metro hukum
METRO RIAU
RABU, 20 JANUARI 2016
12
Korupsi Dana Lahan Embarkasi Haji Riau
Mantan Kabiro Tapem Diperiksa Tujuh Jam P ENULIS: LINDA, Pekanbaru
PEKANBARU - Mantan Kepala Biro (Kabiro) Tata Pemerintahan (Tapem) Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Riau, M Guntur, diperiksa jaksa. Dia mintai keterangan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana pengadaan lahan embarkasi haji Riau selama tujuh jam. Guntur diperiksa jaksa Zulkifli Lubis, Selasa (19/1). Pemeriksaan berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB. “Diperiksa sebagai tersangka,” ujar Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Hubungan Masyarakat (Humas) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau di Pekanbaru, Mukhzan. Pemeriksaan tersebut untuk melengkapi berkas perkara. Dalam kasus ini, Guntur telah beberapa kali
dimintai keterangannya. Guntur ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejati Riau Nomor Print:-04.a/N.4/Fd.1/ 05/2015 tanggal 21 Mei 2015. Dalam kasus ini, penyidik juga telah meminta keterangan Yendra Zein selaku mantan Kepala Sub Bagian (Kasubag) Tata Pemerintahan, saksi ahli dari Badan Pertanahan Nasional (BNP) Riau, Sriyanto, kuasa penjual lahan dan lainnya. Disinggung masalah pena-
hanan, Mukhzan menyatakan itu kewenangan penyelidik. “Kalau sudah waktunya, tentu ditahan,” kata Mukhzan. Kasus yang menjerat Guntur berawal pada 2012 lalu. Saat itu, Pemerintah Provinsi Riau melalui Biro Tata Pemerintahan mengalokasi anggaran kegiatan pengadaan tanah embarkasi
haji Rp17,958 miliar lebih. Status kepemilikan tanah sebanyak 13 persil, di antaranya sertifikat, Surat Keterangan Tanah (SKT) dan Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR). Berdasarkan penetapan tim appresial, harga tanah bervariasi antara Rp320 ribu sampai Rp425 ribu per meter.
Dalam perjalanan, diduga terjadi penyimpangan dalam pembebasan lahan. “Harga tanah yang dibayarkan ternyata tidak berdasarkan NJOP (Nilai Jual Objek Pajak) tahun berjalan,” kata Mukhzan. Selain itu, berdasarkan penyidikan, pembelian lahan di Jalan Parit Indah, Kecamatan Bukit Raya, Peka-
nbaru itu tidak sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2006 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 tentang Pengadaan Tanah Bagi Kepentingan Umum. Berdasarkan pasal 184 KUHAP, penyidik menyimpulkan adanya suatu peristiwa pidana dengan kerugian nega-
ra lebih kurang Rp10 miliar. Akibat perbuatan itu, Guntur dan tersangka lainnya dijerat pasal pasal 2 ayat (1) atau pasal 3 jo pasal 18 Undangundang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dan ditambah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. *
Kaca Mobil Pecah, Tas Sonita Raib PEKANBARU - Kaca mobil milik Sonita Sitorus dipecah maling saat parkir di Jalan Ikhlas, Kecamatan Payung Sekaki, Senin (18/1) sekitar pukul 18.00 WIB. Pelaku mengemban tas korban. Kejadian berawal ketika korban akan menjemput anaknya di Tempat Penitipan Anak (TPA) Cahaya Bunda di Tempat Kejadian Perkara (TKP). Dia meninggalkan dua tas di dalam minibusnya. Tak lama kemudian, korban kembali ke mobilnya. Dia kaget melihat kaca mobil sebelah kanan sudah pecah. Curiga, korban memeriksa isi mobil dan tak lagi menemukan tasnya yang berisi laptop dan uang
Rp3 juta yang diletakkan di jok, belakang sopir. Kejadian itu dilaporkan korban ke Kepolisian Sektor (Polsek) Payung Sekaki. “Petugas langsung melakukan oleh TKP,” ujar Kepala Polsek Payung Sekaki, AKP Nardy M Marbun, melalui Kepala Unit (Kanit) Reserse Kriminal (Reskrim), Iptu Eru Alsepa di Pekanbaru, Selasa (19/1). Menurut Eru, kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Petugas sudah mengantongi identitas pelaku. “Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp10 juta. Kita kembali imbau masyarakat untuk tidak meninggalkan barang berharga dalam kendaraan,” tutup Eru. (kah)
Tujuh Tahanan Lalu Lintas Dititip di Lapas Pasir Pangaraian PASIR PANGARAIAN Tujuh tahanan Satuan Lalulintas (Satlantas) Kepolisian Resor (Polres) Rokan Hulu (Rohul) dititipkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pasir Pangaraian. Mereka dititipkan karena tahanan polres over kapasitas. Tahanan itu diserahkan Kepala Unit (Kanit) Lantas Satlantas Polres Rohul, Ipda R Sudaryo SIK, ke Lapas, Senin (18/1). Tersangka melanggar pasal 310 UndangUndang (UU) Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. “Tujuh tahanan itu dititipkan di lapas karena keterbatasan ruang tahanan di Polres Rohul. Saat ini, tahanan kita sudah over kapasitas,” ujar Kepala Polres Rohul, AKBP Pitoyo Agung Yuwono SIK MHum, melalui Kasat Lantas, AKP Amru Hutauruk SH, di Pasir Pan-
garaian, Selasa (19/1). Menurut Amru, sebelum dititipkan ke lapas, kesehatan tahanan itu sudah diperiksa. Mereka akan dijemput jika ada pengembangan penyidikan. Sementara itu, Kepala Lapas Kelas II B Pasir Pangaraian, Misbahuddin, melalui Kepala Pengamanan Lapas (KPLP), Parlin Hasiholan Simanjuntak, tujuh tahanan itu dalam keadaan sehat. “Mereka kami tempatkan di ruang orientasi,” katanya. Tujuh tahanan itu adalah Martupa Hutagaol (27) warga Mandau Duri, Amirudin (34) warga Tandun, Yoga Saputra (25) warga Ujung Batu, Warno (45) warga Mahato, Tambusai Utara, Aminudin (30) warga Madina, Sumatera Utara (Sumut), Hendri (25) warga Ujung Batu, dan Eli Berutu (32) warga Tambusai Utara. (hen)
Aniaya Tetangga, Pria Tua Ditangkap Polisi PEKANBARU - SA (55), warga Jalan Sidorukun, Kecamatan Payung Sekaki, ditangkap polisi karena menganiaya tetangganya. Tindakan nekad itu berawal ketika pelaku mengira dua ekor anjing peliharaannya ditabrak korban. Akibat tindakan pelaku, korban Ali Amrizal (45), menderita luka di wajah. “Pelaku ditangkap di rumahnya, Senin (18/1) sekitar pukul 13.00 WIB,” ujar Kepala Polsek Payung Sekaki, AKP Nardy M Marbun, melalui Kepala Unit (Kanit) Reserse Kriminal (Reskrim), Iptu Eru Alsepa di Pekanbaru, Selasa (19/1). Eru menjelaskan, penganiayaan terjadi, Jumat tanggal 18 Desember 2015, sekitar pukul 19.00 WIB. Saat itu, korban melintas di deREDAKTUR: LINDA
pan korban melintas di depan rumah pelaku. Dia melihat dua ekor anjing pelaku berbaring di tengah jalan. Korban berusaha melewati anjing tersebut. “Tiba-tiba anjing itu menyalak dan lari ke rumah pelaku. Emosi, pelaku dan istrinya mendatangi korban dan bertanya kenapa anjingnya ditabrak,” jelas Eru. Korban mengaku tidak pernah menabrak anjing pelaku. Tidak terima, pelaku langsung memukul wajah korban hingga gigi tasnya lepas dan berdarah. Setelah korban divisum, petugas langsung menangkap pelaku. “Pelaku mengakui perbuatannya. Dia emosi melihat anjingnya mengkengkeng sambil lari ke rumah,” pungkas Eru.
SINDIKAT NARKOBA - Tujuh orang sindikat narkoba antar provinsi diperagakan saat ekspos di ruang Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resort Kota (Polresta) Pekanbaru, Kompol Iwan Lesmana Riza, Selasa (19/1). Bersama tersangka diamankan sabu-sabu senilai Rp18 juta. (yud)
Lima Sindikat Narkoba Antar Provinsi Dibekuk
PEKANBARU - Petugas Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Kepolisian Resort Kota (Polresta) Pekanbaru menangkap lima sindikat narkoba antar provinsi. Bersama tersangka diamankan sabu-sabu senilai Rp18 juta. Kelima tersangka berinisial MI (40), HR (25), SI (29), HI (27) dan RN (30). Mereka dibekuk di tempat dan waktu berbeda, Senin (18/1). “Pertama ditangkap MI sekitar pukul seki-
tar pukul 19.00 WIB,” ujar Kepala Satresnarkoba Polresta Pekanbaru, Kompol Iwan Lesmana Riza SH MH, Selasa (19/1). Dijelaskannya, MI diamankan oleh polisi yang menyamar sebagai pembeli di Jalan Selamat, Kecamatan Payung Sekaki. Saat transaksi, tersangka dibekuk dengan barang bukti satu paket kecil sabu-sabu. Kepada polisi, MI mengaku barang haram itu didapat dari HR yang tinggal di
Jalan SM Amin atau Arengka II. Tanpa buang waktu, petugas langsung ke lapangan dan meringkus HR dengan barang bukti satu peket sabu-sabu. Tidak puas sampai di situ, polisi kembali menggaruk dua pengedar, SI dan HI, di sebuah rumah di Jalan Tengku Bey atau Jalan Utama, Kecamatan Bukit Raya. Bersama kedua tersangka disita tiga paket sabu-sabu sebagai barang bukti. Selanjutnya, keem-
pat tersangka digiring ke Polresta Pekanbaru untuk pengembangan penyidikan. Tersangka mengaku mendapat sabu dari seorang bandar besar, RN. “Kita langsung ke Jalan Pahlawan Kerja, Kecamatan Bukit Raya mengamankan RN. Dari tangannya, disita satu paket besar sabu dan sebuah timbangan digital,” tutur Iwan. Menurut Iwan, tersangka RN memasok sabu kepada MI, HR, SI dan HI.
Serbuk putih itu didapatkan RN dari seorang kenalannya berinisial IR yang tinggal di Medan, Sumatera Utara (Sumut). “Kasus masih dikembangkan. Kelima tersangka dijerat pasal 114 jo pasal 112 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 20 tahun penjara. Sementara IR kita tetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO),” pungkas Iwan.
(kah)
Korupisi Hibah E-Learning
Polda Tetapkan Rekanan Sebagai Tersangka
PEKANBARU - Penyidik Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Riau menetapkan rekanan dari CV Titien Gustifanola, berinisial As alias alias Ujang, sebagai tersangka. Dia diduga melakukan korupsi dana hibah E-Learning di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul). “Sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Kepala Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Riau, AKBP Wahyu Kuncoro di Pekanbaru kepada war-
tawan, Selasa (19/1). Hibah tersebut berasal dari Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) RI. Dana dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2014. Setiap sekolah di Rohul mendapat dana hibah Rp54 juta. Dana itu untuk sistem pembelajaran E-Learning dengan mengadkan komputer, laptop dan infokus. Kegiatan harusnya dikerjakan oleh sekolah. “Di Rohul, kegiatan itu justru dilakukan pihak ketiga atau rekanan,” tuturnya. (lda)
PEKANBARU - Rifa Amelia (21) jadi korban pembegalan saat melintas di Jalan Kaharuddin Nasution, Kecamatan Marpoyan Damai. Pelaku mendorong korban hingga terjatuh dari sepeda motor. “Setelah terjatuh, pelaku merampas sepeda motor korban dan kabur,” ujar Kepala Polsek Bukit Raya, Kompol Ricky Ricardo SIK, melalui Kepala
Unit (Kanit) Retan Siak Hulu, Kaserse Kriminal bupaten Kampar, (Reskrim), Ipda dipepet dua orang M Bahari Abdi, pria tak dikenal di Selasa (19/1). depan Sekolah Menengah Kejuruan Menurut Abdi, peristiwa naas itu (SMK) Pertanian. dialami korban, Pelaku mengMinggu (17/1) klakson korban sekitar pukul 22.00 dan meminta korBahari Abdi WIB. Korban yang ban menghentikan akan pulang ke rumahnya di sepeda motornya. “KorJalan Kubang Jaya, Kecama- ban mengira dia diklakson
TABRAK TROTOAR - Sejumlah warga mengevakuasi mobil pickup dengan nomor polisi BA 8265 TT yang menabrak trotoar di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Senin (18/1) lalu. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. (yud)
Didorong, Begal Rampas Motor Rifa orang yang dikenal hingga menghentikan sepeda motornya,” kata Abdi. Saat berhenti, pelaku yang berada di boncengan langsung mendorong korban hingga terjatuh dari sepeda motor. Ketika korban tak berdaya, seorang pelaku membawa kabur sepeda motor korban. “Korban ditinggalkan di TKP (Tempat Kejadian Perka-
ra),” tambah Abdi. Beruntung, handphone korban tidak diambil pelaku hingga korban dapat menghubungi temannya. Kejadian itu langsung dilaporkan ke Polsek Bukit Raya. “Laporan korban sedang ditindaklanjuti. Pelaku masih diburu. Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp15 juta,” pungkas Abdi. (kah) LAYOUTER: WAWAN