Advertorial
METRO RIAU
SABTU, 8 OKTOBER 2016
ISTANA SIAK YANG BANYAK DIKUNJUNGI WISATAWAN
8
KEINDAHAN ALAM DI KABUPATEN SIAK
KEINDAHAN KOTA SIAK DARI ATAS
Siak Jadi Tujuan Wisata Baru di Indonesia SIAK merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Riau yang bertekad untuk memajukan sektor pariwisata. Pasalnya, Kabupaten Siak menawarkan banyak tempat wisata menarik untuk dikunjungi. Mulai dari wisata religi, budaya, sejarah, alam dan lainnya. Di ‘Negeri Istana’ ini, mata dan lidah Anda sangat dimanjakan dengan pemandangan kota yang membuat siapa pun berdecak kagum. Di tambah dengan wisata kuliner yang mudah dijumpai disetiap sudut kota. Keindahan Kota Siak sudah terlihat dari susunan bangunannya yang rapi dan bersih. Pohon-pohon yang sebagian batangnya dicat warna-warni berbaris rapi menjadi peneduh. Bangku-bangku dan taman terlihat hampir di setiap sudut kota. Wisatawan dengan mudah mencari tempat bersantai di ‘Negeri Istana’. Arsitektur bangunan terlihat anggun dan megah. Menarik untuk dijadikan objek pecinta fotografi. Dari Kota Pekanbaru, Siak Sri Indrapura bisa ditempuh cuma 1,5 – 2 jam perjalanan jalur darat dengan jalan yang sudah diaspal mulus. Bupati Kabupaten Siak, Syamsuar mengatakan, Siak memiliki banyak sekali objek wisata atau tempat rekreasi yang menarik untuk dikunjungi. Mulai dari wisata sejarah hingga wisata budaya. Saat akan memasuki kota, lanjutnya, akan dimanjakan dengan pemandangan pepohonan yang rimbun. Wisatawan dan pengunjung yang membawa anak-anaknya dapat belajar sejarah. Karena kabupaten Siak dulunya merupakan pusat kesultanan Islam. Bahkan warisan kebesarannya masih bisa kita saksikan di berbagai sudut kota yang pantas dibanggakan Indonesia. Dikatakannya, pesona wisata Siak di antaranya memang wisata sejarah. Seperti Istana Asserayah Hasyimiah yang diresmikan 1889 saat Sultan Syarif Hasyim (Raja XI). Di dalamnya terdapat banyak sekali peninggalan yang sangat bernilai tinggi dan indah yang menjadi daya tarik wisata Siak. Terletak di pusat kota Siak Sri Indrapura hingga saat ini selalu ramai dipadati pengunjung. Di dalam Istana Siak yang telah menjadi Situs Cagar Budaya Nasional ini masih tersimpan rapi koleksi benda peninggalan Sultan Siak yang sangat bernilai tinggi yang mengundang decak kagum setiap pen-
REDAKTUR: WISLI
gunjung. Bekas ibukota Kerajaan Siak Sri Indrapura ini banyak meninggalkan bukti sejarah. Selain itu, terdapat Kapal Kato, sebuah kapal dengan bahan bakar batu bara peninggalan Sultan Syarif Kasim II. Masih ada sumur sultan yang berada di luar istana yang merupakan sumur pertama yang dibangun oleh Sultan. “Kami juga masih memiliki Balai Kerapatan Tinggi Siak (Museum Kebudayaan) yang dulu berfungsi sebagai tempat melaksanakan kegiatan kerajaan yang memiliki ruangan khusus tempat Sultan bekerja di lantai dasar,” katanya. Di Siak juga terkenal Masjid Syahbuddin, Makam Sultan Abdul Jalil Rahmatsyah, Makam Syafif Kasim II, Makam Koto Tinggi (makam para raja), makam dalam pohon beringin dan lainnya. “Wisata alam di Kabupaten Siak tak kalah menariknya, seperti Taman Nasional Zamrud seluas 28.237,95 hektar yang terdiri dari danau, hutan dan aneka satwa. Jangan lupakan wisata konservasi dan edukasi berupa pusat latihan gajah di Kecamatan Minas. Pokoknya jangan sampai tak ke Siak,” terang bupati. Salah satu benda bersejarah yang bisa dilihat saat mengunjungi istana ini adalah Komet, yakni sejenis alat musik gramophon yang terbuat dari baja. Alat musik ini cuma ada 2 di dunia, di negeri asalnya Jerman dan Istana Siak ini. Komet berisikan musikmusik instrumental klasik karya komposer-komposer terkenal dunia, seperti Bethoveen, Mozart dan Strauss. Selain itu, kemegahan Gedung Daerah yang apabila malam terpancar kerlap-kerlip lampu yang indah. Bisa melihat dan mendengar musik Melayu pada air pancur menari di depan istana. Siak The Truly Malay Dengan slogan ‘Siak The Truly Malay’ kota menunjukkan identitas sebagai kota wisata bernuansa Melayu. “Kami tak menampik, ini upaya mempertegas kalau Melayu atau Malay yang sebenarnya itu ada di Siak, bukan di Malaysia. Kami memiliki se-
EKOWISATA MANGROVE jumlah objek wisata, baik alam, kebudayaan dan sejarah yang benar-benar Melayu,” ungkap bupati. Kota Siak juga memiliki segalanya untuk dijual sebagai industri pariwisata. Sejak awal, Pemerintah Kabupaten(Pemkab) Siak memandang bahwa budaya Melayu merupakan pilar pembangunan. Ini dibuktikan dalam Visi RPJPD tahun 2005-2025 dan Rancangan Visi RPJMD Kabupaten Siak 2016-2021. “Melayu merupakan identitas kami dan inilah yang menjadi daya tarik ratusan ribu orang berkunjung setiap tahunnya,” katanya. Dia menyebutkan, rancangan visi RPJMD 2016-2015 sebagai pusat budaya Melayu di Indonesia yang maju dan sejahtera tahun 2025. Sementara visi RPJMD 2005 -2025, mewujudkan destinasi pariwisata yang berdaya saing. “Kami juga telah memiliki lima rancangan misi jangka menengah Kabupaten Siak 20162025,” katanya. Misi adalah mewujudkan kualitas SDM yang sehat, cerdas, berakhlak, beriman dan bertakwa serta berbudaya Melayu. Mewujudkan pembangunan infrastruktur daerah yang merata, terutama di kampungkampung serta menerapkan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Kemudian Mewujudkan perekonomian daerah yang mandiri dan berdaya saing melalui pembangunan dan pengembangan sektor pertanian, perkebunan, perikanan dan peternakan serta sektor-sektor produktif lainnya. “Selanjutnya mewujudkan destinasi wisata yang berdaya saing dan mewujudkan tata kelola kepemerintahan yang baik dan bersih serta layanan publik yang prima,’’ jelasnya. Bupati mengatakan, pariwisata Siak bisa terus berkembang karena bisa bersinergi dengan semua elemen. Pertama
adalah sinergitas antara SKPD, Pemprov Riau dan pusat. Selanjutnya, strategi pemasaran dan promosi pariwisata Kabupaten Siak melalui swasta, Jaringan Kota Tua International (JKTI), kerja sama dengan media elekronik dan sosial media. “Selanjutnya juga bersinergi dengan pemerintah provinsi dalam pameran, promosi tingkat provinsi, pemasangan baliho, branding Siak The Truly Malay, kerja sama antar daerah. Juga kegiatan nasional, seperti temu redaktur kebudayaan nasional, festival wartawan nasional, KBN, Porseni PGR, Hari Lingkungan Hidup dan mengembangkan wisata olahraga (sport tourism),” tambahnya. Siak juga menggelar kegiatan berskala internasional seperti Kesepakatan IMT-GT Sub Regional (Indonesia, Malaysia dan Thailand) dalam mepromosikan pariwisata dan IMT-GT di Palembang, beberapa waktu lalu.
PERMAINAN GASING “Pengembangan industri pariwisata seperti kerja sama dengan pelaku industri pariwisata yang dilandasi oleh pemikiran bahwa pembangunan kepariwisataan mempunyai karakter yang sangat bersifat lintas sektor, lintas wilayah dan lintas pelaku dalam suatu pemahaman yang komprehensif,” terangnya lagi. Siak juga melakukan pengembangan kelembagan SDM dengan revolusi mental dan SDM, mengubah cara pandang, pikiran, sikap dan prilaku yang berorientasi pada kemajuan pariwisata Indonesia. Selanjutnya, juga membekali diri dengan statistik dan sistem informasi pariwisata. Wisata Kuliner Kabupaten Siak menawarkan berbagai wisata kuliner dengan menu-menu khas Melayu. Di antaranya wisatawan dapat menikmati hidangan makanan di Rumah Makan Wan Syafariah yang merupakan pilihan terbaik dengan sajian ku-
liner Melayu. Wisatawan bisa mencicipi lezatnya cita rasa kuliner Melayu di Rumah Makan Wan Syafariah. Ini salah satu tempat makan yang cukup terkenal di kota Siak Sri Indrapura. Berada di simpang Jalan Koto Tinggi, tak jauh dari Istana Siak. Beragam hidangan Melayu mulai dari Asam Pedas Ikan Tapah, Gulai Siput, Udang Galah Goreng, hingga Asam Pedas Baung. Terdapat juga tempat kuliner lainnya, yaitu, Rumah Makan Kartini beralamat di Kecamatan Koto Gasib Km 51 yang menyediakan menu ikan bakar dengan sambalnya yang akan membuat keringat berjujuran. Bahkan di sepanjang turap terdapat berbagai tempat makan. Wsatawan maupun pengunjung dapat menikmat es kelapa muda dan pemandangan sungai dengan kapal-kapal besar yang lewat menjadi suasana lebih menarik dan berkesan. (adv/din)
BUPATI SIAK, Syamsuar menyaksikan salah satu pengrajin tangan.
LAYOUTER: RIKI SETIAWAN