Page 1

Konferensi Pelayanan Perkantas Papua

SALAM/ Diberkati untuk menjadi berkat. Abraham pernah mendapat janji ini di Kejadian 12 ketika ia diperintahkan untuk pergi ke negeri yang akan Tuhan tunjukkan kepadanya. Janji untuk menjadi berkat tentu tidak akan diperoleh jika ia tidak mau mentaati perintah tersebut. Ketaatan menjadi bagian yang penting untuk janji Tuhan digenapi. Ketika la diberkati pun, tujuan berkat itu bukan untuk dirinya sendiri melainkan untuk banyak kaum dan bangsa. Tujuan Tuhan memberkati Abram adalah agar melalui dirinya bangsa-bangsa dapat mengenal Tuhan. Bagaimana dengan pencapaian visi Perkantas hingga saat ini? Apakah melalui Perkantas, banyak orang mengalami shalom dan jadi berkat bagi keluarga, gereja, masyarakat dan bangsa? Tanpa ketaatan kita dalam mengerjakan penginjilan, pemuridan, misi dan doa bagaimana kita bisa

menjadi berkat. Tahun 2015 akan segera berakhir, kiranya hasil evaluasi apa yang sudah dilakukan satu tahun ini mendorong kita makin taat dan setia. Kiranya kehadiran Perkantas dapat memberkati Indonesia dan bangsa-bangsa. Selamat Natal 2015 dan menyongsong tahun baru 2016.

Wahyu Dwijayati, SKM., M.Div. Pemimpin Cabang Perkantas Jawa Timur


TERUS BERGERAK BAGI MISI TUHAN (Kis. 8: 1-40) Banyak orang Kristen memahami kekristenan tidak tebih dari percaya Yesus Kristus sebagai Juruselamat, dan kemudian mendapat hak masuk sorga sebagai anugerah Allah. Seringkali pemahaman demikian pada gilirannya hanya melahirkan "ketakjuban" dan "ucapan syukur" yang tak mampu membuat orang Kristen tersebut bergerak lebih jauh merespons panggitan Allah di hidupnya. Ketika seorang Kristen ini diberi kepercayaan untuk melayani sebagai penatalayan di gereja atau sebagai pengurus di persekutuan, pelayanan tersebut disadari atau tidak menjadi semacam "zona nyaman" bagi mereka. Jika kita menangkap tujuan tertinggi (teragung) dari kasih karunia Allah yang menyelamatkan manusia, seharusnya kasih karunia itu cukup untuk memampukan kita untuk terus bergerak mengerjakan misi Tuhan, dan bukan berhenti pada zona nyaman atau bahkan mundur. Dalam kisah pertumbuhan jemaat mula-mula di Kisah Para rasul, seorang murid Kristus bemama Filipus, yang dipilh bersama dengan 6 orang murid lainnya, dipercaya untuk mengerjakan tugas pelayanan diakonia (Kis. 6:5). Melalui pelayanan mereka, firman Allah makin tersebar dan jumlah murid di Yerusalem makin bertambah banyak (Kis. 6:7).

RENUNGAN Edowin l.P Sianipar, S.P*)

Namun pada kisah berikutnya, terjadi penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem hingga mereka semua tersebar ke seluruh Yudea dan Samaria (Kis . 8 :1 ). Penganiayaan itu tidak membuat Filipus berhenti melayani Tuhan. Dia pergi ke suatu kota di Samaria dan disana ia memberitakan lnjil. Melalui pelayanannya, banyak orang menjadi percaya. Hal ini pun tidak membuatnya berhenti bergerak dan terperangkap dalam zona nyaman. Dia terus mengikuti pimpinan Roh untuk memberitakan lnjil; kepada orang Etiopia yang sedang melewati jalan sunyi, dan juga di kota-kota lain yang dia lewati. Sungguh, perjalanan hidup Filipus adalah hidup yang terus bergerak bagi rnisi Tuhan dengan pimpinan Roh Kudus. Sama seperti apa yang dialami Filipus, Roh Kudus terus bekerja dalam hidup kita dan rindu supaya kita bergerak lebih jauh lagi bagi misi Tuhan. Sudahkah kita menaati pimpinan Roh Kudus? Maukah kita terus bergerak bagi misi-Nya? Di lingkup apapun kita berada dengan setiap talenta yang Tuhan percayakan, mari siap sedia menjadi saksi Tuhan dan menjadi alat bagi kegerakan misi-Nya. (*Penulis adalah staf Mahasiswa Perkantas Jember)

DINAMIKA PELAYANAN DALAM PIMPINAN ROH RAKER BPC PERKANTAS JATIM 27-29 NOVEMBER 2015 "Aku akan minta kepada Bapa, dan la akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya la menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran." lni adalah janji yang diberikan Yesus kepada murid-murid-Nya dalam masa-masa sebelum la disalibkan. Di tengah kesedihan dan kegentaran hati yang dialami para murid, Yesus memberikan janji yang begitu luar biasa. la memberikan jaminan bahwa setelah kepergian-Nya, akan datang seorang Penolong yang akan senantiasa menopang, menghibur, dan menyertai murid-murid di dalam kehidupan mereka. Roh Kuduslah yang akan selalu memberikan pengajaran kepada mereka dan senantiasa mengingatkan hal-hal yang telah Yesus ajarkan kepada mereka. Janji yang diberikan Yesus pun masih sama hingga saat ini. Dan janji ini pun begitu meneguhkan kami para peserta raker dari komponen siswa, mahasiswa alumni, yang datang dari 8 kota di Jawa Timur, BPC Bali, BPC Sulawesi Selatan dan BPP Papua. Kami sangat bersyukur atas semua anugerah jiwa-jiwa yang mendengarkan injil dan ingin terus dimuridkan di dalam pelayanan siswa dan mahasiswa. Begitu pula dengan kerinduan yang mendalam akan kebenaran firman Tuhan dalam kegerakan pelayanan alumni. Allah sendiri yang membuka pintu-pintu penginjilan, memperbesar jangkauan pelayanan dan terus mengarahkan setiap pekerja dalam tiap komponen untuk tetap memperjuangkan yang terbaik bagi penuntasan visi yang telah dlpercayakan-Nya. Tak dapat dipungkiri, ada rupa-rupa hambatan yang kami temui di dalam pelayanan siswa, mahasiswa termasuk keslnambungannya di dalam pelayanan alumni. Ada berbagai upaya yang sudah kami kerjakan, namun terkadang terasa begitu tumpul dan tidak membuahkan hasil. Di dalam eksposisi bagian kitab Kisah Para Rasul yang dibawakan oleh Ev. Harry Limanto, kami belajar dari pelayanan Paulus yang mengiKuti dinamika pimpinan Roh Kudus yang hlembimbing dan mengarahkan. Paulus bersedia untuk diinterupsi oleh Tuhan, bahkan dalam pekerjaan misi yang tefah direncanakannya (Kis.15:35-16-40). Kami pun membutuhkan hati yang sama seperti Paulus sehingga memiliki kepekaan yang tinggi akan arahan-arahan RohNya da1am kegerakan pelayanan ini. Kesulitan dan tantangan pun menjadi bagian yang tak terlepas dari pelayanan Paulus dalam mengikuti arah gerak pimpinan Roh Kudus (Kis. 17:1 -34). Tapi, Allah justru membuat semua kesulitan itu menjadi kesempatan untuk pintu pemberitaan injil semakin luas terbuka. Teladan Paulus mengajarkan kepada kami untuk memiliki kerelaan yang lebih besar, hati yang makin luas, dan diri yang harus dipersembahkan lebih lagf.


PELAYANAN MAHASISWA

PERGILAH, LAYANILAH SISWA Pelayanan siswa pada bulan Oktober diawali dengan adanya Pra Rapat Kerja TPS dengan tema "Menghidupi Visi Kerajaan Allah" yang disampaikan oleh Kak Robin. Terna ini disampaikan agar para pembimbing siswa memahami bagaimanakah sebagai seorang pelayan menghidupi panggilan yang telah dipercayakan Tuhan, menyadari bahwa hanya Tuhan lah yang mengerjakan di dalam kami, serta terus menjaga agar TPS tidak kehilangan visi awal. Pra Raker ini dilakukan bukan hanya untuk mensyukuri setiap penyertaan Tuhan dalam kegiatan-kegiatan TPS tetapi juga untuk mengevaluasi kegiatan dan kinerja TPS selama tahun 2015. Pada pertengahan bulan Oktober, TPS juga mengadakan Gathering Pl dengan tema "Hingga Setiap Siswa Mendengar''. Acara yang dihadiri oleh 20 siswa ini diadakan untuk kembali membakar semangat siswa-siswa yang telah mengikuti pelatihan EE untuk memberitakan lnjil kepada siswa lain yang belum mendengarnya. Rangkaian acara kami ditutup dengan Raker Akhir Tahun TPS yang dilaksanakan pada 30 Oktober-1 November, dengan tema "Pergilah, Layanilah Siswa" yang disampaikan oleh Kak Koko. Acara Raker yang diadakan di Pacet dan diikuti oleh 23 orang yang terdiri dari kakak staf, TPS, CTPS dan alumni ini, memiliki agenda bukan hanya untuk menylapkan rencana kegiatan TPS pada tahun 2016 dan strategi pelayanan, tetapi juga ada proses pelantikan TPS yakni Riko dan Yunus, serta pelepasan bagi teman-teman yang telah mengakhiri masa komitmen pelayanannya di TPS yakni Brave!, Denny, Cista, Mita dan Rina. Sebagaimana Allah telah memelihara dan menyertai pelayanan ini sepanjang tahun 2015, di tahun 2016 kami rindu agar setiap kami semakin memiliki beban untuk melayani siswa dan menolong para siswa agar mengenal dan menerima kabar sukacita. POKOKDOA 1. Bersyukur Penyertaan Tuhan dalam pelayanan siswa Kota Surabaya sepanjang tahun 2015. 2. TPS dengan susunan kepengurusan yang baru supaya terjalin .kesehatian dan semakin dipakai olen-Nya qntul< menolong siswa-siswa di Kota Surabaya. 3. Setiap strategi pelayanan dan agenda yang stJdab din at~ untuk tahun 2016 agar benar-benar efektif, ses ai,.dengan konteks dan kebutuhan siswa zaman ini.

Kami sangat bersyukur atas terlaksananya Doa IFES pada 18 Oktober. Dalam acara bertemakan "You Are a Part of Something Bigger" tersebut Kak Ricky kembali mengingatkan agar mahasiswa juga turut ambil bagian dalam rencana Allah yang besar di dunia ini. Kehadiran mahasiswa di tiap kampus tak hanya sekedar mengikuti pendidikan di kampus, tetapi juga peka terhadap peristiwa yang terjadi di sekelilingnya. Kami juga bersyukur karena acara ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa dari beberapa kampus, sehingga selain mendoakan pelayanan di dunia, kami juga turut mendoakan pelayanan mahasiswa di beberapa kampus di Surabaya. Kami juga mendoakan, melalui acara ini, mahasiswa semakin setia dan berteguh hati untuk mendoakan perkembangan pelayanan mahasiswa. Selain itu, PMK Kota juga sedang berusaha mengerjakan misi lokal dengan membuka les gratis bagi anak-anak yang tinggal di sekitar kantor Perkantas. Hal ini kami wujudkan dengan terbentuknya Kelas Ceria. Kami juga bersyukur ketika Tuhan senantiasa menempatkan beberapa mahasiswa yang mau memberikan waktunya untuk mengajar anak-anak tersebut setiap hari minggu. Saat ini, tak kurang dari 35 siswa yang selalu hadir setiap minggunya. Meski demikian, terdapat beberapa anak yang kadang tidak datang belajar. Untuk menarik minat tersebut, PMK melakukan refreshing dengan mengajak semua murid Kelas Ceria serta guru-gurunya untuk ikut bertamasya sambil mengakrabkan diri. Kami sedang mendoakan agar misi ini berjalan lebih efektif dan anak-anak yang terlibat dapat merasakan kehadiran Kelas Ceria sebagai media untuk lebih mengenal kasih Tuhan. Kedepannya, PMK Kota sedang menggumulkan kehadiran pengurus baru yang akan menggantikan pengurus lama. Untuk hal ini, kami masih mendoakan beberapa anak yang akan Tuhan berikan untuk melayani selama setahun kedepan di PMK Kota.


SURAT

JEMBER

"Melayani Dalam Lembah Kekelaman: Ketika Masa Sukar Datang dalam Pelayanan" RAPAT KERJA BPR PERKANTAS JEMBER Ebenhaezer-sampai di sini Tuhan sudah menolong . Demikianlah kata yang dapat diungkapkan ketika pada 31 Oktober sampai dengan 1 November 2015 yang lalu, Sadan Pengurus Ranting (BPR) Perkantas Jember mengadakan Rapat Kerja untuk mengevaluasi pelayanan tahun 2015 dan mengarahkan program kerja tahun 2016. Perkantas Jember telah memasuki usia pefayanan lebih dari tiga dasawarsa di tahun 2015 ini. Harus diakui dalam beberapa tahun terakhir, Perkantas Jember seolah sedang memasuki masa "lembah kekelaman" pelayanan. Di satu sisi buah-buah pelayanan berupa hadirnya kaderkader staf baru merupakan realita pelayanan yang harus disyukuri. Namun tantangan pelayanan mahasiswa yang semakin tidak mudah, dan semakin minimnya buah dari penjangkauan dan pemuridan khususnya di ladang mahasiswa, tak urung menjadi pergumulan tersendiri bagi stat dan pengurus. Bukan hanya kampus-kampus seolah menutup diri dengan pelayanan Permaker, penjangkauan pribadi pun seolah menemukan tantangan berat dengan makin sibuknya siswa dan mahasiswa saat ini. Sebagai akibatnya multiplikasi pemuridan harus diakui melemah di 3 tahun terakhir ini. Tidak berlebihan jika kondisi pelayanan ini dikonotasikan sebagai kondisi "lembah bayang-bayang maut." Melalui tema ''Tuhan Gembalaku: Melayani Pada Masa "Lernbah Kekelaman" dalam Rapat Kerja BPR Perkantas Jember tahun 2015 ini, diharapkan segenap pelayan Perkantas Jember dapat kembali mengalami karya penggembalaan Sang Gembala Sejati, yaitu Yesus Kristus. Pada sesi pembukaan, kami mengundang Ev. Frists Heriyanto untuk menyampaikan renungan dari Mazmur 23, dimana pada bagian ini beliau menyampaikan gambaran

SURAT BANYUWANGI BPR dan ALUMNI Bersyukur: 1. Raker BPR yang sudah terlaksana pada 14 Oktober. 2. Evaluas~ Pelayanan 2015 dan Program Pelayanan 201 6 yang sudah disusun. 3. Pendanaan pelayanan 2015 yang Tuhan cukupkan. Berdoa: Program Pelayanan 20 16 yang sudah disusun agar dapat dikerjakan dengan baik dan semua komponen dapat bekerjasama da lam mengerjakannya.

karya Tuhan sebagai Gembalanya; yang mencukupkan kebutuhan, memulihkan kehidupan dan memberi perlindungan. Klranya Sang Gembala Sejati itu juga dapat menuntun pelayanan Perkantas Jember untuk melalui masa sulit dan tantangan pelayanan ini. Bersyukur untuk evaluasi yang dilakukan, kiranya melalui evaluasi yang dilakukan bersama, kami tetap menemukan peluang dan pengharapan yang riil dalam penataan pelayanan ke depan. Dengan anugerah Allah yang memiliki pelayanan ini, strategi dan pendekatan pelayanan siswa dan mahasiswa yang sudah diawali di semester ini mulai menampakkan hasil, dan itu menambah sukacita kami dalam mengerjakan program pelayanan tahun 2016, Kiranya "kebajikan dan kemurahan belaka" akan mengikuti pelayanan kami, sepanjang tahun 2016 dan seterusnya. BPR DAN ALUMNI 1. Bersyukur untuk gereja, alumni, dan donatur yang terus setia mendukung pelayanan Perkantas Jember, doakan agar para donatur dan alumni diberkati Tuhan dalam pelayanan, pekerjaan, dan kelua rga mereka. 2. Persiapan regenerasi pengurus baru PKAAJ . 3. Misi keluarga yang dikerjakan alumni untuk memperlengkapi keluarga alumni dalam pendidikan dan komunikasi. MAHASISWA 1. Bersyukur relasi dengan kampus Polije dan STIE Mandala yang mulai terbangun, doakan kiranya relasi kerjasama boleh semakin dalam. 2. Penjangkauan mahasiswa di beberapa fakultas yang menjadi fokus penjangkauan; Farmasi, Satra, FKIP, dan MIPA 3. Persiapan regenerasi Permaker. 4. KTB-KTB yang ada supaya tetap setia mengikuti proses pemuridan, dan akhirnya mereka boleh menjadi pemimpin yang memberi dampak di dunia kerja dan masyarakat. SISWA 1. Bersyukur untuk Persekutuan Besar PSKJ yang dilaksanakan pada 20 November, dihadiri 40 orang. 2. Persiapan regenerasi PSKJ dan TPS. 3. KTB yang ada agar setiap AKK dan PKK terus memiliki kerinduan untuk bertumbuh dalam kebenaran Firman Tuhan.

PERSEKUTUAN SISWA KRISTEN BANYUWANGI (PSKB) Bersyukur: 1. PB PSKB yang sudah terlaksana pada 31 Okt dan 28 Nop. 2. 7 Pra KTB baru yang terbentuk di tahun 2 015. Berdoa: 1. Persiapan natal siswa Kristen Banyuwangi pada tanggal 15 Januari 201 6 dan natal siswa Genteng dan sekitarnya pada tanggal 17 Desember 2015, agar dapat berjalan dengan baik 2. Adik-adik siswa yang akan mengikuti UAS pada akhir Nopember-awal Desember ini. 3. 3 orang kakak yang berkornitmen menjadi TPS (Asiando, Angie, Vega), agar Tuhan beri kesetiaan dan kemampuan dalam membirnbing adik-adik siswa.


\

-

I

TUGAS MEN-DESAK:

MOBiilISASi UMAT Sebuah zaman baru di sepanjang sejarah telah hadir di abad ke-21 ini. lni adalah sebuah era baru di mana kita berjumpa dengan globalisasi dunia dan semakin terhubung satu dengan yang lain. Tidak hanya itu, sebagai hasil dari pekerjaan misi beberapa abad terakhir ini, kita sudah dapat menjumpai berbagai umat Allah dan gereja-Nya ada di semua benua bahkan di semua negara di dunia ini dengan jumlah yang begitu besar. Apabila kita melihat dunia ini dalam dua cara, kita dapat melihat bahwa masih terdapat 6,5 milyar orang yang belum menjadi pengikut Yesus dan sekitar 7.000 suku terabaikan. Tetapi kita juga melihat hasil dari pekerjaan misi yang begitu besar, yaitu terdapat lebih dari 5.000.000 gereja lokal di seluruh dunia yang terdiri dari 700.000.000 pengikut Kristus. Ketika tugas ini dilihat dalam skala perbandingan maka hasilnya seperti ini: 1 pengikut Kristus untuk 10 orang non pengikut Kristus (1 :10) dan 714 gereja lokal untuk 1 suku terabaikan (714:1). Apakah kita tidak menyadari bahwa ada potensi yang begitu besar dari umat Allah di generasi ini, potensi untuk menuai tuaian terbesar bahkan tuaian akhir, terhampar di hadapan kita? Jika saja Yesus berada di dunia saat ini, mungkin la akan mengatakan bahwa "tuaian memang banyak dan pekerja juga banyak." Tragisnya, kenyataan yang kita jumpai masih jauh dari harapan. Fakta yang selalu kita jumpai adalah kita selalu kekurangan pekerja, kita kekurangan pekerja untuk menuai tuaian yang telah disiapkan Allah di zaman ini. Gereja secara natur merupakan utusan Allah di dunia ini untuk membawa berita keselamatan dan memperdamaikan segala sesuatu, karena itu dapat dikatakan bahwa gereja ada karena misi. Meskipun hal tersebut adalah natur gereja yang sejati, sangat jarang kita jumpai bahwa gereja beserta umat Allah secara otomatis terlibat dalam misi. Semua fakta ini menghantarkan kita pada kunci jawaban yaitu pentingnya mobilisasi. Tugas mobilisasi ini layaknya membangunkan macan tidur, karena macan tidak akan ada taringnya apabila terus tertidur dan menikmati kenyamannya. Karena itu, saat ini mobilisasi menjadi hal yang sangat dibutuhkan dibandingkan masa lalu, karena penyelesaian amanat Allah ini sangat mungkin dilakukan saat ini. Maka kuncinya adalah memobilisasi seluruh umat Allah untuk aktif berpartisipasi dalam gerakan misi. Kata mobilisasi terkadang dikaitkan dengan perekrutan dan pelatihan yang spesifik bagi pekerja misi lintas budaya, tetapi sebenamya mobilisasi memiliki makna lebih luas yaitu menolong umat Allah untuk bergerak bersama Allah di dalam misi-Nya. Jadi ketika setiap orang Kristen mengajar, memuridkan, membimbing orang Kristen lainnya untuk menjadi dewasa dan terlibat secara aktif dan berbuah dalam menuntaskan misi Allah, itulah yang disebut sebagai pekerjaan mobilisasi.

A~ LAH

Tugas mobilisasi ini menjadi bagian setiap umat Allah yang telah menangkap tujuan dan rencana Allah bagi umat-Nya, karena itu peran mobilisasi misi adalah bagian dari pekerjaan orang tua, guru, sahabat, dan bukan hanya pekerjaan dari Hamba Tuhan penuh waktu. Setiap kita yang mau terlibat untuk menggerakkan umat Allah untuk bergerak selaras dengan gerakan Allah bagi misi-Nya adalah mobilisator dan seorang mobilisator perlu untuk secara terus menerus mengupayakan berbagai cara untuk menantang, mendorong, dan melengkapi setiap orang Kristen dalam segala usia , profesi, lokasi untuk mengerjakan panggilan tertinggi sesuai bagiannya masing-masing di dalam bagian misi global yang Allah berikan. Ketika kita ingin melihat perkembangan yang signifikan dalam keterlibatan seluruh tubuh Kristus untuk menggenapi rencana besar Allah, tiga kategori besar ini menjadi kunci bagi mobilisasi yang efektif. Pertama, mobilisasi membangun visi, agar tiap umat Allah memahami dan merengkuh rencana global Allah bagi dunia. Mobilisator berfungsi membangun kesadaran akan rencana besar Allah dan membentuk wawasan Kristen dunia melelalui pemahaman akan kisah besar Allah. Mobilisator juga perlu untuk mengerti realitas dunia terkini dan kegerakan misi terkini sehingga dapat membagikan kebutuhan dan kesempatan misi juga doa-doa yang terarah. Mobilisasi ini dapat dikerjakan melalui seperti edukasi misi. Kedua, mobilisasi mendorong keberhasilan, agar umat Allah semakin dewasa dan efektif dalam menghasilkan buah . Beberapa dari kita memiliki kemampuan untuk menolong orang lain dengan cara yang praktis untuk semakin efektif dan menghasilkan banyak buah sesuai peran mereka. Terlibat dalam misi Allah adalah sebuah perjalanan panjang, dalam seluruh perjalanan itu dibutuhkan pendampingan, pelatihan dan dorongan supaya mereka tidak berhenti tetapi semakin sempurna dalam pekerjaan misi. Ketiga, mobilisasi menghasilkan keterlibatan dan memunculkan kemitraan. Pada bagian ini mobilisator berperan untuk melibatkan umat Allah dalam proyek misi yang spesifik. Menciptakan keterlibatan dalam pekerjaan-pekerjaan misi akan membangun sebuah upaya strategis dan menghasilkan berbagai kemitraan yang akan menuntaskan hal-hal yang sulit dan belum tergarap. Pelatihan dan perjalanan misi jangka pendek bisa menjadi salah satu hal yang membangun bagian ini. Pemenuhan misi Allah bukan hal yang mustahil lagi di generasi ini, apabila mobilisasi misi menjadi sebuah tugas mendesak yang perlu dikerjakan oleh para pengikut Kristus demi melihat berkat kemuliaan Allah terpancarkan di setiap suku bangsa, bahasa, dan budaya. *(Stat Literatur Perkantas Surabaya)

Nov-De\ 201


OPINI lntha Alice M, S.E*)

KEGERAKAN MISI:

BUAH DARI PERTUMBUHAN ROHANI Sepasang suami isteri misionaris yang melayani di daratan China pernah mengemukakan ha/ ini, "Bagi kami, hidup itu bukan soal apa yang saya mau /akukan untuk Tuhan, tetapi apa yang Tuhan mau saya /akukan!" Hendra dan Esther J. Rey, dalam buku Permata d i Balik Air Mata. Misi merupakan serangkaian pekerjaan besar untuk menjangkau seluruh dunia menyembah Allah yang sejati. Mengapa ada pekerjaan misi? Karena tidak ada penyembahan kepada Allah. Allah memulai pekerjaan itu melalui Kristus yang datang ke dunia menebus dan menyelamatkan yang terhilang. Muridmurid-Nya pun diajari berinteraksi dengan orang-orang dari golongan terabaikan pada zaman itu. Petrus dan Paulus "membagi" ladang pelayanan misi untuk menjangkau orang Yahudi dan non Yahudi. Tujuannya sama, supaya kasih Allah yang telah dinikmati itu dialami oleh semua orang. Kegerakan misi ini tidak terhenti di dalam kisah-kisah dalam Alkitab. Saat ini, kegerakan itu sampai di tangan kita. Kegerakan misi yang sedang kita perjuangkan kini adalah kegerakan yang berbasis pada pemuridan. Beban misi: buah kedalaman relasi dengan Kristus Berbicara tentang misi, begitu banyak alumni yang telah mengerjakannya di bidang yang ditekuninya masing-masing. Namun, bagi para mahasiswa kini, tindakan misi kadang menjadi sesuatu yang sangat asing dan sulit diterjemahkan secara riil dalam hidup sehari-harinya. Mahasiswa membutuhkan sebuah teladan yang sangat aplikatif. Namun, aktifitas yang diperbanyak tanpa beban misi yang konsisten tidak akan menjawab kebutuhan. Pertanyaannya, bagaimana memunculkan sebuah kegerakan yang lahir dari beban misi yang sejati? Seorang petobat baru yang baru saja menerima Kristus di dalam hidupnya bisa saja membagikan injil kepada orang lain, tetapi tidak seorang pun dapat langsung menerjemahkan hal tersebut sebagai beban misi. Hal itu adalah buah dari perjumpaan dengan Kristus yang memberikan luapan sukacita di dalam hatinya sehingga injil diberitakan. Satu hal yang perlu diperhatikan adalah beban sejati yang tidak timbul tenggelam atau suam-suam kuku untuk sebuah pekerjaan misi datang dari relasi yang dalam dengan Kristus. Apakah yang ada di dalam hati Kristus? Sepanjang injil, kita dapat menyaksikan bagaimana isi hati Yesus. Hati-Nya tergerak oleh belas kasihan ketika la melihat orang banyak seperti domba yang tidak bergembala (Mat.9:36); la menyembuhkan mereka yang sakit dan memberikan makanan kepada ribuan orang karena belas kasihan-Nya (Mat.14:14; Mrk. 8:2),, dan masih banyak contoh lain tentang hati Yesus yang penuh belas kasihan. Seluruh teladan Yesus ini menunjukkan bahwa aktifitas misi yang sejati lahir dari belas kasihan. Betapa pentingnya menolong mahasiswa untuk memillki hati yang berbelas kasih. Karena itu, perjuangan berat yang harus diupayakan semaksimal mungkin oleh para pemimpin kelompok adalah m ahasiswa memiliki relasi yang intim dan dalam dengan Kristtts set'\ingga hati-Nya yang â&#x20AC;˘ penuh bela$ kasihan juga dimlliki oleh para mrhasiswa .

â&#x20AC;˘

Multiplikasi kegerakan misi: keyakinan pemimpin atau keyakinan pribadi? Sudah selayaknya seorang pemimpin kelompok kecil untuk mendorong, memotivasi, dan memberikan teladan praktis yang mendalam bagi adik-adik yang dibimbingnya untuk melakukan suatu aktifitas misi. Tindakan-tindakan ini bertujuan untuk memberikan inspirasi bagi adik-adik mahasiswa yang dibinanya. Namun, di dalam kehidupan murid yang semakin dewasa, tugas pemimpin berikutnya adalah memberikan prinsip-prinsip dasar yang dapat diteladani. Pada tahap pembangunan murid dewasa, prinsip haruslah lebih diutamakan daripada metode. Pemimpin perlu memberikan kesempatan kepada adik rohaninya untuk menentukan arah gerak yang akan diambilnya. Dalam lnjil, Yesus tidak mengajari Petrus untuk berkhotbah kepada satu orang pun. Petrus hanya menyaksikan langsung apa yang Yesus lakukan. Yesus membangun kehidupan Petrus begitu rupa sehingga ketika la meninggalkan mereka, Petrus dapat melanjutkan pekerjaan yang dilakukan Yesus dengan cara yang serupa namun dengan keyakinan pribadinya. Tujuan pelipatgandaan murid tetap sama di titik ini. Harapan terbesar yang muncul adalah multiplikasi dan konsistensi kegerakan misi dengan keyakinan pribadi adik rohani, sehingga tidak lagi bertumpu pada keyakinan pemimpinnya. Pergi ke ladang misi: kebutuhan ladang atau panggilan Allah? Saat ini, ladang misi tersebar di mana-mana. Kita membutuhkan banyak orang yang bersedia tinggal untuk tetap memuridkan generasi selanjutnya. Kebutuhan itu sama besarnya dengan ladang suku-suku terabaikan yang harus dijangkau. Tak dapat dipungkiri, dunia profesi pun membutuhkan orang-orang yang sungguh takut akan Tuhan untuk berdiri berjuang dengan gigih mengubah sistem yang bobrok sehingga dapat memberkati banyak orang. Gereja-gereja Tuhan pun kini krisis generasi muda yang akan menjadi pemimpin-pemimpin gereja selanjutnya. Di manakah sebaiknya mahasiswa yang sudah dibentuk ini ditempatkan? Semuanya dimulai dari beban yang Allah berikan di dalam hati mereka. Namun, beban saja tidak cukup karena ada begitu banyak kebutuhan yang harus dijawab. Pimpinan dan panggilan Allah di dalam kebenaran firman-Nya adalah bagian paling panting yang harus ditekankan kepada para rnahasiswa. Sebuah contoh diberikan Paulus dan rekan-rekan yang rela untuk mengubah rencananya ke daerah Asia dan Bitinia dan pergi ke Makedonia karena Allah memanggil mereka untuk memberitakan injil di sana (Kis. 16:4-12). Pekerja misi yang sejati akan selalu memilih taat pada panggilan yang Allah berikan kepadanya berdasarkan peneguhan kebenaran firman Tuhan. Karena hanya Allah-lah yang mengetahui di ladang manakah ia akan bekerja dengan efektif untuk kebutuhan ladang itu dan terlebih lagi untuk kemaliaan Allah. ~(Penu/is adalah Staf Mahasiswa Perkantas Surabaya)


DIBERKATI UNTUK MENJADI BERKAT Topik "Diberkati untuk Menjadi Berkat", itu susah-susah gampang. Maksudnya, secara teori mudah dibicarakan, namun dalam pelaksaan di lapangan tidaklah mudah. Normalnya, orang yang dilayani atau dimuridkan, baik itu siswa, mahasiswa, maupun alumni yang bertemu Tuhan secara pribadi, juga bertumbuh dalam komunitas yang sehat, seharusnya menjadi berkat bagi sekitarnya. ltu secara teori. Namun dalam pelaksaannya, tidak selalu seperti itu. Banyak penyebab, bisa dari sisi diri sendiri yang "merasa" belum siap, atau juga dari pihak luar. Jika mau diteliti satu persatu, akan sangat banyak penyebabnya. Sedikit survei kecil-kecilan kepada orang-orang yang saya layani, kebanyakan dari mereka merasa belum siap mental, untuk menginjili, untuk membicarakan sesuatu yang sangat rohani kepada komunitas mereka. lnilah titik di mana saya katakan di awal, susah -susah gampa ng. Kembali ke topik, diberkati dalam bentuk apa? Berkat rohani , pertumbuhan rohani, memiliki komunitas yang sehat untuk menolong pertumbuhannya. Berkat ini adalah suatu berkat yang sangat indah, mengingat pergaulan di luar sana sangatlah keras. Banyak tawaran untuk menjadi terkenal, cool, dan pastinya sangat menggiurkan bagi para darah muda ini. Sedihnya, tawaran ini terkadang lebih laris manis ketimbang tawaran untuk bersekutu, atau untuk secara konsisten mempelajari Alkitab. Namun jika dapat terus bertahan dalam komunitas rohani yang sehat dan konsisten untuk mempelajari FirmanNya, niscaya akan amat sangat diberkati. Pertumbuhan itu akan terlihat nyata dalam tingkah laku, cara berbicara dan banyak hal. Seseorang yang sungguh mengalami Tuhan secara pribadi akan sangat terlihat jelas! Apakah hanya sampai di titik ini untuk menjadi berkat? Bisa ya, bisa tidak. Ya dalam arti bisa langsung merealisasikan "menjadi berkat" di komunitasnya. Tidak dalam arti belum cukup yakin bahwa dirinya mampu untuk menjadi berkat bagi komunitasnya. Nampaknya golongan kedua ini mirip seperti Tomas, perlu diyakinkan berkali-kali untuk benar-benar secara sadar "menjadi berkat' bagi sekelilingnya. Ada seorang adik yang setelah diinjili, langsung membagikan berita lnjil itu kepada teman-teman sekitarnya. Bukan hanya itu, sang adik juga dengan pengaruhnya, mengajak orang lain untuk dimuridkan . Lain halnya dengan adik yang lain yang juga telah mendengar lnjil, namun perlu waktu lebih lama untuk membuatnya mau berbagi berita itu kepada orang lain. Untuk menjadi berkat, bukan hanya masalah rohani yang didisiplinkan, masalah da lam diri juga perlu ditelusuri lebih lanjut. Bermisi itu luas cakupannya. Bisa dilakukan di sekolah, di kampus, atau kepada komunitas di luar. Sebagai contoh

adalah PMK Kata Surabaya yang menge~akan misi mengajar les gratis kepada anak-anak sekitar Perkantas. Awalnya, hanya beberapa mahasiswa saja yang tergerak untuk menjadi pengajar di les gratis ini. Momentum dibuka kembali les gratis bertepatan dengan momen pengobatan gratis bulan Agustus lalu. Melihat animo anak-anak yang besar, beberapa mahasiswa ini pun berpikir bahwa mereka membutuhkan tambahan tenaga pengajar. Sharing beban kepada mahasiswa-mahasiswa di kampus lain pun dilakukan. Dan akhirnya saat ini mahasiswa dari kampus UPN, Unair, Stikom, ITS, UK Petra, Unitomo menangkap beban ini dan mulai untuk memberikan diri setiap hari Minggu siang mengajar anak-anak sekitar Tenggilis. lni adalah contoh kekuatan komunitas juga berperan dalam membangkitkan semangat bermisi, semangat menjadi berkat dengan ilmu yang dipelajari kepada komunitas sekitar. Buku Kingdom Calling adalah suatu buku yang sangat menarik dan sangat menginspirasi adik-adik kelompok saya mengenai menjadi berkat. Menjadi berkat itu cakupannya sangat luas dan dapat dilakukan dengan banyak hal. Buku itu memberikan contoh-contoh yang bahkan tidak pernah terpikir oleh siapapun. Setidaknya ada 7 cara bagaimana menjadi berkat bagi sekeliling. Seseorang dapat menjadi berkat lewat pengetahuannya. Les gratis di atas bisa menjadi contoh. Cara ke dua adalah lewat media, baik itu lewat tulisan, foto, atau video. Lewat media-media ini kita dapat menjadi berkat bagi sekeliling kita. Cara ke tiga lewat jejaring yang dimilikinya. Seseorang pastinya punya kenalan di mana-mana, ini adalah suatu cara untuk mempengaruhi banyak orang. Cara keempat lewat pengaruh yang dimilikinya. Pengaruh di sekolah, kampus, lingkungan tempat tinggal, kantor. Di mana saja kita bisa memberikan pengaruh untuk menjadi berkat. Cara kelima adalah lewat posisi. Berbeda dengan poin pengaruh, cara ini diperuntukkan bagi mereka yang memiliki posisi tertentu di tempat masing-masing. Cara keenam adalah lewat keterampilan. Setiap orang memiliki keterampilan khusus yang mungkin tidak dimiliki orang lain. Cara ini dapat digunakan untuk menjadi berkat bagi sekeliling. Cara terakhir adalah lewat reputasi yang kita miliki. Dengan reputasi yang kita miliki pun dapat menjadi berkat bagi orang lain. Suatu kalimat dari buku tersebut yang menginspirasi saya, temukan gairah yang "meremukkanmu", gairah yang membuatmu tidak bisa tidur di malam hari, sesuatu di dalam dunia yang ingin kamu bereskan. Teruslah menjadi berkat lewat semua yang Anda miliki, untuk menghadirkan Shalom di dunia. *(Stat Mahasiswa Perkantas Surabaya)

1


Panggilan untuk menjadi berkat Allah memberkati Abraham, sebagai bapa orang percaya, agar melaluinya setiap orang mendapat berkat (Kej. 12:1-3). Panggilan kepada Abraham juga menjadi panggilan untuk setiap orang percaya yakni diberkati untuk menjadi berkat. Setiap orang percaya yang telah mendapatkan berkat rohani di dalam Kristus akan merasakan dorongan yang mendesak untuk dapat menjadi berkat bagi sesamanya. Keberadaan hidup orang percaya itu sendiri seharusnya dapat menjadi berkat bagi sesamanya. Karena ia terusmenerus belajar untuk memper-Tuhankan Kristus di dalam hidupnya, sehingga hidupnya menjadi daya tarik bagi sesamanya. Hidup orang percaya tentu berbeda dengan hidup orang pada umumnya, hal ini nampak jelas dalam tutur kata dan perbuatannya karena ia melandaskannya pada standar kebenaran firman Tuhan. Seorang percaya akan berjuang untuk hidup bagi Kristus dan menyenangkan hati Kristus, sebagai sebuah pengabdian dan ucapan syukur karena Kristus telah mengasihinya dengan menyerahkan nyawa-Nya. Tetapi menjadi seorang percaya yang memiliki daya tarik akan Kristus itu sendiri tidak cukup, ia harus aktif untuk menjadi berkat bagi sesamanya. Menjadi berkat dengan aktif bagi sesama dapat diterjemahkan dengan menyatakan kasih Kristus dengan lebih nyata kepada dunia. Setiap orang percaya dipanggil untuk menjadi agen-agen kasih Kristus yang dapat menyentuh hidup orang lain sehingga mereka tertarik untuk mengenal Kristus lebih dalam. Kasih yang menyentuh hidup inilah yang dapat mengubahkan hidup orang yang belum percaya yang sangat membutuhkan kasih. Seorang percaya yang telah mengenal dan merasakan kasih Allah yang dahsyat memampukan dirinya untuk dapat mengasihi sesamanya, bagaimana pun situasinya dan berapapun harga yang harus ia bayar. Seorang percaya akan berjuang untuk menyatakan kasih Kristus kepada sesamanya, demi supaya rnereka juga dapat mengenal Kristus dan beroleh pengharapan di dalam Kristus. Secara kasat mata, bisa jadi kasih orang percaya seakan tidak ada bedanya dengan yang orang dunia lakukan. Lalu apa yang menjadi perbedaan kasih orang percaya dengan kasih orang yang tidak percaya? Kasih yang konsisten Orang yang belum percaya bisa saja sangat baik dan penuh kasih terhadap orang lain, namun tentunya dengan alasan tertentu. Setiap orang punya alasan untuk menyatakan kasih, entahkah karena orang tersebut telah mendapatkan kebaikan dari orang lain ataukah karena orang tersebut ingin mendapatkan kebaikan dari orang lain. Yang pasti bahwa tidak ada kasih yang tulus dan murni di antara manusia berdosa, yang ada adalah kasih yang pamrih dan menuntut

balas. Ketika tindakan kasih itu Hdak direspons dengan baik maka kasih itu tidak akan berlanjut lagi alias mandeg . Bagaimana dengan kasih orang percaya? Kasih orang percaya memiliki konsistensi. Orang percaya akan terus-menerus menyatakan kasih Kristus walaupun ada penolakan bahkan penganiayaan. Kasih orang percaya akan terus hadir bagi sesamanya ketika kasih semua orang mulai berhenti. Kasih orang percaya mampu melihat kedalaman kebutuhan orang yang belum percaya sehingga ia terus bertahan untuk mengasihi di tengah semua penderitaan. Kasih orang percaya akan terus mengalir sampai orang yang dikasihi tersentuh dan mengalami Kristus itu sendiri dalarn hidupnya. Kasih yang totalitas Orang yang belum percaya menyatakan kasih karena ada keuntungan yang diinginkannya, namun orang percaya akan menyatakan kasih dengan totalitas. Seperti yang Tuhan Yesus ajarkan. "Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat kepadamu, melainkan siapa pun yang menampar pipi kananrnu, berilah juga kepadanya pipi kirimu (Matius 5:39)." Artinya bahwa kasih orang percaya itu melampaui standar moral dunia. Kasih orang percaya mengorbankan segala sesuatu demi supaya orang tersebut mengenal Kristus. Teladan kasih Kristus menjadi kekuatan bagi orang percaya untuk mengasihi sesamanya. Seperti yang Tuhan Yesus katakan "tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya (Yoh. 15:13)." Kasih orang percaya menyediakan waktu, perhatian, tenaga, uang/materi bahkan nyawanya bagi sesamanya. Kehadiran Kristus versus kehadiran orang percaya Kehadiran Kristus di dunia adalah bukti kasih Allah yang luar biasa bagi manusia. Kristus datang mernbawa terang bagi dunia yang gelap. Kristus datang membawa pengharapan bagi mereka yang putus harapan. Kristus datang membawa kesembuhan dan pemulihan bagi mereka yang terluka. Kristus datang membawa kehidupan bagi manusia yang terbelenggu dalam kernatian kekal karena hukuman dosa. Kristus mengasihi sernua orang tanpa memandang status sosial, kaya atau miskin, etnis, bahkan agama. Kasih Kristus menembus tembokte m bo k pemisah yang dibang u n ol eh manusi a. Sebagai siswa, mahasiswa dan alumni yang mengaku percaya Kristus, apakah kehadiran kita menjadi daya tarik melalui tutur kata dan perbuatan kita ketika berada di sekolah/kampus/tempat kerja , di rumah, di masyarakat? Apakah kita kasih kita konsisten dan penuh totalitas ketika ada penolakan dan penderitaan? Mari memandang pada kasih Kristus yang menjadi kekuatan untuk dapat menyatakan kasih dengan konsisten dan penuh totalitas. *(Stat Siswa Perkantas Surabaya)


PELAYANAN SISWA Syukur kepada Allah. Kami sungguh mengucap syukur atas kemurahan Tuhan dalam pelayanan siswa yang kami ke~akan. Kami bersyukur untuk bulan Oktober, yakni dengan pelaksaan bulan Pl dan pada 1 November lalu kami melaksanakan closing bulan Pekabaran lnjil (Pl), yaitu deengan serasehan dan sharing. Kami bersyukur karena dalam kegiatan closing bulan Pl ini kami saling bertukar cerita tentang kegiatan Pl pribadi yang kami lakukan selama satu bulan. Kami bersyukur siswa mulai tergerak untuk melakukan penginjilan, sekalipun masih diliputi rasa takut, tetapi syukur kepada Allah karena siswa mulai mengerti dan mulai menyadari pentingnya Pekabaran lnjil. Kami bersyukur pada tanggal 6 dan 7 November kami dapat melaksanakan kegiatan Fellowship Tim Pelayanan Siswa regional Jawa Timur di pantai Kondang Merak. Kegiatan ini merupakan salah satu follow up dari pelaksanaan KNPS (Kamp Nasional Pembimbing Siswa) Agustus 2015 lalu. Kami bersyukur kami kami bisa berbagi, sharing, saling mengenal, saling mendoakan, saling berbagi beban pelayanan, dengan TPS (Tim Pelayan Siswa) dari daerah-daerah lainnya. Pada bulan ini kegiatan dalam pelayanan siswa memang tidak terlalu padat. Pada bulan ini kami juga bersyukur atas pelaksanaan Retret Orang Kunci (ROK) siswa SMAN 5 dan SMAN 4. ROK memang baru pertama kali dilaksanakan, dengan konsep acara Retret di Perkantas. Kegiatan ini adalah kegiatan pembinaan khusus bagi adik-adik KTB di SMAN 5 dan SMAN 4, total ada sekitar 15 siswa yang mengikuti kegiatan ROK ini. Kegiatan ini bertujuan memperlengkapi adik-adik KTB untuk memimpin kelompok kecil, serta membuat adik-adik mengenal tentang hambatan-hambatan pertumbuhan. Retret ini dilaksanakan pada 14-15 November di Perkantas Malang. Kami bersyukur untuk adik-adik siswa yang terlibat dan kecukupan kebutuhan dana yang tercukupi.

PELAYANAN MAHASISWA Syukur kepada Allah untuk kebaikan yang diberika kepada pelayanan mahasiswa pada bulan-bulan terakhir. Pada bulan Oktober kami disibukkan dengan regenerasi kepengurusan dan Rapat Kerja Persekutuan Mahasiswa kota Malang (PMKM). Terkait dengan regenerasi kami bersyukur karena ada 6 orang mahasiswa baru yang berkomitmen terlibat dengan PMKM. Sedangkan terkait dengan Rapat Kerja PMKM, kami sangat bersyukur untuk yang Tuhan telah kerjakan dalam pelayanan mahasiswa kota Malang, terutama terkait dengan pergerakan Pekabaran lnjil dan Kelompok Tumbuh Bersama. Tahun depan, kami berencana untuk lebih fokus kepada KTB lingkar 1 dan Persekutuan Mahasiswa Kampus yang kita dampingi secara langsung. Harapannya PMK kota lebih fokus dan lebih maksimal. Doakan untuk pelantikan pengurus yang akan diadakan 12 Desember 2015, dan juga pelaksanaan program kerja tahun depan. Pada bulan November, tepatnya tanggal 14. PMK Kota mengadakan Malam Pemuridan 2015 dengan tema "Kesibukan yang Bermakna". Acara yang dihadiri 207 mahasiswa ini, kali ini diadakan di Kapel Pniel, Seminari Alkitab Asia Tenggara, Malang. Kak Anggriady Ricky, pembicara kali ini, membahas tentang pentingnya menginvestasikan waktu untuk hal yang bermakna bagi kerajaan Allah. Doakan follow up dari kegiatan ini dan supaya kegiatan ini benar-benar dapat menyemangati gerakan pelayanan mahasiswa di kota Malang. PELAYANAN ALUMNI Bergumul dan bergerak bersama Tuhan membuat pelayanan PKAM (Pelayanan Kristen Alumni Malang) terus bergairah. Sekalipun tidak mudah, namun terus kami kerjakan dengan sukacita. Di penghujung tahun ini, bersyukur terbentuk tim pengurus PKAAM yang baru dipimpin oleh Juneth Agatha L. Berharap kepengurusan ini dapat menjadi orang kunci untuk menggerakan penginjilan, pemuridan, doa dan misi di pelayanan alumni di Kota Malang. Kami telah menyelesaikan rapat kerja dan menyusun program pelayanan. Salah satu program pelayanan yang terus kami gumuli adalah pelayan pra alumni. Tahun ini, pelayanan pra alumni akan dikoordinir oleh Ruth Ema . Doakan supaya pelayanan pra alumni nantinya dapat menolong mahasiswa binaan agar bisa berpikir sesuai dengan bidangnya masing-masing, sehingga dunia kesarjanaan dapat dijalani dengan kerohanian yang kuat dan tindakan praktis yang benar-benar menggarami bidangnya masing-masing. Kemudian, doakan untuk rencana kami untuk mengadakan gathering alumni Kursus Kairos untuk 5 angkatan. Berharap dari kegiatan ini mereka dapat disegarkan kembali disegarkan tentang visi dan misi serta bersedia dibina lebih lanjut dalam wadah pra alumni.


SURAT

POKOKDOA

KEDIRI

rJir

TEMU KTB SISWA Bersyukur untuk temu KTB Siswa Kediri yang sudah dilaksanakan pada 18 Oktober. Temu KTB kali ini mengambil tema "Memberi" dengan pembicara Sdri. Una. Adik-adik siswa kembali diingatkan pentingnya memberi dalam kehidupan mereka secara khusus untuk peke~aan Tuhan. Acara ini dihadiri 22 siswa, 3 TPS, 1 mahasiswa. Yang berbeda dari temu KTB kali ini adalah mereka tidak hanya mendengarkan firman Tuhan, namun mereka juga mempraktikkan langsung tentang memberi. Mereka secara langsung terjun di jalan membagikan satu gelas es kepada orang yang mereka temui. Bersyukur untuk semangat dan sukacita dari adik-adik siswa binaan. WEEKEND KTB Kelompok pemuridan mahasiswa baru merupakan follow up dari penginjilan yang telah dilakukan di beberapa kampus. Kegerakan ini yang terus dikerjakan dan diperjuangkan untuk menghasilkan murid Kristus. Dengan kerinduan untuk merefresh kembali semangat pemuridan dari kelompok KTB yang lama sekaligus sebagai wadah penyambutan mahasiswa baru yang dibina dalam KTB, maka Persekutuan Mahasiswa Kota Kediri mengadakan Weekend KTB pada tanggal 31 Oktober-1 November di Villa St. Yohanes, Kediri. Acara yang dihadiri 70 mahasiswa yang dibina dalam KTB ini mengambil tema "Choice, Chance, Change". Peserta kembali diingatkan tentang panggilan pemuridan dan memberikan semangat untuk terus berjuang dalam setiap kesempatan mengerjakan pemuridan di tengah-tengah tantangan yang ada. RAKERBPR Bersyukur untuk Raker BPR yang sudah dilaksanakan tanggal 14-15 November di vila dekat lereng gunung Kelud. Raker ini dihadiri oleh perwakilan masing-masing komponen baik siswa, mahasiswa, staf, alumni, dan BPR. Singkat namun menajamkan kami untuk melihat dan mengevaluasi secara keseluruhan pelayanan yang sudah kami kerjakan setahun. Bersyukur untuk setiap pencapaian dan kegagalan selama tahun 2015 yang menjadikan kami untuk terus berjuang akan pelayanan yang kami kerjakan. Serta setiap target yang akan kami lakukan di tahun 2016. Kiranya bukan hanya target yang kami kejar, tetapi jiwa-jiwa yang kami bawa kepada Kristus.

BPR 1. Pengurus BPR (lbu Eva N, Ora. Yennita, dan dr. Novian) untuk keluarga, pekerjaan, dan pergumulan pribadi. 2. Kesehatian BPR, Stat, dan Komponen dalam mengerjakan pelayanan di Perkantas Kediri. 3. Natal Bersama Perkantas Kediri tanggal 13 Desember 2015 bertempat di Panti Werda. ALUMNI 1. Kesetiaan alumni dalam mengikuti PA. 2. Alumni semakin dikuatkan dalam menghadapai pergumulan kehidupan melalui pembinaan PA yang diadakan . 3. Kesehatan dan kesetiaan kak Harry dalam menggembalakan alumni di Kediri. 4. Kesetiaan alumni untuk mendukung pelayanan Perkantas Kediri. MAHASISWA 1. Persiapan natal di masing-masing kampus. 2. Komitmen PKK dan AKK dalam menge~akan KTB maupun pra KTB sebagai bentuk penjangkauan mahasiswa baru. SISWA KEDIRI 1. Kesetiaan PKK dan AKK dalam melakukan pemuridan, dan KTB baru sebagai bentuk follow up dari penjangkauan yang dilakukan. 2. Retreat Gabungan SMP Negeri 3 dan SMP Negeri 4 Kediri tanggal 18-19 Desember 2015. 3. Kesehatian TPS dalam melakukan pelayanan siswa Kediri dan juga kebutuhan SDM untuk melayani siswa Kediri. 4. Persiapan natal di masing-masing sekolah SISWA TULUNGAGUNG 1. Antusias siswa dalam Pl dan KTB di tengah-tengah kepadatan studinya. 2. Kesehatian stat dan alumni selaku pembina siswa dalam membangun pelayanan yang ada. 3. Komitmen dan konsistensi yang sehati dalam kepengurusan PSKT. 4. Hadirnya TPS untuk menolong pelayanan siswa. SISWAPARE 1. Persekutuan Doa d i masing-masing sekolah . 2. Persiapan natal di masing - masing sekolah. 3. Kesetiaan PKK dan AKK dalam mengerjakan KTB. 4. Kesehatian TPS mengerjakan pelayanan siswa di Pare.


Konferensi Pelayanan Perkantas Papua (KP3) dan Rapat Kerja BPP Perkantas Papua "Gerakan 5000 Murid bagi Transformasi Papua" lnilah visi besar yang menjadi hasil dari Konferensi Pelayanan Perkantas Papua (KP3), yang diadakan pada 10-13 Oktober 2015, yang juga ada di dalam rangkaian travelling Staf Perkantas Surabaya ke Papua. Gerakan besar ini terbagi lagi ke dalam 4 bidang kunci, yakni 200 guru di bidang pendidikan, 2000 tenaga kesehatan, 500 entrepreneur, dan 500 birokrat. KP3 ada dalam rangka membangun sinergi gerak pelayanan Perkantas di Tanah Papua, serta memetakan dan menyusun strategi pelayanan Perkantas yang punya dampak nyata bagi kondisi di tanah Papua, secara khusus dalam bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, birokrasi, dan gereja. Adapun 10 kota yang menjadi fokus adalah Jayapura, Wamena, Biak, Nabire, Merauke, Yahukirno, Sarmi, Timika, Sarong, dan Manokwari. Dan bersyukur di dalam KP3 ini, perwakilan alumni Perkantas dari setiap kota tersebut turut hadir, kecuali Sarmi dan Timika. Satu satu kunci penting dari konferensi ini adalah KP3 tidak sekadar menghasilkan sebuah rumusan visi tanpa ada langkah yang jelas menuju ke sana, karena di dalam diskusi yang ada setiap bidang diarahkan untuk menghasilkan 2 program utarna yang akan menjadi aplikasi awal di bidang masing-masing, serta langkah-langkah yang jelas dalam mencapai visi yang ada.

Raker BPP Perkantas Papua Pada tanggal 14-15 Oktober, Perkantas Papua juga mengadakan Rapat Ke rja. Raker ini secara khusus membicarakan tentang follow up KP3, di mana dibicarakan juga tentang bagaimana hasil KP3 ini bisa diterapkan di kotakota, serta bagairnana BPP melakukan pengawasan dan pengawa lan agar hasi l KP3 benar-benar bisa diimplementasikan. Pada kesempatan ini juga dilakukan pelantikan kepada Pengurus Badan Perwakilan Perkantas Papua yang baru , yang terdiri dari Bapak Mathias Sarwa sebagai ketua, Bapak Linus Sebagai Wakil Ketua, lbu Anugerah Nenobais sebagai Sektretaris, lbu Tirsa Sulleng sebagai Bedahara, serta Bapak Jan Vries dan Bapak Lisiard Dimara sebagai anggota. Kiranya pengurus yang baru ini boleh dengan setia mengerjakan panggilan Tuhan di dalam pelayanan Perkantas. POKOKDOA SISWA 1. Pelayanan perintisan SMPN 2 dan mitra SMPN 4. Doakan relasi dengan Guru dan AKK kunci. 2. 14 PKK Siswa, dimana mayoritas PKK yg merupakan alumn i dapat membagi waktu dengan baik. 3. 4 adik yang sedang bergumul memegang kelompok kecil. Matheos dan George (AKK Bang Hendra), Vince dan Elis (AKK kak Desi). Doakan kesiapan hati mereka dan persiapan bahan bersama di setiap hari Minggu . 4 . Bersyukur untuk pelaksanaan Seminar Orang Tua dan Anak pada 21 November sebagai wadah PKK Siswa untuk menjalin relasi dengan orang tua. MAHASISWA 1. Bersyukur untuk KPA dan KTB yang sedang berjalan. 2. Pertumbuhan rohani 87 AKTB dan 54 AKK KPA yang ada saat ini. 3. Pendampingan ke kampus-kampus, UNIYAP, FK, STIKOM, FMIPA. 4. Persiapan peserta KMdN dan KNM dari Jayapura dengan total kebutuhan kurang lebih Rp 243.265.000.

SUIRAT MOJOKERTO Selama bulan September hingga November ini, pelayanan siswa Mojokerto fokus untuk pemberitaan lnjil di sekolahsekolah dan memfollowupnya dengan KPA-KPA. Bersyukur untuk KPA di SMPN 2, SMPN 6, SMAN 1 Puri, SMAN 1 Sooko. Sementara itu, menjelang Natal, beberapa sekotah mempersiapkan kegiatan rutin bersama yaitu Retret Natal Gabungan Siswa Mojokerto, 19-2 1 Desember, di Wisma Siloam, Trawas. Retret yang akan diikuti oleh beberapa sekolah binaan di Mojokerto ini menjadi wadah pembinaan sekaligus mendorong siswa untuk terlibat dalam KTB dan penginjilan.

POKOKDOA 1. Bersyukur untuk 68 siswa yang sudah mendengar kabar lnjil, 3 KTB baru yang terbentuk dan 1 pemimpin KK baru di tahun 2015 ini. Berdoa untuk 2 Pra KTB dan KPA di SMP 2 agar tetap konsisten hingga menjadi KTB. 2. Retret Natal Gabungan se-Mojokerto, 19-21 Desember di Wisma Siloam, Trawas, Mojokerto. Berdoa agar siswa mengalami Tuhan dalam retreat ini. 3. Penjangkauan dan Pl ke SMAN 2 Kota.


BPR&ALUMNI Bersyukur untuk dukungan alumni dalam pelayanan di Mataram 1. Bersyukur raker BPR, 15 November. Doakan terobosante ro bosa n dalam pergerakan pelayanan 2016. 2. Persiapan Natal bersama keluarga Perkantas, 6 Desember. Terna "The Light Shines in the Darkness" (Yoh. 1:4-9). Pembicara Retno Dwi S. 3. Visitasi dan pendataan alumni untuk pelayanan 2016. 4. Kerjasama dan kebersamaan alumni dan komponen dalam mencapai visi. Secara khusus doakan kehadiran alumni dalam PA setiap bulan (2x). SISWA 1. Bersyukur untuk evaluasi dan rancangan pelayanan yang sudah dilakukan dalam raker siswa, Minggu, 8 November. 2. Bersyukur KTB-KTB yang ada di sekolah-sekolah yang dilayani (SMP1, SMP2, SMA1, SMA2). Doakan pertumbuhan kerohanian dan konsistensi AKK. Doakan pengelolaan pelayanan di sekolah-sekolah ini, dan kebutuhan akan pembimbing kelompok kecil. 3. Bersyukur untuk TPS yang ada (Ani, Sarida, Norce). 4. Persiapan Natal Sekolah.

NEW RELEASE LITERATUR Love Does (Cinta Bertindak) Temukan Kehidupan Luar Biasa yang Tersembunyi dalam Dunia yang Biasa Penulis Bob Goff Jumlah 248 halaman Harga Rp. 60.000 Apa yang membuat kita berdampak? Cinta. Tapi itu bukan jenis cinta yang berhenti di pikiran dan perasaan saja. Cinta mengambil tindakan. Penulis percaya bahwa Cinta Bertindak. Ketika Cinta Bertindak, hidup menjadi menarik. Setiap hari selalu ada hal lucu, aneh, kesempatan bermakna yang membuat iman menjadi nyata dan mengubahkan. Setiap bab adalah cerita yang membentuk sebuah buku, juga sebuah kehidupan. Dan ini adalah salah satu kehidupan yang pasti tidak mau Anda lewatkan. Ringan dan menyenangkan, unik dan mendalam, pelajaran yang diambil dari kehidupan dan sikap Bob pasti menginspirasi Anda untuk menjadi luar biasa secara tersembunyi juga.

MAHASISWA 1. Bersyukur untuk penyambutan Mahasiswa Baru SeptemberOktober di kampus dan KATA Mahasiswa, 4 Oktober. 6 pra KTB yang aktif, dan beberapa kelompok yang masih diperjuangkan. 2. Semangat Pl dan pendampingan dari PKK (2 PKK baru) agar semakin memperlengkapi diri dan menolong AKK dengan maksimal. 3. Temu PKK yang akan rutin dilakukan ke depan untuk menolong PKK lebih maksimal dalam pelayanannya dan mendampingi mereka dalam menghadapi kompleksitas pergumulan AKK. 4. Peserta KNM dan segala persiapan (saat ini sedang bible reading dan BGA Kisah Para Rasul ). Doakan juga penggalangan dana melalui proposal, bazar, penjualan manik-manik, membersihkan rumah biar TUHAN memakai semua itu untuk mencukupi kebutuhan dana KNM. 5. Persiapan Natal Mahasiswa, 12 Desember. Pembicara: Ev. Valent i no Has iho lan. Terna "Not a Fan" 6. Penataan dan pengelolaan pesekutuan kampus (IKIP, STMIK). 7. Regenerasi pengurus Persekutuan kampus dan PMK Kota.

Organic Discipleship (Pemuridan Organik) Membimbing Orang Lain Menuju Kedewasaan & Kepemimpinan Rohani Penulis Dennis McCallum & Jessica Lowery Jumlah 312 halaman Harga Rp. 65.000

Organic â&#x20AC;˘ Discipleship (Pemurldan Organik)

,,

Mi.'n1trlmblng OW!X Uil\ Menu/ii KtdcwJ ,~an&

KcpemirnplnanRohMI

Dennis McCallum &. JessJCa Lowery

Ketika Yesus pergi, la berkata kepada pengikut-Nya "Jadikan semua bangsa murid-Ku." Namun apa artinya pemuridan pada zaman ini? Dennis McCallum dan Jessica Lowery telah berhasil melaksanakan pemuridan dalam Xenos Christian Fellowship yang inovatif selama beberapa dekade. Buku ini menunjukkan mengapa penyaluran pengetahuan tentang pengalaman rohani dan karya Roh Kudus secara relasional dapat membuahkan hasil yang jauh lebih efektif daripada pendekatan-pendekatan lain dalam membangun tubuh Kristus. Mereka juga menjawab pertanyaan-pertanyaan umum mengenai pemuridan seperti: Bagaimana saya memilih orang yang tepat untuk dimuridkan? Bagaimana saya dapat membangun persahabatan yang cukup kuat untuk berdampak secara nyata? Tujuan-tujuan seperti apa yang harus dicapai oleh pengikut Kristus dalam gereja masa kini? Memberi teladan itu penting, tetapi mengapa banyak teladan yang tidak efektif? Bagaimana multiplikasi melalui pemuridan ini dapat merevolusionerkan kelompok saya?

Surat Doa Murid Perkantas Jawa Timur, November - Desember 2015  

Diberkati untuk menjadi berkat. Abraham pernah mendapat janji ini di Kejadian 12 ketika ia diperintahkan untuk pergi ke negeri yang akan Tuh...

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you