Komposisi Fotografi by Jagofoto.com

Page 1

Komposisi fotografi BY JAGOFOTO.COM


Pendahuluan 

Sebelum masuk ke pembahasan komposisi fotografi, mari kita bahas sekilas mengenai cara kerja kamera dan segitiga exposure

Alasannya ::

Untuk merefresh kembali pengetahuan dasar tentang kamera

Karena tidak semua orang/peserta punya pengetahuan yang sama dalam suatu workshop fotografi

Sebagai bahan acuan dalam memulai materi fotografi


Cara kerja kamera 

Cahaya masuk melalui lubang diafragma lensa (f)

Cahaya dipantulkan oleh cermin sehingga bisa terlihat pada view finder

Pada saat menekan tombol shutter, rana terbuka dengan waktu yang sudah ditentukan (s)

Selama exposure berlangsung sensor akan bekerja menangkap gambar sesuai dengan besar kecil iso yang ditentukan.


Segitiga exposure 

F/ besar ditandai dengan angka kecil

Efeknya semakin besar bukaan maka efek blur pada foto akan muncul

Shutter speed cepat digunakan untuk menangkap gambar yang bergerak cepat

Efeknya semakin lambat shutter speed, maka foto akan goyang/shake.

Iso yang tinggi dibutuhkan untuk memotret area yang minim cahaya

Efeknya semakin tinggi iso maka kemungkinan gambar noise akan muncul.


Pentingnya belajar komposisi foto ď ľ

Dalam setiap bundle pembelian kamera yang tidak pernah disertakan adalah komposisi fotografi.

ď ľ

Semahal apapun kamera tidak menjamin foto seorang bisa bagus kalau komposisi foto tidak dipahami

ď ľ

Komposisi ini mengenai bagaimana kreatifitas seseorang dalam memotret objek yang dilihatnya

ď ľ

Dengan mempelajari komposisi fotografi anda akan bisa memotret objek yang ada di depan mata dengan lebih baik, apapun itu.


Komposisi fotografi 

Komposisi merupakan susunan objek yang ada di dalam sebuah foto

Dalam komposisi foto dikenal istilah POI

POI (point of interest) adalah objek yang ada dalam foto untuk dilihat, yang menjadi pusat perhatian utama

Dalam mengkomposisikan foto perhatikan elemen-elemen seperti garis, wujud, bentuk, pola, dan cahaya terang dan gelap.


Menentukan POI ď ľ

Foto yang menarik selalu memiliki poi yang bagus.

ď ľ

Dalam menentukan poi, jangan terlalu banyak memasukkan objek, karena dapat menyebabkan hilangnya fokus terhadap poi.

ď ľ

Cukup satu saja yang paling menonjol.


Contoh foto tanpa POI ď ľ Tanpa

poi yang baik foto akan terlihat biasa saja.

ď ľ Foto

di samping tidak memiliki poi, hanya ada garis yang menuntun ke satu arah. Namun tetap tidak ada poi nya.


Macam-macam komposisi fotografi ď ľ Pada

dasarnya ada 10 macam komposisi yang bisa diaplikasikan dan dikembanngkan dalam membuat karya fotografi :: 1. Horizontal

6. Asimetris

2. Vertical

7. Rule

3. Diagonal

8. Leading

4. Dead

9. Framing

center

5. Simetris

10.

of third line

Fill the frame


Horizontal ď ľ ď ľ

ď ľ ď ľ ď ľ

Memberikan kesan tenang pada foto. Foto pemandangan biasanya menggunakan bidang garis horizontal ini. Agar objek terlihat lebih lebar dan luas. Mata bisa memandang dari setiap sudut Foto di samping merupakan foto dengan elemen garis horizontal. Mata akan dituntun melihat dari kiri ke kanan atau sebaliknya.



Vertikal Memberikan kesan tinggi, atas bawah. ď ľ Biasanya dipakai untuk mengambil foto gedung yang tinggi. ď ľ Atau mengambil kesan tinggi dari seseorang dengan menggunakan format portrait. ď ľ

ď ľ

Di samping adalah foto dengan garis vertical. Mata akan dituntun untuk melihat objek dari atas ke bawah



Diagonal ď ľ Dengan

menggunakan garis diagonal foto menjadi lebih dinamis. ď ľ Garis diagonal biasa menjadi garis penuntun dari satu sudut bingkai foto ke sudut yang lainnya. ď ľ Foto

di samping merupakan komposisi dengan garis diagonal



Dead center ď ľ

Dalam komposisi dead center kita menempatkan objek tepat di tengah tengah foto.

ď ľ

Efeknya adalah untuk membuat objek foto lebih stand out.

ď ľ

Dalam membuat foto dengan komposisi dead center usahakan tidak ada objek lain yang mengganggu objek utama.




Simetris ď ľ

Komposisi simetris menuntut kita untuk bisa melihat objek tersebut seimbang antara bagian kanan dan kiri, atau atas dan bawah.

ď ľ

Bayangkan kalau ada garis lurus yang memotong kedua objek. Maka kedua belah objek akan sama antara sisinya satu sama lain.

ď ľ

Bukan hanya objek tersebut seperti cermin


Asimetris ď ľ

Kebalikan dari simetris.

ď ľ

Ketika objek yang kita foto tidak memiliki keseimbangan antara kedua sisinya.

ď ľ

Coba Tarik garis lurus untuk melihat apakah kedua sisinya sama persis.



Rule of third ď ľ

Tarik dua garis vertical dan dua garis horizontal yang sama lebarnya. Sehingga membentuk kotak yang sama besarnya

ď ľ

Tempatkan objek pada salah satu titik pertemuan garis tersebut.



Leading Line ď ľ

ď ľ

ď ľ

Dalam komposisi leading line kita mengumpamakan menarik garis dari satu titik menuju ke titik yang menjadi poi. Garis tersebut menuntun mata kita menuju kepada poi yang ada dalam foto.

Foto landscape akan menarik jika menggunakan komposisi leading line.



Framing ď ľ

Dalam framing kita memanfaatkan objek lain untuk membingkai objek utama kita.



Fill the frame ď ľ

Kita mengisi seluruh frame foto dengan objek yang kita foto

ď ľ

Biasanya dilakukan untuk foto potrait manusia, foto grup, objek macro, bendabenda produk, dll.



Bagaimana cara berlatih komposisi 

    

Setelah mengetahui beberapa teori komposisi di atas, mulailah memotret. Mulai dari objek sederhana sekitar kita Misalnya, seperti sepatu, buku, topi, lampu, atau apa saja. Cobalah memotret dari beberapa angle foto Foto sampai objek tersebut terlihat baik secara komposisi Sampai kita ketahui dan pahami objek yang kita foto tersebut


Tips

Dalam fotografi ada istilah “break the rule” atau melanggar aturan.  Kapan harus melanggar aturan foto?  Pada saat sudah diketahui / dipahami semua aturan yang ada.  Jangan terlalu terpaku/kaku dengan komposisi foto. Coba kreatif dengan versi fotomu sendiri.  Komposisi hanya semacam penuntun untuk menciptakan foto supaya terlihat lebih baik.  Seberapa canggih kamera, kalau komposisi foto kurang baik maka hasilnya juga tetap kurang maksimal.  Perbanyak referensi foto dari berbagai situs keren seperti 1x.com, behance.net, fineartamerica, shutterstock, 500px.  Dengan semakin banyak referensi, semakin sering melihat foto bagus, maka hasil foto akan menjadi semakin baik, lebih kreatif, enak dipandang, dan lebih bercerita. 


Terima kasih REFERENSI >> JAGOFOTO.COM FOTO >> @RAFI_45

2019