Aur Sindang Kelingi. Tak berselang lama, pelaku yang bergerombol langsung menghampiri mobil dan menodong leher korban Hidayat

menggunakan pisau. Pelaku meminta Hidayat menyerahkan benda berharga miliknya, merasa terancam Hidayat pun mengikuti perintah pelaku. Kapolres RL, AKBP. Edi Suroso, SH melalui Kasuba Humas, Iptu. Ishak, saat dikonfirmasi, mengatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan atas laporan korban di Polsek Sindang Kelingi. Petugas mengakui telah mengantongi identitas pelaku yang saat itu langsung kabur membaur di sebuah pesta malam di desa setempat. “Identitas para pelaku sudah kami ketahui. Usai kejadian anggota sempat melakukan pengejaran. Saat itu pelaku diketahui membaur di sebuah pesta. Kami berupaya melakukan penangkapan secepatnya,” pungkas Ishak.(gol)

Disdikpora Pastikan MZ Adalah Guru RBI, KEPAHIANG - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kepahiang memastikan PNS Kepahiang berinisial MZ (30) yang terjaring operasi pekat Polres Rejang Lebong Selasa (10/12) lalu merupakan guru di salah satu SMA Negeri di Kabupaten Kepahiang. Hal ini diakui oleh Kepala Dinas Dikpora Kepahiang, Mansori, SH, MH pada Kamis (12/11) di ruang kerjanya. "Kemarin memang kami belum tahu, tapi kepala sekolah tempat dia itu mengajar melaporkan kepada saya bahwa dia itu guru di sana. Jadi, dia bukan staf di Kantor Kecamatan Muara Kemumu," ungkap Mansori. Namun, Mansori enggan

membeberkan sekolah tempat MZ mengajar. Menurutnya, hal itu untuk menjaga citra sekolah itu. Meski demikian, Dinas Dikpora telah meminta penjelasan MZ untuk melakukan pembelaan. "Dia berhak membela dan kami telah memintai penjelasan dari yang bersangkutan. Kalau versi dia (MZ), waktu itu ia hanya lewat dan melihat keramaian yang kebetulan ada acara musik. Tak lama ada operasi pekat dan dia ikut terjaring. Ia mengaku bukan tamu dari salah satu wanita penghibur," terang Mansori. Mansori mengaku tetap akan memberikan sanksi teguran kepada MZ. Namun, Disdikpora

juga menunggu hasil pemeriksaan Inspektorat. "Kami akan memberikan sanksi teguran keras kepada yang bersangkutan. Tapi, kami juga menunggu proses pemeriksaan Inspektorat," tandas Mansori. Terpisah, Inspektur Kabupaten Kepahiang, Darwin, SH mengaku akan meminta keterangan lebih lanjut terhadap MZ. "Kami akan menyelidiki hal ini. Hal pertama yang akan kami lakukan adalah berkoordinasi ke Polres Rejang Lebong. Kami mau pastikan keterangan MZ kepada pihak kepolisian di sana waktu dia terjaring operasi pekat," sampai Darwin. (mae)

Kominda Gelar Bimtek Terbatas RBI, KEPAHIANG - Komunitas Intelijen Daerah (Kominda) Provinsi Bengkulu menggelar bimbingan teknis (Bimtek) terbatas pada hari ini (Jumat, 13/12) di aula Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kepahiang. Pada bimtek ini kemungkinan juga akan dibahas beberapa isu politik menjelang Pemilu 2014. "Besok (hari ini) akan ada acara bimtek. Namun, ini terbatas karena ruang aula kami tak terlalu besar. Di sini kami hanya memfasilitasi saja, kegiatannya yang menyelenggarakan Kominda Provinsi Bengkulu," ujar Kepala Kesbangpol Kepahiang, Bambang Utomo,SH di ruang kerjanya, Kamis (12/12). Menurut Bambang tema b i mt e k ya k n i m enyikapi Keputusan Gubernur Bengkulu Nomor N.99.XXI8 Tahun 2013. "Kalau dalam undangan Bimtek ini akan membahas mengenai keputusan guber-

nur tentang pembentukan Kominda. Namun, mungkin juga akan membahas tentang banyak hal tentang intelijen," sampai Bambang yang didampingi Kabag TU Kesbangpol Kepahiang, Yusmanidar, S.Pd. Dijelaskan Bambang, di Kabupaten Kepahiang, Kominda juga telah didirikan dan Kesbangpol merupakan

sekretariatnya. "Di Kepahiang sudah ada Kominda juga. Kominda ini memiliki peran dan fungsi mendukung penyelenggaraan pemerintah khususnya mendeteksi dan mengantisipasi isu-isu politik dan keamanan. Apa lagi menjelang Pemilu ini, tentu isu politik menjadi hal yang perlu dipantau," tutup Bambang.(mae)

RBI, CURUP – S e orang petani warga Desa Tanjung Dalam Kecamatan Curup Selatan, Seunani (34), kemarin (12/13), nyaris menjadi amukan seekor Beruang Madu (Helarctos malayanus) saat sedang bekera di kebunnya di perkebunan warga di Desa Air Lanang Kecamatan Curup Selatan. Beruntung kejadian yang berlangsung sikat sekitar pukul 15.00 WIB itu tidak merenggut nyawa korban. Namun korban mengalami sejumlah luka cakar di kakinya, sehingga terpaksa dirwat intensif di IGD RSUD Curup. Dari penuturan korban, peristiwa naas terjadi, bermula saat korban beserta suaminya sedang melakukan aktifitas membersihkan kebun kopi miliknya. Semula korban tidak menyadari jikaadaberuang liar yang masuk kebun tersebut. Sebelum pulang, korban berniat memetik cabe rawit yang telah siap panen yang juga ditanam di kebun miliknya tersebut. Saat itulah, tiba-tiba dari arah belakang tubuh korban muncul satu ekor beruang madu dan langsung berupaya menerkam korban.

Korban yang ketakutan langsung berupaya berlari dan memanjat pohon kopi yang berada tidak jauh dari tempat korban berdiri. Melihat korban berlari, beruang semakin mengamuk dan mengejar korban. Tak ayal, kaki kiri korban berhasil dicakar beruang. Korban yang kesakitan langsung berteriak. Selang beberapa menit, Suami korban datang dan mengusir beruang menggunakan senjata tajam parang dan kayu kopi. Sehingga, beruang berlari menjauhi korban dan masuk ke dalam hutan yang berada tidak jauh dari kebun korban. “Saya tidak tahu pak kalau ada beruang madu di belakang saya. Saat saya datang ke pohon cabe rawit itu, beruang itu tidak terlihat. Untungnya, suami saya cepat datang menolong saya,” ujar Korban. Terpisah, Kepala BKSDA RL, Darwis Saragi saat di konfirmasi melalui telpon mengatakan, pihaknya belum mengetahui peristiwa tersebut. “Dalam waktu dekat, kami akan m e l a ku k a n p e m e r i k s aa n lokasi tersebut dan melakukan pencarian terhadap beruang tersebut,” pungkas Darwis.(gol)

BPKP Audit Dana Pengadaan Alkes 2012 RBI, KEPAHIANG - Sebanyak 7 orang saksi dalam perkara dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) 2012 dimintai keterangan oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Bengkulu pada Kamis (12/12) di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepahiang. Pemeriksaan itu sebagai bagian dari audit BPKP untuk mengetahui kepastian kerugian negara pada perkara itu. Kajari Kepahiang, H Wargo, SH melalui Kasi Pidsus Dodi Junaidi, SH didampingi Ketua Tim Penyidik, Roy Riady, SH mengatakan, BPKP sedang menghitung kerugian negara dari proyek pengadaan Alkes dengan total anggaran senilai Rp 1,9 miliar. "Pengadaan untuk Alkes di 8 Pusat Kesehatan Desa (Puskesdes) itu sedang diaudit BPKP. Kalau pemeriksana versi kami kerugian negara ada Rp 0,5 miliar. Untuk lebih jelas, kami perlu audit dari BPKP ini," ujar Roy. Menurut Roy, dugaan kerugian negara yang akan ditetapkan dalam perkara itu nantinya akan menggunakan sesuai yang ditetapkan BPKP. "Saksi ahli dalam penghitun-

gan kerugian negara di sini adalah BPKP. Jadi, yang akan digunakan tentu hasil penghitungan BPKP," imbuhnya. Roy mengatakan 7 orang saksi yang diperiksa kemarin merupakan bagian dari Kelompok Kerja (Pokja), Panitia Pelaksana Kegiatan (PPK) dan Bendahara kegiatan pengadaan Alkes. "Hari ini (kemarin) 7 orang saksi yang diperiksa itu baru kami mintai keterangan singkat saja. Namun, BPKP akan beberapa hari di sini untuk bisa mendapati angka kerugian negara secara pasti," pungkasnya. U nt u k d i k e t a hu i , p a d a perkara dugaan korupsi pengadaan Alkes ini, Kejari Kepahiang telah menetapkan dua orang tersangka yakni mantan Kadinkes Kepahiang, Subi Utama, SH, M.Kes selaku KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) dan Kontraktor Pelaksana, Zulfianis. Keduanya ditahan pada Senin (9/12) lalu. Kedua tersnagka dijerat pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Tipikor. (mae)

Radar Bengkulu 13 Desember 2013  

Halaman 7

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you