Issuu on Google+

*mohon jangan ditaruh sembarang tempat walau bukan buletin jumat

KE MANE LU COY? KE Mesjid dulu coy, sholat berjama’ah...

Gratis seperti kasih Ibu, Insyaallah terbit dua bulan sekali Wajib digandakan, dilarang komersil

#1


Muqoddimah Sedia : Sejarah Modes Artwork Showcase Bring Back The Islamic Art! Artwork Showcase Interview : Deden “Fathurisi” Fathurrahman Artwork Showcase : 1001 IDE Interview : Straightedge D. Yunanto “Islamic Hardcore” Referensi-INSPIRASI Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada : Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, bapak-ibuk, guru-guru TPQ dulu dan guru sekolah umum, Dosen, Kampus ITS dan Despronya, JMMI, MODES, komunitas kaligrafi dan R.109, Pak Adit underground tauhid, Mas hanif Azhar, mas Gusti ‘06, mas Rofi, Narasumber, teman-teman jurusan yang tak bisa disebutkan satu-persatu apalagi kalau pakai NRP, internet, komputer, fotokopi dan kopi bubuk, dan muslim seluruh dunia

Sillaturrahim KREATIF : Syarikat Kreatifiyah Indonesia

Ok, cek mikrofon *ngiiiinngg...

Assalamu’alaykum warohmatullah wabarokatuh Pertama-tama kami ucapkan syukur Alhamdulillah kepadaNya yang menaungi seluruh alam, yang karena nikmat rahmat dan hidayahnya akhirnya sebuah Artzine yang (insyaallah) Islami berjudul “Ilalang Islamic Artzine” dapat anda sekalian nikmati dalam genggaman sebagai sebuah output dari kami kolektif Modes : Moslem of Design selaku badan mirip-mirip lembaga dakwah jurusan di kampus desain produk industri ITS. Tentang nama Ilalang sendiri dipilih dari filosofinya yang berarti suatu hal yang kadang ‘tak dianggap’ namun tiba-tiba sudah meluas dan membuat hijau suatu lahan. Tanaman ini juga yang menghijaukan halaman belakang kampus kami, kami melewatinya bila hendak menuju ke masjid. Selebihnya nama ini dipilih karena terdengar nyeni saja. Silakan anda menerjemahkan berdasarkan persepsi masing-masing. Saya selaku pimred amatir, mewakili segenap redaksi yang saya tak yakin jumlahnya genap, berharap semoga untuk ke depan teman-teman dapat lebih berpartisipasi dalam rana ‘mengajak’ melalui seni ini. Yah, sukur-sukur kalau justru bisa membantu layouting, editing, liputan dan sebagainya. Juga tidak hanya berkarya seni yang ‘mengajak’ hanya pada momen tertentu sebagaimana dilakukan band pop di televisi dengan album religinya. Intinya konsisten, insyaallah, aamiin. Maka kurang lebihnya mohon maaf, saran dan kritik kami tunggu. MUHAMMAD ‘MASTERMIND’ IQBAL 2013

Ilalang Islamic Artzine #1, April 2013

Islam Agama yang Estetis! Iqro’! BIARPINTER Contact

Juga ucapan tidak terima kasih kepada : setan, illuminati, freemason, koruptor, pembohong, Israel, zionis , satanis dan seluruh binaannya

Sambutan yang pertama akan disampaikan oleh saudara pimred Ilalang Islamic Artzine, kepadanya waktu dan tempat dipersilahkan

Pimred Muhammad Iqbal Editor, Layout, Produksi Iqbal, Andri, Oki Artwork

Google, modes, narasumber, +6285236866338 Islamic art magz modes.its@gmail.com facebook.com/MoslemOfDesignDesainProdukIndustriITS

Pe m b i m b i n g Pak Aditya Abdurrahman Mas Gusti Mas Hanif Azhar Jurnalis Iqbal M. Lutfi Ramadhani


Sejarah MODES

Oleh Gusti Moh. Hamdan F, ST Perkenalkan, saya Gusti Mohammad Hamdan yang biasa dipanggil Gusti. Sebenarnya saya bukan orang yang berkompeten untuk bercerita tentang sejarah MODES ini, karena masih ada leluhur dan ketua-ketua saya yang sebenarnya bisa bercerita panjang kali lebar. Tapi karena kesibukan dan lain hal, maka beliau-beliau masih belum sempat membuatnya. Maka ijinkan saya menceritakannya versi saya, karena gajah bukanlah pipa panjang, gajah bukanlah tembok besar, gajah bukanlah daun yang sangat besar. Gajah adalah keseluruhan gajah. Dan cerita versi saya ini hanyalah “kaki gajah” saja. Masih ada versi-versi yang lain yang membuat pembaca sekalian bisa menyimpulkan “the real – Gajah” Mendengar kata “MODES” rasanya seperti mendengar brand penjahit atau konveksi pakaian. Ya, hampir rata-rata kami berpikir seperti itu. Namun, begitu tahu kepanjangannya adalah Moslem of Design, barulah kami sadar, oh.......ternyata UKKI (Unit Kegiatan Kerohanian Islam) toh.... tapi keren kan, namanya MODES. Biasanya UKKI atau LDJ memiliki nama-nama pahlawan atau tokohtokoh Arab, lha ini pakai bahasa Inggris. Jadi terkesan lebih

internationalized. Hehe. Apapun namanya, yang penting spiritnya, bro! Bicara tentang spirit, memang tak mudah bagi MODES untuk menanamkan “kesejukan” di tengah gempuran hedonisme kampus yang ber-tittle “jurusan nyentrik” ini. Banyak sekali halangannya. Mulai dari tugas yang bejibun, gaya hidup yang cukup tinggi, dll. Tapi spirit yang tersisa dari bangku SMA atau dari keluarga masing-masing membuat kami mampu berjuang – meskipun hasilnya tak semaksimal LDJ yang lain. Bukankah Allah yang Maha Melihat, bisa menentukan mana yang maksimal mana yang tidak, ya kan? Menurut ketua kami, MODES ada sejak dulu. Entah mulai kapan. Kepengurusan kami pun mencoba melakukan penelusuran sejarahnya namun belum mendapatkan jawaban yang tepat karena saksi kunci – dalam hal ini adalah Bu Elliya (dosen Desain Produk) saat itu sedang studi di luar negeri. Semoga adik-adik kelas bisa melanjutkan penelusuran sejarah ini (bicara dalam hati). MODES (versi saya) saya kenal dari mas Burhan (desain produk – 2003) yang pada saat itu adalah ketua MODES di masanya. Oleh karena pengkaderan yang ada di jurusan adalah sistem 2 tahunan, maka mas Burhan lebih akrab dengan angkatan 2005. Dan oleh sebab itu, kepengurusan diserahkan ke mas Ayos (desain produk – 2005). Kedua kakak beradik angkatan ini sangat bersemangat mengenalkan MODES ke jurusan desain produk – hingga sampailah dakwah itu ke saya dan beberapa kawan. Sedikit demi sedikit mas Burhan dan mas Ayos mengumpulkan kawan-kawan yang masih memiliki sisa semangat untuk berdakwah dan belajar islam. Akhirnya terkumpul banyak kawan yang tertarik untuk menjadi MODESer. Ada dari DKV, Interior, dan tentunya desain produk, ada yang kaya, ada yang biasa saja, ada yang “akhwat” ada yang belum begitu akhwat, ada yang bersedia all out ada yang hanya simpatisan. Semuanya berkumpul dalam satu atap bersama: MODES.

“Akhirnya terkumpul banyak kawan yang tertarik untuk menjadi MODESer. Ada dari DKV, Interior, dan tentunya desain produk, ada yang kaya, ada yang biasa saja, ada yang “akhwat” ada yang belum begitu akhwat, ada yang bersedia all out ada yang hanya simpatisan. Semuanya berkumpul dalam satu atap bersama: MODES.”


NGAJI BARENG ROCKER!

Desain interior background

Suasana kajian Dari kiri-ke kanan: Ustadnya Jamrud, Toddy Jamrud, Kris Jamrud, Moderator (mas Ayos)

Berangkat dari kesadaran bahwa keaktifan teman-teman ini harus di imbangi dengan kegiatan-kegiatan yang bisa memfasilitasi teman-teman, maka mas Burhan dan mas Ayos pun menggandeng saya dan beberapa teman angkatan 2006 untuk mengadakan acara. Dari hasil perbincangan yang singkat namun padat berisi (kayak tahu isi), akhirnya kami putuskan untuk mengadakan acara gebyar yang bisa mengguncang dunia per-LDJ-an di kampus ITS ini. Acara itu adalah buka bareng artis. Setelah kami mencari-cari informasi akhirnya ditemukanlah si Jamrud yang saat itu baru insyaf. Pikir kami, asik juga ya kalau bikin acara kajian tapi narasumbernya adalah penyanyi rock, dimana notabene mahasiswa despro senang dengan aliran musik yang seperti ini. Sementara LDJ lain ketika mengadakan seminar atau kajian, narasumbernya adalah orang-orang yang sudah alim, eh MODES sedikit nyeleneh dengan mendatangkan mas Tody dan mas Kris dari Jamrud. Bagi anak-anak hedon, petuah narasumber yang sudah dari sononya alim memang agak susah. Berbeda jika narasumbernya adalah orang-orang yang bobrok atau agak-agak Toddy Jamrud, Kris Jamrud di Juanda bobrok (baca: secara keimanan),

kemungkinan di dengarkannya lebih besar. Hehehe. Acara ini sendiri bertemakan “ngaji bareng rocker” dimana Toddy dan Kris Jamrud sebagai narasumbernya. Mereka pada saat itu dikenal sebagai artis yang sudah insyaf dan sedang semangat-semangatnya belajar islam. Acara yang diadakan pada bulan puasa saat itu cukup banyak menarik pengunjung. Tercatat lebih dari 150 peserta kajian yang terdiri atas MABA, LDJ lain, dan umum. Banyak sekali permasalahan yang terjadi, mulai dari pencarian peserta, pendanaan, hingga masalah teknis. Namun semuanya telah ditangani dengan baik oleh panitia yang saat itu berjumlah lebih dari 30 mahasiswa MODESer. Perjuangan dakwah aktivis baru MODESer teruji saat itu. Setelah sukses kegiatan bersama rocker itu, kami merencanakan untuk mengadakan kajian serupa dengan mendatangkan teman-teman punk yang sudah insyaf, atau penjahat-penjahat yang sudah insyaf. Namun sayangnya belum terwujud Itulah awal pembuka kebangkitan MODES yang sangat epik dan meriah. Dengan keberhasilan kegiatan itu, MODES telah mendapatan perhatian yang cukup besar dari LDJ-LDJ lain. “Gajah” telah bangun dari tidurnya. Untuk menjaga kestabilan semangat teman-teman dalam berdakwah, maka pengurus MODES saat itu yang dipimpin oleh mas Ayos mengadakan kegiatan-kegiatan kecil namun intensif, diantaranya adalah kajian rutin yang mengangkat tema-tema seputar desain-desain islami seperti kajian iklan yang islami, dll. Selain itu kami juga mengadakan diskusi ringan seputar islam. Teknik seperti ini ternyata cukup diminati oleh masyarakat despro.


Siswa binaan AULIA

Tidak ingin berhenti sampai disitu, kami pun mencoba untuk melakukan pengembangan kegiatan dengan mendirikan AULIA, yakni kegiatan sosial yang membantu anak-anak miskin dan yatim untuk bersekolah dan berprestasi. Kegiatannya diantaranya adalah pengumpulan dana dari teman-teman despro, pemberian bimbingan belajar, mengaji, kreativitas, outbond, MABIT. Dan alhamdulillah kegiatan tersebut berjalan dengan baik. Dimulai dengan peminjaman rumah milik keluarga M. Iqbal (Desain Produk 2006) di daerah Kalijudan, kami memulai kegiatan tersebut. Siswa yang kami asuh adalah sejumlah 10 siswa. Pelajaran yang diajarkan mulai dari IPA, Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Jepang, hingga Bahasa Jerman. Saat ini, AULIA berkembang pesat dengan jumlah siswa yang mencapai lebih dari 90. Prestasinya pun cukup membanggakan. Ada yang juara 1 di sekolahnya. Ada yang juara olimpiade. Ada pula saking pintarnya di sekolahnya ia dijuluki oleh kawan-kawannya “master of everything�. Sayangnya perkembangan Aulia tidak diimbangi dengan perkembangan MODES. Saya sendiri lebih aktif mengembangkan Aulia. Lambat laun MODES menjadi berkurang. Waktu yang selalu berjalan dan tidak diiringi dengan pengkaderan. Tahun 2012, lama setelah “sang Gajah� tidur lagi, secara mengejutkan ada mahasiswa yang mau membangkitkan kembali semangat MODES. Dengan semangatnya yang baru, MODES akan dibawa ke arah yang jauh lebih oke dari sekarang. Semangat adik-adik kelasku!

Belajar IPA (kiri), belajar matematika (kanan)

Belajar IPA (kiri), mengaji (kanan)

Mengaji (kiri), belajar bahasa jepang (kanan)


Artwork SHOWCASE

Nama lengkap Asal instansi Asal daerah Web/blog portofolio Email

: Artika Rachmi Farmita : (ini maksudnya apa ya? Bilang aja alumni DKV 2006/DP12) : Surabaya aseli : artikafarmita.daportfolio.com : artikafarmita@gmail.com

Pengenalan singkat tentang artist : Lulusan DKV angkatan 2006 dan lulus nekat pada tahun 2010. Seorang pembelajar biasa yang dinamai Art karena ayahnya seorang pelukis. Sekarang menjadi salah satu pengajar di jurusan DKV UPN 'Veteran' Jatim, Surabaya. Terobsesi pada laut dan kehidupan pesisir dan suka sekali berbagi ilmunya meskipun masih sedikit. Impiannya yang lain adalah menjadi staf ahli Kekhalifahan di bidang seni dan visual kelak. Deskripsi singkat konsep karya : [CAPTION FOTO] Wak Kasrun, awak kapal Bagong 4 (B-4) asal desa Bulu, Tuban, menggunakan air laut untuk berwudhu sebelum menunaikan shalat ashar sore itu. Quotes, pesan : Membaca buku itu penting. Menebar kebaikan melalui amar ma'ruf nahi mungkar itu wajib. Jalan-jalan dan bertemu orang-orang yang kurang beruntung itu perlu. Kolaborasikan ke-3nya, insya Allah jadi amunisi yang nggak sia-sia :)


Artwork SHOWCASE

SPACE IKLAN BERAMAL

menunggu terisi dengan karya yang baik dan membaikkan dari saudara seiman sekalian, boleh juga diisi dengan penawaran produk kreatif nan bermanfaat

Nama Asal Instansi

: :

Asal daerah Web/blog portofolio Email & Twitter

: : :

Dini Nuzulia Rahmah Dept. of Computer Science & Information Engineering NTUST, Taiwan Alumni Teknik Informatika ITS Surabaya Malang http://muslimagnet.tumblr.com dini.nuzulia@gmail.com , @dininuzulia

Deskripsi Karya 1: Manusia harus mempunyai banyak rencana dan banyak impian. Jangan pernah menyerah pada suatu rencana dan impian. Walaupun rencana tidak terwujud bukan berarti hal itu menjadi alasan untuk berputus asa, karena Allah Maha Mengetahui rencana mana yang akan di�centang� kan (diwujudkan) oleh Allah. Karena Allah Maha Perencana Terbaik, because Allah is the best planner. Deskripsi Karya 2: Jangan pernah iri pada segala kebaikan dan keberuntungan yang dimiliki orang lain. Karena berawal dari rasa iri di hati, Syaitan akan membisikkan suatu kejahatan yang lain. Iri dan dengki juga akan menghapus amal baik seperti kayu yang terbakar, yang pada akhirnya kebaikan yang dilakukan hanya menjadi sia belaka. Iri dan dengki seperti api yang membakar kayu, as fire destroys woods.

I l a l a n g , m e n j a l a r d a l a m g e r s a n g


Bring Back The Islamic Art! Oleh : Aditya Abdurrahman

S

ebagai umat yang beradab dan berperadaban, kita tidak boleh membiarkan potensi-potensi kebaikan yang kita miliki hilang begitu saja hanya karena kita semakin melirik peradaban-peradaban lainnya dimuka bumi. Padahal peradaban lain yang saat ini sedang jaya, yaitu peradaban Barat, adalah peradaban yang secara historis dapat maju karena banyak 'menghisap' ilmu yang dimiliki oleh peradaban Islam di masa kejayaannya. Cobalah membuka kembali buku-buku sejarah saat terjadi Perang Salib dan era-era setelahnya, kita akan menemukan betapa Barat ketika itu mengincar tradisi keilmuan kita umat Islam. Buku-buku dari ilmuwanilmuwan kita dirampas dari perpustakaan-perpustakaan Islam. Kemudian mereka mempelajari dan mengembangkannya hingga teknologi di Barat mampu berkembang hingga saat ini. Memang saat itu umat Islam dalam kondisi terpuruk. Umat Islam terlena dengan kejayaan dan duniawi hingga jauh dari ilmu dan agama. Kini warisanwarisan ilmu pengetahuan lebih banyak dimiliki justru oleh perpustakaan-perpustakaan Barat ketimbang umat Islam sendiri. Sejak jaman itu, hingga saat ini, tidak henti Barat

melakukan klaim-klaim terhadap hasil-hasil peradaban Islam yang bernilai tinggi. Sebagai contoh nyata dalam bidang seni, ilmuwan-ilmuwan Barat mengklaim bahwa seni Islam yang ada saat ini bukanlah karya para seniman-seniman muslim. Bukan hanya itu, seni Islam pun dianggap tidak ada karena Islam tidak pernah mengklaim seni mereka sebagai seni Islam. Penamaan itu diklaim Barat sebagai penamaan hasil pemikiran mereka. Dua orang seniman orientalis Barat, Blair dan Bloom mengatakan: Tidak ada bukti bahwa setiap seniman atau pelindung seni dalam kurun empat belas abad sejak turunnya Islam pernah menganggap seninya sebagai “Islam�, dan gagasan tentang tradisi khas “Islam� di bidang seni dan arsitektur...merupakan produk kesarjanaan Barat akhir abad ke-19 dan ke-20, sebagai terminologi yang digunakan untuk mengidentifikasi-kannya. ...Singkatnya, seni Islam sebagaimana yang ada pada awal abad ke-21 sebagian besar merupakan ciptaan budaya Barat. Hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Mengembalikan kehormatan seni Islam adalah tugas kita sebagai seniman-seniman yang beragama Islam. Tanpa campurtangan dan usaha keras kita menjunjung kembali kesenian Islam, maka bisa jadi seni Islam benar-benar hanya tinggal cerita. Hanya tinggal dongeng. Selebihnya style dan karya-karya kita akan diklaim Barat sebagai milik mereka. Bukti-bukti sejarah akan semakin dikaburkan, sebagaimana mereka mengaburkan penemuan-penemuan ulama-ulama muslim di bidang kedokteran, astronomi, matematika, fisika dan lainnya. Maka dengan tulisan singkat ini, kami memanggil kalian yang berjiwa seni! Angkat pensil dan kuas kalian, lalu kembalikan kehormatan seni Islam dengan karyakarya terbaik kita! Mari bung, rebut seni Islam kembali![] [11-04-2013, 14:48 WIB]


Artwork SHOWCASE

Nama lengkap Asal instansi Asal daerah Web/blog portofolio Email/twitter

: Muhammad Iqbal : Desain Produk Industri-Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya : Banyuwangi : iqbalmstrmnd.tumblr.com : Iqbal_mastermind@yahoo.co.id/ @iqbalmstrmnd

Pengenalan singkat tentang artist : Assalamu’alaykum! perkenalkan, saya Iqbal. DKV despro ITS angkatan 2011. Pura-puranya saya sebagai pimred majalah ini. Sehari-sehari saya sok sibuk di MODES bagian media, di BEM-F pun staff di biro yang serupa. Cita-cita saya berganti-ganti sejak kecil, mulai jadi guru, pelukis, arsitek, mulitimatikawan, komikus, animator hingga wakil presiden. Tak pernah terfikir menjadi desainer. Harapan saya masuk jurusan desain awalnya agar kelak dapat mempelajari berbagai macam hal yang saya sukai di luar perkuliahan. Akhirnya, alhamdulillah.... Deskripsi singkat konsep karya : Simpel saja, intinya sebuah pergerakan islam yang meminjam prinsip estetika. Bahwasanya seni dan desain juga bisa menjadi jalan untuk mengajak kebaikan, tidak hanya dapat dinikmati secara lahiriyah tetapi juga ruhiyahnya. Quotes, pesan : Jangan terlena!! Dunia membutuhkanmu, kapten!


Interview ARTIST

Assalamu'alaykum, mas deden. Perkenalkan sedikit dong mas deden ke pembaca Ilalang. Waalaikum Salaam Wr. Wb. Perkenalan gimana ya... hehe. Saya Deden Fathurrahman. Bisa dipanggil Fathur juga, that's why semua media online saya namanya fathurisi. *yang bisa di cek google, 95 % hasilnya itu saya semua Selain karena dulu waktu MTs. suka bermain2 dgn bahasa Indonesia yang berarti akhiran "si" atau "tion", fathurisi juga bisa berarti Fathur is I ------Saya adalah mahasiswa angkatan '09 yang selain sempat cuti (karena pertimbangan mencari pengalaman dll), juga sempat kerja kurang dari 1 tahun di perusahaan Telekomunikasi. Karena saya

lulusan SMA angkatan '08. dan sekarang, selain berjuang mempertahankan riset tentang Illuminati dengan visi mencapai Cum Laude awal tahun depan (insha allah), saya juga seorang freelancer graphic design, pengajar untuk persiapan masuk universitas desain, dan entrepreneurp e m u l a y g m e r i n t i s b ra n d s aya www.mukaku.com.

Boleh cerita kenapa dulu milih jurusan despro? Cerita dong mas pas awal-awal masuk despro dulu kayak gimana.. Milih jurusan despro di ITS maksudnya? Yang jelas, sejak awal SMA memang sudah sangat menginginkan kuliah di bidang DKV. Jujur sih dulu awalnya ngincer ITB. Tapi memang sudah direncanakan Allah

pastinya bisa 'terpelanting' ke Timur pulau Jawa ini. Jadi, ceritanya waktu SMA dulu sempat merasa besar kepala karena ada kenalan mhs. DKV ITB yang admiring karya2 desain saya. Dan kata-kata orang tersebut yang meyakinkan saya pasti bisa masuk ITB sedikit membentuk perasaan "meremehkan" ataupun "menganggap enteng" bagi saya. Alhasil, saya bahkan tidak mempersiapkan ujian masuk FSRD ITB dengan baik, dan akhirnya, saya yang

tidak memilih universitas apapun sebagai alternatif berikutnya, resmi jadi pengangguran karena TIDAK diterima di ITB. Hancur? pasti. Merasa pecundang? sangat. Malu? apalagi. Jika diingat2, itu adalah titik terendah dalam hidup saya. Hingga akhirnya, singkat cerita, saya berusaha "move on" dan berusaha keras melamar pekerjaan (Sebagai lulusan SMK Telkom Shandy Putra Jakarta).... sambil mengikuti bimbingan belajar


Interview ARTIST mengecewakan, prestasi-prestasi yang udah dicapai apa aja sih mas?

secara orientasi otak kiri + bakat sejak lahir, kreativitas memang perlu dilatih. Dilatih dengan pengalaman dan wawasan. Kalau saya sih, dulu paling suka nonton bioskop. Tapi sekarang sudah tidak suka lagi. Buat saya dulu, menonton film dapat memberi inspirasi sekaligus melatih saya untuk berpikir terstruktur dan konstruktif. Sebagai cara saya merepresentasikan ide yang saya dapat.

Untuk ini, ada di website saya, www.fathurisi.com/profile

persiapan FSRD bernama Villa Merah. Satu tahun berlalu dan nilai saya di Villa Merah alhamdulillah sangat memuaskan. Hingga di tahun kedua, yakni 2009, saya mendaftar lagi di FSRD ITB. Tes berakhir dan saya menjawab jauh lebih baik dari tahun lalu. Tapi, beberapa minggu kemudian, rupanya nama saya tidak muncul sebagai siswa yang diterima. Ketika itu, saya jadi ingat tentang rumor di sekolah saya, bahwa anak SMK Telkom tidak bisa masuk ITB. Bahkan wakil kepala sekolah saya pernah terlihat canggung ketika saya meminta tanda tangannya untuk keperluan ITB. Rasa kecewanya tidak dapat dijelaskan dengan tulisan sederhana. Sampai akhirnya, hanya dalam satu malam, saya memilih ITS sebagai alternatif. Meski prosesnya tidak mudah karena saya masih bekerja. Singkat cerita (padahal udah panjang), rupanya Allah sedang mengkader, membimbing dan mengarahkan saya ke jalan yang paling baik yang tidak pernah saya tahu sebelumnya. : )

Mas deden kan udah terkenal aktif ikut di kontes-kontes dan hasilnya gak pernah

Dari kesekian kontes ada nggak yang menurut mas paling berkesan? Yang paling berkesan ada dua sih, satunya Nirmana Award karena itu event yang besar sekali dan pengalamannya sangat luar biasa dan berkorelasi dengan apa yg saya cita2kan dulu. Apalagi, bisa dibilang saya dapat 3

award sekaligus. Yang kedua, Peksiminas di Lombok karena teman-temannya dan kota serta masyarakat Lombok yang sangat baik dan humble. Punya kebiasaan khusus nggak mas, buat menjaga tetap kreatif? Creative habit...

Sekarang saya tidak terlalu suka film Hollywood, saya lebih suka film dokumenter tentang sejarah, fakta2 mengenai apapun (juga buku) yang memberi banyak inspirasi. Saya juga tipikal yg suka mengamati orang dan lingkungan di sekeliling saya, dan berusaha memahaminya. Dan terinspirasi dari situlah, kreativitas akan muncul. *eh iya, nambahin lagi.(soal habit) Intinya

Untuk menjaga tetap kreatif? Yang pasti, berbeda dengan skill (entah itu software ataupun drawing kita) yang bisa dipelajari

jangan sampai teman2 / lingkungan kita yg membentuk bahkan menghambat


Interview ARTIST perkembangan & kemajuan kita. Jadi, tidak perlu takut melakukan sesuatu yg baik walau sendirian / tanpa teman. Justru teman kita yg akan mendapatkan manfaatnya juga ketika sesuatu itu telah membuahkan hasil. Kita lahir sendiri, (lulus sendiri), dan akan mati sendiri

Ada proyek ke depan.. ? Proyek? yang jelas, yg paling dekat, pengen selesain TA tentang Illuminati itu dan sedang berusaha supaya bisa di publish agar TA saya bisa sedikit jadi manfaat. Doakan ya. Kalau visi saya sih, mau meng-cultivate brand Mukaku - face portraits saya supaya jadi outlet2 yg tersebar di seluruh Indonesia Insha Allah . Tapi, yang juga di depan mata adalah, pengen melanjutkan proses rekrutmen waktu cuti kemarin di Malaysia, yang tertunda gara2 mereka pikir saya sudah lulus. (Kalo nanya perusahaan apa, namanya animonsta studios, yang bikin Boboi Boy dan dulu bikin Upin Ipin )

Pesan-pesan buat pembaca Ilalang artzine, atau buat kami sendiri dong mas Pesan-pesannya, ayo, kita sudah diberikan kemampuan visual yang sangat ampuh dalam mempengaruhi orang lain. Manfaatkan itu untuk kebaikan yang bukan hanya di dunia, tapi juga di kehidupan setelahnya. Mulai pahami apa yang terjadi di sekitar kita, pahami filosofifilosofi dan makna visual dibalik itu bukan

hanya sekedar komposisi bidang + warna, pahami untuk siapa kita bekerja, dan pahami siapa dan dimana posisi kita saat ini. ---Buat redaksi, jangan lelah untuk berkarya. Seperti di komik Muslim Show dari perancis, terkadang, dalam meraih kesuksesan, kita lebih baik "tuli". Tuli dari kalimat-kalimat yang menjatuhkan dan menjauhkan dari tujuan.

Assalamu'alaykum, mas deden. Perkenalkan sedikit dong mas deden ke pembaca Ilalang.

Assalamu'alaykum, mas deden. Perkenalkan sedikit dong mas deden ke pembaca Ilalang.

Waalaikum Salaam Wr. Wb.

Waalaikum Salaam Wr. Wb.

Perkenalan gimana ya... hehe. Saya Deden Fathurrahman. Bisa dipanggil Fathur juga, that's why semua media online saya namanya fathurisi. *yang bisa di cek google, 95 % hasilnya itu saya semua Selain karena dulu waktu MTs. suka bermain2 dgn bahasa Indonesia yang berarti akhiran "si" atau "tion", fathurisi juga bisa berarti Fathur is I ------Saya adalah mahasiswa angkatan '09 yang selain sempat cuti (karena pertimbangan mencari pengalaman dll), juga sempat kerja kurang dari 1 tahun di perusahaan Telekomunikasi. Karena saya lulusan SMA angkatan '08. dan sekarang, selain berjuang mempertahankan riset tentang Illuminati dengan visi mencapai Cum Laude awal tahun depan (insha allah), saya juga seorang freelancer graphic design, pengajar untuk persiapan masuk universitas desain, dan entrepreneurpemula yg merintis brand saya www.mukaku.com.

Perkenalan gimana ya... hehe. Saya Deden Fathurrahman. Bisa dipanggil Fathur juga, that's why semua media online saya namanya fathurisi. *yang bisa di cek google, 95 % hasilnya itu saya semua Selain karena dulu waktu MTs. suka bermain2 dgn bahasa Indonesia yang berarti akhiran "si" atau "tion", fathurisi juga bisa berarti Fathur is I ------Saya adalah mahasiswa angkatan '09 yang selain sempat cuti (karena pertimbangan mencari pengalaman dll), juga sempat kerja kurang dari 1 tahun di perusahaan Telekomunikasi. Karena saya lulusan SMA angkatan '08. dan sekarang, selain berjuang mempertahankan riset tentang Illuminati dengan visi mencapai Cum Laude awal tahun depan (insha allah), saya juga seorang freelancer graphic design, pengajar untuk persiapan masuk universitas desain, dan entrepreneurpemula yg merintis brand saya www.mukaku.com.

Boleh cerita kenapa dulu milih jurusan despro? Cerita dong mas pas awal-awal masuk despro dulu kayak gimana..

Boleh cerita kenapa dulu milih jurusan despro? Cerita dong mas pas awal-awal masuk despro dulu kayak gimana..

Milih jurusan despro di ITS maksudnya? Yang jelas, sejak awal SMA memang sudah sangat menginginkan kuliah di

Milih jurusan despro di ITS maksudnya? Yang jelas, sejak awal SMA memang sudah sangat menginginkan kuliah di


SEDIKIT OLEH-OLEH DARI PAMERAN 1001 IDE DESPRO ITS 2013 “NUSANTARA SWARNADWIPA” Ayo, Kapan pameran lagi?

“Amar ma’ruf nahiy munkar” Muhammad Iqbal, 2013 Marker on concorde paper

“Man jadda wajada, Basmalah, Laa Tahzan” Muhamad Lutfi Ramadhani, 2013 Vector Art, done in Coreldraw


“Nama pribadi, untitled” Nany maryani, 2013 Mixed Media

“Hamdalah” M Fatkhur Rozi, 2013 Vector Art, done in Coreldraw

“Shobaro” Sarah Fitria, 2013 Vector Art, done in Photoshop


Interview ARTIST

Red : Tolong jelasin dong , mas. Sejarah singkat tentang dibuatnya komik Islam hardcore ini.. bismillahirrohmannirrohiim... Berawal dari hobi iseng2 aja bikin komik gaje buat fun2 semata...akhirny kepikiran bikin komik yg kira2 bisa berguna bagi nusa & bangsa...waktu msh jahiliyah dlu bikinlah ane komik "sibodagohan" (klo butuh, sercing aja di gugle, afwan gabisa ngelink dari sini...hehe) yg isinya kritik sosial yg bertujuan supaya pembaca bisa berthinking by laughing (terinspirasi dari cover album Nofx h u eh eh e) ...s in g kat c er ita , s et ela h 3 ep is o d e sibodagohan... alhamdulillah, alloh mempertemukan ane sama orang2 hebat yang mengubah pemikiran ane terhadap agama...dan pada akhirnya, komik sibodagohan itupun berubah menjadi "islam hardcore" dengan tujuan dakwah...insya alloh Red : Apa yang melatarbelakangi pembuatan komik Islam Hardcore ini? Yg melatar belkanginya, keprihatinan ane terhadap masyarakat. Yang mungkin udah termasuk "over liberal" baik secara sadar maupun tidak, agama dipandang bukan


Interview ARTIST suatu yg penting, kalopun ada yg menganggapnya penting, kebanyakan mereka terjebak dalam ritual semata, debat antar golongan atau semacamnya,... Apalagi golongan anak mudanya...masya alloh...ra nggenah... jadi harapan ane komik islam HC bisa menjadi counter pemikiran2 masy. Pd umumnya...insya alloh selain itu jg, mubazir rasanya jika skill yg dikaruniakan Alloh ini tidak dimanfaatkan untuk menggapai keridhoan Alloh sbesar-besarny... semoga brmanfaat Red : Baik, kemudian seperti apa cita-cita mas untuk komik mas ini? cita2 ini aja deh... "Atau kamu meminta upah kepada mereka?, maka upah dari Tuhanmu adalah lebih baik, dan Dia adalah Pemberi rezeki Yang Paling Baik."(QS: Al mu'minun: 72) dan smoga menginspirasi sehingga makin banyak yg berdakwah di bidangny masing2, ga cuma dari kalangan pecinta komik, tp juga bidang seni lainnya maupun non seni... Red : Apa dan seperti apa sih fokus dari komik zine ini? fokus dari komik ini mencoba menjabarkan betapa lucunya kita jika dipandang dari perspektif yang berbeda dari apa yg ada di lingkungan kita saat ini...karena benar adanya sabda rosululloh "islam akan kembali asing, sebagaimana permulaan munculnya islam" & ane berusaha melihat dari salah satu sudut "keasingan" tersebut...walaupun bisa dibilang bukan sudut pandang yg paling benar, namun dari situ aja kita sudah tampak lucu secara "alamiah" kalo fokus tujuan mengharap ridho Alloh tentunya fokus sasaran pembaca, insya Alloh smua umur fokus cerita kegiatan sehari-hari dll dh... Red : Bagaimana mas menyikapi tentang dikotomi ilmu


Interview ARTIST seni dengan agama seperti sekarang? dan langkah konkritnya? menurut ane, seni sebagai kebebasan berekspresi bukan berarti harus melabrak aturan agama, malah seharusnya seni harus singkron dg agama (terutama bagi seorang muslim, yg lain bodo amat dh...huehehe)... karena seni tanpa berlandaskan agama akan multitafsir dan penuh kemunafikan, seperti halnya kaum relativist yg bilang semua berhak benar, tapi jika didebat secara implicit dirinya sendirilah yg mengklaim diri paling benar dan yg lain salah...ini karena tak adanya landasan/dasar menentukan benar/salah hingga pada akhirnya diri sendiri dijadikan tuhan...naudzubillah... Red : Seberapa efektif berdakwah melalui desain/seni ini? klo masalah efektifitas tentunya tergantung pada target pencapaian masing2 pendakwahnya, karena setau ane blm ada yg merumuskan ukuran ekeftifitasny secara kuantitatif...huehehehe.... kalo dari ane pribadi bisa dibilang islam HC cukup efektif, malah melebihi ekspektasi ane waktu bikin komikny...dan bisa jadi ini akan berbeda hasilnya dg karya2 lainnya...wallahu a'lam bishowaf... Red : Oiya mas, kenapa kok diberi nama Islamic Hardcore?hehe Karena ane suka musik hardcore yg tegas dan gak mainstream, berbicara ttg self esteem, menguasai diri dsb... terdapat jg kepositifan didalamny (teruatama para edger yg istiqomah pada no drugs, smoke & alkohol) walaupun berada satu “mahzab” bersama punk, grindcore, death metal dkk... oia ada lagih, di komunitas itu juga hardcore bagai “kaum pertengahan” yg tidak letoy sebagaimana punk melodik, & tidak “gajelas” juga (beat & lirikny) macem grindcore dkk, jadi cocok sm anjuran Alloh dlm al qur’an surotul baqarah ayat 143...huehehehe....cihuy dah pokoknya jadi kayanya keren aja “islam hardcore”...wohohoho B|


Referensi-INSPIRASI

Light Callygraffiti JULIEN BRETON

“Morse Code” Arabic: Bismillah

MUIZ ANWAR

CLICK > www.muiz.co.uk

Callygraffiti

El Seed

Calligraphy on the window frames, designed and painted by Velid Hodžić and Elvis Hajdarević, the Sarač-Ali Mosque in Sarajevo. Photo by Velid Hodžić


Sillaturrahim KREATIF Nama: SYAREKAT KREATIFIYAH INDONESIA Berdiri: 27 DESEMBER 2011 Komunitas Facebook: SYAREKAT KREATIFIYAH INDONESIA Tentang kami: SYAREKAT KREATIFIYAH INDONESIA ADALAH WADAH BAGI PARA PEKERJA KREATIF MUSLIM: DESAINER, FOTOGRAFER, MUSISI, VIDEO MAKER, PENULIS, ARSITEK, DSB. Visi: MENJADI MEDIA YANG BERPERAN AKTIF MEMAJUKAN DAN MENGUATKAN INDUSTRI KREATIF MUSLIM DALAM BINGKAI SYIAR ISLAM DEMI MEWUJUDKAN DUNIA YANG LEBIH BAIK. Misi: 1. MEMPERERAT SILATURAHIM DAN KERJASAMA ANTAR PEKERJA KREATIF MUSLIM. 2. MENGGALI DAN MENGEMBANGKAN POTENSI SYIAR ISLAM MELALUI INDUSTRI KREATIF. 3. MENGUATKAN POTENSI PEKERJA KREATIF MUSLIM SECARA INTELEKTUAL, SOSIAL, DAN EKONOMI. 4. MEMPUBLIKASIKAN IDE DAN KREATIVITAS YANG MENDUKUNG SYIAR ISLAM.

Red: “Jelaskan sinkat tentang sejarah berdirinya sarekat kreatifiyah iIndonesia ini ?” “Memang awalnya dulu komunitas yg ingin sy bangun hanya komunitas desainer desainer muslim. Tapi urung karena kurang support. Waktu itu jaringan sy jg blm terlalu banyak. Baru akhirnya bulan desember 2011 sy mulai mencari dukungan dr beberapa teman pelaku industri kreatif juga. Alhamdulillah dpt respon positif, dari yg awalnya hanya ingin membangun komunitas desainer muslim, sy putuskan untuk diperluas jangkauannya menjadi komunitas pekerja kreatif launching Syarekat Kreatifiyah Indonesia ditandai dg dipublishnya fans page SKI pd pergantian tahun 2011 ke 2012, yakni tannggal 1 januari 2012 pukul 00.01. “ Red: “Apa yang melatar belakangi berdirinya sarekat kreatifiyah ini ?” “Alur berpikirnya spt ini: Sy melihat ada masalah. Masalah dalam bidang kreatif dan masalah yg ditimbulkan oleh kreatifitas yg bermasalah itu. Harus ada yg memberi solusi pada masalah itu. Menurut saya, hanya umat terbaik yg bisa memberikan solusi, yaitu umat islam. Karena permasalahanny di bidang kreatif, maka kepada muslim kreatif lah harapan munculnya solusi ditujukan. Solusinya tentu saja harus berdasarkan Islam. Karena setiap muslim yang beriman meyakini bahwa Islam diturunkan Allah sbg solusi atas permasalahan manusia sepanjang jaman. Hanya Islam, agama yg diridhai Allah. Dan hanya ikhtiar yg diridhai Allah saja yg akan mencapai kegemilangan dan kesuksesan.” Red: Bagaimana anda menyikapi tentang dikotomi ilmu seni dengan agama seperti sekarang? dan langkah konkretnya ? “ Seringkali orang merasa khawatir bahwa agama akan


menghambat kreatifitas, ide, aktivitas, gerakan, dsb. Namun yang saya sadari, justru dengan berpegang pada agama, niscaya kita akan mendekat kepada Tuhan sumber dari segala kekuatan, inspirasi, kreativitas, dsb. Bukankah suatu yg hal yang sulit kita logika jika kita berharap mendapatkan air segar dan murni jika kita jauh dari mata airnya? Saya pribadi hingga saat ini masih belajar dan berusaha untuk menghadirkan agama dalam karya maupun aktivitas yg lain. Saya berusaha hanya membuat karya yg dg karya tersebut, sy berharap akan mendapat ridho dan bukan murka Allah. Misalnya dalam karya2 visual sy, sy menghindari untuk menampilkan aurat wanita, meskipun hanya sehelai rambut. Jika banyak orang beranggapan bahwa agama itu membatasi kreativitas, maka pertanyaan saya: bukankah banyak kreativitas yang mampu mengubah dan menggugah sisi2 kemanusiaan justru terlahir dari banyak keterbatasan?” Red: Seberapa besar efektif berdakwah melalui desain/seni ini? Sayangnya belum ada lembaga survey yg bisa memberikan data statistik yg akurat mengenai hal ini Tapi metode dakwah melalui seni, adalah ikhtiar yang layak dilakukan. Seni itu indah. Dan fitrah manusia itu mencintai keindahan. Bahkan Allah itu Maha Indah dan mencintai keindahan. Saya yakin, segala sesuatu yg harmonis dengan fitrah itu sangan efektif untuk bisa masuk hingga ke dalam relung2 sempit kesadaran . “Bukankah semakin dekat dengan mata air alaminya, maka semakin baik pula kualitas air yg kita peroleh? Bukankah semakin dekat dengan sumber air, semakin subur tetamanan tumbuh?” "Misalnya dalam karya2 visual sy, sy menghindari untuk menampilkan aurat wanita, meskipun hanya sehelai rambut." ditambah... "Sy hindari juga pemakaian simbol2, kata/istilah2, dan juga konteks visual yg bertentangan dg Islam."

Red: “Lalu, untuk masa yg akan datang,yang tentu dengan tantangan global, serta kegilaan" yg dilakukan orientalis.seperti apa cita" anda untuk sarekat kreatifiyah ini ?” Impian saya, syarekat kreatifiyah indonesia bisa menjadi wadah bagi para pekerja kreatif muslim untuk bersatu dan berkarya. Menciptakan karya2 hebat hasil kolaborasi bersama, sebagai jawaban kreatif atas segala permasalahan umat dan counter bagi kegilaan2 yg terjadi di luar sana. Demi menciptakan kehidupan yg lebih manusiawi, dunia yang lebih baik, dan menjadi asbab hadirnya rahmat dan ridha Allah yg lebih besar.


Islam Agama yang Estetis! Oleh : Aditya Abdurrahman a.k.a Aik (Alumni DKV ITS angkatan 2000)

Museum of Islamic Art situated 60m off the Doha Corniche on an island made of reclaimed land Courtesy of the Museum of Islamic Art

I

slam memang agama yang luar biasa. Kehadirannya di muka bumi ini memberikan opsi terbaik yang mutlak untuk seluruh umat manusia tentang kemajuan peradaban dunia. Ini terjadi karena Islam adalah satu-satunya agama dimuka bumi ini yang komprehensif, menyeluruh dan totalitas mengatur segala aspek kehidupan manusia. Tanpa kecuali. Sehingga setiap kemajuan peradaban Islam pasti disebabkan oleh manusiamanusianya yang memiliki tingkat keimanan dan kepasrahan yang tinggi kepada Allah Swt. Kekomprehensifan agama Islam memberikan dampak yang positif terhadap peradaban manusia, karena keimanan yang tinggi menyebabkan tradisi keilmuan umat Islam juga meningkat. Dampaknya bukan hanya pada sektor ilmu-ilmu kedokteran, astronomi, matematika, dan fisika saja, namun pada ilmu-ilmu yang berbasis estetika atau keindahan. Seperti ilmu seni secara umum, dan desain secara khusus. Kemajuan Islam dalam hal seni memang sebuah keniscayaan, karena Islam adalah agama yang mencintai keindahan. Allah Swt, sebagai Rabb-Pencipta alam semesta ini membuktikannya dengan keindahan tata letak dan

bentukan alam semesta ciptaan-Nya. Simpel saja. Coba kita menatap ke langit di atas selama beberapa menit di malam hari. Kita akan merasakan kehebatan Allah Swt menciptakan estetika alam semesta. Bintang-bintang, bulan, langit, dan keteraturan yang telah ditetapkan-Nya membuat kita wajib menyukurinya. Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya Allah Maha Indah dan mencintai keindahan...� (HR. Muslim) Al-Jamil, adalah salah satu Asmaul Husna yang agung yang menunjukkan sempurnanya keindahan (estetis) Allah Ta'ala pada semua nama, sifat, zat dan perbuatanNya. Seorang ulama bernama Imam an-Nawawi menjelaskan makna hadits tersebut bahwa semua urusan Allah Ta'ala adalah (maha) indah dan baik, dan Dia memiliki nama-nama yang maha indah serta sifatsifat yang maha bagus dan sempurna. Ditambah lagi, Imam Ibnul Qayyim yang menjelaskan hal ini lebih detail dalam ucapan beliau bahwa keindahan Allah Ta'ala ada empat tingkatan, diantaranya adalah keindahan zat, keindahan sifat, keindahan perbuatan dan keindahan nama. Maka nama-nama Allah semuanya maha indah, sifat-sifat-Nya semuanya Maha Sempurna, dan perbuatan-perbuatan-Nya semuanya (mengandung) hikmah, kemaslahatan (kebaikan), keadilan dan rahmat (kasih sayang). Maka dari itu, kita wajib bangga. Karena hanya Tuhan kita saja yang Maha Indah alias Al-Jamil. Sang Maha Estetis!Dan tidak ada satupun tuhan agama lain yang layak dan terbukti sebagai Sang Maha Indah. Itulah kenapa seni dalam Islam tidak satupun yang memiliki potensi negatif. Dari seluruh aspek seperti estetika, moral, hukum, akhlak, etika, semuanya tidak ada yang bermuatan negatif. Karena seni Islam adalah representasi ke-Maha Indah-an Allah Swt. Karenanya pasti mengarah pada nilai-nilai positif. [] [09-04-2013, 20:41 WIB]


Iqro’! BIARPINTER

Islamic Arts Magazine, Suatu ketika kami sedang browsing tentang islamic art. Kami penasaran tentang pergerakan Seni Islam di luar sana. Akhirnya kami dipertemukan dengan majalah ini. Isinya luar biasa keren dan inspiratif, segala cabang seni islam dari yang tradisional konvensional hingga ruparupa seni kontemporer Islami mereka ekspose dalam majalah ini. Mereka juga meng-klaim sebagai media seni islam pertama (apakah ini berarti Ilalang Islamic Artzine menjadi yang kedua di dunia? :P). Majalah ini berbayar. Menurut saya terhitung sangat murah, di bawah 5 dollar. Anda juga dapat men-download versi free di website mereka, tentunya dengan fitur yang lebih minim.

Sub Chaos & SA’I Zine, Dua buah Zine terbitan undergroundtauhid, sebuah gerakan kolektif underground monoteis. Asupan yang baik untuk anda yang punya passion di dunia underground dan media alternatif. Dapat di-download di web mereka : www.undergroundtauhid.com Palestina Membara (Novel Grafis) Penulis : Joe Sacco. Penerbit : Mizan Sebuah novel grafis yang mengisahkan pengalaman pribadi sang penulis selama berada di Palestina. Lika-liku emosi disampaikan dengan menarik dan menyentuh, kadang terbahak lalu tersentak. Ilustrasinya juga luar biasa, penggunaan line art dengan detil yang luar biasa menambah nilai buku ini. Recommended lah!


TIDAK SABAR MENUNGGU ILALANG #2? Kamipun demikian, bantuan SDM anda akan membantu kelancarannya :’)

SPACE IKLAN BERAMAL

menunggu terisi dengan karya yang baik dan membaikkan dari saudara seiman sekalian, boleh juga diisi dengan penawaran produk kreatif nan bermanfaat

“Youth Lifestyle”


2

0

1

3


ILALANG #1