Issuu on Google+

Pearl

April 2014 - Mei 2014 Pearl Magazine | 21th Edition

Shaped by The Hands of God

Does Time Heal or Doesn’t?

Beauty in Weakness

Wear Your Scar & Shine Letting Go The Need to Know Why

Tumbuh Subur

di Padang Gurun Foto: License All rights reserved by kellysauer

Heal My

Wounds


From the Desk of

www.majalahpearl.com


Perjalanan hidup kita di dunia dari kecil sampai sekarang, bisa mengakibatkan setiap kita mempunyai luka. Mungkin bisa diakibatkan trauma masa kecil yang tidak mengenakan, pernikahan orang tua, pengaruh pola asuh, penyakit, kehilangan orang yang dikasihi atau lainnya. Setiap luka ini pasti membawa dampak ke kehidupan kita saat ini dan tentunya juga berdampak ke kehidupan rohani kita. Oleh sebab itu Pearl edisi ini mengangkat tema Heal My Wounds, karena tim redaksi rindu setiap dari kita menyadari bahwa kita semua bisa menemukan kesembuhan dalam Kristus. Edisi kali ini sedikit berbeda, untuk sementara segmen-segmen (single, marriage) dihilangkan, supaya kita lebih mau melihat diri kita bukan dari status, tapi sebagai wanita yang sama dihadapan Tuhan. Sebagai gantinya, setiap artikel yang ada di edisi ini adalah artikel yang saling berkaitan satu sama lainnya. Oh iya, di bulan April ini Pearl berulang tahun yang ke-3 loh! Semoga Pearl bisa semakin jadi berkat buat para pembacanya dan tentu saja semakin memuliakan nama-Nya.

Enjoy this edition ! Love, Felisia Devi

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


CONTENTS Heal My Wounds | Pearl Edisi 21

02

In Every Issue 06 08 The Team

The Designers

The Contributors

14

16

18

92

Dig Deeper

Character Development

JOIN US!!

reat t a e R l r Pea y with Me Come Awa

2 1 e g a -P

www.majalahpearl.com

Bible Reading Plan

How to Connect

Foto: Some rights reserved by FXTC

From The Desk of Felisia

10


In This Issue

22 32 38 46 54

The Wounded Woman

Tumbuh Subur di Padang Gurun

Letting Go The Need to Know Why

Does Time Heal? or Doesn’t

Beauty in Weakness

60 64 72 82 92

A Woman Who Touched Jesus

Woman at The Well, Woman Who Find Truth

Kunci Pemulihan Sejati

Wear Your Scar & Shine

The Heart & The Tears

96 98 110 118

Book Review: Where is God When It Hurts

Meet A Sister: Felisia Devi

Testimony: When God Healed Us

Testimony: Heal My Wounds

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


The

TEAM

Vision Membangun generasi wanita yang menjalankan fungsinya sebagai wanita sejati, berkarakter Kristus dan mau dibentuk menjadi indah di mata Bapa dan sesama. Mission Menyediakan bacaan rohani yang biblical, practical dan sesuai dengan pergumulan generasi wanita Indonesia.

Viryani Kho Editor in chief

• Loves all things autumn • Meaningful, one-onone conversations • Smell of the grass after the rain • Sharing about an answered prayer • Looking at snowflakes • The sounds of children laughter • Having tea time with loved ones • www.gabriellanie.blogspot.com

Mekar A. Pradipta Executive assistance

• Old fashioned • Books and literature • Countryside adventurer • Walking under the drizzle • Talking to dogs • Blowing out dandelions • Speculaas and camomile tea • All kinds of berries • Anything vintage and romantic • www.penaditanganbapa.blogspot.com www.majalahpearl.com


Felisia Devi

Executive assistance

• The eldest from 4 sister • Treasure simple things • Quality time • Miss perfectionist • Enjoy learning something new • Love reading and writing • Adventure and nature • Acts than words • www.felhis.blogspot.com

Eunike Santosa Creative Director

• Adores the smell after rain • A cuppa hot camomile tea • Reading devotional woman books • Spending solitude quality time with Father • Listening to Christian music (any genre) • Would like to travel around Europe • Sleepover with bestiee • www.yukinike.blogspot.com

Grace Suryani Features editors

• Wife of Steven Halim• Mother of Jane Angelina Halim • Loves to read • Eat Indonesian food • Playing piano • Spending time with family • Blue pink white red •

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


THE Soehardjo

Julia

Rosmawi

Melissa

{Web Coordinator}

• Love cooking and baking • Despise all sweet • Do not like sunshine • Love spicy food • Snow • Snacking • Beef jerky jalapeno • Coffee and tea • Cutesy stuffs is my weakness •

• Ordinary girl with extraordinary life for Jesus is in my life • Love to design • Love art&craft • Love to have quality time with my lovely family and friends • Enjoy to write my diary and listening music • Like to learn something new •

Febe

• Like any kind of green tea • Like the smell of rain • And to see rainbow(s) after • Spring is my fav season • Like all pastel colors, especially pink • Do not like chocolate • Love children and babies • Would like to go sailing and stargazing in ocean • 1 Thessalonians 5: 16-18

www.majalahpearl.com

Collosians 3:23

Halim

melissahalim.blogspot.com Psalm 23


Designers Michelle

Veri

Widia

• Sweet • Keychain collector • Chocolate lovers forever • Drink like a camel • Enjoy anime, manga, and artbooks • Don’t accept any form of durian • God is good •

• A rabbit • An introvert • Can’t live without dessert • Would love to travel to every corner of this earth to discover amazing things that God had created • Love love love love kids •

• Love black coffee and green tea • Dont like anything sweets except dark chocolate and ice cream • Love cooking and singing • Dont like tv series • Dream to travel around the world • Am an extrovert •

be.net/mielru 3 John 1:3

1 Corinthians 10:31

Wirnata

Eden

Teja

Psalm 32:7

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


THE Contributors Alphaomega Pulcherima Rambang |

Lahir di Yogyakarta, 7 Januari 1985. Sekarang bekerja di Kasongan, Kalimantan Tengah. Sejak melayani Tuhan di pemerintahan, punya kerinduan agar banyak anak Tuhan yang bekerja di bidang ini jadi dampak bagi bangsanya. Baginya tidak ada hal kecil dalam hidup waktu menyadari Tuhan Yesus hadir, karena ia menyadari sebenarnya dirinya hanya wanita biasa yang memiliki Allah yang luar biasa. Tulisan-tulisannya yang lain dapat dilihat pada blognya di http://megasthought.blogspot.com/

Megawati Widjaja | Lahir di Medan pada tanggal 22 Maret 1969, besar di Jakarta dan berdomisili di Singapore sejak Maret 2008. Menerima Tuhan Yesus sebagai juru selamat pribadi sejak SMA 1. Saat ini pelayanan sebagai pengurus di Komisi Wanita GPBB, dan anggota paduan suara. Berharap bisa membawa berkat bagi orang lain melalui peran sebagai ibu rumah tangga dan pelayan Tuhan dimanapun ditempatkan.

Kitty Chen | God's planted seed, a wife, a mom, a woman who loves arts, and everything that inspired her soul. IG: @kittydesigns

www.majalahpearl.com


Dr. Natalia |

Istri dari seorang dokter bernama Ivan. Mama dari seorang anak istimewa berumur 5 tahun. Tinggal di Rantau, kerja freelance sambil menjadi ibu rumah tangga. Nge-blog dihttp://nataliasetiadi.blogspot.com, isinya postingan tentang motherhood, pernikahan, anakberkebutuhan khusus (ADD/ADHD), dll. Silahkan mampir, terutama buat para ortu dari ABK,ada juga link ke blog-blog ABK. Saya juga rindu untuk bisa sharing dan berkomunitas denganpara ortu ABK yang cinta Tuhan.

Nelly |

Lahir di Surabaya tahun 1978. Lahir baru tahun 2002, dan pernah melayani di sekolah minggu dan youth. Sekarang dia melayani di IFGF GISI Singapore, dan mengejar panggilannya dalam bidang misi. Tuhan juga memanggil dia untuk bersaksi, menulis lewat blog, article, seminar dll, untuk membagikan kesaksian hidupnya yang dulunya sangat gelap dan bagaimana Tuhan sudah restorasi total.

Phenny Tan |

Lahir 31 tahun yang lalu, saat ini tinggal di Singapura. Minatnya mengisi hati, perut, otak, dan dompet. Saat ini aktivitasnya adalah mengelola semua bidang minat tersebut dalam konteks pengejawantahan Kerajaan Allah di muka bumi. Blogging secara tidak teratur di http://violadeo.blogspot.com.

Theresia Hutapea | Panggilannya Echa, lahir di Bandung 29 tahun lalu. Gelar keilmuan didapat dalam bidang desain & manajemen bisnis, pernah bekerja sebagai desainer, sekarang bekerja membantu usaha ayahnya dibidang microfinance. Melayani mahasiswa, terutama dalam pemuridan. Punya passion dengan dunia tulis menulis dan ingin menjadi writerpreneur sambil terus melayani anak muda. Biasa menulis di http://theresia-hutapea.blogspot.com/

Yunie Sutanto | Yunie, sesuai namanya terlahir di bulan Juni di kota Solo, 30 tahun yang lalu. Saat ini menetap di Jakarta,telah menikah sejak tahun 2005 dan dikaruniai dua orang anak (6 tahun dan 2 tahun).Membaca buku dan menulis jadi passion buat ibu yg punya prinsip hidup "Segala sesuatu seijin Tuhan, tidak ada yang kebetulan dalam hidup ini." #021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


a c r t e a h C evelorpm en t D Girls, jumpa lagi di Character Development! Character Development ini adalah sesuatu yang hanya bisa terjadi kalau kita mempratekkannya dengan tekun. Tujuan dari Character Development ini BUKAN sekedar untuk dibaca saja, tapi lebih untuk dipratekkan. :) Kami, dari tim redaksi, rindu bahwa jika kita konsisten melakukan karakter yang ditampilkan pada tiap edisi, maka dalam setahun, para pembaca Pearl sudah berlatih mengembangkan 6 karakter. Wow luar biasa ya! So, mari kita sama-sama belajar mempraktekkannya. Bulan ini kita akan belajar karakter tentang Discernment (Ketajaman Membedakan) vs Shortsightedness (Pandangan sempit)

Definisi:

Memahami penyebab dari suatu kejadian atau masalah secara mendalam. Ketika kita ada dalam masalah yang terasa berat, kadang hal yang membuat kita menjadi pahit adalah karena kita mempunyai pandangan yang sempit. Kita hanya melihat dari sudut pandang kita atau kepentingan kita saat ini. Karena itu penting bagi kita untuk mengasah karakter Discernment, sehingga ketika terjadi masalah kita belajar untuk melihat secara mendalam, bukan hanya dari apa yang kita rasakan.

www.majalahpearl.com


Contoh Discernment:

Berdoa meminta hikmat Tuhan ketika masalah terjadi dan menolak untuk menilai hanya berdasarkan apa yang kita rasakan. Tidak cepat putus asa dan menyerah ketika masalah terjadi. Memilah-milah dengan hikmat Tuhan nasihat-nasihat yang kita terima dari orang lain.

Proyek Ketaatan

Dalam sebulan kedepan saya akan : Langsung berdoa ketika menghadapi suatu masalah. Tidak menilai sesuatu secara terburu-buru. Belajar dari pengalaman Menggali dan menyelesaikan persoalan sampai kepada akarnya.

Mengandalkan hikmat Tuhan untuk menggunakan segala sesuatu dengan bijaksana, misalnya dalam hal penggunaan waktu dan uang. Apakah kita menggunakan waktu untuk hal-hal yang berguna dan sesuai kehendak Allah? Apakah jumlah uang yang kita keluarkan memang berdasarkan kebutuhan atau sekedar keinginan? #021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Oleh : Alpha omega Pulcherima Rambang Desain : Melissa Halim ‌,tetapi penderitaan merobek jiwa. Amsal 27:9b Luka hati atau pengalaman buruk yang terjadi terkadang mempengaruhi hidup kita dengan sedemikian dalamnya hingga mengubah cara kita berpikir, bersikap dan bertindak. Tak jarang luka hati tersebut mempengaruhi relasi kita dengan orang lain dan Tuhan. Tahukah pembaca, kita tidak sendiri, banyak tokoh-tokoh Alkitab yang juga mengalami hal yang sama, mereka terluka dan mengalami banyak hal yang menyakitkan. Di bulan April ini kita akan belajar dari apa yang mereka alami, bagaimana luka hati mereka mengubah hidup mereka, apa yang mereka perbuat dengan apa yang mereka alami, dan yang terpenting kita akan menyaksikan bagaimana Allah berkarya dalam hidup mereka.Kemudian, di bulan Mei, kita akan mempelajari Firman Tuhan tentang luka hati dan bagaimana Dia peduli terhadap kita yang terluka. Dig Deeper kali ini bertema ‘The Wounded Woman’. Tim Redaksi Majalah Pearl percaya bahwa Allah turutbekerja dalam segala hal, bahkan dalam setiap luka hati yang kita alami Ia turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan. Setiap luka yang dibawa kehadapan Tuhan disembuhkan-Nya secara tuntas, dan dapat dipakai-Nya untuk kemuliaan-Nya.

www.majalahpearl.com


#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds

http://www.sxc.hu/browse.phtml?f=download&id=179972


BIBLEREADINGPLAN

Single

www.majalahpearl.com

1

2

3

Kejadian 16: 1-6

Kejadian 21: 1-21

Kejadian 29: 21-35

Hagar

Hagar 2

Lea

8

9

10

Rut 1: 1-22

Rut 4: 14-17

Rut 1: 1-17

Naomi

Naomi 2

Rut

15

16

17

Kejadian 37: 1-36 Saudarasaudara Yusuf

Kejadian 37: 12-36

Kejadian 45: 1-28

Yusuf

Yusuf 2

22

23

24

Ayub 1: 1-22

Ayub 2: 1-13

1 Raja-Raja 1: 1-8

Ayub

Ayub 2

Adonia

29

30

Lukas 23: 1-32

Lukas 23: 33-43

Yesus

Yesus 2


4

5

6

7

Kejadian 29: 1-28

Kejadian 30: 1-24

Kejadian 34: 1-31

Kejadian 38: 1-30

Rahel

Rahel 2

Dina

Tamar

11

12

13

14

Rut 2: 1-23

Lukas 22: 54-62

Yohanes 21 : 15-23

Yohanes 4 : 1-42

Rut 2

Petrus

Petrus 2

Perempuan Samaria

18

19

20

21

1 Samuel 1: 1-13

Kejadian 27: 1-46

Kejadian 33: 1-20

1 Raja-Raja 17: 7-24

Hana

Esau

Esau 2

Janda di Sarfat

25

26

27

28

Yunus 1: 1-17

Yunus 4: 1-11

Mazmur 6: 1-11

Mazmur 22: 1-32

Yunus

Yunus 2

Daud

Daud 2

April 2014 #021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


BIBLEREADINGPLAN

Single

www.majalahpearl.com

1

2

3

Mazmur 147: 1-6

Yesaya 61: 1-3

Yesaya 53: 4-5

Tuhan penyembuh yang terluka hatinya

Tuhan merawat yang remuk hatinya

Bilur-bilurNya menyembuhkan

8

9

10

Penyebab luka batin: Bapa yang membangkitkan amarah

Efesus 6: 4

Amsal 15: 4

1 Raja-Raja 1: 5-8

Penyebab luka batin: Perkataan kasar

Penyebab luka batin: Tidak pernah ditegur

15

16

17

Mazmur 32: 1-5

Yehezkiel 36: 26

Filipi 4: 6-7

Sembuh dengan mengaku dosa

Menerima hati yang baru

Berdoa dan mengucap syukur

22

23

24

Markus 15: 34

Roma 8: 28

Matius 22: 39

Terbuka pada Allah

Kebaikan dari semua luka

Mengasihi diri sendiri

29

30

31

Efesus 4: 30-32

Amsal 17: 22

Roma 12: 9-10

Membuang kepahitan

Obat luka batin

Melepaskan topeng


4

Amsal 27: 9

5

6

7

Matius 18:21-35

Penderitaan merobek jiwa

Markus 11: 25-26 Sembuh dengan mengampuni (1)

Sembuh dengan mengampuni (2)

Penyebab luka batin: Bapa yang membangkitkan amarah

11

12

13

14

Amsal 18: 19

Amsal 4: 23

Penyebab luka batin: Dikhianati

18

Ibrani 12: 15

Kolose 3: 21

Menjaga hati (1)

Matius 15: 18-20 Menjaga hati (2)

Mazmur 10: 12-15 Allah melihat yang sakit hati

19

20

21

Filipi 3: 13-14

Hidup dalam kasih karunia Allah

Matius 11: 28-30 Mendapatkan kelegaan dari Allah

Mengarahkan diri kepada Kristus

2 Korintus 12: 9-11 Bermegah dalam segala kelemahan

25

26

27

28

Roma 12: 14

Yakobus 5: 16

1 Yohanes 1: 9

Amsal 12: 16

Memberkati mereka yang menyakiti

Berdoa dan mengaku dosa

Meminta ampun supaya disembuhkan

Menjadi lambat sakit hati

May 2014 #021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Written by Alphaomega Pulcherima Rambang Designed by Eunike Santosa

www.majalahpearl.com

Foto: Some rights reserved by kellysauer3

T he ounded W Woman


A

ku harus mulai artikel ini dengan pengakuan kalau aku adalah seorang wanita yang pernah terluka. Saat SMP, aku merasa kalau tidak ada seorangpun menginginkanku. Boroboro punya pacar, punya sahabatpun rasanya ngga tuh di masa itu. Entah siapa yang membisikkan dan mencuci otakku dengan perasaan ngga berharga, yang jelas puncaknya perkataan seorang kawan di masa SMP membuatku merasa tertolak habis-habisan. Dia berkata, �Mega tuh, kalo ngga pinter aja, mana ada yang mau berteman dengan dia�. Yang mengatakannya seorang kawan sekelas yang cantik dan bermulut tajam – jadi film-film ato sinetron tentang cewek cantik ngeselin yang suka nge-bully cewek kutu buku tuh ternyata ngga bohong loh :p

Well, sekarang sih berasa konyol sakit hati cuma gara-gara perkataan demikian, tapi yang aku rasakan saat itu, hatiku sakit! Aku berpikiran tidak ada seorangpun yang menginginkan cewek gemuk jelek ini (bahkan hanya sebagai teman). Kemudian aku merasa sebagai orang terjelek dan termalang di dunia dah, sedih T_T Untuk sesaat, aku bersedih karena ngga dilahirkan sebagai kutilang (kurus tinggi langsing) :p, kemudian aku marah sama temanku itu, dalam hati aja marahnya, hehehe... Tapi akhirnya aku bangkit dengan pemikiran, “Oke, aku punya otak pintar, jadi ngga boleh ada yang meremehkan aku karena fisikku, aku akan menonjol dengan otakku. Aku akan belajar serajinrajinnya untuk menutup mulut cewek-cewek itu. Aku harus punya ranking yang bagus, karena apalagi yang bisa aku banggakan dalam hidupku, kalau ngga kepintaranku. Cantik sudah jelas ngga...�, demikian pikiranku.

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Di samping itu, aku bertekad ngga akan berteman dengan kumpulan cewek itu. Aku benci mereka. Aku akan berteman dengan banyak orang kecuali mereka. Aku berusaha melakukan apa saja agar bisa masuk ke lingkungan pertemanan yang lain. Aku menjadi orang yang super menyenangkan dan punya banyak teman, seolah-olah dengan demikian aku mematahkan perkataan kawanku itu. ”Lihat kawan, banyak kok yang mau berteman denganku!”, aku berteriak seperti itu dalam hati.

atau ada maunya apa gitu, aku ngga percaya ada persahabatan yang tulus. Aku dulu juga pernah berpikir, pasti tidak ada seorang priapun yang ingin menjadikanku pacar karena aku jelek dan gendut. Maklum, zaman ABG kan lagi seru-serunya pacaran… :p Di pikiranku, memiliki pacar berarti ada orang yang menginginkanku, hehehehe. Lucu ya? Sempat lho aku berpikir,”Apakah ada pria yang akan menikahiku, aku kan jelek gini?”. Dan karena SMP aku ngga punya pacar, aku merasa semakin ngga berharga. Tanpa sadar, aku mengiyakan aja perkataan temanku dengan beranggapan, ”Yah, wajar saja aku ngga punya pacar, mana ada yang mau sama aku.” ^^’

Lihat kawan, banyak kok yang mau berteman denganku!

Sewaktu SMP temanku banyak, tapi aku merasa ngga ada yang bisa aku sebut ‘sahabat’, mana ada orang yang mau menerima aku apa adanya. Perkataan kawanku itu rupanya membekas sedemikian dalam sampai-sampai aku perlu bersandiwara untuk berteman. Aku berusaha menyenangkan semua orang, aku menjadi orang yang takut bilang ‘ngga’, aku jarang berbeda pendapat dengan orang lain, aku ngga mau berkonflik, aku takut ngga punya teman. Aku takut ngga diterima di pertemanan mana pun. Jeleknya lagi, aku jadi curigaan, jangan-jangan orang-orang berteman denganku karena aku pintar (sok banget ya :p) www.majalahpearl.com

Anehnya, aku menolak lho berpikir kalau Tuhan ngga adil. Saat aku punya kekurangan, aku tahu Tuhan berikanku kelebihan yang lain. Tapi rupanya apa yang dilakukan oleh kawanku itu mempengaruhi hubunganku dengan Tuhan di kemudian hari, bahkan sampai sekarang, terkadang aku merasa Tuhan tidak mencintaiku lagi sewaktu aku melakukan perbuatan yang ngga menyenangkan-Nya. Aku sulit percaya


Tuhan menerimaku apa adanya. Aku merasa Tuhan membenciku saat aku berbuat salah. Aku merasa harus melakukan hanya yang baik supaya Dia tetap mengasihiku. Kalau dipikir-pikir, tragis ya‌ perkataan seseorang bisa melukai sedemikian dalam sehingga mengubah cara berpikir dan bersikap kita. Tragis juga ya, bagaimana seseorang bisa merasa ngga berharga karena fisiknya, dan merasa lebih baik karena menganggap kepintarannya menutupi kekurangan fisiknya. Tragis, seseorang bisa bersandiwara bertahun-tahun untuk mendapatkan teman yang pada akhirnya sekarang entah kemana. Tragis parah nih, bagaimana mungkin seseorang terluka hanya karena satu kalimat, dan mempengaruhi hubungannya dengan banyak orang dan Tuhan-nya untuk waktu yang lama. Tapi hal ini terjadi lho. Tragisnya, aku menyadari dampak kejadian itu baru bertahun-tahun kemudian, tepatnya saat SMA kelas 1. Aku ngga pernah menyangka dampak perkataan kawanku itu mempengaruhi hidupku sampai bertahun-tahun kemudian

.‌, tetapi penderitaan merobek jiwa. - Amsal 27:9b

Ada yang mendefinisikan luka hati/ luka batin sebagai luka di dalam

perasaan (emosi) yang terasa begitu mendalam sehingga sangat menyakitkan dan membekas. Peristiwa atau pengalaman itu dapat menciptakan trauma mendalam, bahkan tanpa kita sadari. Mungkin kejadian atau hal-hal yang menyebabkan luka itu sudah kita lupakan, tapi luka itu masih ada, bahkan tanpa kita sadari luka itu menganga semakin lebar karena ngga pernah disembuhkan. Luka itu akan mempengaruhi hidup kita, menjadikan kita seseorang yang ngga kita mengerti. Lukaluka hati yang belum terobati bisa menimbulkan banyak dampak negatif bagi diri kita dan orang lain. Hal ini juga dapat dipakai iblis untuk merebut sukacita dan damai sejahtera yang kita miliki. Luka hati sering ngga terlalu Nampak... (ya iya lah, yang terluka kan hati :p). Orang-orang yang terluka hatinya kebanyakan terlihat ngga punya masalah, tapi jangan salah, di dalam hatinya bisa saja ada kebencian mendalam terhadap keadaan maupun orang lain. Luka itu semakin mengendap, dan karena tersembunyi, sulit diobati. Seringkali, seseorang ngga mau mengakui luka hati yang dirasakannya dan berpura-pura kuat, berusaha menyembunyikan apa yang dialaminya dengan berbagai cara. Ini sama sekali tidak menolongnya, tapi memperparah keadaan. #021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Ah, ini gak ada apaapanya, aku baik— baik saja.

Bayangkan, suatu kali kaki kita terluka, sesaat kita merasa sakit, tapi kemudian kita berpikir, �Ah, ini gak ada apa-apanya, aku baik—baik saja�. Kita bersikap seolah-olah luka itu ngga ada, padahal hari demi hari luka itu menganga semakin lebar, lalu kuman-kuman masuk dan mengganggu fungsi kaki kita. Demikian pula dengan luka hati yang gak diobati, lama-kelamaan berbagai hal yang merusak seperti kuman kebencian, kuman dendam, kuman pemecah dan masih banyak kuman akan memasuki hati kita dan membuat kita tidak berfungsi sebagaimana yang Tuhan inginkan. Kalau luka fisik melukai tubuh kita, luka hati/batin melukai jiwa dan roh kita disadari atau ngga, bahkan dapat berpengaruh pada tubuh.

Luka hati/luka batin dapat disebabkan oleh banyak hal, tapi pada prinsipnya beberapa hal di bawah ini yang sering menjadi penyebab timbulnya luka batin/luka hati yang mendalam pada kehidupan seseorang1:

1

Peristiwa Traumatis

Kejadian-kejadian yang mengguncangkan diri sedemikian dalam dan mengakibatkan penderitaan terhadap jiwa, dapat menyebabkan luka di hati/batin kita. Terkadang orangorang terdekat seperti keluarga juga dapat melukai entah dengan sikap maupun perkataan mereka. Berbagai peristiwa traumatis yang dapat terjadi antara lain: Perceraian orang tua Kecelakaan/perang/kerusuhan Sering diintimidasi Patah hati/putus cinta Perselingkuhan Kehilangan orang yang dikasihi

www.majalahpearl.com

1. Sumber: http://jonimaligon.blogspot.com/2013/01/penyebab-luka-batin-dan-penyembuhannya.html

Padahal firman Tuhan bilang, penderitaan merobek jiwa. Jiwa kita terobek-robek karena apa yang kita alami. Entah disadari atau tidak. Mengerikan bukan? Membayangkan kertas yang terobek-robek deh jadinya. Lah, ini jiwa yang terobek-robek, gimana ngga sakit kan? Gimana ngga membekas sakitnya?


Foto: License Some rights reserved by FXTC

2

Penolakan

Penolakan di dalam kandungan Penolakan pada masa anak-anak Penolakan pada masa dewasa/tua

3

Perbuatan Kasar

Hukuman yang berlebihan Perkataan/penilaian yang menyakitkan Dikhianati/ditipu Pelecehan seksual

4 5

Kurang Perhatian & Kasih Sayang Orangtua

Rasa Bersalah

Orang akan merasa tidak enak saat melakukan kesalahan, dan seringkali tanpa disadari perasaan bersalahnya dapat menimbulkan ketakutan yang berlebihan, cenderung menyalahkan diri sendiri, berusaha keras memperoleh pengakuan dari orangorang di sekelilingnya dan berusaha menyembunyikan diri dari Tuhan #021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


1. Secara tubuh (fisiologis) Menimbulkan berbagai penyakit, muka murung, sulit tidur, kecanduan, cara makan (eating disorder), sakit pencernaan, sakit kepala, gatal-gatal, sakit pinggang, dll. 2. Secara roh (teologis) Sulit mengasihi/intim dengan Tuhan, menganggap Tuhan tidak adil, selalu menganggap Tuhan menolaknya, hubungannya dengan Tuhan dipenuhi rasa takut, berusaha diterima Tuhan dengan melakukan perbuatan baik, sulit mempercayai Tuhan. 3. Secara jiwa (psikologis & sosiologis): a. Offensive: superior, terlalu terbuka, ucapan pahit/melukai orang lain, emosi labil, kritik berlebihan, curiga berlebihan, pemberontak, suka bertengkar, kehilangan identitas dan peran seksual (homoseksual, lesbian, free sex), pemarah, over acting. b. Defensive: inferior, tertutup, fobia, frigid, hati yang menyimpan dendam, frustasi, kecenderungan ingin bunuh diri tinggi, patah semangat, mudah stress, susah berelasi dengan orang lain khususnya lawan jenis, citra diri menjadi rusak, rendah diri, antisosial, menyalahkan diri sendiri, www.majalahpearl.com

Setiap luka mengakibatkan dampak yang berbeda dalam kehidupan seseorang. hipersensitif, pemurung, pemalu, susah percaya pada orang lain, sedih tanpa alasan, gampang merasa iri, khawatir yang berlebihan, selalu merasa tertolak, rasa bersalah yang berlebihan, negatif dalam berpikir dan bertindak. Setiap luka mengakibatkan dampak yang berbeda dalam kehidupan seseorang, tergantung lukanya. Sama seperti dampak luka pada mata tentunya berbeda dengan luka pada kaki, tiap luka memiliki rasa sakitnya sendiri. Tiap luka menghasilkan respon yang berbeda dari setiap orang untuk melindungi dirinya dari akibat luka tersebut. Tapi secara umum luka hati/luka batin yang kita alami dan tidak segera disembuhkan akan merusak hidup kita, merusak relasi dengan orang lain dan merusak relasi dengan Tuhan.

2. Sumber: http://www.lukabatin.com/

Karena tubuh kita terdiri dari tubuh, jiwa dan roh, maka luka hati/ luka batin yang dialami seseorang mengakibatkan beberapa dampak2 seperti:


a. Diri sendiri.

Kita menjadi pribadi yang sakit tubuh, jiwa dan rohnya. Perilaku kita akan menyimpang dari apa yang diharapkan. Kita akan menjadi pribadi yang terlalu ekstrim, entah terlalu khawatir, terlalu mudah tersinggung, terlalu mudah stress. b. Hubungan dengan orang lain.

Karena terluka, orang yang luka batinnya akan sulit berhubungan dengan orang lain, terutama saat dia merasa orang lain tidak merasakan apa yang dia rasakan, dia tidak dapat menjalin hubungan dengan keterbukaan dan rasa percaya, seperti yang dibutuhkan dalam relasi dengan orang lain, itu untuk melindunginya dari rasa sakit yang pernah dia rasakan. Hatinya dipenuhi kecurigaan terhadap orang lain, pemikiran dan sikapnya negatif. Di sisi lain, orang lain bingung mengambil sikap bagaimana terhadap mereka yang bersikap ofensif dan defensif dalam hidupnya karena terluka hatinya. c. Hubungan dengan Tuhan.

Hubungan dengan Tuhan tidak akan bertumbuh apabila masih ada luka hati/luka batin yang belum disembuhkan. Orang yang terluka batinnya sering menganggap Tuhan sama seperti mereka yang menyakitinya, entah dalam hal ketidakpedulian terhadap perasaannya, atau menolaknya seperti mereka yang menolaknya.

Banyak wanita yang hatinya terluka. Banyak wanita yang menyimpan luka hatinya bertahun-tahun dan hidupnya mulai rusak karena luka hati yang ngga kunjung sembuh, bahkan merusak hidupnya sendiri tanpa disadarinya. Ada pula yang menyadari lukanya, namun mengeraskan hatinya dan tidak mau disembuhkan. Seolah-olah lukanya memberikan alasan yang bagus untuk merusak hidupnya. Aku hampir menjadi salah seorang dari mereka, yang merusak hidupnya karena terluka. Puji Tuhan, saat aku SMA, Tuhan mengubah hidupku. Tidak sekejap mata, perlu proses tentunya, layaknya luka yang membutuhkan operasi berulang kali, hatiku mulai dioperasi Tuhan berulang kali dan disembuhkan-Nya. Ayat-ayat di bawah ini adalah YA dan AMIN dalam hidupku.

Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut lukaluka mereka Mazmur 147:3 #021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Roh Tuhan ALLAH ada padaku, oleh karena TUHAN telah mengurapi aku Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara, dan merawat orang-orang yang remuk hati, untuk memberitakan pembebasan kepada orangorang tawanan, dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara

Yesaya 61:1

Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaraan kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita, ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilurbilurnya kita menjadi sembuh

Yesaya 53:4-5

Mengakhiri tulisan ini, aku ingin bersaksi kalau aku dulu adalah wanita yang terluka. Aku wanita yang terluka, yang datang menghampiri Tuhan dengan luka-lukaku, mengakui rasa sakit yang aku rasakan,meluapkan segala kemarahan dan kebencian yang aku rasakan, lalu aku membiarkan Dia menjamah hidupku, menyentuhku dengan kasih-Nya. Dan oleh bilur-bilur-Nya aku sembuh. Sikap dan pemikiranku banyak diubahkan setelahnya, keberhargaanku tidak lagi ditentukan tubuhku gemuk atau langsing, atau rankingku di kelas, atau seberapa banyak teman yang aku punya, atau apa kata orang tentang aku, atau seberapa banyak pacar yang aku punya #loh, hahahaha. Aku menyadari kalau aku berharga karena Yesus yang sudah mengasihiku \(“,)/

www.majalahpearl.com


Check out Our Newest

Blog Click on the link

http://majalahpearl1.blogspot.com/


Source: http://all-free-download.com/free-photos/africa_landscape_desert_217017.html

Single

www.majalahpearl.com


Tumbuh

Subur di PadangGurun written by Phenny | designed by Febe

M

asih ingatkah teman teman akan kisah bangsa Israel yang dibebaskan Tuhan dari tanah Mesir? Setelah mengalami perbudakan yang begitu lama, Tuhan memimpin bangsa Israel melalui Musa untuk mencapai Tanah Perjanjian. Namun, sebegitu lepas dari tanah Mesir, bangsa Israel harus melewati dulu padang gurun sebelum bisa

mencapai Tanah Perjanjian. Terus, apa hubungannya cerita bangsa Israel itu dengan kita-kita yang telah mengalami berbagai luka hati yang ada? Sama seperti bangsa Israel yang dulunya diperbudak di tanah Mesir, kita dulunya juga diperbudak dosa. Akibat dari kehidupan dosa yang kita jalani adalah kita mengalami luka-luka #021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Single

Ketika Tuhan membebaskan kita dari belenggu dosa, kita tidak lagi terikat ataupun diperbudak oleh dosa. Namun sama seperti bangsa Israel, kita pun masih membawa luka lama. Bisakah luka ini sembuh? Tentu kita serta merta menjawab Tuhan Maha Penyembuh Jehovah Jireh sanggup dan mau memulihkan kita. Akan tetapi, seringkali kita tidak sadar, perjalanan iman kita untuk pulih tidaklah langsung sampai di Tanah Perjanjian, namun harus melewati dulu tahap padang gurun.

“

..seringkali kita tidak sadar, perjalanan iman kita untuk pulih tidaklah langsung sampai di Tanah Perjanjian, namun harus melewati dulu tahap padang gurun.

“

dalam hidup ini, baik yang disebabkan oleh dosa kita sendiri maupun dosa orang lain. Jangan kira bangsa Israel cuma bergelut dengan luka fisik (misalnya karena dicambuk harus kerja rodi), mereka juga bergelut dengan luka hati.

/ t tp : e: h urc So

Kalau mendengar kata padang gurun, pasti yang terlintas di benak temanteman adalah tempat yang gersang, kering, panas. Sama sekali bukan tempat yang tepat untuk bertumbuh, apalagi bertumbuh dengan subur. Bagaimana mungkin?

e-download.co /all-fre m/f r ee

-p

Mari kita melihat Firman Tuhan yang menyejukkan hati kita. Mazmur 92:13 yang dikutip di atas menyebutkan kalau orang benar akan bertunas seperti pohon kurma. Kalau dalam versi bahasa Inggris, kata yang dipakai untuk bertunas adalah flourish (bertumbuh sehat).

ho tos /d es e

_a rt

d t_

_p usk

re_ ictu

165904.html.

www.majalahpearl.com


Mengapa Tuhan mengizinkan tahap padang gurun terjadi dalam perjalanan iman kita? Saya percaya dalam kedaulatan dan hikmat kebijaksanaan Tuhan, ada banyak alasan. Namun salah satu alasan yang nyata sudah tertulis di Firman-Nya adalah bahwa kita sebagai orang benar diumpamakan seperti pohon kurma, yang sanggup tumbuh subur di lingkungan yang tidak kondusif seperti padang gurun. Apa saja sih karakteristik pohon kurma yang Tuhan rindu ada dalam kehidupan kita sebagai orang percaya? r ta Pe

ma

Ke

Pohon kurma tumbuh tegak lurus menjulang ke atas. Tidak bercabang ke kanan atau ke kiri. Orang benar diumpamakan tumbuh lurus ke atas dan tidak menyimpang. Sekalipun kita sedang mengalami masa masa yang tidak enak, pertumbuhan kita tetap lurus, menghadap Tuhan, tidak menyimpang oleh angin maupun cuaca yang tidak baik. K et

iga

du a

Pohon kurma tidak dapat ditahan. Apabila pohon kurma mulai bertumbuh, dan diletakkan suatu batu yang besar dan berat, atau bahkan dibangun rumah di atas tempat pohon kurma itu ditanam, tebak apa yang akan terjadi? Pohon kurma tersebut akan tumbuh menembus batu atau bahkan fondasi dan atap rumah tadi. Orang benar bisa dihimpit seribu satu beban masalah, namun tidak bisa dihambat ataupun ditahan.

Pohon kurma senantiasa hijau dan segar. Tidak seperti pohonpohon tertentu yang hijau cuma tergantung musim (musim gugur dan kering, pohonnya ikut kering). Orang benar senantiasa bertumbuh segar, apapun musim kehidupan yang dialaminya. #021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Single Ke

empat

Ke

Pohon kurma memiliki hati yang paling lembut. Kebanyakan pohon justru memiliki hati yang keras. Ini adalah karakteristik yang sangat penting. Ketika kita terluka, seringkali kita mengeraskan hati kita. Kita berpikir dengan demikian kita bisa menghindari rasa sakit dan perih serta melindungi diri kita. Namun belajar dari pohon kurma, justru dengan memiliki hati yang lembut, kita bertumbuh kuat dan menjadi berkat.

lima

Pohon kurma tidak menghalangi hujan maupun sinar mentari bagi pohon-pohon yang di bawahnya (seperti pohon-pohon jenis lain yang lebih rindang), namun justru melindungi pohon-pohon di bawahnya dari angin panas dan terik matahari yang menyengat. Akibatnya pohonpohon seperti pohon lemon, jeruk, dan lain-lain yang biasanya tidak bisa hidup bertahan di padang gurun, dengan berada di bawah naungan pohon kurma, justru bertumbuh dan menghasilkan buah-buah yang manis, melebihi pohon serupa yang ditanam di lingkungan yang jauh lebih baik.

Source: http://mgadco.wordpress.com/2012/04/20/date-palm-trees-phoenix-dactylifera-from-egypt/

www.majalahpearl.com


enam

Sekalipun pohon kurma diterpa angin gurun, namun debu gurun ini tidak berakumulasi di pohon kurma. Orang benar bisa diterpa berbagai hal yang buruk, namun bisa tetap bebas dari kontaminasi yang jahat.

spot.com/2013/08/ .blog bua hku h-k a l o urm k e i rs a-m r a k er / a :/

tujuh

l tm n.h

So

Ke

p

Pohon kurma panjang umur dan seiring dengan umur yang semakin tua, buah-buahnya semakin manis dan lebat. Semakin lama orang benar di dalam Tuhan, buahnya semakin manis.

di h-

ho po

ur c e :h tt

Ke

Lantas, bagaimana kita bisa tumbuh sebagaimananya pohon kurma di tengah padang gurun yang gersang? Sama seperti pohon kurma yang hanya memiliki satu akar utama, kita pun hanya perlu berakar utama di dalam Kristus. Kristus-lah yang menjadikan kita sebagai orang benar. Dengan berakar di dalam Dia, kitapun akan bertunas dan bertumbuh seperti pohon kurma. Karena itu, selama kita diizinkan Tuhan berada dalam lingkungan “padang gurun�, mari kita fokus untuk berakar yang kuat di dalam Kristus, sehingga kita juga bisa menuai karakteristik dan buah seperti layaknya pohon kurma. Bukan karena sekalipun berada di padang gurun, tetapi justru karena ada di padang gurun. Kiranya Tuhan memampukan kita untuk tumbuh subur dan menghasilkan buah-buah yang manis pada musimnya.

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Letting Go The Need

To Know

WHY

Written by: Grace Suryani Halim Designed by: Julia Rosmawi

Akhir Agustus

Dua garis di testpack. Positif. Yeah!! J akan dapat adik sebentar lagi. Senang? Jelas. Memang sudah direncanakan. Ternyata begitu liat kalender, wow, bayi ini akan lahir tepat ketika umur J 2,5 tahun. Pas lah. Dan dia akan lahir setelah masa ujian Uni berakhir, itu artinya, Daddy akan ada waktu liburan 3 bulan! Yipiee. God’s timing is always the best! Isn’t it?

Dua bercak darah. Something is wrong! Check ke UGD. Urine test, negative. Berdebat dengan suster, yakin bahwa positif hamil. Tes darah, positif, tapi level Hcg terlalu rendah. Diberi obat penguat kandungan, bedrest. Dua minggu yang penuh dengan harap-harap cemas dan ditutup dengan kunjungan ke UGD lagi.

www.majalahpearl.com

“Sorry, Ma’am. You’ve lost the baby.”

Image Courtesy of: http://www.afterninetofive.net/2013/04/letting-go/

Pertengahan Agustus


#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Ada banyak peristiwa di dalam hidup kita yang seakan membuat dunia terasa gelap. “Rasanya aku bukan yang terbaik untukmu deh. Kita putus saja ya.”

“Maaf, perusahaan kami tidak membutuhkan karyawan baru.”

“Ris,daftar nama yang diterima SMUN8 dah keluar. Ada nama gue sama nama Anna, tapi gue kok ga nemu nama loe ya??”

“Bab 2 mu ga jelas nih isinya mau ngomong apa. Revisi lagi dan kasih ke saya 2 hari lagi. Yang saya mau diperbaiki sudah dilingkari pake bolpen merah.”

“Hasil pemeriksaan menunjukkan ada gumpalan. Kita belum tau itu berbahaya atau tidak. Sebaiknya anda cepat menjalani biopsy.”

www.majalahpearl.com

“Dit, pulang. Papa masuk UGD. Stroke..”


Semua itu memunculkan banyak pertanyaan. “Hah? Kok bisa sih??”, “Kalau pada akhirnya harus putus kenapa Tuhan izinkan kita ketemu??”, “Kenapa yang lain diterima dan hanya aku yang tidak?”, Kenapa saya? Kenapa teman yang bahkan nilainya jauh lebih jelek bisa masuk dan gue kagak??”, “Kenapa harus papa saya yang kena?”, “Kenapa harus perusahaan saya yang bangkrut?”, “Kenapa Bu Dosen kayaknya sentimen banget sama gue?” Kenapa dan kenapa. Dan ketika pertanyaan itu tidak terjawab, ketika semuanya terasa tidak masuk akal, ketika orang bertanya kepada kita, “Kok bisa keguguran sih??”, sedangkan itu juga pertanyaan kita… Hati terasa pahit dan yah kita hanya bisa mendesah, “Kenapa Tuhan… Kenapa??? Apa yang salah??” Seolah-olah PASTI ada yang salah. Seolah-olah HARUS ada yang salah. Ada banyak tokoh Alkitab yang sama dengan kita, punya segudang pertanyaan mengapa. Salah satunya adalah Yusuf. Mungkin ia bertanya, “Mengapa ibuku harus meninggal? Mengapa bukan ibu lain yang meninggal?”, “Mengapa saudarasaudaraku iri padaku? Memangnya gue bisa milih lahir dari ibu yang

mana??”, “Mengapa saya harus dijual?”, “Kenapa udah enak-enak di Mesir, sekalipun jadi budak tapi punya posisi sekarang malah jadi tahanan?”, “Kalau memang harus dipenjara kenapa dulu aku dibawa ke Mesir?”, “Kenapa tak ada yang ingat pada kebaikan yang kulakukan?” Kita semua tentu tau akhir dari cerita Yusuf. Dari orang tahanan dia menjadi orang kedua di Mesir dalam hitungan jam. Dari penjara, ia diangkat. Tapi ketika Yusuf menjalaninya, ia juga tidak tau. Lalu bagaimana Yusuf melalui hari-hari dengan segudang pertanyaan?What did Josef do? What should we do?

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


01. Sadar akan penyertaan Tuhan. Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu. Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu. (kejadian 39: 2) Tetapi TUHAN menyertai Yusuf dan melimpahkan kasih setia-Nya kepadanya, dan membuat Yusuf kesayangan bagi kepala penjara itu. (Kejadian 30 :21) Ketika Yusuf ada di perubahan ‘nasib’, dari orang bebas menjadi budak, dan dari budak menjadi

narapidana, Alkitab mencatat sebuah frasa yang diulang. Tetapi TUHAN menyertai Yusuf. Yah, dunia terasa gelap. Yah ada segudang pertanyaan WHY yang tidak terjawab. Tetapi TUHAN menyertai Yusuf/Grace/Tono/ Budi/ANDA. Yah mungkin saat ini Tuhan belum menjawab pertanyaan KENAPA dari kita, yah mungkin juga Tuhan kayaknya diam saja, tapi itu sama sekali tidak berarti bahwa meninggalkan kita. Sebuah kalimat sederhana tapi dengan makna yang dalam. Tetapi Tuhan menyertai kita.

www.majalahpearl.com


02. Life must Go On Kadang hal terberat yang harus dilakukan setelah dunia terasa runtuh, adalah menjalani hidup yang seperti semula. Kegiatan berjalan seperti biasa, tapi kita tau, jauh di dalam hati kita, INI BUKAN KONDISI BIASA! Bagaimana kita bisa berjalan seperti biasa, bekerja seperti biasa, belajar seperti biasa kalau orang terkasih kita terbaring di UGD? Kita cenderung ingin bermalas-malasan dan meratapi nasib. Apakah yang dikerjakan Yusuf? Ia bekerja. Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, (ay 3) Dan kepala penjara tidak mencampuri segala yang dipercayakannya kepada Yusuf, karena TUHAN menyertai dia dan apa yang dikerjakannya dibuat TUHAN berhasil. (ay 23)

Yusuf tetap bekerja. Tidak hanya bekerja seperti biasa, tapi bekerja dengan LUAR BIASA. Kedua ‘majikannya’, Potifar dan kepala penjara, tidak mencampuri pekerjaan Yusuf sama sekali karena mereka percaya kepada Yusuf dan karena mereka MELIHAT bahwa Yusuf disertai Tuhan dan TUHANLAH yang membuat apa yang dikerjakan Yusuf berhasil. Satu hal yang kadang tidak terpikirkan oleh kita, yaitu bahwa Tuhan kadang mengizinkan kita mengalami cobaan, bukan hanya untuk kepentingan kita tapi untuk KERAJAAN-NYA. Supaya orang MELIHAT tangan Tuhan. Supaya orang lain MELIHAT penyertaan dan kuasa Tuhan. Salah satu cara orang bisa melihat karya Tuhan adalah dari apa yang kita lakukan, sikap apa yang kita pilih ketika dunia terasa gelap. Apakah kita mengomel tiada henti, galau setiap hari, atau kita terus menjalani hidup sekalipun gelap dan pekat.

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


03. I’m only a part of God’s BIGGER PLAN. Seringkali yang membuat kita merasa bahwa Tuhan HARUS menjawab semua pertanyaan kita dan kita marah ketika Tuhan punya rencana yang berbeda, adalah karena kita merasa bahwa KITALAH focus dari rencana Tuhan. I’m the center of God’s plan. Rencana Tuhan PASTI untuk kita dan HANYA untuk kita,

Ketika kita menyadari bahwa rencana Tuhan itu tidak hanya untuk kita, tapi juga untuk orang-orang di sekitar kita, bahkan untuk orang-orang yang kita tidak kenal atau bahkan untuk generasi sesudah kita, kita menjadi sadar, apa yang kita alami tidak enak, tapi mungkin itu bisa membawa kebaikkan bagi orang banyak.

Yusuf tidak. Ketika saudara-saudara Yusuf ketakutan bahwa Yusuf akan membalas dendam kepada mereka, inilah jawaban Yusuf.

Kadang hal-hal yang tidak mengenakkan terjadi bukan karena salah siapa-siapa. Bukan salah saya, bukan salah orang lain. Hal itu terjadi karena Tuhan mau membawa rencana-Nya terjadi.

Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, dengan maksud melakukan seperti yang terjadi sekarang ini, yakni memelihara hidup suatu bangsa yang besar. Kejadian 50 :20 Yusuf tidak berkata, Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikanku! Allah telah mereka-rekannya untuk kepentinganku, untuk anak-anakku, untuk diriku. Tidak. Yusuf melihat bahwa dirinya adalah bagian dari rencana Allah untuk… memelihara HIDUP SUATU BANGSA YANG BESAR. www.majalahpearl.com

I’m only a part of God’s bigger plan. Sampai detik ini, saya juga masih tidak tau mengapa Tuhan membawa pulang bayi saya. Ketika orang bertanya, “Kok bisa?”, saya juga tidak bisa menjawab. Karena itu juga pertanyaan saya. Tuhan tidak memberi saya pilihan. Ia tidak bertanya, “Boleh tidak Kuambil bayimu?”, dan well yeah… Ia juga memang tidak harus bertanya. Tapi setelah itu terjadi, Tuhan memberi saya pilihan. Mau terus bertanya,


“Kenapaaa?”, mengurung diri, depresi, galau meratapi, atau percaya sekalipun saya tidak tau kenapa dan mungkin baru akan tau setelah bertemu Dia muka dengan muka. Dan saya memilih yang kedua: stop bertanya “Kenapa?”. Dan mulai bertanya, “Apa rencana-Mu Tuhan? Apa yang harus kulakukan?” Sebagai penutup, saya mau berbagi lirik dari lagu Better than I, lagu yang menjadi soundtrack dari film Joseph The King of Dream. I thought I did what’s right I thought I had the answers I thought I chose the surest road But that road brought me here

For You know better than I You know the way I’ve let go the need to know why For you know better than I

So I put up a fight And told you how to help me Now just when I have given up The truth is coming clear

I saw one cloud and thought it was a sky I saw a bird and thought that I could follow But it was you who taught that bird to fly If I let you reach me will you teach me

You know better than I You know the way I’ve let go the need to know why For you know better than I If this has been a test I cannot see the reason But maybe knowing I don’t know Is part of getting through

For You know better than I You know the way I’ve let go the need to know why I’ll take what answers you supply You know better than I (lyrics By David Campbell)

I try to do what’s best And faith has made it easy To see the best thing I can do Is put my trust in you

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Design by Melissa Halim www.majalahpearl.com

http://www.sxc.hu/browse.phtml?f=download&id=1425734

Writen by Mekar Andaryani Pradipta


Hidup dengan menanggung luka itu sakit, hidup dengan membawa kekecewaan itu rasanya ngga enak, tapi dunia menyediakan banyak alasan untuk terluka. Mungkin banyak diantara kita yang pernah ditinggalkan, ditolak, difitnah, dicaci. Dan nampaknya selama kita masih hidup di dunia, semua hal itu akan menjadi sesuatu yang harus kita hadapi setiap hari. Setelah mengalami semua hal ini, kita mungkin sering mendengar kalimat ini menjadi bagian dari nasihat untuk kita melupakan apa yang kita alami,

Pertanyannya, apakah benar luka kita pasti sembuh seiring berjalannya waktu? Kalau memang waktu menyembuhkan, seharusnya setiap orang hanya perlu menunggu sampai semua luka di hatinya sembuh. Tapi masalahnya, kenapa ada orang yang masih merasa patah hati bahkan setelah puluhan tahun? Kalau benar waktu bisa menyembuhkan, kenapa ada orang yang masih menyimpan dendam pada seseorang yang melukainya di masa lalu. Sepertinya tidak sesederhana itu, bahkan Firman Tuhan-pun mengakui kalau menyembuhkan luka bukan perkara sederhana.

Hanya menunggu luka kita sembuh seiring berjalannya waktu tidak akan membuahkan hasil apa-apa, justru hal itu bisa sangat berbahaya. Seperti halnya luka fisik yang dibiarkan terbuka, rentan pada bakteri yang membuat keadaan lebih parah, demikian pula luka hati. Iblis bisa memakai luka hati kita untuk menumbuhkan akar pahit seperti kebencian dan dendam. Jika tidak diatasi, iblis bisa memakai luka kita untuk membuat kita jatuh ke dalam dosa. Kalau luka fisik saja harus segera diobati, apalagi luka hati. #021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Jadi bagaimana caranya

menyembuhkan hati kita dari luka? Let’s take a look at what the Bible said.

Mazmur 43:5 – The Message Bible "Why are you down in the dumps, dear soul? Why are you crying the blues? Fix my eyes on God--soon I'll be praising again. He puts a smile on my face. He's my God." Perhatikan kata ‘soon’ dan ‘will’. Kedua kata ini menandai sesuatu yang akan terjadi di masa depan. Di dalam Kristus, kita belajar bahwa segala sesuatu ada waktunya. Memperkatakan “This too shall pass...” di masa-masa sukar akan menolong kita mengingat kebenaran ini. Semua masalah di masa sekarang akan lenyap di masa yang akan datang. Akan ada waktu saat Tuhan menaruh senyum di wajah kita dan kita akan memuji pertolongan Tuhan. Dari ayat ini kita belajar bahwa menyembuhkan luka memang berkaitan dengan waktu. Tapi, jangan lupa kalau ayat tadi juga membahas hal lainyang lebih penting, yaitu apa yang harus kita lakukan di saat kita sedang terluka. “Fix your eyes on Me”

www.majalahpearl.com


#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds

hhttp://www.sxc.hu/browse.phtml?f=download&id=627196


Apa artinya memandang kepada Allah

?

Memandang Allah berarti menjadikan-Nya sebagai fokus kehidupan kita. Saat kita fokus kepada Allah, kita dimampukan memahami kebaikan, kesetiaan dan kasih-Nya. Fokus kepada Allah akan membuat kita melihat keadaan kita dari perspektif Ilahi dan pada akhirnya memahami rencana-Nya. Saat kita fokus kepada-Nya, kita tidak lagi berkutat dengan luka hati kita dan tenggelam dalam rasa mengasihani diri sendiri. Fokus kepada Allah akan menjagai pikiran, hati dan perbuatan kita dalam masa-masa sulit karena kita tahu di dalam Kristus selalu ada pengharapan.

www.majalahpearl.com

Menaruh pandangan kita kepada Allah berarti kita memandang Kristus. Kristus yang juga merasakan bagaimana rasanya terluka. Kita mengalami penolakan? Yesus juga – Ia diusir keluar dari kampung-Nya sendiri. Kita merasa disalahpahami? Yesus juga – pengajaran-Nya dicela oleh ahli-ahli Taurat. Kita merasa dikhianati? Yesus juga – Ia diserahkan kepada Para Pemuka Agama oleh salah satu murid yang selama ini berbagi hidup bersama-Nya. Atau mungkin kita merasa ditinggalkan? Yesus juga – pada malam ketika Ia akan disalibkan, murid-murid-Nya lari, bahkan Petrus yang ia sebut batu karang mengaku tidak mengenal-Nya. Respon Yesus terhadap setiap luka seharusnya menjadi respon kita juga. Ia tidak bersungut-sungut, Ia tidak marah kepada Allah, Ia tidak mundur dari pelayanan. Ia tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, Ia tetap mengasihi mereka yang telah melukai-Nya.Ia melepaskan pengampunan. Banyak orang sulit sembuh dari luka hati karena mereka tidak dapat mengampuni. Padahal, pengampunan adalah syarat menuju kesembuhan.


Banyak orang menunggu waktu yang baik untuk mengampuni. Mereka terlebih dahulu menunggu lukanya sembuh, baru memutuskan untuk mengampuni. Kebenarannya justru sebaliknya, mengampuni adalah langkah awal dari kesembuhan. Segera setelah kita mengampuni, saat itulah Tuhan bekerja memulihkan hati kita. Mungkin itulah sebabnya, di dalam kamus Allah, mengampuni bersifar urgent. Atau dengan kata lain mengampuni membutuhkan reaksi cepat. Markus 11:25 Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu. Selama ini kita mungkin berdoa meminta Allah memulihkan hati kita, tapi tanpa pengampunan kita terlebih dahulu terhadap sesama, Allah tidak bisa leluasa bekerja. Dari Markus 11:25, Allah menghubungkan pengampunan dengan doa. Ia ingin kita berdoa ketika kita sudah mengampuni. Dengan kata lain, selama kita belum mengampuni, kita

tidak dapat berdoa. Kita pasti tahu kalau doa adalah nafas kehidupan, yang berarti selama kita tidak mengampuni, kita kehilangan nafas kita. Saat kita tidak mengampuni, kerohanian kita ada di zona bahaya. Kesembuhan luka batin membutuhkan kerja sama antara Allah dan orang yang terluka. Luka hati itu seperti kanker, apabila tidak diambil akan semakin parah dan menjalar. Ketika kita memilih untuk tidak mengampuni, kita sedang menolak Allah mengoperasi hati kita dan mengerjakan kesembuhan. Yesus memiliki banyak alasan untuk membiarkan luka-Nya tidak tersembuhkan, tapi Ia memilih memandang kepada Allah dan membiarkan luka-luka-Nya dipakai untuk kemuliaan Bapa. Dengan menanggung setiap luka, Ia berjalan menuju Salib, menyelesaikan misi-Nya dan membuat kita mengalami janji-janji yang terkandung dalam Salib itu. Yesaya 53:5 “... dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh.�

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


www.majalahpearl.com


Lalu kapan

Tuhan menyembuhkan?

http://www.sxc.hu/browse.phtml?f=download&id=745187

Percayalah bahwa kita sudah menerima kesembuhan luka batin dengan kuasa Salib Kristus. Tapi seperti luka fisik yang butuh waktu untuk sembuh meskipun sudah diobati, demikian pula dengan luka batin. Proses lamanyasetiap orang untuksembuhbisa saja berbeda-beda. Apalagi dalam kemanusiaan kita, yang kadang memberikan respon yang tidak benar dan akhrinyamemperlambat kesembuhan itu. Tapi, bukan kebetulan kalau beberapa versi Alkitab menerjemahkan “Fix your eyes on Me”menjadi “Put your hope in God” dan “Trust God”. Dalam semua proses itu, tetaplah menaruh pengharapan kita kepada Allah sekaligus mempercayai Dia. Allah tahu apa yang harus Ia lakukan untuk menyembuhkan luka kita. Yesaya 30:26 “Maka terang bulan purnama akan seperti terang matahari terik dan terang matahari terik akan tujuh kali ganda, yaitu seperti terangnya tujuh hari, pada waktu TUHAN membalut luka umatnya dan menyembuhkan bekas pukulan.” Tuhan menjanjikan kesembuhan. Tuhan menjanjikan pemulihan. Semua itu adalah bagian yang akan kita terima.

I’m not sure time heals us completely, but I know Christ does.

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


in WEAKNESS

BEAUTY TEXT BY NATALIA

DESIGN BY VERIEDEN

Rasul Paulus berkata dalam 2 Korintus 12:7 bahwa dia diberi duri dalam dagingnya supaya dia jangan meninggikan diri. Ada penafsir yang berpendapat duri dalam dagingnya itu adalah penyakit, ada juga yang bilang sifat Paulus yang pemarah, tidak ada yang tahu pasti. Kalo boleh disama-samain, kayaknya keadaan atau situasi hidup juga bisa jadi duri dalam daging ya. Dalam perjalanan saya ikut Tuhan, salah satu tantangan terbesar adalah kecaman terhadap kinerja saya sebagai ibu. Maksudnya, di-judge dalam hal motherhood. Motherhood memang dunia yang keras. Sejak proses melahirkan kita udah kenyang di-judge soal lahiran normal atau caesar, kasih ASI atau susu formula, pakein pampers atau cloth diapers, dan seterusnya. Seiring berjalannya waktu, kritik, kecaman, dan judgement itu bukannya mereda, tapi makin bertambah terus.

www.majalahpearl.com


Dulu, dengan segunung idealism, saya berusaha sekuat tenaga untuk menjadi the best mother. Bukan cuma buat anak saya, tapi juga buat ego saya pribadi. Saya diam-diam menikmati pujian “supermom” dan merasa diri lebih baik daripada beberapa mama lain. Buat menghibur diri karena “pengorbanan” saya melepaskan atribut dokter dan turun ke dapur jadi ibu RT, saya berusaha sedemikian rupa supaya jadi mama yang maksimal. Apa itu

ngga baik? Tentu saja baik. Ngga baiknya adalah, saya merasa sudah berhasil dan tanpa sadar berhenti mengandalkan Tuhan. Tahun ketiga jadi mama, anak saya didiagnosis ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder atau gangguan memusatkan perhatian dan hiperaktivitas). Seiring bertambahnya umurnya, sebagian kesulitannya berkurang, tapi muncul juga kesulitan-kesulitan lain yang justru makin jelas. Salah satunya masalah perilaku. Ngomong memang selalu lebih gampang daripada menjalani. Menghakimi selalu lebih gampang daripada mengalami sendiri. Karena anak saya tidak bisa duduk tenang, mudah emosi dan frustrasi, “nakal”, papa-mamanya dibilang kurang perhatian. Kalo orang dengar pantangan makan anak saya yang segambreng, mereka bilang saya overprotective. Kalo saya mendisiplin, saya dibilang terlalu keras. Kalo saya biarkan anak saya eksplorasi, manjat dan lari-lari, saya dibilang terlalu membiarkan. Bahkan pernah juga mentah-mentah saya disebut mama yang ngga bener.

http://www.gfymca.org/wp-content/uploads/2010/10/photo201006_0027_02_download_3.jpg

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Untuk menepis omongan-omongan itu, saya berusaha lebih keras jadi mama yang lebih baik lagi. Kadang-kadang berhasil, tapi lebih sering gagalnya. Gagal dengan sukses. Ternyata jadi mama yang paling baik yang saya bisapun tidak bisa meredakan judgement. Saya membiasakan diri untuk ngga ambil pusing dengan komentar orang, tapi selain itu juga ada macem-macem kesulitan silih berganti. Dari masalah sosialisasi, tuntutan akademis dari sekolah, guru yang ngga paham dan ngga ingin paham, rutinitas ketat, pola pikir yang kaku, masalah emosi, sampe urusan insomnia parah yang meliputi episode nangis-tantrum hampir setiap malam selama berminggu-minggu. Berulang kali saya jatuh bangun dan terpuruk. Saya merasa kurang sabar, pernah sampe histeris, sering kali sikap saya juga ketus dan mudah marah. Ternyata saya bukan supermom. Pingin banget kayak mama-mama di TV nan cantik rupawan dan lemah lembut. Tapi saya kok jauhnya kebangetan deh dari mama-mama itu, saya lebih mirip tokoh ibu tiri jadul yang suka ngomel teriak-teriak sambil nyirih dan makan jengkol wkwkwkw... Kadang saya merasa tak berdaya ngeliat begitu banyak pergumulan anak saya di sekolah, juga di rumah, www.majalahpearl.com

TERNYATA SAYA BUKAN

“SUPERMOM�

http://blueeyedbride.com/wp-content/uploads/ 2011/08/supermom.gif

tak berdaya mengubah diri sendiri supaya jadi mama yang lemah lembut dan panjang sabar, tak berdaya menangkis tuduhan-tuduhan si jahat yang hobi me-replay komentar miring yang sering saya terima. Ternyata saya lemah. Image supermom juga dipakai iblis buat memojokkan saya: “Keliatannya aja baik di luar, kalo ngga ada yang lihat kok pake teriak-teriak... Nggak malu tuh, sama tetangga?� Waktu saya lemah terpuruk berurai air mata, saya berseru minta pertolongan Tuhan. Tapi kok Tuhan diem aja ya? Nggak ada tuh suara yang menenangkan saya. Nggak ada damai sejahtera supranatural yang mendadak melingkupi saya. Saya gak mendadak bangkit dan jadi kuat kayak Hulk. Padahal kalo saya baca atau denger kesaksian orang, kok mereka ditolong Tuhan luar biasa?


Kok mereka dapat damai sejahtera yang melampaui segala akal? Kok saya enggak? Kok Tuhan tega ya liat saya nangis-nangis putus asa tapi Tuhan diem aja? How could You, Lord? :(

Kadang-kadang menunggu itu sambil diam saja, kalo memang Tuhan memerintahkan demikian. Kadang-kadang menunggu sambil melakukan bagian kita, artinya melakukan yang baik yang bisa kita lakukan, dan selebihnya biarkan Tuhan melakukan bagian-Nya.

Tanpa saya sadari, Tuhan TIDAK DIAM SAJA! Dia sedang bekerja, walaupun tangan-Nya ngga terlihat oleh saya.

Maka saya tidak lagi berusaha mengubah kepribadian saya. Wong aslinya memang renyah (alih-alih lembut) ya mau dikata apa wkwkwk... Dan saya berhenti brainstorming untuk setiap kesulitan baru yang dialami anak saya.

Maka dengan sabar Tuhan pun mengajari saya lagi, seperti mengajari anak kecil sesuatu yang udah diketahui oleh semua orang. Saya belajar lagi bahwa berserah itu adalah tidak mencari jalan keluar sendiri. Menyerahkan suatu masalah ke Tuhan itu adalah berhenti memikir-mikirkan masalah itu dan menunggu.

SAYA BERDOA LEBIH BANYAK, LALU MENUNGGU

http://natasharitsema.theworldrace.org/blogphotos/theworldrace/natasharitsema/pray.jpg

Saya berusaha berserah seperti kata orang-orang. Gimana sih sebenernya berserah itu? Apa yang harus saya lakukan kalo mau menyerahkan masalah saya sama Tuhan? Gimana caranya?

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Menunggu Tuhan menuntun saya, untuk melakukan sesuatu yang Dia tunjukkan, atau untuk diam saja menantikan pertolongan-Nya.

Ternyata ini yang mau Tuhan ajarkan dalam “diam”-Nya. Dia “membiarkan” saya merasakan kelemahan. “Karena kuasa-Ku menjadi sangat nyata ketika kamu lemah.” 2 Korintus 12:9

(Terjemahan Sederhana Indonesia). Jadi lemah itu bukan sesuatu yang buruk. Hebat dan kuat itu tidak selalu baik. Kalau lemah membuat saya melihat kuasa Tuhan dinyatakan, maka lemah itu indah. Kalau hebat dan kuat membuat saya berhenti mengandalkan Tuhan dan menyombongkan diri, maka hebat dan kuat itu sama sekali tidak baik. Tetapi jawab Tuhan kepadaku: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.” Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, www.majalahpearl.com

http://www.rottentwits.com/photos/large/1157.jpg


Tanpa saya sadari, Tuhan TIDAK DIAM SAJA! Dia sedang bekerja, walaupun tangan-Nya ngga terlihat oleh saya.

di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat. 2 Korintus 12:9-10 Kalo saya lihat ke belakang, ke waktu-waktu yang paling sulit, di mana saya udah desperado abis, beneran loh justru masa-masa itu yang Tuhan pakai luar biasa buat membentuk saya. Waktu di tengah badai persoalan memang mata saya seperti rabun, ngga bisa lihat tangan Tuhan bekerja, hati saya ndablek, susah buat ngerasain kebaikan Tuhan. Tapi setelah badai berlalu, setelah mata saya cukup terang buat memandang karya tangan-Nya, hati saya sudah cukup tenang buat ngerasain kasih setia-Nya, kuasa-Nya, begitu nyata saya lihat dan rasakan. Jadi, next time kalo lagi ngerasa lemah, it’s OK, there’s beauty in weakness. Ingat bahwa kasih karunia Tuhan selalu cukup. Senang dan relalah dalam kelemahan, karena di situlah kuasa Tuhan nyata. ***

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


woman who

touched

Jesus Viryani Kho // Designed by Widia Teja

www.majalahpearl.com


Setiap kali mendengar mengenai a woman who touched Jesus. Apa yang pertama kali melintas di bayangan kalian? Markus 5:25-28 Adalah di situ seorang perempuan yang sudah duabelas tahun lamanya menderita pendarahan. Ia telah berulang-ulang diobati oleh berbagai tabib, sehingga telah dihabiskannya semua yang ada padanya, namun sama sekali tidak ada faedahnya malah sebaliknya keadaannya makin memburuuk. Dia sudah mendengar berita-berita tentang Yesus, maka di tengah-tengah orang banyak itu ia mendekati Yesus dari belakang dan menjamah jubah-Nya. Sebab katanya: "Asal kujamah saja jubah-Nya, aku akan sembuh."

K

isah dari wanita yang menderita pendarahan ini bukan hanya tentang menyentuh jubah-Nya saja. Lebih dari itu, wanita ini telah menyentuh hati Tuhan dengan imannya. Sehingga Tuhan berkenan kepadanya, dan seketika itu juga iman wanita itu menyembuhkannya. Saya pernah selintas membaca di satu artikel yang mengatakan kurang lebih seperti ini, “Kalau kamu menginginkan sesuatu jangan hanya berhenti di doa saja, tapi lakukan tindakan dan miliki iman sampai menyentuh hati-Nya Tuhan. Banyak tokoh di dalam Alkitab yang dapat kita teladani. Bagaimana karakter, tindakan, dan iman mereka dapat menyentuh hati Tuhan dan

menggerakan hati-Nya. So, how we, as a woman touch Jesus, how we can touch His heart? Dari Abraham, kita dapat belajar dari imannya saat ia menunggu 100 tahun untuk mendapatkan anak. Dan kesediaanya menyerahkan hal yang paling berharga kepada Tuhan. Mengetahui dan percaya dengan jelas bahwa Allah tahu apa yang Dia lakukan. Hati Tuhan tergerak karena iman Abraham dan posisi hati yang selalu menaruh Tuhan di tempat pertama. Tuhan menjadikan Abraham, bapa dari segala bapa dan keturunannya akan sebanyak bintang di langit, pasir di pantai dan terus diberkati dengan perkenanan Tuhan.

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Dari Daud, kita belajar kebesaran hatinya untuk tidak membunuh Saul dan menyerahkan hak pembalasan dendam kepada Tuhan, walau Daud mempunyai kesempatan dan mampu untuk melakukannya. Hati Daud yang begitu murni dan tulus telah menggerakan hati Tuhan, sehingga dia disebut a man after My own heart. Dari Raja Salomo, kita dapat belajar banyak hal yang lebih penting dari kekayaan dan tahta. Ketika Tuhan menanyakan apa yang ia inginkan sebagai Raja, Salomo tidak meminta harta dan tahta melainkan ia minta hati yang bijaksana (1 Raja-raja 3:9). Hati Tuhan tergerak dengan permintaan yang tulus itu, sehingga

Ia mengangkat Salomo menjadi raja yang paling bijaksana, dan Tuhan juga memberikan hal yang tidak Salomo minta sebelumnya, riches and honor (ay.12). Hidup baik dan benar pada situasi yang positif mungkin akan mudah untuk dijalani. Namun, respon kita akan sangat berbeda ketika kita dihadapi dengan keadaan yang sulit. Seringkali, saat kita ketika mengalami masalah, atau ada hal yang tidak sesuai dengan ekspektasi kita, kita mulai melenceng dari jalan-Nya. Beberapa bulan lalu, ketika saya sedang sangat terpuruk dengan masalah yang ada, tiba-tiba saya ingatkan lagu ini,

Trust His Heart

All things work for our good Though sometimes we can't See how they could Struggles that break our hearts in two Sometimes blind us to the truth Our Father knows what's best for us His ways are not our own So when your pathway grows dim And you just can't see Him, Remember you're never alone

www.majalahpearl.com

[Chorus] God is too wise to be mistaken God is too good to be unkind So when you don't understand When don't see His plan When you can't trace His hand Trust His Heart


Know His heart, touch His heart, seek His unshakable kingdom and His rightousness and for sure He will touch your life in a way you never imagine before. Cobaan dan apapun yang sedang kita alami sekarang ini, mari kita kembali ingat akan kebaikan Tuhan, kapan ketika kita datang kepada Tuhan dengan sungguh-sungguh dan hati Tuhan tersentuh, sehingga Tuhan meresponi keberadaan kita. Seperti lagu ini mengatakan, our Father knows what’s best for us. God in the bad times, is still God in a good times. God in the day, is still God in the night. Seperti wanita pendarahan yang menyentuh Tuhan, dengan keadaan yang begitu terpuruk pun dia tetap memiliki pemahaman yang luar biasa tentang Tuhan. Maka bukan hanya kesembuhan yang Ia dapatkan, melainkan ada bonus lain yaitu keselamatan yang kekal.

Ketika kita datang kepada Tuhan, bukan hanya untuk mencari berkat semata tetapi sungguh-sungguh mencari hati dan kehendak-Nya. Ketika kita mampu menyentuh hati Tuhan yang terdalam, kita telah memperoleh bagian terpenting, yaitu pengenalan akan pribadi Allah. Semua itu lebih dari cukup untuk memuaskan kita, bahkan ketika Dia tidak memberkati kita dengan cara yang kita mau: kebahagiaan, kekayaan atau kesehatan. Pada akhirnya, bagaimanapun kondisi hidup kita, kita tetap bisa bersyukur karena memahami bahwa “Pengenalan akan Yesus Kristus, Tuhanku, lebih mulia dari pada semuanya.� (Filipi 3:8).

Ia membawa aku keluar ke tempat lapang, Ia menyelamatkan aku, karena Ia berkenan kepadaku. (2 Samuel 22:20)

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


www.majalahpearl.com


text by Felisia Devi design by verieden

http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/5/53/Fresko_des_Josef_Arnold_Pfarrkirche_Lajen.jpg

woman AT THE WELL woman WHO FIND TRUTH

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Kita tentu mengetahui bahwa Alkitab bukan hanya memuat cerita tentang bagaimana Allah berperkara dengan pria, tetapi juga wanita. Sebut saja beberapa di antaranya: 1|

HAWA sebagai wanita yang pertama kali jatuh dosa

2|

SARA yang meragukan apa yang Tuhan janjikan

3|

HAGAR yang tetap dipelihara Allah

4|

RUT dari bangsa Moab yang mendapat kasih karunia Allah

5|

ESTER yang menyelamatkan bangsa Yahudi di Babylonia dari pembantaian

6|

MARIA MAGDALENA yang mengalami pengampunan

7|

MARIA yang melahirkan Yesus

Hidup mereka bukan hidup yang sempurna atau tanpa beban dan masalah, tapi Allah bisa memakai mereka untuk menjadi berkat dan ada dalam penggenapan rencana-Nya. Mereka bisa seperti itu menurut saya karena mereka ada dalam Tuhan dan menemukan iman dalam kebenaran untuk menjalaninya. Menemukan kebenaran merupakan sesuatu yang penting, karena hanya kebenaran yang membuat kita bisa hidup sesuai apa yang Tuhan mau. Tuhan punya cara yang berbeda-beda (personal) terhadap masing-masing

www.majalahpearl.com

kita agar kita bisa menemukan kebenaran itu. Karena Dia yang menciptakan kita tentu Dia yang paling mengetahui bagaimana membuat wanita bisa mengerti kebenaran dan mengalaminya. Mungkin salah satu cerita tentang wanita Samaria yang akan kita gali, akan menginspirasi. Karena saya pribadi menemukan banyak pembelajaran sehubungan dengan bagaimana kerinduan Allah untuk memulihkan kehidupan setiap kita lewat kebenaran.


AMSAL 21:3 Melakukan kebenaran dan keadilan lebih dikenan TUHAN daripada korban.

Di suatu siang yang terik, Yesus yang sedang dalam perjalanan dari Yudea ke Galilea, memutuskan untuk beristirahat sejenak di daerah Samaria yang harus dilewatinya. Sambil menunggu murid-muridNya, Yesus memilih duduk dekat pinggir sumur karena mengalami kelelahan. Tidak lama kemudian datang seorang wanita yang hendak menimba air. Yesus (Y) membuka percakapan dengan wanita Samaria (WS) itu.

Y WS Y

WS

NYONYA, BISAKAH SAYA MEMINTA AIR UNTUK MINUM? Tuan yakin meminta minum kepada saya? Bukankah kaum Anda anti bersosialisasi dengan kaum saya?� YA, YAKIN. KALAU SAJA KAMU TAHU KEBENARAN DAN SIAPA YANG BERBICARA KEPADAMU, PASTI KAMU SENDIRI YANG MINTA MINUM KEPADA SAYA DAN SAYA AKAN MEMBERI KEPADAMU AIR HIDUP. Air Hidup? Air jenis apa itu? Berasal dari dalam sini juga? Yang benar saja Tuan, timba saja Anda tidak punya untuk mengambil air dalam sumur yang sangat dalam ini. Lagipula apa yang Tuan tahu tentang sumur ini, Tuan lebih besar dari Yakub yang memiliki sumur ini sampai bisa menjamin bahwa saya bisa mendapatkan air itu?

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Ketika membaca kisah ini, tiba-tiba muncul pertanyaan, siapakah wanita Samaria ini? Memang tidak secara tersirat disebutkan siapa wanita ini. Yang pasti dia adalah seorang Samaria. Tapi dari beberapa ayat, bisa kita tafsirkan. Saya pernah mendengar dari khotbah tentang salah satu tafsirannya, tentang wanita itu mengambil air pada siang hari, di saat panas terik. Mungkinkah untuk menghindari orang banyak yang biasanya tidak mengambil pada saat panas terik? Dari apa yang Tuhan sebutkan tentang 5 kali perempuan ini menikah, bisa saja wanita ini memang sudah menjadi buah bibir daerah setempat, maka dari situ ia memilih untuk mengambil air di saat tidak biasanya orang lain mengambil air. Intinya wanita ini adalah wanita yang butuh dipulihkan, maka dari itu Yesus memilihnya untuk diajak berdialog. Di awal percakapan kita bisa melihat bahwa Yesus tidak memusingkan budaya bangsa Yahudi yang tidak bergaul dengan orang Samaria, karena mungkin buat Yesus itu hanya menghalangi pekerjaan Allah yang harus Dia lakukan. Sama dengan ketika Yesus mau memulihkan hidup setiap kita, standard dunia yang kita ketahui tidak akan menghalangi pekerjaan Yesus yang mau Dia lakukan dalam hidup setiap kita. Kita juga bisa melihat bahwa wanita Samaria ini awalnya masih www.majalahpearl.com

belum mengerti dengan apa yang Yesus maksud. Pemikirannya hanya sampai pada apa yang kelihatan, sedangkan Yesus bisa melihat lebih ‘dalam’ tentang apa yang wanita ini butuhkan. Tapi Yesus terus memberitahu wanita ini kebenaran-kebenaran. Saya melihat nya sama seperti hidup setiap kita yang kadang tidak bisa langsung mengerti apa maksud Tuhan lewat kebenaran yang kita ketahui atau dengar, tetapi Tuhan selalu punya cara untuk membuat kita bisa mengerti kebenaran-kebenaran-Nya jika kita mau merespon dan haus akan kebenaran-kebenaran-Nya. Sikap seperti ini yang bisa kita teladani dari wanita ini, walaupun pemikirannya masih belum mengerti dengan apa yang Yesus maksudkan, wanita ini mau merespon ajakan Yesus. Ia berkata, “Tuan, saya mau air itu, supaya tidak haus lagi dan tidak perlu kembali ke tempat ini lagi untuk menimba.� Hal inilah yang diperlukan untuk bisa mengerti kebenaran dan mengalami pemulihan, butuh kehausan, ada effort untuk kita terus mengejar Tuhan dan kebenaran-Nya. Lihat saja wanita Samaria ini terus menerus bertanya, memberikan respon pada apa yang Yesus katakan. Dan sekalipun wanita Samaria ini belum bisa mengerti apa maksud Yesus, Yesus tetap menghargai respon dari wanita itu.


Begitu juga sikap Tuhan terhadap kita, Tuhan bukan melihat seberapa banyak kita mengetahui kebenaran, tetapi Tuhan melihat hati kita yang mau terus mengejar-Nya. Yesus mengerti apa yang kita alami atau butuhkan, bahkan sebelum kita sendiri mengerti.

YOHANES 4:19 "Sekarang saya tahu Tuan seorang nabi," kata wanita itu.

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


TIDAK ADA YANG TERSEMBUNYI DI HADAPAN ALLAH. Dari hal ini, kita bisa mengerti bahwa hidup kita di hadapan Tuhan itu terbuka. Tidak ada yang tersembunyi. Yesus mengajak wanita ini berbincang-bincang bukan karena Yesus tidak mengetahui dan mau kepo, tapi untuk membawa wanita ini bisa melihat dan menyadari keadaan dirinya. Kadang saya juga suka berpendapat bahwa proses yang Tuhan kasih itu bertele-tele, tidak bisa dimengerti. Tapi lewat hal ini saya jadi mengerti bahwa saya harus setia dan menikmati setiap proses yang Tuhan ijinkan, karena lewat proses itulah Tuhan membawa saya semakin bisa mengenali diri kita (terutama yang harus diubah) dan memulihkan saya sampai sembuh ketika saya mau terbuka. Seperti wanita ini yang berbicara jujur bahwa memang pria yang hidup bersama dirinya sekarang memang bukan suaminya. Tuhan mau kerendahan hati dan kejujuran hati kita dihadapan-Nya. Karena setelah wanita itu terbuka (jujur), akhirnya wanita ini mengerti suatu kebenaran bahwa yang berbicara kepada-Nya adalah Mesias yang dinantikan. Apakah kalian menyadari bahwa bukan suatu kebetulan Yesus melewati Samaria, berjumpa dan www.majalahpearl.com

berbincang-bincang dengan perempuan Samaria ini? Di balik itu semua, ada kedaulatan Allah. Di dunia ini Yesus fokus melakukan pekerjaan Allah (Yohanes 14:10), jadi apa yang Yesus lakukan adalah apa yang didapat dari Bapa-Nya. Sekalipun Yesus sedang letih dan memang butuh air untuk minum, tapi Yesus lebih mementingkan wanita ini agar ia mengalami perjumpaan dengan kebenaran yang akan memerdekakan hidupnya. Yesus juga mengangkat topik tentang air, bukan saja karena Dia sedang haus, tapi karena Yesus mengetahui apa yang menjadi persoalan wanita ini. HAUS. Haus akan apa? Haus akan kasih, sampai-sampai wanita ini berusaha mencarinya di luar Tuhan, yaitu pada pria. Hidup dengan enam lelaki sampai hari ia bertemu Yesus tidak bisa memuaskan hidupnya. Lewat percakapan itu, Tuhan Yesus ingin memberitahukan kebenaran bahwa apa yang Dia lakukan bukanlah jawaban dari apa yang menjadi pergumulan hidupnya selama ini (kehausan/kekosongan), tapi hanya melalui Kristus-lah dia akan menerima apa yang dibutuhkan.


MATIUS 5:6 Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan.

YOHANES 4:39,42 Banyak orang Samaria penduduk kota itu percaya kepada Yesus, karena wanita itu berkata, "Ia mengatakan kepada saya segala sesuatu yang pernah saya lakukan." Mereka berkata kepada wanita itu, "Kami percaya sekarang, bukan lagi karena apa yang engkau katakan kepada kami, tetapi karena kami sendiri sudah mendengar Dia, dan tahu bahwa Ia memang Penyelamat dunia."

Yesus menyampaikan kebenaran pada wanita Samaria ini lewat apa yang sedang dia lakukan sehari-hari. Dari ini kita bisa belajar bahwa salah satu cara Allah untuk menuntun dan mengajar kita, yaitu lewat kehidupan sehari-hari yang kita alami/temui/lakukan, bukan yang mengawang-awang dan tidak harus selalu “nge-roh�. So, yuk belajar peka sama apa yang Tuhan mau ajar lewat apapun yang kita lakukan atau alami. Ternyata cerita wanita Samaria ini tidak berhenti sampai saat dia mendapat sesuatu yang berharga, yaitu mengerti kebenaran. Selanjutannya diceritakan bahwa setelah wanita ini mengalami perjumpaan dengan Yesus dan kebenaran-Nya, wanita Samaria ini tidak bisa menahan diri untuk menceritakan pengalamannya. Ia terdorong untuk bersaksi pada banyak orang tentang apa yang dialami, sampai apa yang sedang dilakukan pada awalnya (menimba) terlupakan. Akibatnya banyak orang yang bukan hanya percaya, tapi membuat orang lain tertarik juga untuk mengenal dan mengalami Yesus. Apakah teman-teman juga rindu untuk bisa membawa banyak orang untuk percaya dan mengalami Yesus, lewat kesaksian hidup yang kita alami? Praktekan dan alami kebenaran Firman Tuhan itu sendiri. #021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Single

Source: http://all-free-download.com/free-photos/key_metal_home_214064.html

written by Theresia Hutapea designed by Febe

www.majalahpearl.com


“…a wounded spirit who can bear?” (Proverb 18:14) Suatu hari di awal tahun lalu, aku iseng membaca sebuah artikel pengajaran di web pengajar favoritku, Derek Prince. Judul artikel yang aku baca adalah from “Rejection to Acceptance”. Entah bagaimana di antara banyaknya artikel pengajaran di web itu aku tertarik dengan judul “Rejection to Acceptance” itu. Dan ketika aku membaca artikel itu aku merasa, sepertinya artikel itu ditulis khusus buatku, dan aku menangis dengan berlinangan air mata (iyalah, air mata kalo berlinangan iler mah pas bobo ya *garing*)

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Single

Yang aku tau itu pekerjaan Roh Kudus, yang nyentuh sampe kedalaman hatiku, kedalaman yang ngga mungkin dijangkau oleh siapapun juga, kecuali Dia. Aku membuka hati dan mengakui aku terluka, aku merasa tertolak oleh banyak hal dan banyak orang. Menurut Opa Prince *sok akrab*, penolakan dapat diartikan sebagai berikut: Rejection, simply defined, is the sense of being unwanted, the feeling that although you want people to love you, no one does. Or it is wanting to be part of a group, but feeling excluded—somehow always being on the outside looking in. One reason why so many people suffer this problem today is the make-up of our society and its pressures, particularly the break-up of family life‌(Derek Prince) Apakah ada dari teman-teman yang merasa mengalami hal-hal yang ada dalam definisi diatas? Keep on reading yah, the truth will set you free...

www.majalahpearl.com

Aku membuka hati dan mengakui aku terluka, aku merasa tertolak oleh banyak hal dan banyak orang.


Luka yang Dalam Firman Tuhan bilang begini, “Siapa gerangan di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia?� (1 Korintus 2 : 11a)

Jadi yang tahu segala sesuatu didalam diri kita adalah roh kita, pikiran kita tidak. Bisa jadi selama bertahun-tahun kita menyimpan luka yang tidak dsadari oleh pikiran kita sendiri. Bahkan ada beberapa luka yang begitu menyakitkannya sampai pikiran kita menolak untuk mengakuinya.. Intinya luka batin itu ada di bagian terdalam kita, lebih dalam dari kenangan, pikiran atau pengetahuan kita.

Source: http://all-free-download.com/free-photos/sad_woman_202591.html

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Single Ada beberapa orang yang mengalaminya begitu dalam sampai ngga sadar akar permasalahan mereka adalah penolakan. Aku pernah seperti itu, tepat 10 tahun lalu aku dilayani disebuah retret. Dalam sebuah sesi tentang Hati Bapa, aku ditanya apa ada rasa kecewa atau sakit hati dengan orang tua dan aku bilang ngga ada sih. Tapi ketika didoakan, bum! Aku dilawat dan menangis keras sekali, ketika sadar aku mengerti masalahku adalah aku merasa tidak berarti, tidak dikasihi, tidak berharga. Entah darimana datang pemikiran itu, sepertinya terpatri sejak masa kecil, padahal orangtuaku adalah figur yang penuh kasih sayang. Sepertinya karena keadaan fisikku yang berbadan mungil, dan berkacamata tebal aku sering merasa minder dan tidak disukai oleh siapapun.

Orang yang banyak disakiti (terluka) akan cenderung menyakiti orang lain. Kalau kita sering bersikap sinis bahkan kasar sama siapa aja, itu bisa salah satu tandanya.

Selain itu pernah beberapa kali aku melayani mahasiswa yang ketika ditanya ada sakit hati, ada kecewa sama seseorang atau sesuatu bilangnya ngga... tapi pas didoakan dan Roh Kudus mulai bekerja, tiba-tiba www.majalahpearl.com

menangis tersedusedu... tiba-tiba teringat sesuatu. Kenapa bisa seperti itu? kenapa bisa ngga inget? karena akar masalahnya begitu dalam dan tidak ada yang bisa menjangkau kedalaman itu kecuali Roh Kudus.

Gimana sih mendeteksi adanya luka batin itu? Banyak hal, yang paling alami adalah sikap kita... hurting people hurt other people. Orang yang banyak disakiti (terluka) akan cenderung menyakiti orang lain. Kalau kita sering bersikap sinis bahkan kasar sama siapa aja, itu bisa salah satu tandanya. Bersikap terlalu tertutup(minder) karena takut sebuah hubungan akan kembali menyakiti kita... atau bahkan sebaliknya, bersikap terlalu over acting, berlebihan alias lebay alias drama queen to the moon and back. Bisa jadi itu untuk menutup luka dan atau mencari pengakuan. Ada yang jadi kecanduan mengasihani diri sendiri (self pity), nangis sendiri, benci diri sendiri. Banyak yang bertanya kenapa aku harus ada didunia ini Tuhan? Kenapa aku dilahirkan? Untuk apa hidupku? Bahkan sampai menjadi depresi dan


tidak ingin hidup. Atau disisi lain menjadi begitu dingin, dan merasa tidak membutuhkan siapa pun �Emang siapa mereka? Aku juga bisa sendirilah� Well, masih banyak tanda lain, tapi umumnya seperti itu, kadang ada yang bisa memahami dirinya memang tertolak ketika sadar dengan tanda-tanda itu pada dirinya. Namun banyak juga yang ngga sadar dan hanya pekerjaan Roh Kudus yang bisa menyadarkan dan memperlihatkan luka tersembunyi yang harus disembuhkan itu.

Langkah awal Berdoa selalu menjadi langkah pertama untuk sembuh, keterbukaan adalah awal dari pemulihan. Yang pertama terbuka ya sama Tuhan dulu. Ratapan 2 : 19 b.... curahkanlah isi hatimu bagaikan air di hadapan Tuhan... Bilang aja sama Tuhan secara jujur, apa atau siapa aja yang udah bikin kamu terluka. Akui, ampuni dan lepaskan dalam hadirat-Nya. Percayalah selalu ada jawaban dalam hadirat Tuhan. Kalo mungkin ada sesuatu dalam hatimu yang kamu rasa salah, ada yang ngga

enak tapi kamu ngga tau apa akar masalahnya... You can ask Him for help. Biar Roh Kudus yang bukain apa-apa yang tersembunyi. Ada kalanya juga kamu bisa pergi ke seseorang yang kamu percaya untuk bisa doa bareng kamu.

Yesus adalah Jawaban Selama ada di dunia Tuhan Yesus selalu memanggil Allah dengan sebutan Bapa. Namun, saat Ia disalibkan Dia memanggil BapaNya dengan Tuhan... Karena disaat itulah Ia mengambil tempat kita, supaya kita dapat mengambil tempatNya dan memanggil Allah dengan “Bapa�. Saat itu tidak ada jawaban dari Surga, Pribadi yang Ia cintai... BapaNya sendiri menolak-Nya saat itu. Yesus mengalami luka hati yang paling dalam saat itu, begitu tidak tertahankan dan semua untuk aku dan kamu! Supaya kita mengalami penerimaan Bapa. ..He has made us accepted in the One having been loved (Ephesians 1:6) Yesus memberikan jawaban bagi kita yang tidak akan pernah kita temukan dimanapun dan dalam siapapun kecuali di dalam Dia. Penerimaan Bapa adalah salah satu pewahyuan terbesar yang bisa #021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Single kita terima setelah kita menerima keselamatan kita. Penerimaan oleh Pribadi yang sempurna dengan kasih yang sempurna. Ada satu quote yang aku suka (sayangnya ngga jelas siapa yang menciptakan quote ini) He Who knows you perfectly, loves you perfectly. Sadarilah hanya Allah satu-satunya Pribadi yang sempurna, yang menciptakan kamu dan kenal kamu dengan sempurna. Bahkan orang tua kita yang terdekat dengan kita ngga bisa tahu kedalaman hati kita, tapi Allah tahu. Dia tahu segala-galanya, masa lalu dan masa depan kita, kelemahan dan kelebihan kita. Ada orang yang bisa berubah kasihnya ketika tahu kelemhan kita atau kita berbuat kesalahan kepadanya, tapi Allah tidak. Dia mengasihi kita dengan sempurna. seharusnya hal itu lebih dari cukup untuk memberi rasa aman bagi kita untuk terus melangkah dan bertumbuh ngga peduli apapun yang orang bilang tentang kita.

www.majalahpearl.com

Belajar menerima diri sendiri for as he thinks in his heart, so is he‌(Proverbs 23:7a) Seperti apa yang kita pikirkan demikianlah kita. Kalo kita berpikir diri kita tidak berguna, tidak berarti, terlalu cantik *eeh* maka ya seperti itulah kita akan menjadi dan bersikap. Pada kenyataannya banyak yang kita pikirkan adalah kebohongan dari si iblis, ya kan dia bapa segala dusta (Yohanes 8:44). Pernah ngga lagi ibadah kamu pengen angkat tangan nyembah Tuhan? Terus tibatiba ngga jadi karena merasa ngga layak... Bukan perasaan rendah hati ya, tapi tertuduh. Atau lagi ngelamun tiba-tiba ada pikiran yang bilang �Aku ini emang ga guna...�,�Aku emang jelek ...� dst, atau lagi jalan di tempat tinggi terus liat kebawah dan tibatiba dalam pikiran rasanya pengen terjun aja, ngapain juga hidup, toh hidup ngga berarti. Yang seperti itu adalah dusta-dusta iblis, supaya kita


memercayai apapun selain yang firman Tuhan katakan tentang kita. Apa yang firman-Nya katakan tentang kita adalah kenyataan kita. Dan iblis menggunakan banyak hal dan bisikan-bisikan penuh dusta untuk membuat kita percaya yang sebaliknya.

Yesaya 43 : 4 Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu.

Ezekiel 16:14b ... You were completely beautiful because of my glory which I had put on you, says the Lord

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Single Kasih Allah yang sempurna bisa menjadi hanya sebuah pengetahuan atau ayat hapalan atau sejenis sticker dikaca jendela kita (eh masih jaman ya nempel-nempel sticker di jendela? :P) tanpa kita mempercayainya dan mengalaminya secara pribadi. So, kita bisa datang dan duduk di dekat kaki Yesus, mendengarkan firman-Nya dan belajar untuk menikmati kasih-Nya. Dititik inilah kita bisa belajar juga untuk menerima diri kita sendiri, ketika kita percaya betapa besarnya kasih Allah, mudah bagi kita untuk melihat bahwa apapun yang firman Allah katakan tentang kita adalah benar. Karena kita adalah segalagalanya yang firman-Nya katakan tentang kita.

Sesudah kita dipulihkan kita ngga akan lupa sama kejadian atau orang yang buat kita tertolak (kalo lupa berarti kita amnesia kaya adeganadegan di sinetron itu loh hhehehe...) Kamu ngga akan lupa, tapi rasa luka dan sakit yang ada dihati akan hilang saat kita teringat kejadian, tempat atau orang-orang tersebut. Orang bilang waktu akan menyembuhkan, teman-teman akan menyembuhkan, liburan akan menyembuhkan... tapi itu semua sementara. Kesembuhan yang sejati dari luka didalam diri kita hanya didapat didalam Yesus, seutuhnya dan sepenuhnya.

Never belittle yourself. You are God’s workmanship, His masterpiece, that which He’s devoted the most time and care to of all the things He’s ever created in the universe. You are at the top of the list. (Derek Prince)

Kesembuhan yang sejati dari luka didalam diri kita hanya didapat didalam Yesus, seutuhnya dan sepenuhnya. www.majalahpearl.com


K

ami membuka kesempatan bagi Pembaca yang ingin memasang iklan dengan klasifikasi dibawah ini:

Harga iklan: B&W: ½ halaman: Rp.500 ribu, 1 halaman penuh: Rp.800 ribu. Color: ½ halaman: Rp.700 ribu, 1 halaman Rp.1 juta. Iklan akan dimuat di majalah Pearl, dan booklet retreat kami. Dana yang terkumpul akan kami gunakan untuk keperluan retreat tahun ini. Deadline pendaftaran iklan: 15 Juni. For more information and/or pendaftaran iklan, please ccontact Viryani at 083891060990 or majalahpearl@gmail.com dengan subject “iklan”. Bagi teman-teman yang terpanggil untuk memberkati para wanita Allah dengan memberikan persembahan kasih untuk berlangsungnya retreat “Come Away with Me”, silahkan menghubungi Viryani atau email kami tertera diatas. #021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Single

Team majalah Pearl akan mengadakan retreat dengan

A

Source: http://wallpaperswide.com/ladybug_on_a_daisy-wallpapers.html

“ COME

www.majalahpearl.com


Tempat Terbatas!

tema:

with

ME

Away

50

Hanya untuk pendaftar pertama!

Arise my darling, my beautiful one, come away with me. -Song of Solomon 2 : 10

Pembicara: Nelly Handrianto 8 Agustus (sore) - 10 Agustus 2014 @ Sawangan Golf & Resort Depok Rp.500 ribu/orang (Termasuk biaya: akomodasi, transportasi, 3x meals dan 2x snacks/hari, dan buku materi)

Deadline pendaftaran: 30 Juni

(Tapi kalo space penuh sebelum tanggal 30 Juni; maka pendaftaran akan ditutup, dan pendaftar akan masuk waiting list)

For more information, contact Viryani at 083891060990 or email ke majalahpearl@gmail.com. Untuk mendaftar: * Klik DI SINI, atau * layangkan email ke majalahpearl@gmail.com dengan subject “Pendaftaran Pearl”. Mohon cantumkan nama, tanggal lahir, alamat, dan no telp yang dapat dihubungi. #021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Wear

your

Scar &

www.majalahpearl.com


Shine & Written by: Nelly

Designed by: Julia Rosmawi

“Praise the LORD, O my soul, and forget not all his benefits-- who forgives all your sins and heals all your diseases, who redeems your life from the pit and crowns you with love and compassion� (Psalm 103 : 2-4)!

Mereka yang sudah sering baca majalah Pearl dan blog gue, pasti sudah tau cerita kehidupan gue. Buat mereka yang belom tau, gue kasih ringkasannya aja dulu ya. Image Courtesy of:www.shutterstock.com

So, dulu sebelom gue bertobat, gue pernah di abuse sexually sama pacar pertama. Gue harus melayani dia dalam seks, if I refused, he would threaten to hit me. To cut the story short, akhirnya gue bisa lepas dari dia dengan susah payah.

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Image Courtesy of: http://p h o to

s

Tapi setelah itu, kehidupan gue hancur, gue terlibat hubungan seks dengan cowokcowok laen, ngobat, clubbing, berusaha bunuh diri, dll. Semuanya karena gue ngerasa ga ada gunanya hidup lagi di dunia ini. Jadi gue merusak diri sendiri karena merasa diri gue ngga berharga dan gue udah ngga peduli dengan semuanya. h op girl .co m /w p-c o n te nt /

u

G li leed /B 08 0/ 01 /2 ds oa pl

.jpg tter

Setelah gue bertobat, gue mulai bersaksi tentang masa lalu gue. Sewaktu gue masih single pun, gue udah bersaksi di depan banyak orang bagaimana gue kehilangan keperawanan dan bagaimana Yesus menyembuhkan hidup gue. Ngga mudah karena gue masih single tapi gue terbuka bahwa gue udah ngga perawan. www.majalahpearl.com

Ada suatu saat dimana gue lagi bersaksi di depan anakanak sekolah yang jumlahnya bisa sekitar 800 murid di satu aula. Dan salah satu murid berkomentar, dia ngga mau punya cewe yang tidak perawan karena artinya dia cewek bekas. Sakit banget sebenernya hati gue saat itu. But you know what kept me going? Ngga gitu lama setelah kejadian itu, ada satu cewek SMP yang menghampiri gue dan mengaku bahwa dia udah ngga perawan gara-gara waktu SD diperkosa. Selama ini ngga ada yang tahu itu, tapi Dia memberanikan diri menghampiri gue sambil bercucuran air mata. Gue percaya saat itu adalah langkah pertama dia mengalami pemulihan. I took comfort in knowing that kesaksian gue juga membongkar kebusukankebusukan iblis. Gue benerbener benci sama iblis yang memakai seks buat merampas


masa depan orang, terutama cewek-cewek. Saat itu gue ngerasa, kalo memang hati gue harus hancur, dibilang sebagai cewe bekas, tapi gue bisa nyelamatin satu cewek aja, itu cukup buat gue. That was comforting enough for me. That’s what kept me going. Gue inget waktu pertama kali gue bertobat di tahun 2002, ada seorang pastor yang punya karunia nabi yang doain gue. Si pastor itu ngga kenal gue, tapi dia bilang gini, “Tuhan mau menggunakan masa lalumu untuk kemuliaanNya.” Waktu itu gue ngga gitu ngerti, tapi sekarang gue benar-benar mengerti. Nubuatan itu menjadi salah satu hal yang memicu gue untuk tetap maju dan bersaksi meskipun ada orangorang yang anggap gue cewek bekas dipake. Then di tahun 2008, setelah gue kesaksian di sekolah-sekolah, ada seorang

pastor lagi yang bernubuat, “You and your partner will be spiritual parents for the broken. You both will reach multitude of people.” Nah, gue dulu sempet lumayan GR, gue pikir ‘Wah multitude nih. Apa gue bakal kayak Joyce Meyer gitu ya, yang berceramah di depan ribuan orang hahaha...’ Tapi ternyata Tuhan punya rencana lain. Gue baru ngerti ‘multitude’ yang dimaksud Tuhan yaitu lewat blog. Setelah gue menikah, gue baru mendapat conviction to write my past in my blog. Saat itu blog gue udah lumayan banyak pengikut karena gue tulis cerita pertemuan gue dan suami, gimana Tuhan membimbing gue etc, tapi gue ngga pernah blak-blakan tulis tentang masa lalu. Setelah gue tulis soal itu (di tulisan berjudul How I Met Him dan Darah Perawan), ngga sedikit orangorang yang gue ngga kenal

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


kirim message buat curhat. Ngga hanya cewek, cowok pun juga, dengan bermacammacam versi masa lalu dan juga pergumulan mereka. Ngga sedikit cewek-cewek yang kontak gue dan cerita kalo mereka sudah terjebak dalam seks bebas, termasuk di dalam kalangan gereja mereka sendiri. Gue asli gregetan, bukan gregetan sama cewek-cewek ini, tapi sama iblis. I hate him with passion. Berani-beraninya dia utak-atik anak-anak Tuhan, berani-beraninya dia menodai gereja Tuhan. But well, it is because our nature of sin that makes us fall into temptation. Iblis tau banget soal itu dan dia gunain itu sebagai senjatanya. Itulah kenapa gue buka terang-terangan masa lalu gue, his lies, his wicked plan and also His restoration. Misi gue adalah untuk membongkar kebohongankebohongan iblis buat mereka yang sudah jatuh dalam dosa seks dan memberitakan KEBENARAN!

www.majalahpearl.com

The truth is: We are free, we are redeemed, we are dead from our sins and rise again as Christ has risen. No power can stand against Him. The devil can only lie. Be angry at the devil! Selain itu, sekitar 5-6 taon yang lalu gue juga pernah mimpi yang jelas banget. Dan gue percaya mimpi ini dari Tuhan, karena benar-benar berbicara sama gue. Di mimpi itu, gue berada di luar suatu ruangan yang besar. Ruangan itu ada jendelanya, jadi gue bisa liat apa yang terjadi didalam. Gue liat banyak sekali cewekcewek didalam ruangan itu. Dan di langit-langit ruangan itu ada banyak pipa-pipa. Yang keluar deras dari pipa-pipa itu adalah acid. Semua cewek-cewek yang dibawah tersiram acid dari pipa-pipa itu dan semuanya pada teriak-teriak kesakitan. Pokoknya pemandangan yang mengerikan, cewek-cewek


Im ag

e

Co te s ur

yo

:/ ttp f: h ot.com/-N9xfHzERmT4/Ty logsp VbH bp.b Si G / 3. T XI /A

AA A AA A

ini disiksa, kulitnya terbakar oleh acid sampe mengelupas. Ruangan itu penuh dengan teriakan-teriakan kesakitan. Terus gue liat di luar ruangan itu ada orang pakai baju item yang berdiri di dekat keran yang switch the acid on and off. He saw me, when I met his eyes, I was so scared that I ran out of the room. Gue terus lari, dan tiba-tiba gue liat didepan gue ada dua jalan keluar. A

Am

ring.jpg Suffe 00/ s16 s8/ eP u lp Tz Zu I/

Satu adalah jalan yang luas, besar dan kosong. Persis disebelah jalan besar itu ada koridor sempit yang langitlangitnya ada pipa-pipa yang ngucurin acid, sama persis ama yang diruangan sebelumnya. Tapi di sejajaran pancuran acid itu ada emberember yang berisi air. Nah lucunya, di dalam mimpi itu,

gue ngga ambil jalan besar itu, jalan yang plong dan keliatan aman. Gue malah milih lewat koridor yang penuh acid. Lalu tiba-tiba ada seorang cewek di depan gue dan dia tunjukin ke gue gimana ngelewatin koridor itu. Dia ambil ember yang isinya air dan ditumpahin airnya ke badan dia, lalu dia lewatin cucuran acid. Jadi setiap kali dia melewati cucuran acid, dia siram badannya dengan air di ember itu. Dan dia ajarin gue untuk ngelakuin hal yang sama. Cucuran acid itu sama sekali ngga nyakitin kami because of the water that covered our skin. Terus gue bangun, dan mimpi itu jelassss banget dipikiran gue sampe gue nanya Tuhan apa artinya. Dan Tuhan bukain... #021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


oads/ 2013/09/suffering.jpg

im

es .co m/ w

p-c ont ent /upl

Ruangan dimana cewekcewek itu berada, itu seperti keadaan di dunia sekarang. Di dalam alam roh, iblis menyiksa para wanita, bikin cewekcewek ini kesakitan di dalam roh mereka. Mereka menderita, nt ica r a st mereka berteriak kesakitan, mereka .co ww w / / tp: berdosa, dan mereka ngga bisa dan f: ht es y o Image Court ngga mampu keluar dari dosa-dosa seksual mereka. Laki-laki yang pake baju item di luar ruangan itu menggambarkan iblis dan dia yang punya kuasa untuk menyakiti para wanita tadi ,membuat mereka menjadi budaknya, membuat mereka ngga berdaya. Nah, abis gitu ada dua jalan kan, jalan besar dan jalan kecil. Ternyata ini adalah tentang panggilan gue. Kenapa gue ngga milih jalan yang besar dan keliatan aman itu? Ternyata jalan itu menggambarkan, kalo gue ambil jalan itu, emang aman tentram rasanya, tapi somehow, ada kekosongan di sana, karena jalan itu gedeeee banget but it just feels so dead, ngga ada apa-apa. Kalo gue ambil jalan itu, jalan hidup gue akan begitu-begitu saja. Kosong. Nah kalo jalan yang satunya, kecil dan penuh acid. God was telling me something through this little corridor. Waktu gue ambil jalan penuh ancaman ini, membongkar rahasia iblis dll, emang ngga bakalan gampang, tapi Tuhan udah kasih tau caranya untuk www.majalahpearl.com


melewati bahaya. Ingat ember air yang ada disepanjang cucuran acid? Tuhan bilang that was my protection. Gue ngga perlu takut karena ada ember-ember air yang akan cover my skin. Air itu melambangkan Roh Kudus. I just need to be soaked in the Holy Spirit, and He will cover me from all evil. Isn’t that awesome??? God is GREAT!!! Seperti di firman Tuhan bilang, Matthew 7:13 “Enter through the narrow gate. For wide is the gate and broad is the road that leads to destruction, and many enter through it.” Jalan Tuhan adalah jalan yang sempit, jalan yang ngga semua orang mau laluin. So yah, mimpi itu jadi salah satu yang mendorong gue untuk terus maju ‘wearing my scar’. Seperti yang gue udah cerita, ada orang-orang yang butuh mendengar kesaksian gue, tapi juga ada orangorang yang mempunyai pandangan

lain. Ada juga yang merespon dengan shock, kayak ngga percaya. Ada yang ngga berani mendekati gue sehabis gue kesaksian di depan umum atau di suatu event. Ada juga ibu-ibu yang memandang gue dengan pandangan matanya seperti bilang ngga sepatutnya gue ada disana. Kejadian yang paling baru terjadi seminggu lalu. Beberapa bulan lalu, gue nulis blog soal tes keperawanan, dimana gue bikin surat terbuka buat pemimpinpemimpin yang mau ngadain tes keperawanan. Disana gue tulis dari sudut pandang mereka yang sudah hilang keperawanannya, termasuk gue, gimana tes itu akan membawa pengaruh buruk dll. Ngga disangka, tulisan gue itu membludak, di-share sama banyak orang. Dari situ juga banyak cewek-cewek yang gue ngga kenal, menghubungi gue, curhat tentang macem-macem. Ada juga beberapa komen yang masuk dan bahasanya tidak mengenakan. Ada yang malah menuduh gue seperti iblis, ada yang komen gue cewek murahan, ada yang #021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


bilang salah sendiri gue bego dulunya mau kehilangan keperawanan etc. Banyak deh macem-macem komen. Tapi gue selalu inget perkataan pastor gue dulu. Waktu gue baru mulai sering kesaksian di seminar, pastor ini bilang ke gue, “Akan selalu ada two groups of people when they heard of your testimony. Satu grup adalah the broken, the people who need you. Grup satunya lagi adalah mereka yang akan menghakimi.” Yah, so I’m aware, selama gue ngejalanin panggilan gue ini, akan selalu ada two groups of people. And I don’t care about the second group of people. Peduli amat mereka mau menghakimi gue gimana. My past is behind me. And I stand for my testimony. I’m the living proof that God heals and restores. Yes, I was wounded badly before in my past. But I’ve decided to wear my scar and let other people see because I see the hopelessness of those yang sudah kehilangan keperawanan atau yang lagi bergumul tentang seks. Beberapa cewek ini ngga bisa melihat kalo ada masa depan bagi mereka. Mereka kecewa sama diri sendiri, orang lain, rendah diri, malu, dan

www.majalahpearl.com

yang terburuk adalah mereka ngga bisa keluar dari lingkaran seks bebas. Mereka tahu itu bukan kehendak Tuhan, tapi mereka ngga punya kekuatan untuk keluar karena setan terus membohongi mereka. Again, I’m the evidence that God is real. I’m the proof (among so many out there) that God gives a future for His children. I’m the proof that inspite of my sins, God forgave and entrusted me with a godly husband and son. And now together as a family, we are serving Him. I see girls who are restored from their sexual sins, and now they are serving the Lord. Not easy for them, some of them still struggle but God is faithful. Salah satu dari mereka yang gue mentoring jarak jauh (gue kenal dia tiga taun lalu saat dia baca blog gue dan dia komen) akhirnya mengalami pemulihan, dan dia akan menikah dengan anak Tuhan beberapa bulan lagi. Another girl was beyond depressed, she was actually possesed, tried to kill herself a couple of times, sometimes


e.j pg %2B slee v Bmy

heart%2Bon%2

AA A

A

9u 8Ni JH w o/ AA AA

728/ kcA/s

she laughed by herself without reason, then the next second she cried and wailed. When I met her, she couldn’t focus. She kept twisting the Word of God that we asked her to read. So, kita adain doa pelepasan. After few hours of consultation, she finally decided she wanted to get baptised and now, she is in the process of healing.

ag

ou ec

rte

sy

of:

http

bp.blogspot.com/-Oe9h6L ://4. ekw m E/T nd qh

Sp x X fI/ A A

Yes, the wound healed, it didn’t hurt me anymore. But of course, the scars are still there. But I wear my scars proudly because when people see my scars, they will know Jesus is my healer and my redeemer. Do not be ashamed of your battle scars because that is the proof that God is great and devil is a liar. You might ask, what enables me to do all these? Because God spoke. When God spoke, there is power to do the impossible crazy things.

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds

Im

Those are what makes me joyful. To see how God’s children are healed, restored, begin their new life again with God. To show them hope in God is never in vain. The cost of wearing my scars is NOTHING compared to the joy I get, knowing people are released and bondage are broken, and the lying devil is defeated!


Single

“Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” - Lukas 1:38

S

aya rasa semua dari kita udah pasti pernah denger kata-kata ini. Tapi pernah kepikir ngga betapaaa beratnya kata-kata ini? Jujur aja, saya dulu sih cuma ngerasa, “Wow, hebat ya Maria!”, tanpa pernah benar-benar merenung dan mikir sampe sedalem apa sih makna kata-kata ini.

www.majalahpearl.com

Maria adalah contoh nyata dari wanita yang figur kehambaannya patut dilihat dan diteladani. Lihatlah Maria. Respon pertamanya ketika malaikat Tuhan datang adalah, “Tapi saya kan belum punya suami? Bagaimana mungkin?” Mungkin awalnya dia berpikir apa jadinya kalau dia hamil tanpa suami. Dituduh berzinah, diceraikan Yusuf, sampai dilempari dengan batu. Tapi kemudian dia menjawab:


written by Kitty Chen | designed by Febe

“Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.�

perasaan dan air mata itu bukanlah bentuk kelemahan ketika kita memakainya untuk melayani Tuhan.

Duh rasanya lemeees hati ini denger kata-kata kaya begitu.

Menurutmu, apakah Maria menjawab malaikat Tuhan dengan gagah perkasa? Menurutmu, apakah Maria melalui masa-masa dicemooh tanpa air mata? Menurut saya, Maria juga mengalami masa-masa sulit ketika ia harus menerima kedaulatan Tuhan dalam hidupnya. Ia mungkin menangis ketika bicara dengan orang tuanya

Sebagai wanita, Tuhan menciptakan kita sebagai manusia yang didominasi perasaan. Kita banyak dipengaruhi dengan hati kita. Air mata kita mudah tumpah ketika ada sesuatu yang mengena di hati kita. Tapi,

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Single tentang kehamilannya. Ia mungkin menangis dalam perjalanan menuju ke Betlehem dalam kondisi hamil besar. Ia mungkin menangis ketika perutnya mulai mulas namun tidak ada satupun penginapan yang mau menerimanya. Tapi, dalam tangisannya, ia terus berjalan dalam panggilan Tuhan dan menggenapi rencana-Nya. *** Sebagai seorang wanita, saya mungkin ngga pernah diberi tanggung jawab sebesar itu dari Tuhan. Tapi, ada masa-masa dimana saya teriak-teriak sama Tuhan, “Why, God, why? Kan saya udah gini Tuhan, kan saya udah itu Tuhan”. Saya pernah ada di masa saat saya mulai hitung-hitungan dengan Tuhan. And I am totally messed up. Menjadi lembut dibawah kedaulatan Tuhan itu tidak mudah. Jangan samakan kelembutan disini dengan perilaku lemah gemulai. Untuk yang kenal saya personally, semua pasti tau kalau saya bukan tipe wanita yang lemah gemulai, jalannya anggun, dan ngomong pun halus. Konon jalan saya super cepet, gerak juga cepat, ngomong blak-blakan, dan ngga terbiasa sama basa basi.

www.majalahpearl.com

Tapi bagaimanapun “tomboy”-nya saya, saya tidak terbiasa dengan kekasaran, tidak terbiasa dengan ketidak berperasaan’nya, tidak terbiasa kasar dengan siapapun juga. Karena memang Tuhan tidak menaruh adonan itu ketika Dia membentuk saya. Tuhan menginginkan kita hidup dengan kelembutan hati. Every of us are broken creature. Once in our life, kita pasti pernah duduk sendirian dengan air mata yang mengalir, hati yang sakit, feel betrayed, feel lonely, and think that no one besides us. Itu adalah masamasa sukar yang Tuhan ijinkan untuk terjadi. Bukan supaya kemudian kita jadi wanita yang hilang perasaannya, tapi supaya perasaan kita didewasakan. Pada akhirnya perasaan kita dikendalikan oleh Roh Allah dan kita mulai belajar memakainya untuk kemuliaan Tuhan. Bahkan ketika kita menangis, kita menangis untuk apa yang Tuhan ingin kita tangisi. Duluuuu banget ada yang nanya, kalo liat air mata, apa yg pertama kamu bayangin? My answer: “Wanita yang berlutut”. Maksudnya, wanita yang air matanya menyentuh hati Tuhan, berlutut dan berdoa. Di dalam Kristus, air mata yang dipersembahkan bagi Tuhan adalah sesuatu yang berharga.


Ingat, Yesus juga pernah menangis. Ia menangis ketika melihat Yerusalem dan penduduk-penduduknya. Tangisannya bukan tangisan yang egois, yang meratapi dirinya sendiri. Tangisan Yesus adalah tangisan yang digerakkan oleh belas kasihan. Tangisan Yesus adalah tangisan yang berasal dari hati Allah. Wanita, karena Tuhan menciptakan kita sebagai makhluk yang lembut dan penuh perasaan, iblis mencoba sangat keras memakai bagian itu untuk menghancurkan kita. Ia memakai masa-masa sulit untuk mengeraskan hati kita. Ia mengubah kita menjadi wanita yang kehilangan kelembutan perasaan.

Air mataku menjadi makananku siang dan malam, karena sepanjang hari orang berkata kepadaku: “Di mana Allahmu?� Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan? - Mazmur 42:4; 56:9 Wanita, jangan pernah kehilangan air matamu. Jangan pernah kehilangan perasaanmu. Tapi pakai semua itu untuk melayani Tuhan. Berikan air mata dan perasaanmu untuk agenda Tuhan.

Apa yang perlu kita bawa di tangan kita untuk Tuhan hanyalah hati kita. Hati yang seutuhnya, meskipun mungkin hati kita penuh luka, itu saja yang bisa dipersembahkan untuk Tuhan, supaya Ia pulihkan dan jadikan baru.

Di dalam Kristus, air mata yang dipersembahkan bagi Tuhan adalah sesuatu yang berharga. #021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Book Review

By Phillip Yancey Written by Sarah Eliana Design by Melissa Halim Pertama kali membaca buku ini saat saya dalam kondisi sedang sedih-sedihnya, merasa dunia seakan tidak masuk akal dan Tuhan terasa demikian jauh. Buku ini banyak membantu saya menghadapi pergumulan saat itu dan saya sangat merekomendasikan buku ini untuk dibaca oleh teman – teman, baik yang sedang bergumul maupun yang sedang ingin belajar lebih jauh mengenai Tuhan yang kita kasihi. www.majalahpearl.com

Sebagai manusia, kita pasti pernah (atau sering?) melontarkan pertanyaan-pertanyaan ini, “Jika Tuhan adalah Tuhan yang Maha Kasih, kenapa Ia ijinkan penderitaan terjadi di dunia?”, “Where is God?”. “Apakah Tuhan adalah Allah yang jauh, yang hanya duduk di Surga melihat kekacauan yang terjadi di dunia?” “Apakah Tuhan adalah Allah yang membiarkan saja manusia saling bunuh membunuh, anak – anak disiksa, dan wanita – wanita dijual dalam dunia prostitusi?”


“Apakah Ia hanya Allah yang diam saja mengijinkan bencana alam terjadi?” “Apakah Ia Allah yang menciptakan dunia, namun sekarang hanya melihat dari kejauhan apa yang sedang terjadi di muka bumi ini?” “Apakah Ia Allah yang tidak peduli dengan penderitaan yang terjadi dalam hidup manusia?” Dalam buku ini, Phillip Yancey mengulas bahwa Tuhan kita Yesus Kristus bukanlah Allah yang tinggal diam dan tidak peduli dengan apa yang terjadi di muka bumi, dan apa yang terjadi dalam hidup manusia – manusia ciptaanNya. Phillip Yancey memberi banyak contoh dari Alkitab dan dari kehidupan pribadinya sendiri mengenai pain dan suffering. Ia membantu kita melihat kesakitan fisik, emosional dan spiritual yang kita alami, kemudian membantu kita juga untuk mencoba mengerti alasan – alasan dibalik kesakitan dan penderitaan yang kita alami. Ada 3 bagian yang dibahas dalam buku ini, yaitu: Why is there such a thing as pain? Melalui bagian ini, Phill ip Yancey mengemukakan sebuah ide bahwa kesakitan dan penderitaan yang kita alami seringkali adalah sebuah berkat. Disini Phillip Yancey membahas tentang pasien kusta yang tidak dapat

mengalami rasa sakit, dan alih – alih menguntungkan, tanpa rasa sakit, pasien kusta justru seringkali mengalami kerusakan tubuh yang luar biasa. How we respond to pain Disini Phillip Yancey membahas tentang Joni Eareckson Tada yang lumpuh dari leher ke bawah, namun memberi respon yang luar biasa dan justru menjadi berkat bagi banyak orang di seluruh dunia. Selain itu, Phillip Yancey juga membahas tentang para survivors holocaust Perang Dunia II. How can we cope with pain? Dibagian terakhir ini, Phillip Yancey membahas Firman Tuhan dan bagaimana kita dapat memberi respon yang baik saat mengalami penderitaan. Jika teman – teman sedang mempertanyakan tentang kehadiran Tuhan dalam hidupmu, maka saya sangat merekomendasikan buku ini. Atau jika teman – teman terlibat dalam pelayanan pemulihan, saya juga sangat merekomendasikan buku ini.

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Meet A Sister

Meet The Sister Felisia Devi

www.majalahpearl.com


K

ali ini kita akan mengenal lebih dekat seorang gadis manis yang hobinya menulis sambil meringis dan nangis #loh (gak deng, becandaaa‌.piss Fel ^^V). Gadis ini bernama Felisia Devi. Dia adalah penulis sekaligus editor Majalah Pearl. Yuk, kita kenal dia lebih dekat‌

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Meet A Sister

1

HAI FELIS, BOLE GAK CERITAKAN TENTANG DIRI KAMU? LATAR BELAKANG KELUARGA, PEKERJAAN, PENDIDIKAN, WARNA FAVORIT ATAU APA SAJA YANG BOLEH KAMI TAHU TENTANG KAMU ^^V UDAH PUNYA PACAR BELUM? ;) Saya lahir sebagai anak tertua dari 4 bersaudara, semuanya perempuan, dengan orang tua yang memiliki perbedaan keyakinan, Mama Kristen dan Papa non-Kristen. Pendidikan terakhir yang saya ambil adalah D3 Akuntasi di salah satu universitas swasta di Jakarta dan saat ini saya bekerja di sebuah perusahaan. Pekerjaan saya di balik meja, karena saya memang tipe orang yang lebih suka kerja dibelakang layar. Untuk warna, tidak ada warna favorit yang di khususkan, karena menurut saya semua warna yang ada itu memiliki keindahan dan arti tersendiri. Jawaban pertanyaan terakhir, I’m still single dan semakin hari semakin belajar menikmati masa ini.

2

SEKARANG KESIBUKAN FELIS SEHARI-HARI APA YA? Sibuk dengan pekerjaan kantoran sambil melakukan beberapa pelayanan. Karena memang suka menulis dan sejenisnya, saya lebih banyak terlibat pelayanan yang berhubungan dengan bidang ini. Selain terlibat di Pearl, saya juga terlibat kontribusi menulis untuk gereja lokal, website urbanwomen dan tim redaktur tabloid wanita bijak.

www.majalahpearl.com


http://www.elpl.org/images/pen_notebook.jpg

“

Buat saya, bisa ada dalam pelayanan Majalah Pearl ini suatu anugerah dan kesempatan luar biasa yang Tuhan kasih untuk membuat saya semakin belajar, terutama dalam hal menulis.

“

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Meet A Sister

3

4

SUDAH BERAPA LAMA MENJADI PENULIS SEKALIGUS EDITOR MAJALAH PEARL? APA SUKA DUKANYA? Saya menjadi salah satu penulis di Majalah Pearl sejak 2012, sedangkan menjadi editor baru akhir tahun 2013 kemarin. Buat saya, bisa ada dalam pelayanan Majalah Pearl ini suatu anugerah dan kesempatan luar biasa yang Tuhan kasih untuk membuat saya semakin belajar, terutama dalam hal menulis. Sukanya, semakin banyak belajar hal baru dari teman-teman lain dan dari apa yang menjadi job desk-ku. Dukanya so far masih belum nemu, palingan kalau lagi dikejar deadline yang mepet dan bersamaan dengan numpuknya pekerjaan atau deadline lain. Tapi itu juga membuat saya semakin belajar mengatur waktu dan pekerjaan lebih lagi.

TRUSSS, SEJAK KAPAN MENERIMA TUHAN YESUS SEBAGAI JURU SELAMAT? CERITAKAN DONG‌ Seperti yang saya sudah ceritakan diatas, karena perbedaan keyakinan orang tua saya, menjalankan ritual ibadah dua agamapun saya jalani dan membuat saya bingung apa gunanya dan apa bedanya menjadi Kristen dan bukan. Jadi saya memang bukan orang beragama Kristen sejak kecil, tapi bersyukur, mungkin karena saya beberapa kali pernah ikut sekolah minggu, ada beberapa cerita di Alkitab yang nempel dan saya ingat. Pasti karena Tuhan juga sudah merencanakan hidup saya, lewat pergumulan cukup berat yang saya alami sejak kecil (sekilas saya ceritakan di kesaksian). Karena saya juga bersekolah di sekolah Katolik, saya menemukan komunitas sel pada saat SMP yang memang menjadi kebutuhan saya saat itu. Lewat komunitas sel itulah pada tahun 2001 saya memutuskan untuk mulai menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat dalam hidup saya.

www.majalahpearl.com


http://cityrevival.org.my/files/u3/GetConnected.jpg

“

Lewat komunitas sel itulah pada tahun 2001 saya memutuskan untuk mulai menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat dalam hidup saya.

“

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Meet A Sister

5

DENGER-DENGER FELIS PUNYA BLOG YA , CERITAKAN DONG TENTANG BLOGMU, SEJAK KAPAN MENULIS DI BLOG? SIAPA YANG MENGINSIPARI KAMU UNTUK MULAI MENULIS BLOG? Yup, betul. Blog ini memang sesuatu banget dah. Padahal awalnya bikin blog itu hanya iseng dan ikut-ikutan karena saat itu sedang booming blog, jadi tidak ada tujuan jelas. Suatu hari ada temen saya yang merekomendasikan kesaksian dan tulisan dari seorang wanita (Sarah Eliana) lewat blognya. Sejak saat itu saya terus mengikuti update blognya dan para blogger lain. Saya merasa amat sangat diberkati dan tiba-tiba teringat bahwa saya kan juga punya blog. Dari situ saya mencoba melakukan sesuatu lewat blog, siapa tau bisa menjadi berkat juga buat orang lain dengan menulis. Bukan kebetulan waktu itu juga saya kenal dengan seorang yang menginpirasi dan mengajari saya menulis. Saya semakin menemukan dan menikmati Tuhan lewat tulisan, semakin terurus lah blog saya dan karena blog itu juga saya bisa terlibat dalam pelayanan Pearl hari ini.

6

BOLEH TAU GAK MIMPI- MIMPI SEORANG FELIS, DAN APAKAH SUDAH ADA YANG TUHAN WUJUDKAN? Banyak, hehehe... Salah satunya, karena kebetulan suka jalan-jalan, alam dan petualangan, mimpinya pengen keliling Indonesia dari Sabang sampai Merauke, terutama daerah-daerah yang jarang diketahui banyak orang. Menurut saya, menuju lokasi terpencil yang transportasinya kurang memadai itu, punya tantangan sendiri dan juga membuat kita semakin mengenal budaya dan bangsa Indonesia. Tapi ya kalau berbicara soal mimpi itu bisa kebanyakan berhubungan sama mimpi pribadi yang sepertinya tidak akan pernah habis

www.majalahpearl.com


http://earntolearnquickly.com/wp-content/uploads/2013/08/blogging-shout.jpg

“

Saya merasa amat sangat diberkati... Bukan kebetulan waktu itu juga saya kenal dengan seorang yang menginpirasi dan mengajari saya menulis. Saya semakin menemukan dan menikmati Tuhan lewat tulisan...

“

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Meet A Sister untuk dipuaskan dan belum tentu juga semua itu sesuai dengan kehendak Tuhan. Jadi saya juga mau ceritakan dua mimpi (visi) besar (buat saya) yang Tuhan pernah kasih. Yang pertama mimpi untuk pemulihan dan keselamatan untuk keluarga besar saya. Kedua, mimpi untuk ‘pergi’ ke suatu suku/bangsa yang notaben mereka hidup di tanah yang kaya tapi miskin, seperti tikus yang mati dilumbung padi, karena mereka tidak bisa mengelola tanah pusaka mereka. Dengan kata lain, apa yang mereka alami karena mereka tidak mengenal kebenaran dan ada kutuk yang menguasai. Tuhan kasih mimpi-mimpi besar ini, yang memang hanya dengan kasih karunia dan tangan Tuhanlah baru bisa terwujud. Mohon dukungan dan doanya ya, teman-teman.

7 8

KALO KAMU DI MINTA MENGGAMBARKAN DIRIMU DALAM 3 KATA, KATA APA SAJA YANG MENURUTMU PALING TEPAT MENGGAMBARKAN SIAPA KAMU? Ehm, apa ya... 3 kata itu singkat banget. Palingan ini aja deh Thinker, Straight and Perfectionist. Tentu saja tidak menutup kemungkinan hal itu bisa berubah seiring pembelajaran ke depan.

EDISI INI KAN BANYAK MEMBAHAS TENTANG ‘LUKA HATI’ YA, FELIS PERNAH TERLUKA GAK? PELAJARAN APA YANG TUHAN BERIKAN LEWAT APA YANG FELIS ALAMI? Pernah banget dan lumayan banyak mengalami luka, apalagi di masa lalu. Salah satunya aku ceritakan di kesaksian. Banyak hal yang aku belajar ketika aku telah melewatinya. Apapun yang kita alami itu atas ijin Tuhan, Tuhan bukan sengaja mau iseng atau mempermainkan atau ngga ngertiin kita. Justru karena Tuhan sayang dan pengen mendidik kita,

www.majalahpearl.com


http://holeinthegospel.files.wordpress.com/2010/11/mend-broken-2heart.jpg

“

“

Tuhan bukan sengaja mau iseng atau mempermainkan atau ngga ngertiin kita. Justru karena Tuhan sayang dan pengen mendidik kita, Ia ijinkan untuk kebaikan kita. Yang penting ketika kita serahkan ke Tuhan, semua menjadi baik dalam tangan-Nya. Dan yang lebih penting Tuhan mau pakai semua hal itu untuk pekerjaan dan kemuliaan-Nya.

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Meet A Sister

Ia ijinkan untuk kebaikan kita. Yang penting ketika kita serahkan ke Tuhan, semua menjadi baik dalam tangan-Nya. Dan yang lebih penting Tuhan mau pakai semua hal itu untuk pekerjaan dan kemuliaan-Nya.

9

TERAKHIR, APA YANG KAMU HARAP SEMUA WANITA TAHU SAAT INI? Kita memang hidup di akhir dari akhir zaman ini, dimana dunia semakin jahat, dan hari-hari ke depan pun Alkitab bilang juga akan semakin jahat. Semua bisa jadi kebalik, yang benar bisa jadi salah, yang salah bisa jadi benar karena manusia hanya menuruti nafsunya saja. Termasuk orang-orang yang hidup dalam kebenaran akan dibilang aneh, dan akan ada dampak ke iman percaya kita. Saya banyak menemui orang-orang percaya yang mudanya antusias berapi-api, tapi pada akhirnya kerajinannya kendor. Banyak yang bukannya semakin mempertahankan atau mengambil standar Tuhan, tapi justru makin kompromi supaya tidak terlihat aneh di mata dunia. Saya pengen kalian tahu bahwa setiap kita yang tetap hidup dalam kebenaran dan memegang standar Tuhan itu ngga aneh atau freak. Kita jangan kecil hati atau down sekalipun kanan kiri berkomentar apapun tentang hidup kita yang tetap berpegang pada kebenaran. Hidup kita untuk Dia yang sudah menebus hidup kita, bukan untuk dunia. By His Grace, tetap memfokuskan pandangan pada Kristus dan kejar panggilan-Nya, sampai kita mencapai garis akhir dan menerima mahkota kemuliaan dari-Nya. Sekian dulu perbicangan kita dengan Felis, bagi yang ingin mengenal Felis lebih jauh lewat tulisan-tulisannya, silakan mampir ke blognya http://felhis.blogspot.com/

www.majalahpearl.com


http://frama-portal.com/wp-content/uploads/2014/01/2.jpg

“

Saya pengen kalian tahu bahwa setiap kita yang tetap hidup dalam kebenaran dan memegang standar Tuhan itu ngga aneh atau freak. Kita jangan kecil hati atau down sekalipun kanan kiri berkomentar apapun tentang hidup kita yang tetap berpegang pada kebenaran.

“

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


WHEN GOD HEALED US TUHAN Allahku,

aku berseru kepada-Mu minta tolong, dan Engkau menyembuhkan aku.

Setiap kita pasti punya pengalaman yang membuat kita terluka, baik disadari atau tidak, karena kita masih manusia, hidup di dunia, berinteraksi dengan manusia lain. Kadang luka itu besar,kadang lukanya kecil. Tapi, luka kecil sekalipun ulama-lama bisa menjadi besar, jika tidak dibereskan dari awal. Dibawah ini ada cerita dari beberapa dari teman-teman, termasuk saya tentang salah satu pengalaman kami yang pernah mengalami luka atau disakiti. Tapi lewat hal itu, kami semakin mengalami Tuhan dan karena anugerah-Nya, kami sekarang sudah mengalami kesembuhan. Ditangan Tuhan pengalaman terluka itu menjadi suatu pembelajaran dan diubah menjadi kebaikan (Roma 8:28).

Designed by Widia Teja


fd elicia

evi

Ketika saya berumur 7 tahun, saya kehilangan Papi saya dengan cara yang tidak biasa. Papi saya meninggal karena perbuatan orang lain di depan mata saya sendiri. Sejak saat itu kehidupan saya sangat berubah, dari anak kecil yang taunya hanya senang dan main, tiba-tiba harus mencerna dan memikirkan apa yang terjadi dalam kehidupan saya dan sekitar. Bergumul dengan trauma, kesedihan yang sangat karena Papi saya adalah orang terdekat dalam hidup saya, kesepian karena kurang perhatian, menyimpan luka kepahitan yang tidak disadari bertahun-tahun. Hal itu menjadikan saya tumbuh menjadi pribadi yang pendiam, dingin, tertutup, kaku, sensitif, dan cepat emosi. Pernah ada dari keluarga saya yang berkomentar, saya seperti orang stres karena tingkah laku saya yang aneh. Bersyukur saya kenal Tuhan dan menjadikan Dia untuk menjadi Raja di hidup saya. Step by step, lewat

firman-Nya yang hidup, hidup saya dipulihkan. Walau tidak langsung berubah secepat kilat, karena di awal saya kenal Tuhan, saya complain kenapa semua itu harus terjadi dengan saya, Tuhan tidak adil dan bla bla bla. Semakin kenal Tuhan baru saya bisa mengerti apa maksud Tuhan dari segala yang saya alami. Sampai saat ini saya masih terus diproses Tuhan untuk sembuh dari segala luka yang sudah menumpuk selama bertahun-tahun. Tapi saya sangat bersyukur saya bisa mengenal kebenaran dan dibebaskan dari segala hal yang mengikat saya selama ini. Sekarang saya bisa berkata, saya tidak lagi menyesali fakta bahwa saya pernah melewati hal buruk atau menyakitkan, karena lewat hal-hal itulah saya melihat tangan Tuhan dalam hidup saya, melihat pekerjaan-Nya nyata dalam hidup saya dan saya memberi kesaksian pada kalian bahwa Tuhan itu hidup, firman Allah itu hidup dan sungguh memerdekakan. #021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Testimony "Jangan mau dipegang cowo ya! Nanti kamu hamil." Peringatan Mama itu semakin meneguhkan keyakinan saya bahwa pria adalah makhluk jahat yang harus saya jauhi. Ditambah dengan pelecehan yang pernah saya alami oleh pria-pria tidak bertanggung jawab sewaktu saya SD, SMP, SMA, kuliah, bahkan seminggu sebelum saya akan mengikuti camp Wanita Bijak. Setiap kejadian itu semakin meyakinkan saya untuk hidup selibat. Saya merasa tidak butuh dan tidak pernah membutuhkan bantuan pria, sampai Tuhan membuka mata saya tentang kasih persaudaraan. Pria-pria itu adalah adik atau abang saya. Tuhan mengajarkan saya memandang mereka dari kacamata yang berbeda, bahwa mereka adalah partner dalam saya melayani Tuhan dan membangun Kerajaan Allah. Tidak mudah untuk saya mengubah

pandangan ini, tapi Tuhan menantang saya untuk memberi pengampunan pada orang-orang yang pernah melecehkan saya, terutama teman SD saya. Tuhan juga mengajarkan sikap yang lebih hormat dan lemah lembut pada teman-teman pria, serta mengubah pandangan saya terhadap mereka bahwa saya adalah penolong buat mereka untuk maksimal dalam menjadi pemimpin. Bukan proses yang mudah dan tidak terduga, tapi Tuhan menjadikannya mudah. Amarah yang dulu saya pendam pada kaum pria, Ia ubahkan menjadi pengertian dan kasih persaudaraan. Sekarang, setiap kali ada pria-pria tidak bertanggung jawab yang melecehkan (sejauh ini secara verbal), Tuhan menjadikan saya mampu untuk mengampuni dengan cepat, tanpa kompromi.

l f asma

www.majalahpearl.com

rida


p n oppy

Aku punya Kado Patah Hati yang sangat berarti. Kenapa kado? Karena bagiku patah hati adalah sebuah titik balik. Demikian kisah kesaksianku...

Awalnya semua terasa begitu indah, saat aku merasa bahwa Tuhan betul-betul menjawab pergumulan doaku. Saat itu, selama kurang lebih tiga tahun menjomblo, akhirnya aku mempunyai seorang pacar. Tuhan memberikan pacar dengan paket yang sangat lengkap, mulai dari bebet, bibit dan bobot yang sangat sesuai harapan. Kemanapun aku melangkah semuanya terasa begitu indah. Namun hari demi hari, hubungan ini tidak seindah yang kubayangkan. Si pacar mengkhianatiku. Ia punya pacar lain yang menurutnya lebih baik secara fisik, suku, dan latar belakangnya. Hal ini sangat melukaiku. Bahkan pada titik puncak frustasiku, aku sampai pingsan di stasiun Sudirman waktu pulang kantor karena rasa cemburu berlebihan yang membuatku

oviana

kehilangan nafsu makan seharian. Luka itu terus menyerang pikiran dan kesehatanku. Namun melalu proses ini, aku sadar ternyata Allahku yang pencemburu merasakan sakit yang sama! Saat aku meninggalkan-Nya, lebih memperhatikan pacar dan menghabiskan pikiran, perasaan, bahkan tenaga hanya untuk membuktikan rasa cintaku. Aku salah Tuhan! Inilah seruanku dan semua itu sudah menjadi sampah bagiku. Hari ini aku adalah ciptaan yang baru. Tidak ada kasih yang lebih melegakan saat aku menyadari arti hadir-MU Tuhan dalam setiap proses kehidupanku. Pemulihan hatiku bukan karena waktu atau situasi. Pemulihan itu terjadi saat Tuhan menyatakan Kasih-NYA dalam kesulitanku sehingga timbul iman, pengharapan dan kasih kepadaNYA. Terimakasih Tuhan Yesus buat cinta-Mu yang mampu mengubahkanku.

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Testimony

Selama di Swiss, saya pernah terluka oleh seorang pria. To cut the story short, saya merasa sukaaa sekali dengan pria ini, tapi dia tidak seiman. Dari awal saya sudah tahu bahwa ini “hubungan terlarang”, saya ngga boleh main hati dengan dia, dll. Tapi saya ndableg. Sudah tahu ini salah masih tetap saja berhubungan dengan dia. Akhirnya, lama-lama hubungan kami udah jadi friends with alias HTS-an deh…. Wah, HTS itu ngga enak banget. Saya ga pernah mau lagi di-HTS-in pokoknya. Udah jelas hubungannya ngambang, ngga tau mau dibawa kemana, si doi juga kesannya ngga punya komitmen. The point is, I was so blinded, despite the fact that I am fully aware that he’s an unbeliever. I think I just didn’t wanna care or bother with the consequences. Dan kemudian…. Tiba-tiba dia menghilang. Asli saya shock dan kecewa abis. Saya merasa terluka. Di luar fakta bahwa dia pria yang ngga seiman, tetap ga bisa dipungkiri bahwa saya merasa terluka sekali sebagai seorang wanita. Saya bertanya-tanya apa yang salah dengan saya sehingga dia mundur dan ngga menghubungi saya lagi?!? Tiap kali saya ingat dia, saya bisa moody trus nangis. Pokoknya terluka banget hati ini.

www.majalahpearl.com

So girls…. Buat yang lagi di-HTS-in, segeralah keluar dari zona itu! Dan bagi kalian yang lagi di-pdkt cowo, jangan pernah mau untuk di-HTS-in. Pria yang benar-benar pria dan serius dengan kalian akan menjaga hati kalian dan berani mengambil risiko untuk menyatakan maksudnya kepada kalian. Mereka ga akan biarin kalian nebak-nebak hubungan ini mau dibawa kemana yaaa?!

Pria yang benar-benar pria dan serius dengan kalian akan menjaga hati kalian!


Pendek kata, Tuhan memang akhirnya sembuhin lagi hati saya. It’s only by His grace that I can go through all of this. Selama masa pemulihan itu, saya juga belajar lebih banyak tentang Firman yang berkata mengapa kita tidak boleh berpasangan dengan orang-orang yang tidak seiman. Andaikan saya taat sama Tuhan sejak tanda pertama, saya percaya saya tidak akan hancur begini. Buang-buang waktu, energi, dan emosi. Ngga enak banget deh. Apalagi, saya dengan dia itu sudah ada keterikatan emosi…. Dan ini yang paling sulit dilepaskan oleh kita sebagai cewek. Selama proses “lepas” dari dia itu saya juga banyak jatuh bangun. Butuh waktu kira-kira dua bulan bagi saya untuk mengampuni dan melupakan dia. Dan itu ngga gampang karena saya benar-benar super keras kepala. Selama saya berhubungan dengan dia, Tuhan sampai kasih 5 tanda yang menunjukkan His disaproval to our relationship (berhubung tempatnya terbatas, cerita panjangnya kapan-kapan ya hehe...). Tapi ya saya ndableg, sampe akhirnya saya sadar sendiri kalau hubungan ini sudah sangat ngga sehat dan menghancurkan saya.

l v

But anyway, sekarang saya happy karena saya sudah dipulihkan!!

ouisa

eronica #021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Testimony Saya anak pertama dari lima bersaudara, dimana orang tua saya sangat mengharapkan anak pertama yang lahir adalah laki-laki. Tanpa terasa benih-benih penolakan yang saya alami dari orang tua saya terbawa sampai saya menikah dan menjadi ibu. Saya cenderung menentang suami dan sulit mengasihi anak saya. Saat sedang menjalani kehamilan anak kedua, saya mengalami stress berat. Karena anak pertama kami didiagnosa autis ringan, sepanjang kehamilan kedua perasaan takut anak kedua juga akan berkebutuhan khusus mengusik terus. Ada intimidasi perasaan gagal sebagai ibu dan juga istri membuat saya semakin down. suami istri pun acap kali menghiasi hari-hari kami sampai saya melahirkan anak kedua kami.

www.majalahpearl.com

Awalnya saya berpikir ini baby blues, semacam stress pasca melahirkan. Namun hal itu tidak kunjung reda malahan makin intens perasaan beku dan dingin terhadap anak saya. Bersyukur Tuhan baik banget, saat bbm-an dengan seorang teman, dia bilang saya depresi dan disarankan ke psikiater. Awalnya saya enggan untuk menurut sarannya, karena takut dianggap sakit jiwa. Tapi saya percaya tidak ada yg kebetulan, lewat psikitiater yang ternyata juga sesama orang percaya, Tuhan mau menyembuhkan saya. Saya tahu saya bisa pulih dan semakin hari semakin baik karena anugerah-Nya semata. Firman Tuhan yang menjadi rhema waktu masa-masa down itu adalah janji-Nya di Joshua 1. Saya diingatkan untuk menguatkan, meneguhkan dan tidak tawar hati.


Apa yang kami alami hanya sedikit cerita dari apa yang Tuhan bisa lakukan. Mungkin pengalaman dari kami tidak seberapa dengan apa yang teman-teman alami. Tapi percayalah luka apapun yang kalian alami, bisa disembuhkan dalam-Nya. Sampai sekarang Tuhan masih bekerja untuk memberi kesembuhan kepada kami untuk hal lain. Saya percaya Tuhan bukan hanya bisa melakukan ini kepada kami, tetapi juga kepada kalian semua yang bersedia membiarkan Tuhan menyembuhkan segala luka yang pernah kalian alami.

ys

Mazmur 147 : 3 Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka. #021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Testimony

HEAL http://www.gkhealth.com/files/2011/family-violence.jpg

MY WOUNDS

Perkenalkan nama saya Beatryce Valentina, ini adalah kesaksian saya yang kedua yang pernah saya kirimkan ke Majalah Pearl, semoga bisa menjadi berkat buat teman-teman yang membaca :) Sebagian dari kita pasti pernah merasakan luka, entah itu disebabkan oleh keluarga, teman gereja, partner kerja, atau sahabat kita. Luka itu terasa lebih sakit ketika yang melakukan adalah orang yg kita kasihi, orang yang paling kita percaya, atau orang yang justru jadi panutan kita.

written by Beatryce Valentina designed by verieden www.majalahpearl.com


Saya pernah merasakan luka ini sekitar tahun 2003 atau 2004. Saat itu, muncul seorang wanita yang mengakibatkan pertengkaran dalam keluarga kami. Saya masih berumur 18 tahun, dan sampai saat itu keluarga kami tidak pernah bertengkar sehebat itu. Saya benar-benar tidak merasakan damai ketika saya berada di rumah. Kata-kata yang seharusnya tidak pantas diucapkan oleh mama, pintu yang rusak bekas pukulan pisau, baju-baju papa yang dibakar, bekas lemparan batu ke mobil, setiap bertengkar langsung pergi menyetir mobil dengan emosi, pergi ke gereja tapi pulang masing-masing, dan lain sebagainya.

Saya hanya bisa lari ke kamar, mengunci pintunya dan menangis. Saya bisa merasakan sakit hati Mama dengan sikap Papa, merasa dibohongi atau bahkan dikhianati. Ketika Papa mencoba jujur kepada saya, makin tak terbendung lagi air mata yang keluar. Bahkan mama dengan emosinya sampai mengucapkan keinginan berpisah, hal yang dilarang Tuhan dalam sebuah pernikahan. Saya mencoba menasehati mama untuk tidak “kabur� setelah bertengkar dan untuk bisa menahan emosi, bahkan keluarga dan teman gerejapun ikut mendukung dalam doa.

Kalian bisa bayangkan keluarga yang tinggal satu rumah dengan keadaan seperti itu :( Apalagi masalah ini terjadi berlarut-larut dan cukup lama. Karena keluarga kami tidak pernah mengalami hal seperti ini sebelumnya, saya sangat bingungdan tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya berpikir orang tua saya adalah orang dewasa yang seharusnya tahu apa yang baik dan tidak baik, sehingga seharusnya bisa menyelesaikan masalah ini dengan segera. Setiap kali mereka bertengkar, saya tidak ingin ada di antara mereka karena itu sangat menyedihkan.

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Testimony

Saya bertanya kepada Tuhan kenapa ini harus terjadi dalam keluargaku? Dan kenapa harus Papa yang melakukannya? Seorang Ayah yang selama ini jadi panutan buatku... Sampai pada suatu titik saya sudah tidak tahu lagi apa yang harus saya lakukan. Setiap usaha tidak berhasil. Saya hanya bisa berserah kepada Tuhan. Apapun yang Tuhan kehendaki, seburuk apapun itu, termasuk kalau memang orang tua

www.majalahpearl.com

saya harus berpisah, saya akan terima. Berat rasanya ketika saya berdoa seperti ini karena saya tetap yakin bahwa apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia (Mat 19:6b) Pada malam itu tepatnya jam 00.20 tanggal 27 Oktober 2004, Tuhan mengingatkan saya dari (Matius 7:9-11) Adakah seorang dari antara kamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular jika ia meminta ikan? Jadi, jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang disurga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.


Teguran yang saya dapatkan adalah bahwa orang tua tidaklah sempurna, mereka juga manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan, hanya Bapa yang sempurna, yang tak kan pernah melukai :) Sejak malam itulah saya merasa Dia mengangkat beban berat yang selama ini ada di pundak saya, Dia sungguh memulihkan, menjamah dengan Kasih-Nya, memberikan damai-Nya, dan seiring berjalannya waktu Tuhan juga yang memulihkan keluarga kami. Tuhan mengajarkan banyak hal dari kejadian ini, belajar untuk bisa mengampuni, belajar untuk lebih terbuka dalam keluarga, belajar untuk lebih percaya akan setiap pekerjaan tangan Tuhan, dan lebih bersandar lagi pada-Nya. Terimakasih Tuhan untuk kasih-Mu... untuk hadiah-hadiah istimewa dalam hidupku :)

Ketika kita nyaris putus asa, Dia hadir memberikan pengharapan. *God Bless You*

#021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


HOWconnected to get

Ikutin aktif di Majalah Pearl yukkk!!!

1

Kirim surat pendek berisi saran, kritik, ide atau encouragement (tidak lebih dari 10 kalimat) untuk redaksi pearl.Suratmu ini nantinya akan dimuat di rubrik “suratpembaca.”

2

Kirim kesaksianmu untuk dimuat di rubric “kesaksian.” Khusus untuk rubric kesaksian ini kami memberikan tema khusus yang berbeda di setiap edisi.

Have some questions? Kirimkan pertanyaanmu yang akan dijawab oleh beberapa anggota tim redaksi pearl.

3

Mari saksikan kebaikan Tuhan dalam hidupmu :) kami mengundang teman-teman untuk mengirimkan kesaksian dengan tema “Spilling Grace” Sejak menerima Tuhan, apakah adahal-hal baru (karakter, kebiasaan hidup) yang Tuhan tanamkan dalam hidupmu? Apa perubahan terbesar yang kamu alami sejak menerima Tuhan Yesus sebagai Juru Selamat yang kekal? Layangkan kesaksianmu ke majalahpearl@gmail.com (kesaksian tidak lebih dari 1halaman kertas A4 please, Thanks!) www.majalahpearl.com


We’refLOOKING or Graphic Designer

Website Designer

Please help us spread the news :) Currently we are looking graphic designer and website who are willing to use their talents, their time, and their creativity to serve the Lord. So if you are the person or you have any friends who love designing, please introduce this! Please send your sample of artworks to majalahpearl@gmail.com. And please kindly CC to viryani.kho@majalahpearl.com. Each designer will design about two or three article maximum. One article is about 2 spread of A4. Which means the total you will be designing is approximately 4-6spread of A4 with the maximum time period 1week. And the website designer will help us to maintain our website :) Let’s inspire others through your design :) And Pearl magazine is free online magazine; we work willingly for God not for the money. To God be the glory :D

Follow Us!!! on Facebook http://www.facebook.com/majalahpearl

on Blogger http://www.majalahpearl.com #021 (Apr 2014-May 2014) | Heal My Wounds


Behold, I will bring it health and cure, and I will cure them, and will reveal unto them the abundance of peace and truth. - Jeremiah 33: 6 (KJV)

Foto: “I belong� by Elisabetta Dalolio All Rights Reserved


Majalah Pearl 021