2 METRO RIAU SENIN 10 DESEMBER 2012
INTERN A S I O N A L
Myanmar Larang Siaran Dokumentasi Rohingya YANGON - Pemerintah Myanmar menentang upaya dari stasiun televisi Qatar yang ingin menyiarkan dokumentasi tentang tragedi kekerasan di wilayah Arakan yang menyengsarakan warga Rohingya. Dokumentasi itu rencananya akan disiarkan pada bulan ini. Kementerian Luar Negeri Myanmar melaporkan bahwa, stasiun televisi Al-Jazeera akan menyiarkan dokumentasi berjudul “Rohingyas” pada 8 hingga 12 Desember di televisi Myanmar dalam versi bahasa Arab. Untuk bahasa Inggris, mereka akan menyiarkannya dari 9 hingga 13 Desember. Dokumentasi itu juga mengklaim adanya peristiwa genosida terhadap warga etnis Rohingya di wilayah Arakan yang selama ini dibantah oleh Pemerintah Myanmar. Pemerintah Myanmar juga mengeluarkan rilis mengenai isu Rohingya yang berisikan bantahan-bantahan. Demikian diberitakan Xinhua dan dikutip okezone.com, Jumat (7/12). Lewat rilis itu, Myanmar menjelaskan bagaimana organisasi-organisasi di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), LSM, dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) diperbolehkan masuk ke Arakan. Myanmar pun memaparkan proses rehabilitasi atas pemukiman-pemukiman Rohingya yang hancur. Kementerian Luar Negeri Myanmar sekali lagi menegaskan bahwa mereka tidak pernah terlibat dalam kekerasan komunal di wilayah itu. Hal tersebut sudah diutarakan langsung oleh Presiden Myanmar dan para pejabat-pejabatnya saat menghadiri Sidang Majelis Umum PBB, Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN, dan Konferensi Gerakan Non Blok. (int/dors)
Presiden Pakistan Jenguk Malala BIRMINGHAM – Presiden Pakistan, Asif Zardari, menjenguk Malala Yousufzai di rumah sakit di kota Birmingham, Inggris tempat gadis itu sedang dirawat. Malala adalah gadis Pakistan yang ditembak kepalanya oleh pemimpin Taliban karena membuka sekolah di daerah tempat tinggalnya. Malala Yousufzai “Malala merupakan gadis yang luar biasa dan patut dibanggakan oleh rakyat Pakistan,” ujar Zardari dalam sebuah statemen yang dikeluarkan oleh pihak rumah sakit, seperti dikutip Reuters, Minggu (9/12). Dalam kunjungan itu Zardari sempat berbincang dengan Malala dan keluarganaya, ia pun menanyakan kondisi terakhir Malala pada pihak rumah sakit. Zardari sendiri datang atas nama pribadi dan bukan dalam suatu acar kenegaraan resmi. Peristiwa yang menimpa Malala lansung menjadi perhatian dunia internasional. Banyak pemimpin dunia yang mendukung tindakan malala untuk mengembangkan pendidikan untuk perempuan, sekitar 150 ribu orang telah menanda tangani petisi yang mendorong Malala untuk dijadikan peraih Nobel Perdamaian. (int/dors)
PENGUMUMAN LELANG NO. 175/TA/XII/2012 Dengan ini diumumkan bahwa PT CHEVRON PACIFIC INDONESIA, untuk keperluan operasinya di Riau, akan mengadakan “PELELANGAN” sebagai berikut : NOMOR DI PAPAN PENGUMUMAN/ NAMA NO. PERSYARATAN LELANG BARANG/ NAMA JASA/ NOMOR LELANG 1. Pengumuman Pelelangan Golongan : Usaha Mene Ulang ngah (UM) atau Usaha Nomor : 122/G/REBID/ Besar (UB)/ TA/2012 Agen Tunggal Pelelangan No.TG903303 Bidang : Eksplorasi, Nama Barang : Additive: type Hollow Produksi dan Glass Bubbles Pengolahan Lanjutan Sub Bidang: Peralatan/ Bahan Lumpur/ Kimia Pemboran dan Penyemenan
Catatan: Keterangan lebih lengkap dari subyek di atas dapat dilihat mulai hari ini, pada Papan Pengumuman Lelang di Kantor Selatan, PT CPI Rumbai – Pekanbaru. Rumbai, 10 Desember 2012 Panitia Pengadaan
RALAT PENGUMUMAN LELANG Memperhatikan Pengumuman Lelang kami sebelumnya pada tanggal 07 Desember 2010 pada harian yang sama, dengan ini kami sampaikan Ralat sebagai berikut: Tertulis : 24. ….. Harga Limit: Rp 1.605.068,- Uang Jaminan: Rp 500.000,Seharusnya : 24. ….. Harga Limit: Rp 33.962.570,- Uang Jaminan: Rp 10.000.000,Demikian Ralat Pengumuman Lelang ini sebagai Perbaikan atas pengumuman lelang 07 Desember 2012. Pasirpengaraian, 10 Desember 2012 Ttd. Kepala Kejaksaan Negeri Pasirpengaraian
KORBAN MENINGGAL - Korban tewas akibat topan Bopha di Filipina masih terus bertambah di Pulau Mindanao di wilayah selatan Filipina. Terjangan Bopha tersebut menyebabkan lebih dari 500 orang kehilangan nyawa sedangkan 200 ribu lainnya terpaksa mengungsi. (rimanet)
Hantam Filipina Lagi
Topan Bopha Renggut 477 Jiwa MANILA – Setelah sempat dilaporkan telah keluar dari wilayah Filipina, Topan Bopha secara tidak terduga berbalik arah kembali ke negara kepulauan tersebut. Topan itu diperkirakan akan menerjang wilayah utara Filipina dengan kecepatan 160 km per jam, hari ini. Beberapa hari yang lalu, Topan Bopha menerjang Pulau Mindanao di wilayah selatan Filipina dengan kecepatan yang mencapai 230 km per jam. Terjangan Bopha tersebut menyebakan lebih dari 500 orang kehilangan nyawanya sedangkan 200 ribu lainnya harus terpaksa mengungsi karena tempat tinggalnya hancur. Topan Bopha diperkirakan akan mengenai Pulau Luzon yang merupakan pulau utama di Filipina. “Para warga di wilayah tersebut harus melakukan persiapan menghadapi bencana topan,” ujar Benito Ramos, seorang
pejabat penanganan bencana di Filipina dikutip okezone.com dari AAP, Sabtu (8/12). Ramos menyatakan Topan Bopha akan membawa hujan deras ke wilayah yang dilewatinya. Pada saat mengenai wilayah selatan Filipina, hujan deras yang dibawa oleh Bopha menyebabkan beberapa daerah terkena banjir bandang. Presiden Filipina sempat menyebut Topan Bopha sebagai topan terkuat yang menerjang wilayah Filipina pada tahun ini. Kembali datangnya Bopha akan semakin menyulitkan petugas penanganan bencana
yang saat ini berusaha memberikan bantuan ke wilayah selatan Filipina yang hancur terkena topan, banyak saluran bantuan yang terhambat akibat rusaknya jalanan untuk menuju kota-kota yang tertimpa bencana. 477 Korban Tewas Korban tewas akibat Topan Bopha dilaporkan terus bertambah. Saat ini sekira 477 warga dilaporkan tewas akibat topan yang dianggap paling terparah yang pernah menerjang Filipina. Tophan Bopha menyerang Pulau Mindanao pada Selasa 4 Desember lalu. Terjangannya yang kuat menyebabkan sebagian besar kota yang ada di pulau itu hancur. Topan yang disertai hujan deras dan memicu banjir dan longsor, membuat warga setempat menderita. Saat ini regu penyela-
mat masih terus mencari 380 orang yang masih dilaporkan dalam keadaan hilang. Sementara sekira 250 ribu warga lainnya saat ini ditampung di lokasi seperti sekolah, gedung olahraga serta gedung lainnya yang memungkinkan mereka berteduh setelah kehilangan segalanya akibat topan. Sementara warga yang selamat dari terjangan topang, tampak terkejut dengan apa yang mereka lihat. Sebagian dari mereka melihat langsung kehancuran yang disebabkan oleh Topan Bopha. Mereka mengais sisa rumah yang hancur dan mencari apapun yang masih bisa diselamatkan. Pihak berwenang Filipina masih terus melakukan pencarian terhadap korban yang dinyatakan hilang. Tetapi hingga saat ini, mereka terus menemukan
jasad warga yang berlumuran lumpur, akibat diterjang banjir bandang ataupun longsor. Filipina juga mendesak negosiator Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mempelejari topan yang melanda wilayah mereka. Filipina juga mendesak agar para negosiator itu mulai menunjukkan kepada dunia mengenai realitas pemanasan global. “Saya mendesak dunia untuk membuka mata dan melihat realitas yang kita hadapai. Delegasi kami jelas sekali menunjukkan akibat perubahan iklim yang sebelumnya banyak sekali ditentang. Di saat kita duduk di sini, jumlah korban tewas pun terus bertambah,” ujar negosiator Filipina di Doha, Nederev Sano, dikutip AFP. (int/dors)
Wow, Hakim Larang Pria AS Punya Anak SEORANG hakim di Wisconsin, Amerika Serikat (AS) melarang seorang pria berusia 44 tahun memiliki keturunan. Hal itu disebabkan karena pria itu sudah memiliki sembilan orang anak Hakim menghukum Corey Curtis dengan pidana yang sangat unik. Curtis tidak diper-
kenankan memiliki keturunan lagi, kecuali dirinya sanggup untuk menanggung biaya hidup sembilan anaknya yang dilahirkan oleh enam orang perempuan yang berbeda. Curtis saat ini dihukum percobaan tiga tahun penjara karena gagal membayar denda
sebesar USD50 ribu atau sekira Rp485 juta sebagai jaminan hidup anak. Meski demikian, Curtis masih ingin melayangkan keluhan atas vonis yang dijatuhkan kepadanya. “Akal sehat memerintahkan kita agar tidak memiliki anak bila kita tidak sanggup
menghidupinya. Saya akan menetapkan masa percobaan penjara kepadanya,” ujar Hakim Tim Boyle dikutip okezone.com dari Orange, Minggu (9/12). Selain didakwa atas kelalaiannya dalam menjamin biaya hidup anak-anaknya, Curtis pun
dinyatakan memiliki kesalahan besar lainnya. Namun Curtis masih tidak mau mengaku salah. “Hakim itu membuat peraturan, namun mereka aturan dirancan secara buru-buru,” ujar Curtis. (int/dors)
Harian Pagi
METRO RIAU
DIBUTUHKAN SEGERA
Berwawasan dan Berkepribadian
Kami perusahaan dibidang Media membutuhkan tenaga METRO RIAU tangguh dan terampil yang memiliki dedikasi yang tinggi, untuk bergabung bersama menjadi : Harian Pagi
Peraih Nobel Perdamaian Tetap Dianggap Kriminal Liu Xiaobo
KEMENTERIAN Luar Negeri China menegaskan, Liu Xiaobo yang meraih pengharaan Nobel Perdamaian pada 2010 lalu adalah seorang kriminal. Liu pun masih ditahan oleh Pemerintah China. Tepat pada tahun ini, Peraih Nobel Literatur Mo Yan mengelak dari pertanyaan seputar Liu Xiaobao dalam konferensi pers di Stockholm, Swedia. Pemerintah China diklaim menginstruksikan Mo untuk tidak menyinggung Liu. “Saya ingin menjelaskan bahwa Liu Xiaobo ditahan di China karena telah melanggar
hukum,” ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China Hong Lei dikutip okezone.com dari Associated Press, Jumat (7/12). Liu divonis hukuman penjara 11 tahun tepat pada Hari Natal 2009 atas tuduhan melakukan subversi. Penahanan itu dilakukan usai Liu merilis Piagam 08 tentang sebuah petisi yang menuntut reformasi politik di Negeri Panda. Liu ditetapkan sebagai pemenang Nobel Perdamaian pada bulan Oktober dan langsung menimbulkan kehebohan di China. Pemerintah China
pun menilai penunjukan yang dilakukan oleh Komite Nobel di Oslo, Norwegia tersebut sebagai sebuah keputusan yang mendorong aksi kejahatan. Penyerahan penghargaan bagi Liu sendiri dilakukan di Oslo pada 10 Desember 2010. Saat itu Liu tidak bisa menghadirinya karena masih dipenjara. Kelompok Pembela HAM China, sebuah kelompok aktivis yang berbasis di Hong Kong menyatakan Liu merayakan ulang tahun di Penjara Jinzhou yang terletak di Provinsi Lianing. Selama dua tahun terakhir pria ini tidak pernah merasakan kebebasan untuk merayakan ulang tahun. Penahanan Liu turut dikecam oleh sejumlah aktivis pembela HAM di China. Para aktivis pun mengklaim, keluarga Liu dilarang mengunjungi pria berusia 55 tahun itu, meski Konstitusi China memperbolehkan seorang tahanan untuk bertemu dengan keluarganya. (int/dors)
Berwawasan dan Berkepribadian
1. REDAKTUR METRO RIAU 2. DESAIN GRAFIS 3. LAYOUT 4. ACCOUNT EXECUTIVE METRO RIAU 5. STAFF SIRKULASI 6. CLEANING SERVICE Harian Pagi
Berwawasan dan Berkepribadian
Harian Pagi
METRO RIAU Berwawasan dan Berkepribadian
Harian Pagi
Berwawasan dan Berkepribadian
METRO RIAU Persyaratan Harian Pagi
Berwawasan dan Berkepribadian
:
Harian Pagi
METRO RIAU Berwawasan dan Berkepribadian
• Pria / Wanita • Pendidikan minimal S1 (1), D1 (2 & 3), METRO RIAU SLTA (4 & 5), SLTP (6) • Mempunyai pengalaman kerja Min 2th (1) • METRO Menguasai lain : RIAU salah satu program antara METRO RIAU Photoshop, Freehand & Page Maker (2 & 3) • Mempunyai Sepeda Motor (5) RIAU Berpenampilan • Jujur, Ulet, Rajin, METRO Rapi dan Menarik, Siap bekerja dibawah tekanan • Sanggup bekerja dengan tim Harian Pagi
Berwawasan dan Berkepribadian
Harian Pagi
Harian Pagi
Berwawasan dan Berkepribadian
Berwawasan dan Berkepribadian
Harian Pagi
Berwawasan dan Berkepribadian
Harian Pagi
Harian Pagi
METRO RIAU
Ljsjnlbo!mbnbsbo!lf!; METRO RIAU
Berwawasan dan Berkepribadian
Berwawasan dan Berkepribadian
Harian Pagi METRO RIAU METRO RIAU Jl. Soekarno-Hatta No. 20-28 Pekanbaru, Riau Harian Pagi
Berwawasan dan Berkepribadian
Harian Pagi
RIAU Paling lambat seminggu setelah iklanMETRO ini terbit Berwawasan dan Berkepribadian