Page 1

inside

Benchmark Pemenang KM CA & COP PGN ke TATA Company

Freespan Rectification Project

PGN Cetak Peringkat Pertama Dalam SWA100 2010 SWA100 2010, kembali melihat kemampuan perusahaan dalam menciptakan kekayaan bagi pemegang saham. Menengok hasil pemeringkatan SWA100 2010, bertengger di peringkat pertama adalah PT Perusahaan Gas Negara (PGN) yang mampu mencetak Wealth-Added Index (WAI) positif.

Edisi No. 28-29 Tahun ke-3, JuLI-AGUSTUS 2010

PGN Raih Piagam Peduli

K

(Jakarta/PGN Inside)

onsistensi PGN dalam mewujudkan kepedulian sosial melalui corporate social responbility (CSR) mendapatkan apresiasi. Salah satunya, dari Dompet Duafa Republika yang memberikan penghargaan berupa Piagam Peduli kepada PGN pada Jumat, 2 Juli 2010, bertempat di TIM, Cikini. Namun, bukan sebuah penghargaan maupun rasa simpati dari berbagai elemen yang dituju, tetapi apapun yang telah dilakukan PGN Peduli ini hanyalah sebuah bentuk kontribusi nyata kepedulian korporat terhadap masyarakat. Strategic Services Directorate Dompet Duafa Republika, Inayah Syamani ketika dihubungi mengatakan Piagam Peduli merupakan penghargaan kepada corporate yang dinilai memiliki kepedulian sosial kepada masyarakat. Dalam hal ini, PGN mendapatkan piagam dalam kategori ekonomi di bidang Program Pemberdayaan Peternak Bagi Masyarakat Indonesia. Sementara, kriteria penilaiannya, dilihat dari banyaknya jumlah penerima manfaat dari program yang dijalankan. Selain itu, konsistensi lembaga khususnya PGN dalam memberikan wujud kepeduliannya kepada masyarakat. Dan yang terakhir adalah kontinuitas lembaga dalam hal ini PGN yang terus bekerjasama

dengan Dompet Dhuafa untuk bersama-sama memberikan sumbangsihnya kepada bangsa dan negeri ini. Dikatakan Inayah, kerjasama antara PGN dan Dompet Duafa telah berlangsung sejak November 2007 lalu, yang diawali dengan Program Penyaluran Modal Kerja Kepada Peternak Domba di Propinsi Lampung. Kerjasama tersebut masih berlangsung hingga saat ini. Tidak hanya itu, kerjasama lainnya, seperti Program Kemitraan dan Bina Lingkungan Melalui Program Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Peternak di Kecamatan Belitang dan Belitang Jaya Kabupaten Ogan Komaring Ulu Timur Sumatera Selatan, September 2009-September 2011 masih berlangsung. Pembangunan Kembali Sekolah SD Negeri No. 22 Andalas Kecamatan Padang Timur, Padang Sumbar, pada Februari 2010-April 2010 lalu. Ada pula Need Assessment Survey untuk Potensi Program Kerjasama Pemberdayaan Ekonomi Peternak di Kecamatan Pacet, Mojokerto dan Need Assessment Survey untuk Potensi Program Kerjasama Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Peternak di Bojonegara Banten. Semoga penghargaan ini dapat memacu PGN untuk berkarya secara nyata dengan konsistensi yang tetap terjaga. Maju terus dan terus berbagi.

NEWSLETTER

Family Gathering Driver Kantor Pusat


halo pgn Kado Yang Indah !

B

icara soal penghargaan, memang tak sedikit yang memandang sebelah mata. Bahkan tidak jarang ada yang menganggapnya hanya sebagai seremonial belaka. Padahal, jika kita mau berpikir positf, penghargaan ini merupakan wujud nyata pengakuan pihak lain atas prestasi yang dilakukan PGN. Apalagi, penghargaan itu dicetuskan oleh pihak-pihak independen baik dari dalam maupun dari luar negeri. Tanpa maksud mengangkat dagu, fakta bicara bahwa penghargaan yang diterima PGN bisa dikatakan tak terhitung jumlahnya. Terakhir, PGN mendapatkan kado indah berupa penghargaan dari SWA100 2010, yaitu kemampuan perusahaan dalam menciptakan kekayaan bagi pemegang saham. PGN bertengger di peringkat pertama yang mampu mencetak WealthAdded Index (WAI) positif. Selain itu PGN juga berhasil meraih tiga penghargaan utama dan nominasi untuk dua kategori dalam Anugerah Media Humas (AHM) Bakohumas 2010. Konsistensi PGN dalam mewujudkan kepedulian sosial melalui corporate social responbility (CSR) juga mendapatkan apresiasi. Salah satunya, dari Dompet Duafa Republika yang memberikan penghargaan berupa Piagam Peduli. Kini bukan saatnya bagi PGN untuk terus menepuk dada. Momen ini merupakan cambuk untuk membuktikan kepercayaan yang sudah diberikan kepada PGN. Ini juga merupakan momentum yang tepat bagi PGN untuk membuktikan kenadalan dan kredibiltasnya sebagai salah satu perusahaan nasional berkelas.

Inspirasi Seorang pemberani tidak membutuhkan senjata, dia mungkin hanya memerlukan jaminan (Lewis Mumford, penulis Amerika Serikat) Membenci itu mudah dan, sebaliknya, menyayangi itu sulit. Semua hal yang baik-baik sangat sulit diraih; yang buruk sangat mudah didapatkan (Rene Descartes, matematikawan Prancis)

Edisi No. 28-29 Tahun ke-3, JuLI-AGUSTUS 2010

Tidak ada kebahagiaan dalam memiliki atau mendapatkan sesuatu. Hanya dalam memberi, kebahagiaan itu ada (Henry Drummond, pujangga asal Kanada)

2

Kata-kata yang baik tidak memerlukan biaya besar, tapi bisa menyelesaikan banyak soal (Blaise Pascal, matematikawan dan filsuf Prancis) Sahabat adalah seorang yang mengetahui lagu yang ada di hatimu dan dapat menyanyikan kembali ketika kamu lupa syairnya (CS Lewis, cendekiawan dan novelis asal Inggris) Kawan sejati akan mengatakan kebenaran di depanmu, bukan di belakangmu (Sasha Azevedo, aktris, atlet, dan fotomodel Amerika Serikat) Pendidikan telah gagal menyampaikan pelajaran paling penting dalam ilmu pengetahuan, yaitu keragu-raguan (David Suzuki, ilmuwan pakar lingkungan asal Kanada)

daftar isi 2 HALO PGN INSPIRASI 3 PGN RAIH TIGA ANUGERAH MEDIA HUMAS 4 PGN CETAK PERINGKAT PERTAMA DALAM SWA100 2010 5 SILAHTURAHMI GOLF PGN DENGAN KOMISI VII DPR-RI 6 PGN RAIH JUARA KEDUA BUMN AWARD 7 PARTISIPASI PGN DALAM POR ESDM DAN BUMN HASILKAN JUARA 8 SINERGI PGN, PTPN X dan PTPN XI DALAM PROGRAM KEMITRAAN 10 PGN JALIN KERJASAMA CSR DENGAN PEMPROV LAMPUNG 11 BENCHMARK PEMENANG KM CA & COP KE TATA COMPANY 12 FREESPAN RECTIFICATION PROJECT 16 INFO SBU Pengarah: Santiaji Gunawan Ketua Penyunting: Sri Wahyuni Penyunting: Enik Indriastuti, Debby Sianipar, Nasihin, Tri Endang S, R. Wahyono Talogo, YE Sujana, Ardi Viryawan, Patricia Dwi Putri, Dhian Widuri, Vietor HL Tobing, Irlita Vyndiasari, Emung Indriastanto, Houstina Dewi Anggraini, Arie Kusmayadi, Meutia Prima, Elfan Triawan, Sulistianingsih, Bagus Rachmadi, Yosephine Ina Sabrina, Krisdyan Widagdo Adhi, Joice Juliana, Kurnia Permasari, Febrilian Hindarto Koresponden SBU DW I JBB: Maisalina, Irfan Kurniawan F, Iwan Yuli Widyastanto Koresponden SBU DW II Jabati: Budi Priswanto, Natalia Tipung H, Bagus Fernata Koresponden SBU DW III Sumbagut: Solorida, Subandi Koresponden SBU Transmisi Sumatra Jawa: Andaya E Saputra, Astrid Taruli Debora Koresponden PTGI & PDJB: Salim Tribuana W, Asep Herlambang, Andi Krisna A


info pgn

PGN Raih Tiga Anugerah Media Humas

P

(Mataram/PGN Inside)

I, II, III serta 2 finalis,� tutur Gunawan Alif salah satu anggota juri. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pelaksanan Bakohumas Pusat Subagio mengatakan AMH merupakan cerminan hasil evaluasi penilaian terhadap kinerja humashumas di seluruh Indonesia baik dari produk maupun kinerjannya selama satu tahun. Untuk penyelenggaraan AMH ke-4 mengambil tema Penguatan kelembagaan Humas Pemerintah dalam Rangka Implementasi Layanan Informasi kepada masyarakat di era keterbukaan informasi.

AMH dilaksanakan sebagai salah satu tolak ukur kinerja humas. Selain itu ajang ini juga memberikan semangat atau motivasi yang tinggi bagi setiap PR agar dapat menghasilkan karya yang lebih baik pada masa-masa yang akan datang dan media sosialisasi dan interaksi antara organisasi-organisasi profit maupun non profit guna mendukung komunikasi internalnya dalam pembinaan corporate culture. Adapun kategori yang diperlombakan meliputi Penerbitan Internal, Profil Lembaga (cetak), Profil Lembaga (audio visual), Laporan Tahunan Cetak, Website, dan Merchandise Utama.

Sementara itu, Menteri Kominfo dalam sambutannya yang dibacakan oleh Dirjen Sarana Komunikasi dan Informasi Bambang Subijantoro mengungkapkan acara AMH cukup strategis dan penting dalam upaya menyikapi keterbukaan informasi. Menurut UU No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) sebagai payung hukum maka KIP efektif berlaku pada April 2010. Dengan demikian pengelolaan informasi publik harus benar-benar terselenggara dengan baik dalam upaya meningkatkan pemahaman publik dan menumbuhkan opini publik yang konstruktif.

Hasil evaluasi tim penilai independen menunjukkan nominasi di tingkat pusat yakni 46% berasal dari kementerian, 10% dari lembaga Negara dan 44% dari lembaga pemerintahan non lembaga. Sementara itu, untuk BUMN nominasi yang masuk bervariasi. Subagio menegaskan, penilaian AMH dilakukan oleh tim penilai independen yang beranggotakan pakar-pakar di bidang audio visual, website maupun perspektif kehumasan. “Bahan-bahan karya humas dan kinerja humas yang kami pantau memunculkan hasil yang cukup bersaing dengan perbedaan yang sangat tipis. Walau bagaimanapun kami harus menentukan juara

Sementara itu, Gubernur NTB Tuan Guru Haji Zainul Madli mengatakan bahwa peran humas merupakan peran yang sangat strategis, peran yang bisa menentukan hitam putih dari citra institusi di depan publik. Selain itu juga sebagai ujung tombak dari institusi yang berhadapan langsung dengan publik. Peran humas sebagai jembatan penghubung antara institusi dengan publik harus tetap dalam kerangka paradigma yang terus berubah sesuai dengan tuntutan zaman yang ditandai dengan keterbukaan yang luar biasa. (Dio)

Edisi No. 28-29 Tahun ke-3, JULI-AGUSTUS 2010

GN berhasil meraih tiga penghargaan utama dan nominasi untuk dua kategori dalam Anugerah Media Humas (AMH) Bakohumas 2010. PGN berhasil meraih juara dua untuk kategori website. Sedangkan untuk kategori merchandise utama dan company profile audio visual berhasil meraih juara tiga. Untuk kategori Annual report PGN masuk dalam nominasi lima besar. AMH sendiri diselenggarakan bersamaan dengan Pertemuan Tahunan Tingkat Nasional Badan Koordinasi Kehumasan (Bakohumas) Pemerintah Tahun 2010 di Mataram, NTB (28-29/7).

3


info pgn

PGN Cetak Peringkat Pertama dalam SWA100 2010

S

(Jakarta/PGN Inside)

Edisi No. 28-29 Tahun ke-3, JuLI-AGUSTUS 2010

WA100 2010, kembali melihat kemampuan perusahaan dalam menciptakan kekayaan bagi pemegang saham. Menengok hasil pemeringkatan SWA100 2010, bertengger di peringkat pertama adalah PT Perusahaan Gas Negara (PGN) yang mampu mencetak Wealth-Added Index (WAI) positif.

4

PGN berhasil mencapai WAI sebesar Rp 34,29 triliun, yang naik dari posisi kedua tahun sebelumnya. Jika sebelumnya, dalam SWA100 2009, WAI PGN tercatat hanya Rp 5,55 triliun. Salah satu penyebab PGN memiliki WAI tinggi karena PGN menjadi leader di kategori perusahaan distribusi gas di Indonesia. Apalagi, potensi pertumbuhannya sangat tinggi dan entry barrier bagi kompetitor masuk ke bisnis ini sangat tinggi. Di tengah kondisi Indonesia yang sedang bertumbuh saat ini, nilai pendapatan PGN akan selalu meningkat, jika diikuti investasi yang lain, perusahaan itu akan memberikan nilai lebih ke pemegang saham. Memang, angka penjualan PGN menunjukkan peningkatan yang fantastis, terutama selama 2008 dan 2009. Tahun 2005, pendapatan BUMN ini baru Rp 5,4 triliun, lalu

naik menjadi Rp 6,6 triliun di 2006, dan di 2007 sebesar Rp 8,8 triliun. Sementara di tahun 2008 pendapatan PGN tercatat Rp 12,8 triliun dan tahun 2009 Rp 18 triliun. Untuk laba bersihnya, tahun 2008 sempat turun 45% dari posisi Rp 1,16 triliun menjadi Rp 633 miliar, tetapi di 2009 melonjak 884% ke posisi Rp 6,23 triliun. Itu berkat investasi yang dilakukan sebelumnya dan tahun lalu sudah menuai hasil. Tak heran, investor kesengsem pada saham PGN. Sementara itu, BCA yang tahun lalu berada di posisi pertama turun ke posisi 5 dengan pencapaian WAI Rp 14,95 triliun, meskipun angkanya tak beda jauh dari tahun lalu, yakni sebesar Rp 14,83 triliun. PGN dan BCA termasuk perusahaan yang konsisten membukukan WAI positif, di samping Astra Agro Lestari, Semen Gresik, Bentoel International, dan Timah. Perusahaan-perusahaan yang masuk dalam SWA100 2010 khususnya PGN dinilai memiliki kinerja bagus karena posisinya yang kuat di sektor industrinya, serta sedang memetik keuntungan dari pertumbuhan yang tinggi. Selain iu, mereka memiliki pemegang saham yang telah rela menginvestasikan modalnya untuk membuat perusahaan makin kuat.


info pgn

Silaturahmi Golf PGN dengan Komisi VII DPR – RI

S

ilaturahmi menjadi wahana yang tepat dalam kancah bisnis saat ini. Model dan caranya bisa bermacam-macam. Hobi adalah salah satunya. Kesamaan hobi sering berlanjut pada sharing dan diskusi lebih lanjut mengenai hobi itu sendiri bahkan bisa menjadi jalan untuk membuka wawasan dan percakapan mengenai hal lain termasuk bisnis.

Olahraga sering kali menjadi media komunikasi tersebut. Apalagi kalau biacara mengenai golf. Terlepas dari pendapat miring yang beredar, banyak kalangan eksekutif yang senang untuk memainkan olahraga satu ini. Oleh karena itu sebagai bentuk komunikasi dan menjalin silaturahmi dengan kalangan anggota DPR Komisi VII, beberapa waktu lalu manajemen PGN melaksanakan silaturahmi golf di Rancamaya Golf & Country Club, Bogor, (24/7). Dengan menggunakan media semacam ini, jaringan bisnis bisa makin diperluas. Upaya saling dukung antar bidang yang terhubung melalui media-media semacam ini dapat memajukan pelaku bisnis yang bersangkutan. Inilah suatu bentuk implementasi silaturahmi yang saling menguntungkan. Kekuatan dari potensi silaturahmi yang dikembangkan, bisa dimaksimalkan. Semoga hubungan baik yang selama ini telah terjalin, dapat dipelihara secara berkelanjutan. Tubuh sehat, silaturahmi berjalan, dukungan mengalir, walhasil bisnis PGN dapat berjalan baik dengan dukungan dari seluruh stakeholder-nya khususnya pengambil kebijakan Republik ini. (Dio/dari berbagai sumber)

Edisi No. 28-29 Tahun ke-3, JULI-AGUSTUS 2010

(Jakarta/PGN Inside)

5


info pgn

PGN Raih BUMN AWARD

P Edisi No. 28-29 Tahun ke-3, JuLI -AGUSTUS 2010

((Jakarta/PGN Inside)

6

GN berhasil meraih penghargaan kedua di ajang BUMN Award 2010 dalam kategori pengadaan barang dan jasa terbaik 6 Agustus 2010 di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta. Anugerah diselenggarakan Forum Humas BUMN dan majalah BUMN Track dan didukung Kantor Kementerian BUMN, sebagai bentuk penghargaan dan stimulasi yang efektif guna mendorong BUMN terus menghasilkan kinerja terbaik.

untuk melihat sejauh mana transformasi tersebut telah berjalan dan hasil yang telah dicapai,” kata dia.

Penghargaan diserahkan oleh Mantan Meneg BUMN Sugiharto kepada wakil dari PGN, Direktur Keuangan M. Riza Pahlevi. Malam penganugerahan dihadiri oleh Menteri Negara BUMN, Mustafa Abubakar. Mustafa mengatakan, melalui pemberian apresiasi seperti ini, BUMN akan berlomba menjadikan kinerjanya terbaik dan termotivasi memperoleh penghargaan dan meningkatkan kinerjanya.

SDM, penataan aset, pengadaan barang dan jasa, dan dana pensiun, merupakan program dan agenda strategis Kementerian BUMN dalam rangka mendorong dan memacu transformasi BUMN. Mustafa menambahkan, dengan pemberian apresiasi seperti ini, BUMN diharapkan dapat jerlomba memperlihatkan kinerja yang kian baik. “Yang dapat penghargaan termotivasi menjadi lebih baik dan yang belum dapat terpacu untuk memperbaiki diri,” katanya.

Dalam pidatonya, Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, peraih penghargaan BUMN Awards kali ini mencerminkan sejauh mana transformasi dari perusahaan birokrasi-menuju korporasi terwujud dalam tubuh BUMN. “Ajang anugerah BUMN ini dapat kita jadikan gambaran

Dengan banyaknya kategori yang diperlombakan, diharapkan PGN ke depan dapat meningkatkan peran aktif dan kinerjanya agar bisa meraih hasil yang lebih baik dari tahun ini.(Dio/dari berbagai sumber)


info pgn

Partisipasi PGN dalam POR ESDM dan BUMN Hasilkan Juara

P

(Jakarta/PGN Inside) GN berhasil meraih juara umum ketiga Porseni ESDM yang diselenggarakan beberapa waktu lalu oleh Departemen ESDM. PGN meraih dua juara pertama untuk kategori fotografi institusi dan individu serta juara kedua untuk kategori vocal grup.

POR BUMN yang pada kesempatan tahun ini, PGN didaulat sebagi sponsor utama dan ketua penyelenggara acara.

Rangkaian kegiatan Porseni Sektor ESDM dilaksanakan sejak tanggal 16 Juli hingga 8 Agustus 2010. selama kegiatan telah dilombakan 8 cabang olah raga (Bola Volley, Tenis Lapangan, Futsal, Bulutangkis, Tenis Meja, Bridge, Catur dan Gerak Jalan) dan 4 cabang seni (Vocal Group, Paduan Suara, Live Music dan Photografi).

“Cikal bakal POR BUMN adalah pertandingan kecil-kecilan yang sering dilaksanakan karyawan kementrian BUMN dan karyawan BUMN di Lapangan Banteng. Kemudian muncul ide untuk membawa kompetisi tersebut ke level yang lebih besar di tahun 2008 yaitu Pekan Olahraga BUMN”, jelas Said Didu.

Dalam sambutannya, Menteri ESDM, Darwin Zahedy Saleh berharap bahwa penyelenggaraan Porseni 2010 ini diharapkan dapat memotivasi kinerja yang baik serta menumbuhkan jiwa ksatria di sektor ESDM. “Kegiatan ini hendaknya dapat meningkatkan silaturahim diantara pelaku sektor ESDM. Menjadi satu acara bersama yang dikenang kebaikannya dan ditambah kebaikannya,” imbuhnya

Menteri Negara BUMN, Mustafa Abubakar dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar POR BUMN yang tahun ini mengambil tema Sportifitas dan Sinergi menuju Prestasi, bisa menjadi salah satu ajang untuk membangkitkan semangat prestasi bangsa dalam olahraga, terutama menyambut Sea Games ke-26 di Jakarta nanti. Karena Indonesia sekarang sedang merindukan kembalinya supremasi olahraga bangsa di kancah regional, Asia maupun dunia.

Darwinberpesan agar semua pihak dapat membuktikan bahwa sektor energi dan sumber daya mineral mampu memberikan kontribusi yang signifikan bagi negara, dan hal itu bisa tercapai dengan kinerja yang profesional dan akuntabilitas tinggi seluruh pegawai di sektor ESDM. Pada kesempatan yang hampir bersamaan, PGN juga mengikuti ajang

Usai sambutan dari Menteri Negara BUMN, Mustafa Abubakar, puncak acara ditandai dengan penyerahan Piala POR BUMN kepada Deputi Menteri Bidang Logistik Heru Susetyo dan penyalaan obor POR BUMN. (Dio/dari berbagai sumber)

Edisi No. 28-29 Tahun ke-3, JULI-AGUSTUS 2010

Porseni ini untuk dilaksanakan untuk menyambut HUT RI ke-65 dan rutin dilaksanakan setiap tahun, 16 Juli 2010. Porseni ESDM diikuti oleh seluruh stakeholder sektor ESDM. Porseni 2010 dibuka oleh Menteri ESDM di lobby Kementerian ESDM, dan dihadiri oleh perwakilan dari stakeholder sektor ESDM. Tema Porseni kali ini adalah “Melalui Porseni Sektor ESDM 2010, Kita Galang Kebersamaan Untuk Meningkatkan Kinerja Sektor ESDM”.

POR BUMN dibuka oleh Menteri Negara BUMN pada Jumat, 23 Juli 2010 di Stadion Soemantri Brojonegoro, Kuningan, Jakarta. POR BUMN dilaksankan mulai 26 Juli-6 Agustus 2010. Sebelum acara pembukaan digelar, diadakan pertandingan sepakbola eksekutif antara Kementrian BUMN dan Dirut BUMN. Pembukaan sendiri baru dimulai pukul 19.00 WIB diawali dengan marching band dari PT Bank Mandiri, pagelaran seni, defile dari para kontingen, laporan Ketua Panitia dan pembacaan perjalanan POR BUMN oleh Sekretaris Menteri Negara BUMN, Muhammad Said Didu.

7


info pgn

Sinergi PGN , PTPN X dan PTPN XI dalam Program Kemitraan

B Edisi No. 28-29 Tahun ke-3, JuLI-AGUSTUS 2010

((Jakarta/PGN Inside)

8

ertempat di Kementerian BUMN, 9 Agustus 2010, telah dilaksanakan penandatanganan kerjasama penyaluran pinjaman lunak program kemitraan antara PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN), dengan PT Perkebunan Nusantara X (Persero) (PTPN X) dan PT Perkebunan Nusantara XI (Persero) (PTPN XI). Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PGN, Hendi Prio Santoso, Direktur Utama PTPN X, Subiyono dan Direktur Utama PTPN XI, Irwan Basri disaksikan Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar beserta sejumlah pejabat eselon di Kementerian Negara BUMN. Dalam perjanjian tersebut PGN sepakat untuk menyalurkan dana program kemitraan masing-masing sejumlah Rp 50 milyar melalui PTPN X dan Rp 10 milyar melalui PTPN XI kepada para petani atau pengusaha kecil dalam bentuk pinjaman lunak khususnya bagi usaha tebu rakyat. Dana Program Kemitraan digunakan untuk membiayai usaha Petani dalam rangka budidaya tanaman tebu dan pemeliharaan pasca panen untuk masa tanam tahun 2009/2010 dan masa tanam tahun 2010/2011. Menurut Hendi Prio Santoso, Direktur Utama PGN, “Kerjasama ini merupakan dukungan serta

kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat di sekitar wilayah operasi PGN”. “Kami berharap bantuan ini dapat menambah semangat para petani tebu dalam menanam dan mengelola tanaman tebu sehingga dapat mengoptimalkan usahanya serta dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan mereka”. “Kerja sama sinergi antar BUMN tersebut dilakukan dengan berpegang dengan prinsip collaboration (kerja sama saling menguntungkan), competitivenes (memberikan nilai tambah berupa cost yang kompetitif ), dan compliance (menjunjung tinggi aspek kepatuhan),” ujar Menteri BUMN, Mustafa Abubakar. Ke depan PGN tetap berkomitmen untuk melaksanakan serta mendukung program kemitraan dan bina lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab sosial serta bentuk pelaksanan dari Peraturan Menteri BUMN No: PER-05/MBU/2007 tentang Program Kemitraan dan Bina Lingkungan dimana setiap BUMN wajib menyisihkan laba bersih perusahaan maksimal sebesar 2% yang digunakan untuk membantu permodalan para pengusaha kecil dan menengah. (Vie)


info pgn

PGN Jalin Kerjasama CSR dengan Pemprov Lampung

H

(Jakarta/PGN Inside)

ubungan yang dibangun dengan keterbukaan dan saling memahami akan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Kerjasama antara perusahaan dan lingkungan disekitarnya termasuk pemangku kepentingan maupun regulator menjadi penting untuk menjaga kelangsungan operasi. Dalam rangka melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan dan lingkungan, beberapa waktu lalu PGN telah bekerjasama dengan Pemprov Lampung untuk bekerjasama dalam berbagai bidang. Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, seperti kegiatan kemitraan pinjaman modal, bidang Lingkungan Hidup: penanaman pohon bernilai ekonomis Pendidikan : beasiswa mahasiswa Politenik Lampung, bantuan komputer, bidang kesehatan : pengobatan gratis, sunatan massal, pemberian makanan bergisi, pemeriksaan ibu hamil, bidang sarana umum: perbaikan fasos fasum, sarana ibadah : perbaikan masjid, gereja, pura dalam rangka perayaan Hari Besar.

Edisi No. 28-29 Tahun ke-3, JULI-AGUSTUS 2010

Pada 10 Agustus 2010 lalu, Sjachroedin Z.P. Gubernur Provinsi Lampung, berkesempatan untuk bersilaturahmi dengan jajaran manajemen PGN mengenai pelaksanaan program yang telah berjalan sukses dan beberapanya masih berjalan. Pada kesempatan tersebut manajemen PGN didampingi oleh Komisaris Utama PGN, Tengku Nathan Machmud. Ke depan diharapkan hubungan baik ini dapat terjalin terus secara berkesinambungan sehingga kedua belah pihak dapat menikmati keuntungan dengan berjalannya operasi perusahaan dengan lancar dan masyarakat dapat menikmati hasil dari bantuan-bantuan yang digulirkan. (Dio)

9


info pgn

Benchmark Pemenang KM CA & COP PGN ke TATA COMPANY

(Mumbai/PGN Inside)

Edisi No. 28-29 Tahun ke-3, JuLI -AGUSTUS 2010

Â

10

S

ebagai bentuk apresiasi kepada para pemenang KM Change Agent (CA) dan Community of Practice (COP), beberapa waktu lalu rekan-rekan pemenang selama 3 hari dari 3 Juni 2010 berkesempatan untuk mengunjungi Tata Company dalam rangka Benchmark ke Perusahaan tersebut di Mumbai, India. Berikut kita simak tulisan perjalanan dari Irpan, pemimpin rombongan PGN dari Komite Knowledge Management. Mungkin untuk sebagian besar orang Indonesia yang suka travelling, India boleh jadi bukan menjadi negara pilihan. Sayapun mungkin jika harus mengeluarkan kocek sendiri untuk pergi ke India, hmm.. sepertinya masih banyak negara lain yang lebih enak dikunjungi, lebih baik saya pergi ke Singapura, Thailand, Hongkong, Korea, atau negara negara asia lainnya yang lebih nyaman untuk dikunjungi, menurut informasi. Tapi setelah tiba disana dan menyelusuri sebagian kecil dari kota Mumbai walaupun it’s feel like home, ada sedikit perbedaan yang boleh dibilang membuat saya berpikir, man.. this is not so bad in here, yang saya salut orang orang disana baik yang tua maupun yang muda masih banyak sebagian dari mereka yang masih bangga menggunakan pakaian sarinya, masih ada juga laki-lakinya yang memakai sorban khas india (sikh), mereka juga menghargai binatang selayaknya juga manusia sebagai ciptaan tuhan, dengan membiarkan mereka hidup di jalan, beterbangan diudara, walaupun ada saja beberapa orang yang masih buang sampah seenaknya, mirip dengan sebagian orang indonesia.

Well, one thing that I can say, it’s nice been there, we seen so many thing, yang tidak bisa dilihat di Indonesia. Melihat gagak dan burung merpati beterbangan bebas di kota, mungkin kalau di sini sudah jadi burung dara goreng atau gagak goreng, apalagi sapi yang bebas berkeliaran dijalan. Malah saya sempat berpikir, jangan-jangan saya tidak bisa makan disana? mengingat makanannya yang menggunakan banyak rempah dan pedas, nyatanya 3 hari penuh saya makan makanan khas India, dari Chiken Taandori (ayam bakar), Muttoon Masala-nya yg kental sekali, roti Nan dan live poori yang crispy dan agak kesat, saya sikat habis semua, entah karena lapar atau suka. Yang jelas dari hari kedua saya sudah bisa mensinkronisasi perut saya dengan makanan khas India. Benchmark to Tata Company. Setelah perjalanan selama kurang lebih 11 jam dikurang 3 jam transit di Singapura, lumayan melelahkan untungnya selama di pesawat tersedia hiburan elektronis jadi tidak terlalu terasa lama, tibalah kita di Bandara dan dijemput oleh pihak travel India, menuju hotel yang berada disekitar Mumbai Airport, pagi harinya setelah sarapan, langsung menuju Tata Company Sales & Marketing Office yang berada di perkantoran Homi Mody Street, setelah beberapa lama perjalanan hampir sampai di lokasi, ada sedikit masalah, entah karena apa, tiba-tiba polisi sana datang menghampiri bus, kemudian meminta Driving license pak supir, dan lagi-


info pgn

lagi sama dengan kondisi kita, si guide kita langsung memberi lembar uang ke pak supir dan berbicara dengan bahasa mereka, dan pak supir turun dari bus, 5 menit kemudian mereka naik kembali kedalam bus, “well it’s ok just a little problem” kata si guide. Hehehe, ternyata sama yah.. dalam hati, 5 menit kemudian tiba di lokasi.

Sampai saat ini Tata Company memiliki 7 sektor bisnis yang dikelola meliputi sektor Information technology and communications, Engineering products and services, Materials, Services, Energy, Consumer products,dan Chemicals. Dengan berbagai macam produk dan jasa, dari agriculture sampai dengan jasa keuangan, sungguh perusahaan sebesar Tata, merupakan kebanggan tersendiri bagi saya dan rekan rekan untuk dapat berkunjung kesana. Ada satu pertanyaan dari rekan PGN yang cukup mengena, bahwa karyawan di perusahaan sebesar Tata Group, sangat loyal dan mempunyai integritas yang tinggi terhadap perusahaan, apakah gaji di Tata sangat besar sehingga karyawannya enggan berpindah ke perusahaan lain dan banyak

Beliau juga menjelaskan bagaimana Tata Company awalnya bermula dari bisnis tekstil kemudian berkembang hingga memiliki beberapa anak perusahaan diberbagai sektor bisnis, dan yang lebih mengagumkan lagi setelah pembagian keuntungan/ dividen kepada holding company, sebesar 60 % keuntungan tersebut dikembalikan ke society (CSR) seperti pembangunan sekolah, fasilitas umum, dan lain lain. Mungkin hal tersebut yang menjadikan Tata Company menjadi perusahaan besar seperti sekarang, tidak banyak perusahaan yang berumur 100 tahun lebih yang masih eksis sampai sekarang, dan Tata adalah salah satunya. Sungguh Tata merupakan perusahaan yang sangat “down to earth” no wonder, para karyawannya seperti merasa perusahaan adalah merupakan rumah kedua mereka. Setelah kurang lebih 2 jam kami mendengarkan presentasi dari Mr Shastri dan setengah jam sesi tanya jawab, rasanya banyak sekali pertanyaan yang masih belum bisa diajukan mengingat jadwal beliau yang padat, namun kami masih bisa mengajukan pertanyaan via email nantinya jelas beliau. Kemudian setelah Sholat Jum’at kami diantar menuju Taj Palace Hotel dimana hotel tersebut juga merupakan ekspansi bisnis dari Tata Group, Hotel bintang Lima yang cukup megah, terletak persis didepan Gate of India. Kurang lebih 20 menit kami diajak berkeliling hotel tersebut oleh Guest Relation Officer, melihat ornamen-ornamen hotel yang khas India. Setelah itu kita diajak berkeliling kota Mumbai tepatnya didaerah Kolabba untuk membeli beberapa souvenir khas India, sekitar 07.30 waktu bagian India kita makan malam makanan khas India yang sudah mulai akrab dengan lidah beberapa teman PGN, lucunya ada juga teman PGN yang lidahnya belum bersahabat dengan makanan khas India, di belabelain bawa mi cup instan. Serunya perjalanan mereka di hari-hari selanjutnya akan kita simak di edisi PGN INSIDE selanjutnya. Jangan sampai ketinggalan dan salam KM, ayo berbagi !! (Irpan)

Edisi No. 28-29 Tahun ke-3, JULI-AGUSTUS 2010

Kami langsung masuk ke dalam kantor PT Tata Company, dengan ditemani pihak organizer, sampai diruang meeting yang bisa dibilang sederhana, ternyata kita cukup merasa kaget dan bangga juga karena yang menyambut kita adalah Vice President (Legal) & Company Secretary Tata Company, Mr. R. R. Shastri ditemani oleh Head Corporate Affairs & Communications, Mr. Yogesh Joshi. Benar-benar tidak disangka, secara gamblang beliau menjelaskan bagaimana sejarah awalnya Tata Company dibangun dari family business yang turun temurun dikelola dengan manajemen yang efektif dan satu yang lebih penting bahwa knowledge di perusahaan ini merupakan sesuatu yang sangat berharga dan harus dikelola, ditransfer dengan baik dari dinasti Tata yang dibangun oleh Jamsetji Nusserwanji Tata sejak tahun 1868 hingga sekarang. Kendati perusahaan tersebut pada awalnya adalah perusahaan keluarga, namun setiap orang di luar hubungan keluarga tetap mempunyai hak dan kewajiban yang sama, kesempatan dalam berkarir yang sama. Tata Company menyadari betul arti kekeluargaan dalam perusahaan yang secara utuh, empati yang besar terhadap setiap karyawan, sehingga setiap karyawannya mempunyai rasa memiliki perusahaan yang tinggi.

sekali orang-orang yang ingin masuk ke perusahaan tersebut ? “Not at all, malah salary di Tata Company mungkin lebih kecil dibanding perusahaan sejenis, namun kami merangkul mereka dalam kekeluargaan, memberikan empati yang besar terhadap semua karyawan,” ungkap Mr. R. R. Shastri.

11


info PGN

Freespan Rectification Project

OFFSHORE PIPELINE OPERATION AND MAINTENANCE SBU TRANSMISI SUMATERA - JAWA Oleh Anang Wahyudi, SST

B

eberapa waktu lalu, PGN SBU Transmisi Sumatera-Jawa baru saja menyelesaikan pekerjaan pemeliharaan pipa bawah laut yang terbentang antara Labuhan MaringgaiMuara Bekasi antara KP 50 sampai dengan KP 74 dan jalur Labuhan Maringgai-Bojonegara antara KP 50 sampai dengan KP 76, yaitu pekerjaan Freespan Rectification/ Freespan Correction yang dikerjakan oleh kontraktor PT. Fugro Indonesia. Maksud dan tujuan Freespan Correction adalah mengurangi bentangan pipa yang menggantung di dasar laut (seabed) yang tidak ter-support dengan baik, agar pada titik tersebut tidak mengalami stress berlebihan. Jarak span yang diijinkan pada pekerjaan ini adalah maksimal 35 meter. Apabila ditemukan freespan dengan panjang lebih dari 35 meter, maka pada lokasi tersebut perlu dilakukan rektifikasi atau diperlukan support tambahan dengan memasang groutbag yang dipompakan semen di dalamnya agar bisa menopang pipa dengan baik. Perlu diketahui bahwa stress pada pipa akibat tegangan tarik dan tekan oleh gravitasi bumi serta dinamika arus laut pada posisi pipa yang menggantung, sangat berbahaya apabila terus dibiarkan, karena material pipa akan mengalami kelelahan (fatigue) dan bisa menyebabkan pipa pecah. Belum lagi akibat gaya tekan dari sisi kanan kiri pipa akibat arus laut yang cukup kuat di Selat Sunda, yang bisa mencapai 2 knot. Seperti diketahui juga bahwa pekerjaan di laut adalah jenis pekerjaan dengan risiko tinggi, maka setiap personil yang ditugaskan untuk melakukan pengawasan di laut harus mendapat training yang memadai sebagai bekal untuk melakukan tindakan-tindakan penyelamatan apabila terjadi keadaan darurat. Training yang diperlukan adalah minimal Basic Sea Survival. Adakalanya apabila memerlukan transportasi dengan helikopter, maka seseorang yang bekerja di laut juga memerlukan training HUET (Helicopter Underwater Escape Training) yaitu teknik penyelamatan di dalam air apabila helikopter yang ditumpangi mengalami kecelakaan di laut.

Edisi No. 28-29 Tahun ke-3, JuLI -AGUSTUS 2010

TAHAPAN PEKERJAAN

12

A. SIDE SCAN SONAR SURVEY Sebelum Freespan Correction dikerjaan, ada beberapa tahapan pekerjaan yang harus dilakukan, antara lain adalah survey dengan Side Sonar Scan (SSS). Side Sonar Scan sendiri adalah metoda untuk mengetahui posisi freespan pipa dengan cara menurunkan alat ke dalam laut yang akan memancarkan gelombang akustik sonar dari suatu transducer yang biasa disebut towfish. Frekuensi yang dipancarkan towfish ini adalah 500 KHz, dipancarkan menyamping (sideways) ke dasar laut dengan posisi melayang dalam air yang ditarik oleh kapal dengan kemampuan pancar (range) 75 meter dan jarak towfish ke seabed sekitar 10 s.d 15 % range, yaitu sekitar 7 s.d.10 meter. Posisi koordinat towfish di dasar laut ditentukan oleh USBL system (Ultra Short Base Line) yang terpasang di towfish (transponder) kemudian sinyal yang dipancarkan akan diterima oleh transceiver yang terpasang di kapal/vessel. Kapal yang digunakan pada survey SSS ini adalah MV. Ocean Tiger berbendera Indonesia. Pelaksanaan survey SSS sendiri dilakukan antara 13 - 16 Mei 2010 lalu. Hasil survey SSS ini berupa gambar atau image yang memproyeksikan posisi koordinat, panjang dan ketinggian freespan yang ada. Selanjutnya data ini digunakan

oleh tim konstruksi freespan rectification dari Fugro Subsea Service Singapore untuk melakukan pemasangan groutbag di lokasi-lokasi yang tercantum dalam daftar survey SSS di atas.

Foto Kapal untuk survey Side Scan Sonar, MV Ocean Tiger Jakarta

B. VERIFIKASI DATA SIDE SCAN SONAR DENGAN MENGGUNAKAN ROV Sebelum dilakukan rektifikasi pada lokasi freespan yang ada dalam data hasil Side Scan Sonar, data tersebut akan diverifikasi ulang dengan menggunakan Remotely Operating Vehicle (ROV) atau robot bawah air. ROV akan diturunkan ke dasar laut dengan menggunakan kapal yang didesain khusus yang bisa melakukan pekerjaan survey bawah air sekaligus bisa dipergunakan untuk melakukan pekerjaan freespan rectification. Kapal yang dipakai adalah kelas DP II (Dinamic Position Two) yang didatangkan khusus dari Singapura. Nama kapalnya adalah M. V. FUGRO SOLSTICE dengan call sign 9VJZ6. Keunggulan kapal ini adalah bisa mempertahankan posisinya tanpa melego jangkar (anchoring) sehingga aman terhadap jaringan pipa yang ada di bawahnya. Mengapa bisa demikian? Karena dalam kapal ini dilengkapi 5 thruster yang akan saling mengontrol kemana kapal harus bergeser bila posisi kapal berubah. Di dalam kapal ini juga sudah dilengkapi dengan tangki-tangki semen yang nantinya dipergunakan untuk proses cementing sebagai support baru yang menyangga pipa di dasar laut (freespan rectification). Istilah kapal kelas DP II berarti bahwa kapal tersebut dikontrol oleh 2 sistem pengendali yang bekerja secara redundant, yaitu apabila pengendali I (pertama) mengalami kegagalan (fail) maka langsung pengendali kedua yang mengambil alih pengendalian, sehingga posisi kapal tetap pada koordinat yang ditentukan semula. Sejauh ini kapal DP yang paling canggih adalah kelas DP III yang dipergunakan untuk pengeboran lepas pantai, pemasangan jack up rig atau anjungan pengeboran minyak lepas pantai dan pekerjaan di laut lainnya. Kembali kepada proses verifikasi visual lokasi freespan dengan ROV. ROV ini dilengkapi dengan 5 kamera yang bisa diatur penempatannya, tergantung keperluan. Kamera ini bisa menampilkan posisi-posisi mana yang membutuhkan verifikasi visual, yaitu dua di depan kanan kiri atas, dua di depan kanan kiri


info PGN bawah, serta satu di bagian atas ROV. Selain itu, ROV ini dilengkapi dengan dua tangan tiruan yang bisa digerakkan untuk bekerja sesuai perintah pilot. Tangan kiri hanya bisa menjepit benda dan menariknya. Tangan kanan bisa melakukan tujuh gerakan, antara lain, gerakan maju, mundur, naik, turun, kanan, kiri, dan gerakan memutar. Dengan demikian, pilot ROV bisa mengarahkan kemana ROV bergerak dan apa saja yang harus dikerjakan. Dari control room, dengan kamera yang ada, dapat diketahui posisi kanan dan kiri pipa, berapa ketinggian dan panjang freespan serta lokasi koordinat freespan tersebut. Hal ini dimungkinkan karena pada ROV ini juga dilengkapi dengan sistem USBL.

tetap mengembang saat diturunkan dan diletakkan di dasar laut. Selanjutnya groutbag diletakkan di atas turn table dan siap untuk diturunkan ke dasar laut.

Pengaduk semen sebelum dipompa ke dalam groutbag

Tangki Semen

Â

Turn Table

Groutbag yang sedang disiapkan oleh Tim Seastruct

Untuk verifikasi data secara visual, pertama-tama ROV akan diturunkan dari kapal sampai ke dasar laut (seabed). Kemudian ROV akan dijalankan menyusuri pipa dengan dikontrol dari ROV control room. Pada saat proses verifikasi visual berlangsung, surveyor akan menghitung jarak dan ketinggian freespan serta menentukan titik koordinat rencana lokasi pemasangan groutbag. Hasil perhitungan ini selanjutnya akan diberikan kepada tim dari Seastruct (kontraktor penyedia groutbag dan semen) untuk mempersiapkan groutbag yang sesuai dengan ketinggian freespan tersebut. Setelah type dan ukuran groutbag sudah ditentukan, selanjutnya groutbag tersebut dipasangi selang (hose) untuk pemompaan semen, lampu fluoresence untuk indikator di kegelapan, tali penarik groutbag, rantai besi pada sisi yang berhadap-hadapan, dan dua sisi lainnya dipasang batangan besi beton diameter 12 mm. Besi ini berfungsi untuk menjaga bentuk dan dimensi groutbag agar

Â

sebelah pipa. Apabila posisi groutbag belum sejajar dengan pipa, maka turn table akan diputar oleh ROV agar groutbag bisa sejajar dengan pipa. Setelah itu, ROV akan menarik tali groutbag yang sudah dilengkapi dengan lampu fluoresence tersebut untuk disisipkan di bawah pipa. Kemudian ROV menyeberang ke sisi lain dari pipa untuk menarik tali groutbag dan memposisikannya sejajar dengan centerline pipa agar bisa tepat berada di bawah pipa. Untuk mengetahui posisi apakah groutbag sudah tepat berada di tengah-tengah pipa, ROV akan melayang dan naik di atas pipa sambil kamera mengamati dari sisi kiri dan sisi kanan pipa. Apabila posisi groutbag sudah tepat, maka pilot ROV memerintahkan tim pompa semen dari Seastruct untuk melakukan pemompaan semen ke dalam groutbag tersebut. Proses pemompaan semen untuk ketinggian freespan 20 cm sampai dengan 40 cm membutuhkan waktu sekitar 15 sampai dengan 20 menit. Untuk groutbag dengan

C. PROSES PEMASANGAN GROUTBAG SEBAGAI SUPPORT PIPA DI BAWAH LAUT Setelah persiapan groutbag selesai, kemudian turn table beserta groutbag diturunkan ke dasar laut pada lokasi tersebut dengan menggunakan crane. Fungsi turn table sendiri adalah untuk menempatkan posisi groutbag agar tepat sejajar dengan pipa. Jarak penempatan turn table ini berkisar antara 4-5 meter di

Edisi No. 28-29 Tahun ke-3, JULI-AGUSTUS 2010

13


info PGN Dari sekian banyak tahapan pemasangan groutbag, yang paling lama adalah saat penempatan groutbag ke bawah pipa, karena hal ini sangat tergantung dengan kondisi alam, terutama besar kecilnya arus laut, visibility serta gelombang laut. Apabila arus laut berkisar antara 1 sampai 2 knot, biasanya pasir di dasar laut akan melayang-layang dan mengganggu pandangan kamera ROV (visibility jelek). Kondisi seperti ini bisa terjadi berjam-jam. Dari pengalaman di lapangan, apabila arus laut sedang menguat, maka ROV standby dan ditarik ke atas deck. Sedangkan apabila turn table dan groutbag sudah masuk ke dasar laut, dan bila tali pengikat groutbag tidak mengikat dengan kuat ke body turn table, maka groutbag bisa hanyut dibawa arus laut.

ketinggian span 50 cm sampai dengan 1 meter membutuhkan waktu antara 1 jam sampai 2 jam. Untuk groutbag dengan ketinggian lebih dari 1 meter, membutuhkan waktu pemompaan semen lebih dari 2 jam. Hal ini dikarenakan semakin tinggi freespan, maka diperlukan 2 atau 3 lapisan groutbag, yang masing-masing lapisan butuh waktu penyetelan (setting) sebelum diisi semen yang dipompa dari atas kapal. Posisi groutbag yang lebih dari 1 lapis, maka groutbag lapis diatasnya sudah di-setting menempel pada goutbag lapis dibawahnya, sehingga cukup sekali saja dilakukan penurunan groutbag ke dasar laut, tidak berulang-ulang tetapi sudah membawa 2 atau 3 lapisan groutbag. Untuk proses pemompaan semen, dilakukan berurutan, dari groutbag lapisan paling bawah baru ke lapisan diatasnya. Setelah groutbag penuh dengan semen dan posisinya sudah menopang dengan benar ke pipa, kemudian selang semen di putus oleh ROV dan turn table ditarik keatas. Selanjutnya ROV memeriksa dan mengambil gambar posisi groutbag dari sisi kiri dan sisi kanan untuk didokumentasikan.

Â

Untuk lokasi yang crossing dengan utilitas lain, misalnya kabel laut Indosat atau crossing pipa CNOOC yang mensyaratkan jarak pipa dan utilitas yang di-cross dengan ketinggian tertentu, maka pada lokasi crossing tersebut perlu dipasang sleeper, yaitu cetakan beton yang pada samping kiri dan kanannya terdapat pembatas sehingga pipa yang disangga tidak akan bergeser atau berubah posisi, sehingga keamanannya tetap terjamin. Bentuk sleeper untuk lokasi-lokasi crossing adalah seperti ilustrasi seperti berikut.

Edisi No. 28-29 Tahun ke-3, JuLI-AGUSTUS 2010

Ilustrasi tahapan pemasangan groutbag dan pengisian semennya

D. HASIL PEKERJAAN FREESPAN RECTIFICATION Setelah 13 hari bekerja, akhirnya tim offshore SBU TSJ dan kontraktor PT. Fugro Indonesia berhasil melakukan rektifikasi pada 17 lokasi freespan dengan 21 groutbag (rencana awal adalah 15 lokasi), yaitu 11 lokasi freespan dengan 15 groutbag pada jalur Labuhan Maringgai-Muara Bekasi, dan 6 lokasi freespan dengan 6 buah groutbag pada pada jalur Labuhan Maringgai-Bojonegara. Pada lokasi tertentu, groutbag yang dipasang bisa lebih dari satu. Hal ini terjadi karena panjang freespan yang ada apabila direktifikasi sisa freespannya masih melebihi 35 meter sehingga perlu dipasang 2 groutbag baru. Selain hal tersebut, apabila ketinggian freespan lebih dari 50 cm, maka groutbag yang dipasang bisa terdiri dari 2 atau 3 lapisan. Tetapi apabila ketinggian freespan berkisar antara 10 cm sampai dengan 50 cm, cukup digunakan 1 lapis groutbag saja.

Gambar ilustrasi Sleeper Support pada daerah crossing dengan utilitas lain ROV jenis work class type FCV 3000

14


info PGN Pada pengamatan visual dengan ROV yang dipantau di dalam ruang control diketahui bahwa posisi sleeper di lokasi crossing pipa CNOOC dan crossing kabel Indosat posisinya masih menyangga pipa dengan baik. Pada crossing pipa CNOOC dengan pipa jalur Labuhan Maringgai-Muara Bekasi, yaitu pada KP 59,098 sampai dengan KP 59,201 ditambahkan 2 groutbag baru, karena panjang span-nya sudah melebihi 35 meter. Dari setiap lokasi yang sudah direktifikasi, dibuatkan laporan yang menjelaskan jarak antar support dan posisi koordinatnya, dengan ilustrasi gambar yang mudah dipahami. Berikut ini contoh gambar hasil rektifikasi yang sudah selesai beserta penjelasan jarak dan ketinggian spannya.

Kapal Fugro Solstice yang digunakan untuk pekerjaan Freespan Rectification

Gambar ilustrasi Sleeper Support pada daerah crossing dengan utilitas lain

Perlu diketahui juga bahwa pada pekerjaan ini, tim PGN SBU TSJ juga didampingi oleh dua orang personil dari Kesatuan Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Pusat sebagai wakil dari Direktorat Perhubungan Laut, yaitu M. Wahyudin dan Wirawan. Beliau turut mengawasi pekerjaan freespan correction ini, karena pekerjaan ini termasuk dalam ruang lingkup Pekerjaan Bawah Air (PBA) pada KPLP, yang termasuk dalam salah satu tugas pengawasan beliau juga.

Tim pengawas pekerjaan Freespan Correction dari PGN SBU TSJ (dari kiri: Abdul Rosyid, Anang Wahyudi, M. Ardian Arifin)

Penulis bersama Offshore Vessel Manager MV Fugro Solstice, Robert Paul Dennet

Morning meeting setiap jam 09.00 pagi

Edisi No. 28-29 Tahun ke-3, JULI-AGUSTUS 2010

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca sekalian dan bisa menjadi sarana sharing knowledge, mengingat pekerjaan ini adalah tergolong pekerjaan yang jarang dilakukan oleh bagian Operasi dan Pemeliharaan di lingkungan PGN SBU TSJ khususnya, dan PGN pada umumnya (kecuali saat proyek konstruksi awal).

15


info pgn

Family Gathering Driver PGN Kantor Pusat

S

(Cibubur/PGN Inside)

Edisi No. 28-29 Tahun ke-3, JuLI-AGUSTUS 2010

etiap orang berhak bahagia, tak terkecuali. Dalam hal ini, PGN mampu mewujudkan kebahagiaan yang jelas akan memberikan kesan mendalam bagi setiap orang. Kali ini, kebahagiaan menyelimuti para driver/outsoursing khususnya yang berada di Kantor Pusat.

16

Bagaimana tidak. Pada Minggu, 25 Juli 2010 mulai 08.00 WIB hingga 14.00 WIB bertempat di Taman Rekreasi Wila Jatika, Cibubur, seluruh driver/ outsoursing dari Kantor Pusat bergembira dan berkumpul bersama. Dalam acara yang bertajuk “Family Gathering Driver PGN Kantor Pusat� sekitar 350 driver/outsoursing ceria mengikuti acara itu. Mereka bersama-sama keluarga masing-masing tampak menikmati setiap rangkaian acara yang telah disusun oleh panitia. Wajah-wajah gembira, dengan gelak dan canda terus tersungging dari bibir mereka. Sebuah kesempatan yang langka yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Hadir secara langsung dalam Family Gathering Driver PGN Kantor Pusat, Direktur PGN, M. Riza Pahlevi Tabrani serta Santiaji Gunawan, Plt Kepala Divisi Komunikasi Korporat. Rangkaian acara diisi dengan beberapa sambutan dari beberapa

perwakilan, diantaranya sambutan dari Ketua Panitia, Firman Hermawan, Ketua Koperasi PGN Kantor Pusat, Budi, perwakilan dari Drive Community (DC), John Matri, Pembina Driver, Idrul. Tidak hanya sekedar hura-hura melalui sebuah pesta meriah. Namun, dalam acara kali ini terselip jiwa-jiwa sosial. Hal itu ditandai dengan penyerahan bantuan kepada 20 anak yatim piatu dari Yayasan Nurul Ikhlas Tatos Lowinanggung, Depok. Bantuan tersebut berupa uang dan peralatan sekolah. Ada sebuah kejutan kecil yang dipersembahkan bagi Direktur PGN, M. Riza Pahlevi Tabrani yang pada saat itu berulang tahun. Melalui kue ulang tahun serta nyanyian selamat ulang tahun, doa dan harapan, diharapkan mampu memberikan kesan. Tak heboh rasanya jika tidak ada bagi-bagi hadiah. Pasalnya, pembagian hadiah serta door prize inilah yang ditunggu-tunggu. Diikuti dengan perlombaan khusus bagi anak-anak, seperti balap karung, makan kerupuk, memasukkan pensil dalam botol menjadikan acara ini makin bermakna. Keceriaan serta kebahagiaan inilah yang tidak mampu ditebus oleh apapun. Sehingga, dengan mengenal, berkumpul dan secara bersama-sama mengikuti setiap rangkaian acara membuat keakraban antar driver/outsoursing beserta keluarga lebih terjalin dengan baik.


info sbu

Kunjungan Investor dan DBS VICKERS SECURITIES

R

(Batam/PGN Inside) ombongan investor institusional PGAS dan DBS Vickers Securities selaku Analis Saham PGAS melaksanakan kunjungan ke PGN Area Batam pada 29 - 31 Juli 2010. Investor dan DBS Vickers didampingi oleh Kepala SBU DW III Sumbagut dan pejabat Area Batam mendampingi kunjungan rombongan ke fasilitas Stasiun Panaran dan pelanggan Area Batam (Power Plant). Kunjungan dimaksud bertujuan untuk membantu investor dan analis PGAS atas pengambilan keputusan investasi dan valuasi saham PGAS. (Slr)

Dewan Komisaris PGN Tinjau Fasilitas TGI dan PGASCOM Pertemuan berlangsung di gedung kantor Batam Center. Hari pertama adalah presentasi atas kinerja PGASCOM dan TGI yang secara langsung dipaparkan oleh masing-masing Manajemen. Dewan Komisaris dan Komite Audit juga berkesempatan untuk melihat langsung kondisi stasiun penerima/pengatur milik PGN dan TGI di Panaran. Kunjungan terakhir dilaksanakan ke FOTS (Fiber Optic Transmisi System) milik PGASCOM yang berada di lantai 2 Gedung Kantor PT PGN Batam Center. (Slr)

Edisi No. 28-29 Tahun ke-3, JULI-AGUSTUS 2010

D

(Batam/PGN Inside) ewan Komisaris PT PGN (Persero) Tbk dan Komite Audit melakukan kunjungan kerja ke Batam pada 28-30 Juli 2010. Agenda utama yang dilaksanakan adalah untuk mengadakan pertemuan dengan Manajemen PGN dan dua anak Perusahaan PT PGASCOM dan PT TGI.

17


info sbu

PGN Kunjungi PT China Glaze (Karawang/PGN Inside)

S Edisi No. 28-29 Tahun ke-3, JuLI-AGUSTUS 2010

eiring berlalunya waktu, komitmen PGN untuk terus berupaya meningkatkan suasana komunikasi yang baik terhadap pelanggannya semakin nyata. Kali ini, PGN melakukan kunjungan kerja ke salah satu pelanggannya yaitu PT China Glaze yang berada di Kawasan Industri Surya Cipta, Karawang, Jawa Barat pada Kamis, 1 Juli 2010.

18

Kunjungan kerja secara langsung dilakukan oleh Direktur Pengusahaan PGN, Michael Baskoro didampingi Manager X Divisi Penjualan Korporat, Muklis, Kepala Dinas Penjualan dan Layanan Area Bekasi-Karawang, Joko Prasetyo serta Account Executive Area Bekasi-Karawang, Iwan Yuli Widyastanto. Sementara itu, dari PT China Glaze dihadiri oleh Direktur, Mr Terry Tsai, General Manager, Mr Lo Wen Ting, Section Head, Jimmy Tjong dan Erwin. Acara diawali dengan presentasi oleh PT China Glaze dan dilanjutkan dengan kunjungan ke dalam pabrik untuk melihat, mengamati dan memahami proses produksi. Tujuan dari kunjungan kerja PGN ke PT China Glaze diantaranya untuk dapat melihat dan memahami proses bisnis pelanggan serta kontribusi PGN di dalam memajukan bisnis pelanggan tersebut. Dari kegiatan ini

diharapkan terjalin komunikasi yang lebih intensif antara PGN dengan para pelanggannya, dan tercipta suasana bisnis yang saling mendukung. Seperti diketahui PT China Glaze merupakan perusahaan yang berpusat di Taiwan dan memiliki beberapa pabrik, diantaranya di China dan Indonesia. Sebagai produsen glazur (dalam bentuk Kristal FRIT), PT China Glaze berencana melakukan expansi lahan dan itu membutuhkan tambahan pasokan gas. Untuk memperlancar ekspansi tersebut, PT China Glaze telah mengirimkan surat kepada PGN untuk memohon amandemen PJBG (Perjanjian Jual Beli Gas) agar volume gas dapat dinaikkan. Hal itu dilakukan karena selama bekerjasama, PT China Glaze mengaku cukup puas dengan pelayanan yang diberikan oleh PGN khususnya untuk jaminan ketersediaan pasokan gas. PT China Glaze menginformasikan bahwa keberadaan PGN merupakan salah satu bentuk dukungan dari Indonesia dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Jika kepastian dukungan itu terjamin, maka investor tidak akan ragu untuk menanamkan modal, membangun pabrik serta menciptakan lapangan kerja.(Iwn)


info sbu

Gedung Baru Banten Bangun

Citra Positif PGN (Banten/PGN Inside)

S

ebagai salah salah satu gedung paling representatif di wilayah SBU DW I JBB saat ini, Graha PGN, Gedung Area Banten telah diresmikan beberapa waktu lalu. Graha PGN diresmikan dengan acara gunting pita dan pembukaan layar penutup logo PGN, oleh Direksi PGN yang diwakili oleh Direktur Pengusahaan, M. Baskoro, Direktur Pengembangan, Bambang Banyudoyo, dan Direktur Umum, M. Riza Pahlevi, Kepala SBU DW I JBB, Jobi Triananda serta para pejabat dilingkungan PGN Pusat maupun SBU DW I JBB Banten, Kamis, 5 Agustus 2010 yang lalu. Acara juga dihadiri oleh para pelanggan Area Banten.

Berdirinya gedung baru Area Banten ini sudah lama dicita-citakan para pekerja Area Banten yang ingin memiliki gedung sendiri. Dimulai dengan adanya proses konstruksi pada bulan April 2007 di lahan seluas 2000 m², dan selesainya topping off struktur gedung pada bulan itu juga. Kemudian pekerjaan arsitektural, mekanikal, elektrikal, dan interior selesai pada april 2010, sampai diresmikan pada 5 Agustus 2010 yang lalu. Maju terus Area Banten, mari wujudkan service axccellent bagi kemajuan PGN. (Irf)

Edisi No. 28-29 Tahun ke-3, JULI-AGUSTUS 2010

Sebelumnya Area Banten melewati sejarah cukup panjang menempati areal ruko berlantai tiga di kawasan Gading Serpong selama 5 tahun, dan sempat melewati beberapa pergantian kepemimpinan yaitu Henky Karmanu hingga 2007, dilanjutkan Hendi Kusnadi sampai awal 2009, Joko Prasetyo hingga April 2009, hingga saat ini dipegang oleh Dwika Agustianto. Ruko berlantai 3 ini ditempati sampai pertengahan Juli 2010 pada akhir masa sewanya. Kini Area Banten memiliki sendiri gedung yang sangat representatif yang mampu mencitrakan PGN dengan baik, dan mendukung service excellent kepada para pelanggan, khususnya di Area Banten. Dengan lokasi yang strategis berdekatan dengan banyak pintu akses yaitu Jakarta Outer Ring Road (JORR) yang sangat mudah dijangkau dari arah Bekasi. Selain itu letaknya juga tidak jauh dari pintu tol Karawaci. Graha PGN ini beralamatkan di Jl. Pahlawan Seribu Kav. Komersil Blok AH.2 Bumi Serpong DamaiSektor 2, Tangerang.

19


info sbu

Kunjungan Kerja Komisi VI DPR RI ke SUMATERA UTARA

Edisi No. 28-29 Tahun ke-3, JuLI-AGUSTUS 2010

(Medan/PGN Inside)

20

K

omisi VI DPR – RI beberapa waktu lalu melaksanakan Delegasi Komisi VI DPR RI tersebut di Ketuai oleh Nurdin kunjungan kerja ke Sumatera Utara. Salah satu Tampubolon dan beberapa anggota legislatif lainnya. Hendi agendanya adalah untuk mengetahui sejauh Prio Santoso selaku perwakilan Tuan Rumah keempat BUMN mana peranan dan dampak usaha PGN terhadap memberikan sambutan selamat datang kepada Delegasi Komisi pembangunan dan kemajuan Negara serta ingin mengetahui VI DPR RI. “Semoga apa yang dipresentasikan setiap BUMN lebih jauh tentang wilayah dapat membawa manfaat ke arah kerja PGN di Sumatera Utara. “PGN berharap bawa pertemuan ini yang positif bagi perkembangan Kunjungan tersebut juga Provinsi Sumatera Utara,” harapnya. akan memberikan gambaran yang merupakan fungsi Legislatif Adapun dialog antara Komisi VI DPR dalam hal ini DPR-RI sebagai jelas kepada para anggota dewan RI dan PGN adalah terkait dengan fasilitator terhadap Pemerintah sehingga dukungan penuh untuk kelangkahan pasokan gas yang dan Regulasinya. Pertemuan dengan Manajemen PGN, pemenuhan kebutuhan gas dalam terjadi akhir-akhir ini dan bahkan sudah mengancam pasokan gas PERTAMINA, PLN, dan TELKOM negeri semakin kuat” Industri. PGN berharap bawa dilaksanakan pada 24 Juni 2010 pertemuan ini akan memberikan bertempat di Aston Hotel. Pada gambaran yang jelas kepada pertemuan tersebut PGN diwakili oleh Direktur Utama Hendi Prio Santoso, Kepala SBU DW III para anggota dewan sehingga dukungan penuh untuk Sumbagut, Sulistyo Elly, dan Koordinator Pelaksana Proyek LNG, pemenuhan kebutuhan gas dalam negeri semakin kuat. (Humas SBU DW III Sumbagut) Dody Adianto.


info sbu

Area Batam Bagi Bantuan CSR (Batam/PGN Inside)

S

ebagai wujud nyata kepedulian PGN kepada masyarakat yang kurang mampu di sekitar wilayah kerja, PGN melaksanakan kegiatan sosial PGN Peduli yang dilaksanakan 16 Juni 2010. Sektor pendidikan dan kesehatan masyarakat disekitar wilayah operasional menjadi perhatian. Bantuan juga merupakan salah satu program kerja bidang CSR (Corporate Social Responsibility) yang secara aktif dilaksanakan diberbagai daerah. Beberapa bentuk bantuan yang diberikan antara lain penanaman pohon mangrove disekitar wilayah Batam sebanyak 3000 batang, pemberian seperangkat komputer

dan pemberian makanan bergizi sebanyak 300 paket untuk anak-anak yang kurang gizi serta pemberian bantuan peralatan kesehatan untuk 3 (tiga) Puskesmas. Bantuan tersebut diberikan langsung oleh Sulistyo Elly Haryanto, Kepala SBU DW II Sumbagut, secara simbolik kepada yang mewakili penerima bantuan. Hadir pula pada acara tersebut Adnan Ismail selaku Kepala Dinas Kantor Kehutanan Kota Batam. Semoga kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan dan berkelanjutan untuk kepentingan kedua belah pihak. (Humas SBU DW III Sumbagut)

Direktur OBVITNAS POLRI Kunjungi Stasiun MRS Panaran Batam

P

GN merupakan salah satu BUMN yang memiliki objek vital nasional yang memerlukan penanganan khusus dan perhatian terkait dengan luasnya kepentingan yang akan mempengaruhi kehidupan di masyarakat. Fasilitas seperti stasiun MRS yang mengalirkan gas bumi dengan volume dan tingkat keamanan tinggi memerlukan perhatian dari berbagai pihak, salah satunya adalah dari Mabes Polri. Pada 16 Juni 2010 sebelum dilakukannya kegiatan PGN Peduli, Area Batam mandapat kunjungan dari Mabes Polri yang di Pimpin oleh Brigjend. Polisi Bambang W., Direktur Pengamanan Objek Vital Nasional Mabes Polri. Agenda kunjungan tersebut yaitu peninjauan objek vital perusahaan dalam rangka melakukan pengamanan dan antisipasi terhadap objek vital operasional nasional. (Slr)

Edisi No. 28-29 Tahun ke-3, JULI-AGUSTUS 2010

(Batam/PGN Inside)

21


info sbu

Pelantikan Pengurus FK BUMN 2010-2012

(Medan/PGN Inside)

Edisi No. 28-29 Tahun ke-3, JuLI-AGUSTUS 2010

M

22

edan menjadi tuan rumah pelaksanaan Pelantikan Pengurus Forum Komunikasi BUMN periode 2010-2012, 12 Juni 2010. Acara pelantikan sendiri dihadiri langsung oleh Meneg BUMN di Hotel Grand Angkasa. Kepengurusan FK BUMN tersebut dilantik langsung oleh Mustafa Abubakar, Meneg BUMN, yang dalam kesempatan tersebut juga memberikan arahan langsung mengenai kegiatan forum. Tujuan dibentuknya FK BUMN ini agar seluruh BUMN yang berada di Sumatera Utara dapat bersinergi dalam berbagi informasi diantara sesama BUMN. Sebanyak 51 BUMN yang ada di Sumatera Utara mempunyai wakil dalam Kepengurusan tersebut termasuk dari SBU DW II Sumbagut. Dalam kesempataan yang sama Ikatan Istri Pimpinan BUMN juga melakukan serangkaian kegiatan pada 12-13 Juni 2010. Dalam kesempatan tersebut tepatnya pada 12 Juni 2010 Ibu Lisa Mustafa selaku Ketua Umum IIP BUMN melantik IIP BUMN Sumatera Utara di Griya Dome. Pelantikan tersebut melibatkan seluruh IIP BUMN se-Sumatera Utara. Sehari setelahnya IIP BUMN melakukan kegiatan sosial dengan tema “Merajut Kebersamaan untuk Peduli dan Berbagi Sesama“ ke daerah Serdang Bedagai. Beberapa bantuan disampaikan kepada masyarakat setempat yaitu seperti pemeriksaan kesehatan, bantuan KB, operasi minor, khitanan massal, bantuan fasilitas sekolah seperti bangku dan meja, beasiswa dan penanaman pohon mangrove. (Humas SBU DW II Sumbagut)


info sbu

Silahturahmi Komisaris Utama ke SBU DW III SUMBAGUT (Medan/PGN Inside)

D

Pada 3 Agustus 2010 merupakan kebanggaan bagi keluarga besar SBU DW II Sumbagut Komisaris Utama PGN, Tengku Nathan Machmud dan Komisaris Ilyas Saad berkunjung ke Medan dalam rangka kunjungan kerja dan berdialog secara langsung dengan para pejabat dan pekerja di lingkungan SBU DW III Sumbagut. Kedatangan Komisaris Utama dan anggota komisaris disambut oleh Kepala SBU DW III Sumbagut beserta seluruh jajaran. Dialog diawali dengan safety breafing, pembacaan ProCISE, dan menyanyikan lagu mars PGN. Dalam kesempatan tersebut penjelasan sekilas kegiatan operasional SBU DW III Sumbagut disampaikan oleh Ka. SBU Sulistiyo Elly H. Penjelasan terkait dengan laporan kinerja perusahaan

beserta implementasi GCG yang sudah dilaksanakan. Dalam suasana penuh kehangatan, Pak Nathan, panggilan akrabnya, membuka dengan memberikan penjelasan tentang rencana ke depan perusahaan terkait proyek LNG yang akan dibangun di Medan dalam waktu dekat ini dan juga bagaimana implementasi GCG yang dilaksanakan oleh PGN. Sesi tanya jawab diberikan kepada hadirin untuk mencari masukan-masukan dari SBU DW III Sumbagut yang nantinya akan dijadikan bahan masukan kepada Direksi. Komisaris juga menanyakan kendala-kendala yang dihadapi berkaitan dengan kegiatan operasional Dalam pengarahannya Komisaris Utama PGN menyampaikan juga bahwa SDM adalah human capital artinya bahwa manusia sebagai aset yang harus memberikan kontribusi kepada perusahaan dan bukan menjadi beban perusahaan. Pak Nathan mengharapkan kerjasama dapat terjalin dengan baik antara satuan kerja terkait, bahkan dapat lebih ditingkatkan lagi, supaya pelayanan kepada pihak internal dan eksternal dapat dilaksanakan dengan baik. (Humas SBU DW II Sumbagut)

Edisi No. 28-29 Tahun ke-3, JULI-AGUSTUS 2010

ewan Komisaris memiliki Peran Penting dalam GCG. Peran ini semakin penting melihat tugas utama dari Dekom adalah mengawasi kebijakan dan pelaksanaan kebijakan tersebut oleh manajemen dalam menjalankan Perusahaan serta memberi masukan kepada manajemen. Melihat permasalahan dan peran strategis perusahaan ke depan maka perlu dilakukan komunikasi internal dan melihat secara langsung kegiatan operasional PGN di masing-masing SBU.

23


Perkokoh kebersamaan, GAS BIKE 2010

PGN Inside Jul-Ags 2010  

PGN Inside Jul-Ags 2010

Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you