Issuu on Google+

SEMANGAT ASPIRASI RAKYAT

Rakyat Sumsel radar_palembang@yahoo.com

RAKYAT SUMSEL

@radar_palembang

SELASA 1 APRIL 2014

HARGA Rp 4.000

Hatta Rebutan Massa dengan Besan KETUA Dewan Pembina yang juga menjabat ketua umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa yang dalam kehidupan sosial berbesan, siap rebutan massa di Palembang, Selasa (1/4). Dengan panji masingmasing partai, Presiden RI dan Menko Perekonomian siap curi simpati Wong Palembang.

PALEMBANG, RS – Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa akan melakukan kampanye di Patra Jaya Plaju. Dirinya sangat dingin menanggapi jadwal kampanye PAN sama dengan Demokrat yang bersamaan hari? Dijelaskan ❏ Ke halaman VII

JUMPA MEDIA: Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Hatta Rajasa didampingi Ketua POK Partai PAN Hafisz Tohir melakukan jumpa pers di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Senin (31/3). FOTO : SALAMUN/RADAR PALEMBANG

KPK: Laporan Korupsi Palembang Capai 573 Kasus PALEMBANG, RS – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat, sejak tahun 2008-2013 kemarin, sedikinya ada 573 kasus

korupsi yang dilaporkan berasal dari kota Palembang. Dari jumlah tersebut, 525 kasus korupsi yang dilaporkan telah ditelaah

untuk ditindak lanjuti. “Jumlah tersebut hanya yang diterima, sebab ada juga yang ❏ Ke halaman VII


Pasar Kito

II

RAKYAT SUMSEL, SELASA 1 APRIL 2014

Wamentan : Impor Jangan Saat Panen Raya PEMERINTAH menegaskan Indonesia bukanlah anti terhadap impor. Hanya saja, impor sebaiknya dilakukan pada waktu-waktu tertentu. JAKARTA,RS- “Hakikatnya dari pandangan kita, kita tidak pernah anti impor. Tapi bagusnya impor hanya bisa kita lakukan kalau kita tidak punya barang itu,” kata Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan saat menutup acara Agrinex Expo

2014 di Jakarta Convention Center di Senayan, Jakarta, Minggu (30/3). Rusman mencontohkan importasi anggur dari negara-negara luar sah-sah saja untuk memenuhi kebutuhan, karena Indonesia tidak banyak memproduksi anggur.

“Tapi kalau kita impor apel, petani apel di Malang bisa marah,” tegasnya Kondisi lain, lanjut Rusman, impor dilakukan pada saat pertanian di Indonesia sedang tidak memasuki masa panen. Dia membayangkan betapa sedihnya petani-petani lokal jika hasil produksinya diserbu barang-barang impor. “Alangkah jeleknya kalau impor masuk, petani kita sedang ramai-ramainya panen. Kalau

lagi panen raya itu sensitif sekali, berapa kilo pun kita impor petani akan bersedih,” katanya. Rusman mengatakan, hal itulah yang kini menjadi perhatian pemerintah, demi mendapatkan ketahanan pangan di negeri sendiri. “Itulah yang menjadi kebijakan kita di pertanian. Kita bukan anti pada perdagangan global tapi kita wajib melindung petani kita yang belum hidup sejahtera,” tutupnya.(zul/dru)

Rp 800 M Realisasi KUR Perikanan JAKARTA,RS- Realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor Kelautan dan Perikanan (KP) hingga akhir Desember 2013 telah mencapai Rp 809,7 miliar. Adapun jumlah debiturnya sebanyak 10.130 debitur dengan rata-rata pinjaman per debitur sejumlah Rp 79.940.000. Nilai tersebut merupakan akumulasi laporan tahun 2013 dari 24 bank pelaksana KUR-KP, yang terdiri dari 5 bank nasional

dan 19 bank daerah. Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo menjelaskan, kredit yang disalurkan untuk sektor KP bila dibandingkan dengan realisasi KUR secara nasional nilainya hanya sekitar 0,59 % dari jumlah kredit nasional yang mencapai Rp 138,5 triliun. Dengan jumlah debitur 0,10 % dari jumlah debitur nasional yang mencapai 10.032.178 debitur. Namun, jumlah kredit yang disalurkan mengalami

kenaikan sebanyak 14,35 % jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2012, dengan peningkatan jumlah debitur sebanyak 3.486 debitur atau 52,47 % menjadi 10.130 debitur. “Peningkatan jumlah penyaluran kredit dan jumlah debitur seiring dengan kenaikan jumlah bank penyalur sebanyak 5 bank, dimana tahun 2013 sebanyak 24 bank sedangkan tahun 2012 hanya 19 bank”, ungkap Sharif,Minggu (30/3).(dru/zul)

Modal Rp 40 Juta, Omset Rp 7 Juta. PALEMBANG, RS- Bisnis Alat Tulis Kantor ( ATK) dan fotokopi diberbagai pusat kegiatan pendidikan, pemerintahan, perbankan dan tempat lainnya sangat menjanjikan. Di tengah tingginya kebutuhan itu, prospek bisnis ATK sangat menjanjikan. Tak heran, kini toko ATK gampang sekali dijumpai di berbagai lokasi. Hal ini yang mendorong Anisa membuka usaha ATK ini nama serasan jalan kapten marzuki no 5 RT 24 kecamatan Ilir Timur 1, bermodal uang Rp 40 juta kini

omzet perbulan bisa mencapai Rp 6 juta. “ATK merupakan kebutuhan operasional digunakan seluruh lapisan masyarakat swasta sekolah kampus dan mahasiswa maka dari itu usaha ini sangat menajikan walaupun modal awal digunakan cukup besar,” ungkap Anisa pada saat diwawancarai pada Sabtu (29/3). Menurut Anisa, asumsi pendapatan rata-rata Rp 20.000/ hari dan waktu usaha efektif 25 hari selama sebulan, jadi kalau totalkan omset perbulan bisa

SEMANGAT ASPIRASI RAKYAT

mencapai Rp. 7 juta. “Yang bisa kurang, bisa juga lebih. Selain membuka usaha ATK, kami juga membuka usaha fotokopi, jilid makalah, print tugas dan berkas lainnya jadi sangat beragam layanan disediakan,” kata Anisa. Dengan melihat potensi market ada maka kami yakin usaha ATK di kampus ini sangat menjanjikan tinggal bagaimana memberikan pelayanan terbaik untuk para pelanggan. Mulai membuka kios ini dari pukul 09.00 WIB hingga 17.00 WIB. Rencananya dalam waktu

dekat, Anisa akan membuka kios kedua yaitu tepatnya di kawasan kampus Universitas Muhamamdiyah Palembang. “Kami lagi menyesuaikan dengan tempat yang akan digunakan sebagai tempat usaha ini karena kebanyakan pasar kami adalah mahasiswa dan kampus.” tuturnya. Anisa berharap kedepannya usaha ATK ini semakin maju dan berkembang serta peningkatan omset yang lebih banyak dan dapat melayani kebutuhan semua lapisan masyarakat yang membutuhkan ATK ini. (fun)

klik...........www.radarpalembang.biz


III FU PALEMBANG, RS - Taman pemakaman umum talang kerikil yang mayoritas makamnya etnis tionghoa setiap perayaan ceng beng selalu ramai didatangi etnis tionghoa. Makam seluas 100 hektar ini terdapat ribuan makam. Hampir setiap perayaan ceng beng etnis berdatangan ke makam leluhurnya untuk melakukan sembahyang dan berdoa. Sebagai tanda makam tersebut telah dikunjungi para generasi diberi tanda kertas kuning sebagai tanda makam tersebut telah didatangi. Biasanya di makam tidak ada tanda kertas kuning pihak panitia ceng beng akan melakukan ritual sembahyang. Chandra Husein Ketua Panitia Perayaan Ceng Beng 2014 mengatakan, mulainya pelaksanaan Ceng Beng umumnya dilaksanakan 10 hari sesudah dan sebelum tanggal 5 April. Biasanya selama 20 hari tersebut, etnis Tionghoa akan berdatangan ke makam leluhurnya untuk melakukan ziarah dan sembahyang di makam leluhurnya. “Perayaan Cheng beng dilaksanakan selama 20 hari karena diwaktu tersebut dipercaya etnis Tionghoa waktu yang baik untuk berkunjung ke makam leluhurnya,” kata Chandra, saat ditemui di TPU Talang Kerikil, Senin (31/3) Jelasnya, dalam Cheng beng tersebut puluhan ribuan orang etnis Tionghoa akan berdatangan ke tempat ini karena banyaknya generasi dari makam tersebut sehingga mereka yang berdatangan ke makam tersebut akan member tanda kertas kuning bertulis nama yang mengunjungi sehingga saat keluarga yang lain mengunjungi ke makam leluhurnya akan tahu jika saudara yang lainnya telah berkunjung ke makam leluhurnya. “Biasanya mereka yang telah berkunjung ke makam akan member tanda dengan kertas kuning bertuliskan nama yang berkunjung bertujuan agar keluarga lain berkunjung tahu bahwa saudara lainnya telah datang ke makam leluhurnya,” jelasnya Lanjutnya, makam yang tidak dikunjungi oleh para generasi makam tersebut akan terlihat karena tidak adanya kertas kuning diatas nisan makam tersebut oleh karena itu selaku pengurus perayaan akan melakukan sembahyang ke makam tersebut yang biasanya akan dilakukan 10 hari sesudah tanggal 4 April tersebut. “Kita selaku panitia perayaan, akan sembahyang di makam yang tidak dikunjungi oleh para generasi,” tutupnya.(ben)

RAKYAT SUMSEL SENIN 1 APRIL 2014

Tanda Makam Telah Dikunjungi

Makam Juga Membawa Keberuntungan PALEMBANG,RS - Menurut filsafat tiongkok, roh dan spirit para leluhur akan mempengaruhi keberuntungan keturunan, oleh karena warga keturunan Tionghoa secara turun temurun berbakti kepada orang tua dan leluhurnya kewajibannya. Tradisi menghormati leluhur tidak hanya bersembahyang di rumah-rumah (hiolo), tetapi juga mendatangi kuburan orang tua dan leluhur. Kebudayaan Tionghoa, Kuburan seseorang itu sangat penting hal tersebut dinilai karena kuburan seseorang dapat mempengaruhi keadaan keluarganya yang masih hidup. Dalam membangun sebuah kuburan etnis Tionghoa juga memiliki makna dan tidak sembarang. VA Lian Yuan Bhikku Kepala Vihara Vajra Bhumi Sriwijaya mengatakan, makam harus dibuat sebaik mungkin selain karena sebagai bukti besarnya penghormatan kepada orang tua atau leluhur. Makam orang tua juga dianggap sebagai suatu tempat/sarana ikatan tali persaudaraan antara sanak saudara cucu keluarga dimana setiap tahun diperingati pada hari Ching Ming (Ceng Beng) dengan berkumpul dan sembahyang di kuburan leluhur. “Pengaruh kuburun dari leluhur sangat besar dalam keberuntungan keturunan, oleh karena itu dalam menentukan tempat dan lokasi tersebut tidak sembarangan,”kata VA Lian Yuan beberapa waktu yang lalu. Kuburan yang baik dengan tempat dan lokasi yang pantas serta arah kompas yang benar akan membuat roh leluhur tentram, sehingga membawa peruntungan baik untuk para keturunannya. Arah-arah kompas itu tidak lain adalah wakil dari Trigram: Chien, Kun, Zhen, Xun, Kan, Li, Gen, dan Tui. Oleh karena itu, arah tersebut dalam penggunaan kompas untuk orang hidup harus dikembalikan dulu dalam susunan Langit Awal (Xang Tien) yang secara teoritis. Oleh karena itu proses memilih tempat pemakaman menjadi hal yang perlu diperhatikan. “Dalam Feng Shui kuburan halhal yang diperhatikan antara lain, Naga – Liang – Gundukan – Air – Arah. Selain itu, bentuk kuburan, batu nisan, waktu penguburan juga diperhitungkan. Baik buruknya Feng Shui kuburan itu biasanya akan langsung terlihat dalam tempo satu tahun, berpengaruh pada keturunan laki-laki,”ujarnya.(ben)

Semangat aspirasi rakyat

klik...........www.radarpalembang.biz


IV

RAKYAT SUMSEL, SELASA 1 APRIL 2014

Trayek Angdes Antar Kecamatan Segera Beroperasi

Antipasi Wani Piro

Baryadi Latih Ratusan Saksi PELATIHAN: Dr HMC Baryadi saat memberikan pelatihan kepada ratusan saksi untuk pemilu 9 April mendatang.

Calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Dapil Sumsel Dr HMC Baryadi SE MM melatih ratusan calon saksi untuk Pemilu 9 April mendatang di Sanggar Seni Budaya Nusantara Komplek Garuda Putra Jl Seduduk Putih Palembang, Senin (31/3). PALEMBANG, RS - “Keseriusan mengikuti tahapan Pemilu. Salah satunya dengan pelatihan saksi DPD. Saksi kita turunkan di setiap kelurahan, kecamatan. Tidak semua TPS. Tempat dimana suara saya yang gemuk saya kirim saksi. Termasuk di tempat orang kenal saya. Saya tidak bisa sebut lumbung. Saya berharap pemilih tidak salah pilih. Lebih dari 300. Ratusan saksi yang ikut ini,”jelas penyelenggara pembekalan, Calon DPD RI DR HMC Baryadi SE MM. Menurut Calon senator nomor urut 17 ini, sebetulnya kalau tahapan pemilu itu baik, tidak perlu saksi lagi. “Cuma belakangan itu tidak baik. Wani piro. 41 persen pemilih transaksional. Boleh saja, tapi tidak dengan jalan money politic. Dengan ibadah. Maka perlu kehadiran saksi. Di PPS kelurahan, lembar pleno discan ke KPU RI dan KPU daerah. Paling kemungkinan ngotak-ngatik di TPS, tapi kan saksi banyak. Saya yakin DPD akan san-

tun semua. Berkompetisi dengan sehat,” jelas Baryadi. Ketua Wali Daerah Pujasuma Sumsel ini menyatakan dirinya tidak bisa menjamin adanya saksi militan dalam penempatan di setiap TPS. “Kita nggak bisa bilang saksi itu militan atau nggak. itu gak bisa. Karena kepentingan. Bisa saja saksi kita dibayar orang. Militansi politik ada pada kepentingan. Bisa saja membelot,” terangnya. Menurut mantan Ketua Pengprov PSSI Sumsel ini mengatakan, perilaku mekanisme pemilihan sendiri bisa saja walaupun ada saksi partai/dpd, namun di tingkat TPS bisa main. “Wong baca nggak seluruhnya diperhatikan. Nyebut 17. Nah hak kita mengirimkan saksi pada pemilu nanti. Tapi saya yakin, DPD/ caleg akan santun. Saya mengundang kompetitor bukan musuh/ lawan, tapi membuktikan yang terbaik. Memang peluang untuk tidak santun banyak. Tapi saya tidak akan lakukan hal menodai de-

mokrasi. Saya ingin terpilih dengan etika yang bagus. Tidak dengan non inkonstitusional,”katanya. Sementara itu, Pengamat Sosial dan Politik Universitas Sriwijaya, Joko Siswanto menegaskan saksi yang telah mendapat mandat dari partai/DPD berhak melakukan protes di TPS (Tempat Pemungutan Suara). “Ketika proses pemilihan itu berlangsung, saksi berhak menyampaikan usulan seandainya dinilai ada yang tidak benar. Saksi dari segi hukum kuat karena membawa mandat dari parpol atau calon DPD dan itu sesuatu yang sah. Dia yang harus mempertanggungjawabkannya,” ungkap Joko Siswanto saat mengisi pembekalan saksi DPD di Sanggar Seni Budaya Nusantara Komplek Garuda Putra Jl Seduduk Putih Palembang. Menurut Joko, saksi itu mestinya idealnya harus ada di dalam perhitungan suara di seluruh tingkatan TPS, PPK, serta KPU. Namun tidak semua partai, calon DPD mampu karena biayanya besar. “Mestinya, kendati tanpa saksi, penyelenggara pemilu harus bisa mempertanggungjawabkan hasil yang jujur. Seandainya para calon itu mengerahkan saksi, maka harus mengikuti sesuai dengan aturan yang berlaku. Mereka nantinya harus mendapatkan rekapitulasi sebagai bukti,” terangnya.(sep)

Panwaslu Stop Kasus Money Politic LAHAT, RS - Kasus Money Politic (Politik Uang) yang ditangani Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu) kabupaten Lahat diDesa Tanjung Payang kecamatan kota Lahat dihentikan. Penghentian proses hukum pelanggaran Pemilu yang seyogyanya diproses hukum tersebut sangat disayangkan banyak pihak dan menilai KPU Lahat mandul. Rahman (38) warga kota Lahat mengatakan, banyaknya laporan pelanggaran Pemilu yang dilaporkan masyarakat selama menjelang pemungutan suara tidak ada yang diproses hukum. Bahkan pihak Panwaslu, PPL (Panitia Pengawas Lapangan), Panwascam (Pengawas Kecamatan) seakan telah buta dengan banyak nya pelanggaran yang terjadi sehingga menimbulkan kecurigaan banyak pihak. “Hari Selasa Tanggal 27 Maret

2014 ada laporan Money Politik didesa Tanjung Payang lengkap dengan saksi dan bukti, namun nyatanya kasus tersebut dihentikan oleh Panwaslu dengan alasan tidak lengkap,”ujarnya. Untuk itu, mewakili warga lainnya sangat berharap agar kiranya pihak terkait dapat menegakkan hukum sesuai dengan aturan yang ada, apalagi sangat jelas jika setiap pelanggaran wajib diproses. “Money Politik jelas sangat merugikan dan kami sangat tidak ingin hal tersebut karena berpotensi melahirkan pejabat yang Korupsi,”imbuhnya. Sementara itu, Ketua Panwaslu Kabupaten Lahat, Delly Kurniadi melalui Anggota Divisi Humas dan Pengawasan, Tatahuddin menegaskan, untuk kasus money politic (politik uang, red) terjadi Se-

SEMANGAT ASPIRASI RAKYAT

lasa (27/3) silam, di Desa Tanjung Payang, Kecamatan Kota Lahat, dinyatakan ditutup. Hal tersebut dikarenakan pengumpulan alat-alat bukti tidak memenuhi persyaratan agar diajukan ke tingkatan selanjutnya, hal ini telah dilaksanakan dua kali rapat di Sekretariatan Gakkumdu. “Dari rapat tersebut Sentra Gakkumdu mengeluarkan isi rekomendasi, sekiranya kepada pihak Panwaslu Lahat mengupayakan pengumpulan alat-alat bukti lebih lengkap dalam jangka waktu dua hari, akan tetapi, kesulitan alat bukti dimaksud,”ucapnya. Tatahuddin menambahkan, Sentra Gakkumdu memberikan tenggat waktu hingga Minggu (30/3), pukul 13.30 WIB kepada Panwaslu melengkapi berkasberkas yang diperlukan. (man)

Kantor Pemda Muratara Dibakar OTD MURATARA, RS - Kejahatan yang terjadi di Kabupaten baru Muratara tak henti-hentinya terjadi, kali ini ruangan bagian Arsip, Kepegawaian dan Hukum kantor Pemerintah Kabupaten Muratara yang berada di Jalan Lintas Sumatera Rupit, Kecamatan Muara Rupit Muratara, Senin (31/3) sekitar pukul 04.30 WIB dibakar oleh orang tidak dikenal (OTD). Dalam kejadian tersebut tidak sampai menelan korban jiwa. Informasi sementara dihimpun, menurut keterangan beberapa saksi, pelaku pembakaran berjumlah dua orang dengan menggunakan sepeda motor. Pelaku yang masuk melalui pintu gerbang langsung menuju kesamping gedung dan langsung melempar kayu yang sudah dibakar terlebih dahulu. Disaat kejadian pembakaran, diduga kantor sedang dalam kondisi sepi dan tidak ada satupun pen-

jagaan yang dilakukan oleh pihak pengamanan.”Hanya di ruangan BKD saja yang terbakar, dimana kerusakan antara lain, AC, meja, kursi, yah seperti itulah, dan tidak sampai membakar secara keseluruhan. Berkas-berkas yang ada di ruangan tersebut juga belum banyak, dan tidak ikut terbakar, hanya sedikit saja yang terbakar,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Pemkab Muratara Sunardin kepada wartawan. Sementara itu, Penjabat Bupati Muratara, Akisropi Ayub membenarkan kantor Setda Muratara dibakar oleh orang tak dikenal. Namun, aksi pembakaran tersebut hanya menghanguskan beberapa berkas arsip dan alat tulis kerja. “Hanya ruangan arsip saja, beruntung api tidak menjalar ke ruangan lainnya dan api langsung cepat dipadamkan oleh warga,” terangnya Sejauh ini, dirinya menyerahkan

kasus pembakaran kepada pihak kepolisian untuk diselesaikan.”Untuk motif kita belum ketahui, semoga pelakunya cepat ditangkap,” jelasnya. Sementara itu, Bupati Muratara, H Akisropi Ayub mengatakan tindakan yang dilakukan tersebut merupakan tindak pidana dan pihaknya akan menyerahkan kepada pihak berwajib mengenai kerusakan sejumlah mobiler diruangan hukum dan kepegawaian. “Kita akan berikan data yang akurat terkait kejadian. Sebab, ada rekaman closed circuit television (cctv) diruangan tersebut,”tegas Bupati Muratara Akis menjelaskan, di kantor Pemkab Muratara ada sembilan kamera cctv. Bahkan saat aksi kejadian sejumlah anggota polisi pamong praja (Satpol PP) menjaga kantor di pos pintu depan. (pin)

Warga Terlangu Dambakan Aliran Listrik BANYUASIN, RS - Masyarakat Desa Terlangu Kecamatan Banyuasin III Kabupaten Banyuasin telah memimpikan sejak lama untuk mendapatkan saluran listrik ke rumah mereka. Pasalnya selama ini, warga hanya dapat mengandalkan listrik yang bersumber dari genset dan disel guna penerangan pada malam hari. “Selama ini kami harus menghabiskan minyak sebanyak dua liter untuk penerangan pada malam hari mulai pukul 18.00 hingga pukul 22.00, terutama untuk aktivitas anak anak dalam belajar dan mengerjakan tugas,” ungkap seorang warga Fauzi (39) dijumpai, Senin (31/06). Ia menegaskan kondisi tersebut terjadi puluhan tahun di desa tersebut ironisnya desa desa tetangga telah lama mendapatkan jaringan listrik dari PLN. Sehingga dirinya berharap pihak terkait dapat segera mengupayakan pembangunan jaringan ke desanya mengingat jaraknya yang tidak begitu jauh dari Ibukota Kabupaten Banyuasin.

Menurutnya, harga bahan bakar minyak yakni bensin di desanya saat ini melonjak hingga Rp. 10 ribu rupiah. Sehingga setiap malam para warga masyarakat harus kehilangan uang Rp. 20 ribu rupiah untuk mendapatkan penerangan selama lima jam tersebut. Sementara, Kades Terlangu, Budi Darmasyah saat dikonfirmasi menegaskan di desanya memang saat ini belum sama sekali dialiri listrik. Menurutnya pembangunan jaringan memang terkendala lahan milik perusahaan yang memisahkan desanya dengan desa tetangga. “ Hingga kini kami memang belum mendapat aliran listrik, sehingga warga masih menggunakan disel dan genset untuk dapat memberikan penerangan pada malam hari,” ungkapnya Pihaknya terus mengupayakan desa yang memiliki penduduk sebanyak 207 KK dapat menikmati listrik dari PLN. Sehingga tidak perlu menggunakan genset ataupun disel untuk dapat menerangi desa pada malam hari.

Terpisah, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Banyuasin, Syaril A Rahman menegaskan pada tahun 2014 ini pihaknya telah menganggarkan jaringan Listrik untuk Desa Terlangu. Pembangunan jaringan di desa tersebut memang terkendala lahan perusahan perkebunan kelapa sawit yang dilalui namun persolan itu saat ini telah selesai. “ Tahun ini Insya Allah pembangunan jaringan Listrik ke Desa Terlangu akan segera dibangun karena kendala sebelumnya yakni dengan perusahaan kelapa sawit telah mencapai kesepakatan,” ungkapnya saat dikonfirmasi. Ia menegaskan pembangunan jaringan listrik tersebut menelan dana Rp. 1,8 Miliar dimana jaringan akan disambungkan dengan jaringan yang ada di Desa Rimba Alai. Sehingga diperkirakan dalam tahun ini juga masyarakat desa Terlangu dapat menikmati listrik mengingat Instalasi di rumah rumah warga yang terlebih dahulu telah ada.(tri)

SEKAYU,RS-Dinas Perhubungan Komonikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Musi Banyuasin (Muba), berencana akan mengaktifkan transportasi antar Kecamatan. Upaya ini sebagai bentuk menopang roda perekonomian warga yang selama ini belum berjalan secara maksimal. Trakyek penghubung antar kecamatan yang akan segera di buka yakni rute Sekayu-Keluang dan Sungai Lilin.Kepala Dinas Dishubkominfo Muba, H Pathi Ridwan MM mengatakan, rencana itu sudah menjadi agenda tinggal menunggu pelaksanaan dilapangan, jika hal ini dapat diwujudkan maka tidak mustahil akses jalan penghubung antar kecamatan dapat hidup dan roda perokonomian akan berjalan lebih baik lagi kedepan. “Kita akan hidupkan jalan Sekayu menuju Keluang dan Sungai Lilin dengan membuka trayek Angdes dalam waktu dekat. Program ini sebagai bentuk menopang program Sekayu kota Wisata Air yang menjadi harapan Bapak Bupati. Saya yakin jika program ini berjalan maka aktifitas masyarakat dipedesaan akan berkembang dengan sendirinya, tentu saja seiring dengan itu harus ditopang dengan kondisi jalan yang baik pula,” ujar Pathi. Sementara untuk mendukung program tersebut, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga (BM) Muba, Ir Suhaimi menyambut baik dengan rencana Dishubkominfo tersebut, menurut Suhaimi perbaikan jalan antar Kecamatan seperti Sekayu-Muara Teladan dan Muara Teladan –Keluang secara berkesinambungan terus dilakukan sehingga kedepan tidak ada lagi jalan antar Kabupaten yang rusak. “ Insya Allah semua akan berjalan sesuai dengan rencana, apa yang menjadi harapan Dishubkominfo untuk membuka trayek Angdes antar Kecamatan akan kita dukung dengan sarana jalan yang baik, sehingga roda peerekonomian warga dapat berjalan sesuai dengan program pemerintah Kabupaten Muba yakni meningkatkan Ekonomi Kerakyatan menuju Pertama Muba 2017,” ungkapnya. Terpisah tokoh masyarakat Kecamatan Keluang Suparno, menyambut baik langkah Dishubkominfo tersebut, menurutnya untuk mengerakan roda perekonomian harus terlebih dulu diperlukan sarana jalan yang baik dan sarana Angdes. “Saya sangat setuju dan mendukung rencana pemerintah, jika itu bias dilaksanakan sudah bias dipasstikan Kecamatan Keluang akan menjadi ramai dan roda perekonomian kami disini akan semakin baik berkat adanya kendaraan umum,”ujar Suparno, mantan Kades A1 Kecamatan Keluang ini.(ace)

klik...........www.radarpalembang.biz


RAKYAT SUMSEL, SELASA 1 APRIL 2014

V Dinas Pariwisata Muratara

Melirik Goa Napal Licin OBJEK wisata Goa Napal Licin yang terletak di ujung perbatasan Kabupaten Musirawas Utara (Muratara), kondisinya tidak terawat sejak 10 tahun terakhir. MURATARA, RS - Hal itulah yang membuat Tim pendataan Pariwisata yang dipimpin oleh Kadis Pariwisata Kabupaten Muratara, Firdaus mendata ulang guna peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) wilayah tersebut. Tempat wisata yang pernah dikenal oleh warga mancanegara

era 1990 ini, bisa ditempuh dengan lima jam perjalanan melalui jalur darat dari Kota Lubuklinggau ini atau berjarak sekitar 145 kilometer. Ditambah akses jalan menuju wilayah Napal Licin banyak yang rusak sejak peninggalan Kabupaten Induk Musirawas. Kadis Pariwisata Muratara

Firdaus mengatakan, setelah dibentuknya daerah otonomi baru, pihaknya terlebih dahulu fokus untuk mendata tempat objek wisata unggulan. Setelah selesai melakukan pendataan, maka akan dilanjutkan dengan pembuatan Masterplan pembangunan objek wisata tersebut.

“Kami akan bangun sarana dan prasarana yang sesuai dengan potensi Goa Napal Licin. Jadi Master plan pembangunan akan dilelang kepada konsultan atau akademisi untuk mengkaji keberadaan objek wisata itu,” terangnya. Ia menambahkan, daerah Napal Licin sendiri direncanakan akan dikembangan menjadi wisata arung jeram, melihat kondisi geografis sungai yang masih menyimpan batu kali yang alami. “Dulu memang rutin daerah ini dikunjungi oleh turis, terutama

banyak dikunjungi dari warga Belanda, namun setelah tahun 1998 sampai sekarang kondisinya terlantar,” jelasnya.Sementara itu, Kabid Pariwisata Aan Bastian menambahkan, setelah selesai dibuatkan master plan, pertama yang akan dilakukan pihaknya langsung mempromosikan keberadaan objek wisata di wilayah Muratara, terutama memperkenalkan wisata di Provinsi Sumsel, di ujung wilayah ini terdapat objek wisata yang pantas dikunjungi. “Paling utama adalah pem-

buatan Masterplan, setelah itu nanti akan dibuatkan Detailed Engineering Design (DED). Nah baru akan kita tindak lanjuti untuk actionnya,” ungkapnya. Selain itu, pihaknya mengaku masih kesulitan untuk mengembangkan potensi wisata, terutama faktor infrastruktur jalan yang sulit dilalui. Namun, nantinya Dinas Pariwisata akan berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk diperbaiki. Untuk menuju wisata Napal Licin, pihaknya juga menyiapkan dua

jalur transportasi yaitu melewati darat dan sungai. “Rencana dua jalur ini, untuk memudahkan para wisatawan, jadi kalau pergi ingin menggunakan mobil bisa ataupun ketek yang sudah disiapkan pemerintah,” katanya Bukan hanya itu, Dinas Pariwisata juga akan memantau beragam objek wisata yang tersebar di tujuh kecamatan yang ada. Seperti yang sudah dikelola, yaitu Danau Raya dan kedepannya akan mengembangkan potensi air terjun Curup Tiku yang berada di Karang Jaya. (pin)

Mawardi Yahya Angkat Bicara Isu Money Politic Nyebar INDERALAYA, RS - Banyaknya isu yang menyebar dikalangan masyarakat khususnya dikabupaten Ogan Ilir (OI), tentang isunya para Caleg membagikan uang kepada masyarakat baik yang terselubung atau tidak membuat Bupati OI Mawardi Yahya angkat bicara. Mawardi Yahya mengatakan, terkait

temuan adanya Caleg bagi-bagi uang menjelang pelaksanaan Pemilihan Umum Legislatif, 9 April 2014 mendatang, ia berharap masyarakat untuk cerdas. Menurut Mawardi yang juga sebagai Wakil Ketua Bidang Pemenangan Partai Golkar Sumsel, sangat mengecam tindakan-tindakan yang tidak terpuji tersebut, karena dapat merusak mental bangsa ini khususnya dan masyarakat pada umumnya, ya jika memang hal tersebut terbukti harap panwaslu dapat menindaknya. Ia berharap kepada masyarakat Bumi Caram Seguguk tidak memilih Caleg yang telah membagi-bagikan uang ataupun sejenisnya, karena itu sama saja dengan penyuapan. “Masyarakat harus dewasa dalam bersikap dan menentukan pemimpin atau wakil rakyat 5 tahun ke depan,” harapnya. Bukan hanya itu, ia menekankan jika masyarakat mendapatkan para Caleg yang dengan sengaja membagikan uang, jangan dipilih. (eml)

Hari Nyepi,

Caleg Sibuk Kondangan KAYUAGUNG, RS – Libur hari raya Nyepi (31/3), di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dimanfaatkan para Caleg untuk menggencarkan silaturrahmi dengan masyarakat. Seperti di Pedamaran dimana para Caleg nyaris sibuk mendatangi kondangan dan kegiatan keagamaan atau pengajian. Pantauan dilapangan sesuai dengan edaran KPU RI, hari besar keagamaan, para peserta partai politik (Parpol) yang ikut Pemilu dilarang melakukan kegiatan kampanye dan sejenisnya. Caleg mengganti kampanyenya dengan melalui jalur silaturrahmi langsung ke tengah masyarakat.

Menurut Sumi warga Pedamaran mengatakan, tidak ada kampanye resmi seperti melalui panggung dan hiburan yang biasa menjadi pemandangan setiap hari. Caleg lebih banyak berkampanye melalui silaturrahmi langsung ketengah masyarakat dengan kondangan ataupun mendatangi ibu-ibu pengajian. “Kami sebagai warga sangat senang dengan pesta demokrasi ini karena selain banyaknya hiburan gratis berbagai macam bantuanpun sering didapatkan, karena para caleg lagi lomba merebut hati rakyat,” ujarnya. Disinggung masalah bantuan

yang sering diberikan kepada masyarakat, ia mengaku hanya sekedarnya dan tidak ada doktrin terhadap bantuan tersebut. Sementara itu, menurut Febri aktivis Mahasiswa menambahkan, memang saat ini pemerintah pusat melalui KPU RI melarang kegiatan kampanye dihari-hari besar seperti kemarin hari nyepi sebagai penghormatan kepada hari mulia tersebut. “Saya berharap masyarakat betul-betul dapat menyalurkan hak suaranya demi perubahan bangsa Indonesia ini agar ke depan bangsa ini menjadi lebih baik sesuai harapan,” harapnya. (eml)

Satgas Anti Narkoba di OKI Dikukuhkan KAYUAGUNG, RS - Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan berkerjasama dengan Badan Narkotika Kabupaten Ogan Komering Ilir melaksanakan pengukuhan satgas anti narkoba di organisasi kemasyarakatan LSM dan keagamaan. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bupati Ogan Komering Ilir Iskandar. Dalam sambutannya ia mengatakan, Satgas Anti Narkoba sangat penting keberadaannya guna membentengi warga masyarakat tentang bahaya narkoba mulai dilingkungan keluarga yang terkecil sampai pada warga dan masyarakat secara luas. Sementara itu, Kepala BNN Provinsi Sumatera Selatan Brigjend Pol Bontor Hutapea

SH, MSi melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Drs H Ahmad Bustari AMK dalam materinya menyampaikan saat ini penyalahguna narkoba di Sumatera Selatan ± 83031 jiwa atau 1,5% dari jumlah penduduk Sumatera Selatan. Usia penyalahguna paling banyak mulai usia 15-59 tahun dan dikategorikan sebagai usia produktif sehingga akan mempengaruhi produktivitas hidup dalam tatanan sosial ekonomi masyarakat, lebih lanjut beliau mengatakan kalau tidak segera ditanggulangi diperkirakan 2025 tahun ke depan Negara kita akan terjadi kehancuran generasi penerus bangsa yang akan meneruskan estafet kepemimpi-

SEMANGAT SEMANGAT ASPIRASI ASPIRASI RAKYAT RAKYAT

nan Negara. Negara akan kehilangan orang orang yang dapat diandalkan karena telah terkontaminasi barang haram terebut. Perlu diingat, penyalahguna narkoba tidak baik untuk kesehatan karena narkoba akan merusak organ tubuh yang fital seperti saraf pusat, otak, jantung, hati dan ginjal. Oleh karena itu, maka pemerintah melalui badan narkotika dan pemerintah daerah khususnya pemerintah kabupaten Ogan komering ilir secara bahu membahu membasmi penyebaran narkoba di daerah sampai kepelosok pedesaan. Dengan adanya Satgas yang dikukuhkan ini bertujuan untuk

menyampaikan informasi dan edukasi tentang bahaya narkoba secara dini kepada masyarakat di lingkungan masing-masing, hal ini diatur dalam UU No 35 tahun 2009 pasal 104 yang berbunyi masyarakat mempunyai kesempatan seluas-luasnya untuk berperan serta membantu pencegahan pemberantasan penyalahgunaan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika. “Pencegahan dan pemberantasan peredaran gelap narkoba adalah tanggung jawab kita semua sebagai komponen masyarakat, demi menyelamatkan anak bangsa dari jerat maut narkoba dan meningkatkan kualitas hidup generasi bangsa. (*)

DIKUKUHKAN:

Para Satgas Anti Narkoba OKI dikukuhkan oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Selatan berkerjasama dengan Badan Narkotika Kabupaten Ogan Komering Ilir.

klik...........www.radarpalembang.biz klik...........www.radarpalembang.biz


G awean Kito

VI

RAKYAT SUMSEL, SELASA 1 APRIL 2014

SMA Negeri 16

Gelar Pentas Seni Islami

Lomba madding

Lomba tilawah

SMA Negeri 16 yang berlokasi di Kecamatan Sako

kembali mengadakan acara tahunan yakni Pensil (Pentas Seni Islam) yang ke-3 Sabatu (29/03). Acara ini bertema ‘menjadikan generasi muda yang berguna bagi bangsa dan peduli akan dakwah’. Lomba da’i dan daiyah

PALEMBANG, RS - Acara ini diisi berbagai perlombaan antara lain musikalisasi puisi, nasyid, da’i da’iyah, tilawah, kaligrafi, cepat tepat dan Mading. Acara ini dibuka oleh Camat Sako, Drs Zulrahmadan M.Si. Perlombaan ini diikuti oleh 18 sekolah baik negeri maupun swasta.

Dra Sri Asmuniah

Semangat aspirasi rakyat

Hakim Zaputra ketua pelaksana menjelaskan, perencanaan acara ini dilakukan sejak sebulan yang lalu. “Ini merupakan program kerja Rohis kami yang ketiga dan OSIS ikut terlibat dalam acara ini,” ujarnya. H. Imronadi S.Pdi, pembina rohis menjelaskan, kegiatan ini membangkitkan semangat

Lomba musikalisasi puisi

keiklasan dan ketakwaan pelajar khususnya SMA Negeri 16 dan peserta lomba lainnya. “Dari acara ini saya berharap mereka lebih memperdalam akhlakul karimah dan menghayati ajaran islam serta rasa persaudaraan sesama pelajar,” ungkapnya. Dra Sri Asmuniah, kepala sekolah SMA N 16 Palembang

Lomba nasyid

mengatakan, dengan adanya acara ini diharapkan dapat mewujudkan generasi yang cinta bangsa dan negara melalui dakwah sebab ini bukanlah pentas seni biasa melainkan pentas seni Islam. “Melalui dakwah, kami menyebarkan syiar Islam dan untuk SMA Negeri 16 ini alhamdulil-

lah telah kuat menanamkan nilai agama. Kegiatan ini bertujuan agar keimanan dan ketakwaan lebih bagus dan meningkat setelah kegiatan ini dan terjalinnya silaturahmi antar pelajar sekota Palembang,” pungkasnya. Dalam acara perlombaan itu, SMA Negeri 6 tampil sebagai juara umum. (mrs/pms)

Poto bersama

klik...........www.radarpalembang.biz


VII

sambungan

RAKYAT SUMSEL, SELASA 1 APRIL 2014

Formulir Plano DPR dan DPD RI Belum Masuk LAHAT, RS - Formulir plano DPR dan DPD RI yang seyogyanya berbarengan dengan DPRD

Provinsi dan DPRD Kabupaten, hingga kini belum diterima KPU (Komisi Pemilihan Umum) ka-

Hatta Rebutan Massa Hatta, jadwal kampanye sudah ditetapkan, sehingga sering sekali jadwal PAN dengan Demokrat sama di satu Dapil. ”Contoh saja Di Medan dan Malang. PAN dan Demokrat kampanye di hari yang sama, saat itu kami menjadi Jubir kampanye. Ini bukan direncanakan, namun sudah ketetapaan KPU,” akunya menanggapi peta kekuatan Parpol, Hatta berkeyakinan semuanya akan kesulitan meraih 20% kursi parlemen pada Pileg, sehingga dipastikan semua Parpol akan berkoalisi untuk dapat mengusung Capres-Cawapres pada Pilpres Juli mendatang. ”Semua loby politik sudah dilakukan dengan seluruh Partai, mulai PDIP, Golkar, Demokrat, PPP, dan sebagainya. Namun hingga saat ini belum ada keputusan politik, keputusan yang akan diambil setelah Pileg,” ungkapnya. Bagaimana dengan sosok Capres PDIP dan Gerindra Jokowi dan Prabawo, dijelaskan Hatta, ia telah melakukan komunikasi politik kepada dua Capres tersebut, namun hingga kini juga ia belum memutuskan akan berpasangan dengan Capres mana Pilpres nanti. Masalah target, PAN menginginkan 3 kursi DPR RI dari Dapil Sumsel pada pemilihan anggota legislatif (Pileg) 9 April. ”Kami di DPR RI menargetkan 3 kursi, DPRD kabupaten/kota 1 fraksi. Artinya, Pemilu tahun ini harus lebih baik dari pemilu sebelumnya,” kata Hatta dalam jumpa pers di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Senin (31/3). Sedangkan secara nasional PAN menargetkan dapat mem-

penghambat jika dalam waktu dekat belum juga sampai keKPU Lahat.

Dari Hal I) .................................................................................................................

peroleh 77 kursi karena ada 77 daerah pemilihan di seluruh Indonesia. Target perolehan 77 kursi, meningkat sebanyak 31 kursi atau 40,26% dari perolehan kursi Pemilu 2009 yakni 46 kursi. Jika mencermati komitmen dan kerja keras dari kader-kader PAN di seluruh daerah di Indonesia, maka PAN optimistis dapat memenuhi target perolehan kursi DPR RI sebanyak 77 kursi. “Apalagi, kader PAN semuanya memiliki rekam jejak dan integritas yang baik. Selain itu, hasil survey suara PAN menunjukan tren positif. Dari 77 kursi, kami harapkan dominasi dapil Sumatera, karena disini basis suara PAN,” kata Hatta. Dijadwalkan, Selasa (1/4) PAN melakukan kampanye akbar di lapangan Patra Jaya Plaju. Ada 5 program yang difokuskan PAN untuk dapat meraup suara pada Pileg tahun ini, yaitu perekonomian dan kesejahteran. ”Pertama Reformasi politik dan kesejahteraan yaitu, pembangunan dan ekonomi. Kedua pementasan kemiskinan. Ketiga pendidikan, ke empat penuntasan persoalan agraria antara masyarakat dan industri, dan yang terakhir reformasi birokrasi dan Pertanian,” kata Hatta. Dirinya mengintruksikan kepada khususnya ibu-ibu untuk tidak membawa anak-anak pada saat menghadiri kampanye nanti karena hal tersbut dilarang, namun yang terjadi ibutidak dapat meningalkan anak-anaknya dirumah karena tidak ada yang menjaga. Sementara itu, Caleg DPR RI Dapil Sumsel 1 Partai PAN Hafisz Tohir, dalam kampanye ini

semangat ASPIRASI RAKYAT

bupaten Lahat padahal hari pencoblosan sudah didepan mata, formulir tersebut bisa menjadi

akan hadir puluhan ribu simpatisan yang terseber di Sumsel, para simpatisan akan dihbur oleh sejumlah artis ibu kota diantaranya Group Band Ungu, Desy Ratnasari, Eko Patrio, Hengky Kurniawan, dan sebagainya. Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua DPW PAN Sumsel Iskandar SE, fungsionaris DPW PAN, seluruh Ketua DPD PAN se-Sumsel dan ratusan pendukung PAN. SBY Kampanye di BKB Ketua Dewan Pembina yang juga menjabat ketua umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono bakal menghadiri kampanye akbar PD di plataran Benteng Kuto Besak Palembang Selasa (1/4). Ketua DPD Partai Demokrat Sumatra Selatan Ishak Mekki menuturkan, pemilihan lapangan BKB tentu bukan tanpa arti. BKB merupakan salah satu ikon perjuangan masyarakat Palembang melawan penjajah. “Kekuatan dan kekokohan BKB ini menginspirasi masyarakat Palembang terhadap arti penting menjalin persatuan dan kesatuan. Sama halnya dengan bapak SBY dan Partai demokrat bersatu dengan masyarakat untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik lagi,” ujar Ishak, Minggu (30/3). Kampanye terbuka Partai Demokrat di Palembang rencananya akan berlangsung pada Pukul 13. 30 WIB sampai Pukul 16. 30. Ishak memperkirakan massa yang menghadiri acara kampanya akbar ini mencapai 30 ribu yang berasal dari kader dan simpatisan Partai Demokrat. Ishak melanjutkan, SBY datang ke Palembang untuk menyapa

langsung masyarakat Palembang. SBY akan memperagakan cara pencoblosan kertas suara dan menandatangani bola sepak yang akan dibagikan kepada para peserta yang beruntung. Menurutnya, selama dua periode memimpin Indonesia, seluruhprogram SBY adalah program yang pro rakyat seperti PNPM Mandiri, Bantuan Operasional sekolah (BOS) Kredit Usaha Rakyat (KUR) BPJS dan sebagainya. Hal ini merupakan, program-program pemerintah tersebut telah berjalan dengan baik di Sumsel dan setelah dirasakan nyata manfaatnya oleh masyarakat. “Program beras miskin adalah salah satu bukti program yang dinikmati masyarakat Palembang. Pada tahun 2014 Palembang akan membagikan Raskin untuk 72.178 rumah tangga sasaran (RTS) denan laokasi 15 kilogram per RTS setiap bulannya. SBY dan partai Demokrat juga berkomitmen untuk menuntaskan infrastruktur jalan yang masih rusak serta p erlu adanya jalan tol untuk menghubungkan antar daerah. Kedepan pemerintah merencanakan akan membangun jalan tol Indralaya sampai ke Batung sebagai bagian tol Trans Sumatra yang merupakan bagian program MP3EI Nasional. Terkait dengan aturan kampanya, kata Ishak, penitia acara kampanye akbar Partai Demokrat selalu menyampaikan himbauan kepada seluruh kader partai dan juga masyarakat yang akan berpartisipasi nanti agar tidak membawa anak-anak dalam aatribut kampanye serta senantiasa mematuh rambu-rambu lalu lintas dalam berkendaraan. (zar/iam)

Hal tersebut dikatakan, Kasubag umum KPU Lahat Dewi Atika, dimana seharusnya Formulir plano sudah tiba, Minggu (30/3) sekitar pukul 22.00 WIB, akan tetapi, setelah diperiksa untuk DPR dan DPD RI tidak ada sama sekali, hanya ada DPRD Provinsi dan Kabupaten. Selain itu, berdasarkan hasil pemeriksan petugas terhadap jumlah lembar formulir yang ada, 342 halaman 1 khusus DPRD Provinsi Sumsel masih kurang, seharusnya 35 set mesti lengkap (Halaman 1- Halaman 11). “Sejauh ini belum ada informasi kapan formulir DPR dan DPD RI tiba di Lahat, sebab, dicetak di Surabaya, sehingga memakan cukup waktu hingga sampai di Bumi Seganti Setungguan,” ujarnya.

Rincinya, formulir C1 plano DPRD Kabupaten Lahat, untuk daerah pemilihan (dapil) satu sebanyak 3.242 lembar, dapil II (990 lembar), dapil III (1.760 lembar), dapil IV (2.064 lembar) dan dapil V (2.392 lembar). Sedangkan formulir D2 tercatat 7.520 lembar, D6 (16.258 lembar), kemudian, lampiran formulir DA1 DPRD Provinsi dan Kabupaten masing-masing berjumlah 2.688 lembar, berikutnya, lampiran formulir DB1 Provinsi ada 112 lembar dan DB 1 Kabupaten total 560 lembar. “Pada sudut kiri atas formulir ditempelkan hologram, dengan maksud, untuk menghindari terjadinya kecurangan ataupun manipulasi data ketika penghitungan suara di tempat pemungutan suara

KPK: Laporan Korupsi laporanya dikembalikan kembali karena dianggap belum lengkap,” kata Wakil Ketua KPK Zulkarnain, kepada Rakyat Sumsel ketika berkunjung ke Palembang belum lama ini. Meski tidak menyebutkan secara sepesifik jumlah laporan daerah lainya, tetapi Zulkarnain menyebutkan, bahwa laporan yang berasal dari Palembang merupakan jumlah tertinggi dari total 1. 825 kasus pengaduan dugaan tindak pidana korupsi yang berasal dari Provinsi Sumatera Selatan. “Dalam menindaklanjuti laporan ini, kami juga meneruskanya kepada mitra kerja di daerah. Yakni, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Kejaksaan dan Kepolisian,” terangnya. Sementara untuk jenis kasus yang dilaporkan juga bervariatif, mulai dari tingkat eksekutif seperti dugaan adanya oknum pejabat tinggi di pemerintah daerah yang menyelewengkan uang negara, lalu penyimpangan penggunaan

(TPS). Hal-hal seperti inilah yang akan kita atasi, dengan adanya hologram tersebut, pihak manapun tidak akan bisa mengintervensi hasil perolehan suara ketika komite penyelenggaran pemungutan suara (KPPS) mencatatnya dan tidak bisa diubah,” tegasnya. Ketua KPU Kabupaten Lahat Syamsu Rizal membenarkan hal tersebut, dan saat ini pihaknya masih berusaha agar Formulir tiba tepat pada waktunya, karena jika tidak KPU harus bekerja lebih keras khususnya dalam melakukan pengecekan mengingat masa pemilihan tinggal Satu minggu lagi. “Pemilu satu pekan lagi dan kita optimis dalam waktu dekat Formulir akan tiba,” pungkasnya. (man)

Dari Hal I) .....................................................

anggaran oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hingga laporan yang ditujukan kepada sejumlah anggota legislatif atau Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). “Setiap laporan yang kami terima, pasti akan dikembangkan kembali. Namun, dengan keterbatasan SDM di lembaga KPK semuanya membutuhkan waktu yang relatif sedikit lebih lama,” jelas dia. Selain itu, Zulkarnain menambahkan, tingkat kepatuhan laporan keuangan lembaga eksekutif dan legislatif di Sumsel juga terbilang minim, yaitu hanya 48%. Hal tersebut dapat dilihat dari kewajiban penyelenggaea negara untuk melaporkan nilai kekayaannya. “Dari total 3.920 orang penyelenggara negara di tingkat eksekutif yang ada di Sumsel. Tercatat baru 1.916 orang saja yang telah melaporkan. Mirisnya, 427 orangnya berasal dari Palembang, baik itu tingkat pemerintah Kota maupun Provinsi,” bebernya

sembari menambahkan, sementara dari total 90 Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) atau setingkatnya yang ada di Sumsel, baru 40 perusahaan yang taat melaporkan ke KPK. Dilanjutkanya, hingga tahun 2013 kemarin, penanganan perkara di KPK terus mengalami peningkatan. Untuk penyelidikan mencapai 580 kasus sementara penyidikan ada 349 kasus. “Lalu penuntutan 270 kasus, inkracht 237 kasus serta tahap eksekusi sudah mencapai 243 kasus,” tukasnya. Dengan demikian, dari hasil penindakan KPK, sejak tahun 2005-2013 berhasil mengembalikan uang negara sebesar Rp1,18 triliun. Nilai itu berasal dari penanganan perkara tindak pidana korupsi (TPK, TPPU), uang pengganti dan sitaan, penjualan hasil lelang TPK, ongkos perkara. “Seluruh penerimaan negara bukan pajak (PNPB) tersebut telah disetorkan ke rekening negara,” pungkasnya. (tma)

klik...........www.radarpalembang.biz


entar

VIII

RAKYAT SUMSEL, SELASA 1 APRIL 2014

Maksimalkan Kekayaan Alam untuk Kesejahteraan Rakyat Firdaus Hasbullah SH

S

EBAGAI wilayah otonomi yang baru terbentuk, Kabuapaten Penukal Abang Lematang Ilir atau yang disingkat PALI menjadi wilayah yang memiliki potensi alam yang luar biasa. Angaran dana bagi hasil migas yang mencapai 550 Miliar pertahunnya mampu menjadikan rakyat PALI sejahetra. Hal inilah yang menjadi perjuangan Firdaus Hasbullah, SH Caleg DPRD Dapil 2 PALI bila duduk dikursi legislatif nanti. Berikut petikan wawancara Radar Palembang Sabtu (29/3) dengan Firdaus Hasbullah, SH seputar program perjuangan yang akan dilakukanya bila terpilih nanti. Bagaimana anda melihat potensi kekayaan alam PALI ? Sebagai wilayah otonomi baru PALI memiliki potensi yang luar biasa baik dari sektor migas, perkebunan dan semua ini merupakan anugerah Tuhan untuk rakyat yang harus dikelola utuk kesejahteran rakyat. PALI resmi pisah dari Muara Enim dan disahkan sebagai DOB pada 22 April 2013. Kabupaten ke-16 di Provinsi Sumsel itu terdiri dari lima kecamatan. Ada Talang Ubi, Penukal, Abab, Penukal Utara, dan Tanah Abang. Semua daerah itu memiliki sejuta potensi sumber daya alam. Jumlah penduduk kabupaten ini sebanyak 143 jiwa. Berdasarkan data yang kami peroleh di daerah Talang Akar, Kecamatan Talang Ubi pernah memiliki sumur minyak terbesar di Asia Timur.pada tahun 1922. rata – rata dalam sehari produksi minyak mencapai 20 ribu barel per hari. Cara memaksimalkanya?

Undang – undang Dasar 1945 khusunya Pasal 33 UUD 1945 telah menjamin bahwa Bumi, air, udara dan kekayaan alam yag terkandung didalamnya dikuasai negara dan dipergunakan sebesar besarnya untuk kemkamuran rakyat ini sangat jelas bahwa potensi alam ini harus dikuasi negara bukan pertambangan asing. Makna dikuasai negara ini menujukan kontrol pemerintah dalam mengelola mulaid ari kegiatan hulu dan hilir. Tata kelola kekayaan alam nasional, termasuk minyak bumi, yang banyak diserahkan kepada modal asing, terbukti tidak berkontribusi kepada kesejahteraan rakyat. Bisa kita lihat daerah penghasil migas itu miskin seperti Papua, Aceh, Riau, Sulawesi artinya memang tata kelola kekayaan alam ini sudah jauh dari cita – cita proklmasi yaitu membangun masyarakat adil dan makmur. Apakah sudah dijalakan secara maksimal penerapan Pasal 33 UUD 1945 ini? Selama ini semenjak bergabung dari Muara Enim. Kabupaten yang terletak di posisi tengah Provinsi Sumsel itu diklaim menjadi wilayah penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) terbesar untuk kabupaten induknya, Muara Enim. Sayangnya, sumbangsih itu sama sekali tidak berpengaruh terhadap perkembangan pembangunan di PALI. Tak usah jauh-jauh, ambil contoh infrastruktur jalan yang total panjangnya hanya 300 kilometer. Kondisinya boleh dikatakan sangat memprihatinkan. Hanya sekitar 25 persen yang telah diaspal. Sisanya, 75 persen masih berupa tanah merah berlapis bebatuan besar. Ada 22 perusahaan besar yang

Caleg DPRD Dapil 2 PALI Partai Demokrat No Urut 1. Daerah Pemilihan (Dapil) Kecamatan Abab, Penukal, Penukal Utara, Tanah Abang, dan Talang Ubi. beroperasi di sana. Tapi masyarakat PALI belum merasakan yang namanya kesejahteraan. Bagaimana Kampanye Politik tentang kekayaan alam ini? Kampanye pasal 33 UUD 1945 haruslah menjadi sebuah gerakan politik. Targetnya jelas: memaksa rezim politik yang berkuasa untuk melaksanakan mandat pasal 33 UUD 1945. Jika rezim politik yang berkuasa menolak, maka konsekuensinya adalah pergantian rezim politik. Di sini, ada dua kebutuhan mendesak untuk menjadikan pasal 33 UUD 1945 sebagai gerakan politik:pertama, kita perlu berbicara mengenai kekuatan sosial, yakni sektor-sektor sosial yang harus dimobilisasi dalam gerakan ini, supaya melahirkan efek berupa tekanan politik; kedua, kita perlu berbicara tentang alat yang tepat untuk mewadahi berbagai sektor sosial yang beragam agar terjadi sebuah kesatuan aksi politik. Metodenya? Menggencarkan penyadaran tentang perlunya penegakan konstitusi, termasuk pasal 33 UUD 1945, dalam kehidupan berbangsa dan bernegara perlu dilakukan. Proses penyadaran ini tidak hanya melalui bentuk pendidikan dan kursus formal, tetapi juga bisa melalui sarana-sarana lain, seperti radio komunitas, komik, media online, jejaring sosial, dan lain-lain. Dengan hal ini saya yakin masyarakat akan semakin bersemangat memperjuangkan apa yang menjadi hak – hak mereka, tentunya saya sebagai rakyat akan selalu berada di barisan terdepan bersama rakyat memper-

juangkan itu semua. Dengan pelaksanan Pasal 33 UUD 1945 ini maka kita memperbesar anggaran pendidikan, kesehatan, subsidi pertanian dan dana sosial lainya bisa bertambah dari hasil eksploirasi migas yang dilakukan dan semua itu akan semakin membuat rakyat sejahtera. Harapan anda kedepan untuk Kabupaten PALI? PALI punya modal besar untuk mencapai cita-cita itu. Baik kekayaan alam dari sektor pertambangan seperti minyak, gas bumi, dan batu bara. Juga sumber daya dari sektor petanian seperti perkebunan sawit dan karet. Semua tinggal dukungan sumber daya manusia dan kemauan masyarakat. Dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang dimiliki, PALI harus bisa mengejar ketertinggalan dari daerah yang

FOTO: IST

lebih dahulu berdiri. Bahkan segenap masyarakat harus optimis, PALI bisa lebih dari itu. 72 desa yang tersebar pada lima kecamatan di PALI yang harus dibangun secepatnya agar setara dengan desa-desa lain di Sumsel. Kedepan Pemerintah PALI harus bisa menunjukkan perkembangan untuk masyarakat, baik dari segi pembangunan maupun perekonomian dengan memfaatkan kekayaan alam ini sebesar – besarnya untuk kemakmuran rakyat. (Fuad Kurniawan)


Rp#2 01042014