Issuu on Google+

Aku Anak Awo #A3 1


Aku Anak Awo’ Catatan Harian Siswa SDN No. 30 Inp Ulidang Terbit tahun 2013 Aku Anak Awo #A3 2


Aku Anak Awo #A3 3


Sekolah Dasar Negeri Nomor 30 Inpres Ulidang Jl. Desa Awo’, Dusun Tippulu Timur, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene, Propinsi Sulawesi Barat, Kode Pos 91452 Aku Anak Awo #A3 4


Daftar Isi Cover ---------------------------------------------------------------Daftar Isi -----------------------------------------------------------Kata Pengantar Editor ------------------------------------------Sambutan -----------------------------------------------------------Aku Anak Awo’ (1) Oleh Hilda Sri Mardawani -------------------------------------Aku Anak Awo’ (2) Oleh Dalilul Falihin ----------------------------------------------Aku Anak Awo’ (3) Oleh Nur Atika ----------------------------------------------------Aku Anak Awo’ (4) Oleh Siti Harlianti ------------------------------------------------Aku Anak Awo’ (5) Oleh Nur Rahma -------------------------------------------------Aku Anak Awo’ (6) Oleh Wahdania ----------------------------------------------------Aku Anak Awo’ (7) Oleh Aldi -----------------------------------------------------------Aku Anak Awo’ (8) Oleh Musripah -----------------------------------------------------

1 5 8 15 18 28 38 53 69 79 87 98

Aku Anak Awo’ (9) Oleh Hasmaida ---------------------------------------------------- 106 Aku Anak Awo’ (10) Oleh Hasrul --------------------------------------------------------- 112 Aku Anak Awo’ (11) Oleh Ayuddin ------------------------------------------------------- 115 Aku Anak Awo’ (12) Oleh Hendri --------------------------------------------------------- 121 Aku Anak Awo #A3 5


Aku Anak Awo’ (13) Oleh Musfira -------------------------------------------------------Aku Anak Awo’ (14) Oleh Fina -----------------------------------------------------------Aku Anak Awo’ (15) Oleh Muh Rizal --------------------------------------------------Aku Anak Awo’ (16) Oleh Sinar Novianti ----------------------------------------------Aku Anak Awo’ (17) Oleh Erika ----------------------------------------------------------Aku Anak Awo’ (18) Oleh Jasman -------------------------------------------------------Aku Anak Awo’ (19) Oleh Dandi ---------------------------------------------------------Aku Anak Awo’ (20) Oleh Rahmat -------------------------------------------------------Aku Anak Awo’ (21) Oleh Sinta -----------------------------------------------------------Aku Anak Awo’ (22) Oleh Musdalipa ---------------------------------------------------Aku Anak Awo’ (23) Oleh Zainuddin ----------------------------------------------------

127 133 137 141 147 153 157 161 167 172 177

Aku Anak Awo’ (24) Oleh Armiati -------------------------------------------------------- 182 Aku Anak Awo’ (25) Oleh Harliana ------------------------------------------------------ 186 Aku Anak Awo’ (26) Oleh Suaib ----------------------------------------------------------- 191 Aku Anak Awo’ (27) Oleh Nasril ---------------------------------------------------------- 196 Aku Anak Awo #A3 6


Aku Anak Awo’ (28) Oleh Mersi ----------------------------------------------------------Aku Anak Awo’ (29) Oleh Marliana -----------------------------------------------------Aku Anak Awo’ (30) Oleh Musfira -------------------------------------------------------Aku Anak Awo’ (31) Oleh Kila ------------------------------------------------------------Aku Anak Awo’ (32) Oleh Anriani -------------------------------------------------------Aku Anak Awo’ (33) Oleh Erwin ---------------------------------------------------------Aku Anak Awo’ (34) Oleh Harni Ibrahim ---------------------------------------------Aku Anak Awo’ (35) Oleh Henrawan ---------------------------------------------------Aku Anak Awo’ (36) Oleh Nurul Fitra --------------------------------------------------Aku Anak Awo’ (37) Oleh Arna -----------------------------------------------------------Aku Anak Awo’ (38) Oleh Subhan ------------------------------------------------------Aku Anak Awo’ (39) Oleh Putri Baswanti ---------------------------------------------Aku Anak Awo’ (40) Oleh Vebrianti -----------------------------------------------------Pendapat Para Tokoh --------------------------------------------Catatan Akhir -------------------------------------------------------

200 205 206 207 208 211 212 213 215 218 219 220 221 225 235

Aku Anak Awo #A3 7


Mengasah Bakat dan Potensi Menulis Anak Sebuah Pengantar Editor Setiap anak yang terlahir di muka bumi membawa bakat dan potensi. Berkat bakat dan potensi yang diasah, seorang anak bisa menjadi sukses dan terpandang. Tinggal bagaimana kesungguhan seorang guru dan orang tua, menggali dan mengasah, bakat dan potensi anak-anaknya. Ibaratkan pisau, apabila ia sering diasah, akan menjadi tajam. Sebaliknya, apabila tidak diasah, pisau tersebut tetap tumpul, bahkan tidak bisa dimanfaatkan untuk memotong barang apapun. Otak manusia pun begitu. Salah satu bakat dan potensi yang perlu diasah dari diri seorang anak adalah kemampuannya di bidang tulis menulis. Ketika anak mulai diperkenalkan dengan dunia membaca, ia perlu juga dikenalkan dengan dunia kepenulisan. Hal ini bertujuan untuk membiasakan anak sejak dini mengenal dunia menulis. Banyak orang dewasa yang merasa kesulitan ketika akan menuangkan idenya dalam bentuk tulisan. Bahkan menuliskan satu paragraf tulisan pun ia kesulitan. Hal inilah yang banyak dirasakan oleh guru-guru Sekolah Dasar (SD) di pelosok. Mereka sangat sulit mengeluarkan ide yang ada di kepala untuk dituangkan ke dalam lembaran kertas. Padahal ada banyak ide di otaknya. Berangkat dari alasan itulah, Saya sebagai Pengajar Muda angkatan V, dari Gerakan Indonesia Mengajar yang bertugas di SD Negeri Nomor 30 Inpres Ulidang, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene tertarik dan tertantang untuk Aku Anak Awo #A3 8


mengasah anak didik Saya di bidang kepenulisan sejak dini. Yaitu dengan cara sederhana, membiasakan anak-anak menulis catatan di buku harian. Anak-anak dibebaskan menuliskan apa saja yang ada di pikiran mereka. Dari catatan di buku harian mereka, kemudian diangkat menjadi buku Aku Anak Awo’ ini. Pembiasaan membuat catatan harian seperti ini telah pernah dilakukan oleh seorang guru Sekolah Menengah Atas (SMA) di Amerika Serikat yang kemudian dikumpulkan menjadi sebuah buku dan diangkat menjadi sebuah film berjudul Freedom Writers. Dalam buku Freedom Writers tersebut, setiap siswa dalam satu kelas bebas menuliskan apa saja yang terjadi, terutama apa saja yang dialami siswa dalam keseharian. Sedangkan mengenai pemilihan judul buku ini dengan Aku Anak Awo’, hal tersebut berangkat dari satu alasan. Yaitu karena semua siswa yang menulis di dalam buku ini tinggal dan besar di Desa Awo’. Dalam bahasa Bugis, kata Awo’ berarti bambu, sedangkan kata Awo’ oleh masyarakat di Desa Awo’ diartikan sungai. Harapannya setelah munculnya tulisan dari anak-anak SD di pelosok ini, akan muncul juga tulisan-tulisan baru dari siswa yang tinggal di daerah terpencil lain dengan bermacam keterbatasan fasilitas. Memang pada awalnya, menanamkan pembiasaan menulis terhadap siswa tidaklah gampang. Apalagi pembiasaan tersebut hampir belum pernah anak-anak lakukan sebelumnya. Oleh karena itu, butuh kesabaran yang tinggi bagi seorang guru yang ingin membiasakan anak didiknya menulis. Bahkan ketika di awal-awal Saya mengajak anak didik Saya membuat sebuah tulisan, jawaban yang selalu muncul dari mereka adalah kata-kata “A’dē kuissa pak” (Tidak bisa pak), “Aih pak, maparri’” (Aih pak Aku Anak Awo #A3 9


sulit). Bersyukur terus menerus, Sehingga jadilah sekalian. Tentu ditingkatkan.

sekali dengan dorongan yang dilakukan secara akhirnya anak-anak mau menuliskan juga. buku seperti yang ada di hadapan pembaca kualitas tulisan mereka masih perlu terus

Langkah pertama yang selalu Saya katakan pada anak didik di kelas ketika akan berlatih menulis adalah “Ketika kalian akan menulis, tulislah apa saja yang ada di pikiran kalian. Itu saja. Gampang kan? Tidak usah peduli apakah tulisan kalian layak dibaca orang lain atau tidak�. Hal ini juga pernah diungkapkan oleh seorang penulis terkenal, James Whitfield Ellison, �Mulailah menulis, jangan berpikir. Berpikir itu nanti saja. Yang penting menulis dulu. Tulis draf pertamamu itu dengan hati. Baru nanti kamu akan menulis ulang dengan kepalamu. Kunci utama menulis adalah menulis, bukannya berpikir.� Ada banyak tantangan dalam penyelesaian penyusunan buku ini. Beberapa tantangan yang dihadapi Saya ketika mengumpulkan tulisan catatan harian siswa antara lain; Pertama, tidak semua tulisan yang siswa buat berasal dari hasil karya mereka sendiri, akan tetapi ada sebagian yang menyalin dari buku. Kedua, ketika siswa diberikan satu buku catatan kosong, sebagian mereka lebih tertarik membuat gambar, dari pada menuliskan rangkaian kata-kata. Ketiga, ada tulisan yang sama antara siswa yang satu dengan siswa yang lain. Keempat, buku catatan siswa seringkali rusak/hilang. Kelima, tidak semua guru bisa menyambut baik hasil karya tulis siswa, dan lain-lain. Dari beberapa tantangan itulah, maka bagi seorang pendidik yang berkomitmen dengan pengembangan dunia kepenulisan anak-anak, harus benar-benar memiliki perhatian Aku Anak Awo #A3 10


yang besar. Guru harus teliti mana tulisan yang dibuat siswa, mana yang bukan. Guru sebisa mungkin selalu mengecek perkembangan kemampuan siswa dalam menulis. Seorang guru butuh memberikan pelajaran bagaimana cara menulis yang baik, dari pemilihan kata yang benar sampai pada menyusun kalimat yang runtut. Guru meminta siswa agar menulis sendiri secara jujur. Terakhir yang tak kalah pentingnya adalah meyakinkan siswa, pendidik dan orang tua bahwa anak-anak memiliki bakat dan potensi untuk menulis. *** Dalam mendidik siswa agar bisa menulis, jangka waktu yang dibutuhkan antara satu siswa dengan yang lainnya tentu berbeda-beda. Ada siswa yang hanya dijelaskan sebentar, sudah bisa paham dan langsung mempraktekkan. Ada lagi yang sangat lama, bisa saja butuh waktu berminggu-minggu, sampai berbulan-bulan, baru kemudian bisa mempraktekkan. Oleh karena itu, seorang guru harus selalu punya energi yang banyak untuk mengasah potensi dan bakat anak didiknya. Seorang guru yang memiliki kesungguhan hati untuk terus melatih, bersungguh-sungguh dalam proses, tanpa takut akan kegagalan. Karena kegagalan sendiri adalah pintu menuju kesuksesan. Kalau kita lihat. Beberapa orang terkenal dalam kepenulisan di Indonesia seperti Goenawan Mohamad, Rendra, Kuntowijoyo, Umar Kayam, Gus Dur, Gus Mus, Nurcholis Madjid, Emha Ainun Nadjib dan masih banyak lagi yang lainnya. Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah lelah dalam mengasah kemampuannya di bidang kepenulisan ketika awalawal mereka menjadi seorang penulis. Seandainya ketika di awalawal mereka belajar menulis kemudian menyerah, pastilah Aku Anak Awo #A3 11


mereka tidak akan menjadi penulis yang baik seperti yang kita kenal sampai detik ini. Dari situ, timbul pertanyaan penting kemudian. Sudahkah kita mengasah bakat dan potensi anak didik kita dengan baik? Sudahkan kita mengasah bakat dan potensi diri kita sendiri dengan baik? Atau pertanyaan yang tak kalah pentingnya, sudahkah kita yakin bahwa anak didik kita atau diri kita memiliki bakat dan potensi, terkhusus di bidang kepenulisan?. Pertanyaan ini butuh kita jawab bersama-sama sebagai pribadi yang telah diberikan bakat dan potensi oleh Tuhan. Sebelum semuanya terlewati begitu saja tanpa kesadaran yang mendalam. Mungkin saja ada yang memiliki bakat dan potensi lain yang sangat menonjol, seperti menyanyi, menari, bermain bulu tangkis, bola voli, sepak bola, catur, sampai kepada bakat dan potensi berhitung. Itu semua butuh diasah. Semua bakat dan potensi yang beragam tersebut apabila didukung dengan kemampuan menulis, pastinya akan lebih baik, agar bisa mengajarkan kepada orang lain yang lebih banyak. Kuncinya, jika ingin mengajarkan anak didik menjadi penulis yang handal. Tinggal disuruh latihan dan latihan. Suatu waktu, kesuksesan pasti bisa diraih dari hasil latihan yang dilakukan secara berkesinambungan. Jika ada dari pembaca sekalian yang masih bingun dimana letak bakat Anda yang harus diasah. Saya akan bercerita beberapa hal tentang pencarian bakat dan potensi pada diri Saya pribadi. Terutama di bidang kepenulisan. Begini ceritanya. Sewaktu Saya sekolah di jenjang SMA sampai lulus tahun 2006, bahkan jauh sebelum itu, sejak masih SD, Saya berpikir bahwa Saya tidak ada bakat dan potensi Aku Anak Awo #A3 12


di bidang tulis-menulis. Padahal, waktu Saya SMA sudah lumayan senang membaca buku di perpustakaan. Saya mulai berlatih menulis ketika Saya tinggal di Yogyakarta. Tepatnya pada pertengahan tahun 2007, yaitu setahun sebelum menempuh perkuliahan. Saya belajar menulis di Pondok Pesantren Hasyim Asy’ari Yogyakarta. Pondok pesantren ini menampung mahasiswa dari golongan kurang mampu secara finansial, atau mahasiswa yang memilih jalan kemandirian. Pengasuh yang ada di pondok pesantren tersebut adalah Zainal Arifin Thoha (almarhum), ia mengharuskan mahasiswa mencari uang sendiri untuk kebutuhan hidup seharihari dan biaya untuk kuliah. Salah satu jalan kemandirian yang ditempuh oleh para santrinya yaitu dengan mencari honor lewat menulis di media massa. Sebelum tulisannya mampu tembus di media massa, para santri ada yang menjadi pengamen, loper koran, berjualan di angkringan dan berjualan dengan asongan. Saya sendiri pernah menjadi loper koran dan membantu seseorang berjualan buku, keliling di beberapa kota. Berkali-kali Saya menulis puisi. Tidak ada satu pun media yang memuatnya. Suatu waktu Saya bertanya-tanya pada diri pribadi apa yang membuat puisi Saya tidak dimuat, mungkin saja karena Saya menggarapnya tidak serius. Akhirnya Saya menekuni tulisan resensi buku. Resensi Saya, pertama kali dimuat pada koran Lampung Pos akhir tahun 2007. Kemudian berlanjut dimuat pada koran Seputar Indonesia, Media Indonesia, Bali Post, Koran Jakarta, Bernas Jogja, Majalah Flamma, Malajah Suluh dan juga tulisan yang dimuat dalam bentuk buku kompilasi dan terakhir menulis buku berjudul Peace Education tahun 2012. Aku Anak Awo #A3 13


Bagi Saya, dalam menulis butuh rasa percaya diri dan optimisme yang besar. Meskipun sebagian teman Saya beranggapan bahwa tulisan Saya tidak bagus, tetap saja Saya kirim ke media massa. Saya tidak tahu sudah berapa tulisan yang ditolak redaksi media massa, tapi Saya tetap memberanikan diri terus mengirim dan meningkatkan latihan. Bahkan mungkin sampai mereka orang redaksi merasa kasihan dengan Saya. Itulah sedikit cerita bagaimana Saya mengasah dunia kepenulisan hingga akhirnya tulisan Saya bisa dimuat di koran dan berhasil menulis buku. Terakhir, sekali lagi Saya ingin tegaskan, bahwa setiap anak memiliki bakat dan potensi untuk menulis, siapa pun itu. Tidak ada kata terlambat untuk memulai menulis. Untuk itu, sebagai pendidik, mari bersama-sama mengasah bakat dan potensi menulis anak didik kita mulai dari sekarang. Setidaknya dengan menulis, kita bisa berdakwah dan mengajar orang lain lewat tulisan yang kita buat. Mengutip perkataan Al-Ghazali, “Kalau Engkau bukan anak raja dan Engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis�. Awo’, 2 Mei 2013 Editor,

M Nurul Ikhsan Saleh, S.Pd.I @mnurulikhsan / hp 081 242 023 909 (Pengajar Muda V Majene, Gerakan Indonesia Mengajar)

Aku Anak Awo #A3 14


Sambutan Koordinator Pengajar Muda V Majene Setiap anak adalah emas. Saya meyakini itu, terlebih setelah ditugaskan menjadi Pengajar Muda, di Kabupaten Majane. Tidak hanya kemampuan sains saja yang bisa dikembangkan, namun juga kemampuan yang lain, seperti olahraga, berpuisi, dongeng, menyanyi, tari-tarian dan sebagainya. Buku ini kiranya cukup membuktikan kemampuan non-sains yang dimiliki oleh anak-anak. Bukan cuma anak kota, bahkan anak gunung, di daerah pelosok Majene. Rasa bangga dan haru melihat anak-anak ini mengekspresikan apa yang ada di dalam pikiran mereka, imajinasi mereka dan menggambarkan apa yang mereka lihat serta rasakan setiap hari. Setiap

anak

Indonesia

mempunyai

hak

untuk

mengembangkan dirinya, mengekspresikan bakatnya. Tugas kita sebagai gurulah untuk membantu dan memotivasi mereka untuk maju. Selamat membaca dan merasakan semangat untuk maju yang luar biasa dari anak-anak Awo’. Galung Sangalla, 15 Mei 2013 Yustika N. Arifa, S.IP. @tikayusuf (Kord. Pengajar Muda V Majene, Gerakan Indonesia Mengajar) Aku Anak Awo #A3 15


SAMBUTAN CAMAT TAMMERODO SENDANA UNTUK BUKU AKU ANAK AWO’ Assalamu’alaikum Wr. Wb. Alhamdulilah. Marilah kita senantiasa memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Ilahi Rabbi, Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah SWT, berkat rahmat dan karunia-Nya, kita semua masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk terus melanjutkan pengabdian untuk pendidikan. Keberadaan pendidikan sangat penting untuk mencetak Sumber Daya Manusia yang berkualitas. Maka untuk mendukung terwujudnya pendidikan yang semakin baik, butuh perhatian pelaku pendidikan agar terus mengembangkan anak-anaknya sejak dari Sekolah Dasar. Terutama bagaimana membentuk peserta didik yang bisa berkarya. Hadirnya karya tulis anak-anak Sekolah Dasar Negeri Nomor 30 Inpres Ulidang ini, menjadi salah satu bukti hasil kreativitas anakanak yang sangat baik. Saya atas nama Pemerintah Kecamatan Tammero’do Kabupaten Majene sangat menyambut baik karya anakanak Sekolah Dasar yang berada dalam naungan Kecamatan Tammero’do ini. Semoga dengan terbitnya buku Aku Anak Awo’, akan bermanfaat bagi penulis dan pembacanya. Dimana anak-anak semakin terpancing untuk terus meningkatkan kebiasaan menulis sejak dari Sekolah Dasar. Tentu, anak-anak penulis di buku ini masih perlu terus dilatih agar bisa melahirkan karya-karya yang lebih bagus di masa depannya. Teruslah berkarya anak-anakku! Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Majene, 5 Juni 2013 Camat Tammerodo Sendana Irhamniah Muis Mandra, SE.M.AP Aku Anak Awo #A3 16


SAMBUTAN BUPATI KABUPATEN MAJENE UNTUK BUKU AKU ANAK AWO’ Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Puji syukur senantiasa Saya panjatkan ke hadirat Ilahi Rabbi, Tuhan Yang Maha Esa, berkat rahmat dan karunia-Nya, kita semua diberikan kesehatan serta kekuatan untuk terus belajar dan berkarya. Melalui sambutan singkat ini Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Majene menyampaikan apresiasi yang setinggi – tingginya atas diterbitkannya buku Aku Anak Awo’ karya anak-anak Sekolah Dasar Negeri Nomor 30 Inpres Ulidang, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do Sendana, Kabupaten Majene. Dengan terbitnya buku Aku Anak Awo’ hasil karya anak-anak di Sekolah Dasar tersebut, telah menjadi bukti bahwa kemampuan menulis seseorang bisa ditumbuhkan sejak anak masih dalam usia dini. Tentunya dengan bimbingan secara terus-menerus, selain anakanak pintar membaca, mereka juga terlatih untuk menulis. Serta menumbuhkan imajinasi, kreativitas, sikap kritis dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Harapannya, buku ini dapat menumbuhkan inspirasi, untuk para pembacanya, anak – anak, guru, orang tua, pelaku pendidikan dan seterusnya. Segala daya, upaya terkait untuk perbaikan dan kesempurnaan buku, ini akan sangat ditunggu. Untuk para penulis cilik yang berkontribusi dalam penyelesaian buku ini, Saya berpesan teruslah berkarya dan semakin bersemangat berlomba – lomba untuk berprestasi. Kalian adalah generasi penerus Majene pada masa mendatang. Wassalamualaikum warahmatullahi wabaraktuh Majene, 16 Mei 2013 Bupati Kabupaten Majene H. Kalma Katta, S.Sos, M.M Aku Anak Awo #A3 17


Aku Anak Awo #A3 18


Aku Anak Awo’ (1) Hallo

teman-teman, perkenalkan namaku Hilda Sri Mardawani. Biasanya teman-temanku memanggilku Hilda. Aku lahir di Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do Kabupaten Majene pada 4 Juni 2001. Ayahku bernama Subaer. Aku sekarang menimba ilmu di SDN No 30 Inpres Ulidang, Kabupaten Majene, kelas VI. Selain suka berhitung, Aku juga sangat suka membaca. Dalam sehari Aku bisa menghatamkan buku sampai tuntas. Pada bulan April 2013, Aku menjadi salah satu perwakilan sekolah untuk mengikuti Olimpiade Sains Kuark tingkat Kabupaten. Senang sekali rasanya. Selamat membaca karyaku. Semoga bermanfaat. Ceritaku: ANAK SULUNG DAN ANAK BUNGSU Suatu hari, Aku pulang dari sekolah. Sesampainya di rumah, Aku mendengar adik bungsuku meninggal karena dia punya penyakit tumor. Aku adalah anak sulung. Umurku baru 11 tahun. Sedangkan adikku yang bungsu, mengidap penyakit tumor, dia hanya berumur sampai tiga bulan. Aku sangat marah pada Tuhan kenapa Dia mengambil dua adikku. Adikku yang pertama meninggal namanya Hilman Fariansa. Sedangkan adikku yang kali ini meninggal adalah Ahmad Fijran. Aku bersaudara ada enam. Dua meninggal. Jadi Aku tinggal berempat. Aku berempat, ada tiga perempuan, yang pertama Aku Hilda Sri Mardawani. Adikku yang pertama baru umur dua tahun, kemudian meninggal. Ia adalah Hilman. Adikku yang Aku Anak Awo #A3 19


kedua bernama Selfi Sri Lestari. Selfi ini orangnya cerewet banget. Yang keempat adalah Alfatira Azzahra. Dia punya kakak laki-laki yang bernama Alfiqra Alif Almubarak. Dia adik lakilakiku yang masih hidup. Ya Allah, kenapa Aku dibuat sedih seperti ini? Adikku yang terakhir meninggal pada 25 Januari 2013. Itu saja Ceritaku hari ini, Aku sangat sedih sekali. Apabila Aku lanjutkan lagi, takut Aku menangis terus. (Awo’, 25 Januari 2013). Ceritaku: BANJIR Banjir melanda desaku, tapi mengapa sampah yang disalahkan padahal manusia yang membuang sampah. Aku bertanya pada mereka, kenapa kalian membuang sampah sembarangan? Gara-gara kalian bencana alam jadi datang seperti banjir. Banjir datang karena kalian membuang sampah sembarangan. Mengapa kalian membuang sampah sembarangan ke selokan? lihat banjir datang melanda desa kita.

Mimpiku: AKU INGIN MENJADI BUPATI Sebenarnya, Aku ingin jadi guru tapi di dalam hati kecilku, Aku ingin menjadi bupati. Ternyata sepertinya sulit juga ya. Dulu kepala sekolahku yang sudah pensiun berkata “Dulu Saya tidak ingin jadi guru, eh ternyata jadi guru beneran, ya itu bisa dibilang

Aku Anak Awo #A3 20


takdir. Bukan takdir cinta ya anak-anak!�. Katanya dan kami ketawa geli banget. Hehe Puisiku: BUKU PENERANG MASA DEPANKU Buku penerang masa depanku Buku membuatku pintar Buku membuatku memiliki segudang ilmu Kau seperti saudaraku Yang Aku bawa setiap hari Untuk Aku pelajari Terimakasih buku Kau penerang masa depanku Maka, bacalah terus buku Karena buku tempat berlindung kita belajar Puisiku: LANGIT TERTUTUP AWAN Sang pencipta tak akan menguji umat-Nya Apabila tak mampu menerima ujian-Nya Bapakku telah tiada Disusul ibuku tercinta Yang menyimpan bara Terenggut pula nyawa dari jasadnya Tinggal Aku berlima dengan keempat adikku Ditampung sepasang orang tua Aku renguk kasih Sayang mereka Tetapi ... Aku Anak Awo #A3 21


Aku dan adik-adikku Terpisah karena waktu Kini dimana mereka berada Kemana Aku harus mencari? Kemana lagi harus kutelusuri? Kabar tiada kudengar Berita tiada kutelusuri Tiada alamat kuketahui Awan gelap masih menyelimuti Jejak mereka tiada kuketahui Puisiku: MATAHARIKU Matahariku Kau sangat berjasa Kau menerangi seluruh alam Kau tatasurya yang paling besar Kau menghangatkan seluruh planet Sekarang bulan akan tiba Matahari akan tenggelam Aku tak ingin berpisah denganmu Walaupun Aku suka dengan bulan Tapi matahari lebih Aku suka Semoga esok pagi lebih indah dari yang lalu

Aku Anak Awo #A3 22


Aku Anak Awo #A3 23


Puisiku: HUJAN Air menetes satu demi satu Lama-lama jadi deras Basahi seluruh bajuku Seluruh tasku Hujan juga membasahi tanaman Hujan juga membasahi rumahku Hujan juga membasahi jalanan Semua serba basah Karena hujan ... Puisiku: PAHLAWANKU Pahlawanku Kau sangat berjasa untuk negara Jiwa raga kau pertaruhkan Hanya untuk negeri tercinta Wahai para pahlawanku Terima kasih atas semua jasa-jasamu Kami akan selalu mengenang Semua jasamu untuk selama-lamanya Puisiku: MAKANAN Roti roti roti roti ... Da ...ging Da ...ging Keju keju keju keju keju Te te lur ... te te lur ... Aku Anak Awo #A3 24


Puisiku: BUMIKU TERCINTA Bumi menurutku Tata surya yang paling indah Aku punya teman Bumi juga punya teman Aku punya ibu tercinta Bumi juga punya ibu tercinta Aku punya lampu untuk menerangi malam Bumi juga punya bulan untuk menerangi malam Sungguh indah ciptaan Tuhan Sungguh mulia hati Tuhan Kami akan selalu memujamu Puisiku: TUHANKU YANG MENCIPTAKANKU Engkau Maha Pencipta Seluruh isi alam semesta Tuhan memberi kita telinga dan mata Menciptakan kaki tangan Dan terpenting otak Puisiku: PELANGI Pelangi, engkau pelangi Warnamu indah menarik Merah, kuning, hijau, dan ungu Pelangi terlihat di langit biru Aku Anak Awo #A3 25


Aku Anak Awo #A3 26


Puisiku: BUNGA INDAH MEMPESONA Bunga indah mempesona Silakan pandang Renguk keharumannya Dengan rasa santun dan Sayang Maka janganlah kiranya kau merusaknya Rawatlah Dengan cinta suci mulia Agar Allah ridha dan limpahkan karunia-Nya Suratku: GURUKU INDONESIA MENGAJAR Guruku pak Nurul adalah Indonesia Mengajar Dia datang ke sini jauh-jauh demi kami Guruku Indonesia Mengajar Kami bersyukur Engkau ada Sehingga kami dapat menimba ilmu pengetahuan darimu Usaha pak Nurul untuk kami sungguh mulia Pak Nurul membuat kami sadar Bahwa kami harus bisa bercita-cita tinggi Pak Nurul bagaikan pahlawan Suka dan duka kita jalani bersama Canda, tawa, semua kita tanggung bersama Terima kasih pak Nurul Do’a kami selalu menyertaimu Dimana pun bapak berada semoga kita bisa bertemu lagi Aku Anak Awo #A3 27


Aku Anak Awo #A3 28


Aku Anak Awo’ (2) Assalamu’alaikum. Perkenalkan namaku Dalilul Falihin. Panggil saja Dalilul ya. Aku lahir di Desa Awo’, pada 5 Juli 2001. Dari sejak lahir sampai besar, Aku tinggal di Dusun Awo’, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene, Propinsi Sulawesi Barat. Aku sekolah di SDN Nomor 30 Inpres Ulidang, Majene, kelas VI. Bapakku bernama Mahmud, ibuku bernama Mardiana. Mereka sangat rajin ke kebun setiap hari. Kecuali hari Jumat dia tidak pergi ke kebun. Bapak dan ibuku merawat kebun cokelat, kebun kemiri, dan kebun cengkeh. Dari hasil berkebun itulah Aku bersama kakak dan adikku bisa sekolah. Hobiku bermain sepak bola. Aku memiliki cita-cita ingin menjadi pemaian sepak bola handal. Itu saja perkenalanku ya. Selamat membaca catatan harianku. Semoga kalian menikmati. Ceritaku: PERGI KE KEBUN Pada suatu pagi, Aku pergi ke kebun bersama ayah dan kakak. Di tengah perjalanan, Aku bertemu babi yang besar. Aku hampir diterjang. Aku lari ketakutan karena babi itu hampir menerjang Aku. Aku tetap berjalan agar sampai di kebun ku. Sesampainya di kebun, Aku melihat banyak burung. Aku melihat ke kiri-ke kanan dan akhirnya Aku melihat monyet. Monyet tersebut sedang makan cokelat. Saat Aku mendekatinya, monyet itu pergi ke tempat lain karena takut pada Aku. Aku tetap berjalan melihat-lihat pohon cokelat yang baru ditanam oleh ayah. Aku Anak Awo #A3 29


Ternyata. Pohon cokelat yang baru saja ditanam ayah, lebih banyak hidup dari pada yang mati. Wah ternyata ayah pintar menanam pohon cokelat. Buktinya pohon yang ditanam ayah lebih banyak hidup dari pada yang mati. Aku tetap berjalan melihat-lihat kebun. Ternyata kebun ayah ditumbuhi banyak pohon cokelat dan buahnya pun ada yang banyak. Ada juga yang sedikit. Kebun ayahku luas, tapi kebanyakan pohon cokelat yang ditanam. Di situ tempatku memetik cokelat yang sudah berwarna kuning. Setelah dipetik, bapak menjualnya kalau sudah kering. Aku tetap melihat-lihat kebun ayahku. Di kebun itu ada juga pohon mangga dan pohon langsat. Jika pohon-pohon itu berbuah maka pohon-pohon itu akan diambil buahnya dan akan dimakan di kebun. Di kebun, Aku dapat mendengar kokok ayam hutan “Tuttu kuku...�. Aku pun mendengar bunyi binatang yang lain seperti burung kutilang, burung pipit, dan lain-lain. Sekian dulu Ceritaku. Terima kasih sudah membaca. Puisiku: BINTANG BERSINAR Bintang bersinar pada waktu malam Bintang terlihat sangat indah Sangat cerah di malam hari Bersinar bersama bulan Bintang bersinar bersama bulan Terlihat di malam hari Aku Anak Awo #A3 30


Bintang tidak bersinar lagi di siang hari Bintang terlihat di malam hari Puisiku: RAGAM HEWAN Hewan ada yang bertanduk dan bertaring Rusa bertanduk dan singa bertaring Hewan juga bermacam-macam Juga berbeda-beda Ada hewan yang memakan tumbuhan Ada hewan yang pemakan daging Hewan juga punya nama sendiri Contohnya gajah, singa, harimau, dan lain-lain Tapi bisa disebut dengan satu kata yaitu hewan Puisiku: IBUKU Ibu yang telah mengandungku selama sembilan bulan Betapa kasihannya kau mengandungku serta melahirkanku Saat kecil kau ajariku dan merawatku Kau sungguh bersusah payah membesarkanku Sampai Aku dewasa dan sekolah Betapa baiknya kau merawatku Dari kecil sampai besar Kau tetap menyayangiku ibu

Aku Anak Awo #A3 31


Aku Anak Awo #A3 32


Puisiku: TUHAN SANG PENCIPTA Tuhan Sang Pencipta Menciptakan alam semesta Menciptakan manusia, hewan dan tumbuhan Menciptakan isi bumi Tuhan Sang Pencipta Akan membalas perbuatan manusia di bumi Yang buruk maupun yang baik Tetap akan dibalas perbuatannya Tuhan mempunyai tempat pembalasan bagi manusia Yang baik akan ditempatkan di surga Yang buruk akan ditempatkan di neraka Itulah tempat pembalasan bagi manusia Tuhan Sang Pencipta Kita harus patuh kepada-Nya Karena Dia adalah Tuhan kita Kita harus lakukan apa yang diperintahkan-Nya Puisiku: AIR SUMBER KEHIDUPAN Air kau sumber kehidupan Tanpamu semua jadi sedih Kau merupakan minuman paling penting Jasamu sungguh besar Kau membangkitkan semua Serta menghidupkan semua Aku Anak Awo #A3 33


Aku Anak Awo #A3 34


Pantunku: Buah nangka buah kedondong Jangan dimakan di siang terik Hai teman jangan berbohong Bohong itu tidak baik Kalau ada kembang yang baru Bunga kenanga dikupas jangan Kalau ada sahabat baru Sahabat lama ditinggalkan jangan Ada kancil di luar pagar Berbinar-binar mencari mangsa Sejak kecil malas belajar Sudah besar pasti sengsara terasa Kalau kita main catur Tidak lupa memegang kuda Kalau hidup kita teratur Badan sehat, sejahtera dan berada Kemana kancil akan dikejar Ke dalam pasar cobalah cari Ketika kecil rajin belajar Sesudah besar senanglah sendiri Puisiku: SEPATUKU YANG SETIA Sepatu adalah teman setiaku setiap hari Sepatuku yang berwarna hitam Setiap hari Aku bawa ke sekolah Aku Anak Awo #A3 35


Sepatuku sangat berarti bagiku Sepatuku seperti temanku sendiri Meskipun sepatuku lusuh Aku tetap menyayanginya Membawa pulang pergi sekolah Sepatuku yang setia Di kala sepatuku kotor Aku mencucinya Di kala sepatuku basah Aku menjemurnya Di kala robek Aku menjahitnya Begitulah Aku mencintai sepatuku Puisiku: PELANGI SUNGGUH INDAH Pelangi sungguh indah Pelangi menyejukkan hatiku Pelangi terlihat seperti bunga terindah Seperti yang Aku inginkan Pelangi sungguh indah mempesona Di langit yang biru Pelangi Ciptaan Tuhan

Aku Anak Awo #A3 36


Aku Anak Awo #A3 37


Puisiku: NEGERI YANG KUCINTA Negeri yang indah Berasal dari negeri yang aman Dan juga tertib Serta bersih Negeri yang kucinta Yaitu... Negeri yang bersih Serta tenteram Puisiku: TUHANKU Tuhanku Tuhanku Sang Pencipta Menciptakan isi bumi Menciptakan alam semesta Dan semuanya Tuhanku Tuhanku Sang Pencipta Menciptakan manusia dari segumpal darah Tuhan yang akan membalas perbuatan manusia Dan sebagainya

Aku Anak Awo #A3 38


Aku Anak Awo’ (3) Hallo teman-teman. Salam kenal dariku. Nama lengkapku Nur Atika. Teman-temanku sekalian bisa memanggilku Tika. Aku dilahirkan di Dusun Awo’, Desa Awo’, Kabupaten Majene pada 18 Juli 2001. Aku anak pertama, adik pertamAku bernama Nurul Ainun dan terakhir Mirwan. Sedangkan bapakku bernama Abdul Rahim. Bapakku menikah dengan Nur Haedah. Aku hobi menggambar. Cita-citaku menjadi dokter. Aku sekarang belajar di kelas enam pada Sekolah Dasar Negeri Nomor 30 Inpres Ulidang, Kabupaten Majene. Doakan ya teman-teman semoga cita-citaku untuk menjadi dokter bisa tercapai. Amien. Selamat membaca catatan harianku. Ceritaku: BERLIBUR Aku dan teman-temanku pergi berlibur ke sungai. Sungai itu sangat bagus. Aku dan teman-temanku berlibur di sana. Kami berenang di sungai tersebut. Sungai itu sangat luas dan dalam. Aku dan teman-temanku berenang. Ternyata ada satu teman yang tidak bisa berenang. Dia takut tenggelam. Temanku yang tidak bisa berenang itu cuma menonton kami yang sedang berenang. Kami menikmati berlibur di sungai. Besok panginya, jam 9 pagi, kami kembali berlibur. Kali ini bukan di sungai, tapi di pantai. Pantai itu sangat indah. Kami pun bermain di pantai. Kami bermain pasir. Sesudah bermain pasir, kami berenang di laut. Aku Anak Awo #A3 39


Tidak terasa, ternyata jam sudah menunjukkan jam 4 sore. Kami pun pulang ke rumah masing-masing. Sesampainya di rumah, Aku salat. Setelah itu, Aku pergi mengaji, sesudah mengaji Aku belajar. Aku sangat menikmati liburan kali ini. Pada liburan hari ketiga, Aku bersama teman-teman pergi ke gunung. Aku melihat pemandangan bagus. Dari atas gunung Aku merasakan segarnya udara. Di gunung itu ada banyak burung berkicau ria dan menari-nari. Di tengah perjalanan pulang, Aku dan teman-teman menemukan tempat peristirahatan. Kami pun beristirahat sejenak untuk melepas lelah. Tidak diduga ada kupu-kupu menghampiri Aku. Kupu-kupu tersebut sangat cantik dan indah. Warnanya begitu menawan. Ada yang berwarna kuning hitam dan ada pula berwarna kuning polos. Begitulah Ceritaku di waktu liburan selama tiga hari. Hari pertama ke sungai. Hari kedua ke laut. Hari ketiga ke gunung. Wassalam.

Aku Anak Awo #A3 40


Aku Anak Awo #A3 41


Puisiku: KUPU-KUPU DAN BUNGA Kupu-kupu yang indah Bunga yang cantik Kupu-kupu di taman menghampiri bunga Kupu-kupu dan bunga terlihat cantik Di taman kupu-kupu sangat indah Taman itu sangat indah Bunga sangat bersinar Setiap hari Aku pergi ke taman bunga Sesudah sekolah Aku pergi ke taman bunga Sesudah Aku pergi ke taman bunga Aku pergi ke taman yang dihinggapi kupu-kupu Meskipun taman bunga ada kupu-kupunya Aku akan selalu ke sana Aku selalu menyiram taman bunga Semua taman-taman itu akan kurawat Kupu-kupu dan bunga akan kurawat Mudah-mudahan bunga itu tetap tumbuh Kupu-kupu pun selalu menari-nari di pagi hari Hari minggu Aku puas menikmati bermain Sama kupu-kupu dan bunga cantik Kupu-kupu yang indah Warnamu sangat cantik Bunga-bunga Mekarmu sangat indah Aku Anak Awo #A3 42


Aku Anak Awo #A3 43


Puisiku: BULAN BERSINAR Bulan yang bersinar Di waktu malam Aku tidak bisa tidur karena melihat bulan Bulan Aku selalu mengingatmu Kalau Aku pergi ke sekolah Aku membayangkan bulan Bulan sinarmu sangat indah Sampai Aku tidak bisa tidur Oh bulan kenapa kamu begitu cerah Bulan andaikan kamu di sini Aku akan selalu bermain denganmu Oh bulan yang indah Andai saja kamu ada di sini Aku sangat menginginkanmu Bulan kenapa kamu begitu indah Sampai Aku senang Setiap hari Aku selalu senang Karena mengingatmu Kenapa Aku selalu mengingatmu Karena sinarmu begitu indah Oh bulan Bulan yang indah Kamu sangat membuat senang hatiku Oh bulan yang indah dan bersinar Aku Anak Awo #A3 44


Aku Anak Awo #A3 45


Puisiku: GURU YANG BAIK Guru adalah pahlawanku di sekolah Terima kasih guru karena sudah mengajari kami Guru yang baik Kalau tidak ada guru mana bisa kami pintar Ibu guru dan bapak guru yang baik Aku tidak akan sia-siakan belajar Karena belajar itu dapat menambah ilmu Maka janganlah malas belajar Kalau kita malas belajar Jangan harap bisa pintar Maka belajarlah Kalau mau mendapat ilmu Jangan lupa belajar Kita harus selalu belajar Karena belajar itu baik Guru yang baik Kami tidak akan malas belajar Kami akan selalu belajar Belajar, belajar dan belajar Guru yang baik Kalau kamu mengajari kami Kami tidak akan malas Kami akan selalu belajar Guru yang baik Aku Anak Awo #A3 46


Kami akan sayang pada guru Kami akan selalu belajar Agar kami pandai Puisiku: BUKU TEMPAT MENULIS Buku adalah tempat menulis Tanpa buku kita tidak akan bisa menulis Tanpa buku kita tidak bisa menambah ilmu Aku Sayang pada buku Kalau tidak ada buku Kita tidak bisa pintar Kalau ada buku Kita bisa menulis Kita menulis Apa yang kita mau tulis Kita bisa menggambar Kita bisa menulis cerita Kita bisa juga menulis puisi Buku adalah tempat menulis Menulis itu baik Buku itu bisa membuat kita menuliskan cerita Janganlah selalu merobek buku Karena buku baik untuk kita Aku sangat suka buku Tanpa buku kita tidak akan bisa pintar Aku suka buku Karena buku baik untuk kita Buku itu membuat kita pintar Aku Anak Awo #A3 47


Suratku: BUAT PAK NURUL Buat Pak Nurul yang baik hati Terima kasih karena sudah mengajar kami Engkau yang mengajar kami Engkau yang mendidik kami Sampai kami begitu cerdas Kami sulit cerdas tanpa ada guru Guru yang selalu mengajar kami Pak Nurul yang baik hati Engkau selalu mengajar kami Dan selalu mengajak kami rekreasi Sampai kami menikmati pergi rekreasi Kami tidak bosan belajar Karena kami ingin pandai dan cerdas Kami ingin pintar Dan pandai

Aku Anak Awo #A3 48


Ceritaku: PRI JINGGA Datanglah Pri Jingga dan teman-temannya pada suatu pagi di sungai. Pada saat itu, ada seorang anak yang membawa sapu lidi. Kemudian anak itu melihat Pri Jingga dan teman-temannya ada di sungai. Setelah itu, teman-teman Pri Jingga langsung pulang dan pada saat itu tinggal Pri Jingga yang belum pulang karena selendangnya hilang di tiup angin. Anak itu mengambilkan selendang milik Pri Jingga, selanjutnya anak itu pergi. Saat perjalanan pulang, ada raksasa yang mengganngu anak itu, bersyukur Pri Jingga datang menolong anak itu dan raksasa itu kalah berperang. Sehabis berperang. Pri Jingga memberikan biji-bijian kepada anak itu. Pri Jingga berpesan “Kamu tanam bijian-bijian ini di belakang rumahmu, pasti nanti biji-bijian ini akan tumbuh bunga-bunga yang cantik. Bunga-bunga tersebut adalah bunga yang ajaib�. Ternyata memang betul adanya. Bunga itu setelah tumbuh di belakang rumah anak itu. Kemudian membantu menyajikan buah-buahan dan makanan yang lezat. Tiba-tiba ada dua orang penjahat yang bermaksud menebang bunga ajaib tersebut. Apa boleh dibuat, ternyata bunga-bunga ajaib itu tidak bisa ditebang. Sampai akhirnya penjahat itu kelelahan karena terus gagal menebang bunga-bunga itu. Sehingga penjahat itu pulang dengan tangan hampa. Tidak mendapatkan bunga. Maka dari itu jangan berniat jahat. Sudah dulu ya ceritanya. Salam. Aku Anak Awo #A3 49


Aku Anak Awo #A3 50


Ceritaku: BIDADARI Bidadari turun dari kayangan. Bidadari yang cantik. Bidadari begitu cantik. Saat Aku melihat bidadari Aku tidak bisa tidur. Besok Aku akan pergi lagi ke tempat mandimu. Aku ingin bermain denganmu. Bidadari yang manis, Aku akan selalu mandi di sungai itu bersamamu. Bidadari, Aku ingin ikut denganmu tapi tidak bisa. Seandainya Aku bisa ikut denganmu pasti hatiku senang sekali. Aku selalu membayangkanmu bidadari. Setiap hari Aku mandi di sungai. Sungai itu sangat indah dan bersih. Bidadari selalu mandi di sana. Karena bersih. Bidadari yang mandi biasanya ada tujuh. Saat mandi, semua Bidadari pulang. Kecuali Bidadari merah. Dia tidak pulang sendiri. Tiba-tiba Bidadari merah terhanyut aliran air di sungai. Ia mengangis menangis minta tolong. Ia tidak bisa puang kembali ke kayangan. Bidadari itu terus menangis. Pasti Bidadari merah akan sangat senang apabila teman-temannya datang untuk menolong. Bidadari merah terus bersedih karena kesepian. Dia sedih karena kesepian sendiri di sungai. Tidak ada teman-temannya. Lebih sedih lagi karena selendangnya ternyata hilang. Dia terus mencarinya tapi tidak juga ditemukan. Ke esokan harinya, dia kembali mencari. Dan belum juga ketemu. Setelah beberapa hari kemudian. Datanglah temantemannya menolong. Selendangnya juga telah ditemukan oleh teman-temannya. Bidadari merah sangat senang sekali karena mendapatkan pertolongan. Akhirnya bidadari merah kembali bersama-sama ke kayangan. Aku Anak Awo #A3 51


Mimpiku: SEANDAINYA ... Seandainya Aku menjadi bupati pastilah sangat menyenangkan. Karena menurut cerita, apabila menjadi bupati itu bisa pergi kemana-mana. Bahkan pergi ke luar negeri. Kalau menjadi bupati bisa melihat kota-kota. Kota besar. Kalau mau jadi bupati harus belajar. Belajar sampai perguruan tinggi. Kalau ingin melihat kota-kota besar. Kalian harus menjadi bupati. Jika Aku menjadi bupati, Aku akan selalu melihat kotakota besar. Selalu pergi ke mana-mana. Menjadi bupati itu pasti menyenangkan sekali. Tidak hanya keliling-keliling kota. Tapi juga dapat melihat presiden langsung.

Aku Anak Awo #A3 52


Aku Anak Awo #A3 53


Aku Anak Awo’ (4) Salam sejahtera. Pekenalkan namaku Siti Harlianti. Untuk memanggil namaku bisa dengan panggilan Atti saja. Tidak usah ditambah atau dikurangi. Aku lahir pada 28 Agustus 2001 di Dusun Awo’, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene. Aku dilahirkan oleh seorang Ibu yang bernama Sumiarni dan dari seorang bapak yang bernama Ahmad Idris. Aku sangat senang belajar. Karena Aku memiliki cita-cita menjadi seorang dokter kalau sudah besar. Bahkan Aku kadang dimarahin sama bapak kalau tidak belajar. Aku sekarang menuntut ilmu di Sekolah Dasar Negeri Nomor 30 Inpres Ulidang, Kabupaten Majene. Duduk di kelas Akhir. Yaitu kelas VI. Puisiku: OMBAK Ombak, Andai kamu tidak ada Pasti orang yang di Jawa Atau di Kaltim tidak akan bisa menyeberang Ombak, Kamu sangat berharga Bagi orang-orang di Jawa Atau di Kaltim Ombak, Engkaulah yang bisa membawa orang Jawa Atau orang luar bisa menyeberang Ke SDN No 30 Inpres Ulidang Atau sebaliknya Aku Anak Awo #A3 54


Hanya ombaklah yang bisa membantu orang-orang Pergi ke mana-mana Ombak sangatlah berharga bagi manusia Ombak adalah tempat manusia untuk menyeberang Puisiku: POHON Pohon, Tanpa pohon pasti dunia akan hancur Tanpa pohon dunia akan banjir dan longsor Pohon, Terima kasih Berkat pohonlah manusia bisa hidup tenang Andai saja pohon tidak ada Pasti akan terjadi banjir dan longsor Itu semua berkat pohon Pohon tidak pernah bisa tumbang Kalau manusia tidak ceroboh Kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan Itu semua karena ulah manusia Manusia tidak akan pasti mengulang perbuatannya Apabila takut akan terjadi banjir dan longsor Harusnya manusia takut kalau terjadi banjir Banjir itu sangat berbahaya Pohon, Kami berterima kasih Karena berkat pohonlah Aku Anak Awo #A3 55


Manusia hidup tenang Karena pohon itu menyelamatkan manusia Dari bencana alam Puisiku: ADIKKU YANG KUSAYANG Adik, Tanpamu Aku tidak akan bisa belajar bersama Adik, Terima kasih karena sudah mau menemani kakak Dalam suka ataupun duka Semua takkan kulupakan, adikku Kalau Aku pergi Pasti adik juga akan pergi Puisiku: PADI Padi memberikan kami makanan Apabila tidak ada padi manusia pasti tidak akan makan Padi tumbuh di sawah Manusia bisa makan padi Padi yang memberikan kepada manusia makanan Makanan adalah sumber kekenyangan

Aku Anak Awo #A3 56


Aku Anak Awo #A3 57


Puisiku: MELUKIS GUNUNG Gunung, Aku ingin sekali melukismu Tetapi, Gunung tidak bisa terlihat jelas Gunung itu sangat tinggi Seolah-olah Aku ingin mendakinya Tetapi, Aku tidak bisa karena gunung sangat jauh Jadi, Aku hanya melukis gunung saja Seandainya gunung tidak jauh Pasti Aku akan naik ke gunung Tapi Sayang gunung sangatlah tinggi Seperti pepohonan Kalau saja gunung dekat pasti Aku akan menaiki Aku ingin hidup bersama dengan gunung Puisiku: TUHAN Tuhan, Yang memberi kita nikmat, kesuksesan dan kedamaian Berkat Tuhan Kami bisa ada di dunia ini Berkat Tuhan Kami bisa dapat makanan, pakaain, dan rumah Aku Anak Awo #A3 58


Kami harus selalu mengikuti perintah Tuhan Karena Tuhan kami bisa hidup damai bersama-sama Kami tidak bisa melupakan itu semua Makanya kami harus mengikuti perintah Tuhan Puisiku: BUKU Buku, Aku tidak bisa melupakanmu Buku, Adalah sumber ilmuku Aku senang membaca buku Buku, Jangan kau sampai hilang Kalau buku hilang Aku tidak bisa lagi membaca Bagiku buku sangat berharga Kalau tidak ada buku Semua orang tidak akan membaca buku Buku, Kau sangatlah berharga Buku, Sumber ilmu bagi semua orang Seandainya tidak ada buku Orang-orang pasti tidak tahu membaca Dengan buku orang bisa membaca

Aku Anak Awo #A3 59


Aku Anak Awo #A3 60


Pusiku: PAHLAWAN Engkau adalah pahlawan Kalau Aku minta pertolongan pasti pahlawan datang Itu sebabnya orang-orang memanggilnya pahlawan Tanpa pahlawan dunia akan lenyap Karena takkan ada yang berani melawan penjajah Makanya kita harus memberanikan diri menjadi pahlawan Puisiku: GURU Guru, Orang yang mendidik kami Guru, Kau juga yang membimbing kami Serta mengajarkan kami kedisiplinan Kalau tidak ada guru Kami pasti tidak akan mengenal satuan maupun ratusan Berkat guru Kami jadi bisa belajar dengan giat Kalau bukan karena guru siapa lagi Guru, Mengajari kami menjaga kebersihan “Kebersihan itu indah�

Aku Anak Awo #A3 61


Puisiku: AKU SAYANG IBU Ibu yang melahirkan Aku hingga Aku besar Aku tidak akan besar kalau bukan karena ibu Berkat ibu juga Aku bisa lahir di dunia ini Aku sangat sayang pada ibu Di waktu kecil ibulah yang merawat Aku Mendidik Aku dan membimbing Aku Itu tidak bisa dilupakan selama-lamanya Pusiku: MATAHARI Matahari, Tanpamu bumi tidak akan pernah terang-benderang Matahari, Menerangi bumi di pagi hari Sampai akhirnya terbenam di sore hari Matahari, Memancarkan cahaya ke bumi Itulah yang membuat bumi tidak gelap gulita Manusia pun akan mati jikalau tidak ada matahari

Aku Anak Awo #A3 62


Aku Anak Awo #A3 63


Puisiku: PELANGI Pelangi, Warnamu sangat indah Menghiasi langit di angkasa raya Ingin sekali Aku menangkapmu Bahkan mendekapmu di kala tidur Pelangi, Betapa indah campuran warnamu Keindahanmu melambangkan keindahan Tuhan Puisiku: BULAN Bulan, Memantulkan cahaya waktu malam hari Bumi menjadi terang lewat pantulan bulan Bisa dibayangkan Apabila pada malam hari tidak ada bulan Pastilah bumi menjadi gelap Mahluk hidup tidak akan terlihat Jikalau pantulan cahaya bulan tidak sampai di bumi Bulan, Hanya bercahaya di malam hari Cahaya bulan hilang di kala pagi hari

Aku Anak Awo #A3 64


Aku Anak Awo #A3 65


Puisiku: BUAT PAK NURUL DARI JAWA Pak, kalau teringat waktu belajar bersama Aku sulit tidur karena selalu teringat Waktu dimana saat-saat Pak Nurul mengajar kami Pak Nurul dari Jawa yang mengajar kami Hingga kami bisa belajar dengan tekun dan disiplin Aku tidak bisa melupakan itu semua Karena Aku juga mengingat waktu kita pergi jalan-jalan Itu semua akan menjadi kenang-kenangan buat Aku Kita pernah ke sungai bersama-sama Waktu Aku tidur Aku terbangun Karena teringat waktu kita masih bersama-sama di kelas Jadi itu membuat Aku sempat tidak bisa tidur Lalu Aku tidur nyenyak Aku pun bangun kesiangan

Aku Anak Awo #A3 66


Aku Anak Awo #A3 67


Ceritaku: SUARA BURUNG Suatu hari, Aku pergi jalan-jalan ke hutan. Bersama tamanteman. Di tengah perjalanan, Aku ditinggalkan. Mungkin karena Aku lambat dalam berjalan. Tiba-tiba. Terdengar suara aneh dari kejauhan. Eh ternyata itu hanya suara burung. Aku mendekati asal suara itu. Dan terlihat burungnya dengan warna yang indah. Ingin sekali Aku menangkapnya. Tapi dalam beberapa detik saja burung itu menghilang. Entah kemana burung itu terbang. Aku coba melihat kesana kemari. Mencari burung tadi. Sampai Aku terasa lelah. Burung itu tetap saja tidak terlihat. Beberapa saat kemudian Aku kembali berjalan mencari teman-teman. Yang telah meninggalkan Aku. Tiba-tiba kembali terdengar suara burung lagi. Ketika Aku lihat, ternyata burung yang tadi Aku lihat. Tidak tahu kenapa, burung itu menghampiriku. Hinggap di kepalaku. Kemudian Aku bawa pulang ke rumah. Agar adikku bisa melihat juga. Ketika sudah sampai di rumah. Aku memberikan makanan. Aku senang sekali bisa merawatnya. Tentu saja, apabila Aku melepaskan burung itu. Aku akan menjadi kesepian.

Aku Anak Awo #A3 68


Ceritaku: KUCING DAN ANJING Di saat pagi-pagi yang cerah ada kucing dan anjing sedang berlari-lari. Awalnya, anjing mengajak kucing bermain lomba lari. Tapi kucing menjawab hanya bisa pada waktu sore hari. Dengan senang hati anjing menyetujuinya. Itulah yang akhirnya membuat mereka berdua berlari. Di saat sore hari itu. Dalam perlombaan lari pertama, anjing yang menang. Anjing sangat cepat larinya. Kucing sangat lambat jalannya. Anjing pun menghampiri kucing yang terlihat capek. Kucing ingin kembali berlomba. Keduanya bersiap-siap kembali untuk berlomba lari. Mereka pun menghitung. “Satu... dua... tigaaa...�. Mereka berdua langsung lari setelah selesai menghitung. Anjing berlari sangat kencang. Sedangkan Kucing pelanpelan saja. Di tengah perjalanan, anjing mencoba menunggu kedatangan kucing. Hingga akhirnya anjing tertidur. Kucing tetap terus berjalan dengan pelan. Hingga akhirnya dia menyusul dan mendahului anjing. Ketika anjing bangun, dia mencoba mengejar kucing yang mendahuluinya. Tapi apa daya. Kucing telah sampai lebih dahulu di garis akhir. Anjing pun kalah karena lengah.

Aku Anak Awo #A3 69


Aku Anak Awo’ (5) Apa kabar teman-teman semua. Perkenalkan ya namaku Nur Rahma. Biasannya dipanggil Nur Rahma. Panggilanku sama dengan nama lengkapku. Karena kalau dipanggil Nur saja, takut tertukar dengan nama teman lain. Di desaku banyak nama yang awalnya di dahului nama Nur. Tapi ada teman juga yang memanggil Aku Sappĕ. Aku lahir pada tanggal 17 September 2001 di Dusun Awo’, Desa Awo’, Kabupaten Majene. Cita-citaku menjadi guru di sekolah. Nama bapakku Jaenuddin. Ibuku namanya Jumrah. Ibuku sudah lama meninggal. Minta doanya ya semoga masuk surga. Dia meninggal waktu Aku masih kecil. Aku sekarang sekolah di Sekolah Dasar Negeri Nomor 30 Inpres Ulidang, Kecamatan Tamerodo, Kabupaten Majene, duduk di bangku kelas VI. Aku suka pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia. Selamat membaca ceritaku. Puisiku: NYAMUK Nyamuk itu datang lagi Tidak takut kena tampar Puisiku: REMBULAN Rembulan Gemilang Oh, malam Riasilah tidurku Hiasilah mimpiku Aku Anak Awo #A3 70


Aku Anak Awo #A3 71


Puisiku: KUPU-KUPU Kupu-kupu yang indah Membuat orang tergoda Kupu-kupu yang indah dan bagus Terbang ke sana kemari Mencari makanan Kupu-kupu mencari makanan di bunga Kupu-kupu kau sangat indah Puisiku: TUHAN Tuhan, yang Maha Pencipta Lagi Maha Mengetahui Tuhan, yang telah menciptakan manusia Menciptakan isi dunia Sehingga kami bisa ada di bumi ini Tuhan, yang Maha Penyayang lagi Maha Pengampun Tuhan mengetahui semua perbuatan manusia Mengetahui segalanya Tuhan telah mengatur kehidupan manusia Di dunia dan akhirat Ya Tuhan, Yang Maha Mengetahui dan Maha Mendengar Ya Tuhan, Yang mengetahui semua perbuatan manusia Aku Anak Awo #A3 72


Ya Tuhan, Yang mendengar semua percakapan manusia Ya Tuhan, Maafkanlah semua kesalahan kami Selama ini di dunia Puisiku: BIDADARI Kau bidadari yang turun ke bumi Tutur kamu membuat semua orang jadi terlena Termasuk Aku Andaikan bidadari menjadi kakakku Aku pasti bahagia Karena bidadari baik hati dan penyayang Kau cantik, baik dan penyayang Bila ada penjahat Kau menolong orang-orang yang dijahati Puisiku: TEMPAT TIDUR Setiap hari Aku bangun pagi-pagi Terus Aku membersihkan tempat tidur Agar ibu tidak lelah kalau kerja sendiri Aku pergi ke sekolah Bapak pergi ke kebun Sedangkan ibu di rumah bersih-bersih Makanya, kalau Aku bangun pagi-pagi Langsung membersihkan tempat tidurku Biar ibu bangga padAku Aku Anak Awo #A3 73


Aku butuh kasih sayangnya Ibu sama bapak Ceritaku: AIR Saat Aku masih kecil. Aku belum mengenal benda sama sekali. Tapi sekarang Aku sudah mengenal benda termasuk air. Andai saja air tidak ada. Pasti semua mahluk hidup akan mati semua. Karena air banyak manfaatnya. Yaitu air bisa digunakan memasak. Memasak nasi dan sayur gubis. Aku sangat bersyukur. Kehidupan di sini baik dan sederhana. Bunga bisa tumbuh subur karena air. Ya Allah, Aku sangat berterima kasih kepada-Mu. Puisiku: CAHAYA Ya Allah Kami semua sangat berterima kasih kepada-Mu Allah sudah menciptakan cahaya Andai saja cahaya tidak ada Pasti dunia ini akan gelap Aku sangat bersyukur kepada-Mu Ya Allah Allah yang menciptakan cahaya Cahaya ada bermacam-macam Cahaya matahari, cahaya bulan, cahaya lampu, dan senter

Aku Anak Awo #A3 74


Aku Anak Awo #A3 75


Puisiku: BUNGA DI HALAMAN RUMAHKU Bunga indah Warnamu indah Bunga menghias halaman rumahku Setiap pagi dan sore Aku menyiram Biar tidak mati Kalau kamu mati Aku kurang kerjaan Bunga berwarna merah, kuring, pink, putih, ungu Aku akan merawat dan menyirami setiap hari Ceritaku: CAHAYA MATAHARI Cahaya matahari itu sangat panas. Bahkan lebih panas dari neraka. Andai saja cahaya matahari itu tidak ada pasti dunia akan gelap. Tetapi Aku sangat bersyukur karena matahari itu ada. Jadi dunia ini tidak jadi gelap. Cahaya matahari telah menyinari bumi ini. Makin lama makin panas. Kalau sudah sore matahari sudah tidak panas lagi. Apabila malam tiba. Hanya bulan dan bintang yang bercahaya. Bulan memberi cahaya pada bumi. Meskipun kadang tidak selalu terang. Karena bulan hanya memantulkan cahaya dari matahari. Sedang matahari mengeluarkan cahaya sendiri. Apabila cahaya matahari sudah tidak ada. Maka semua menjadi gelap dan semua orang tidak terlihat lagi. Aku Anak Awo #A3 76


Aku Anak Awo #A3 77


Puisiku: BINTANG Bintang bercahaya di malam hari Ada beribu-ribu bintang di langit Menghiasi bumi meski cahayanya tidak terlalu terang Ada satu bintang yang lebih terang dari yang lain Bintang yang paling terang itu yang Aku suka Terimakasih Tuhan Aku sangat bersyukur dengan ciptaan-Mu Puisiku: GURUKU Guruku datang untuk mengajar kami Guruku mengajak kami jalan-jalan ke pantai Kalau kamu pergi kami pasti sedih Guruku kalau kami punya salah maapkan kami Kalau ada Pengajar Muda lagi kami senang Kami bisa belajar dan bermain bersama Guruku kami pasti bakalan senang Pak guru Nurul maapkan kami semua ya Kalau kami punya salah Termasuk Aku

Aku Anak Awo #A3 78


Aku Anak Awo #A3 79


Aku Anak Awo’ (6) Hai teman-teman semua. Salam kenal. Namaku Wahdania. Aku biasa dipanggil oleh teman-teman dengan panggilan Wahda. Aku tinggal di Dusun Tippulu Barat, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene. Aku lahir pada tanggal 12 April 2002. Ayahku bernama Yahyuddin, ibuku bernama Jasnani. Bapakku sering menjadi imam di masjid. Aku bangga sama ayahku. Di sekolah Aku memiliki kesenangan bermain bola voli. Cita-citaku ingin menjadi seorang guru di sekolah. Karena menjadi guru bisa bermanfaat bagi orang lain. Sekarang Aku kelas VI di SDN Nomor 30 Inpres Ulidang. Aku suka teman yang baik, suka tersenyum dan bisa diajak jalan-jalan ke pantai. Terima kasih.

Puisiku: GURU Guru adalah pahlawan Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa Guru menjadi sumber Aku belajar Baik di kala Aku di sekolah atapun di luar sekolah Guru adalah pengganti orang tuaku Guru telah membimbingku Sampai akhirnya Aku menjadi pintar Bahkan berhasil menyelesaikan sekolah

Aku Anak Awo #A3 80


Aku Anak Awo #A3 81


Suratku: BUAT BAPAK NURUL Halo. Selamat pagi bapak. Apa kabar? Aku mengucapkan terima kasih banyak kepada bapak. Karena sudah mengajar kami. Terima kasih juga kerena bapak akan membawa kami ke museum, makam raja-raja, serta ke pantai Barane di Majene pada tanggal 14 Mei 2013. Setelah selesai melaksanakan Ujian Nasional di sekolah. Kami semua pasti senang bapak. Karena semuanya diajak jalan-jalan ke Majene. Kami mohon kepada bapak Nurul agar membimbing kami untuk menghadapi Ujian Nasional nanti. Kami takut apabila tidak lulus. Buat bapak Hammadong juga, mohon kami dibimbing dalam menghadapi Ujian Nasional. Kami mau melakukan apa yang bapak perintahkan. Kami siap selalu membantu. Karena bapak telah baik pada kami. Kami akan selalu sopan kepada bapak. Terima kasih banyak Bapak Nurul. Sampai jumpa bapak. Ceritaku: BUNGA TIDAK BAGUS LAGI Aku tinggal di daerah dusun Tippulu Barat, Desa Awo’. Di desa ini Aku dapat menjumpai berbagai macam bunga di taman. Salah satunya ada bunga di taman yang menyerupai pohon. Bunga itu bisa dibilang disukai sama orang-orang di dusunku. Konon orang banyak menyebut bunga itu sebagai bunga yang paling favorit di dusun. Disebabkan batangnya yang bagus, Aku Anak Awo #A3 82


indah dan cantik. Namun, kini keberadaannya mulai terancam karena banyak hewan yang menginjaknya. Bunga menjadi banyak yang mati. Bahkan tidak berbunga bagus lagi. Karena selalu diinjak hewan yang berkeliaran. Ceritaku: AKU SUKA BUNGA Bunga warnanya indah dan cantik. Aku suka warnanya yang cantik. Ada yang berwarna hijau dan ada yang kuning. Ada pula yang merah. Seperti layaknya pelangi yang berwarna warni di angkasa. Agar tidak layu, setiap hari Aku selalu menyirami bunga. Walaupun tidak semua orang suka bunga. Tapi Aku sangat suka sekali. Sukanya Aku berasal dari dalam hati. Aku menganggap bunga itu seperti saudaraku. Juga teman bicarAku. Setiap hari Aku menyiram dan membersihkan rumputrumput di dekat bunga. Tanpa ada bunga, Aku tidak bisa mengajak bicara. Bunga itu membawa keindahan dan keselamatan dalam sepanjang hidup. Nanti. Apabila bunga sudah mati, Aku menjadi bersedih. Bunga itu teman baikku. Keindahan bunga itu karena berkah dari Allah SWT. Hingga pada suatu waktu. Aku beberapa hari lupa menyiramnya. Hingga akhirnya bunga itu tidak cantik dan tidak indah lagi. Bahkan bunga itu menjadi mati. Mungkin juga karena bunga itu sakit. Aku Anak Awo #A3 83


Tapi tidak apa-apa. Meskipun bunga itu mati. Masih ada lagi bunga di taman yang bisa Aku rawat kembali. Memang Aku salah karena lupa merawat bunga yang telah mati. Aku pun sedikit menyesal dan sedikit sedih. Alasan Aku sedih karena bunga itu terkadang telah menjadi tempat curhatku. Semoga bunga baru yang Aku rawat nantinya bisa menjadi pengganti teman curhatku juga.

Aku Anak Awo #A3 84


Ceritaku: Rona dan Rini Di sebuh desa pada dahulu kala. Hiduplah seorang ibu dengan memiliki dua anak putri. Yang pertama bernama Rona dan yang kedua Rini. Rona dan Rini selalu pergi ke sungai untuk mencuci pakaian. Namun, di sungai Rini tidak mengerjakan apaapa. Rini selalu menyuruh Rona mengerjakan semua pekerjaannya itu. Rona selalu baik kepada Rini. Akan tetapi Rini tidak pernah membalas kabaikannya Rona. Justru Rini terkadang menyakiti hati Rona. Tetapi Rona tetap saja baik sekali kepada Rini. Di hari tertentu, Rini menyakiti Rona di sungai hingga kemudian Rona tidak bisa pulang ke rumah. Rini memarahi Rona tanpa alasan tertentu. Barang-barang yang dimiliki Rona diambil sama Rini. Ternyata. Rini selalu menyakiti Rona karena Rona lebih cantik ketimbang Rini. Rona dikenal baik oleh teman-temannya. Bahkan teman-temannya sangat suka berteman dengan prilAku Rona. Sebaliknya. Rini selalu jahat sama teman-temannya. Sehingga dia dijauhi oleh teman-temannya. Itu alasannya kenapa Rini menjadi menyakiti Rona. Pada suatu hari. Kedua orang tua Rona dan Rini meninggal dunia. Yang terjadi adalah Rini menyuruh Rona menjadi pembantu di rumahnya sendiri. Dia harus menyiapkan makanan setiap hari dan mencuci pakaiannya. Aku Anak Awo #A3 85


Ketika sudah banyak orang yang mengetahui perbuatan jahat Rini terhadap Rona. Akhirnya semua orang yang mengenal Rini kemudian menjauhinya.

Aku Anak Awo #A3 86


Aku Anak Awo #A3 87


Aku Anak Awo’ (7) Salam dariku. Salam kenal semua. Perkenalkan namaku Aldi. Cukup pendek bukan. Jadi Aku bisa dipanggil Aldi saja. Gampang kan? Nama bapakku juga terdiri dari empat huruf. Yaitu Rudi. Bapakku bisa dipanggil Bapak Rudi. Dia adalah orang yang telah memberi namaku yang bagus. Aku lahir di dusun Tippulu Timur, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene pada tanggal 10 Desember 2000. Aku bercita-cita menjadi guru suatu hari nanti. Aku di kelas selalu rangking tiga. Alhamdulillah Aku senang. Aku berdoa agar terus bisa mempertahankan rangking di kelas. Aku sekarang ada di kelas VI SDN Nomor 30 Inpres Ulidang. Puisiku: PAK GURU MAAPKAN AKU Pak guru maapkan Aku Karena Aku tidak jujur di waktu ulangan Aku mencontek dari buku catatan Aku berdoa semoga tidak ketahuan oleh pak guru Pak guru maapkan Aku Tentu meskipun pak guru tidak tahu Tetap saja hatiku tidak menentu Sebenarnya Aku ingin berterus terang saja Sekali lagi Pak guru maapkan Aku Aku tidak akan mengulangi perbuatan jelek itu lagi Perbuatan tersebut menjadi pelajaran tersendiri Bahwa sifat jujur adalah cara menuju kesuksesan Aku Anak Awo #A3 88


Aku Anak Awo #A3 89


Puisiku: BUNGA YANG TERBUANG Sungguh kasihan Nasib sang bunga Bila layu karena terbuang Oh bunga mawar Disayang-sayang Dicinta-cinta Banyak daunnya Terlena diriku ini Mimpiku: JIKA AKU MENJADI BUPATI Jika Aku menjadi bupati. Aku ingin semuanya hidup damai dan sejahtera. Serta sehat sentosa. Aku ingin semua anak bersekolah dan memberikan baju secara gratis, tas gratis, buku gratis, dan celana gratis. Terima kasih. Itulah keinginanku jika Aku menjadi bupati. Ceritaku: PUTRI LESTARI Di suatu dusun, hiduplah seorang putri yang bernama putri Lestari. Ia sangat cantik menawan. Dari saking cantiknya dia terkenal sampai di beberapa dusun. Sayang sekali putri Lestari terkenal sombong karena kecantikannya itu. Pada suatu hari ketika dia jalan-jalan. Dia melihat pemandangan indah dan luas. Tidak sengaja dia melihat seekor Aku Anak Awo #A3 90


kelinci di depannya. Dengan dipenuhi bulu yang halus serta indah mempesona. Kemudia putri Lestari membawa ke rumahnya. Putri Lestari sangat ingin memeliharanya. Di saat sudah ada di rumahnya. Putri Lestari bermain dengan kelincinya dari pagi sampai siang. Hingga lama-kelamaan putri Lestari tertidur tanpa disengaja. Karena putri Lestari tertidur ia lupa memasukkan kelincinya yang indah tersebut ke dalam sangkarnya. Setelah tuan putri bangun. Dia melihat banyak kotoran di istananya. Dia menebak pasti kelincinya yang telah membuang kotoran sembarangan di situ. Tuan putri pun berniat memberi pelajaran kepada kelincinya. Kemudian tuan Putri Lestari memukulnya. Sampai akhirnya tanpa disengaja kelinci tersebut mati. Karena dipukul menggunakan kayu. Keesokan harinya. Datanglah ke istana tuan putri, ibunya kelinci yang sudah mati. Dia hendak mengutuk tuan putri Lestari. Kelinci tersebut bilang “Tuan putri Lestari, kamu keterlaluan. Kenapa kamu tega membunuh anakku. Maka oleh karena itu. Aku kutuk kamu menjadi kelinci sebagai hukumannya.� Maka tidak lama kemudian. Tubuh tuan putri Lestari di penuhi bulu-bulu yang lebat. Hingga lama-kelamaan tuan putri Lestari menjadi kelinci. Tuan putri Lestari berkata dalam hatinya “Kenapa Aku menjadi seekor kelinci? Pasti ini gara-gara kutukan ibu kelinci yang anaknya Aku bunuh. Aku harus mendatanginya�. Aku Anak Awo #A3 91


Ketika tuan putri Lestari bertemu dengan ibu kelinci itu. Tuan putri meminta tolong agar dibebaskan dari kutukannya. Ibu kelinci menjawab permohonan tuan putri “Kutukan itu tidak akan sembuh, kecuali ada seorang pria yang tertarik dengan kamu”. Tuan putri pun yang sudah menjadi kelinci mencoba pergi ke hutan agar bisa bertemu dengan seseorang. Di tengah jalan dia bertemu dengan seorang pemburu pria. Pria tersebut mengambil kelinci tersebut karena tertarik dan menciumnya karena keindahan bulunya. Tiba-tiba kelinci yang dicium pemburu itu menjadi seorang perempuan cantik. Ketika pemburu tersebut bertanya “Kenapa kamu bisa jadi manusia”. Perempuan cantik pun menjawab. “Aku dulunya tuan putri. Tapi karena kutukan Aku menjadi seekor kelinci.” Akhirnya perempuan cantik itu yang tiada lain adalah tuan putri, mengajak menikah dengan pemburu yang tadinya telah menyelamatkannya. Pernikahan kemudian dilangsungkan. Tuan putri Lestari telah dikaruniai seorang anak. Dia berjanji menjadi orang baik setelah terjadi kejadian pengutukan.

Aku Anak Awo #A3 92


Aku Anak Awo #A3 93


Puisiku: BUMI Bumi adalah planet yang luas Bumi adalah planet yang kami tempati Bumi menyimpan kekayaan alam Bumi adalah planet yang sempurna Terimakasih Aku bangga kepada bumi Karena ... Bumi sedang-sedang saja Tidak terlalu panas Tidak terlalu dingin Berkat bumi Aku punya tempat tinggal Berkat bumi Aku bisa hidup Hatiku tidak akan melupakan bumi Jasa bumi begitu berharga bagiku Puisiku: ALLAH Allah yang membuat dunia dan akhirat Allah segala-galanya bagiku CintAku kepada Allah sangat abadi Aku berjanji bahwa Aku akan menjaga alam semesta ini Ya Allah ampunilah dosAku Allahlah satu-satunya tempat Aku berdoa Janjiku kepada Allah tidak akan Aku langgar Allah telah ada di hatiku Aku Anak Awo #A3 94


Aku Anak Awo #A3 95


Ceritaku: BOLA AJAIB Di sebuah rumah di tepian jalan. Pada saat malam hari tiba. Datang suara bunyi aneh. Ternyata bunyi itu berasal dari bola ajaib. Pada pagi-pagi keesokan harinya, dua anak bersaudara Toni dan Tini mengambil bola ajaib itu. Mereka membawa ke rumahnya. Malam pun tiba. Mereka memasukkan bola ajaib itu ke dalam tasnya. Ke esokan harinya mereka berjalan ke sekolah. Sesampainya di sekolah, mereka berdua memperlihatkan bola ajaib itu kepada teman-temannya. Sepulang sekolah Tini diculik di jalanan. Karena dikira Tini yang membawa bola ajaibnya. Padahal dibawa oleh Toni. Setibanya di rumah. Toni berkata kepada ibunya bahwa Tini diculik orang. Kemudian ibunya bilang, “Tini harus cepat dicari sebelum terjadi apa-apa pada dia. Ayo cepat cari!�. Ibunya pun langsung berangkat mencari. Sudah dua hari. Tini tetap tidak ditemukan. Tiba-tiba bola ajaib yang dipegang Toni bersinar. Ternyata ada gambar Tini dalam bola ajaib itu. Tini terlihat dimana dia berada. Bola ijaib itu sungguh hebat. Ia bisa menunjukkan keberadaan Tini. Akhirnya Tini ditemukan di sebuah rumah tua. Ketika keesokan harinya lagi, Toni dan Tini kembali pergi ke sekolah. Toni memasukkan bola ajaibnya ke dalam tas. Ada

Aku Anak Awo #A3 96


seorang temannya mereka berdua, yang bernama Tono, mengetahui bahwa Toni membawa bola ajaib di dalam tas. Tono memiliki niat jahat. Ia berencana mengambilnya dari Toni. Tono tahu bahwa bola ajaib itu memiliki kehebatan. Bola ajaib itu bisa menemukan orang yang hilang. Di saat istirahat sekolah. Toni pergi ke kantin untuk membeli makan. Dia meninggalkan tasnya di dalam kelas. Karena dia mengira tidak ada yang tahu bahwa di dalam tasnya ada bola ajaib. Tono tahu bahwa Toni lagi tidak ada di dalam kelas. Tono kemudian mencari tas milik Toni. Ia mengambil bola ajaibnya. Tanpa ada anak lain yang mengetahuinya. Sesampainya di rumah. Tono mencoba melemparlemparkan bola ajaib ke lantai. Bola ajaib pun marah. Bola ajaib membunuh Tono. Toni tahu bahwa Tono terbunuh karena bola ajaib tersebut. Sehingga Toni pun membuang bola ajaib itu jauh-jauh agar tidak terjadi apa-apa lagi.

Suratku: BUAT ZAINUDDIN DARI ALDI Halo apa kabar? Aku sedang sakit Tolong bilang pada guru Aku tidak bisa datang ke sekolah

Aku Anak Awo #A3 97


Aku Anak Awo #A3 98


Aku Anak Awo’ (8) Assalamu’alaikum. Perkenalkan namaku Musripah. Aku biasa dipanggil teman-teman dengan panggilan Ipa. Nama bapakku Nurdin. Ibuku sudah meninggal 6 tahun yang lalu, namanya Nur Hayani. Aku tinggal di Dusun Awo’, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene. Aku lahir pada tanggal 2 Oktober tahun 2000. Sekarang Aku sekolah di Sekolah Dasar Negeri Nomor 30 Inpres Ulidang, Kabupaten Majene. Aku duduk di kelas VI. Aku memiliki cita-cita menjadi seorang dokter. Karena dokter bisa menyembuhkan orang lain. Aku suka makan ayam. Aku suka pelajaran Agama, Matematika dan Bahasa Indonesia. Puisiku: GURU PAHLAWANKU Guru pahlawanku Kenapa Aku bilang begitu Karena guru membuat kami baik kepada orang tua Juga membuat kami baik kepada orang lain Berkat guru Kami menghargai orang lain Kalau tidak karena guru mungkin kami tidak menghargai Kami berterimakasih kepada guru Puisiku: BEBEK Bebek itu indah Hampir semua orang melihat bebek Aku Anak Awo #A3 99


Bebek itu lucu sekali kalau berenang Ia bersama anak-anaknya Berjalan-jalan ke sana kemari Bebek berenang menggunakan kakinya Kaki bebek berselaput Bebek bisa berenang karena kakinya berselaput Puisiku: MENJAGA HUTAN Kita harus menjaga hutan Tidak boleh menebang pohon di hutan Kalau tidak ada pohon di hutan pasti kebanjiran Jika pohon ditebang secara berlebihan Hutan akan rusak Karena tidak ada yang bisa menahan air Kita harus menjaga lingkungan Dengan cara menjaga hutan Puisiku: MENJAGA LAUT Laut sangat luas Ikan banyak sekali tinggal di laut Sehingga banyak ikan di laut ditangkap orang Maka dari itu Orang justru tidak boleh membuang sampah di laut Agar laut tidak busuk dengan sampah Apabila sampah banyak tergenang Laut tidak lagi indah Jadi, setiap hari kita harus menjaganya agar terus bersih Aku Anak Awo #A3 100


Aku Anak Awo #A3 101


Puisiku: PERGI KE KEBUN Aku pergi ke kebun Melihat pemandangan yang ada Pastilah menyesal apabila tidak menikmati pemandangan Lebih baik nikmati dulu Dari pada menyesal kemudian Di kebun penuh pemandangan Banyak kayu-kayu yang besar Seperti di desaku Kebun yang indah dipenuhi dengan kebun kemiri Aku suka pasti kamu juga suka Ceritaku: TIDAK BOLEH MENGGANGGU TEMAN Setiap pagi kami pergi ke sekolah bersama teman-teman. Kami selalu bercanda di jalanan sama teman-teman. Kalau kami sudah sampai di sekolah, kami langsung menyapu sesuai dengan piket kebersihan di kelas. Kalau sudah bersih. Kami bermain di lapangan. Apabila ada pelajaran olahraga, kami bermain voli sama teman-teman sekelas. Biasanya perempuan melawan kelompok laki-lakinya. Kelompok perempuan pernah dikalahkan. Tapi kelompok laki-lakinya juga pernah dikalahkan. Apabila kelas enam bagian olahraga. Kelas lain tidak boleh mengganggu. Biasanya kalau mengganggu, kemudian terjadi Aku Anak Awo #A3 102


ribut. Seperti yang terjadi di waktu yang lalu. Jadi lebih baik sebagai teman tidak boleh ribut. Lebih baik kami belajar di dalam kelas saja ketimbang ada ribut. Tentunya, kita sebagai kakak kelas bagi anak-anak yang lain. Kita harus menjadi contoh yang baik. Tidak boleh menggangu teman. Apalagi bertengkar. Kita juga harus memberikan contoh bagaimana membuang sampah kepada tempatnya. Agar tidak ada kotor yang dilihat. Mimpiku: JIKA AKU MENJADI BUPATI Jika Aku menjadi bupati. Aku akan selalu membantu orang-orang yang kesusahan seperti orang-orang yang mengalami kerusakan rumah. Aku akan menolong orang-orang yang miskin. Seperti orang yang tidak mampu membiayai anaknya ke sekolah. Aku akan menolong orang dan tidak sombong kepada orang lain. Aku tidak boleh memarahi orang lain. Sebaliknya Aku akan membantu orang-orang yang sedang mengalami kebanjiran, mengalami longsor dan memperbaiki jalanan yang rusak. Jika Aku menjadi bupati akan menerima keputusan orang lain yang benar. Aku tidak boleh mengucapkan dan tidak boleh kasar kepada rakyat sendiri karena itu tugas bupati. Sebagai bupati Aku akan menjaga lingkungan sekitar kita. Aku sebagai bupati harus menghargai pahlawan dan selalu mendoakannya agar bisa berada di sisi Allah SWT. Setiap hari senin Aku akan mengadakan upacara agar pahlawan terdahulu bisa selalu terkenang di sisi Allah dengan baik. Aku Anak Awo #A3 103


Aku Anak Awo #A3 104


Aku Anak Awo #A3 105


Aku Anak Awo #A3 106


Aku Anak Awo’ (9) Hai apa kabar teman-temanku. Perkenalkan ya namaku Hasmaida. Aku suka dipanggil dengan panggilan Maida. Bapakku bernama Muhammad, ibuku bernama Dasriah. Aku lahir pada tanggal 1 Agustus 2001. Aku tinggal di Dusun Tippulu Tengah, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene. Aku sekarang duduk di kelas VI Sekolah Dasar Negeri Nomor 30 Inpres Ulidang. Aku memiliki hobi bermain bola voli. Aku memiliki cita-cita kalau sudah besar ingin menjadi seorang guru. Aku suka buah anggur dan durian. Itu saja perkenalan singkatku. Terima kasih. Ceritaku: DI RUMAH Ketika Aku di rumah. Aku senang membantu ibu. Aku bisa membantu mengerjakan apa saja. Aku biasanya membantu ibu mencuci piring, menyapu, dan mengepel. Sedangkan ibu biasanya bekerja di dapur memasak nasi, memasak ikan, termasuk juga memasak sayuran. Terus biasanya Aku membantu menyiapkan makanan sama ibu. Baik ketika akan makan siang maupun ketika makan malam. Sebenarnya bukan Saya saja yang membantu ibu, tapi juga kakak. Apalagi ketika ibu sakit. Pasti Aku sama kakak yang mengerjakan pekerjaan di rumah. Apabila Aku bermain di rumah nenek, Aku senang. Meskipun nenek tidak sakit, Aku tetap bermain. Aku senang di Aku Anak Awo #A3 107


rumah nenek karena penuh keceriaan. Walaupun ibu mengajak pulang, Aku sering tidak mau, karena dirumah nenek Aku senang. Tapi ibuku bilang “Kamu harus cepat pulang karena besok pagi harus ke sekolah�. Terus Aku jawab “Iya bu�. Sebelum ke sekolah Aku selalu membersihkan tempat tidurku dan tidak lupa mandi biar harum. Puisiku: BULAN Apabila malam akan tiba Bulan mulai muncul Bulan muncul di balik awan Bulan muncul sedikit demi sedikit semakin besar Bulan memberi cahaya Bulan memberikan cahaya bagi bumi Bulan Bulan hadir di antara beribu-ribu bintang Bulan memberikan cahaya benderang Cahayanya bulan mempercantik malam

Aku Anak Awo #A3 108


Aku Anak Awo #A3 109


Puisiku: BUNGA MAWAR Bunga mawar Bunga mawar warnanya sangat bagus Bunga mawar berbatang penuh duri Bunga mawar Bunga mawar mempercantik rumahku Bunga mawar Bunga mawar membuat mataku melihat berkaca-kaca Puisiku: GURU KAMI Waktu guru datang ke sekolah kami Hati kami gembira melihatmu Kamu mengajar kami dengan baik Sehingga kami pintar Kami tidak tahu kapan Kamu akan pergi Kamu meninggalkan kami Kalau waktu kamu luang Kamu ajak kami jalan-jalan ke mana-mana Kami diajak jalan-jalan ke pantai bersama teman-teman Gembira sesudah itu Kami kembali ke sekolah

Aku Anak Awo #A3 110


Aku Anak Awo #A3 111


Aku Anak Awo #A3 112


Aku Anak Awo’ (10) Assalamu’alaikum semua. Perkenalkan namaku Hasrul. Panggil saja namaku dengan panggilan Accu’. Aku sekarang sekolah di Sekolah Dasar Negeri 30 Inpres Ulidang kelas VI. Aku memiliki cita-cita menjadi seorang dokter. Aku lahir di Dusun Tippulu Timur, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene pada tanggal 14 September 1998. Orang tuaku bernama Rusdi. Ia adalah seorang petani yang sangat rajin, setiap hari pergi ke kebun coklat. Aku suka nasi goreng dan ayam goreng. Puisiku: PAK BURHAN Pak Burhan Seorang penjaga sekolah tercinta Pak Burhan Seorang pahlawan bagi kami Pak Burhan Selalu bersama kami Pak Burhan Selalu menebarkan senyum di pagi hari Pak Burhan Selalu menyapu halaman sampai bersih Pak Burhan Merawat halaman sampai tidak ada sampah yang tersisa Pak Burhan Terimakasih Assalamu’alaikum

Aku Anak Awo #A3 113


Aku Anak Awo #A3 114


Aku Anak Awo #A3 115


Aku Anak Awo’ (11) Apa kabar teman-teman? Salam kenal ya. Nama lengkapku Ayuddin. Teman-teman semua bisa memanggilku Ayu. Aku tinggal di Tippulu Tengah, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene. Aku lahir pada tanggal 8 Agustus tahun 2000. Nama bapakku Abd. Rahman Hamma, ibuku Hudiah. Bapakku memiliki kebun coklat dan pohon langsat. Aku sekarang sekolah di Sekolah Dasar Negeri Nomor 30 Inpres Ulidang. Aku memiliki cita-cita menjadi seorang polisi. Aku suka pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia. Puisiku: TERIMA KASIH GURUKU Terima kasih guruku Ketika teringat jasamu Terlintas di benakku untuk membalasnya Terima kasih guruku Telah menjadi guruku yang baik Serta menyayangiku Terima kasih guruku Berkat jasamu Kini Aku mengenal Tuhan Aku bisa menjalani hidup dengan sepenuh hati Terima kasih guruku Semoga Allah memberikan kesehatan Kepada guruku tercinta Aku Anak Awo #A3 116


Aku Anak Awo #A3 117


Puisiku: TERIMA KASIH PAK EFRAT Aku teringat Di saat kamu ajar kami Terlitas dalam benakku Kamu guru yang baik Kamu guru terSayang Terima kasih Pak Efrat Berkat jasa-jasamu Juga pelajaran darimu Kini hidupku penuh semangat Untuk belajar Dan terus belajar mandiri

Aku Anak Awo #A3 118


Aku Anak Awo #A3 119


Aku Anak Awo #A3 120


Aku Anak Awo #A3 121


Aku Anak Awo’ (12) Salam kenal semuanya. Perkenalkan ya namaku Hendri. Aku sangat suka bernyanyi. Aku pernah menjadi pemenang juara dua lomba menyanyi di tingkat kecamatanku tahun 2012. Aku sekarang sekolah di Sekolah Dasar Negeri Nomor 30 Inpres Ulidang, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene. Aku lahir tanggal 19 April 2002 di dusun Tippulu Timur, Desa Awo’ Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene. Bapakku bernama Sapiruddin, sedangkan ibuku bernama Icha. Aku memiliki citacita menjadi pemain bola yang handal. Sekarang Aku kelas VI.

Puisiku: TUHANKU Tuhanku Dalam keadaan apapun Aku tetap selalu menyebut namamu Tuhanku Biarpun susah Aku tetap mengingatmu Tuhanku Bersinar Di kala malam hari Tuhanku Hanya kepada-Mu Aku meminta Tidak ada lain selain meminta kepada-Mu Aku Anak Awo #A3 122


Aku Anak Awo #A3 123


Aku Anak Awo #A3 124


Aku Anak Awo #A3 125


Aku Anak Awo #A3 126


Aku Anak Awo #A3 127


Aku Anak Awo’ (13) Apa kabar semua. Perkenalkan namaku Musfira. Aku bisa dipanggil Fira. Aku sekarang sekolah di Sekolah Dasar Negeri Nomor 30 Inpres Ulidang, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene. Aku duduk di kelas VI. Cita-citaku nanti kalau sudah besar ingin menjadi dokter. Aku suka buah anggur, durian dan apel. Aku lahir pada tanggal 26 April 2001 di dusun Tippulu Timur, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene. Nama bapakku Muhammad Nur ibuku bernama Musdalipah. Ceritaku: WAKTU AKU LIBURAN Waktu Aku liburan. Di pagi-pagi Aku mencuci baju. Sedangkan pada sore hari Aku bemain bola voli. Setelah selesai bermain voli Aku mandi. Karena terasa lapar kemudian Aku makan. Saat di mesjid ada suara adzan. Aku pergi ke masjid untuk bersalat magrib. Ketika selesai salat. Aku kemudian membaca Alquran. Ketika sudah malam. Aku tidur karena sudah sangat mengantuk. Pagi harinya, Aku pergi ke kebun mengambil lombok. Aku juga mengambil rambutan. Setelah selesai pergi ke kebun. Aku langsung naik ke rumahku dan mandi. Kemudian Aku menonton televisi sambil tiduran. Sudah dulu ya. Sampai di sini saja Ceritaku waktu Aku liburan. Aku Anak Awo #A3 128


Aku Anak Awo #A3 129


Aku Anak Awo #A3 130


Aku Anak Awo #A3 131


Aku Anak Awo #A3 132


Aku Anak Awo #A3 133


Aku Anak Awo’ (14) Apa kabar semua. Perkenalkan namaku Fina. Karena nama lengkapku pendek, jadi panggil Aku Fina saja. Aku bercita-cita ingin menjadi dokter. Aku lahir di Tippulu Timur, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene pada tanggal 28 Mei 2000. Aku sekarang sekolah di Sekolah Dasar Negeri Nomor 30 Inpres Ulidang, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene kelas VI. Nama bapakku sama dengan Fira karena kami berdua saudara, yaitu Muhammad Nur, ibuku Musdalipah. Puisiku: KUPU-KUPU Pada sebuah taman Seekor kupu-kupu yang cantik datang Kupu-kupu itu mempunyai Sayap yang indah Setiap hari kupu-kupu itu membersihkan Sayapnya Kupu-kupu itu bangga dengan kecantikannya Kupu-kupu itu mengepakkan Sayapnya Setiap hari kupu-kupu itu membersihkan Sayapnya Tak lupa juga membersihkan kakinya Kuku-kupu hinggap di daun mawar Kupu-kupu berharap akan kebagian wanginya dari mawar Kupu-kupu merawat Sayapnya dengan baik Kupu-kupu akan mengikuti lomba Lomba kecantikan kupu-kupu Kupu-kupu berhadap menjadi juara Biar teman-temannya bangga padanya Aku Anak Awo #A3 134


Aku Anak Awo #A3 135


Aku Anak Awo #A3 136


Aku Anak Awo #A3 137


Aku Anak Awo’ (15) Apa kabar semua. Perkenalkan namaku Muh Rizal. Panggil saja Aku Rizal. Nama bapakku Muhammad Yusuf, ibuku bernama Harijah. Aku memiliki hobi bermain sepak bola. Aku bercita-cita ingin menjadi pemain sepak bola yang hebat. Aku sekarang sekolah di Sekolah Dasar Negeri Nomor 30 Inpres Ulidang, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene. Aku duduk di bangku kelas VI. Aku lahir pada tanggal 6 Juni 2001 di Dusun Tippulu Timur, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene. Aku suka pelajaran agama dan B. Indonesia. Puisiku: IBUKU Ibuku Dalam setiap langkahmu Aku selalu mengingatmu Aku selalu mendoakanmu Agar ibu sehat selalu Ibuku Aku akan siap selalu menjagamu Aku akan selalu bersamamu Ibuku Janganlah pergi meninggalkanku Aku akan selalu hidup bersamamu Ibuku Terima kasih untuk segalanya Ibu telah memberikan semuanya untukku Aku berjanji akan memberikan apa saja untuk ibu Aku Anak Awo #A3 138


Aku Anak Awo #A3 139


Aku Anak Awo #A3 140


Aku Anak Awo #A3 141


Aku Anak Awo’ (16) Hallo apa kabar teman-teman. Perkenalkan namaku Sinar Novianti. Kalian bisa memanggilku Sinar. Aku lahir di Tattibajo, pada tanggal 22 April tahun 2000. Sekarang Aku tinggal di Tippulu Tengah, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene. Aku juga sekolah di Desa Awo’ yaitu Sekolah Dasar Negeri Nomor 30 Inpres Ulidang kelas VI. Nama bapakku Alimuddin, ia sudah meninggal. Aku sekarang tinggal bersama tanteku Harda. Hobiku bermain bola voli. Ceritaku: KEHIDUPANKU DI RUMAH Di pagi-pagi yang cerah. Aku pergi mengambil mangga bersama ibuku dan ayahku di kebun. Selepas dari kebun Aku langsung mandi karena Aku harus cepat-cepat menjaga adikku yang sedang sakit. Karena kalau tidak cepat pasti kakakku marah. Kemudian Aku di suruh kakakku untuk membelikan obat buat adikku di toko. Aku pun membelinya. Bersyukur sekali seminggu kemudian, setelah adikku meminum obat setiap hari akhirnya sembuh. Adikku sudah sehat. Aku mengajak adikku jalan-jalan ke laut untuk memancing ikan. Tapi kalau Aku diketahui oleh orang tuaku bahwa Aku pergi ke laut sama adik. Pasti ibuku dan ayahku memarahiku. Meskipun Aku pulangnya dari laut ke rumah membawa ikan. Aku senang sekali pergi ke laut untuk memancing. Kalau Aku ke laut sering tidak memberi tahu kedua orang tuaku agar tidak dimarahi. Aku Anak Awo #A3 142


Aku Anak Awo #A3 143


Aku Anak Awo #A3 144


Aku Anak Awo #A3 145


Aku Anak Awo #A3 146


Aku Anak Awo #A3 147


Aku Anak Awo’ (17) Hai teman-teman semua. Perkenalkan namaku Erika. Temanteman bisa memanggilku Erika. Aku tinggal di Dusun Tippulu Timur, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene. Aku lahir pada tanggal 20 Januari 2001. Aku sekarang kelas VI di Sekolah Dasar Negeri Nomor 30 Inpres Ulidang. Bapakku bernama H. Basir, sedangkan ibuku bernama Hj. Syuhada. Bersyukur kedua orang tuaku bisa naik haji berkat berdagang coklat. Aku bercita-cita menjadi seorang Polwan. Pidatoku: AYOLAH MENUNTUT ILMU Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarkatuh Alhamdulillahi rabbil alamin assalatu wassalamu ala asrafil ambiai warmursalin waala alihi washahbihi ajmain ammaba’du. Puji syukur Saya panjatkan ke hadirat Allah SWT. Yang telah memberikan kita nikmat sehingga kita bisa hadir dengan penuh mubarakah di tempat ini. Salam dan shalawat buat nabi besar Muhammad SAW. Bapak guru dan teman-teman yang berbahagia izinkanlah Saya membawakan sebuah pidato yang berjudul Ayolah Menuntut Ilmu. Menuntut ilmu itu wajib bagi kita yang laki-laki maupun perempuan. Yaitu menuntut ilmu dari sejak kecil hingga besar nantinya. Agar kita semua mengerti bagaimana tata cara beribadah kepada Allah SWT. Saya akhiri pidato singkat ini, semoga bermanfaat untuk kita semua. Terkhusus bagi diri Saya sendiri. Saya akhiri dengan ucapan wabillahi taufik walhidayah Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh Aku Anak Awo #A3 148


Aku Anak Awo #A3 149


Suratku: BUAT PAK NURUL DARI ERIKA Pak Nurul yang baik hati terima kasih Karena Pak Nurul sudah mengajar kami Beberapa bulan lamanya Kami sangat berterimakasih Pak Nurul sudah mengajari kami Sampai kami bisa lulus Terima kasih pak yang baik hati Kami cuma bisa bilang Terima kasih Pak Nurul Nanti kalau Pak Nurul sudah pulang Pasti bapak dapat hadiah dari kelas enam Pak Nurul tunggu saja Pak Nurul akan tahu Pak Nurul sangat baik Pak Nurul adalah pahlawanku

Aku Anak Awo #A3 150


Aku Anak Awo #A3 151


Aku Anak Awo #A3 152


Aku Anak Awo #A3 153


Aku Anak Awo’ (18) Hallo apa kabar teman-teman. Perkenalkan namaku Jasman. Teman-teman, Aku bisa dipanggil Jasman atau Acong. Aku tinggal di Tippulu Tengah, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene. Aku lahir di Tanjung Seloka, pada 31 Desember 2001. Nama bapakku Salim, sedangkan nama ibuku Kaicci’. Aku memiliki hobi bermain bola. Kalau sudah besar nanti Aku bercita-cita ingin menjadi pembain sepak bola yang hebat. Aku suka pelajaran Matematika, IPA dan Bahasa Indonesia. Itu saja perkenalan singkatku. Terima kasih. Puisiku: PERPISAHAN Kuhitung hari demi hari Kami terus berjuang Agar pak Efrat tidak marah lagi Terima kasih bapak Efrat Berkat jasa-jasamu ki Kami jadi rajin belajar Selamat berpisah Kuceritakan lagi Bahwa Aku telah hidup semangat Hidup dengan penuh energi

Aku Anak Awo #A3 154


Aku Anak Awo #A3 155


Aku Anak Awo #A3 156


Aku Anak Awo #A3 157


Aku Anak Awo’ (19) Assalamu’alaikum teman-teman. Perkenalkan namaku Dandi. Teman-teman bisa memanggilku Dandi. Aku lahir di Tanjung Saloka pada tanggal 10 Oktober 1999. Aku pernah tinggal di Kalimantan karena ikut bapak bekerja di sana. Sekarang hanya ibuku yang tinggal di Kalimantan. Nama ibuku Nurmi. Aku sama bapak tinggal di Dusun Tippulu Barat. Bapakku Jasrullah sekarang memilih mengurus kebun coklat untuk menghidupi keluarga. Aku belajar di Sekolah Dasar Nomor 30 Inpres Ulidang kelas VI. Tempat favoritku pantai. Puisiku: PAHLAWAN KECIL Semenjak ibuku meninggal Aku tinggal bersama ayah dan kedua adikku Aku Sayang kedua adikku Sepulang sekolah Aku bersama adikku membantu ayah Adikku biasa membantu memasak Bapak selalu pergi ke kebun pagi-pagi Karena ibu tidak ada Kami selalu menyiapkan sarapan pagi Adikku biasa menyiapkan piring Bagiku adikku adalah pahlawan Adikku pahlawan kecil

Aku Anak Awo #A3 158


Aku Anak Awo #A3 159


Aku Anak Awo #A3 160


Aku Anak Awo #A3 161


Aku Anak Awo’ (20) Salam apakabar teman-teman. Perkenalkan namaku Rahmat. Panggil saja Cerli. Tapi kalau di sekolah Aku sering dipanggil Talamma sama teman-teman sekelas. Aku tinggal dan lahir di Tippulu Tengah, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene pada tanggal 12 Oktober tahun 2000. Bapakku bernama Kurdin, ibuku bernama Nurbaya. Aku biasa senang sekali bermain sepak bola di sekolah. Citacitaku menjadi pemain sepak bola yang keren. Sekarang Aku kelas VI di Sekolah Dasar Negeri Nomor 30 Inpres Ulidang. Puisiku: HATI Cinta sejati Ia mendengar Apa saja yang tidak dikatakan Cinta sejati Ia mengerti Apa yang tidak dijelaskan Cinta sejati Ia tidak hanya dijelaskan dengan kata Cinta sejati Ia tidak ada di dalam pikiran Cinta sejati Ada di dalam HATI Aku Anak Awo #A3 162


Aku Anak Awo #A3 163


Aku Anak Awo #A3 164


Aku Anak Awo #A3 165


Aku Anak Awo #A3 166


Aku Anak Awo #A3 167


Aku Anak Awo’ (21) Assalamu’alaikum. Salam kenal dariku. Nama lengkapku Sinta. Namaku pendek sekali kan? Aku biasa dipanggil Sinta. Aku sekarang ada di kelas VI. Aku sekolah di Sekolah Dasar Negeri Nomor 30 Inpres Ulidang. Aku lahir pada tanggal 30 Oktober 2000. Aku memiliki bapak bernama Abd. Rahman, ibuku Mahaliah. Rumahku ada di dusun Tippulu Timur, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene. Aku senang memiliki guru yang baik. Kalau sudah besar Aku memiliki cita-cita menjadi seorang guru yang baik. Aku suka buah apel, rambutan dan durian. Puisiku: JALAN-JALAN KE PANTAI Jalan-jalan ke pantai Bersama teman-teman Jalan-jalan ke pantai Berjalan kaki sambil mendaki Jalan-jalan ke pantai Membuat hati senang dan santai Jalan-jalan ke pantai Meski jauh tapi tidak terasa lelah karena ada teman Kapan-kapan Aku akan pergi lagi ke pantai

Aku Anak Awo #A3 168


Aku Anak Awo #A3 169


Aku Anak Awo #A3 170


Aku Anak Awo #A3 171


Aku Anak Awo #A3 172


Aku Anak Awo’ (22) Hallo teman-teman semua. Perkenalkan nama lengkapku Musdalipa. Kalian bisa memanggilku Musda. Aku lahir di Dusun Tippulu Timur, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene pada tanggal 1 Juli 2001. Nama bapakku Gariting, sedangkan ibuku, Piya. Aku belajar di Sekolah Dasar Negeri Nomor 30 Inpres Ulidang kelas VI. Sajak kecil Aku memiliki cita-cita menjadi seorang dokter. Olahraga kesukaanku adalah olahraga bola voli. Aku suka pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia. Aku suka pergi ke pantai dan museum. Puisiku: RUMAHKU ISTANAKU Rumahku istanaku Rumahku seperti istana yang indah Meski tidak mewah Tetap saja rumahku adalah istanAku Rumahku istanaku Meski tidak megah Tetap saja rumahku bercahaya Bagaikan permata Rumahku istanaku Rumahku tidak ada duanya Rumahku membuat Aku aman bahagia Rumahku membuat Aku hidup bersama keluarga tercinta Selamanya rumahku istanaku Aku Anak Awo #A3 173


Aku Anak Awo #A3 174


Suratku: BUAT PAK NURUL DARI MUSDALIPA Pak Nurul yang baik Harap kamu mengajar dengan baik Tapi kamu harus banyak istirahat Kalau kamu tidak banyak istirahat Nanti kamu capek Kalau kami sudah lulus Kamu harus ingat kami Kalau kamu sudah pergi Kamu harus hati-hati Walaupun kami sudah lulus Kami harus mengingatmu Tapi ada satu hal Kamu harus mengajar adik-adik kami dengan baik Terima kasih pak Nurul Kau sudah mengajariku

Aku Anak Awo #A3 175


Aku Anak Awo #A3 176


Aku Anak Awo #A3 177


Aku Anak Awo #A3 178


Aku Anak Awo #A3 179


Aku Anak Awo #A3 180


Aku Anak Awo #A3 181


Aku Anak Awo’ (23) Salam kenal dariku. Nama lengkapku Zainuddin. Aku biasa dipanggil sama teman-temanku dengan panggilan Zainuddin. Aku tinggal di Tippulu Timur, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene. Aku lahir pada tanggal 11 Januari 2001. Nama bapakku Hasman ibuku Eda. Aku memiliki hobi bermain bulu tangkis. Aku juga memiliki cita-cita menjadi pemain bulu tangkis yang handal. Aku sekarang sekolah di Sekolah Dasar Negeri Nomor 30 Inpres Ulidang kelas VI. Puisiku: IBU Ibu bagiku adalah yang terbaik Ibu selalu ada di sisiku waktu Aku masih bayi Ibu merawatku sampai sekarang Ibu dengan susah payah mengandung sembilan bulan Sampai akhirnya Aku dilahirkan Aku tidak akan melupakan jasa-jasamu Aku pasti merawat ibu di hari tuamu Ceritaku: ANJING YANG LUCU Pada suatu hari Aku bermain dengan anjing yang lucu. Aku berlari bersamanya sambil melemparkan kayu. Aku melemparkan kayu jauh-jauh. Lalu anjing itu mengambil dan membawanya kembali kepadaku. Berbeda dengan kucing. Aku pernah bermain dengan kucing. Ia berguling-guling. Aku ingin sekali memeliharanya. Tetapi ibuku tidak mengijinkannya. Ibuku bilang “Kucing tidak baik. Kucing ada di jalanan”. Aku Anak Awo #A3 182


Aku Anak Awo #A3 183


Aku Anak Awo #A3 184


Aku Anak Awo #A3 185


Aku Anak Awo #A3 186


Aku Anak Awo’ (24) Selamat pagi semua. Perkenalkan namaku Armiati. Panggilanku Armi. Cita-citaku jika sudah besar ingin menjadi guru. Hobiku bermain bola voli. Aku sekarang duduk di kelas VI di Sekolah Dasar Negeri nomor 30 Inpres Ulidang. Aku tinggal di Tippulu Barat, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene. Aku lahir pada tanggal 29 Desember tahun 2001. Aku memiliki bapak yang bernama Hamaluddin, ibuku bernama Suharti. Aku suka pelajaran Matematika dan Bahasa Indonesia. Tempat favorit bermainku pantai. Puisiku: GURU Guru adalah seorang pahlawan Guru adalah tumpuan Aku belajar Saat Aku ada di sekolah Guru menjadi pengganti kakakku Guru adalah panduanku Guru yang menjadikan Aku bisa pintar Guru yang membuat Aku berani bercita-cita tinggi Puisiku: KEBUN YANG INDAH Di sekolah ada kebun yang indah Kebun yang dipenuhi pohon-pohon Pohon-pohon yang berjejer rapi Pohon-pohon yang dihinggapi burung-burung berkicau Aku Anak Awo #A3 187


Aku Anak Awo #A3 188


Aku Anak Awo #A3 189


Aku Anak Awo #A3 190


Aku Anak Awo’ (25) Salam sejahtera. Perkenalkan teman-teman, namaku Harliana. Aku bisa dipanggil dengan panggilan Lia. Aku sekarang duduk di bangku kelas Enam pada Sekolah Dasar Negeri Nomor 30 Inpres Ulidang, Kabupaten Majene. Aku lahir pada tanggal 16 Juni 2001 di dusun Tippulu Barat, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene. Nama bapakku Hakim, sedangkan ibuku bernama Diana. Aku memiliki hobi bermain bola voli. Aku bercita-cita menjadi seorang guru. Puisiku: KITAB SUCI Kitab suci Kitab suci menjadi penerang hidupku Kitab suci menjadi panduan agamAku Dengan kitab suci Aku bisa mengerti arti hidup Kitab suci Tuntunlah terus hidupku Di dalam jalan kepada Tuhan Sehingga Aku bisa masuk ke dalam surga-Mu Kitab suci Apabila tidak ada kitab suci Tentu manusia tidak punya tuntunan hidup Manusia tidak akan mengenal Tuhannya Terimakasih kitab suci Karena telah hadir di muka bumi ini Aku Anak Awo #A3 191


Aku Anak Awo #A3 192


Aku Anak Awo #A3 193


Aku Anak Awo #A3 194


Aku Anak Awo #A3 195


Aku Anak Awo’ (26) Hai teman-teman semua. Perkenalkan ya namaku Suaib. Aku lahir dan tinggal di Dusun Awo’, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene. Aku lahir pada tanggal 28 Agustus 1999. Ibu yang telah melahirkanku bernama Asni, sedangkan bapakku bernama Muliadi. Aku sekarang duduk di kelas VI pada Sekolah Dasar Negeri Nomor 30 Inpres Ulidang, Kabupaten Majene. Hobiku bermain sepak bola. Setiap hari Aku bermain sepak bola di sekolah dan di dusun. Cita-citaku nanti kalau sudah besar ingin menjadi pemain sepak bola yang hebat. Aku suka pelajaran Matematika, Agama, dan Bahasa Indonesia. Puisiku: AKU SENANG MEMBACA BUKU Aku senang membaca buku Aku membaca buku apa saja Karena semua ilmu ada di dalam buku Aku lebih suka membaca buku yang berwarna Karena buku yang berwarna terlihat indah Apalagi di dalam bukunya ada gambar Ada buku Upin dan Ipin, Si Kokoh dan lain-lain Aku senang sekali membaca Andai saja Aku sering membaca Pasti akan pandai Ketika lama tidak melihat buku Aku merasa rindu Aku ingin terus membaca Aku Anak Awo #A3 196


Aku Anak Awo #A3 197


Aku Anak Awo #A3 198


Aku Anak Awo #A3 199


Aku Anak Awo #A3 200


Aku Anak Awo’ (27) Hallo apa kabar teman-teman. Perkenalkan namaku Nasril. Teman-temanku biasa memanggilku Nacci. Aku lahir pada tanggal 10 Juni tahun 2000 di Dusun Awo’, Desa’ Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene. Aku adalah anak nomor ke sembilan dari jumlah saudaraku. Masih ada dua lagi adikku, keduanya laki-laki. Bapakku bernama Arsyad, sedangkan ibuku bernama Ma’nawiyah. Sekarang Aku belajar di kelas VI Sekolah Dasar Negeri Nomor 30 Inpres Ulidang. Di sekolah Aku sangat suka bermain sepak bola. Aku memiliki cita-cita menjadi seorang pemain sepak bola yang handal. Ceritaku: PERJALANAN KE SEKOLAH Aku setiap pagi pasti pergi ke sekolah kecuali hari Minggu dan hari libur. Aku pergi ke sekolah bersama teman-teman juga dengan seorang guru kami. Guru kami bernama pak Nurul. Dia itu baik, sabar dan penolong. Aku senang sekali bisa mempunyai guru seperti pak Nurul. Apabila dalam perjalanan dari kampung ke sekolah, kami selalu bertanya. Kami bertanya bahasa Jawa kepada pak Nurul. Saya ingin berterimakasih kepada pak Nurul yang sudah mengajari kami terlalu banyak. Sering pak Nurul bilang ke Aku “Kamu itu anak pintar”. Tapi Saya bilang “Aku bodoh pak”. Pak Nurul bilang lagi “Tidak ada anak yang bodoh. Kamu itu pintar”. Aku jawab lagi bahwa Aku itu bodoh. Terus pak Nurul bilang, “Kalau kamu bilang tidak pintar, kamu bukan muridku”. Aku kemudian bilang “Iya pak Aku pintar. Hehe”. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Aku Anak Awo #A3 201


Aku Anak Awo #A3 202


Aku Anak Awo #A3 203


Aku Anak Awo #A3 204


Aku Anak Awo’ (28) Hai teman-teman semua. Perkenalkan ya namaku Mersi bisa dipanggil Ecci. Aku lahir dan tinggal di Dusun Tippulu Tengah, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene. Aku lahir pada tanggal 7 Agustus 2002. Ibu yang telah melahirkanku bernama St. Nur, sedangkan bapakku bernama Hamsah. Aku sekarang duduk di kelas V pada Sekolah Dasar Negeri Nomor 30 Inpres Ulidang, Kabupaten Majene. Hobiku bermain bola voli. Cita-citaku nanti kalau sudah besar ingin menjadi seorang dokter. Aku suka warna ungu muda. Ceritaku: MALAM YANG MENAKUTKAN Pada malam itu, Aku dan keluargaku sedang tidur. Ketika di pertengahan malam, Aku mendengar ketukan pada pintu. Aku menjadi deg-degan. Jantungku terasa berdebar-debar seperti mau meletus. Ibu dan ayahku tidur pulas. Aku berkeringat karena aku terlalu takut. Aku berkeinginan melihat siapa yang mengetuk pintu. Aku ingin tahu siapakah orangnnya. Di waktu Aku akan melihatnya, jantungku terus panik. Hatiku bertanya “Aku mau melihatnya atau tidak ya?”. Kalau Aku melihatnya, Aku akan tahu jawabannya. Kalau Aku tidak melihatnya, pasti Aku akan sesal karena sampai kapan pun Aku tidak tahu jawabannya. Maka Aku langsung beranjak melihatnya. Aku bilang “Waduh apaan tuh? Ternyata itu hanya Aku Anak Awo #A3 205


kucing”. Langsung aku mengambil senter. Aku senteri kucing tersebut. “Wah, wah, ternyata bukan hanya kucing yang di situ, tapi juga ular” kataku. Akhirnya ketahuan yang membuat pintu terketuk adalah ulah kucing dan ular. Keduanya yang telah menggangguku ketika tidur. Pintu terketuk karena antara kucing dan ular saling berkejar-kejaran. Selanjutnya ibu dan ayahku terbangun. Ayahku bertanya ke Aku “Apa itu nak?”, Kemudian Aku jawab “Itu ada kucing dan ular”. Terus aku bertanya ke Ayah, “Lihat ayah, masa ada ular dan kucing berkejar-kejaran, kan biasanya ular selalu makan daging, kenapa dia tidak makan daging kucing itu ya yah?”. “Ular itu semuanya tidak sama, termasuk ular ini, ular ini baik. Sedangkan kucing itu yang selalu mengganggu ular” kata ayah. Setelah itu kemudian ayah bilang lagi ke Aku “Makanya kalau mau bermain, jangan bersama orang yang jahat seperti kucing itu ya!”. Akhirnya setelah ular dan kucing lari, Aku beserta ibu dan ayah melanjutkan tidur kembali. Sedangkan kakakku tidak tahu dengan apa yang terjadi, karena tidur terlalu pulas. Ceritaku: WAKTU MENJAGA LANGSAT Waktu Aku akan menjaga langsat. Aku dan ayah makan dulu. Sesudah itu Aku duduk-duduk dulu. Beberapa saat kemudian Aku dan ayah berangkat. Kami berangkat menggunakan motor karena kebun langsatku lumayan jauh dari rumah. Sehingga kami harus menggunakan motor. Aku Anak Awo #A3 206


Setelah melewati perjalanan panjang. Aku dan ayah sampai di kebun. Aku naik rumah-rumahan yang kecil. Rumah-rumahan yang aku naiki terbuat terbuat dari kayu. Ia dibuat khusus untuk berteduh ketika kami berjaga di kebun langsat. Ketika di malam hari, Aku tidur. Sedangkan bapakku tidak tidur, karena menjaga langsat. Beberapa saat kemudian, Aku terbangun karena mendengar suara kelelawar. Aku bertanya ke Ayah “Mengapa kelelawar itu ada di pohon langsat?”, “Kelelawar itulah yang sukanya memakan langsat kita” jawab ayah. Lalu ayahku menarik tali yang dipasangkan ke pohon langsat. Pohon langsat kemudian bergoyang dan kelelawarnya pergi deh. Aku kembali tidur sampai kemudian bangun di pagi hari ketika matahari mulai kelihatan. Karena matahari sudah terbit, Aku langsung pergi ke sungai. Aku mandi biar bersih. Setelah itu Aku dan ayah pulang ke desa. Sebelum sampai di rumah, Aku berpuisi “Oh...langsat. Aku senang menjaga langsat. Karena langsat juga bisa dijual dan bisa mendapatkan uang. Terima kasih langsat”. Puisiku: MEMANDANG LAUT Aku duduk di tepian pantai Aku memandangi laut Airnya bergoyang tenang Kemudian digoyang angin Menjadi gelombang ombak Ombaknya menghantam karang Cantik sekali memandang laut itu Aku Anak Awo #A3 207


Aku Anak Awo #A3 208


Puisiku: BUAH Buah mangga buah langsat Kalau ada yang mau Kasihlah dia Buah durian buah rambutan Kalau makan rambutan jangan makan bijinya Buah mangga di potong-potong Aku jadikan rujak Malah adikku yang menghabiskan Mengapa cuma cabenya yang diberikan kepadaku? Puisiku: LIBURANKU Aku membantu ibu Aku mengambil kayu Aku memasak Aku makan Aku mandi Aku belajar Aku membantu adik main-main Aku tidur Aku selesai liburan

Aku Anak Awo #A3 209


Aku Anak Awo’ (29) Assalamu’alaikum. Perkenalkan namaku Marliana. Panggil saja Liana ya. Aku lahir di dusun Tippulu Timur pada tanggal 6 Apri 2002. Dari sejak lahir sampai besar, Aku tinggal di Dusun Tippulu Timur, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene, Propinsi Sulawesi Barat. Aku sekolah di SDN Nomor 30 Inpres Ulidang, Majene, kelas V. Bapakku bernama Dato, ibuku bernama Wamina. Kalau sudah besar Aku bercita-cita ingin menjadi seorang guru. Karena menjadi guru adalah tugas yang mulia. Aku hobi main dokterdokteran. Warna kesukaanku merah. Puisiku: MENIKMATI PAGI Ketika terdengar suara adzan subuh Aku terbangun dari tidur dan Aku nampak lusuh Aku beranjak ke tempat wudhu Aku pergi ke masjid terlebih dahulu Aku salat berjamaah Di mesjid sebelah rumah Setelah itu Aku mengaji Membaca Alquran di pagi hari Bersama Abi dan Ummi Setelah mengaji Aku berjalan-jalan Bersama adikku Farhad dan Burhan Menghirup udara pagi Menikmati karunia pemberian Ilahi Yang diajarkan Abi dan Ummi Aku Anak Awo #A3 210


Aku Anak Awo’ (30) Salam kenal. Pekenalkan namaku Musfira. Untuk memanggil namaku bisa dengan panggilan Fira saja. Aku lahir pada tanggal 23 Maret 2002 di dusun Tippulu Tengah, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene. Aku dilahirkan oleh seorang Ibu yang bernama Rusmini dan dari seorang bapak yang bernama Sarjan. Aku sangat senang olah raga. Aku adalah salah satu pemain voli dari sekolah yang memenangkan pertandingan se-Kabupaten Majene dalam lomba O2SN. Aku memiliki cita-cita menjadi seorang dokter kalau sudah besar. Warna kesukaanku ungu. Aku sekarang menuntut ilmu di Sekolah Dasar Negeri Nomor 30 Inpres Ulidang, Kabupaten Majene. Duduk di kelas Akhir. Yaitu kelas V. Puisiku: SAKIT GIGI Aku sakit gigi Aku tidak bisa pergi ke sekolah hari ini Karena gigiku sakit sekali Aku tidak bisa mengikuti pelajaran Sehingga tidak tahu apa yang guru ajarkan Karena gigiku berlubang Aku tidak bisa ngomong

Aku Anak Awo #A3 211


Aku Anak Awo’ (31) Halo apa kabar teman-teman? Salam kenal ya. Nama lengkapku Kila. Teman-teman semua bisa memanggilku Ila. Aku tinggal di Tippulu, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene. Aku lahir pada tanggal 25 Nopember 2002. Nama bapakku Rahman, ibuku Mahalia. Hobiku bermain bola voli. Cita-citaku apabila sudah besar nanti ingin menjadi sesorang guru yang bisa mengajar anak-anak di sekolah. Aku suka warna ungu. Aku sekarang sekolah di Sekolah Dasar Negeri Nomor 30 Inpres Ulidang kelas V. Puisiku: KUCINTA KELUARGAKU Kucinta keluargaku Tanpa keluargaku hidup pasti terasa hampa Kucinta keluargaku Tanpa keluargaku hidup pasti terasa tak berguna Kucinta keluargaku Keluargaku yang mengerti saat perasaan suka dan duka Kucinta keluargaku Di kala Aku senang keluargaku juga senang Kucinta keluargaku Di kala Aku sedih keluargaku juga sedih Kucinta keluargaku Keluargaku bagian hidupku yang paling berguna Keluargaku pelita hidupku Aku Anak Awo #A3 212


Aku Anak Awo’ (32) Hai apa kabar teman-temanku. Perkenalkan ya nama lengkapku Anriani. Aku suka dipanggil dengan panggilan Ani oleh teman-temanku. Bapakku bernama Hamma Adil, ibuku bernama Asni. Aku lahir pada tanggal 10 Desember 2000. Aku tinggal di Dusun Tippulu Barat, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene. Sekarang Aku duduk di kelas V Sekolah Dasar Negeri Nomor 30 Inpres Ulidang. Aku memiliki hobi bermain bola voli. Aku memiliki cita-cita kalau sudah besar ingin menjadi seorang dokter. Aku suka dengan warna kuning dan pink. Puisiku: GIGIKU Gigiku cantik Gigiku kurawat selalu Karena selalu Aku menyikat Gigiku sangat putih Aku memakai Pepsoden Gigiku putih dan wangi Semenjak Aku memakai Pepsoden Ketika aku tidak lagi menyikat gigiku Gigiku tidak putih lagi Gigiku ada lubangnya Aku kesakitan terus

Aku Anak Awo #A3 213


Pantun Lebaiku: Buah manggis Di depan kaca Salam manis Buat yang baca Harum manis rasa merica Tersenyum manis sesudah membaca Cari durian di dalam meja Makan kelapa airnya basi Dari kemarin diam aja Ada apa sih Hujan di Solo Banjir di Semarang Kasihan deh lo Masih sendiri sampai sekarang Ada kolam banyak ikannya Malam-malam mau ke mana Beli kangkung di asongan Dari tadi kelimpungan Anak buruh masuk pabrik Biar butuh Aku tak panik Bis Patas lewat depan klinik Biar sudah gawat jangan panik

Aku Anak Awo #A3 214


Puisiku: SOPAN Sikapku yang sombong Pada orang tua dan guru Bisa membuat Aku tinggal kelas Aku akan merubah sikapku yang sombong Menjadi sikap sopan Aku tidak mau jadi orang yang tidak sopan Aku harus sopan pada guru dan orang tua Serta pada orang lain Supaya Aku disukai teman Aku tidak mau dibenci sama teman Puisiku: RAMBUTKU Rambutku indah Ia bergelombang Dengan rambutku Aku terlihat cantik Sewaktu Aku tidak merawat rambutku Ia menjadi merah Ia menjadi rontok Ia menjadi bercabang Puisiku: UNTUNG ADA SOFFELL Nyamuk selalu mengganggu waktu aku belajar Untung ada Soffell Aku bisa belajar lagi karena tidak ada nyamuk Aku akan membawa Soffell ketika Aku belajar Aku Anak Awo #A3 215


Aku Anak Awo’ (33) Salam kenal semuanya ya. Perkenalkan namaku Erwin. Aku sekarang sekolah di Sekolah Dasar Negeri Nomor 30 Inpres Ulidang, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene kelas V. Aku lahir tanggal 31 Desember 2003 di dusun Tippulu Timur, Desa Awo’ Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene. Bapakku bernama Sauding, sedangkan ibuku bernama Halima. Aku memiliki cita-cita menjadi seorang astronout. Hobiku bermain sepak bola. Aku menyukai warna ungu.

Puisiku: KUSAYANG IBUKU Waktu aku di rumah Aku suka membantu ibuku Karena kusayang ibuku Waktu aku pergi mengaji ke masjid Aku berdoa “Ya Allah ampunilah dosaku Ampunilah dosa kedua orang tuaku Kasihanilah ibuku karena telah melahirkanku” Setelah salat di mesjid Aku segera pulang ke rumah Aku tidur lalu bangun membaca buku “Allahu akbar” Tanda salat magrib tiba Aku kemudian mandi lalu pergi ke masjid Aku mengaji dan berdoa untuk ibu karena kusayang ibu Aku Anak Awo #A3 216


Aku Anak Awo’ (34) Apa kabar semua? Perkenalkan namaku Harni Ibrahim. Aku bisa dipanggil Harni. Aku sekarang sekolah di Sekolah Dasar Negeri Nomor 30 Inpres Ulidang, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene. Aku duduk di kelas V. Cita-citaku nanti kalau sudah besar ingin menjadi seorang guru. Aku lahir pada tanggal 28 April 2002 di dusun Tippulu, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene. Nama bapakku Ibrahim ibuku bernama Naisa. Warna kesukaanku merah. Hobiku bermain bola voli. Aku termasuk anggota tim Voli sekolah yang menjadi tim terbaik di Kabupaten Majene. Puisiku: JAM DINDING Teng teng teng Bunyi jam dinding di kamar Jam dinding mengingatkan perubahan waktu Jam dinding mengingatkan tentang kegiatan Keberadaan jam dinding menjadi peringatan Peringatan bagi apa-apa yang harus Aku kerjakan Jam dinding adalah penunjuk waktu Ia sangat Aku perlukan Jam dinding adalah penanda Ia selalu mengingatkanku tentang waktu belajarku Aku Anak Awo #A3 217


Aku Anak Awo’ (35) Apa

kabar

semua teman-teman? Perkenalkan namaku Henrawan. Panggil saja Aku Henra. Nama bapakku Baharuddin, ibuku bernama Salma. Aku memiliki hobi bermain bulu tangkis. Aku bercita-cita ingin menjadi pemain sepak bola yang handal. Aku sekarang sekolah di Sekolah Dasar Negeri Nomor 30 Inpres Ulidang, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene. Aku duduk di bangku kelas V. Aku lahir pada tanggal 26 Maret 2001 di Dusun Tippulu Timur, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene. Aku suka warna merah. Puisiku: LAYANG-LAYANG Layang-layang terbang tinggi ke kanan ke kiri Bergeleng-geleng diterpa angin Layang-layang bagaikan benda hidup yang terbang Ia seperti bernyawa bebas merdeka Di angkasa layang-layang mengikuti kemauan yang punya Sampai kapan dia di udara Dan ketika sampai waktunya Layang-layang terputus dari benangnya Dia tidak dapat berbuat apa-apa Jatuh ke tanah tiada berdaya Puisiku: SANDAL Wahai sandal yang bagus Aku suka sama Kamu Aku Anak Awo #A3 218


Waktu Aku melihat Kamu di Majene Aku kagum sekali melihat sandal yang bagus Aku membeli dengan harga 30 ribu Aku akan menjagamu sampai rusak Puisiku: CERITA DARI PAGI SAMPAI TIDUR Waktu Aku bangun tidur Aku langsung mandi Sesudah mandi Aku memakai baju dan celana Sesudah memakai baju dan celana Aku sarapan Aku sarapan bersama keluarga Sesudah sarapan Aku berangkat ke sekolah jam 06.30 Tiba di sekolah pada jam 07.00 Aku belajar bahasa Indonesia Kemudian Aku istirahat Aku main sepak bola Setelah itu Aku masuk kelas lagi Aku belajar IPS Akhirnya bunyi bel 3x pada pukul 12.00 Aku pulang ke rumahku dan menyimpan tas Aku melepaskan baju dan celana Aku makan siang Aku tidur siang Aku bangun dari tidur dan langsung mandi Sesudah mandi Aku memakai baju muslim Aku pergi shalat Magrib Setelah itu Aku makan malam Aku kemudian belajar Terakhir Aku langsung tidur

Aku Anak Awo #A3 219


Aku Anak Awo’ (36) Selamat pagi teman-teman. Pekenalkan namaku Nurul Fitra. Untuk memanggil namaku bisa dengan panggilan Fitra saja. Aku lahir di Dusun Tippulu Tengah, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene pada tanggal 5 Januari 2003. Aku dilahirkan oleh seorang Ibu yang bernama Hj. Harjuna dan dari seorang bapak yang bernama Saddang. Aku memiliki cita-cita menjadi seorang guru kalau sudah besar. Karena Aku ingin mengajar anak-anak agar pintar. Aku sekarang menuntut ilmu di Sekolah Dasar Negeri Nomor 30 Inpres Ulidang, Kabupaten Majene, duduk di kelas kelas V. Aku memiliki hobi membersihkan. Warna kesukaanku adalah hijau. Puisiku: BULAN Bulan Di kala menjelang malam Engkau muncul di balik awan Kau nampak malu-malu Engkau menyelimuti bumi ini Dengan cahayamu Bulan Engkau hadir di antara seribu bintang-bintang Dia antara mereka Engkau kebanggaan hatiku Bulan Tak puas-puasnya Aku memandangmu Aku Anak Awo #A3 220


Bulan Dekatkan Aku dengan Penciptamu Ceritaku: PAGI SAMPAI MALAM Waktu itu di pagi hari yang cerah. Aku bangun jam 6 pagi. Aku mandi. Sesudah mandi Aku sarapan pagi. Aku kemudian berangkat ke sekolah jam 7. Aku sampai di sekolah jam 8. Aku belajar Matematika. Aku pulang sekolah jam 12. Sesampainya di rumah Aku mengganti pakaianku dan Aku makan. Sesudah makan Aku pergi mengaji. Sesudah mengaji Aku mandi dan melihat matahari mulai tenggelam. Aku selanjutnya pergi salat Magrib sama teman-teman. Sesudah salat Aku pulang. Sesampainya di rumah Aku buka mukena. Aku makan dan belajar. Sehabis belajar Aku pergi ke rumah nenekku. Aku dan kakakku tidur di rumah nenek karena nenek sakit. Aku tidur sama nenekku jam 10 malam. Puisiku: IBUKU Ibuku bangun pagi Menyiapkan makan pagi Untuk makan seluruh keluarga Agar badan sehat semua Ibuku tidak pernah marah Ibuku sayang padaku Ibuku selalu membimbingku Agar aku cepat dewasa

Aku Anak Awo #A3 221


Puisiku: MELATIKU Warnamu putih Bungamu kecil Harummu semerbak mewangi Banyak kumbang menghinggapimu Kau tumbuh di taman Tak lupa selalu Aku siram Agar terus berkembang Menghiasi taman rumahku Puisiku: TEMAN SEJATI Teman sejati Selalu menemaniku dalam suka dan duka Kutulis dalam lembaranku kisah-kisah denganmu Pengalamanku dan perasaanku hanya kepadamu Kau selalu setia mendengarkan ceritaku Menjadi tempat curhatku dan menyimpan rahasiaku Puisiku: GURUKU Kau begitu berarti Membimbing kami sepenuh hati Kau begitu berharga Membimbing kami sekuat tenaga Semua ilmu kau berikan Segudang kasih kau arahkan Lelahmu takkan menjadi derita Susahmu takkan menjadi petaka Aku Anak Awo #A3 222


Aku Anak Awo’ (37) Assalamu’alaikum. Perkenalkan nama lengkapku Arna. Aku biasa dipanggil teman-teman dengan panggilan Arna. Aku lahir pada tanggal 28 April 2001. Nama bapakku Usman sedangkan nama ibuku adalah Sukiati. Aku tinggal di Dusun Tippulu, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene. Sekarang Aku sekolah di Sekolah Dasar Negeri Nomor 30 Inpres Ulidang, Kabupaten Majene. Aku duduk di kelas V. Aku memiliki cita-cita menjadi seorang guru. Yang nantinya bisa mengajar anak-anak di sekolah. Aku menyukai warna biru muda. Aku memiliki hobi bermain Voli. Alhamdulillah Aku bersama tim voliku di sekolah menjadi pemain terbaik di Kabupaten Majene pada pertandingan O2SN tahun 2013. Puisiku: PAK NURUL Pak Nurul adalah Pengajar Muda dari Indonesia Mengajar Dia mengajar di Sulawesi Barat Karena supaya anak Sulawesi Barat pintar Dia selalu mengajar di kelas enam Terima kasih karena dia sudah mengajar di sini Kalau pulang dia akan selalu dirindu Dirindu oleh anak Sulawesi Barat Terima kasih Indonesia Mengajar

Aku Anak Awo #A3 223


Aku Anak Awo’ (38) Selamat pagi teman-temanku semua. Perkenalkan namaku Subhan. Panggil saja namaku dengan panggilan Suban. Aku sekarang sekolah di Sekolah Dasar Negeri 30 Inpres Ulidang kelas V. Aku memiliki cita-cita menjadi seorang pemain bola yang hebat. Aku lahir di Dusun Tippulu Timur, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene pada tanggal 15 Juli 2003. Bapakku bernama H. Jalaluddin dan ibuku bernama Hj. Nurhawa. Hobiku adalah bermain kelereng. Sedangkan warna kesukaanku adalah ungu. Puisiku: MEMBANTU IBU DI RUMAH Waktu Aku di rumah Aku membantu ibu membereskan perabotan rumah Aku membersihkan halaman rumah Aku membantu membersihkan piring Aku membantu memungut sampah Waktu bapakku meninggal Aku harus berusaha mencari uang Supaya bisa membeli beras Juga membeli mobil, motor dan rumah mewah Sehingga Aku bisa memberi makanan-makanan mewah

Aku Anak Awo #A3 224


Aku Anak Awo’ (39) Halo teman-temanku semua. Pekenalkan nama lengkapku Putri Baswanti. Untuk memanggil namaku bisa dengan panggilan Putri. Aku lahir di Dusun Tippulu Barat tanggal 8 Oktober 2002, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene. Aku dilahirkan oleh seorang Ibu yang bernama Nursanti dan dari seorang bapak yang bernama Basman. Aku memiliki cita-cita menjadi seorang guru kalau sudah besar. Karena Aku ingin mengajar anak-anak di sekolah. Aku sekarang menuntut ilmu di Sekolah Dasar Negeri Nomor 30 Inpres Ulidang, Kabupaten Majene, duduk di kelas kelas V. Aku memiliki hobi main bola voli. Warna kesukaanku adalah pink. Puisiku: MAMAKU Mamaku yang telah melahirkanku Waktu Aku lahir Aku selalu dirawat sama mama Karena Aku masih kecil Ketika Aku umur lima tahun Aku diajari menggambar Pagi-pagi Aku selalu dimandikan Sesudah mandi Aku melihat ayam berkotek-kotek Ketika Aku umur tujuh tahun Mamaku pergi ke pasar membeli baju putih dan rok merah Kemudian Aku dibelikan kaos dan sepatu Supaya Aku bisa sekolah Beruntung Aku mendapatkan nilai Matematika 80 Aku Anak Awo #A3 225


Aku Anak Awo’ (40) Hai teman-teman semua. Salam kenal ya. Nama lengkapku Vebrianti. Aku biasa dipanggil oleh temanteman dengan panggilan Pebi. Aku tinggal di Dusun Tippulu Barat, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene. Aku lahir pada tanggal 4 April 2003. Ayahku bernama Muliadi, ibuku bernama Salmia. Di sekolah Aku memiliki kesenangan membaca dan menulis. Cita-citaku ingin menjadi seorang guru di sekolah nantinya. Karena menjadi guru bisa mengajar orang lain. Sekarang Aku kelas V di SDN Nomor 30 Inpres Ulidang. Aku suka warna ungu. Sekian perkenalanku. Puisiku: JALAN-JALAN KE PANTAI Hari ini hari Minggu Aku dan keluargaku akan pergi ke pantai Sejak pagi kami bersiap-siap Bapak menyiapkan motor Ibu menyiapkan bekal untuk dibawa Aku, Panji, dan Ibran menyiapkan perlengkapan Ada tikar, hape dan payung Setelah siap kami segera berangkat Pemandangan di pantai sungguh indah Bapak dan ibu duduk bersantai Aku, Panji dan Ibran bermain pasir Kami bergembira Hari sudah sore Kami segera pulang Aku Anak Awo #A3 226


Puisiku: SAKIT GIGI Hari ini Aku sakit gigi Rasanya nyeri sekali Aku tak bisa makan Duduk pun Aku tak nyaman Aku tak bisa tidur Meskipun sudah di atas kasur Tak ada guna meski menangis Semua karena salahku suka makan yang manis Tapi jarang gosok gigi Sekarang Aku hanya menyesali diri [

Puisiku: BAJU BARU Aku mendapat baju baru Baju itu berwarna ungu Dibelikan ibu di pasar baru Hati Aku sangat bahagia Aku memakainya sambil bergaya Ibu melihat tingkahku sambil tertawa Aku pun tak mati gaya Puisiku: MATAHARI Di ufuk timur cahayamu benderang Burung-burung mulai berdendang Kuncup bunga mengembang Pak tani pun berangkat ke ladang Matahari cemerlang Matahari gemilang Di ufuk barat sinarmu hilang Pertanda malam akan datang Aku Anak Awo #A3 227


Ceritaku: TERJATUH DARI BECAK Pada suatu hari, Aku dan ibu baru pulang dari rumah nenek. Karena membawa barang cukup banyak, Aku dan ibu memutuskan untuk naik becak. Pada waktu jalan menurun, pengemudi becak tidak dapat mengendalikan becaknya. Mungkin karena beban yang terlalu berat. Becak pun meluncur turun dengan cepat dan akhirnya terperosok di selokan. Aku dan ibu hanya lecet-lecet saja di bagian kaki dan tangan. Pengemudi becak minta maaf pada ibu. Sebagian barang yang dibawa basah dan rusak. Meskipun begitu ibu tetap bersyukur karena selamat meskipun terluka. Ceritaku: PASAR MALAM Hari Minggu, Aku, Fitra dan Hilda pergi ke pasar malam. sampai di sana sudah banyak pengunjungnya. Aku mengajak kedua temanku naik Komidi Putar. Aku dan Fitra tertawa-tawa sambil menjerit-jerit sedangkan Hilda terlihat tegang. Ketika Hilda turun dari Komidi Putar, ia nampak pucat. Aku segera mencari air minur hangat. Setelah Hilda minum air, ia tampak lebih baik. Saat ditanya Fitra, Hilda mengakui dirinya takut. Ia baru pertama kali naik Komidi Putar. Aku dan Fitra tertawa. Saat diajak mencoba mainan lain, Hilda menolak. Akhirnya kami menonton pertunjukan Lenong Anak, di panggung terbuka.

Aku Anak Awo #A3 228


Aku Anak Awo #A3 229


Pendapat Para Tokoh

Dengan Kehadiran Buku Aku Anak Awo’ “Kita sekarang ada program peningkatan mutu pendidikan, seperti yang Saya canangkan di Majene yaitu terapi Medali Emas, dimana di situ ada huruf ‘i’, yaitu Inovasi dan Kreativitas. Termasuk masalah buku ini, anak-anak butuh dipacu untuk meningkatkan wawasan. Terbitnya buku ini merupakan gebrakan yang luar biasa. Jarang sekali anak-anak yang menciptakan buku seperti ini. Saya ucapkan terima kasih kepada Pengajar Muda yang telah membina dan mengembangkan wawasan anak-anak lewat kreativitas kepenulisan. Buku ini akan kami bedah untuk kita jadikan motivasi kepada seluruh sekolah.”

Drs. H. Abd. Hamid, MM (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majene) “Saya sebagai ketua dewan pendidikan Kabupaten Majene memberikan apresiasi yang sangat tinggi atas karya dan upaya yang sungguh-sungguh dilakukkan dalam rangka memberikan motivasi, selain pada generasi Majene, maupun pada dunia pendidikan pada umumnya. Menulis saja, Saya sangat salut, masih terlalu sedikit generasi yang punya kemampuan dan keinginan untuk menyalurkan ide-ide, gagasan-gagasan, pikiranpikirannya ke dalam bentuk buku. Mudah-mudahan dengan lahirnya buku ini, memberi motivasi generasi muda untuk menulis, sehingga dunia kepenulisan di Majene jadi berkembang. Aku Anak Awo #A3 230


Banyak sekali gagasan yang kita dengar melalui lisan, tapi sangat kurang kita baca melalui tulisan. Setidaknya pengungkapan lewat tulisan akan menjadi bukti sejarah yang akan menjadi pembelajaran bagi generasi yang akan datang. Seperti halnya keberadaan Pengajar Muda di Majene, tidak akan bisa dikenang, hanya kenangan bagi orang-orang yang pernah mengalami. Tapi tidak akan menjadi kenangan bagi orang-orang yang tidak berada pada saat Pengajar Muda ada di Majene. Tetapi lewat dituangkan dengan tulisan sampai kapan pun juga di masa depan, orang-orang nantinya akan bilang bahwa di Mejene pernah ada Pengajar Muda, salah satunya dengan keberaan buku ini. Sekali lagi Saya memberikan penghargaan yang sangat tinggi pada Pengajar Muda yang ada di Mejene dalam pengabdiannya. Saya melihat bahwa upaya Pengajar Muda seperti adinda Nurul ini sangat positif dalam melatih anak-anak menulis. Sesungguhnya di kota pun generasi muda sangat minim kebiasaan menulis. Mudah-mudahan dengan tulisan dari desa lewat pencerahan para Pengajar Muda, lahir penulis dari anakanak di pedesaan. Sehingga out put yang baik akan muncul seiring dengan munculnya buku ini. Seperti yang Saya lihat, tulisan yang tertuang dalam buku ini murni pengalaman pribadi anak-anak sekolah dasar.�

Drs. H.M. Rusbi Hamid, M.Si (Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Majene)

Aku Anak Awo #A3 231


“Alhamdulillah kami bangga, terus terang justru penulis munculnya dari anak-anak SD, alhamdulillah semoga ke depan ini akan muncul kembali anak Awo’ yang bisa menulis. Kemudian insyaallah buku ini Saya akan jadikan bahan bacaan referensi anak bacaan tiap sekolah. Sebagai referensi buku perpustakaan. Insyaallah ini akan berjalan seterusnya. Setelah di Majene, harapannya buku ini bisa dibawa ke kabupaten lain. Semoga kedepan Majene sebagai ibu kota pendidikan di Propinsi Sulawesi Barat akan terus tumbuh cikal bakal penulis muda.”

Drs. Bau Agung, M.Si (Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Majene) “SelAku kepala bidang, Saya sangat merespon pembuatan buku Aku Anak Awo’. Pendidikan anak-anak kita membutuhkan kreativitas menulis. Buku ini harapannya nanti bisa diberikan kepada tiap-tiap sekolah. Semoga apabila buku ini dibaca, ada berupa pemahaman lebih lanjut untuk kembali membaca lebih mendalam. Kemajuan anak-anak memang tergantung pembinanya, apabila ada pembinaan secara khusus kepada siswa di bidang menulis maka hal itu sangat berperan.”

H. Abd. Jalil, S.Pd (Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Majene)

Aku Anak Awo #A3 232


“Saya sangat berterima kasih atas adanya buku ini. Saya sangat merespon dengan baik. Mudah-mudahan terbitnya buku ini bisa memajukan anak-anak dalam dunia pendidikan. Dengan buku ini membuktikan, bahwa anak-anak di desa pun dapat berkarya seperti anak-anak di perkotaan. Meskipun buku-buku pendukung sangat terbatas di desa. Harapannya buku ini dapat dimanfaatkan di desa ini terutama di Kecamatan Tammero’do.” Abd. Majid, S.Pd (Kepala UPTD Pendidikan Kec. Tammero’do Sendana) “Pendapat Saya mengenai dibuatnya buku Aku Anak Awo’, Saya sangat mendukung karena terbangun motivasi siswa untuk belajar sebagai bekal masa depan anak, terutama pada bidang bahasa Indonesia sangat terangkat dengan dukungan dari Pengajar Muda atau sekaligus penganyom anak-anak di desa Awo’. Saya sangat mendukung ada kerja keras Pengajar Muda dalam hal prestasi siswa di Awo’. Kemudian lewat tulisan siswa, terangkat nama baik SDN No 30 Inpres Ulidang. Harapan Saya terhadap siswa yang lain supaya mereka juga ikut terdorong motivasi untuk membuat tulisan, seperti contoh Aku Anak Awo’ ini. Mudah-mudahan anak-anak yang lain bisa terharu apabila membacanya. Saya perhatikan, anak-anak gunung bisa bersaing dengan anak kota, yang penting anak-anak gunung ini bisa kita bina betul-betul untuk membangun dirinya sebagai bekal di masa depan. Saya sangat berterima kasih kepada Pengajar Muda atas bimbingannya untuk anak-anak di sekolah ini.” Alisja, S.Pd.SD (Kepala Sekolah SDN No. 30 Inpres Ulidang) Aku Anak Awo #A3 233


“Saya sangat merespon dan mendukung dengan positif terbitnya buku ini. Mudah-mudahan anak-anak bisa lebih mencintai dan termotivasi bagaimana menulis yang baik. Saya berharap jangan hanya sebatas kelas di atas yang berkarya, akan tetapi juga anak-anak yang di bawah seperti kelas tiga dan empat, sehingga bisa berkesinambungan. Dengan anak-anak bisa menulis, Saya pikir ini merupakan langkah yang sangat positif. Harapan kami selalu perwakilan masyarakat, anak-anak bisa berkreasi, mengembangkan bakat yang selama ini hanya terpendam. Sehingga anak-anak lebih berprestasi. Dengan menulis bisa mengangkat desa, dimana yang selama ini seakanakan kita masih terbelakang. Buku ini bisa menjadi motivasi bagi anak-anak yang berada di pelosok, setelah membaca, ternyata anak-anak dari desa ini bisa berbuat dan berpotensi untuk menulis, bukan hanya dari kota, tapi anak-anak dari desa juga bisa mampu melakukan seperti yang dilakukan anak-anak di kota. Tapi ini semuanya berkat dari dorongan, khususnya dari Pengajar Muda. Mudahmudahan nantinya apabila tidak adanya Pengajar Muda, kita termotivasi baik pemerintah dan penentu kebijakan yang ada. Mudah-mudahan anak-anak yang ada di desa, bukan hanya di Desa Awo’ tapi mudah-mudahan yang ada di tempat lain termotivasi. Ternyata anak-anak bisa mampu juga jika ada bimbingannya. Saya berharap anak-anak yang ada di pelosok jangan berkecil hati tapi kita harus selalu optimis, kenapa orang kota bisa, kenapa kita tidak!� Samsul Manjurai (Kepala Desa Desa Awo’) Aku Anak Awo #A3 234


“Saya menyambut baik dengan terbitnya buku Aku Anak Awo’, karena kebetulan Saya pribadi, pernah menjadi kepala sekolah, sekaligus Saya adalah aku anak Awo’ juga. Dengan terbitnya buku ini, merupakan sebuah jembatan untuk memancing anak-anak masa depan selanjutnya untuk berkarya lebih baik. Ini artinya sebuah cacatan bersejarah, anak desa pun mampu menyatakan apresianya dalam membuat sebuah buku, semoga Allah SWT menilainya sebagai sebuah ibadah, baik pada anak didik itu sendiri, pun terhadap pribadi Saya. Saya sangat berbangga karena masih sempat berhadapan dengan Pengajar Muda. Saya berharap untuk selanjutnya buku ini memberikan motivasi kepada anak-anak. Semoga dengan buku ini membuka cakrawala baru, bisa tampil calon pemimpinpemimpin di masa depan”. H. Abd. Majid, S.Ag (Mantan Kepala SDN No 30 Inpres Ulidang) Tulisan-tulisan siswa SDN No 30 Inpres Ulidang ini menyadarkan kita bahwa bibit-bibit pewarta warga sebenarnya ada di mana-mana. Dari buku ini, hal penting untuk digarisbawahi bukan hanya soal potensi kepenulisan anak-anak Indonesia, tapi juga mungkin peran tulisan-tulisan ini untuk ikut merekatkan berbagai unsur keindonesiaan melalui butir-butir informasi, gagasan, dan cita-cita untuk sebuah kehidupan kebangsaan yang lebih baik. M. Mushthafa (Kepala Sekolah SMA 3 Annuqayah, Guluk-Guluk, Sumenep, alumnus Erasmus Mundus Masters Course in Applied Ethics Utrecht University, Belanda, dan NTNU, Norwegia.) Aku Anak Awo #A3 235


Buku yang sungguh menginspirasi untuk orang banyak. buku ini mengajari ada hal-hal luar biasa di balik kesederhanaan. Sesederhana cerita dan puisi anak-anak tersebut, tapi Aku dapat melihat kuatnya emosi, kepolosan, dan ketulusan mereka. Mengajari kita bahwa tidak perlu menulis dalam bahasa yang rumit untuk membuat cerita yang bagus. Buku ini pun memperlihatkan kepada semua orang bahwa anak bangsa kita memiliki kemampuan untuk mencipta. Bukan menyalin atau mencontek, tetapi mereka mencipta. Mereka menulis, mereka menghasilkan sesuatu, dan mereka memiliki karya. Hal penting yang harus kita sadari dari sekarang. Pak Nurul telah berhasil membuat anak-anaknya menciptakan karya. Luar biasa. buku yang sungguh menginspirasi. Ria Pesta Natalia @rianatalia (Pengajar Muda V Mejene penempatan dusun Passau) Buku ini membuktikan bahwa SEMUA ANAK BISA! Semua orang bisa menginspirasi Alhamdulillah dan salute kepada saudara Saya, Nurul, yang telah berhasil mendampingi anak-anak Awo’ hingga terbitnya buku ini. Selamat Pak guru, mutiara-mutiara terpendam itu telah ditemukan. Semoga dengan hadirnya buku ini juga memotivasi masyarakat khususnya di Majene untuk sama-sama melakukan akselerasi sehingga Majene sebagai kota pendidikan segera tercapai. Mega Tala Harimukthi @megatala (Pengajar Muda V Mejene penempatan dusun Pundau) Aku Anak Awo #A3 236


Buku yang jujur menggambarkan imajinasi anak-anak. Awaludin Fatjri Ariyanto @din1188 (Pengajar Muda V Mejene penempatan dusun Rura Buku Aku Anak Awo’ bagi Saya adalah bukti bahwa anak Majene di pegunungan juga memiliki kreativitas yang tidak kalah dengan anak kota. Terbukti dari kayanya pemikiran dan imajinasi mereka yang mereka tumpahkan dalam puisi, gambar maupun cerita. Sederhananya gaya berpikir mereka sangat terlihat dan orisinalitasnya pun terasa. Besar harapan Saya buku ini akan menjadi pemantik karya kreatif lainnya di Mejene dan bisa menjadi bukti nyata tentang tidak ada batasan dalam memiliki impian. Buku ini pun menjadi simbol kemerdekaan berpikir dan berkreasi bagi anak-anak di tanah Mandar. Tentu saja selama tidak keluar dari norma yang berlaku, setiap karya harus diapresiasi. Semoga para penulis di dalam buku ini bisa mewujudkan cita-cita dan impian mereka. Semoga setiap kalimat yang mereka tulis dan gambar yang tergores dapat memberikan inspirasi bagi pembacanya. Ini dia karya anak-anak dari wilayah Indonesia Timur, “Aku Anak Awo’�. Muhamad Fajar @muhamadfajar89 (Pengajar Muda V Mejene penempatan dusun Tatibajo Tulisan adalah tempat kita mencurahkan dan menyimpan memori yang dapat bertahan lama dan dengan mudahnya kita panggil kembali. Bagi beberapa orang, menulis merupakan pekerjaan yang sulit. Merangkai kata, membangun kalimat dan Aku Anak Awo #A3 237


memaknai apa yang dimaksud. Namun lewat buku ini, dapat dilihat, menulis itu adalah hal yang mudah. Tulisan anak-anak di Desa Awo’ ini dapat memberikan inspirasi bagi siapa saja yang membaca buku ini. Semoga ini menjadi inspirasi kita bersama karena buku ini merupakan karya dan kejujuran hati anak-anak kita. Alvino Yulian @alvinoyuliaaan (Pengajar Muda V Mejene penempatan dusun Lombang Buku Aku Anak Awo’ merupakan salah satu bentuk apresiasi seorang guru terhadap murid-muridnya. Melaui buku ini, Pak Nurul membuktikan bahwa menulis itu mudah. Setiap anak bisa menjadi penulis. Selamat buat Pak Nurul yang berhasil mendampingi anak didiknya menjadi penulis-penulis cilik. Melalui tulisan, mereka mengenal dunia, melalui tulisannya juga nantinya mereka akan dikenal dunia. Lukvi Raharasi @raharasi (Pengajar Muda V Mejene penempatan dusun Bututtala Ada kepolosan yang menghangatkan hati dan menghanyutkan perasaan, terselip juga perasaan geli ketika membaca tiap rangkaian curahan hati dan pikiran Aku Anak Awo’. Pak guru Nurul berhasil memunculkan kilau anak Awo’ yang sebenarnya tanpa banyak mengedit tulisan anak-anak desa Awo’. Salute Nur Syarianingsih Syam @ayuaryaaryo (Ketua Gerakan Penyala Makassar) Aku Anak Awo #A3 238


Aku Anak Awo #A3 239


**** Catatan Akhir: buku Aku Anak Awo’ ( #A3 ) edisi pertama alhamdulillah bisa terselesaikan dengan baik. #A3 diangkat dari catatan buku harian siswa SDN Nomor 30 Inpres Ulidang, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene, Propinsi Sulawesi Barat. Di Sekolah Dasar yang ada di pelosok tersebut, Pengajar Muda (PM) V Majene, dari Gerakan Indonesia Mengajar membiasakan siswa membuat catatan di buku harian. Pembiasaan tersebut diadopsi dari pembelajaran pada film Freedom Writers. Dalam tulisan #A3 tentu masih banyak yang perlu diperbaiki. Oleh karena itu apabila ada apresiasi, saran, dan kritik dari pembaca sekalian, silahkan dikirim ke email editor, nurul_ih@yahoo.com atau bisa dikirim langsung ke alamat Sekolah Dasar Negeri Nomor 30 Inpres Ulidang. Jl. Desa Awo’, Dusun Tippulu Timur, Desa Awo’, Kecamatan Tammero’do, Kabupaten Majene, Propinsi Sulawesi Barat, Kode Pos 91452. Terima kasih banyak. Salam kebermaknaan.

Aku Anak Awo #A3 240


Kegiatan Menulis di Mading

Kegiatan Berkirim Surat untuk Presiden

Aku Anak Awo #A3 241


Pembelajaran menggambar di luar kelas

Permaianan garis (line game), dari film Freedom Writers

Aku Anak Awo #A3 242


Aku Anak Awo #A3 243


“Terbitnya buku ini merupakan gebrakan yang luar biasa. Jarang sekali anak-anak yang menciptakan buku seperti ini. Saya ucapkan terima kasih kepada Pengajar Muda yang telah membina dan mengembangkan wawasan anak-anak lewat kreativitas kepenulisan. Buku ini akan kami bedah untuk kita jadikan motivasi kepada seluruh sekolah.” Drs. H. Abd. Hamid, MM (Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majene) “Mudah-mudahan dengan lahirnya buku ini, memberi motivasi generasi muda untuk menulis, sehingga dunia kepenulisan di Majene jadi berkembang...Seperti yang Saya lihat, tulisan yang tertuang dalam buku ini murni pengalaman pribadi anak-anak sekolah dasar.” Drs. H.M. Rusbi Hamid, M.Si (Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Majene) “Alhamdulillah kami bangga, terus terang justru penulis munculnya dari anak-anak SD...buku ini Saya akan jadikan bahan bacaan referensi anak bacaan tiap sekolah. Sebagai referensi buku perpustakaan.” Drs. Bau Agung, M.Si (Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Majene) “SelAku kepala bidang, Saya sangat merespon pembuatan buku Aku Anak Awo’...Semoga apabila buku ini dibaca, ada berupa pemahaman lebih lanjut untuk kembali membaca lebih mendalam.” H. Abd. Jalil, S.Pd (Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Majene) “Dengan buku ini membuktikan, bahwa anak-anak di desa pun dapat berkarya seperti anak-anak di perkotaan.” Abd. Majid, S.Pd (Kepala UPTD Pendidikan Kec. Tammero’do Sendana) Buku ini masih dalam bentuk soft file. Belum dicetak dan belum disebarluaskan secara luas. Apabila Aku Anak Awo #A3 244 ada yang tertarik menerbitkan silahkan menghubungi editor lewat email nurul_ih@yahoo.com


Aku anak awo'