Skip to main content

Koran Edents Vol. 8 Tahun 2020

Page 1

Koran Edents LPM Edents

Volume

08

Dinamika Intelektual Mahasiswa Edisi 3 - 17 Oktober 2020

Dari Redaksi Berbagai cara dapat dilakukan untuk memanfaatkan momen perkuliahan secara online. Meskipun tanpa melalui tatap muka, berbagai kegiatan tetap dapat terlaksana, bahkan dilakukan perbaikan. Dengan beristirahatnya sebagian besar fasilitas yang ada, dapat menjadi kesempatan untuk melakukan pembaharuan. Metode pelaksanaan kegiatan yang baru juga dapat menjadi peluang untuk pencetusan ide-ide yang belum pernah ada sebelumnya. Manusia pada saat ini sebaiknya dapat memanfaatkan kesempitan yang ada menjadi sebuah peluang yang menjanjikan. Koran Edents Volume 8 menyajikan berita seru dengan menggambarkan kegiatan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) yang patut ditunggu. Laporan Utama 1 melaporkan mengenai Public Hearing II yang membahas mengenai sarana dan prasarana kampus. Tidak kalah, Laporan Utama 2 membahas tentang pelaksanaan pembukaan Training Legislatif FEB Undip yang dilaksanakan perdana secara online. Kabar Kampus diisi oleh liputan tentang Business Talk sebagai program kerja pertama Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam. Terakhir, rubrik Kabar Prestasi mengulik soal spray anti nyamuk dari umbi rumput teki yang lolos pendanaan PKM. Kami dari redaksi memohon maaf apabila terdapat kesalahan atau kekeliruan penulisan dalam koran ini. Kritik dan saran sangat diperlukan untuk menjadikan LPM Edents menjadi lebih baik lagi. Selamat membaca!

Public Hearing II : Optimalisasi Sarana Prasarana Kampus Selama Daring FEB Undip (12/9) - Telah berlangsung acara Public Hearing II yang diadakan oleh Senat Mahasiswa (SM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip). Public Hearing II ini diselenggarakan pada pukul 12.30 WIB melalui platform Microsoft Teams. Acara tersebut merupakan lanjutan dari Public Hearing I yang telah dilaksanakan beberapa waktu sebelumnya dengan tajuk “Aku, Kamu, dan Covid-19”.

Acara dilaksanakan dengan tujuan untuk memfasilitasi mahasiswa dalam menyalurkan aspirasi terkait sarana dan prasarana serta untuk menjaga hubungan baik antar civitas akademika FEB Undip. Sejalan dengan keluh kesah mahasiswa selama menjalankan kuliah online, Public Hearing kali ini mengangkat tema “Kuliah Online, Apa Kabar Sarana Prasarana Kampusku?” Acara dipandu oleh moderator dan diisi oleh Dr. Warsito Kawedar, SE., M.Si., Ak. selaku Wakil Dekan Bidang Sumber Daya FEB Undip. Acara dibagi ke dalam tiga sesi pembahasan. Sesi pertama membahas mengenai survei, yang kedua mengenai tindak lanjut proposal, dan yang terakhir berupa sesi tanya jawab. Hasil Survei Diagram dan Wawancara

Sesi pertama difokuskan untuk membahas mengenai survei keluh kesah yang telah diisi oleh sejumlah mahasiswa FEB Undip. Hasil utama dari survei tersebut yaitu mengenai kebersihan dan kerapian sarana dan prasarana. Terdapat juga permasalahan tentang lahan parkir motor yang dirasa kurang luas dan kurang rapi, serta permasalahan parkir mobil yang jaraknya jauh dari gedung perkuliahan. Dikatakan oleh Warsito bahwa jarak parkir mobil yang jauh dengan gedung FEB merupakan ketentuan universitas yang secara tidak langsung menginginkan mahasiswanya mengurangi penggunan kendaraan roda empat sebagai transportasi perkuliahan. Untuk permasalahan parkir motor yang dirasa kurang luas, perlu diketahui bahwa FEB sedang mengusahakan perizinan pemanfaatan lahan di sebelah timur kolam resapan yang kepemilikannya ada pada pihak Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND). Permasalahan lain yang dibahas adalah keluhan mengenai kurangnya kebersihan Dome yang jika

Kabar Kampus

Pembahasan berikutnya adalah mengenai kesiapan FEB dalam mematuhi protokol kesehatan pasca Covid-19. Warsito menjelaskan bahwa pihak fakultas telah menambah jumlah keran air di beberapa tempat, seperti di lapangan basket dan di depan semua gedung FEB, menyediakan beberapa hand sanitizer dan membuat peraturan-peraturan yang harus dipatuhi mahasiswa ke depannya. Tindak Lanjut Pengajuan Proposal

Memasuki sesi kedua, membahas mengenai proposal yang sudah diajukan oleh pihak SM FEB Undip kepada Warsito pada bulan Agustus lalu. Lantas, terkait tindak lanjut Warsito mengenai proposal, pihak SM FEB merasa sudah terijawab dengan baik. Sebagian permasalahan tersebut sudah diselesaikan, namun ada juga yang masih tahap proses realisasi. Konsep pembangunan yang diusung oleh pihak fakultas dapat dikatakan menarik perhatian mahasiswa. Disampaikan juga oleh Warsito bahwa dalam pengerjaan atau perbaikan sarana dan prasarana kampus akan dilakukan secara bertahap. “Mengapa dilakukan bergilir? Karena pertama, terbatas dalam

Dok. Edents

hal budget. Jadi, mungkin kita dari hal yang besar dulu nanti baru masalah yang kecil-kecil itu sambil jalan atau berdasarkan prioritas yang membahayakan pemakai. Dan yang kedua kalau itu merupakan layanan utama seperti AC, itu kan layanan utama atau kayak kemarin tembok yang bolong,” ujar Warsito. Diskusi Bersama Wakil Dekan

Dalam sesi diskusi ini moderator mempersilakan peserta untuk memberikan saran atau pertanyaan. Saran pertama adalah mengenai perbaikan pintu ATM Mandiri yang tidak dapat ditutup dengan baik. Menanggapi hal tersebut, Warsito menjelaskan bahwa ATM yang berada di FEB sepenuhnya merupakan tanggung jawab dari pihak bank itu sendiri. Namun, nantinya keluhan itu akan disampaikan olehnya kepada pihak yang memang berhak menangani. Kedua, terkait fungsi dan denda kartu parkir yang dirasa cukup mahal dibandingkan fakultas lainnya. Menurut Warsito, alasan diberlakukannya sistem pemakaian kartu parkir ialah agar mahasiswa yang keluar-masuk kampus dapat terkontrol serta dapat meminimalisir kejahatan seperti pencurian motor. Sementara, perihal denda bagi yang menghilangkan kartu parkir, diharapkan mahasiswa lebih disiplin sebagaimana memberikan efek jera kepada orang yang telah menghilangkan kartu parkir. Terkait apakah denda akan diturunkan atau tidak, Warsito akan berdiskusi terlebih dahulu untuk menetapkan kebijakannya. Harjum Muharam, selaku Ketua Departemen Manajemen FEB Undip, di sisi lain menginginkan denda tersebut untuk dinaikkan agar peristiwa kehilangan motor tidak terulang kembali. Selain itu, ia juga memberikan saran bagi mahasiswa yang knalpot motornya berisik atau tidak sesuai standar sebaiknya tidak diperkenankan memasuki area kampus. Harjum selanjutnya berpendapat bahwa sebaiknya FEB memiliki drop zone untuk ojek online. Di penghujung acara, Warsito menyampaikan pesan kepada mahasiswa FEB Undip agar senantiasa membuang sampah pada tempatnya ketika berada di area kampus. “Pesan saya buanglah sampah pada tempatnya. Itu saja sudah bersyukur saya. Jadi, kalau sampah itu sudah dibuang pada tempatnya sudah mendukung kebersihan kampus, mengurangi beban tim kebersihan fakultas, karena juga jumlahnya terbatas. Dan nanti kalau melihat pojok-pojok area yang belum ada tempat sampahnya tolong beri tahu saya,” tuturnya. (amd)

Bussiness Talk, Belajar Strategi Bisnis di Masa Pandemi

FEB Undip (11/9) – Pada hari Jumat, telah diadakan Business Talk melalui Microsoft Teams yang diselenggarakan oleh salah satu organisasi mahasiswa (ormawa) Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro (FEB UNDIP) yaitu Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam (HMEI). Business Talk sendiri merupakan acara bincang-bincang dengan mahasiswa yang tertarik dengan bisnis dengan menghadirkan pembicara yang telah terjun ke dalam dunia bisnis guna membagikan pengalamannya. Latar Belakang dan Tujuan Diadakannya Business Talk

Latar belakang diadakannya Business Talk ini sebenarnya guna menggantikan salah satu acara yang tidak bisa terlaksana dikarenakan adanya pandemi Covid-19. Hal tersebut diungkap langsung oleh penanggung jawab dari Business Talk, yakni Audry Eka Savitri. “Proker Business Talk awalnya sebagai pengganti acara Sentra yang dibatalkan diakibatkan oleh pandemi ini, selain itu kami dari (bidang) Ekobis (Ekonomi dan Bisnis) HMEI ingin sharing mengenai bisnis khususnya di masa pandemic,” ujar Audry. Meskipun Business Talk hanya acara pengganti, acara ini dipersiapkan dengan baik dan terbilang lancar dalam pelaksanaanya. Tujuannya pun tercapai, yaitu memberikan akses pengetahuan tambahan mengenai bisnis untuk mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Dalam pelaksanaanya, acara ini dilakukan secara online melalui Microsoft Teams dan dihadiri oleh empat puluh orang peserta serta tidak dikenakan biaya. Bekal Berbisnis melalui Sharing Pengalaman

dilihat banyak disebabkan oleh perilaku mahasiswa. Selain itu, pihak fakultas juga berencana untuk memindahkan ruang mushola di Gedung C untuk mengatasi permasalahan suasana mushola yang lembab, namun rencana ini masih terkendala dengan pengaturan tata letak ruangan. Selanjutnya, terdapat pula penambahan aspirasi dari mahasiswa mengenai permintaan pemanfaatan ruangan di sebelah koperasi untuk perluasan ruang sekretariat organisasi mahasiswa (ormawa) yang saat ini dirasa tidak efektif.

Tema yang diangkat untuk Business Talk pertama ini adalah “Strategi Berbisnis di Masa Pandemi”. Tema tersebut diharapkan mampu membantu para mahasiswa yang memiliki usaha untuk mengetahui apa yang harus dilakukan dalam bisnis di masa pandemi, sebab di masa seperti sekarang ini banyak ladang bisnis yang terpaksa tutup karena pemasukan yang menurun. Selain itu, acara ini juga bermanfaat untuk mahasiswa yang tidak memiliki usaha. Dengan mengetahui informasi yang diberikan dalam acara ini, mahasiswa dapat membantu usaha keluarga atau orang-orang di sekitarnya yang terkena dampak pandemi Covid-19 dengan memberikan masukan-masukan mengenai strategi bisnis apa yang harus dilakukan. Untuk mendukung acara tersebut, Business Talk menghadirkan pembicara seorang pebisnis juga yang tentu saja sudah sangat mengerti bagaimana situasi kondisi dan cara menghadapi kesulitan dalam bisnis. Acara ini mengundang Dzul Fauzi Auzan selaku founder Surabi Boska dan Vendor Tembalang Murah (VMT).

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan oleh MC serta tadarus oleh salah satu panitia. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan CV pembicara dan mempersilakan pembicara untuk menjelaskan bisnis dan materi yang sudah disesuaikan dengan tema yang telah ada. Setelah materi, selanjutnya diadakan sesi tanya jawab dan acara terakhir, yakni penutupan oleh MC. Suasana saat acara berlangsung sangat kondusif dan antusiasme peserta juga sangat besar apalagi dalam sesi tanya jawab. Kendala dan Harapan

Kendala yang dihadapi saat acara berlangsung yakni dikarenakan acara ini menggunakan sistem pertemuan online sehingga sangat bergantung pada sinyal. Kualitas sinyal masing-masing peserta berbeda, ada yang bagus, ada juga yang kurang bagus. “Untuk sinyal yang kurang bagus, saat mau bicara itu sering putus-putus, jadi agak sulit untuk mendengarnya,” imbuh Audry. Kendala tersebut kemudian diantisipasi dengan memanfaatkan fitur Meeting Chat yang tersedia di Microsoft Teams untuk menuliskan pendapat dan pertanyaan peserta. Selebihnya, acara berjalan baik dan lancar serta peserta juga antusias dan responsif. Terakhir, untuk ke depannya Audry berharap agar Business Talk ini dapat menjadi proker rutin dan dilaksanakan dengan menyesuaikan kondisi yang ada. Selain itu, acara selanjutnya juga diharapkan agar dapat mendatangkan lagi pebisnis-pebisnis handal untuk menjadi pembicara serta memberi manfaat yang besar, khususnya untuk calon pebisnis. (amd)

Dok. Pribadi

Kordents Volume 08 Edisi 3 - 17 Oktober 2020

Pemimpin Umum : Bayu Teguh Imani ; Pemimpin Redaksi : Amadea Arum Diani ; Pemimpin Artistik: Kurnia Wulandari ; Editor : Cinka Yuniar Pramesti ; Layouter : Jessica Rahma Sekar Ayu ; Reporter : Fitri Widyaningrum, Shela Nur fajriya, Erva Hamidah, Yusak Dwi, Dwi Ratna, Banindhia Shalfa.

Diterbitkan Oleh Lembaga Pers Mahasiswa Edents

Sekretariat : Gedung PKM Lt. 1 FEB Undip, Tembalang Edents Call Center : 024-91181513


Kunjungi !

w w w.lpmedentsundip.com

Kordents Vol. 08 Edisi 3 - 17 Oktober 2020

Menciptakan Senator Unggul untuk UNDIP yang Lebih Baik dengan Mengenal Lebih Dekat TL FEB UNDIP

Laporan Utama

Menurut timeline yang telah disusun panitia, TL FEB ini akan dilaksanaan sekitar bulan Oktober, yakni dari tanggal 11 hingga 25. Tanggal 11 adalah tahap prephase yang kemudian dilanjutkan dua hari pelatihan pada tanggal 24 dan 25 Oktober. Pelaksanaan TL FEB nantinya akan menggunakan platform Microsoft Teams karena Undip telah bekerja sama dengan platform tersebut dan hal ini juga akan memudahkan peserta berasal dari luar FEB.

Dok. SM FEB UNDIP

FEB Undip (09/09) – Melalui platfrom Microsoft Teams pada pukul 14.00 WIB-selesai telah di adakan sosialisasi Training Legislatif (TL). Sosialisasi ini diselenggarakan oleh panitia TL tahun 2020 dari Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) yang diketuai oleh Febrian Sulton selaku mahasiswa Manajemen tahun 2018. Sosialisasi ini diadakan guna memberikan informasi lebih mengenai apa itu Training Legislatif, apa itu senator organisasi mahasiswa (ormawa) dengan tujuan agar mahasiswa FEB maupun calon senator memiliki pemahaman tentang ormawa dan pentingnya senator untuk ormawa. Pentingnya TL Bagi Mahasiswa

TL FEB tahun 2020 mengambil tema “Menciptakan Senator Unggul untuk Undip yang Lebih Baik”. Melalui tema tersebut, kegiatan TL FEB diharapkan dapat menciptakan dan memberikan ilmu bagi para calon senator untuk mencapai Undip yang lebih baik. Kegiatan Training Legislatif rutin diadakan oleh berbagai fakultas setiap tahunnya. Menurut Febrian, Training Legislatif dapat memberikan banyak manfaat, salah satunya sebagai bentuk pencerdasaan kepada teman-teman FEB mengenai apa itu TL Fakultas, organisasi bidang legislatif, dan juga mengeanai peran penting senator. “Itu sangat penting bagi mahasiswa FEB karena kami rasa para mahasiswa FEB belum banyak memahami apa itu pentingnya bidang legistaltif,” imbuhnya. Acara sosialisasi diikuti oleh berbagai delegasi ormawa yang ada di FEB Undip dan juga beberapa mahasiswa FEB. “Alhamdullilah juga acara kemarin berjalan lancar. Untuk masalah miss-nya sudah banyak yang di follow-up sesama panitia,” ungkap Febrian. Diakui oleh Ketua TL FEB, kegiatan TL FEB tidak menjadi hal yang wajib diikuti oleh mahasiswa. Meskipun begitu, kegiatan pelatihan ini sangat direkomendasikan untuk mahasiswa FEB, khususnya bagi ormawa.

Kabar Prestasi

Persiapan untuk TL FEB 2020 Adanya kebijakan kuliah jarak jauh membuat kegiatan mahasiswa juga terpaksa dialihkan secara online pula. Meskipun begitu, jika dilihat dari persiapan untuk TL FEB 2020, nampaknya panitia sudah menyiapkan beberapa strategi untuk keberlangsungan kaderisasi secara online. “Kami juga berkaca dari kaderisasi sebelah yaitu LKMMD (re: Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa tingkat Dasar). Dari sana kami implementasikan dan juga kami kembangkan untuk TL FEB 2020, mengingat ini online juga,” kata Febrian.

Para panitia merasa jika kaderisasi online akan terasa kurang sensasinya. Akan tetapi, mereka juga berharap rencana yang sudah disusun sedemikian rupa ini dapat menghasilkan caloncalon senator yang unggul walaupun di tengah pandemi seperti ini. Agar terasa sensasi dari kaderisasi meskipun online, panitia memutuskan untuk mewajibkan peserta untuk on cam saat kaderisasi nantinya berlangsung. Selain itu, peserta juga diharapkan dapat bertanya dan memberikan tanggapan terkait materi nantinya akan diberikan.

Mengenai metode penyampaian materi saat pelatihan berlangsung nanti, modelnya akan menyerupai kuliah online. Pembicara akan menerangkan materinya, akan tetapi dengan cara penyampaian yang lebih interaktif agar tidak terasa seperti kuliah online yang membosankan dan terkesan seperti mendengarkan podcast. “Nantinya kami juga menerapkan komunikasi dua arah. Dengan sistem komunikasi ini diharapkan peserta akan antusias dan ingin sekali menambah ilmunya di bidang kelegislatifan,” ucap Febrian. Pada tahun ini juga pihak panitia TL FEB 2020 merilis official account di Instagram dan Line. Hal ini merupakan hal yang baru ada di TL FEB 2020 ini. Target Peserta dan Harapan untuk TL FEB 2020

Mengenai target peserta, dari panitia TL FEB 2020 sendiri menargetkan sekitar 70 peserta yang terdiri dari 60 peserta dari lingkup FEB dan 10 peserta dari luar FEB. Pada saat wawancara berlangsung target peserta yang sudah tercapai sekitar 30 persen dari target. Panitia masih terus berusaha untuk mempromosikan TL FEB 2020 dan berusaha mengajak teman-teman mahasiswa khusunya FEB dan juga luar FEB untuk mengikuti TL FEB 2020. Saat ditanya mengenai harapan untuk TL FEB 2020, Febrian Sulton mengaku berharap peserta dari TL FEB 2020 ini bisa menjadi senator atau calon senator yang handal dan mumpuni. Selain itu juga bisa menjadi senator yang benar-benar memiliki kredibilitas dan unggul di bidang kelegislatifan, tidak hanya menjadi perwakilan dari ormawa saja. (amd)

Rencana Pelaksanaan TL FEB 2020

Berkarya, Berprestasi, dan Bermanfaat melalui PKM

Isma Zahirotul Adzkiya, mahasiswi Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) bersama rekan timnya, berhasil memperoleh pendanaan atas penelitian mereka di Program Kretivitas Mahasiswa (PKM). PKM merupakan salah satu program yang dibentuk oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia sebagai wadah untuk mengembangkan dan menerapkan ilmu serta teknologi kepada masyarakat luas. Terdapat beberapa kategori PKM yang dapat diikuti mahasiswa. Kategori PKM yang diikuti Isma dan timnya adalah PKM Kewirausahaan, atau biasa disingkat PKM-K. Spray Anti Nyamuk dari Umbi Rumput Teki

Kali ini, Isma dan timnya mengangkat penelitian mengenai produk spray anti nyamuk yang diberi nama Ancypro. Produk yang memiliki bahan utama dari umbi rumput teki ini dikemas dengan kemasan ekonomis sehingga praktis dibawa ke berbagai kegiatan, terutama kegiatan outdoor seperti camping, mendaki, dan berbagai kegiatan lainnya. Bahan utama spray anti nyamuk ini aman digunakan untuk berbagai jenis kuli, sehingga tidak menimbulkan iritasi. Selain itu, ia rupanya juga bermanfaat untuk melembutkan kulit.

Ide penelitian ini diawali dengan melakukan riset terkait produk-produk yang berbahan utama umbi rumput teki dan sudah diperjual-belikan secara luas di masyarakat. Lalu, mereka juga mencari tahu tentang produk-produk yang akan selalu dibutuhkan oleh masyarakat luas. Akhirnya, tercetuslah ide penelitian mengenai produk spray anti nyamuk. Pada negara Indonesia, angka kasus demam berdarah dengue terus meningkat hampir tiap tahunnya sehingga mereka beranggapan bahwa produk spray anti nyamuk ini cocok untuk dipasarkan ke masyarakat luas. Perjuangan Panjang Meraih Pendanaan

Untuk sampai di tahap ini, Isma dan timnya tentu telah melewati proses seleksi PKM yang tidak mudah. Mereka telah melewati proses panjang hingga akhirnya berhasil memperoleh pendanaan. Tahap pertama yang harus mereka lewati adalah

LPM Edents FEB Undip

seleksi proposal tingkat universitas. Setelah berhasil lolos seleksi tingkat universitas, proposal dibawa ke Simbelmawa untuk dinilai terkait kesesuaian dengan pedoman dan gagasan yang diusulkan. Kemudian, pelaksanaan program ini akan dipantau progress-nya dalam bentuk laporan kemajuan dan target luaran yang nantinya akan dinilai untuk pertimbangan ke tahap PIMNAS.

apa yang udah dicapai, tapi lihat dia dari proses apa yang udah dia kerjakan. Dan perlu diingat enggak ada kata terlambat untuk memulai karena yang terlambat itu adalah sebuah penyesalan. Jadi, mari kita mulai!” tutupnya. (amd)

Perjalanan tersebut tentunya tidak selalu berjalan lancar. Berbagai tantangan mewarnai perjalanan Isma dan rekan satu timnya. Bagi Isma, hal yang sangat menantang justru pada saat pelaksanaan. Terlebih lagi, ia dan timnya dituntut untuk menyesuaikan diri dengan kondisi pandemi yang ada. Situasi pandemi mengakibatkan pelaksanaan PKM tahun ini bentuk luarannya berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. “Akan terasa sulitnya, ya, komunikasi antar anggota tim dan aturan yang dapat berubah sewaktu-waktu. Kalau dulu bisa bareng-bareng ketemu buat ngerjain, sedangkan sekarang semuanya harus online dan terkadang enggak semua anggota bisa fast respon,” tutur Isma. Di samping kendala dan tantangan yang ada, tentunya juga terselip momen–momen yang mengesankan. Menurut Isma, kesan yang didapat adalah bahwa suatu hal yang indah memang butuh diperjuangkan dan melalui proses yang panjang. Perjalanan Selanjutnya Menuju PIMNAS

Saat ditanya mengenai tips dan trik untuk lolos pendanaan PKM, Isma mengatakan bahwa kita harus membaca, memahami, dan meneliti buku pedoman yang diberikan. Terutama mengenai aturan, baik itu yang sifatnya administratif maupun yang lainnya. Selain itu, kita harus terus mencoba menelaah lagi permasalahanpermasalahan yang ada di sekitar kita dan dieksekusikan dengan baik.

Setelah berhasil memperoleh pendanaan PKM ini, rencana Isma ke depannya adalah bisa berhasil lolos ke PIMNAS. Selain itu, ia juga berharap agar produk yang dikembangkan ini dapat berkelanjutan sehingga tidak hanya sekedar konsep tapi juga dapat dieksekusikan. Isma berpesan kepada teman-teman bahwa kita harus menjadi versi terbaik dari diri sendiri. “Kalau kalian minder lihat orang lain lebih baik, kalian jangan lihat dia dari

lpmedentsundip.com

Dok. Pribadi

@tbv2341m

@lpmedents


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Koran Edents Vol. 8 Tahun 2020 by LPM Edents - Issuu