10
Metro Hukum
METRO RIAU SELASA 3 JUNI 2014
Kaca Mobil Dipecah
Ahok Kaget Tas Berisi Uang Raib Penulis: Agus, Pekanbaru
PEKANBARU - Guan Hua alias Ahok, warga Jalan Arengka Perumahan Villa Permata kaget mengetahui kaca mobilnya dipecah orang tak dikenal, Senin (2/6) sekitar pukul 13.55 WIB. Kekagetan Ahok makin bertambah ketika mengetahui uang yang disimpan dalam mobil telah raib. Mobil Honda CRV warna hitam BM 1342 NC diparkir Ahok di depan Rumah Makan Hj Upik di Jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru. Saat kejadian, pengusahan tersebut sedang menyantap makan siang bersama sejumlah karyawannya. Ahok mengatakan, uang tersebut baru diambilnya dari
ker parkir di belakang mobil korban. “Platnya BM 1593. Saya lupa huruf seri di belakangnya,� ucap Junus yang berprofesi sebagai tukang parkir.
Menurutnya seorang pria keluar dari dalam mobil. Tak lama berselang, orang itu membawa barang yang ditutupi jaket. “Saya tak tahu persis apa
yang dibawanya,� tutur Junus. Junus mengaku sempat menahan pelaku sambil bilang maling. “Tapi saya akhirnya menyingkir ke sebelah kiri ka-
rena takut keselamatan terancam,� tambahnya. Kapolsek Sukajadi, Kompol Zurinis, membenarkan kejadian itu. Menurutnya, petugas
sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Diduga plat mobil pelaku palsu. Namun, kasus ini masih kita selidiki,� pungkas Zurinis.*
Bank Central Asia (BCA) Jalan Sudirman. Uang tersebut dimasukkan dalam tas dan disimpan dalam mobil. “Mungkin saya sudah diincar saat keluar dari bank,� kata Ahok. Informasi dihimpun dari seorang warga bernama Junus S (51), mengatakan, dirinya sempat melihat Avanza warna dong-
Warga Desa Pancur Tewas Ditembak OTK TEMBILAHAN - M Aris (51), warga Simpang Kiri 2 Bermo Desa Pancur Kecamatan Keritang ditembak orang tak dikenal (OTK), Minggu (31/5). Korban tewas dengan kondisi mengenaskan. Informasi dihimpun, peristiwa terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, korban baru keluar dari rumah Tabri dengan menggunakan sepeda motor. Tiba-tiba ada tembakan yang tepat mengenai dada korban hingga tembus ke punggung. Pelaku sendiri hingga saat ini masih diselidiki oleh pihak
kepolisian. Polisi juga telah meminta keterangan para saksi yaitu Tabri, Eko dan Paiman. Kepala Sub Sektor Pengalihan, Ipda Busmir Efendi ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Busmir mengeluhkan petugas Puskesmas Pengalihan karena enggan memberi keterangan pada polisi saat dimintai keterangan. Akhirnya, setelah dibujuk seorang petugas mau diajak ke tempat kejadian perkara (TKP). "Pukul satu malam, baru sampai TKP. Parahnya lagi petugas yang ikut bersama kami itu perempuan," tukasnya. (dir)
Bidik
IDENTIFIKASI - Tim Polresta Pekanbaru dan Polsek Sukajadi melakukan identifikasi kasus pembobolan mobil Ahok di depan Rumah Makan Upik. Pelaku membawa kabur uang yang disimpan dalam tas. (mg8)
Bandar dan Pemakai Narkoba Dibekuk PEKANBARU - Tim Satuan Reserse Narkoba (Satnarkoba) Polresta Pekanbaru membekuk tiga tersangka sabu-sabu. Dari tangan tersangka diamankan barang bukti berupa sabu-sabu. Ketiga tersangka merupakan bandar dan pengedar sabu yakni AB alias Ucok (34), warga Jalan Murai Sukajadi, YF alias Yudi (31) warga Jalan Kartini dan BA alias Budi Alui (35). Ketiga tersangka ditangkap di tempat dan waktu berbeda. Penangkapan pertama dilakukan pada AB di Jalan KH Ahmad Dahlan, Sabtu (31/5) sekitar pukul 22.00 WIB. Dari tangannya, polisi mengamankan satu paket sabu-sabu senilai Rp300 ribu, dan alat hisap (bong). Pengakuan tersangka AB, barang haram itu didapatnya dari YF. Tanpa buang waktu, petugas langsung turun ke lapangan dan membekuk YF di rumahnya di
Jalan Kartini Pekanbaru sekitar pukul 22.30 WIB. Dari bandar tersebut diamankan satu paket kecil sabu dan dua paket sedang senilai Rp3 juta. Saat diinterogasi, tersangka YF mengaku mendapat sabu-sabu dari BA, warga Jalan Agus Salim Pekanbaru. Petugas lalu memancing tersangka untuk datang ke rumah YF mengambil hasil penjualan sabu. Setelah BA datang, polisi langsung menangkapnya. Kapolres Pekanbaru, Kombes Pol Robert Haryanto Watratan SH SSos SH melalui Kasat Resnarkoba, Kompol Hicca Alexfonso Siregar membenarkan penangkapan tersangka. "Ketiga tersangka kita tahan untuk pengembangan kasus. Tersangka kita jerat pasal 127, 112 dan 114 Undang-undang Nomor 35 tentang Narkotika," ucap Hicca, Senin (2/6). (mg8)
Dua Korupsi di Meranti Masuk Pengadilan Tipikor PEKANBARU - Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru menerima pelimpahan dua berkas perkara korupsi dari Kejaksaan Negeri Cabang Selat Panjang, Kabupaten Kapulauan Meranti. Pelimpahan berkas dakwaan dilakukan oleh Kepala Cabjari Selat Panjang, Zainur Arifin Syah selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Panitera Muda Pengadilan Tipikor Pekanbaru Hasan Basri, Senin (2/6). “Kami sudah menerima pelimpahan berkas korupsi dari Selat Panjang Kabupaten Kepulauan Meranti. Ada dua perkara dengan sembilan terdakwa,� ujar Hasan Basri. Adapun perkara korupsi tersebut yaitu kegiatan rehab gedung empat kecamatan pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) tahun 2011 dengan terdakwa Drs Defril Msi, Mu-
hairi, SH, Ansari, Toni, dan M Zairil. Perkara kedua yaitu peningkatan jalan Sungai Tahor pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) tahun 2011 dengan terdakwa Ardi Mukhlis ST MSi (panitia pemeriksa hasil pekerjaan), Ir Azwardi, (PPHP), Afied Syahroni (PPTK), dan Molkandiar (Direktur PT Dompas Multi Fungsi). Hasan Basri mengatakan, setelah menerima berkas para terdakwa, selanjutnya akan dicek kelengkapan dokumen. Jika berkas lengkap maka akan disampaikan ke Ketua Pengadilan untuk penunjukan tim majelis hakim dan jadwal persidangan. “Selanjutnya kami melahirkan blanko penetapan, untuk penunjukan majelis hakim dan panitera yang akan dilakukan oleh ketua Pengadilan Tipikor Pekanbaru,� tutup Hasan Basri. (lda)
Baru Keluar Penjara
Residivis Kasus Penggelapan Ditangkap Menjambret PEKANBARU - RH (17), warga Jalan Taskurun Gang Arridha RT Kelurahan Wonosari Kecamatan Marpoyan Damai terpaksa harus berurusan dengan polisi. RH ditangkap kerana menjambret. RH diamankan Tim Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Limapuluh, Jumat (27/5) dini hari.
Selain menjambret, dia merupakan residivis kasus penggelapan pada tahun 2013 silam. Pria bertubuh kecil itu mengatakan, baru keluar dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Pekanbaru dua bulan lalu. "Saya sudah lima kali menjambret. Mau gimana lagi bagi, kerjaan tidak ada," ujar
tersanka saat ditemui di Mapolsek Limapuluh, Senin (2/6). Kapolsek Limapuluh, Kompol Suherwanto melalui Kanit Reskrim, Iptu M Simanungkalit, mengatakan, penangkapan RH berawal dari laporan warga yang mengatakan ada pelaku jambret yang dianiaya di Jalan Hasanuddin. Pelaku menjam-
bert Feronika Santi Rahayu (31), warga Jalan Sekapur Sirih Perum Graha Kecamatan Tenayan Raya. Berdasarkan informasi itu, polisi langsung turun ke lokasi dan mengamankan RH. Tanpa perlawanan, dia digiring ke Mapolsek Limapuluh untuk dimintai pertanggungjawabannya.
"Saat kejadian, korban sedang asyik menerima telepon dari temannya. Tepat di depan SDN 030, korban dipepet dua pria dari arah belakang dan handphonenya dirampas. Salah satu tersangka berhasil diamankan dan dijerat pasal 362 KUHP ayat 1," tutur Simanungkalit. (mg8)
Korupsi PT KITB Siak
Bupati Siak Tahu Pembelian Kapal dari Media PEKANBARU - Bupati Siak, H Syamsuar, menjadi saksi kasus korupsi pengembangan PT Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) dengan terdakwa, Syarifuddin MT. Syamsuar mengaku, awal menjabat Bupati Siak, dirinya tidak mengetahui PT KITB bermasalah. "Awalnya kami tidak tahu kalau PT KITB bermasalah. Saya tahunya dari media Pekanbaru yang menyebutkan PT KITB membeli kapal. Saya konfirmasi ke Komisaris PT KITB dan disebutkan ha-
nya menyewa," ujar Syamsuar di hadapan Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru yang diketuai Sutarto SH, Senin (2/6). Dikatakan Syamsuar, mendapat informasi itu dirinya masih ragu. Akhirnya, dia meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKB) melakukan audit operasional. Hasilnya, BPKP merekomendasikan untuk agar dilakukan audit investigasi. "Secara umum ada tiga hal yang disampaikan dalam au-
dit investigasi tersebut, yakni laporan keuangan tahun 2009-2010 tidak sesuai dengan sistem akuntansi yang benar, terkait penyimpanan uang di BPRS Rifatul Ummah (Bank Biru) di Bogor serta pembelian kapal," tutur Syamsuar. Menyikapi temuan BPKP itu, kata Syamsuar, dirinya memanggil terdakwa dan meminta kepada agar membuat surat pertanggungjawaban mutlak. Tujuannya untuk mengembalikan uang negara tersebut selama dua bulan.
"Saat itu, ada pengembalian dari terdakwa tapi tidak banyak. Mengenai jumlah pastinya, saya tidak ingat. Selanjutnya kami merekomendasikan ke BPKP dan Kejagung agar permasalahan ini dilanjutkan ke proses hukum," kata Syamsuar. Selain Syamsuar, Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang dipimpin Emri Kurniawan SH juga menghadirkan, Muhammad Suharto selaku Manajer Keuangan Umum PT KITB. Menanggapi hal itu, Syari-
fuddin mengatakan, dari tahun 2005 hingga 2012 selalu membuat laporan keuangan. Laporan itu disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). "Setiap tahun kami buat laporan dan diterima RUPS," ucapnya. Terkait penanaman modal di BBPRS Rifatul Ummah di Bogor, Syarifuddin, menyatakan sudah memberi hasil signifikan. Menurutnya, uang yang dihasilkan sebesar Rp6 miliar. "Jadi tidak benar kalau hasilnya tidak signifikan," tutupnya. (lda)
Polres Inhu Amankan Pemilik Senpi Rakitan RENGAT - Polres Indragiri Hulu (Inhu) menangkap empat tersangka kepemilikan senjata api (Senpi) rakitan dalam operasi yang digelar, Sabtu (31/5) dan Minggu (1/6). Empat tersangka itu yakni Ir (24), warga Kota Baru Reteh, Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Ar (27) dan Ny (27), warga Desa Rimpian Kecamatan Lubuk Batu Jaya dan Md (50), warga Punti Kayu, Dusun Koto Rajo, Kecamatan Batang Peranap. Dari tangan tersangka polisi menyita tiga Senpi rakitan laras pendek jenis revolver dengan dengan dua amunisi dan satu Senpi laras panjang hasil rombakan dengan 33 amunisi aktif caliber 7,3 mm serta tiga selongsong peluru yang diduga telah digunakan. Selain itu, polisi juga mengamankan satu sepeda motor RX King. Kapolres Inhu, AKBP Aris Prasetyo Indaryanto dikonfir-
masi melalui Kasat Reskrim, AKP Meilky Bharata, mengatakan, tersangka Ir dan Ar diamankan di Lapangan Hijau Rengat, Sabtu (31/5) sekitar pukul 00.30 WIB. "Saat itu tim Opsnal Polres Inhu memperoleh informasi dari masyarakat terkait adanya dua orang tidak dikenal dengan menggunakan sepeda motor RX King warna hitam berada di Lapangan Hijau. Gerakgeriknya mencurigakan," ujar Meilky, kemarin. Dari informasi itu, tim Opsnal langsung mendekat dan menangkap dua tersangka tersebut. Sebelum ditangkap tersangka sempat melakukan perlawanan hingga terjadi kejar-kejaran. “Tersangka kita tangkap. Setelah diperiksa, di dalam tas milik kedua tersangka tersebut ditemukan dua Senpi rakitan beserta dua amunisi,� tutur Meilky. Dari penangkapan dua ter-
sangka, tim Opsnal Polres Inhu melakukan pengembangan dan tersangka Ny, Minggu (1/6) sekitar pukul 02.00 WIB. Dari tangan tersangka Ny, polisi berhasil mengamankan barang bukti satu Senpi rakitan jenis revolver. “Tersangka Ny satu komplotan dengan tersangka Ir dan Ar. Bahkan tersangka Ny pernah mengundang rekan-rekannya untuk merampok di rumah neneknya sendiri dan berhasil membawa kabur uang senilai Rp60 juta,� papar Meilky. Sebelum mengamankan Ny, tim Opsnal Polres Inhu terlebih dahulu meringkus Md, warga Desa Punti Kayu, Dusun Koto Rajo, Kecamatan Batang Peranap, Sabtu (31/5) sekitar pukul 02.00 WIB. Tim Opsnal memperoleh informasi terkait adanya Senpi laras panjang yang disimpan oleh tersangka Md di rumahnya bersama dengan amunisi aktif. Dari penggeledahan tersebut,
Tim Opsnal menemukan satu Senpi laras panjang dan 33 butir amunisi aktif yang disimpan di kamar tersangka. Tersangka juga tidak bisa menunjukkan izin kepemilikan senpi dan amunisi tersebut. “Saat ini seluruh tersang-
ka dan barang bukti sudah diamankan di Mapolres Inhu untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tim Opsnal juga masih memburu beberapa orang lagi yang diduga terlibat dalam sejumlah aksi kejahatan,� jelas Meilky. (mun)
MILIKI SENPI - Empat tersangka kepemilikan senjata api (Senpi) diamankan Polres Inhu. Tersangka ditahan untuk proses penyidikan lebih lanjut. (mun)