23
METRO HUKUM
METRO RIAU RABU 13 MARET 2013
LAWAN NARKOBA PEMBACA Metro Riau yang budiman, Rubrik ‘Lawan Narkoba’ menampung beragam persoalan terkait bahaya narkoba. Bagi pembaca yang ingin bertanya persoalan narkoba di Riau bisa dikirim melalui e-mail: metroriau.redaksi@gmail.com. Rubrik ini diasuh oleh Direktur Narkoba Polda Riau, Kombes Pol Daniel TM Silitonga. PERTANYAAN Yang terhormat Direktur Narkoba Polda Riau, apa kriteria seorang tersangka narkoba dijerat dengan pasal sebagai pengedar dan pemakai? JAWABAN Sebagai pengedar narkoba bisa dibuktikan dengan alat bukti bahwa dia mengedarkan narkoba. Misalnya memiliki alat untuk mengedarkan seperti timbangan. Narkoba sudah dibagi-bagi dalam kemasan yang siap untuk diedarkan. Yang paling utama, tertangkap juga orang lain yang membeli dari dia, ditambah pemeriksaan saksi lainnya yang menguatkan. Sedangkan untuk pemakai, ditemukan narkoba dan alat untuk mengkonsumsi. Misalnya bong (alat hisab) untuk sabu dan dibuktikan dengan hasil pemeriksaan urin atau akar rambut bahwa ia telah mengkonsumsi narkoba.*
BIDIK
Hari Ini Lukman Abbas Divonis PEKANBARU - Dijadwalkan hari ini, Rabu (13/3), mantan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Riau, Lukman Abbas menjalani sidang vonis di Pengadilan Tipikor Pekanbaru. “Vonis dibacakan 13 Maret,” ujar Humas Pengadilan Negeri Pekanbaru, Krosbin Lumban Gaol SH yang juga hakim yang menyidangkan kasus Lukman. Sebelumnya, Lukman dituntut hukuman 8 tahun penjara. Selain kurungan, Lukman juga dituntut membayar denda Rp300 juta atau diganti kurungan 4 bulan. Menurut Jaksa Penuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Riyono SH dkk, Lukman terbukti menerima supa dari KSO senilai Rp700 juta dan memberi suap Rp900 juta untuk anggota DPRD Riau terkait pembahasan Revisi Perda No 06 Tahun 2010 tentang Venue Menembak, PON Riau 2012. (linda)
Selingkuh, Suami Dipolisikan PEKANBARU - Re (32) warga Jalan Durian Kecamatan Sukajadi harus berurusan dengan pihak kepolisian. Dia tertangkap oleh istrinya De (30) sedang berselingkuh dengan wanita lainnya berinisial SA (23) di salah satu hotel, Senin (11/3) sekitar pukul 21.30 Wib. Menurut laporan korban, dirinya sudah lama mencurigai pelaku berselingkuh. Apalagi pelaku jarang pulang ke rumah. “Kalau pun pulang selalu larut malam,” ujar korban. Kecurigaan korban makin bertambah setelah mendapati SMS berisi kata-kata mesra di handpone pelaku. Penemuan itu makin menggerakkan hati korban untuk melakukan penyelidikan. Pada Minggu (10/3), korban kembali mendapatkan SMS di handphone suaminya, kalau mereka akan melakukan pertemuan. Tak tinggal diam, korban mengikuti pelaku dan akhirnya menangkap pelaku dan pasangan selingkuhnya. Bagai petir di siang hari, korban langsung bertengkar dengan pelaku hingga mengundang perhatian pengunjung hotel lainnya. Habis kesabaran, pelaku akhirnya dilaporkan ke polisi, Selasa (12/3). Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Arief Fajar Satria membenarkan adanya laporan korban. “Kasus masih dalam proses penyelidikan,” ucapnya. (mg3)
Arief Fajar Satria
Subiapto Tewas di Sungai Siak PEKANBARU - Subiapto (53), warga Kelurahan Rejosari Kecamatan Tenayan Raya, ditemukan mengapung di Sungai Siak, Senin (11/3). Korban pertama kali ditemukan oleh Suherman, warga Rumbai, yang sedang mencari kara-kara di sekitar Sungai Siak. “Saat itu saya lihat ada benda terapung. Setelah didekati ternyata mayat,” ucapnya. Dengan perasaan takut dan cemas, Suharman memanggil warga lainnya. Warga juga melaporkan kejadian itu pada pihak kepolisian. Kanit Reskrim Polsek Tenayan Raya, AKP Gismaldi Ningrat mengatakan, kasus masih dalam penyelidikan. “Kita masih mencari keluarga korban,” ucapnya. (mg2)
PADAMKAN API - Petugas pemadan kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Pekanbaru, memadamkan api yang membakar empat ruko di Jalan Srikandi, Kecamatan Tampan, Senin (11/9). (yudi)
Mantan Narapidana Dipolisikan
Ancam Wakil Ketua FSPTI Siak Hulu Penulis : Aulia, Kampar
KAMPAR - Wakil Ketua Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (F-SPTI) Siak Hulu, Iskandar Basrah diancam oleh AT. Pelaku mengancam akan menghabisi nyawa Iskandar. Pengancaman dilakukan di sebuah warung di Komplek Pergudangan Simpang Pandau Permai Desa Pandau Jaya Siak Hulu, Jumat (8/3) lalu. Kasus itu diduga dipicu oleh penahanan Ketua F-SPTI Siak Hulu, Zulkifli NK
terkait kasus percobaan penganiayaan pada Iskandar. Aksi pengancaman itu dilakukan AT di hadapan para pengurus F-SPTI lainnya yakni Harlen Hutauruk, Rammli Simatupang, Edo Situmorang dan Nainggolan
yang kebetulan sedang berada di warung tersebut. Menurut keterangan para saksi, AT yang baru saja tiba dengan menggunakan mobil mini bus merek Toyota Avanza mengaku kesal atas peristiwa penahanan Zulkifli yang dilaporkan Iskandar ke polisi. Tidak terima, Iskandar melaporkan kasus itu ke polisi. Dia beralasan takut nyawanya terancam karena AT yang juga mantan narapidana yang pernah ditahan
di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Pekanbaru terkenal kejam. Selain itu, Iskandar mengaku juga telah meminta pengawalan ketat dari satuan tugas (Satgas) Organisasi massa Pemuda Pancasila, ranting Siak Hulu. Kapolsek Siak Hulu, Kompol M Sembiring membenarkan kalau pihaknya telah menerima laporan dari Iskandar. “Kasus masih dalam proses penyelidikan. Mudah-
mudahan dalam waktu dekat ditindak,” tuturnya, kemarin. Seperti pernah diberitakan, prahara antara Iskandar dan Zulkifli terjadi pada 1 Maret lalu. Pasalnya, Zulkifli diduga tak transparan dalam masalah keuangan. Ketika hal itu dipertanyakan Iskandar dan temantemannya, Zulkifli berang. Bahkan Zulkifli menyerang Iskandar dengan sebilah parang hingga dilaporkan ke polisi dan ditahan. *
Ditangkap, Pencuri Motor Berusaha Kabur PEKANBARU - Tim Polsek Rumbai menangkap tersangka kasus pencurian sepeda motor, Heru (21). Dari tangan warga Jalan Yos Sudarso itu diamankan satu unit sepeda motor merek Honda Revo Nopol 2867 HJ. Kanit Reskrim Polsek
Rumbai, Ipda Daud mengatakan, penangkapan dilakukan, Jumat (8/3). Tersangka diciduk di rumahnya. “Saat ditangkap tersangka mencoba melarikan diri,” kata Daud, Selasa (12/3). Daud menjelaskan, polisi sudah melakukan penyelidikan
selama satu bulan sampai akhirnya menciduk tersangka. Hal itu berdasarkan laporan warga Rumbai bernama Yuni yang kehilangan sepeda motornya saat parkir di Stadion Rumbai. Dari hasil penyelidikan sementara, tersangka mengaku kalau dirinyalah yang mencuri
Sesalkan Bentrok Suporter PSPS
sepeda motor korban. Sepeda motor itu sudah dijual pada orang lain dengan harga Rp3 juta. Sementara itu, tersangka yang ditemui di Mapolsek Rumbai mengaku, terpaksa mencuri sepeda motor karena terdesak butuh uang untuk
membayar hutang. “Sisanya saya buat untuk berfoyafoya,” ucapnya. Tersangka juga mengakui, dirinya baru sekali melakukan pencurian sepeda motor. Untuk melancarkan aksinya, tersangka menggunakan kunci T. (mg3)
Bawa Sabu dari Malaysia
KNPI: Pemuda harus Bersatu Polisi Selidiki Jaringan TA PEKANBAPemuda sebagai RU - Selaku wagenerasi penerus dah tempat berbangsa harus bernaungnya para satu di semua lini pemuda, Komite dan termasuk daNasional Pelam olahraga,” tumuda Indonetur Agung didampsia (KNPI) saningi Wakil Ketua gat menyayangInformasi dan Kokan terjadinya munikasi KNPI insiden bentrok Pekanbaru, Rino sesama penduSyahril. Agung Nugroho kung PSPS PeUntuk itu, kata kanbaru. Akibat bentrok itu, Agung, sudah saatnya semua seorang suporter bernama Te- pihak melupakan perbedaan gas Saputra (15) tewas. dan kembali kepada SumpKetua KPNI Pekanbaru, ah Pemuda dan mengamalAgung Nugroho SE mengatakan, kannilai-nilai yang terkandkejadian tidak seharusnya terjadi. ung didalamnya. “Jadi untuk “Sesama pendukung PSPS yang menghindari jangan terjadinmerupakan pemuda Indonesia, ya peristiwa serupa untuk kedmari kita saling menghargai,” ua kalinya, sebaiknya suporter ujar Agung, kemarin. PSPS berkumpul dalam satu Agung menyampaikan, wadah, sebab tujuan dan perkalau merasa sama-sama juangannya sama yakni memmemiliki PSPS, harusnya ajukan PSPS,” tutur Agung. pemuda kompak dan saling Menurut Agung, bila itu mendukung serta menghar- dilakukan maka pemuda-pegai. “Ini sangat ironis, selaku muda yang bergabung dalam
suporter PSPS bisa lebih kompak lagi. “Saat ini ada empat kelompok suporter PSPS yakni Hangtuah Mania, Asykar Theking, Ultras dan Curva Nord 1955, kita berharap empat kelompok ini bersatu dan kompak,” kata Agung. Seperti diketahui, jelang laga PSPS Pekanbaru menjamu Persepam Madura di Stadion Tuanku Tambusai yang berakhir dengan kekalahan 0-1 terjadi bentrok sesama supporter PSPS Pekanbaru, Minggu (10/3). Akibatnya, Tegas Saputra (15 tahun) salah seorang suporter tewas karena mengalami pendarahan di bagian kepala. Suporter yang bentrok tersebut adalah antara kubu Asykar Theking dan Curva Nord 1955. Bentrok terjadi di Desa Danau Bingkuang, Kampar. Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan pihak kepolisian. (linda)
PEKANBARU - Pihak Bea Cukai Pekanbaru menangkap tersangka narkoba berinisial TA (38) saat mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II dari Subang Malaysia, Minggu (10/3) lalu. Saat ini, warga Malaysia tersebut masih dalam proses penyidikan. Penyelidikan dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau dan Polresta Pekanbaru. “Kita masih menyelidiki peran tersangka dalam kasus ini. Apakah dia sebagai kurir atau bandar,” ujar Kasat Narkoba Polresta Pekanbaru, AKP BE Banjarnahor, Selasa (12/3). Tersangka diamankan beserta barang bukti narkotika jenis Metamphetamine seberat 315 gram senilai Rp472 juta.
Barang haram itu disembunyikan tersangka di dalam sepatunya. Saat ini, tersangka TA sudah mendekam di tahanan Polresta Pekanbaru. “Pihak Bea Cukai sudah menyerahkan barang bukti pada kita untuk proses penyidikan,” tuturnya. Kepala BNNP Riau, Bambang Setiawan menyatakan, pihaknya juga menyelidiki jaringan narkoba yang melibatkan tersangka. Apalagi, barang yang dibawa selalu berasal dari Malaysia. “Kita juga sampai sekarang masih terus melakukan kerjasama dengan pihak Malaysia. Kita heran, mengapa barang haram itu dengan mudah keluar dari Malaysia,” tuturnya. (mg3)