Issuu on Google+

BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis dan Rancangan Penelitian Jenis penelitian ini adalah explanatory research yaitu menekankan hubungan antara variabel-variabel

penelitian

(variabel bebas dan variabel

terikat) dan pengujian hipotesa yang telah dirumuskan

sebelumnya.

Sedangkan rancangan yang digunakan adalah cross sectional yaitu rancangan penelitian dengan melakukan pengukuran

atau

pengamatan

pada

saat

bersamaan (sekali waktu) (Alimul, 2003). B. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi adalah seluruh objek/subjek dengan karakteristik tertentu yang akan diteliti (Alimul, 2003). Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai balita berusia 12-60 bulan di wilayah Rw.01kelurahan Kalipancur, kecamatan Ngaliyan Semarang yaitu 136 orang. 2. Sampel Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang diambil oleh populasi tersebut (Sugiyono, 2005). Dalam penelitian ini diambil sampel sebanyak 101 orang. Besarnya sampel dalam penelitian ini dapat dihitung dengan rumus (Nursalam, 2003).

30


31

Dimana : n = perkiraan jumlah sampel N = perkiraan besar populasi Z = nilai standar normal untuk ďƒĄ= 0,05 (1,96) d = tingkat kesalahan yang dipilih (0,05) p = perkiraan, proporsi, jika tidak diketahui dianggap 50 % (0,5) q = 1 – p (100% - p) Pengambilan sampel dilakukan dengan cara simple random sampling atau sampel acak sederhana adalah sebuah sampel yang diambil sedemikian rupa sehingga tiap unit penelitian atau satuan elementer dari populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk menjadi sampel. Cara yang dilakukan adalah melalui pengundian lintingan kertas yang berisi nomor sesuai dengan jumlah populasi yang ada, kemudian diacak sampai jumlah sampel terpenuhi. Diaman

sampel

yang

digunakan

berdasarkan

kesesuaian

karakteristik, dan kriteria sampel yang ditentukan sebagai berikut :


32

a. Kriteria inklusi yaitu karakteristik sampel yang dapat dimasukkan atau layak untuk diteliti dalam penelitian ini, yaitu : 1) Ibu yang mempunyai balita berusia 12-60 bulan yang bertempat di wilayah Rw. 01 kelurahan.........kecamatan..... 2) Bersedia menjadi responden dalam penelitian ini b. Kriteria eksklusi yaitu karakteristik sampel yang tidak dapat dimasukkan/tidak layak untuk diteliti dalam penelitian ini, yaitu : 1)

Ibu yang tidak mempunyai balita berusia 12-60 bulan yang bertempat

tinggal

di

wilayah

Rw.01

kelurahan..........kecamatan.................... 2) Tidak bersedia menjadi responden dalam penelitian ini C. Variabel, Definisi operasional dan Skala Penelitian 1. Variabel terikat / dependent Kunjungan balita adalah datangnya balita ke posyandu untuk menimbang berat badan dan mendapatkan pelayanan kesehatan seperti imunisasi, penyeluhan gizi dan lain sebagainya dalam kurun waktu satu tahun. Cara perhitungannya dikelompokkan dalam 2 kategori : a. Tinggi

: bila ≼ ≼ 8 kali kunjungan

b. Rendah

: bila < 8 kali kunjungan

Skala : Ordinal 2. Variabel bebas / independent a. Umur balita Umur balita dihitung dalam tahun, dari tahun kelahiran sampai pada


33

saat penelitian dilakukan. Cara perhitungan dikelompokkan dalam 2 kategori : 1. 12-35 bulan 2. 36-60 bulan Skala : Ordinal b. Jumlah anak dalam keluarga Jumlah anak dalam keluarga

yaitu

jumlah

anak

yang

menjadi

tanggungan dalam keluarga, dikelompokkan menjadi 2 kategori : 1) Kecil : bila terdapat â&#x2030;¤

2 anak

2) Besar : bila terdapat > 2 anak Skala : Ordinal c. Status pekerjaan ibu Status pekerjaan adalah jenis pekerjaan yang dilakukan oleh ibu rumah tangga untuk untuk memperoleh penghasilan, yang dikelompokkan dalam 2 kategori yaitu : 1) Tidak bekerja 2) Bekerja Skala : Normal d. Jarak tempat tinggal Jarak tempat tinggal adalah jarak yang

ditempuh

mulai dari

rumah sampai ke posyandu, dikelompokkan menjadi 2 kategori : 1) Jauh

: â&#x2030;Ľ 500 meter

2) Dekat : < 500 meter


34

Skala : Ordinal D. Metode Pengumpulan Data 1. Instrument penelitian Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner yang berisi judul, nomor responden, umur balita, jumlah anak dalam keluarga, status pekerjaan ibu, jarak tempat tinggal dengan posyandu. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Notoatmodjo, 2002). Setelah kuesioner sebagai alat penelitian selesai disusun, kemudian dilakukan uji validitas. Pengujian validitas dalam penelitian ini meliputi pengujian terhadap validitas isi dari kuesioner (content validity) yaitu dilakukan dengan cara membandingkan antara isi kuesioner dengan isi atau rancangan yang telah ditetapkan secara teori (Sugiyono, 2005). a. Pada umur balita dikategorikan menjadi 2 yaitu usia 12-35 bulan dan 36-60 bulan, hal ini sesuai dengan Aritonang (2003) yang menyatakan tahap perkembangan balita dalam bulan. Hal ini untuk mengetahui berbagai bentuk distribusi frekuensi dari umur balita. b. Pada jumlah anak dalam keluarga dikategorikan menjadi 2 yaitu besar bila lebih dari dua orang dan kecil bila kurang dari dua orang. Hal ini dibuat berdasarkan pernyataan Hastono (2001) yang membagi jumlah anak mejadi dua yaitu â&#x2030;¤ 2 orang dan > 2 orang.


35

c. Pada status pekerjaan ibu dikategorikan menjadi 2 yaitu bekerja (sebagai TNI/POLRI, PNS, Pegawai swasta dan pedagang) dan tidak bekerja (sebagai ibu rumah tangga). Hal ini dibuat berdasarkan pernyataan Hastono (2001) yang membagi pekerjaan ibu menjadi bekerja dan tidak bekerja. d. Pada jarak tempat tinggal dengan posyandu dikategorikan menjadi 2 yaitu jauh bila > 500 meter dan dekat bila < 500 meter, hal ini sesuai dengan Effendy (1998)

yang

menyatakan

jarak

dengan satuan

meter. 2. Cara pengumpulan data a. Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini meliputi : 1) Data primer adalah data yang dikumpulkan secara langsung pada saat berlanggsungnya satuan penelitian. Data tersebut meliputi karakteristik responden yaitu umur balita, jumlah anak dalam keluarga, status pekerjaan ibu dan

jarak

tempat tinggal ke posyandu 2) Data

sekunder

adalah

data

yang

diperoleh

dari

catatan

kader tentang kunjungan balita ke posyandu. b. Adapun prosedur dalam pengumpulan data adalah sebagai berikut : 1) Peneliti mengajukan ijin penelitian

kepada instansi terkait.

2) Setelah mendapatkan ijin, peneliti melakukan studi dokumentasi catatan kader posyandu untuk memperoleh data tentang kunjungan balita pada bulan Agustus 2006 sampai bulan Juli 2007.


36

3) Responden

diberi

kuesioner

untuk

diisi,

kemudian

diingatkan bahwa setelah semuanya selsai diisi kuesioner harus dikembalikan lagi kepada peneliti. E. Metode Pengolahan dan Analisis Data 1. Pengolah Data Data yang sudah terkumpul kemudian dilakukan pengolahan dengan langkah-langkah sebagai berikut : a. Editing Editing dalam penelitian ini berupa kegiatan pengecekan kelengkapan, kejelasan, konsistensi dan keragaman data. b. Coding (pengkodean) Coding dalam penelitian ini berupa pemberian kode berupa angka untuk memudahkan dalam pengolahan data. c. Tabulating (Pentabulasian) Kegiatan tabulating dalam penelitian ini meliputi mengelompokkan data sesuai dengan tujuan penelitian kemudian dimasukkan ke dalam tabel yang telah tersedia. d. Data Entry (memasukkan data) Tahap terakhir dalam penelitian ini yaitu pemprosesan data ke dalam program komputer. 2. Analisis data Analisis data dilakukan menggunakan komputer program SPSS for MS Windows release 11.5. dengan analisis statistik sebagai berikut :


37

a. Analisis univariat Analisis ini digunakan untuk memberikan gambaran umum terhadap data hasil penelitian. Data tersebut disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi sebagai bahan informasi meliputi umur balita, jumlah anak dalam keluarga, status pekerjaan ibu, jarak tempat tinggal dengan posyandu dan kunjungan balita ke posyandu. b. Analisis bivariat Analisis ini digunakan untuk mengetahui hubungan antara variabel bebas dan variabel terikat dengan menggunakan uji statistik. Menurut Sugiyono (2005), bila data yang diambil dari kedua variabel adalah kategorik maka data di analisis menggunakan uji statistik non parametrik dengan rumus Chi-Square (X2).

Keterangan

: X2 = nilai chi square O = nilai frekuensi observasi E = nilai frekuensi harapan

Dengan kemaknaan sebagai berikut : 1) Apabila p value < 0,05 maka Ho ditolak, sehingga ada hubungan antara faktor-faktor dengan kunjungan balita ke posyandu. 2) Apabila p value > 0,05 maka Ha ditolak, sehingga tidak ada hubungan antara faktor-faktor dengan kunjungan balita ke posyandu.


38

F. Etika Penelitian Dalam melakukan penelitian ini peneliti mendapat rekomendasi dari program studi S-1 ilmu keperawatan dan permintaan izin ke posyandu yang berada di wilayah Rw.01 kelurahan Kalipancur, kecamatan Ngaliyan Semarang. Setelah mendapatkan

persetujuan barulah melakukan penelitian

dengan menekankan masalah etika meliputi : 1.

Informed Concent (surat persetujuan) Lembar persetujuan ini diberikan kepada responden yang diteliti disertai judul penelitian dan tujuan penelitian. Bila subjek menolak maka peneliti tidak memaksa dan tetap menghormati hak-hak responden.

2.

Anonimity (tanpa nama) Untuk menjaga kerahasiaan identitas subjek, peneliti tidak mencantumkan nama pada lembar pengumpulan data.

3.

Confidentiality Kerahasiaan informasi atau data yang didapatkan dari responden sangat dijamin oleh peneliti.

G. Jadwal Penelitian Jadwal penelitian terlampir


BAB 3 Faktor-faktor Rendahnya Kunjungan Balita di Posyandu