Issuu on Google+

Tabloid Leupie Hatee, Gleh Pikiran email : peunawa.aceh@gmail.com

Harga Eceran : Rp 3000/eks Terbit 24 Halaman EDISI 11-18 September 2013

Terkait Kesiapan PKA 6

Gubernur Sempat Khawatir KASAD Jenderal TNI Budiman berbicara serius dengan Pemangku Wali Nanggroe, Tgk. Malik Mahmud Al-Haytar, 06/09.

“Saya harapkan PKA ini sukses dan lancar, ini menyangkut marwah orang Aceh.� dr. H. Zaini Abdullah Gubernur Aceh


2

BASAJAN

Peunawa Aceh Edisi

11-18 September 2013

Sekdakab Aceh Besar Lantik Pejabat Baru * Drs Burdan ZZ, Kadissosnakertrans

Aceh Besar | Peunawa -Bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah yang diwakili Sekdakab Drs H Jailani Ahmad MM melantik Drs Burdan ZZ dilantik sebagai Pj Kadis Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Aceh Besar menggantikan Drs Zamri A Rafar, serta puluhan para pejabat baru di jajaran Pemkab Aceh Besar di Aula HT Bachtiar Panglima Polem Setdakab Aceh Besar, Selasa (3/9/2013). Mutasi pejabat tersebut sesuai dengan Keputusan Bupati Aceh Besar Nomor: Peg. 821.23/28/2013 tanggal 2 September 2013. Bersamaan dengan itu, juga dilantik 60 pejabat eselon II, III, dan IV pada sejumlah SKPK dan sekretariat kecamatan di Aceh Besar. Hadir dalam kesempatan itu, Ketua DPRK Saifuddin, unsur Muspida Aceh Besar, para Staf Ahli Bupati, para Asisten Setdakab, dan Kepala SKPK. Drs Burdan ZZ sebelumnya menjabat sebagai staf ahli Bupati Aceh Besar Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Aceh Besar, sedangkan Drs Zamri A Rafar selanjutnya menjadi Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia Kabupaten Aceh Besar. Pejabat eselon III.a yang dilantik adalah Drs Marzuki sebagai Sekretaris Badan Keluarga Sejahtera, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan

Anak serta Drs A Rahim sebagai Sekretaris Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Aceh Besar. Sedangkan pejabat yang dilantik untuk menduduki jabatan pada Eselon III.b di antaranya, Drs Rauza Das sebagai Sekretaris Kecamatan Lhoong, Zarkasyi BA sebagai Kabid Kesbang dan Demokrasi Badan Kesbang, Politik dan Perlindungan Masyarakat, Drs Rousfizal sebagai Kabid Pelayanan Tekonologi, Komunikasi dan Informasi Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan, Ahmad Suardi SP selaku Pj Kabid Usaha dan Pengolahan Hasil Dinas Kehutanan dan Perkebunan, serta Drs Abdul Muthalib sebagai Kabid Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Aceh Besar. Dalam arahannya, Bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah yang diwakili Sekdakab Jailani Ahmad mengharapkan para pejabat yang baru dilantik agar dapat bekerja secara baik sesuai tupoksinya masing-masing. Diharapkan juga, agar pejabat tersebut dapat selalu mengedepankan kepentingan masyarakat. “Jabatan ini merupakan amanah. Oleh karena itu, hendaknya jabatan ini bisa dijaga secara baik untuk mendukung suksesnya roda organisasi pemerintahan,” katanya.(mariadi)

Tabloid

Leupie Hatee, Gleh Pikiran PT. IE KULAM DAYAH Akta Notaris : No. 53 tanggal 20 Oktober 2010 Pendiri : T. Azhari Pemimpin Umum/Pemimpin Perusahaan/Pemimpin Redaksi : T. Azhari Wakil Pemimpin Perusahaan : Fatmawati,AR Sekretaris : Fatmawati AR Wartawan : Banda Aceh, Aceh Besar & Sabang : Asrul, Suryadi, Azmi, Edi Saputra, Ruslan, Abu Iskandar, Budi S, Ziauddin, Mariadi, Fikri Bireuen, Bener Meriah & Aceh Tengah : T. Syahrial, M.Isa, T. Saiful Bahri, Razi Aceh Utara dan Lhokseumawe : Muzammil, Toufik qamal Tamiang, Langsa dan Aceh Timur : Sariful Alam Penasehat Hukum : Zulfikar Sawang, SH Layout: Ichya Ulumiddin Redaksi menerima sumbangan tulisan berupa artikel dan opini yang sesuai dengan Motto Tabloid PEUNAWA ACEH yaitu “Leupie Hatee Gleh Pikiran”, setiap tulisan yang dimuat kami ucapkan terimakasih. Wartawan Tabloid PEUNAWA ACEH dibekali kartu pers yang masih berlaku dan namanya tercantum di Box Redaksi. Alamat Redaksi : Jl. TWK. Hasyim Banta Muda Kp. Mulia Banda Aceh

Sekdakab Aceh Besar, Drs H Jailani Ahmad MM mengucapkan selamat kepada Drs Burdan ZZ yang dilantik sebagai Kadissosnakertrans Kabupaten Aceh Besar, serta dan para pejabat lain yang dilantik di Aula HT Bachtiar Panglima Polem Setdakab Aceh Besar, Selasa (3/9/2013). FOTO : MARIADI

BUMD Harus Optimalkan Sektor PAD Banda Aceh | Peunawa - Peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) sebagai lembaga bisnis yang dimiliki dan dikelola oleh pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam pembangunan ekonomi masyarakat. Selin itu keberadaan BUMD diyakini dapat memberikan multiplier effect bagi perekonomian daerah. Staf ahli bidang ekonomi dan pembangunan Gubernur Aceh Samidan Angkasa Wijaya menyatakan dengan adanya BUMD juga akan membuka lapangan kerja baru, menggerakkan sektor-sektor ekonomi produktif, serta menjadi stimulan bagi pertumbuhan ekonomi di daerah. “Secara langsung akan menam-

bah penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pajak dan restribusi. BUMD lebih dari sekadar penyumbang bagi PAD, namun menjadi salah satu penggerak ekonomi daerah,” jelasnya. Menurutnya, karena keberadaannya sebagai badan usaha, BUMD juga dibenarkan menurut Undang-Undang untuk memperoleh keuntungan (profit). Dia menjelaskan BUMD harus memiliki daya saing yang kuat untuk bisa berkompetisi dengan swasta. “Pemerintah akan tegas memberi sanksi kepada perusahaan daerah yang terkesan tidak berkembang dan akan mengevaluasinya” jelasnya. Sementara Kepala Biro Perekonomian Setda Aceh Muhammad

Raudhi mengatakan peran pemerintah daerah dalam meningkatkan daya saing BUMD sangat penting. Sebagai badan usaha, BUMD diperbolehkan untuk bersaing dengan swasta. “Kita tidak alergi jika BUMD diciptakan untuk berkompetisi dengan swasta,” tegasnya. Sementara menyangkut kepemilikan BUMD oleh pemerintah daerah, BUMD bisa dimiliki oleh banyak pihak, bisa pemiliknya satu provinsi, beberapa provinsi, atau satu provinsi dengan beberapa kabupaten/kota. Namun, untuk kepemilikan saham mayoritas harus dimiliki oleh satu pemerintah daerah saja. (Fikri)

Ir. Gusmeri, MT Terpilih Sebagai Ketua Umum IKATS Unsyiah Banda Aceh | Peunawa - Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni Teknik Sipil (IKATS) Universitas Syiah Kuala Ir. Gusmeri, MT menyatakan saat ini peluang kerja bagi seluruh alumni teknik sipil berada pada semua sektor. Para alumni dan mahasiswa diminta tidak takut dan khawatir setelah menamatkan perkuliahan dari jurusan tersebut. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Ikatan Alumni Teknik Sipil (IkTS) Universitas Syiah Kuala Ir. Gusmeri, MT saat membuka deklarasi, pengukuhan dan pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Keluarga Alumni Teknik Sipil (IKATS) Universitas Syiah Kua-

la, yang berlangsung Jumat sore (06/09) di halaman Fakultas Teknik Unsyiah. “Para alumni Fakultas Tehnik Unsyiah saat ini mencapai 7.000 orang, dan sebagian besarnya merupakan alumni dari Jurusan Teknik Sipil, yakni sekitar 5.000 alumni” jelasnya. Gusmeri yang juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Banda Aceh menyatakan, para alumni jurusan Teknik Sipil Unsyiah saat ini banyak bekerja pada empat sektor yakni, konsultan atau Kontraktor konstruksi bangunan, sektor oil dan gas bumi, sektor mining atau pertambangan serta sektor in-

dustry manufaktur. “kedepan kita akan melakukan konsolidasi semua pihak untuk memajukan Ikatan alumni ini, agar mampu berkembang dan menjadi wadah pemersatu bagi alumni dimana pun mereka berada nantinya” ujarnya. Sementara deklarasi, pengukuhan dan pelantikan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Keluarga Alumni Teknik Sipil (IKATS) Universitas Syiah Kuala, yang berlangsung Jumat sore (06/09) di halaman Fakultas Teknik Unsyiah itu juga dihadiri oleh sejumlah pejabat yang merupakan alumni dari jurusan fakultas tehnik sipil Unsyiah. (Fikri)


BASAJAN

Peunawa Aceh Edisi

11-18 September 2013

3

Gubernur : Camat Harus Asokulam Tolak Utamakan Kepentingan Publik Pembagian Kartu Blsm

dr. H. Zaini Abdullah Banda Aceh | Peunawa - Pemerintah kecamatan, lurah dan kepala desa (keuchik) harus mengutamakan kepentingan publik. Baik camat maupun lurah dan kades sudah seharusnya mampu mengiventarisir kepentingan pembangunan publik yang belum diajukan pada saat musrenbang (musyawarah perencanaan pembangunan). Hal itu disampaikan Gubernur Aceh Zaini Abdullah saat membuka Rapat Kerja (Raker) Camat se Aceh yang berlangsung sehari di Kota Banda Aceh. Dalam

raker tersebut juga turut dihadiri oleh unsur SKPA dan SKPK seluruh Aceh. “Sebagai ujung tombak pemerintahan maka aparatur kecamatan dituntut mampu memberikan pelayanan prima, dan memudahkan masyarakat dalam memperoleh kemudahan pelayanan secara murah, cepat dan berkualitas” tuturnya. Zaini menambahkan para camat hendaknya membahas kewenangan yang dimilikinya saat ini dan para Bupati dan Walikota diminta untuk tidak mengecilkan peran dari camat dan keuchik. Diharapkan melalui rapat ini dapat memberikan jalan keluar dan menyatukan persepsi maupun saran membangun antara kegiatan SKPA dengan pemerintah Kecamatan. “Banyak hal yang bisa dibicarakan dalam kegiatan Raker camat, lurah dan kades di akhir tahun ini. Tidak hanya mengenai administrasi, tapi untuk kepentingan yang lebih luas yakni mengutamakan kepentingan publik,” katanya. Kepala Biro Pemerintahan Setda Aceh Kamaruddin Handalah dalam laporannya menyatakan kegiatan raker pemerintahan ini dilaksanakan dengan fokus di kecamatan untuk membahas dan mengkoordinasikan tugas-tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan. “Raker ini merupakan informasi bagi kecamatan, yang diharapkan dapat mencari solusi atas segala permasalahan. Sehingga bisa diselesaikan di masingmasing tingkatan dan disesuaikan dengan kondisi geografisnya” jelasnya. Sementara rapat kerja camat se-Aceh yang diselenggarakan selama sehari penuh itu diikuti sekitar 854 camat dan 23 asisten pemerintahan. (Fikri)

Banda Aceh | Peunawa - Sebanyak 11 keuchik (kepala desa) yang tergabung dalam asosiasi keuchik kecamatan Kuta Alam (Asokalum), Kota Banda Aceh menolak membagikan kartu BLSM kepada warga desa mereka masing-masing, jika tak semua warga miskin terdata dan mendapat kartu BLSM. Para keuchik yang tergabung dalam Asosiasi Keuchik Kecamatan Kuta Alam (Asokulam) ini mengatakan akan menolak jika nama warga miskin ini hanya sebatas didaftar saja atau hanya sebagai pengganti warga penerima BLSM tahap I yang tak mengambilnya. Para keuchik juga mendesak agar semua warga miskin yang terdata di gampong (desa) mereka masing-masing mendapat Bantuan Langsung Sementara (BLSM) tahap II yang jadwalnya dicairkan September 2013 ini. “Kalau tetap dipaksakan dan tidak sesuai data yang ada di desa, kami tidak bertanggungjawab terhadap berbagai persoalan yang muncul,” kata Ketua Asokulam, Alta Zaini yang juga kepala Desa Lampulo, Kota Banda Aceh. Sikap para orang nomor satu di setiap desa ini disampaikan pada pertemuan dengan Camat Kuta Alam, Azhari Aiga di kantor Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh. Intinya, pada pertemuan itu meminta para keuchik memasukkan nama warga miskin sebagai pengganti warga yang tak mengambil dana BLSM tahap pertama. “Kami semua menolak permintaan itu, soalnya data KK penerima BLSM tahap I sesuai data BPS Banda Aceh 2011, tapi tak sesuai data warga miskin yang ada di gampong tahun 2012-2013,” katanya. Menurut Alta, pihaknya juga akan mengirimkan surat protes kepada Wali Kota Banda Aceh, jika pembagian kartu ini tidak sesuai dengan permintaan para kepala desa. (Fikri)

Beserta Jajarannya

PIMPINAN, ANGGOTA DAN SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT KABUPATEN (DPRK) ACEH BESAR

Atas

Atas

Pemerintah Kabupaten Aceh Besar

Mengucapkan Selamat & Sukses SERTIJAB PANGDAM ISKANDAR MUDA dari

Mengucapkan Selamat & Sukses SERTIJAB PANGDAM ISKANDAR MUDA dari

MAYJEN TNI ZAHARI SIREGAR

MAYJEN TNI ZAHARI SIREGAR

kepada

kepada MAYJEN TNI PANDU WIBOWO

MAYJEN TNI PANDU WIBOWO

KASAD (Sekarang Panglima TNI) Jenderal TNI Moeldoko Di Aula Gedung A. H Nasution Mabesad, Jumat 30/08

KASAD (Sekarang Panglima TNI) Jenderal TNI Moeldoko Di Aula Gedung A. H Nasution Mabesad, Jumat 30/08

Oleh

Oleh

Tertanda Mukhlis Basyah Bupati

Drs. Syamsul Rizal, M.Kes Wakil Bupati

Drs. Jailani Ahmad, MM Sekdakab

Tertanda Saifuddin Ketua

H.T.Ibrahim, ST, MM Wakil Ketua

Sulaiman Ali Wakil Ketua

Bahrul Jamil, S.Sos, M.Si Sekwan


4

PROFIL

Peunawa Aceh Edisi

11-18 September 2013

Safwan Nurdin, SE. M. Si

Sosok yang Penuh Perhatian

Terhadap Perlindungan Anak dan Masyarakat Miskin (Kak Setonya Banda Aceh)

Tempat tanggal Lahir Alamat sekarang Pekerjaan sekarang Istri Anak

: Desa Weuraya – Lhoknga. 21 Januari 1978 : Desa Peunyeurat Kec.Banda Raya Kota Banda Aceh : Pegiat LSM Pendidikan dan Perlindungan Anak / Dosen Universitas Swasta di Banda Aceh : Misra yana, S.Psi ( sedang Menyelesaikan Program Megister Kebencanaan Di Unsyiah ) : 1. Khansa Afra Humairah (Usia: 8 tahun ) 2. Tariq Afra Al-faruq (Usia: 4.5 Tahun ) 3. Lafran Afra Faiq ( 1.5 Tahun)

Motto : Tiada Hari Tanpa Pengabdian

Safwan Nurdin, SE,M. Si lahir di Desa Weuraya–Lhoknga, 21 Januari 1978. Lulusan Megister Ilmu Ekonomi Unsyiah Program Studi Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan ini akrab disapa Bang Safwan bagi kalangan masyarakat kelas menengah ke bawah dan Miskin. Safwan memang lebih dikenal di kalangan masyarakat bawah karena kiprahnya selama ini dirasakan langsung oleh mereka. Sebut saja, Safwan aktif mendengarkan berbagai keluhan dari keluarga bermasalah di Kota Banda Aceh melalui Lembaga Konsultasi Keluarga. Sebuah lembaga yang dibentuk dan dinaungi

Yayasan Pembaharu Aceh (YPA). Yayasan yang didirikan Bang safwan bersama rekan-rekannya sesama mantan aktivis mahasiswa. Kiprah Safwan dalam melakukan Advokasi masyarakat Miskin tidak dimulai saat ini saja. Jauh hari sejak masih menjadi mahasiwa, Safwan telah bergelut dibidang ini bersama teman-temannya di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Banda Aceh. Saat itu, Safwan aktif mengadvokasi kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Banda Aceh agar lebih memihak kepada pembangunan kesejahteraan masyarakat. Wujud dari itu, Bang safwan pernah sukses menggelar seminar ”Master Plan Kota Banda Aceh” yang kemudian menjadi bagian dari acuan pembangunan Kutaradja

ini. Sebagai seorang sosok Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) yang telah beraktivitas sejak tahun 1996, Bang Safwan banyak melakukan usaha kesejahteraan sosial seperti pemberdayaaan perempuan korban tindak kekerasan, pemuda pedagang kaki lima, pemulung, pengangguran serta mendampingi usaha ekonomi produktif kelompok usaha bersama (KUBE) yang beranggotakan perempuan korban tindak kekerasan. Saat tsunami melanda pesisir Aceh, Bang Safwan melalui lembaga Forum Komunikasi Pekerja Sosial Masyarakat (FKPSM) Provinsi NAD, aktif melobi pihak-pihak luar untuk membantu masyarakat korban tsunami. Kala itu, keadaan masih sangat darurat. Setelah keadaan berangsur normal dan banyak bantuan dari lembaga donor masuk ke Aceh. Safwan bersama rekan-rekannya kembali mengaktifkan YPA yang sempat vakum setelah dibentuk tahun 2003 lalu. Yayasan itulah yang kemudian membawa kiprahnya lebih jauh dalam pengabdiannya kepada masyarakat. Safwan juga dikenal Sebagai aktivis anak, hal ini di buktikan dengan didirikannya lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Anak Sejahtera Sibijeh Mata di pemukiman masyarakat kelas bawah di Kecamatan Baiturrahman dalam rangka mengadvokasi terpenuhinya hak-hak anak serta mendorong usaha-usaha perlindungan anak ditingkat komunitas. Mereka ini dulunya merupakan anak-anak yang tidak mengenal pendidikan di usia dini. Dibawah binaan beliau Lembaga ini saat ini mampu mengadvokasi anak – anak Balita miskin di kota Banda Aceh untuk mendapatkan Program Kesejahteraan Sosial Anak ( PKSA) dalam rangka pemenuhan Hak –

hak dasar Anak yaitu Pendidikan dan Kesehatan.yang merupakan Kerjasama PAUD/TAS Sibijeh Mata dengan Kementerian Sosial Republik Indonesia. Sebagai Pegiat LSM yang punya Jaringan luas hingga Pusat Pemerintah di Jakarta, Bersama YPA Safwan mampu mengadvokasi murid-murid dari keluarga miskin di seluruh Aceh melalui pemberian beasiswa, bekerjasama dengan Dinas Sosial Provinsi Aceh. Bersama Dinas Sosial pula, YPA kemudian membentuk Pusat Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PUSPELKESSOS), pusat informasi keluarga sejahtera di hampir seluruh kecamatan di Aceh. PUSPELKESSOS sendiri bercita-cita menyajikan data-data akurat tentang kondisi sosial, ekonomi, pendidikan, budaya, agama, dan kesehatan masyarakat masyarakat Aceh, terlibat dalam pembuat Qanun – qanun dan pergub Tentang kesejahteraan sosial terutama yang menyangkut anak. Bahkan beliau mempunyai kemampuan lobby untuk membawa program – program dari berbagai kementerian untuk selanjutnya di implementasikan Kota Banda Aceh seperti Pelatihan Kepemimpinan Pemuda Gampong Kerjasama YPA dengan Kementerian Pemuda dan olah Raga RI, Dialog Publik Ketahanan Nasional Kerjasama YPA dengan Kementerian dalam negeri. Suami dari Misra Yana S. Psi (sedang menyelesaikan Program Megister Kebencanaan), Bapak tiga anak yang telah menyelesaikan pendidikan pasca Sarjana Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan (IESP) Unsyiah ini, juga aktif dalam manajemen perlindungan anak Children Center (CC) Dinas Sosial – UNICEF, menjadi pendamping wanita rawan sosial ekonomi, ikut sebagai tim assesment kebutuhan pengungsian, serta aktif menjadi

pendamping Komunitas Penyakit dan eks penyakit kusta, penyandang cacat, Penyantunan lansia terlantar, Pengembangan asset desa dan bantuan ekonomi produktif bagi masyarakat rentan serta petugas bantuan untuk kemanusiaan Dinas Sosial Aceh. Bahkan karena aktivitas sosial yang begitu banyak beliau lakukan untuk pendampingan dan pemberdayaan masyarakat Miskin sehingga pada Tahun 2004 Menteri Sosial Republik indonesia memberikan Penghargaan kepada Beliau Sebagai Pekerja Sosial Masyarakat ( PSM) berprestasi Tingkat Nasional menyisihkan Pekerja Sosial Masyarakat ( PSM) dari Provinsi Lainnya . Menjadi calon anggota DPR Kota Banda Aceh dari Partai GOLKAR mewakili daerah Pemilihan Banda Raya dan Jaya Baru, dengan Nomor Urut 1, pun sebenarnya adalah bagian dari upayanya memaksimalkan potensi yang ada untuk kesejahteraan dan kebangkitan masyarakat miskin dengan peningkatan kualitas regenerasi yang lebih baik dimana Pemenuhan hak – hak mereka sebagai warga kota harus menjadi haruslah menjadi prioritas dalam pembangunan dan terus berupaya memberikan kontribusi dalam membangun Kota Banda Aceh sebagai Bandar Wisata Islami yang pro masyarakat miskin, Ramah bagi anak dan berada dalam lingkaran masyarakat beradab, santun, jujur dan beretika (madani). Cita-cita Safwan adalah : ”Terwujudnya kesejahteraan dan keadilan sosial secara merata melalui alokasi anggaran, qanun–qanun, dan pengawasan yang berpihak kepada peningkatan kualitas kehidupan anak – anak di kota Banda Aceh dan masyarakat miskin serta kemajuan Kota Banda Aceh”.


RAGAM

Peunawa Aceh Edisi

11-18 September 2013

Gubernur Sempat Khawatir dan Ragu Tentang Kesiapan PKA 6

dr. H. Zaini Abdullah Banda Aceh | Peunawa - Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah mengakui bahwa, ia sempat khawatir dan ragu-ragu terhadap kesiapan Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) 6, yang diagendakan berlangsung mulai tanggal 20 sampai 29 September dan rencananya akan dibuka langsung oleh Presidan Republik Indonesia, Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono. Kekhawatiran dan keraguan Gubernur terkait belum sempurnanya Anjungananjungan Kabupaten/Kota, dimana masih banyak Anjungan yang belum siap sepenuhnya terutama kesediaan listrik, air, kebersihan pekarangan dan pengecatan Anjungan. Namun kekhawatiran dan keraguan Gubernur sirna ketika ia mendapatkan jaminan dari Ketua Seksi Tempat Ir. Zahruddin M.Si, bahwa Anjungan-anjungan tersebut akan selesai seluruhnya sebelum tanggal 15 September. “ Saya sempat khawatir, raguragu dan sedih melihat banyak Anjungan yang belum siap secara keseluruhan, namun kekhawatiran saya hilang seketika saat Ketua Seksi Tempat, Zahruddin meyakinkan saya, bahwa Anjungan-anjungan

tersebut siap sebelum tanggal 15 September,” jelas Gubernur. Hal ini disampaikan Gubernur saat Rapat Evaluasi terkait persiapan PKA 6 yang dipimpin oleh Asisten II, Sayed Mustafa di Gedung Serba Guna Kantor Gubernur Aceh, Jum’at 06/09. Menurut Gubernur, sebuah acara haruslah dilandasi persiapan yang matang, tanpa persiapan yang matang, tanpa memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi, maka hasilnya akan kelabakan. Oleh karena itu, Gubernur mengharapkan agar PKA 6 sukses dan lancar, diharapkan semua panitia untuk dapat saling berkoordinasi. “Saya harapkan, PKA 6 ini sukses dan lancar, ini menyangkut marwah orang Aceh, apalagi saya secara langsung telah mengundang Bapak Presiden RI dan Ibu Negara, malah Ibu Ani dengan spontan menerima undangan saya, beliau menjawab, kami akan datang Pak Gubernur,” jelas Zaini Abdullah. Turut hadir dalam Rapat Evaluasi Persiapan PKA 6 tersebut Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Husein Hamidi, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Drs. Adami , M.Pd, Para Kepala Dinas dan sebagian besar panitia PKA 6. Zaini Abdullah menambahkan, “Karena saya dan kita semua mau PKA 6 ini sukses dan lancar, Maka kepada saudara-saudara yang terlibat dalam kepanitiaan, untuk tidak marah-marah ketika saya memanggil saudara-saudara ke Pendopo tengah-tengah malam, untuk menanyakan dan mengetahui tentang kesiapan PKA 6 ini, kalaupun ada diantara saudara-saudara yang mau marah, maka marahlah setelah PKA 6 ini selesai dengan sukses,” jelas Gubernur sambil tersenyum. Selesai Rapat Evaluasi tersebut, Peunawa Aceh mendengar bisikbisik para panitia, mereka mengatakan, ternyata selera humor Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah cukup tinggi. (T. Azhari)

5

KASAD (Sekarang Panglima TNI) Jenderal TNI Moeldoko menyerahkan tongkat komando kepada PANGDAM IM Mayjen TNI Pandu Wibowo saat acara SERTIJAB PANGDAM IM di Aula Gedung A.H. Nasution Mabesad Jakarta, Jumat, 30/08. Foto : Pendam IM

Foto : Pendam IM Dari Kiri : Menteri PAN dan Reformasi Birokrasi Ir. Azwar Abubakar, KASAL Laksamana Marsetio, Gubernur Aceh, dr. H. Zaini Abdullah, Pemangku Wali Nanggroe, Tgk. Malik Mahmud Al-haytar, Wakil Ketua MPR RI Farhan Hamid, KASAD Jenderal TNI Budiman, Panglima TNI Jendral TNI Moeldoko, Staf Ahli Kementerian Pertahanan Adnan Ganto dan Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro Melakukan salam komando Usai Upacara pembukaan latihan Batalion Infanteri 111/Raider Kodam Iskandar Muda oleh KASAD Jendral TNI Budiman di lapangan Blangpadang Banda Aceh, Jumat 06/09, latihan Raider tersebut diikuti 747 Prajurit.

Foto : Sabri Yusuf Dari Kiri : KASAD Jenderal TNI Budiman, Wakil Ketua MPR RI Farhan Hamid, Menteri Pertahanan RI PurnomoYusgiantoro, Ketua KNPI Aceh Jamaluddin Jamil, Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah, dan staff ahli Kementerian Pertahanan Adnan Ganto usai Upacara Pembukaan Latihan Batalyon Infanteri 111/Raider Kodam IM oleh KASAD di Lapangan Blang Padang Banda Aceh Jumat 06/09.

Foto : Sabri Yusuf

Prajurit TNI Melakukan atraksi mematahkan balok es Usai Upacara pembukaan latihan Batalion Infanteri 111/Raider Kodam Iskandar Muda oleh KASAD Jendral TNI Budiman di lapangan Blangpadang Banda Aceh, Jumat 06/09, latihan Raider tersebut diikuti 747 Prajurit.


6

BASAJAN

Peunawa Aceh Edisi

11-18 September 2013

BKKBN Aceh Sosialisasikan HKN

Banda Aceh | Peunawa - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Provinsi Aceh memperingati Hari Keluarga ke-20 dengan berbagai kegiatan dan perlombaan antar sesama keluarga karyawan dan masyarakat. “Peringatan Hari Keluarga ini untuk menggugah kesadaran masyarakat agar lebih memperhatikan peran dan fungsi masing-masing anggota keluarga yakni ayah, ibu dan anak”ujar plt Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Aceh, Saflawi di Banda Aceh. Saflawi mengajak masyarakat membentuk serta membina keluarga kecil, bahagia, dan sejahtera yang memiliki ketahanan dan keharmonisan. “Jangan sampai penerus bangsa ini terlibat seks bebas, narkoba, dan terkena penyakit berbahaya HIV AIDS. Komunikasi dan interaksi yang harmonis dalam keluarga dipercaya mencegah anggotanya dari pengaruh negatif dari luar,” ujarnya. Ia melanjutkan BKKBN membina generasi muda agar merencanakan masa depan untuk meraih kehidupan yang lebih baik dengan mempopuler-

kan istilah generasi berencana (GenRE). “Melalui GenRe ini, pemerintah menyosialisasikan tentang program Kependudukan dan KB kepada masyarakat luas, serta menyuarakan dua anak cukup,” katanya. Menurutnya pihaknya bersatu padu dengan permerintah dalam upaya mengoptimalisasikan percepatan pembangunan Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) dalam menggapai target Millennium Development Goals (MDG’s) tahun 2015. Saflawi mengatakan kemajuan daerah ini menuntut kesejahteraan masyarakat dan dalam lingkup kecil yakni keluarga.Keluarga kecil akan mengantarkan anggotanya mencapai kebahagian dan kehidupan yang sejahtera. KB punya peran besar dalam mengantarkan keluarga kecil bahagia sejahtera tersebut. “Semuanya harus mempunyai ren-

PIMPINAN, ANGGOTA DAN SEKRETARIAT DEWAN PERWAKILAN RAKYAT KOTA (DPRK) BANDA ACEH

cana, mulai dari berkeluarga. Jika setiap anggota masyarakat memiliki rencana dua anak sudah cukup maka keluarga kecil bahagia dan sejahtera akan lebih mudah tercapai,” katanya. Ia menambahkan, sementara ini pihaknya gencar menurunkan angka Total Fertility Rate (TFR) yang masih diatas rata-rata nasional yakni 2,8 (dalam 10 orang wanita usia subur terdapat 28 orang anak yang dilahirkan) berdasarkan hasil Survei Demografi Kesehatan Indonesia 2012. “BKKBN tidak bisa bekerja sendiri dan membutuhkan peran pemerintah daerah, pemangku kepentingan, dan kesadaran masyarakat itu sendiri untuk pemantapan komitmen membentuk keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera,” ujarnya. Ia menambahkan, permasalahan kependudukan dan KB ini menjadi tanggung jawab bersama dan tidak bisa disepelekan karena jika target kepesertaan KB meleset, maka dampaknya akan sangat terasa pada satu dekade kemudian bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Sementara itu Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Aceh, mengadakan

lomba mendesain poster Generasi Berencana (Genre) untuk memperebutkan uang tunai total Rp 15 juta. Kepala Bidang Advokasi Penggerakan dan Informasi BKKBN Aceh, Nur Zikra mengatakan, lomba ini dibuka untuk tiga kategori, yaitu SMA/sederajat, mahasiswa, dan umum. Pendaftaran dibuka sampai 18 September dan bisa diantar langsung ke kantor BKKBN Provinsi Aceh. “Pendaftaran juga bisa dilakukan melalui pos dan paling lambat tanggal 15 September. Perlombaan poster ini ketiga kalinya kita laksanakan. Alhamdulillah tahun kemarin, perwakilan Aceh mendapatkan Juara 1 Nasional,” katanya. Dia menambahkan, untuk perlombaan poster kali ini mereka memberi tema, dua anak lebih baik, stop free sex dan HIV/AIDS, dan tunda nikah dini. “Bagi setiap juara 1 tingkat provinsi, selanjutnya akan dilombakan pada tingkat nasional,” ujarnya. Dia berharap, untuk para juara tingkat provinsi ini supaya nantinya dapat berlomba pada tingkat nasional dan dapat mempertahankan prestasi juara 1 tahun 2012 kemarin, yang pernah dicapai oleh peserta perwakilan Aceh. (Fikri)

Pemerintah Aceh

KELUARGA BESAR

DINAS BINA MARGA ACEH

Mengucapkan Selamat & Sukses

Mengucapkan Selamat & Sukses

SERTIJAB PANGDAM ISKANDAR MUDA

SERTIJAB PANGDAM ISKANDAR MUDA

Atas dari

MAYJEN TNI ZAHARI SIREGAR

kepada

Atas dari

MAYJEN TNI ZAHARI SIREGAR

kepada

MAYJEN TNI PANDU WIBOWO

MAYJEN TNI PANDU WIBOWO

KASAD (Sekarang Panglima TNI) Jenderal TNI Moeldoko Di Aula Gedung A. H Nasution Mabesad, Jumat 30/08

KASAD (Sekarang Panglima TNI) Jenderal TNI Moeldoko Di Aula Gedung A. H Nasution Mabesad, Jumat 30/08

Oleh

Tertanda Yudi Kurnia, SE Edi Aryansyah Ketua Wakil Ketua Drs. Ansarullah Sekwan

Razali, S.Ag Wakil Ketua

Oleh

tertanda Ir. Zahruddin, M.Si Kepala Dinas


BASAJAN

Peunawa Aceh Edisi

11-18 September 2013

Targetkan Aceh Menjadi Pelopor KB di Indonesia Banda Aceh | Peunawa Secara nasional pelaksanaan program Kependudukan dan Keluarga Berencana (KKB) Nasional dalam sepuluh tahun terakhir menunjukkan angka yang tidak memuaskan. Selama kurun waktu tersebut, pencapaian program berada dalam posisi stagnan. Aceh diharapkan akan menjadi pelopor berjalannya program KKB melalui pendekatan agama di Provinsi Aceh. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Prof. Dr. Fasli Jalal, Ph.D, Sp.GK dalam pembukaan rapat penelaahan tengah tahun program pembangunan K-KKB tahun 2013 di Banda Aceh mengatakan pada tahun lalu Total Fertility Rate (rata-rata anak yang dilahirkan seorang wanita selama masa usia subur) stagnan pada angka 2,6 persen. Sementara penggunaan kontrasepsi (CPR) hanya merangkak naik 0,5 persen selama lima tahun terakhir dari 61,4 persen (2007) menjadi 61,9 persen (2012).

“Hasil SDKI (Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia) tahun 2012, juga memperlihatkan indikasi yang mengkhawatirkan, yakni persentase wanita yang sedang hamil di usia 15-49 tahun meningkat dari 3,9 persen (2007) menjadi 4,3 persen (2012)” jelasnya. Fasli menambahkan penggunaan kontrasepsi moderen menurun pada wanita usia 25-29 tahun dari 60,7 persen (2007) menjadi 60,4 persen (2012), di usia 30-34 tahun turun dari 64,7 persen (2007) menjadi 61,8 persen (2012). Demikian pula pada Pasangan Usia Subur (PUS) anak 1-2 terjun dari 64,3 persen (2007) menjadi 63,2 persen (2012). “Kebutuhan ber-KB pada Pasangan Usia Subur (PUS) yang masuk dalam kelompok usia muda, yakni pada umur 20-24 tahun juga turun dari 71,5 persen (2007) menjadi 68,6 persen (2012), usia 25-29 tahun turun dari 74,0 persen (2007) menjadi 71,9 persen (2012)” Sementara itu Plt Kepala Perwakilan Badan Kepend-

udukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Aceh Drs Saflawi TR, menyatakan pencapaian program KB di Aceh masih memiliki kendala. Di Aceh masih berkembang pada masyarakat banyak anak banyak rezeki. Terutama di segi pengetahuan di masyarakat juga masih belum begitu memahami program KB. “Kita memberikan pemahaman agar KB tidak dipahami sebagai pembatasan jumlah anak, melainkan dipahami sebagai pengaturan kelahiran. Jarak aman antar satu kelahiran dengan kelahiran berikutnya” tuturnya. Saflawi menambahkan Aceh yang memiliki kultur unik dengan basis syariahnya yang kuat, kampanye tentang kotrasepsi harus disinergiskan dengan tokoh keagamaan. Menurutnya, kontrasepsi sudah dinyatakan halal oleh MUI. Secara umum masyarakat sudah menerima program KB, sudah memberi kontribusi dan keterlibatan masyarakat. (Fikri)

Pemerintah Aceh

KELUARGA BESAR

DINAS PEMUDA DAN OLAHRAGA ACEH

Pemilu 2014

Nasdem Kota Banda Aceh Targetkan Penuhi Satu Fraksi

Banda Aceh | Peunawa - Pada pemilu 2014 mendatang Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Kota Banda Aceh mengaku optimis mampu meraih satu Fraksi di Dewan Perwakilan Rakyat (DPRK) Kota Banda Aceh. “Kami yakin NasDem mampu meraih minimal 5 kursi dan maksimal 6 kursi di parlemen DPRK Banda Aceh,” kata Ketua DPD NasDem Kota Banda Aceh, T.Irwan Djohan di sebuah cafe beberapa waktu lalu. Irwan Djohan menjelaskan, keoptimisan pihaknya meraih kursi di DPRK Banda Aceh, banyak dukungan dukungan dari berbagai pihak, “Alhamdulillah sejauh ini Partai Nasdem didukung banyak kalangan, dari Mahasiswa, Remaja, Ulama bahkan ditingkat pengusaha,” jelasnya. Ia menekankan, kepada pengurus Nasdem terutama bagi para caleg Partai NasDem diminta untuk menjalankan semua paraturan dan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Partai. “Nasdem tidak segan-segan untuk menggantikan kadernya yang melanggar peraturan yang sudah ditetapkan, bukan hanya itu, bagi caleg maupun pengurus yang tidak agresif dan aktif juga akan di-

ganti,” tegasnya. Kata Irwan, Nasdem adalah sebuah partai yang masih putih tanpa dosa, dan satu satu nya partai Nasional yang punya peluang untuk memperjuangkan hak dan kesejahteraan masyarakat Aceh. “Dengan dipimpin oleh Putra Aceh asli, Nadem optimis mampu merubah ekonomi rakyat untuk lebih baik,dan inilah saatnya aceh memimpin Indonesia,” tutur Iwan. Sementara itu, pihaknya berhasil mengumpulkan sebanyak 36 kantong darah yang telah diserahkan kepada PMI Kota Banda Aceh. Donor darah itu dilakukan Timses Pilkada 2012, Caleg DPRK Banda Aceh dari Partai NasDem, pengurus DPW, DPD, DPC dan pengurus sayap Garda Pemuda NasDem, Garda Wanita (Garnita) Malahayati dan Liga Mahasiswa NasDem. “Acara donor darah ini kita lakukan untuk menolong sesama ummat dan masyarakat yang membutuhkan darah. Kita berharap dengan kepedulian kita ini akan mampu mengurangi beban bagi keluarga pasien yang membutuhkan darah” demikian Irwan Djohan. (Fikri)

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI

Mengucapkan Selamat & Sukses

Mengucapkan Selamat & Sukses

SERTIJAB PANGDAM ISKANDAR MUDA

SERTIJAB PANGDAM ISKANDAR MUDA

Atas dari

MAYJEN TNI ZAHARI SIREGAR

kepada

7

Atas dari

MAYJEN TNI ZAHARI SIREGAR

kepada

MAYJEN TNI PANDU WIBOWO

MAYJEN TNI PANDU WIBOWO

KASAD (Sekarang Panglima TNI) Jenderal TNI Moeldoko Di Aula Gedung A. H Nasution Mabesad, Jumat 30/08

KASAD (Sekarang Panglima TNI) Jenderal TNI Moeldoko Di Aula Gedung A. H Nasution Mabesad, Jumat 30/08

Oleh

Oleh

tertanda Bukhari, A.KS.MM Kepala Dinas

tertanda H. Sayed Fuad Zakaria, SE


8

BASAJAN

Peunawa Aceh Edisi

11-18 September 2013

Di Lahan Eks Tsunami Lhoong

Bupati Aceh Besar Panen Kacang Tanah

Bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah didampingi Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Aceh, Drs Hasanuddin Darjo MM beserta pejabat terkait lainnya melakukan panen perdana kacang tanah di lahan bekas tsunami yang dipusatkan di Gampong Gapuy, Kecamatan Lhoong, Aceh Besar, Kamis (29/8/2013). FOTO : MARIADI Aceh Besar | Peunawa Bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah bersama Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Aceh, Drs Hasanuddin Darjo MM dan pejabat instansi terkait/SKPK Aceh Besar melakukan panen perdana kacang tanah di lahan bekas terjangan tsunami yang dipusatkan di Gampong Gapuy, Kecamatan Lhoong,

Kamis (29/8/2013). Panen pada lahan seluas 25 ha di gampong yang hanya terpaut 500 meter dari bibir pantai hasilnya mencapai 4,8 ton/ha. Hadir dalam kesempatan itu, Ketua DPRK Aceh Besar Saifuddin, anggota DPRK A Manan, Kadis Pertanian dan TPH Aceh Besar Ir Hasballah MSi, Kaban P2KP Aceh Besar Drh Alimin Hasan MM,

Muspika Lhoong, para kelompok tani, PPL, dan tokohtokoh masyarakat setempat. Bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah menyatakan sangat bahagia atas kerja keras para petani dan dukungan PPL yang dengan sangat sungguh-sungguh telah melaksanakan kegiatan usaha tani dengan memanfaatkan lahan bekas tsunami yang menerjang Aceh

Kominfo Sosialisasi Internet Sehat Bagi Pemuda Aceh Banda Aceh | Peunawa Sebanyak 200 pemuda yang berasal dari Perguruan Tinggi dan komunitas blogger yang ada di Aceh mengikuti bimbingan tekhnis bidang Tekhnologi Informasi dan Komunikasi tentang internet sehat dan aman, yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerjasama dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Telematika (Dishubkomintel) Provinsi Aceh yang bertempat di Kota Banda Aceh. Kasubdit Pemberdayaan Informatika untuk masyarakat khusus, Harry Hartono menyatakan pihaknya saat in tengah gencar menggelar kampanye penggunaan internet sehat, dan kali ini dilakukan di Aceh yang diikuti para pelajar dan mahasiswa serta komunitas blogger. “Internet sehat adalah menggunakan internet secara aman dan produktif sehingga tidak menjadi korban pihak-pihak tidak bertanggung jawab, serta tidak menjadi korban dari teknologi itu sendiri,” katanya. Menurut dia, kegiatan kampanye penggunaan internet sehat tersebut perlu

terus dilakukan karena jumlah masyarakat pengguna internet semakin bertambah setiap tahun, dan kini tercapat seperlima dari total 247 juta penduduk di Indonesia menggunakan internet. Penggunaan internet yang paling banyak ditemui adalah dengan mengakses situs jejaring sosial seperti facebook dan twitter. “Padahal, dari situs-situs jejaring sosial tersebut kerap ditemui sejumlah kasus yang merugikan masyarakat, misalnya penipuan hingga penculikan. Apabila ada informasi di internet, sebaiknya tidak langsung mempercayainya begitu saja. Tetapi, harus di cek kebenarannya, apalagi akun yang digunakan anonim,” katanya. Penggunaan internet yang sehat, lanjut dia, juga termasuk tidak mengakses situs-situs pornografi serta tidak mengunduh lagu-lagu secara ilegal, atau tanpa membayar. Sementara Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Telematika (Dishubkomintel) Provinsi Aceh Said Rasul mengatakan, melalui kegiatan tersebut diharapkan para pelajar dan

masyarakat tidak menggunakan internet untuk tujuan yang dilarang UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). “Ancaman hukumannya sangat berat, 12 tahun penjara. Selain itu juga melanggar aturan kesusilaan yang dianut masyarakat. Pelanggaran UU tersebut di antaranya adalah mengirimkan pornografi melalui telepon selular, email, situs, jejaring sosial, dan perangkat lain” jelasnya. Menurutnya, bukan hanya pengguna internet yang mereka ajak untuk memanfaatkan internet secara sehat. Namun, pemilik warung internet dan warung kopi yang menyediakan akses internet pun diminta untuk menyaring situs-situs yang diakses pelanggannya. “Penyaringan situs porno menjadi langkah antisipasi penggunaan internet secara negatif. Pengguna internet sampai saat ini masih didominasi pelajar, sehingga diharapkan mereka harus tetap selektif dalam mengakses jaringan dunia maya” demikian Said Rasul. (Fikri)

26 Desember 2004 lalu, termasuk wilayah kecaamtan Lhoong yang berjarang 55 KM arah barat Kota Banda Aceh dan 100 KM dari Kota Jantho Ibukota Aceh Besar. Apalagi, sesuai dengan hasil pengambilan ubinan oleh petugas penyuluh UPTBBPT Lhoong hasil kacang tanah 4,8 ton/ha dengan harga Rp 6.000/Kg. Maka jumlah total pendapatan kotor Rp 28.800.000/ha. Sedangkan hasil padi 5,1 ton/ ha dengan harga Rp 4.000, maka jumlah pendapatan total pendapatan kotor Rp 20.400.000. “Jadi, perbandingan pendapatan antara kacang tanah dengan padi Rp 8.400.000 lebih menguntungkan kacang tanah daripada produksi padi. Hasil panen kacang tanah ini diharapkan semakin memotivasi petani untuk terus menghasilkan produksi maksimal,” katanya. Dalam kesempatan itu, Bupati Aceh Besar juga menyerahkan bantuan hand

traktor dua unit untuk mendukung kelancaran program pertanian yang secara simbolis diterima ketua Kelompok Tani Suka Maju, Yusran Efendi. Sementara itu, Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Aceh, Hasanuddin Darjo mengemukakan, kontribusi sektor pertanian Aceh Besar untuk mendukung kemandirian, kehandalan, kemantapan, dan suksesnya program pertanian di Aceh sangat besar. Apalagi, selama ini, Aceh Besar menjadi penopang program pangan, terutama bagi Aceh Besar, Kota Banda Aceh, dan Sabang, serta daerah sekitar lainnya. Untuk itu, pihaknya sangat berharap agar petani Aceh Besar dapat terus berkiprah dalam memajukan sektor pertanian di daerah tersebut. Kepala Badan Penyuluhan dan Ketahanan Pangan Aceh Besar, Drh Alimin Has-

an MM menjelaskan, selama ini telah banyak program pemberdayaan yang mereka lakukan untuk mensejahterakan petani. Selain padi, tanaman andalan Aceh Besar juga meliputi jagung, kacang tanah, kacang hijau, dan berbagai produk palawija lainnya. “Panen kacang tanah di lahan bekas tsunami di Gampong Gapuy, Saney, dan Utamong, Kecamatan Lhoong ini, sangat maksimal berkat dukungan dan kerja keras petani, PPL, dan masyarakat lainnya. Ketua Kelompok Tani Suka Maju Gampong Gapuy, Yusran Efendi menambahkan, areal penerapan teknologi pola tanam kacang tanah di hamparan itu seluas 25 hektar dengan jumlah anggota 65 orang yang melibatkan tiga kelompok tani dari tiga gampong. Sedangkan varietas yang ditanam adalah kijang yang dinilai sangat cocok ditanam pada lahan tersebut.(mariadi)

KELUARGA BESAR

KNPI ACEH

Mengucapkan Selamat & Sukses Atas

SERTIJAB PANGDAM ISKANDAR MUDA dari

MAYJEN TNI ZAHARI SIREGAR

kepada MAYJEN TNI PANDU WIBOWO Oleh

KASAD (Sekarang Panglima TNI) Jenderal TNI Moeldoko Di Aula Gedung A. H Nasution Mabesad, Jumat 30/08

Jamaluddin Jamil, ST

Ketua


BASAJAN

Peunawa Aceh Edisi

11-18 September 2013

9

Disbudparpora dan KNPI Aceh Besar Adakan Pelatihan Kewirausahaan

Asisten II Setdakab Aceh Besar DR Samsul Bahri MSi ketika memberikan arahan sekaligus membuka Pelatihan Kewirausahaan Pemuda Tahun 2013, yang akan berlangsung mulai 27-29 Agustus 2013 di Hotel Noris, Lambaro Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. FOTO : MARIADI Aceh Besar | Peunawa – Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) dan Dewan Pengurus Daerah Komite

Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Aceh Besar menggelar Pelatihan Kewirausahaan Pemuda Tahun 2013, dilaksanakan

27-29 Agustus 2013 di Hotel Noris, Lambaro Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Pada pelatihan ini turut dihadiri Camat Ingin Jaya, dan pen-

gurus KNPI. Bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Aceh Besar

DR Samsul Bahri MSi saat membuka pelatihan, Selasa (27/8), mengatakan pelatihan dilaksanakan untuk meningkatkan minat para pemuda terhadap dunia enterpreneurship dan mau berwirausaha sebagaimana pemerintah dan juga merupakan harapan kita semua bahwa pemuda menjadi insan-insan kreatif yang tidak hanya mengharapkan pekerjaan sebagai pegawai (PNS)/karyawan, namun mampu membuka lapangan kerja baru. “Pengembangan wirausaha merupakan solusi mengurangi pengangguran, khususnya peran pemuda sangat penting dalam membantu menciptakan lapangan pekerjaan melalui wirausaha. Untuk itulah para pemuda diharapkan dapat memanfaatkan pelatiahan dan kesempatan yang telah diberikan, dalam rangka menumbuhkembangkan sikap mandiri dan jiwa wirausaha,” ujar Samsul Bahri Sebelumnya Kadisparpora Aceh Besar M Ali SSos MSi diwakili sekretaris dinas Yusri SPd mengatakan pelatihan kewirausahaan merupakan tujuan sebagaimana dicita-citakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), dimana lapangan pekerjaan saat ini sangat terbatas, untuk itu diminta para peserta pelatihan dapat berkreasi menciptakan lapangan kerja baik untuk diri sendiri

maupun orang lain nantinya. “Kita akui membangun karakter mental kewirausahaan pemuda memang tidaklah mudah, selain kesadaran pemuda, dukungan keluarga, lingkungan yang kondusif serta peran semua pihak lainnya yang sangat dibutuhkan,” katanya. Ketua Panitia Pelaksana Khalid Wardana SAg mengatakan, pelatihan yang dibekali dengan teori dan tinjauan lapangan diikuti 40 peserta terdiri dari kalangan pemuda dan pemudi yang memiliki bakat wirausaha tersebut bertujuan untuk menyiapkan dan meningkatkan pengetahuan serta mewujudkan potensi pemuda yang mandiri untuk menjadi pengusaha profesional. “Juga mendorong pemuda memiliki kebanggaan terhadap dunia usaha agar mampu menciptakan lapangan pekerjaan bagi diri mereka sendiri dan orang lain, serta meningkatkan motivasi untuk mulai dan terus berwirausaha,” ujar Khalid Wardana yang juga Ketua DPD KNPI Aceh Besar. Pemateri pelatihan ini adalah orang-orang terampil dan wirausahaan, seperti Taufik SE (pemilik usaha Taufik Kupi), Suparno (pemilik kuliner Ayam Lepaas), TM Sunandar (perbenkelan), Cut Suryati SPd (menjahit) dan Wira Darma SSi MP MSi dari HIPMI Aceh.(mariadi)

Banda Aceh Terbaik Dalam Pengelolaan Prasarana Dan Sarana Penyehatan Lingkungan Permukiman Di Indonesia. Banda Aceh | Peunawa - Sebanyak 25 orang Bupati dan Walikota yang berasal dari seluruh Indonesia belajar tentang tata cara penanganan system sanitasi dan drainase yang dijalankan oleh Pemerintah Kota Banda Aceh pasca musibah gempa dan tsunami beberapa tahun silam. Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan Permukiman Ir. Joko Mursito, menyatakan lebih dari 90 persen masyarakat Indonesia menggunakan sistem air limbah individual atau toilet. Tapi belum semuanya dikelola dengan benar, banyak yang belum dilengkapi septic tank sehingga lumpur tinja langsung dibuang ke badan air. Jika ada septic tank pun ada yang jarang atau sama sekali tidak disedot sehingga menjadi penerus air limbah yang kemudian meresap dalam tanah dan mengkontaminasinya. “Tanggung jawab penanganan sanitasi memang ada di pundak semua level pemerintahan, tapi menjadi urusan wajib pemerintah kabupaten/kota. Diban-

gunnya prasarana dan sarana sanitasi tidak ada artinya jika tidak bisa dimanfaatkan dan berkesinambungan” jelasnya. Joko menambahkan, dari hasil studi Bantuan Teknis Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) yang dilakukan Dit. PPLP, dari 79 IPLT yang sudah dibangun, 40 diantaranya kondisi bangunannya baik, namun hanya lima yang sudah beroperasi secara optimal dan sebanyak 35 lainnya belum optimal. Sedangkan yang kondisi bangunan rusak ada 39 unit dan 23 di antaranya beroperasi tidak optimal sedangkan 16 lainnya tidak beroperasi sama sekali. ‘Kota Banda Aceh menjadi rujukan bagi daerah lain di Indonesia dalam rangka pengelolaan sanitasi dan system permukiman yang baik dan ideal. Kita tahu setelah tsunami lalu, Kota ini mampu bangkit dan berkembang dengan baik” ujarnya. Sementara Walikota Banda Aceh Mawardy Nurdin mengatakan semenjak

tahun 2006, pihaknya terus melakukan langkah terkoordinasi untuk menuntaskan masalah kesehatan lingkungan ini. Dan dengan bantuan donor, telah merampungkan pembangunan drainase di seluruh Banda Aceh, dan terkoneksi ke Kabupaten Aceh Besar, sejak tahun 2009. Tahun ini, realisasi pengerjaannya mencapai 80 persen. “Kami meyakini, tanpa lingkungan yang bersih, takkan lahir generasi yang cerdas, sehat dan berakhlak mulia. Salah satunya adalah dengan mengajak masyarakat untuk terlibat langsung dalam penggunaan air limbah yang terpusat dan dikelola secara sejak 20102012. Kami juga memiliki sistem pengelolaan sampah dengan sanitary landfill dengan fasilitas yang terbilang lengkap untuk menjadi referensi secara nasional” katanya. Ia berharap, proyek yang menghabiskan banyak biaya ini dapat mengurai masalah banjir yang juga menjadi masalah di kota-kota besar di Tanah Air.

Selain itu pihaknya juga telah mengembangkan pengolahan sampah dengan dibentuknya Bank Sampah di beberapa sekolah dan gampong, rumah kompos, dan tempat pembuangan akhir. “Pemerintah kota menyediakan alat angkut sampah khusus bagi warga untuk mengontrol sendiri sampah mereka. Peran langsung masyarakat ini dalam mengelola sampah mereka mampu menekan ongkos pengelolaan sampah. Bahkan masyarakat dapat menikmati langsung keuntungan dari produktivitas mereka dari mengelola sampah” jelasnya. Forum ini diharapkannya dapat memberikan masukan dalam memperbaiki kualitas hidup melalui lingkungan yang sehat dan produktif. Karena, seluruh kota memiliki permasalahan yang sama. Dan perlu kerja bersama-sama untuk mengentaskan permasalahanpermasalahan tersebut dan menjadikannya sebagai sebuah solusi hidup yang lebih baik, demi masa depan yang lebih sehat.(FIkri)


10

BASAJAN

Peunawa Aceh Edisi

11-18 September 2013

Unsyiah Gelar Konferensi Internasional Pendidikan Khusus

Banda Aceh | Peunawa - Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) dan Konsorsium Perguruan Tinggi Pendidikan Se-Asia Pasifik (The Consortium of Asia Pacific Education Universities, CAPEU) akan mengadakan konferensi internasional bernama INTERNATIONAL CONFERENCE ON SPECIAL EDUCATION 2013 pada tanggal 4-6 September 2013. Pelaksanaan konferensi ini bertempat di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh (Unsyiah). Unsyiah dan Sultan Idris Education University Malaysia yang merupakan panitia utama ajang ini juga merupakan dua perguruan tinggi yang tergabung dalam CAPEU. Secara keseluruhan, CAPEU terdiri dari 16 Universitas yang sudah masuk dalam MoU, serta puluhan perguruan tinggi lainnya yang baru masuk. Selain negara-negara yang masuk dalam CAPEU tersebut, CAPEU juga memiliki 3 simpul universitas mitra yang tersebar di Australia, Eropa dan Amerika Serikat. Konsorsium yang dibentuk pada 23 April 2013 lalu itu memiliki dukungan beberapa badan internasional seperti Badan Pertukaran Pelajar Jerman (DAAD), East West Center di Amerika Serikat, dan Miyagi Center di Jepang.

Konferensi internasional ini bertema “Diversity in Special Education: Issues and Challenges in the first quarter of the millennium” memang ditujukan untuk memberi pemahaman dan motivasi kepada para guru, orang tua dan semua orang yang terhubung dengan orang-orang berkebutuhan khusus. Sehingga semua orang diharapkan mampu memahami serta tergerak untuk membantu orang-orang berkebutuhan khusus ini. Ketua panitia konferensi internasional ini, Dr. Qismullah Yusuf, yang juga kepala sekretariat CAPEU mengatakan bahwa konferensi ini merupakan seminar internasional pertama yang dilakukan oleh konsorsium CAPEU. Menurut Qismullah, secara khusus konferensi ini diharapkan mampu menghadirkan diskusi yang luas di antara para peserta dari berbagai negara ini, sehingga mampu menggali issuissu terkini tentang orang-orang berkebutuhan khusus tersebut. Konferensi internasional ini juga ikut memulai rangkaian even besar tahunan Dies Natalis Universitas Syiah Kuala yang ke 52 tahun ini. Perguruan tinggi terbesar di Aceh ini memang menggelar serangkaian acara untuk memeriahkan ulang tahunnya ke 52, selain beberapa seminar baik nasional maupun internasional, Unsyiah juga menggelar beberapa event olah raga. Rektor Unsyiah, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M Eng berharap, di usia ke 52 ini, Unsyiah sudah mampu lebih baik dalam melayani masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Meskipun demikian, Samsul mengaku terus bekerja keras untuk meningkatkan pelayanan Unsyiah untuk masyarakat. (Ilham Maulana)

Petugas Bandara SIM Gagalkan Penyelundupan Sabu Petugas dari satuan Polresta Banda Aceh dan PT Angkasa Pura Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang, Aceh Besar, menangkap seorang pegawai honorer Pemkab Bireuen berinisial SH (25) terkait kepemilikan narkoba. Petugas juga turut mengamankan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 3 kg. Pelaku ditangkap aparat Satuan Narkoba Polresta Banda Aceh dan petugas bandara saat akan melakukan check in di Bandara SIM sekitar pukul 10.45 WIB, Sabtu (17/8/2013). Kasat Narkoba Polresta Banda Aceh Kompol Dedi Darwinsyah mengatakan, penangkapan itu terjadi berawal informasi dari petugas bandara adanya orang yang mencurigakan. Saat itu, petugas langsung datang ke bandara. “Petugas menemukan narkoba jenis sabu seberat 3 kilogram yang disimpan di dalam kotak rokok. SH berdinas di Dinas Perikanan Pemerintah Kabupaten Bireuen,”

katanya. Hasil pemeriksaan sementara, barang haram itu akan diserahterimakan ke seseorang yang sudah menunggunya di Jakarta. Barang itu dibawa bersama istrinya dari kota Bireun. Barang itu dibawa dengan menggunakan mobil Toyota Avanza ke bandara. Pelaku mengaku jika barang itu sampai ke penerimanya, maka ia akan mendapat imbalan uang sebesar Rp 10 juta dari bandar tersebut. “Namun hal itu belum kita percayai, karena kita masih melakukan penyidikan lebih dalam kepada tersangka,” ujar Dedi. Dedi menambahakan, SH akan pergi ke Jakarta bersama sang istri yang sedang hamil 7 bulan. Sang istri mengaku tidak tahu jika suaminya membawa sabu. Tersangka dijerat dengan UU nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Ia terancam hukuman 12 tahun penjara. Selain sabu, polisi juga mengamankan HP dan sebuah mobil pelaku. (Fikri)

Sekolah Bantuan Kuwait Diresmikan

Kuasa Usaha Kedubes Kuwait di Indonesia, Nasser Al Khaldi didampingi Sekda Aceh HT Setia Budi dan Bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah memotong pita peresmian Sekolah Al Mubarakiah di Gampong Kayee Lee, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (22/8). FOTO : MARIADI Kota Jantho | Peunawa - Kuasa usaha Kedutaan Besar Negara Kuwait untuk Republik Indonesia, Nasser Al Khaldi meresmikan sekolah Al-Mubarakiah Bantuan Bulan Sabit Merah Kuwait di Gampong Kayee Lee, Kecamatan Ingin Jaya, Kamis (22/8/2013). Hadir dalam kesempatan itu, Ketua Bulan Sabit Merah Kuwait Barges Hamoud Al Barges, Sekda Aceh HT Setia Budi, Bupati Aceh Besar Mukhlis Basyah, Kadis Pendidikan Aceh Drs H Anas M Adam MPd, Kepala Biro Humas Pemrov Aceh Drs H Nurdin F Joes, para kepala SKPK, Muspika Ingin Jaya, dan tokoh-tokoh masyarakat. Nasser Al Khaldi pada peresmian menyatakan Kuwait mempunyai hubungan yang amat erat dengan Republik Indonesia yang bersahabat dalam segala bidang politik, ekonomi, dan sosial, terutama di bidang kemanusiaan. Begitu juga, Kuwait selalu berdiri di samping rakyat Indonesia yang bersahabat. “Inilah kami hadir untuk acara peresmian gedung

sekolah Al-Mubarakiah di Gampong Kayee Lhee, Aceh Besar, yang merupakan salah satu bentuk dari perjalanan kebaikan yang insya Allah tak akan henti-hentinya yang merupakan kebanggaan dari negara Kuwait,” katanya. Bupati Aceh Besar, Mukhlis Basyah mengemukakan, Pemkab menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggitingginya kepada Kuwait atas perhatian serta bantuan yang telah diberikan kepada masyarakat Aceh Besar. “Semoga dengan adanya bantuan ini mampu membangkitkan motivasi dan meningkatkan energi positif bagi perkembangan dunia pendidikan di Kabupaten Aceh Besar,” ujarnya. Bantuan yang telah dipersembahkan tersebut, kata Mukhlis Basyah, akan tercatat dalam sejarah perjalanan Kabupaten Aceh Besar dan mudah-mudahan akan terus menjadi amal ibadah. Pemkab juga mengharapkan agar ke depan bantuan seperti itu dapat terus menjadi perhatian semua pihak, termasuk donatur dari Kuwait.

Sekda Aceh Drs HT Setia Budi mengungkapkan, rakyat Aceh sangat berterima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Kuwait atas bantuan yang diberikan tersebut. Sebelumnya, Kuwait juga telah banyak memberi bantuan kepada korban tsunami di Aceh, termasuk membangun 150 unit rumah di Gampong Kayee Lee, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar. Kawasan perumahan itu dinamakan Gampong Shaikh Jaber Al Ahmed Al Sabah sebagai penghormatan kepada Amir Kuwait terdahulu. Kepada masyarakat Aceh Besar, khususnya Gampong Kayee Lee, Sekda Aceh berharap supaya dapat menjaga dan memanfaatkan sekolah itu secara baik, sehingga kelak lembaga pendidikan ini bisa melahirkan putra-putri Aceh yang berkualitas. “Untuk itu, dukungan dan doa dari seluruh rakyat Kuwait sangatlah kami harapkan, sehingga cita-cita membangun Aceh yang sejahtera berdasarkan syariat Islam bisa tercapai,” ujarnya.(mariadi)

40 Santri Dilatih BPPD Banda Aceh | Peunawa Badan Pembinaan Pendidikan Dayah (BPPD) Aceh melatih pembinaan manajemen bisnis dan usaha produktif bagi 40 tengku dan santri dayah salafiah yang ada di seluruh Aceh. Hal tersebut dilakukan guna meningkatkan perekonomian para pengelola dayah salafiah yang ada di aceh. Kepala Badan Pembinaan Pendidikan Dayah, Bustami Usman melalui Kepala Bidang Manajemen dan Pengasuhan Badan Pembinaan Pendidikan Dayah (BPPD) Aceh, Muslim Mahmud,MM menyatakan pihaknya ingin menggerakkan roda perekonomian bagi tengku dan santri yang ada pada dayah salafiah serta mengimplementasikan ilmu muamalah yang dipelajari di dayah, untuk diterapkan dalam aksi bisnis yang islami.

“Kita mendorong seluruh dayah di Aceh agar bisa mandiri dan memiliki usaha produktif, sehingga nantinya tidak bergantung pada Pemerintah kedepannya. Semua dayah Aceh harus memiliki usaha produktif” jelasnya. Muslim menambahkan, pihaknya juga akan menilai potensi-potensi yang dimiliki seluruh dayah di Aceh guna mengembangkannya kedepan. Para santri dan tengku dayah tersebut juga akan dilatih tentang tata cara memulai bisnis islami serta mengenalkan berbagai macam risiko yang mungkin akan dihadapi oleh pengelolanya. “Kita mengajarkan nantinya bagaimana cara mengembangkan bisnis islami, baik dengan memanfaatkan tekhnologi, inovasi atau kreativitas yang dimiliki

mereka” tuturnya. Sementara Ketua Panitia Pelaksana pelatihan Manajemen Usaha Produktif Dayah Salafiah, Arjuna,Sos menyatakan para santri dan tengku dayah salafiah se Aceh itu akan dilatih selama tiga hari kedepan. Mereka berasal dari seluruh dayah yang ada seluruh Aceh.”Kita harapkan setelah pelatihan ini mereka mampu menerapkan ilmu manajemen bisnis islami di dayah salafiah masing-masing. Dan menjadi perpanjangan tangan BPPD di Kab/ Kota nantinya” jelasnya. Arjuna menambahkan pihak BPPD Aceh kedepan juga akan melaksanakan pelatihan bagi seluruh dayah untuk meningkatkan perekonomian para santri dan tengku dayah yang ada di Aceh. (Fikri)


BASAJAN

Banda Aceh | Peunawa - Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam Banda Aceh berhasil mencetak 1.987 lulusan dari berbagai disiplin ilmu di perguruan tinggi negeri tersebut periode mei hingga juli 2013. Rektor Unsyiah Samsul Rizal di Banda Aceh, mengatakan peningkatan jumlah lulusan harus disertai dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia sehingga mampu memiliki keunggulan kompetitif. “Wisuda akan dilakukan pada hari ini dan besok, 28 dan 29 Agustus 2013, dalam Upacara Wisuda periode Mei-Juli 2013 ini, Unsyiah akan melepaskan 1.987 orang lulu-

Peunawa Aceh Edisi

11-18 September 2013

11

Unsyiah Wisuda Lulusan Tahun 2013 san, yang terdiri dari 169 orang lulusan Pascasarjana, 81 orang lulusan Pendidikan Profesi, 1.475 orang lulusan sarjana (S1), serta 262 orang Diploma III”jelasnya. Disebutkannya, dengan wisuda Periode Mei-Juli 2013 ini, maka Unsyiah telah menghasilkan sebanyak 64.440 lulusan Sarjana/Pendidikan Profesi/Pascasarjana, dan 24.009 orang lulusan diploma dari berbagai disiplin keilmuan. Menurut dia, dengan kemampuan sumber daya manusia yang handal akan mampu berkontribusi untuk pembangunan Aceh diberbagai sektor di masa mendatang. Pihaknya berharap seluruh lulusan perguruan tinggi neg-

Wali Nanggroe Pemersatu Semua Golongan Banda Aceh | Peunawa - Majelis Adat Aceh menjaring aspirasi dan dialog yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan terhadap konsep penabalan pengukuhan dan fungsi lembaga Wali Nanggroe. Ketua Majelis Adat Aceh (MAA) Badruzzaman Ismail menyatakan, pihaknya merasa perlu mengenalkan konsep lembag wali Nanggroe secara luas kepada masyarakat Aceh. “Hak itu kita lakukan agar persepsi masyarakat lebih baik dan mampu mengenal lembaga ini kedepannya” ujarnya. Ia menambahkan lembaga wali nanggroe ini nantinya memiliki kewenangan yang lebih besar dan berperan penting dalam tata pemerintahan Aceh. Sementara Pemangku Wali Nanggroe Malik Mahmud Al Haytar berharap agar dialog partisipatif (meudrah) menggagas konsep penabalan dan pengukuhan serta fungsi kelembagaannya, dapat menghasilkan pendapat positif untuk seluruh masyarakat Aceh. “Saran dan pendapat yang dikeluarkan harus positif karena ini hasil perjuangan yang panjang. Kemudian ini sudah dibenarkan oleh peraturan Pemerintah Pusat dan harus kita laksanakan dengan baik, supaya berjalan dengan optimal,” jelasnya. Malik Mahmud menambahkan dengan adanya kelembagaan Wali Nanggroe, Aceh dapat terus memperkuat perdamaian demi terciptanya pembangunan yang lebih pesat. “Kita semua berharap lembaga Wali Nanggroe Aceh kedepan akan dapat menjadi masyarakat aman dan damai. Jadi ini saya liat apa yang baik untuk Aceh juga untuk Indonesia,” katanya. Sementara menyikapi adanya pro dan kontra Qanun Wali Nanggroe, Malik Mahmud mengatakan hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar. Tidak sepenuhnya berbagai elemen maupun pihak terkait memahami makna dari kehadiran qanun tersebut. “Itu biasa pendapat-pendapat. Tapi yang penting sudah diluruskan itu. Karena ini semuanya baru mungkin orang belum mengerti apa tujuannya,” tuturnya. Persoalan Qanun Wali Nanggroe, kata dia, seharusnya sudah diselesaikan beberapa waktu lalu. Hanya saja ada beberapa persoalan yang mengganjal perjalanannya. “Qanun ini sebenarnya sudah harus diselesaikan sejak awal dulu. Tapi karena berbagai macam hal sehingga terganggu dan ini tetap harus diselesaikan supaya segala urusan-urusan pembagunan Aceh bisa berjalan,” katanya. Sementara itu dalam dialog yang berlangsung selama tiga hari tersebut juga dihadiri dari unsur SKPA,DPRA,LSM dan Ormas terkait. (Fikri)

eri tersebut harus mampu bersaing dan meningkatkan perannya dalam upaya memberikan kontribusi untuk pembangunan diberbagai sektor. “Ilmu yang telah diperoleh dibangku kuliah merupakan modal dasar yang akan digunakan dalam dunia kerja dan berkontribusi kepada masyarakat bangsa dan negara,” katanya. Karena itu ia menyarankan agar seluruh lulusan dari universtias tersebut dapat terus belajar dengan giat dalam mengasah kecerdasan intelektual dan kecerdasan emosional. “Kami juga mengajak seluruh lulusan untuk berperan aktif dalam

upaya menciptakan lapangan kerja baru untuk masyarakat di provinsi ini,” demikian Samsul. Secara keseluruhan, dalam upacara Wisuda Periode Mei-Juli 2013 ini, Unsyiah akan melepaskan 179 orang lulusan yang berhasil lulus dengan tingkat yudisium cumlaude (pujian). “Pada wisuda hari pertama periode Mei-Juli 2013 ini, Unsyiah akan melepaskan 991 orang hasil didikannya kembali kepada masyarakat. Di antara mereka, terdapat 81 orang hasil pendidikan Profesi, 648 orang lulusan Sarjana (S1), dan 262 orang lulusan Diploma III. Insya Allah, Unsyiah masih akan mewisuda

996 orang lulusan lagi pada hari Kamis besok, 29 Agustus 2013” demikian Samsul Rizal.

Mahasiswa Baru USM Ikuti Ospek

Banda Aceh | Peunawa - Sebanyak 1.200 mahasiswa baru yang telah lulus Universitas Serambi Mekkah (USM) Aceh mengikuti masa orientasi kampus selama dua hari (07 dan 08 September 2013) bertempat di halaman Perguruan Tinggi Swasta tersebut. Mahasiswa baru diminta untuk tidak manja dan semangat dalam mengikuti proses pengajaran nantinya. Pimpinan Yayasan Serambi Mekkah, THM Sulaiman syah menyatakan kegiatan ospek diminta untuk bisa menumbuhkan rasa cinta terhadap kampus, bukan tradisi yang tanpa arah dan membuang uang untuk acara tak bermakna. “Tidak ada yang namnya ospek, melainkan masa perkenalan. Penghapusan ospek bertujuan menghilangkan mindset negatif tentang ospek itu sendiri yang sering terjadi” jelasnya.

Sulaiman syah menambahkan dari segi karakter, mahasiswa baru harus mampu menunjukan kekompakan dalam mengerjakan tugas. Selain itu, kata dia, para mahasiswa baru harus belajar berpikir secara akademis dan kritis. “Universitas Serambi Mekkah (USM) bertekad mencetak para insane yang berakhlak mulia dan mampu mengembangkan ilmunya secara nyata dalam masyarakat. Kita juga berharap Pemerintah Aceh mau membantu kampus swasta ini” tuturnya. Sulaiman berharap Pemerintah Aceh akan membantu Perguruan Tinggi Swasta di Aceh agar mampu berkembang dan mampu bertahan. Menurutnya, selama ini pihaknya hanya mengandalkan dana swadaya dari mahasiswa dan yayasan, se-

dangkan Pemerintah masih kurang memperhatikannya. Sementara Rektor Universitas Serambi Mekkah (USM) Aceh, Abdul Gani Asyik mengatakan dari semua program studi yang dijalankan di Perguruan Tinggi tersebut, fakultas ekonomi dan takultas tekhnologi informasi, masih menjadi pilihan utama para mahasiswa baru untuk tahun ajaran 2013/2014. “Hampir 6p persen dari jumlah mahasiswa baru yang telah lulus saat ini di USM, sebagian besarnya masih meminati kedua jurusan itu” jelasnya. Menurutnya, saat ini USM Aceh tersebut telah menjalin hubungan dengan Perguruan Tinggi Negeri dalam dan luar negeri dalam bidang pertukaran dosen dan mahasiswa, agar dapat menimba ilmu di berbagai kampus tersebut. (Fikri)

Banda Aceh | Peunawa Pemerintah Aceh saat ini sedang menggalakkan sektor pariwisata dalam mendukung perekonomian daerah, karenanya Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) Aceh menggelar pelatihan industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) dalam bidang pariwisata untuk seluruh pengusaha dan perusahaan yang adadi Aceh. Direktur Promosi Konvensi, Insentif, Even dan Minat Khusus Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yaitu ibu Rizki Handayani saat membuka pelatihan industri MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition), Sabtu (07/09) di Gedung AAC Dayan Dawod Banda Aceh menyatakan, dengan adanya pelatihan industri tersebut, maka pengusaha akan dapat mengenalkan lebih maksimal terkait potensi yang dimiliki daerah

Aceh saat ini. “Hal ini merupakan momentum yang sangat tepat bagi Aceh dalam upaya mempromosikan pariwisata di Aceh. Kita berharapk para pelaku wisata yang ada di Aceh akan bisa memanfaatkan momentum ini” ujarnya. Rizki menambahkan adapun target yang ingin dicapainya yakni, mengefektifkan Usaha Jasa MICE untuk meningkatkan semangat kewirausahaan, memperluas kesempatan kerja, partisipasi dan peran serta para stakeholder dalam mengembangkan potensi Wisata MICE serta mendukung terhadap pengembangan industri pariwisata, ekonomi dan investasi di Provinsi Aceh. Ketua Asosiasi Perusahaan Pameran Indonesia (Asperapi) Aceh, Mirza Rizqan SE mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan

masyarakat tentang manajemen usaha jasa MICE serta peluang dan prospeknya kedepan. “Promosi wisata Aceh sangat penting guna mendorong negeri serambi mekkah ini sebagai salahs atu destinasi wisata MICE di Indonesia,” jelasnya. Sementara itu dalam pelatihan tersebut diisi oleh beberapa pemateri, di antaranya dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Rizki Handayani, Christina L Rudatin), Ketua Umum DPP Asperapi, Effi Setiabudi, Direktur PT Debindo Mitra Dyantama, Soehoed Kosasih, dan General Manager UBM, Eko Prabowo. Adapun peserta yang diundang dalam pelatihan tersebut berasal Intansi Pemerintah Aceh dan Kota Banda Aceh, BUMN dan BUMD, perbankan, pemilik hotel dan Asosiasi MICE, Perusahaan MICE, dosen dan juga mahasiswa. (Fikri)

Asperapi Gelar Pelatihan MICE


12

POLITIK

Peunawa Aceh Edisi

11-18 September 2013

Calon Senator Termuda “Keubanggaan Ureung Aceh�

Fachrul Razi, M.I.P, demikian nama lengkapnya, salah seorang pemuda yang Cerdas, Kreatif, Inovatif dan banKatanya Anda maju sebagai calon DPD, kenapa tak memilih menjadi Caleg DPR RI atau DPRA? Insya Allah, karena saya melihat banyak permasalahan yang tidak selesai dan hal tersebut merupakan tugas dan wewenang DPD RI yang selama ini belum dijalankan secara maksimal. DPD RI mewakili keterwakilan Aceh, sehingga memiliki tantangan yang lebih besar dan membutuhkan keseriusn dari kita untuk dapat menjadikan DPD RI sebagai Institusi di Negara ini dalam mempercepat proses pembangunan dan perdamaian di Aceh. Khabarnya anda sekarang tidak lagi menjabat sebagai Jubir PA, kenapa, siapa pengganti anda? Saya orang yang siap bekerja dimana saja dan siap bekerja secara ikhlas. Posisi Juru Bicara adalah amanah bagi saya dan Alhamdulillah selama 2,5 tahun saya menjabat sebagai Juru Bicara di periode DPA PA tahun 2008-2013, banyak hal yang telah saya lakukan demi kebaikan dan kemajuan Partai Aceh. Untuk periode yang baru, memang belum ada SK untuk masing masing bidang termasuk Juru Bicara, karena masih demisioner semua. Ya kalau dipercayakan kembali yang saya harus siap demi Partai Aceh, dan Alhamdulillah juga jika saya dipercaya untuk posisi lainnya saya juga harus siap, termasuk dipersiapkan oleh Partai Aceh untuk naik DPD RI, sama seperti rekan saya lainnya yang dipersiapkan di Partai Aceh untuk naik DPRK, DPRA dan DPR RI. Sudah sejauh mana persiapan anda menuju Senayan sebagai calon Senator? Sejauh ini saya masih menyusun strategi pemenangan dan tim sukses, karena masa kampanye masih lama. Setidaknya yang saya lakukan adalah membantu Partai Aceh untuk mempersiapkan calon calon yang diusung ke DPRK dan DPRA dengan mempersiapkan beberapa training politik dalam waktu dekat. Politik itu membutuhkan kejujuran dan kecerdasan, bukan nafsu dan keinginan atas kekuasaan, oleh karena itu saya akan berkampanye politik yang jujur dan cerdas di 2014, setidaknya untuk meyakinkan rakyat Aceh bahwa politik itu adalah cara untuk kebaikan bukan sebaliknya. Oleh karena itu pendidikan politik sangat perlu dikedepankan pada Pemilu 2014 mendatang. Khabarnya, saat mendaftar sebagai Calon DPD,anda di antar langsung oleh Abu doto (Gubernur Aceh, red),apakah itu pertanda Gubernur mengarahkan pilihan Rakyat Aceh untuk anda? Pak Gubernur Dr. Zaini Abdullah hanya mengantarkan saya sebagai orang tua, bukan sebagai Gu-

yak hal-hal positif lainnya yang melekat pada dirinya, mantan juru bicara PA ini mencalonkan diri sebagai calon DPD RI, ia

bernur, karena beliau Tuha Peuet Partai Aceh, dan Alhamdulilllah pimpinan di Partai baik di Pusat maupun di Wilayah sangat mendukung saya, jadi semua ini adalah amanah yang harus saya jaga dan saya perjuangkan. Saat ini saya dipercaya sebagai staf khusus Gubernur Aceh, saya banyak balajar dari Dr. Zaini sebagai orang tua saya. Beliau sangat mendidik saya untuk masa depan Aceh yang lebih baik, demikian juga dengan Wali Nanggroe, Tgk Malik Machmud Al Haytar, saya diajarkan bagaimana membangun Aceh kedepan. Ilmu ini bagi saya sangat berguna untuk masa depan saya dan Aceh kedepan. Bagi saya, Mualem (Muzakir Manaf, red) juga banyak mengajarkan politik kepada saya, dari kesabarannya dan rendah diri seorang Mualem, banyak memberikan Inspirasi bagi saya dalam berkiprah di politik Aceh hari ini. Mereka bertiga bagi saya adalah Orang Tua yang patut kita teladani. Pemilu kali ini ada 40 calon Senator, 4 diantaranya Incumbent, apakah anda mampu tembus ke Senayan? Saya hanya berusaha yang terbaik bersama Partai dan tim saya, semuanya kembali kepada Allah. Manusia hanya berusaha, Allah lah yang menentukannya. Yang terpenting adalah, meyakinkan Rakyat Aceh untuk mendukung kita, karena secara ekonomi, sejujurnya saya memiliki kelemahan dalam bidang keuangan, namun hari ini Rakyat sudah cerdas, berpolitik dengan uang (money politics) adalah cara yang tidak disukai oleh rakyat. Saya hanya menawarkan program untuk menyelamatkan UUPA dan MoU Helsinki di senayan agar dapat diImplementasikan secara baik oleh Pemerintah Pusat. Itulah fungsi DPD RI yang sangat utama yaitu memperjuangkan UUPA dan MoU Helsinki agar dapat dijalankan dengan baik oleh Pemerintah Pusat di Jakarta. Kalau terpilih, mungkin anda merupakan Anggota Senator termuda se Aceh, mungkin juga se Indonesia. Insya Allah, hanya Allah lah yang menentukan. Namun disisi lain hal ini juga dapat memberikan motivasi buat kaum muda untuk dapat berkiprah dalam politik dan pemerintahan, bahwa usia muda bukanlah suatu halangan. Demikian juga dengan strategi Partai Aceh yang banyak mengkader tokoh muda dalam politik dan memberikan ruang yang luas bagi kaum muda untuk berkiprah dan berkontribusi. Kita harus belajar dari Almarhum Wali Tengku Hasan Muhammad di Tiro, diusia beliau yang muda beliau sudah terjun dalam dunia politik dan diusia beliau yang sangat muda, beliau mempe-

merupakan salah satu calon senator termuda se Indonesia, masih single. Dalam kesibukan

roleh gelar Doktor dalam bidang politik dan ekonomi. Saya banyak terInspirasi oleh perjalanan hidup Almarhum Wali. Sultan Iskandar Muda juga memimpin Aceh berusia sangat muda, sehingga dalam perjalanan hidup beliau, beliau menjadi sosok yang adil dan bijak. Kita harus belajar dari tokoh-tokoh pemimpin Aceh terdahulu. Alhamdulillah umur saya masih muda, namun diberikan kepercayaan penuh oleh pimpinan saat ini. Selain politik diusia muda, saya juga berharap dapat memperoleh gelar Doktor Politik termuda, yang saat ini sedang saya selesaikan di Universitas Indonesia. Semoga kedepan antara politik dan pendidikan berjalan bersamaan. Amin! Kalau terpilih,apa yang akan anda lakukan atau perbuat untuk Aceh. Setidaknya ada 3 hal yang harus dilakukan, pertama memperjuangankan UUPA dan MoU Helsinki di Senayan agar dapat diImplementasikan secara menyeluruh dan penuh keadilan. Selama ini komunikasi politik antara Aceh dan Jakarta banyak mengalami tantangan, DPD RI dapat melakukan upaya itu. Kedua, posisi DPD RI pasca putusan MK, DPD RI memiliki kedudukan yang sama dengan DPR RI, banyak hal yang harus diperjuangkan, walapun selama ini posisi DPD RI masih kurang dirasakan oleh masyarakat Aceh. Dan hal ketiga adalah saya akan berusaha menjalankan amanah Rakyat Aceh untuk dapat diperjuangkan di Jakarta baik masalah Bendera, Wali Nanggroe, RPP yang belum selesai dan turunan UUPA yang masih setengah hati diberikan oleh pemerintah pusat. Menurut anda, para Senator yang duduk sekarang sudah kah berbuat untuk Aceh, masih kurang barangkali. Saya tidak mau menilai keburukan mereka, hanya saja jika saya dipercaya kedepan duduk di DPD RI, saya sudah memiliki strategi dan platform program yang harus diselesaikan untuk membantu pemerintah Aceh baik eksekutif maupun legislatif. Pada pemilu 2012 ytang lalu kita kehilangan 1 pasal dalam UUPA yaitu pasal 256, itu sebenarnya tugas DPD RI, kedepan jika saya

yang luar biasa, Fachrul Razi masih sempat menerima dan menjawab wawancara Pemimpin Redaksi

dipercaya di DPD RI, saya akan menjaga semua pasal tersebut sehingga tidak memunculkan konflik regulasi yang pernah kita alami sehingga membuang banyak energi pada saat itu. Bagaimana pendapat Anda terhadap Kepemimpinan Zikir,sudah baik, atau belum baik,atau akan baik? Saya menilai banyak sekali tugas yang harus diselesaikan dan diselamatkan oleh Pemerintah Zikir. Pemerintah Zikir baru berusia satu tahun, tidak mungkin dengan membalik telapak tangan semua masalah selesai. Saya rasa kita semua harus mendukung Pemerintahan Zikir. Sektor mana yang perlu dibenahi, dipertahankan atau dihilangkan oleh Zikir, agar masyarakat Aceh lebih cepat Sejahtera. Menurut hemat saya, sektor yang sangat penting adalah sektor pendidikan dan sektor ekonomi. Namun juga harus didukung oleh sektor lainnya seperti sektor insfrastruktur, sektor sosial dan sektor

Peunawa Aceh. Berikut hasil wawancara dengan salah satu calon senator Keubanggaan Ureung Aceh

lainnya, harus berjalan sinergis dan terintegrasi. Masalah bendera bagaimana sikap Anda? Bendera Aceh dengan bentuk Bintang Bulan sudah sah secara hukum, jadi tidak perlu diperbesar dan diperdebatkan lagi. Permasalahan pemerintah pusat tidak siap menerima, saya rasa itu hanya masalah waktu saja, dan kedepan Insya Allah semua akan baik baik saja, apalagi Bendera Aceh sudah sah dan memiliki legitimasi yang kuat di rakyat Aceh.


POLITIK

Peunawa Aceh Edisi

11-18 September 2013

13


14

BASAJAN

Peunawa Aceh Edisi

11-18 September 2013

DKP Aceh Bantu Benih Lele dan Kepiting Banda Aceh | Peunawa Pemerintah Provinsi Aceh melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Aceh menyerahkan bantuan sebanyak 87.400 ekor benih ikan lele serta 1.450 kg benih kepiting dan 2.000 kg benih ikan rucah kepada dua kelompok tani di Kecamatan Meuraxa Banda Aceh. Penyerahan bantuan bibit yang bersumber dari anggaran tahun 2013 itu dilakukan oleh Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh Dr Raihana MSi diwakili Kabid Budidaya Ir T Diauddin dan Anggota Komisi F DPR Aceh Tgk Usman Muda yang diterima secara simbolis Ketua kelompok tani Gampong Asoe Nanggroe Syahruddin. Pada acara penyerahan yang berlangsung, Selasa (10/9/2013), dan dihadiri masyarakat dan petani tambak tersebut selain benih ikan lele dan kepiting serta benih ikan rucah pengadaan agroinput ikan air tawar untuk kelompok tani Gampong Asoe Nanggroe dan Gampong Surien juga diserahkan sebanyak 2.500 kg pakan jenis peilet finisher dan jenis FF-999. Diauddin disela-sela acara penyerahan menjelaskan, pihaknya sangat optimis pengembangan ikan lele dan kepiting di Provinsi Aceh kedepan sangat menjanjikan karena akhir-akhir ini produksi ikan tangkap di Aceh terus menurun. Terkait dengan itu Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Aceh bersama dinas terkait di tingkat kabupaten/kota secara bertahap akan terus berupaya untuk menghidupkan kembali petani tambak sehingga tertampungnya tenaga kerja baru. “Menyanggkut komodisi apa yang layak dikembangkan di suatu daerah tentunya akan dilihat sesuai kebutuhan suatu daerah karena kebutuhan pengembangan antara satu daerah dengan daerah lain sangat berbeda-beda,”ujar Diauddin. Sementara itu Tgk Usman Muda yang dimintai tanggapannya mengakui, pihaknya selaku anggota DPR Aceh sangat mendukung dengan adanya penyerahan bantuan benih ikan lele dan bibit kepiting tersebut karena hal itu sebagai upaya untuk membuka lapangan kerja dan sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. “Sebenarnya DPRA dan pemerintah tidak memprioritaskan benih ikan lele dan bibit kepiting yang dikembangkan, namun hal itu dilakukan sesuai usulan dari masyarakat khususnya petani tambak setempat.”ujar Usman Muda yang juga politisi Partai Aceh tersebut. Untuk itu ia meminta kepada para petani tambak yang menerima bantuan kiranya selalu mengikuti petunjuk dari dinas terkait sehingga apapun bantuan yang diterima dapat terus dikembangkan sehingga dapat meningkatkan perekonomian keluarga dan masyarakat sekitar. (mariadi)

PT. TUAH SEJATI Mengucapkan Selamat & Sukses Atas

SERTIJAB PANGDAM ISKANDAR MUDA dari

MAYJEN TNI ZAHARI SIREGAR

kepada MAYJEN TNI PANDU WIBOWO Oleh

KASAD (Sekarang Panglima TNI) Jenderal TNI Moeldoko Di Aula Gedung A. H Nasution Mabesad, Jumat 30/08

tertanda

H. Zainuddin Hamid (Let Bugeh)

Direktur Utama

PT. PELITA NUSA Mengucapkan Selamat & Sukses Atas

SERTIJAB PANGDAM ISKANDAR MUDA dari

MAYJEN TNI ZAHARI SIREGAR

kepada MAYJEN TNI PANDU WIBOWO Oleh

KASAD (Sekarang Panglima TNI) Jenderal TNI Moeldoko Di Aula Gedung A. H Nasution Mabesad, Jumat 30/08

tertanda Drs. H. Lukman CM Direktur Utama


RAGAM

Peunawa Aceh Edisi

11-18 September 2013

15

Foto : Pendam IM Mayjen TNI Zahari Siregar (saat menjabat Pangdam IM) didampingi Kaprimkopad Kodam IM Kolonel Sanusi dan Kapendam IM Kolonel Subagio Irianto menerima Kunjungan dan Silaturahmi Walikota Subulussalam Merah Sakti, SH beberapa waktu yang lalu

Walikota

Beserta Seluruh

Masyarakat Kota Subulussalam Mengucapkan Selamat & Sukses Atas

SERTIJAB PANGDAM ISKANDAR MUDA dari

MAYJEN TNI ZAHARI SIREGAR

kepada

tertanda

MAYJEN TNI PANDU WIBOWO

Merah Sakti, SH Walikota

KASAD (Sekarang Panglima TNI) Jenderal TNI Moeldoko Di Aula Gedung A. H Nasution Mabesad, Jumat 30/08

Oleh


16

POLITIK

Peunawa Aceh Edisi

11-18 September 2013

Foto : Pendam IM Dari kiri : Pimpinan PT. Lhoong Setia Mining (LSM) Jerry Patras, Ketua Gapensi sekaligus Pengusaha Aceh Lukman CM, Pangdam IM Mayjen TNI Pandu Wibowo dan Bupati Aceh Singkil H. Safriadi, SH saat Acara Lepas Sambut Pangdam IM Sabtu 07/09.

Bupati

Beserta Seluruh

Masyarakat Kabupaten Aceh Singkil

Mengucapkan Selamat & Sukses Atas

SERTIJAB PANGDAM ISKANDAR MUDA dari

MAYJEN TNI ZAHARI SIREGAR

kepada MAYJEN TNI PANDU WIBOWO Oleh

KASAD (Sekarang Panglima TNI) Jenderal TNI Moeldoko Di Aula Gedung A. H Nasution Mabesad, Jumat 30/08

tertanda

H. Safriadi, SH Bupati


POLITIK

Peunawa Aceh Edisi

11-18 September 2013

17

PD Bertekad Pertahankan Kursi Legislatif Banda Aceh | Peunawa - Ketua Partai Demokrat Kota Banda Aceh Yudi Kurnia, SE meminta seluruh pengurus, Kader dan Simpatisan Partai Demokrat Kota Banda Aceh untuk bersatu padu, bahu membahu demi satu tekad yang bulat mempertahankan kursi di DPRK, DPRA dan DPR RI. “Kita harus bekerja keras untuk menambah atau paling tidak mempertahankan kursi-kursi yang telah kita peroleh�, jelas Boy, pangglian akrab Yudi Kurnia. Hal tersebut diungkapkan Yudi Kurnia saat acara musyawarah anak cabang PD kecamatan Jaya Baru. Dalam MUSANCAB kecamatan Jaya Baru tersebut terpilih Arief Fadhillah sebagai Ketua. Ia terpilih secara Aklamasi dengan perolehan 9 suara dari 9 Dewan Pimpinan Ranting. Pembukaan MUSANCAB yang berlangsung di Ule Lheu Bay turut dihadiri Camat Jaya Baru, Wahyudi, unsur DPD Mulyadi, Para Keuchik dalam Kecamatan Jaya Baru, Pengurus DPC, Kader dan Simpatisan PD. Yudi Kurnia menambahkan, MUSANCAB yang digelar bersamaan dengan HUT Partai Demokrat Ke 12 bertujuan untuk memilih dan menetapkan kepengurusan baru, ajang ini sekalian dalam rangka silaturahmi dan meningkatkan Konsolidasi sebagai wujud Aspirasi Kader-kader Partai dimana yang tak kalah pentingnya adalah menyusun Program Kerja lima tahun kedepan, sesuai dengan upaya-upaya

Yudi Kurnia, SE dan program-program untuk memenagnkan pemilu 2014, Yudi mengingatkan 2 kursi untuk Kecamatan Jaya Baru dan Banda Raya agar bisa tercapai. Yudi yang juga Caleg DPRA nomor urut 1 Dapil 1 Banda Aceh, Sabang dan Aceh Besar, menegaskan, pengurus Kader dan Simpatisan PD Kecamatan Jaya Baru, Banda Raya mesti berjuang sekuat tenaga untuk menyumbangkan suara kepada Caleg DPRA, dan DPR RI dari Partai Demokrat sehingga 2 kursi Dapil 1 DPRA tetap dapat dipertahankan. (T. Azhari)

FOTO : MARIADI Anggota DPR Aceh Tgk Usman Muda didampingi staf DKP Aceh melepas bibit kepiting di area tambak, Gampong Asoe Nanggroe, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Selasa (10/9/2013).

Mengucapkan Selamat & Sukses Atas

SERTIJAB PANGDAM ISKANDAR MUDA dari

MAYJEN TNI ZAHARI SIREGAR

kepada MAYJEN TNI PANDU WIBOWO Oleh

KASAD (Sekarang Panglima TNI) Jenderal TNI Moeldoko Di Aula Gedung A. H Nasution Mabesad, Jumat 30/08

tertanda T. Setia Budi

Komisaris Utama

Busra Abdullah

Ps. Dirut

Haizir Sulaiman

Direktur


18

PROFIL CALEG

Peunawa Aceh Edisi

11-18 September 2013

Untuk DPR RI Nomor 2 kah Pilihan Anda? Pemilu legislatif 9 April 2014 sudah didepan mata, tidak hanya KPU/ KIP namun seluruh kontestan sedang mempersiapkan diri. Khusus kepada kontestan, caleg-caleg dari partai-partai yang lolos untuk ikut pemilu harus siap lahir batin.

DAPIL I

Pemilu 2014 kali ini sama halnya dengan pemilu 2009 yang lalu, dimana caleg yang memperoleh suara terbanyaklah yang mendapatkan kursi DPR, artinya nomor urut 1 bukan jaminan untuk lolos menjadi anggota dewan, karena

1

DRS. H.T. PRIBADI

antara nomor 1 dan nomor terakhir tidak ada bedanya, samasama harus mampu merebut hati masyarakat, siapa yang berhasil mengambil simpati masyarakat, maka kemungkinan besar ia lah yang akan diberi mandat untuk

duduk di kursi dewan terhormat. Untuk edisi yang lalu, Tabloid Peunawa Aceh telah menampilkan Caleg-caleg DPR RI nomor urut 1, kini Peunawa Aceh menampilkan para caleg dengan nomor urut 2, berikut para caleg dengan

DAPIL II

DAPIL I

ZAINI DJALIL

ANDI HARIANTO SINULINGGA

2

Drs. H. Rusli Muhammad

FIRMANDEZ

ASFIFUDDIN, SH, MH

3

H. ASRUL ABBAS, SE

7

Khairul Amal

NOVA IRIANSYAH

4

AZFILLI ISHAK, SH

DAPIL II

6

FAISAL RIDHA, S.Ag

M. Ihsan

5

nomor urut 2 khusus untuk caleg DPR RI, adakah diantara mereka yang anda kenal, atau sebaliknya mengenali anda, adakah diantara mereka yang menjadi pilihan anda? (T. Azhari)

TEUKU IRWAN

8

Drs. H. ARMAND MUIS. SH., MM

H. Muslim Ayub, SH., MM.

Tarmidinsyah Abubakar, SE.


PROFIL CALEG DAPIL I

9

Edward

Peunawa Aceh Edisi

11-18 September 2013

DAPIL II

DAPIL I

Murhaban Makam

Tgk. SAIFULLAH M. ALI

10

AMIR FAISAL

14

19

DAPIL II

Tgk. TARMIZI A. GANI

15

H. SYAFRIRUDDIN, MM

FAUZI ZAENOEL ABIDIN

INDAH UZIANA PARAMITA

Sumber foto : KPU

Foto : Istimewa Ketua Partai Demokrat Kota Banda Aceh Yudi Kurnia, SE beserta Pengurus dan Kader mengadakan Pelatihan Public Speaking (Kemampuan Berbicara) dan Presentation Skill (Kemampuan Presentasi) dan Pembekalan Menghadapi Pileg 2014 di Gedung Sultan Selim II Banda Aceh 7-8 September, Ketua Partai Demokrat Kota Banda Aceh, menurut Yudi, tujuan pelatihan tersebut untuk meningkatkan kapasitas caleg-caleg Partai Demokrat, sehingga mampu berkomunikasi dengan baik terhadap masyarakat ataupun konstuen


20

RAGAM

Peunawa Aceh Edisi

11-18 September 2013

Civitas Akademika Universitas Syiah Kuala Mengucapkan Selamat & Sukses Atas

SERTIJAB PANGDAM ISKANDAR MUDA dari

MAYJEN TNI ZAHARI SIREGAR

kepada MAYJEN TNI PANDU WIBOWO Oleh

KASAD (Sekarang Panglima TNI) Jenderal TNI Moeldoko Di Aula Gedung A. H Nasution Mabesad, Jumat 30/08

tertanda

Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng Rektor

KELUARGA BESAR

KADIN ACEH

Mengucapkan Selamat & Sukses Atas

SERTIJAB PANGDAM ISKANDAR MUDA dari

MAYJEN TNI ZAHARI SIREGAR

kepada MAYJEN TNI PANDU WIBOWO Oleh

KASAD (Sekarang Panglima TNI) Jenderal TNI Moeldoko Di Aula Gedung A. H Nasution Mabesad, Jumat 30/08

H. Firmandez, SE Ketua


POLITIK

Peunawa Aceh Edisi

11-18 September 2013

21

Menghitung Hari Pengukuhan Wali Nanggroe Banda Aceh | Peunawa - Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah, dalam sambutannya yang dibacakan Sekda Aceh Teuku Setia Budi mengatakan, setelah 8 tahun penandatanganan MOU Helsinki sebagai awal dari kebebasan dan perdamaian Aceh, akhirnya amanah MOU dan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh dapat kita wujudkan, yakni dengan disahkannya Qanun Lembaga Wali Nanggroe. Hal ini disampaikan Zaini Abdullah dalam acara Meudrah

sesuai dengan nilai-nilai peradaban Aceh, nilai-nilai adat istiadat Aceh dari berbagai suku-suku bangsa dan yang utamanya saudara-saudara mampu memterjemahkan nilai-nilai Dinul Islam kedalam tata kelola lembaga Wali Nanggroe ini, “Jelas Gubernur. Zaini Abdullah menambahkan, Rakyat Aceh telah sama-sama menyaksikan, memahami dan bahkan sudah pula memberikan berbagai pandangan kritis atas Implementasi butir-butir MOU Helsinki dan pelaksanaan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 tahun

selesai tahun ini, saya sudah tetapkan bahwa prioritas pembangunan adalah peningkatan kualitas kesejahteraan rakyat secara utuh, pembukaan kawasan terisolasi dan peningkatan kualitas sarana dan prasarana perekonomian Aceh, “Jelas Gubernur. Sejalan dengan itu, Gubernur meminta kepada seluruh peserta Meudrah untuk dapat berpartisipasi secara penuh, tulus ikhlas dan inovatif dalam membangun Aceh sesuai dengan perannya masingmasing. “Marilah kita buktikan bahwa era kebebasan dan perda-

Foto : Humas Aceh Pemangku Wali Nanggroe Tgk. Malik Mahmud Al-Haytar, Gubernur Aceh beserta para Bupati/Walikota bergegas dari Anjong Mon Mata Usai acara Rakor pembahasan tentang kelancaran Pemilu 2014.

Foto : Humas Aceh Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah, berbicara didepan Pemangku Wali Nanggroe Tgk. Malik Mahmud Al-Haytar, Prof. Dr. Ryaas Rasyid dan Ketua DPRA Hasbi Abdullah serta para Bupati/Walikota, Anggota DPRA Komisi A, Anggota DPRK Komisi A, dalam acara Rakor pembahasan tentang kelancaran Pemilu 2014 di Anjong Mon Mata pekan lalu.

/ dialog partisipatif pemangku kepentingan Aceh dengan tema menggagas konsep penabalan (pengukuhan) wali Nanggroe dan tanda kebesaran serta kehormatan kelembagaan Wali Nanggroe, Kamis 22/08 di The Pade Hotel. Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Aceh memberikan Apresiasi yang tinggi kepada seluruh peserta Meudrah yaitu, Pemangku Wali Nanggroe, Tgk. Malik Mahmud Al-Haytar, pimpinan dan anggota DPRA, unsur Forkompimda Aceh, para kepala SKPA, Narasumber Meudrah, Ketua MAA, MPU dan MPD, Para Alim Ulama dan Cerdik pandai serta tokoh-tokoh lembaga adat, para Stake Holder Pembangunan Aceh , Akademisi dan Praktisi Media serta para peserta Meudrah pemangku kepentingan Aceh dari 6 Kab/Kota. “Hari ini, kehadiran saudarasaudara di forum ini, menjadi catatan sejarah bagi Aceh, karena Saudara-saudara adalah bagian dari pelaku sejarah secara kebangkitan peradaban Aceh melalui tegak dan berfungsi nya Lembaga Wali Nanggroe, untuk itu saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi atas upaya saudarasaudara dalam memprakarsai kegiatan Meudrah ini, saya percaya saudara-saudara dapat merumuskan dan memastikan Lembaga Wali Nanggroe ini dengan baik dan

2006 tentang Pemerintahan Aceh bahwa masih banyak amanat kedua dokumen tersebut yang belum dapat diwujudkan. “ Oleh karenanya, saya bersama wakil Gubernur Aceh bertekad untuk mewujudkannya secara Kaffah dan berkelanjutan, saat ini Team Pemerintah Aceh yang dipimpin oleh Sekda Aceh, sedang membahas sejumlah peraturan pemerintah dan Perpres sebagai turunan atas amanah Undang-Undang RI Nomor 11 tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, saya targetkan peraturan tersebut

maian Aceh ini merupakan era kebangkitan Aceh sebagai sebuah Negeri yang rakyat nya sejahtera lahir dan bathin, cerdas dan inovatif dalam membangun Aceh, serta senantiasa menjadi pelopor dalam membangun peradaban Aceh, Kita harus membuktikan pada daerahdaerah lain di Indonesia dan dunia bahwa nilai-nilai lokal dan atau pranata social Aceh yang sejak dahulu hingga kini berkembang, bukanlah penghalang pembangunan Aceh,melainkan sebagai kekuatan utama kita dalam membangun

Foto : Humas Aceh Bupati Aceh Singkil H. Safriadi, SH beriringan bersama Ketua Komisi A DPRA Tgk Adnan Beuransyah Usai acara Rakor pembahasan tentang kelancaran Pemilu 2014.

Aceh, “Jelas Zaini Abdullah. Gubernur meminta pada semua peserta Meudrah untuk dapat mewujudkan Lembaga Wali Nanggroe yang dimulai dengan pengukuhan Wali Nanggroe melalui sidang Istimewa DPRA tahun ini, tahun depan akan dilakukan penabalan rayeuk (besar) dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan peradaban Aceh, “Rumuskan gagasan-gagasan saudara dalam program-program dan kebijakan Aceh yang dapat kita jalankan secara berkelanjutan, saya percaya, tahun depan lembaga Wali Nanggroe ini sudah berfungsi sesuai dengan amanah MOU Helsinki dan Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2006. Lima tahun kedepan, jika saudara-saudara dapat mewujudkannya dengan baik, inovatif dan konsisten, peradaban Aceh tidak saja bangkit menjadi peradaban Indonesia, melainkan kejayaan peradaban Aceh menjadi bagian peradaban dunia, buktikan kalau keragaman adat istiadat, budaya, suku-suku bangsa merupakan kekuatan peradaban Aceh, “Jelas Gubernur. Sementara itu, dalam acara yang sama pemangku Wali Nanggroe Tgk. Malik Mahmud AlHaytar mengatakan bahwa, pertemuan Meudrah ini, merupakan sebuah wujud kerjasama yang baik dari ikhtiar kita untuk membangun Aceh ke depan kearah kepastian Hukum, Program yang menjawab realitas kehidupan rakyat secara transparan dan akuntabel dalam tatanan budaya dan adat istiadat Aceh. “Ini semua adalah merupakan salah satu hasil dari pada MOU Helsinki yang telah kita capai bersama, apapun yang kita lakukan, selalu kita mengharapkan rahmat dan karunia Allah SWT, untuk kemajuan dan kebangkitan Aceh baru, sebagai sebuah contoh dalam pembangunan masyarakat yang sejahtera lahir bathin dan bermartabat, “Jelas Wali Nanggroe. Ia menambahkan, kebebasan dan perdamaian yang menyeluruh di Aceh saat ini adalah merupakan nikmat yang telah diberikan Allah kepada rakyat Aceh secara khusus dan seluruh Indonesia pada umumnya serta sebagai contoh dimata dunia, kesemua itu adalah hasil jerih payah dari perjuangan gigih yang telah disumbangkan oleh seluruh pejuang perdamaian,

yang tak boleh dilupakan termasuk korban gempa bumi dan Tsunami, mengingat pada hari Senin tanggal 15 Agustus 2005, adalah merupakan sejarah baru awal kebangkitan Aceh. “Sudah seharusnya menatap kedepan, untuk meraih cita-cita para Syuhada, bersatu padulah dalam membangun komunikasi, saling percaya dengan kejujuran, kelapangan dada dan saling menghargai, apabila adanya perselisihan sesama kita kembalilah kepada musyawarah, sebagaimana adat istiadat, budaya dan tamadun Aceh secara turun temurun, “Jelas Malik Mahmud. Malik Mahmud melanjutkan, “sebenarnya sudah dari dahulunya kita harus mengutamakan kepentingan umum atau kepentingan rakyat diatas kepentingan pribadi dan kelompok, saya yakin bahwa semua kita agar selalu dapat menjaga suasana harmonis dengan tata krama dan saling menghargai sehingga suasana yang nyaman dan tentram ini akan berjalan selamanya, karena keseluruhan proses kebebasan dan perdamaian adalah menjadi bagian Integral dalam pembangunan Aceh kedepan secara mandiri, bermartabat dan berkelanjutan. Menurut Wali Nanggroe tujuan pertemuan Meudrah, adalah sebagai langkah pertama untuk kebangkitan peradaban Aceh sebagaimana peradaban dari orang-orang terdahulu yang pernah berjaya. “Saya harapkan, agar kita dapat berikhtiar dalam kebangkitan Aceh baru dengan mengembalikan kejayaan peradaban Aceh sebagai bagian dari peradaban Indonesia di mata dunia, marilah kita berkomitmen dengan tulus, ikhlas dan jujur dengan niat baik, bertutur dengan sopan dan jelas sehingga dapat mengerjakan perbuatan yang bermanfaat untuk umum dalam rangka menjaga kesatuan Aceh, untuk menjaga hal ini agar selalu waspada dari pada usaha-usaha jahat dari berbagai kelompok provokatif yang hendak merusak iklim kebebasan dan perdamaian di Aceh, Karena upaya tersebut akan merendahkan martabat dan wibawa sebagaimana berbudaya kita yang beretika, bermoral dan taat pada nilai-nilai Dinul Islam, “Tegas Pemangku Wali Nanggroe Tgk. Malik Mahmud Al-Haytar. (T. Azhari)


22

Peunawa Aceh Edisi

11-18 September 2013

Foto : Sabri Yusuf Pangdam IM Mayjen TNI Pandu Wibowo mengantarkan Gubernur Aceh menuju kendaraan, Usai Upacara pembukaan latihan Batalion Infanteri 111/Raider Kodam Iskandar Muda oleh KASAD Jendral TNI Budiman di lapangan Blangpadang Banda Aceh, Jumat 06/09, latihan Raider tersebut diikuti 747 Prajurit.

RAGAM

Foto : Sabri Yusuf Kapolda Aceh Irjen Pol Herman Effendi mengikuti sepeda santai Merah Putih Minggu 18/08.

Foto : Pendam IM Pangdam IM Mayjen TNI Pandu Wibowo bersama nyonya, Pangdam IM yang lama, Mayjen TNI Zahari Siregar bersama nyonya melakukan tradisi pelepasan Pangdam IM di Makodam Minggu, 08/08. Foto : Pendam IM Prajurit TNI Melakukan atraksi Yong Moo do Usai Upacara pembukaan latihan Batalion Infanteri 111/Raider Kodam Iskandar Muda oleh KASAD Jendral TNI Budiman di lapangan Blangpadang Banda Aceh, Jumat 06/09, latihan Raider tersebut diikuti 747 Prajurit.

Foto : Pendam IM Prajurit TNI Melakukan atraksi Yong Moo do Usai Upacara pembukaan latihan Batalion Infanteri 111/Raider Kodam Iskandar Muda oleh KASAD Jendral TNI Budiman di lapangan Blangpadang Banda Aceh, Jumat 06/09, latihan Raider tersebut diikuti 747 Prajurit.

Foto : Pendam IM Dari kiri : Pangdam IM yang lama Mayjen TNI Zahari Siregar, Presdir PT Arun Iqbal Hasan Saleh, Wagub Aceh Muzakir Manaf, Pangdam IM Mayjen TNI Pandu Wibowo, Ketua DPRA Hasbi Abdullah, Kapolda Aceh Irjen Pol. Herman Effendi dan Kajati Aceh T.M. Syahrizal, SH saat Acara Lepas Sambut Pangdam IM Sabtu 07/09.


RAGAM

Peunawa Aceh Edisi

11-18 September 2013

23

Foto : Pendam IM Pangdam IM Pandu Wibowo bersama Nyonya memberikan kata sambutan saat Acara Lepas Sambut Pangdam IM Sabtu 07/09.

Foto : Pendam IM Kapolda Aceh Irjen Pol Herman Effendi berjabat tangan dengan Menteri Pertahanan RI Purnomo Yusgiantoro saat tiba di Bandara Lanud Sultan Iskandar Muda kamis 05/09.

Foto : Pendam IM Pangdam IM lama Mayjen TNI Zahari Siregar menyanyikan lagu perpisahan dengan Kapolda Aceh Irjen Pol. Herman Effendi dan Kajati Aceh T.M Syahrizal, SH saat Acara Lepas Sambut Pangdam IM Sabtu 07/09.

Foto : Pendam IM Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, didampingi Rektor Unsyiah Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng dan Staf Ahli Kementerian Pertahanan Adnan Ganto serius menyaksikan prajurit TNI melakukan atraksi terjun payung Usai Upacara pembukaan latihan Batalion Infanteri 111/Raider Kodam Iskandar Muda oleh KASAD Jendral TNI Budiman di lapangan Blangpadang Banda Aceh, Jumat 06/09, latihan Raider tersebut diikuti 747 Prajurit.


24

POLITIK

Peunawa Aceh Edisi

11-18 September 2013

Sulaiman Abda : Jangan Takut Dengan Teror Akan Kami Waqafkan Tubuh Kami Untuk Kemenangan Partai Golkar

Banda Aceh | Peunawa Ketua DPD Partai Golkar Aceh,

Drs. H.Sulaiman Abda, M.Si menegaskan , berbagai potensi yang dapat meningkatkan Intensitas politik menjelang hari H 2014, Parta Golkar telah mempersiapkan diri, bahkan Golkar berupaya menyatukan seluruh kekuatan politik, termasuk kader – kader dan simpatisan yang ada di lapangan untuk menghadapi segala kemungkinan, termasuk teror politik dari lawan politik ataupun provokator yang di tujukan kepada partai nomor urut 5 ini. Seiring dengan itu, Sulaiman Abda memberikan motivasi, semangat dan keyakinan kepada pengurus, para caleg, kader dan simpatisan partai golkar untuk tidak gentar menghadapi setiap kemungkinan teror yang datang dari pihak manapun. “jangan takut, akan kita hadapi bersama, akan kami wakafkan jiwa raga kami untuk kemenangan partai golkar, “tegas Sulaiman Abda yang disambut pekikan hadirin, hidup

Golkar, hidup Sulaiman Abda. Sebaliknya Sulaiman melanjutkan, yang paling utama bagi Golkar adalah, menjadi partai yang santun, merebut hati rakyat dengan cara – cara santun, memperoleh kursi Dewanpun harus dengan cara – cara santun dan terhormat serta beretika, oleh karenanya jika ada pihak lain yang mengajak dan berusaha untuk bersama – sama membangun Aceh kearah yang lebih baik maka itu adalah teman sejati Partai Golkar. Dalam kesempatan itu saat pelantikan pengurus badan keordinasi pemenangan pemilu (BKPP) Partai golkar Aceh untuk PILEG dan PILPRES 2014 di Anjung Mon Mata Banda Aceh Sabtu 07/09, mantan ketua KNPI Aceh ini menambahkan, seluruh kader dan simpatisan partai Golkar Aceh harus bekerja keras untuk meraih kembali kursi – kursi DPRA dan DPRK yang pernah hilang lebih dari pada setengah pada pemilu 2009 yang lalu, ini harus

menjadi pelajaran agar partai golkar bisa bangkit kembali dan berjuang bersama rakyat. Hadir dalam acara tersebut ketua harian partai golkar yang pada hari itu juga di lantik sebagai ketua harian BKPP, H.Zamzami. AG, sekretaris, Zuriat Suparjo, tokoh dan Wantim partai golkar Aceh, H. Zainuddin Hamid (Let Bugeh), anggota DPR RI yang juga caleg DPR RI, H. Sayed Fuad Zakaria, SE, Drs. H. Marzuki Daud, para caleg DPR RI Dapil I dan Dapil II seperti Andi Sinulingga, Salim Fachri, Asrida, Muntasir Hamid, H. Firmandez, SE, para ketua DPD II kabupaten / kota, seperti H. Saifannur, S.Sos, (Ketua Bireueun), Darmansyah, (Ketua Abdya) dan para caleg DPRA yang ikut pembekalan caleg. Wakil DPRA ini menambahkan BKPP akan bekerja untuk menyukseskan dan memenangkan partai golkar pada pemilu legislative 2014, ia menekankan seluruh kader harus menyadari, masa gemilang

partai golkar pada pemilu sebelmnya merupakan wujud dari adanya kerja sama dan kekompakan para kader di semua tingkatan, sehingga kerja mesin – mesin partai di semua tingkatan dapat membawa golkar menjadi pemenang pada pemilu 2004, saat itu golkar memperoleh kursi untuk DPR RI sebanyak 2 kursi, DPRA sebanyak 12 kursi dan DPRK sebanyak 106 kursi, namun pada pemilu 2009 golkar memperoleh 2 kursi untuk DPR RI, 8 kursi untuk DPRA dan 59 kursi untuk DPRK, bahkan yang paling menyedihkan ada dua kabupaten yang sama sekali tidak memperoleh kursi di DPRK yaitu kabupaten Bireueun dan kabupaten Pidie jaya, kedua kabupaten ini golkar “Kom” (telur tidak menetas), dan ini menjadi cambuk serta pengalaman. Ayah empat putra ini mengharapkan kedepan hal tersebut tidak terulang lagi. (T.Azhari)

Foto : Sabri Yusuf Dari Kanan Paling Depan, Drs. H. Marzuki Daud, H. Saifannur, H. Sayed Fuad Zakaria, SE , H. Firmandez, SE beserta pengurus dan Kader Partai Golkar Aceh mengangkat lima jari sebagai tanda Partai Golkar Nomor Urut 5. Saat Acara Pelantikan Pengurus BKPP Partai Golkar Aceh di Anjong Mon Mata Banda Aceh Sabtu 07/09

Foto : Sabri Yusuf Foto : Sabri Yusuf Pengurus BKPP Partai Golkar Aceh mengangkat lima jari menandakan Partai Golkar Nomor Urut 5. Saat Acara Pelantikan Pengurus BKPP Partai Golkar Aceh di Anjong Mon Ketua DPD Partai Golkar Aceh, Drs. H.Sulaiman Abda, M.Si melantik pengurus BKPP Partai Golkar Aceh di Anjong Mon Mata Banda Aceh Sabtu 07/09 Mata Banda Aceh Sabtu 07/09


Peunawa aceh edisi 4