Seni Budaya
METRO RIAU MINGGU, 4 Maret 2012 2
Festival Perahu Baganduang Kuantan Mudik JIKA ada yang bertanya apa yang Anda kenal tentang seni dan budaya yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi, tentu semua sepakat mengatakan Pacu Jalur alias pacu perahu dayung. Wajar karena festival pacu jalur sudah mendunia. Bahkan pacu jalur banyak melahirkan atlet berpestasi.
Perahu Baganduang. Tetapi ternyata Kabupaten yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat ini banyak menyimpan kekayaan budaya dan kesenian asli daerahnya yang belum terpublish secara massal. Salah satunya adalah Festival Perahu Baganduang. Seperti dilansir wisatamelayu.com, Festival ini merupakan sebuah atraksi budaya khas masyarakat Kuantan Mudik berupa parade sampan tradisional yang dihiasi berbagai ornamen dan warna-warni yang menarik. Festival menghias sampan tradisional ini diselenggarakan pada saat memasuki Hari Raya Idulfitri. Perahu baganduang mempunyai arti dua atau tiga perahu yang dirangkai/diikat menjadi satu (diganduang) menggunakan bambu dan dihiasi oleh berbagai simbol adat yang berwarna-warni. Tiap desa yang ada di daerah Kuantan Mudik dalam festival ini biasanya mengirimkan perwakilan perahunya untuk dinilai. Dewan jurinya terdiri dari tokoh adat dan ninik mamak yang akan menilai keindahan dan kelengkapan adat yang ada pada perahu peserta. Perahu peserta yang memiliki kriteria lebih, dari sisi keindahan dan adat, akan ditetapkan sebagai pemenang. Festival yang merupakan simbol adat masyarakat Kuantan ini sebenarnya memiliki sejarah panjang. Konon, tradisi berlayar dengan perahu baganduang telah ada semenjak masa kerajaan-kerajaan dahulu. Perahu ini biasanya dipakai oleh raja sebagai
sarana transportasi. Lambat laun tradisi berlayar ini kemudian dipakai untuk mengantar air jeruk (limau) oleh menantu ke rumah mertua dalam tradisi menyambut Hari Raya Idulfitri. Dalam tradisi masyarakat Kuantan, memang terdapat kebiasaan ritual mandi jeruk (mandi balimau), sebagai simbol perr bersihan diri pada pagi hari menjelang Hari Raya Idulfitri. Nah, kebiasaan menggunakan perahu tersebut dirawat dan dipelihara masyarakat setempat dan kini diwujudkan melalui Festival Perahu Baganduang Festival Perahu Baganduang merupakan acara lomba yang terbilang ramai dan sekaligus merupakan ritual yang mencerminkan kebesaran adat masyarakat Kuantan. Hal ini misalnya dapat dilihat dari antusiasme kedatangan masyarakat Kuantan serta pernak-pernik hiasan perahu yang digunakan dalam festival ini. Wisatawan yang berkunjung ke festival ini dapat menyaksikan parade perahu yang di atasnya dibangun rumah-rumahan yang dihiasi dengan berbagai simbol adat yang berwarna-warni, yang sering dinamakan oleh masyarakat setempat dengan nama gulang-gulang. Rumah-rumahan yang dibangun di atas perahu tersebut juga dilengkapi dengan umbul-umbul dan peralatan pusaka tradisional yang ikut menambah cita rasa tersendiri bagi perayaan festival ini. Bagi wisatawan yang menyaksikan Festival Perahu Baganduang ini
juga dapat mengunjungi obyek wisata lain yang tak seberapa jauh dari lokasi penyelenggaraan, seperti Air Terjun Guruh Gemurai dan air terjun lainnya di Desa Cengar. Kecamatan Kuantan Mudik, tempat berlangsungnya Festival Perahu Baganduang, berjarak sekitar 21 km dari Kota Teluk Kuantan. Untuk menuju Kota Teluk Kuantan wisatawan dapat menggunakan kenda Festival Perahu Baganduang merupakan sebuah atraksi budaya khas masyarakat Kuantan Mudik berupa parade sampan tradisional yang dihiasi berbagai ornamen dan warnawarni yang menarik. Festival menghias sampan tradisional ini diselenggarakan pada saat memasuki Hari Raya Idulfitri. Perahu baganduang mempunyai arti dua atau tiga perahu yang dirangkai/diikat menjadi satu (diganduang) menggunakan bambu dan dihiasi oleh berbagai simbol adat yang berwarna-warni. Tiap desa yang ada di daerah Kuantan Mudik dalam festival ini biasanya mengirimkan perwakilan perahunya untuk dinilai. Dewan jurinya terdiri dari tokoh adat dan ninik mamak yang akan menilai keindahan dan kelengkapan adat yang ada pada perahu peserta. Perahu peserta yang memiliki kriteria lebih, dari sisi keindahan dan adat, akan ditetapkan sebagai pemenang. Festival yang merupakan simbol adat masyarakat Kuantan ini sebenarnya memiliki sejarah panjang. Konon, tradisi berlayar dengan perahu baganduang telah ada semenjak masa kerajaan-kerajaan dahulu. Perahu ini biasanya dipakai oleh raja sebagai sarana transportasi. Lambat laun tradisi berlayar ini kemudian dipakai untuk mengantar air jeruk (limau) oleh menantu ke rumah mertua dalam tradisi menyambut Hari Raya Idulfitri. Dalam tradisi masyarakat Kuantan, memang terdapat kebiasaan ritual mandi jeruk (mandi balimau), sebagai simbol perr bersihan diri pada pagi hari menjelang Hari Raya Idulfitri. Nah, kebiasaan menggunakan perahu tersebut dirawat dan dipelihara masyarakat setempat dan kini diwujudkan melalui Festival Perahu Baganduang Kecamatan Kuantan Mudik, tempat berlangsungnya Festival Perahu Baganduang, berjarak sekitar 21 km dari Kota Teluk Kuantan. (yan)
Lestarikan Budaya Ayun Budak MASYARAKAT Melayu memiliki banyak sekali upacara-upacara tradisional yang masih dipertahankan hingga sekarang. Upacara tradisional Melayu itu meliputi keseluruhan siklus kehidupan manusia sejak dalam kandungan, kelahiran, masa kanak-kanak, remaja, dewasa, berumah tangga, hingga meninggal dunia. Semua itu diatur sedemikian rupa oleh adat yang telah disepakati sejak zaman nenek moyang orang Melayu dan diwariskan secara turun temurun hingga sekarang. Biasanya upacara tradisional untuk memperingati peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan masyarakat Melayu diadakan dengan mengundang kerabat dekat dan tetangga dengan jamuan makan bersama. Berbagai macam upacara adat yang terdapat di dalam masyarakat Melayu merupakan cerminan bahwa
semua perbuatan telah diatur oleh tata nilai luhur. Tata nilai luhur tersebut diwariskan secara turuntemurun dari generasi ke generasi. Kenyataan bahwa masyarakat Melayu menghormati budayanya, tampak dalam pelaksanaan Ayun Budak. Ayun Budak adalah upacara yang dilakukan untuk bayi yang baru berusia beberapa hari dan digabungkan dengan upacara aqiqah, sehingga kegiatan mencukur rambut bayi dan menepung-tawari bayi selalu mengawali acara ini. Ayun Budak merupakan salah satu tradisi Melayu yang sarat akan makna dan nilai religius. Ayun Budak berasal dari dua kata; ayun dan budak. Ayun atau ayunan adalah wadah yang tergantung pada seutas tali yang kemudian didorong sehingga bergerak ke dua arah. Sedangkan budak dalam bahasa Melayu berarti anak-anak.
Seperti dilansir adicita.com, Ayun Budak dapat diartikan sebagai suatu acara mengayun anak-anak atau bayi (budak) secara beramai-ramai disertai nyanyian lagu-lagu berisi nasehat, petuah, dan doa. Lagu-lagu itu biasanya dilantunkan oleh ibu-ibu dan remaja putri. Ayunan yang digunakan dalam acara Ayun Budak biasanya lebih besar dari ayunan biasa dan dihiasi dengan kertas, pita, dan kain beraneka warna Sejauh ini, belum diketahui secara pasti dari mana, oleh siapa, dan sejak kapan tradisi Ayun Budak mulai berkembang dalam masyarakat Melayu. Menurut beberapa informasi, tradisi Ayun Budak pertama kali dipraktekkan oleh Haji Sulaiman Negeri Kedah, Malaysia. Namun yang pasti, Ayun Budak hingga kini masih dilakukan dan ditemui di Riau dan Sumatra Utara.(yan)
PERSADA BUNDA
MENERIMA MAHASISWA BARU PROGRAM D III & STRATA 1 (S1) ASM (AKADEMI SEKRETARI & MANAJEMEN
STISIP (SEKOLAH TINGGI ILMU SOSIAL & ILMU POLITIK)
SK.MENDIKBUD RI No. 250/DIK/KEP/1992 Terakreditasi : SK. NO : 017/BAH-PT/AK-II/DIPL-III/X/2002 Jurusan: 1. Sekretaris Eksekutif (D3) 2. Manajemen Administrasi Perkantoran Modern (D3)
SK.MENDIKNAS RI No.173/D/0/2000 Terakreditasi : SK. NO : 014/BAH-PT/AK-IV/S1/VIII/2002 Jurusan : 1. Admintrasi Negara (S1) 2. Administrasi Niaga (S1) 3. Ilmu Komunikasi (S1)
ABA (AKADEMI BAHASA ASING)
Terakreditasi : SK.No.027/BAN-PT/AK-XII/S1/XI/2009 Jurusan : 1. Ilmu Hukum (S1) 2. Hukum Bisnis (S1) 3. Hukum Udara (S1)
SK.MENDIKBUD RI No. 62/D/1998 Terakreditasi : SK. NO : 017/BAH-PT/AK-II/DIPL-III/X/2002 Jurusan : 1. Bahasa Inggris (D3)
STIE (SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI) SK.MENDIKNAS RI No. 62/D/1998 Terakreditasi : SK. NO : 014/BAH-PT/AK-IV/S1/VIII/2002 Jurusan : 1. Manajemen (S1) 2. Manajemen Pemasaran (D3) 3. Akuntansi (D3)
STIBA (SEKOLAH TINGGI ILMU BAHASA ASING) SK.MENDIKNAS RI No. 62/D/0/2004 Jurusan : 1. Bahasa dan Sastra Inggris (S1)
STIH (SEKOLAH TINGGI ILMU HUKUM)
STAI (SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM)
SYARAT PENDAFTARAN 1. Berijazah SMU/SMK/MAN atau sederajat 2. Pria/Wanita yang sehat jasmani dan Rohani 3. mengisi Formulir Pendaftaran 4. Foto Copy Ijazah/STTB atau sederajat, di legalisir (3 lbr) 5. Foto Copy NEM/Nilai, dilegalisir (3lbr) 6. Pas Foto 3 x 4 = 4 lbr 7. Membayar Uang Pendaftaran Rp. 250.000,8. Mengikuti Ujian Saringan Masuk
Kampus : Jl. Diponegoro No. 42 Pekanbaru - 28116
DK. DIRJEN PENDIDIKAN ISLAM No.DJ.1/495/2007 Telp. (0761) 23181 Fax. (0761) 40218 Jurusan : 1. Pemikiran Islam (S1) Cell : 0812 755 3848 / 0761-7082525 2. Ekonomi Islam 3. Perbankan Syriah Home Page : http://www.persadabunda.or.id
Ketua Yayasan H. HAZNIL ZAINAL, SE, MM
Dewan Pembina Prof. Drs. H. ZAINAL ZEIN
Sekretaris DIDI. Y. FIKRI, SE
Antara Randai Kuansing dan Randai Minang BERBICARA randai, tentu tidak lepas dari seni tradisi Provinsi Sumatera Barat. Randai memang berasal dari tanah Minang. Begitu juga dengan Randai Kuansing. Akarnya berasal dari Sumatra Barat. Namun bedanya, randai Kuansing dimainkan dengan kekentalan budaya Melayu. Mulai dari lirik, lagu hingga tariannya. Itu yang membuat randai Kuansing berbeda dengan randai Minang. Sekarang ini, seni tradisi randai sudah jarang dijumpai. Tak heran, jika banyak generasi muda tidak mengenal seni tradisi ini. Apalagi mengetahui di Kabupaten Kuantan Singingi, juga ada seni tradisi ini. Meski terbilang cukup tua, namun randai kuansing tetap memiliki ruang tersendiri dihati masyarakat melayu. Kerinduan terhadap budaya tradisional melayu ini pun, menjadi terobati ditengah kemajuan zaman dan teknologi saat ini. Randai Kuansing masih bisa bertahan dan dilestarikan sebagian generasi muda Seperti dilansir sungaikuantan.com ,Randai Kuantan merupakan kesenian rakyat yang komunikatif, lahir dan berkembang di tengah-tengah masyarakat Kuantan. Randai Kuantan membawakan suatu cerita yang sudah disusun sedemikian rupa dengan dialog dan pantun logat Melayu Kuantan, disertai lagu-lagu Melayu Kuantan sebagai paningkah babak-babak cerita. Memang suatu pertunjukan kesenian rakyat yang membuat kita pun ingin ikut bergoyang melihatnya, bahkan mengelitik hati. Tak urung gelak tawa pun akan keluar dengan seketika. Cerita yang dibawakan biasanya sudah melekat di hati orang Rantau Kuantan, sehingga randai sudah begitu akrab di tengah-tengah masyarakat. Tak di ketahui secara pasti, kapan randai mulai ada di daerah ini. Tetapi apabila menilik dari sejarah, maka randai ini telah ada semenjak zaman penjajahan Belanda dulu. Randai di
pergerlarkan dalam acara pesta perkawinan, sunatan, doa padang, kenduri kampung dan acara lainnya yang di anggap perlu untuk menampilkan Randai. Seni Budaya Kuansing Randai Kuansing biasanya dilaksanakan pada malam hari, memakan waktu 2 hingga 4 jam. Disinilah orang sekampung mendapat hiburan dan bisa bertemu dengan kawan-kawan dari lain desa. Berhasilnya sebuah pertunjukan tidak terlepas dari peran serta pemain, pemusik dan penontonnya. Untuk sebuayh ceriata yang akan dibawakan biasanya memakan waktu latihan sekitar satu bulan atau lebih. Memang waktu latihannya tidak setiap hari, rutinnya hanya pada malam Ahad. Tetapi apabila akan mengadakan pertunjukan maka waktu latihannya akan ditambah sesuai dengan kesepakatan bersama. Dengan jumlah anggota 15 sampai 30 orang untuk satu tim randai, terdiri dari penari, pemusik, dan tokoh dalam cerita. Jumlah tokoh tergantung cerita yang dibawakan. Biasanya jumlah pemusik tetap. Satu Piual, 2-3 gendang, satu peniup lapri. Keunikan randai memang mempunyai daya tarik tersendiri dibandingkan denga kesenian rakyat lainnya yang hidup di Rantau Kuantan. Antara lain adalah, adanya tokoh wanita di perankan oleh laki-laki yang berpakaian wanita, dan sindiransindiran terhadap pejabat dalam bentuk pantun. Tokoh wanita yang diperankan laki-laki ini dimaksudkan untuk menjaga adat dan normanorma Agama. Karena latihan pada malam hari dan pertunjukan juga pada malam hari, sehingga kalau ada anak dara yang tampil ini merupakan suatu yang tabu bagi masyarakat. Selain itu juga untuk menjaga supaya hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi. Sewaktu pementasan para Anak Randai membentuk lingkaran dan menari sambil mengelilingi lingkaran, sehingga pemain tidask berkesan berserakan
dan terlihat rapi. Menyaksikan Randai Kuantan kita akan terbuai dan merasakan suasana kehidupan desa. Bermain, kebun karet, bergurau, bersorak sorai serta berbincang, tentu dengan lidah pelat Melayu Kuantan. Sehingga perantau yang pulang kampung ke Rantau Kuantan tak pernah melawatkan pertunjukan ini. Untuk menyaksikan pertunjukan Randai Kuantan bukanlah hal yang sulit, karena Randai Kuantan sampai saat ini tetap banyak didapatkan di Rantau Kuantan, bahkan pada saat ini hampir setiap desa mempunyai kelompok randai. Sebuah kelompok Randai juga mempunyai sutradara yang mengatur jalan cerita sebuah pertunjukan randai. Sutradara atau peramu cerita harus mempunyai wawasan yang luas terutama dalam hal pengembangan dialog dan pantun. Tidak hanya itu, dia sedikit banyak juga harus mengerti tentang peralatan alat musik yang digunakan. Disinilah sutradara dituntut untuk menampilkan yang terbaik. Sehingga penonton tidak merasa bosan dengan alur ceritanya. Peran pemerintah untuk melastarikan kesenian tradisonal Kuantan ini memang ada. Terbukti dengan diperlombakannya kesenian ini pada setiap Festival Pacu Jalur di Teluk Kuantan. Disinilah mereka bisa menguji kemampuan kelompoknya untuk menjadi yang terbaik. selain itu pada Festival Budaya melayu (FBM) 1997 di Pekanbaru, randai juga diikutsertakan mewakili kontingen Inderagiri Hulu— sebelum mekar menjadi Kuantan Singngi. Masyarakat rantau kuantan sering kali mengadakan hajatan dengan mengundang sebuah kelompok Randai. dengan demikian mereka tidak merasa jenuh dengan latihan saja, mereka juga akan mandapat masukan berupa uang lelah sebagai ucapan terima kasih. peran masyarakat setempatlah yang sebenarnya paling dominan. sehingga Randai Kuantan tetap melekat dihati masyarakat.(skc.com)
TELAH TELA LAH DIBUKA KA PROGRAM P RO OGRA AM MAGISTER MAG MA AG GIST ISST TER & DOKTOR DOKTO KT TO OR EKONOMI EKO ONO OMI KERJASAMA K ERJ RJA JAS ASA SA AMA STIE ST TIE PURNA PUR RNA GRAHA GRA AHA PEKANBARU PEKA ANBA BA ARU DE DEN ENGAN NGA NG GA AN UNIVERSITAS UNIV IV VERS RSIT ITA TAS AS ISLAM ISLA IS LA AM INDONESIA IND DONES ESIA IA YOGYAKARTA YO OGYA GY YA AKA ART RTA TA Penda Pend P Pe enda daftaran aft fta t ran P tara Program ro ogra ram S2 Mu M Mulai lai ai 0 05 5 Ma Maret are ret et - 0 05 5A Apr April prril 20 201 2012 012 2 Perkuliahan Pe erkuliiahan a Matrikulasi Matrik M Mat Ma atttrikulasi rik iku kulas llasi asii A April Apr pr pril 2012 2012, 2, Pe Perk P Perkuliahan Per erku k liiahan Eks Eksekutif kse seku kut utif if Mei Me ei 201 20 2012 012 2 Pendaftaran Pe enda aft fta tara ran P Program ro ogra ram S3 Mu Mulai lai ai 0 05 5 Ma Maret M are ret et - 05 05 A April Apr prril 20 2012 012 Perkuliahan Pe erku kuliiahan Ma Mat Matrikulasi attriku kulas asi April Aprril 2012, 2, Pe Perkuliahan erkuliiahan aha Eks a Eksekutif kseku ksek kse sekut kutif tif iff M Mei Me ei 201 2012 2 20 012 2
Info Informasi formassi Lebih Le Lan Lanjut Lanj La njut jjutt : Sekretariat Se ekre krret eta tarria iat at Program Pro ogra ram S2 : 1.. D Drs. rs. rs s. Al Alfi lfian fian Dj Djo Djoeremie, jo oere emie ie, e, M MM M (H (HP. HP. 0 HP. 08153731 08153731181) 8153 53 3731181 81)) 2. Muha Muharti, harrti, S SE E (H (HP. HP. 0 0813 813 6 6595 595 0 01 0117) 117 7)) 7 Sekretariat Se ekr kre ret eta tarria iat at Program Pro ogra ram S3 : 1.. D Dr. r. Sa Sab Sabarno barrno o Dw Dwirianto, wirria iant nto to, o, S. S.Pd. .Pd. Pd d. M. M.Si .Si (H .S ((HP. HP. 0 HP. 0812 812 7 75441 7544142) 544142 4 42 42) 2)
Alamat Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Purna Graha Pekanbaru Jl. Tuanku Tambusai / Amal Mulia No. 08 Telp. (0761) 65954 Pekanbaru 28291