Skip to main content

010913

Page 24

24 METRO RIAU MINGGU MINGG U, 1 SEPTEMBER SEPT PTEMBER 2013 20

Profil

R B di H t

Terkaya Te erka kay aya ya di Indones Indonesia essia ka kare karena rena Djarum Dja jarrum DAT DA ATA TA B IODATA Nama TTL Pekerjaan Status

: Robert Budi Hartono (R Budi Hartono/ Oei Hwie Tjhong) : Kudus, Jawa Tengah, 1941 : Pengusaha : Konglomerat

Keluarga Istri: Widowati Hartono (Giok Hartonoo) Anak: 1. Victor Hartono 2. Martin Hartono 3. Armand Hartono.

MENTERI Perindustrian Mohamad S. Hidayat bersama CEO Djarum Group Robert Budi Hartono.

ROBERT BUDI HARTONO atau sering disingkat R Budi Hartono sebenarnya memiliki nama asli Oei Hwie Tjhong. Robert adalah keturunan Tionghoa yang lahir di Kudus, Jawa Tengah pada tahun 1941 sebagai anak kedua dari Pendiri Djarum, Oei Wie Gwan. Michael Bambang Hartono adalah kakaknya yang memiliki nama asli Oei Hwie Siang. R. Budi Hartono menikahi seorang wanita bernama Widowati Hartono atau lebih akrab dengan nama Giok Hartono. Bersamanya, Pemilik PT Djarum ini memiliki tiga orang putra yang kesemuanya telah menyelesaikan pendidikan. Mereka adalah Victor Hartono, Martin Hartono, dan Armand Hartono. Sebagai salah satu orang terkaya Indonesia, tentunya Anda bertanyatanya darimana kekayaan yang dimiliki Robert Budi Hartono. Mari kita mulai dari titik awal Bos Djarum ini merintis karir. Djarum Awal dari Semuanya Bersama kakaknya Michael Hartono, Robert di usianya yang ke 22 tahun menerima warisan salah satu perusahaan rokok ternama saat ini, Djarum. Perusahaan Djarum sebelumnya merupakan usaha kecil yang bernama Djarum Gramophon yang kemudian dibeli oleh ayahnya Robert pada tahun 1951 dan mengubah namanya menjadi Djarum. Robert dan kakaknya menerima warisan ini setelah ayahnya meninggal. Pada saat itu pabrik perusahaan Djarum baru saja terbakar dan mengalami kondisi yang tidak stabil. Namun kemudian di tangan dua bersaudara Hartono bisa bertumbuh menjadi perusahaan raksasa.

Saat ini, Di Amerika Serikat pun perusahaan rokok ini memilki pangsa pasar yang besar. Dan di negeri asalnya sendiri, Indonesia, produksi Djarum mencapai 48 milyar batang pertahun atau 20% dari total produksi nasional. Seiring dengan pertumbuhannya, perusahaan rokok ini menjelma dari perusahaan rokok menjadi Group Bisnis yang berinvestasi di berbagai sektor. R. Budi Hartono dengan Group Djarum yang dipimpinnya pun melebarkan sayap ke banyak sektor antara lain perbankan, properti, agrobisnis, elektronik dan multimedia. Diver-

sifikasi bisnis dan investasi yang dilakukan Group Djarum ini memperkokoh Imperium Bisnisnya yang berawal di tahun 1951. Sektor Perbankan Pada tahun 2007, R. Budi Hartono bersama kakaknya, Michael Hartono di bawah bendera Group Djarum melebarkan investasi ke bidang perbankan. Dan menjadi pemegang saham utama, mengendalikan 51% saham, PT Bank Central Asia Tbk (BCA) yang merupakan salah satu bank terbesar di Indonesia saat ini. Berdasarkan data Bank Indonesia pada Desember 2011 nilai aset BCA sebesar Rp 380,927 Triliun (tiga ratus delapan puluh koma sembilan ratus dua puluh tujuh rupiah). Sektor Properti Di sektor ini, banyak proyek yang dijalankan di bawah kendali CEO Djarum ini, R. Budi Hartono, dan yang paling besar adalah mega proyek Grand Indonesia yang ditantangani pada tahun 2004 dan selesai pada tahun 2008. Proyek ini mencakup hotel (renovasi dari Hotel Indonesia), pusat belanja, gedung perkantoran 57 lantai dan apartemen. Total nilai investasinya 1,3 Tril-

iun rupiah. Sektor Agribisnis Di sektor Agribisnis, Robert bersama Michael memiliki perkebunan sawit seluas 65.000 hektar yang terletak di provinsi Kalimantan Barat dari tahun 2008. Mereka bergerak di bawah payung Hartono Plantations Indonesia, salah satu bagian dari Group Djarum. Sektor Elektronik dan Multimedia Salah satu bisnis Group Djarum di sektor ini bergerak di bawah bendera Polytron yang telah beroperasi lebih dari 30 tahun. Perusahaan Polytron ini kini juga memproduksi ponsel yang sebelumnya hanya meproduksi AC, kulkas, produk video dan audio, dan dispenser. Sektor Lainnya Salah satu sektor bisnis yang baru mulai berkembang di Indonesia adalah bisnis online. Group Djarum pun tertarik untuk “menikmatinya� lewat perusahaannya Global Digital Prima Venture. Bukti Eksistensi Group Djarum Gedung pencakar langit di kompleks mega proyek Grand Indonesia diberi nama Menara BCA. Karena bank BCA menjadi penyewa utamanya dari tahun 2007 hingga 2035. Dengan demikian tergabunglah lingkungan operasional dua raksasa bisnis Indonesia di tengah-tengah pusat ibukota yang menjadi bukti keberkuasaan Djarum di kancah bisnis Indonesia. (karmawijaya/net)

MENTERI Perindustrian Mohamad S Hidayat berfoto bersama dengan Pemilik Group Djarum Robert Budi Hartono, Dirut Garuda Indonesia Emirsyah Satar, CEO Lippo Group James Riady, Ketua Perbanas Sigit Pramono, Dirjen IUBTT Budi Darmadi, serta Staf Khusus Menteri John Prasetyo sebelum melakukan diskusi pada Informal Meeting tentang ASEAN Economic Community 2015 di Jakarta, 2 Mei 2012.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook