Skip to main content

16112014

Page 5

SENI BUDAYA

METRO RIAU MINGGU, 16 NOVEMBER 2014

5

Perkembangan Kompang di Nusantara Cara memukul kompang dengan menepuk kulit kompang dengan bagian jari-jari atau tapak tangan mengikut rentak. Kompang biasanya dimainkan semasa perarakan, kenduri dan upacaraupacara tradisi lainnya. Bunyi yang berlainan dihasilkan dengan membedakan cara bukaan tapak tangan. Bunyi ‘bum’ di peroleh dengan tepukan di sisi kompang dan tapak tangan dikuncup/rapat. Bunyi ‘pak’ di perolehi dengan tepukan di tengah kompang dengan jari tangan yang terbuka. Paluan kompang terbagi kepada dua bagian, yaitu

paluan tradisi dan paluan moden ataupun kreatif. Paluan tradisi adalah paluan di mana memukul kompang sambil menyanyi ataupun bersyair dalam versi Arab ataupun bahsa Melayu klasik. Manakala paluan moden pula di mana paluan tersebut diselitkan dengan gerakan ataupun tarian. Di Sabah, pertandingan kompang sering diadakan untuk memartabatkan kembali kesenian melayu yang telah hampir pupus ini. Sementara di Kabupaten Bengkalis, Riau, kompang merupakan salah satu medium musik. Kompang Bengkalis Riau dipercaya berasal dari

Kampung Jawa, Muar, Johor, Malaysia. Ia telah berkembang sejak tahun 40-an lalu di bumi Bengkalis, Riau, Indonesia. Seorang tokoh musik yang bernama Pak Maun yang pulang dari Muar, Johor ke Bengkalis dikatakan sebagai mengajar alunan musik kompang kepada abangnya, Muhammad Ali. Setelah ilmu diperturunkan ke Muhammad Ali, Pak Maun telah berpindah ke daerah Bantan Tua, yaitu sebuah kampung dipanggil Resam. Bermula dari situlah permainan alat musik Kompang Bengkalis Riau mulai berkembang secara aktif. (int/wsl)

foto internet

KITA pasti senang mendengar musik, karena dapat memberikan efek relaksasi pada pikiran dan perasaan. Tak heran, sejak zaman dahulu musik sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia, termasuk di tanah Melayu Riau. Dari zaman dahulu orang juga sudah mengenal musik. Di setiap daerah atau provinsi di Indonesia terdapat beragam peninggalan budaya-budaya para pendahulu kita, tidak ketinggalan budaya yang ditinggalkan berupa kesenian dan musik. Riau merupakan salah satu provinsi yang ada di pulau Sumatera yang terkenal dengan kebiasaan hidup suku melayu. Dalam hal bermain musik, orang melayu terdahulu juga punya beberapa peninggalan alat-alat musik tradisional, salah satunya kompang. Kompang merupakan alat musik Melayu yang paling populer saat ini, kompang banyak digunakan dalam berbagai acara-acara sosial, seperti pawai hari kemerdekaan. Selain itu, alat musik digunakan untuk mengiringi lagu gambus. Kompang memiliki kemiripan dengan rebana, tetapi tanpa cakram logam gemerincing di sekelilingnya. Kompang masuk dalam kategori musik gendang. Kulit kompang biasanya terbuat dari kulit kambing. Alat musik ini berasal dari Arab dan diperkirakan dibawa masuk ke kawasan tanah Melayu pada masa Kesultanan Malaka oleh pedagang India Muslim, atau melalui Jawa pada abad ke-13 oleh pedagang Arab. Ada juga yang mengatakan kompang berasal dari Parsi dan digunakan untuk menyambut kedatangan Rasulullah S.A.W. pada waktu itu. Selain itu, kompang juga digunakan untuk memberi semangat kepada tentara-tentara Islam ketika berperang. Jenis musik ini menda-

pat sambutan yang baik di kalangan penduduk Rumpun Melayu. Kompang terdiri dari berbagai ukuran. Ada yang berukuran garis pusat sepanjang 22.5 cm, 25 cm, 27.5 cm dan ada juga yang mencapai 35 cm. Kompang dimainkan secara beregu dalam keadaan duduk, berdiri atau berjalan. Jika kompang dimainkan dalam acara berzanji, pemain akan duduk bersila atau duduk di atas kursi. Jika dimainkan dalam acara pernikahan dan pawai menyambut pejabat daerah atau pejabat negara, pemain kompang berjalan mengiringi pengantin atau pejabat daerah, atau pejabat negara tersebut. Kompang dimainkan dengan menggunakan kedua belah tangan. Sebelah tangan memegang kompang, dan sebelah tangan lagi memukul kompang. Terdapat tiga rentak dalam permainan kompang, yaitu rentak biasa, rentak kencet dan rentak sepulih. Rentak yang biasa dimainkan ialah rentak biasa. Rentak kencet ialah rentak di tengah-tengah pukulan, kemudian seolah-olah terhenti seketika. Sedangkan rentak sepulih dimainkan untuk kembali pada rentak lagu pertama. Regu kompang ini dibagi lagi menjadi tiga kelompok bagian dengan fungsinya masingmasing. Pertama, kelompok yang bertindak sebagai ‘pembolong‘ yang akan memukul kompang dengan bunyi pukulan khusus secara seragam.

Pukulan jenis ini dikenal sebagai pukulan dasar. Kedua, kelompok yang bertindak sebagai ‘peningkah‘ dan berperan sebagai master untuk mengawal keseluruhan bentuk dan corak (irama) permainan. Ketiga adalah kelompok yang dikenal sebagai ‘penyilang‘ yang akan melengkapi rentak pada keseluruhan pola pukulan kompang. Alat musik kompang ini harus dijaga dengan baik. Sebagian masyarakat Melayu percaya bahwa kompang harus diletakkan pada suatu tempat tertentu, tidak boleh dilangkahi atau dipijak. Cara memainkan kompang dengan menepuk kulit kompang dengan bagian jari-jari atau tapak tangan mengikut rentak. Kompang biasanya dimainkan pada saat acara perarakan pengantin, kenduri, alat musik pengiring tari dan upacara-upacara sakral lainnya. Orang-orang yang memainkannya cenderung yang lebih tua, hanya sedikit anakanak remaja yang memainkannya. Kenyataannya, banyak remaja tidak mengerti dan memahami cara memainkan alat musik tersebut. Kemudian mereka tidak tertarik sama sekali memainkannya.

Termasuk Dalam Alat Musik Gendang Kompang termasuk dalam kumpulan alat musik gendang. Kulit kompang biasanya terbuat dari kulit kambing betina. Bisa juga dari kulit lembu, kerbau dan getah sintetik. Pada kebiasaannya, seurat rotan akan diselit dari bagian belakang antara kulit dan bingkai kayu bertujuan menegangkan permukaan kompang dan menguatkan bunyi kompang. Kini, gelung plastik turut digunakan. Terdapat dua bagian kompang, yaitu bagian muka (ada kulit) dipanggil belulang. Sedangkanbagian badan (kayu) dipanggil baluh. Dilansir wikipedia, kompang biasanya berukuran enam belas inci ukur lilit dan ditutup dengan kepingan kulit pada sebelah permukaan. Ia mempunyai bukaan cetek dan dimainkan dengan memegang dengan sebelah tangan. Kemudian dipalu dengan sebelah tangan yang lain.

Alat-Alat Musik Tradisional Melayu MUSIK merupakan suara yang disusun demikian rupa, sehingga mengandung irama, lagu dan keharmonisan. Dengan mendengar musik perasaan bisa menjadi tenang dan damai. Sejak zaman dahulu musik sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia, tidak terkecuali di tanah Melayu, Riau. Tanah Melayu merupakan satu daerah yang memiliki alat-alat musik yang unik. Pada budaya Melayu, alat musik digunakan untuk mengiringi tarian atau lagu-lagu tradisional Melayu. Berikut beberapa alat musik tradisional Melayu: - Rebana Ubi Rebana ubi sering digunakan saat upacara pernikahan. Selain itu, rebana ubi digunakan sebagai alat komunikasi sederhana pada zaman itu, karena

yang dilubangi, sehingga menghasilkan nada yang indah. Alat musik ini dapat dimainkan dengan cara ditiup. Sape digunakan untuk melengkapi musik tarian tradisional Melayu. Selain itu, sape juga digunakan sebagai pelengkap musik pengiring dari lagu tradisional Melayu. - Gambus Paling sedikit gambus dipasangi 3 senar sampai paling banyak 12 senar. Gambus dimainkan sambil diiringi gendang. Sebuah orkes memakai alat music utama berupa gambus dinamakan orkes gambus atau disebut gambus saja. Orkes gambus mengiringi tari Zapin yang seluruhnya dibawakan pria untuk tari pergaulan. Lagu yang dibawakan berirama Timur Tengah. Sedangkan tema liriknya adalah keagamaan. - Kordeon Kordeon adalah alat musik yang berasal dari Riau. Alat musik ini bisa dimainkan dengan cara dipompa. Alat musik termasuk sulit untuk dimainkan. Tidak banyak yang dapat memainkannya. - Gendang Gendang adalah instrumen Riau yang salah satu fungsi utamanya mengatur irama. Instrument ini dibunyikan dengan tangan, tanpa alat bantu. Jenis gendang yang kecil disebut ketipung, yang menengah disebut gendang ciblon/kebar. Pasangan ketipung ada satu lagi bernama gendang gedhe biasa disebut gendang kalih.

bunyinya yang cukup keras. Jumlah pukulan pada rebana ubi memiliki makna tersendiri yang telah dipahami oleh masyarakt saat itu. - Kompang Kompang merupakan alat musik Melayu yang paling populer, karena kompang banyak digunakan dalam berbagai acara-acara sosial, seperti pawai hari kemerdekaan. - Sape Sape merupakan seruling tradisional masyarakat Melayu. Alat musik dibuat dengan bambu panjang

(int/wsl)

PERSADA BUNDA

MENERIMA MAHASISWA BARU PROGRAM D III & STRATA 1 (S1) ASM (AKADEMI SEKRETARI & MANAJEMEN

STISIP (SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL & ILMU POLITIK)

SK.MENDIKBUD RI No. 250/DIK/KEP/1992 Terakreditasi : SK. NO : 017/BAN-PT/AK-XI/DPI-III/X/2011 Jurusan: 1. Sekretaris Eksekutif (D3) 2. Manajemen Administrasi Perkantoran Modern (D3)

SK.MENDIKNAS RI No.173/D/0/2000 Terakreditasi : SK. NO : 004/BAN-PT/AK-XV/S1/IV/2012 Jurusan : 1. Admintrasi Negara (S1) 2. Administrasi Niaga (S1) 3. Ilmu Komunikasi (S1)

ABA (AKADEMI BAHASA ASING)

Terakreditasi : SK.No.027/BAN-PT/AK-XII/S1/XI/2009 Jurusan : 1. Ilmu Hukum (S1) 2. Hukum Bisnis (S1) 3. Hukum Udara (S1)

SK.MENDIKBUD RI No. 62/D/1998 Terakreditasi : SK. NO : 001/BAN-PT/AK-X/DPI-III/IV/2010 Jurusan : 1. Bahasa Inggris (D3)

STIE (SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI) SK.MENDIKNAS RI No. 62/D/1998 Terakreditasi : SK. NO : 049/BAN-PT/AK-XIII/S1/III/2010 Jurusan : 1. Manajemen (S1) 2. Manajemen Pemasaran (D3) 3. Akuntansi (D3)

STIBA (SEKOLAH TINGGI ILMU BAHASA ASING)

STIH (SEKOLAH TINGGI ILMU HUKUM)

SYARAT PENDAFTARAN 1. Berijazah SMU/SMK/MAN atau sederajat 2. Pria/Wanita yang sehat jasmani dan Rohani 3. Mengisi Formulir Pendaftaran 4. Foto Copy Ijazah/STTB atau sederajat, di legalisir (3 lbr) 5. Foto Copy NEM/Nilai, dilegalisir (3lbr) 6. Pas Foto 3 x 4 = 4 lbr 7. Membayar Uang Pendaftaran Rp. 350.000,8. Mengikuti Ujian Saringan Masuk

STAI (SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM)

Kampus : Jl. Diponegoro No. 42 Pekanbaru - 28116 DK. DIRJEN PENDIDIKAN ISLAM No.DJ.1/495/2007 Telp. (0761) 23181 Fax. (0761) 40218 Jurusan : 1. Pemikiran Islam (S1) Cell : 0812 755 3848 / 0761-7082525 2. Ekonomi Islam 3. Perbankan Syriah Home Page : http://www.persadabunda.or.id

Ketua Yayasan H. HAZNIL ZAINAL, SE, MM

Dewan Pembina Prof. Drs. H. ZAINAL ZEIN

Sekretaris DIDI. Y. FIKRI, SE

SK.MENDIKNAS RI No. 042/BAN-PT/AK-XV/S1/XI/2012 Jurusan : 1. Bahasa dan Sastra Inggris (S1)

REDAKTUR : WISLI

LAYOUTER : RIKI SETIAWAN


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
16112014 by Harian Pagi Metro Riau - Issuu