Issuu on Google+

EDISI 2013 EDISIFEBRUARI JANUARI 2013

Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah Jl. Pahlawan No. 4 S E M A R A N G 50241 Telp. 8311705, 8311708, Fax.8311707, 8451700 website : http://dinperindag.jatengprov.go.


EDISI PEBRUARI 2013 TIM PENYUSUN E-PAPER INFO INDAG Penanggung Jawab :

Kepala Dinas

Pengarah

Sekretaris Dinas Para Kepala Bidang/Balai

1.: 2.

Ketua Umum Sekretaris

: :

Sigid Adi Brata Sulisyati

Ketua Redaksi

:

Nina Marthahima

Redaksi

Publikasi TI

Sekretariat Operasional

Veronika

1.: 2.: 3.: 4.: 5.: 6.:

Hadi Pangestu Sigid Adi Brata Yuzi Rosfitasari Listyati PR Nur Rahmi Saadah Ida Yekti

1.: 2.

Candra Darmawan Febriyan Nurul Santoso

1.: 2. 3. 4. 5.

Hery Sutantyo K Rebo Sukimin Nugroho Ludyantoro Sri Marsetyo

Pengantar Redaksi PENGARUH CUACA BURUK ASSALAMU’ALAIKUM WR WB.

Cuaca buruk dan banjir pada beberapa kabupaten / Kota di wilayah Jawa Tengah tentunya berimbas pada harga kebutuhan pokok. Hal tersebut terjadi karena menurunnya hasil panen petani sebagai penghasil komoditas serta tersendatnya pasokan kebutuhan pokok karena terputusnya ruas jalan akibat dari banjir. Cuaca yang ekstrim menyebabkan harga-harga melonjak tajam hingga

lebih dari 20 persen. Hal ini menyebabkan masyarakat berpenghasilan rendah semakin gelisah dengan harga barang pokok yang meningkat begitu tajam sehingga akan menambah rakyat miskin yang terjepit antara kebutuhan dan harga yang tidak terjangkau oleh mereka. Dan terhambatnya jalur komoditas pangan juga akan meningkatkan nilai inflasi karena pangan mempunyai pengaruh yang signifikan. Sementara itu Pemerintah berharap pada pihak yang terkait agar segera memperbaiki infrastruktur dan sistem logistik sehingga mampu meningkatkan efektifitas serta efisiensi penyaluran komoditas bahan pokok. Kalau hal ini terus terjadi maka biasanya yang paling diuntungkan adalah mereka yang berkantong tebal karena mereka akan menimbun barang-barang kebutuhan pokok yang sifatnya strategis. Untuk menyikapi hal ini maka pemerintah diharapkan untuk bisa menyikapi dengan cara operasi pasar terutama kebutuhan yang sifatnya terus menerus digunakan oleh masyarakat seperti beras, bawang merah, bawang putih, cabai dan lain sebagainya. Bayangan akan tingkat inflasi diawal 2013 kini ada didepan mata kalau cuaca buruk masih terus terjadi yang akan membuat jalur distribusi terhambat sehingga menyebabkan kenaikan barang terutama kebutuhan bahan pokok masyarakat. WASSALAMU’ALAIKUM WR WB.

Semarang,

Februari 2013

REDAKSI


EDISI PEBRUARI 2013

MENGGENJOT DAN MENCINTAI PRODUK DALAM NEGERI. Seperti yang

diberitakan oleh mass media

akhir akhir ini , keadaan banjir dan hujan yg terus menerus pada bulan januari ini telah melumpuhkan jalur transportasi, yg tentunya akan berdampak pada terganggunya distribusi bahan kebutuhan pokok masyarakat. Saat ini, harga beberapa kebutuhan pokok, sudah mengalami kenaikan seperti ; beras, bawang meran dan cabe. Kenaikan harga beras telah terjadi sejal awal tahun 2013 yg dikarenakan pasokan yg sangat terbatas, beberapa daerah utama penghasil beras sudah tidak melakukan panen . Namun daerah di sekitar pantura barat seperti Brebes, Pekalongan, Tegal dan Pemalang masih menyisakan panen padi. Harga bawang merah mengalami kenaikan 8 persen dan cabe mengalami kenaikan 4 persen yg disebabkan karena musim hujan ini telah merendam areal pertanian bawang dan cabe , sehingga sebagian besar daerah yang potensial penghasil bawang merah dan cabe mengalami penurunan produksi sebesar 25 persen. Kenaikan tersebut juga disebabkan waktu tempuh distribusi logistik dan mata rantai pasok menjadi lebih lama. Kondisi ini tentunya mengakibatkan kenaikan biaya produksi, kerusakan komoditi selama perjalanan dan kenaikan biaya gudang ketika gudang- gudang juga harus menampung lebih lama stok untuk berjaga- jaga atas keterlambatan pasokan.

Namun demikian, diharapkan kita tidak perlu kawatir, karena sejauh ini stok bahan pokok di sejumlah daerah masih mencukupi. Hal ini disebabkan karena pedagang besar pada umumnya menerapkan sistem stok untuk kebutuhan 1 bulan. Artinya, jika gangguan distribusi terjadi kurang dari 1 bulan, maka tidak perlu ada yg dikawatirkan. Sebaliknya kalau terjadi lebih dari 1 bulan, pasokan di daerah dipastikan terganggu. Oleh karenanya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah khususnya Bidang Perdagangan Dalam Negeri perlu mengintensifkan pemantauan harga bahan pokok selama banjir dan musim hujan sesuai dengan himbauan dari Menteri Perdagangan, dengan maksud mengantisipasi lonjakan harga akibat gangguan transportasi yg menghambat distribusi barang. Tantangan tahun 2013 ke depan akan semakin berat, diantaranya adanya rencana pemerintah untuk menaikkan harga gas dan tarif dasar listrik, yg sudah barang tentu ini akan berpengaruh terhadap harga kebutuhan pokok masyarakat. Produk- produk industripun akan terkena imbasnya dengan kenaikan tersebut, dan dengan adanya hal tersebut mereka akan menyesuaikan harga jual terhadap produk yg dihasilkannya, untuk menutupi biaya produksi.


EDISI PEBRUARI 2013

Naiknya biaya produksi pada akhirnya menekan daya saing dan membuka lebih banyak, masuknya produk impor, dan yang lebih mengkhawatirkan lagi dengan masuknya produk luar otomatis akan menekan produksi dalam negeri dan menyebabkan lebih banyak pengangguran karena produk kita belum siap bersaing dengan produk luar yang harganya bisa lebih murah. Sumber pertumbuhan kita yg utama saat ini adalah konsumsi. Namun, konsumen masih bersifat NET IMPORTER yg artinya " yg menikmati pertumbuhan adalah negara produsen barang yg dikonsumsi di Indonesia"

kekuatan domestik sebagai penopang pertumbuhan ekonomi seharusnya dapat menggairahkan pertumbuhan industri Nasional. Oleh karenanya perlu dukungan dari berbagai stakeholder untuk mengoptimalkan daya beli pasar domestik agar industri manufaktur dalam negeri dapat tumbuh dan berkembang dengan lebih baik. Budaya konsumsi hendaknya dibarengi dengan budaya produksi. Artinya ; kita jangan sampai tergantung pada produk impor dengan cara mencintai “PRODUK DALAM NEGERI�. “Action will be built inspiration but inspiration not to be done action� Diharapkan dengan adanya hal tersebut Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Tengah dalam mengantisipasi situasi kondisi yg ada dapat "melakukan aksi riil dengan memperhatikan kepekaan dan tanggap terhadap situasi yg terjadi, dan melalui aksi riil tersebut, inspirasi untuk menyelesaikan permasalahan akan tumbuh. Namun sebaliknya tanpa aksi rill, inspirasi tidak akan muncul dan permasalahan tidak dapat tersolusikan dengan baik.


EDISI PEBRUARI 2013

DINPERINDAG DUKUNG DINKOP REALISASIKAN KOMITE PEMASARAN PRODUK Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian. Terbukti goncangan krisis global tak menumbangkan perekonomian nasional karena keberadaan para pegiat UMKM. Di Jawa Tengah, jumlahnya cukup banyak. Sebanyak 1,78 juta pegiat dari bidang pertanian, perdagangan hingga kerajinan memasuki pasar produksi lokal. Beberapa waktu lalu ketua Komisi B DPRD Propinsi Jateng, Wasiman melihat banyaknya pegiat UMKM perlu mendapatkan dorongan pemerintah guna mengembangkan produksinya. Ia melihat kebijakan kredit usaha seperti KUR masih belum merata dimanfaatkan para pengusaha UMKM. Wasiman menilai kebijakan suku bunga diatas 10% terbilang masih sangat tinggi. Itu yang menyebabkan pegiat UMKM tidak bisa mendapatkan bantuan KUR. Pengusaha UMKM yang tak memiliki agunan kemudian terpaksa memilih suku bunga relatif tinggi tersebut.

Wasiman menilai kebijakan suku bunga perlu ditinjau kembali. Suku bunga diharapkan ada dikisaran 10% dari prosestasenya saat ini yang mencapai angka diatas 10%. Itu akan membantu pegiat UMKM dalam permodalan. Sementara itu pihaknya sedang merancang raperda pemberdayaan UMKM. Direncanakan tahun 2013 Perda sudah bisa dijalankan.

Raperda tersebut akan memproteksi para pengusaha kecil dari akses permodalan melalui kredit usaha. Sementara itu kepala dinas Koperasi dan UMKM Jateng, Sujarwanto mendukung langkah DPRD membuat Perda UMKM. Selain menggaris bawahi bahwa jiwa kemandirian merupakan modal yang paling utama dalam berbisnis. Sehingga peran serta pemerintah pada akhirnya dikembalikan lagi pada kreatifitas para pegiat usaha. Dinperindag menyambut baik rencana Dinkop Jateng dalam upaya lebih memandirikan para pegiat UMKM tersebut. Selama ini Dinkop Jateng juga tengah memiliki kebijakan permodalan yang terbagi dalam kluster. Kluster 1; berupa subsidi diberikan pada golongan tertentu, kluster 2; bantuan sifatnya hibah dan Kluster 3; berupa KUR. Adanya klasifikasi ini memudahkan pemerintah dalam melakukan pemberdayaan. Sesuai Perda no 2/2012 tentang perkoperasian, Pemerintah melakukan pemberdayaan bidang usaha, modal, manajerial, dll. Tahapan pemberdayaan UMKM yakni menjadikan mikro menjadi kecil dan usaha kecil akan menjadi besar. Langkah Dinkop ini tentu perlu mendapatkan dukungan dari banyak pihak. Salah satunya dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan propinsi Jawa Tengah. Komite Pemasaran Produk tersebut nantinya sebagai alat dalam menghadapi perdagangan bebas 2015 mendatang. Dinperindag propinsi Jawa Tengah menilai langkah yang dilakukan Dinas Koperasi dan UMKM merupakan langkah yang perlu segera diwujudkan. Dengan adanya Perda UMKM dan Komite Pemasaran Produk yang digagas Dinas Koperasi dan UMKM diharapkan para pegiat UMKM di Jawa Tengah akan semakin mudah memasarkan hasil usahanya.


EDISI PEBRUARI 2013 Komite Pemasaran Produk ini nantinya sebagai sarana menyatukan upaya pemerintah yang masih parsial. Bersama dinas terkait sejauh ini telah melakukan pemberdayaan melalui sarana pemasaran seperti melakukan pameran UMKM, memberikan bantuan kredit usaha hingga mengucurkan dana hibah. Komite Pemasaran Produk akan membuat terintegrasinya upaya pemerintah untuk lebih mengadvokasi pendistribusian usaha para pegiat usaha mikro kecil menengah. Diharapkan dengan adanya komite tersebut akan mampu mengenalkan produksi lokal menembuas pasar ekspor. Langkah tersebut adalah strategi menghadapi perdagangan bebas Asean-China 2015 yang akan datang sebentar lagi. Dari jumlah 1,78 juta UMKM yang ada di Jawa Tengah sebanyak 80.370 telah mendapatkan fasilitas dari pemerintah propinsi. Pegiat usaha mendapatkan pedampigan usaha, pengembangan produksi hingga digulirkan dana hibah. Sebanyak 1,78 juta pegiat usaha UMKM telah mendapatkan bantuan KUR ( Kredit Usaha Rakyat ) dengan total bantuan senilai Rp. 14,89 Triliun. Upaya yang telah dilakukan pemerintah sejauh ini akan lebih opimal mana kala Komite Pemasaran Produk segera terealisasi. Direncanakan tahun ini akan dibahas bersama DPRD propinsi Jawa Tengah dan 2014 mendatang, Komite Pemasaran Produk diharapkan sudah terbentuk. Rencana pemerintah propinsi Jawa Tengah juga mendapat respon baik dari kalangan akademisi. Sambutan Prof. Andreas Lako ekonom Unika Soegiyapranata Semarang menyebut

pemerintah sudah semestinya lebih berfokus untuk meningkatkan kualitas produk usaha daripada kebijakan-kebijakan yang dirasa kurang krusial. Salah satunya melalui Komite Pemasaran Produk ini diharapkan mampu konsen dalam membantu para pegiat usaha mikro kecil menengah yang tidak hanya mengalami hambatan permodalan. Melainkan terbantu dalam pendistribusian hasil usaha. Andreas mengatakan pertumbuhan Koperasi dan UMKM di jateng dalam 4 tahun ini mampu menyerap 350 ribu tenaga kerja dari total 17 juta angkatan kerja di Jateng. Sebanyak 6,4% pertumbuhan ekonomi di Jateng tinggi namun diikuti besaran kesenjangan diatas 0,4%. Sementara sebanyak 4,9 juta penduduk masih hidup miskin. Rendahnya pendidikan di jateng dan membangun jiwa kewirausahaan adalah pekerjaan tersendiri bagi pemerintah Jawa tengah daripada kebijakan-kebijakan baru yang dirasanya kurang efektif. Andreas Lako optimis dengan adanya Komite Pemasaran Produk pemerintah Jawa Tengah akan mampu menadvokasi para pegiat UMKM nya. Tentu langkah tersebut harus menggandeng banya pihak terkait, bai para pengusaha maupun kalangan akademisi. Sehingga jika diperuntukan guna menghadapi perdagangan Asean-China pada 2015 mendatang. Jawa Tengah akan tangguh dalam pertarungan usaha di kawasan.* ( Enar Assa )


EDISI PEBRUARI 2013

Hilirisasi Industri Rotan Tingkatkan Ekspor Mebel waktu lalu, rotan hampir mengalami sunset industry karena kekurangan bahan baku akibat dibukanya kran ekspor bahan baku rotan mentah sejak tahun 2005. Terjadinya kelangkaan bahan bahan baku rotan akibat adanya ekspor rotan secara besarbesaran pada beberapa waktu lalu di bulan di November dan Desember 2011 sebelum pemberlakuan Permendag No. 35/2011 yaitu 1 Januari 2012. Hal ini terlihat dari data ekspor rotan pada tahun 2011 yang mencapai 39.445 ton, kira-kira satu per tiga adalah merupakan kontribusi ekspor rotan dalam bulan November dan Desember 2011 lalu. Kelangkaan rotan juga terjadi karena adanya peningkatan permintaan rotan dari luar negeri, yang berakibat meningkatnya permintaan ekspor dan mulai meningkatnya permintaan produk rotan di dalam negeri.

BEBERAPA

bulan pertama 2012 sudah mencapai US$ 58,2 juta. Bahkan kalau dilihat dari ekspor produk rotan dari bulan ke bulan menunjukkan tren yang terus meningkat, dan diperkirakan ekspor produk rotan pada tahun 2012 akan mencapai US$ 275 juta atau meningkat sebesar 36,8%. Bahkan sudah ada beberapa kompetitor dari negara lain yang tidak bisa memenuhi permintaan furniture rotan dan meminta produsen dari Indonesia untuk memenuhi pesanannya. Terlebih lagi, kini sudah mulai kembali kontak dagang antara industri furniture rotan dengan pembeli dari luar negeri yang selama ini tidak melakukan pembelian dan mulai ada gairah wirausaha baru di bidang industri hasil rotan, dengan adanya larangan ekspor rotan. Hal senada juga diungkapkan oleh, Sekretaris Eksekutif Asosiasi Mebel Kayu dan Rotan Indonesia (AMKRI ) yang meyakinkan bahwa ekspor rotan pada lima bulan terakhir lebih baik ketimbang saat ekspor bahan baku rotan dibuka. “Sejumlah pembeli dari Amerika Serikat sudah kembali ke Cirebon, Solo, Surabaya dan beberapa perusahaan di Jakarta. Produksi Mebel

Namun setelah dilakukan hilirisasi, ekspor produk rotan pada 3 bulan pertama di tahun 2012 memperlihatkan peningkatan yang signifikan dibandingkan dengan tahun 2011. Lebih jauh lagi Benny memaparkan, 3 bulan pertama 2011 ekspor produk jadi rotan (furnitur dan kerajinan) mencapai US$ 36,07 juta dan sampai dengan Desember 2011 mencapai US$ 201,1 juta. Sementara pada tiga

Sebelumnya terdapat penurunan jumlah ekspor produk rotan akibat penutupan ekspor bahan baku rotan ke luar negeri pada 2011. Terkait upaya peningkatan produksi mebel rotan. Maulana menjelaskan, akan didukung oleh sekitar lima perusahaan asal China yang berencana memindahkan pabrik mebel rotan ke Surabaya dan Cirebon. Selain itu sejumlah perusahaan mebel rotan asal Jerman dan Vietnam juga tertarik berinvestasi di Indonesia, yang rencananya juga bertempat di daerah


EDISI PEBRUARI 2013 Surabaya dan Cirebon. Dengan jumlah investor di bidang mebel rotan tersebut diharapkan bisa meningkatkan nilai ekspor mebel rotan dan menambah lapangan kerja di dalam negeri. Sejumlah perusahaan tersebut ada yang sudah membeli atau menyewa tanah untuk pabrik dengan nilai investasi untuk satu perusahaan sekitar Rp100 miliar. Dalam rangka antisipasi pelaksanaan kebijakan pelarangan ekspor bahan baku rotan,untuk mencegah “issue� penumpukan rotan akibat sebagian rotan yang sebelum diekspor dialihkan untuk ke dalam negeri. Kementerian Perindustrian melakukan meningkatkan pemanfaatan produk rotan seperti furnitur untuk instansi Pemerintah dengan pengiriman Surat Menteri Perindustrian kepada Kementerian lainnya maupun kepada Gubernur. Selanjutnya surat tersebut sudah ditindaklanjuti dengan surat Menteri Dalam Negeri kepada Gubernur dan Bupati/Walikota.

Memperkenalkan produk furnitur rotan untuk sekolah SD & SMP dengan pengadaan meja dan kursi melalui CSR perusahaan dengan target 30.000 set. Mengembangkan industri pengolahan rotan di daerah sumber bahan baku. Meningkatkan peran resi gudang untuk menampung bahan baku rotan. Mendorong lembaga pembiayaan untuk pengadaan bahan

baku rotan, sebagai contoh beberapa pengusaha di sentra produksi rotan akan membentuk lembaga pengadaan bahan baku khususnya koperasi dalam rangka mengantisipasi meningkatnya pasokan bahan baku rotan. Peluang Ekspor Rotan terbuka di tahun 2013. Pelaku industri dan pengrajin rotan bisa memanfaatkan kesempatan untuk mengembangkan usaha dan melakukan ekspor. Peluang ekspor di tahun 2013 diprediksi akan meningkat karena permintaan dari mancanegara diperkirakan akan kembali masuk ke Indonesia. Jika beberapa tahun terakhir jumlah ekspor rotan dari Indonesia cenderung dilevel rendah, maka ditahun ini diharapkan bisa kembali meningkat, karena pembeli yang sebelumnya ambil dari Vietnam dan China bisa berbelok lagi ke Indonesia, karena stok bahan baku di Indonesia sebenarnya paling dominant. Indonesia menguasai 80% bahan baku rotan di dunia. Jadi ketika suplai dari Negara lain sudah mulai berkurang, para pembeli akan kembali mencari ke Indonesia. Untuk itu diharapkan pelaku usaha rotan memproduksi dan menjual produk kualitas terbaik dengan segmen middle up dunia, sehingga bisa diterima di pasar Internasional. Saat ini bahan baku rotan masih berdampak pada aturan pembatasan ekspor dan harga bahan baku meningkat pada kisaran 15 persen dengan kisaran harga rotan saat ini Rp.65.000 per kg. (diambil dari beberapa sumber)


EDISI PEBRUARI 2013

INDUSTRI KERAMIK

Industri keramik di Indonesia tergabung dalam sebuah Asosiasi yang dikenal dengan ASAKI (Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia). Hingga 2011 anggota ASAKI telah mencapai 46 pabrik ubin, 4 pabrik genteng, 13 pabrik tableware dan 2 pabrik refraktori yang lokasi pabrik-pabrik tersebut tersebar di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali hingga Sumatera Utara. Dimana kapasitas terpasangnya berkisar 344 jt m2 ubin, 5,2 jt buah saniter, dan 282 jt buah tableware. Utilitas kapasitas produksinya pada tahun 2010 telah mencapai 90% dan menyerap 25% dari total pemakaian gas PT. PGN. Sementara penjualan ekspornya pada 2012 mencapai USD 215 juta dan penjualan lokalnya Rp. 40 triliun serta menyerap tenaga kerja langsung sekitar 200.000 hingga 800.000 untuk tenaga kerja terkaitnya. Permasalahan yang dihadapi oleh industri keramik di Indonesia antara lain mengenai kualitas bahan baku dan infrastrukturnya, pasokan dan harga energi gas alam, serta produktifitas tenaga kerja dan kaitannya dengan UU tenaga kerja. Daya saingnya sendiri tergantung dari harga, kualitas hingga designnya. Langkahlangkah yang telah dilakukan oleh ASAKI terkait permasalahan yang ada yaitu dengan

meningkatkan produktifitas dan mengembangkan pasar ekspor. Pemerintah juga turut mendukung hal tersebut dengan membantu mempermudah pasokan bahan baku dan gas alam serta melakukan perlindungan pasar domestik (tariff, non-tarif dan impor illegal). Pesaing utama industri keramik nasional adalah China. Di samping itu dengan adanya ASEANChina Free Trade Agreement (ACFTA) perlu adanya tambahan waktu persiapan bagi pelaku usaha keramik nasional dan pemerintah. Potensi geologi bahan tambang untuk industri keramik di Jawa Tengah Salah satu permasalahan yang ada yaitu masih kurangnya minat pengusaha dari golongan ekonomi kuat maupun menengah berinvestasi dalam bidang penyediaan bahan baku dan pemanfaatannya untuk industri keramik. Padahal potensi geologi bahan baku keramik yang mutu atau kualitas alaminya cukup beragam telah tersedia. Industri keramik yang menggunakan bahan alam langsung sebagai bahan bakunya akan mengalami kesulitan dalam pengendalian mutu (standarisasi) untuk mencapai produk dengan spesifikasi tertentu. Oleh karenanya perlu optimalisasi penggunaan bahan baku lokal untuk mengurangi bahan baku


EDISI PEBRUARI 2013 impor, membuka lapangan kerja dan prinsip community development. Permasalahan mutu / kualitas bahan baku di alam bervarisasi secara geologi yang menjadikannya kendala dalam industri pertambangan sehingga diperlukan pengkajian dan penelitian mutu / kualitas secara intensif agar selanjutnya dapat masuk ke dalam industri pengolahan dan blending. Bahan baku keramik yang terdiri dari lempung, kaolin, ball clay, felspar, pasir kuarsa, batu kapur, dolomit, dan sebagainya, merupakan sumber daya alam yang tidak terbarukan dan memiliki sifat fisik dan kimia tertentu sehingga pencariannya memerlukan ilmu khusus. Selain itu bahan-bahan tersebut umumnya mempunyai kuantitas dan kualitas berbeda di setiap lokasi serta dimensi dan penyebarannya di alam tidak teratur, tidak mengenal batas wilayah administrasi, hanya tergantung pada kondisi geologi. Namun pengusahaannya padat karya. Yang menjadi masalah utama adalah kegiatan penggalian berpengaruh terhadap lingkungan, sosial budaya sehingga menuntut manajemen pengusahaan yang spesifik serta mempunyai potensi konflik kepentingan baik sebagai komoditi bahan baku maupun dalam hal lahan atau kewilayahan. Untuk memperoleh bahan baku yang sesuai dengan kualitas / mutu untuk produksi keramik diperlukan rangkaian upaya yang tidak mudah. Ketersediaan data potensi bahan baku digunakan untuk menginventarisir dalam penyelidikan geologi. Data potensi geologi bahan galian industri diperlukan untuk mengetahui seberapa besar sumber daya / cadangan serta kualitas / mutu awal bahan baku yang selanjutnya akan menjadi dasar pertimbangan dalam melakukan penambangan untuk selanjutnya diolah hingga diperoleh bahan baku keramik sesuai spesifikasi yang dibutuhkan.

Selain bahan baku utama juga terdapat batubatuan yang perlu diteliti lanjut sebagai bahan penambah ataupun sebagai substitusi untuk body atau badan keramik tertentu diantaranya : batuan beku luar atau ekstrusif seperti trakhit dan tuff riolitik yang diperkirakan banyak terdapat di Jawa Tengah seperti di Gunung Muria, Kabupaten Jepara. Jenis batuan ini telah banyak dimanfaatkan untuk pembuatan badan keramik baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Karakteristik batuan vulkanik ini sebagai bahan mentah keramik meliputi : komposisi kimia, kompisisi mineral, sifat-sifat fisika (penyerapan air, densiti dan sifat-sifat selama pembakaran). Batuan lain adalah batu apung / pumice, dengan kandungan Na2O2 45% dan K2O 4,17%, SiO2 69,8%, Al2O3 17,7% cukup baik untuk dikembangkan, salah satu rancangan komposisi badan yang pernah diuji coba adalah lempung 70,0%, pumice 25,0% dan kapur 5,05%. Di alam kedua jenis batuan tersebut mempunyai cadangan yang cukup besar dan penambangannya dapat dilakukan secara tambang terbuka, bahkan tanah pelapukannya dapat dipakai. Faktor lingkungan strategis eksternal akan mempengaruhi nilai ekonomi bahan baku meliputi : lokasi atau geografi, tersedianya infrastruktur, lahan, fasilitas umum, kondisi industri keramik dan perkembangan teknologi, aspek sosial, budaya, politik baik nasional, regional maupun global, kebijakan investasi dan ketenagakerjaan (modal pemerintah, koperasi, swasta nasional, asing maupun perorangan) untuk dapat terciptanya iklim investasi kondusif. Peluang investasi bahan baku keramik cukup terbuka luas sejalan dengan proyeksi terjadinya peningkatan produksi barang keramik secara nasional di masa mendatang dan akan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain ketersediaan data dan informasi bahan baku belum lengkap dan belum tersebar luas baik mengenai jenis, lokasi endapan dan besarnya


EDISI PEBRUARI 2013 potensi cadangan, kemudahan memperoleh status lahan lokasi tambang, serta melakukan peningkatan mutu / kualitas bahan baku dengan pendirian pabrik pengolahan dan blending bahan baku. Potensi dan Prospektif Bahan Baku Keramik di Jawa Tengah Aset potensi Sumber Daya Mineral sebagai bahan baku keramik di daerah provinsi Jawa Tengah dapat dikembangkan dan diberdayakan ke arah industri keramik yang merupakan salah satu industri manufaktur. Industri keramik di Jawa Tengah hanya Keramik Sango (tableware) dan Keramik Inax Internasional (sanitary) yang berskala besar, sedang yang industri keramik lainnya masih skala IKM seperti keramik hias, bata, genteng di Banjarnegara, Mayong, Cilacap dan Boyolali dengan kualitas produk yang masih kurang. Oleh karena itu pemanfaatan potensi bahan baku keramik lokal mempunyai prospektif yang baik dalam upaya revitalisasi dan penumbuhan basis industri manufaktur untuk memproduksi keramik yang memiliki kualitas standar dan berdaya saing. Revitalisasi industri manufaktur bertujuan untuk pemberdayaan potensi bahan galian non logam sebagai bahan baku keramik secara optimal dalam upaya revitalisasi dan menumbuh kembangkan industri keramik yang ada di Provinsi Jawa Tengah untuk orientasi pasar domestik maupun pasar ekspor dengan mempertahankan mutu produknya sesuai SNI. Selain itu juga untuk penyiapan mutu bahan baku yang sesuai standar supaya dapat dibuat produk keramik jenis saniter, table ware, bata berlubang, bata ekspos, genteng keramik dan keramik hias dengan kualias memenuhi persyaratan SNI dan memiliki daya saing. Oleh karena itu untuk mempertahankan mutu atau kualitas bahan baku dan produk keramik diperlukan suatu kegiatan pengendalian proses

produksi mulai dari bahan baku sampai dengan produk akhir. Industri keramik di daerah Jawa Tengah sangat potensial dan prospek untuk dikembangkan karena didukung dengan adanya potensi sumber bahan baku lokal yang melimpah dan kualitasnya bisa untuk dibuat produk keramik hias (kursi keramik, guci, saniter, tea set / tableware, dan lain-lain). Pengembangan industri keramik di daerah Jawa Tengah memerlukan langkah-langkah strategis diantaranya memperkuat struktur IKM keramik dengan industri besar melalui pemberdayaan potensi sumber daya mineral lokal secara optimal, perlu adanya keterkaitan kerja sama antara industri keramik skala besar dengan IKM keramik didukung oleh stake holder terkait, kualitas produk keramik di Jawa Tengah (utamanya produk IKM) harus mampu bersaing dengan produk IKM dari daerah lain, serta perlu dukungan industri pengolahan bahan untuk penyediaan bahan baku siap pakai (body keramik dan bahan glasir, serta diperkuat dengan bagian R&D). Agar bisa tumbuh dan berkembang perlu adanya keterkaitan industri keramik dengan pengguna produk keramik (industrial linkages). Pembangunan ekonomi daerah jangan terfokus pada industri prioritas, namun diperhatikan juga industri yang lainnya seperti industri keramik. Selain itu perlu adanya infrastruktur yang baik dan memadai dalam upaya menumbuhkembangkan industri keramik (skala besar dan IKM keramik), ketersediaan sumber bahan bakar gas alam perlu dukungan dari PN Gas untuk membuat saluran pipanisasi gas alam, juga tidak lepas dari sumber daya manusia yang terampil dalam bidang keramik sesuai dengan kualifikasinya, dan tentunya perangkat kebijakan Pemda berkaitan dengan pemangku kepentingan (stake holder) harus saling kerjasama.


EDISI PEBRUARI 2013 Potensi bahan mentah keramik di daerah Jawa Tengah antara lain felspar terdapat di Kabupaten Pati dan Kabupaten Banjarnegara, ball clay dan kaolin terdapat di daerah Rembang dan Kaliwiro, pasir kuarsa di Kabupaten Rembang dan daerah lainnya, serta clay hampir terdapat di semua kabupaten seperti Cilacap, Mayong, Boyolali, Wonosobo, Karanganyar, dan

kabupaten lainnya, masih perlu mendapatkan perhatian untuk mengoptimalkan penggunaannya sehingga kedepannya diharapkan terwujudnya suatu industri pengolahan bahan mentah keramik menjadi bahan baku siap pakai untuk massa body keramik dan bahan glasir seperti yang ada di UPT. Keramik Malang Jatim.


EDISI PEBRUARI 2013

Strategi Pasar Saat Cuaca Ekstrim Melanda Cuaca

yang tidak menentu merupakan

persoalan tersendiri bagi petani. Pasalnya para petani sangat tergantung dengan musim sebagai patokan sekaligus daya dukung terhadap hasil produksinya. Ketika datang cuaca yang tidak menentu seperti saat ini tidak terprediksi kapan hujan turun membuat petani kalang kabut mengatur siasat terhadap hasil tanamnya. Di musim penghujan kali ini, terhitung dari bulan Desember, Januari dan di bulan Februari 2013 dimana intensitas hujan masih kerap. Membuat hasil-hasil pertanian terkena imbasnya. Ada yang gagal panen, ada pula yang berkurang hasil produksinya. Banjir yang datang disejumlah daerah di Jawa Tengah akhir tahun 2012 lalu dan awal tahun 2013 membuat kepedihan tersendiri bagi para petani lokal.

Di Kudus misalnya, Berhektar sawah terpaksa harus terendam banjir. Kondisi alam demikian membuat petani mau tak mau hasrus merugi. Di bulan sebelumnya, beberapa tempat di Jawa Tengah juga terkena dampak kekeringan, lahan sawah mengalami kekeringan dan tak bisa ditanami. Cuaca ekstrim memang memberi dampak langsung terhadap pertanian. Bukan hanya hasil pertanian saja yang terkena dampak, cuaca juga mempengaruhi distribusi hasil pertanian menjadi terhambat. Di kota Solo mayoritas bumbu dapur yang dijual di pasar tradisional Solo berasal dari luar daerah.

Penyaluran barang sedikit terkendala dikarenakan cuaca yang kurang bersahabat. Hujan lebat di bulan Januari kemarin tak pelak berimbas pada harga bumbu-bumbu dapur seperti cabai, bawang putih, bawang merah dan tomat mengalami kenaikan. Di Kendal, harga tomat di pasar kabupaten Kendal Jawa Tengah naik hingga 400 persen. Dari 2.500 rupiah per kilogram menjadi 10.000 rupiah per kilogram. Selain tomat, harga bawang merah, bawang putih dan cabai rawit di pasar yang sama, juga mengalami kenaikan berkisar 50 hingga 100 persen. Bawang putih naik dari Rp 18 ribu per kilogram, menjadi Rp 30 ribu perkilogram. Cabai rawit naik dari Rp 9 ribu per kilogram menjadi Rp 18 ribu dan bawang merah naik dari Rp 10 ribu menjadi Rp 15 ribu per kilonya.(Kompas.com 11/2). Kenaikan harga ini tak bisa dihindarkan namun juga tak bijak bila menimpakan kesalahan pada faktor alam. Adanya gejolak alam alhasil menjadikan konsumen tampak cerdas mensiasati harga. Kenaikan bumbu dapur sebagai bagian penting dalam urusan memasak tidak akan membuat konsumen lantas mengambil langkah tidak membeli. Hanya saja cabai yang biasa dibeli satu kilogram, terpaksa harus dibeli 2 atau 3 ons saja. Memang ini dikeluhkan para pedagang, apalagi petani yang merugi karena hasil panennya berkurang. Tetapi faktor alam yang memang demikian memang sepatutnya disiasati. Kita juga melihat saat harga cabai mengalami kenaikan, pedagang masakan jadi pun hanya sedikit memberi sambal bagi pembelinya. Atau saat kenaikan harga bahan pokok naik, selalu akan diikuti kenaikan barang lain. Para pedagang jadi ikut berstrategi untuk tidak menaikan harga dagangan namun langkah yang dipilih yaitu dengan mengurangi bahan produksinya. Imbas


EDISI PEBRUARI 2013 dari adanya perubahan cuaca sangat nampak kita rasakan. Dalam kondisi demikian dinas-dinas milik pemerintah berupaya keras menyeimbangkan harga dipasaran agar tidak terjadi lonjakan harga yang akan memberatkan masyarakat. Dinas Perindustrian dan Perdagangan propinsi Jawa Tengah menyadari betul bahwa pengendalian harga merupakan persoalan mendasar disaat harga menjadi tak menentu karena musim. Untuk itu pemerintah bersama pihak terkait termasuk Dinperindag didalamnya berupaya melakukan serangkaian langkah guna mensiasati kenaikan harga barang dipasaran. Kebijakan ditempuh salah satunya dengan mengadakan bazar sembako (pasar) murah. Sembako murah dapat membantu masyarakat secara langsung ketika harga barang meroket. Tetapi pengendalian mendesak yakni dengan mengatasi kelangkaan barang tersebut. Maka disaat mengalami kelangkaan karena pasar lokal tidak mampu memenuhi, dinas melakukan kebijakan impor barang. Namun agar jumlah tidak membanjiri pasar dalam negeri, jumlah impor dikelola dengan cara dibatasi. Selain itu pemerintah berupaya membantu pendistribusian hasil usaha. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari ketidakmerataan distribusi hasil produksi kedaerah lain saat terhambat faktor alam dan buruknya cuaca. Mensiasati musim Kelangkaan barang akibat cuaca akan membuat supply dan demand menjadi tidak seimbang. Kondisi penawaran dan permintaan ini harus dilakukan penyeimbangan agar barang dipasaran tetap bisa stabil. Kelangkaan barang akan diikuti mahalnya harga, dalam kondisi seperti ini pemerintah dituntut tanggap untuk memenuhi ketersediaan barang yang dibutuhkan. Namun impor harus dilakukan dengan penuh pengawasan. Kebijakan yang tidak teliti akan membuat impor justru menjadi

bumerang bagi kelangkaan barang dipasar dan akan cenderung merugikan petani. Tetapi jika impor dilakukan guna memenuhi ketersediaan supply (penawaran) atas demand (permintaan) yang tinggi tentulah merupakan langkah tepat disaat kelangkaan terjadi dan harga membumbung tinggi. Memang pada kenyataannya tak jarang terjadi ketidakseimbangan, sebuah kondisi yang dilematis. Barang impor justru membanjir ketika produksi lokal mendapat kendala. Manajemen antar lini yang tidak tepat menjadikan pengendalian gagal. Padahal kebijakan pemenuhan ketersediaan barang memang semestinya dilakukan, hanya saja harus ketat dan tidak membuat rugi para produsen lokal. Kejadiannya ketika permainan pasar tidak terkendali dikarenakan manajemen yang tidak pas, malah membuat petani merugi. Hal ini dapat dicegah tentunya dengan pola koordinasi yang baik, pengawasan yang tepat sehingga kebijakan impor hanya dilakukan ketika pemenuhan ketersediaan barang dipasar tak mampu tersupply produksi lokal. Guna mensiasati musim yang tidak menentu disaat datang kemarau misalnya petani memberdayakan lahan keringnya untuk bercocok tanam seperti tanaman jenis ubi-ubian. Penyediaan bibit unggul singkong akan menghasilkan singkong kualitas unggul. Hasil produksi singkong tidak saja dijual sebagai singkong mentah yang jika dijual bernilai kecil. Dinas Perindustrian dan Perdagangan propinsi Jawa Tengah beserta instansi terkait memberikan bantuan alat pengolahan kepada sejumlah pengusaha UMKM (Usaha MIkro Kecil dan Menengah) di Jawa Tengah untuk meningkatkan hasil produksi olahannya. Bantuan yang diberikan berupa alat pengolahan tepung dan alat potong. Alat-alat tersebut akan menghasilkan singkong dalam wujud barang setengah jadi (tepung) juga bisa dijadikan barang jadi berupa kerupuk dan keripik. Tepung akan


EDISI PEBRUARI 2013 meningkatkan daya tahan barang, disamping nilai jualnya lebih tinggi. Tidak hanya itu olahan barang jadi berupa keripik akan berharga jual lebih tinggi. Bantuan pemerintah tersebut merupakan langkah peningkatan tekhnologi hasil produksi guna mensiasati hambatan yang ada dan mengelolanya sebagai peluang industri. Disamping itu, disisilain konsumen dilatih menjadi konsumen cerdas. Ketersediaan barang dipasar akan menstabilkan harga barang. Dalam kondisi demikian konsumen dilatih menjadi cerdas dengan memilih produksi lokal yang tak kalah berkualitas dengan produksi impor. Meski sebagai konsumen tergoda untuk memilih produk impor dengan kualitas sedikit lebih bagus. Namun bagi konsumen yang peka, produksi dalam negeri akan lebih menarik. Tentu peranan pemerintah disini dengan menyeimbangkan harga dipasar. Sehingga baik

barang impor maupun lokal memiliki kualitas yang sama atau harga tak jauh berbeda. Dengan demikian, produksi lokal tak akan tergerus permainan pasar yang memang harus dilakukan demi kestabilan harga. Dukungan pemerintah melalui bantuan alat, distribusi dan modal serta pelatihan usaha akan semakin meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi usaha. Sehingga tidak akan ada cerita barang produksi lokal tergeser dengan serbuan barang impor. Strategi pasar tetap berjalan, dan tidak ada lonjakan signifikan sekalipun cuaca sedang tidak bersahabat. Justru manusia harus pandai memanfaatkan daya dukung lingkungan guna hasil produksi usaha yang lebih baik. Sinergitas pemerintah, pelaku usaha dan juga konsumen untuk cerdas memilih barang dan berstrategi menjadi kombinasi mensukseskan perdagangan lokal disaat cuaca tidak menentu seperti sekarang ini. ( Enar Assa )


EDISI PEBRUARI 2013

"KENAIKAN HARGA DAGING TIDAK TERKENDALI " ( ulasan Listyati Purnama R)

Mulai

akhir tahun 2012, kecenderungan

kenaikan harga daging sudah mulai nampak. Kondisi hari raya natal dan tahun baru biasanya merupakan hal yg sudah menjadi trend kenaikan harga- harga komoditi agro seperti halnya kondisi menjelang lebaran, mengingat pada saat hari- hari besar segenap pedagang akan mremo dan berusaha mengambil kesempatan utk mendapatkan keuntungan. Hal ini sudah biasa terjadi pada hari Raya keagamaan dimana masyarakat sangat membutuhkannya walaupun harga menjadi lebih tinggi dari hari-hari biasa. Namun demikian, kondisi kenaikan harga daging, ternyata sampai dengan bulan februari 2013 ini, juga tidak mengalami penurunan bahkan mengalami kenaikan yg cukup tajam. Rata- rata kenaikan mencapai harga 3.000 - 5000 dari harga semula yang pada awal tahun sudah mencapai Rp. 85.000/ kg.

Pada tanggal 11 februari 2013 telah terjadi demo yg dilakukan oleh segenap pedagang daging sapi, jagal, pedagang bakso dan pengolah makanan berbasis daging sapi ke gedung DPRD Provinsi Jawa Tengah. Mereka meminta stabilisasi harga daging, dan agar sapi- sapi dari Jawa Tengah tidak terdistribusi ke daerah luar Jateng, dan meminta kepada Pemerintah untuk menambah kuota impor daging sapi . Demo yg dipimpin asosiasi pedagang daging kota Semarang ini

sebenarnya meng-isyaratkan kita, bahwa untuk menjadi tuan rumah dinegeri sendiri masih cukup sulit. Pemerintah selalu didesak untuk membatasi impor, dikarenakan alasan produksi dan supplay daging dalam negeri sudah mencukupi, namun demikian malah sebaliknya....saat ini mereka minta ditambah kuota impornya.......lha yg salah dan benar siapa? Perhitungan kuota impor selama ini ditangani oleh Kementerian pertanian dalam hal ini Ditjen Peternakan , dan pembuka kran impor adalah kementerian perdagangan. Adapun penetapan kuota impor tentunya tidak boleh sembarangan karena harus didasarkan pada realisasi impor tahun lalu, realisasi produksi, tingkat konsumsi masyarakat, ketersediaan bibit dsb. Penentuan kuota impor yang dilakukan Kementan tentunya dilanjutkan dengan pemberian rekomendasi bagi importir daging beku maupun importir sapi termasuk feedlooter ( pengusaha penggemukan sapi) untuk melakukan proses impor dengan pendaftaran sebagai importir ( ijin API). Kementerian Perdagangan mempunyai tugas untuk membukakan kran import melalui International Single Window. Hal ini perlu diwacanakan ke seluruh masyarakat, dimana mereka hanya tahu yg mempunyai kewenangan ekspor impor adalah kementerian Perdagangan sehingga hampir setiap terjadinya proses impor ekspor selalu dipojokkan pada "Kementerian Perdagangan". Untuk th 2013 ini dialokasikan jumlah daging impor sebanyak 80.000 ton yg terdiri dari 32.000 ton daging beku dan 48.000 ton daging beku yg setara dengan 288.000 sapi bakalan. Penetapan 80.000 ton didasarkan pada prediksi produksi lokal nasional th 2013 sebanyak 465.000 ton sedangkan jumlah konsumsi mencapai 535.000


EDISI PEBRUARI 2013 ton. Alokasi ini, tentunya untuk memenuhi alokasi nasional sedangkan jatah utk alokasi di daerah tentunya tergantung pada tingkat kebutuhan masing - masing daerah. Sesuai aturan yg berlaku ( Permendag no. 24 th 2011) : Daging impor hanya diperuntukkan untuk industri, hotel, restaurant, catering maupun untuk memenuhi kebutuhan- kebutuhan khusus lainnya. Namun demikian, informasi dari asosiasi daging kota semarang tersebut, bahwa jatah impor untuk Jateng telah masuk ke pasar tradisional dan menjadi bahan baku untuk olahan bakso dsb. Hal ini tentunya sudah menyimpang dari aturan kemanfaatan produk impor yg benar. Penetapan kuota impor tersebut, tentunya memperhatikan kebutuhan secara nasional. Kebutuhan kuota impor untuk daerah yg telah berswasembada daging maupun yg akan mengarah pada swasembada daging tentunya berbeda dengan daerah yg belum berswasembada daging.

Perbedaan maksud pengurangan impor di tahun 2013 , yg mengalami penurunan sebesar 13 % dari tahun 2012 sebesar 92.000 ton merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan gairah peternak dalam hal beternak dan menyediakan daging sapi yg lebih banyak menuju swasembada daging di tahun 2014, termasuk meningkatkan harga daging dan sapi menjadi lebih baik sekaligus meningkatkam kesejahteraan peternak yg selama ini banyak diambil keuntungannya oleh tengkulak maupun pedagang perantara.

Hal tersebut dimaksud untuk diberlakukan mengingat pasar global ASEAN 2015 akan segera berlaku, termasuk globalisasi arus komoditi daging/ sapi yang juga akan terjadi di Indonesia. Sudah siapkah masyarakat kita menerima pasar global ASEAN ini? Dan apakah mereka mengetahui serta mulai mempersiapkan diri? Melihat kondisi kekurang pahaman masyarakat terkait dengan strategi pemerintah untuk mengurangi impor dan hal ini tentunya sangat bertolak belakang dengan keinginan masyarakat , yg menghendaki impor daging/ sapi diperbanyak. Tentunya dapat dikatakan " MASYARAKAT KITA BELUM SIAP" dengan pembatasan impor daging. Impor masuk tentunya akan merusak harga mengingat produk impor selama ini pasti lebih murah dan harga sapi di Indonesia merupakan harga yg termahal di dunia. Apakah peternak sapi akan ikhlas , kalau sapinya dihargai murah? Kalau harga murah, apakah mereka akan berminat utk mengelola dan menjual sapinya ? Justru , masuknya impor sapi/ daging akan merusak tujuan masyarakat itu sendiri yg menginginkan " swasembada sapi".

Terkait dengan distribusi sapi/ daging saat ini, memang utk produk lokal, sampai saat ini belum ada aturan tata niaganya. Mengingat aturan tata niaga tentunya justru akan menyulitkan pemenuhan kebutuhan komoditi tsb untuk daerah l/ provinsi lain di Indonesia. Jateng yg merupakan salah satu sentra daging/ sapi potensial di jawa ini bahkan sudah ditarget


EDISI PEBRUARI 2013 untuk swasembada daging th 2014, sehingga mempunyai kewajiban untuk memberikan stok sapi ke daerah yg belum berswasembada seperti DKI jakarta dan Jawa Barat. Namun demikian, terjadinya kenaikan harga daging dan berkurangnya stok sapi yg akan dijagal di RPHRPH, tentunya harus menjadi perhatian kita bersama, dan perlu dikaji apakah Jawa Tengah perlu melakukan tindakan memproteksi diri dengan pembatasan pengeluaran sapi dari jateng ke daerah lain, seperti halnya yg telah dilakukan Pemprov Jatim beberapa waktu yg

lalu. Ini bukan pekerjaan yg mudah, namun dibutuhkan keberanian yg kuat sebagai aparat Pemprov Jateng untuk melindungi kebutuhan masyarakat di Jateng . Tentunya dengan pembatasan yg bertanggung jawab dan berkeadilan serta pembatasan hanya dalam kurun waktu tertentu sampai harga dan stok daging di Jateng kembali menjadi normal kembali. " Must be changed to serve better" . Good luck.


EDISI PEBRUARI 2013

Jangan Lagi Remehkan Tempe!

Tempe

adalah salah satu makanan

tradisional masyarakat Indonesia. Selain harganya yang murah, tempe juga bisa Anda dapatkan dengan mudah.

Mungkin sebagian dari Anda menganggap bahwa tempe adalah makanan kelas bawah yang kurang bergengsi jika dihidangkan sebagai menu utama, apalagi jika Anda sedang menjamu tamu istimewa. Tapi tahukah Anda bahwa kandungan gizi tempe tidak kalah kelas dengan makanan mewah lainnya?

Kandungan Gizi Tempe Tempe dibuat dari kacang kedelai yang difermentasikan dengan jamur Rhizopus oligosporus. Menurut penelitian terbaru, kandungan gizi tempe disejajarkan dengan kandungan gizi yang ada pada yogurt. Tempe merupakan sumber protein nabati. Mengandung serat pangan, kalsium, vitamin B dan zat besi. Kandungan antibiotika dan antioksidan di dalamnya dapat menyembuhkan infeksi serta mencegah penyakit degeneratif. Dalam 100 gram tempe mengandung protein 20,8 gram, lemak 8,8 gram, serat 1,4 gram, kalsium 155 miligram, fosfor 326 miligram, zat besi 4 miligram, vitamin B1 0,19 miligram, karoten 34 mikrogram.

Baik untuk Semua Usia Tempe merupakan hasil olahan kedelai melalui proses fermentasi. Selama proses fermentasi berlangsung, kedelai akan mengalami perubahan nilai gizi dan tekstur. Enzim pencernaan pun akan dihasilkan oleh Rhizopus oligosporus (kapang tempe) selama proses fermentasi berlangsung, itulah yang membuat tempe lebih nyaman di lambung. Pengolahan kedelai menjadi tempe juga turut menurunkan kadar stakiosa dan raffinosa, dua zat penyebab perut kembung. Tak hanya itu, tempe juga memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Dalam 100 gr tempe terkandung sekitar 20,8 gr protein, sehingga cocok dijadikan menu harian bagi Anda yang menerapkan diet tinggi protein. Keutamaan tempe yang lain adalah, karbohidrat, protein, dan lemak sehat yang terkandung di dalamnya lebih mudah dicerna dan diserap tubuh. Baik dikonsumsi oleh anak-anak untuk mengoptimalkan pertumbuhan atau menjaga fungsi organ tubuh bagi orang dewasa.

Sehat untuk Jantung Dalam beberapa tahun terakhir, protein kedelai telah menjadi ikon baru dalam menjaga kesehatan jantung. Penelitian juga telah membuktikan bahwa kandungan protein dalam tempe dapat menurunkan kolesterol jahat sebesar 30-45 persen. Seperti kita ketahui bahwa kolesterol jahat (LDL) adalah faktor penyebab tersumbatnya pembuluh darah yang dapat memicu serangan jantung dan stroke. Penelitian juga menyebutkan bahwa tempe dapat meningkatkan kadar HDL atau kolesterol baik dalam darah, yang berguna untuk


EDISI PEBRUARI 2013 menekan jumlah kolesterol jahat mengeluarkannya dari dalam tubuh.

dan

Mengendalikan Gula Darah Tempe juga aman dikonsumsi bagi penderita diabetes. Kandungan protein dan serat yang terdapat dalam tempe mampu mencegah naiknya kadar gula darah. Penderita diabetes biasanya lebih berisiko mengalami aterosklerosis atau radang pembuluh darah yang berhubungan dengan penyakit jantung, sehingga harus menjaga kadar kolesterol darah tetap rendah. Inilah mengapa mengonsumsi tempe baik bagi penderita diabetes. Mencegah Kanker Kandungan serat dalam tempe tak hanya efektif untuk memperbaiki kinerja saluran cerna, tapi

juga ampuh dalam mengikat racun dan kolesterol penyebab kanker dan membuangnya dari dalam tubuh. Racun yang telah terikat tidak dapat merusak sel-sel dalam tubuh. Penelitian yang dilakukan di Universitas North Carolina, Amerika Serikat, menemukan bahwa genestein dan phytoestrogen yang terdapat pada tempe ternyata juga dapat mencegah kanker prostat, payudara dan penuaan dini. Begitu besar manfaat kesehatan yang ditawarkan makanan murah ini bagi Anda. Kalau begitu, kenapa musti malu mengonsumsinya? (dan)


EDISI PEBRUARI 2013

Konsumen Harus Lebih Cerdas Masyarakat diimbau untuk tidak mudah terpancing dengan berbagai promo ataupun diskon suatu produk yang ditawarkan pada pusat-pusat perbelanjaan. Pusat perbelanjaan tentunya mengharapkan keuntungan melalui gelaran diskon, untuk itu konsumen harus lebih mewaspadai berbagai macam “bahasa� yang digunakan untuk menarik pembeli. Dari berbagai bahasa yang digunakan terkesan memang ada potongan harga untuk beberapa item demi membuat konsumen berpikir telah membeli barang yang murah. Namun kenyataannya potongan harga tersebut tidaklah sebagaimana yang diharapkan.

barang atau produk yang didiskon, harganya dinaikkan dulu baru kemudian diberi potongan harga atau diskon,� katanya. Pada posisi itu permainan harga dengan embelembel diskon diterapkan, diskon akan diberikan sebesar 20 persen, itu berarti harga sebenarnya adalah harga yang sama dengan harga terdahulu. Jadi sebenarnya, sama sekali tidak ada potongan harga. “Masalahnya sebelum mereka mengeluarkan diskon, misalnya harga baju yang ditawarkan adalah Rp120.000. Jangan salah, mendekati bulan diskon biasanya harga tersebut sudah dinaikan menjadi Rp150.000 Ada juga sistem promo yang biasa digunakan produsen, seperti dengan menawarkan beli satu dapat dua.

Padahal sebenarnya menurut dia produk atau barang tersebut memiliki harga sama dengan jumlah dua item. “Namun harga yang dibayarkan untuk satu produk tersebut, sama artinya dengan membeli dua produk. Ini jelas merugikan pembeli yang tidak jeli. “Diskon atau semacamnya, seperti obral dengan alasan cuci gudang, ternyata banyak yang merugikan pembeli atau konsumen. Modusnya,

Karena itu, lanjut dia, agar tak gampang terjebak iming-iming diskon, hingga kadang membeli barang yang tidak begitu dibutuhkan,


EDISI PEBRUARI 2013 masyarakat diimbau untuk menerapkan skala prioritas.

“Selain itu, sebaiknya berbelanjalah dengan pikiran jernih agar tidak timbul penyesalan setelah berbelanja.


EDISI PEBRUARI 2013

KERAJINAN DARI KORAN BEKAS Ibu Siti Aminah yang beralamat di Jln. Kerinci Dalam VI/16B, Sambirejo, Banjarsari, Kota Surakarta adalah salah contoh seorang usahawan yang pantang menyerah dan dapat membuktikan bahwa “kegagalan� bukanlah akhir dari sebuah usaha, prinsipnya kegagalan adalah keberhasilan yang tertunda ataupun kegagalan adalah awal dari keberhasilan. Idenya muncul akibat keterpurukan usaha sebelumnya yang telah digeluti dan dibangun selama tujuh tahun bersama keluarga, ditengah kegalauan tersebut memunculkan ide bisnis dan kreativitas untuk bangkit kembali, yaitu dengan membuat aneka kerajinan berbahan baku kertas koran. Melihat koran bekas dirumahnya yang hanya menumpuk dan hanya sesekali digunakan sebagai pembungkus barang, Bu Siti Aminah mulai berpikir untuk menjadikan koran bekas tersebut bernilai ekonomi lebih.

Awalnya Bu Siti sendiri yang belajar dan mencoba serta berkreasi untuk mengolah koran bekas tersebut menjadi sebuah barang seni yang dapat mendatangkan rejeki, setelah satu tahun berusaha keras menggeluti pekerjaan tersebut, terciptalah produk-produk kerajinan yang unik dan menarik dari koran bekas diantaranya tempat tisue berbagai desain, sandal santai hotel, tas berbagai model, tempat buah, tempat

pensil, dan aneka souvenir lainnya. Dan ternyata pasar menerima produk-produk tersebut, terbukti dari banyaknya order yang diterimanya. Semangat dan kerja keras Ibu Siti Aminah mendapat perhatian dan apresiasi yang lebih dari berbagai instansi pembina IKM antara Ditjen IKM Kementerian Perindustrian, Dinas Perindag Kota Surakarta, BLH, Polines, UNS, Bank Indonesia, Bank Mandiri, Kadin) karena biarpun masih berskala kecil, usaha ini termasuk industri kreatif yang mampu menciptakan lapangan kerja dan menumbuhkan jiwa wirausaha baru bagi masyarakat sekitar serta sesuai dengan program pemerintah untuk menggalakkan pemanfaatan bahan baku limbah agar dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuat produk kerajinan yang bernilai ekonomi. Perhatian tersebut antara lain berupa fasilitasi peningkatan kemampuan dan keterampilan SDM pelaku usaha melalui pelatihan dan magang, fasilitasi peningkatan promosi melalui event pameran, kerjasama dengan perbangkan, bantuan bahan baku limbah kertas uang dan mesin peralatan dari Bank Indonesia.


EDISI PEBRUARI 2013 Pada tahun 2010 tempatnya berusaha ditetapkan sebagai sentra kerajinan koran dan diberi nama BINA USAHA MANDIRI. Visi, Misi dan Komitmen BINA USAHA MANDIRI adalah Pemberdayaan disegala bidang dan disemua lini untuk mencetak enterpreneur-enterpreneur baru sehingga kesejahteraan bisa dirasakan semua orang. Dengan berjalannya waktu, usahanya menunjukkan perkembangan yang cukup bagus dan pada tahun 2012 dibentuk CV. BINA USAHA MANDIRI dan mulai melakukan pembinaan terhadap masyarakat sekitar usaha dengan memberdayakan ibu-ibu rumah tangga dan lembaga-lembaga lainnya diantaranya lembaga yang bergerak dalam bidang pengolahan dan pengelolaan sampah; lembaga pendidikan non-komersil; lembaga anak-anak muda untuk berkarya membuat daur ulang kertas; lembaga koperasi dalam hal penyediaan permodalan dan atau bahan baku.

Walaupun belum berhasil mendapatkan penghargaan Upakarti tahun 2012, namun Ibu Siti Aminah termasuk salah satu pelaku usaha IKM yang diusulkan oleh Pemerintah Kota Surakarta untuk diseleksi sebagai penerima

Penghargaan Upakarti Tahun 2012. Hal tersebut tidak menyurutkan semangat dan kerja keras Ibu Siti Aminah untuk terus berkarya dan mengembangkan usaha serta memberdayakan masyarakat sekitar utamanya wanita agar dapat berkarya dan dapat mendapat tambahan penghasilan.


EDISI PEBRUARI 2013

COMPANY PROFILE 1. Nama Perusahaan/Lembaga

: CV. BINA USAHA MANDIRI

2. Nama Pimpinan

: Siti Aminah, S.Kom

3. Alamat

: Jln. Kerinci Dalam VI/16 B, Sambirejo, Kadipiro, Banjarsari, Surakarta Tlp. 0271-9215212; Fax. 853704 HP. 085725291828

4. Bidang Usaha

: Kerajinan Handycraft Kertas Koran

5. Produk

: Tas, tempat tissue, lampion lampu, keranjang, lampu duduk, aneka cinderamata

6. Kontak Person

: Siti Aminah

7. Tahun mulai usaha

: 2010


EDISI PEBRUARI 2013

Pertolongan Pertama dengan Obat Rumahan (Sebuah survei melaporkan tingginya kekhawatiran tentang kondisi ekonomi saat harus melakukan pengobatan ke rumah sakit)

Cari

tahu

bagaimana

untuk

menyembuhkan penyakit ringan dengan memanfaatkan pengobatan yang mudah dan murah ditemukan di rumah. Berikut ini beberapa cara alami yang dapat membantu Anda dan keluarga. Bau mulut - Yogurt. Bau mulut dapat menyebabkan stres dan menjatuhkan rasa percaya diri. Sebenarnya, menyikat gigi secara rutin sudah cukup membantu menghentikan ulah si bakteri jahat penyebab bau mulut, halitosis. Untuk melawannya, carilah sumber makanan yang mengandung bakteri baik (probiotik), seperti yogurt. "Sudah terkenal sebagai bakteri baik, probiotik juga membantu mengurangi pembentukan bakteri jahat yang menyebabkan bau mulut," jelas Torkos Sherry, holistik apotekers asal Amerika. Batuk - Madu. Madu merupakan obat alami yang dapat membantu menenangkan sakit tenggorokan dan batuk. Torkos menyarankan madu dari ratu lebah yang jauh lebih kental dan mengandung lebih banyak antioksidan dan nutrisi, sehingga bisa menempel pada sisi tenggorokan, melumasi dan menenangkan tenggrokan. Diare - Pisang. Bisa dibayangkan ribetnya jika sudah terkena diare. Untuk mengatasinya, makanlah pisang. Pisang mengandung jenis serat larut yang disebut pektin yang dapat menormalkan buang air besar, sehingga baik untuk diare dan sembelit.

"Pisang juga dapat mengisi perut Anda yang kosong karena terus-menerus mengeluarkan isinya. Buah inipun menyediakan kalium yang bagus untuk menderita diare karena mengalami kekurangan elektrolit," tegas Tokros. Nyeri sendi - Ikan salmon. Ikan yang kaya asam lemak omega-3 bekerja sebagai anti-inflamasi, yang mengurangi produksi prostaglandin, sebuah hormon penyebab pembengkakan dan rasa sakit. Penelitian di Yunani menunjukkan penderita rheumatoid arthritis mengaku menjadi jarang merasakan nyeri setelah rutin memakan ikan sebagai pengganti daging

Sakit kepala - Kopi. Maksimal meminum dua cangkir kopi (200 mg kafein) sudah membantu meringakan sakit kepala dan migrain. Para ilmuwan beranggapan bahwa kafein meningkatkan aktivitas sel-sel otak, akibat penyempitnya pembuluh darah di sekitarnya. Meskipun begitu, meminum kopi terlalu banyak malah menjadi bumerang bagi kesehatan diri sendiri.

Mual - Jahe. Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa jahe dapat mengendalikan mual, baik saat sedang hamil, anestesi bedah bahkan mabok perjalanan. Menurut Suzanna Zick M, dari University of Michigan, jahe mengandung senyawa gingerol yang bersifat anti-mual. Ambillah 2 gram jahe segar yang boleh dicampurkan dalam minuman hangat. Jangan terlalu banyak mengonsumsinya karena dapat mengiritasi lambung.


EDISI PEBRUARI 2013 Infeksi saluran kemih - Cranberi. Menurut penelitian, cranberi mengandung senyawa proanthocyanidin yang melawan dan mencegah ulah bakteri jahat menempel di kandung kemih. Cranberi kering juga sama

manfaatnya. Memakan sekitar sepertiga cangkir berisi cranberi kering manis setiap hari juga dapat membantu mencegah infeksi saluran kemih. (Ghibo.com)


2 epaper dinperindagjateng februari 2013