Issuu on Google+

Jember Kita

I

Agustus 2013

1


TABLE

OF

CONTENT

10

Hot News AKTE KELAHIRAN GRATIS BAGI 1000 KELUARGA ABANG BECAK Pemberian kemudahan dalam pelayanan masyarakat, merupakan keharusan yang mesti dilakukan pemerintah. Pemerintah, baik tingkat pusat, propinsi, maupun kabupaten berkewajiban memberi kemudahan dan membantu kesulitan masyarakat yang membutuhkan, utamanya mereka yang tidak mampu.

14

Main Story MEMBAIKNYA INFRA STRUKTUR PENGARUHI DAYA BELI MASYARAKAT Penyebab munculnya masalah ketahanan pangan,tidak selamanya dikarenakan oleh menurunnya produksi pangan itu sendiri. Karena meski produksi pangan tidak terganggu atau bahkan dibilang surplus, namun kalau tidak didukung ketersediaan infra struktur yang memadai dan lemahnya daya beli masyarakat, tetap saja akan memunculkan persoalan ketahanan pangan.

22 17

Main Story JADIKAN JEMBER BERSERI, PRIORITASKAN KEINDAHAN TAMAN KOTA Ketidaknyamanan iklim yang dirasakan masyarakat di lingkungan perkotaan sejak beberapa waktu belakangan, dijadikan bahan pertimbangan bagi pembuat kebijakan dalam perancangan dan perencanaan kota.

Main Story OPTIMALKAN PERAN HIPPA Memasuki musim kemarau, petani cukup di resahkan oleh ketersediaan air untuk mengairi sawah-sawah mereka. Debit air sungai yang mereka andalkan mengalami penurunan. Penurunan debit air ini tentu saja mempengaruhi produktivitas, khususnya tanaman pangan yang diusahakan petani.

Optimizing the Role of HIPPA In this dry season, the farmers are quite confused by the availability of water that they used to irrigate their rice fields. The water discharge from the river is declining. The water discharge decline will also affecting the productivity, especially the food plant that cultivated by the farmer.


TABLE

30

OF

CONTENT

Main Story BEREBUT MENJADI YANG TERBAIK DI BULAN BAIK Bulan Agustus menjadi bulan terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia, karena di bulan ini ada momentum yang tak pernah terlupakan sepanjang masa, yaitu di proklamasikannya Kemerdekaan Indonesia ke seluruh dunia.

Struggling to be the Best in Good Month

38

August is good month for every people in Indonesia, because in this month there is an unforgettable event, which is the declaration of Indonesian Independence to the world.

Multi Event JME, JANGAN HANYA DIJADIKAN TONTONAN Digelarnya kegiatan Jember Multi Event (JME) 2013 merupakan peluang emas untuk mencetak prestasi. Ini dikarenakan salah satu demensi dari agenda tahunan Pemkab Jember tersebut adalah prestasi.

SNAP SHOT

48

SPOT LIGHT 49

34

Multi Event KIAN UNIK, JFC TAMPILKAN ANAK ANAK

45

Potention Melongok Industri Tahu PILIH KEDELAI IMPOR KARENA TAHAN LAMA

Jember Fashion Carnival atau yang biasa dikenal dengan JFC kembali menggebrak dunia dengan beragam keunikannya. Carnaval yang setiap tahunnya digelar di kota Jember ini telah dikenal hingga ke penjuru dunia.

Bagi masyarakat Indonesia, utamanya yang tinggal di Jawa, makanan tahu,yang biasa menjadi pendamping nasi di saat makan, merupakan lauk yang berasal dari bahan nabati, yaitu kedele. Jenis makanan yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia ini, tidak jelas sejak kapan mulai ada dan dikonsumsi masyarakat.

Zoom In Tembakau bagi Kabupaten Jember TIDAK HANYA ICON, TAPI JUGA PENOPANG EKONOMI MASYARAKAT

52


6

Jember Kita

I

Agustus 2013


EDITORIAL NOTE President Executive MZA DJALAL Chief Executive SANDI SUWARDI HASAN Chief Manager RACHMAT AGUNG PURNAMA

Harus Lebih Heboh

Editor In Chief INDRA G. MERTOWIJOYO Managing Editor TAUFAN B. Editorial Board MUHAIMIN ABDUL KADIR SOLIHIN A. ANAM MASJHOEDI Reporters WINARDYASTO ANIK DWI MULYANI FERA APRILIYANTI Address JL. SUDARMAN 1 JEMBER, TELEPON : 0331-428824, http://jemberkab.go.id, Published By HUMAS PEMKAB JEMBER

Cover KEINDAHAN JALAN KOTA JEMBER YANG DITERANGI PJU PADA MALAM HARI

M

enakjubkan. Ya itulah kalimat yang pantas untuk disematkan pada pesta rakyat, Jember Multi Even, yang digelar Oleh : Sandi Suwardi H. tahun ini. Pertunjukkan akbar yang disajikan Kabag Humas Pemkab Jember dalam Jember Multi Even tahun ini, memang membuat siapapun berdecak kagum. Jember Fashion Carnival, yang pada tahun-tahun sebelumnya hanya menampilkan kaum remaja dan dewasa dalam berlenggak lenggok di atas catwalk jalanan sepanjang 3 kilometr, kali ini, anak-anak pun juga turut dilibatkan dalam pesta tersebut. Mereka yang masih di bawah umur ini, diberi kesempatan untuk tampil dalam kegiatan JFC Kids. Itu baru JFC, belum lagi Jember City Carnival (JCC), yang menurut bapak Bupati Jember, MZA Djalal, merupakan ajang kreatifitas sekolah dan siswa. Bupati Djalal memang tidak terlalu berlebihan menilai JFC sebagai ajang kreatifitas sekolah, karena pada kenyataannya, kreasi yang ditampilkan pada JCC tahun ini, hasil kreasi dari sekolah. Panitia JCC memang sengaja memberi kelonggaran kepada sekolah untuk berkreasi sendiri sesuai dengan potensi yang dimiliki dan budaya yang ada di sekitarnya. Sebut saja SMPN 1 Reog Ambulu, karena potensi budaya yang ada di daerah tersebut adalah Reog, maka pada pementasan JCC, sekolah ini menampilkan Seni Reog. Begitu pula dengan SMAN 4 Jember, yang memiliki potensi membatik, pada acara JCC itu menampilkan demo Batik. Termasuk juga SMPN 1 Ledokomno, yang memang daerahnya dikenal dengan atraksi tradisionalnya berupa Egrang, dalam acara itu menampilkan atraksi sesuai dengan yang banyak digemari masyarakatnya, yaitu Egrang. Belum lagi Tarian Eksperimental yang disajikan SMAN 2, atau drama Romo Tambak oleh SMAN 1 Jember, serta Leang Leong oleh SMAK Santo Paulus. Kesemuanya itu merupakan ide dari sekolah untuk memeriahkan JCC. Karena itu pantaslah kalau Bupati Djalal, meminta agar JCC di tahun depan harus dibuat lebih heboh lagi. Permintaan bupati itu mencerminkan, betapa menakjubkannya perhelatan akbar tahunan yang digelar tahun ini. Oleh karena itu, tak berlebihan kalau seluruh masyarakat juga ikut memberikan support atas harapan yang disampaikan bupati itu. Masyarakat juga bisa berkoordinasi dengan pihak panitia JCC, sekiranya ada ide bagus yang bisa ditampilkan pada JCC tahun depan. Sehingga paling tidak, Jember akan semakin memantapkan diri sebagai Kota Karnaval, setelah sebelumnya sudah diperkenalkan oleh Jember Fashion Carnival. Dan tampilan Jember Multi Even juga semakin spektakuler. Selamat Berkreasi.......

Foto ANIK/JEMBER KITA Jember Kita

I

Agustus 2013

7


VISION

Majulah Jember Ku Go Forth My Jember

J

ember tengah berlari kencang. Jember tengah menggeliat. Jember sekarang berbeda dengan sepuluh tahun silam. Banyak perubahan yang terjadi dilakukan di daerah dengan berbagai komoditi pertanian dan perkebunannya ini. Tahun 2007 lalu, kemajuan Jember belum begitu terlihat, hanya biasa-biasa saja, tak ubahnya seperti kota kecil lainnya. Namun sekarang berbeda, dalam kurun waktu kurang lebih tujuh tahun, gagasan yang pernah kita cetuskan dalam rangka memacu kemajuan Jember, daerah yang kita cintai ini telah menunjukkan banyak perubahan kemajuan. Kota ini telah berubah, dari daerah tradisional menuju internasional. Ini bisa dibuktikan dengan semakin banyaknya wisatawan asing untuk datang ke Jember, guna melihat dari dekat daerah ini.

Jember is running in high speed. Jember is squirming. Jember now is different compared to 10 years ago. Many changes is happening in the area with various agricultural and plantation commodities. In 2007, the Jember advancement is not too prominent, not different with other small cities. But everything changes now. In less than 7 years, the ideas we instigated to accelerate the Jember’s advancement, a district we love, has show many improvement. The city is already changes, from the traditional district into international. This can be proofed by the the number of tourist from abroad that visit Jember, to see this place with a closer look.

Kemajuan Jember sudah sedemikian terlihat dan hasilnyapun bisa dirasakan bersama. Sekarang Kota Jember sudah bukan lagi sebagai daerah tradisional. Jember sudah dikenal masyarakat dari lain kawasan dan bahkan negara lain.

The Jember advancement is already shown, and the result can be felt. Now Jember is no longer a traditional district. Jember is already known by people from other regions and even other countries.

Hotel bertaraf internasional mulai tumbuh di kota ini, Aston Hotel salah satu contohnya. Pengusaha perhotelan melihat Jember sebagai sebuah daerah yang tengah menggeliat menuju kemajuan, karena itu mereka tidak segan-segan untuk menanamkan investasinya di kota ini. Kemajuan Jember sudah sedemikian terlihat dan hasilnyapun bisa dirasakan bersama. Sekarang Kota Jember sudah bukan lagi sebagai daerah tradisional. Jember sudah dikenal masyarakat dari lain kawasan dan bahkan negara lain. Jember Fashion Carnival (JFC) punya andil besar dalam memperkenalkan kota ini ke lain daerah dan luar negeri. Walau juga kita akui, komoditi pertaniannya, seperti tembakau juga telah memperkenalkan nama Jember ke masyarakat internasional, jauh sebelum JFC digelas di ruas jalan Kota Jember.

The international standard hotels are begin to emerge in this city, Aston Hotel is one of them. The hospitality businessmen are beginning to see Jember as an area squirming into advancement, that’s why they not hesitate to make investment in this city. The Jember advancement is already shown, and the result can be felt. Now Jember is no longer a traditional district. Jember is already known by people from other regions and even other countries. Jember Fashion Carnival (JFC) has quite big part in introducing this city to other regions and countries. Even though we admitted that the agricultural commodities such as tobacco has already introduced Jember to the international society, long before JFC is held in the street of Jember.

8

Jember Kita

I

Agustus 2013


VISION

Saya Bupati Jember dan masyarakat berikhtiar datang ke berbagai pelosok nusantara, untuk menjalin silaturahmi dengan saudara-saudara di seluruh tanah air. Kita berupaya mengajak dan mengundang masyarakat dari berbagai daerah untuk datang dan berekreasi ke Jember. Insya Allah tidak akan akan rugi, khususnya pada saat digelarnya kegiatan multi event bulan berkunjung ke Jember. Ada banyak agenda yang bisa dinikmati selama kurun waktu 2 bulan, dari Agustus sampai September. Ada pesta budaya, berbagai macam olahraga yang ekstrim, dan ketidak ketinggalan pula, yaitu kegiatan ilmiah dan sientific. Sungguh akan sangat rugi dimanapun saja berada kalau tidak hadir di Kebpauten Jember saat ini. Karena di Jember tengah digelar multi even, yang bisa dinikmati berbagai lapisan masyarakat bahkan usia dari anak-anak sampai dewasa dan orang tua. Anda dari luar daerah atau luar negeri, tidak akan kecewa datang ke Jember. Sebab seluruh masyarakat Jember, telah siap menyambut kehadiran bapak-bapak, ibu-ibu dan saudara-saudara yang datang dari berbagai daerah. Karena itu saya mengajak seluruh masyarakat Jember untuk menyambut tamu dengan senyum dan tawa keramahan, jaga kebersihan, keamanan dan ketertiban. Manjakan tamu kita yang datang ke Jember, sebagaimana layaknya menyambut kedatangan saudara yang datang dari daerah jauh Mari kita jadikan ajang bulan berkunjung ke Jember, sebagai sebuah wahana untuk mempererat tali persahabatan, persatuan sesama anak bangsa di negeri yang kita cintai ini. Mudah-mudahan Allah SWT, Tuhan YME, meridloi ikhtiar ini, dan akan lebih memperkuat serta memperkokoh bangsa Indonesia, untuk masa-masa yang akan datang. Jayalah Indoonesia, Jayalah Jember, hidup bangsa Indonesia, hidup rakyat Jember, Majulah Jember Ku. (*)

Me, the Regent of Jember, and the people of Jember are trying to go throughout the archipelago, to braid relationship with our brother and sister throughout the country. We try to invite the people from many region to come and visit Jember. Insya Allah (arabic of with God’s will) we won’t be loosing anything, especially in the time of visit Jember month multi events. There are many agenda can be enjoyed in the range of 2 months, from August until September. There is cultural exhibition, many extreme sports, and not to forget the scientific activity. It’s a lost when we don’t go to Jember nowadays. Because Jember is holding multi event that can be enjoyed all walk of life, from children until adult and elderly. If you come from other region or country, you won’t be disappointed to decide to visit Jember. Because every people in Jember are ready to welcome the visit of ladies, gentlemen, brother and sister from various region. That’s why I asked all people of Jember to welcome the guests with friendly smile and laughter, keep the cleanliness, the security and order, as how we welcome the visit of our relative from distant region.

Lets make the visit Jember month as a method to strengthen the solidarity, the unity of the nation we love. Hopefully Allah SWT, God Almighty, blesses our efforts, and strengthen Indonesia as a nation, for the future. Glory Indonesia, Glory Jember, long life Indonesia, long life Jember people, Go Forth My Jember. Sugeng/Humas

Jember Kita

I

Agustus 2013

9


HOT NEWS

Sugeng/Humas

Bupati Jember, MZA Djalal didampingi Kepala Dispendukcapil Kab. Jember menyerahkan Akte kelahiran kepada abang tukang becak se-Jember

Akte Kelahiran Gratis Bagi 1000 Keluarga Abang Becak Oleh : Fera Dwi Aprilianti

P

emberian kemudahan dalam pelayanan masyarakat, merupakan keharusan yang mesti dilakukan pemerintah. Pemerintah, baik tingkat pusat, propinsi, maupun kabupaten berkewajiban memberi kemudahan dan membantu kesulitan masyarakat yang membutuhkan, utamanya mereka yang tidak mampu. Pemberian kemudahan layanan ini bisa dilakukan dalam berbagai kebutuhan yang diharapkan masyarakat. Tidak terkecuali dalam hal kelengkapan identitas kependudukan, seperti kartu tanda penduduk, akte kelahiran maupun kartu keluarga.

10

Jember Kita

I

Agustus 2013


HOT NEWS

Sugeng/Humas

Dalam hal pemberian layanan kemudahan ini, Pemkab Jember, melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispenduk Capil), hari Senin, 16 Agutsus 2013 lalu, menyerahkan dokumen kependudukan kepada tidak kurang dari 1000 orang abang becak. Penyerahan dokumen kependudukan kepada abang becak yang dilakukan dalam rangka memeriahkan Jember Multi Event 2013 ini, sebagai bentuk perhatian Pemkab Jember terhadap kebutuhan abang becak dalam kelengkapan administrasi kependudukan. “Sesungguhnya ini adalah program nasional, untuk tuntasnya akte kelahiran. yang memang Jember memulai pertama kali. Kebetulan di Jember ada Multi Even, sekaligus kita berpartisipasi. Sesungguhnya keluarga abang becak yang ada di Jember seluruhnya sebanyak 5000 orang,” ujar, Isman Oetomo, Kepala Dispenduk Capil Administrasi kependudukan (Adminduk) berupa Kartu Keluarga (KK), KTP, dan Akte Kelahiran, untuk abang becak ini oleh Dispenduk & Capil Jember diberikan secara gratis kepada para abang becak yang ada di Kabupaten Jember. Penyerahan adminduk kepada 1000 abang becak yang dilakukan di depan kantor Pemkab Jember, Jl. Sudarman 1, Jember ini, nantinya juga akan diikuti dengan penyerahan adminduk kepada seluruh abang becak yang ada di Kabupaten Jember. “Tapi untuk hari Senin ini hanya akan ada 1000 orang abang becak. Ini karena keterbatasan tempat dan waktu. Sementara hanya 1000, tetapi nanti akan diberikan kepada 5 ribu abang becak se Kabupaten Jember,” ungkapnya. Kegiatan yang dilaksanakan ini, lanjut Isman, hanya terikat pada abang becaknya saja, tapi juga berlaku untuk keluarganya. Karena pada dasarnya, Pemkab Jember ingin menuntaskan adminduk sampai pada masyarakat terbawah atau masyarakat miskin. “Ini

Sesungguhnya ini adalah program nasional, untuk tuntasnya akte kelahiran. yang memang Jember memulai pertama kali. Kebetulan di Jember ada Multi Even, sekaligus kita berpartisipasi. Sesungguhnya keluarga abang becak yang ada di Jember seluruhnya sebanyak 5000 orang tuntutan dari pemerintah pusat agar di kabupaten dan kota seluruh Indonesia tuntas adminduk secara gratis dan menyeluruh,” jelasnya. Dikatakan, Kabupaten Jember merupakan satusatunya kabupaten di Jawa Timur yang sudah melaksanakan program ini. Kegiatan inipun nantinya tidak hanya sebatas adminduk saja, namun juga ada kegiatan yang lain, yaitu pemberian santunan kepada abang becak berupa uang transport, hadiah hiburan, dan penghargaan bagi abang becak oleh Bupati Jember, MZA Djalal. Kabid Capil, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Kabupaten Jember, Sri Wahyuniati, SH, M.Si, menambahkan, bahawa kegiatan yang digelarnya merupakan program tuntasnya administrasi kependudukan yang diawali oleh Tuntasnya Administrasi Kependudukan (Adminduk) berupa Akte Kelahiran bagi 5 ribu abang becak se Kabupaten Jember. Namun untuk acara launchingnya, hanya diikuti oleh seribu abang becak. Tujuan dari kegiatan ini lanjut Yuni, memberikan kemudahan secara gratis kepada masyarakat kurang Jember Kita

I

Agustus 2013

11


HOT NEWS mampu yang belum berkesempatan mengurus akte kelahiran karena alasan biaya. Diharapkan diawali dari kegiatan ini masalah administrasi kependudukan berupa akte kelahiran, sebagai kelengkapan kependudukan, bisa tuntas. “Kita hanya berbuat kok untuk masyarakat, sehingga masyarakat bisa punya akte kelahiran, selain ini merupakan program nasional,” tambahnaya.

“Ini tuntutan dari pemerintah pusat agar di kabupaten dan kota seluruh Indonesia tuntas adminduk secara gratis dan menyeluruh,”

Kepala Dispenduk Jadi Ketua Abang Becak Sementara pada acara launching program tuntas kepemilikan akta kelahiran keluarga abang becak di depan kantor Pemkab Jember yang juga dihadiri pejabat unsur Muspida, Bupati Jember, MZA Djalal, menjelaskan kepada ribuan abang becak yang hadir itu akan pentingnya akte kelahiran tersebut. “Akte itu penting, jadi untuk bapak-bapak yang ingin membuat akte kelahiran anak, yang mau ngurusi silahkan langsung datang ke Dispenduk, gratis tanpa dipungut biaya apapun,”ujarnya. Tak hanya itu saja, Bupati Djalal juga menghimbau abang becak yang hadir untuk selalu menjaga kerukunan antar abang becak dan mengingatkan agar tetap menjaga kesehatan. “Saya menghimbau kepada bapak-bapak ini untuk tetap hidup rukun, saling tolong menolong, dan yang terpenting jangan lupa untuk menjaga kesehatan mengingat bapak-bapak ini setiap harinya bekerjanya di jalanan,” imbuhnhya. Program tersebut memang sekaligus menjadi pembukaan penuntasan akte kelahiran gratis bagi sekitar lima ribu keluarga abang becak yang tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Jember. Pada acara itu juga, pihak panitia, atau dispendik memberikan penghargaan kepada pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya program akta kelahiran gratis ini.

Isman Oetomo, Kepala Dispenduk Capil Kab. Jember

Salah satunya diberikan kepada RS. Bina Sehat Jember. Seperti yang diketahui rumah sakit ini juga memberikan pelayanan pengurusan akta kelahiran kepada setiap bayi yang lahir di RS Bina Sehat. Pemberian penghargaan juga diberikan kepada BNI 46, dan Rien Colection. Program Tuntas Akta Kelahiran yang berlangsung semarak itu, ditutup dengan atraksi becak dari paguyuban becak igel yang meghibur ribuan orang yang memenuhi alun-alun Jember tersebut. Pada kesempatan itu pula, Kepala Dispenduk Kabupaten Jember, Isman Oetomo, ditunjuk oleh Bupati Djalal, menjadi Ketua Paguyuban Abang Becak Jember. “Bapak asuhnya tukang becak se Jember, saya usulkan Pak Isman. Dedi empian sedejeh mon bedeh panapah, a sambet ke Pak Isman, amek bedeh kaparloan, ke Pak Isman (Jadi sampean semua, kalau ada apa-apa, mengadu ke Pak Isman. Kalau ada keperluan, ke Pak Isman}. Ada usulan becak se Jember mau diganti mesin misalnya, lapor ke pak isman, nanti pak isam. Pak isman, sekarang sampean jadi bapaknya tukang becak se Jember,” ucap Bupati Djalal.

Para tukang becak berkumpul di Alun-alun Kota Jember untuk menerima Akte Kelahiran gratis

Sugeng/Humas

12

Jember Kita

I

Agustus 2013


Jember Kita Anik/Jember Kita

I

Agustus 2013

13


Membaiknya Infra Struktur Pengaruhi Daya Beli Masyarakat Oleh : Winardyasto

P

enyebab munculnya masalah ketahanan pangan, tidak selamanya dikarenakan oleh menurunnya produksi pangan itu sendiri. Karena meski produksi pangan tidak terganggu atau bahkan dibilang surplus, namun kalau tidak didukung ketersediaan infra struktur yang memadai dan lemahnya daya beli masyarakat, tetap saja akan memunculkan persoalan ketahanan pangan. Kondisi yang seperti ini pernah dialami oleh Kabupaten Jember sepuluh tahun silam. Akibat dari lemahnya daya beli masyarakat, menempatkan kota penghasil tembakau ini berada di posisi sepuluh paling bawah di Jawa Timur. Padahal waktu itu produksi beras di Kabupaten Jember lumayan bagus mampu mencapai 600.000 ton berupa gabah kering. Melemahnya daya beli masyarakat ketika Kabupaten Jember mendapat “raport merah”, diantaranya dikarenakan fasilitas infra struktur kurang memadai, yang ini membawa dampak terhadap aktifitas perekonomian masyarakat. Sehingga pada akhirnya menyisakan permasalahan ketahanan pangan.

Melemahnya daya beli masyarakat ketika Kabupaten Jember mendapat “raport merah”, diantaranya dikarenakan fasilitas infra struktur kurang memadai, yang ini membawa dampak terhadap aktifitas perekonomian masyarakat. “Alhamdulilah saat ini Kabupaten Jember sudah terbebas dari permasalahan ketahanan pangan, karena sejak terpuruk dan dihadapkan persoalan ketahanan pangan ada niatan untuk bangkit. Terbukti secara bertahap jumlah produksi gabah kering pun meningkat yakni 900.000 ton per tahun,” ungkap Bupati Jember Ir.MZA Djalal, M.Si, ketika memberikan sambutan selamat datang sekaligus jamuan makan malam peserta seminar nasional teknologi pangan di Pendopo Wahya Wibawa Graha Rabu (28/8).

14

Jember Kita

I

Agustus 2013


Repro

Jember Kita

I

Agustus 2013

15


Kabupaten Jember tidak hanya memiliki keunggulan sebagai daerah penghasil beras di wilayah timur Jawa Timur, lebih dari itu sebagai kota pendidikan tempat bercokolnya perguruan tinggi baik itu negeri maupun swasta.

MZA Djalal, Bupati Jember

Dalam kesempatan itu, bupati menyampaikan obesinya, bahwa pada tahun 2015 nanti produksi gabah kering di Kabupaten Jember bisa tembus 1.000.000 ton per tahun. Diyakini, kalau itu bisa terwujud, maka produksi beras di Kabupaten Jember melimpah. Djalal juga mengilustrasikan, jumlah produksi beras 900.000 ton per tahun saat ini tidak akan habis untuk dimakan oleh rakyat Jember. Kemampuan Jember dalam meproduksi beras ini, bahkan mampu mengirim ribuan ton ke luar pulau, dan Kabupaten Jember menjadi daerah tujuan “kulakan”beras. Karena itu, tak salah jika akhirnya Pemkab Jember menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu dari empat prioritas pembangunan daerah. Hasilnysa pun dapat dilihat dan dirasakan, produksi beras di Kabupaten Jember grafiknya dari tahun ke tahun terus meningkat.

“Kabupaten Jember tidak hanya memiliki keunggulan sebagai daerah penghasil beras di wilayah timur Jawa Timur, lebih dari itu sebagai kota pendidikan tempat bercokolnya perguruan tinggi baik itu negeri maupun swasta. Karena itu, Jember memiliki potensi, puluhan pakar penelitian khususnya di bidang pangan. Pakar pangan ini kedepan bisa berbuat lebih banyak dan mendarma baktikan dirinya untuk kepentingan masyarakat melalui penelitian dan temuan teknologi pangan, salahsatunya adalah mengadakan seminar teknologi pangan,”jelas Djalal. Ditambahkan, kendati pakar penelitian pangan dari perguruan tinggi itu bertempat tinggal di Jember karena profesinya sebagai dosen untuk memintarkan mahasiswa, namun mereka tidak pernah berpikir untuk kepentingan Jember saja. Mereka juga berbuat untuk kepentingan nasional dan hal ini patut diacungi jempol, mengingat tiap hari dan tiap malam pakar penelitian pangan ini tidak pernah berhenti untuk berinovasi dan diharapkan kedepan lebih banyak lagi muncul pakar penelitian di Kabupaten Jember. “Saat ini Kabupaten Jember tidak hanya menjadi gudangnya beras tapi juga menjadi gudangnya pakar penelitian pangan, saya bangga sebagai bupati dan sekaligus menjadi warga Jember karena kota kita tercinta ini terlepas dari problem ketahanan pangan.Keberhasilan ini juga berkat dukungan dari pakar penelitian pangan, mereka secara sukarela ikut memikirkan nasib Jember agar tidak lagi masuk katagori kabupaten terlilit persoalan ketahanan pangan dan justru sebaliknya menjadi lumbung pangan di Jawa Timur,”pungkas Djalal.

Fera/Jember Kita

16

Jember Kita

I

Agustus 2013


Jadikan Jember Berseri, Prioritaskan Keindahan Taman Kota Oleh : Fera Dwi Aprilianti

Salah satu taman kota yang berada di Jalan masuk Kota Jember yang terus di jaga dan dirawat keindahaannya

Fera/Jember Kita

K

etidaknyamanan iklim yang dirasakan masyarakat di lingkungan perkotaan sejak beberapa waktu belakangan, dijadikan bahan pertimbangan bagi pembuat kebijakan dalam perancangan dan perencanaan kota. Tidak terkecuali kota Jember, perubahan unsur-unsur lingkungan dari yang alami menjadi buatan disinyalir menjadi penyebab terjadinya perubahan karakteristik iklim mikro di kota ini. Untuk mengendalikan ketidaknyamanan itu, dipilihlah pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang salah satunya berupa Taman Kota. Taman kota merupakan bagian dari ruang terbuka hijau (green open spaces). Dimana dalam suatu areal dai perkotaan diisi oleh tumbuhan, tanaman dan vegetasi. Hal itu digunakan untuk mendukung manfaat langsung atau tidak langsung yang dihasilkan oleh taman dalam kota tersebut, yaitu keamanan, kenyamanan, dan keindahan wilayah perkotaan. Pada umumnya, selain dipadati tumbuhan hijau, taman kota juga menyediakan sarana untuk bermain anak, berolahraga, ruang interaksi sosial dan berbagai fasilitas lainnya, seperti kursi, meja, gazebo yang turut menghiasi keindahan sebuah taman kota. Namun ini tetap dengan objek penyusun utamanya, yakni beragam jenis tanaman yang ditanam di sana. Dengan keindahan dan kenyamanan itulah, tentu saja membuat taman kota banyak dikunjungi masyarakat. Kebanyakan mereka datang ke taman kota hanya untuk sekedar menikmati segarnya udara, meski berada di kawasan perkotaan. Ada juga yang datang hanya sekadar untuk merefresh otak dengan segala kepenatan, ada yang bermain, berolahraga, dan beragam alasan lainnya untuk beraktivitas di sini. Karena itu tidak heran, jika taman kota tidak pernah sepi pengunjung, terlebih pada saat akhir pecan. Dimana taman kota menjadi salah satu alternative tempat wisata dengan tanpa mengeluarkan biaya untuk bisa menikmatinya. Jember Kita

I

Agustus 2013

17


Seperti halnya di kota Jember. Kota yang dikenal dengan aneka makanan khas tapenya ini, memiliki banyak taman kota. Mulai dari taman kota yang berada di pusat kabupaten hingga taman kota yang tersebar di beberapa tempat di kota kecamatan. Semua taman kota tersebut dijadikan prioritas dalam pembangunanya, yang ini bertujuan agar kota Jember menjadi kota yang peduli akan Ruang Hijau Terbuka. Seperti yang diungkapkan Kabid Tata Kota dan pedesaan DPU Cipta Karya, Bambang Hariono, bahwa di Jember saat ini ada banyak taman kota, mulai dari yang ada di pusat kotanya seperti alun-alun, doubleway, air mancur DPRD, hingga yang berada di kota kecamatan seperti di Tanggul, Kalisat. “Itu ada semua, dan semuanya juga diprioritaskan. Itu membuktikan bahwa Jember memang sangat peduli terhadap RTH ini,”ungkapnya. Ia juga menjelaskan, bahwa pembangunan taman kota tidak hanya sekedar pembangunannya saja, melainkan dilanjutkan dengan perawatan secara intens agar taman kota yang ada tersebut tetap indah meski dalam jangka waktu yang lama sekalipun.

Bermanfaat untuk Lingkungan. Jika anda sedang berkunjung ke kota Jember, anda pasti akan melihat keindahan taman kota yang ada di sini. Lahan hijau sangat mudah ditemui, meski di dalam kawasan perkotaan sekalipun. Tak hanya itu , dikota yang terkenal dengan tembakaunya ini, masyarakat juga akan dimanjakan dengan taman-taman kota yang dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti gazebo untuk tempat peristirahatan bagi anda yang ingin melepas lelah

Jika anda sedang berkunjung ke kota Jember, anda pasti akan melihat keindahan taman kota yang ada di sini. Lahan hijau sangat mudah ditemui, meski di dalam kawasan perkotaan sekalipun. sejenak. Juga kursi-kursi yang sengaja disediakan untuk mereka yang hanya ingin sekedar menikmati kesegaran taman kota ini. “Taman kota di Jember ada yang berskala kecil, ada yang berskala besar. Yang berskala kecil seperti yang ada di kota kecamatan misalnya, yang bersakala besar seperti alun-alun kota. Nah untuk yang taman kota yang berskala besar ini, missal seperti alunalaun, dilengkapi dengan berbagai fasilitas, mulai dari fasilitas untuk istirahat sampai untuk berolahraga juga ada disni,” terang Bambang. Dijelaskan bahwa sebenarnya taman kota yang kecil maupun besar, pada dasarnya sama saja, semuanya merupakan bagian dari ruang terbuka hijau yang memiliki fungsi penting dalam mengendalikan dan memelihara integritas dan kualitas lingkungan. “Semua taman kota memiliki fungsi penting, selain untuk keindahan juga untuk kenyamanan. Dengan adanya taman kota ini bias mengurangi polusi udara, udara menjadi segar, dan kalau udara segar ,tidak terkontaminasi dengan polusi, maka akan tercipta masyarakat yang sehat,”imbuhnya.

Fera/Jember Kita

18

Jember Kita

I

Agustus 2013


Fera/Jember Kita

Kepada masyarakat, ia meminta agar turut menjaga taman kota, mengingat taman kota ini memiliki banyak fungsi yang sangat bermanfaat bagi kehidupan lingkungan sekitar.

Indahnya Kota Jember Seindah Taman Kotanya Karena memiliki banyak manfaat itulah, membuat pengambil kebijakan taman kota yang ada di DPU Cipta Karya terus melakukan inovasi, agar pembangunan taman kota bisa dimaksimalkan. Demikian diungkapkan Rachman, dari bidang tata kota dan pedesaan. “Taman kota yang sudah ada ini tentu saja akan terus dibangun, dimaksimalkan, diperbaiki, dan yang terpenting adalah dirawat. Setiap hari taman kota ini selalu dipantau dan dibersihkan, itu untuk meminimalisir rusaknya taman kota,” ujarnya. Untuk masalah perawatan taman kota, sering mengalami kesulitan dikarenakan anggaran dan SDM yang sangat terbatas. Namun demikian, upaya untuk perawatan itu tetap saja dilakukan dan tidak memupuskan semangat untuk tetap menjadikan taman kota indah. Perawatan terhadap taman-taman ini pun dilakukan secara intens setiap hari. “Kami melakukan perawatan secara intens, kalau ada yang rusak kami ganti, kalau ada tanaman yang mati, kami ganti dengan menanam tumbuhan yang baru. Tanaman yang digunakan juga beraneka ragam,

“Taman kota yang sudah ada ini tentu saja akan terus dibangun, dimaksimalkan, diperbaiki, dan yang terpenting adalah dirawat. Setiap hari taman kota ini selalu dipantau dan dibersihkan, itu untuk meminimalisir rusaknya taman kota,”

Kabid Tata Kota dan pedesaan DPU Cipta Karya, Bambang Hariono

ada banyak jenisnya, seperti pohon-pohon mahoni, cemara, beringin, dan lainnya,” tegasnya. Terkadang perubahan taman kota juga dilakukan, agar masyarakat tidak jenuh dan tetap merasa nyaman saat berkunjung kesana. Sebagaimana diakui salah seorang anggota masyarakat, terhadap keberadaan taman kota yang tersebar di berbagai tempat, baik di pusat kota kabupaten maupun kecamatan. “Saya sangat sering berkunjung kesini, biasanya kalau sudah akhir pekan datang kesini untuk refreshing. Di sini enak ya udaranya sangat segar, dan mata dimanjakan dengan banyaknya tumbuhan hijau,” ungkap Cicik, seraya mengakui bahwa keberadaan taman kota di Jember sudah baik, dari segi tata letaknya maupun fungsi dan fasilitasnya. Jember Kita

I

Agustus 2013

19


Jember Terang Benderang Berkat PJU Oleh : Winardyasto

M

elihat Jember yang terang benderang, meski di malam hari, tidak lama lagi bakal menjadi kenyataan. Ini karena, pengerjaan pemasangan fasilitas penerangan jalan umum (PJU), yang dilaksanakan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Cipta Karya Kabupaten Jember, sudah mencapai 60 %. Diharapkan, pada bulan Nopember 2013 mendatang, pemasangan PJU di berbagai pelosok kecamatan di Kabupaten Jember sudah terpasang semua dan menyala. Dari catatan dinas tersebut, tahun ini tercatat ada penambahan 3143 titik pemasangan PJU. Apabila itu terpasang semua, maka jumlah PJU di Kabupaten Jember total berjumlah 20 ribuan dan tiap kecamatan mendapat tambahan titik PJU. Demikian diungkapkan Nurmawan, Kasi PJU Dinas PU Cipta Karya Pemkab Jember. Untuk pemasangan PJU menurut Nurmawan, pihaknya tetap berpatokan ada tidaknya jaringan listrik PLN, selain juga melihat kondisi lebar jalan. Prasyarat yang dibuat Cipta Karya ini, belum banyak diketahui masyarakat, karena itu tak salah kalau kemudian muncul anggapan, dinas di bawah pimpinan Merwin Luciana ini, menganaktirikan tempat lain saat hendak

Anik/Jember Kita

Penerangan jalan umum yang dpasang di wilayah Rembangan sangat membantu memperlancar jalur perekonomian masyarakat

20

Jember Kita

I

Agustus 2013


memasang PJU. Dikatakan Nurmawan, tidak ada alasan bagi Cipta Karya untuk tidak melaksanakan program PJU, apalagi ketika diketahui lebar jalan memenuhi syarat dan aliran listrik tersedia. “Saat menempatkan PJU Dinas PU Cipta Karya Pemkab Jember tidak pernmah pilih kasih, asal kedua syarat terpenuhi yakni lebar jalan dan aliran listrik tersambung, kalau tidak ada jaringan PLN ya tidak bisa dipasang PJU,” ujarnya. Untuk program penerangan jalan ini, tiap tahun selalu ada penambahan titik PJU, dan tahun 2013 ini diharapkan sudah menyentuh semua kecamatan. Pemerataan pemasangan PJU ini, diupayakan bisa tuntas

pada tahun ini, karena manfaatnya jelas dirasakan oleh semua masyarakat, baik di perkotaan maupun di pedesaan. “Kabupaten Jember tidak gelap gulita ketika malam hari malah justru semakin benderang,” jelas Nurmawan. Mengenai besarnya daya lampu PJU, dijelaskan Nurmawan, bervariasi, dari mulai 70 wat, 150 wat dan 250 wat, bergantung dari lebar jalan itu sendiri, minimal 3 meter. Celakanya, meski Dinas PU Cipta Karya sudah memasang lampu PJU dan meningkatkan jumlah titik PJU, namun bukan berati keberadaan lampu tersebut aman. Dari pantauan dinas tersebut di lapangan, menyebutkan, beberapa

“Saat menempatkan PJU Dinas PU Cipta Karya Pemkab Jember tidak pernmah pilih kasih, asal kedua syarat terpenuhi yakni lebar jalan dan aliran listrik tersambung, kalau tidak ada jaringan PLN ya tidak bisa dipasang PJU,”

Nurmawan, Kasi PJU Dinas PU Cipta Karya Pemkab Jember.

lampu PJU diketahui lenyap dicuri maling, seperti di daerah Gunung Gumitir, Kecamatan Silo dan Pondokdalem, Kecamatan Sumberbaru.

Prioritaskan PJU di Desa Kendati Kabupaten Jember kini telah berhasil melaksanakan pemasangan PJU dan manfaatnya telah dirasakan oleh masyarakat luas, namun Dinas PU Cipta Karya Pemkab Jember masih akan melanjutkan program tersebut di tahun 2014. Hanya saja, semua itu menunggu persetujuan dari bupati MZA Djalal dan persetujuan DPRD Kabupaten Jember. Jika keinginan dari dinas tersebut bisa direalisasikan, maka direncanakan tahun depan ada penambahan 15 titik di tiap desa di tiap kecamatan di Kabupaten Jember. “Penambahan titik PJU di tahun 2014 nantinya diprioritaskan di desa karena di jalur jalan propinsi dan jalan kecamatan telah dipenuhi PJU dan masih banyak desa di Kabupaten yang belum ada PJU-nya, asal secara teknis tidak ada kendala maka PJU bisa terpasang,” ungkapnya. Pemasangan PJU yang hanya sudah hampir merata di seluruh ruas jalan di Kabupaten ini memang cukup membanggakan. Karena dibanding kabupaten lain, kini Jember terlihat lebih cantik berkat adanya PJU di malam hari. “Karena itu hendaknya masyarakat ikut menjaga keberadaan PJU ini jangan sampai hilang atau rusak,”imbuh Nurmawan. Jember Kita

I

Agustus 2013

21


Repro

Optimalkan Peran HIPPA Optimizing the Role of HIPPA Oleh : Anik D. Mulyani

M

emasuki musim kemarau, petani cukup di resahkan oleh ketersediaan air untuk mengairi sawah-sawah mereka. Debit air sungai yang mereka andalkan mengalami penurunan. Penurunan debit air ini tentu saja mempengaruhi produktivitas, khususnya tanaman pangan yang diusahakan petani. Said salah satunya. Lelaki paruh baya ini cukup resah karena tanaman padi di lahannya membutuhkan pengairan yang cukup untuk meningkatkan produktivitas. “Sekarang petani dikacaukan oleh cuaca yang tidak bisa diprediksi. Biasanya sudah masuk kemarau, masih ada hujan. Terlanjur tanam padi, ternyata kecele’ (tertipu, red) dan khawatir nantinya gagal panen,” ujarnya. Di lain pihak, Kasubbag Umum Dinas Pengairan Kabupaten Jember, M. Rubai membenarkan adanya debit air yang menurun disaat musim kemarau. Menurutnya kondisi tersebut memang terjadi setiap tahun mengingat sumber-sumber air tidak seluruhnya mengalirkan air dengan debit yang normal.

22

Jember Kita

I

Agustus 2013

In this dry season, the farmers are quite confused by the availability of water that they used to irrigate their rice fields. The water discharge from the river is declining. The water discharge decline will also affecting the productivity, especially the food plant that cultivated by the farmer. Said is one of them. This middle aged is quite worried because the paddy he grew needs enough water to increase the productivity. “Now the farmers are screwed by unpredictable weather. Usually in dry season, the rain still occurred. We already grew paddy, but we were misguided, and worried the harvest will be failed,” he said. In other side, the Sub division Head of Public Irigation Agencies, M Rubai confirmed that the water discharge is declining during the dry season. According to him, the condition is occurred every years, considering the founts not giving normal water discharge in general.


Seluruh petani mengandalkan berbagai saluran sepanjang tahun untuk mengaliri sawahnya sehingga pemeliharaan serta pembangunan baru, khusus untuk saluran tersier, benarbenar diutamakan.

All farmers are counting on the channels to irrigate their rice field through the year, so that the maintenance and improvement, especially creating new tertiary channel, is a priority.

Selain itu pompa suplesi juga disiapkan di daerah irigasi Bedadung dan Talang. Pompa suplesi ini digunakan untuk mengangkat air sungai yang dalam dan dialirkan ke sawah-sawah melalui saluran irigasi. “Kami lakukan pemantauan, dan melakukan pemeliharaan terhadap saluran-saluran irigasi. Kami memantau terus debit air dari saluran primer, sekunder, dan tersier yang ada di Jember melalui UPT yang tersebar di seluruh wilayah,� paparnya. Berdasarkan data di tahun 2012, saluran primer, skunder, dan tersier di Kabupaten Jember masingmasing 80.789 unit, 498.911 unit, dan 59.530 unit. Seluruh petani mengandalkan berbagai saluran sepanjang tahun untuk mengaliri sawahnya sehingga pemeliharaan serta pembangunan baru, khusus untuk saluran tersier, benar-benar diutamakan.

Other than that, the addition pump are also prepared in the Bedadung and Talang irrigation area. These addition pumps are used to take the water from deep river to the rice fields through the irrigation channels. “We also monitor and maintain the irrigation channels.We monitor the water discharge from the primary, secondary, and tertiary channels in Jember through the technical unit in every area,� he said. Based on the data in 2012, in Jember, the number of primary channels are 80.789 units, secondary channels are 498.911 units, and tertiary channels are 59.530 units. All farmers are counting on the channels to irrigate their rice field through the year, so that the maintenance and improvement, especially creating new tertiary channel, is a priority.

Repro

Jember Kita

I

Agustus 2013

23


Anik/Jember Kita

“Kadang-kadang masih ada saja kasus perebutan air, maka dalam HIPPA kita harapkan mereka melakukan mekanisme pembagian air sendiri dan melakukan kesepakatan sendiri bagaimana nanti pengaturannya antara masing-masing petani. Peran HIPPA dan ulu-ulu penting sekali disini,” Tak hanya melakukan pemeliharaan dan membangun saluran air yang baru, Dinas Pengairan bekerjasama dengan Dinas Pertanian melakukan sosialisasi ke petani untuk melakukan pembagian air dengan tepat. Mereka membina HIPPA dan gabungan HIPPA untuk bisa melakukan pengaturan air di wilayah-wilayah kecamatan tertentu. Di Jember sendiri tercatat 212 HIPPA dan 23 gabungan HIPPA, dan paling banyak jumlahnya di wilayah selatan yang memang sektor pertaniannya dikenal cukup baik.

24

Jember Kita

I

Agustus 2013

“Sometimes the disputes over water supply still happens, so that in HIPPA we hope they can do their own mechanism in water distribution and creating an agreement on the regulation they made. The role of HIPPA is important in here,” explained Rubai. Not only performing the maintenance and creating new water channel, the Irrigation Agency, working together with the Agricultural Agency, conducted a socialisation for the farmers to distribute the water wisely. They developed HIPPA and HIPPA coalition to perform the water distribution arrangement in certain sub districts. There are 212 HIPPA and 23 HIPPA coalition existed in Jember. The most are existed in southern area, that already famous with a good agricultural sector.


“Kadang-kadang masih ada saja kasus perebutan air, maka dalam HIPPA kita harapkan mereka melakukan mekanisme pembagian air sendiri dan melakukan kesepakatan sendiri bagaimana nanti pengaturannya antara masingmasing petani. Peran HIPPA dan ulu-ulu penting sekali disini,” jelas Rubai. Untuk meningkatkan kualitas dan perkembangan HIPPA di Jember, Rubai mengatakan Dinas Pengairan tidak hanya melakukan monitoring dan evaluasi, tetapi juga mengadakan lomba HIPPA. Dengan demikian mereka akan terus terdorong untuk meningkatkan kualitas dan peran serta petani dalam menguatkan kelembagaan HIPPA. Selain itu Dinas Pengairan dan Dinas Pertanian juga bekerjasama untuk melakukan sosialisasi tentang pola tanam yang tepat. Pola tanam petani berhubungan dengan penggunaan air setiap petani. Maka saat musim kemarau, petani diharapkan juga menanam tanaman yang tepat, seperti kedelai, jagung, dan lain-lain.

“Sometimes the disputes over water supply still happens, so that in HIPPA we hope they can do their own mechanism in water distribution and creating an agreement on the regulation they made. The role of HIPPA is important in here,” explained Rubai. To increase the quality and development of HIPPA in Jember, Rubai said that the Irrigation Agency is not only monitoring and evaluate, but also conducted the HIPPA competition. By doing so, they will continually encouraged to increase their quality and farmer’s role in strengthen the HIPPA organisation. The Irrigation Agency and Agricultural Agency are also working together to socialise the correct planting patterns. The farmer’s planting patterns related with the water needed by the farmer. So that in the dry season, the farmers are hoped to grow the right plant, such as soybean, corns, etc.

Salah satu pipa air yang baik untuk memasok kebutuhan air untuk lahan persawahan

Repro

Jember Kita

I

Agustus 2013

25


MULTI EVENT

Multievent Jember, Berdampak Hingga ke Pedagang Kaki Lima Oleh : Fera Dwi Aprilianti

M

ultievent Jember yang merupakan salah satu agenda tahunan kota tembakau ini, ternyata memberikan dampak baik dalam meningkatkan perekonomian , hal itu dirasakan mulai dari pelaku usaha kelas atas hingga para pedagang kaki lima sekalipun. Seperti yang dikatakan oleh Risal, salah seorang pedagang kaki lima yang berjualan nasi bungkus di sekitar alun-alun kota Jember “ alhamdulilah semenjak multievent Jember ini, dagangan saya jadi lebih laris, karena alunalun yang biasanya hanya ramai pada hari minggu saja, sekarang jadi ramai setiap hari�ujarnya. Bapak dari tiga anak itu mengaku dagangannya bisa laris empat kali lipat dari biasanya, jika pada hari biasa dagangannya hanya bisa laris 30 bungkus, semenjak Multievent Jember ini dagangannya bisa laris hingga 250 bungkus dalam setiap harinya.

26

Jember Kita

I

Agustus 2013


MULTI EVENT

Para pedagang kaki lima bekerja lebih ekstra dari harihari biasanya, karena mereka menjadi sibuk bulan multi event di Jember sangat menguntungkan

Hal yang sama juga diungkapkan seorang pedagang mainan, Suhra, menurutnya kegiatan Multievent ini memberikan rejeki tersendiri bagi dirinya dan teman-teman Fera/Jember Kita pedagang kaki lima lainnya, karena dengan keramaian yang hampir setiap hari itu membuat omset dagangan mereka bisa naik beberapa kali lipat jika dibandingkan hari-hari biasanya. “Dengan keramaian ini, membuat dagangan saya semakin laris, apalagi kan disini banyak anak kecil, sedangkan saya berjualan mainan untuk mereka, seperti mobil mainan, balon, gelembung udara, dan yang lainnya jadi ya laris”ujarnya. Tak hanya itu saja, yang lebih menyenangkan mereka lagi adalah harga dari setiap barang yang dijual bisa mencapai dua Tak hanya itu saja, yang lebih kali lipat dari harga semula, dan dengan harga tersebut, menyenangkan mereka lagi dagangan mereka masih tetap laris. adalah harga dari setiap “jika biasanya harganya hanya Rp.3.500,- kalau sudah ramai barang yang dijual bisa begini harganya dinaikkan menjadi dua kali lipatpun, masih tetap laris, ya misalnya harga semula 3500 dijual Rp.7.000,- itu mencapai dua kali lipat dari masih laku, ya alhamdulilah “imbuh Suhra. harga semula, dan dengan Tak hanya mereka, para pedagang kaki lima ang lainnya harga tersebut, dagangan juga merasakan hal yang sama, menurut mereka, dengan adanya kegiatan multievent jember ini, kota Jember menjadi mereka masih tetap laris. lebih ramai ,sehingga dapat meningkatkan omset mereka. Para pedagang kaki lima ini berharap, kegiatan Multievent Jember dapat terus berlanjut hingga tahun-tahun selanjutnya “kami berharap kegiatan semacam ini tetap ada di Jember, kalau isa sering-sering juga lebih enak, karena kalau ada kegiatan ini kan jadi ramai setiap harinya, kalau sudah ramai, dagangan kita jadi laris”ungkap Fadila. Jember Kita

I

Agustus 2013

27


LAND SCAPE

Bundaran Kampus atau DPRD nampak indah dan rapi serta menjadi pemandangan yang menarik Oleh : Anik D. Mulyani

28

Jember Kita

I

Agustus 2013


Jember Kita

I

Agustus 2013

29


Kantor DPU Cipta Karya Jember yang dihiasi lampu warna-warni dan penjor, menjadikan suasananya sangat anggun dan menarik untuk dilihat

Berebut Menjadi yang Terbaik di Bulan Baik Struggling to be the Best in Good Month Oleh : Indra G. Mertowijoyo

B

ulan Agustus menjadi bulan terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia, karena di bulan ini ada momentum yang tak pernah terlupakan sepanjang masa, yaitu di proklamasikannya Kemerdekaan Indonesia ke seluruh dunia. Karena itu, ketika memasuki bulan ini, masyarakat Indonesia berusaha untuk melakukan sesuatu demi memeriahkan peringatan hari terbebasnya bangsa Indonesia dari belenggu penjajahan. Sebagai bagian dari komunitas besar bernama Indonesia, Pemerintah Kabupaten Jember, berusaha menjadikan peristiwa bersejarah tersebut sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas kinerja, utamanya berkaitan dengan pelayanan kepada masyarakat. Bentuk kegiatan yang dilakukan adalah lomba kebersihan kantor yang pesertanya berasal dari kantor-kantor di lingkup Pemkab Jember, mulai dari badan, dinas, kantor, bagian, kecamatan sampai kelurahan.

30

Jember Kita

I

Agustus 2013

August is good month for every people in Indonesia, because in this month there is an unforgettable event, which is the declaration of Indonesian Independence to the world. That’s why, in this month, Indonesian people trying to do something, in order to enliven the commemoration of the day when Indonesian people freed from the colonialism. As a part of the big community called Indonesia, the Jember District Government is trying to turn this historical event into a momentum to increase the efficiency, especially concerning the public services. And it is manifested with the office cleanliness competition that followed by offices in the Jember District Government, ranging from agencies, departments, section, sub district until village.


MULTI EVENT

Ada tiga sasaran dari lomba kebersihan kantor yang diselenggarakan dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan tahun ini. Ketiga sasaran tersebut antara lain, Satu Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Kecamatan se Kabupaten Jember, Kelurahan se Kabupaten Jember. Dalam pelaksanaan lomba, ada tiga kantor yang menurut pantauan tim penilai lomba, bersaing ketat dalam membenahi lingkungan kantornya. Ketiga instansi besar tersebut adalah RSD dr. Soebandi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan DPU Cipta Karya. RSD dr Soebandi dengan halamannya yang luas, berusaha menjadikan menonjolkan keindahan Teguh/Humas tamannya dengan di “sulap� sedemikian rupa, sehingga terlihat sangat asri dan sejuk. Sedangkan Disperindag lebih mengangkat kemeriahan peringatan kemerdekaan dengan berusaha membuat seluruh sudut, muali dari taplak meja sampai dengan ruangan lainnya, yang dihias dengan lampu penjor bernuansa merah putih. Meski tidak sama persis, DPU Cipta Karya berusaha menjadikan lingkungannya tampak gemerlap dengan memainkan lampu penjor di setiap sudut halaman. Gemerlap lampu penjor di beberapa kantor di Jember ini, tak urung menjadikan kota Jember, yang tengah menggelar Multi Even bak negeri seribu satu malam.. Tim juri sendiri sempat dibuat bingung memberikan nilai saat mendatangi ketiga instansi ini. Menurut Ketua Tim Juri, M. Havit, bahwa hasil penilaian di lapangan akan dilakukan hearing dan presentasi bersama Asisten I selaku Plt. Kabag Pemerintahan Umum. Presentasi ini akan dilakukan, dengan menggunakan hasil dokumentasi selama penjurian pada instansi-instansi, terutama bagi instansi yang masuk nominasi juara. Ada 7 instansi yang masuk nimonasi juara dari berbagai kategori. Untuk kategori kecamatan adalah Kecamatan Kaliwates, Kecamatan Bangsalsari, dan Kecamatan Jombang. Untuk kategori kantor tanpa halaman, adalah Kantor Lingkungan Hidup, dan untuk kategori kantor dengan halaman, yaitu RSD dr Soebandi, Disperindag, dan DPU Cipta Karya.

Hasil penilaian di lapangan akan dilakukan hearing dan presentasi bersama Asisten I selaku Plt. Kabag Pemerintahan Umum.

Tim Juri, M. Havit

There are three targets of this competition, which are regional working units (SKPD for short in Indonesian), Sub districts of Jember, and villages of Jember. When the competition takes place, there are three offices that tightly compete in improving their office milieu. The big three are dr Soebandi County Hospital, Industry and trade service (Disperindag for short in Indonesian) and Public Work agency. Dr Soebandi County Hospital with its large courtyard is trying to highlight the beauty of its garden, by changing it so become beautiful and shady. While the Industry and trade service is trying to show the festivity of declaration of independence, by making every corner, ranging from table cloth until the room ambience is decorated with red and white theme. The Public Work Agency is trying to create gleaming milieu by setting sparkling light in every corner of its courtyard. The sparkling lights in few offices of Jember also make this city, which is currently holding the Multi Event; resemble a place from the fairy tales. The judges of this competition are having quite hard time to decide who the best of this contest is. According to the chairman of the judges, M Havit, the score from the field assessment will be followed by hearing and presentation with the First Assistant as the Acting Official of the General Government Head of Division. This presentation will be conducted, by considering the documentation during the assessment take place in every office. There are 7 offices that nominated as the winner from various categories. For the sub district category, there are Kaliwates Sub district, Bangsalsari Sub district, and Jombang Sub district. For the courtyard-less office category, there is environmental agency, and for the office with courtyard category, there are dr Soebandi County Hospital, Industry and trade service and the Public Work Agency.

Main Story

Jember Kita

I

Agustus 2013

31


MULTI EVENT Berusaha Tampil Beda

Trying to be Different

Unjuk gigi dalam hal positif, boleh-boleh saja dilakukan, selama tidak ada niatan untuk menyombongkan diri, tapi lebih pada tujuan agar mau melihat keberadaannya, sehingga orang lain mau mengakuinya. Sebagaimana dilakukan, DPU Cipta Karya, Kabupaten Jember, dalam rangka mengikuti lomba kebersihan kantor, menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke 68, dinas di bawah pimpinan Ir Merwin Lusiana ini, berusaha menunjukkan upayanya dalam memperindah kantornya kepada tim penilai lomba. Dinas yang berkaitan dengan masalah keindahan penataan taman kota ini, agaknya sengaja unjuk gigi, karena pihaknya memang layak untuk menjadi yang terbaik. Ini dilakukan, karena DPU Cipta Karya, tidak ingin kalah dengan kantor lain yang juga menjadi peserta lomba kebersihan kantor, terlebih lagi sebelumnya kantor Disperidag Jember sempat menjadi perhatian kantor lainnya. Karena itu, kantor DPU Cipta Karya merasa saatnya unjuk gigi dengan menghias sudut-sudut kantornya. Tak pelak, seluruh sudut kantor di kawasan jalan Srikaya ini pun berhias diri dengan penjor. Kantor leading sector kebersihan dan keindahan kota ini lebih nampak “sumringah” jika dilihat pada malam hari. Hal inilah yang disampaikan oleh Ir. Mervin Lusiana kepada tim penilai Lfomba Kebersihan dan keindahan kantor Pemkab Jember saat melakukan penilaian. Tak pelak juga, Tim penilaian lomba kebersihan kantor mendatangi kantor DPU Cipta Karya pada malam hari, dan hasilnya sangat luar biasa indahnya dengan berhiaskan gemerlap lampu Penjor. 2/9. Menurut Mervin, ada sebuah regulasi dari Bupati Jember, MZA Djalal, yang mengharuskan setiap kantor di lingkup Pemkab Jember terlihat lebih indah, meriah dan gegap gempita saat peringatan HUT RI. Sehingga dengan demikian, orang-orang di luar Kabupaten Jember bisa melihat serta merasakan bahwa masyarakat Jember saat ini punya “gawe”, yaitu memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia.

Showing off in a positive way is okay, as long as it has no intention to be arrogant. But to be acknowledged by people. As being done by the Public Work Agency of Jember district, in participating the office cleanliness competition to celebrate the 68th anniversary of Indonesian Independence. The agency led by Ir Merwin Lusiana, is trying to show its effort in beautifying their office to the assessment team of the competition. The office that has responsibility for the city park beauty and arrangement, apparently is deliberately showing off, because they deserve to be the best. This was done, because the public work agency doesn’t want to be beaten by other office, moreover the Industry and trade service was stealing the attention from other offices earlier. That’s why the Public Work Agency feels that now is the time to show off by beautifying their office. Then, every spot in the office located at Srikaya street is being decorated with penjor (some sort of decorative post, usually made from bamboo and coconut leaf, sometimes added with lantern) The leading office in city cleanliness and beauty is being more shiny on the night. This was said by Ir. Mervin Lusiana to the assessment team of the Jember District cleanliness and beauty competition. So that when the assessment team visits this office on the night, the result is magnificent, beautiful view decorated with the sparkling of lanterns mounted on the Penjor. According to Mervin, there is a regulation from Jember Regent, MZA Djalal, that require every office in the Jember District neighbourhood to become more beautiful, festive and lively in the celebration of Indonesian Independence anniversary. So that the people outside Jember can see and feel that the people of Jember is having an important agenda, which is celebrating the Indonesian Independence anniversary.

Kenyamanan dan keindahan ruang kerja kantor-kantor SKPD Kab. Jember termasuk dalam poin penilaian lomba kebersihan dan keindahan

Teguh/Humas

32

Jember Kita

I

Agustus 2013


Teguh/Humas

Anjuran bupati inipun oleh Merwin juga ditindaklanjuti dengan menggelar lomba kebersihan kantor di lingkungan, DPU Cipta Karya Sendiri yang melibatkan semua Kabid, Kasubid, dan Staf. Seluruh karyawan di DPU Cipta Karya diminta bergotong royong menghias dan memoles ruangannya, agara terlihat indah. Semua ini menurut Merwin dilakukan untuk menciptakan sebuah kebersamaan dan saling memiliki ruangan-ruangan yang ditempatinya. “Ada 3 dimensi yang di usung oleh BBJ, yaitu Dimensi Historis, Ekonomi, dan Prestasi. Dimana, dalam BBJ sendiri, tidak pernah lepas dari peringatan HUT RI dengan mengedepankan nuansa merah putih,” ujarnya.

Bagi ruangan yang berhasil menjadi terbaik dan berhak atas hadiah kambing yang disediakan, panitia melarang untuk membawa pulang. Hadiah kambing tersebut harus dimasak untuk dimakan bersama seluruh staf kantor. Diakuinya, dalam lomba kebersihan kantor tahun ini, pihaknya ingin tampil lain dari kantor-kantor pada umumnya. Ini dilakukan dengan tujuan, untuk memberikan contoh kepada masyarakat. “Ya masak mas, kantor yang menjaga kebersiahan kota dan alun-alun tampilannya biasa-biasa saja,” ungkapnya sambil tersenyum. Dikatakannya, untuk lomba kebersihan antar ruangan ini disediakan hadiah seekor kambing. Bagi ruangan yang berhasil menjadi terbaik dan berhak atas hadiah kambing yang disediakan, panitia melarang untuk membawa pulang. Hadiah kambing tersebut harus dimasak untuk dimakan bersama seluruh staf kantor. Kepala dinas berparas cantik ini berharap, apa yang dilakukan DPU Cipta Karya bisa dicontoh SKPD lain, dan memberi contoh kepada masyarakat, bahwa Pemkab Jember tidak hanya bisa menyuruh masyarakatnya bersih-bersih, namun juga melakukan hal yang sama yakni dengan menampilkan kantor-kantor SKPD dengan nuansa lain dari hari-hari biasanya.

The Regent suggestion is followed up by Mervin with the held of the office cleanliness competition inside the Public Work agency, that involve all Head of Division, Head of Sub division and staffs. Every employees in the Public Work Agency are asked to work together, in beautifying their work room so that became more beautiful According to Merwin, it was conducted to create a solidarity and sense of belonging on their working rooms. “There are 3 dimension that carried by BBJ, which is historical, economical, and achievent dimension. Whereas, BBJ never separated from the celebration of the Indonesian Independence Anniversary by highlighting the red and white nuance,” he said.

For the section that become the best and get the goat as their prize, the committee don’t allowed it to be taken home. The goat should be cooked and eaten together with every staff in the office. It was admitted that in this year contest, their office want to be different from the others. It was conducted to set an example for the people. “Hard to imagine, the office that responsible on taking care of the city cleanliness, having an ordinary appearance,” he expressed with a smile. He said that the prize for this internal competition is a goat. For the section that become the best and get the goat as their prize, the committee don’t allowed it to be taken home. The goat should be cooked and eaten together with every staff in the office. This beautiful Head of Office hopes that the effort conducted by the Public Work Agency can be replicated by other regional working units, and showing to the people that the Jember District Government is not only telling their people to clean the city, but also conducted the same thing by making the regional working units differ compared to the normal days. Jember Kita

I

Agustus 2013

33


MULTI EVENT

RSD dr Soebandi

Perbaikan Layanan Demi Kepuasan Masyarakat dr Soebandi County Hospital

Service Improvement for the Public Satisfaction Oleh : Indra G. Mertowijoyo

S

ejak mengalami perubahan Since changing status menjadi Badan Layanan their status as Umum Daerah (BLUD), sejak Regional Public tahun 2011, Rumah Sakit Daerah Service (BLUD for (RSD) dr. Soebandi, Jember terus short in Indonesian) berupaya melakukan perbaikan dan in 2011, the dr penambahan fasilitas yang Soebandi County dibutuhkan. RSD dr Soebandi yang Hospital continuing to berdiri di atas lahan seluas kurang improve and increase lebih 43.722.00 meter pesegi the number of facility dengan luas bangunan sekitar needed. Dr Soebandi 15.552,08 meter persegi ini, sejak County Hospital is akhir tahun 2012 lalu, menambah located in an area of fasilitas poliklinik eksekutif. 43.722,00 square Poliklinik tersebut merupakan meters and the pelayanan rawat jalan di bawah building area of instalasi rawat jalan dan melayani 15.552,08 square kegiatan pelayanan paripurna. meters, built a new Tambah fasilitas tersebut, seperti executive polyclinic in medical chek up umum, pegawai last 2012. negeri sipil, tim penguji kesehatan The polyclinic is an Teguh/Humas (TPK) dan dokter penguji tersendiri outpatient service Suasana ruang tunggu pemeriksaan di RSD Dr. Soebandi Jember (DPT), juga medical chek up, baik and under the dari instansi maupun perseorangan. outpatient department and giving the comprehensive Fasilitas lainnya, seperti poli rawat jalan eksekutif services. The services added are medical checkup for spesialis serta poliklinik esksekutif, selain juga melayapublic or civil servants, health examiner team and ni pemeriksaan penunjang canggih dari rujukan dalam private examiner doctor. dan luar RSD dr. Soebandi Jember. “Khusus untuk Other facility, such as specialist executive outpatient poliklinik eksekutif, merupakan satu-satunya di wilayah polyclinic and also executive polyclinic, they serve with Jawa Timur bagian timur,” ujar dr Yuni Ernita, Dirut sophisticated supporting equipment for examination for RSD dDr. Soebandi, Jember. the patients from inside and outside the dr Soebandi Kelebihan lain dari poliklinik ini, apabila berada di County Hospital. “This executive polyclinic is one and dalamnya tidak perlu antri berlama-lama di ruang only existed in eastern part of east java,” said dr Yuni tunggu dan tidak hanya berlaku bagi peserta Askes Ernita, the chief executive of dr Soebandi County atau asuransi kesehatan lainnya, masyarakat umum Hospital. juga bisa. Sedang untuk menunjang pelayanan kepada Another benefit offered by this polyclinic, is the masyarakat, di poliklinik eksekutif ini terdapat 6 orang shorter waiting time and not only exclusively serves tenaga kerja yang siap memberikan pelayanan. Askes members or other health insurance, it also serves Ke enam orang tersebut terdiri, 3 orang medis 3, 1 the public. To support the public services, 6 persons are orang kepala poliklinik, 1 orang perawat dan 1 orang assigned in this executive polyclinic. tenaga administrasi. Di tempat ini, masyarakat juga They consisted of 3 medical staffs, 1 polyclinic chief, bisa melakukan konsultasi untuk semua spesialis. 1 nurse, and 1 administration staff. In this facility, people “Rumah sakit ini menjadi rujukan bagi rumah sakit can consult with specialist.”This hospital can be a swasta maupun pemerintah untuk wilayah timur Jawa referral for every private or country owned hospital in Timur, mulai dari Kabupaten Lumajang, Bondowoso, eastern part of East Java, starting from Lumajang, Situbondo dan Banyuwangi,” tandasnya. Bondowoso, Situbondo and Banyuwangi,” she said.


MULTI EVENT

Teguh/Humas

Dikatakan, semakin meningkatnya jumlah pasien yang berobat ke rumah sakit ini, seiring dengan semakin membainya layanan yang diberikan dan bertambahnya fasilitas yang dibutuhkan, mengharuskan pihak menejemen berusaha untuk terus melalukan pembenahan-pembenahan. Diantaranya, terkait kebersihan dan keindahan rumah sakit demi kenyamanan pasien yang berobat di rumah sakit ini. Diantara yang dilakukan adalah melakukan pembenahan terhadap sejumlah taman di dalam rumah sakit, termasuk aturan menyangkut kunjungan keluarga dan penunggu pasien berobat. Hal ini diungkapkan dr. Yuni Ernita, saat menerima Tim penilaian Lomba Kebersihan Lingkungan Kantor Pemkab Jember. Menurut Yuni, RSD dr. Soebandi saat ini memang banyak mendapatkan masukan dari masyarakat terkait dengan pelayanan pasien di bidang kebersihan dan kenyamanan berobat. Diakui, bahwa selama ini banyak dari keluarga pasien yang menginap di rumah sakit dengan alasan menunggu keluarga yang melakukan rawat inap. “Ya memang kita nggak bisa melarang, meski pasien sakit itu hanya 1 orang, tapi yang ngantar dan yang nunggu banyak sekali mas. Untuk itu, kita akan berusaha secara pelan-pelan dibatasi yaitu hanya ada 2 orang untuk menunggu pasien,” tegasnya Mengenai lomba kebersihan, dikatakannya, pihak rumah sakit, sebenarnya sudah biasa melakukannya meski tidak lomba tingkat kabupaten yang digelar dalam rangka HUT Kemerdekaan RI ke 68. Lomba kebersihan antar ruangan di RSD dr Soebandi, selalu diadakan setiap tahun, apalagi juga diketahui lingkungan yang bersih merupakan syarat mutlak untuk mendapat akreditasi A sebagai Rumah Sakit rujukan daerah di wilayah Jawa Timur bagian timur.

It’s been said that by the increasing number of patients that went to this hospital, the need to improve services and provide more facilities is needed. And it takes the hospital management to conduct some improvement, including the hospital hygiene and beauty to create comfortable environment for the patients in there. One of the things that have been done is the renovation upon few gardens inside the hospital, and the rules concerning family visits also patients’ accompany during the hospitalization. This was said by dr. Yuni Ernita, on the Assessment team of Jember District’s Offices Environment Hygiene Competition visits. According to Yuni, dr Soebandi Hospital is taking many feedbacks concerning the services for patients about the hygiene and environment comfort. She admitted that many family members of the patients are staying on the hospital in order to accompany the patient during hospitalization. “It is true that we cannot forbid them, one patient can be accompanied by many. That is why, slowly but sure, there will be regulation to ensure only 2 persons can accompany the patient,” she stated. Concerning the hygiene contest, she said that the hospital is already used to it, in smaller scale. Not as big as the competition that held to celebrate the 68th independence anniversary at the district competition, but the contest between the wards of the dr Soebandi hospital always been held every year. Moreover, the hygiene is an absolute condition to get the A rate accreditation as the regional referral Hospital in the eastern part of the East Java.


MULTI EVENT

Kepada masyarakat utamanya keluarga pasien juga diminta, agar ikut menjaga kebersihan dan tidak menjadikan rumah sakit sebagai tempat sampah untuk membuang sisa-sisa makanan keluarga penunggu pasien. “Kita selalu melakukan lomba kebersihan ruangan setiap tahun, mulai dari ruang pelayanan, ruang pengobatan, ruang inap, sampai dengan ruanganruangan kantor,” akunya. Kegiatan seperti ini lanjut dia, merupakan moment untuk memotivasi serta merubah mindset seluruh karyawan RSD dr. Seobandi, bahwa kesembuhan pasien bukan hanya ditentukan oleh obat-obatan, tetapi juga oleh lingkungan yang bersih dan nyaman.

36

Jember Kita

I

Agustus 2013

The people, especially the patient’s family, should be asked to participate in maintaining the hygiene and not turning the hospital into garbage can, to dump the waste from the foods consumed by the family accompanying the patients. “We conduct the hygiene contest every year, ranging from the service room, medication room, inpatient room, until the offices,” she admitted. According to her, this event is a moment to motivate and also to alter the mindset of every employees of the dr Soebandi hospital, that the patient’s health is not only determined by the medicines, but also the hygiene and comfortable environment.


MULTI EVENT

Ruang perawatan RSD Dr. Soebandi Jember yang digunakan pasien yang menginap didesain untuk membuat nyaman dan sederhana

Oleh karena itu, Yuni berharap dalam lomba tersebut, RSD dr. Soebandi tidak hanya menghias ruangan-ruangan di sekitar pelayanan umum saja, namun juga melakukan perbaikan dan pembenahan keindahan di taman-taman sekitar ruang rawat inap. “Ini tidak saja berlaku pada karyawan rumah sakit saja, juga berlaku pada pelanggan rumah sakit dalam hal ini adalah keluarga pasien. Ini harus benarbenar kita tanamkan mengingat rumah sakit dr Soebandi adalah rumah sakit rujukan di 4 kabupaten, dimana pasiennya itu adalah seluruh lapisan masyarakat,”tegasnya Kepada masyarakat utamanya keluarga pasien juga diminta, agar ikut menjaga kebersihan dan tidak menjadikan rumah sakit sebagai tempat sampah untuk membuang sisa-sisa makanan keluarga penunggu pasien. Permintaan ini disampaikan, karena target yang hendak dicapai rumah sakit ini, yakni bisa Teguh/Humas mencover seluruh lapisan masyarakat, mulai dari kelas VVIP sampai kelas bawah. Selain itu, rumah sakit pemerintah ini juga bisa menyaingi layanan rumah sakit swasta yang notabene hanya melayani pasien kelas atas (VVIP). “Ke depan kami akan memberikan layanan yang lebih dari rumah sakit swasta, mulai dari service keluarga pasien dan pasiennya sendiri, juga termasuk pelayanan kenyamanan dan keindahan lingkungan ruangan pasien”, pungkasnya. Sementara terkait dengan fasilitas yang dimiliki, saat ini RSD dr Soebandi Jember, sudah dilengkapi dengan alat-alat canggih kedokteran. Ada 15 piranti canggih yang telah dipunyai rumah sakit dr Subandi, seperti endoskopi, ESWl, haemodialisa, USG 4 dimensi, audiometric, liposuction, echocardiograph, CT Scan, MED, mammografi, treadmill, spirometri, USG mata, laparoscopy dan MRI Rumah sakit tipe B ini juga menambah fasilitas poliklinik eksekutif. Poliklinik tersebut merupakan pelayanan rawat jalan di bawah instalasi rawat jalan dan melayani kegiatan pelayanan paripurna. Untuk menunjang pelayanan kepada masyarakat di poliklinik eksekutif, terdapat 6 orang tenaga kerja yang siap memberikan pelayanan. Keenam orang tersebut terdiri, 3 orang medis, 1 orang kepala poliklinik, 1 orang perawat dan 1 orang tenaga administrasi. Di tempat ini, masyarakat juga bisa melakukan konsultasi untuk semua spesialis.

That’s why, Yuni hopes that in this competition, dr Soebandi Hospital is not only decorates the rooms around the public services but also improve and renovate the garden around the inpatient rooms. “This is not only applied to the employee of the hospital, but also for the visitors, in this case, the patients’ family. We must really imply this regarding dr Soebandi Hospital is the referral hospital of 4 districts, and the patients come from all walks of life,” she implied. The people, especially the patient’s family, should be asked to participate in maintaining the hygiene and not turning the hospital into garbage can, to dump the waste from the foods consumed by the family accompanying the patients. The request is expressed because the hospital’s target is to cover all the walk of life, ranging from the VVIP until the lower class. Moreover, this government hospital can also compete with the services of the private hospital, which in fact, only serve the higher class of patient (VVIP). “In the future, we will provide a better service compared to the private hospital, starting from the service for the patient and their family, and also the comfortable and the wonderful sight of the environment around inpatient room” she concluded. Meanwhile, concerning the facility owned, right now dr Soebandi Hospital has been already equipped by sophisticated medicine instruments. There are 15 advanced equipments owned by dr Soebandi Hospital, such as endoscopic, ESWI, haemodialisa, 4 dimension USG, audiometric, liposuction, echocardiograph, CT Scan, MED, mammography, treadmill, spirometri, eyes USG, laparoscopy and MRI. The tipe B hospital is also improving the executive polyclinic facility. The polyclinic is an outpatient service and under the outpatient department and giving the comprehensive services. To support the public services, 6 persons are assigned in this executive polyclinic. They consisted of 3 medical staffs, 1 polyclinic chief, 1 nurse, and 1 administration staff. In this facility, people can consult with specialist. Jember Kita

I

Agustus 2013

37


MULTI EVENT

JME, Jangan Hanya Dijadikan Tontonan

Sugeng/Humas

Para penonton JFC 2013 yang memadati tenda-tenda menambah ramai dan semarak kegiatan Multi Event di Jember

Oleh : Winardyasto

D

igelarnya kegiatan Jember Multi Event (JME) 2013 merupakan peluang emas untuk mencetak prestasi. Ini dikarenakan salah satu demensi dari agenda tahunan Pemkab Jember tersebut adalah prestasi.

Karena itu Jember multi event seharusnya tidak hanya sekadar menjadi tontonan pemuda dan masyarakat Jember. Masyarakat, khususnya pemuda setidaknya harus berani unjuk kebolehan untuk mengukir prestasi.

WinardyastoJember Kita

38

Jember Kita

I

Agustus 2013

Perhelatan akbar Jember multi event yang tidak hanya menampilkan sajian kesenian dan budaya saja, tapi juga olahraga, harus benar-benar dimanfaatkan oleh pemuda Jember, untuk menampilkan kelebihan yang dimiliki. Terlebih dalam event ini, ada Jember adventure trail, drag race, road race maupun drag bike. Keberanian pemuda untuk ikut ambil bagian di olahraga menantang tersebut perlu diacungi jempol, ketimbang mereka turun di jalanan dan membahayakan dirinya dan keselamatan orang lain. “Saya mendukung sekali diadakannya Jember multi event ini, selain untuk mendongkrak tingkat kunjungan wisatawan, juga merupakan wadah bagi pemuda untuk menyalurkan hobinya sekaligus berkompetisi untuk mendapatkan prestasi,� ujar Evi Lestari, aggota Komisi A DPRD Jember.


MULTI EVENT Menurutnya, Jember multi event bukan ajang hurahura, sebab itu gawe besar Pemkab Jember ini perlu didukung oleh semua masyarakat karena di dalamnya ada tiga dimensi yakni historis, ekonomi dan prestasi. Evi sendiri yang tercatat sebagai pembina buck speed Kabupaten Jember, dalam beberapa pekan terakhir, rumahnya yang di kawasan Perumahan Taman Kampus menjadi tempat persinggahan pemuda. Apalagi Evi sejak SMA telah menyukai hobi otomotif sampai sekarang. Karena itu, tak salah jika wanita tersebut sejak setahun lalu ditunjuk sekaligus dipercaya sebagai orang nomer satu di komunitas pecinta olahraga balap mobil atau buck speed. “Siapupun boleh saja menyenangi balap mobil atau balap motor tapi jangan ngawur jalanan umum dijadikan sirkuit. Kenapa tidak ikut menjajal kemampuannya di Jember multi event apalagi hadianya cukup besar,� tukas Evi. Tidak hanya berlomba, pada even tersebut pemuda Jember, punya kesempatan menjadi juara terbuka, terlebih usia mereka masih muda. “Yang penting punya semangat untuk menorehkan prestasi. Hal itu saya

Tidak hanya berlomba, pada even tersebut pemuda Jember, punya kesempatan menjadi juara terbuka, terlebih usia mereka masih muda. tanamkan kepada mereka anggota buck speed, termasuk untuk mentaati peraturan lalu lintas,� tandasnya. Evi menambahkan, dengan anggota lebih dari 100 orang, buck speed Kabupaten Jember kerap mengadakan latihan bersama di Bandara Notohadinegoro Jember. Anggota buck speed yang juga turun pada kejuaraan drag race Jember Multi Event 2013. Evi optimis, buck speed Jember mampu mengulang prestasi gemilangnya, karena sebelumnya pernah merajai menjadi jawara seperti di Jember, Surabaya, Solo dan Semarang.

Fera/Jember Kita

Jember Kita

I

Agustus 2013

39


MULTI EVENT

Ajang Kreatifitas Sekolah, JCC 2014 Harus Lebih Heboh

Fera/Jember Kita

Oleh : Winardyasto

T

idak bisa disangkal jika Jember Carnaval City (JCC) merupakan tontonan paling ditunggu oleh ribuan penonton di ajang Jember multi event 2013. Ini dibuktikan, jalan utama dari Jl. Gajahmada hingga Jl. Ahmad Yani tempat dilaluinya arak-aran karnaval berubah menjadi lautan manusia.

40

Jember Kita

I

Agustus 2013

Mereka yang berjubel untuk gelaran spektakuler karnaval ini, tidak hanya dari datang kawasan Kabupaten Jember saja, tapi banyak juga yang datang dari luar daerah. Keberadaan penonton yang memadati pinggiran jalan tersebut terlihat sejak matahari mulai terbenam.


MULTI EVENT

TeguhHumas

Jember City Karnival yang pemberangkatannya dimulai dari depan Balai KIR di Jalan Gajah Mada, cukup mendapat aplaus penonton. Terlebih ketika mendekati garis finish di depan Pendopo Wahya Wibawa Graha, puluhan defile unjuk kebolehan dihadapan bupati Jember MZA Djalal. Penampilan apik dan mengesankan yang diperagakan siswa dalam JFC, membuat orang nomer satu di Jember tersebut mengacungkan jempol. Diantara defile JFC sengaja memperagakan kreatifitas siswa saat membuat batik bermotif tembakau ciri khas Jember. Tampilnya SMAN 5 Jember itu cukup unik dan mendapat tepuk tangan dari MZA Djalal dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) Pemkab Jember, yang juga ikut menyaksikan pagelaran JFC di tenda kehormatan. “JCC luar biasa sekali malam ini, karena langit Jember terlihat warna-warni oleh kembang api. Karnaval ini sekaligus juga menjadi sarana untuk menumpahkan kreatifitas sekolah,” ujar Bupati Djalal. Rasa kagum bupati atas pagelaran JFC tahun ini, agaknya tidak terlalu berlebihan, karena event ini betulbetul menjadi ajang penumpahan kreatifitas sekolah dan siswa. Pada kegiatan itu ada demo Batik oleh SMAN 4, atraksi Egrang oleh SMP 1 Ledombo, Tarian Eksperimental oleh SMAN 2, drama Romo Tambak oleh SMAN 1 Jember, Reog oleh SMPN 1 Ambulu dan Leang Leong oleh SMAK Santo Paulus. “Kesemuanya itu merupakan ide dari sekolah untuk memeriahkan JCC, karena itu karnaval ini tahun depan harus lebih heboh lagi,” pinta Djalal. Tak kalah menariknya lagi, marching band dari Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) turut ambil bagian dalam JCC kali ini. Kebolehan mengayunkan tongkat ke udara oleh praja IPDN ini membuat penonton berdecak kagum. Kehadiran mereka di kota Jember ini jelas membuat

JCC bertambah meriah. Apalagi masyarakat Jember baru pertama kali ini melihat dari dekat marching band IPDN, pantas jika penonton mengelu-elukan sekligus memberikan dukungan semangat kepada mereka.

Penampilan apik dan mengesankan yang diperagakan siswa dalam JFC, membuat orang nomer satu di Jember tersebut mengacungkan jempol. “JCC itu it’s oke, apalagi juga ada penampilan marching band dari IPDN dan tak salah jika Jember multi event itu spektakuler dan terbukti malam ini. Setidaknya JCC 2014 ada bintang tamu seperti marching band IPDN ini. JCC di gelar malam hari justru lebih indah dan menarik, puluhan lampu sorot dari tiap defile membuat karnaval ini terkesan lebih hidup, beragami tarian di JCC merupakan kekayaan budaya Indonesia dan harus dipertahankan di era modernisasi,” ujar Hendri salah seorang Penonton asal Kecamatan Bangsalsari. Tidak hanya sekedar nonton, Hendri mahasiswa STIKES Banyuwangi itu juga sengaja membawa kamera miliknya di saat JCC berlangsung untuk mengabadikan moment tersebut. Hendri dan puluhan fotografer juga terlihat lincah diantara kerumunan penonton untuk memotret. Layaknya JFC, JCC ternyata juga menjadi surga bagi fotografer, apalagi di Jember multi event 2013 ini ada lomba foto berhadiah puluhan juta. Praktis hal ini membuat fotogafer ikut mencoba peruntungan. Jember Kita

I

Agustus 2013

41


MULTI EVENT

Kian Unik, JFC Tampilkan Anak Anak Oleh : Fera Dwi Aprilianti

J

ember Fashion Carnival atau yang biasa dikenal dengan JFC kembali menggebrak dunia dengan beragam keunikannya. Carnaval yang setiap tahunnya digelar di kota Jember ini telah dikenal hingga ke penjuru dunia. Bagaimana tidak, jika dalam setiap pagelarannya, selalu saja menampilkan hal-hal yang luar biasa, mulai dari kostum, make-up serta tema yang dipilih selalu berbeda dan memiliki keunikan yang mampu membius perhatian bagi siapa saja yang melihatnya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap penampilan JFC ini selalu saja ada hal baru, kali ini JFC tampil dengan tema Artechtion, dengan 10 sub tema yang berbeda, mulai dari Tribe, Tibet, Betawi, Octpus, Bamboo, Art Deco, Canvas, Beetle, Spider, dan Venice.

Sugeng/Humas

Semangat salah satu peserta JFC kids 2013 yang berjalan dan memperagakan aksinya didepan para penonton

42

Jember Kita

I

Agustus 2013


MULTI EVENT

Sugeng/Humas

atusan bahkan ribuan orang dari berbagai daerah bahkan mancanegara juga turut hadir disini hanya untuk menyaksikan pagelaran adibusana ini. Mereka memadati pinggiran jalan raya Kota Jember yang dijadikan catwalk JFC. “Tahun ini, JFC tampil dengan tema Artechtion, dengan 10 sub tema yang berbeda, mulai dari yang asli indonesia seperti betawi hingga luar negeri juga ada disini, jadi meski berada di Indonesia, kita berasa ada di dunia,” ungkap Dynand Fariz, Presiden JFC. Ia juga menjelaskan bahwa masing-masing dari subtema tersebut ditampilkan oleh sekitar 70 talent. “Dari sub tema itu, ada sekitar 70 orang talent yang memakai kostum sesuai dengan sub-temanya, ini ada sepuluh sub tema, jadi ada sekitar 650 peserta yang mengikuti JFC ini,” imbuhnya. Tak hanya itu saja, sebagai salah satu karnaval

terbesar di dunia, Jember Fashion Carnival tentu saja tidak menyuguhkan hal yang biasa-biasa saja. Karnaval ini menjadikan jalan raya dalam kota sebagai catwalk sepanjang 3,6 km. Catwalk tersebut termasuk yang terpanjang di dunia dimana menjadi etalase hidup dari ratusan maha karya desain spektakuler. “Para peserta berjalan di catwalk sepanjang 3,6 km mulai dari Central Park sampai Sport Hall Jember,” imbuh Fariz. Grand JFC yang digelar pada tanggal 25 kemarin, diawali dengan penampilan JFC Kids yang digelar dua hari sebelum Grand JFC, serta penampilan JFC Artwear yang digelar sehari sebelum Grand JFC dimulai. Pertunjukkan inipun cukup mendapat perhatian dari masyarakat yang memadati route, tempat melintasnya peserta JFC. Ratusan bahkan ribuan orang dari berbagai daerah bahkan mancanegara juga turut hadir disini hanya untuk menyaksikan pagelaran adibusana ini. Mereka memadati pinggiran jalan raya Kota Jember yang dijadikan catwalk JFC. Photographer dan media dari berbagai negara juga hadir di kotainiuntuk mengabadikan dan menyiarkan kespektakuleran dan keunikan Jember Fashion Carnaval 2013. Jember Kita

I

Agustus 2013

43


MULTI EVENT

Foto Atas : Salah satu penampilan Defile Betawi dalam JFC Kids 2013 Foto Bawah: Para Fotografer mengabadikan peserta JFC Kids sebelum tampil

Sugeng/Humas

44

Jember Kita

I

Agustus 2013


Anik/Jember Kita

Jember Kita

I

Agustus 2013

45


POTENTION

B

agi masyarakat Indonesia, utamanya yang tinggal di Jawa, makanan tahu, yang biasa menjadi pendamping nasi di saat makan, merupakan lauk yang berasal dari bahan nabati, yaitu kedele. Jenis makanan yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia ini, tidak jelas sejak kapan mulai ada dan dikonsumsi masyarakat. Namuan menurut sejarahnya, konon tahu atau tofu berasal dari daratan Tiongkok. Tahun 164 SM, seorang ilmuwan dan philosopher, dari Huai-nan, Tiongkok, berhasil menemukan tahu. Liu An yang juga penguasa dan ahli politik itu tertarik pada ilmu kimia dan meditasi tadiom. Para ahli sejarah berpendapat bahwa kemungklinan besar Liu An melakukan pengenalan makanan non daging melalui tahu. Ada dugaan kuat Liu An memadatkan tahu dengan nigari atau air lant sehingga menjadi kental seperti tahu saat ini. Bagi masyarakat Indonesia, tahu bukan lagi menjadi barang baru, karena sudah dikenal sejak ratusan tahun silam. Hampir semua masyarakat di negeri ini mengenal makanan yang biasa dijadikan pendamping (lauk) nasi itu. Dikenalnya tahu sebagai lauk untuk makan ini, tidak hanya dikenal di satu dua daerah saja. Di Kabupaten Jember pun, makanan jenis ini sudah sangat dikenal. Begitu dikenalnya makanan yang menjadi kebutuhan pokok sehari-hari ini, sampaisampai ada daerah yang menjadi sentra industri tahu. Tengkok saja di Dusun Pondokjeruk, Desa Wringin Agung, Kecamatan Jombang, hampir sebagian besar masyarakatnya, menjadi perajin tahu. Meski tidak jelas sejak kapan usaha pembuatan tahu ini digeluti masyarakat, namun daerah ini sejak dulu memang dikenal sebagai penghasil tahu. Salah seorang generasi penerus pembuatan tahu di Pondokjeruk, Puryadi, mengaku tidak tahu persis, mulai kapan kakek moyangnya memulai usaha pembuatan tahu. Yang dia ketahui, sejak kecil usaha makanan tahu di daerahnya sudah dijalankan masyarakat (tetangganya). Repro

46

Jember Kita

I

Agustus 2013


POTENTION

Repro

Dia juga mengaku tidak tahu persis, seberapa banyak keluarga di Dusun Pondokjeruk yang menekuni usaha tahu. Namun diperkirakan, sekitar 50% dari jumlah kepala keluarga yang ada di daerah itu. Sedemikian banyak masyarakat yang menekuni usaha tahu di Dusun Pondokjeruk, sampai-sampai Puryadi yang sudah menekuni usaha tahu sejak 1978 mengaku pernah menghadapi kesulitan untuk bersaing dalam memasarkan hasil produksi tahunya. Karena itu, pada tahun 1995 dia nekad mengadu nasib di daerah lain dengan merantau ke daerah Kalimantan Tengah. Di daerah orang ini, dia mulai merintis usaha pembuatan tahu. Usaha yang dijalaninya selama 8 tahun di Kalimantan Tengah, diakuinya sempat merubah nasibnya menjadi lebih baik, dibanding ketika masih menjalankan usaha tahu di Pondokjeruk. Saat itu Puryadi sudah bisa menguasai pasar-pasar tradisional di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Namun akibat kerusuhan yang terjadi di Sampit, dengan berat hati ia terpaksa kembali ke Jawa dengan mempertimbangkan keselamatannya dan keluarga. Di kampung halamannya, Pondokjeruk ini, ia memulai lagi merintis usaha pembuatan tahu.

Dalam sehari Puryadi, mengaku mampu memproduksi tahu minimal 25 bak, yang setiap baknya menghabiskan kedele sekitar 2,5 kilogram. Kedele itu, ia beli dari dari agen. Dalam hal pembuatan tahu, Puryadi mengaku, melakukannya dengan cara yang sudah biasa dilakukan para pendahulunya, yakni, kedele direndam selama kurang lebih 5 jam, setelah itu digiling untuk diambil santannya. Saat ini proses penggilingan kedele untuk diambil santannya, pengusaha tahu sudah menggunakan mesin, tidak lagi menggunakan alat penggiling tradisional dari batu (Gilisan,red). Santan kedele itu kemudian dimasak dan selanjutnya difermentasi dengan menggunakan cuka tahu, yang bahan bakunya juga berasal dari kedele. Setelah difermentasi, santan kedele yang masih bercampur dengan kulitnya (ampas) tersebut diperas dan diberi cuka tahu, setelah itu dituang dalam bak kayu. Setelah didiamkan untuk

beberapa saat lamanya, santan kedele tersebut akan membeku dengan sendirinya, dan saat itu jadilah tahu yang siap dikonsumsi. “Cara pembuatan ada yang diuap, ada yang direbus. Untuk ukuran tahu, tergantung pesanan, dengan kualitas tergantung kebersihan,” ujar Puryadi. Dalam sehari Puryadi, mengaku mampu memproduksi tahu minimal 25 bak, yang setiap baknya menghabiskan kedele sekitar 2,5 kilogram. Kedele itu, ia beli dari dari agen. “Kalau 50 kilogram jadi 20 bak. Harganya 150 rupiah per biji, ada juga yang 200 rupiah per biji. Kalau hari raya, per orang bisa ngambil sampai 25 bak,” ungkapnya. Berkait dengan harga kedele yang tidak menentu, Puryadi mengaku senang bila terjadi kenaikan harga kedele, karena ia bisa manikkan harga tahunya. Sedang untuk pembuatan tahu, dia lebih memilih kedele impor untuk bahan bakunya, karena dinilai lebih tahan lama, tidak mudah basi. “Tahu dari kedele lokal, dalam waktu 2 hari saja sudah tidak enak, tetapi untuk kedele impor bisa bertahan hingga 3 hari. Kedele lokal kualitasnya kurang, kadang masih hijau sudah dipanen,” jelasnya. Jember Kita

I

Agustus 2013

47


SSPOT NAP SHOT Puluhan Fotografer Abadikan Ekspresi Menarik Talent JFC

P

uluhan fotografer dari berbagai kalangan beramai-ramai mengabadikan foto talent Jember Fashion Carnaval (JFC) dalam Photo Exhibition yang digelar di alun-alun Jember.Salah satu dari berbagai kegiatan Multievent Jember ini memang banyak diminati para pecinta fotografi. Yang lebih menyenangkan para fotografer adalah objek foto yang merupakan talent JFC berada di area ini. Seperti yang dikatakan salah seorang fotografer asal Surabaya, Hadi “saya senang membidik talent JFC, karena unik , kostum dan make-up nya juga unik, nah disini saya bias bebas motret para talent karena meraka tidak hanya stag di satu tempat , namun berada bebas disekitar area�Ungkapnya. Jadi tak heran jika banyak para penghobi fotografi ini tertarik untuk mengabadikan talent JFC disini.

Membludak, Festival Egrang 4 Diikuti Ratusan Peserta

S

eperti tahun-tahun sebelumnya Festival Egrang tahun ini kembali dikemas dengan unik, dengan mengangkat tema salam damai untuk papua, ajang lomba permainan tradisional ini berhasil menarik perhatian banyak orang, sehingga tak heran jika para peserta yang ikut berpartisipasi disini semakin membludak.ratusan peserta yang terbagi dalm 50 kelompok itu tak hanya berasal dari Jember saja, namun ada juga yang berasal dari luar daerah seperti Lumajang, Banywangi, Situbondo, dan Jogjakarta. Tak hanya peserta, para juri yang dihadirkan juga berasal dari luar daerah bahkan diantaranya juga ada yang berasal dari Mancanegara seperti Gill westay (Australia), Max Boon (Belanda), dan Amadou Diawara (Sinegal). Para juri inilah yang nanti akan menentukan siapa saja yang berhak jadi pemenang dari sekian banyak peserta.

Oleh : Fera Dwi Aprilianti

48

Jember Kita

I

Agustus 2013

Kreatifitas Mahasiswa manfaatkan moment Multivent Jember

A

jang JIE atau yang dikenal dengan JFC Interna tional Event yang merupakan salah satu acara dalam kegiatan Multievent Jember 2013, ternyata dijadikan peluang tersendiri bagi para mahasiswa, karena selain dijadikan wadah untuk menunjukkan hasil kreatifitasnya, mereka juga dapat menjualnya kepada para pengunjung yang setiap harinya memadati tempat itu. Ditemui di salah satu stand pernak pernik, Lia, salah seorang mahasiswi MIPA di IKIP Jember, mengaku bahwa dirinya bersama teman-temannya turut berpartisipasi dalam acara ini dikarenakan kegiatan JIE dinilai dapat memberikan banyak manfaat, salah satunya yakni peluang wirausaha.Ada berbagai produk yang dijual, seperti gelang, kalung, lampu batok kelapa dan berbagai pernak-pernik lainnya, dimana masingmasing produk memiliki harga yang bervariasi, mulai dari produk yang paling murah seharga Rp.4.000, hingga yang seharga Rp.150.000 juga dijual disini. Produk-produk tersebut dijual dengan harga murah karena produk yang dihasilkan itu diciptakan sendiri oleh para mahasiwa kreatif ini.


Pasar merupakan salah satu tempat interaksi antara pedagang dan pembeli, banyak kegiatan jual-beli yang dilakukan di tempat Ini, jadi tak heran jika tempat yang satu ini selalu dipadati orang setiap harinya. Selain itu pasar juga dijadikan sebagian orang untuk mencari nafkah. Karena berbagai factor itulah, pasar juga dikenal sebagai salah satu tempat yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Namun apakah anda tau, jika biasanya pasar yang identik dengan beragam bahan sandang pangan ternyata dapat beralih fungsi menjadi tempat interaksi beragam hal yang unik ,inilah 5 pasar ter-Unik di Jember.

Repro

Jember Kita

I

Agustus 2013

49


SPOT LIGHT

Pasar Babebo Jika anda belum pernah berkunjung ke Jember, mungkin nama pasar babebo akan terdengar aneh, namun tidak demikian dengan warga Jember yang sudah banyak mengenal pasar tersebut. Pasar Babebo terbilang unik dikarenakan pasar tersebut menjual baju-baju bukan dalam sebuah etalase melainkan di pajang dipinggiran jalan, dan yang perlu diketahui lagi, pasar babebo ini biasanya hanya buka satu hari dalam seminggu, yakni pada hari-hari tertentu, seperti hari Rabu dan Hari Jumat.

Pasar Sapi Dikenal dengan Pasar Sapi, dikarenakan pasar yang satu ini memang hanya melakukan jual-beli hewan penghasil susu ini, para pedagang maupun pembeli biasanya berkumpul di tempat ini hanya untuk menjual dan membeli hewan ternak yang satu ini.sebelum berinteraksi, biasanya para pedagang saling tawar menawar terlebih dahulu sampai ada kesepakatan antar kedua belah pihak.

Pasar Ikan Jika anda berkunjung di sekitar daerah gebangJember, anda akan melihat pemandangan yang berbeda dari biasanya, bagaimana tidak jika disana terdapat pasar yang semua pedagangnya menjual ikan, jadi tak heran jika pasar tersebut dikenal dengan pasar ikan, beragam ikan hiaspun juga dijual disana dengan harga yang bervariasi.Untuk pasar yang satu ini, anda tak perlu khawatir jika berniat ingin berkunjung kesana, karena pasar ikan buka setiap hari mulai dari pagi hingga pukul 21.00 wib .

50

Jember Kita

I

Agustus 2013


SPOT LIGHT

Pasar Burung Pasar burung merupakan salah satu pasar yang terbilang unik, di tempat ini anda akan dapat melihat beragam jenis burung yang dijual, seperti burung emprit, cucak ijo, Kenari dan berbagai burung lainnya juga tersedia disini, jika anda penggemar burung , maka tempat ini sangat cocok bagi anda.Seperti pasar ikan, pasar burung yang terletak disekitar jalan Gatot Subroto ini buka setiap hari, meski hari minggu sekalipun.

Pasar Buah Pasar buah merupakan salah satu pasar yang terbilang unik di kota Jember, dimana pasar ini menjual beraneka ragam jenis buah-buahan , buah yang dihasilkanpun merupakan buah asli jember, seperti buah jeruk, manggis, buah naga, dan aneka buah lainnya juga dijual disini, jika anda penggemar buah, anda tak perlu pusing untuk membelinya, anda dapat berbelanja disini, karena selain kualitas buah yang terjamin, harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau.

Oleh : Fera Dwi Aprilianti

Jember Kita

I

Agustus 2013

Repro

51


ZOOM I N

Dok. Humas

Seorang petani mengeringkan tembakau hasil panen agar tetap terjaga kualitasnya

Tembakau bagi Kabupaten Jember

Tidak Hanya Icon, Tapi Juga Penopang Ekonomi Masyarakat Oleh : Indra G. Mertowijoyo

D

aun tembakau bukan hanya sekedar ikon dan komoditi masyarakat Jember, namun nilai historiscal tembakau terhadap keberadaan Kabupaten Jember juga tidak bisa dilepaskan. Ini ditunjukkan dengan digunakannya daun emas itu menjadi lambang daerah maupun perguruan tinggi terkemuka di Jember, Universitas Jember. Tanaman tembakau yang sudah sejak puluhan bahkan ratusan tahun silam dibudidayakan, telah menjadi gantungan hidup masyarakat di Kabupaten Jember. Demikian lekatnya tanaman tembakau dengan kehidupan masyarakat Jember ini, sampai-sampai di daerah dengan sebutan kota tembakau ini, didirikan

52

Jember Kita

I

Agustus 2013

Lembaga Penelitian Tembakau. Berbagai seminar dan diskusi terkait tembakau kerap diselenggarakan di daerah ini. Bahkan terakhir, Internasional Tobacco Exebition (ITE) juga bertempat di Kabupaten Jember. Mengingat, Jember merupakan kabupaten penyuplai tembakau terbesar di Indonesia. Pameran tembakau internasional yang dibuka oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) ini, diikuti oleh 226 peserta dari unsur pengusaha tembakau di Indonesia, termasuk Perusahaan Asing yang tergabung dalam Importir Tobacco Assosiation (ITA), serta Gabungan Perusahaan Rokok (GAPERO). Kepala Lembaga Penelitian Tembakau, Desak Nyoman S, 10/9,


ZOOM I N mengatakan, bahwa acara yang diselenggarakan ini merupakan hasil kerjasama antara Lembaga Tembakau Disperindag Propinsi Jawa Timur dengan pihak swasta. Menurut dia, sebenarnya pameran ini akan dilangsungkan di Jerman, namun karena Indonesia merupakan negara penyuplai tembakau terbesar dunia, dirinya bersama tim meminta agar pameran tembakau digelar di Indonesia,. “Kenapa mesti di Jerman, wong kita ini yang menyuplai tembakau terbanyak, terbaik dan terbesar di dunia,” ungkapnya. Dengan asumsi itulah, akhirnya Jember ditunjuk sebagai kabupaten tempat pameran tembakau dunia. Pameran yang berlangsung selama 5 hari, dari tanggal 11 september sampai 15 September itu, diisi berbagai acara yang mengangkat tembakau didalamnya, seperti lomba fashion show, festival lukisan cethe, dan seminar internasional tembakau. “Pameran ini juga dibuka secara gratis bagi masyarakat yang akan melihat,” tegasnya. Dijelaskan, tembakau yang merupakan tanaman pemberi sumbangsih yang sangat luar biasa bagi masyarakat Jember, sejak dahulu kala dikenal dengan kualitasnya yang terbaik untuk wilayah Jawa Timur bagian Timur. Jenis tanaman ini juga menjadi penopang ekonomi masyarakat Indonesia, terutama Jember.

“Kenapa mesti di Jerman, wong kita ini yang menyuplai tembakau terbanyak, terbaik dan terbesar di dunia,”

Kepala Lembaga Penelitian Tembakau, Desak Nyoman S

Sebab itu, dirinya berharap pameran ini bisa dilakukan secara periodik dan berkelanjutan, sehingga petani dan perusahaan-perusahaan tembakau skala kecil bisa terfasilitasi untuk memamerkan produksinya. “Selama ini kan yang bisa tercover hanya tembakau pabrikan, kalo dengan pameran yang dilakukan secara periodik, nantinya perusahaan skala kecil dan petani juga bisa tercover,” harapnya. Dirinya juga punya obsesi, tembakau bukan lagi hanya sebagai sebuah ikon, akan tetapi menjadi sumber daya ekonomi yang sangat menguntungkan.

Dok. Humas

Jember Kita

I

Agustus 2013

53


54

Jember Kita

I

Agustus 2013


HOTEL ASTON Jl. Sentot Prawirodirjo 88 Jember Telp. (0331) - 423 888 Rp. 438.000 - Rp. 818.000 (promo)

HOTEL PANORAMA Jl. KH. Agus Salim No. 28 Jember Telp. (0331) - 333666 Rp. 375.000 - 1.500.000

HOTEL BANDUNG PERMAI Jl. Hayam Wuruk No. 38 Jember Telp. (0331) 484528 - 484530 Rp. 250.000 - Rp. 500.000

HOTEL SAFARI Jl. KH. A. Dahlan No. 33 Jember Telp. (0331) - 481882 - 481883 Rp. 190.000 - Rp. 450.000

HOTEL BINTANG MULIA Jl. Nusantara No. 18 Jember Telp. (0331) - 429999 Rp. 375.000 - Rp. 600.000

SEVEN DREAM RESIDENCE Jl. Riau Jember Telp. (0331) - 339199 Rp. 220.000 - Rp. 275.000

HOTEL SULAWESI Jl. Letjen Suprapto No.44 Jember Telp. (0331) - 333555 Rp. 250.000 - Rp. 500.000

HOTEL SEROJA Jl. PB. Sudirman No. 2 Jember Telp. ( 0331) - 483905 Rp. 100.000 - Rp. 300.000

HOTEL ROYAL JEMBER Jl. Karimata No. 50 Jember Telp. (0331) - 326677 Rp. 390.000 - Rp. 950.000

HOTEL ISTANA Jl. Diponegoro 43 Jember Telp. (0331) - 482 555 Rp. 358.000- Rp. 850.000

HOTEL MERDEKA Jl. Sultan Agung No. 136 Jember Telp. (0331) - 487625 Rp. 130.000 – Rp. 350.000

HOTEL CENDRAWASIH Jl. Cendrawasih Jember Telp. (0331) - 412222 Rp. 100.000 - Rp. 300.000

HOTEL LESTARI Jl. Gajah Mada No. 233 Jember Telp. (0331) - 487.000 Rp. 165.000 - Rp. 300.000

HOTEL KEBON AGUNG Jl. Arowana No. 59 Jember Telp. (0331) - 487833 Rp. 50.000 - Rp. 150.000

FLAMBOYAN Jl. Teuku Umar No. 78 Jember Telp. ( 0331) 326252 Rp. 100.000 - Rp. 400.000

HOTEL BERINGIN INDAH Jl. Raya Ajung - Jember Telp. ( 0331) - 757666 - 757432 Rp. 300.000

HOTEL REMBANGAN Kemuning Lor, Arjasa - Jember Telp. (0331) - 420 273 / 420 383 Rp. 100.000 - Rp. 300.000

HOTEL KEMAYORAN Jl. Ltj. Suprapto No. 26 Jember Telp. ( 0331) - 334884 Rp. 50.000 - Rp. 200.000

HOTEL ASRI Jl. Gatot Subroto No. 39 Jember Telp. ( 0331) - 425635 Rp. 100.000 - Rp. 300.000

HOTEL MUTIARA GARDEN Jl. Brigjen Katamso No. 9 Jember Telp. ( 0331) - 330 999 Rp. 300.000

RESTAURAN NEW SARI UTAMA Jl. Hayam Wuruk 117 Jember Jl. Gajah Mada 27 Jember RESTAURAN LEGIAN Jl. Gajah Mada Jember RESTAURAN TAMAN SALERO Jl. Sultan Agung No 1 Jember Jl. Wijaya Kusuma No.60 Jember RESTAURAN TAMAN MANGLI INDAH Jl. Hayam Wuruk 183 Jember Restauran Lestari Jl. Kartini 16 Jember RESTAURAN XING TRISNO Jl. Hayam Wuruk 41 Jember RESTAURAN HOTEL ISTANA Jl. Diponegoro Jember RESTAURAN WANDE ECHO Jl. Semeru 86 A Ajung – Jember RESTAURAN TIRTA ASRI Jl. Dharmawangsa No.1 Rambipuji Jember RESTAURAN HAWAII Jl. Hayam Wuruk 56 Jember RESTAURAN PALM GARDEN Jl. Lj. S. Parman 50-A Jember

PIONERINDO GAURMENT INTERNATIONAL Jl. Gajah Mada 71 Jember PT. FAST FOOD INDONESIA Jl. Gajah Mada 96 Jember RM. BU LANNY Jl. Slamet Riyadi 84-A Jember RM. LUMINTU Jl. Kertanegara 33, Jember RM. BU DARUM Jl. Gajah Mada 23 Jember RM. RINI AMBULU Jl. Mojopahit BI / J / 6Jember RM. RUPINI AYAM PEDAS Gumukmas Jember RM. SUMBER NIKMAT Jl. H. Agus Salim 23 Jember RM. SARI JAYA Jl. Sulatan Agung 24 Jember RM. GALAVITA Jl. Trunojoyo 115 Jember RM. SRIKANDI Jl. S. Parman 225 Jember RM. BISMILLAH Jl. Dharmawangsa 99 Jember

DEPOT JAWA TIMUR CAFE & REST AREA GUMITIR Jl. Gatot Subroto 10 Jember Jl. Raya Jember - Banyuwangi DEPOT ANANDA AYAM GORENG RADIO CAFE Jl. Gajah Mada 213 Jember Jl. Kartini Jember DEPOT SOTO H. SUKRI CAFE PRING Jl. Kalimantan Jember Jl. Mastrip Jember DEPOT CANTIK CAFE SHAFF Arjasa Jember Jl. Sultan Agung 21 Jember DEPOT EMPAT MATA PIZZA HUT Jl. Panjaitan Jember Jl. PB. Sudirman Jember WONG SOLO AYAM BAKAR KFC Jl. Karimata 7 Jember Jl. Gajah Mada Jember BEBEK GORENG H. SLAMET TOSOTO Jl. Karimata 64 Jember Jl. Slamet Riyadi 11 Jember SATE PAK TOHA QUICK CHIKEN Jl. Brawijaya Mangli Jember Jl. Jawa Jember SATE CAK RI ROCKET CHIKEN Jl. Pattimura Jember Jl. Karimata/Mastrip Jember SATE SIMPANG TIGA LESEHAN ALUN-ALUN Jl. Otto Iskandardinata 2 Jember Jl. PB. Sudirman Jember WARUNG TERA PUJASERA JEMBER Jl. Hayam Wuruk Jember Jl. Hayam Wuruk Jember CAMPUS RESTO Jl. Panjaitan Jember Jl. Jawa JemberJember Kita I Agustus Jl. PB.2013 Sudirman Jember 55


56

Jember Kita

I

Agustus 2013


Edisi 8