Volume
Koran Edents
LPM Edents
3
Dinamika Intelektual Mahasiswa Edisi 8 - 22 April 2019
Berpikir Kritis dan Logis Melalui Lomba Debat
Dari Redaksi Sebagai agent of change, mahasiswa memiliki peran yang sangat krusial dan strategis. Gelar agent of change mengharuskan mahasiswa melakukan kegiatan yang memberikan perubahan ke arah yang semakin baik di lingkungannya. Tidak hanya dituntut berprestasi dibidang akademik, pun pada non akademik mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan sayap. Terlepas dari itu semua, mahasiswa diharapkan dapat menunjukkan peran dan kepeduliannya secara nyata melalui kontribusi langsung terhadap masyarakat maupun lingkungan. Melalui hal tersebut, pada laporan utama kami membahas mengenai acara Soendul Gan, sebagai bentuk kepedulian masyarakat Fakultas Ekonomika dan Bisinis kususnya terhadap lingkungan. Melalui acara pengabdian yang dipelopori oleh BEM FEB, akan dikupas segala hal mengenai lingkungan. Serta, turut kami bahas peran mahasiswa dalam perlombaan NUDC dan KDMI yang hangat diperbincangkan oleh mahasiswa Universitas Diponegoro. Kemudian, kami kabarkan adanya Liga Prestasi di FEB sebagi bentuk apresiasi mahasiswa per jurusan serta ditutup oleh kabar Sekolah Pasar Modal yang menghiasi kegiatan mahasiswa beberapa waktu ini. Kritik saran sangat diperlukan untuk menjadikan LPM Edents menjadi lebih baik, terima kasih.
Kabar Prestasi
Universitas Diponegoro (Undip) tengah melaksanakan rangkaian seleksi National University Debate Championship (NUDC) dan Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia (KDMI). Secara teknis, perlombaan ini memiliki kesamaan tata cara pelaksanaan, yaitu mendebatkan suatu masalah atau mosi oleh tim pro (goverment) dan tim kontra (opposition). Akan tetapi, perbedaan yang paling mencolok adalah bahasa yang digunakan. NUDC mengharuskan peserta menggunakan Bahasa Inggris dan KDMI berbahasa Indonesia. Seleksi NUDC telah terlaksana pada tanggal 23 sampai 24 Maret 2019, sementara KDMI akan dilaksanakan pada tanggal 6 sampai 7 April 2019. Setiap fakultas diwajibkan mengirim tiga tim NUDC dan dua tim KDMI untuk selanjutnya dilakukan penyeleksian tingkat universitas, berlanjut ke tingkat wilayah, nasional, hingga tingkat internasional untuk NUDC. Menilik Urgensi NUDC dan KDMI
Dalam rangka meningkatkan daya saing lulusan perguruan tinggi di era global, Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jendral Pembelajaran dan Kemahasiswaan tahun 2019 mengadakan lomba debat berbahasa Inggris, National University Debating competition dan lomba debat berbahasa Indonesia, Kompetisi Debat Mahasiswa Indonesia yang pada tahun ini, tepatnya bulan Agustus 2019 untuk tingkat nasional. Kompetisi debat yang diselenggarakan oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Pendiddikan Tinggi (Kemenristekdikti) memiliki tujuan yang hampir sama dengan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) dan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres), yaitu melatih mahasiswa untuk dapat berpikir kritis dan logis,
pembicara untuk membahas debat,� ujar Mutiara Megantari, converner dalam kepanitiaan NUDC dan KDMI Undip 2019. Akan tetapi masih ada juga yang belum mengerti, sehingga diadakan sosialisasi tentang bagaimana debat tersebut dilaksanakan. Setelah itu dilaksanakan technical meeting sebelum pelaksanaan lomba, melakukan koreksi ke Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM ) Fakultas dan sering melakukan kontak dengan pihak rektorat agar acara dapat terlaksana dengan baik. Suhu yang Tinggi dalam Kompetisi mempunyai kemampuan analisis yang baik terhadap permasalahan yang ada serta melatih mahasiswa untuk tidak sembarangan menerima informasi. Selain itu, alasan Kemenristekdikti menyelenggarakan NUDC dan KDMI adalah karena pada tingkat internasional telah banyak diselenggarakan kompetisi debat semacam itu. Sosialisasi yang Matang Menuju Acara
Hal pertama yang dilakukan panitia NUDC dan KDMI untuk menyukseskan seleksi lomba adalah sosialisasi. Memang, ada beberapa mahasiswa yang sudah mengetahui mekanisme penyeleksian lomba debat tersebut, karena merupakan anggota dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Undip Debating Forum (UDF) yang didalamnya memang sudah dipersiapkan untuk kompetisi debat. Sementara untuk antisipasi calon peserta yang belum mengetahui tata cara debat, setiap BEM fakultas juga melakukan sosialisasi dan terkadang mengundang UDF sebagai pembicara. “Sebenarnya dari masing-masing BEM Fakultas telah menyediakan fasilitas untuk mahasiswa supaya lebih tahu tentang debat, UKM Undip Debating Forum sendiri kerap diundang di berbagai fakultas sebagai
Tahun ini, jumlah peserta yang mengikuti NUDC dan KDMI dapat dikatakan lebih banyak dan lebih ketat dibandingkan dari tahun kemarin. Kebanyakan dari peserta sudah melakukan persiapan secara matang, sehingga saat pelaksanaan debat masing-masing tim berlomba menampilkan yang terbaik, mengungkapkan opini dan tangggapan yang paling tepat terhadap permasalahan mosi. Hal tersebut membuat dewan juri kesulitan menentukan tim yang terbaik dalam kompetisi debat tersebut.
Pada tingkat perguruan tinggi, seleksi dilakukan untuk menentukan satu tim NUDC terbaik yang terdiri atas dua debater dan satu adjudicator dan satu tim KDMI terbaik yang terdiri atas dua mahasiswa sebagai debater dan satu adjudicator. Untuk hasil seleksi secara keseluruhan akan dipilih juara satu sampai tiga, namun juara satu tidak secara otomatis menjadi wakil Undip pada NUDC dan KDMI tingkat wilayah. Tim debat yang akan mewakili Undip pada tingkat wilayah dipilih dari hasil penilaian pembicara terbaik secara individu (Best Speaker Individual). Selanjutnya, Perguruan tinggi mendaftarkan satu tim NUDC dan satu tim KDMI terbaik ke Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) wilayah masing-masing dengan menggunakan format dan ketentuan yang
FEB Tingkatkan Semangat Berprestasi Melalui Liga Prestasi Prestasi, satu kata yang diinginkan oleh banyak orang, baik siswa, mahasiswa, bahkan orang yang sudah memiliki pekerjaan sekalipun. Bukan sekadar kata, tetapi juga wujud besar dalam pencapaiannya, karena membutuhkan usaha dan kerja keras. Prestasi juga merupakan hal yang difokuskan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) dalam salah satu program kerja yaitu Liga Prestasi. Liga Prestasi adalah program yang memiliki tujuan mengapresiasi mahasiswa berprestasi, khususnya di FEB. Program ini melakukan klasemen pada setiap departemen yang didasarkan pada jumlah mahasiswa berprestasi di masing-masing departemen. Setiap dua bulan sekali akan di umumkan daftar klasemen tingkat pencapaian prestasi. Tujuan dari Liga Prestasi adalah agar dapat memicu departemen di FEB untuk memberikan prestasi kepada FEB. “Tujuannya itu agar dapat memicu para departemen dan juga prodi agar dapat memberikan prestasiprestasi yang lebih lagi,� ujar Valeria Natasha, penanggungjawab Liga Prestasi. Mahasiswa Harus Berprestasi
Meski memiliki tanggung jawab yang sangat besar dalam hal akademik, menjadi seorang mahasiswa tidak hanya dituntut untuk Kordents Volume 3 Edisi 8 - 22 April 2019 Diterbitkan Oleh Lembaga Pers Mahasiswa Edents
memiliki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang tinggi tetapi juga harus mampu menoreh prestasi di luar akademik. Hal inilah yang menjadi dasar pemikiran BEM FEB. BEM FEB memiliki keresahan melihat tingkat pencapaian prestasi di FEB masih sangat rendah. Guna mengatasi hal tersebut BEM selaku organisasi utama mahasiswa membentuk Liga Prestasi dengan melakukan pendataan pada mahasiswa-mahasiswa berprestasi di setiap departemen dan membuat klasemen dari data yang telah diperoleh. Guna menghasilkan urutan klasemen dalam Liga Prestasi dibutuhkan waktu yang cukup lama dan harus dilakukan secara bertahap. Sebagai langkah awal BEM akan melakukan pendataan dengan pengambilan data mengenai mahasiswa-mahasiswa yang berprestasi dari setiap departemen, kemudian akan dilakukan pembobotan nilai. Scoring pada pelaksanaan Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) menjadi tolok ukur penilaian Liga Prestasi. Klasemen Pemicu Bagi Mahasiswa
Salah satu ciri khas dari Liga Prestasi adalah adanya klasemen setiap departemen dimana hal tersebut menunjukkan tingkatan tertinggi sampai terendah dalam jumlah prestasi masing-masing departemen. Jika menelaah lebih
dalam Liga Prestasi memiliki dua peran mendasar selain sebagai apresiasi kepada departeman juga mampu menjadi pemicu bagi mahasiswa untuk mandapat lebih banyak prestasi. Menurut Valeria, bumbu persaingan pasti ada namun hal ini merupakan salah satu pemicu untuk menggapai prestasi lebih banyak lagi karena akan ada reward khusus bagi departemen dengan klasemen teratas yaitu berupa malam anugerah. Tentunya persaingan disini bukan tentang siapa yang menang dan siapa yang kalah, tetapi tentang bagaimana semua mahasiswa berlomba-lomba dan berupaya untuk menggapai prestasi.
memberikan yang terbaik bagi fakultas. Natasha berharap bahwa mahasiswa lebih giat dan gigih dalam upaya menghasilkan prestasi dan menjadi kebanggan, selain itu prestasi harus diraih tidak hanya oleh segelintir mahasiswa tetapi juga oleh seluruh mahasiswa dengan begitu sudah dapat dipastikan tingkat pencapaian prestasi akan meningkat. Karena hal tersebut tentunya tidak hanya berdampak untuk masing-masing individu tetapi juga memiliki dampak secara kolektif khusunya bagi fakultas. (jl)
Pentingnya Apresiasi
Jika membicarakan tentang prestasi akan sangat berkaitan erat dengan penghargaan dan pemberian apresiasi. Apresiasi merupakan hal yang sangat penting dilakukan ketika seseorang berhasil mencapai sesuatu. Tidak terkecuali bagi mahasiswa-mahasiswa yang telah berhasil menggapai prestasi dan mampu mengharumkan nama baik Undip khususnya FEB. Melalui Liga Prestasi ini pemberian apresiasi diberikan kepada masing-masing departemen karena penghitungannya didasarkan pada jumlah keseluruhan dari prestasi setiap departemen. Tetapi tentu saja hal tersebut tidak akan menurunkan semangat mahasiswa untuk
Pemimpin Umum : Dirga Ardian Nugroho; Pemimpin Redaksi : Julian Karinena; Pemimpin Artistik : Rafi' Qurnia Nawandaputra; Editor : Karima Suci Ariani ; Reporter : M. Yusuf, Dhia, Dewima, Rachel Ayu, Cahyani Wulan, Nurul Rohmatun Nisa; Layouting : Kurnia Wulandari Sekretariat : Gedung PKM Lt. 1 FEB Undip, Tembalang Edents Call Center : 024-91181513
Dok. Edents
Kunjungi !
w w w.lpmedents.com
Kordents Vol. 12 Edisi 8-22 April 2019
Laporan Utama
Peduli Lingkungan Melalui Soendul Gan
FEB Undip (23/03) - Telah berlangsung acara Social Environment Education n’ Learning Gan! atau ramai dikenal dengan nama Soendul Gan. Bertempat di Marketing Gallery Kordova Edu Apartement, Ngesrep, acara ini dilatarbelakangi oleh penggantian nama salah satu bidang Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (BEM), Bidang Sosial Masyarakat (Sosmas) menjadi Sosial Masyarakat dan Lingkungan Hidup (Somaliah). Penambahan kata lingkungan dalam nama baru Bidang Sosial Masyarakat FEB turut menambah porsi tanggung jawabnya dalam hal lingkungan hidup, bukan hanya hubungan sosial dengan masyarakat. Fokus utama dari kegiatan ini adalah mengurangi penggunaan plastik, sampah kertas dan bagaimana meningkatkan rasa kepedulian terhadap lingkungan hidup. Harus Lebih Peduli terhadap Lingkungan
Lebih jauh, Soendul Gan dilaksanakan untuk memicu rasa peduli masyarakat, terutama dari lingkungan masyarakat FEB yang memiliki kebiasaan kurang peduli dengan kebersihan lingkungan. Rasa kurang peduli dapat dilihat dari banyaknya sampah bekas minuman dan makanan yang berserakan di kantin “Kita tau, di kantin, kebanyakan orang masih minum dengan sedotan plastik, terus sampahnya tidak dibuang ke tempat sampah, malah dibiarkan begitu saja di meja,” ucap Adhitya Ramadhani, Ketua Bidang Somaliah. Kemudian, Soendul Gan juga dicanangkan menyentuh lingkungan Universitas Diponegoro hingga Indonesia. Untuk mewujudkan hal tersebut, tidak berhenti pada acara talkshow yang telah dilaksanakan. Soendul Gan direncanakan akan memposting pamflet atau infografis yang berisikan materi tentang lingkungan hidup ke sosial media, seperti Instagram dan Line. Postingan akan dilakukan setiap hari Jumat pukul 19.00 WIB, untuk
Kabar Kampus
lebih memaksimalkan tujuan, juga akan diadakan talkshow yang dilaksanakan setiap enam bulan sekali dengan tema lingkungan hidup. Sampah Plastik Menggenang di Bumi Indonesia
Sosialisasi utama lainnya yang digencarkan oleh Soendul Gan adalah pengurangan penggunaan plastik dan kertas dalam kehidupan seharihari. Penggunaan plasik di Indonesia sudah memprihatinkan. Indonesia menjadi negara terbesar kedua dengan konsumsi plastik terbanyak. Sampah saat ini didominasi oleh sampah plastik, sayangnya masyarakat tidak menunjukkan kepeduliannya pada kondisi ini “Indonesia sendiri itu negara kedua sebagai pembuang sampah plastik terbesar di dunia, di laut tepatnya. Kita pakai plastik masih biasa aja Intinya orang Indonesia belum sadar, dampak apa sih yang mereka berikan kepada lingkungan,” terang Adhitya.
Seperti yang diketahui, sampah plastik sulit untuk didaur ulang secara alami oleh tanah dan bakteri pengurai. Butuh sekitar sepuluh tahun untuk mengolah satu buah limbah plastik agar tidak mencemari lingkungan. Bahkan beberapa jenis plastik membutuhkan waktu lebih dari sepuluh tahun penguraian. Dengan meningkatnya konsumsi plastik di Indonesia maka akan semakin banyak pula limbah plastik yang dihasilkan dan lingkungan hidup akan semakin terancam. Tindakan Nyata Lingkungan
Mahasiswa
terhadap
Kepedulian BEM FEB tentang fenomena ini terus digencarkan dengan mensosialisasikan membawa tempat minum, tempat makan, dan kantung belanja sendiri untuk mengurangi penggunaan plastik. Salah satu tagline yang dijunjung oleh Somaliah
adalah “ketika kita tidak bisa memperbaiki lingkungan setidaknya kita dapat menjaganya”. Berarti, ketika tidak mampu memperbaiki keadaan bumi, setidaknya kita dapat menjaga dan merawat bumi agar lebih baik lagi.
Inovasi yang diberikan oleh Somaliah adalah
menyediakan galon dispenser untuk masyarakat FEB. Sehingga mahasiswa hanya perlu membawa botol minum sendiri dari rumah dan mengisinya di kampus. Dispenser juga diletakan di tempat yang strategis yaitu di Gedung PKM FEB, tepatnya di sebelah sekertariat KMW (Kelompok Mahasiswa Wirausaha). Kendala yang dihadapi saat ini belum banyak masyarakat FEB yang menyadari sudah tersedia galon bersama. Sebagian besar dari mereka masih mengira bahwa galon dispenser tersebut milik satu organisasi atau kalangan tertentu. Sehingga diperlukan sosialisasi yang menyeluruh kepada masyarakat FEB agar mereka mengetahui tujuan utama dari penyediaan dispenser ini. Namun banyak respon positif pula yang diterima oleh BEM FEB, terbukti dari setelah beberapa minggu berjalan, galon ini cukup berguna dan ikut mengurangi penggunaan botol plastik.
FEB Undip (23/3) - Bertempat di Hall Gedung C Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) telah berlangsung acara Sekolah Pasar Modal (SPM) oleh organisasi mahasiswa Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM). SPM merupakan salah satu rangkaian acara Diponegoro Capital Market Day (DCMD). Acara ini mengulik dunia pasar modal, lebih jauh membahas tentang penawaran dan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. Pasar modal juga sebagai penghubung atau jembatan antara para investor dengan perusahaan maupun institusi pemerintah melalui perdagangan instrumen jangka panjang seperti obligasi.
perlu dipisahkan waktu pelaksanaanya sebab, untuk memahami transaksi di pasar modal, setiap orang harus memiliki pemahaman dasar secara teoritis terlebih dahulu. Ketika pemahaman teoritis sudah ada, untuk melengkapi pemahaman peserta dan agar peserta mampu melakukan teknik investasi secara benar, maka harus ditambahkan sesi praktek atau analisis teknikal.
Education Talk dan Simulation Time
SPM dibagi menjadi dua sesi pelaksanaan. Sesi pertama adalah Education Talk yang dilaksanakan hari Sabtu, 23 maret 2019, kedua pada hari Minggu, 29 Maret 2019 sesi Simulation Time. Sebenarnya dua sesi ini sama-sama memberikan pengetahuan mengenai kegitan pasar modal secara menyeluruh. Secara konsep dua sesi ini juga saling membangun satu sama lain, dan ketika dua sesi ini dikombinasikan maka akan terlaksanalah acara yang selaras untuk memperluas dan memperdalam pengetahuan peserta mengenai dunia pasar modal. Jika dilihat perbedaannya, Education Talk lebih menekankan pada analisis fundamental, sedangkan Simulation Time menegaskan analisis teknikal dan praktek secara langsung dari kegiatan pasar modal, seperti jual beli saham. Sesi analisis fundamental dan analisis teknikal memang
Di era industri 4.0 sedang marak investasi yang digusung oleh generasi milenial. Oleh sebab itu, pengetahuan mengenai pasar modal dirasa sangat penting agar pemain baru di lahan efek memiliki pegangan untuk berperang dalam transaksi yang identik dengan saham. Acara ini juga dilaksanakan agar peserta dapat memahami tata cara yang benar dalam membangun strategi untuk berinvestasi. “Melalui acara SPM,
LPM Edents FEB Undip
Ditanya mengenai harapan, ketua Bidang Somaliah menjelaskan manusia seharusnya sadar bahwa bumi ini tidak selalu dalam keadaan baik, jika tidak kita rawat maka bumi juga akan semakin buruk keadaannya. Kepedulian terhadap bumi perlu ditanamkan mulai dari diri sendiri. Mulai dari usaha terkecil dan membiasakan untuk merawat lingkungan. Mulai dari selalu membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik, dan melakukan kegiatan lain untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Hal tersebut berlaku kepada semua orang, bukan berarti mahasiswa FEB yang tidak mempelajari lingkungan tidak memiliki peran dalam pelestarian lingkungan. Tanggung jawab pelestarian alam adalah kewajiban semua karena jika alam sudah rusak, rasa penyesalan baru akan muncul. ”Walaupun bidang kita bukan di lingkungan, tapi kita juga belajar etika bisnis. Begitu pun kita dalam berkehidupan, karena kalau alam kita sudah rusak, kita akan menyesal gitu, jadi sebelum alam kita rusak, lebih baik kita memperbaikinya,” tutup Adhitya. (jl)
peserta dapat memahami dunia pasar modal lebih baik lagi, sehingga peserta dapat melakukan investasi dengan teknik dan taktik yang sesuai dengan ketentuan yang ada,” ucap Maryanti Sabrina Sinaga selaku ketua acara.
Acara SPM ini sangat profitable untuk mahasiswa khususnya mahasiswa ekonomi atau generasi muda yang ingin berkecimpung di dunia pasar modal. Dari acara SPM peserta mendapat wawasan mengenai pasar modal yg diperluas dan tentu akan menumbuhkan jiwa investasi. Ketika para peserta mendapat ilmu atau pengetahuan mengenai pasar modal yang dapat diterapkan dan dipraktekkan langsung, maka semangat ambil andil dalam dunia efek dapat meningkat. Seiring berjalannya acara SPM terdapat beberap kendala berupa kendala teknis, namun masih dapat diatasi. Seringnya, kendala yang terjadi diluar kontrol panitia, seperti padamnya listrik saat kegiatan sedang berlangsung. Menanggapi kendala tersebut, panitia merasa lebih tertantang untuk mengambil keputusan secara cepat dan padamnya listrik tidak menggetarkan semangat panitia untuk menyukseskan acara “Ketika listrik padam dan seluruh panitia harus mengambil keputusan saat itu juga. Menurutku itu hal yang sangat menarik karena panitia diwajibkan berpikir dan mengambil keputusan secepat mungkin,” tambah Maryanti. Langkah yang dilakukan panitia saat terjadi padamnya listrik panitia adalalah langusng berkoordinasi dengan petugas FEB Undip. (jl)
lpmedents.com
Laporan Utama
Sambungan halaman 1
Panitia Merasa Tertantang
Edukasi Mengenai Pasar Modal untuk Milenial
Acara ini tergolong sukses. Dilihat dari antusiasme masyarakat FEB dalam penggunaan galon yang bertanggung jawab serta dapat memanfaatkan galon tersebut dengan baik walaupun masih perlu adanya sosialisasi tentang program Soendul Gan. Termasuk pada kegiatan talkshow yang sudah berlangsung, melebihi target peserta “Terus untuk acara talkshow kemarin, kita targetin pesertanya ada 40 orang, dan yang daftar ada sekita 48 orang, hampir 50 oranglah. Jadi buat awal-awal sudah lumayan baik untuk acara Soendul Gan ini,” ujar Adhitya.
Berpikir Kritis dan Logis Melalui Lomba Debat
SPM : Grow Investor in You “The stock market is filled with individuals who know the price of everything, but an empty value” – Philip Fisher
Mulai dari Usaha Terkecil
telah ditetapkan.
Bersambung ke halaman 2Kuota NUDC Ditambah Seleksi tingkat nasional akan diikuti oleh 112 tim NUDC dan 28 tim KDMI yang merupakan pemenang tingkat wilayah I s.d. XIV sesuai kuota. Adapun jumlah keseluruhan peserta NUDC tingkat nasional berjumlah 336 orang yang terdiri atas 224 mahasiwa debaters dan 112 adjudicators, sedangkan jumlah keseluruhan peserta KDMI tingkat nasional berjumlah 112 orang yang terdiri atas 84 mahasiswa debaters dan 28 orang adjudicators. Terdapat hal yang menarik pada pelaksanaan NUDC dan KDMI 2019 terutama pada NUDC. Biasanya NUDC hanya mengirimkan tiga orang, dua orang untuk menjadi tim debater dan satu orang untuk menjadi adjudicator. Sedangkan pada tahun ini panitia mengambil sebanyak enam orang atau dua tim, empat orang sebagai debater dan dua
@tbv2341m
orang sebagai ajudicator. Dikarenakan tahun 2020 kompetisi debat tingkat dunia atau World University Debating Championship (WUDC) diadakan di negara yang dekat dengan Indonesia yaitu Thailand, panitia mencoba untuk mengirimkan dua delegasi untuk mengikuti kompetisi tersebut. Persiapan yang Menjadi Tantangan
Singkat
Kendala yang dihadapi oleh panitia seleksi NUDC dan KDMI 2019 adalah pelaksanaan lomba yang lebih cepat dari tahun sebelumnya dikarenakan Bulan Ramadhan dan libur hari raya. Walupun panitia mempunyai waktu yang relatif singkat, namun mereka tetap memperlihatkan keseriusan dalam mempersiapkan acara dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat dari gencarnya panitia untuk mensosialisasikan acara tersebut serta berusaha menjalin kerja sama dengan pihak rektorat.
Diharapkan output dari NUDC dan KDMI Undip 2019 mampu lolos pada seleksi tahap selanjutnya dan mampu melaju sampai tingkat Internasional. “Semoga tahun ini delegasi yang dikirimkan lebih baik dan dapat menghasilkan prestasi yang jauh lebih bagus, semoga NUDC
@lpmedents