Page 1

Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri. (Ef. 2:8-9)

MINGGU, 04 OKTOBER 2009

Dari Dalam....... ke Luar "Dan kita semua mencerminkan kemuliaan Tuhan dengan muka yang tidak berselubung. Dan karena kemuliaan itu datangnya dari Tuhan yang adalah Roh, maka kita diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya, dalam kemuliaan yang semakin besar" 2 Korintus 3:18 Sudah pernahkah Anda berpikir tentang kenyataan bahwa manusia adalah satu-satunya makhluk ciptaan Tuhan yang harus mengenakan pakaian untuk menutupi dirinya? Semua makhluk lain menumbuhkan penutup tubuhnya. Sebagian menumbuhkan rambut, sebagian bulu, lainnya sisik atau kulit tebal. Tetapi semuanya disaluti dari dalam ke luar! Kebanyakan orang tidak menyadarinya, tetapi pada mulanya, manusia disaluti dengan cara itu juga. Manusia diciptakan dalam citra Tuhan. Dan jika Anda melihat dalam Yehezkiel 8:2, Anda mendapati bahwa Tuhan disaluti dengan api dan ping-

Rasa Takut "Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barang siapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.� 1 Yohanes 4:18 Negara adi kuasa, Amerika Serikat, di awal tahun tiga puluhan mengalami resesi yang amat parah dan pada tanggal 4 Maret 1933 Franklin Delano Roosevelt dilantik menjadi presiden yang baru. Presiden Roosevelt pada pidato inaugurasinya untuk bangsanya yang sedang tidak berdaya, mengatakan: "The only thing we have to fear is fear itself." (Satu satunya hal yang harus kita takuti adalah perasaan takut itu sendiri). Ungkapan tersebut ternyata membangkitkan semangat dan keberanian bangsa yang sedang terguncang ini untuk bangkit kembali menyongsong hari depan yang lebih baik. Kadangkala ketakutan hinggap dalam hidup kita ketika ada pihak lain meminta pertolongan kita. Kita sering mempertimbangkan segala konsekwensinya secara cermat dan teliti. Tidak jarang hal ini kita

gang ke atas dan dari pinggang ke bawah. Api itu ialah kemuliaan-Nya yang muncul ke luar dari diri-Nya yang terdalam. Ketika manusia pertama diciptakan, dia seperti itu juga. Dia disaluti dengan kemuliaan Tuhan sendiri. Itu terpancar dari dalam dirinya ke luar. Itulah sebabnya dia tidak merasakan ketelanjangan sampai dia berdosa dan kemuliaan itu terpisah meninggalkan dia. Ketika manusia kehilangan penyakitan kemuliaan itu, maka itu merupakan hari yang menyedihkan. Tetapi saya ingin Anda mengetahui sesuatu hari ini. Kemuliaan lakukan karena kita kuatir dan takut kalau kita harus menanggung resiko berupa: keselamatan diri kita terancam atau harta kita berkurang sehingga kita tidak lagi nyaman dan berkecukupan. Rasa kuatir dan takut yang berlebihan seringkali menghalangi pandangan kita untuk melihat dan merasakan kasih karunia Tuhan. Ibu Teresa pernah menceritakan sebuah pengalamannya yang sangat mengharukan, menyentuh dan menggugah hati. Begini ceritanya: Pada suatu malam, seseorang memberitahukannya bahwa ada sebuah keluarga Hindu dengan delapan anak yang sudah berhari-hari tidak makan sedikitpun, karena tidak memiliki apapun untuk dimakan. Ibu Teresa bergegas pergi melawatnya dengan membawa beras secukupnya. Beliau menjumpai anak-anak yang matanya melotot karena lapar. Sungguh sangat menyedihkan! Ibu Hindu itu menerima beras dari tangan Ibu Teresa, kemudian membaginya menjadi dua bagian, lalu pergi. Ketika kembali Ibu Teresa menanyakannya: "Kemana saja kau pergi? Apa yang kau lakukan?" Dia menjawab: "Mereka juga kelaparan." Rupanya yang dimaksud dengan "mereka" adalah tetangganya, sebuah keluarga Muslim yang mempunyai jumlah anak yang sama, yang harus ditolong karena mereka juga tidak memiliki apa-apa untuk dimakan. Ternyata ada kasih di hati Ibu itu. Walaupun ia ha-

itu tidak hilang selama-lamanya. Firman Tuhan menyatakan bahwa kita dapat memperolehnya kembali. Ketahuilah ketika Anda menaruh iman Anda pada darah Yesus dan dilahirkan baru, kemuliaan Tuhan bermukim lagi di dalam Anda. Sekarang mungkin tersembunyi dengan rapi, tetapi percayalah, kemuliaan itu ada. Alkitab menyatakan bahwa pada saat Anda memandang wajah Tuhan dengan mempelajari Firman dan bersekutu dengan Dia, pada saat Anda memperbarui pikiran Anda untuk memahami jati diri Anda dalam Kristus, Anda akan diubahkan menjadi seperti Dia juga di bagian lahiriahnya. Pada saat Anda belajar mendengar suara-Nya dan mematuhinya, Anda akan mulai mencetuskan ungkapan lahiriah dari kemuliaan yang ada dalam Anda. Sedikit demi sedikit, Anda akan terpancar dari dalam ke luar! Daripada hanya memandang ke dalam lemari dinding Anda tiap pagi, luangkan waktu untuk memandang wajah Yesus dan firman-Nya. Biarkan Dia mempersaluti Anda dalam pancaran hadirat-Nya. Begitu kemuliaan-Nya mulai bercahaya, apa pun yang Anda kenakan akan tampak indah pada diri Anda. Gloria nya menerima beras secukupnya dari Ibu Teresa, karena kasih, ia tidak takut dan berani berbagi dengan orang lain. Bagaimana dengan kita? Apakah ketakutan kita menghalangi mengalirnya kasih Tuhan yang diberikan-Nya kepada kita? Ingatlah Kasih selalu menutupi dan mengalahkan segala sesuatu; termasuk mengalahkan ketakutan kita. Nik D. Adam


MINGGU, 04 OKTOBER 2009

Liputan GPIA Family Bible Camp 2009 Kinasih Resort, 22-24 September Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tibalah, hari ini, 22 September 2009, mulai pukul 9.30, berkumpul di gereja GPIA Duta Mas para peserta yang akan berangkat ke Kinasih untuk mengikuti GPIA Family Bible Camp. Sekitar pukul 11 siang, iringan 2 bus mulai meninggalkan duta mas menuju Kinasih Resort – Caringin, Bogor. Perjalanan lumayan lama, kurang lebih 3 jam, karena kemacetan di daerah Ciawi. Akhirnya pukul 14.00 kurang, para peserta tiba di Kinasih, bergabung dengan peserta lain yang menggunakan kendaraan pribadi, yang telah tiba lebih dahulu. Setibanya di Kinasih, para peserta dijamu dengan snack, kopi dan teh manis. Udara segar menyelimuti tempat retreat yang hijau, teduh dan luas ini membuat penat, capek, pegal dan kelelahan di perjalanan hilanglah. Setelah menerima kunci dari panitia yang menanti di lobby kinasih, kami segera menuju kamar untuk mempersiapkan diri mengikuti opening session pada pukul 5 sore. Namun peserta yang nginap di Melati agak tertunda karena peserta retreat dari gereja lain (rata-rata lansia) terlambat check-out. Tapi akhirnya masalah ini dapat diselesaikan dengan baik. Uih… thank’s God Ibu Magdalena Budhi membuka acara Opening dengan puji-pujian penuh semangat. Firman Tuhan dibawakan ibu Rhea Arella yang memberikan pengertian perbedaan antara “pemenang” dan “lebih dari pemenang”. Dengan ayat tema dari retreat ini yaitu: Lebih dari Pemenang. Roma 8:37, ibu Rhea memberikan contoh dari kitab Ibrani 11. Untuk menjadi Lebih dari Pemenang, maka kita harus percaya “lebih” kepada Tuhan seperti Abraham yang

mempersembahkan Ishak, anaknya terkasihnya (ayat 8). Melihat jauh ke depan seperti Ishak (ayat 20), walaupun telah ditipu oleh anaknya, Yakub, tetapi tetap memberkatinya. Dan tetap menyembah Tuhan dari kelemahan kita, seperti Yakub (ayat 21). Sekalipun untuk semuanya itu kita tidak mendapatkan apa-apa (ayat 39), tetapi kita memiliki banyak saksi (supporter) agar kita tetap kuat bertanding sampai garis finish dan menyerahkan tongkat estafet pada generasi selanjutnya.

Setelah makan malam yang lezat, kembali ibadah malam diisi dengan acara praise & worship yang berbeda dari biasanya. Ibu Rhea dengan suaranya yang merdu, bersama jemaat masuk dalam hadirat Tuhan. Puji-pujian dinaikan, sambil diisi dengan kesaksian kehidupannya yang luar biasa. Dari keluarga yang hancur, orang tua yang saling selingkuh, bahkan dia menyaksikannya sendiri bagaimana kedua

orangtuanya memiliki pasangan lain, membuat hati anak-anaknya hancur. Hal ini membuatnya apatis terhadap Tuhan Yesus walaupun sejak lahir sudah dicap kristen. Bagi beliau, Tuhan sama jahatnya dengan kedua orangtuanya. Akhirnya beliau bertumbuh menjadi remaja yang memberontak, yang memiliki hobby yang aneh, yaitu hobby bunuh diri. Puji Tuhan, beliau masih hidup itu semua karena Tuhan mengasihinya. Kisah hidupnya semakin terpuruk setelah mengalami pelecehan seksual oleh orang kepercayaan ayahnya, yang seorang militer berkedudukan tinggi dan dihormati di gerejanya. Sampai saat baginya untuk pergi ke rumah sakit karena sudah waktunya melahirkan, orangtuanya baru mengetahui bahwa dia telah hamil. Masih banyak lagi kisah yang memilukan yang dialaminya, tetapi pada akhirnya beliau keluar sebagai pemenang karena melalui segala penderitaannya, akhirnya beliau mengenal Tuhan Yesus secara pribadi. Dan kini beliau menjadi berkat bagi lingkungan tempat tinggalnya, dan kedua orangtuanya akhirnya dipulihkan kembali oleh Tuhan. Dengan gayanya yang kocak, Kaleb memberikan beberapa pengumuman, terutama penjelasan tentang acara Family Games yang akan diadakan besok hari. Beberapa hadiah telah disediakan bagi para peserta yang akan ikut bertanding dalam 4 buah perlombaan, yaitu lomba balap karung buta, balap bakiak, volley air dan futsal. Terdapat hadiah 10 handphone, 30 jaket, kaos-kaos, hairdryer, dll. Terima kasih bagi para sponsor yang telah menyediakan hadiah-hadiah tersebut. Tuhan memberkati dan membalaskannya. Hari kedua, 23 September, Doa pagi dipimpin oleh Pdp. Abdon Dutu dan firman Tuhan yang dibawakan oleh Pdm. Ricky Watulingas. Pagi ini dengan bersemangat para peserta berkumpul di arena perlombaan. Tawa, teriakan, sorak-sorai terdengar riuh di tempat ini. Hari ini seluruh peserta berbaur, dari anak-anak kecil sampai para lansia. Ada yang bersorak-sorak mendukung ayah atau ibunya yang sedang berlomba balap karung/bakiak, atau orangtua yang memberi semangat kepada anaknya yang sedang bertanding futsal. Semuanya bersukacita dan bergembira. Pendeta Andreas Soestono membagikan firman Tuhan dalam ibadah KKR, pukul 7 malam dan acara hari ini diakhirnya dengan “Api Unggun” dimana dibagikan lagi hadiah doorprize dan penyerahan hadiah pemenang futsal yang masing-masing memperoleh handphone. Keluar sebagai BERSAMBUNG KE HLM. 12


MINGGU, 04 OKTOBER 2009

HALAMAN 3

LAHIR MENIKAH Syarat Bila tidak ada keberatan dari kasih karunia Tuhan kita antara jemaat yang sah, maka Pemberkatan Berkat Yesus Kristus, telah lahir: akan diberkati pernikahannya di Gereja Pantekosta Isa IMANUEL Nikah di Gereja VERONICA Almasih Immanuel – Taman 13 September 2009

1. Enam bulan sebelum pernikahan harus mengisi formulir Putri dari Sdr. Ayun & Ny. Mei Duta Mas, yaitu: pemberkatan Nikah, yang dapat diminta pada Gembala Mei v Sabtu, 17 Oktober 2009 Sidang dengan melampirkan: pukul 13.00 wib a. Foto copy KTP masing-masing MARIA JACRAH WIJAYA DJOHAN b. Foto copy Kartu Keluarga masing-masing 18 September 2009 dengan c. Surat Pernyataan Orangtua Putri dari Sdr. Yakub Wijaya & ANITA PANDI d. Foto copy surat keterangan Lurah (N1) bahwa belum pernah Ny. Kwan Rachel menikah. e. Foto bersama (berdua) uk. 4x6 (3 lembar) JESUA TOBIAS ABIEL f. Foto copy Sertifikat Baptisan Air kedua calon mempelai 27 September 2009 Putra/anak kedua dari Sdr. 2. Wajib mengikut kelas katekisasi Nikah. Bintang Pratiknjo & Ny. Irnah Rencana Pemberkatan Nikah akan diumumkan kepada Jemaat melalui WARTA JEMAAT. Dan apabila dari jemaat ada yang berkeberatan dengan alasan yang sah dan kuat secara tertulis, maka pemberkatan nikah dapat dibatalkan.

Kami mengucapkan selamat berbahagia.

Telah Berpulang ke rumah Bapa HADIRILAH yang Kekal Ibadah kita minggu mendatang,

PANITIA Hari ini, 4 Oktober 2009, pukul 12.00 wib di Duta Mas akan diadakan pembubaran panitia Retreat 2009. Kehadiran bapak/ibu/ sdr/i Panitia yang telah berkerja/partisipasi dalam retreat yang lalu untuk hadir. Tuhan memberkati.

ANI KURNIAWAN tanggal 11 Oktober 2009, di 84 tahun Duta Mas pukul 08.00, 10.00 Ibunda Herlinawati, Yuliawati & 17.00 wib akan dilayani oleh: Meninggal pada hari Kamis, 24 Sept dan telah dimakamkan di Pdt. Samuel Kusuma TPU Pondok Rangon, Minggu Senior Pastor Gereja 27 September 2009. Bethany Balikpapan Tuhan kiranya memberi Sebagai pengucapan syukur Kalimantan Timur. penghiburan dan pertolongan atas kasih karunia Tuhan Yesus bagi keluarga yang berduka. Kristus, maka akan diadakan persekutuan doa syukur, yaitu: # 10 Okt di rumah kel. Se Liung - Cengkareng Resident Pada hari Minggu ini, 4 Okt, iba- # 17 Okt di rumah kel. Fanny Bagi yang mengingini video dah kita di Perniagaan akan di- Pluit liputan GPIA Family Bible sertai dengan Sakramen Perja- # 24 Okt di rumah kel. Cornelius Camp 2009, dapat menghu- muan Kudus. Dan Minggu se- Tomasowa - Bojong Indah bungi Sdr. Hanny 5678055. lanjutnya, 11 Okt akan diadakan 0817-849920. di Taman Duta Mas.

VIDEO LIPUTAN

perj kudus

Ruang Tolong Menolong Dibutuhkan seorang pria: - Usia 18 - 23 tahun - Pendidikan SMA/SMK - Pengalaman tidak diutamakan - Memiliki SIM C Bagi yang berminat dapat menghubungi: Martin (hp: 0819-05485787, 94941475)


MINGGU, 04 OKTOBER 2009

HALAMAN 4

MITOS TENTANG PERNIKAHAN Kata "mitos" berarti suatu rekaan atau setengah benar, khususnya bila mitos itu membentuk bagian dari ideologi. Kita punya mitos untuk hampir semua perkara yang dikenal manusia, misalnya saja dewa-dewi Yunani kuno yang menjelajahi bumi untuk menentukan jenis kelamin anak yang belum dilahirkan. Mengapa mitos ada? Hebatnya, mitos dapat dimulai dari hanya satu orang. Jika seseorang percaya bahwa suatu hal adalah benar tanpa perlu dibuktikan dan menyebarkan hal yang setengah benar ini ke mana-mana, dengan berlalunya waktu, sebuah mitos pun tercipta. Sayangnya, masalah yang ditimbulkan mitos adalah mitos-mitos itu jadi melekat erat dalam benak orang banyak dan, untuk semua maksud dan tujuan, dianggap sebagai kebenaran. Ini berbahaya ketika menyangkut masalah penting seperti pernikahan. Statistik sekarang ini menunjukkan bahwa kira-kira setengah dari seluruh pernikahan berakhir dengan perceraian. Tak seorang pun berjalan di lorong antara bangku gereja sambil berpikir bahwa hubungan mereka akan gagal, tetapi banyak orang yang memang memiliki gagasan-gagasan dengan pemahaman yang keliru tentang apa artinya bagi dua orang untuk bersama. Mari kita menggali tiga mitos umum tentang pernikahan. Mitos 1: Pernikahan tidak harus untuk selamanya. Hari-hari ini, pernikahan ganda sangatlah umum. Kalau tidak berhasil, pikir orangorang, keluar saja, tidak apa-apa lagipula, ini hanya secarik kertas. Sebaliknya, beberapa orang yang tidak ingin menjalani pernikahan demi pernikahan akhirnya memilih untuk hidup bersama, menghindarkan diri dari menandatangani segala sesuatu yang sah atau dari menikah di hadapan Tuhan. Kedua pandangan tersebut pada dasarnya salah karena mengizinkan pasangan untuk datang dan pergi sesuka hati ketika mereka mulai merasa tidak puas dengan suatu hubungan. Tuhan merencanakan pernikahan sebagai lembaga yang permanen. "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki. Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging." (Kej. 2:23-24) Adam dan Hawa mungkin tidak menandatangani dokumen apa pun, tetapi mereka menikah dan diberkati di hadapan Tuhan. Pernikahan mereka adalah suatu anugerah. Ikatan semacam ini tidak dapat dan tidak boleh dianggap enteng. Beberapa pasangan mengemukakan "perbedaan yang tidak dapat didamaikan" sebagai alasan untuk meninggalkan pernikahan. Dengan kata lain, mereka merasa tidak dapat bersama-sama lagi. Tetapi kita harus mengerti bahwa tidak ada dua orang yang akan menjadi pasangan yang sempurna. Jadi, apa yang berperan serta dalam pembentukan sikap menganggap remeh

pernikahan ini? Salah satu alasan utamanya adalah banyak pasangan yang tidak menempatkan Tuhan sebagai kepala rumah tangga mereka. Agar suatu pernikahan dapat berhasil, Tuhan harus ada di dalamnya. Dia mengajarkan bagaimana mengasihi, menjaga, dan bekerja bersama-sama sebagai satu kesatuan. Dia memberi kita hikmat rohani untuk membuat keputusan yang tepat dan memenuhi kita sehingga dapat menghasilkan buahbuah Roh Kudus. Kita semua dapat mengingat suatu masa ketika kita membutuhkan kesabaran, kelembutan, atau pengendalian diri ekstra. Kasih yang tidak mementingkan diri sendiri dan penuh penyerahan diri semacam ini hanya dapat datang dari Kristus sendiri. Sebelum kita melepaskan suatu hubung-

an, kita harus berlutut dan berdoa kepada Tuhan kita untuk memohon kekuatan dan bimbingan. Ketika kita dapat menyerah pada Roh Kudus dan membiarkan Dia memimpin kita, kita akan melihat permasalahan dengan sudut pandang yang baru. Efesus 5:21 menyatakan, "Rendahkanlah dirimu seorang kepada yang lain di dalam takut akan Kristus." Ketika kita menghadapi masalah yang tampaknya sangat pelik, kita harus ingat untuk merendahkan diri dan saling mengasihi dengan lebih dalam lagi karena rasa kasih dan hormat kita kepada Tuhan. Tentu saja, merendahkan diri itu tidak mudah karena biasanya hal itu berarti kita harus melepaskan sesuatu yang kita yakini kebenarannya. Tetapi apa untungnya bersikukuh dan bersikap keras kepala kalau pernikahan menjadi retak? Sebagian dari keindahan pernikahan adalah mampu bertahan dalam badai. Ketika kita dapat bertahan dalam badai, kita akan mendapati hubungan kita lebih kuat dan lebih baik lagi daripada sebelumnya. Mitos 2: Pernikahan seharusnya mudah. Faktor lain yang menyebabkan angka perceraian yang tinggi adalah banyak orang yang masuk ke dalam suatu pernikahan dengan harapan yang tidak realistis. Ketika 2 orang berpikir untuk menghabiskan sisa hidupnya bersama-sama, mereka mungkin berkhayal tentang menyiapkan makanan bersama-sama atau berjalan-jalan menyusuri pantai. Tetapi segera setelah bulan madu berakhir, me-

reka menemukan bahwa pernikahan bukanlah hanya tentang berbagi tempat tidur atau uang sewa. Ada keuangan yang harus diseimbangkan, anak-anak yang harus dibesarkan, dan pertengkaran yang terusmenerus timbul. Ditambah lagi, apa yang dulu merupakan masalah yang tidak penting sekarang menjadi perkara yang sangat besar. Ada pertengkaran mengenai tempat duduk toilet atau rambut di lantai kamar mandi. Tiba-tiba, mengusahakan agar pernikahan berjalan lancar tidaklah sesederhana yang mula-mula dibayangkan oleh pasangan itu. Karena banyak pasangan yang tidak siap untuk mengurus "masalah" mereka, sering kali salah satu atau keduaduanya memilih untuk mengabaikan saja hubungan mereka. Kenyataannya adalah pernikahan membutuhkan banyak usaha dan setiap pasangan pasti menghadapi masalah. Apakah ini berarti kita tidak boleh menikah sebelum menerima gelar tertentu dalam bidang pernikahan dan sudah dipersiapkan untuk menghadapi masalah apa pun yang mungkin muncul? Tentu saja tidak -- ini tidak mungkin dan juga tidak praktis. Tidak ada cara bagi kita untuk dapat mengantisipasi segala hal yang mungkin tidak berjalan dengan baik dalam suatu pernikahan. Sebaliknya, jawabannya terletak pada bersedia atau tidaknya serta siap atau tidaknya 2 orang dalam membuat komitmen seumur hidup untuk tinggal bersama, tak peduli ada hal-hal yang mungkin tidak diketahui. Tentu saja, tidak akan menyakitkan kalau kita sebelumnya sudah membicarakan masalah-masalah yang penting. Dulu waktu saya kencan dengan suami saya, kami menghabiskan beberapa acara-keluar-bersama pertama kami untuk membicarakan hal-hal yang penting bagi kami. Karena kami masing-masing pernah terlibat dalam hubungan yang gagal sebelumnya, kami berdua sadar bahwa ada beberapa perkara yang sangat berharga bagi kami dan kami ingin membuat persoalan tersebut jelas sebelum terlalu jauh terlibat secara emosional. Kami bukannya datang ke meja perundingan dan mencoret daftar perkara, melainkan, melalui diskusi biasa, kami membahas kebutuhan-kebutuhan dan rencana masa depan kami. Walaupun masih ada hal-hal yang tidak kami sepakati, kami telah belajar bahwa komunikasi benar-benar adalah kunci untuk membuat hubungan langgeng. Dengan berbicara tentang apa saja, kami jadi merasa "nyambung" dan memiliki kedekatan yang tidak dapat dirasakan dengan orang lain. Hal ini juga membuat masalah-masalah jadi sedikit lebih teratasi. Penelitian menunjukkan bahwa kurangnya komunikasi biasanya menyebabkan gangguan dalam keakraban fisik dan emosi, padahal kedua-duanya sangat penting bagi suatu pernikahan yang sedang bertumbuh. Tidaklah mudah membuat komitmen seumur hidup terhadap orang lain, tetapi hal itu tidak perlu membuat kita kewalahan asalkan kita memiliki harapan yang sehat dan realistis. Pernikahan adalah proses BERSAMBUNG KE HLM. 5


MINGGU, 04 OKTOBER 2009

HALAMAN 5

SAMBUNGAN HLM. 5 - MITOS belajar dan membutuhkan usaha. Tidak ada orang yang dilahirkan dengan keahlian dalam bidang pernikahan atau tiba-tiba siap untuk menikah begitu berada pada usia emas. Agar pernikahan dapat langgeng, kita perlu tetap bertahan untuk menuai hasilnya. Mitos 3: Tidak apa-apa menganggap pasangan kita memang sudah seharusnya begitu. Kapan terakhir kali kita mengucapkan terima kasih kepada pasangan kita atas makan malam yang terhidang di meja atau mengutarakan penghargaan karena dia tinggal di rumah menemani anak-anak ketika kita memiliki kepentingan pribadi? Ada orang yang mengatakan bahwa hal semacam ini adalah untuk pasangan yang baru menikah; kita tidak perlu bersikap seperti pasangan muda setelah kita tinggal bersama begitu lama. Memang benar kita harus dapat merasa sepenuhnya tenteram bersama pasangan kita. Lagipula, mereka melihat kita pada pagi hari sebelum kita menggosok gigi dan memaklumi kita ketika kita sakit. Tetapi apakah hal-hal yang pada awal hubungan terasa penting, sekarang harus berangsur-angsur dikesampingkan? Kadang kala, sikap sembarangan terhadap pasangan dapat menggagalkan pernikahan. Setelah hidup bersama selama bertahun-tahun, kita menganggap bahwa pasangan kita mengenal diri kita dengan baik dan hal-hal tertentu tidak perlu diucapkan. Tetapi ketika masalah muncul, kita mengemukakan banyak tuduhan. Kita berharap pasangan kita lebih banyak membantu urusan rumah tangga. Kita mengeluh bahwa pasangan kita tidak cukup berkomunikasi. Kita merasakan kurangnya keakraban emosi. Agar suatu hubungan dapat bertumbuh, penting untuk menunjukkan rasa menghargai. Mengutarakan penghargaan juga adalah cara yang baik untuk menjaga hubungan antara 2 orang. "Adalah baik untuk menyanyikan syukur kepada TUHAN, dan untuk menyanyikan mazmur bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi, untuk memberitakan kasih setia-Mu di waktu pagi, dan kesetiaan-Mu di waktu malam." (Mzm. 92:2-3) Seperti halnya kita menaikkan pujian syukur kepada Tuhan setiap hari, kita akan mendapati bahwa tingkah laku kita juga akan lebih gembira dan lebih mengasihi ketika kita melihat pasangan kita dengan "penuh syukur" dan "pandangan yang menghargai". Baru-baru ini, suami saya terbangun pada suatu pagi dan tidak dapat tidur lagi. Sebagai orang yang gampang terbangun, saya tahu dia guling kiri guling kanan dan membolak-balikkan badan, jadi saya menanyakan apakah ada masalah yang dia pikirkan. Dia memandang saya dan berbisik, "Aku mencintaimu. Aku tahu kau bekerja keras di rumah." Walaupun suatu pernikahan tidak dapat bertahan hanya dengan mengandalkan kata-kata ini, kata-kata ini tentu saja membuat hari jadi lebih indah. Kata-kata manis ini agaknya berhubungan erat dengan ke-

nyataan bahwa pada malam sebelumnya saya berkeluh kesah tentang sakit punggung yang luar biasa. Tetapi kata-kata ini keluar dari lubuk hatinya yang paling dalam, dan untuk itu saya sangat bersyukur. Kadang kala, tugas-tugas sehari-hari kita menyebabkan kita tersesat dalam kehidupan yang membosankan dan kita benar-benar tidak berhenti sejenak untuk memikirkan apa yang telah disumbangkan pasangan kita pada hubungan kita. Kelihatannya biasa saja dan sesuai dengan harapan kalau salah satu membuat sarapan dan yang lain membawa anak-anak ke sekolah. Pikirkanlah tiga hal yang akan paling kita rindukan jika pasangan kita pergi selama sebulan. Kapankah terakhir kalinya kita memberitahu dia bahwa kita menghargai hal-hal ini? Mungkin mengatakan atau melakukan sesuatu untuk menunjukkan rasa cinta dan terima kasih kita itu kelihatannya sepele, tetapi janganlah membuat pasangan kita menebak dengan cara apa kita merasa bersyukur menjadi milik mereka. Banyak orang meratapi kenyataan bahwa api cinta telah hilang dari pernikahan mereka dan menggunakan hal itu sebagai alasan untuk berselingkuh. Mereka menyatakan bahwa mereka merasakan hubungan yang lebih erat secara fisik, intelektual, dan emosi dengan cinta yang baru. Jika kita memberikan daya sebanyak itu pada pernikahan yang ada, kita juga akan merasakan adanya api cinta di sekitar kita sebanyak itu pula. Jika kesibukan seharihari mengikis hubungan baik kita, cobalah beberapa saran berikut untuk menambah bumbu dalam pernikahan Anda: - Jadwalkan suatu kencan dan bersenang-senanglah. - Kirimkan kartu ucapan tanpa alasan tertentu selain untuk mengucapkan "aku cinta padamu". - Tempelkan catatan kecil di kotak makan siang. - Kejutkan pasangan Anda di tempat kerjanya dan ajak dia keluar untuk makan siang bersama. - Masakkan hidangan spesial di rumah dan tawarkan diri untuk mencuci piring. - Saling menggosok/memijat punggung. - Bawa pulang beberapa kuntum bunga atau hadiah yang tidak mahal. Apa pun yang kita pilih, hal yang paling penting adalah membuat pasangan kita mengetahui perbedaan yang dia buat dalam hidup kita.

Kesatuan yang Indah Ketika Tuhan mendirikan pernikahan, Dia merencanakan agar pernikahan itu permanen. Dapat dipersatukan dengan orang lain sebagai satu kesatuan dan dapat memiliki hubungan yang begitu akrab adalah seindah misteri. Walaupun Tuhan telah berjanji untuk membimbing setiap langkah kita, pernikahan akan menemui titik-titik tertinggi dan terendahnya. Di dalamnya, kita terikat untuk mengalami sukacita, kemarahan, kesakitan, dan kegembiraan -- semua bergabung menjadi satu. Namun demikian, pada saat kita bertengkar atau mendapati bahwa kita tidak selalu sepakat, kita tidak perlu mencari jalan keluarnya pada menit itu juga. Melainkan, mohonlah agar Roh Kudus menunjukkan kepada kita bagaimana menjadi lebih kuat lagi sebagai satu kesatuan. Lagipula, pernikahan adalah tentang bahu-membahu bertumbuh di dalam anugerah Tuhan kita Yesus Kristus. Apakah Anda siap menghadapi realitas pernikahan? Menurut pikiranAnda, seperti apakah kehidupan pernikahan itu seharusnya? Mitos tentang pernikahan apa yang Anda percayai? Jennifer Lu

Doa Anak Ridi yang baru kelas dua SD malam itu mengeluh kepada Mamanya karena besok mau ada ulangan. Ridi : Ma, susah banget pelajarannya... sejak tadi nggak bisa2 sekarang Ridi pusing Ma... Mama : Jangan mengeluh sayang.. cobalah sekali lagi dan.. jangan lupa berdoa ya.. besok kamu pasti berhasil Ridi masuk ke kamarnya lagi dan Mamanya merasa senang karena Ridi mulai tenang tidak sebentar2 keluar. Selang beberapa lama Ridi keluar lagi tapi kini dengan wajah ceria Mama : Kamu sudah berdoa tadi sayang ? Ridi : Oh... pasti Ma... Mama : Benarkan kta Mama, kalau kamu mau berdoa kamu pasti bisa belajar dengan baik. Eh ngomong2 kamu tadi berdoanya bagaimana ? Ridi : Ya Tuhan, Ridi pusing banget nih, tolonglah agar besok Bu Guru tidak masuk, jadi tidak jadi ulangan.. Mama : ????


MINGGU, 04 OKTOBER 2009

SENIN, 5 OKT Ani Tjiomas Fenny Tan Herny Wijaya Irene F. Japar Kho Son Nio Ley Jan Siong Likia Lim Tjhiang Hok Mariana Lestari Ninawaty Tandar Ouw Mun Cin Santi Sim Fuk Jan Supian Tan Eng Ban Teng Kwie Thio Dudi Tjung Hendra Tri Megasari Triyana Sarin Yantie Yuliana Chandra SELASA, 6 OKT Bode Puput Cilca Maria Goretty Denie Preslie Devianti Fahmi Kurniawan Fam Kim Sjang Felisia Rahardja Ong Fride Pipit Hardy Santoso Hendra Waty Intan Warjono Na Mei Ling Santi Octavia Sherley Oleij Siska Nur Suyati Suyono Yen Yen/Gianawati Wong Foeng Tjoe RABU, 7 OKT PERSEMBAHAN PERPULUHAN 136/E-GPIA/1994 8598BE AAR (2) AG AGUS & HEMIE ANITA THERESIA ASMORO & KIM AT BCI-CRL BCI-HT BENYAMIN BTH CAROLINE THEODORE CHRISTI CHRISTY S CHU CHU HENDHA CLAUDIA IVONE J CLINT APPONO CORAEVAWATI DA (2) DANIEL & VONNY DEWI +3 DEWI PLAST DH DINA DNIEL DODY & FIONA DOMBA ALLAH EDY T EJPT ELIZABETH S ELSA WIJAYA EST 0307 FRJJ GAB (2) GABRIELA M FULLER GIOVANI G GOD IS GOOD GRACE N GS HENDRA L HENDRA S & FERGIE

HALAMAN 6

Ahung Ang Lee Wie Chandra Chin Giok Eddy Erna Wijaya Fridah Helen Indahjati Hendry Heri Gunawan Khong Hildanawati Joeng Deni Lie Chui Chiang Linda Wati Ria Selvia Romi Rianto Sastra Jaya Soegianto Sukirman Tan Eng Nio KAMIS, 8 OKT Anggreini Evelyne .S Evy Fani Gandawati Hendra Tanujaya Iwan Paulus Janni Johanes Kho Lusiana Kristin Lauw Kim In Okto Sakti Olvey Mariyane Ante Rico Mulyawan Sjafrizal Tan Sian Tjay Tjioe Nyat Yung Yogi Satriadi Yulia Sayuti JUMAT, 9 OKT Enny Barlian Henny Mulyani Liem Cun Ok Lina Ng HENDRIK & RIA (2) HESKA IMELDA A IDAWATI L J&E JEFFERSON T JEMMY LEE & NY JENNY JERRY JG 02 JG 11 JLW JNT JO FEBRIAN F JO RANDY F JO SIAN IM JOGS/HI JOSHUA REY JSP KEL OBAJA KIE SAN KNP LEONY SUDARSONO LHT LIANA HALIM LIANA ONG LIE JIN LIM LIAN KIM LIM SAI BOI LUKAS 999 LUSY G MAIMUNAH MARTIN HALIM MILKA POLINA MINTI YANTI MT NANI EFFENDY NEN YUNG MIN NG MEI HWA NG TJIN HA NICO NICO F NM 77 NN (14)

Mery Nanie Roswati Huandra Silas Dermawan Sumardi Supino Tjoe Lie Nyuk Yong Yu Kwang SABTU, 10 OKT Gina Octaviani Helmitje Sinaga Hok Tjoen Suwandi Jenni Kauw Kwe Hin Li Fung Lina Lukas Lipinah Liu Nyam Tjong May Hwa Oey Loan Nio Oey Mie Nie Ragel Sumiati Sara Turisia Sarah Purnomo Sumiaty Suratno Tan Leny Tjie Khim Tjhang Tjoa Em Boen Yap Bie Njan/Ishar J. MINGGU, 11 OKT Ali Susan Elly Elly Tasya Fariana Wulandari Gisella Fransisca Lim Megah Sukmawati Maya Chandra Meliana Kurniawan Riyanto Wijaya Sumardi Rusman Sutarman/Oei Min Thong Tjoe Sujono Yusda Ardila

NN 0010 NN 0037 NN 0040 NN 0046 NN 0102 NN 0116 NN 0118 NN 0119 NN 0122 NN 0126 NN 0141 NN 0142 NN 0145 NN 0149 NN 0150 NN 0187 NN 0205 NN 0253 NN 0258 NN 0279 NN 0288 NN 0297 NN 0299 NN 0368 NN 0387 NN 0394 NN 0409 NN 0513 NN 0515 NN 0569 NN 0584 NN 0590 NN 0707 NN 0717 NN 0721 NN 0805 NN 0810 NN 0816 NN 0927 NN 1021 NN 1036 NN 1435 NN I/23 NONI (OEY SWIE NIO)

SENIN

05 OKT LUKAS 21:1-4 Persembahan seorang janda miskin. SELASA 06 OKT MATIUS 24:1-2 Bait Allah akan diruntuhkan. RABU 07 OKT MATIUS 24:3-14 Permulaan penderitaan. KAMIS 08 OKT MATIUS 24:15-28 Siksaan yang berat dan Mesiasmesias palsu. JUMAT 09 OKT MATIUS 24:29-36 Kedatangan Anak Manusia Perumpamaan tentang pohon ara. SABTU 10 OKT MARKUS 13:1-2 Bait Allah akan diruntuhkan. MINGGU 11 OKT MARKUS 13:3-13 Permulaan penderitaan.

· · · · · · · · ·

AGUS YUSAK ANI TJIOMAS BCI CR + HT CHU CHU HENDHA DARMA GRAHA EJPT KANTIN NF TJAN YEK TJUN

TUGAS PADUAN SUARA PERNIAGAAN I : PS IMMANUEL PERNIAGAAN II : PS MARANATHA II PERNIAGAAN III : VG AGAPE DUTA MAS I : PS IMMANUEL DUTA MAS II : PS IMMANUEL DUTA MAS III : PS HOSANA I

OB ONE WHO LOVES JESUS ONESIMUS & NY PAULA PAULUS B (2) PITER POS PI ALAM SUTERA RENO EDDY RICHAD RIKA FATRIN RINA ROSWATI RIRI THEODORE SHINTA A SIH SILI SILVI (2) SL SL SLEEPLICIOUS SML 11 STEPHANIE & JANSEN STPEHANI & JANSEN SU AY HAU SUGIMAN SUHARTI (2) SUI HIE SUNARDI SUNDOYO G SUSAN – ANDRE THIO TJIN NIO THK (2) THUNG ANNIE TJIE MEI LAN TRIMA KASIH TUHAN TYK-DT UUU V20E WIDIAWATI D WN YAYA YENZ YUDHI TJIONG YUDI

VIA BANK AGS & SEPT AGUS YUSAK AMIN ANDREAS (2) ANGELINA ANI TJIOMAS ANNA LT ASMIN WINATA CENDRIYANI LIM CHRISTINAWATI DAISY LIMAN DANIEL VONNY (2) DIAN NIRMALA SARI DJONI OENTORO S ESTER KRISLI ESTHER NOVIAN FANNY KOSASIH GALILEE BLESSING CHURCH HENGKY HALIM HONG EMALORA ITIONO DJAJADINATA IWAN & DESY JANTI LAMIN JHONI SURYADI JOHAN SETIAWAN LIDNA KARTIKAWATI LIE EVI LIE FOEK KIONG LIE RATNA KUSNADI LIE REGGIE LIM TJIAN NIO LINDA KARTIKAWATI LINDAWATI MERLIES MERRY TRISNA DEWI NN (6) ONG TJEN YOEN PETER RIFKA VONELI RUSLI SAKKA NANDA SANTOSO SH & KEL

SHANTY KUMALASARI SIANNY SUWANDI SUSAN SUSI RINA THD TUSTATI K WEMPI HETHARIA YADI YASA NANDA YULI TJONG YULIANTY YUSNI MULYANI PERSEMBAHAN SYUKUR ALICIA GRACE N AT BONG KHIAN HIN (4) CHRISTABELLA (2) DIANNA SE PANGKEREGO EFFENDI ELVINA AW HG JEREMY AMADEUS (2) LS NN (4) SUHERMAN & NY TAN SUTRISNO TEPHANY YENA YOLINA PERSEMBAHAN KASIH HERMANTO TAN DIAKONIA HENDRA L NN (2) PERSEMBAHAN SULUNG NN


MINGGU, 04 OKTOBER 2009

HALAMAN 7

IBADAH UMUM PKL. 07.00 WIB Minggu, 11 Oktober 2009 Pimp. Pujian : Sdr. Hery Kasman Tim Pemuji : Shekinah Doa Firman : Sdr. Bertnady Persembahan : Lantai II : Sdr. Krisman Kosasih & Ny. Sdr. Suherman Ali & Ny. Sdr. Fredy Halim & Ny. Sdr. Hadianto & Ny. Penyambutan: Sdr. Krisman Kosasih & Ny. Lantai III : Sdr. Lie Tek Tjoan & Ny. Sdr. Iwan S. & Ny. Sdr. Lauw Kim San & Ny. Penyambutan: Sdr. Iwan S. & Ny. Lantai IV : Sdr. Nio Tek Soen & Ny.

IBADAH UMUM PKL. 10.00 WIB Minggu, 11 Oktober 2009 Pimp. Pujian : Sdr. Hery Kasman Tim Pemuji : Shalom Doa Firman : Ny. Christine Persembahan : Lantai II : Sdr. Imawan & Ny. Sdr. Daniel Antoni & Ny. Sdr. Toni Ang & Ny. Sdr. Setiahadi & Ny. Penyambutan: Sdr. Toni Ang & Ny. Lantai III : Sdr. Daniel K. & Ny. Sdr. Soewito & Ny. Sdr. Hendrawan Buntara & Ny. Penyambutan: Sdr. Soewito & Ny. Lantai IV : Sdr. Andri KS & Ny.

KOMISI WANITA PKL. 15.00 WIB Selasa, 6 Oktober 2009 Pimp. Ibadah : Rachel Firman Tuhan : Pdt. Ester Kam Pimp. Pujian : Lily SB Singers : Sian Mey & Herlina Doa Firman : Erry Tan Persembahan : Liem Ie Siong & Ami & Penyambutan : Menny & Lily K.

MALAM KESAKSIAN & SABDA Kamis, 8 Oktober 2009 Pkl. 18.30 WIB Pimp. Pujian : Ny. Magdalena Budhi Tim Pemuji : Haleluya Doa Firman : Sdr. Daniel Setiawan Firman Tuhan : Pdt. Robinson Nainggolan Penyambutan : Sdr. Hendry & Ny. Sdr. Hendra F. & Ny. Sdr. Daniel S. W. & Ny. Sdri. Sulastri G. & Sdri. Itje Penyambutan : Sdr. Daniel S. W. & Ny.

KOMISI PRIA PKL. 19.00 WIB Selasa, 6 Oktober 2009 Koordinator: Julias Hodiono Worshipleader: Hendra Herman Singers: Sofyan Erawan, Andre WJ, Tony Ang, Bintangna Doa Firman: Yosua Cahyadi FirmanTuhan: Pdt. Monty Persembahan: Jo Giok Sin, Hadi, Kim Tjan Kim Phong, Herman Lewa, Gunawan Chayadi Penyambutan: Hadi & Jo Giok Sin IBADAH UMUM PKL. 08.00 WIB Minggu, 11 Oktober 2009 Pimp. Pujian : Ny. Pudji Astuti Tim Pemuji : Hosana Doa Firman : Pdm. Jusup Gunawan Persembahan di aula lt. III: Sdr. Agus Dahroni & Ny. Sdr. Oey Sioen Hie & Ny. Sdr. Daniel Tikno & Ny. Sdr. Kosasih Armagatlie & Ny. Sdr. Tri Suyanto & Ny. Sdr. Suherman & Ny. Sdr. Kwok Bun Tjin & Ny. Sdr. Thio Siek Kim & Ny. Sdr. Jimmy Tairas & Sdr. Budianto S. Sdr. Wong Wie Tjong & Ny. Sdr. Mandandi & Ny. Sdri. Jessica W. & Sdri. Caroline C. Sdri. Anita Setiani & Sdri. Sinta A. Sdri. Elvina Wiradjaja & Sdri. Elvi Kezia Ny. Corry Suluh & Ny. Sinta Lukgito Ny. Hernawati & Ny. Santi Sanjaya Penyambutan di aula: Sdr. Agus Dahroni & Ny. Sdr. Oey Sion Hie & Ny. Sdr. Daniel Tikno & Ny. Persembahan di aula lt. IV: Sdr. Setiawan Rusly & Ny. Sdr. Hermanto & Ny. Sdri. Titin & Sdri. Christine S. Sdri. Vivi N. & Sdri. Deliana Ny. Ratna S. & Ny. Shintawati Ny. Lindawati B. & Ny. Yohanes Kitty Ny. Mimi Lim & Ny. Elianty Maria Ny. Djan Felisia & Ny. Anna Debora Sdr. The Tjin Lung & Ny. Sdri. FE Erlina & Sdri. Eryanti Sdr. Teo A Hian & Ny. Sdr. Steven & Sdr. Rudy Tjiong Penyambutan di aula lt. IV: Sdr. Setiawan Rusli & Ny. Ny. Ratna S. & Ny. Shintawati

IBADAH UMUM PKL. 10.00 WIB Minggu, 11 Oktober 2009 Pimp. Pujian : Ny. Pudji Astuti Tim Pemuji : Nazaret Doa Firman : Sdr. Arvant Persembahan di aula lt. III: Sdr. Lo Sian Fung & Ny. Sdr. Hendry Halim & Ny. Sdri. Hanna Hambali & Sdri. Linda K. Sdr. Rusli Fukri & Ny. Sdr. Tuwin & Ny. Sdr. Tjhan Dryan W. & Ny. Ny. Wong Sin Hi & Sdri. Achin Sdri. Rika & Sdri. Monica Sdr. Nael Winata & Ny. Sdr. Yanto & Ny. Sdr. Oktavianus & Ny. Sdr. Ferry Andi Pilemon & Ny. Sdr. Handoko & Ny. Sdr. Rudy Mulyanto & Ny. Sdr. Lilik Tedy Wijaya & Sdr. Tommy Yosua Sdri. San San K. & Sdri. Milka Polina Penyambutan di aula lt. III: Sdr. Lo Sian Fung & Ny. Sdr. Hendry Halim & Ny. Sdri. Hanna Hambali & Sdri. Linda K. Persembahan di aula lt. IV: Sdr. Iwan Yefta & Ny. Sdr. Freddy Sinarta & Ny. MALAM KESAKSIAN DAN SABDA Jumat, 9 Oktober 2009 Pkl. 18.30 WIB Pimp. Pujian : Ny. Magdalena Budhi Singers : Galilea Doa Firman : Pdm. Natanael Budhi Firman Tuhan : Pdt. Robinson Nainggolan Persembahan : Sdr. Tan Kim Moy & Ny. Ny. Devi & Sdri. Dessy Dutu Penyambutan : Sdr. Tan Kim Moy & Ny. DOA PUASA PKL. 10.00 WIB Sabtu, 10 Oktober 2009 Koordinator : Ny. Lanie Sutedja Firman Tuhan : Pdt. Robinson Nainggolan DOA SELAMA IBADAH BERLANGSUNG: PKL. 08.00 WIB PKL. 10.00 WIB Sdr. Ebed Abednego Ny. Lim Sin Fong Sdr. Budiyanto Sarahi Ny. Lim Mi Fong Sdr. Anton Chow Ny. Sinta H.

IBADAH UMUM PKL. 17.00 wib Minggu, 11 Oktober 2009 Pimp. Pujian : Ny. Mustika S. Tim Pemuji : Glory Doa Firman : Sdr. Tobing Penyambutan : Sdri. Meta & Sdri. Metty

Sdri. Ria Sdr. B. Yanto & Ny. Sdr. Agung & Ny. Penyambutan : Sdri. Meta & Sdri. Metty DOA MALAM PKL. 22.00 WIB Kamis, 8 Oktober 2009 Koordinator : Pdm. Hanna Tomasowa Firman Tuhan: Session I : Pdt. Robinson Nainggolan Session II : Pdp. Lily Darmadi IBADAH PEMUDA & REMAJA Sabtu, 10 Oktober 2009 pkl. 18.30 WIB Worshipleader: Joko Singers: Lydia, Vanie, Billy Firman Tuhan: Bpk. Irwan Raema Persembahan: Sherleen, Meta, Tissa, Herry Tambourine: Natalia, Chris F., Angel Musik: Maria, Cecilia, Ricky, Hermanto, Kaleb Multimedia: Yanti Doa Ibadah: Stephanie & Ferry

IBADAH UMUM PKL. 17.00 WIB Minggu, 11 Oktober 2009 Pimp. Pujian : Sdr. Robinson T. Tim Pemuji : Sangkakala Doa Firman : Pdm. Malia Watulingas Persembahan : Sdr. Asa Dedy HP & Ny. Sdr. David Setiawan & Sdr. Berri Chand Penyambutan : Sdr. Asa Dedy HP & Ny. DOA PUASA PKL. 10.00 WIB Rabu, 7 Oktober 2009 Koordinator : Pdm. Ricky Watulingas P U J I A N : Sdri. Fane Firman Tuhan: Session I : Pdt. Chris Muntu Session II : Pdm. Cornelius Tomasowa KOMISI WANITA PKL. 16.00 WIB Rabu, 7 Oktober 2009 Pimp. Ibadah : Henny T. Firman Tuhan : Pdt. Ester Kam Pimp. Pujian : Yunny Ong Singers : Lilywati & Debi Doa Firman : Lanny T. Persembahan : Hellen & Lian Ing & Penyambutan : Siok Hia & Luh Suryani IBADAH PEMUDA & REMAJA Sabtu, 10 Oktober 2009 pkl. 18.30 WIB Worshipleader: Devan Singers: Christine, Jonathan Firman Tuhan: Pdt. Helena Persembahan: Cynthia, Riyan, Christoper, Natasha Penyambutan: Shelly & Andrianto Musik: Shela, Gianzo, Aldo, Haris Tambourine: Evi M. & Evi A. Doa Ibadah: Nico F. & Anton


MINGGU, 04 OKTOBER 2009

ANTUSIAS UNTUK TUHAN Di mana kita mendapatkan energi yang diperlukan untuk menjadi pemimpin dalam dunia kita yang rumit ini? Sumber apa yang bisa kita dapatkan untuk menolong kita mempertahankan integritas yang diperlukan untuk bertahan dalam tantangan kita untuk menjadi teladan? Dan sumber apa yang akan menolong kita untuk bertahan (dan tidak kehabisan tenaga pada usia muda)? Sumber pertama yang tersedia bagi pemimpin muda adalah antusiasme. Kata antusiasme yang dalam bahasa Inggris adalah "enthusiasm" diambil dari kata "en", yang berarti "dalam", dan "theos" yang berarti "Tuhan". Kata ini berarti "penuh akan Tuhan". Walaupun kata antusiasme tidak pernah muncul dalam Alkitab, gagasan "penuh akan Tuhan" ada di seluruh Alkitab. Mereka yang memberikan seluruh energi mereka dalam melayani Tuhan diteguhkan, sementara yang suam-suam kuku ditolak. "Menyala-nyala" bagi Tuhan lebih baik daripada "suam-suam kuku" (Wahyu 3:15-16). Paulus menulis kepada Timotius dan mendesaknya beberapa kali untuk menjadi penuh akan kuasa Tuhan dalam pelayanannya sebagai pemimpin gereja. - 2 Tim. 1:7 -- Tuhan telah memberikan roh kuasa, kasih, dan disiplin diri untuk menguatkan Timotius dalam menghadapi tantangannya. - 1 Tim. 1:18 -- Paulus mendesak Timotius untuk tetap kuat dalam memperjuangkan perjuangan yang baik. - 1 Tim. 4:15-16 -- Lebih banyak perintah kepada Timotius agar dia rajin, tekun, dan memberikan diri seutuhnya pada masalah-masalah kepemimpinan. - 2 Tim. 2:15 - Rajin mempelajari firman Tuhan. Di hadapan penganiayaan (2 Tim. 3:12), Paulus menulis untuk mendorong rekannya yang lebih muda untuk mempertahankan kerajinan, bertekun, dan memikirkan Tuhan saja. Timotius tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya sendiri, Dia harus bersandar pada kekuatan Tuhan dalam dirinya. Dia tidak bisa hanya setengah hati, Dia harus berada di dalam Roh Kudus. ANTUSIASME YANG DIBUTUHKAN Konsep alkitabiah tentang dipenuhi oleh Tuhan (atau dipenuhi oleh Roh Allah, Roh Kudus [Efesus 5:18]) tidak boleh dipandang rendah sebagai sekadar kehebohan singkat, seperti antusiasme saat menonton pertandingan bola di SMA. Antusiasme yang harus kita dapatkan bersumber dari mendedikasikan diri sepenuhnya kepada Tuhan dan tujuan-tujuan-Nya. Pericles dan Demosthenes hidup pada era yang sama di Yunani. Keduanya adalah pembicara ulung, namun yang satu adalah orator, sementara yang lainnya motivator. Saat sang orator berbicara, orang akan mengagumi kemampuannya

HALAMAN 8 merangkai suatu kalimat atau memperdebatkan suatu pokok penting. Saat sang motivator berbicara, orang-orang bangkit mengikutinya. Antusiasme memampukan kita menjadi motivator. Antusiasme untuk Mengenal Tuhan Saya bertemu Gary di kampus Universitas Massachusetts. Dia baru saja menyerahkan hidupnya kepada Kristus, dan seorang teman meminta saya menemuinya untuk melihat bagaimana saya bisa mendorong pertumbuhannya. Gary tidak memiliki latar belakang Kristen. Dia belum pernah ke gereja. Saat pertama kali bertemu dengannya, saya bisa melihat ketertarikannya dengan iman yang baru saja ia temukan, sekaligus kurangnya informasi spiritual dalam dirinya. Saya tahu dia harus mulai membaca Alkitab, jadi saya memberikannya Kitab Perjanjian Baru dan menyuruhnya membaca Injil Yohanes. Dua hari kemudian, dia me-

penuh semangat untuk mengaplikasikan kebenaran Injil pada budaya kontemporer. Paulus memberikan contoh semangat ini dalam 1 Korintus 9:16-17 saat dia menggambarkan dorongannya untuk memberitakan Injil. Dia hidup dengan perasaan bahwa dia adalah seorang duta besar Kristus (2 Kor. 5:20) yang sungguh-sungguh ingin semua pendengarnya dibawa kepada Tuhan melalui Injil Yesus Kristus. Dia begitu bersemangat bahwa dunia akan mengerti Sang Firman. Antusiasme untuk mengaplikasikan firman Tuhan pada dunia akan menular. Saat kita bersemangat menerapkan firman Tuhan pada zaman kita, orang Kristen lain akan mengikutinya. John White mengingatkan kita dalam "Excellence in Leadership" bahwa "orang tidak mengikuti program, tapi pemimpin yang menginspirasi mereka. Mereka bertindak saat sebuah visi menggerakkan mereka pada harapan akan sesuatu yang lebih besar daripada diri mereka sendiri, harapan mencapai sesuatu yang sebelumnya bahkan tidak berani mereka pikirkan". Kepemimpinan berarti bersemangat mengaplikasikan firman Tuhan di dunia. Saat kita tumbuh dalam semangat yang terfokus pada Tuhan, kita akan menarik orang lain untuk mengikuti kita.

nelepon saya (kami seharusnya tidak bertemu sampai 5 hari kemudian), "Apa yang bisa saya baca sekarang?" tanyanya. Saya menunjukkan Surat Roma. Beberapa hari kemudian, dia selesai membaca Roma. Pada minggu pertama, dia sudah membaca semua injil yang lain. Pada minggu kedua, dia sudah menyelesaikan seluruh Perjanjian Baru. Saya merasakan diri saya tertarik pada Gary karena dia begitu kelaparan dalam keiginannya untuk mengenal Tuhan. Kelaparannya pada Tuhan menginspirasi saya. Gary telah menemukan relasi dengan Tuhan. Dan dia mengejarnya dengan seluruh kemampuannya. Dia begitu berambisi untuk mengenal dan menyenangkan Tuhan, seperti Paulus saat dia menulis: "Supaya kami berkenan kepada-Nya" (2 Kor. 5:9). Gary tidak ingin yang lain kecuali mengenal Tuhan, dan keinginan ini menguasai hatinya, energinya, dan waktunya. Dia berjuang, bahkan sebagai seorang Kristen muda, untuk menjadi seseorang yang fokus pada satu tujuan. Saat kita berjalan dengan Tuhan, semangat kita kadang pudar dan gairah kita menguap. Mari kita berdoa seperti pemazmur agar kita bisa menjadi orang yang fokus pada satu tujuan: "Tunjukkanlah jalanMu, ya Tuhan, supaya aku hidup menurut kebenaran-Mu; bulatkanlah hatiku untuk takut akan nama-Mu." (Mzm. 86: 11)

Antusiasme untuk Melihat Perubahan-Perubahan yang Tuhan Lakukan Saat kita berdoa "datanglah kerajaanMu", kita meminta Tuhan untuk membawa perubahan dalam dunia. Saat kita hidup oleh kuasa Tuhan dan sungguh ingin melihat perubahan itu, kita mulai mengalami antusiasme yang alkitabiah. Antusiasme "jadilah kehendak-Mu" bukanlah suatu cara pikir positif yang dengan lugu mengatakan "kalau kita pikir kita bisa, kita pasti bisa", seperti suatu mesin kecil yang menanjaki bukit hanya dengan menyenandungkan, "Saya bisa, saya bisa." Antusiasme "jadilah kehendak-Mu" berarti bahwa kita tidak bisa melakukannya dengan kekuatan sendiri. Kita harus bersandar pada kekuatan Tuhan yang supernatural dan mengubahkan. Tapi bukan berarti kita melankolis dan tidak memiliki harapan. Tidak ada pemimpin besar yang pesimis. Dengan antusiasme "jadilah kehendak-Mu", kita dapat memandang dengan optimis secara benar setiap kesulitan, karena menyadari bahwa Tuhan dapat menggunakannya untuk kebaikan. John Scott menyebut pemimpin dengan tipe antusias seperti ini dalam "Involvement": "Tidak banyak yang dapat terjadi tanpa mimpi. Dan agar sesuatu yang besar dapat terjadi, harus ada mimpi-mimpi yang besar. Di balik setiap pencapaian, ada seorang pemimpi dengan mimpi-mimpi yang besar." Saat kita mencari Kerajaan Allah, kita dapat bersemangat untuk memimpikan mimpi-mimpi perubahan yang akan Dia lakukan melalui kepatuhan kita.

Antusiasme Menghubungkan Firman Tuhan dengan Dunia Tema dasar buku John Scott tentang khotbah, "Between Two Worlds", adalah bahwa khotbah yang baik itu membicarakan dunia Alkitab dan dunia modern. Pengkhotbah yang efektif berusaha dengan

Antusias untuk Memercayai Tuhan bagi Karya-Nya dalam Orang Lain Kami menganggap komitmen Bob kepada Kristus sebagai salah satu kejadian paling menarik dalam 3 tahun terakhir. Christie telah bersaksi kepada Bob, sauBERSAMBUNG KE HLM. 9


MINGGU, 04 OKTOBER 2009

HALAMAN 9

SAMBUNGAN HLM. 8 - ANTUSIAS daranya, selama lebih dari 10 tahun. Tapi kami jarang melihat Bob kelaparan secara rohani. Dia tampak bahagia dengan hidupnya, dan dia menganggap komitmen kepada agama yang dangkal saja sudah cukup. Kemudian Tuhan mulai menjawab doanya (Christie). Bob mengungkapkan keinginannya untuk pergi ke gereja, membaca Alkitab, dan bertanya-tanya tentang iman. Christie menghabiskan waktu berjam-jam bicara di telepon dengannya, menolongnya memahami komitmen pribadi kepada Yesus Kristus. Akhirnya, setelah suatu diskusi maraton, Christie bertanya pada Bob, "Apakah semua ini masuk akal bagimu?" "Ya," jawabnya. "Apakah kau mau menerima Kristus sekarang?" tanya Christie. "Ya, mau," jawab Bob. Dan Christie membimbingnya berdoa menyerahkan hidup kepada Kristus. Doanya selama bertahun-tahun dijawab! Tuhan telah melakukan pekerjaan terbesar dalam hidup Bob. Kami sulit memercayainya, tapi Tuhan telah melakukannya. Rasul Paulus menjalani hidup yang penuh antusiasme akan apa yang dapat Tuhan lakukan dalam hidup orang lain. Dia berkata pada jemaat di Kolose bahwa dia ingin melihat mereka utuh dalam Kristus (Kol. 1:28), dan dia menguatkan orangorang Filipi bahwa Tuhan akan menyelesaikan pekerjaan baik yang telah Dia mulai dalam mereka (Fil. 1:6). Murid Paulus, Timotius, menerima banyak semangat darinya, yang dengan antusias melihat bagaimana Timotius bisa menjadi utusan Tuhan (lihat 1 Tim. 6:11-21). Paulus menunjukkan semangat yang besar akan apa yang dapat Tuhan lakukan dalam hidup orang-orang. APA YANG BUKAN ANTUSIASME Antusiasme, menurut definisi "penuh akan Tuhan", tidak hanya untuk pemimpin muda saja, tapi energi muda memampukan kita mendapatkan antusiasme yang paling puncak. Bagaimanapun juga, kita harus menyadari beberapa penggunaan semangat yang salah dalam kepemimpinan. Antusiasme Bukan Obsesi Orang-orang Amerika yang gila kerja dapat menggunakan antusiasme sebagai alasan untuk tidak pernah beristirahat. Dalam kebudayaan kita yang berorientasi pada pencapaian, dorongan yang obsesifkompulsif dapat benar-benar menjauhkan kita dari Tuhan. Dalam bukunya, "The Tyrrany of Time", Robert Banks menelusuri beberapa obsesi budaya sehubungan dengan produktivitas sampai ke akar budaya Anglo-Saxon. Sebagai contoh, dia mengutarakan bahwa gerakan jam dalam bahasa Spanyol berarti "berjalan", sementara dalam bahasa Inggris berarti "berlari". Dia menunjukkan bagaimana perbedaan sederhana ini telah memengaruhi seluruh kebudayaan sehingga menjadi terobsesi pada iblis kesibukan. Banks menulis tentang aktivitas obsesif dalam budaya kita: "Kegiatan itu sendiri, gerakan untuk kepentingan sendiri, telah mengambil alih

pertanyaan yang lebih mendasar tentang siapa mereka dan tujuan mereka. Mereka yang terjebak dalam kesibukan hidup tidak memiliki waktu dan keheningan untuk memahami diri mereka sendiri maupun tujuan-tujuan mereka." Pemimpin Kristen yang memiliki terlalu banyak tanggung jawab atau komitmen, tidak sedang menunjukkan antusiasme pada Tuhan dan kerajaan-Nya. Mereka hanya menunjukkan bahwa mereka terperangkap dalam arus hidup modern yang kompulsif, yang berujung pada apa yang oleh Paul Tournier disebut "kelelahan universal". Antusiasme Bukan Kendali Beberapa pemimpin mengklaim punya semangat besar untuk Tuhan dan menunjukkannya dengan mencoba mengendalikan hidup orang lain. Dalam kerinduannya yang salah untuk memimpin, para pemimpin ini memintal semangat dengan kecenderungan memanipulasi orang lain. Suatu saat dalam perjalanan hidupnya, semangat Pendeta Frank terhadap Tuhan tercemari. Perjalanannya dengan Tuhan sebenarnya memberinya semangat dan kepercayaan diri yang menarik banyak orang. Pelayanannya berkembang, dan banyak orang datang padanya untuk mencari jawaban atas masalah mereka. Sayangnya, semangat Pendeta Frank pelanpelan berubah menjadi keinginan untuk mengendalikan hidup orang-orang yang datang kepadanya. Dia marah kalau ada yang mempertanyakan perkataannya. Dia mengucilkan orang-orang yang tidak menerimanya sebagai utusan Tuhan. Semangatnya menjadi salah arah. Dia sekarang menjadi pendeta di suatu gereja kecil yang dia dirikan sendiri. Dan dia mencoba mengendalikan hidup 35 orang yang bersumpah setia kepadanya. ANTUSIASME DAN KOMITMEN Soren Kierkegaard menulis bahwa "kemurnian hati adalah untuk menginginkan satu hal saja". Dari situlah antusiasme berakar -- untuk menghendaki satu hal saja, untuk menjadi seorang yang menunjukkan komitmen untuk mengenal Tuhan melebihi apa pun. Antusiasme tidak dapat dipisahkan dari disiplin-disiplin lain, seperti belajar, doa, atau kepatuhan. Kita harus punya baik "panasnya" semangat dan "cahaya" Injil. D. Martyn Lloyd-Jones mengisahkan sebuah kisah lucu tentang kombinasi komitmen tersebut dalam "Preaching and Preachers": Ada seorang pengkhotbah tua yang

saya kenal baik di Wales. Dia adalah orang yang pandai dan seorang teolog yang baik. Tapi sayangnya, dia cenderung sinis. Namun, dia adalah kritikus yang andal. Suatu ketika, dia menghadiri sinode pada sesi terakhir saat ada 2 orang sedang berkhotbah. Keduanya adalah profesor teologi. Setelah profesor pertama berkhotbah, penghotbah tua yang suka mengkritik itu menoleh ke orang di sebelahnya dan berkata, "Cahaya tanpa panas." Kemudian profesor kedua berkhotbah -- dia adalah seorang profesor yang sedikit lebih tua dan emosional. Ketika dia selesai, si pengkhotbah tua berkata lagi kepada orang di sebelahnya, "Panas tanpa cahaya." Dua kalimatnya benar. Menemukan keseimbangan antara antusiasme dan komitmen kepada "cahaya" menunjukkan pentingnya berkomitmen untuk meluangkan waktu guna berpikir. Kita tidak boleh terlalu terbawa oleh antusiasme sehingga kita berjalan maju membabi buta dan tanpa pemikiran. "Semakin kurang kesempatan untuk berpikir," tulis Banks dalam bukunya, "The Tyrrany of Time", "semakin tidak mungkin kita membuat penilaian yang baik. Semakin kita tidak menilai dengan baik, semakin tidak baik keputusan kita." Antusiasme untuk Tuhan juga berarti bahwa kita bersedia "mati setiap hari" untuk alasan Kerajaan Surga -- baik itu dalam pelayanan kepada orang miskin atau menemukan Yesus dalam hal-hal sederhana dalam hidup ini. Antusiasme bukan hanya emosi: ini adalah daya tahan yang keras kepala yang diperlukan untuk bertahan menghadapi rintangan, untuk bangkit saat jatuh, untuk bekerja keras mencapai tujuan-tujuan yang lebih tinggi. Kesimpulan Energi masa muda kita harus dipersembahkan kepada Yesus Kristus sehingga kita dipenuhi oleh kuasa-Nya. Energi kita bisa lenyap, tapi Dia dapat terus menguatkan kita. Sumber utama kita sebagai pemimpin muda adalah antusiasme yang kita dapatkan dengan dipenuhi oleh Roh Kudus. Jendral Dwight D. Eisenhower mengilustrasikan kepemimpinan yang antusias dengan meletakkan tali sepanjang 30 cm di atas meja di depannya. "Jika saya mendorong tali ini," katanya, "arahnya tidak jelas, karena ia bengkok sana bengkok sini. Tapi jika saya menariknya, tali ini pasti mengikuti saya ke mana pun saya pergi." Dia kemudian menyimpulkan pelajaran ini dengan menantang rekan-rekannya untuk menjadi pemimpin yang bersemangat yang akan menarik orang lain untuk mengikuti mereka. Antusiasme -- gunakan dengan bijaksana, dan praktikkanlah. Banyak orang menunggu untuk mengikuti pria dan wanita muda yang antusias untuk Tuhan dan tujuan-tujuan-Nya. (t/Yenny) Paul Borthwick


MINGGU, 04 OKTOBER 2009

SASARAN MISIONARIS "Yesus ...berkata kepada mereka, 'Sekarang kita pergi ke Yerusalem.” Lukas 18:31 Dalam kehidupan lahiriah, ambisi kita berubah seiring dengan pertumbuhan kita, tetapi dalam kehidupan ke-kristenan sasarannya telah ditentukan pada awalnya. Sasaran awal dan akhir itu tepat sama. yaitu, Tuhan kita sendiri. Kita mulai dengan Kristus dan kita menyudahi dengan Dia "...sampai kita... mencapai... tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus..." (Efesus 4:13), bukan hanya pada gagasan kita sendiri tentang bagaimana seharusnya kehidupan kekristenan. Sasaran seorang misionaris ialah melakukan kehendak Allah, bukan untuk menjadi berguna atau untuk memenangkan jiwa yang terhilang. Seorang misionaris memang berguna dan memenangkan jiwa yang terhilang, tetapi itu bukanlah sasarannya.

HANYA OLEH IMAN Ada orang yang mengaku pernah melihat dan bersekutu dengan hantu atau mahluk halus dan berusaha untuk menjabarkannya dalam bentuk tulisan sesuai dengan keadaannya saat itu. Ketika tulisannya dibaca oleh orang banyak, beragam respon yang diberikan yaitu ada yang percaya, ada yang ragu-ragu dan ada yang melakukan penyelidikan, analisa situasi, analisa huruf, tanda baca, analisa kata, analisa asal kata istilah “hantu” yang hasilnya menjadi tidak percaya. Demikian juga fakta mengenai manusia pertama Neil Amstrong yang konon pada jamannya pernah menginjakkan kaki di bulan, saat ini dipertanyakan dengan melakukan sejumlah riset menyangkut foto, tulisan dan situasi-situasi yang ada pada saat itu. Murid-murid Yesus yang merupakan saksi-saksi mengenai Yesus juga melakukan hal yang sama. Mereka berusaha menggambarkan dan memperkenalkan Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat dengan keempat Injil Matius, Markus, Lukas dan Yohanes, bagaimana kisah Para Rasul 9:3-6 dan pasal 26:1-20 menceritakan pengalaman Paulus bertemu dengan Tuhan Yesus, dan kemudian dilan-

Sang Raja Rimba “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” Memang beralasan jika singa dijuluki "raja rimba." Ia adalah gabungan kecepatan, kekuatan, dan sikap sembunyi-sembunyi yang sulit untuk dikalahkan. Bagaimana seekor singa menyerang? Ia menggunakan cara apa pun yang perlu untuk menaklukkan mangsanya. Pada situasi tertentu, singa memerlukan kecepat-

HALAMAN 10 Sasarannya ialah melakukan kehendak Tuhannya. Dalam kehidupan Tuhan kita, Yerusalem adalah tempat Dia mencapai puncak kehendak Bapa-Nya di Kayu Salib, dan jika kita tidak pergi ke sana dengan Yesus maka kita tidak mempunyai persekutuan dengan Dia. Tidak ada sesuatu pun yang dapat mengalihkan perhatian Tuhan dari perjalanan-Nya menuju ke Yerusalem. Dia tidak pernah bergegas meninggalkan kampung-kampung tertentu tempat Dia dianiaya, atau berlama-lama di kampung-kampung lain tempat Dia diberkati. "Seorang murid tidak lebih daripada gurunya, atau seorang hamba daripada tuannya" (Matius 10:24). Dengan kata lain, hal-hal yang terjadi atas Tuhan kita akan terjadi juga atas kita dalam perjalanan kita ke "Yerusalem" kita. Akan ada karya Allah yang dinyatakan melalui kita, orang-orang akan diberkati, dan seorang atau dua orang akan menunjukkan rasa terima kasih sementara selebihnya akan bersikap sebaliknya, tetapi tidak boleh ada sesuatu pun yang mengalihkan kita dari langkah "pergi ke Yerusalem" kita.

"...mereka menyalibkan Yesus di situ..." (Lukas 23:33). Itulah yang terjadi ketika Tuhan mencapai Yerusalem, dan peristiwa itu adalah pintu menuju keselamatan kita. Namun para pemercaya tidak berakhir dalam penyaliban; dengan anugerah Tuhan mereka mengakhiri dalam kemuliaan. Semboyan kita haruslah, "Saya juga pergi ke Yerusalem." Oswald Chambers

jutkan dengan surat-surat penggembalaan untuk memperkuat iman jemaat. Respon yang diberikan oleh orang yaitu ada yang percaya karena memakai iman yang diberikan Tuhan, ada yang ragu-ragu karena mereka masih mencampuradukkan logika pikiran dengan iman, dan ada yang tidak percaya sama sekali karena melakukan pendekatan-pendekatan logika berpikir dengan analisa sejarah, analisa kata, analisa huruf, analisa bahasa, analisa situasi dan lain sebagainya. Saudara, Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat selalu akan dipertanyakan oleh orang yang memakai logika berpikir. Sejumlah pertanyaan akan selalu dilemparkan kepada orang percaya, seminar-seminar akan selalu dilakukan untuk membahas ke-Tuhan-an Yesus secara ilmiah, hasil-hasil riset ilmiah berupa buku diterbitkan. Semuanya dilakukan dengan metode ilmiah, dengan akal pikiran manusia. Mempertanyakan ke-Tuhan-an Yesus dengan memakai logika berpikir tidak akan dapat dilakukan, karena setiap hal termasuk huruf, kata, akar kata, titik, koma, tanda seru, tanda baca dan lain sebagainya yang ada di dalam alkitab akan selalu menjadi bahan pertanyaan yang tidak berkesudahan. Mengakui Yesus Kristus seba-

gai Tuhan dengan memakai pikiran tidak akan dapat dilakukan selain dengan iman yang dianugrahkan Tuhan kepada kita. Firman Tuhan dalam Roma 1:17 mengatakan bahwa orang benar akan hidup oleh iman. Hanya oleh iman di dalam Yesus Kristus kita dapat mengenal Dia lebih baik. Pikiran kita tidak akan dapat memahami dan mendalami Tuhan. Pikiran tidak akan mampu menguraikan Tuhan secara sempurna. Hati atau pikiran manusia saja tidak dapat kita dalami secara sempurna dengan akal pikiran (Amsal 25:3), apalagi hati dan pikiran Tuhan. Teologia tidak dapat menyelamatkan, perdebatan tidak dapat menyelamatkan, namun iman kepada Yesus yang dapat menyelamatkan. Untuk dapat bertahan dalam segala sesuatu yang mungkin menghantam iman kita kepada Yesus adalah bukan dengan akal pikiran kita, tapi dengan meminta pertolongan dari Roh Kudus yang akan memampukan dan menolong kita semua. Mari datang kepadaNya dan minta pertolongan Roh Kudus untuk melakukan semuanya itu. Berbahagialah orang yang tidak melihat namun percaya (Yohanes 20:29). Tuhan Yesus memberkati. Amin. Network Ministry

an untuk menangkap buruannya. Kadangkadang ia memerlukan kekuatan dalam pertarungan yang monumental. Hal yang luar biasa dari makhluk sebesar itu adalah singa ahli dalam hal mengejutkan. Ia dapat mengendap-ngendap dan menaklukkan mangsanya tanpa peringatan. Lalu ia menerkam leher mangsanya, membuatnya mati tercekik. Alkitab mengatakan bahwa Setan itu seumpama singa. Ia ahli dalam mencari waktu yang tepat untuk menggoda dan menyerang kita. Ia akan mengendapngendap dan menaklukkan kita saat kita lengah, dan di dalam hal-hal yang menurut kita telah kita bentengi. Namun demikian, kita bukannya tidak berdaya dalam konfrontasi kita dengan musuh. Yesus memberi kita persenjataan

bila kita diserang. Renungkan nasihatNya kepada murid-murid-Nya yang mengantuk ketika Ia berdoa di Taman Getsemani pada malam sebelum Ia dihukum mati: "Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan" (Mat 26:41). Anda harus waspada terhadap singa yang sedang mencari mangsa. Tetaplah berjaga-jaga. Anda harus tahu pasti bahwa pencobaan akan menimpa Anda, dan Anda harus berdoa memohon keselamatan dari-Nya. Raja dunia ini bukan tandingan Raja segala raja. Jauhkan aku dari cobaan, Tuhan. Buatlah agar aku tetap waspada dan berjagajaga. Bebaskan aku dari jebakan musuh. Charles Stanley


MINGGU, 04 OKTOBER 2009

HALAMAN 11

Hujan Mulai Turun "Hai bani Sion, bersoraksoraklah dan bersukacitalah karena Tuhan, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu" Yoel 2:23 Ada banjir rohani yang akan melanda. Tuhan telah menjanjikannya. Dia menjanjikan kita suatu pencurahan Roh Kudus yang akan menghasilkan tuaian terbesar dari jiwa-jiwa, yang belum pernah kita saksikan. Sebagai pemercaya, kita telah membaca tentang itu dalam Firman dan mendengarnya dari mimbar selama bertahuntahun. Kita telah sangat lama menengadah ke langit, menantikannya sehingga tengkuk rohani kita sudah pegal. Kita telah mempunyai bayangan mental tentang Tu-

LEBIH DARI PEMENANG 5 Gaya Hidup Pemenang 1. Mengasihi Tuhan (Penyembah) 2. Memperbaiki Diri (Pembelajar) 3. Memenangkan Keluarga (Pengurus) 4. Melakukan yang Terbaik(Pelayan) 5. Mempengaruhi Komunitas (Pemimpin) 5 Gaya Hidup Pemenang 1. Penyembah 2. Pembelajar 3. Pengurus 4. Pengelola/Pelayan 5. Pemimpin 5 FOKUS KASIH 1. Kasih kepada Tuhan Yesus 2. Kasih kepada Diri Sendiri 3. Kasih kepada Keluarga 4. Kasih kepada Panggilan 5. Kasih kepada Komunitas 4 Tipe Orang Gagal 1. Orang yang ragu-ragu Yak 1:6-7 2. Orang yang tidak mau berubah Rom 12:2 3. Orang yang tidak berfokus Yos 1:6-7 4. Orang yang tidak bersemangat Ams 18:14 Penjelasan 5 Gaya Hidup Pemenang 1. Mengasihi Tuhan(Penyembah) · Membangun Dialog dengan Tuhan setiap hari · Membaca Alkitab melalui BAS setiap hari · Berpuasa 1X/Minggu dan 30 hari/Tahun · Setia Membayar Perpuluhan/Memberi Persembahan Khusus · Memuji Tuhan/Meninggikan Tuhan(dengan cara selalu mengembalikan pujian bagi Tuhan/Bersyukur setiap

han mencurahkan Roh-Nya dari sejenis tempayan surgawi yang ada di atas kita. Tetapi tahukah Anda? Kita telah memandang ke arah yang keliru! Tempayan-tempayan yang akan dipakai Tuhan untuk mencurahkan kuasaNya ada di bumi ini. Yesus menjelaskannya demikian. "Siapa saja yang percaya kepada-Ku, seperti yang dikatakan Kitab Suci: Dari dalam hatinya akan mengalir aliran-aliran air hidup" (Yohanes 7:38). hari(Hindari Hidup yang mengeluh) Cat: Matius 6: Beri (pengorbanan), Doa (Hubungan), Puasa (Menyangkal Diri) 2. Memperbaiki Diri(Pembelajar) · Belajar mengakui dosa · Belajar melatih tabiat baru menurut FIRMAN ALLAH · Belajar mengucapkan Firman untuk mengusir semua situasi yang negatif · Mempunyai Gaya Hidup Yang Sehat (Berolah raga, Makan makanan yang sehat/Vitamin/Nutrisi,Tidur yang cukup, dan tidak Stress) · Merawat Tubuh · Mengikuti Pendidikan dan Pelatihan sesuai dengan panggilan hidup(talenta dan karunia). · Belajar tertib mengikuti peraturan(punya Disiplin/Komitmen) · Baca Buku-buku,Dengar Kaset,Nonton Film yang dapat meningkatkan Valensi diri. 3. Memenangkan Keluarga(Pengurus) · Mengembangkan dialog dengan pasangan hidup, anak dan anggota keluarga setiap hari. · Makan Bersama 2-3 seminggu · Rekreasi Bersama Keluarga (usahakan 12/bulan) · Membangun Mezbah Keluarga(doa dengan pasangan dan anak) · Belajar Bersama Keluarga (Diskusi Persoalan) · Doa Kesedagingan · Kerja Bakti sekali dalam sebulan(min) · Mengerjakan Tugas dalam Rumah Tangga. · Punya Komunitas Rohani(Sel) dan terlibat aktif · Kewajiban mendidik anak-anak(rohani) melalui Keteladanan 4. Melakukan yang terbaik (Pelayan) · Mengembangkan Rasa Memiliki/Cinta pada Pelayanan/Pekerjaan yang dilakukan · Mengikuti disiplin profesi · Belajar menjadi yang terbaik

Banjir akhir zaman yang telah kita harapkan, semua akan terdiri atas air hidup yang akan tercurah dari setiap pemercaya. Roh Kudus dalam diri kita akan menjadi sumber dari semua tanda dan keajaiban serta mukjizat yang diramalkan oleh para nabi. Dan bila kita mulai sungguh-sungguh memanjatkan doa syafaat, banjir kuasa itu akan mulai mengalir. Zakharia 10:1 menyatakan, "Mintalah hujan daripadaTuhan pada akhir musim semi! Tuhanlah yang membuat awanawan pembawa hujan deras, dan hujan lebat akan diberikan-Nya kepada mereka dan tumbuh-tumbuhan di padang kepada setiap orang." Doa-doa kita, doa syafaat, itulah yang akan menyalurkan pencurahan besar Roh Tuhan. Pada saat kita mulai bersatu dan berseru kepada Tuhan, sungai air hidup dalam diri kita masing-masing akan bersatu dan menjadi banjir kuasa rohani di muka bumi. Jadi, mintalah, berdoalah untuk aliran Roh Kudus. Panjatkan doa syafaat untuk pencurahan itu. Jadikanlah banjir besar dari kuasa rohani ini sebagai pilihan utama dari kehidupan doa Anda. Puji Tuhan, hujan sudah mulai turun! Kenneth · Berlatih melayani di Lingkungan Sendiri (Gereja, Sekolah,Dunia Kerja) termasuk kebutuhan mereka · Mempunyai hubungan yang baik dengan Lingkungan Sendiri(menjaga Kerukunan). · Menjadi Kesaksian yang baik, agar bisa mengundang mereka untuk mengikuti Sel/Ibadah 5. Mempengaruhi Masyarakat(Pemimpin) · Belajar membangun Hubungan dengan Komunitas (Tempat Tinggal, Bermain, Kerabat) · Ikut Terlibat dalam Kegiatan Komunitas · Memenuhi Kebutuhan mereka(Mat 25) · Menceritakan Kabar Baik dan mengundang mereka datang ke Sel dan Ibadah Bersama · Belajar menjadi Tokoh atau Pemecah Masalah dalam Komunitas (jangan jadi orang biasa/ pembuat masalah). Pdt. Andreas Soestono


MINGGU, 04 OKTOBER 2009

Perkmbang “Dalam Dia [Yesus] ada hidup [zoe] dan hidup [zoe] itu adalah terang manusia.” Yohanes 1:4 Hidup kekal yang datang kepada Anda pada saat Anda menjalani kelahiran baru dapat mempengaruhi proses perkembangan mental Anda juga dan menguasai cara berpikir dan kecerdasan Anda. Saya telah merasakan hal itu. Saya menerima kelahiran baru selagi umur saya masih belasan tahun saat terbaring sakit di tempat tidur pada tanggal 22 April 1933. Lalu pada tanggal 8 Agustus 1934, saya telah disembuhkan oleh kuasa Allah melalui iman dan doa. Setelah sembuh, saya kembali ke bangku sekolah menengah. Selama saya terbaring di tempat tidur 16 bulan lamanya, saya telah ketinggalan satu tahun pelajaran. Dan dalam dua tahun pelajaran sekolah menengah yang saya tempuh sebelumnya saya tergolong murid yang berkemampuan dengan nilai "D" saja. Pada waktu itu, saya tidak memiliki buku konkordansi bahasa Yunani, maka saya pun tidak mengerti arti zoe yang sesungguhhya. Namun saya memiliki Alkitab, dan Roh Allah membimbing saya. Setiap hari sebelum saya berangkat ke sekolah saya selalu berkata begini: "Di dalam Dia ada kehidupan dan hidup itu adalah terang bagi manusia. Hidup itu ada di dalam diri saya. Hidup itu adalah terang. (Saya meSAMBUNGAN HLM. 2 - LIPUTAN pemenang adalah tim Joko. Ramai sekali yang datang pada acara ini, dan pengunjung pun disuguhi jagung bakar dan kacang rebus… Hari terakhir, 24 September 2009, di pagi hari Sdri. Juningsih Gunawan memimpin doa pagi, dan Pdm. Natanael Budhi yang menyampaikan Firman Tuhan. Seusai makan pagi, kembali Pdt. Andreas Soestono melanjutkan firman Tuhan. Sungguh kocak dan menyegarkan, pewartaan Firman Tuhan yang dibawakan oleh hambaNya, Pdt. Andreas ini, sehingga waktu terasa berjalan begitu cepat. Seluruh peserta sangat antusias dan diberkati oleh firman Tuhan pada pagi ini. (outline khotbah Pdt. Andreas dimuat di halaman 11) Ibadah dalam retreat ini diakhiri dengan perjamuan kudus yang dipimpin oleh Pdm. Hose a Budhi dan pemukulan gong oleh

HALAMAN 12 nyadari bahwa terang itu merupakan pembawa perkembangan.) Hidup itu mengembangkan saya. Terang itu membawa perkembangan bagi roh saya. Terang itu membawa perkembangan bagi mental saya Saya memiliki Tuhan di dalam diri saya. Saya memiliki hikmat Allah. Saf memiliki hidup kekal dari Allah. Saya memiliki kuasa Allah." Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintamjaiah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya. Pengakuan: (Buatlah pengakuan Anda sesuai dengan Yohanes 1:4, dan akui bahwa hidup itu sebagai terangmu.) Kenneth E. Hagin

ibu Gembala, Pdt. Hanna Budhi. Kesan dan pesan disampaikan oleh Eric yang mewakili panitia, menyatakan syukur kepada Tuhan Yesus karena retreat ini dapat berjalan dengan lancar dan menyenangkan. Tidak lupa mengucapkan maaf bila ada kesalahan dan kekurangan yang dialami oleh peserta. Bapak Sugito mewakili peserta, menyatakan kepuasaannya mengikuti retreat ini. Dia telah 14 tahun tidak ikut retreat lagi. Puji Tuhan, ditahun ini dia beserta istri dan anak-anak dapat ikut. Akhirnya, tibalah saatnya untuk berpisah. Seusai makan siang, seluruh peserta berbenah dan mulai berpisah untuk kembali ke rumahnya masing-masing. Semoga retreat ini memberikan perubahan dan pencerahan bagi para peserta untuk menjadi anak-anak Tuhan yang “Lebih dari Pemenang”. Sampai berjumpa lagi di retreat tahun depan. JBU

BAHAN-BAHAN BANGUNAN Bekas bahan-bahan bangunan yang kami bongkar dari rumah yang sedang kami renovasi kini telah menggunung, bertumpuk tinggi siap untuk dibakar. Saya menyalakan korek api dan segera angin menghembuskan nyala api itu menjadi lidah-lidah raksasa. Terpaksa saya harus mundur beberapa meter. Api itu menjilat tinggi ke udara dan suhunya begitu panas, sehingga genangan air di sekitarnya pun terasa panas. Setelah menyaksikan adegan yang dahsyat itu, saya meninggalkan tempat itu dan pulang ke rumah. Keesokan harinya saya kembali ke tempat itu, dan saya hampir-hampir tidak bisa percaya melihat apa yang ada di depan saya. Dari seluruh bahan bangunan yang menggunung kemarin yang tingginya hampir separuh rumah, yang tersisa hanyalah beberapa genggam abu. Dengan sebatang tongkat saya mengorek-ngorek gundukan abu yang tersisa. Ternyata hanya ada beberapa potong logam dan sedikit batu-batu kecil. Yang lainnya telah lenyap. Suatu perubahan besar telah terjadi. Bahan-bahan bangunan itu tidak ada lagi, sebab bahan-bahan itu tidak mampu bertahan terhadap api. Saya berdiri di sana dan bertanya kepada diri sendiri, jenis bahan bangunan apakah yang selama ini saya pakai untuk membangun kerajaan Allah, apakah tahan terhadap nyala api? Dapatkah Tuhan mengarahkan panas api-Nya terhadap bangunan yang saya dirikan, tanpa menimbulkan kerusakan? Saya teringat akan sebuah ayat di dalam Alkitab, yaitu 1 Korintus 3:12-13. Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami, sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan tampak, karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan tampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu. Tuhan tolonglah aku agar tidak membangun dasar imanku dari bahan jerami, kayu atau rumput kering, melainkan dari bahan-bahan bangunan logam mulia dan batu-batuan keras, yang bisa bertahan terhadap ujian nyala api. Rudi Lack

Warta Jemaat GPIA Immanuel 04 Oktober 2009  

GPIA Immanuel Jakarta

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you