batang pohon pinus atau tusam. Selain gondorukem, hasil olahan getah pinus adalah terpentin. Di Indonesia, gondorukem dan terpentin dihasilkan dari olahan batang pohon pinus Sumatera (Pinus merkusii). Sedangkan di luar negeri, sumbernya adalah Pinus palustris, Pinus pinaster, Pinus ponderosa, dan Pinus roxburghii. Gondorukem sendiri merupakan hasil pembersihan terhadap residu proses destilasi atau penyulingan uap dari getah pinus. Hasil destilasinya sendiri kemudian menjadi terpentin. Produk gondorukem diperdagangkan dalam bentuk keping-keping padat berwarna kuning keemasan. Kandungan
cat (lak). Sementara Terpentin merupakan hasil olahan dari getah pinus yang berupa cairan (fluid). Terpentin berasal dari Bahasa Yunani terebinthine, yang merupakan salah satu nama spesies pohon. Terpentin digunakan sebagai pelarut dan sumber bahan untuk sintesa organik. Karena digunakan sebagai pelarut, maka terpentin merupakan bahan baku dalam industri kimia. Selain itu, terpentin oil juga dimanfaatkan oleh industri kreatif, yaitu sebagai pelarut cat bagi lukisan cat minyak. “Proses produksi dari getah pinus menjadi gondorukem itu sederhana saja. Itu hanya proses penyulingan biasa. Kalau untuk derivatif, itu memang sudah canggih. Kendala kita ya cuma itu tadi, belum memenuhi kapasitas terpasang. Kalau kita sudah memenuhi kapasitas terpasang, tidak ada masalah. Mengapa saya dalam hal ini menekankan industri gondorukem dan terpentin ini, karena share revenue kedua produk itu dalam satu tahun tidak kurang dari Rp 1,5 Trilyun. Itu dari gondo-terpentin saja,” kata Heru.
Proses produksi dari getah pinus menjadi gondorukem itu sederhana saja. Itu hanya proses penyulingan biasa. Kalau untuk derivatif, itu memang sudah canggih. Kendala kita ya cuma itu tadi, belum memenuhi kapasitas terpasang.
Dok. HUMAS PHT
Pasar Potensial
gondorukem sebagian besar adalah asam-asam diterpena, terutama asam abietat, asam isopimarat, asam laevoabietat, dan asam pimarat. Penggunaannya antara lain sebagai
NO. 41 • TH. 7 • JANUARI-FEBRUARI 2012
bahan pelunak plester, campuran perban gigi, campuran perona mata (eyeshadow) dan penguat bulu mata, serta bahan perekat warna pada industri percetakan (tinta) dan
Menurut Heru Siswanto, sejauh ini tidak ada masalah dengan pasar bagi produk terpentin dan gondorukem. Kendati sempat goyah tahun 2011 lalu, akibat terpapar krisis ekonomi global yang melanda Amerika Serikat dan sebagian Uni Eropa, namun relatif pasar gondorukem dan terpentin terjaga dengan aman. “Kalau kita bicara tentang pasar untuk gum rosin – hasil produk gondorukem adalah gum rosin, sedangkan terpentin adalah terpentin oil – tidak ada masalah karena Indonesia ini bukan market leader,” kata lelaki berkumis tebal itu. Heru yang lahir tanggal 19 Desember 1959 itu pun menyebut,
DUTA Rimba
61