Issuu on Google+


SUSUNAN

REDAKSI Izin Terbit : SK Rektor Diterbitkan Oleh : Kerjasama dan Humas Universitas Malikussaleh. Perintis : Dr. Apridar, SE, M.Si Iskandar Zulkarnaen, MA Mohd Heikal, SE, MM Penanggungjawab : Dr. Apridar, SE, M.Si Pemimpin Umum: Iskandar Zulkarnaen, M.Si Pemimpin Redaksi : Mohd Heikal, SE, MM Dewan Redaksi : Ferri Safriwardy, ST, MT Saharuddin, SE, ME Dahlan A.Rahman, S.Ag, M.Si Iskandar Zulkarnaen, M.Si Arif Rahman, SH, M.Hum Andria Zulfa, SE, M.Si Mohd Heikal, SE, MM T.M. Ridwan, ST, MT

DARI FINLANDIA KE

5

NEGERI SAKURA “Banyak. Mahasiswa Unimal bisa kuliah beberapa semester di universitas Jepang yang tergabung dalam SUIJI. Selain itu, mereka juga bisa melaksanakan service learning program atau kuliah kerja nyata dalam rangkaian acara SUIJI,”

Redaktur Eksekutif: Mukhlisuddin, M.Pd Redaktur Pelaksana : Masriadi, S.Sos Redaktur : Mukhlisuddin, M.Pd Masriadi, S.Sos Damanhur, LC, MA Saifullah, M.TESOL

UNIMAL TERIMA LULUSAN MAN/MAS 8 KAKAK ADIK LULUS CAUMLAUDE DI UNIMAL 12 ORASI DI GLE GAPUI 14 UNIMAL SEDIAKAN NO. LAYANAN KONSULTASI SNMPTN 16 ALUMNI BIDIK MISI DIBIAYAI HINGGA S3 17 FEKON MELAHIRKAN CALON PENGUSAHA 20

Redaktur Arstistik : Musthafa Kamal, S.PdI Fotografer : Mulyadi Gadeng Sirkulasi/Administrasi : Idris, S.Sos Tarmizi, S.Pd Nasir Rohani, S.Sos Sayuti. Alamat Redaksi : Kerjasama & HUMAS Universitas Malikussaleh, Kampus Reuleut Lhokseumawe. email. humas.unimal@gmail.com

2

Cendikia, Mandiri dan Islami

FAK. HUKUM AKAN BUKA PROGRAM S2 HUKUM 24 ACEH YANG BERDAYA SAING 28 BEREBUT DANA PENELITIAN 30 SISI LAIN KONFLIK ACEH 33 UNIMAL JALI KERJA SAMA DENGAN BURSA EFEK 34 MPR SOSIALISASI GBHN DI UNIMAL 36 BELAJAR GRAMMAR ITU WAJIB, BENARKAH 40

Artikel dan surat pembaca dapat dikirim ke redaksi harus ditandatangani dan disertai foto kopi identitas diri. Redaksi mempriotitaskan pemuatan artikel/opini yang dikirim melalui email.


DAFTARISI

“Unimal harus go International, saya sudah meneken perjanjian kerjasama dengan tiga universitas di Jepang, Universitas Helsinki Finlandia, beberapa universitas di Malaysia dan Singapura. ”

8

DIBALIK PENTAS

38

SALEUM

“Generasi muda harus melestarikan seni dan budaya Aceh. Mengingat akar budayanya. Sehingga, budaya itu terus lestari dan tidak tergerus arus globalisasi,” terang Apridar....

DARI HAFIZ KE

41

AUSTRALIA

Perawakannya sederhana. Mudah bergaul dengan siapa saja, tidak peduli petani dan pejabat. Setiap ada kesempatan lowong dimanfaatkanya untuk silaturahmi dengan sahabat dan orang-orang yang dekat dengannya....

WartaUNIMAL | Edisi APRIL 2014

3


salamREDAKSI

KONTRIBUSI

TANPA RUANG DAN WAKTU

“

Awal 2014 menjadi catatan menarik bagi cikal bakal terbitnya media ini. Ruang Kepala Kerjasama dan Humas Universitas Malikussaleh menjadi saksi sejarah bagi lahirnya Warta Unimal. Hari itu, dengan pertemuan sederhana yang dihadiri oleh Pembantu Rektor IV, Iskandar Zulkarnaen, Kepala Kerjasama dan humas, Mohd Heikal, Mukhlisuddin dan Masriadi Sambo menjadi rapat perdana untuk menyamakan persepsi dan komitmen untuk kelancaran penerbitan Warta Unimal.

Persamaan persepsi dan komitmen menjadi sangat urgen bagi kelangsungan sebuah media. Dari spirit itulah, media ini akan hadir setiap tiga bulan sekali setiap tahunnya. Kami hanya membidani, siapa pun nantinya rektor dan pimpinan Universitas Malikussaleh, media ini tetap harus eksis untuk terbit setiap tahunnya. Sebagai upaya mempublikasi agenda-agenda rektorat dan elemen kampus lainnya. Edisi pertama, hadir dalam kondisi yang serba kekurangan. Kekurangan peralatan dan material lainnya. Nyaris bekerja tanpa ruang, alat dan media pendukung lainnya. Namun kekurangan itu, kami manfaatkan menjadi energi untuk berkarya dalam memberikan kontribusi bagi kemajuan Universitas Malikussaleh. Dalam usia Unimal memasuki 13 tahun. Sudah sepantasnya semua elemen kampus memberi kontribusi positif dalam setiap keterbatasan. Media ini hadir sebagai upaya untuk membagi informasi-informasi tentang keberadaan Unimal bagi masyarakat Aceh. Terutama pada bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Informasi setiap kegiatan fakultas dan lembaga mahasiswa perlu di publikasi secara massif kepada masyarakat. Salah satunya dengan media yang sedang Anda baca ini. Kami melihat belum ada media yang dikelola rektorat untuk melakukan publikasi rutinitas setiap kegiatan-kegiatan yang dilakukan insan kampus. Kedepan dengan lahirnya media ini, menjadi kewajiban bagi elemen kampus untuk memberi kontribusi bagi kemaslahatan dan eksistensi Warta ini. Sebagai sebuah media, yang dikelola oleh bagian Kerjasama dan Humas Universitas Malikussaleh diharapkan menjadi penghubung untuk menyajikan aktivitas kampus dalam perspektif positif. Karena akan menjadi kendala bagi insan kampus, bila setiap kegiatan yang dilakukan tidak diketahui oleh publik dan elemen-elemen masyarakat lainnya. Akhirnya, sebagai edisi perdana. Media ini hadir untuk Anda dengan tujuan yang bersih dan tulus untuk kemajuan Unimal. Jajaran redaksi dengan suka cita menerima setiap berita, foto dan agenda-agenda aktivitas kampus lainnya untuk dikirim ke email redaksi. Akhirnya, kami mengucapkan selamat untuk kita semua, atas terbitnya edisi perdana Warta Unimal. Semoga media ini eksis ditengah citacita besar untuk memajukan Unimal. Semua elemen kampus harus berkontribusi terhadap cita-cita mulia itu. Tanpa ruang dan waktu sekalipun. Selamat membaca. Mukhlisuddin

4

Cendikia, Mandiri dan Islami


LAPORANUTAMA

“ Dari

FINLANDIA ke

NEGERI SAKURA

WartaUNIMAL WartaUNIMAL | Edisi | EdisiMARET APRIL 2014

5


LAPORAN UTAMA

“Mahasiswa Unimal bisa kuliah beberapa semester di universitas Jepang yang tergabung dalam SUIJI. Selain itu, mereka juga bisa melaksanakan service learning program atau kuliah kerja nyata dalam rangkaian acara SUIJI,”. Iskandar Zulkarnaen, M.Si Pembantu Rektor IV

KINI Universitas Malikussaleh (Unimal) berusia 13 tahun. Usia itu terhitung sejak universitas itu di negerikan. Pembenahan terus dilakukan. Salah satunya, bekerjasama dengan berbagai universitas di dunia. Inilah persiapan awal Unimal go internasional. Penandatanganan kerjasama pun dilakukan dari dataran Asia hingga Eropa. Dari Finlandia sampai negeri Sakura. Bergabung dalam konsorsium universitas dunia menjadi salah satu trik untuk memperkenalkan Unimal pada masyarakat global. Pemandangan berbeda terlihat di gedung pertemuan Kochi University, Jepang akhir Agustus lalu. Wajah-wajah Indonesia bercampur dengan wajah-wajah Jepang dengan mata terlihat sebaris. Gedung mewah dengan warna merah dan kuning mencolok itu dipenuhi tamu dari Indonesia. Ya, mereka menghadiri forum Six Universities Initiative Japang Indonesia (SUIJI) ketiga di Jepang. Terlihat Rektor Unimal, Dr. Apridar SE M Si, didampingi Pembantu Rektor Bidang Kerjasama Unimal, Iskandar

6

Cendikia, Mandiri dan Islami

Zulkarnaen bersama delegasi Indonesia. Di samping mereka berdiri Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Prof Idrus Paturusi dan Rektor Universitas Sumatera Utara (USU) Prof Syahril Pasaribu. Dibelakang barisan itu terlihat rombongan Universitas Hasanuddin Makassar, Universitas Gajah Mada Yogyakarta dan Institue Pertanian Bogor (IPB). “Kita ikut forum SUIJI ini sebagai upaya pengembangan kampus dengan harapan Unimal mulai go internasional,” terang Dr Apridar. (Baca : wawancara Rektor Unimal). Awalnya, konsorsium SUIJI dikuti oleh tiga universitas dari Indonesia dan tiga lainnya dari Jepang. Ketiga universitas dari Indonesia itu yakni Unhas, USU, dan IPB, sedangkan dari Jepang yaitu Ehime University, Kochi University dan Kagawa Universty. “Dalam pertemuan itu, Unimal menawarkan agar keanggotaan SUIJI diperbanyak. Tidak hanya tiga universitas dari Indonesia dan tiga lainnya dari Jepang. Kita ingin, Unimal juga masuk dalam konsorsium itu,” terang Pembantu Rektor Bidang Pengembangan dan Kerjasama Unimal, Iskandar Zulkarnaen. Gayung bersambut, Ketua MRPTNI, Prof Idrus Paturussi menyambut baik bergabungnya Unimal dalam forum internasional tersebut. Ke depan, akan diberi nama baru untuk konsorsium itu. “Bukan hanya keanggotaan kita perluas, bahan kajian pun akan diperluas. Selama ini,SUIJI hanya mengkaji bidang pertanian. Ke depan, akan dikaji bidang sosial, kesehatan dan lain sebagainya,” terang Prof Idrus. Lalu, apa keuntungan Unimal menjadi anggota forum ilmiah bergengsi itu? “Banyak. Mahasiswa Unimal bisa kuliah beberapa semester di universitas Jepang yang tergabung dalam SUIJI. Selain itu, mereka juga bisa melaksanakan service learning program atau kuliah kerja nyata dalam rangkaian acara SUIJI,” terang Iskandar. Masuknya Unimal menjadi anggota SUIJI membawa hikmah tersendiri bagi fakultas pertanian universitas itu. Dosen fakultas pertanian bisa melakukan penelitian bersama dengan pakar pertanian di Jepang. Bukan hanya itu, seluruh kegiatan SUIJI bisa diikuti oleh dosen dan mahasiswa Unimal, baik itu konferensi internasional, seminar dan lain sebagainya. Kegiatan


itu diselenggarakan secara bergantian di Indonesia dan Jepang. Apalagi, ke depan, forum ini akan mengembangkan bidang kajiannya seperti kesehatan, ekonomi dan kesehatan. Maka fakultas ilmu sosial dan ilmu politik, fakultas ekonomi, dan fakultas kedokteran juga akan merasakan iklim akademis di forum Forum ini, sambung Iskandar juga bermanfaat bagi dosen Unimal yang akan melanjutkan pendidikan strata tiga (S3) di Jepang. Data Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI menunjukkan sejak tahun 2008 sampai tahun lalu sekitar 800 mahasiswa Indonesia belajar di Jepang. Mereka mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Indonesia. Dari 3.760 orang penerima beasiswa asal Indonesia yang tersebar di seluruh dunia, 800 orang diantaranya studi di negeri Sakura. “Artinya dosen Unimal berpeluang besar melanjutkan S3 di Jepang. Ini tentu sangat baik untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dosen kita,” tegas Iskandar. Selain itu, kedepan, MRPTNI bersama Dirjen Pendidikan Tinggi, Kemendikbud RI mengembangkan forum SUIJI menjadi joint working group (JWG), Japan-Indonesia Rector Forum. Niat ini sudah disosialisasikan dengan seluruh rektor universitas dari Indonesia dan rektor universitas dari Jepang pada pertemuan di Nagoya University Jepang, Februari 2012 lalu. “Kita ingin kerjasama dalam forum SUIJI ini bisa membawa dampak positif bagi dosen dan mahasiswa Unimal,”

“Kita terus melanjutkan kerjasama ini, untuk kemajuan Unimal kedepan yang lebih berkualitas dalam bidang pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Aceh dan masyarakat internasional” Mohd. Heikal, SE, MM Kepala Kerjasama & HUMAS

tegas Iskandar. Ditambahkan, Unimal juga menjadi anggota pada pertemuan SUIJI tahun ini yang diadakan di Unhas Makassar. Usai acara SUIJI, Dr Apridar dan Iskandar Zulkarnaen MSi tersenyum bangga. Penat yang membekap tubuh akibat perjalanan jauh dari Lhokseumawe ke Jepang seakan tak terasa. Perjalanan itu membuahkan hasil. Mulai tahun ini, mahasiswa Unimal sudah bisa kuliah di tiga universitas di Jepang. Itu baru satu riwayat. Tahun lalu, manajemen Unimal melangkah ke Eropa. Kali ini, rektor bersama pembantu rektor bidang kerjasama meneken perjanjian dengan Universitas Helsinki Finlandia. Universitas negeri tertua dan terbesar di Finlandia itu sepakat bekerjasama di bidang pertukaran dosen, mahasiwa dan penelitian bersama dengan Unimal. Artinya, dosen Unimal juga bisa mengajar di universitas yang didirikan pada tahun 1640 tersebut. “Mahasiswa juga bisa kuliah di Finlandia satu atau dua semester. Dosen di Finlandia akan memberi nilai untuk indeks prestasi komulatif (IPK) ke Unimal. Jadi, Unimal tetap mengerluarkan IPK untuk mahasiswa itu meski mereka belajar di Helsinki,” sebut Iskandar. Bagi Aceh, Finlandia negara yang berjasa untuk memediasi konflik antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan Republik Indonesia. Di negeri empat musim itulah GAM-RI sepakat mengakhiri damai. Meneken memorandum of undestanding (MoU) yang dikenal dengan sebutan MoU Helsinki. Perjanjian itu telah berjalan. Beberapa dosen dan pakar politik dari Universitas Helsinki telah berkunjung ke Unimal. Memberi kuliah pada mahasiswa di

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unimal di Bukit Indah, Lhokseumawe. Mereka mengajarkan materi resolusi konflik di berbagai dunia. “Kita harap, dengan pertukaran dosen ini, mahasiswa bisa menambah pengetahuan dari pakar di luar negeri,” ujar Iskandar. Sebelumnya, Unimal juga telah menekan kerjasama dengan beberapa universitas di negeri jiran seperti Universitas Utara Malaysia (UUM), Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) dan Universitas Pendidikan Sutan Idris (UPSI). Kini, Unimal terus berbenah. Menyiapkan SDM dosen yang handal. Satu harapan, melahirkan lulusan yang berkualitas, mampu bersaing di dunia internasional namun tetap mencintai kearifan lokal daerahnya. Pada kesempatan lain, Kepala Kerjasama dan Humas Unimal, Mohd Heakal menambahkan bahwa jajaran Rektoran terus menjalin kerjasama dengan semua stakeholde baik lokal, regional maupun intenasional. “Kita terus melanjutkan kerjasama ini, untuk kemajuan Unimal kedepan yang lebih berkualitas dalam bidang pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Aceh dan masyarakat internasional” tutup Heikal. [masriadi]

WartaUNIMAL | Edisi APRIL 2014

7


RAGAMBERITA

UNIMAL TERIMA LULUSAN

MAN/MAS MELALUI SNMPTN SECARA NASIONAL TIDAK BOLEH

Lhokseumawe - Sejak 5 Maret 2013, Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara membuka keran penerimaan siswa kelas 3 dari jalur sekolah agama (MAN/MAS dan sejenisnya) di universitas itu melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN). Baru Unimal satu-satunya PTN di bawah Kemendikbud RI yang membuka jalur ini di seluruh Indonesia. Pada SNMPTN tahun ini, panitia pusat ternyata tidak membuka peluang bagi siswa kelas 3 Madrasah Aliah Negeri dan Swasta (MAN/MAS) se-Indonesia untuk diterima di PTN melalui jalur SNMPTN. Mereka justru diarahkan untuk memilih jalur Universitas Islam Negeri (UIN) atau Institut Agama Islam Negeri (UIN). Akan tetapi, Unimal meminta izin khusus untuk bisa menerima siswa dari MAN dan MAS tersebut melalui SNMPTN. “Alhamdulillah, izin khusus itu sudah kami peroleh dari Panitia

8

Pusat SNMPTN 2014. Dengan demikian, mulai 5 Maret ini, siswa kelas 3 MAN/ MAS se-Aceh maupun dari provinsi lain, boleh memilih kuliah ke Unimal,” kata Rektor Unimal, Dr Apridar MSi kepada Serambinews.com di Banda Aceh, Rabu (4/3/2014). Apridar mengaku kaget karena baru Selasa siang dia tahu bahwa panitia pusat mengunci sistem dan jalur penerimaan SMPTN bagi siswa kelas 3 MAN/MAS se-Indonesia. “Saya baru tahu kalau sistem itu terkunci dari seorang guru MAS Ruhul Islam Anak Bangsa di Mata Ie, Aceh Besar yang mengabarkan tidak seorang pun murid di madrasah itu berhasil mendaftarkan diri di Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) sebagai syarat untuk ikut SNMPTN,” kata Apridar.

Info yang ia peroleh itu lalu dikonfirmasikan Apridar ke Panitia Pusat SNMPTN di Jakarta. Ternyata memang siswa jurusan agama (MAN/ MAS dan lainnya) tahun ini tidak bisa memilih seluruh PTN karena sistemnya dikunci oleh panitia pusat. Salah satu alasan

Cendikia, Mandiri dan Islami

pusat, jalur SNMPTN ini adalah jalur bakat dan prestasi yang pembuktiannya melalui nilai rapor dan portofolio prestasi yang pernah diraih siswa. Sedangkan nilai rapor siswa MAN/MAS dari mata pelajaran agama, Alquran dan hadis, serta lainnya itu tidak bisa dikonversi ke dalam laman SNMPTN karena formatnya hanya untuk menampung mata pelajaranmata pelajaran khas SMA dan SMK. Menyadari hal itu, kemarin Apridar selaku Rektor Unimal langsung  mengirim email ke panitia pusat agar diperkenankan menerima calon mahasiswa dari jalur sekolah agama (MAN/ MAS). Panitia pusat akhirnya menyetujui permintaan Rektor Unimal itu. Dengan demikian, mulai hari ini (5/3/2014) para siswa kelas 3 MAN/MAS di Aceh dan seluruh Indonesia sudah bisa memilih prodiprodi yang ada di Unimal, khususnya di FISIP dan Fakulatas Hukum, melalui Web SNMPTN. “Kami lebih senang menerima calon mahasiswa yang selain pintar juga kuat basis agamanya,” demikian Apridar. (serambinews.com)


RAGAMBERITA

UNIMAL SEDIAKAN

NOMOR LAYANAN KONSULTASI SNMPTN Untuk memudahkan para kepala SLTA se-Aceh bertanya tentang tata cara pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) menjelang Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) Tahun 2014 ini, Panitia Lokal Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara membuka nomor layanan khusus untuk konsultasi, yakni nomor

081227944233 
“Nomor tersebut

dilayani oleh Humas SNMPTN/SBMPTN Unimal yang siap menerangkan kapan saja seluk beluk penerimaan mahasiswa baru tahun ini,” kata Rektor Unimal, Dr Apridar MSi. Tujuan disediakannya nomor khusus itu, kata Apridar, adalah untuk memudahkan para kepala sekolah maupun operator PDSS berkonsultasi jika menghadapi masalah saat pengisian.

konsultasi, hubungi:

081227944233 “Berdasarkan pengalaman tahun lalu, banyak kepala sekolah dan operator PDSS yang mengajukan pertanyaan tambahan melalui nomor layanan khusus, meskipun sosialisasi SNMPTN sudah kita lakukan,” kata Apridar. Ia tambahkan bahwa konsultasi dan pertanyaan dapat juga diajukan melalui ke panitia pusat melalui:

jenjang pendidikan tinggi. “Bahkan kami akan berusaha meminta tambahan beasiswa Bidik Misi kepada Dirjen Dikti untuk masyarakat miskin,” demikian Apridar.(*)

http://halo.snmptn.ac.id Secara umum, proses SNMPTN dilakukan melalui dua tahap, yaitu pengisian PDSS oleh sekolah dan verifikasi oleh siswa, serta pendaftaran SNMPTN. Para kepala sekolah dapat mengisi data sekolah dan siswa di PDSS melalui laman

http://pdss.snmptn.ac.id Mengingat pentingnya proses pengisian PDSS ini, pihak Unimal akan melakukan sosialisasi SNMPTN 2014 pada minggu pertama Februari. Untuk wilayah Aceh Utara dan Lhokseumawe dipusatkan di GOR ACC Unimal Utenkot, Cunda pada 4 Februari. Sosialisasi untuk wilayah Bireuen dilaksanakan pada 6 Februari di Gedung SMAN 1 Bireuen seperti tahun lalu. Sedangkan sosialisasi untuk wilayah Aceh Timur, Langsa, Aceh Tamiang, serta kawasan Gayo dan Aceh Tenggara dilakukan pada tahap berikutnya.

Jadwal SNMPTN Pengisian PDSS 6 Januari-6 Maret 2014
 Pendaftaran 17 Februari-31 Maret 2014
 Proses seleksi 1 April-26 Mei 2014
 Pengumuman hasil seleksi 27 Mei 2014
 Pendaftaran ulang di PTN masing-masing bagi yang lulus SNMPTN. 17 Juni 2014

Dalam penerimaan tahun ini, kata Apridar, Unimal memprioritaskan calon mahasiswa dari Aceh, agar masyarakat Aceh lebih besar peluangnya melanjutkan studi ke

WartaUNIMAL | Edisi APRIL 2014

9


RAGAMBERITA

ALUMNI BIDIK

MISI DIBIAYAI

HINGGA S3

* Bisa Kuliah di 50 PTN/PTS Top Dunia Para penerima Beasiswa Pendidikan Bagi Mahasiswa Berprestasi (Bidik Misi) tahun 2010 yang mulai tahun ini tamat S1 dan masih tetap berprestasi, akan disekolahkan secara gratis ke program magister bahkan sampai doktoral (S3). Pemerintah melalui Menteri Keuangan dan Dirjen Dikti siap membiayai perkuliahan mereka di 50 perguruan tinggi negeri dan swasta (PTN/PTS) top dunia. Informasi itu disampaikan Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara, Dr Apridar MSi kepada Serambi via telepon, Jumat (28/2), dari Jakarta. Apridar berada di Jakarta menghadiri Pertemuan Nasional Bidik Misi dan Peluncuran Program President Scholarship yang dibuka Presiden SBY di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (27/2). Acara itu kemudian ditutup Mendikbud Prof Dr Mohammad Nuh DEA. Pada malam penutupan yang dihadiri 1.500 peserta itu, mahasiswa perwakilan Bidik Misi Unimal membacakan puisi Aceh Lon Sayang yang memukau dan memancing derai air mata sebagian hadirin. “Hadirin larut dan terpukau karena sebagian bait puisi itu mengisahkan tentang konflik, tsunami, dan era Aceh bangkit,” kata Apridar. Menurut Apridar, pertemuan di Jakarta itu menunjukkan keseriusan pemerintah

10

mewujudkan komitmen “Indonesia bangkit melalui Bidik Misi”. Melalui program kuliah lanjutan bagi alumni penerima Bidik Misi S1 itu, maka orang miskin yang prestasi akademiknya bagus akan tetap dibiayai pemerintah kuliah di dalam dan luar negeri sampai meraih doktor.

“Ini era istimewa di mana orang miskin diperlakukan khusus untuk disekolahkan ke 50 perguruan tinggi top dunia. Putra-putri Aceh yang selama ini menerima Bidik Misi harus memanfaatkan peluang ini. Pemerintah menanggung biaya studi S2 dan S3 dari Dana Abadi Pendidikan yang sekarang jumlahnya sudah mencapai 1,7 triliun rupiah,” kata doktor jebolan Pascasarjana Unsyiah ini. Untuk itu ia sarankan agar penerima Bidik Misi jenjang S1 saat ini harus benar-benar memperbaiki kemampuan bahasa asing, semisal TOEFL, supaya semua mereka tertampung kuliah ke luar negeri. Apridar menambahkan, di Unimal tahun lalu tercatat 665 mahasiswa penerima Bidik Misi. Sekitar 60 orang di antara mereka sudah lulus S1. Mereka inilah output Unimal yang berpeluang melanjutkan studi di salah satu dari 50 kampus top dunia.

Cendikia, Mandiri dan Islami

“Tahun ini kami targetkan penerima Bidik Misi bisa bertambah sebanyak 900 orang atau minimal 650 orang lagi. Sudah kami usulkan ke Dirjen Dikti,” kata Apridar. Menurut Apridar, kebijakan baru (lanjutan beasiswa bagi alumni S1 Bidik Misi) itu sudah dituangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui suratnya Nomor: 197716/A2.4/LN/2013 tanggal 10 Desember 2013 perihal Penawaran Beasiswa Unggulan bagi Lulusan Bidik Misi. Beasiswa Pendidikan Bagi Mahasiswa Berprestasi (Bidik Misi) diluncurkan pemerintah pertama kali tahun 2010. Dikhususkan untuk mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu tapi memiliki prestasi cemerlang semasa di SMA. Setelah empat tahun kuliah, sebagian penerima Bidik Misi sudah meraih gelar sarjana S1. Nah, alumni Bidik Misi inilah, khususnya yang ingin melanjutkan ke jenjang S2, dapat mengakses portal Beasiswa Unggulan di http:// www.beasiswaunggulan. kemdikbud.go.id Beasiswa unggulan bagi lulusan Bidik Misi ini disediakan khusus untuk mereka yang memang memiliki rencana untuk berkarier dalam berbagai bidang, dengan harapan mereka dapat mengubah nasib diri dan keluarganya melalui jalur pendidikan. serambinews


PIMPINAN UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Mengucapkan SELAMAT ATAS TERBITNYA MAJALAH

WARTAUNIMAL Semoga menjadi media yang inspiratif dalam pendidikan, penelitian dan pengabdian Dr. Apridar, SE., M.Si Rektor Ferri Safriwardy, S.T., M.T

Pembantu Rektor I

Saharuddin, SE, ME

Pembantu Rektor II

Yulius Dharma, S.Ag., M.Si Kepala LPPM

Wahyuddin, SE, M.Si.Ak Dekan Fakultas Ekonomi

Arif Rahman, SH, M.Hum Kepala Biro Adm. Akademik, Kemahasiswaan, Perencanaan dan Sistem Informasi

Damanhur, Lc., MA

Dahlan A. Rahman, S.Ag., M.Si Pembantu Rektor III

Iskandar Zulkarnaen, M,Si Pembantu Rektor IV

Ir. T. Hafli, MT

Dekan Fakultas Teknik

Fauzi, S.Sos, MA Dekan Fakultas FISIP

Andria Zulfa, SE., M.Si Kepala Biro Administrasi Umum dan Keuangan

Ir. Jamidi, MP

Dekan Fakultas Pertanian

Sumiadi, SH, M.Hum Dekan Fakultas Hukum

Muhammad, M.Sc., Ph.D Kepala Badan Jaminan Mutu

Kepala Satuan Pengawasan Intern

Dahlan, ST., M.Com

T. Azhari, S.PdI., M.Ed

Kepala UPT. Perpustakaan

Kepala Pusat Bahasa

Rizal, S.Si., M.IT

T.M. Ridwan, ST, MT

Kepala UPT. Pusat Komputer

Kepala UPT. Perencanaan

Al Chaidar, S.IP Kepala UPT. Unimal Press

Mohd Heikal, SE, MM

Kepala Kerjasama dan HUMAS

WartaUNIMAL | Edisi APRIL 2014

11


WAWANCARA

“Unimal harus go International, saya sudah meneken perjanjian kerjasama dengan tiga universitas di Jepang, Universitas Helsinki Finlandia, beberapa universitas di Malaysia dan Singapura. �

12

Cendikia, Mandiri dan Islami


WAWANCARA

PengantarRedaksi Universitas Malikussaleh bukan saja menjadi favorit bagi lulusan SLTA di Lhokseumawe dan Aceh Utara. Melainkan telah menjadi pilihan pertama bagi lulusan SLT di Sumatera seperti Medan, Padang, Palembang dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) setiap tahunnya. Bukan tanpa alasan, lulusan SLTA memilih Unimal sebagai tempat mengasah kemampuannya. Belakangan sejumlah terobosan dilakukan dalam upaya memaksimal semua potensi yang ada dalam meningkatkan kualitas perguruan tinggi. Sebagai upaya untuk memberi kontribusi bagi kemaslahatan masyarakat Aceh dan Indonesia umumnya. Untuk mengetahui lebih dalam, bagaimana perkembangan Unimal saat ini. Kru Warta Unimal, Mukhlisuddin dan Masriadi, meminta tanggapan langsung dari Rektor Universitas Malikussaleh, Dr. Apridar, SE, M.Si. Berikut petikan wawancara kami dengan Rektor Universitas Malikussaleh : Bagaiamana Unimal saat ini ? Keberadaan Unimal saat ini, awalnya tidak terlepas atas adanya keputusan-keputusan politik. Dimana dengan terjadi konflik di Aceh yang terus menerus, maka Pemerintah Pusat mencari solusi. Maka salah satu solusinya saat itu adalah menegerikan Universitas Malikussaleh. Tujuaan adalah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat Aceh melalui pendidikan tinggi.

inilah yang perlu direduksi dengan merangkul semua elemen kampus, supaya Unimal jaya kedepan. Saya tahu, itu bukan pekerjaan yang mudah. Tapi saya belum menyerah untuk merangkul semua faksi di kampus ini. Persoalan Lain? Persoalan lain adalah untuk membangun Unimal diperlukan sinerginitas. Makanya kita selalu perpedoman bahwa setiap program yang kita lakukan harus mendapat dukungan dari semua elemen kampus.

Dalam prosesnya, karena SDM di Unimal di dominasi oleh intelektual muda, maka gesekan antar sesama akademika ikut terjadi. Dinamika itu bagus supaya Unimal berjalan pada pada ketentuan yang konstitusional.

Kalau itu sudah tuntas, maka konsep pembangunan Unimal kedepan berbasis kemitraan dengan pemerintah, lembaga profit dan universitas-universitas dalam maupun luar negeri dapat berjalan maksimal.

Apa yang Anda Lakukan ?

Kalau eksternal bagaimana ?

Argumentasi saya bahwa membangun universitas yang besar seperti Unimal ini tidak semudah membalik telapak tangan. Ketika saya mengambil estafet kepemimpinan selama ini, sudah banyak kemajuan yang terjadi. Itu semua tentu karena adanya semua elemen civitas dosen dan karyawan. Ini penting, Unimal harus dibangun dengan harmoni dan nada yang sama. Itu yang saya lakukan. Supaya kita bisa fokus kepada kemajuan institusional.

Persoalan eksternal adalah hubungan dengan masyarakat di sekitar kampus Reuleut. Kita perlu menyakinkan bahwa sekitar bahwa pembangunan Unimal bukan hanya kepentingan para dosen, melainkan untuk kepentingan masyarakat sekitar juga. Makanya hal ini terus kita lakukan kompromi-kompromi dengan warga sekitar kampus.

Namun demikian, masih banyak juga persoalanpersoalan di Unimal yang perlu saya tindak lanjuti nantinya untuk kita selesaikan. Persoalan yang pertama adalah menghilangkan faksi-faksi elemen kampus. Dengan membentuk kelompok-kelompok tertentu, seperti GPK dan lainnya. Persoalan seperti

Maka dari itu, langkah utama yang kita lakukan adalah transparansi internal. Baik menyangkut transparansi kebutuhan dosen/karyawan maupun transparansi pembangunan. Setelah transparansi internal kita lakukan, masyarakat ikut memberi aperesiasi dan respon positif kepada semua elemen kampus.

WartaUNIMAL | Edisi APRIL 2014

13


WAWANCARA

Rektor UNIMAL, Dr. Apridar, SE, M.Si Memberikan Sambutan Usai Penandatanganan Kerjasama Dengan Universiti Utara Malaysia

“

“Saya sudah meneken perjanjian kerjasama dengan tiga universitas di Jepang, Universitas Helsinki Finlandia, beberapa universitas di Malaysia dan Singapura. Tujuannya, kita dan universitas lain itu bisa duduk bersama membahas isu-isu dan berkontribusi pada pembangunan dunia, melakukan penelitian bersama.�

Jadi Unimal sudah bisa fokus pada peningkatan kualitas ? Momentum harmoni internal dan eksternal itu lah yang sedang kita gunakan saat ini untuk memajukan Unimal dengan program-program yang lebih banyak. Dengan respon yang baik, kita dapat lakukan apa saja. Baru-baru ini, tahun 2013 lalu, kita sukses melakukan konferensi international dengan melibatkan 16 delegasi dari berbagai Negara di dunia ini. Para tamu asing itu enjoy dan senang berkunjung ke Lhokseumawe dan Aceh itu. Kegiatan seperti itu, mendapat dukungan dari semua elemen

14

kampus. Bahkan elemen-elemen kampus yang selama ini tidak peduli, hari ini mereka memberi respon yang baik dalam agendaagenda pembangunan kampus. Ini menjadi tanda, bahwa Unimal memiliki peluang untuk menjadi universitas besar di Aceh nanti. Bagaimana dengan pembangunan fisik Unimal ? Terus kita tingkatkan. Tahun ini, dalam waktu yang singkat kita telah dan sedang membangun 7 laboratorium sekaligus. Awalnya dalam pembangunan itu pun terjadi riak-riak kecil. Namun dengan pendekatan soft yang kita lakukan baik dengan warga maupun internal kampus. Alhamdulillah pembangunan itu berjalan dengan lancar. Hal-hal seperti itulah yang diperlukan, keterbukaan dalam

Cendikia, Mandiri dan Islami

pembangunan menjadi penting dalam setiap fase pembangunan Unimal. Untuk fakultas apakah ada penambahan ? Ya. Kita berencana membuka Fakultas Ilmu Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dan FMIPA. Tentua dari dua fakultas itu akan banyak jurusan yang dibuka di Unimal. Izinnya sedang diurus di Kemendikbud. Tahun ini, adakah fakultas baru yang akan dibuka? Tahun ini, peningkatakan Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) menjadi Fakultas Kedokteran. Saya perkirakan, tahun ini sudah berdiri Fakultas Kedokteran di Unimal. Tentu, akan dibuka jurusan di bawah fakultas ini. Fakultas ini perkuliahannya di pusatkan di kampus Uteun Kot, Lhokseumawe. Ada lagi selain itu? Untuk pascasarjana, tahun ini akan dibuka pascasarjana


WAWANCARA

ilmu hukum dan pascasarjana ilmu administrasi negara. Dua pascasarjana itu akan menerima mahasiswa baru tahun ini. Waktu penerimaan mahasiswa baru akan diatur oleh Fakultas Hukum dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Sebelumnya, sudah ada pascasarjana ekonomi manajemen. Adakah tambahan pascasarjana lainnya? Untuk tahun 2015, kita akan buka juga pascasarjana untuk Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik Unimal. Mahasiswa pascasarjana akan dipusatkan di kampus Lancang Garam, Lhokseumawe. Pengembangan lainnya yang direncanakan? Peningkatan sumber daya manusia (SDM) dosen dan lulusan. Kita berharap, lulusan kampus ini memiliki kualitas di atas rata-rata. Sehingga, begitu lulus langsung diterima bekerja baik itu di instansi pemerintah atau swasta. Dosen juga terus kita dorong melanjutkan pendidikan S3 ke

berbagai negara di dunia. Berapa jumlah mahasiswa baru yang akan diterima di Unimal? Dari semua jalur masuk, baik itu SNMPTN, UMB dan SPMB lokal kita berencana menerima 6.000 mahasiswa baru dari seluruh jurusan yang ada. Kita imbau, agar kepala sekolah terus mengikuti perkembangan mekanisme pendaftaran mahasiswa baru ke Unimal. Sehingga, semua lulusan SMA/MA/SMK bisa mendaftar dan mengikuti seleksi masuk Unimal. Akhir-akhir ini, kerjasama dengan berbagai lembaga dalam dan luar negeri terus ditingkatkan, apa target dari kerjasama ini? Unimal harus go International, saya sudah meneken perjanjian kerjasama dengan tiga universitas di Jepang, Universitas Helsinki Finlandia, beberapa universitas di Malaysia dan Singapura. Tujuannya, kita dan universitas lain itu bisa duduk bersama membahas isu-isu dan berkontribusi pada pembangunan dunia, melakukan penelitian bersama. Selain itu, bisa juga pertukarang mahasiswa. Mahasiswa dari Helsinki misalnya bisa kuliah satu semester di Unimal. Begitu juga sebaliknya. Kerjasama ini saling menguntungkan. Respon universitas di luar negeri terhadap Unimal sangat baik. Bahkan, beberapa universitas juga meminta bekerjasama dengan kita.

Ke depan, kerjasama ini terus kita lakukan sehingga dosen dan mahasiswa Unimal dikenal di dunia internasional. Lalu, untuk dalam negeri? Dalam negeri juga sama. Saya sudah meneken kerjasama dengan Universitas Teuku Umar, Universitas Gajah Putih, Universitas Jabal Ghafur, dalam waktu dekat juga dengan universitas lainnya di Aceh. Sebelumnya kita sudah bekerjasama dengan Universitas Andalas Padang, Universitas Indonesia dan banyak lagi. Tujuannya agar kita bisa melakukan penelitian bersama, pertukaran mahasiswa dan saling mendukung kemajuan dunia akademis di kampus masingmasing. Hal ini sangat baik untuk kemajuan Unimal ke depan. Kabarnya ada kerjasama dengan Kejaksaan Negeri Lhoksukon juga? Kerjasama dengan kejaksaan itu dibidang bantuan hukum. Jadi, jaksa membantu kita dalam berbagai persoalan hukum perdata sesuai undang-undang yang berlaku.

Rektor UNIMAL, Dr. Apridar, SE, M.Si didampingi kepala Kerjasama dan HUMAS Mohd. Heikal, SE.,MM menyerahkan plakat penghargaan kepada Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah disaksikan Penasehat | Edisi APRIL 2014 Menteri Pertahanan RI bidang Ekonomi Andan GantoWartaUNIMAL di GOR UNIMAL Lhokseumawe.

15


RAGAM BERITA

FE Adakan Maulid

Fakultas Ekonomi Universitas Malikussaleh, Rabu, 26 Februari 2014, mengadakan maulid di kampus Bukit Indah, Lhokseumawe. Kegiatan itu dihadiri ratusan mahasiswa fakultas tersebut. Sebagai penceramah didaulat ustaz Nazlli Lc MA dari Lhokseumawe. Turut diadakan meudike (berzikir) dan pemberian santunan untuk puluhan anak yatim di kompleks kampus tersebut. Dekan Fakultas Ekonomi Unimal, Wahyuddin Albra menyebutkan kegiatan itu untuk memperingati hari kelahiran nabi Muhammad SAW. “Pemberian santunan itu sebagai bentuk perhatian fakultas ekonomi pada anak yatim di sekitar kampus. Kita harap, jangan dilihat dari nilainya, namun dilihat dari keikhlasan kami untuk berbagi pada sesama,” pungkas Wahyuddin. [MS]

Unimal Gelar Raker di Medan Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe menggelar rapat kerja (Raker) di Gran Kanaya Hotel, Medan, Sumatera Utara, 27-29 Desember 2013. Kegiatan itu diikuti oleh 220 ketua jurusan, kepala satuan kerja, dekan, pembantu rektor serta rektor universitas itu. Ketua panitia, M Ridwan MT kemarin menyebutkan kegiatan itu dibagi dua, para dekan, pembantu rektor serta Rektor Unimal duduk dalam satu forum untuk menyusun rencana kerja dan pengembangan Unimal selama satu tahun ke depan. “Akan disusun target-target yang hendak dicapai di tahun 2014,” terang Ridwan. Sementara itu, pada ruangan lainnya akan duduk pimpinan satuan kerja teknis yang membicarakan penyusunan anggaran dan mekanisme pertanggungjawaban anggaran. Sehingga, sambung Ridwan, penyusunan dan pencairan anggaran tepat waktu.

16

Cendikia, Mandiri dan Islami

Sementara itu, Rektor Unimal, DR Apridar menyebutkan pihaknya terus bekerja keras untuk memajukan universitas tersebut. “Kita harap, rapat ini menghasilkan target yang akan kita capai di tahun depan demi kemajuan Unimal. Sehingga, kampus ini semakin maju dan semakin mengakar di Aceh,” terang Apridar Dia mengajak seluruh sivitas akademika kampus tersebut kompak dan bekerja keras untuk kemajuan universitas itu. “Perlu kerjasama yang baik untuk memajukan lembaga pendidikan ini, sehingga ke depan Unimal menjadi salah satu perguruan tinggi yang menghasilkan pemimpin bangsa yang berkualitas dan jujur,” pungkas Apridar. (MS)

Kakak-Adik Lulus Cumlaude di Unimal KAKAK-Adik, Muhammad Firdaus Kamil dan Alwi Qatsir lulus cumlaude (dengan pujian) pada wisuda Universitas Malikussaleh, Sabtu, 20 Desember 2013 di aula kampus setempat, Desa Reuleut, Kecamatan Muara Dua, Aceh Utara. Keduanya merupakan lulusan Program Studi Pendidikan Dokter (PSPD) Unimal. Mereka tercatat lulus cumlaude bersama 33 mahasiswa lainnya di kampus tersebut. Rektor Universitas Malikussaleh Lhokseumawe, DR Apridar kemarin, menyebutkan pihaknya mewisuda 360 lulusan dari 20 jurusan di kampus tersebut, dengan rincian program pascasarjana ilmu manajemen 44 lulusan, fakultas teknik 68 lulusan, fakultas hukum 29 lulusan, fakultas ekonomi 107 lulusan, fakultas pertanian 13 lulusan, fakultas ilmu sosial dan ilmu politik 31 lulusan, dan program studi pendidikan dokter 68 lulusan.

“Wisuda kali ini merupakan angkatan dua belas. Kita harap seluruh lulusan mampu menjaga nama baik perguruan tinggi, serta mengabdikan ilmu yang diperoleh dari kampus ini pada masyarakat,” terang Apridar. Dikatakan, pihaknya berharap seluruh lulusan bisa berkontribusi sesuai bidang ilmu masing-masing untuk mewujudkan kemajuan pembangunan di Provinsi Aceh. Selain itu, sambung Apridar, pihaknya meminta agar seluruh lulusan turut serta membesarkan universitas tersebut.


RAGAMBERITA terang DR Apridar. “Sehingga lulusan masih memiliki hubungan yang erat dengan universitas ini. Mari sama-sama kita membangun Unimal agar lebih maju ke depan,” pungkas Rektor. Acara wisuda itu turut dihadiri ratusan orang tua mahasiswa. Diawali dengan pembukaan rapat senat terbuka oleh rektor setempat serta penyematan toga pada seluruh lulusan. [MS]

Dicontohkan, pihaknya bisa membantu biaya pembelian londspeker untuk meunasah dan lain sebagainya. “Kami bisa membantu dengn nilai sekitar 10 juta rupiah untuk masing-masing desa. Kita harap, bantuan itu bisa bermanfaat, “ pungkas Dr Apridar. (MS)

Rektor Silaturahmi dengan Keuchik

Mahasiswa Serahkan Surat Terbuka untuk Rektor Berisi Harapan Kemajuan Kampus

REKTOR Universitas Malikussaleh Lhokseumawe, DR. Apridar SE, MSi, Kamis, 19 Desember 2013, bersilaturahmi dengan para keuchik di lingkungan

kampus tersebut. Pertemuan berlangsung di ruang kerja rektor itu berlangsung hangat dan penuh tawa. Keuchik Lancang Garam, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Muslim meminta agar rektor mengembalikan satu program studi (Prodi) di kampus Lancang Garam. Sehingga, sambungnya, masyarakat Desa Lancang Garam bisa bisa merasakan dampak kehadiran Unimal di kawasan itu.

“Misalnya, rumah kos dan tokotoko di Lancang Garam selama ini sepi. Mahasiswa Pascasarjana jumlahnya sedikit. Jika satu Prodi saja dipindahkan ke kampus Lancang Garam, masyarakat kami sangat berterima kasih. Karena mahasiswa akan ramai mencari rumah kos dan toko-toko jadi ramai,” terang Muslim. Sementara itu, Rektor Unimal, Apridar menyebutkan permintaan keuchik tersebut akan ditampung dan akan ditindaklanjuti. “Tujuan silaturahmi ini agar kita saling mendukung untuk memajukan kampus ini. Kami juga berharap meski dengan dana terbatas bisa membantu rumah ibadah di masing-masing desa,”

PENGURUS Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Universitas Malikussaleh (Unimal), Selasa, 24 Desember 2013, menyerahkan 80 pucuk surat terbuka dari mahasiswa fakultas itu ke Rektor Unimal, DR H Apridar di ruang rektor setempat kemarin. Surat itu merupakan rangkaian kegiatan lomba mengirim surat terbuka untuk Rektor yang diselenggarakan BEM Fakultas Teknik dua pekan lalu. Ketua BEM Fakultas Teknik, Unimal Azhar menyebutkan dari 80 surat itu berisi harapan mahasiswa untuk kemajuan kampus tersebut, diantaranya mahasiswa berharap rektor membangun masjid di kompleks kampus setempat, koleksi buku di perpustakaan yang belum memadai, jalan kampus yang banyak dilewati sapi, kebersihan lingkungan kampus serta fasilitas pendukung kampus lainnya. “Harapan kami surat ini menjadi masukan untuk pembangunan Unimal tahun depan,” sebut Azhar. Sementara itu, Rektor Unimal, DR Apridar menyebutkan pihaknya menyambut positif surat terbuka yang dikirimkan mahasiswa tersebut. “Saya sudah terima 80 surat terbuka itu, saya akan baca seluruhnya. Secara umum saya pastikan, kami merespon positif harapan mahasiswa itu,” terang DR Apridar. Selain itu, sambung Rektor, surat tersebut ditulis dengan hati yang tulus dan mahasiswa sangat berharap ke depan Unimal semakin maju dan berkembang. Dikatakan, harapan mahasiswa tersebut menjadi motivasi semangat bagi pimpinan kampus untuk bekerja keras demi kemajuan kampus tersebut. “Cara mahasiswa memberikan masukan dan kritik dengan mengirim surat ini sangat bagus menandakan mahasiswa semakin dewasa, dan saya apresiasi itu,” terang Apridar. Ditambahkan, pihaknya mengimbau seluruh pimpinan fakultas, kepala satuan kerja dan pegawai di kampus tersebut bekerja keras dan memberikan layanan terbaik pada seluruh mahasiswa. Sehingga, mahasiswa semakin nyaman menimba ilmu di kampus tersebut. [MS]

WartaUNIMAL | Edisi APRIL 2014

17


RAGAMBERITA

“Dosen Unimal dan Unigha ke depan juga akan terlibat dalam penelitian bersama.”

Orasi di Gle Gapui ROMBONGAN Rektor Universitas Malikussaleh Dr H Apridar SE MSi berhenti di depan kampus Universitas Jagal Ghafur (Unigha) Pidie. Puluhan papan bunga berisi ucapan selama untuk 914 lulusan berjejer rapi. Rektor berjalan santai memasuki gedung rektorat berlantai dua dipadu dengan cat putih ucat. Di sampingnya berjalan Pembantu Rektor Bidang Kerjasama Iskandar Zulkarnaen. Lalu dibelakang mereka berurutan Dekan Fakultas Pertanian Jamidi, Kepala LPPM Yulius Darma, Kepala Biro Akademik Arif Rahman, Kepala Biro Keuangan Andrea Zulfa dan Kabag Kerjasama dan Humas Unimal Muhammad Heikal. Rektor Unigha, Prof Bansu I Ansari datang menyambut rombongan itu. Mempersilahkan ke ruang Rektor, duduk sejenak lalu mengikuti proses wisuda di Auditorium kampus yang terletak di Desa Gle Gapui, Sigli, Pidie. Kehadiran Rektor Unimal di kampus swasta tertua di Aceh tersebut menjadi peristiwa sejarah bagi kampus tersebut. Pasalnya, hari itu dua Rektor meneken perjanjian kerjasama. Bukan hanya itu, Rektor Unimal didaulat memberikan orasi ilmiah di depan ratusan putraputri terbaik Sigli. Dalam kerjasama itu, sebagian dosen Unigha akan melanjutkan pendidikan magister ke Unimal. Selain itu, mahasiswa Unigha juga bisa kuliah satu atau dua semester di kampus tersebut. “Dosen Unimal dan Unigha ke depan juga akan terlibat dalam penelitian bersama,’ terang Dr Apridar. Sementara, dalam orasi ilmiahnya, Dr Apridar menyebutkan untuk memecahkan berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat Aceh,

18

Cendikia, Mandiri dan Islami

harus dimulai dari membenahi sistem pendidikan di provinsi ujung Pulau Sumatera itu. “Seluruh kampus harus meningkatkan kapasitas dosen dengan begitu diharapkan bisa melahirkan lulusan yang diterima oleh pasar tenaga kerja,” ujar Apridar. Lebih jauh disebutkan, lulusan perguruan tinggi ke depan harus dididik untuk menjadi wirausaha, sehingga membuka lapangan kerja pada masyarakat. Pada akhirnya, sambung Apridar, lulusan perguruan tinggi akan berperan mengurangi angka pengangguran di Aceh.

“Sebagai kampus swasta tertua di Aceh, sudah saatnya, Unigha berperan aktif dalam membangun berbagai sektor di Aceh. Mendidik alumnus yang berkualitas dan berdaya saing di tingkat nasional dan internasional,” pungkas Dr Apridar. Tepuk tangan riuh menyambut orasi ilmiah yang berapi-api itu. Apalagi, Rektor menyitir bait puisi yang ditulis oleh Rektor Unigha pertama Nurdin Abdurrahman. Maka, lengkap sudah orasi ilmiah ditutup puisi yang fenomenal, membuat gedung Auditorium gemuruh menyambut penutupan orasi tersebut. Ya, itulah orasi di Gle Gapui yang menjadi sejarah penting untuk dua lembaga pendidikan tinggi di nanggroe ini. [MS]


RAGAMBERITA Unimal Peroleh Beasiswa Rp 150 Juta dari Lippo Group

Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe, Dr Apridar SE MSi mengatakan, universitas yang dipimpinnya itu masuk dalam kategori sepuluh perguruan tinggi negeri (PTN) yang menerima Bantuan Bagi Mahasiswa Berprestasi Lippo Group (BMB LG) sebesar Rp 150 juta. Unimal dipastikan termasuk dalam kelompok PTN yang menerima beasiswa tersebut setelah rektornya menerima pemberitahuan dari Theo L Sambuaga, President Lippo Group Jakarta dengan surat Nomor: LG/084/TLS/is/VII/13 tanggal 30 Juli 2013. Bantuan tersebut akan diserahkan secara simbolis pada Selasa, 27 Agustus 2013 di Nobu Bank Hall, Plaza Semanggi, Jalan Jenderal Sudirman Jakarta oleh Manajemen Lippo Group kepada sepuluh rektor PTN se-Indonesia.

Paling lambat tiga minggu setelah penyerahan secara simbolis, uang senilai Rp 150 juta itu sudah dapat diterima oleh masing-masing rektor. Bahkan tiket untuk penerimaan beasiswa itu pun ditanggung Lippo Group. Dana tersebut, kata Apridar, diberikan melalui rektor untuk membantu mahasiswa berprestasi, khususnya mahasiswa yang berasal dari latar belakang keluarga kurang mampu, tapi prestasi akademiknya menonjol. “Apa yang akan kami terima ini merupakan hal yang sangat menggembirakan, karena tekad kami untuk dapat memutuskan rantai kemiskinan melalui pendidikan mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Lippo Group. Dengan demikian, peluang bagi keluarga yang ekonominya kurang mampu bukan hambatan dalam melanjutkan pendidikan tinggi,” kata doktor jebolan Unsyiah ini. Dengan adanya SDM yang tinggi, katanya lebih lanjut, diharapkan kondisi ekonomi masyarakat juga akan terdongkrak dengan sendirinya. “Kami sangat bersyukur karena keinginan kami menyekolahkan orang yang kurang mampu sebanyak mungkin di Unimal makin mendapat respons dari berbagai pihak. Termasuk tambahan jatah Beasiswa Bidikmisi tahun ini yang diusulkan oleh Unimal tambahannya disetujui Dikti 300 orang,” ujarnya. Dengan adanya tambahan ini, kata Apridar, berarti persentase mahasiswa Unimal yang dibantu program Bidikmisi semakin besar. “Artinya, subsidi yang kami berikan kepada mahasiswa juga semakin besar. Semoga program mulia ini akan didukung oleh pemerintah daerah,” demikian Apridar. (serambinews.com)

PESERTA UMB BISA PILIH 5 PRODI Lhokseumawe - Para peserta yang akan ikut Ujian Masuk Bersama Perguruan Tinggi (UMB-PT) tahun ini mendapat kemudahan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika tahun-tahun sebelumnya, calon mahasiswa hanya bisa memilih maksimal tiga prodi, tahun ini mereka diperbolehkan memilih lima program studi (prodi) sekaligus. Informasi itu disampaikan Rektor Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara, Dr Apridar MSi, Minggu (2/3)

sore. Usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional UMB-PT 2014, Sabtu (1/3) di Jakarta. Dalam forum yang dihadiri para rektor se-Indonesia itu disepakati jadwal dan teknis UMBPT Tahun 2014. Hal-hal yang disepakati itu adalah: 1) Pendaftaran online mulai 23 Juni-30 Juli 2014, 2) Pembayaran di Bank BNI 23 Juni30 Juli 2014, 3) Cetak kartu ujian secara online 23 Juni-31 Juli 2014, 4) Ujian tulis pada 3 Agustus 2014, 5) Pengumuman hasil seleksi pada 10 Agustus 2014 pukul 00.00 WIB. Forum rektor tersebut juga menyepakati biaya pendaftaran. Untuk kelompok IPA atau IPS saja biaya formulirnya Rp 300.000 dan peserta boleh memilih untuk

lima pilihan (prodi). Untuk IPC (Ilmu Pengetahuan Campuran) harga formulirnya Rp 325.000, sedangkan prodi yang bisa dipilih, maksimum lima. Jika seseorang memilih IPA dalam UMB-PT (bukan SBMPTN, red) tahun ini, maka kelima pilihannya haruslah prodi IPA. Tapi, kalau dia tes melalui jalur IPC, maka ia boleh pilih sebagian Prodi IPA dan sebagian lagi IPS. Para rektor PTN se-Indonesia, kata Apridar, menyepakati ketentuan baru ini dengan tujuan supaya tersedia lebih banyak peluang bagi peserta UMB-PT untuk lulus di prodi yang diminatinya. (serambinews.com)

WartaUNIMAL | Edisi APRIL 2014

19


GALERIFOTO

Penandatangan Kerja Sama MoU antara UNIMAL dan KEJATI Aceh Utara.

Adnan Ganto, Dewan Pertimbangan UNIMAL dan Penasehat Menteri Pertahanan RI melakukan malam silaturahmi bersama Rektor UNIMAL, Dr. Apridar, SE, M.Si

Perwakilan UNIMAL mengikuti Post Graduate Course on Social and Ecological Market Economy di Brastagi Sumatera Utara

20

Cendikia, Mandiri dan Islami

Para pimpinan 5 PTN di jalur Timur Aceh menjajaki kerjasama

Suasana Rapat Kerja Unimal 2013 Di Grand Kanaya Hotel Medan

Pertemuan Rektor UNIMAL, Dr Apridar Abdurrahman, didampingi Pembantu Rektor IV, Iskandar Zulkarnaen dengan Wakil Bupati Aceh Tengah, Khairul Asmara, di Ruang Kerja Wabup Aceh Tengah


GALERIFOTO

Rektor bersama karyawan melakukan jalan santai menyambut Dies Natalis ke XII UNIMAL

Perwakilan BEM UNIMAL melakukan bakti sosial pasca gempa Takengon Aceh Tengah

Suasana Wisuda D3, S1 dan S2 UNIMAL tahun 2013.

*Sumber foto, HUMAS UNIMAL

Rapat Senat Terbuka Dalam Rangka Dies Natalis UNIMAL ke XII

Rektor Apridar didampingi Dewan Penasehat UNIMAL Adnan Ganto foto bersama dengan Penari Saman

Pembekalan Umum kepada Mahasiswa dalam rangka Kuliah Kerja Nyata

WartaUNIMAL | Edisi APRIL 2014

21


BERITAFAKULTAS

Melahirkan Calon

PENGUSAHA MAHASISWA lalu lalang melewati gerbang kampus Bukit Indah, Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe. Di samping kirikanan gerbang bercat putih itu berdiri gedung Fakultas Ekonomi. Di situlah, pusat administrasi dan perkualiahan kampus itu dilakukan. Fakultas itu didirikan sejak tahun 1986 silam. Saat itu masih berstatus swasta dibawah Yayasan Pendidikan Malikussaleh dan hanya memiliki program studi manajemen. Seiring perubahan status Unimal menjadi universitas negeri, fakultas ini pun mulai berbenah. Kini, manajemen fakultas membuka jurusan ekonomi akutansi, DIII kesekretariatan, ekonomi manajemen, dan ekonomi pembangunan. Tercatat 4.333 mahasiswa menimba ilmu di lima jurusan tersebut. Mereka diajarkan oleh 95 dosen. “Sebagian besar

22

Cendikia, Mandiri dan Islami

dosen itu sudah doktor, dan sebagaian lagi sedang melanjutkan pendidikan strata tiga. Kita terus dorong agar dosen ekonomi melanjutkan pendidikan dalam dan luar negeri,” terang Dekan Fakultas Ekonomi Unimal, Wahyuddin Albra. Untuk mendukung proses belajar mengajar, fakultas juga menyediakan laboratorium bahasa, komputer dan laboratorium perkantoran. Khusus bahan bacaan, fakultas itu menyediakan 1.302 judul buku pada perpustakaan fakultas. Jumlah buku bacaan itu, sambung Wahyu, akan terus ditambah dari tahun ke tahun. Bahkan, terangnya kini pihaknya berencana membuka jurusan ekonomi Islam. “Jurusan ini sangat dibutuhkan di Aceh, sesuai dengan daerah kita yang menerapkan syariat Islam,” terang Wahyu. Dikatakan, sejak tahun 2005 lalu, fakultas itu juga membuka program pascasarjana ilmu manajemen. Universitas Indonesia tercatat sebagai pembina magister sains manajemen tersebut. “Khusus pascasarjana itu kampusnya di Lancang Garam,” ujar Wahyu. Disebutkan, saat ini 85 persen lulusan fakultas itu telah bekerja di instansi pemerintah dan swasta. Bahkan, pihaknya juga mendirikan organisasi forum alumni untuk menjaga hubungan baik dengan alumnus fakultas itu. Diharapkan, organisasi alumni ini bisa memfasilitas lulusan fakultas itu dengan pasar lapangan kerja. “Selain


BERITAFAKULTAS bekerja di pemerintah dan swasta, lulusan kita juga menjadi pengusaha. Membuka lapangan kerja bagi orang lain,” ujar Wahyu. Seiring perubahan waktu, kampus itu kini fokus melahirkan calon pengusaha. Sehingga, lulusan fakultas itu tidak hanya dididik sebagai pekerja handal, namun bisa membuka usaha sendiri dan menciptakan lapangan kerja. Pihaknya, lanjut Wahyu juga membuka UKM Center. Lembaga ini mendidik mahasiswa agar mahir membuka usaha kecil dan menengah. Sehingga, begitu

lulus sudah memiliki usaha sendiri. Khusus kegiatan ekstrakurikuler mahasiswa, fakultas itu memiliki badan eksekutif mahasiswa, dewan perwakilan mahasiswa dan pada tingkat jurusan ada himpunan mahasiswa. Seluruh organisasi itu kerap menyelenggarakan kegiatan seminar, olahraga, seni dan lain sebagainya. Bahkan, mahasiswa fakultas itu juga menerbitkan majalah yang dikelola mahasiswa. “Kita terus dorong agar mahasiswa kreatif. Mereka aktif mengikuti berbagai even dan lomba di dalam dan luar Aceh. Jika mereka berprestasi otomatis kampus semakin di kenal,” sebut Wahyu. Kini,manajemen kampus berharap dukungan semua pihak untuk memajukan fakultas itu. Kerjasama yang baik antar

dosen, orang tua mahasiswa, dan manajemen kampus bedampak pada berhasilnya kampus itu mencapai visi sebagai lembaga terdepan dalam pengembangan ilmu ekonomi dan kewirausahaan, berbasis profesionalisme, moral dan etika. Semoga. [masriadi] Layanan dan fasilitas Gugus penjamin mutu, perpustakaan, laboratorium komputer, laboratorium bahasa, pusat bimbingan dan konseling, pusat pendampingan pembelajaran mata kuliah agama, Humas Media Center, Usaha Kecil dan Menengah Center (UKM Center), Galeri Bursa Efek Indonesia, Career Center, Tax Center dan lembaga manajemen.

Fakultas Pertanian Unimal

Gelar Kuliah Umum

Fakultas Pertanian Universitas Malikul Saleh (Unimal), Aceh Utara  menggelar kuliah umum kewirausahaan, dengan mengusung tema “Menciptakan mahasiswa dan sarjana agribisnis berjiwa enterpreneur”. Kuliah tersebut diisi oleh pemateri tunggal Founder Ayam Lepaas, Suparno, Kamis (31/10/2013). Suparno menyatakan bahwa untuk menjadi mahasiswa berjiwa interpreneur, mulai dari sekarang jangan pernah bermimpi menjadi pegawai negeri. Sebab, kalau bercita-cita menjadi pegawai negeri, maka bersiaplah menjadi pengangguran, karena formasi sedikit, tapi peminatnya banyak.

“Seperti handphone, begitu habis baterai, dicharger lagi, begitu juga dengan kita dalam mengisi semangat kita,” ujar Presiden Gerakan Wirausaha Aceh (Gwach) tersebut. Bila dibandingkan, luas lahan di Aceh yang berpenduduk empat juta jiwa, lebih luas dari pada provinsi lain di Indonesia yang memiliki penduduk puluhan juta seperti Jawa Timur, Jogja dan Jawa Tengah. Lalu kata Suparno kenapa tidak dimanfaatkan untuk mengembangkan bisnis dari bidang pertanian.

“Coba lihat sekarang, berapa banyak buah-buahan yang kita makan, barang-barang yang kita pakai itu produk kita sendiri, hampir tidak ada,

tusuk gigi saja diimpor, pentanyaanya, kapan maju kita?” tandas ayah dari lima anak tersebut.

Sementara Pembantu Rektor Unimal, Ferri Safriwardy dalam sambutannya berjanji bahwa mata kuliah kewirausahaan akan dijadikan kurikulum untuk setiap Fakultas di Unimal. Ia berharap apa yang disampaikan Suparno bisa menjadi modal bagi mahasiswa.

“Tujuannya supaya mahasiswa Unimal mampu membuka lapangan kerja ke depan,” ujarnya. (rel)

WartaUNIMAL | Edisi APRIL 2014

23


BERITAFAKULTAS

Lahirkan Lulusan BERJIWA MENGABDI

Dekan Fisip Fauzi Ma Menyerahkan Cenderamata Pada Prof Alo Liliwery Dari Nusa Tenggara Barat

LOKASI Jalan Sumatera, Kompleks Bukit Indah, Desa Blang Payang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, tampak selalu ramai dengan aktivitas muda-mudi terpelajar. Mereka adalah para mahasiswa yang sedang mengenyam ilmu di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Malikussaleh Lhokseumawe. FISIP Unimal didirikan tahun 1969 silam dengan nama awal Akademi Ilmu Agama. Pada tahun 1972 lembaga pendidikan ini berganti nama menjadi Yayasan Universitas Malikussaleh, di dalamnya dibuka tiga fakultas yaitu FISIP, Fakultas Syariah, dan Fakultas Hukura dan Pengetahuan Masyarakat. Seiring perkembangan, FISIP tumbuh semakin

24

Cendikia, Mandiri dan Islami

eksis dengan satu jurusan yaitu Ilmu Administrasi Negara. Baru pada tahun 2003, FISIP membuka empat jurusan baru yaitu jurusan Ilmu Komunikasi, Sosiologi, Antropoligi dan Ilmu Politik. Kini, jurusan Ilmu Administrasi Negara (IAN), Ilmu Komunikasi, dan Ilmu Politik telah terakreditasi dengan nilai B, sedangkan Sosiologi dan Antropoligi terakreditasi


BERITAFAKULTAS mahasiswa. Apalagi, BEM FISIP Unimal memang cukup padat dengan aktivitas, baik itu berupa bakti sosial, seni tari, dan sejumlah seminar dan pelatihan. Selain BEM fakultas, ada pula Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), serta himpunan di masing-masing jurusan. Namun, khusus di jurusan Ilmu Komunikasi, para mahasiswa mendirikan sejumlah komunitas, seperti Komunitas Fotografi, Jurnalistik, dan Komunitas Perfilman. “Ini memperdalam kemampuan mereka di tiga bidang itu. Karena, belajar di kampus jam kuliah terbatas, jadi kita sangat mendukung lahirnya komunitas tersebut,” ujar Fauzi MA.

“Sebagai fakultas sosial, kita lebih banyak fokus

pada persoalan sosial di sekitar masyarakat. Untuk itu, kita targetkan lulusan FISIP harus memiliki jiwa pengabdian sesuai bidang ilmunya masing-masing,” terang Dekan FISIP Unimal Fauzi MA. dengan nilai C. “Sebagai fakultas sosial, kita lebih banyak fokus pada persoalan sosial di sekitar masyarakat. Untuk itu, kita targetkan lulusan FISIP harus memiliki jiwa pengabdian sesuai bidang ilmunya masingmasing,” terang Dekan FISIP Unimal Fauzi MA. Kini fakultas itu memiliki 1.604 mahasiswa dan 945 alumni tersebar dari lima jurusan. Sementara dosen berjumlah 67 orang PNS, 4 honorer, dan 11 dosen luar biasa. Tiga dari 67 dosen PNS bergelar doktor, selebihnya sedang menimba ilmu magister di sejumlah kampus dalam dan luar negeri. Untuk mendukung kegiatan belajar-mengajar, fakultas itu memiliki perpustakaan dengan 3.000 judul buku. “Untuk laboratorium ada di

masing-masing jurusan. Khusus untuk Ilmu Komunikasi, peralatan di laboratorium itu belum memadai. Mereka belum memiliki studio siaran. Kita terus upayakan, agar jurusan itu memiliki studio siaran,” sebut Fauzi. Ditambahkan, kini pihaknya telah bekerjasama dengan Universitas Padjadjaran Bandung, Universitas Andalas Padang, Universitas Sumatera Utara, Medan, dan Universitas Teuku Umar, Meulaboh. Kreativitas Mahasiswa SEPERTI halnya di lembaga pendidikan tinggi lainnya, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Malikussaleh Lhokseumawe juga memiliki sejumlah organisasi kemahasiswaan. Tidak hanya sebatas badan eksekutif dan dewan perwakilan, para mahasiswa FISIP Unimal juga melatih diri melalui perkumpulan (komunitas) yang sesuai dengan bakat dan minat masing-masing.

Fauzi mengatakan, seluruh kegiatan ekstrakurikuler dilakukan oleh sejumlah organisasi mahasiswa tersebut. “Fakultas tidak akan membatasi jenis kegiatan yang dilakukan mahasiswa. Sejauh kegiatan itu positif, kita tetap mendukung,” terang Fauzi. Ia menyebutkan, kini mahasiswa semakin kreatif menyelenggarakan berbagai jenis kegiatan. “Bahkan kegiatan seni tari, puisi dan lain sebagainya pun kerap dilakukan mahasiswa. Tidak hanya melakukan seminar dan pelatihan yang sifatnya ilmiah. Mahasiswa juga sering buat acara yang berbau sastra, seni dan budaya,” pungkas Fauzi. [MS]

Sebagai lembaga kemahasiswaan tertinggi, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP tentunya menarik minat besar dari para

WartaUNIMAL | Edisi APRIL 2014

25


BERITAFAKULTAS FAKULTAS HUKUM

Akan Buka PROGRAM S-2 HUKUM SEJUMLAH dosen dan karyawan terlihat sibuk di gedung pusat administrasi Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh di Jalan Jawa, Kompleks Bukit Indah, Desa Blang Pulo, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, kemarin. Fakultas itu didirikan 16 Mei 1980 di bawah Yayasan Perguruan Tinggi Islam Lhokseumawe yang kemudian berganti nama jadi Yayasan Universitas Islam Malikussaleh.

Tahun 1981, fakultas ini berganti nama menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Hukum dan Pengetahuan Masyarakat, dan tahun 1989 Sekolah Tinggi Ilmu Hukum kembali bergabung ke Universitas Malikussaleh. Kini, fakultas itu memiliki satu jurusan yaitu Ilmu Hukum dengan tiga konsentrasi yaitu hukum perdata, pidana, dan hukum tata negara.

26

Dekan Fakultas Hukum, Unimal, Sumiadi MHum, mengatakan, kini pihaknya berencana membuka program pascasarjana (S-2) Ilmu Hukum di fakultas itu. “Izinnya sudah ada. Tinggal kita tentukan jadwal penerimaan mahasiswa baru,” harapnya. Ia menyebutkan, kini fakultas tersebut memiliki 685 mahasiswa, dengan alumni sebanyak 500 orang yang telah bekerja di berbagai perusahaan swasta dan pemerintah. Sebagian besar alumnus fakultas itu memilih menjadi pengacara. “Sekarang, kita terus berusaha meningkatkan mutu SDM para dosen dengan mengirimkan mereka untuk kuliah S2 dan S3. Saat ini, 14 dosen sedang studi S3, dan lima orang sedang studi S2,” jelasnya. Eskul Mahasiswa Kelompok olahraga seperti tim futsal, bola kaki dan kelompok tarian paling diminati mahasiswa Fakultas Hukum, Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe. Dekan Fakultas Hukum, Unimal, Sumiadi MHum, menyebutkan di fakultas itu ada sejumlah organisasi mahasiswa sebagai wadah melatih kreatifitas mahasiswa. Organisasi itu, sebutnya, antara lain kelompok tarian, kelompok futsal, sepakbola, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Lembaga Dakwah Fakultas (LDF). Selain itu, mahasiswa yang mengambil konsentrasi jurusan, juga didirikan himpunan mahasiswa untuk mahasiswa hukum perdata, pidana, dan hukum tata negara.

Cendikia, Mandiri dan Islami

“Kami selalu mendukung apa pun kegiatan yang dilakukan mahasiswa di masing-masing organisasi. Itu sebagai bentuk kreativitas mahasiswa, jadi sudah sepatutnya kita dukung,” sebut Sumiadi didampingi Wakil Ketua BEM Fakultas Hukum Unimal, Sudi Arta Thin. Ditambahkan, selama setahun terakhir berbagai ajang telah diikuti oleh organisasi mahasiswa (Ormawa) tersebut. Seperti memberikan santunan untuk anak yatim di Desa Blang Pulo, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, November lalu. “Kini tim bola kaki sedang mengikuti turnamen yang diselenggarakan BEM FISIP Unimal,” sebut Sumiadi. Sedangkan, kelompok tari beberapa waktu lalu menjuarai Unimal Art Competition. Ditambahkan, pihaknya terus bekerja sama dengan Ormawa untuk memajukan fakultas tersebut. “Semakin banyak mahasiswa fakultas hukum tampil di berbagai even, maka masyarakat semakin mengenal fakultas hukum Unimal baik tingkat Aceh maupun nasional. Semoga ke depan, fakultas ini semakin maju dan berkembang,” pungkasnya. [MS]


MENCETAK LULUSAN

SIAP PAKAI

“Dalam tiga tahun terakhir, prodi Teknik Informatika paling banyak peminatnya. Ke depan kita rencakan ada penambahan prodi baru, dan sekarang masih dalam proses, karena tim asesor Dikti sudah pernah turun ke tempat kami,” Dekan Fakultas Teknik Unimal, Ir T Hafli ST, MT. PROFIL KAMPUS Didirikan Jurusan

: 1982. : Teknik Sipil, Mesin, Elektro, Kimia dan Teknik Industri. Prodi : Teknik Arsitektur dan Teknik Informatika Dosen : 156 orang Mahasiswa : 2.300 orang Seluruh jurusan memiliki laboratorium Prestasi • Juara satu teknologi tepat guna tahun 2011 se Aceh di Banda Aceh • Juara harapan dua tingkat nasional teknologi tepat guna di Sulawesi 2011 • Juara tiga teknologi tepat guna se Aceh tahun 2009 • Juara Satu Sepakbola Se Aceh tahun 2010 di Lhokseumawe • Juara dua Syarhil quran tingkat nasional di Lhokseumawe tahun 2009 • Juara dua kaligrafi tingkat nasional tahun 2009 di Lhokseumawe • Juara satu karate se Aceh tahun 2009 di Banda Aceh • Juara dua pomda tahun 2011 di Meulaboh

WartaUNIMAL | Edisi APRIL 2014

27


BERITAFAKULTAS

FAKULTAS Teknik Universitas Malikussaleh didirikan pada tahun 1982, di Lancang Garam Kecamatan Banda Sakti Lhokseumawe dengan jurusan pertama Teknik Sipil, kemudian teknik mesin. Namun, sekarang fakultas tersebut telah memiliki lima jurusan dan dua program studi (prodi). Dua prodi itu, Teknik Arsitektur dan Teknik Informatika, yang dibuka tahun 2003 silam. Sekarang proses belajar berlangsung di kampus utama Desa Reuleut Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara. Fakultas Teknik kini memiliki 3.200 mahasiswa. Mereka dididik oleh 156 dosen alumnus magister dan lima doktor. “Dalam tiga tahun terakhir, prodi Teknik Informatika paling banyak peminatnya. Ke depan kita rencakan ada penambahan prodi baru, dan sekarang masih dalam proses, karena tim asesor Dikti sudah pernah turun ke tempat kami,”kata Dekan Fakultas Teknik Unimal, Ir T Hafli ST, MT. Disebutkan, dari seribuan alumni yang telah dilahirkan, mayoritas mereka sudah bekerja pada perusahan lokal dan luar negeri serta membuka usaha sendiri. Untuk meningkatkan kualitas lulusan

28

yang siap pakai, pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan berbagai Universitas lokal, di luar Aceh, bahkan sampai kampus luar negeri. “Dengan adanya kerjasama dengan kampus lain, mahasiswa kita nanti bisa magang, kemudian nanti dosen juga bisa belajar ke kampus tersebut. Bahkan yang paling penting adalah bisa kerjasama dalam penelitian,”katanya. Upaya lain selain terus melengkapi sarana pendukung untuk mahasiswa seperti lab juga memperbanyak praktek. “Tiap tahun kita dorong supaya dosen aktif melakukan penelitian, dalam penelitian itu kita libatkan para mahasiswa, sebagai proses belajar, sehingga memudahkan mereka dalam penyusunan skripsi,”katanya. Kemudian juga mengadakan sejumlah kegiatan seperti workshop kemudian pelatihan. Kemudian bagi mereka yang berprestasi akan diprioritaskan untuk mendapat beasiswa. Aktivitas Mahasiswa

Fakultas ini memiliki tim sepakbola yang tangguh. Sebab mayoritas mahasiswa memiliki kemampuan dalam bermain sepakbola yang sudah pernah bergabung dalam club ternama di Aceh Utara dan Lhokseumawe. Sehingga ketika ada turnamen tingkat universitas, banyak mahasiswa teknik yang memperkuat tim universitas.

Cendikia, Mandiri dan Islami

Bahkan setiap akhir semester Badan Ekeskutif Mahasiswa (BEM), selalu mengadakan turnamen sepakbola liga teknik, kemudian di tingkat himpunan mereka juga mengadakan turnamen antar angkatan. Tujuan turnamen ini selain untuk memperkuat kekompakan mereka, juga untuk menyeleksi mahasiswa yang pandai bermain sepakbola,” kata Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswa Fakultas Teknik Edwarsyah. Karena memiliki tim tangguh, pada tahun 2010, mahasiswa teknik berhasil meraih juara satu se Aceh di Lhokseumawe. Selain itu, juga banyak mahasiswa teknik yang berprestasi di tingkat Unit Kegiatan mahasiswa (UKM). “Memang mahasiswa kita mendominasi dalam setiap organisasi tingkat universitas,”kata Edwarsyah. Diantaranya di UKM Pecinta Alam, kemudian di Mahasiswa Militer, di KSR PMI unit 04 dan juga UKM Perkedo, termasuk dalam BEM Universitas, Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), dan juga Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM). “Meskipun mereka aktif di organisasi tingkat kampus, tapi mereka tetap saling membantu ketika ada kegiatan yang diadakan oleh BEM dan juga himpunan,”katanya. Proses mendeteksi minat dan bakat mahasiswa dilakukan pada saat orientasi pengenalan kampus. Proses pembinaan awal mahasiswa baru dilibatkan dalam organisasi di tingkat himpunan. Setiap tahun banyak kader dari fakultas teknik yang mampu menjadi pengurus inti dalam organisasi tingkat universitas. “Kita selalu memotivasi mahasiswa untuk aktif dalam organisasi, tapi kita juga selalu berpesan supaya mahasiswa bisa menyelesaikan pendidikannya tepat waktu,”katanya. [MS]


INFOPENELITIAN lele di Banda Aceh mencapai 5 ton per hari. Seiring perjalanan waktu, kini pelanggan usaha itu merambah ke dataran tinggi Aceh Tengah. Di tempat pembibitan lele itu terdapat 50 ekor induk lele Sangkuriang yang didatangkan dari Sukabumi,  Jawa Barat dan 30 ekor lele phyton dari Sleman, Yogyakarta.

Ketua Lppm Yulius Dharma Memperlihatakan Benih Lele

LPPM dan Geliat Budidaya

IKAN LELE

Sukmadi (31) mengusap peluh di keningnya, akhir Februari lalu. Dia baru saja selesai mengontrol air pada kolam berbahan terpal di lokasi pembibitan lele Desa Hagu Selatan, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe. Di langit, matahari tersenyum pucat. Malu-malu menampakkan diri. Sinarnya menerobos jejaring yang di pasang menaungi kolam berisi ribuan ekor benih lele yang menari riang. Kecipak air membuncah ketika lele kecil yang dipisah sesuai umur itu berenang. Menikmati dinginnya air di kolam buatan tersebut. Ya, itulah lokasi pembibitan lele yang dirintis Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM), Universitas Malikussaleh. Sukmadi tak sendiri. LPPM mengembangkan pembibitan lele terhadap puluhan petani tambak lainnya di kota itu. Setahun terakhir, bisnis ikan lele semakin menggiurkan di Aceh. Peminatnya dari tahun ke tahun terus bertambah. Konsumen sadar, protein ikan itu sangat baik untuk kesehatan tubuh. Kecintaan Sukmadi terhadap ikan lele tak main-main. Guna mengenal lebih dekat budidaya

ini, pria asal ke Brebes, Jawa mendalami ilmu dari Balai Benih Tengah.

ikan Pidie itu belajar sampai Tengah,  pada 2009. Dia pembibitan lele langsug Ikan Tawar (BBIT) Jawa

  “Peluang usaha lele di Aceh sangat besar. Namun, belum ada usaha pembibitan. Jadi,  selama ini bibit lele berjenis jumbo itu didatangkan dari Medan dan tiba dalam kondisi sudah lemas bahkan banyak yang mati, makanya petani tambak merugi,” ujarnya. Lalu, pria ini terdiam. Matanya tajam melihat lele berlarian dalam kolam. Di sampingnya, Ketua LPPM, Yulius Darma turut mendampingi. Yulius menyebutkan pembibitan itu dirintis awal tahun lalu. “Gagasan ini lahir untuk menjawab tingginya permintaan pasar,” kenang Yulius.  Sampai saat ini, pihaknya kewalahan dan tidak mampu memenuhi pesanan pelanggan yang datang dari berbagai daerah di sepanjang pantai timur Aceh. Untuk Lhokseumawe saja, kebutuhan lele mencapai 1 ton per hari. Kebutuhan

Dikatakan, siklus lele dimulai dari perkawinan induknya yang kemudian menghasilkan telur dan berkembang menjadi larva. Setiap harinya bibit lele itu diberi pakan tiga kali dengan jenis pakan bervarisasi tergantung umurnya. Bibit ini dibesarkan selama 2 – 2,5 bulan untuk menghasilkan lele berukuran 2 – 3 cm. Bibit bibit itu kemudian dilepas ke pasar dengan harga berkisar Rp 250 – Rp 300 per ekor. “Sementara untuk air diganti setiap dua minggu sekali atau disesuaikan dengan kondisi. Suhu di Aceh relatif panas cocok untuk habitat lele,” sebut Yulius. Sukmadi menambahkan, hal terpenting dalam budidaya lele adalah pakan dan kemurnian air. Kedua hal ini menentukan kualitas lele dan tentu saja mempengaruhi citarasa yang ditawarkan. Kini, Yulius dan LPPM membina usaha sejenis pada sejumlah desa binaan di Aceh Utara dan Lhokseumawe. Berharap, usaha itu bisa mensejahterakan petani tambak yang dibina, sebagai bentuk pengabdian perguruan tinggi pada masyarakat di sekitar kampus tersebut. Sehingga, pada akhirnya, kampus memberikan bukti nyata pada masyarakat. “Sangat senang bisa melihat masyarakat yang kami dampingi berhasil dan bisa lebih sejahtera dari sebelumnya,” pungkas Yulius. [masriadi]

WartaUNIMAL | Edisi APRIL 2014

29


OPINI

ACEH YANG

BERDAYA SAING Oleh : Mohd. Heikal, SE, MM Kepala Kerjasama dan Humas pada Universitas Malikussaleh (Unimal), Lhokseumawe. Email: heikal47@yahoo.com

“A leader is a dealer in hope”...

Ungkapan Kaisar Napoleon Bonaparte suatu ketika. Tentu ungkapan ini menjadi sesuatu yang kita harapkan pada para pemimpin di Aceh agar menggunakan nurani masa lalu dan logika masa depan untuk menjadikan Aceh sebagai daerah yang memiliki keunggulan bersaing.”

Aceh telah mengukir dan lahir dari jalan sejarah yang unik dibandingkan dengan provinsi lain di Nusantara ini. Jadi, wajar ketika persoalan identitas adalah sesuatu yang mutlak mencerminkan jalan sejarah tersebut, karena Aceh memang beda dalam relasinya dengan Indonesia. Setelah masa rekonstruksi dan rehabilitasi baik akibat konflik dan tsunami, maka melihat fase dari pemerintahan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf ini cenderung sebagai stage of development (tahapan pembangunan). Karena sejatinya saat ini kita sangat mengharapkan proses pembangunan untuk mewujudkan masyarakat Aceh yang sejahtera dapat berjalan secara optimal. Atas dasar tersebut maka pemerintahan ini harus mempu membangun Aceh dengan segenap potensi yang dimilikinya menjadi provinsi yang memiliki daya saing. Michael Porter, seorang guru besar bidang strategi dan keunggulan bersaing dari Harvard Business School mengatakan, keunggulan daya saing yang berkelanjutan (sustainable) hanya dapat dicapai melalui aktivitas yang tidak dapat atau sulit ditiru oleh pesaing. Maka dalam hal ini Aceh sebagai daerah yang memiliki keunikan dalam hampir semua kehidupannya memiliki potensi akan keunggulan daya saing dibandingkan dengan provinsi lain di Indonesia. Syariat Islam Yusuf Qardhawi dalam bukunya Min Fiqh al-Daulah fi al-Islam dan Madkhal li Diraasat al-Syariah alIslamiyah meyakini bahwa syariat Islam merupakan tata aturan yang sempurna dan mencakup berbagai aspek kehidupan manusia. Bagaimana mengeksploitasi syariat Islam dari sisi

30

Cendikia, Mandiri dan Islami

muamalah inilah menjadi hal penting dalam membangun keunggulan daya saing bagi Aceh. Di Indonesia hanya Aceh satu-satunya provinsi yang dibenarkan oleh undangundang untuk menerapkan syariat Islam. Kita lupa bahwa syariat Islam adalah intangible asset (kekayaan tak berwujud) yang sangat bernilai saat ini, hanya saja persoalannya adalah dangkalnya pemahaman kita tentang agama yang rahmatan lil ‘alamiin ini sekalipun kita terkenal sangat fanatik. Sesuatu yang lebih penting adalah bagaimana menerjemahkan aset berharga itu sebagai competitive advantage (keunggulan bersaing) dalam kebijakan dan keberpihakan pemerintah melalui pembangunan, baik sarana dan prasarana yang mendukung upaya tersebut. Arah dari terwujudnya syariat Islam sebagai keunggulan bersaing adalah ada pada tiga sektor penting yang akan menjadi primadona masa depan. Yaitu bagaimana Aceh menjadi Centre of Islamic Finance, Islamic Food, and Islamic Fashion. Aceh dan Islam adalah sesuatu yang tidak bisa dipisahkan, jadi sebenarnya secara marketing Aceh telah menjadi sebuah brand (merek) yang memiliki ekuitas yang sangat tinggi.  Sektor unggulan Pemerintah harus membuat pemetaan yang operasional dalam menjadikan tiga F ini


sebagai sektor unggulan baru di Aceh, terutama dalam menghadapi ASEAN Economic Community (AEC) pada 2015 nanti. Hal ini bukan tidak mungkin dapat diwujudkan jika masyarakat Aceh memiliki kesadaran kolektif untuk mengubah jiwa dan semangat perlawanan terhadap ketidakadilan dan kesewenang-wenangan menjadi etos untuk melakukan perubahan dalam membangun kemandirian ekonomi lokal. Secara keuangan Aceh bukan provinsi terkaya di Indonesia, namun dapat menjadikan pusat riset ekonomi Islam untuk dunia. Ini bisa dilakukan dengan cara mendorong perguruan tinggi agar melahirkan sumber daya manusia yang berkaitan dengan hal tersebut. Universitas Malikussaleh (Unimal), misalnya, layak dijadikan sebagai institusi pendukung bagi terwujudnya Aceh sebagai center of Islamic Finance, karena letaknya di wilayah bekas kerajaan Samudera Pasai yang secara ekonomi pernah melahirkan mata uang emas yang bercirikan Islam dan dianggap sebagai mata uang tertua dalam kerajaan Islam di wilayah Asia Tenggara. Jadi spirit of palace itulah yang menjadi penguat utama, mengapa Unimal perlu mengambil peran dengan dukungan dari pemerintah Aceh. Melihat potensi pasar makanan halal yang begitu besar ditambah lagi dengan makanan halal saat ini telah menjadi kebutuhan dan trend di negara-negara nonmuslim, maka sudah seharusnya Aceh yang mayoritas penduduknya adalah muslim dan label Islam telah melekat kuat mestinya pemerintah dapat melakukan terobosan kreatif dengan

mengundang investor untuk memproduksi makan dan minuman halal di Serambi Mekkah ini.  

Aceh harus menjadi pusat industri penyediaan pangan halal yang secara nasional baru 0.07% industri tersertifikasi halal dari total industri yang ada di Indonesia. Kehadiran industri tersebut akan mempercepat pertumbuhan ekonomi Aceh yang hingga saat ini masih sangat bergantung pada sektor migas. Sektor ketiga dengan menjadikan syariat Islam sebagai keunggulan bersaing adalah fashion (busana muslim). Pernahkah larangan penggunaan pakaian ketat kemudian kita jadikan sebagai stimulan untuk melahirkan industri garment busana muslim di Aceh? Kota Bandung adalah salah satu kota di Indonesia yang menjadi pusat busana muslim terbesar, banyaknya konveksi maupun garment telah membuat kota kembang tersebut melahirkan eventevent yang berkaitan dengan busana muslim secara nasional. Peluang besar Munculnya hijabers community adalah peluang besar untuk memulai lahirnya pusat industri busana muslim di Aceh. Beberapa tahun lalu saya terkejut ketika melintasi sebuah kota kecil di Sumatera Barat antara Payakumbuh dan Kota Padang yang menjadi pusat grosir kerudung bahkan diekspor ke Malaysia. Memang tidak mudah untuk mewujudkan hal tersebut, saat ini ada beberapa konveksi yang semi garment hadir di Aceh, namun tidak berkembang dengan baik karena harganya yang tidak kompetitif dengan produk luar. Ini disebabkan karena mahalnya ongkos produksi terutama bahan baku. Solusinya adalah menjadikan sabang sebagai pintu masuk raw material bagi industri-industri tersebut. Untuk menjadikan Aceh sebagai center of Islamic Fashion setidaknya harus didukung oleh tiga hal utama disamping ketersediaan bahan baku yang mudah dan murah (bukan murahan), yaitu design (desain), distribution (distribusi), dan event

atau integrated marketing communication (komunikasi pemasaran terpadu). Lihat saja keberhasilan Jember Fashion Carnaval di sebuah kota kecil yang menyedot perhatian ratusan ribu orang dari dalam dan luar negeri menyaksikan peragaan busana di jalan sepanjang 3,6 kilometer. Padahal busana yang ditampilkan tidak luar biasa, namun yang menjadikannya luar biasa adalah ide dan kreativitas serta inovasinya. Lalu, bandingkan dengan pawai 1 Muharram setiap tahun baru Hijriyah yang kita peringati dengan tidak membawa dampak signifikan serta hampa makna. Mengapa Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Aceh tidak menggagas International Islamic Fashion dengan menjadikan sepanjang jalan dari Meuligoe Gubernur Aceh sampai Mesjid Baiturrahman sebagai catwalk bagi peragaan busana muslim setiap tahun seperti JFC, sehingga Aceh menjadi trend setter bagi industri busana muslim yang pada gilirannya akan mendorong tumbuhnya sektor lain seperti jasa dan transportasi. Aceh yang berdaya saing pada 2020 bukanlah sebuah mimpi belaka, karena secara alamiah semua manusia itu adalah pemimpi dan mimpi adalah bagian penting dari masa depan, demikian ungkap McDaniel dan Gitman dalam bukunya The Future of Business; The Essential. Maka faktor kepemimpinan menjadi sangat penting dalam membuat mimpi menjadi kenyataan. Bagaimana implementasi, evaluasi dan kontrol yang tepat dan akurat dalam pelaksanaan setiap program pembangunan di sinilah letak arti strategis dari ungkapan Napoleon di atas. Wallaahu a’lam bisshawab.

WartaUNIMAL | Edisi APRIL 2014

31


INFOPENELITIAN

BEREBUT DANA PENELITIAN Dosen Mengikuti Pelatihan Penyusunan Proposal Penelitian

“Selama ini, banyak dosen baik di Unimal maupun universitas lainnya di Indonesia tidak mendapatkan dana hibah penelitian karena kurang paham menyusun proposal sesuai keinginan funding.” Yulius Darma Ketua LPPM

PAGI itu, puluhan dosen dari berbagai jurusan di Universitas Malikussaleh (Unimal) berkumpul di Aula Meurah Silue, kampus tersebut berlokasi di Desa Lancang Garam, Lhokseumawe, akhir Januari lalu. Ruam sejuk dari air conditoner (AC) membuat mereka nyaman mengikuti pelatihan metodologi penelitian. Pelatihan itu mendaulat Prof Muhammad Zarlin, Dekan Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi, Universitas Sumaetara Utara sebagai pembicara.

dosen bisa berkembang, baik dari sisi teori, praktis, dan mengasah kepekaan terhadap probem masyarakat. “Dari penelitian ilmiah ini pula, dosen bisa berkontribusi menyelesaikan masalah yang dihadapi masyarakat dan hasilnya bisa direkomendasikan pada pemerintah dan lembaga lainnya,” sebut Yulius.

Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unimal memfasilitasi pelatihan tersebut. Tujuannya agar dosen dari kampus yang mengusung nama besar Sultan Malikussaleh itu memenangkan dana hibah penelitian dari Direkrorat Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun ini.

Selama ini, Dikti menyediakan miliaran dana penelitian untuk dosen di Indonesia. Dana itu diberikan untuk meneliti berbagai masalah masyarakat, dari isu ekonomi sampai psikologi, dari semiotika sampai budaya. “Dan banyak isu penelitian lainnya yang bisa diusulkan oleh dosen untuk mendapatkan dana hibah penelitian itu,” tegas Yulius.

Sesekali tawa pecah dari peserta. Prof Muhammad Zarlin menyampaikan materi dengan rileks dan sistematis. Mengajak peserta memahami teknik menyusun proposal penelitian sesuai dengan format yang diinginkan Dikti. “Selama ini, banyak dosen baik di Unimal maupun universitas lainnya di Indonesia tidak mendapatkan dana hibah penelitian karena kurang paham menyusun proposal sesuai keinginan funding (donatur-red),” sebut Ketua LPPM, Yulius Darma, barubaru ini. Padahal, sambung Yulius, melakukan penelitian merupakan kewajiban bagi dosen. Sehingga, melalui kerja ilmiah itu kapasitas

32

Cendikia, Mandiri dan Islami

Kini, sambung Yulius, usai pelatihan, diharapkan seluruh peserta bisa berlomba merebut dana hibah penelitian dari Dikti. Sehingga, semakin banyak penelitian yang dilakukan, diharapkan berdampak positif untuk kemajuan bangsa. [masriadi]


RAGAMBERITA

KETIKA MAHASISWA MENERBITKAN MAJALAH BERITA SEPEKAN terakhir ini, Andra Supriatna terlihat sibuk. Dia mondar-mandir dari ruang kuliah ke ruang redaksi Economic Magazine. Ya, dia pemimpin redaksi perdana majalah berita yang dikelola mahasiswa Fakultas Ekonomi, Universitas Malikussaleh. Kesibukan Andra semakin menjadi-jadi tatkala deadline berita telah tiba. Menyiapkan berita untuk 40 halaman majalah itu bukan pekara gampang. Dia harus mengkoordinir temantemannya yang menjadi wartawan majalah kampus itu. “Saat ini, seluruh materi berita sudah masuk untuk edisi perdana. Kami sedang menyiapkan layout majalah, kami targetkan paling telat terbit akhir April atau awal Mei mendatang,” sebut pria bertubuh jangkung itu. Sebelumnya, Andra bersama 30-an mahasiswa Fakultas Ekonomi menggelar pelatihan intensif di Aula fakultas tersebut. Pelatihan itu mendaulat tiga jurnalis Lhokseumawe yaitu Ayi Jufridar, Zainal Bakri dan

Masriadi Sambo sebagai pemateri. Tujuannya, untuk melatih awak redaksi teknik menulis berita, feature, dan liputan mendalam. Bukan hanya itu, pemateri juga melatih mahasiswa manajemen pers kampus. Sehingga, mahasiswa bisa mengelola redaksi majalah secara profesional. “Secara rutin, kami juga akan menghadirkan pemateri lainnya untuk melatih awak redaksi menulis dengan baik. Sehingga, apa yang disajikan majalah kami bisa mudah dicerna pembaca,”ungkap Andra. Selain itu, majalah tersebut bertujuan untuk memperkenalkan kampus tersebut ke pembaca. “Targetnya, siswa SMA/SMK/MA juga bisa mengenal kampus lewat majalah itu,”ujar Andra. Selain itu, sambung Andra,harapan mahasiswa tentang kemajuan kampus juga bisa disampaikan lewat majalah tersebut. Sementara itu, salah seorang pemateri pelatihan, Ayi Jufridar menyebutkan awak redaksi majalah tersebut telah memiliki kemampuan dasar jurnalistik. “Sehingga, tinggal berlatih lebih rajin menulis, pasti mereka bisa menulis dengan baik dan benar,” terang Ayi. Sementara, Dekan Fakultas Ekonomi, Universitas Malikussaleh, Wahyuddin Albra menyebutkan pihaknya mendukung langkah mahasiswa menerbitkan majalah tersebut.

Majalah itu, sambung Wahyu, bisa menjadi tempat pengembangan minat dan bakat mahasiswa yang gemar menulis. Versi online Saat ini, majalah itu juga sedang menyiapkan portal berita. Versi online majalah itu akan diupdate per hari. Sehingga, seluruh kegiatan yang diselenggarakan di kampus bisa dibaca oleh masyarakat melalui portal berita tersebut. “Kami sedang menyiapkan website majalah itu. Website ini akan diluncurkan bersamaan terbitnya edisi perdana majalah ini,’ sebut Andra. Dia berharap, pimpinan fakultas itu mendukung eksistensi majalah tersebut. Sehingga, majalah itu bisa terus menyampaikan informasi untuk publik. Menurut catatan Warta Unimal, majalah kampus ini merupakan yang kedua dikelola murni oleh mahasiswa. Sebelumnya, tahun 2006 lalu, mahasiswa Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Unimal telah menerbitkan Majalah Simak. Saat itu, majalah tersebut didanai oleh USAID dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Lhokseumawe. [MS]

UNIMAL JUARA PERTAMA TARTIL DI MTQ PADANG LHOKSEUMAWE - Universitas Malikussaleh (Unimal) meraih juara pertama pada cabang Tartil Quran kelompok Putri pada Musabaqah Tilawatil Quran Mahasiswa Nasional (MTQMN) Ke-13 di Padang yang berakhir 29 Juni 2013. Mahasiswa yang meraih juara pertama itu adalah Syarifah. Kepala Kerjasama dan Humas Unimal, Mohd Heikal SE MM kepada Serambi, di Lhokseumawe, Senin (1/7) menjelaskan kafilah Unimal mengikuti cabang tilawah,

qiraat saba’ah, tartil Quran, hifzil 1 juz, hifzil 2 juz, hifzil 5 juz, fahmil Quran, khattil Quran, karya tulis ilmiah Alquran, debat bahasa Arab dan Inggris. “Acara MTQ mahasiswa di Padang waktunya bersamaan dengan MTQ Aceh di Subulussalam. Hal ini menyebabkan Unimal tidak bisa mengirim mahasiswa terbaiknya, karena mereka sudah lebih dulu masuk sebagai anggota kafilah pemkab dan pemko,” imbuh Rektor Unimal, Dr Apridar SE MSi secara terpisah.(serambinews.com)

WartaUNIMAL | Edisi APRIL 2014

33


BERITAKAMPUS

Unimal Jalin Kerja Sama dengan Bursa Efek

“Mahasiswa jadi lebih tahu detail tentang pasar modal,” Wahyuddin Albra Dekan Fakultas Ekonomi Unimal

Lhokseumawe - Universitas Malikussaleh (Unimal) Lhokseumawe meneken perjanjian  kerja sama dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Aceh, Kamis, 6 Maret 2014 di Gedung Akademik Center Cunda, Lhokseumawe. Penandatanganan kerjasama itu dilakukan Rektor Unimal Dr Apridar diwakili Pembantu Rektor Bidang Kerjasama Iskandar Zulkarnaen dengan Kepala BEI Perwakilan Aceh, Tasrif Murhadi.

34

Dalam sambutannya, Iskandar menyebutkan Unimal setuju membuka galeri BEI di kampus tersebut. Selain itu, pihaknya meminta agar BEI Perwakilan Aceh secara rutin mensosialisasikan keberadaan BEI di Unimal pada masyarakat umum. “Kita harap, galeri BEI di Unimal ini bisa dimanfaatkan mahasiswa untuk belajar cara berinvestasi saham dengan baik. Sehingga, ke depan, mereka juga bisa menjadi konsultan saham atau mendirikan perusahaan pialang saham,” terang Iskandar. Sementara itu, Kepala BEI Aceh, Tasrif Murhadi menyatakan pihaknya komit melakukan sosialisasi BEI pada masyarakat Aceh. Saat ini, jumlah masyarakat Aceh

Cendikia, Mandiri dan Islami

yang berinvestasi pada sektor saham sekitar 1.000 orang lebih. Jumlah itu jauh lebih baik dibanding tiga tahun lalu sekitar 200 orang lebih. “Semoga galeri BEI ini bisa bermanfaat pada mahasiswa dan masyarakat di Lhokseumawe dan Aceh Utara,” pungkas Tasrrif. Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi Unimal, Wahyuddin Albra menyebutkan kehadiran galeri BEI itu sangat bermanfaat pada mahasiswa ekonomi kampus itu. “Mahasiswa jadi lebih tahu detail tentang pasar modal,” pungkas Wahyu. [MS]


BERITAKAMPUS

Unimal Berangkatkan 804 Peserta KKN ke Aceh Tengah Lhokseumawe - Sebanyak 804 mahasiswa peserta kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Malikussaleh Lhokseumawe, Sabtu, 1 Maret 2014 lalu, berangkat ke Aceh Tengah. Pelepasan peserta KKN itu dilakukan oleh Rektor Unimal Dr Apridar MSi yang diwakili Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) kampus setempat, Yulius Dharma. Mereka akan ditempatkan di lima kecamatan yaitu Kecamatan Bebesen, Lut Tawar, Kebayakan, Bintang

dan Kecamatan Linge Aceh Tengah selama sebulan penuh. “Mahasiswa akan membantu masyarakat di lima kecamatan itu pada bidang sosial, pendidikan, agama dan tertib administrasi desa,” sebut Yulius.

pengembangan pertanian masyarakat Gayo selama mereka KKN di sana, begitu juga mahasiswa dari jurusan lainnya,” terang Apridar.

Sebelumnya, sambung Yulius, mahasiswa telah menerima pembekalan dari kampus tentang potensi daerah di Aceh Tengah. Sehingga, mahasiswa sudah mengetahui apa saja yang akan dikerjakan selama mengabdi di kabupaten itu.

Ditambahkan, pihaknya berharap mahasiswa bisa berkomunikasi baik dengan masyarakat serta menjunjung tinggi kearifan lokal di kabupaten tersebut. Sehingga, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat bisa membantu masyarakat di wilayah tersebut.  [DM]

Sementara itu, Rektor Unimal Apridar meminta seluruh mahasiswa mengabdikan ilmu yang telah diperoleh dari kampus pada masyarakat di tanoh Gayo itu. “Misalnya, mahasiswa pertanian juga bisa membantu

Unimal Penyelenggara Beasiswa Pendidikan Pascasarjana DN Lhokseumawe - Universitas Malikussaleh (Unimal) mulai tahun 2014 ini dipercaya Dirjen Dikti sebagai penyelenggara Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Dalam Negeri (BPP-DN) untuk para dosen, khususnya untuk Program Magister (S2) Ilmu Ekonomi. Dasar penetapan kebijakan baru ini adalah surat Direktur Pendidikan dan Tenaga

Kependidikan Depdikbud RI Nomor: 427/ E4.4/2014 tanggal 17 Maret 2014 yang ditandatangani Supriadi Rustad. “Berita gembira ini kami peroleh setelah kami usulkan sesuai dengan surat Rektor Unimal Nomor: 265/UN.45/ DT/2014. Setelah dilakukan kajian yang mendalam oleh Dikti, maka permohonan Unimal dapat dikabulkan,” kata Rektor Unimal, Dr Apridar MSi kepada Serambi di Banda Aceh, Rabu (26/3) sekembali ia dari Jakarta. Dengan ditunjuknya Unimal sebagai penyelenggara BPP-DN, ujar Apridar, maka akan sangat membantu para dosen yang ada di seputaran Lhokseumawe, di samping calon mahasiswa yang berasal dari seluruh Indonesia yang ingin mendapat beasiswa BPP-DN di bidang Ilmu Ekonomi. “Harapan kami, dosendosen yang ingin melanjutkan pendidikan pascasarjana pada Ilmu

Ekonomi Manajemen dapat mengusulkan pembiayaan melalui beasiswa BPP-DN tersebut,” kata Apridar. Beasiswa itu, menurutnya, mencakup untuk uang SPP, biaya penelitian, biaya buku, serta biaya hidup bagi dosen yang diberi tugas belajar pada Program Pascasarjana Unimal. Informasi lanjut mengenai beasiswa ini dapat ditanyakan langsung pada : Program Pascasarjana Magister Sains Manajemen Unimal Jalan Tgk Chik Ditiro Nomor 26 Lancang Garam, Lhokseumawe‫ز‬ http://www.unimal.ac.id (serambinews.com)

WartaUNIMAL | Edisi APRIL 2014

35


BERITAKAMPUS

Redaktur Pelaksana Harian Serambi Indonesia Yarmen Dinamika (kiri) dan Rektor Universitas Malikussaleh Dr. Apridar, SE.,M.Si jadi pembicara dalam bedah buku yang berujudul “Ahmad Farhan Hamid, untuk Bangsa, untuk Negeri”. di Lhokseumawe, Jumat (28/3) lalu

MPR Sosialisasi GBHN di Unimal Lhokseumawe - Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI bekerja sama dengan Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Utara, Jumat (28/3) mengadakan sosialisasi atau rapat dengar pendapat umum tentang arah pembangunan model Garis-garis Besar Haluan Negara (GBHN) di Aula ACC Cunda, Lhokseumawe. Hadir sebagai pembicara, Ahmad Farhan Hamid (Wakil Ketua MPR RI), Dr Apridar (Rektor Unimal), dan Amrizal J Prang LLM (Dosen Hukum Tata Negara Unimal). Farhan Hamid dalam siaran pers yang diterima Serambi, menjelaskan, kegiatan itu diadakan untuk menampung aspirasi masyarakat Aceh tentang arah pembangunan nasional. “Karena

36

Cendikia, Mandiri dan Islami

ke depan kita ingin buat pola pembangunan nasional yang baku dan harus dilakukan oleh siapa pun yang terpilih jadi presiden,” jelasnya. Sementara itu, pada sore hari dilakukan bedah buku yang berjudul “Ahmad Farhan Hamid, untuk Bangsa, untuk Negeri.” Hadir sebagai pembedah yaitu Yarmen Dinamika (Redaktur Pelaksana Harian Serambi Indonesia) dan Dr Apridar. Buku itu menceritakan pandangan politik  Farhan untuk Indonesia dan Aceh, serta kinerjanya selama menjadi Wakil Ketua MPR RI. (serambinews.com)


BERITAKAMPUS

LIMA PTN JajakiKerjasama Lhokseumawe- PEJABAT lima Perguruan Tinggi Negeri (PTN) pantai timur Aceh menjajaki kerjasama, 4 Maret 2014 di ruang rapat direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe. Kelima PTN itu yakni Universitas Malikussaleh, STAIN Malikussaleh, Politeknik Negeri Lhokseumawe, STAIN Zawiyah Cot

Kelima PTN itu yakni; 1. Universitas Malikussaleh 2. STAIN Malikussaleh 3. Politeknik Negeri Lhokseumawe 4. STAIN Zawiyah Cot Kala 5. Universitas Samudera Langsa.

Kala dan Universitas Samudera Langsa. Pertemuan itu dihadiri Iskandar Zulkarnaen, Ferry Safriwardi dan Arif Rahman (Unimal), Teuku Rihayat dan Muhammad Haiyum (Politeknik Lhokseumawe), Darmadi Sulaiman (STAIN Malikussaleh), dan Zainuddin (STAIN Cot Kala Langsa) dan Saiman (Unsam). Dalam pertemuan itu pejabat PTN tersebut sepakat melakukan kerjasama di bidang

pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. “Secara teknis akan disusun draf kerjasama dan akan diteken oleh masing-masing pimpinan PTN,” sebut Pembantu Rektor IV Unimal, Iskandar Zulkarnaen. Dikatakan, pihaknya juga sepakat mendirikan Forum Komunikasi PTN pantai timur Aceh. Kelengkapan pengurus, anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi itu akan disusun pada pertemuan berikutnya di Universitas Malikussaleh. “Kita gelar pertemuan berikutnya pada 14-15 Maret 2013. Pertemuan itu dihadiri lima pimpinan PTN sekaligus penandatanganan kerjasama dan peresmian forum komunikasi lima PTN itu,” pungkas Iskandar. [MS]

WartaUNIMAL WartaUNIMAL | Edisi | EdisiMARET APRIL 2014

37


RAGAMBERITA

DIBALIK PENTAS SALEUM HENTAKAN drum dipadu dengan nyaring bunyi serune kale menggema di Gedung Akademik Center Cunda, Universitas Malikussaleh, akhir tahun lalu. Pentas seni itu mendaulat group musik lokal dan seniman etnik Aceh, Rafli. Puluhan penonton berdiri bersorak gembira. Menikmati musik yang mengalun syahdu. Mendayu dan memukau penonton. Ketika jeda, aplaus dari penonton menggemuruh. Meminta Rafli menyanyikan lagu-lagu hitsnya. Malam itu, merupakan malam puncak acara Silaturahmi Aneuk Unimal (Saleum) 2013. Acara yang difasilitas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) kampus itu turut dihadiri Rektor Unimal DR H Apridar, Pembantu Rektor IV Iskandar Zulkarnaen MSi, peneliti sejarah Aceh, Tgk Taqiyuddin Muhammad dan sejumlah pejabat teras kampus tersebut. Dalam sambutannya, Rektor mengapresiasi kegiatan Saleum. Dia meminta, acara itu bukan sekadar pentas seni. Namun, mahasiswa bisa memaknai seni tradisi Aceh yang tergerus zaman.

38

Selain itu, rektor juga menyambut baik kehadiran Rafly menghibur mahasiswa dan memberi motivasi mahasiswa tentang musik etnik Aceh. “Generasi muda harus melestarikan seni dan budaya Aceh. Mengingat akar budayanya. Sehingga, budaya itu terus lestari dan tidak tergerus arus globalisasi,” terang Apridar. Jam terus berputar, Rafly terus melengkingkan lagu. Kerlap-kerlip lampu membuat penonton semakin nyaman menikmati aliran musik. Meranjak tengah malam, penonton terus berdatangan. Acara hiburan itu gratis. Masyarakat umum bisa menyaksikan seni etnik berkualitas tinggi yang ditampilkan mahasiswa. Bukan hanya sekadar band etnik, acara juga dipadu padan dengan pementasan drama dan pembacaan puisi. Pertanda, seni di kalangan mahasiswa semakin bernyali dan bermutu tinggi. Sehari sebelumnya, panitia juga menggelar seminar budaya. Kali ini, mendaulat peneliti sejarah Malikussaleh, Tgk Taqiyuddin Muhammad, Bupati Aceh Utara, H Muhammad Thaib, dan penulis buku Mutiara dari Pasai, Prof A Hadi Arifin sebagai pembicara. Panitia juga menggelar sejumlah lomba seperti cerdas cermat, menulis opini, lomba fotografi dan aneka lomba lainnya. “Kami harap, kegiatan ini bisa menjadi ajang tahunan di Unimal,” sebut Ketua BEM Unimal, Firdaus Noezula. Di akhir pentas, panitia membagikan hadiah pada peserta lomba. Juara lomba festival band etnik diraih Project band, disusul Siwah Band, dan Sanggar Seulaweut Banda Aceh masing-masing peringkat dua dan tiga. Sedangkan juara favorit diraih Simponi Band.

Cendikia, Mandiri dan Islami

Juara fashion show diraih Cut Hariyani disusul Riska Putroe Tari Kateuka dan Riska Oktavia, serta juara harapan yaitu Mikyal Dirayat Shah,Fadlani dan Rayhanul Mawadah plus juara favorit Mulyani. Untuk kategori tari peumulia jame antar SMA juara satu diraih SMA Negeri 2 Jambo Aye, dan juara dua diraih SMK Farmasi Citra Bangsa Aceh Utara. Berikutnya lomba cerdas cermat juara satu diraih oleh MAS Syamsudhuha Cot Muroeng disusul SMA Negeri 2 Tanah Jamboe Aye dan SMA Negeri 3 Lhokseumawe masing-masing juara dua dan tiga. Sedangkan turnamen futsal keluar sebagai jawara yaitu tim Ilmu Manajemen, sedangkan tim Teknik Sipil tarpaksa puas sebagai runner up dan tim Ilmu Komunikasi sebagai juara ketiga. Dalam turnamen itu, Rizky Mandala dari tim Teknik Informatika keluar sebagai top score. Sementara itu, kategori lomba fotografi juara satu diraih Muhammad Iqbal Rusli , juara dua Nadillah Putri Yanda, juara tiga Zikri Maulana dan the best arsitek diraih Fajar Alkautsar. Terakhir, lomba menulis opini, juara satu diraih Bambang Pranajaya, juara dua Mutia Kara’ah, juara tiga Asriatun dan juara harapan Aja Yusran Fadhillah Putri. “Lomba itu untuk mengasah kreativitas mahasiswa. Selain itu, tujuan acara ini untuk mempromosikan Unimal ke publik,” pungkas Firdaus. [MS]


KOLOMRESENSI

SISI LAIN KONFLIK ACEH Judul buku Penulis Penerbit Terbit Tebal

: Cinta Kala Perang : Masriadi Sambo : Quanta-Elex Media (Kompas Gramedia Group) : 19 Februari 2014 : 198 halaman

KISAH cinta seorang gadis Aceh dengan militer yang ditugaskan ke Aceh semasa konflik, diangkat dalam bagian novel Cinta Kala Perang, yang ditulis Masriadi Sambo, jurnalis asal Aceh. Novel tersebut siap beredar pada 17 Februari mendatang. Diterbitkan Quanta Jakarta (Elex Media Kompas Gramedia Group), novel setebal 200 halaman itu bercerita tentang gadis di Aceh yang berjuang menyesaikan kuliahnya ketika perang masih melanda di provinsi paling ujung Sumatera tersebut.

Di sana diterangkan juga bagaimana hubungan pribadi antara gadis Aceh (Tari) dan seorang militer yang bertugas semasa konflik. “Pesan moral yang ingin saya sampaikan dalam novel itu bahwa begitu susahnya untuk kuliah ketika konflik terjadi, novel ini bisa menjadi motivasi pada mahasiswa dan masyarakat di seluruh Indonesia tidak mudah menyelesaikan pendidikan di daerah perang,” terang Masriadi Sambo, Rabu (12/2/2014). Selain itu, sambung Masriadi, novel Islami tersebut juga mengungkap sisi lain konflik, yaitu hubungan pribadi antara pasukan keamanan dan gadis Aceh. Hal menarik lainnya, dalam novel itu juga dikisahkan tentang pekerja di lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang ikut membantu pemulihan trauma masyarakat Aceh yang terkena imbas konflik. “Setting lokasi novel ini sekitar tahun 2004, jelang-jelang penandatanganan MoU antara Pemerintah RI dengan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helsinki,” ujar alumnus Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe itu. Dikatakan, novel itu juga untuk mengingatkan semua orang bahwa perang tidak hanya mengakibatkan korban jiwa, tetapi juga menyulitkan generasi bangsa untu bersekolah, bekerja, dan menjalankan aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, novel ini bisa dijadikan renungan untuk memupuk perdamaian yang telah berlangsung di Aceh. Ditambahkan, saat ini buku tersebut dalam proses percetakan. Pada 19 Februari mendatang diperkirakan novel telah tersebar ke seluruh Toko Buku Gramedia dan jaringan Kompas Gramedia Group di seluruh Indonesia. “Semoga pembaca menyambut positif hadirnya novel itu,” tandas pria berkacamata itu. [kompas.com]

WartaUNIMAL | Edisi APRIL 2014

39


ENGLISHROOM

Belajar GRAMMAR Itu Wajib, BENARKAH?? Jangan belajar grammar jika diartikan dalam bahasa Indonesia menjadi “Don’t Learn Grammar!!”. Kata tersebut adalah imperative sentence yang menunjukkan perintah untuk tidak mempelajari grammar. Saya tidak bermaksud untuk memprovokasi anda untuk tidak belajar grammar. Saya hanya memberikan solusi agar anda tidak buru-buru membenci bahasa Inggris karena rumit belajar grammar. Sebelumnya juga saya sudah bercerita tentang bagaimana belajar grammar tanpa buku, yang kesimpulannya adalah tidak mungkin bisa belajar grammar tanpa buku grammar. Tulisan ‘Belajar Grammar Tanpa Buku Grammar’ hanya ditunjukkan untuk anda yang suka belajar grammar, sedang tulisan ini jelas ditunjukkan untuk anda yang sedikit senang mempelajari bahasa Inggris tapi tidak suka mempelajari grammar. Meskipun pada dasarnya belajar grammar adalah sangat penting ketika kita belajar bahasa Inggris, namun keberadaan grammar yang sedikit membosankan ini bisa

disingkirkan terlebih dahulu untuk bisa menguasai skill bahasa Inggris seperti speaking. Harus diakui bahwa kadang kita suka nonton film barat, dan ingin sekali memahami kalimat-kalimat percakapan bahasa Inggris yang ada di film tersebut, sehingga tidak jarang orang yang suka film barat juga ingin belajar bahasa Inggris. Oleh karena itu, jangan terburu-buru membenci grammar jika anda ingin mempelajari bahasa Inggris. Prioritaskan dahulu skill bahasa Inggris apa yang ingin anda pahami, semisal saja speaking. Oke kita dahulukan speaking. Kita pelajari cara berinteraksi sehari-hari dahulu, terus menambah kosakata bahasa Inggris kita dan jangan lupa untuk berlatih. Setelah speaking sedikit dikuasai, barulah kita beralih ke tahapan berikutnya, reading, writing dan listening. Pelajari hal-hal penting dengan materi bahasa Inggris dalam reading, writing, dan listeningnya. Jika sudah, barulah ambil keputusan ke penguasaan bahasa Inggris, seperti vocabulary, semantics, linguistics, dan lain sebagainya. Jika sudah dikuasai semua, berarti anda sudah mahir dalam bahasa Inggris. Namun pertanyaannya adalah, “Apakah grammar tidak dibutuhkan ketika mempelajari semua materi bahasa Inggris yang rumit tersebut?” Silahkan jawab dalam hati saja.... Ketika anda mempelajari materi “kuliah” bahasa Inggris tersebut, pasti anda bisa menyimpulkan apakah grammar itu penting atau tidak. Dan dari pengalaman saya, belajar grammar itu tidak hanya penting, tapi juga WAJIB. Apa anda berbeda pendapat ? Sumber : www.englishindo.com

INFO REDAKSI Redaksi menerima tulisan apapun dari dosen dan mahasiswa dalam Bahasa Inggris. Maksimal 500 kata. Beserta foto pengirim, untuk di publikasi di Warta Unimal, dikirim ke email humas.unimal@gmail.com

40

Cendikia, Mandiri dan Islami


SOSOK

Dari HAFIDZ ke AUSTRALIA oleh intelektualitas. Melainkan terletak pada karakter seseorang. Saifullah, bukan tidak alasan mengeluarkan statsmen seperti itu. Ia menghabiskan waktu 3 tahun di Madrasah Ulumul Quran untuk didik menjadi hafiz Al Quran.

Perawakannya

sederhana. Mudah bergaul dengan siapa saja, tidak peduli penganggu dan pejabat. Setiap ada kesempatan lowong dimanfaatkanya untuk silaturahmi dengan sahabat dan orang-orang yang dekat dengannya. Ditengah kesibukannya aktif mengajar dan membina keluarga bersama istri dan kedua anaknya. Ia memiliki cita-cita untuk secepat mungkin dapat melanjutkan program doctoral. “Sekolah itu penting, setiap kesempatan sekolah itu harus di respon dengan baik dan cepat” begitu ujarnya suatu ketika kepada saya. Awalnya, ia tidak memiliki banyangan sampai bisa menempuh pendidikan di Asutralia. Karena, setiap hari waktu sekolah mulai dari SD sampai s1. Banyak waktu ia habiskan di lapangan bola kaki. Ia pernah menjadi penjaga gawang di PS. Peureupok Putra, Aceh Utara. Tapi itu semua ditinggalkannya, ia hijrah ke Banda Aceh untuk melanjutkan sekolah tinggkat atas dan kuliah disana. Saya sendiri, awalnya satu almamater di salah satu perguruang tinggi negeri Islam di Banda Aceh. Perjumpaan kami bukan di ruang kelas, melainkan di lapangan sepak bola sekitar tahun 2000-an. Saifullah menjadi penjaga gawang andalan pada jurusannya. Saya ingat betul, dia salah satu penjaga gawang yang selalu memakai celana panjang. Baik saat latihan, maupun dalam permainan resmi antar jurusan dan fakultas. Namun perkenalan kami lebih mendalam, dimulai ketika kami mendapat kesempatan bekerja di salah satu NGO internasional di Banda Aceh dan Lhokseumawe dalam kurun waktu 2005-2009. Ia ditugaskan pada sektor pengembangan pendidikan pada wilayah Aceh Utara dan Lhokseumawe. “Aceh harus dibangun dengan konsep pendidikan yang berkelanjutan. Sudah seharusnya anggaran harus berpihak bagi pengembangan pendidikan Aceh mulai dari PAUD sampai perguruan tinggi”, katanya kepada kami, sambil menghabiskan teh tarik sajian warkop Manhattan, Februari 2013 lalu. Menurutnya, konsep pengembangan pendidikan Aceh kedepan harus berbasis pada karakter. Saifullah menceritakan bahwa kemajuan atau kesuksesaan dalam segala bidang seseorang itu tidak di dominasi

“Pendidikan karakter itu harus dididik bukan saja di sekolah formal, melainkan di non formal juga harus berjalan beriringan” nyakinkannya dengan serius. Saifullah sendiri selama sekolah di MUQ mampu menghafal 15 juz. Selama proses pendidikan katanya, ia sempat beberapa kali ikut serta dalam MTQ pada level kecamatan. Baginya pernah menjadi pekerja NGO Internasional, dan menjadi dosen Universitas Malikussaleh lalu kuliah s2 di negeri kangguru Australia tidak pernah menjadi mimpinya. Karena berangkat dari keluarga sederhana. Namun semangat sekolah menjadi spirit baru baginya untuk terus mengabdi dan bekarya. Terutama bagi keluarga dan orang-orang disekitanya. Itu semua katanya, mulai dari cita-cita menjadi hafiz, lalu terdampar untuk melanjutkan s2 di Deakin University of Ausralia. Jadilah ia, seorang sahabat dari Hafiz ke Australia.Sekian. (MI)

Nama Ibu Ayah Istri Anak     

: (Almh) Ramani Faridan (Guru SD) : Mohammad Ali  : Cut Nilawati : - Faiz Eidil Ghifvari - Saif Ali Mohammad   

Organisasi: Pusat Bahasa / Language Centre, Universitas Malikussaleh Lhokseumawe (2013 – Sekarang), ICMI Aceh Utara (2013-2018) bagian dari capacity building, Ikadi Aceh Utara (2006-2010), IKATAN Pelajar Pesantren di Aceh Utara (1993-1998) Pendidikan SD negeri Simpang Dama, Kec. Tanah Pasir - Aceh Utara, 1986 1991, MTsN Darul Huda, Sungai Pauh - Langsa, 1992 - 1995, MAS Ulumul Quran, Pagar Air Banda Aceh, 1995 - 1998, Universitas Islam Negeri Ar Raniry-Banda Aceh, 1999 - 2004, Deakin University-Autralia, 2012 Pengalaman Kerja Pengajar Bahasa Inggris. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Malikussaleh - Lhokseumawe (2008 – Sekarang), Pengajar Bahasa Inggris. Universitas Al – Muslim Kampus B – Lhokseumawe (2012 – 2013), Education Program Officer, INGO Save the Children – Lhokseumawe (2005 – 2009). Translator/ Interpreter. Mennonite Central Committee (MCC) Indonesia – Banda Aceh (2005)

WartaUNIMAL | Edisi APRIL 2014

41


Saifullah, M.TESOL

Desa Peureupok, 02 Juli 1980 Dosen Bahasa Inggris di Fakultas FISIP Universitas Malikussaleh

“

Baginya pernah menjadi pekerja NGO Internasional, dan menjadi dosen Universitas Malikussaleh. Kemudian kuliah s2 di negeri kangguru Australia tidak pernah menjadi mimpi. Berangkat dari keluarga sederhana, namun semangat sekolah menjadi spirit baru baginya untuk terus mengabdi dan bekarya. baca: Dari HaďŹ z Ke Australia, hal. 37

www.unimal.ac.id


Majalah Warta Unimal