Page 1

SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I KURS MATA UANG US$ GB£ EU€ JP¥ SIN$ AUS$ RM RMB

10.979 17.037 14.545 11.186 8.606 9.816 3.325 1.779

A

Hari ini 48 halaman | Rp 3.000,-

Papandayan, Keindahan Buah Letusan

EDISI KHUSUS

Wajah Italia

Kontra Lazio menguji konsistensi Juventus sebagai “raja Italia” » B 13

» C 17

NASIONAL H A R I A N

Gelombang Perubahan

DINAMIS DAN MENCERAHKAN

» 25

Hindari Prasangka pada Suriah China menilai aksi militer hanya akan menambah kekacauan di Timur Tengah. BEIJING (HN) China menyerukan AS dan sekutunya agar tidak terburu-buru menggempur Suriah hingga misi pakar sen­jata kimia Dewan Keamanan (DK) PBB menyelesaikan tugasnya. Menelepon Sekjen PBB Ban Kimoon, Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan, Chi­­na mendukung penuh penyelidik­an independen yang objek­ tif dan jauh dari tekanan luar. ‘’Sebelum tim penyelidik menemukan apa yang sebenar­ nya terjadi, seluruh pihak se­ harusnya menghindari prasangka dan, tentu saja, tidak memaksa DK PBB mengambil tindakan,’’ ujar Wan kepada Ban, Jumat (30/8), sebagaimana dilaporkan Xinhua. Pemerintahan Beijing me­ne­ gas­ kan, tindakan militer tidak akan membantu menyelesaikan persoalan di Suriah, melainkan hanya memperburuk kekacauan di Timur Tengah. ‘’Resolusi politik masih menjadi satu-satunya jalan keluar,’’ kata Wan. Sekali lagi, demikian Wan, semua pihak harus menahan diri. Meski demikian, dalam pembicaraan terpisah dengan Menlu Jerman Guido Wester­ welle  dan Sekjen Liga Nabil Elaraby, Wan menegaskan, siapa pun yang menggunakan senjata kimia harus bertanggung jawab. Para pejabat AS kemarin mengakui masih kurang me­ miliki cukup bukti meyakin­ kan bahwa Presiden Suriah Bashar al-Assad  secara pribadi memerin­tahkan penggunaan sen­ jata kimia untuk meredam per­ lawanan para penentangnya pekan lalu. Beberapa sekutu AS juga mulai mengingatkan Washing­ton bahwa tindakan militer tanpa otorisasi DK PBB ha­ nya akan memperburuk situasi. Bahkan, Kamis (29/8) waktu setempat, parlemen Inggris menentang rencana pemerintahanJakarta

23-34 °C

Bandung

nya andil dalam tindakan militer terhadap Suriah melalui voting dengan hasil 285 suara menolak berbanding 272 setuju. Menteri Pertahanan Inggris Philip Hammond mengakui AS pasti kecewa karena sekutu dekatnya tidak akan ikut serta. Namun, ujarnya, ‘’Saya berharap tiadanya partisipasi Inggris ini tidak akan menghentikan aksi apa pun.’’ Kepada harian Le Monde, Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan bahwa sikap parlemen Inggris itu tidak akan memengaruhi Prancis yang siap menghukum pemerintahan Assad atas penggunaan senjata kimia. Oleh karena itu, dalam pembicaraan telepon dengan mitra­ nya, Menlu Prancis Laurent Fa­ bius, Wan menyatakan langkah militer terhadap Suriah seharus­ nya tidak didasarkan pada per­ kiraan dipakai atau tidaknya sen­ jata kimia, melainkan atas fakta siapa yang menggunakannya. Menteri Pertahanan AS Chuck Hagel  mengatakan, sejauh ini negaranya terus men­ cari mitra di koalisi internasional untuk bersama-sama menindak Suriah atas pemakaian senjata kimia yang pekan lalu dilaporkan menelan ratusan orang.  Da­mas­kus menolak tuduhan tersebut. Bahkan pemerintahan Assad menilai para penentangnya yang menggunakan senjata kimia itu untuk semakin menyudutkannya di mata internasional. Sementara itu, tim pe­nyelidik senjata kimia PBB kemarin ber­ kunjung ke rumah sakit di wilayah yang dikontrol pemerintah, tepatnya RS Militer Bandara Mezze di pinggiran Damaskus untuk membuktikan dugaan seorang tentara yang dirawat di sana terkena senjata kimia. Hari ini tim PBB dijadwalkan meninggalkan Damaskus. Selain China dan Rusia, dalam pertemuan di Vatican se-

21-32 °C

Semarang

22-34 °C

Yogyakarta

Warga dan aktivis antiperang berunjuk rasa di depan Gedung Putih, Washington DC, Kamis (29/8) atau Jumat (30/8 ) WIB. Mereka memprotes kebijakan pemerintah AS yang ingin melakukan aksi militer ke Suriah. REUTERS | ZJASON REED

hari sebelumnya, Paus Francis dan Raja Abdullah dari Yordania sepakat bahwa dialog me­ ru­pa­kan ‘’satu-satunya pilih­ an’’ untuk mengakhiri konflik di Suriah. Raja Abdullah yang di­ temani permaisurinya, Ratu Rania, ter­bang ke Roma khusus untuk menemui Sri Paus de­ ngan agenda membahas krisis di Timur Tengah saat ini. Raja dan Takhta Suci me­ nekankan pentingnya tahapan di­alog yang melibatkan seluruh komponen masyarakat Suriah de­ngan sokongan komunitas in­ ternasional untuk menyelesai­ kan masalah ini. ‘’Itulah satu-satunya opsi meng­­­­­­­akhiri konflik dan keke­ rasan yang menyebabkan hilang­ nya banyak nyawa yang sebagian besar warga sipil yang tidak berdaya,’’ kata Vatican dalam pernyataan resmi. l REUTERS DAN BER­ Surabaya

59,1

Persentase

11,8

9,3

8,9

10,9

Lain-lain Levantin Kurdi Alawit berbahasa Kristiani mayoritas berbahasa Muslim Arab Sunni Arab

Arab Muslim Sunni

Distribusi Geografis

Warna di peta menunjukkan komposisi etnis-etnis tersebut

TURKI Jarablus

Bab al-Salam Bab al-Hawa Salqin

Aleppo

Idlib

Taftanaz

Latakia

Tartus

Qamishli Tel Abyad

Raqqa

Maarat al-Numan Rastan

Laut Mediterania

Hama Talbisah Homs Qusair

Yarubiya

Ras al-Ain

Deir al-Zor

SURIAH Albu Kamal

Zabadani

LEBANON

IRAK

Qaboun Damascus

Dataran Tinggi Golan

Quneitra Deraa

ISRAEL

Sweida

50 miles

YORDANIA

50 km

Sumber: M. Izady - Gulf/2000 Project; Columbia University

BAGAI SUMBER | SOLICHIN

20-31 °C

KOMPOSISI ETNIS DI SURIAH

23-33 °C

Denpasar

23-32 °C

Hujan Lebat

Hujan Sedang

Hujan Ringan

Berawan

Cerah Berawan

Cerah sumber: BMKG


SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

HARIAN NASIONAL

A2 BERITA UTAMA kilas

PENCEKALAN WARYONO KARNO

ANTARA | ANDIKA WAHYU

Panglima TNI dan KSAD Dilantik

Jenderal TNI Moeldoko (kiri) dan Letjen TNl Budiman (kanan)

PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono melantik Jenderal TNI Moeldoko menjadi Panglima TNI dan Letjen TNI Budiman sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) di Istana Negara, Jakarta, Jumat (30/8). Moeldoko menggantikan Laksamana TNI Agus Suhartono yang memasuki masa pensiun. Budiman mengisi jabatan yang ditinggalkan Moeldoko. Moeldoko menjadi KSAD tersingkat dalam sejarah militer Indonesia. Dia hanya tiga bulan menjadi KSAD sejak dilantik pada 20 Mei 2013 menggantikan Jenderal Pramono Edhie Wibowo. Lahir di Kediri, Jawa Timur pada 8 Juli 1957, dia lulusan terbaik Akademi Militer 1981. Sedangkan Budiman lulusan terbaik Akademi Militer 1978. Lahir di Jakarta, 25 September 1956, jabatan terakhir dia Sekjen Kementerian Pertahanan setelah sebelumnya Wakil KSAD pada 2011. l ANTARA

Ruang Kerja Kosong Dua Pekan JAKARTA (HN) Sejak ruang kerja digeledah penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan ditemukan US$ 200 ribu di dalam tas hitam pada Rabu (14/8), Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Waryono Karno tak diketahui keberadaannya. Dia tak menghadiri dua kali rapat kerja dengan Komisi VII DPR RI yaitu pada Rabu (28/8) dan Kamis (29/8). Hingga kemarin, Waryono juga tak tampak di kantornya. Telepon genggamnya tidak aktif sejak beberapa hari terakhir. Ruang kerjanya kosong. Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia pun mengumumkan, Waryono dicegah bepergian ke luar negeri. “Benar, pencegahan sudah dilakukan Ditjen Imigrasi sejak Kamis (29/8),” kata Menteri Hu-

kum dan HAM, Amir Syamsuddin, dihubungi HARIAN NASIONAL, Jumat (30/8). Hal senada dikatakan Dirjen Imigrasi, Bambang Irawan yang sedang berada di Saigon, Vietnam. Kabag Humas dan Tata Usa­ ha Ditjen Imigrasi Kemenkumham, Heryanto mengatakan pencegahan tersebut atas permintaan KPK. Dengan surat resmi pencegahan, diharapkan KPK bisa sewaktu-waktu memanggil Waryono untuk diperiksa. “Surat pencegahan tersebut berlaku untuk enam bulan,” ujarnya. Penggeledahan di ruang kerja Waryono beberapa waktu lalu dilakukan terkait kasus dugaan suap yang melibatkan tersangka mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usa­ ha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Rudi Rubiandini. Dugaan itu menguat ke-

tika nomor seri uang yang ditemukan KPK berurutan dengan uang yang disita KPK dari Rudi. KPK menetapkan Rudi sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap berdasarkan ope­ rasi tangkap tangan (OTT) pada 13 Agustus 2013. Malam itu, penyidik menemukan barang bukti US$ 400 ribu di rumah Rudi pemberian Komisaris PT Kernel Oil Pte Ltd, Simon Gu­na­wan Tanjaya melalui pelatih golf Rudi, Deviardi. Pemberian itu diduga penyerahan kedua. Penyerah­ an pertama dilakukan sebelum lebaran dengan jumlah US$ 300 ribu. Sebagai penerima suap, Rudi dan Deviardi disangkakan pasal 12 huruf a dan b atau pasal 5 ayat 2 atau pasal 11 UU No.31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU No.20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korup-

Kasus Hambalang II Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Poernomo memaparkan kelanjutan pemeriksaan kasus Hambalang II serta penemuan terbaru BPK, Jakarta, Jumat (30/8). BPK menegaskan laporan audit tahap II proyek Hambalang hanya satu versi, namun hasilnya belum dapat dibuka kepada publik.

Berkas Perkara Elda Segera Rampung KEJAKSAAN Agung segera merampungkan berkas perkara mantan Ketua Umum Asosiasi Perbenihan Indonesia (Asbe­n­ indo), Elda Devianne Adiningrat, yang menjadi tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengu­ curan kredit Bank Jabar (BJB) kepada PT Cipta Inti Permindo (CIP) senilai Rp 55 miliar. “Saya telah memerintahkan penyidik segera merampung­ kan berkas milik Elda Devianne Adningrat,” kata Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampid­ sus), Andhi Nirwanto di Kejagung, Jakarta, Jumat (30/8). Sejak ditetapkan sebagai tersangka, Elda baru menjalani pemeriksaan sekali. Pemeriksaan Elda sempat dihentikan karena pingsan dan dilarikan ke rumah sakit. l RIDWAN MAULANA

Banda Aceh

23-32 °C

Medan

si jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. Pemberi suap, Simon Tanjaya, Komisaris Kernel Oil diduga melanggar pasal 5 ayat 1 huruf a dan b atau pasal 13 UU No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU No.20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Hingga kini, KPK sudah mencegah tiga pejabat SKK Migas. Ketiga pejabat itu, Kepala Divisi Penunjang Operasi SKK Migas, Iwan Ratman; Kepala Divisi Komersialisasi Gas Bidang Pengen­dalian Komersil SKK Migas; Popi Ahmad Nafis; dan Kepala Divisi Komersialisasi Minyak dan Kondesat Bidang pengendalian komersial SKK, Agoes Sapto Rahardjo. Selain pejabat SKK Migas, KPK juga mencegah Presiden Direktur PT Parna Raya Group, Artha Meris Simbolon dan Febri Setiadi. l VINI M ROSYA

ANTARA | YUDHI MAHATMA

Pemenang Konvensi Ditentukan Survei Publik JAKARTA (HN) - Rangkaian proses Konvensi Partai Demokrat sudah berlangsung untuk menjaring calon presiden pada Pemilihan Umum 2014. Sebanyak 11 tokoh lolos setelah tes dan seleksi. Anggota Komite Konvensi Demokrat, Effendi Ghazali me­ ngatakan, konvensi Partai De­ mokrat berbeda dengan konven­ si partai politik di negara lain. Sebab, calon peserta bukan ber­ asal dari kalangan internal partai dan tak dipilih partai itu sendiri. “Pemenang konvensi ditentukan melalui mekanisme survei publik serta penilaian kelayakan dan kepatutan,” katanya di Jakarta, Jumat (30/8). 24-32 °C

Pekanbaru

22-33 °C

Batam

Proses seleksi kandidat berlangsung selama delapan bulan sejak September 2013 hingga April 2014 dan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, digelar September-Desember 2013 dan tahap kedua Januari-April 2014, termasuk debat antarkandidat. Survei kandidat dilakukan tiga lembaga survei independen dan kredibel. Sehari sebelumnya, Pre­ siden Direktur Lion Air, Rusdi Kirana; mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Rustriningsih; dan anggota Badan Pemeriksa Keuangan, Ali Masykur Musa. Rusdi menyatakan belum bersedia menjadi peserta konvensi karena masih berkonsentrasi 25-32 °C

Padang

23-33 °C

meng­urus per­usahaan. “Lion Air masih memesan pesawat dalam jumlah besar hingga 2017,” katanya. Sebagai pimpinan, Rusdi harus membicarakan sesuatu terkait bisnis dengan mitra kerja, baik dari dalam maupun luar negeri. “Berdasar masukan mitra-mitra, saya memutuskan belum siap mengikuti konvensi, karena waktu belum tepat,” ujar­nya. Rusdi mengapresiasi Partai Demokrat. “Konvensi ini terobosan cerdas untuk memberi kesempatan kepada setiap anak bangsa untuk mewujudkan mimpi menjadi presiden,” kata­ nya. l ANDI NUGROHO | NESTY PAMUNGKAS

Jambi

22-32 °C

Palembang

23-33 °C

PESERTA KONVENSI

CALON PRESIDEN PARTAI DEMOKRAT Ali Masykur Musa

Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)

Anies Rasyid Baswedan

Rektor Universitas Paramadina

Dahlan Iskan

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN)

Dino Patti Djalal

Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat

Jenderal (Purn) TNI Endriartono Sutarto

Mantan Ketua Dewan Pertimbangan Partai NasDem

Gita Wirjawan

Menteri Perdagangan

Hayono Isman

Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat

Irman Gusman

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD)

Marzuki Alie

Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPR)

Jenderal (Purn) TNI Pramono Edhie Wibowo Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad)

P. Pinang

Sinyo Harry Sarundajang Gubernur Sulawesi Utara

25-31 °C

Bengkulu

23-31 °C


HARIAN NASIONAL

SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

BERITA UTAMA A3

JAKARTA (HN) Palang Merah Indonesia (PMI) menerima tambahan 10 unit kendaraan ambulans sumbangan Lion Air Group. Bantuan akan diserahkan langsung oleh Direktur Utama Lion Air Rusdi Kirana kepada Ketua Umum PMI HM Jusuf Kalla di Balaraja, Kabupaten Tangerang, Banten, hari ini, Sabtu (31/8). Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengatakan pe­ nyerahan bantuan tersebut sebagai wujud syukur atas 13 tahun berdirinya perusahaan penerbangan berbiaya murah ini. Lion Air mulai beroperasi sejak 30 Juni 2000. Edward mengatakan, p­e­nye­ rahan bantuan diselenggarakan di Balaraja karena di daerah tersebut Lion Air sedang membangun fasilitas untuk kar­ ya­ wan di areal seluas 30 hektare. “Sekaligus kami mau sosialisasi mengenai rencana kepindahan

kantor. Nanti kantor (Lion Air) pindah ke Balaraja awal tahun depan,” kata Edward saat berada di Pulau Batam, Kepulauan Riau, Kamis (29/8) kepada HA­ RIAN NASIONAL. Sejumlah fasilitas akan dibangun di areal tersebut. Antara lain pusat pelatihan, pusat perkantoran, pergudangan, mess pramugari/pramugara, mess pilot, serta 1.400 unit rumah untuk karyawan. Edward mengatakan, penye­ rah­an bantuan mobil ambulans untuk PMI dirangkaikan dengan sejumlah kegiatan, seperti bakti sosial dan donor darah. Selain itu, Lion Air juga menyerahkan seperangkat komputer kepada Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Wanakerta, SDN 2 Wanakerta, SDN 3 Wanakerta SDN 4 Wanakerta, dan SDN 5 Wanakerta. Kegiatan lainnya berupa penyerahan perangkat alat tulis kepada 1.866 siswa di kelima

HARIAN NASIONAL | NURCHOLIS A LUBIS

Dari Lion Air Group, 10 Ambulans untuk PMI

Lion Air menyumbang sepuluh mobil ambulans berstandar internasional kepada Palang Merah Indonesia. Ambulans tersebut akan di­distribusikan ke sejumlah tempat di Indonesia yang masih membutuhkan terutama daerah rawan bencana.

SD tersebut. “Kami juga mem­ berikan beasiswa kepada 30 siswa beprestasi,” kata Edward. Ia mengatakan, sebanyak 96 anak karyawan pelayan dan

sopir akan menerima beasiswa. Jumlah beasiswa bervariasi. Sebanyak 40 siswa SD menerima masing-masing Rp 500 ribu, 40 siswa Sekolah Menengah Per-

tama (SMP) masing-masing Rp 600 ribu dan masing-masing Rp 750 ribu untuk 16 siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). l ANDI S NUGROHO

Menjadikan Donor Darah Gaya Hidup Semakin maju suatu negara, kebutuhan akan darah semakin banyak. Itu terjadi akibat pola hidup masyarakat. ADA keinginan Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) HM Jusuf Kalla menjadikan donor darah sebagai gaya hidup (life style). Langkah mewujudkan keinginan tersebut antara lain dilakukan dengan membuka 100 gerai PMI untuk transfusi darah di pusat-pusat perbelanja­an di Indonesia. Diharapkan masyarakat yang mengisi waktu libur dengan berbelanja dan jalan-jalan di mal bisa menyumbangkan darahnya untuk misi kemanusiaan. Tak hanya membuka gerai, PMI juga telah mendistribusikan 110 mobil darah di seluruh provinsi. Mobil itu difungsikan untuk mempercepat pengumpulan darah dari pendonor hingga proses penya­lur­ an kantong darah ke unit PMI maupun rumah sakit. Mobil darah diharapkan dapat men­ jang­kau semua kalangan masyarakat, bahkan sampai di tingkat rukun tetang­ ga (RT) dan rukun warga (RW). Setiap provinsi dengan tiga juta penduduk akan mendapatkan satu mobil darah. Saat ini, kebutuhan mobil darah paling banyak di Jawa Barat. Langkah membuka gerai di mal dan mendistribusikan mobil daerah di seluruh provinsi dilakukan agar aktivitas donor menjadi lebih baik. De­ngan begitu akan mempersingkat waktu rata-rata pendistribusian darah. Di Jakarta, misalnya. Selama ini waktu distribusi darah rata-rata enam jam. De­ ng­an adanya mobil darah, distribusi bisa B. Lampung

23-33 °C

Pontianak

23-33 °C

Jusuf Kalla menemui anak-anak korban gempa di tenda darurat yang terkena dampak gempa di Aceh Tengah, beberapa waktu lalu . ANTARA | HO

dipersingkat empat jam. “Kami targetkan hanya dua jam,” tutur mantan Wakil Pre­ siden Republik Indonesia itu di sela halal bi halal PMI di Jakarta, pekan lalu. Pembukaan gerai PMI di pusat-pusat perbelanjaan dan pendistribusian mobil darah di seluruh provinsi sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan darah. Kalla menuturkan, kebutuhan darah setiap tahun diperkirakan 4,8 juta kantong. Saat ini PMI hanya mampu memenuhi 3 juta kantong darah pertahun.

Samarinda

25-31 °C

Palangkaraya

23-33 °C

Banjarmasin

Gerai PMI kini tersedia di sejumlah pusat perbelanjaan dan kampus di bebe­ ra­pa kota di Indonesia. Sebutlah, misalnya di Senayan City dan Pusat Grosir Ta­nah Abang Jakarta, Mal Metropolitan Bekasi, Mal Tunjungan Plaza Surabaya, dan Mal Ratu Indah Makassar. Gerai yang sama dibuka di Universitas Trisakti Jakarta dan Universitas Hasanuddin Makassar. Ketua Bidang Relawan PMI Pusat, Muhammad Muas mengatakan saat ini PMI di setiap daerah ditantang menjemput bola untuk memenuhi persediaan darah. PMI telah bekerja sama dengan kalangan swasta dengan memperbanyak unit transfusi darah yang akan ber­­­ keliling mencari pendonor. PMI, kata Muas, juga membuka gerai di pusat-pusat keramaian dan tempat-tempat ibadah. Agenda rutin pun dirancang, bekerja sama dengan instansi pemerintah, kalangan swasta, dan lembaga-lembaga sosial yang peduli dengan ketersediaan darah. Sejumlah kegiatan pun diselenggarakan dalam memperingati 150 tahun Palang Merah Internasional, organisasi kemanusian yang didirikan Jean Henri Dunant ini. Menurut Muas, dari kebutuhan 4,8 juta kantong darah di Indonesia dalam setahun, diperkirakan akan terpenuhi sekitar 3,5 juta kantong hingga akhir tahun ini. Dengan operasionalisasi mobil darah ke setiap provinsi, diharapkan akan diperoleh tambahan 0,5 juta kantong darah. Selain berupaya meningkatkan persediaan darah, kualitas darah juga akan ditingkatkan. Ini dilakukan dengan menyeleksi darah yang didonorkan dan mengembangkan riset agar kualitas da24-33 °C

Manado

24-33 °C

Hujan Lebat

rah semakin baik dan biayanya semakin murah. Standar stok darah yang harus ber­ ada di PMI, menurut dia, sekitar 60.000 kantong. Jumlah ini diperkirakan dapat memenuhi kebutuhan selama empat hari. “Kami setiap hari minimal harus memiliki stok darah untuk empat hari ke depan,” ujarnya. Sebagian besar kebutuhan itu dipenuhi oleh para donor sukarela. Persentasenya mencapai 80 persen. Sisanya dipenuhi oleh para donor pengganti, orang yang mendonorkan darah untuk anggota keluarganya. “PMI tengah berusaha keras agar donor sukarela lebih banyak lagi,” katanya. Jusuf Kalla menuturkan, semakin maju suatu negara, kebutuhan akan darah semakin banyak. Itu terjadi akibat pola hidup masyarakat. Dia mencontohkan di Amerika Serikat. Di Negeri Paman Sam itu, kebutuhan darah mencapai 5 persen dari jumlah penduduk. “Per­ ubahan gaya hidup dan ekonomi ikut mempengaruhi kebutuhan akan darah,” katanya. Kondisi yang sama akan terjadi di Indonesia. Kenyataan itulah yang melahirkan keinginan menjadikan donor darah sebagai gaya hidup. Dia mengatakan deng­an gaya hidup itu, orang bertemu teman atau kerabat, yang ditanya, “Sudah donor berapa kali?” Jadi, kata dia, suatu saat nanti alang­kah indahnya jika setiap orang sadar untuk mendonorkan darahnya. Donor darah akhirnya menjadi bagian gaya hidup sehat masyarakat. “Donor darah itu sehat, lho,” Jusuf Kalla mengingatkan. l EKO B HARSONO| RIDWAN WR Hujan Sedang

Hujan Ringan

Berawan

Cerah Berawan

Cerah sumber: BMKG


SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

HARIAN NASIONAL

A4 OPINI editorial

DAHLAN ISKAN

Menteri Negara BUMN

Selamat Pagi, Indonesia PEMBACA yang budiman, puji syu­ kur kepada Tuhan Yang Maha Esa hari ini, Sabtu 31 Agustus 2013, HARIAN NASIONAL mulai berada di tangan Anda. Di bawah naung­ an PT Berita Nasio­nal, media ini berkomitmen terbit setiap hari ke­ cuali hari-hari besar dalam kalen­ der yang dinyata­kan resmi sebagai hari libur nasional oleh pemerintah. Sesuai tagline ‘’Dinamis dan Mencerahkan’’, HARIAN NASIONAL berkomitmen pula menyajikan berita-berita yang memberikan semangat dan pencerahan kepada pembacanya. Lazimnya media, tentu harian ini juga berkewajiban menjalankan fungsi kontrol sosial melalui produk jurnalisme yang konstruktif de­ ngan menjunjung tinggi etika dan prinsip jurnalisme. Seperti media lain yang telah ada, keha­diran ha­rian ini juga merupa­ kan ikhtiar dan wujud partisipasi membangun masyarakat Indone­ sia yang menjunjung tinggi nilainilai kebenaran, berpikir positif, serta bertindak dinamis-kons­ truktif demi masa depan yang lebih baik. Pada dasarnya, tidak ada ma­ nusia yang gagal. Begitu pula se­ kumpulan manusia dalam institusi maupun lembaga. Memanusiakan manusia. Hari pun tidak selama­ nya muram. Pasti ada hari esok nan cerah membentang. HARIAN NASIONAL selalu berusaha me­ nerjemahkannya menjadi menu harian yang tidak saja enak dan perlu dibaca, tetapi juga diharap­ kan menjadi asupan yang menye­ nang­kan dan mencerdas­kan. Sebagai pro­ses, seiring per­ jalanan waktu nis­caya kami juga akan berusaha selalu berbenah agar, dari hari ke hari, yang kami sajikan semakin memberikan manfaat lebih kepada pembaca. Untuk itu, kami juga membutuh­ kan masukan ser­ta kritik kon­ struktif dari pembaca maupun mitra. Kami menyadari eksistensi harian ini juga ada di tangan Anda. Selamat membaca.

Sorgum, Sapi, dan Burung di Belu

P

esawat militer CN 295 TNI AU mendarat mulus di landasan yang hanya 1.200 meter dan masih berdebu di Atambua, Belu, kabupaten yang berbatasan dengan Timor Leste. Itulah pertama kali saya naik pesawat yang sudah lama saya sebut-sebut namanya tapi belum pernah saya rasakan terbangnya. Cuaca pagi Atambua sangat cerah. Meski sudah mulai menggersang tapi udaranya enak, tidak panas menyengat: 28 derajat. Ini berbeda dengan kedatang­ an saya ke Atambua lima bulan lalu. Saya harus jalan darat dari Dili, Timor Leste karena men­ dung tebal terus menggelayut di langit Atambua sepanjang hari. Itulah hari pencanangan gerakan sorgum dengan langkah awal uji coba penanaman pertama. Hujan terus mengguyur upacara. Wah, ini pertanda akan tersendat atau justru sebaliknya akan berkah. Hujan itu ternyata berkah. Ketika saya ke Atambua lagi, sorgumnya sudah panen. Bagus lagi. Murid-murid SMK Atambua dan SMK Kupang juga sudah bisa memamerkan semua peralat­ an buatan mereka: pemerah batang sorgum untuk jadi gula, ­perontok biji sorgum, penyosoh, destilasi bio­ ethanol, pencacah ampas, mixer pupuk, dan seterusnya. Ini hasil dari pendidikan dua bulan di Jakarta. Anak-anak SMK itu memang dikirim ke Jakarta untuk melakukan reverse engineering. Dengan demikian Atambua tidak tergantung pada alat-alat impor atau buatan pabrik. Mereka bisa bikin sendiri. Kalau rusak bisa memperbaiki sendiri. Tidak akan terulang cerita lama: bantuan peralatan untuk pedesaan banyak tidak berfungsi karena begitu rusak tidak tahu cara memperbaikinya. Bupati Belu, Joachim Lopez, tidak hanya gembira karena sor­ gumnya sudah panen, tapi lebih

gembira lagi karena telah ­terjadi perubahan cara berpikir petani. Itu yang dia ucapkan di panggung. Bupati Belu ­memang ­ingin mengubah pola pikir masya­ ra­ kat­nya. Lopez berhasil mengubah adat lama yang sangat menghambat upaya meningkatkan perekonomian masyarakat, misalnya, adat kematian. Bupati mengeluarkan peraturan baru: orang meninggal harus segera dikubur. ­Paling lama dua hari. Tidak boleh lagi mayat ditahan sampai s­eminggu. Apa hubungannya dengan ekonomi? “Kalau mayat ­ditahan selama tujuh hari ber­arti ada tujuh sapi yang di­potong,” katanya. Itu berarti upaya mengembangkan ternak sapi hanya habis di­buat pesta. Apalagi banyak yang sampai ber­utang untuk membeli sapi itu. Apa sanksi bagi yang menahan mayat lebih dari dua hari? Jelas: tidak akan ada pendeta yang datang untuk memberkati pemakamannya. ­Untuk itu Lopez minta dukungan ke­uskupan Atambua. Uskup setuju. Kini di setiap ada kematian maksimum hanya dua sapi yang dipotong. Demikian juga saat banyak sapi memangsa tanaman muda sorgum. Bupati bikin kesepakan dengan masyarakat adat. Ketua adat pun membuat keputusan: kalau ada sapi yang masuk ke ladang sorgum, sapinya boleh dipotong. Sejak itu tidak ada lagi tanaman sorgum yang rusak. Pernah terjadi satu sapi lolos ke

ladang sorgum. Ketua adat benar-benar memutuskan memotong sapi itu. Aman. Setelah sorgumnya berbuah, muncul ancaman baru. Kali ini masyarakat adat tidak mungkin lagi bisa mengatasi: serbuan burung! Ribuan burung datang bertengger di pucuk sorgum! Sambil mematuk-matuk. Saya terpikir kinilah saatnya minta bantuan mahasiswa, ter­ utama fakultas pertanian dan elektro. Merekalah yang kini ha­ rus menemukan cara mengatasi burung. Yang bisa menemukan ide yang realistis-aplikatif akan saya berikan hadiah. Dirut PT Batantekno Dr Yudiutomo Imar­ djoko yang ahli nu­ klir terkemuka di dunia itu (termasuk ahli nuklir untuk ta­ naman dan makanan) akan mengumumkan di website PT Batan­ tekno (www. batantek.com) me­­ngenai detil s­ a­yembara ini. ­Batantekno akan mencoba ber­bagai ilmu dan tek­ nologi yang mereka kuasai, namun siapa tahu ada mahasiwa atau dosen yang memiliki ide yang lebih baik. Batantekno memang ditugasi untuk urus sorgum di NTT sebagai bentuk pengabdian untuk daerah miskin. Dananya dari PT Pertamina, PT Askes, dan beberapa BUMN lain. Tapi teknologi dan manajemennya di­ serahkan ke Batantekno. Saya salut dengan kegigihan tim Batantekno ini. Dr Yudi­utomo, yang pada umur 35 tahun sudah dipanggil Kongres ­ Amerika Serikat untuk mempertanggungjawabkan penemuannya di bidang nuklir, ingin menuntaskan soal

sorgum ini. Waktu itu Yudi ikut mengajukan rancangan teknologi penyimpanan sampah nuklir yang bisa bertahan sampai 10.000 tahun. Karena dianggap hebat, Yudi di­ panggil Kongres. Dia diminta me­ maparkan penemuannya. Akhir­ nya Yudi terpilih masuk tiga terbaik rancangan penyimpanan sampah nuklir di AS. Tiga-tiga­nya disetujui untuk diikutkan tender di masa yang akan datang. “Disertasi doktor saya di AS memang soal penyimpanan sam­ pah nuklir,” kata Yudiutomo. Kini Yudi dan Batantekno dipercaya oleh perusahaan nuklir AS untuk merancang reaktor nuklir untuk kedokteran di sana. Saya pun mengizinkan Batantekno untuk membuat perusahaan patungan dengan perusahaan nuklir AS. Waktu saya meninggalkan Atambua untuk ke Rote, Flores, dan Bali, Yudi masih tinggal di Atambua. Setelah panen sorgum ini dia masih harus menuntaskan model bisnisnya. Agar keberlanjutan proyek sorgum ini lebih terjamin. Di Rote saya juga bertemu seorang bupati yang hebat: Lens Haning. Dia berhasil meng­ ubah kebiasaan yang menyulitkan pe­ ngembangan ekonomi ma­sya­ra­ katnya. Dia keluarkan peraturan baru: upacara-upacara adat hanya boleh menyembelih satu ekor sapi. Rakyat bisa menerima aturan baru itu. Terbukti Haning terpilih lagi untuk periode kedua. Bupati Haning punya tekad lain: “Saya sanggup mengeluarkan daerah ini dari status daerah tertinggal kalau pemerintah pusat membangunkan tiga bendungan irigasi di Rote. Masing-masing biaya­ nya hanya sekitar Rp 15 miliar!” Begitulah! Harapan, hope, dan optimisme bisa muncul di mana-mana dan dari siapa saja, dengan berbagai jabatannya.

wisdom

Terbit perdana 31 Agustus 2013 diterbitkan oleh: PT BERITA NASIONAL

DINAMIS DAN MENCERAHKAN

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI/PENANGGUNG JAWAB: Makhfud Sappe. | REDAKTUR PELAKSANA: Solichin M. Awi, Burhanuddin Bella. REDAKTUR: A. Gener Wakulu, Eko Budi Harsono, Dani Wicaksono, Tono Suhartono, Darma Ismayanto, Dionisius B. Arinto | REDAKSI: Andi Sapto Nugroho, Fifia A. Himawan, Siska Maria Eviline, Nesty Trioka Pamungkas, Vini Mariyane Rosya, Dian Riski Rosmayanti, Alvin Tamba, W. Ridwan Maulana, Cindy Melissa Putri. | PEWARTA FOTO: Nurcholis Anhari Lubis. | DESAINER GRAFIS: Joko Sutrisno. PERWAJAHAN/TATA LETAK: Mochammad Taufik Fadillah, Andika Hariz Permana, Lucas Anggriawan, Saiful Nursasi, Dwi Setiawan. | SEKRETARIS REDAKSI: Jacqueline Sharon Jahja. NETWORK & IT: Andi Tenriadi | Sutiyono. ALAMAT REDAKSI: Jalan Teuku Cik Di Tiro 77 Menteng, Jakarta Pusat 10310, Telp: 021-3672 8477, Faks: 021-3151 668 e-mail: redaksi@harian-nasional.com

Kecantikan tidak terletak di wajah. Kecantikan adalah sebuah cahaya dalam hati.

PEMIMPIN PERUSAHAAN: Makhfud Sappe. | SEKRETARIS PERUSAHAAN: Tira Mayshela Kalebu. | PENASIHAT HUKUM: Dr. Harris Arthur Hedar, S.H., M.H. MANAJER SDM & GENERAL AFFAIR: Fransiska Ririn Tri Astuti G. | BISNIS & MARKETING: Fransiska Ririn Tri Astuti G., Nike Wulandari, Adisam, Yudo Winarno. TRAFFIC: Miftahudin. | MESSENGER: Hendra Setiawan, F. Supriadi. | GA STAFF: Nanang Suryana.KONTAK BISNIS: 021-3672 8477 | DISTRIBUSI & SIRKULASI: 021-3672 8477 | PENGADUAN: 021-3672 8477 | BERLANGGANAN: 021-3672 8477 Jurnalis HARIAN NASIONAL selalu dilengkapi identitas diri. Terima kasih kepada semua pihak yang membantu kelancaran tugasnya dan apresiasi kami kepada mereka yang, dengan penuh kesadaran tidak memberikan uang dan/atau apa pun barang yang memengaruhi independensi pemberitaan.

KAHLIL GIBRAN 1883 - 1931 Gorontalo

24-33 °C

l ANTARA

Palu

23-33 °C

Kendari

24-32 °C

Makassar

21-35 °C

Majene

25-31 °C

Ternate

24-31 °C

Ambon

24-29 °C

Jayapura

23-30 °C

Sorong

24-31 °C


SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

BURSA Dow Jones

POSISI

+/-

14.841,00

16,44

Nasdaq

3.620,30

26,95

S&P 500

1.638,17

3,21

IHSG 4.300

KOMODITAS

4.145,27

4.200 4.100

6.446,24

36,81

4.000

NIKKEI

13.388,90

70,85

3.900

HANG SENG

21.731,40

26,59

3.800

FTSE 100

DATA PASAR HARGA ENERGI UNIT US$/barel

107,78

1,02

0,94%

GRAM

EMAS PER BAR (Rp)

HARGA PER GRAM (Rp)

Minyak Mentah (Brent)

US$/barel

114,77

0,39

0,34%

500

259.300.000

518.600

250

129.750.000

519.000

100

51.950.000

519.500

50

26.000.000

520.000

25

13.025.000

521.000

10

5.240.000

524.000

NYMEX Gas Alam 23/8

26/8

27/8

28/8

%

Minyak Mentah (WTI)

TOCOM Minyak Mentah

Sumber: Bloomberg

HARGA +/-

DAFTAR HARGA LOGAM MULIA

JPY/kl

65.470.00

130,00

0,20%

3,63

0,01

0,33%

US$/MMBtu

29/8

5

2.645.000

529.000

4

2.116.000

529.000

3

1.596.000

532.000

2.5

1.335.000

534.000

2

1.076.000

538.000

1

558.000

558.000

Sumber: Logam Mulia

Peringkat Utang RI Aman

ninggi,” katanya. Kamis lalu BI meluncurkan empat kebijakan lanjutan. Per­ tama, selain menaikkan BI Rate, bank sentral juga menaikkan suku bunga lending facility 25 basis poin menjadi 7 persen dan bunga deposit facility 50 basis poin menjadi 5,25 persen. Kedua, memperpendek jang­ ka waktu kepemilikan Sertifikat Bank Indonesia (SBI) dari enam bulan menjadi satu bulan. Ketiga, memperhitungkan Sertifikat De­ posito Bank Indonesia (SDBI) se­ bagai komponen Giro Wajib Mini­ mum (GWM) Sekunder. Terakhir, memperkuat Bilateral Swap Ar­ rangement dengan Bank Sentral Jepang senilai US$ 12 miliar efek­ tif per Sabtu (31/8). Selain untuk pengendalian ekspektasi inflasi, rangkaian ke­ bijakan ini, kata Direktur Ekse­ kutif Departemen Komunikasi BI Difi Johansyah, sebagai bagian dari langkah untuk menekan de­ fisit transaksi berjalan. “Berbagai langkah kebijak­ an tersebut disadari akan ber­ dampak pada penurunan kinerja perekonomian dalam jangka pen­ dek, namun diyakini dapat mem­ perkuat kesinambungan pereko­ nomian nasional dalam jangka menengah dan panjang,” katanya.

JAKARTA (HN) – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang drastis dari kisaran Rp 9.600 pada awal 2013 menjadi kisaran Rp 10.900-an akhir-akhir ini menimbulkan tanya di benak masyarakat awam. Ekonom Uni­ versitas Indonesia Lana Soelis­ tianingsih menyatakan sebenar­ nya kunci dari permasalahan ru­piah bermula dari nilai impor yang lebih besar dari ekspor. Menurut Lana, ekonomi In­ ­ do­­­nesia yang tumbuh 6,5 persen pada 2011 lantas 6,2 persen pada 2012 yang didorong konsumsi masyarakat memberi konsekuensi nilai impor yang membengkak karena bahan baku kebanyakan impor. Pada 2012 harga komoditas unggulan ekspor Indonesia turun. Ketika ekspor turun dan impor tinggi, menjadikan devisa yang diperoleh dari ekspor tidak cukup untuk impor lagi. Akibatnya, ca­ dangan devisa pun tergerus. “Rupiah mulai mengalami gangguan di situ, mulai melemah. Itu ka­lau kita lihat dari awal 2012. Efek dari impor yang tinggi,” kata Lana ketika dihubungi Jumat (30/8) malam. Tercipta defisit ne­ raca per­ dagangan yang membuat defisit transaksi berjalan mem­beng­kak. “Itu yang membuat fun­damental dari rupiah ber­ku­rang. Kuncinya ada di ca­ dangan devisa,” ujar Lana. Kebijakan Bank In­do­nesia bekerja sama deng­an Bank Sen­ tral Jepang dalam Bilate­ral Swap Arrangement (BSA) senilai US$ 12 miliar dia nilai tepat karena BI harus menambah cadangan de­ visa. Namun efeknya masih per­lu ditunggu sebab selain dari da­lam negeri, faktor kebijakan likuiditas dari Bank Sentral AS masih ber­ pengaruh kuat. “Tren rupiah masih akan me­ lemah minggu depan. Sekarang bergerak antara Rp 11.200 sam­ pai Rp11.500,” ujarnya. l FIFIA A.

l FIFIA A. HIMAWAN | TON SUHARTONO

HIMAWAN

Mata uang rupiah di tempat penukaran uang di Jakarta, Kamis (29/8). Kenaikan suku bunga acuan BI Rate 50 basis poin menjadi 7 persen bertujuan meredam inflasi dan menjinakkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang sudah melemah 12 persen tahun ini. REUTERS | BEAWIHARTA

Kenaikan suku bunga acuan 0,5 persen memberikan sinyal BI membuat kebijakan agresif tanpa kompromi.

BI RATE (%) SEPTEMBER 2011 - AGUSTUS 2013

amu­ nisi telah dikeluarkan Bank Indonesia (BI) untuk menjinakkan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS di pasar. Terakhir Kamis (29/8), BI menaikkan suku bun­ga acuan atau BI Rate 50 basis poin menjadi 7 persen. Kendati kenaikan bunga itu memperlambat pertumbuhan ekonomi, peringkat utang In­ do­ nesia dinilai tetap aman. Managing Director Head of Asia Pacific and Market Analy­ sis Citigroup Global Markets Asia Johanna Chua mengatakan di antara negara berkembang, Indo­ nesia dan India terkena dampak terparah dari kebijakan peng­ etatan likuiditas Bank Sentral AS (Federal Reserve) lantaran meng­ hadapi tekanan defisit neraca per­ dagangan. Tekanan ini telah ber­ imbas terhadap pelemahan nilai tukar dan harga saham. Menurut dia, Indonesia me­mi­ liki dua keuntungan dibanding­ kan India atas kebijakan The Fed. Per­tama, aliran modal keluar da­ri por­tofolio saham lebih kecil di­ban­­ dingkan dengan arus alir­an surat Biak

22-30 °C

Manokwari

6,50 6,50

6,00

5,75

5,75

5,75

5,75

5,75

5,75

5,75

5,75

5,75

5,75

5,75

5,75

5,75

5,75

5,75

5,75

6,00

5,50

5,00

8S ep 201 1 11 O kt 2 011 10 N ov 201 1 8D es 201 1 12 J an 201 2 9F eb 201 2 8M ar 2 012 12 A pr 2 012 10 M ei 2 012 12 J un 201 2 12 J ul 2 012 9A gt 2 012 13 S ep 201 2 11 O kt 2 012 8N ov 201 2 11 D es 201 2 10 J an 201 3 12 F eb 201 3 7M ar 2 013 11 A pr 2 013 14 M ei 2 013 13 J un 201 3 11 J ul 2 013 15 A gt 2 013 29 Ag t 20 13

JAKARTA (HN) Serangkaian

6,00

6,00

6,00

6,50

6,50

6,75

7,00

7,00

Sumber : Bank Indonesia

utang. Kedua, fiskal Indo­ne­­­­sia le­­­bih kuat dibandingkan India. “Deng­­an demikian, meskipun per­­tum­­buhan melambat, tin­da­­kan tersebut tidak akan mem­­­ba­­hayakan peringkat utang In­­do­nesia,” ujar Johanna da­ lam risetnya. Dari ketiga lembaga peme­ ring­­­kat, hanya Standard & Poor’s yang menetapkan Indonesia di ba­­ wah status layak investasi atau in­ vestment grade. Fitch dan Moody’s telah me­naik­kan pe­ringkat In­do­ nesia menjadi layak in­vestasi pada 2011 dan 2012. Pe­ ringkat surat utang In­donesia terakhir dari Fitch be­­ rupa BBB-, Moody’s berupa Baa3, sedangkan peringkat dari Stan­ dard & Poor’s be­ rupa BB+ dengan outlook stabil. Dari sisi pasar, Johanna me­ nuturkan, kenaikan suku bunga acuan 0,5 persen ini memberikan sinyal bank sentral membuat

24-32 °C

Merauke

22-31 °C

Kupang

kebijakan agresif tanpa kompromi. Bahkan meskipun tekanan inflasi inti te­tap dikelola dalam kisaran 4,5 sampai 5 per­ sen, sinyal ke­ naikan suku bunga tidak boleh diremehkan. “Dengan cadangan devisa yang menurun tajam, langkah intervensi terhadap mata uang bukan lagi menjadi pilihan ke­ bijakan kredibel untuk menjaga ekspektasi terhadap pelemahan kurs rupiah,” ujarnya. Kepala Ekonom Bank Mandiri Destry Damayanti menyatakan naiknya BI Rate menjadi 7 persen bertujuan meredam inflasi dan mendinginkan ekonomi. “Dam­pak ekonomi dan investasi se­ makin melambat, namun dengan kondisi seperti ini maka yang ha­ rus dilakukan adalah cooling down. Kalau ekonomi meningkat ti­ dak terkendali maka inflasi juga me­ 21-33 °C

Sumbawa

22-33 °C

Kunci Rupiah di Cadangan Devisa

Mataram

20 - 31 °C

Hujan Lebat

Hujan Sedang

Hujan Ringan

Berawan

Cerah Berawan

Cerah sumber: BMKG


SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

HARIAN NASIONAL

A8 EKONOMI BURSA SAHAM | JUMAT, 30 AGUSTUS 2013 KODE EMITEN AALI

Astra Agro Lestari Tbk.

P (+/-)

KODE EMITEN

19.750

1.350

75

0

ABDA Asuransi Bina Dana Arta Tbk.

3.750

50

ABMM ABM Investama Tbk.

2.650

-150

BSIM

Bank Sinarmas Tbk.

710

30

BSSR

Baramulti Suksessarana Tbk.

ABBA Mahaka Media Tbk.

ACES

Ace Hardware Indonesia Tbk.

ACST

Acset Indonusa Tbk.

2.675

-50

ADES Akasha Wira International Tbk.

2.500

75

ADHI

Adhi Karya (Persero) Tbk.

1.980

-10

ADMF Adira Dinamika Multi Finance Tbk.

7.600

-250

ADMG Polychem Indonesia Tbk

220

ADRO Adaro Energy Tbk.

P (+/-)

KODE EMITEN

BRNA Berlina Tbk.

460

-20

BRPT Barito Pacific Tbk.

425

5

1.310

30

BSDE Bumi Serpong Damai Tbk.

BSWD Bank Of India Indonesia Tbk. BTEK Bumi Teknokultura Unggul Tbk Bakrie Telecom Tbk.

P (+/-)

240

5

MDLN Modernland Realty Ltd. Tbk

690

20

SDPC Millennium Pharmacon International

87

HDTX Panasia Indo Resources Tbk.

730

0

MDRN Modern Internasional Tbk.

790

-10

SDRA Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk.

670

0

HERO Hero Supermarket Tbk.

3.000

150

MEDC Medco Energi International Tbk

2.350

100

SGRO Sampoerna Agro Tbk.

1.800

30

HEXA Hexindo Adiperkasa Tbk

3.525

100

MEGA Bank Mega Tbk.

335

0

65.500

2.000

300

225

-5

1.950

0

HITS

970

0

HMSP H.M. Sampoerna Tbk.

1.530

0

HOME Hotel Mandarine Regency Tbk. HOTL Saraswati Griya Lestari Tbk.

Humpuss Intermoda Transportasi Tbk.

50

0

590

50

HRUM Harum Energy Tbk.

15

BTPN Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk. 3.900

50

IATA

Indonesia Air Transport Tbk.

930

20

BUDI

Budi Starch & Sweetener Tbk.

94

-3

IBST

Inti Bangun Sejahtera Tbk.

96

3

BULL

Buana Listya Tama Tbk.

50

0

ICBP

Indofood CBP Sukses Makmur Tbk.

AHAP Asuransi Harta Aman Pratama Tbk.

160

-10

BUMI

Bumi Resources Tbk

410

0

ICON

AIMS

Akbar Indo Makmur Stimec Tbk

250

0

410

5

IGAR

AISA

Tiga Pilar Sejahtera Food Tbk.

AGRO Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk.

BTEL

KODE EMITEN

HDFA HD Finance Tbk.

BTON Betonjaya Manunggal Tbk.

BUVA Bukit Uluwatu Villa Tbk.

1.220

40

AKKU Alam Karya Unggul Tbk.

305

0

BWPT BW Plantation Tbk.

AKPI

830

0

BYAN

3.975

75

125

0

CEKA Wilmar Cahaya Indonesia Tbk.

ALDO Alkindo Naratama Tbk.

640

10

ALKA Alakasa Industrindo Tbk

600

ALMI

Alumindo Light Metal Industry Tbk.

ALTO

Tri Banyan Tirta Tbk.

AMAG Asuransi Multi Artha Guna Tbk.

Argha Karya Prima Industry Tbk.

AKRA AKR Corporindo Tbk.

BVIC

Bank Victoria International Tbk. Bayan Resources Tbk.

KODE EMITEN

P (+/-)

1.700

-250

SHID

Hotel Sahid Jaya International Tbk.

340

35

0

SIAP

Sekawan Intipratama Tbk

117

0

META Nusantara Infrastructure Tbk.

198

-1

SIMA

Siwani Makmur Tbk

128

0

-5

MFIN

660

0

SIMP

Salim Ivomas Pratama Tbk.

710

-10

Sierad Produce Tbk.

Mandala Multifinance Tbk.

178

-1

MFMI Multifiling Mitra Indonesia Tbk.

198

0

SIPD

50

0

3.225

50

MICE

Multi Indocitra Tbk.

380

5

SKBM Sekar Bumi Tbk.

500

0

98

6

MIDI

Midi Utama Indonesia Tbk.

650

100

3.900

0

MIRA

Mitra International Resources Tbk.

51

1

SKLT

180

0

10.000

-100

MITI

Mitra Investindo Tbk.

60

-2

Island Concepts Indonesia Tbk.

520

0

MKPI

Metropolitan Kentjana Tbk.

Champion Pacific Indonesia Tbk.

350

5

MLBI

Multi Bintang Indonesia Tbk.

1.750

0

MLIA

Mulia Industrindo Tbk

151

9

MLPL Multipolar Tbk.

7.500

0

1.150.000

0

315

10

435

0

122

3

IIKP

Inti Agri Resources Tbk

910

120

IKAI

Intikeramik Alamasri Industri Tbk.

7.400

150

IKBI

Sumi Indo Kabel Tbk.

1.200

0

MLPT Multipolar Technology Tbk.

650

0

MNCN Media Nusantara Citra Tbk.

2.950

150

MPMX Mitra Pinasthika Mustika Tbk.

1.050

40

MPPA Matahari Putra Prima Tbk.

2.150

-50

475

0

830

10

IMAS

Indomobil Sukses Internasional Tbk.

4.850

100

0

INAF

Indofarma Tbk.

168

7

CENT Centrin Online Tbk.

199

4

INAI

Indal Aluminium Industry Tbk

620

-10

0

CFIN

Clipan Finance Indonesia Tbk.

390

10

INCI

Intanwijaya Internasional Tbk

205

-5

600

0

CITA

Cita Mineral Investindo Tbk.

315

0

INCO

Vale Indonesia Tbk.

2.300

-100

MREI

560

10

CKRA Cakra Mineral Tbk.

200

1

INDF

Indofood Sukses Makmur Tbk.

6.500

300

MSKY MNC Sky Vision Tbk.

235

5

CLPI

610

10

INDR

Indo-Rama Synthetics Tbk.

1.010

0

MTDL Metrodata Electronics Tbk.

7.400

50

CMNP Citra Marga Nusaphala Persada Tbk.

3.300

25

INDS

Indospring Tbk.

2.425

50

MTFN Capitalinc Investment Tbk.

199

-1

570

20

CMPP Centris Multipersada Pratama Tbk.

410

0

INDX

Tanah Laut Tbk

200

6

MTLA Metropolitan Land Tbk.

395

10

1.300

-10

CNKO Exploitasi Energi Indonesia Tbk.

235

10

INDY

Indika Energy Tbk.

520

0

MTSM Metro Realty Tbk.

700

0

ANTM Aneka Tambang (Persero) Tbk.

1.330

-50

CNTB Saham Seri B ( Centex Tbk )

5.000

0

INKP

Indah Kiat Pulp & Paper Tbk.

1.090

60

APEX Apexindo Pratama Duta Tbk.

2.200

50

CNTX Century Textile Industry Tbk.

7.800

0

INPC

Bank Artha Graha Internasional Tbk.

92

0

MYOR Mayora Indah Tbk

375

15

COWL Cowell Development Tbk.

290

0

INPP

Indonesian Paradise Property Tbk.

405

0

MYRX Hanson International Tbk.

72

0

CPDW Indo Setu Bara Resources Tbk.

229

0

INRU

Toba Pulp Lestari Tbk.

600

0

MYRXP Saham Seri B Hanson International Tbk.

265

-15

50

0

CPIN

1.000

0

CPRO Central Proteinaprima Tbk

Majapahit Securities Tbk.

AMFG Asahimas Flat Glass Tbk. AMRT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. ANJT

Austindo Nusantara Jaya Tbk.

APIC

Pacific Strategic Financial Tbk.

APLI

Asiaplast Industries Tbk.

APLN Agung Podomoro Land Tbk. APOL Arpeni Pratama Ocean Line Tbk. ARGO Argo Pantes Tbk ARII

Atlas Resources Tbk.

Colorpak Indonesia Tbk.

CPGT Cipaganti Citra Graha Tbk. Charoen Pokphand Indonesia Tbk

600

10

CSAP Catur Sentosa Adiprana Tbk.

ARNA Arwana Citramulia Tbk.

810

20

CTBN Citra Tubindo Tbk.

ARTA

Arthavest Tbk

250

5

ARTI

Ratu Prabu Energi Tbk

200

ASBI

Asuransi Bintang Tbk.

ASDM Asuransi Dayin Mitra Tbk. ASGR Astra Graphia Tbk.

5

MYTX Apac Citra Centertex Tbk

275

5

NAGA Bank Mitraniaga Tbk.

265

-5

50

0

INTP

Indocement Tunggal Prakasa Tbk.

19.700

1.600

NELY

Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk.

187

0

Pelat Timah Nusantara Tbk. Nipress Tbk

CTRA Ciputra Development Tbk.

810

0

ISAT

Indosat Tbk.

4.125

25

NIRO

0

CTRP Ciputra Property Tbk.

710

10

ISSP

Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk.

157

2

NISP

470

0

CTRS Ciputra Surya Tbk.

2.400

100

ITMA

Sumber Energi Andalan Tbk.

13.900

0

710

60

62

1

ITMG

Indo Tambangraya Megah Tbk.

32.050

1.550

1.250

-50

580

50

ITTG

Leo Investments Tbk.

82

50

0

50

0

JAWA Jaya Agra Wattie Tbk.

395

1.070

0

JECC

Jembo Cable Company Tbk.

2.500

100

50

0

JIHD

Jakarta International Hotels &

1.700

10

Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk. 2.050

DEWA Darma Henwa Tbk

ASRI

Danasupra Erapacific Tbk

Alam Sutera Realty Tbk.

550

10

DGIK

Nusa Konstruksi Enjiniring Tbk.

157

7

JKON

ASRM Asuransi Ramayana Tbk.

1.030

0

DILD

Intiland Development Tbk.

310

0

JKSW Jakarta Kyoei Steel Works Tbk.

ASSA Adi Sarana Armada Tbk.

260

15

DKFT Central Omega Resources Tbk.

ATPK

156

6

DLTA

3.825

0

DNET Dyviacom Intrabumi Tbk.

BABP Bank ICB Bumiputera Tbk.

108

4

DOID

BACA Bank Capital Indonesia Tbk.

120

0

DPNS Duta Pertiwi Nusantara Tbk.

BAEK Bank Ekonomi Raharja Tbk.

2.000

0

DSFI

420

10

81

0

85.000

0

DUTI

400

0

DVLA Darya-Varia Laboratoria Tbk.

9.050

50

DYAN

Dyandra Media International Tbk.

BBKP Bank Bukopin Tbk.

560

20

ECII

BBLD Buana Finance Tbk.

890

Saranacentral Bajatama Tbk.

BAPA Bekasi Asri Pemula Tbk. BATA

Sepatu Bata Tbk.

BAYU Bayu Buana Tbk BBCA Bank Central Asia Tbk.

BBMD Bank Mestika Dharma Tbk.

2.575

0

SOBI

1.300

0

2.200

0

Sorini Agro Asia Corporindo Tbk.

SONA Sona Topas Tourism Industry Tbk. SPMA Suparma Tbk.

235

5

SQBB Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk. 10.500

0

SQBI

Taisho Pharmaceutical Indonesia Tbk. 254.400

0

SQMI

Renuka Coalindo Tbk.

620

0

SRAJ

Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk.

260

0

SRIL

Sri Rejeki Isman Tbk.

275

15

50

0

SRSN Indo Acidatama Tbk SRTG

Saratoga Investama Sedaya Tbk.

4.600

SSIA

Surya Semesta Internusa Tbk.

0

700

20

SSTM Sunson Textile Manufacture Tbk

88

0

STAR

Star Petrochem Tbk.

50

0

STTP

Siantar Top Tbk.

1.510

0

SUGI

Sugih Energy Tbk.

445

0

SULI

Sumalindo Lestari Jaya Tbk

66

3

6.550

0

Nirvana Development Tbk.

260

0

Bank OCBC NISP Tbk.

1.210

0

NOBU Bank Nationalnobu Tbk.

560

0

NRCA Nusa Raya Cipta Tbk.

790

0

SUPR Solusi Tunas Pratama Tbk.

0

OCAP Onix Capital Tbk.

395

0

TAXI

Express Transindo Utama Tbk.

1.410

20

5

OKAS Ancora Indonesia Resources Tbk.

121

-8

TBIG

Tower Bersama Infrastructure Tbk.

5.200

-500

OMRE Indonesia Prima Property Tbk

335

0

TBLA Tunas Baru Lampung Tbk.

475

5

PADI

710

0

TBMS Tembaga Mulia Semanan Tbk.

8.400

0

10.500

0

495

15

Minna Padi Investama Tbk.

0

PALM Provident Agro Tbk.

410

15

TCID

Mandom Indonesia Tbk.

80

0

PANR Panorama Sentrawisata Tbk.

220

5

TELE

Tiphone Mobile Indonesia Tbk. Tifico Fiber Indonesia Tbk.

TGKA Tigaraksa Satria Tbk.

940

60

JRPT

Jaya Real Property Tbk.

780

0

PDES Destinasi Tirta Nusantara Tbk

160

0

TIFA

Tifa Finance Tbk.

92

2

JSMR

Jasa Marga (Persero) Tbk.

5.450

100

PEGE Panca Global Securities Tbk.

275

0

TINS

430

0

JSPT

Jakarta Setiabudi Internasional Tbk.

750

0

PGAS Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk. 5.400

300

50

0

JTPE

Jasuindo Tiga Perkasa Tbk.

300

-5

PGLI

Pembangunan Graha Lestari Indah Tbk.

154

4

DSNG Dharma Satya Nusantara Tbk.

1.820

0

KAEF Kimia Farma Tbk.

495

0

PICO

Pelangi Indah Canindo Tbk

200

-5

TKGA Permata Prima Sakti Tbk.

1.480

70

DSSA Dian Swastatika Sentosa Tbk

14.000

0

KARK Dayaindo Resources International Tbk.

50

0

PJAA

Pembangunan Jaya Ancol Tbk.

940

0

TKIM

1.700

20

4.600

0

KARW ICTSI Jasa Prima Tbk.

200

0

PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk

128

10

TLKM Telekomunikasi Indonesia (Persero)

2.200

-25

2.150

0

KBLI

185

-12

PLAS

Polaris Investama Tbk

830

40

TMAS Pelayaran Tempuran Emas Tbk.

220

20

245

10

KBLM Kabelindo Murni Tbk.

170

0

PLIN

Plaza Indonesia Realty Tbk.

1.800

0

TMPI

420

25

Electronic City Indonesia Tbk.

3.050

-50

KBLV

First Media Tbk.

600

0

PNBN Bank Pan Indonesia Tbk

610

40

0

EKAD Ekadharma International Tbk.

360

10

KBRI

Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk.

50

0

PNIN

Panin Insurance Tbk.

630

30

275

10

KDSI

Kedawung Setia Industrial Tbk.

305

20

PNLF

Panin Financial Tbk.

175

2

50

0

KIAS

Keramika Indonesia Assosiasi Tbk.

149

-1

PNSE Pudjiadi & Sons Tbk.

470

0

Delta Dunia Makmur Tbk. Dharma Samudera Fishing Industries

Duta Pertiwi Tbk

KMI Wire & Cable Tbk.

116

1

KICI

Kedaung Indah Can Tbk

260

0

POLY

5.400

0

KIJA

Kawasan Industri Jababeka Tbk.

250

5

POOL Pool Advista Indonesia Tbk.

77

2

KKGI

Resource Alam Indonesia Tbk.

1.490

10

PRAS Prima Alloy Steel Universal Tbk.

KLBF

Kalbe Farma Tbk.

950

30

EPMT Enseval Putera Megatrading Tbk.

3.400

0

1.630

190

ERAA Erajaya Swasembada Tbk.

1.320

260

50

0

ERTX

Eratex Djaja Tbk.

230

330

10

ESSA

Surya Esa Perkasa Tbk.

2.400

4.050

0

ESTI

Ever Shine Tex Tbk.

95

0

ETWA Eterindo Wahanatama Tbk

425

45

EXCL

XL Axiata Tbk.

4.475

Asia Pacific Fibers Tbk

98

-2

1.680

0

162

-5

1.350

40

PSAB J Resources Asia Pasifik Tbk.

2.700

100

KOBX Kobexindo Tractors Tbk.

350

10

PSDN Prasidha Aneka Niaga Tbk

170

0

0

KOIN

Kokoh Inti Arebama Tbk

300

0

PSKT

700

0

0

KONI

Perdana Bangun Pusaka Tbk

475

0

PTBA Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) 12.100

150

180

0

KPIG

MNC Land Tbk.

1.020

10

PTIS

830

0

425

25

KRAS Krakatau Steel (Persero) Tbk.

470

5

PTPP PP (Persero) Tbk.

1.060

50

175

KREN Kresna Graha Sekurindo Tbk.

320

0

PTRO Petrosea Tbk.

1.080

10

LAMI

Lamicitra Nusantara Tbk

200

-30

88

0

LAPD Leyand International Tbk.

119

-3

PTSP

Pioneerindo Gourmet International Tbk. 3.575

0

PUDP Pudjiadi Prestige Tbk.

510

Pusako Tarinka Tbk. Indo Straits Tbk.

BFIN

BFI Finance Indonesia Tbk.

1.960

10

FAST

Fast Food Indonesia Tbk.

2.125

0

BHIT

MNC Investama Tbk.

345

30

FASW Fajar Surya Wisesa Tbk.

2.300

-50

BIMA

Primarindo Asia Infrastructure Tbk.

900

0

FISH

FKS Multi Agro Tbk.

2.275

0

LCGP

Laguna Cipta Griya Tbk

245

-5

BIPI

Benakat Petroleum Energy Tbk.

120

-1

FMII

Fortune Mate Indonesia Tbk

305

5

LION

Lion Metal Works Tbk.

13.500

0

PWON Pakuwon Jati Tbk.

290

-5

BIPP

Bhuwanatala Indah Permai Tbk.

91

1

FORU Fortune Indonesia Tbk

111

0

LMAS Limas Centric Indonesia Tbk

57

0

PYFA

Pyridam Farma Tbk

152

20

BISI

BISI International Tbk.

600

0

FPNI

109

-8

355

55

RAJA

Rukun Raharja Tbk.

BJBR

Bank Pembangunan Daerah Jabar

780

20

59

1

LMSH Lionmesh Prima Tbk.

8.500

0

BJTM

Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur

305

5

GAMA Gading Development Tbk.

380

5

LPCK Lippo Cikarang Tbk

4.800

425

86

1

GDST Gunawan Dianjaya Steel Tbk.

95

4

LPGI

Lippo General Insurance Tbk.

3.150

0

22.000

0

LPIN

Multi Prima Sejahtera Tbk

4.300

425

560

20

1.150

70

RELI

Reliance Securities Tbk

580

10

RICY

12.450

250

RIGS

Rimo Catur Lestari Tbk

Lotte Chemical Titan Tbk.

FREN Smartfren Telecom Tbk.

Sentul City Tbk.

195

5

GDYR Goodyear Indonesia Tbk.

BKSW Bank QNB Kesawan Tbk.

400

0

GEMA Gema Grahasarana Tbk.

BLTA

196

0

GEMS Golden Energy Mines Tbk.

315

0

GGRM Gudang Garam Tbk.

7.100

150

GIAA

Garuda Indonesia (Persero) Tbk.

240

0

GJTL

Gajah Tunggal Tbk.

BMTR Global Mediacom Tbk.

1.750

250

BNBA Bank Bumi Arta Tbk.

155

0

GMCW Grahamas Citrawisata Tbk.

GLOB Global Teleshop Tbk.

LMPI

Langgeng Makmur Industri Tbk.

LPKR Lippo Karawaci Tbk.

2.325

0

LPLI

Star Pacific Tbk

37.950

500

LPPF

Matahari Department Store Tbk.

480

-5

LPPS

Lippo Securities Tbk.

1.870

60

LSIP

PP London Sumatra Indonesia Tbk.

1.270

10

LTLS

Lautan Luas Tbk.

860

0

MAGP Multi Agro Gemilang Plantation Tbk.

690

10 40

570

10

92

2

5.150

0

450

0

Ricky Putra Globalindo Tbk

162

-3

Rig Tenders Indonesia Tbk.

275

5

RANC Supra Boga Lestari Tbk. RBMS Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk. RDTX Roda Vivatex Tbk

135

4

HADE HD Capital Tbk

50

0

100

-2

Trimegah Securities Tbk.

64

4

TRIO

Trikomsel Oke Tbk.

TRIS TRST

1.100

0

Trisula International Tbk.

410

-10

Trias Sentosa Tbk.

245

5

50

0

TRUB Truba Alam Manunggal Engineering Tbk. TRUS Trust Finance Indonesia Tbk

450

0

3.650

125

TSPC

Tempo Scan Pacific Tbk.

TURI

Tunas Ridean Tbk.

510

15

ULTJ

Ultra Jaya Milk Industry & Trading

3.900

350

UNIC

Unggul Indah Cahaya Tbk.

2.000

0

UNIT

Nusantara Inti Corpora Tbk

370

20

UNSP Bakrie Sumatra Plantations Tbk. UNTR United Tractors Tbk. UNTX Unitex Tbk. UNVR Unilever Indonesia Tbk.

50

0

15.800

-200

3.700

0

31.200

2.850

VICO

Victoria Investama Tbk.

179

3

VIVA

Visi Media Asia Tbk.

165

18

VOKS Voksel Electric Tbk.

1.370

20

VRNA Verena Multi Finance Tbk.

105

10

WAPO Wahana Pronatural Tbk.

67

2

166

5

225

-5

98

0

WIIM

600

0

SAIP

Surabaya Agung Industri Pulp & Kertas

4.750

50

SAME Sarana Meditama Metropolitan Tbk.

SCMA Surya Citra Media Tbk.

-10

Triwira Insanlestari Tbk.

Steady Safe Tbk

MBSS Mitrabahtera Segara Sejati Tbk.

0

1.400

TRIM

Radiant Utama Interinsco Tbk.

40

320

TRIL

SAFE

-100

BRMS Bumi Resources Minerals Tbk.

TRAM Trada Maritime Tbk.

RUIS

415

1

0

Chandra Asri Petrochemical Tbk.

TPMA Trans Power Marine Tbk.

0

1.000

-4

25

2.600

100

MAYA Bank Mayapada Internasional Tbk.

113

2.925

TPIA

50

0

156

TOWR Sarana Menara Nusantara Tbk.

2.575

-21

GZCO Gozco Plantations Tbk.

30 200

-200

123

GWSA Greenwood Sejahtera Tbk.

730 8.200

6.600

2.200

1

Total Bangun Persada Tbk.

TOTO Surya Toto Indonesia Tbk.

Nippon Indosari Corpindo Tbk.

MAPI

0

TOTL

ROTI

MAMIP Mas Murni Tbk (Saham Preferen)

142

30

0

6

2.600

760

134

4

BRAU Berau Coal Energy Tbk.

6

TOBA Toba Bara Sejahtra Tbk.

45

94

AGIS Tbk

148

440

145

Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk.

TMPO Tempo Intimedia Tbk.

RODA Pikko Land Development Tbk.

GREN Evergreen Invesco Tbk.

MASA Multistrada Arah Sarana Tbk.

-1

10

GPRA Perdana Gapuraprima Tbk.

GTBO Garda Tujuh Buana Tbk

50

770

MAMI Mas Murni Indonesia Tbk

GSMF Equity Development Investment Tbk.

Tirta Mahakam Resources Tbk

6

0

0

0

TIRT

0

500

0

1.710

70

385

420

Tira Austenite Tbk

490

7.000

200

0

TIRA

RMBA Bentoel Internasional Investama Tbk.

GOLD Golden Retailindo Tbk.

BPFI

1.290

RIMO

GMTD Gowa Makassar TD Tbk.

BORN Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk.

0

Timah (Persero) Tbk.

-1

0

Mitra Adiperkasa Tbk.

0

205

50

40 0

0

199

50

-100

510 3.050

1.490

1.000 320

Malindo Feedmill Tbk.

0

1.010

RALS Ramayana Lestari Sentosa Tbk.

BNGA Bank CIMB Niaga Tbk.

1.290

MAIN

PTSN Sat Nusapersada Tbk

BNBR Bakrie & Brothers Tbk

BRAM Indo Kordsa Tbk.

0

SMSM Selamat Sempurna Tbk.

7

Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk.

Batavia Prosperindo Finance Tbk.

245

200

BEST

Bank Permata Tbk.

0

SMRU SMR Utama Tbk.

174

Bank Pundi Indonesia Tbk.

Bank Internasional Indonesia Tbk.

780

8.700

BEKS

BNLI

0

SMRA Summarecon Agung Tbk.

TFCO

ENRG Energi Mega Persada Tbk.

BNII

0

6.050

0

2

Bank Mandiri (Persero) Tbk.

3.800

SMMT Golden Eagle Energy Tbk.

10

169

BMSR Bintang Mitra Semestaraya Tbk

SMMA Sinarmas Multiartha Tbk.

550

EMTK Elang Mahkota Teknologi Tbk.

BMRI

550

4.275

EMDE Megapolitan Developments Tbk.

Berlian Laju Tanker Tbk

12.600

PBRX Pan Brothers Tbk.

0

BMAS Bank Maspion Indonesia Tbk.

0

SMGR Semen Indonesia (Persero) Tbk.

PANS Panin Sekuritas Tbk.

0

BKSL

0

55

1.480

BKDP Bukit Darmo Property Tbk

190 3.525

30

6.600

BDMN Bank Danamon Indonesia Tbk.

SMDR Samudera Indonesia Tbk.

-5 25

350

BBRI

Bumi Citra Permai Tbk.

SMDM Suryamas Dutamakmur Tbk

360 2.100

1.180

BBNP Bank Nusantara Parahyangan Tbk.

BCIP

SMCB Holcim Indonesia Tbk.

Jaya Pari Steel Tbk

Bakrieland Development Tbk.

Bank Mutiara Tbk

SMBR Semen Baturaja (Persero) Tbk.

Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

Elnusa Tbk.

BCIC

200

JPRS

ELTY

BCAP MNC Kapital Indonesia Tbk.

7.000

JPFA

ELSA

BBTN Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

0

SMAR Smart Tbk.

0

10

BBRM Pelayaran Nasional Bina Buana Raya

500

10

25

Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

SKYB Skybee Tbk.

400

1.610

Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Sekar Laut Tbk.

340.000

Delta Djakarta Tbk.

3.850

BBNI

-1

0

NIPS

DEFI

59

310

NIKL

0

0

380

-1

200

580

Inter Delta Tbk

-80

460

0 450

Intraco Penta Tbk.

108

6.050

420 30.000

INTD

920

Asuransi Jasa Tania Tbk.

3

INTA

Indopoly Swakarsa Industry Tbk.

Astra International Tbk.

200

10

Inovisi Infracom Tbk.

ASJT

-10

275

IPOL

DAVO Davomas Abadi Tbk

0

1.860

325

INVS

DART Duta Anggada Realty Tbk.

2.350

3.375

0

ASII

BAJA

MYOH Samindo Resources Tbk.

15

Asia Natural Resources Tbk

AUTO Astra Otoparts Tbk.

Maskapai Reasuransi Indonesia Tbk.

215

ASIA

ATPK Resources Tbk.

MRAT Mustika Ratu Tbk.

4.800

CTTH Citatah Tbk.

-8

215.000

MERK Merck Tbk.

1.280

AKSI

CASS Cardig Aero Services Tbk.

P (+/-)

WEHA Panorama Transportasi Tbk WICO Wicaksana Overseas International Tbk. Wismilak Inti Makmur Tbk.

50

0

720

20

200

0

WIKA Wijaya Karya (Persero) Tbk.

3.125

0

WINS Wintermar Offshore Marine Tbk.

SCBD Danayasa Arthatama Tbk.

3.200

0

WOMF Wahana Ottomitra Multiartha Tbk.

197

-2

SCCO Supreme Cable M & C

4.400

0

WSKT Waskita Karya (Persero) Tbk.

550

30

YPAS

1.000

-40

MBTO Martina Berto Tbk.

325

0

SCPI

MCOR Bank Windu Kentjana International Tbk.

195

0

SDMU Sidomulyo Selaras Tbk.

Merck Sharp Dohme Pharma Tbk.

Yanaprima Hastapersada Tbk

1.740

40

520

-10

2.500

-100

660

0

29.000

0

YULE Yulie Sekurindo Tbk

144

0

275

5

ZBRA Zebra Nusantara Tbk

61

0


ADVERTORIAL

K

Menjawab Tantangan

50 Tahun ke Depan

operasi Indonesia memang tidak boleh menjadi besar oleh kaum liberal. Rohnya masih seperti Belanda, ini te­ rus terbawa sampai UU Nomor 25 Tahun 1992. Dengan UU Nomor 17 Tahun 2012 tidak ada lagi hambatan untuk men­ jadi besar. Dalam format permodalan koperasi berdasarkan UU No­ mor 17 Tahun 2012 tentang Perko­ perasian, sekarang ada istilah yang namanya modal awal. Di dalam anggaran dasar yang ditulis berapa modal awalnya. Dalam koperasi kare­ na ada kewajiban anggota men­ jadi pengguna jasa, maka ada setoran pokok. Setoran pokok itu istilahnya sama dengan member entry dan memperoleh pelayanan. Di koperasi juga ada Sertifikat Modal Koperasi atau SMK untuk status pemilik, se­ hingga anggota mempunyai sta­ tus sebagai pengguna jasa dan pemilik. Sekarang dengan UU No 17/ 2012 semuanya men­ jadi jelas. Modal awal ini ditulis se­ bagai suatu hal yang biasa di dalam suatu badan hukum. Dalam Per­ seroan Terbatas atau PT nama­nya modal dasar, di koperasi namanya modal awal, yayasan namanya ke­ kayaan. “UU Koperasi yang lama tidak mengatur modal awal, sehingga masih se­ perti paguyuban. Keberadaan UU 17/2012 sesungguhnya un­ tuk menjawab tantangan per­ koperasian 50 tahun ke depan. Koperasi Indonesia harus be­ sar, jangan selalu kecil,” kata Setyo Heriyanto, Deputi Bi­ dang Kelembagaan Kementeri­ an Koperasi dan UKM dalam sarasehan untuk mensosial­ isasikan UU Nomor 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian di Ballroom Hotel Grand Mansion, Blitar, Sabtu 22 Juni lalu yang dihadiri sekitar 300 insan ang­ gota koperasi Kabupaten dan Kota Blitar. Menurut Deputi, kecilnya koperasi Indonesia karena memang tidak boleh menjadi besar oleh kaum liberal. Mela­ lui pasar modal, kaum liberal mencegat sehingga orang ke­ cil tidak bisa masuk ke situ. Kalau mau ma­suk, dia harus membayar akuntan pasar modal, membayar ­lawyer, pen­ jamin emisi, pe­me­ring­kat efek, sehingga orang kecil takut menghimpun modal. Menurut UU Pasar Modal, kalau 50 orang bergabung menghimpun modal harus melalui Badan Koordinasi Pe­ nanaman Modal atau BKPM,

melalui pasar modal. Makanya orang kecil enggan bergabung ke situ karena mahal. Dengan un­ dang-undang yang lama, orang kecil dihambat dalam menghim­ pun modal harus melalui instru­ men pasar modal dan ribet. Kena­ pa? Biar kopera­si­nya kecil terus, sehingga tidak punya daya juang lagi. “Jadi rohnya itu masih se­per­ ti Belanda dulu. Koperasi dikecil­ kan terus terbawa sampai tamat riwayat UU 25 Tahun 1992. Me­ ngapa Belanda seperti itu, karena orang Indonesia kurang mema­ hami koperasi sebagai badan hu­ kum (recht person) apalagi disu­ ruh nabung, makanya kope­ rasi tidak berkembang. Dengan UU 17/2012 tidak ada lagi hambatan seperti itu,” kata Setyo. Jenis usaha koperasi itu ada dua, yakni sektor riil dan keuangan. Sektor riil meliputi bu­ didaya, peternakan, perkebunan, perikanan, pengelolaan dan lain­ nya. Sektor ke­uangan mencakup perusahaan bank, valas, perusa­ haan modal, finansial, termasuk koperasi simpan pinjam. Usaha keuangan terbagi men­ jadi dua, yakni intermediasi dan non intermediasi. Intermediasi maksudnya boleh menerima simpanan seperti koperasi sim­ pan pinjam. “Yang tidak boleh menerima simpanan namanya non intermediasi. Misalnya gadai, anjak piutang, perusa­ haan pem­biayaan dan ventura. Orang Indonesia yang tidak pu­ nya uang, tetap bisa memiliki motor dengan cara ber­ utang. Bagi orang-orang yang rendah daya belinya, maka diberikan kredit konsumtif,” ujar Setyo. Intermediasi ada dua, terbuka dan tertutup. Terbuka boleh mela­ yani non anggota atau masyarakat. Tertutup hanya untuk anggota.­ Terbuka melayani masyarakat se­ perti bank dan lembaga keuangan mikro atau LKM, sedangkan yang tertutup hanya koperasi simpan pinjam untuk melayani anggota. “Tidak ada masalah terbuka mi­ salnya bank. Meskipun terbuka, BPR itu pa­ling tinggi nasabahnya 450 orang. Koperasi simpan pinjam meskipun tertutup ternyata ang­ gotanya 10 ribu orang. Jadi tidak ada masalah. Masih lebih kuat koperasi,” tutur­nya. Produsen, konsumen, jasa dan Koperasi Simpan Pinjam atau KSP merupakan jenis koperasi. Menurut UU 17/2012, masingmasing jenis koperasi itu visi, misi dan arahnya harus jelas. Untuk jenis koperasi produsen kelak mempunyai pabrik, ada produk dan memiliki produk yang bermerek dagang. Koperasi kon­ sumen menjadi distributor, agen, pengecer, dan memiliki outlet. Koperasi jasa bisa jadi memiliki

maskapai, transportasi, hotel, dan sebagainya. Koperasi simpan pinjam punya perputaran uang yang penting di Indonesia. “Sudah 66 tahun koperasi ber­diri di negeri tercinta ini, tapi tidak ada satu merek dagang pun bisa dihasilkan. Kenapa? Karena koperasi kita tidak fokus. Kope­ rasi serba usa­ha. Begitu banyak yang ditangani se­ hingga risiko yang ditanggung juga bermacammacam,” ujarnya. Mempersiapkan Diri Dalam perkembangan era glo­ balisasi, kita tidak mungkin men­ cegah masuknya produk asing. Itu salah satu tuntutan era glo­ balisasi di sektor ekonomi. Dalam kondisi seperti ini siapa yang harus melawan? “Koperasi kon­ sumen. Sekarang di mana kope­ rasi konsumen kita?” kata Setyo. Koperasi yang ada harus mempersiapkan diri mulai dari sekarang. Jangan lama-lama lagi karena globalisasi makin kuat pada 2020. Memang masih ada waktu tujuh tahun untuk dipelajari bersama untuk ce­ pat mengambil sikap tapi kalau

telur. Jika koperasi sanggup me­ nguasai produksi atau pemasar­an 50 persen dibanding empat jenis pelaku usaha lain, berarti kope­ rasi Blitar sudah mampu menjadi soko­guru ekonomi telur di daerah itu. Ini harus dimulai dari seka­ rang. Selama 66 tahun koperasi sebagai sokoguru per­ ekonomian nasional hanya s­ logan, tidak pernah ada penjabaran. Pada­ hal yang namanya sokoguru itu harus mendominasi baik pasar maupun produksi. Gerakan koperasi di Blitar harus mulai berani memisahkan antara koperasi dan UKM tentang statistik. Karena UKM itu person, dia status­nya person, masih sendiri-sendiri. Bukan recht person atau badan hukum. Kalau dia sudah menjadi anggota koperasi, prestasinya dihitung di dalam koperasi, tidak dihitung sendiri. Ke depan yang diharapkan seperti itu. Mengapa simpan pinjam harus dipisah? Karena simpan pinjam itu sektor keuangan, ber­ beda dengan sektor riil. Sektor riil itu perjalan­an uang misalnya dari utang, beli sapi, buat kan­ dang, pakan, pemeliharaan, lalu berhenti lama, baru tiga bulan panen, terus seta­ hun dibawa ke pasar jadi piutang dagang. Harus menunggu setahun baru jadi uang. Itu perputaran uang di sektor riil. Contoh lain beli benih, beli pupuk, pengolahan, pemeliharaan, panen, dibawa ke gudang, bawa ke pasar, piutang da­ gang, baru balik lagi men­ jadi uang. Kalau sektor keuangan yang dipinjam pasti uang. Waktu meng­angsur dia membawa uang. Orang menabung yang dibawa uang, yang mengambil tabungan juga membawa uang. Menurut Setyo, titik rawan koperasi sim­ pan pinjam kalau dia masih unit simpan pinjam pasti punya in­ duk. Induk terkadang memaksa kepada unitnya pinjam untuk melakukan kegiatan di sektor riil. Dipinjam untuk membeli toko. Tokonya pada saat pembukaan ramai, setelah itu sepi karena tidak dikelola dengan baik. Be­ gitu ada orang mau mengambil simpanan uangnya ternyata tidak ada sebab bentuknya masih toko, tidak bisa dilunasi. “Akhirnya si anggota menjadi tidak percaya terus ngomong ke anggota lain, terjadi penarik­ an besar-besaran. Tapi tetap unit simpan pinjam itu tidak punya uang untuk mengem­ balikan. Akhir­ nya jadi kasus,” ujar Setyo. Contoh lain induk memaksa­ kan kehendak mau membuat per­ umahan untuk anggota. Uang diambil dari unit simpan pinjam

KOPERASI INDONESIA tidak siap berarti menjadi penon­ ton. Kalau siap akan jadi pelaku. Kalau jadi pelaku, koperasi mam­ pu bersaing­. Setyo mengingatkan hingga kini tidak ada satu koperasi yang mampu memproduksi sabun. Pa­ dahal semua anggota koperasi dan keluarga mereka pasti memakai sabun. Karena apa? Karena kope­ rasi produsen tidak berkembang, semua hanya fokus koperasi ser­ ba usaha, tapi tidak fokus dalam usaha. Akibatnya tidak ada usaha yang menonjol, hanya yang sedang. Ini tantangan koperasi ke depan. Potensi untuk melawan dominasi produk asing itu sudah ada, yaitu UU 17/2012. Lebih lanjut Setyo mengatakan jenis pelaku usaha dalam pereko­ nomian nasional yaitu koperasi, BUMN, BUMD, swasta dan UKM. Misalnya di Blitar yang punya produk unggul­ an telur. Mampu­ kah koperasi Blitar membuat perincian dari lima jenis pelaku usaha tersebut, siapa yang pa­ling dominan dalam memproduksi

untuk membeli tanah. Dan t­ anah itu dibeli dengan mark up. Lalu waktu membuat site plan pakai konsultan mark up lagi, gambar dan material juga mark up. Begitu pekerjaan di­ mulai ongkos tukan juga di-mark up. Akhirnya harga rumah tinggi. Begitu di­ upayakan ke bank ­untuk mendapat KPR tidak ada bank yang mau memberikan dana karena harga terlampau tinggi. “Uang itu lama mengendap lama di perumahan. Begitu anggota mau mengambil sim­ panan tidak ada uang karena berbagai alasan. Sebab itu unit simpan pinjam tidak boleh di­ gabung. Kalau digabung masih bisa diintervensi induknya,” kata Deputi Menteri Koperasi ini. Kalau masih berbentuk unit simpan pinjam tidak boleh mengikuti program Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS. Me­ ngapa? Karena LPS hanya akan mau menjamin kalau risikonya pasti. Risiko pasti itu bisa diukur dan dihitung kalau dia itu tunggal usa­ha. Simpan pinjam itu aturannya ketat, pengawasannya juga ketat, maka dibentuklah LPS. Menurut UU 17/2012, ke depan pembinaan koperasi terdiri dari dua pendekatan: umum dan khusus. Pembinaan secara umum meliputi penye­ lenggaraan diklat, bimbingan teknis, sosialisasi, studi band­ ing, temu konsultasi dan lain­ nya. Untuk pola khusus, setiap dinas memilih empat koperasi yaitu masing-masing koperasi jasa, koperasi konsumen, kope­ rasi produsen, dan koperasi simpan pinjam untuk dibina secara total sampai benar-benar jadi dan berkembang. Di masa depan koperasi tak bisa bersifat eksklusif minta perlakuan khusus. Contohnya kalau koperasi produsen itu menghasilkan makanan dan minuman, ia juga harus ikut sertifikasi memasang label halal. Ini aturan dunia usaha di dalam negeri. Contoh lain misalnya SNI untuk produk yang dipasarkan di dalam ne­ geri, para koperasi nanti kalau membuat alat elektronika harus tunduk ke Standar Na­ sional Indonesia (SNI). Untuk produk yang akan dipasarkan ke luar negeri harus tunduk dengan ISO, Ekolabeling, CSR, Go Green dan atur­an WTO. “Mereknya pun tidak boleh mi­rip merek terkenal dunia. Mi­ sal­nya kalau ada koperasi pro­ dusen yang sanggup membuat mobil, tidak boleh mengambil nama Toyoti sebab sudah ada Toyota,” ujar Setyo (***)


SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

HARIAN NASIONAL

A10 BERITA UTAMA Lion Group Bangun Hanggar MRO di Batam BATAM (HN) – Jumlah pesawat terbang di Indonesia bakal terus bertambah. Di Tanah Air, saat ini diperkirakan terdapat sekitar 400 pesawat yang aktif terbang dari seluruh maskapai. Belum lagi pesawat-pesawat dari kawasan ASEAN, Asia Selatan, serta Korea dan Jepang. Inilah salah satu dasar Lion Group membangun hanggar maintenance, repair and overhaul (MRO) di areal seluas 28 hektare di Pulau Batam, Kepulauan Riau. ‘’Ada 6.000 maskapai di Asia dengan 1.200 mesin pesawat. Ini butuh fasilitas memadai. Itu gambaran peluang bisnis karena pesawat akan terus bertambah,’’ kata Direktur Umum PT Lion Mentari Airlines (Lion Air) Edward Sirait di Pulau Batam, Kamis (29/8). MRO merupakan pusat pe­ rawatan dan perbaikan serta pengetesan mesin pesawat. Pulau Batam dipilih karena memiliki wilayah strategis untuk menjangkau negeri jiran dan kawasan Asia lainnya. ‘’Akan mudah mengirimkan suku cadang dari OEM (original equipment manufacturer) yang kebanyakan terletak di Singapura,’’ ujar Edward. Alasan lainnya, kata Edward, karena Badan Pengusahaan Batam sudah memberikan izin kepada Lion Group membuat taxi way dari landasan pacu Banda-

ra Internasional Hang Nadim ke hanggar. Bandara ini memiliki landasan pacu 4.000 meter yang bisa dipakai pesawat besar seperti Airbus 380. Lion Group menamai MRO di Batam ini dengan Batam Aero Teknik (BAT). MRO ini me­ na­ ngani pemeliharaan ringan hingga berat, seperti Dcheck untuk penerbangan Lion Group (Lion Air, Wings Air, Batik Air, dan Malindo Air), serta pemeliharaan pesawat untuk pihak ketiga. Saat ini sedang dibangun empat hanggar di atas lahan seluas 4 hektare, seluruhnya diproyeksikan rampung pada pertengahan 2014. ‘’Dua hanggar pertama selesai akhir tahun ini,’’ ujar Edward. BAT akan mendapatkan sertifikasi dari Direktorat Kelaik­ an Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) dari Kementerian Perhubungan dan European Aviation Safety Agency (EASA) dari Uni Eropa. Lion Group sudah mengajukan sejak tiga bulan lalu dan kemungkin­ an baru keluar setahun lagi. Dengan dua sertifikasi itu, BAT bisa menangani pesawat domestik dan asing. Tidak hanya sebagai tempat perawatan, berkat kerja sama dengan pabrikan pesawat di luar negeri, BAT juga dijadikan se­ bagai etalase komponen pesawat. ‘’Ada engine shop, kom-

Kerangka hanggar maintenance repair and overhaul (MRO) milik Lion Group yang dibangun di Pulau Batam, Kepulauan Riau, Kamis (29/8). Setelah selesai, hanggar ini melayani pesawat maskapai-maskapai di bawah Lion Group. Di masa mendatang hanggar ini juga melayani pesawat maskapai lain. HARIAN NASIONAL | ANDI SAPTO NUGROHO

ponen avionic shop, wheel shop, dan cabin shop,’’ ujar Presiden Direktur Lion Teknik Romdani. Lion Teknik yang berdiri sejak 2002 adalah divisi pemeliharaan di Lion Group. Romdani menjelaskan, hanggar di Batam mampu menampung enam pesawat jenis narrow body seperti Boeing 737-300 atau dua unit jenis wide body seperti Boeing 747. Selain empat hanggar, hanggar berukuran lebih panjang juga akan mulai dibangun di atas lahan seluas 12 hektare dan seluruhnya bakal selesai pada 2016. Jika saat ini BAT difokuskan merawat pesawat milik Lion Group, kata Edward, pada 2016 dibuka untuk pesawat milik maskapai lain. Selama ini Lion Group

Ratusan Perda Dinilai Tidak Berbasis Gender JAKARTA (HN) Komisi Nasio­ nal Anti Kekerasan terhadap Pe­ rempuan (Komnas Perempuan) mengecam penambahan 60 ke­ bijakan pemerintah daerah (Perda) yang mendiskriminasikan kedudukan perempuan. Perempuan dinilai masih belum utuh menikmati kesetaraan dan keadilan berbasis gender. “Dari seluruh situasi tersebut, ternyata perempuan Indo­­nesia masih menikmati ke­mer­­dekaan semu. Hak-hak fun­damental lainnya yang dijamin UUD 1945 fak­­tanya belum dinikmati perempuan secara penuh,” kata Ketua Gugus Kerja Perempuan dalam Konstitusi dan Hukum Nasional, Husein Mu­hammad kepada HA­RIAN NASIONAL di Jakarta, Jumat (30/8). Husein mencatat sampai tanggal 18 Agustus 2013 penambahan tersebut membuat total

kebijakan diskriminatif perempuan di Indonesia sudah mencapai 342 kebijakan. Jumlah tersebut, lanjut Husein, telah bertambah dua kali lipat sejak 2009. “Saat Komnas Perempuan pertama kali menyoroti kebijakan diskriminatif tahun 2009 jumlahnya baru 154 kebijakan,” ujarnya. Husein menegaskan Komnas Perempuan menilai kebijakan tersebut justru mengurangi hak perempuan bermobilitas, pilihan pekerjaan, serta perlin dungan dan kepastian hukum. “Kebijakan itu menghalangi perempuan, secara langsung maupun tak langsung, untuk dapat menikmati hak atas rasa aman dan bebas dari rasa takut untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang merupakan hak asasinya.” Ketua Sub Komisi Reformasi

Hukum Komnas Perempuan Kunthi Tridewiyanti menilai seluruh kebijakan itu bertenta ngan dengan konstitusi dan berbagai produk hukum nasional. Peme rintah diminta bersikap tegas. “Presiden harus membatalkan seluruh kebijakan diskriminatif.” Dia menilai pencegahan per kembangan kebijakan diskriminatif dapat dilakukan dengan memastikan penguatan kapa sitas Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Hukum dan HAM (Kemenhukham), serta Kementerian Pember­da­ya­ an Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA). “Seluruh kebijakan diskriminatif ini akan terus bertambah jika belum ada langkah tegas dan signifikan dari negara untuk mencegah dan menghapuskannya,” ujar Kunthi. l VINI MARIYANE ROSYA

merawat pesawatnya di Hanggar Bandara Internasional Juan­ da Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur. Hanggar di bandara ini berbentuk swat dan hanya mampu menampung 2 pesawat. Lion Group berencana membangun hanggar baru di atas lahan seluas 7 hektare. ‘’Saat ini masih pengurusan izin,’’ kata Edward. Pembangunan serupa juga dilakukan di Manado. Di Provinsi Sulawesi Utara ini direncanakan dibangun satu hanggar di atas lahan seluas 6 hektare dan ditargetkan tahun depan selesai. Menurut Romdani, biaya untuk membangun BAT di Batam mencapai Rp2,5 triliun dan di Manado sekitar Rp 220 miliar. ‘’Seluruhnya dari investasi Lion Air sendiri,’’ ujarnya.

Pembangunan BAT juga salah satu peluang menyerap tenaga kerja. Untuk tahap awal, sekitar 600-700 orang dipekerjakan. ‘’Nantinya bisa mencapai 6.000 pekerja,’’ kata Edward. Ia mengatakan, untuk pekerja ini diutamakan sebanyak 90 per­sen dari dalam negeri, sisanya dari luar negeri. Hingga 2012, Lion Group meng­­operasikan 91 pesawat un­ tuk Lion Air, Wings Air 33 pesa­ wat, dan Lion Bizjet 2 pesawat. Ta­hun ini Lion Air akan menambah 12 pesawat, Wings Air 8 pesawat, Batik Air 6 pesawat, dan Malindo Airways 10 pesawat. Tahun lalu Lion Group mengangkut sekitar 34 juta penumpang dan diperkirakan hingga akhir tahun ini mencapai 40 juta pe­ num­pang. l ANDI S. NUGROHO

Masyarakat Jangan Sembunyikan Teroris JAKARTA [HN] – Markas Besar Kepolisian RI (Mabes Polri) melakukan perburuan terhadap terduga teroris yang belum ditangkap. Polri mengimbau kepada seluruh masyarakat agar segera memberikan informasi jika mengetahui keberadaan te­­ roris buruan polisi. Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Kombes Pol Agus Rianto, Kamis (29/8) di Mabes Polri, Jakarta menga­ takan ini telah diatur dalam Pasal 13 UU No 1/2002 tentang Pemberantasan Terorisme. “Yang meminjamkan sesuatu pada teroris, juga menyembunyikan pelaku teroris, diancam hukuman 3-15 tahun penjara,” katanya.

Agus meminta kepada masyarakat untuk bisa membantu pelaksanaan tugas Polri, minimal memberi informasi. “Agar kasus terungkap dengan cepat, tanpa terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan,” katanya. Terkait penembakan terhadap anggota polisi belum lama ini, Polri tengah memburu pelaku teror penembakan tersebut. Saat ini, Polri tengah memburu pelaku teror penembakan polisi di be­ berapa lokasi belum lama ini. Dia menuturkan polisi telah menangkap beberapa orang yang diduga memiliki keterkaitan dalam kasus ini. Beberapa penangkapan terjadi di Cipayung, Bekasi, dan Lamongan. l RIDWAN MAULANA

CALL CENTER GERBANG RAJA

KUTAI KARTANEGARA


HARIAN NASIONAL

SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

BERITA UTAMA A11 INDUSTRI DIRGANTARA INDONESIA

Berani Berpikir Besar untuk Berjaya INDUSTRI dirgantara Indonesia pernah berjaya pada era 1990-an. Ketika itu PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (kini PT Dirgantara Indonesia/PT DI) memproduksi pesawat N-250 yang dikenal populer dengan nama ‘’Gatotkaca’’. Ada pula produk pesawat CN-235, helikopter, dan lainnya. Sejak itu produk-produk IPTN banyak dibeli sejumlah negara, seperti Brunei Darussalam, Thailand, Malaysia, Korea Selatan (Korsel), dan Filipina. Namun krisis mone­ ter 1998 menenggelamkan laju roda industri IPTN. Belum lagi terseok-seok masalah internal hingga dipailitkan ka­r­ ya­wan­nya sendiri sebelum akhirnya pengadilan mencabut keputusan pailit itu pada 2007. Pada 2012, PT DI mulai menggeliat dengan memproduksi sejumlah pesawat. Terkini, Korsel memesan pesawat CN-235 Korea Coast Guard (KCG). Korsel memang dikenal sebagai salah satu pasar potensial PT DI. Hingga kini negara itu telah mengoperasikan 8 unit CN235, 6 unit versi military transport, dan 2 unit versi VIP/VVIP. Hasilnya, setelah dililit utang, mulai tahun lalu PT DI mencatat keuntungan sekitar Rp 60 miliar. Bahkan, kata Direktur Utama PT DI Budi Santoso, tahun lalu per­ usahaan bisa meraup omset sebesar Rp 3 triliun. Ia pun berharap PT DI tahun ini mampu membukukan keuntung­ an yang lebih besar. Untuk mencapainya tentu diperlukan dukungan daya produksi. Maka PT DI pun mulai memordenisasi teknologi produksi yang selama hampir 20 tahun sebelumnya tidak pernah diperbarui. ‘’Tahun depan kami selesaikan modern­ isasi, termasuk juga software untuk produksi,” ujarnya dalam diskusi ‘’Task Force Aerospace’’ pada Kong­res Diaspora Indonesia Ke-2 di Jakarta, Senin (19/8). Untuk memperbarui software, PT DI menghadirkan 20-30 konsultan dari Airbus ke Bandung, Jawa Barat. ‘’Selama dua tahun mereka membantu sistem kami secara gratis. Kenapa bisa? Karena mereka ingin suatu saat bisa mempunyai fasilitas produksi di Indonesia,’’ kata Budi. Optimisme menggapai kejayaan PT DI seperti masa lalu juga bersemayam dalam tekad Presiden Direktur PT Ilthabi Rekatama, Ilham Habibie. Putra Presiden Ketiga RI B.J. Habibie ini menilai pangsa industri dirgantara di Indonesia begitu potensial. ‘’Saya kira kita harus belajar berpikir besar dari biasanya berpikir yang terlalu kecil,” ujar Ilham Gairah penerbangan Indonesia, katanya menambahkan, melejit seiring pemesanan 234 pesawat Airbus oleh PT Lion Mentari Airlines yang mampu membuka mata dunia penerbangan internasional. “Itu menunjukkan bahwa peluang di Indonesia banyak sekali dan kita harus percaya diri.’’ Menurut Ilham, memproduksi pesawat terbang adalah suatu lambang. Jika Indonesia berhasil mewujudkannya, sebenarnya itu tidak hanya sukses dari segi teknik, tetapi juga menciptakan industri. ‘’Itulah masa depan bangsa. Kita harus menciptakan nilai tambah dengan, salah satunya, pesawat terbang,” jelasnya. Di balik keunggulan pasar Indonesia yang begitu besar itu, demikian Ilham, ‘’Yang menjadi pertanyaan, kenapa kita tidak melihat suatu niche, peluang tidak hanya sukses di pasar regional tapi juga di dunia?’’ Pesawat terbang regional sangat dibutuhkan Indonesia. Sesuai kondisi geografis negara ini, pesawat merupakan moda transportasi yang cocok untuk menghubungkan dan mencapai kawasan antarpulau. Oleh karena itu, untuk menciptakan industri pesawat, Ilham menegaskan perlunya dukungan sumber daya manusia yang berkualitas sekaligus stabilitas ekonomi nasional. Hal senada dikemukakan Direktur Utama PT Lion Mentari Airlines Rusdi Kirana. Indonesia memiliki pasar besar.

HARIAN NASIONAL | NURCHOLIS ANHARI LUBIS

Indonesia merupakan pangsa besar dan potensial untuk industri dirgantara, khususnya penerbangan komersial. Negara ini sudah memiliki modal teknologi, namun masih perlu diberdayakan secara optimal.

(Dari kiri): Dirut PT Dirgantara Indonesia Budi Santoso, Presiden Direktur PT Ilthabi Rekatama Ilham Habibie, Dirut PT Lion Mentari Airlines Rusdi Kirana, Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti, dan Dirut Eagle Capital Erry Firmansyah berpose bersama usai acara ‘‘Task Force Aerospace’’ dalam Kongres Diaspora Indonesia Ke-2 di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Senin (19/8).

Sementara pasar adalah salah satu kunci bangkitnya industri dirgantara nasional. Rusdi merujuk pada data jumlah penumpang pesawat terbang domestik selama 2012 yang mencatat kenaikan sekitar 15 persen dan kenaikan regional 6 persen per tahun.

’Ini peluang kita semua. Apakah kita hanya jadi operator, pembeli, atau hanya menjadi pasar? RUSDI KIRANA Direktur Utama PT Lion Mentari Airlines

Berdasarkan Data Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, jumlah penumpang secara nasional yang diangkut tahun lalu mencapai 72,4 juta. Dari jumlah tersebut, 63,6 juta adalah penumpang domestik. ‘’Ini peluang kita semua. Apakah kita hanya jadi operator, pembeli, atau hanya menjadi pasar?’’ kata Rusdi. Ia menceritakan bagaimana memulai Lion Air 13 tahun silam yang bermodal hanya US$ 900 ribu, namun sampai akhir tahun lalu mengangkut sekitar 34 juta penumpang dengan revenue US$ 2 miliar. ‘’Ini bukan karena saya mampu, tetapi karena diberkati negara yang besar, karena negara ini potensial untuk kita maju,’’ ujar Rusdi menegaskan. Dengan kata lain, potensi besar pasar domestik inilah yang menopang sukses konsep low cost carrier yang diusung Rusdi dan Lion Air. Bahkan yang terjadi tidak hanya ‘’revolusi’’ moda transportasi udara, tetapi sudah pada tingkat moda transportasi nasional. Sesuatu yang sudah diakui banyak orang. Untuk jarak jauh, bahkan sedang, pesawat terbang kemudian menjadi lebih kompetitif ketimbang moda transportasi lain, seperti kereta api, bus jarak jauh (antarpro­ vinsi), serta kapal laut. Alhasil, sejak 2005 hingga 2013 Lion Air telah memesan 408 Boeing 737 (900ER, 800 NG

dan MAX), 5 Boeing 787 Dreamliner, 234 Airbus A320, hingga 60 ATR 72. Jumlah keseluruhan 707 pesawat. Bila ditambah dengan pesanan Hawker dan Cessna, jumlahnya menjadi 750 pesawat. Dalam konteks ini, polemik rencana pemberlakuan ‘’ASEAN Open Sky Policy 2015’’ jelas tidak bisa dilepaskan dari potensi besar pasar domestik Indonesia. Hal itu pula yang mendorong para pelaku bisnis penerbangan do­mestik mendorong pemerintah memberlakukan asas cabotage, yaitu hak eksklusif sebuah negara untuk mengoperasikan (to operate) lalu lintas udara dalam wilayahnya. Hal tersebut wajar adanya mengingat di negara-negara ASEAN, pasar domestik Indonesia–didukung 230 bandar udara (Data 2011)– memang yang paling menggiurkan dan, tentu, jauh di atas pasar domestik Malaysia atau Thailand, apalagi pasar domestik Singapura. Selain memerjuangkan azas cabotage, Rusdi juga bergerak dan berekspansi ke luar. Misalnya, bermitra dengan National Aerospace and Defence Industries Sdn.Bhd Malaysia mendirikan Malindo Air yang berbasis di Kuala Lumpur pada 11 September 2012. Kecermatan membaca pasar telah menuntun Rusdi lebih detail soal pasar domestik sehingga ia tidak hanya mengandalkan pesawat bermesin jet untuk penerbangan jarak jauh. Dengan semangat mendukung perkembangan industri dalam negeri, ia juga melirik PT DI. Kesungguhan Rusdi ditunjukkan dengan rencana pemesanan pesawat N219 kepada PT DI. Ia berharap pesawat itu bisa terbang dua tahun lagi. ‘’Ini tidak saja sebagai kebangkitan industri, tetapi kita melanjutkan visi Pak Habibie,’’ katanya. Untuk membangkit geliat industri dirgantara nasional itu pula, Rusdi menilai PT DI tak perlu harus sama dengan pabrikan Airbus, Boeing, maupun Embraer. ‘’Karena kita punya market, tinggal kita mau atau tidak mendayaguna­ kan kemampuan kita. Dan teknologi sudah dimiliki PT DI,’’ ucapnya melanjutkan. Rusdi bahkan siap menjadi duta Indonesia untuk memasarkan pesawat-pesawat tersebut ke pasar internasional. Wacana Lion Air memesan pesawat buatan anak bangsa itu telah berimbas positif bagi industri PT DI. Beberapa pembeli pun sudah mengontak PT DI. ‘’Begitu mengatakan ingin membeli (CN219), langsung penjual melihat kita punya leverage (pengaruh),’’ ujar Direktur Utama PT DI Budi Santoso. l ANDI S. NUGROHO | GENER A. WAKULU


B

SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

Menanti Aksi CR7

Nadal Melaju ke Putaran Tiga

Di dua laga perdana, Ronaldo belum menyumbang gol.

» B15

» B14

Sports

BARU saja bergulir, kompetisi Seri A diterpa kasus besar peri­ hal pengaturan skor dan ra­ sisme. Kubu Lazio yang kali ini menjadi sorotan utama. Kapten Stefano Mauri dihu­ kum enam bulan karena masalah pertama. Ia disangka mengetahui adanya manipulasi pertandingan antara Genoa lawan Lecce pada Mei 2011, tetapi tidak melapor­ kannya kepada oto­ritas Seri A. Sementara kelompok supor­ ter fanatik, Curva Nord, mem­ buat Lazio serbasalah lantaran ejekan rasis yang dialamatkan kepada para pemain kulit hitam Juventus di pertan­dingan Piala Super Italia, 19 Agus­ tus silam. Kesan perta­ ma­nya, buruk rupa wajah kom­ petisi sepak bola di Italia. Di tengah si­ tuasi yang meng­ himpit Juventus mun­cul de­ngan suluh pengharapan. “Nyonya Tua” meraih scudetto 2011/2012 JUVENTUS

3-4-1-2

13

Undian yang Luar Biasa Teori “yang kuat yang bisa hidup” berlaku di Liga Champions. » B14

dengan rekor tak terkalahkan, dan menjadi klub terbaik di musim setelahnya. Di pentas Liga Champions musim lalu, me­reka pun melaju hingga babak perem­ pat final. Terbukti skuad asuhan Antonio Conte ini sanggup mem­ perbaiki citra Italia. Kemenangan 4-0 atas Lazio di Piala Super adalah peringat­ an. Tiga poin lawan Sampdoria di partai pembuka juga senada. Juve ingin menancapkan tong­ gak kejayaan sepak bola Italia, dan mereka telah mengawalinya dengan meyakinkan. Pertemuan kembali de­ ngan “Elang” Lazio di matchday ke­ dua Seri A, dini hari WIB nan­ ti, mungkin bisa men­ jadi pa­tokan se­baik apa Paul Pog­ba dkk bisa mempercan­tik kompetisi ini. l DANI WICAKSONO

LAZIO

4-5-1 Pelatih: Vladimir Petkovic

Pelatih: Antonio Conte S.S LAZIO

Marchetti

Buffon

Bonucci

REUTERS | ALESSANDRO BIANCHI

Barzagli

Lichtsteiner

Vidal

Chiellini

Pogba

Asamoah

Pirlo Tevez

Cavanda

Novaretti

Gonzalez Candreva

Hernanes Lulic

1 September 2013 | 01.45 WIB

PREMIER LEAGUE

AGENDA PILIHAN

Biglia

PAUL POGBA - GIORGIO CHIELLINI JUVENTUS

Radu

Klose

Vucinic

Juventus Stadium, Turin

Cana

SABTU (31/8) Man City 18 : 45 Cardiff City 21 : 00 Newcastle 21 : 00

BUNDESLIGA Hull City Everton Fulham

SABTU (31/8) M’gladbach 20 : 30 Bremen Wolfsburg 20 : 30 Hertha BSC Schalke 04 23 : 30 Leverkusen

SERIE A SABTU (31/8) Chievo 23 : 00 MINGGU (1/9) Juventus 01 : 45

LA LIGA Napoli Lazio

SABTU (31/8) Osasuna 04 : 00 Villarreal MINGGU (1/9) Real Madrid 17 : 00 Athletic Club

LIGUE 1 Evian TG PSG

SABTU (31/8) 19 : 00 Lyon 22 : 00 EA Guingamp


SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

HARIAN NASIONAL

B14 SPORTS kilas

GRUP A

Tromso & APOEL Gantikan Besiktas & Fenerbahce BESIKTAS dikeluarkan dari kompetisi Liga Europa musim ini oleh Pengadilan Arbitrasi Olahraga (CAS) terkait tuntutan hukuman larangan main di kompetisi Eropa dari UEFA. Klub Turki lainnya, Fenerbahce, diganjar hukuman untuk kasus yang sama. Fenerbahce, juara Super Lig Turki 2011, menghadapi hukuman dua tahun larangan main di kompetisi Eropa, sementara Besiktas dituntut satu tahun. UEFA kemudian menunjuk APOEL FC dari Cyprus untuk menggantikan posisi Fenerbahce, dan Tromso dari Norwegia untuk Besiktas.l DANI WICAKSONO

Kaka Ingin Hengkang sebelum Bursa Transfer Tutup GELANDANG Real Madrid Kaka ingin hengkang dari Santiago Bernabeu sebelum bursa transfer ditutup pada 2 September. Ia gagal bersinar sejak dibeli dari AC Milan dengan harga 68 juta euro pada Juni 2009. “Saya ingin pergi,” katanya setelah mencetak dua gol kemenangan 4-0 Real Madrid pada laga persahabatan di Deportivo la Coruna, Kamis (29/8). Mantan pemain terbaik dunia yang sekarang berusia 31 tahun ini belum mengungkapkan klub tujuan. Tapi ia ingin tampil reguler supaya bisa membela Brasil di Piala Dunia 2014. l DANI WICAKSONO

memento

31 Agustus Pada putaran awal Piala FA 2005, Tunbridge Wells FC dan Littlehampton Town FC mencetak rekor di Inggris dan dunia untuk adu ten­ dangan penalti hingga 40 kali. Rekor sebe­ lumnya hanya 24 kali. Tunbridge Wells mun­ cul sebagai pemenang. Skornya 16-15.

GRUP B

GRUP C

GRUP D

MANCHESTER UNITED

REAL MADRID

BENFICA

BAYERN MUNICH

SHAKHTAR DONETSK

JUVENTUS

PARIS SAINT GERMAIN

CSKA MOSCOW

BAYER LEVERKUSEN

GALATASARAY

OLYMPIAKOS PIRAEUS

MANCHESTER CITY

REAL SOCIEDAD

FC COPENHAGEN

ANDERLECHT

VIKTORIA PLZEN

Tim ini telah menunjukkan kelasnya. Kami sanggup melawan siapa pun.

Grup sulit, yang bakal dipenuhi laga-laga menakjubkan. Kami akan sangat bersemangat melawan mereka.

Liga Champions adalah kompetisi unik. Kami harus tetap berhati-hati.

Undian menarik. Tahun yang luar biasa bagi kami.

Inigo Martinez (Real Sociedad)

Antonio Conte (Juventus)

Blaise Matuidi (PSG)

Vincent Kompany (Man City)

GRUP E

GRUP F

GRUP G

GRUP H

CHELSEA

ARSENAL

FC PORTO

BARCELONA

SCHALKE 04

OLYMPIQUE MARSEILLE

ATLETICO MADRID

AC MILAN

BASEL

BORUSSIA DORTMUND

ZENIT ST PETERSBURG

AJAX AMSTERDAM

STEAUA BUCHAREST

NAPOLI

AUSTRIA VIENNA

CELTIC

Liga Champions adalah planet yang berbeda.

Brilian. Ini grup yang seimbang dengan empat tim yang memiliki segalanya untuk lolos.

Saya ingin menghadapi tim dari Spanyol. Jadi saya senang kami berjumpa Atletico.

Jose Mourinho (Chelsea)

Juergen Klopp (Dortmund)

Nenad Bjelica (Austria Vienna)

Tak ada grup yang mudah di Liga Champions. Kami melawan Milan dan Celtic musim lalu. Ini grup yang indah.

Lionel Messi (Barcelona) HARIAN NASIONAL | M TAUFIK FADILLAH

Undian yang Luar Biasa Teori “yang kuat yang bisa hidup” berlaku di Liga Champions. MONACO (HN)

Undian babak grup Liga Champions telah dilakukan di Monaco, Kamis (29/8) kemarin. Banyak reaksi bermunculan. Tapi umumnya se­ mua terkesima de­ ngan tipis­ nya perbedaan kekuatan dari masingmasing kontestan di setiap grup. “Fantastis! Ini grup yang imbang. Ada empat tim yang pantas lolos ke fase gugur,” kata pelatih Borussia Dortmund Juergen Klopp seperti dilansir Reuters. Dortmund, finalis musim lalu yang menyerah di kaki Bayern Munich, berada di Grup F bersama Arsenal, Olympique Marseille, dan Napoli. Die Borussen gagal

meraih kemenangan dari Arsenal dalam dua pertemuan musim 2011, dan langkah ke babak 16 besar dijegal Marseille di musim berikutnya. “Kami punya urusan yang harus diselesaikan de­ ngan Arsenal, juga membalas dendam pada Marseille,” tegasnya. Grup maut? Tentu saja ada. Terbilang hampir semua grup da­pat menyajikan persaingan luar biasa. Semua menunggu kemungkinan pertarungan kelas atas antara juara bertahan Ba­ yern Munich dan raksasa baru Manchester City di Grup D. Juga di Grup H yang berisi para mantan juara yaitu Barcelona, AC Milan,

Menanti Aksi CR7 MADRID (HN) - Real Madrid me­ raih enam poin berkat dua kemenangan perdana di La Liga lawan Real Betis dan Granada. Tapi masih ada beberapa kelemahan yang perlu diatasi ketika mereka harus menjamu Athletic Bilbao di Santiago Bernabeu, Minggu (1/9). Kurang solidnya barisan per­ tahanan menjadi sorotan pertama. Terlihat beberapa kali kuartet bek Madrid melakukan blunder dalam pertandingan, terutama saat menjamu Real Betis di partai pembuka. Saat itu, Madrid dipaksa mengejar ketertinggalan gol sejak menit ke-14 karena tak sigap menghalau serbuan lawan. Tak hanya lemah di belakang, kurang tajamnya lini depan tim

tuan rumah juga perlu dicatat. Dari dua laga yang sudah dilakoni, anak asuh Carlo Ancelotti tersebut baru membuat tiga gol. Dua dari Karim Benzema, dan satu dari Isco. Sementara top scorer musim lalu Cristiano Ronaldo hingga kini belum memberi andil. Musim lalu CR7 mencetak 34 gol bersama Los Blancos. Mungkin sekarang bomber asal Portugal itu tak terlalu klop dengan strategi yang diterapkan Ancelotti. Mungkin pula karena ia kurang beruntung. Meskipun demikian, sang pelatih mengaku puas dengan per­forma pasukannya sejauh ini. Barisan belakang yang kurang solid ditutupi oleh penampilan

Ajax Amsterdam, dan Celtic. “Dari segi gengsi, saya rasa tak ada yang lebih baik ketimbang Barcelona, Ajax, dan Milan,” kata bos Celtic Neil Lennon kepada Sky Sports News. “Dari segi teknis, ini grup tersulit yang bisa kami dapatkan.” Milan menyingkirkan Barca dua musim lalu. Juara Belanda Ajax adalah pemegang trofi Liga Champions 1995. Sedangkan Celtic sanggup menembus babak 16 besar musim lalu. Kemudian di Grup B ada Real Madrid, Juventus, FC Copenhagen, dan Galatasaray. Melihat ki­prahnya saja semua akan menduga bahwa persaingan se­ ngit bakalan terjadi di antara keempatnya. REAL MADRID

4-2-3-1

“Di atas kertas, Juventus akan menjadi lawan tersulit. Tapi Galatasaray punya banyak pe­ ngalaman, dan selalu memberikan perlawanan menegangkan di markas mereka. Beginilah memang Liga Champions. Kami harus sangat fokus dan siap mengingat setiap pertan­ dingan akan berlangsung panas,” kata Direktur Hubung­ an Internasional Real Madrid Emilio Butragueno. Hukum rimba “yang kuat yang bisa hidup” adalah keniscayaan di panggung ini. Persebaran pemain bertalenta yang tampak merata, serta kesetaraan inovasi taktik dan strategi membuat segalanya menarik dinantikan. l DANI WICAKSONO ATHLETIC BILBAO

Pelatih: Carlo Ancelotti Diego Lopez

Arbeloa

Ramos

Pepe

Modric

Isco

Herrerin

Marcelo

Iraola

Susaeta Ozil Di Maria

4-4-1-1

Pelatih: Ernesto Valverde

Ronaldo

Gurpegi

Laporte

Extebarria Iturasspe

Saborit

Muniain

Herrera

Benzema

Aduriz

cemerlang kiper Diego Lopez, sementara ketajaman Benzema sudah cukup untuk menghadirkan kemenangan-kemenangan yang dibutuhkan. “Benzema bermain cemerlang dan mencetak angka. Ia memulai liga ini dengan baik,” kata Ancelotti memuji penampilan striker Perancis berusia 25 tahun itu. Absennya Xabi Alonso dan Sami Khedira karena alasan cedera

tidak terlalu berpe­ ngaruh untuk lini tengah Los Blancos. Ada Luka Modric dan Isco yang dinilai sama baiknya dengan ke­duanya. Di lain pihak, Athletic Bilbao tampak siap menjegal Real Madrid di Bernabeu. Mereka memiliki nilai yang sama berkat dua kemenangan awal, tetapi lebih baik dalam hal ketajaman lini depan dengan surplus tiga gol. l ALVIN TAMBA


HARIAN NASIONAL

SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

SPORTS B15 kilas Para Raja Hadiri Pembukaan ISG

Nadal Melaju ke Putaran Tiga Terbuka peluang duel klasik lawan Federer di perempat final. HASIL PUTARAN KEDUA TUNGGAL PUTRA

RAJA Arab Saudi Abdullah bin Abdul Aziz dipastikan mengunjungi Palembang, Sumatera Selatan dengan membawa tiga pesawat pribadi. Kunjungan ini bertujuan menghadiri acara pembukaan dan perhelatan kejuaraan Islamic Solidarity Games (ISG) 2013. “Raja dari Arab Saudi telah me­nyatakan akan datang ke Pa­lembang dengan tiga pesawat pribadi yakni satu jenis boeing dan dua jenis jet,” kata Ketua Pelaksana ISG Muddai Madang seperti dilansir Antara. Sejumlah raja atau pemimpin negara-negara Timur Tengah lainnya juga menyatakan akan menghadiri perhelatan ISG 2013 pada 22 September-1 Oktober mendatang. l ALVIN TAMBA

John Isner (Amerika Serikat) vs Gael Monfils (Perancis): 7-5, 6-2, 4-6, 7 (7)-6 (4) Richard Gasquet (Perancis) vs Stephane Robert (Perancis): 6-3, 7-5, 7-5 Guillaume Rufin (Perancis) vs Dmitry Tursunov (Rusia): 6 (4)- 7(7), 1-1; Rufin mengundurkan diri Feliciano Lopez (Spanyol) vs Bradley Klahn (Amerika Serikat): 6-4, 7(7)-6(4), 4-6, 7-5 Pablo Andujar (Spanyol) vs Milos Raonic (Kanada): 1-6, 2-6, 4-6 Maximo Gonzalez (Argentina) vs Jack Sock (Amerika Serikat): 6(3)-7(7), 6-1, 5-7, 2-6 Dudi Sela (Israel) vs Janko Tipsarevic (Serbia): 4-6, 4-6, 1-6 Andreas Haider-Maurer (Austria) vs Mikhail Kukushkin (Kazakstan): 4-6, 4-6, 5-7 Roberto Bautista Agut (Spanyol) vs David Ferrer (Spanyol): 3-6, 7(7)-6(5), 1-6, 2-6 Roger Federer (Swiss) vs Carlos Berlocq (Argentina): 6-3, 6-2, 6-1 Adrian Mannarino (Perancis) vs Sam Querrey (Amerika Serikat): 7(7)-6(4), 7(7)-6(5), 6(5)-7(7), 6-4 Tommy Robredo (Spanyol) vs Frank Danceviv (Kanada): 6-4, 6-4, 6-1

Emas Angkat Besi dari Eko Yuli EKO Yuli Irawan menyumbang medali emas bagi Kalimantan Timur dengan angkatan total 305 kilogram (kg) di kelas 62 kg dalam Kejurnas Angkat Besi di GOR OSO Bekasi, Jumat (30/8). Ia adalah salah satu atlet Pelatnas untuk SEA Games XXVII Myanmar. “Total angkatan saya baru 90 persen dan itu memang jauh untuk SEA Games. Saya masih menjalani pemulihan dari cedera saya. Tapi saya yakin mudahmudahan target emas di SEA Games Myanmar mendatang dapat terpenuhi,” ujar Eko Yuli seperti dilansir Antara. Di kelas 62 kg, medali perak jatuh pada Indra dari Jawa Barat, sedang medali perunggu direbut Novriadi dari Riau. l ALVIN TAMBA

Langkah Mulus Caroline Wozniacki MANTAN petenis tunggal putri nomor satu dunia Caroline Wozniacki melaju ke putaran ketiga US Open 2013. Wozniacki mengalahkan petenis Afrika Selatan Chanelle Scheepers dengan angka 6-1 dan 6-2. “Saya benar-benar senang dengan pergerakan saya hari ini. Mulai dari bertahan hingga menyerang,” kata petenis Denmark berusia 23 tahun itu seperti dilansir Reuters. Wozniacki akan berhadapan dengan petenis Italia Camila Giorgi di babak ketiga. Unggulan lain seperti Serena Williams dan Victoria Azarenka juga memastikan langkah ke babak ketiga. l ALVIN TAMBA

Bernard Tomic (Austria) vs Daniel Evans (Inggris Raya): 6-1, 3-6, 6(4)-7(7), 3-6 Edouard Roger-Vasselin (Perancis) vs Philipp Kohlchreiber (Jerman): 3-6, 2-6, 7-5, 2-6 Ivan Dodig (Kroasia) vs Nikolay Davydenko (Rusia): 6-1, 6-4, 6-4 Rogerio Dutra Silva (Brasil) vs Rafael Nadal (Spanyol): 2-6, 1-6, 0-6

Ekspresi Rafael Nadal seusai menundukkan Rogerio Dutra Silva di US Open. REUTERS | SHANNON STAPLETON

NEW YORK (HN) Rafael Nadal melakukan comeback sensa­ sional pada kejuaraan US Open 2013 seusai mengalahkan Ro­ gerio Dutra Silva pada putaran kedua yang berlangsung Kamis (29/8). Petenis Spanyol yang sebelum­ nya absen tujuh bulan karena cedera lutut ini menang tiga set 6-2, 6-1, dan 6-0. Saat menghadapi Silva, Na­dal sama sekali tidak memberikan ru­ ang untuk lawan. Langkah petenis Brasil itu pun terhenti. Di lain pi­ hak, kemenangan tersebut mem­

perbaiki rekor Nadal di kejuaraan lapangan keras tahun ini menjadi 17-0. Unggulan kedua dari Spa­ nyol itu terakhir kali meraih piala di Cincinnati Masters, satu di an­ tara 13 trofi yang dikolek­ sinya pada 2013. “Ketika kembali dari masa-masa sulit, setelah lama dilanda cedera, An­ da harus bekerja keras. Anda per­ lu melakukan itu setiap harinya,” ujar Nadal. Ia juga mengaku puas de­ ngan keberhasilan yang diraih­ nya sementara ini.

“Sepanjang hidup, saya se­ lalu bermain dengan antusias. Saya mencintai olahraga. Saya suka kompetisi,” kata petenis 27 tahun itu. “Jadi saya merasa sangat beruntung dan sangat senang bisa kembali pada tur dan bermain lebih baik lagi.” Nadal, yang absen di US Open 2012, selanjutnya akan bertemu dengan Ivan Dodig dari Kroasia. Dodig lolos ke ronde ke­ tiga setelah mengalahkan petenis Rusia Nikolay Davydenko. Dodig menang 6-4, 6-4, dan 6-1. Per­ tandingan Nadal versus Dodig

akan berlangsung Sabtu (31/8) malam waktu setempat. Sementara itu, Roger Federer yang meraih lima gelar US Open tapi terlempar dari daftar ung­ gulan juga melaju ke putaran ketiga. Petenis Swiss berusia 31 tahun itu menundukkan petenis Argentina Carlos Barlocq, de­ ngan skor 6-3, 6-2, dan 6-1. Federer berpeluang jumpa Na­­dal di perempat final US Open untuk duel klasik kelas dunia. Sya­ ratnya, kedua petenis bisa mengatasi lawan masing-masing di putaran berikutnya. l ALVIN TAMBA

Hanya Tiga Petinju untuk Kejuaraan Dunia PENGURUS Pusat Persatuan Tinju Amatir Indonesia menyiap­ kan atlet terbaik menjelang ke­ juaraan tinju dunia di Kazakh­ stan, awal Oktober 2013. Ketua Bidang Pelatnas PP Pertina John Amanupunyo mengatakan ke­ mungkinan hanya sekitar tiga petinju yang dipersiapkan meng­ ikuti kejuaaran dunia itu. Awalnya Pertina berencana menurunkan lebih banyak atlet. Namun, minimnya anggaran dana memaksa Pertina hanya me­ngi­rim­ kan maksimal tiga petinju. “Jika melihat kondisi anggar­ an yang tersedia, kita kemungkin­ an hanya bisa menyertakan dua

hingga tiga atlet saja. Salah satu nama yang berpeluang kita be­ rangkatkan adalah Erico Amanu­ punyo asal Sulsel,” kata John se­ perti dilansir Antara, Jumat (30/8). Ia menilai keterlibatan atlet pada kejuaraan dunia memberi­ kan banyak pengalaman. Teruta­ ma menyambut aturan baru AIBA (International Boxing Association) untuk melepas pelindung kepala (head guard) bagi petinju senior. Setelah peraturan itu res­ mi diberlakukan di kejuaraan dunia, maka aturan melepas pelindung kepala akan diterap­ kan pada SEA Games Myanmar 2013. l ALVIN TAMBA

Persik ke Semifinal Persik Kediri berhasil lolos ke babak empat besar setelah mengalahkan PSCS Cilacap dengan skor 2-0 pada laga Grup I babak 12 besar Kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia di Stadion Manahan, Solo, Jumat (30/8) petang. ANTARA | AKBAR NUGROHO GUMAY


C

SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

Buaian Simfoni di Taman Suropati » C23

Es Pocong, Ngeri-ngeri Lezat Kenikmatan aneka “hantu” yang disajikan di kedai ini begitu menggugah selera.

» C24

17

Pameran Keramik

Drupadi Pandawa Diva

PAPANDAYAN

Keindahan Buah Letusan

Letusan demi letusan menciptakan mozaik kekayaan dan keindahan di kawasan Gunung Papandayan. Seluas 17 hektare di lahan kawah yang telah mati itu pun tumbuh edelweiss.

terlalu pagi. Kita tung“MASIH gu setengah jam lagi,” ujar Toni, pemandu kami di pagi buta itu. Kami baru saja tiba di base camp pendakian wisata ke Gunung Papandayan, Garut, pukul 04.00 pagi itu. Mobil kami parkir di areal parkir yang cukup luas di base camp wisata ini. Areal parkir ini dikelilingi warung-warung hingga mushala. Sebenar­ nya tempat ini sudah berada di ketinggian. Angin bertiup cukup keras dan membekukan. Kami harus tiba di puncak gunung “tepat waktu” agar bisa melihat matahari terbit. Bila me­ mulai pendakian pada pukul 04.30, sekitar pukul 06.00 kita sudah berada di puncak. Tempat leluasa untuk melihat ke segala arah. Terpenting, tentu saja, pemandangan kawah Gunung Papandayan. Perjalanan pendakian pada fase itu sebenarnya melewati beberapa bagian di tengah kawah. Bau sulfur menyengat kuat di sini sehingga kami mesti menutupi indera penciuman. Demikian pula ketika angin mengembuskan asap belerang yang memaksa kami membalikkan

badan saat berhenti sejenak di kawasan kawah ini. “Puncak” yang kami maksud adalah sebuah dataran tempat kita bisa memandang seluruh kawasan. Angin keras dan di­ngin sudah terasa. Di sini matahari terbit berlatar belakang kawah menyuguhkan pemandangan spek­­­­­takuler. Semburat jingga di cakrawala dan gerakan asap belerang dari kawah tampak terus membara dan bergemu­ ruh. Belum lagi kontur puncak dan lereng-lereng, serta kehidupan alam pedesaan nun jauh di bawah. Langit biru berhiasan awan seperti lukisan yang megah tentang kehidupan alam. Sekelompok pemuda kami temui mendirikan kemah di sini. Sepertinya mereka tidak paham mapping kawasan ini karena sebenarnya ini bukan lahan ideal untuk mendirikan kemah. Dataran di sini tandus. Tidak ada sumber air bersih. Kalaupun ada genangan, bukanlah air la­yak minum lantaran bercampur sulfur. Di sini pohon-pohon hangus masih tegak berdiri. Sejak letusan vulkanik besar pada 2002, tetumbuhan baru belum mun-

FOTO-FOTO : HARIAN NASIONAL | A GENER WAKULU

» C19

cul. Adapun camping ground itu terletak ke arah barat, di persilangan jalan yang baru bisa kita temui ketika melintasi kawah. Tempat kami berdiri sekarang bukanlah puncak Gunung Papandayan yang berada pada arah agak ke timur-tenggara dari posisi kami. Namun puncak berke­ tinggian 2.665 meter dari permukaan laut itu bukan tujuan kami. Tujuan kami adalah Tegal Alun, sebuah dataran tinggi lainnya tempat padang bunga edelweiss membentang. Dari sini kami mesti melintasi padang bebatuan yang tandus di ketinggian, dengan pohon-pohon yang hangus meranggas di sana-sini. Cuacanya bisa dibilang tidak stabil. Kadang matahari bersinar cerah, namun tak lama kemudian kabut menutupi. Ketika dijadikan gambar, pemandangan tersebut juga ter­ bilang spektakuler. Seorang desain­­­er yang mengamati hasil foto kami di sini berkomentar seperti sedang melihat gambar dari “Disney 2000”. Saya lain lagi, merasa seperti sedang syu­ting film Lord of the Ring. l A GENER WAKULU


SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

HARIAN NASIONAL

C18 TRAVEL&LIFESTYLE

Bunga Abadi 17 Hektare

FOTO-FOTO : HARIAN NASIONAL | A GENER WAKULU

NAMA Papandayan berasal dari bahasa Sunda Panday, yang ber­ arti pandai besi. Alkisah, dulu warga yang melintasi gunung ini sering mendengar suara-suara mirip di tempat kerja pandai besi. Padahal suara itu berasal dari kawah yang sangat aktif. Di gunung ini terdapat bebe­ rapa kawah yang terkenal, seper­ ti Kawah Mas hingga Kawah Manuk. Di Kawah Mas yang ber­ warna seperti nugget (debu dan biji emas) di banyak spot-nya, ter­ dapat 14 lubang letusan. Papan­ dayan meletus pada tahun 1772, 1923, 1942, 1993, dan 2003. Letusan besar yang terjadi pada 11-12 Agustus 1772 menghan­ curkan sedikitnya 40 desa dan sebagian tubuh gunung yang membentuk kawah tapal kuda membuka ke arah timur laut hingga sekarang. Sebagai kerucut paling se­ latan dari deretan gunung api di Priangan Selatan, Papandayan memiliki kawah purba, yaitu Te­ gal Alun yang telah lama mati dan berubah menjadi padang terbuka yang dihuni edelweiss hingga kini. Di padang inilah muncul mata air yang menjelma menjadi Sungai Ciparugpug. Di sekitar areal tapal kuda itu, kita juga dapat melihat gununggunung kecil yang mengelilingi Gunung Papandayan. Jauh sebelum orang-orang Belanda menemukan gunung ini pada 1706, masyarakat se­ tempat sering melintasi Gunung Papandayan untuk membawa tembakau, garam, sayuran, dan hasil-hasil bumi lainnya. Jalur ini merupakan jalan terdekat yang menghubungkan Datar­an Tinggi Pangalengan, Ban­ dung, dengan

Lembah Garut. Jalur ini masih ada hingga kini. Orang pun bisa melintas dengan mobil hingga persis di bibir kawah, lalu melan­ jutkan perjalanan ke kawasan Ciwidey, Pangalengan, Bandung Selatan, atau sebaliknya. Namun letusan pada Senin, 11 November 2002 mengubah wajah lembah tapal kuda Gu­ nung Papandayan, menimbun dasar lembah, dan mengubur aliran Sungai Ciparugpug. Se­ mentara Bukit Nangklak long­ sor dahsyat bersamaan dengan terbentuknya beberapa kawah baru. Jalan yang biasa dilalui kendaraan roda empat atau mo­ bil yang menghubungkan ka­ wasan Papandayan di Samarang dengan Ciwidey dan Pangaleng­ an pun putus. Wisatawan juga tidak bisa lagi melihat kawah Papandayan dari mobil mereka yang sebelumnya bisa parkir di bibir kawah. “Kalau kita perhatikan, ini kan bekas jalan mobil, ini cam­ puran bebatuan dan aspal,” kata Toni, pemandu kami, sambil menunjuk sisa-sisa jalan beba­ tuan beraspal yang telah putus

tertimbun bukit. Meski begitu, kami dapati beberapa pemuda mencoba memotong kawasan ini dengan menggunakan sepeda motor trail. Dan dari informasi yang kami peroleh, banyak peng­gemar sepeda motor trail mengguna­kan kawasan ini sebagai tempat ber­ tualang antarkawasan Papan­ dayan-Ciwidey. Kawan-kawan pendaki saya kerap menjuluki kawah Papan­ dayan dengan Kawah Putih di Ciwidey sebagai “saudara”. Yang jelas, keunikan-keunikan inilah yang membedakan keindahan Gunung Papandayan dengan gunung-gunung api lainnya di Indonesia. EDELWEISS 17 HEKTARE Setelah mendaki dua jam lagi, kami pun tiba di Tegal Alun. Tem­ pat ini adalah sebuah dataran tinggi yang terletak 2.400 meter dpl. Sejatinya Tegal Alun meru­ pakan kawah yang telah lama mati akibat letusan pada abadabad sebelumnya. Di Tegal Alun, edelweiss yang berbunga indah membentang se­ luas 17 hektare. Bunga-bunga romantis yang akrab dengan para penggiat alam bebas itu tumbuh dan hidup tak terusik, seakan abadi. Pukul 09.00 pagi ketika ka­mi tiba di Tegal Alun, butir-bu­ tir embun masih menempel bak permata di dedaunan dan bungabunganya. Saking luasnya, kami tidak bisa menjelajahi padang edelweiss ini seluruhnya. Cua­ ca pun berubah-ubah, sedikit terang, tertutup kabut, lalu geri­ mis lagi. Pendaki pun dilarang berkemah dan bermalam di sini. l A GENER WAKULU


HARIAN NASIONAL

SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

TRAVEL&LIFESTYLE C19

FOTO-FOTO : HARIAN NASIONAL | DARMA ISMAYANTO

PAMERAN KERAMIK

Drupadi Pandawa Diva Sebanyak 30 patung keramik dihadirkan sebagai representasi jejak kesenimanan F. Widayanto selama mengkaryakan dirinya dalam seni keramik. SEORANG wanita berparas can­­­tik dengan rambut tergerai mengombak bak tertiup angin. Bunga teratai menghiasi se­ luruh bagian atas tubuhnya. Se­ cara fisik penampilannya sangat cantik dan menawan. Sosok itu menggambarkan Dewi Drupadi, tokoh pewayangan dalam kisah Mahabharata. Drupadi bukan perempuan biasa. Dikisahkan, ia terlahir bu­ kan dari rahim seorang ibu, tapi dari api yajnya (api suci). Saat lahir ia diberi nama Kreshna, merujuk pada warna kulitnya yang legam seperti tembaga. “Drupadi adalah salah satu tokoh perempuan dalam cerita wayang Mahabharata. Ia terma­ suk tokoh penting dalam kisah tersebut, tapi tak banyak orang tahu tentang kisahnya. Pada­ hal dapat dikatakan, dialah pe­ micu terjadinya perang saudara antara Pandawa dan Kurawa. Yang menarik dari pameran ini, Widayanto menghadirkan Dru­ padi dalam tampilan sosok yang modern ,” kata Widyan Chandra, penyelenggara pameran tunggal

keramik F. Widayanto “Drupadi Pandawa Diva”. Setelah pada 2009 mengang­ kat tema tokoh pewayangan, “Semar”, kini Widayanto kembali mengeksplorasi tokoh pewaya­ ngan sebagai subject matter kar­ yanya. Keputusan mengambil sosok Drupadi, menurut Widyan, karena Widayanto ingin memberi­ kan gambaran seorang wanita tangguh yang berpendirian kuat. Dalam kisah pewayangan Ma­ habharata diceritakan, Drupadi merupakan putri Drupada, raja Kerajaan Pancahala. Hubungan­ nya dengan keluarga Pandawa terjalin saat Drupada mengada­ kan sayembara untuk menyelek­ si suami bagi putrinya. Banyak peserta gagal karena cuma di­ izinkan memanah objek dengan hanya memandang ba­yangannya di dalam air. Hanya Arjuna yang mampu melakukannya. Ia pun berhak meminang Drupadi. Namun sesusai permintaan Dewi Kunti, ibu dari Pandawa Lima, Drupadi kemudian di­ nikahkan dengan putra sulung­ nya, Yudhistira.

“Sebenarnya tidak ada kekhususan tersendiri ingin se­ lalu mengangkat seputar tokoh pewayangan. Sebelum pameran ‘Semar’, Widayanto mengangkat tema ‘Narciscus’. Pilihan Dru­ padi sebagai tema pameran kali ini karena Widayanto berang­ gapan Drupadi-lah yang paling pas untuk menyim­bolkan sosok

seorang perempuan tangguh,” jelas Widyan. Dalam pamerannya kali ini, Wi­ dayanto menghadirkan 30 kar­­­ya keramik “Drupadi”-nya. Se­­­­banyak 30 karya yang di­tam­ pilkan merupakan representasi jejak kesenimanan Wida­ yanto selama mengkaryakan diri­ nya dalam seni keramik. Dalam menggarap karya-karya “Dru­ padi Pandawa Diva”, menurut Widyan, Widayanto melakukan riset cukup mendalam. Ia mem­ baca berbagai refrensi buku, baik dari dalam maupun luar negeri. “Kalau dalam kisah Maha­ bharata di Indonesia, tidak di­ kisahkan tentang peristiwa kela­ hiran Drupadi. Widayanto pun kemudian mencari refrensi kisah dari India, makanya ada karya yang menampilkan sosok Dru­ padi dengan latar belakang war­ na merah, sebagai representasi ia dilahirkan dari api yajna, dan di sekujur atas tubuhnya dihiasi bunga teratai. Konon tubuhnya begitu wangi seperti bunga tera­ tai, ” kata Widyan. Pada pameran “Drupadi Pan­ dawa Diva” di Galeri Nasional, Widayanto menampilkan sosok Drupadi sesuai dengan kisah perjalanan hidupnya. Bagaimana ia terlahir hingga peristiwa me­

malukan saat pakaiannya di­ lucuti oleh Dursasana. Termasuk janjinya yang tidak akan mengge­ lung rambut, sebelum rambutnya dibasuh oleh darah Dursasana. Pengerjaan keramik Dru­ padi yang memadukan bahan kayu, besi, kain, hingga perak ini menurut Widyan memberi­ kan tantangan tersendiri untuk Widayanto. Selain kerumitan de­ tailnya, ukuran patung-patung yang dibuatnya cukup besar, bahkan mencapai 2 meter. “Ke-30 patung pengerjaan­ nya dirampungkan Widayanto dalam waktu dua tahun. Me­ nariknya, untuk asesoris yang melekat pada patung, kali ini Widayanto berkerja sama de­ngan seorang desainer asesoris muda kenamaan, Alston Stephanus,” kata Widyan. “Drupadi Pandawa Diva” merupakan pameran tunggal ke-16 Widayanto. Seperti dalam pameran-pameran yang ia gelar sebelumnya, pada pembukaan pameran kali ini pun acara di­ meriahkan sebuah performance. Uniknya, pertunjukan ini me­ madukan unsur wayang ku­ lit Jawa dan bunraku Jepang. “Boneka-boneka itu pun hasil rancangan Widayanto,” kata Widyan. l DARMA ISMAYANTO


SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

HARIAN NASIONAL

C22 TRAVEL&LIFESTYLE PA M E R A N

15-30

T E AT E R

7-14

s e p t e m b e r

s e p t e m b e r

CIRCUS

METRO SENSUAL

Hiroshi Bridge Project Tempat: Galeri Salihara, Jalan Salihara No 16 Pasar Minggu, Jaksel

14-15

s e p t e m b e r

OK VIDEO 2013: 6TH JAKARTA INTERNATIONAL VIDEO FESTIVAL Kurator: Ade Darmawan Tempat: Gedung A, B, C Galeri Nasional, Jl Medan Merdeka Timur No 14, Jakarta

Artis: Tommy Faisal Alim Tempat: Taman Ismail Marzuki, Jl Cikini Raya 73, Jakarta

20-6

s e p t - o k t

PAMERAN ‘100TH S SUDJOJONO

21-23

s e p t e m b e r

THE WIND PLAYS: VORTEXS &AFTERNOON OF A FOEHN Oleh: Compagnie Non Nova (Prancis) Sutradara: Phia Menard Tempat: Teater Salihara, Jalan Salihara No 16 Pasar Minggu, Jaksel Pukul 20:00 WIB

TA R I

M U SI K

7-8

s e p t e m b e r

Padnecwara “ALAP-ALAPAN SUKESI” Karya: Retno Maruti Tempat: Gedung Kesenian Jakarta, Jl Gedung Kesenian, No 1 Jakarta

25

s e p t e m b e r

Kurator: Suwarno Wisetrotomo

BELLYDANCE JAKARTA “THE DIVAS”

Tempat: Gedung A Galeri Nasional, Jl Medan Merdeka Timur No 14, Jakarta

Tempat: Gedung Kesenian Jakarta, Jl Gedung Kesenian, No 1 Jakarta

1

s e p t e m b e r

PITBULL GLOBAL WARMING TOUR Tempat: Skenoo Exhibition Hall-Gandaria City Mall 3rd Floor, Jakarta

17

s e p t e m b e r

KONSER JAZZ HARMEN FRAANJE TRIO Tempat: Gedung Kesenian Jakarta, Jl Gedung Kesenian, No 1 Jakarta


HARIAN NASIONAL

SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

TRAVEL&LIFESTYLE C23

Buaian Simfoni di Taman Suropati EKSIS sejak 7 Mei 2007, ko­ munitas Taman Suro­pati Cham­ bers didirikan Agus­ tinus Esthi Sugeng Dwiharso atau Ages, seniman musik ke­ roncong. Ke­ inginan Ages men­dirikan komu­ nitas tersebut ber­­ awal dari ke­ ikutsertaannya dalam workshop musik ke­ ron­ cong di Den Haag, Belanda, pada 2006. Kala itu, dia melihat taman kota kerap digunakan untuk bermain musik oleh masyara­ kat setempat. “Selain itu saya malu. Kok Londo bisa mainin ‘cing cangkeling’ lebih baik dari orang kita. Bahkan mungkin ka­ lau Anda tanya pada anak-anak sekarang lagu itu berasal dari daerah mana, pasti pada tidak tahu,” kata Ages. Berbekal latar belakang pen­di­ dikan musik dan pengalaman se­

bagai seniman biola, Ages kem­bali ke Indonesia dengan se­ ma­ ngat mendirikan “sekolah musik” luar ruang pertama di Indonesia. Ta­ man Suropati pun dipilih se­bagai tempat berlatih. Komunitas ini konsisten memainkan lagu-lagu tradi­si­­­­onal, dengan alat mu­sik gesek, petik, dan tiup. “Misi sa­ya hanya satu. Bagaimana anggota muda kami bisa mencintai mu­sik nenek moyangnya sejak dini.” Taman Suropati Chambers memiliki sekitar 500 anggota, dengan 200 anggota aktif setiap minggunya. Dalam aplikasinya, komunitas ini terbagi atas tu­ juh tingkatan, yaitu bibit, akar, batang, dahan, ranting, bunga, dan buah. Menurut Manager sekaligus Sekretaris Taman Suropati Chambers Yasminka Subekti, bibit merupakan dasar

dalam komunitas ini. Pada ta­ hap­ an bibit setiap anggota di­ ajarkan memainkan alat musik dengan notasi balok. Komunitas ini juga diampu pelatih-pelatih musik andal yang sebagian besar merupakan lulus­ an sekolah musik dalam negeri. “Kami menerapkan re­ generasi di dalam tubuh sen­ diri. Artinya, setiap anggota yang telah naik tingkat dapat melatih yang ada di bawahnya.” Komunitas ini tidak memiliki batasan usia, finansial, mau­ pun latar belakang status sosial. “Semua ada di sini. Mulai anakanak sampai usia dewasa. Mulai pegawai kantoran sampai pe­­­ng­ a­­ men. Yang penting misi yang diemban sama. Yaitu bermusik untuk kemajuan bangsa,” ucap Yasminka. l SISKA MARIA EVILINE

FOTO-FOTO : HARIAN NASIONAL I SISKA MARIA EVILINE

Komunitas musik ini menjadikan taman kota sebagai media aspirasi. Di taman ini mereka berkumpul, menyalurkan kecintaan terhadap musik, sembari menikmati keindahan taman kota.

TAMAN SUROPATI CHAMBERS Untuk bergabung dapat menghubungi: Yasminka Subekti Manager dan Sekretaris Taman Suropati Chambers Telp: 08176330025 | Email: yasminkasubekti@yahoo.com


SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

HARIAN NASIONAL

C24 TRAVEL&LIFESTYLE

Es Pocong, Ngeri-ngeri Lezat KELEZATAN “pocong” ini mem­­­­­­­ buat­ nya tidak dihin­ dari, tapi justru diminati banyak orang. Kedainya di daerah Margonda, Depok, sudah cukup populer dan menjadi lang­ganan banyak orang. Mulai dari anak sekolah, mahasiswa, hingga pekerja kan­ toran kerap singgah “Awalnya saya dan temanteman saya bikin ini iseng-­iseng saja. Terus kepikiran ingin usa­ ha, akhirnya kita putusin pakai nama ‘pocong’,” kata Aries, salah satu pemilik kedai. Kedai yang dulu berlokasi dekat kuburan ini memiliki konsep yang unik. Tidak hanya nama makanan dan minuman yang memplagiat nama hantu, interiornya juga menerapkan konsep nightmare, sampai ada boneka pocong yang digantung di tempat tersebut. Tempatnya memang tidak terlalu besar, tetapi inte­­rior­nya

didekorasi agak spooky. Ruang­ an didominasi warna merah dan hitam. Beberapa “pocong” dan topeng digantung memberi nuansa seram. Tapi itu semua­ sekadar interior. Menu di Es Pocong juga unikunik, semua berbau mistis, mulai dari mendoan iblis, jalangkung, jenglot, nasi tuyul, kolor ijo, han­ tu laut, dan lain-lain. Menu an­ dalan dari kedai ini tentu saja es pocong, berupa es pisang ijo asal Makassar dipadu bubur sum­ sum, dan rozen rose. Yang mem­ buat lebih enak lagi, menu disa­ jikan dengan es sehingga pada suapan pertama kesan dingin, manis, sedikit asin dan lembut dari bubur sumsum pun terasa berpadu indah di lidah. Rasanya kurang puas jika kita hanya mencoba es pocong. Masih ada menu-menu lain yang menggugah selera kita, se­ perti mendoan iblis (tempe

Es Pocong

mendoan biasa yang di atasnya diberi telur mata sapi lalu diberi semacam saus untuk steak), ada mayonaise dan saus pedasnya. Rasanya jadi agak “nano-nano”. Asin, manis, dan pedas berpadu lezat di dalam mulut. Gurih dan asin dari tempe mendoan dan telurnya, rasa manis dari saus (kalau di menu tertulis daging giling), sedang pedas hasil dari kombinasi topping paling atas:

HARIAN NASIONAL I DONAL HUSNI

Kenikmatan aneka “hantu” yang disajikan di kedai ini begitu menggugah selera.

saus pedas. Tempe mendoannya tergo­ long enak. Mulai dari bahan tem­penya, juga tepungnya terasa gurih. Ada juga menu unik lain­ nya, yaitu “jenglot”. Penampilan­ nya cukup menarik. Isinya irisan kentang yang digoreng kering lalu diberi topping saus daging giling (saus ini juga di gunakan di menu mendoan iblis), juga taburan keju parut. Rasanya

perpaduan antara gurih, manis, dan asin. “Awalnya sih saya ke sini ka­ rena penasaran beberapa teman saya suka ke sini, tapi lama-la­ ma saya ketagihan,” kata Melati, mahasiswa Al-Azhar yang sudah menjadi pelanggan es pocong se­ jak di bangku SMA. Selain es pocong, kedai juga menyajikan ragam minuman lain yang rata-rata berbahan dasar soda, seperti kolor ijo (sirup me­ lon dicampur susu dan soda), sun­­ del bolong (sirup stroberi di­­campur susu dan soda), atau kuntilanak (sirup apel dicampur susu dan soda). Semuanya di­ ban­derol Rp 6.000. Untuk jeng­ lot (olahan dari kentang), mi ronggeng, dan roti mohawk (ane­ ka macam roti bakar), seporsi makanan ini dihargai antara Rp 8.000 hingga Rp 10.000. Sedang untuk tempe mendoan original, kita hanya perlu mengeluarkan Rp 2.500. Warung Es Pocong bu­ ka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 22.00 WIB. l CINDY MELISSA PUTRI


HARIAN NASIONAL

SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

EDISI KHUSUS

HARIAN NASIONAL | EKO B. HARSONO

Gelombang Perubahan Banyak anak bangsa berprestasi di kancah olimpiade sains global. Tidak sedikit pula kaum muda yang menemukan tonggak kariernya di manca negara, namun mereka memilih pulang untuk berkiprah mengabdi kepada bangsa. Indonesia bisa berharap kiprah mereka mewujudkan perubahan demi masa depan cerah dan menjanjikan, demi kejayaan Ibu Pertiwi.

Menghayati Makna Sejati Pluralisme


SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

HARIAN NASIONAL

GELOMBANG

26 NEGERIKU

REKAPITULASI PEROLEHAN MEDALI OLIMPIADE SAINS INTERNASIONAL 1993-2013

EMAS

PERAK

PERUNGGU

0

1

3

Asian Pacific Astronomy Olympiad (APAO)

1

5

15

Asian Pacific Mathematics Olympiad (APMO)

18

Koordinator Olimpiade Sains Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Suharlan menyambut kedatangan siswa Indonesia di Bandara Soekarno-Hatta, akhir Juli 2013. Mereka berhasil meraih satu medali emas dan tiga medali perak di Olimpiade Biologi Internasional di Swiss, 14- 21 Juli 2013. ANTARA | DWI SUTOPO

Terima Kasih, GENERASI EMAS Anak cerdas mendapat beasiswa dari negara asing, terutama dijaring melalui jalur olimpiade. Sebagian memilih mengaplikasikan ilmunya di luar negeri. “KABAR membanggakan dari

ikuti o ­ limpiade matekatika inter­ Swiss. Tim Olimpiade Bio­ logi nasional, ini kali pertama siswa Internasional RI berhasil raih 1 Indonesia meraih medali emas. medali emas & 3 perak. ­Selamat Tahun ini Indonesia meraih 9 anak-anakku,” tulis Presiden da­ emas, 7 perak, dan 11 perunggu. lam akun twitternya @SBYudho­ ­ Sejak mengikuti olimpiade yono yang diposting pada 21/07/ internasional, 1993, siswa Indo­ 2013, pukul 22:26 WIB. nesia telah mengoleksi 64 me­ Postingan Presiden Susilo dali emas, 136 perak, dan 195 Bam­ bang Yudhoyono (SBY) itu perunggu. Kini banyak di antara bentuk apresiasi atas prestasi mereka yang telah menyelesai­ siswa Indonesia dalam Olimpiade kan program doktor di sejum­ Biologi Internasional 2013 yang lah perguruan tinggi ternama, diselenggarakan di Bern, Swiss, ­seperti MIT (Massachusetts Insti14-21 Juli 2013. Dalam ajang tute of Technology), Harvard Uni­ Inter­ national Biology Olympiad versity, Stanford University, Tokyo (IBO) itu, tim Indonesia meraih University, atau Oxford University. satu medali emas dan tiga medali Sebagian memilih mengaplikasi­ perak. Presiden menilai capaian kan ilmunya di luar negeri. itu sangat membanggakan. Anak pintar dan cerdas, Lebih sepekan berselang, menurut Sekretaris Jenderal siswa Indonesia kembali meng­ Asosiasi Penyelenggara, Pengem­ ukir prestasi di ajang interna­ bang, dan Pendukung Pendidik­ sional. Anak-anak cerdas itu an Khusus untuk Siswa Cerdas merah medali emas dalam Ol­ Istimewa dan Berbakat Istimewa impiade Matematika Interna­ (CIBI) Nasional, Amril Muham­ sional (International Mathematical mad banyak mendapat beasiswa Olym­piad – IMO) ke-54 di Santa dari negara asing, terutama di­ Marta, Kolombia, 18-28 Juli jaring melalui jalur olimpiade. 2013. Selama 25 tahun meng­ “Jadi kalau ada olimpiade di luar

negeri, kamar anak Indonesia dihampiri agen-agen asing un­ tuk ditawari fasilitas dan segala macam,” tuturnya. Asosiasi ini mencatat sekitar 1,3 juta atau sekitar 2 persen anak usia sekolah yang berpo­ tensi cerdas istimewa dan bakat istimewa (CIBI) –kerap di­ sebut gifted-talented. Cirinya dapat di­ ­ kenali, antara lain dari kecer­ dasan intelektual yang very superior. Skor IQ (intelligence ­ quotient) 130 ke atas mengguna­ kan skala wechsler. Bibit unggul itu terutama berada di kota-kota besar seperti Malang, Semarang, Jakarta, Bandung, dan Makas­ sar. Di kota-kota ini, kata ­Amril, ada agen pencari bakat per­ guruan tinggi asing. Siswa CIBI biasanya d ­iambil perguruan tinggi luar negeri se­per­ ti Singapura, Malaysia, Jerman, Inggris, dan Amerika Serikat. “Ada lebih 300 orang bibit unggul kita yang diambil oleh negara luar ka­ rena mereka mampu memberikan iming-­ iming kesejahteraan mele­ bihi dari kita,” kata Amril. Wakil Rektor Bidang Akade­ mik dan Kemahasiswaan Univer­ sitas Indonesia (UI) Prof Dr Bam­ bang Wibawarta bisa memahami jika mereka memilih mengapli­

kasikan ilmunya di luar negeri. Selain diberi tempat dan digaji untuk riset, mereka juga diberi tempat untuk mengajar dengan bayaran yang memadai. ”Ini disayangkan karena mere­ ka di usia produktif,” tuturnya. Kepala Subdit Kelembagaan dan Perserta Didik Direktorat Pembinaan SMA Kementerian Pen­ didikan dan Kebudayaan Suharlan melihat dari sudut berbeda. Dia menyatakan itu tidak perlu disayangkan karena mereka tetap membawa dan mengangkat nama Indonesia. Dia menyebutkan, banyak bukti mereka yang kuliah di Amerika, setelah lulus kembali ke Indone­ sia. “Saya kira tidak perlu dikha­ watirkan,” ucapnya. Apalagi, kata Suharlan, saat pembinaan selalu ditanamkan nasionalisme. Jika ada yang me­ milih berkiprah di luar negeri, itu tanggung jawab bersama, bukan hanya oleh Menteri Pen­ didikan dan Kebudayaan. “Kirakira apa yang harus kita berikan agar mereka tetap kembali dan mencintai tanah air serta mema­ jukan Indonesia.” Ini yang perlu dipikirkan, di balik kebanggaan siswa peraih medali olimpiade internasional. l

REDAKTUR: EKO B HARSONO, DIONISIUS B. ARINTO TIM PELIPUT : ANDI NUGROHO, W. RIDWAN MAULANA

15

20

Asian Physics Olympiad (APhO)

1

0

2

Asia-Pacific Informatic Olympiad (APIO)

0

2

0

The Third Thai Astronomy Olympiad (TAO)

3

7

15

International Astronomy Olympiad (IAO)

5

18

20

International Biology Olympiad (IBO)

3

19

22

International Chemistry Olympiad (IChO)

23

17

3

32

International Physics Olympiad (IPhO)

4

11

8

International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA)

3

20

20

Interantional Olympiad in Informatics (IOI)

1

8

30

1

International Mathematics Olympiad (IMO)

2

13

8

International Earth Science Olympiad (IESO) Perolehan 1993-2010 Perolehan 1993 hingga 1 Agustus 2013 Sumber: Kemendikbud GRAFIS: HARIAN NASIONAL | JOKO SUTRISNO


HARIAN NASIONAL

SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

PERUBAHAN

NEGERIKU 27

Empat siswa Indonesia berhasil meraih tiga medali perak dan satu perunggu di Olimpiade Kimia Internasional di Moskow, Rusia, 15 - 24 Juli 2013. Mereka adalah Ryan Bagus Fitriadi, Ivan Kurniawan, Putu Ivan Budi Gunawan dan Jason Mahadika Natanael. (kiri-kanan). FOTO | DOK KEMDIKBUD

Tak Masalah di Dalam Negeri Siswa yang kuliah di luar negeri akan mengabdikan ilmunya di Indonesia. STEPHEN Sanjaya mengukir sejarah tim Olimpiade Matema­ tika Indonesia. Ia meraih medali emas dalam International Mathe­ matical Olympiad (IMO) 2013 di Santa Marta, Kolombia, akhir Juli lalu. Ikut mengambil bagian dalam IMO sejak 1988, ini kali pertama tim Indonesia mem­ persembahkan medali emas. Siswa SMAK 1 BPK Penabur, Jakarta, itu bersyukur mampu melalui perjuangan di tengah persaingan yang ketat. Dia meng­ anggap tim negara lain cukup be­ rat, terutama China. Dalam olim­ piade itu, siswa Negeri Panda ini menempati posisi puncak, juara umum. Tantangan yang dirasakan terberat karena membawa nama Indonesia di kancah interna­ sional. “Kita punya beban untuk menunjukkan Indonesia mampu meraih emas di ajang dunia,” ujarnya. Perjuangan berat merebut medali olimpiade juga dirasakan Putu Ivan Budi Gunawan, peraih medali perak 45th International Chemistry Olimpiad (IChO) di Moskow, Rusia, 15-24 Juli 2013. Meski senang, siswa SMAN 4 Denpasar ini mengaku sempat tertekan saat mengadu kemam­ puan bersama 291 siswa dari 73 negara tersebut. Tapi ia masih menyimpan impian meningkatkan prestasi, meraih medali emas dalam olim­ piade tahun depan. “Saya masih kelas 2, mau naik kelas 3. Te­ man-teman lain sudah mau mas­ uk kuliah. Rencana saya tahun depan ikut olimpiade lagi, siapa tahu bisa dapat emas,” ia meng­ ungkapkan harapannya. Impian seper­ti itu yang tidak lagi dimiliki Nathan Azaria, siswa SMAN 2 Purwokerta yang meraih

medali perak Olimpiade Kom­ puter Internasional ke-25 di Bris­ bane, Austraila, 6–13 Juli 2013. “Meskipun target saya emas, tapi saya sudah cukup puas karena ini kesempat­an terakhir saya ikut IOI (International Olympiad in In­ formatics),” tuturnya. Tahun ini, siswa Indonesia juga meraih empat medali pe­ runggu dalam International Phy­ sics Olympiad (IPhO) ke-44 yang diselenggarakan di ­ Kopenhagen, Denmark, 7–15 Juli 2013. Tim Olimpiade Biologi Indonesia mempersembahkan 1 medali ­emas dan 3 perak dalam Interna­ tional Biology Olympiad (IBO) ke24 yang berlangsung 14-21 Juli 2013 di Bern, Swiss. Kepala Subdit Kelembagaan dan Peserta Didik Direktorat Pem­ binaan SMA Kementerian Pen­ didikan dan Kebudayaan, Suhar­ lan bangga dengan prestasi yang ditoreh siswa Indonesia dalam olimpiade internasional. “Kami ­ me­rasa puas karena ini prestasi yang luar ­ biasa bagi anak-anak kita,” ucapnya. Dia berharap pres­ tasi ini dipertahankan dalam ajang serupa tahun-tahun men­ datang. Mau kemana para siswa pe­ raih medali olimpiade interna­ sional ini melanjutkan pendidik­ an? Stephen mengaku sudah diterima di Jurusan Mathematic Sciende National University of Singapore. Dia ingin menjadi guru besar matematika. Ilmunya akan dipersembahkan untuk ke­ majuan bangsa ini. “Saya ingin menjadi profesor matematika dan mengabdi untuk Indonesia,” tuturnya. Stephen tidak sendirian. Ke­ inginan yang sama diutarakan Nathan. Alasannya, selain ingin mengembangkan diri, fasilitas

PERSEBARAN SISWA PERAIH OLIMPIADE 2009-2012

2 2

2009

Universitas Gajah Mada

Institut Teknologi Bandung

1

1

2010

Nanyang Technological University

3

Universitas Indonesia

10 2

Nanyang Technological University

2 2

Universitas Gajah Mada

National University of Singapore

Universitas Indonesia

3

Institut Teknologi Bandung

1

Universitas Brawijaya

4 3

2011

4 2

Universitas Gajah Mada

National University of Singapore

Nanyang Technological University

Institut Teknologi Bandung

National University of Singapore

1

Melbourne University

4 4

Nanyang Technological University

2012

National University of Singapore

1

Universitas Padjajaran

1

Harvard University

1

Hong Kong University

GRAFIS: HARIAN NASIONAL | JOKO SUTRISNO

1

Universitas Indonesia

7 2 1

Institut Teknologi Bandung

Universitas Gajah Mada

Universitas Airlangga

Sumber: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

dan sarana laboratorium pergu­ ruan tinggi asing umumnya lebih lengkapi. Tapi tak terbetik dalam benaknya mengabdikan ilmunya di luar negeri. Dia bilang, “Sete­ lah lulus, saya pasti kembali ke Indonesia.” Jason Mahadika Nathanael, siswa SMAK Penabur, Gading Serpong, juga akan kuliah di luar negeri. Peraih medali perunggu Olimpiade Kimia Internasional ini sudah diterima di salah satu uni­ versitas di luar negeri. “Saya akan mengajukan beasiswa. Saya ingin mencari sesuatu dan pengalaman baru di Jurusan Kimia di luar ­negeri,” tuturnya. Berbeda dengan Stephen, Nathan, dan Jason, Putu ber­ pandangan lain. Ia tak berniat kuliah di luar negeri. Dia ingin belajar ilmu kedokteran di Indo­ nesia, mengikuti jejak ayahnya. Selain merasa tidak tahu ilmu kedokteran apa yang bisa dipela­ jari di luar negeri, dengan kuliah di dalam negeri ia juga bisa tetap dekat dengan orang tua. “Maklum, anak mami,” ucapnya. Seperti halnya Putu, Ivan Gunawan, peraih medali perak Olimpiade Kimia Internasional juga akan melanjutkan pendi­dik­ annya di perguruan tinggi dalam negeri. Siswa SMAN 1 Purwo­ kerto ini memilih kuliah di Ins­ titut Teknologi Bandung (ITB). Dia berpandangan, kuliah di dalam negeri tak menjadi masalah. Yang penting setiap orang bisa menunjukkan pres­ tasi. “Saya mau menunjukkan lulusan dalam negeri tak kalah dengan lulusan luar negeri.” Toh, seperti dikemukakan Stephen dan Nathan, siswa yang me­ milih kuliah di luar negeri pun tetap akan mengabdikan ilmunya ­untuk negeri ini. l


SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

HARIAN NASIONAL

GELOMBANG

28 NEGERIKU

Medali Emas untuk SMK Dari 47 negara peserta, tim Indonesia berada di posisi sebelas. SISWA Sekolah Mene­ngah Ke­ juruan (SMK) juga menun­jukan kemampuan mereka di lomba ajang internasional. Se­perti hal­ nya siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), mereka pun meng­ ukir prestasi membangga­ kan dalam lomba antarsiswa kejuru­ an di tingkat dunia. Saat meng­ ikuti World Skills Competition (WSC) tingkat sekolah m ­ enengah kejuruan di Leipzig, Jerman, siswa Indonesia meraih medali emas. Medali prestesius itu di­ per­ sembahkan oleh Ganjar Satrio, siswa SMKN 3 Kasihan, Bantul, Yogyakarta. “Ini medali emas per­ tama Indonesia di ajang WSC. Saya jelas bangga dan se­nang luar biasa. Medali ini saya persembah­ kan buat orang tua, guru, temanteman, dan seluruh masyarakat Indonesia,” Ganjar menuturkan. Remaja 17 tahun yang baru

S TIT

IN

IAN AN

K

Puluhan peserta Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari berbagai negara foto bersama usai mengikuti World Skills Competition (WSC) di Jerman. DOK KEMDIKBUD

Swedia (14), China (15), ­India (16), Singapura (17), Thailand (18), Ko­ lombia (19), dan B ­ elanda (20). Di ajang kompetisi ini, siswa Ame­ rika Serikat di p ­ osisi 23, negara tetangga Malaysia di posisi 28. Sekretaris Direktorat Jen­ deral Pendidikan Menengah Ke­ ­ menterian Pendidikan dan Ke­ bu­­­dayaan, Mus­taghfirin Amin me­­ nyebut ini era baru bagi in­ dustri di Indonesia. “Prestasi ini me­ rupakan satu pembuktian bah­ wa sistem pendidikan SMK In­donesia bisa menyamai sistem terbaik di luar negeri,” tuturnya

saat me­nyambut kedatangan 32 sis­wa ­Indonesia yang usai meng­ ikuti WSC. Kepala Sub Direktorat Ke­lem­ bagaan dan Peserta Didik Direk­ torat Pembinaan SMK Kemente­ rian Pendidikan dan Kebudayaan Teguh Widodo me­ ngatakan, pres­ tasi Indonesia dalam ajang ini meningkat setiap tahun. Pada 2011 di London, Inggris, tim In­ donesia meraih satu medali pe­ runggu di bidang mobile robotic. “Kiprah anak-anak SMK Indone­ sia terbukti membanggakan. Se­ jumlah produk telah dihasilkan,

seperti mobil ESEMKA, laptop, motor, mesin foto copy, sampai pesawat,” katanya. Kompetisi yang diselengga­ rakan tiap dua tahun ini mem­ perlombakan delapan bidang. Di antaranya mobile robotic, me­ chanical engineering design, web design, industrial control, pastry cook, cooking, beauty therapy, dan hairdressing. Sebelum para siswa itu me­ nga­ du kemampuan di Jerman, mereka secara khusus men­ dapat pembekalan dari pasukan Marinir TNI Angkatan Laut. l

IPB PANEN PRESTASI

T PE R

T

U

saja lulus di SMKN 3 Kasihan ini mengantongi medali emas bidang Graphic Design Techno­ logy, mengungguli lebih seribu peserta dari 47 negara. Selain medali emas, siswa Indonesia juga meraih satu medali perak bidang Prototype Modeling yang diperoleh Andrie Safargi, siswa SMK Teknika Cissaat, Suka­ bumi, Jawa Barat. Delapan siswa lainnya yang menjadi tim Indonesia meraih Me­ dallion of Excellence dengan kri­ teria nilai di atas 500 poin. Dari 47 negara peserta kompetisi, tim Indonesia menduduki posisi ke se­belas. Peringkat per­tama hing­ ga ke sepuluh didu­duki Jepang, China Taipei, Prancis, Korea, Swiss, Finlandia, Brasil, Jerman, Kanada, dan Inggris. Indonesia berhasil menyisih­ kan siswa dari Australia yang ber­ ada di peringkat 12, Austria (13),

Di ajang kompetisi pemilihan insan akademis berprestasi yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI tahun 2013, sivitas akademika Institut Pertanian Bogor (IPB) berhasil meraih sejumlah penghargaan. Berikut adalah sosok-sosok berprestasi yang telah menunjukkan karyakarya membanggakan, tak hanya bagi IPB tetapi juga bagi bangsa ini. Nadine Adrianna Sugianto Mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan IPB Mahasiswi Berprestasi Nasional Peringkat 1 Tahun 2013

Dr.Ir. Agus Purwito, MSc.Agr Ketua Departemen Agronomi dan Hortikultura IPB Kaprodi Berprestasi Nasional Peringkat 1 Tahun 2013

Manfaatkan Bioteknologi Embrio, Selamatkan Primata

Sukses Kepemimpinan Sang Ahli Kultur Jaringan

et i ka m a s u k d i F a k u l t a s Kedokteran Hewan IPB saya menemukan ketertarikan yang sangat besar terhadap bidang ini karena cita-cita saya sejak ke c i l m e m a n g i n g i n menjadi dokter hewan. Seluruh mata kuliah di Kedokteran Hewan sangatlah menarik dan indah bagi saya, ungkap Nadine. Ia pun terus berburu informasi dari berbagai buku tentang primata. “Empat primata Indonesia yaitu Kukang Jawa, Tarsius tumpara Orang Utan, dan PigTailed Langur termasuk dalam daftar 25 primata paling terancam punah di dunia, “ ujarnya. Prihatin atas kondisi tersebut, Nadine terdorong untuk m e l e s t a r i k a n ke l a n g s u n g a n h i d u p primata-primata tersebut. Dengan

bimbingan dosen yang ahli Bioteknologi Embrio, P ro f. D r. d r h . A r i e f Boediono, mulailah ia menulis dan menganalisa upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan primata Indonesia yang terancam p u n a h d e n g a n memanfaatkan bioteknologi Multiple ovulation and embryo transfer (MOET) dan In Vitro Fertilization (IVF) atau biasa disebut bayi tabung. “Saya sangat mencintai Indonesia beserta seluruh sumberdaya alamnya. Saya ingin menjadi ahli primata karena belum banyak ahli primata di Indonesia padahal jumlah primata Indonesia yang endemik banyak sekali. Ironisnya, ahli primata luar negeri datang ke negara kita untuk belajar primata kita,” katanya.(*)

D

r. Agus Purwito telah hampir empat tahun memimpin Departemen Agronomi dan Hortikultura (AGH) IPB dan telah banyak capaian berharga terutama capaian manajerial yang berdampak nasional mulai dari akreditasi nasional dan internasional, sertifikasi ISO Manajemen Mutu, temuan berbagai varietas unggul berbagai tanaman, pembukaan teaching farm kelapa sawit seluas 57 hektar dan berbagai inovasi yang membanggakan l a i n n y a . Ya n g c u k u p fenomenal adalah ditemukannya teknologi pengurangan dosis pupuk anorganik yang diimplementasikan pada tanaman padi di Karawang, Cianjur dan Indramayu, juga teknologi jenuh air di daerah pasang surut pada tanaman kedelai yang

dapat meningkatkan produktivitas hingga 4 kali lipat. Teknologi ini sudah d i i m p l e m e nta s i ka n d i Palembang dan Lampung pada luasan 200 hektar. Departemen AGH bersama mahasiswa dan alumninya sukses menyelenggarakan Festival Bunga dan Buah Nusantara (FBBN) dan m e n g i n i s i a s i Re vo l u s i Oranye pada buah-buahan Nusantara. Dr. Agus mendapat Paten Sederhana untuk penelitiannya tentang “Komposisi Zat Pengatur Tumbuh untuk Meningkatkan Produksi U m b i M i n i Ke n ta n g ”. Bersama tim, ia menghasilkan varietas unggul Kentang DEA yang memiliki produktivitas 273 2 to n / h e k ta r, ta h a n terhadap penyakit Layu Bakteri, dan daya simpan umbi 70-80 hari setelah panen. (*)

Dies Natalis IPB ke-50 1963-2013

Gatot Supriadi, A Md Laboran di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian IPB Laboran Berprestasi Nasional Peringkat 2 Tahun 2013

Dari Laboratorium untuk Dunia

B

erawal dari permasalahan di laboratorium Rekayasa Proses Pangan, tempat Gatot Supriadi, bekerja, ia tertantang untuk mengembangkan Probe Thermocouple dan M o d i f i k a s i Thermorecorder sederhana, murah dan unggul. Tak disangka, alat buatannya itu memberi banyak manfaat baik untuk praktikum maupun operasi di industri kemasan dalam dan luar negeri. Alat berukuran mini ini berfungsi untuk mengukur kecukupan proses panas dan juga dapat memberikan data penetrasi panas selama proses sterilisasi ataupun pasteurisasi berlangsung. “Penggunaan panas yang tidak tepat pada produksi pangan kalengan dapat mengakibatkan terjadi penurunan nilai mutu gizi

dan mutu sensori pangan sampai ke tingkat yang tidak dikehendaki karena kelebihan panas. “Karena alat buatan pabrik sangat mahal dan memerlukan waktu tunggu yang lama untuk pemesanannya maka saya tertarik untuk membuat alat sederhana dengan biaya yang relatif murah,” ujar pria yang sudah menghasilkan 26 inovasi/ide/gagasan di bidang industri pangan d a n s u d a h diimplementasikan ini. Gatot memaparkan, d i b a n d i n g ka n b u ata n pabrik, alat buatannya memiliki beberapa kelebihan diantaranya akurat, kuat, flexible (buatan pabrik tidak flexible), produksi bisa 20 unit/minggu (pabrik 2-3 bulan/20 unit), biaya per unit Rp 100 ribu (pabrik Rp 1,5-2 juta/unit).(*)


HARIAN NASIONAL

SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

PERUBAHAN

NEGERIKU 29

PROF DR MOHAMMAD NUH, MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

Nobel Bukan Tujuan Akhir WAJAH Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Prof Dr Mohammad Nuh tampak sumringah. Sorot mata­nya bersinar, senyum manis tersimpul dari bibir tipisnya. Bahasa tubuh menunjukkan tengah bersukacita. Jemari tangannya tampak hangat ketika menyalami siswa Indonesia peraih medali emas di ajang Olimpiade Biologi Internasional, beberapa waktu lalu di ruang kerjanya. Kepada wartawan HARIAN NASIONAL, Eko Budi Harsono di Jakarta, Rabu (13/8) ­petang, Men­dikbud menyediakan waktu untuk wawancara. Dia memberikan apre­ sia­ si positif terhadap koran ini karena menampilkan laporan bertajuk ge­nerasi peraih emas olimpiade sains. Petikannya: Bagaimana Anda memberikan apresiasi terhadap anak Indonesia yang meraih prestasi di olimpiade sains internasional? Pertama saya ingin menyampaikan selamat atas terbitnya HARIAN NASIONAL semoga mem­ berikan manfaat dan informasi yang mencerahkan bagi masyarakat Indonesia. Saya harapkan juga tradisi dan budaya memberikan apresiasi seper­ ti yang koran Anda lakukan menular ke tempat lain. Sudah saatnya hal-hal yang positif dan beri­ ta seperti keberhasilan pelajar Indonesia meraih penghargaan di ajang sains internasional juga mendapat perhatian dan porsi pemberitaan yang luas oleh teman-­teman media. Apa yang bisa dimaknai dari keberhasilan ini? Prestasi para peraih medali emas tersebut merupakan usa­ ha dan kerja keras seluruh pihak, tidak saja para siswa namun juga tim pembina, guruguru di sekolah, dan tentunya pe­me­rin­tah yang memfasilitasi mereka ikut ke ajang olimpiade sains. Tentu pemerintah memberikan apresiasi tertinggi kepada me­­ reka. Dalam peringat­ an 17 Agustus di Istana Nega­ra para anak-anak berprestasi itu menjadi tamu undangan khu­sus Presi­den dan Ibu Negara. Saat ini, berdasarkan catatan kami lebih dari 380 anak berhasil meraih medali di ajang olimpiade sains. Anda melihat fakta ini seperti apa? Prestasi dan keberhasilan siswa Indonesia meraih medali dalam ajang olimpiade sains internasional menunjukkan ke­ pada dunia bahwa negera ini me-

Rp 40 miliar hingga 50 milyar untuk beasiswa anak berbakat dan berprestasi. Saat ini sudah ada puluhan pemenang olimpiade sains internasional yang ditawari beasiswa hingga S3. Semua biaya pemerintah yang tangung, mulai biaya pendidikan, biaya hidup di luar ne­­geri, hingga asuransi kesehatan dan jiwa. Semuanya pemerintah yang tanggung. Apa arti pemberian beasiswa bagi pemerintah? Tanpa adanya pemberian penghargaan terhadap para pe­ raih prestasi dalam menciptakan kreasi dan inovasi dikhawatirkan akan mengurangi motivasi guru dan siswa untuk belajar. Kemampuan guru dan siswa tidak selalu sama tetapi akan mem­punyai nilai berbeda. Untuk dapat mencapai prestasi memerlukan berbagai tantangan yang melalui seleksi hingga memperoleh nilai terbaik dalam meningkatkan mutu pendidikan.

HARIAN NASIONAL | NURCHOLIS A. LUBIS

miliki potensi dan sumber daya manusia yang sangat besar. Para generasi peraih emas sekarang ini merupakan generasi emas dalam menyongsong 100 t­a­hun Indonesia merdeka. M ­ ereka yang menjadi tiang ­ ­ gelombang per­ ubahan dan pembangunan ­Indonesia ke depan. Yang saya inginkan sudah saatnya kita membangun budaya apresiasi positif kepada siapa pun pelajar Indonesia yang berprestasi. Mari kita bangun budaya akademik, tradisi berkompetisi secara sehat dan cerdas. Bagaimana sikap pemerintah terkait banyaknya anak-anak berprestasi justru diberi beasiswa oleh perguruan asing, setelah lulus ilmunya dimanfaatkan negara itu? Ini tidak perlu terlalu dirisaukan. Saya sangat percaya mereka anak-anak cerdas dan tentunya memiliki semangat nasionalisme dan patriotisme yang besar. Saya tegaskan bahwa na­ sio­nal­isme, patriotisme, dan heroisme itu tidak terikat oleh locus, tempat, atau negara. Jadi di manapun mereka berada, kedekatan terhadap Tanah Air dan Ibu Pertiwi sangat kuat. Saya percaya dalam waktu 20 ­tahun ke depan, di mana sistem, admi­ nistrasi dan iklim geopolitik, ­ sosial, budaya, dan ekonomi bangsa ini semakin baik,

banyak anak Indonesia cerdas yang ber­ada di luar nege­ri akan kembali ke Tanah Air. Di tangan merekalah masa depan bangsa ini ber­ada. Bagi anak-anak cerdas itu tentunya mereka akan tertantang untuk mengubah kegagalan sebagai tantangan dan akhirnya bagaimana mengubah tantangan yang ada menjadi kesempatan. Inilah yang menjadi kunci sukses besar dari anak-anak cerdas itu untuk lebih maju. Melihat fenomena prestasi anak Indonesia di ajang olimpiade internasional, apakah Anda ­optimis dalam waktu 25 tahun ke depan akan ada anak Indo­ nesia berhasil meraih nobel? Ha ha ha. Pertanyaan yang menggelitik. Mengenai optimismenya apakah dalam waktu dekat ini, setelah hampir 25 tahun siswa-siswa berprestasi Indonesia yang berlaga di ajang lomba olimpiade internasional berada di sejumlah perguruan tinggi bertaraf internasional akan membuahkan nobel, bagi saya secara pribadi nobel itu bukanlah tujuan akhir. Anda harus pahami makna kata nobel yang berarti mulia atau kemulian. Jadi ada yang jauh lebih penting dari sekadar hadiah atau penghargaan yaitu nilai-nilai yang mulia. Buat saya nobel atau penghargaan bertaraf internasional itu bu-

kanlah tujuan akhir. Yang pa­ling penting anak-anak berprestasi itu berhasil menciptakan karya keilmuwan yang sa­ngat bermanfaat bagi hajat hi­dup orang banyak, bagi bangsa dan negara, tentunya bagi kema­ nusiaan dunia. Saya sangat ber­harap anak-anak itu akan men­ jadi inovator, motivator, dan inspirator bagi banyak anak Indonesia untuk juga mampu berprestasi. Apa yang akan diberikan peme­ rintah terhadap anak-anak berprestasi ini? Pemerintah telah berjanji akan memberikan beasiswa bagi para pemenang olimpiade sains internasional untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi hingga jenjang pendidikan doktoral atau S3 baik di dalam maupun luar negeri. Bahkan mereka diperboleh­kan memilih perguruan tinggi yang diminati, termasuk perguruan tinggi yang ada di luar negeri. Pemberian beasiswa hingga S3, hanya diperuntukkan bagi pemenang olimpiade sains ting­ kat internasional yang duduk di bangku SMA. Siswa SD akan diberi beasiswa hingga SMP. Demikian pula tingkat SMP, akan mendapat beasiswa hingga SMA. Seberapa banyak dana yang disiapkan untuk beasiswa? Pemerintah menganggarkan

Apa yang harus dilakukan untuk membangun tradisi dan apresiasi positif tersebut? Saya melihat ada tiga hal yang dilakukan untuk mem­ba­ngun apresiasi positif. Ketiga­ nya adalah budaya kerja keras, kompetitif, dan pola pikir positif (posi­ tive mindset). Terpen­ting yang perlu juga ditanamkan ada­ lah me­ ningkatkan kualitas p ­endidikan ­dengan memperkuat jati diri, identitas, dan karakter. Anak didik perlu terus ditanamkan rasa memiliki bangsa dan negara. Siswa harus ditanamkan rasa bangga. Selain itu perlu juga membudayakan dan membiasakan diri untuk berprestasi. Pembentukan karakter yang baik sejatinya dibentengi dengan budaya. Karakter seperti apa yang ingin dibangun? Karakter yang ingin di­­ bangun bukan hanya karakter berbasis kemuliaan diri semata, tetapi secara bersamaan membangun karakter kemuliaan sebagai bangsa. Karakter yang ingin kita bangun bukan hanya kesantunan, tetapi secara bersamaan kita bangun karakter yang mampu menumbuhkan rasa penasaran sebagai modal untuk membangun kreativitas dan daya inovasi. Juga dibangun karakter yang bertumpu pada kecintaan dan kebanggaan ter­ hadap bangsa dan negara de­ ngan Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai pilar­nya. l


SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

HARIAN NASIONAL

GELOMBANG

30 NEGERIKU PROF AKHMALOKA Ph.D, REKTOR INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG BEGITU menempati posisi se­ ba­ gai Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2010, Prof. Akhmaloka mengorientasikan ITB sebagai perguruan tinggi kelas dunia bercita rasa lokal. Artinya, bagaimana ITB disejajarkan de­ ngan perguruan tinggi ternama di dunia, namun fokus kajiannya pada riset-riset lokal. “Fokus pada resources Indonesia karena keunggulan komparatifnya. Kita berada di ring of fire. Laboratorium ada di manamana, termasuk Jawa, Sulawesi, dan Papua. Tak semua negara punya,” kata Akhmaloka. Lebih jauh tentang dunia pendidikan di Tanah Air dalam kaitannya dengan teknologi yang tetap mengedepankan sentuhan humaniora, wartawan HARIAN NASIONAL, Dion B. Arinto, pewarta foto Donal Husni mewawancarai Akh­ maloka di ruang kerjanya di Gedung Rek­ torat ITB, Kamis (1/8). Dia juga berbicara mengenai generasi emas yang belajar di ITB. Berikut petikannya: Bagaimana membangun inte­ gri­tas generasi emas kita? Jati diri ujung-ujungnya soal karakter. Membangun generasi kita bukan hanya agar kuat di science dan technology, tetapi ka­ rakter juga baik. Generasi saya, kalau kebarat-baratan dinilai hebat. Kenyataannya tak sehebat yang kita bayangkan. Ujungujungnya di percaturan internasional minder. ITB punya program internasionalisasi. Bukan mencari mahasiswa asing, tetapi mahasiswa asing ke sini. Lalu ada program pertukaran mahasiswa dari ber­ bagai negara. Ada 300 mahasis­ wa Jepang di ITB selama setahun. Kita juga kirim mahasiswa ke luar negeri. Dengan demikian terjadi pertemuan kultur kita dan mereka yang berujung saling memahami dan tidak minder lagi. Selain itu, ITB memiliki unit kegiatan mahasiswa paling banyak, termasuk di antaranya olahraga, seni, disku­si politik, dan sebagainya. Ini wadah untuk berinteraksi sosial. Beberapa tahun lalu sejumlah perguruan tinggi mendekla­ rasikan diri sebagai universitas riset? Research university masih euforia. Pertanyaannya seberapa banyak papers untuk publikasi internasional mereka hasilkan? Di perguruan tinggi negeri mulai ada riset ketika saya baru pulang dari Inggris tahun 1999. Saat itu ada skema hibah penelitian dari Kementerian Pendidikan. Kalau dulu konsentrasi hanya di pendidikan, kini riset harus dipubli­ kasikan.  Saat pertama memimpin ITB,

Anak Indonesia SDM Kelas Dunia FOTO-FOTO: HARIAN NASIONAL | DONAL HUSNI

hanya ada 300-an international publications, sekarang sekitar 800 buah. Paling banyak dari Departemen Sains. Kami punya target, satu dosen satu publikasi per tahun. Ini tidak mudah. Dibandingkan universitas luar negeri, di Malaysia misalnya? Para dosen di Universiti Teknologi Malaysia (UTM) bukan pegawai negeri tapi mereka kontrak. Dalam kontrak dise­butkan mereka harus mampu membuat paper untuk publikasi internasional. Gaji dan promosi mereka bergantung pada seberapa ba­ nyak publikasi itu. Di Indonesia belum bisa seperti itu. Di India, satu dosen mampu mempublikasikan tiga paper karena terbiasa. Namun kualitas paper dosen Indonesia sering kali lebih bagus. Salah satu paramater bahwa paper itu berkua­ litas, seberapa banyak orang me­ ngutip sebagai bahan rujukan dalam menulis artikel dan se­ bagainya. Bagaimana soal paten? Agak sulit itu. Hanya nol per tahun. Biasanya dari 100 hak paten, hanya satu yang benarbenar dipatenkan dan membawa efek di dunia. Mungkin lima tahun baru mendapatkan satu hak paten.  Adakah riset di ITB diarahkan ke penghargaan Nobel? Langkahnya mengarah ke sana, tetapi kita bangun se­ perti yang saya sebutkan tadi. Teman-teman dosen agar aktif mempublikasi paper taraf internasional. Kita arahkan riset yang

subjek­ nya memiliki keunggul­ an komparatif agar produk riset kita tak bisa ditiru. Contoh, seorang dosen ITB pernah menulis ­paper, tembus ke Nature Magazine. ­Konon sangat sulit menulis artikel di majalah itu. Dosen itu mampu karena fokusnya spesifik, yaitu tentang tsunami di Aceh pada 2004. Nah, yang spesifik itulah yang bernilai tinggi. Kalau seperti itu, kita bisa melejit dan orang lain tak bisa meniru. 

AKHMALOKA

Lahir : Cirebon, 1 Februari 1961 Jabatan : Rektor ITB (2010-sekarang) Pendidikan : v S1 Fakultas MIPA Jurusan Kimia di Institut Teknologi Bandung, 1980-1985 v S2 Biotechnology di International Institute of Biotechnology, Inggris, 1987-1988 v S3 Fokus Penelitian bidang Molecular Biology of Thermophilic Bacteria di University of Kent di Canterbury, Inggris, 1989-1991

Dulu ada konsep link and match, masih relevankah? Link and match berarti bagaimana aktivitas di kampus bisa diterapkan di masyarakat. Dalam dunia pendidikan nasional ada tridharma, yaitu pen­ didikan, penelitian, dan pe­ ng­ abdian masyarakat. Pengabdi­ an masyarakat itu tipikal Indonesia. Malaysia beberapa tahun belakang­an saja. Di Eropa, masyarakat dan ilmu di perguruan tinggi sudah tidak masalah. Riset mereka langsung dipakai. Di Indonesia, sisi masyarakat masih di bawah. Jadi, perlu community development. Meski konsentrasi di tek­no­logi, ITB juga membuka Sekolah Bisnis, Fakultas Seni dan Desain, dan sebagainya. Masyarakat perlu difusi teknologi. Pada tahun 2010 lalu, saya bentuk lembaga inovasi dan entrepreneur kewirausahaan. Lembaga ini men­ jembatani peneliti ITB d ­ engan masyarakat. Penilaian Anda ten­­­­­tang para pe­ raih medali ­ olimpiade sains inter­nasional, termasuk yang di ITB dan yang memilih berkarier di luar negeri? Fenomena anak Indonesia unggul di ajang lomba sains in­ ternasional menunjuk­kan negeri ini tidak ke­kurangan SDM bermutu. Ini menunjukkan pada mata dunia bahwa anak Indonesia menjadi sumber daya kelas dunia. Mereka berkembang pesat keilmuannya. Karena dasar akademiknya sudah bagus tentu tidak sulit bagi anak-anak cerdas itu mengikuti perkuliahan.

Yang menjadi kerisauan saya, anak cerdas seperti itu yang kini berada di luar negeri. Mereka dikalahkan oleh sistem, administrasi, dan birokrasi. Banyak anak Indonesia lulusan doktor atau profesor riset di luar negeri tidak kembali ke Indonesia. Mereka ada yang di Jepang, Belanda, dan Inggris. Ada sebagian yang pulang jadi dosen di ITB. Bagi saya, tidak salah sepenuhnya mereka bertahan di luar negeri untuk berkiprah di sana. Saya yakin mereka bersedia pulang kalau sistem disiapkan dengan baik dan matang. Kita bisa belajar dari China dan India. Ketika ratusan mahasiswa dikirim ke luar negeri, pemerin­ tah kedua negara itu menyiap­ kan sistem. Begitu mereka selesai studi dan kembali ke negaranya, sudah siap semuanya. China ber­ ubah menjadi raksasa ekonomi dunia, India menjadi salah satu negara yang fokus di bidang teknologi informasi. Bahkan, Konferensi Internasional Ahli Matematika Amerika pernah digelar di India karena ahli-ahlinya memang dari India. Rekomendasi Anda untuk du­ nia pendidikan di Indonesia. Penduduk Indonesia banyak. Itu bisa menjadi bonus demografi, bisa juga disaster. Bonus demografi kalau kita siapkan orang berkualitas. Kalau mereka merongrong ekonomi, maka jadilah mereka disaster. Kunci­nya, pendidikan yang mengelabo­ rasi­ kan ilmu pengetahuan dan teknologi serta karakter atau jati diri. l


HARIAN NASIONAL

SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

PERUBAHAN

NEGERIKU

31

MERAWAT KE-INDONESIA-AN

Harapan Masih Ada PERJALANAN sejarah ­bang­sa Indonesia diwarnai ber­­bagai ujian bagi kondisi kera­ g­ aman yang tak terelakkan. Riak-riak sering­kali menyapa kemajemuk­ an itu. Kekerasan atas nama agama, etnis­, serta konflik lainnya masih saja terjadi. Terakhir, dua bom ber­ ke­ kuat­­ an ringan meledak di Vihara Ekayana, Jalan Mangga II/8, Kelurahan Duri Kepa, Jakarta Barat, Minggu (4/8), dan mencederai beberapa orang. Mengapa teror masih menghantui masyarakat Indonesia yang plural ini padahal n ­ egara ini lahir dari berbagai suku bangsa, budaya, dan agama? Kepala Program Monitoring dan Advokasi The Wahid Institute, M Subhi Azhari, mengatakan, secara sosiologis dan historis, Indonesia adalah negara yang disusun dan dibangun atas dasar kebhinnekaan. “Kebhinnekaan harus dimaknai, baik dalam konteks bernegara, berpolitik, bersosial, maupun beragama,” katanya kepada HARIAN NASIONAL. Menurutnya, masing-masing warga negara harus memahami mereka berada dalam satu rum­ pun kebhinnekaan. Salah kaprah dalam memaknai pluralisme terjadi ketika pemikiran tersebut dianggap bertentangan dengan agama.

KEMAJUAN HAK-HAK BERAGAMA DAN TOLERANSI 1. JUNI 2012: Paduan suara umat Kristen membawakan Mars Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional di Ambon. 2. JULI 2012: Sebanyak 90 persen panitia Pesta Paduan Suara Gerejawi Tingkat Nasional X 2012 di Kendari, Sulawesi Tenggara, adalah umat Islam, Hindu, dan Buddha. 3. Polisi dan TNI menahan para anggota Front Pembela Islam yang akan melakukan sweeping terhadap masjid jamaah Ahmadiyah di Cianjur, Jawa Barat. 4. Kelompok penganut Sedulur Sikep boleh mengosongkan kolom dalam e-KTP yang sebelumnya kolom itu diharuskan tertulis agama Islam. SEBARAN KASUS INTOLERANSI BERAGAMA JAWA BARAT 57 JAWA TIMUR 32 JAWA TENGAH 30 NANGGROE ACEH 30 DKI JAKARTA 19 SULAWESI SELATAN 11 NUSA TENGGARA BARAT 7 D.I. YOGYAKARTA 2 KEPULAUAN RIAU 2 BANTEN, MALUKU UTARA, SUMATERA UTARA, 1 SULAWESI TENGAH, PAPUA, KALIMANTAN BARAT, SUMATERA BARAT

Sumber: The Wahid Institute (2012)

GRAFIS: HARIAN NASIONAL | JOKO SUTRISNO

“(Pluralisme) yang kami ­ ahami bahwa semua agama p itu mengajarkan kebenaran dalam versi masing-masing. Artinya, meskipun tidak bisa meyakini agama orang lain, bukan berarti orang lain menafikan kebenaran agama orang lain. Jadi itu maksud­ nya pluralisme,” katanya. Sejak 2008, The W ­ahid Ins­titute mengeluarkan la­por­­­ an akhir tahun tentang ke­ bebasan beragama dan in­­­­­to­ le­ransi. Dalam laporan 2012, The Wahid Institute menca­tat 363 kasus in­ toleran­ si ber­ agama terjadi di Indonesia. Jumlah tersebut mening­ kat dibandingkan dengan kasus pada 2011 (317 kasus), pada 2010 (240 kasus), dan 2009 (153 kasus). Bentuk pelanggaran tersebut berupa pembiaran atau kelalaian aparat hukum, pelarangan rumah ibadah, pelarangan aktivitas keagamaan, kriminalisasi keyakinan, serta intimidasi. The Wahid Institute men­ cermati kasus intoleransi ber­ agama seringkali akibat po­ litisasi agama oleh elite po­litik daerah menje­lang pe­­milihan umum kepala dae­rah. Faktor lainnya, impitan ekonomi dan sosial, hilangnya keteladanan para pemimpin politik, dan merosotnya kepercayaan kepada pemerin­tah. Menurut Subhi, pertikai­ an yang terjadi juga berkaitan dengan sejumlah faktor. Misal­­nya, aspek keagamaan dengan munculnya fenome­ na klaim kebenaran secara berlebihan. Selain itu, agama sering kali dijadikan alat ke­ pentingan seperti mobilisasi untuk politik dan ekonomi. Dalam kondisi seperti itu, menurut Subhi, negara harus dalam posisi netral, imparsial. “Jadi ketika ada ekspresi kebebasan yang berlebihan dan melanggar kebebasan orang lain, hukum bisa ­masuk,” dia menuturkan. Untuk merawat kebhi­ n­ nekaan, Subhi memandang perlu pendidikan sejak dini. Itu dapat dilakukan, baik segi formal maupun nonformal. “Tidak hanya dalam konteks agama, tapi menghargai kebudayaan kita,” ujarnya. Dia mengatakan kadang anak-anak muda sekarang cenderung berbudaya pop sebagai imbas globalisasi dan kapitalisme. Sekretaris Eksekutif Kon-

ferensi Wali Gereja Indonesia (KWI), Benny Susetyo berpen­ dapat, masih ada harapan ­negeri ini tetap kokoh kalau ke-Indonesia-an senantiasa dirawat. Caranya, menurut Benny, kembalilah pada Empat Pilar Kebangsaan. Empat pilar tersebut adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Benny menyatakan, perlu­nya menyuarakan nilai-nilai Panca­ sila dalam kehidupan sehari-­ hari karena Pancasila merupa­ kan saripati dan landasan etis ber­kebangsaan. “Kembalikan Pancasila se­ bagai dasar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya. l ANDI NUGROHO

Sejumlah anak dalam pawai obor Malam Takbiran di Masjid Al Muhajirin, Kepaon, Denpasar, Bali, Rabu (7/8) malam. Pawai menyambut Idul Fitri 1434 H ini diiringi gamelan Blaganjur, yaitu gamelan khas Bali guna menjalin kerukunan umat Islam dan Hindu. ANTARA | NYOMAN BUDHIANA

Peran Musik untuk Membangun Pemusik Berkualitas Tanpa Narkoba MUSIK dalam tema besar dapat membentuk moral dan karakter manusia. Musik adalah ekspresi kebudayaan. Melalui musik, pencegahan terhadap bahaya narkoba juga bisa dilakukan. Sebagai upaya pencegahan bahaya narkoba, Badan Narko­ tika Nasional (BNN) dan Karya Cipta Indonesia (KCI) menggelar focus group discussion (fgd) di Lantai 2 Rolling Stone Café, Ja­ lan Ampera Raya, Jakarta Se­ latan, Rabu (31/7). Diskusi ini dihadiri di antaranya musisi senior, Enteng Tanamal dan mu­ sisi, Abdee Slank. Keterlibatan para musisi dan pencipta lagu ini merupakan bentuk komitmen dari para ar­ tis untuk bebas dari penyalah­ gunaan narkoba. Sebab, fenome­ na musik dan narkoba seakan menjadi “teman dekat”. Ketua Umum KCI, Dharma Oratmangun menyampaikan ke­ prihatinannya terhadap fenome­ na penyalahgunaan narkoba. Baginya, paradigma bermusik itu tidak harus menggunakan obat­obatan terlarang terlebih dulu, baru bisa berkreativitas. “Harusnya musik dapat men­ jadi opus dei, persembahan ke­ pada Tuhan Yang Maha Kuasa. Seharusnya, narkoba tidak men­ cemari musik tersebut,” katanya. Direktur Diseminasi Informasi

FOTO: DOK BNN

BNN, Gun Gun Siswadi membu­ ka diri untuk menyosialisasikan informasi penting mengenai pencegahan bahaya narkoba. Menurut Gun Gun, musik harus dapat mendiseminasikan dan mendorong masyarakat untuk tidak menyalahgunakan narko­ ba. “Masyarakat juga harus aktif jika ada yang menyalahgunakan narkoba,” ucapnya. Gun Gun menambahkan, Undang Undang No. 35 Tahun 2009 lebih bersifat humanis. Jika ada korban penyalahgu­ naan narkoba, seharusnya di­ rehabilitasi bukan dipenjara. “Masyarakat perlu mendukung kerja pemerintah yang mena­ ngani masalah narkoba ini. Ma­ syarakat tidak boleh mengha­ kimi, karena pecandu narkoba

merupakan korban yang harus dirawat,” katanya. Salah seorang personel Slank, Abdee berpendapat, per­ an orangtua untuk menyampai­ kan informasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba sejak dini, sangat penting. “Orang bermusik untuk menghasilkan karya kreatif, memang tidak perlu pakai narkoba,” ucapnya. Mengingat tiga orang teman di grup musiknya pernah ter­ jerumus dalam penyalahgunaan narkoba, Abdee mendukung pe­ nuh kerja BNN tersebut. “Saya hadir di sini, bukan hanya seba­ gai musisi tapi terlebih sebagai seorang ayah yang peduli dan tidak mau anak­anak saya ter­ jerumus dalam penyalahgunaan narkoba,” katanya. l ADV


SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

HARIAN NASIONAL

GELOMBANG

32 NEGERIKU

SEJAK awal sudah disadari para pendiri bangsa bahwa kita ini berbeda. Hakikat keindonesiaan justru karena keanekara­ gam­an itu. Kita tak bisa hidup tanpa kelompok yang lain. Artinya sama-sama saling membutuhkan. Negara ini sudah plural. Jadi pluralisme sebenarnya harga mati. Kami sudah mengarahkan gereja-­ gereja agar hidup berdampingan dengan umat agama lain. NKRI ini sudah dipertegas dengan Pancasila dan UUD 1945 sebagai pondasi bangsa. Pentingnya peran negara bertindak tegas jika ada sekelompok ter­tentu ingin me­ rusak NKRI. l JEIRRY SUMAMPOUW SEKRETARIS EKSEKUTIF PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA  (PGI)

UNTUK memahami pluralisme, kita perlu menghayati nuansa kebatinan para pendiri bangsa di zaman kemerdekaan dan masa-masa sebelumnya. Bangsa ini dibentuk oleh kebhinekaannya. Kalau ada kekuat­ an ingin membuat kebhinekaan ini jadi homogenitas, itu justru mengkhianati para pendiri bangsa. Kebhinekaan dan pluralisme adalah keniscayaan. Untuk melestarikan ini, yang mayoritas di mana pun harus melindungi minoritas. Kalau itu dilakukan, bangsa ini akan utuh dan lestari. l

SANG NYOMAN SUWISMA KETUA UMUM PARISADA HINDU DHARMA INDONESIA (PHDI)

BENNY SUSETYO SEKRETARIS EKSEKUTIF KONFERENSI WALI GEREJA INDONESIA (KWI)

PLURALISME menjadi jati diri bangsa. Perbedaan agama, suku, bahasa, identitas, kultur, menyatu dalam cara berpikir dan bertindak kita. Agama di Indonesia berasimilasi dengan budaya lokal. Problem kita sebenarnya bukan di pluralisme tetapi di intoleransi. Padahal, agama sumber kedamaian. Solusinya, kembali kepada konstitusi. KWI konsisten bahwa Pancasila sebagai dasar dan payung bersama bagi bangsa ini. Yang dibutuhkan adalah penegakan hukum yang tak diskriminatif dan universal. Kedua, pemahaman kembali dasar-dasar Pancasila yang diterapkan dalam cara hidup dan cara pandang antar warga negara. Ketiga, harus ada pemahaman agama yang utuh dalam konteks keindonesian, jangan ke negara lain. Sebab, agama di Indonesia konteksnya selalu dengan kultur. l

IRENE HIRASWARI GAYATRI PENELITI LIPI

Problem Keragaman DALAM konteks Indonesia, plu­ral­ itas masyarakat merupakan kenya­taan sejarah dan kekinian yang tetap eksis selama negara ini berdiri. Benarkah In­ donesia pasca-Soeharto me­nunjukkan demokrasi membaik, pemilu berjalan aman, damai, terbesar, dan paling fair sejak 1955? Apakah mungkin mempertahan­ kan keindonesiaan yang inklusif bagi ma­ syarakat dari semua agama atau kelompok minoritas? Pendekatan yang dianut negara me­ nentukan bagaimana keindonesia­an di­ jaga dalam konteks “ledakan” iden­­­titas. Konflik bernuansa etnis sem­pat terjadi pada 2000 di Kaliman­ tan Tengah dan Kalimantan Barat, na­mun mereka tak sampai menuntut pemisah­ an dari re­ publik. Meski masih belum menyelesai­ kan masalah dan de­markasi etnis masih ada di Sambas mau­pun Sampit, namun konflik tak berlanjut. Konflik di Poso dan Malino dapat ditengahi dengan pendekatan dialogis Malino 1 dan 2. Konflik etnonasional­ isme yang berujung pemisahan adalah Timor Timur, namun tak mengakibat­ kan efek domino. Namun pemerintahan pasca-Soe­ harto menghadapi residu politik ketika gejolak etnonasionalisme Aceh mun­ cul. Dengan dorongan internasional, pemerintah menerima metode dialog difasilitasi pihak ketiga hingga kesepa­ katan damai di Helsinki 2006, dicapai. Ujian bagi keindonesiaan kini un­ tuk aras gejolak etnonasionalisme ada­ lah di Papua. Apakah dalam menyele­ saikan gejolak ini pemerintah masih

KAMI ingin agar semua bangsa dan manusia di dunia ini damai sejahtera, saling mengasihi dan bekerja sama karena tak satu pun manusia bisa hidup sendiri. Kendati beragam, tetapi ada satu tujuan yaitu mencapai harmoni kesejahtera­an. Jangan berbuat jahat, banyak berbuat kebaikan serta sucikan hati dan pikiran. Metta Karuna Mudita Upekha yang berarti cinta kasih, welas kasih, sebagai kata kuncinya. Kita merasa senang melihat orang lain bahagia dan keseimbangan batin. Rohani dan jasmani harus seimbang. Filosofinya damai, harmoni, kerja sama, dan toleransi. Semua itu merupakan hal yang sangat penting demi kesejahtera­ an dalam keluarga dan masyarakat. l

melakukan pendekatan militeristik yang terbukti lebih “menjauhkan” ide keindo­ nesiaan dibandingkan menyetujui pen­ dekatan dialog?

HARIAN NASIONAL | JOKO S

K.H. AMIDHAN SHABERAH KETUA MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI)

PEMAHAMAN perbedaan plural tak bisa lain kita berbeda-beda, tapi tetap satu. Satu ideologi negara, falsafah negara, satu negara yaitu NKRI. Bahkan, MUI pernah memfatwakan tentang bughat, separatisme. Kalau itu ada, negara yang memerangi bukan penghakim­an sendiri. Jadi, kebhinekaan di Indonesia adalah keniscayaan. Kebhinekaan itu sudah ada dalam Pancasila. Sebagai muslim dalam pergaulan kita harus menghargai satu sama lain. Kita harus mematuhi agama masingmasing. Tak ada kerukunan antar iman, kalau dalam sosial tak apa-apa, namun dalam akidah tak bisa. Untuk itu, agar satu sama lain tetap satu dalam konteks Bhineka Tunggal Ika, ada dua hal. Pertama, satu sama lain jangan memasuki wilayah sensitif. Kedua, diadakan dialog kalau ada masalah. l

Di sisi lain, dari aspek keragaman identitas aga­ ma, Indonesia masih mem­ perlihatkan wajah problematik. Relasi an­ tara agama seringkali di­ warnai kecende­ rungan stig­matisasi. Ini tak lain merupakan karakter identitas yang bukan terberi me­ lainkan hasil rekonstruk­si dengan ide-ide di luar diri yang berkombinasi dengan faktor struktural atau kultural lainnya. Persepsi ancaman yang dirasakan akan memicu pengentalan dari suatu sumber masalah identitas agama lain. Se­ cara kultural, di Indonesia banyak kelom­ pok coba berdialog antaragama, antari­ man, sebab menyadari kecenderung­ an saling stigma itu. Namun, ketika cende­ rung berpihak pada sekelompok agama, ketika ada klaim dari sekelompok iden­

titas pencari legitimasi, negara telah ­mereproduksi kekerasan itu. Kebhinnekaan merupakan hal niscaya. Usaha mempertahankan ke-ika-an sebaik­ nya tak dipaksakan atau manipulatif, teru­ tama ketika kita berbicara mengenai ker­ agaman kultural, ketimpangan ekonomi, ketimpangan aspek perlakuan sosial, dan hak-hak politik yang masih diskriminatif pada sebagian kelompok masyarakat. Agar keindonesiaan tetap terawat, dalam konteks pasca-1998, berbagai upaya penyelesaian konflik dan refor­ masi lembaga politik terus berlangsung. Debat tentang apakah negara harus me­ ng­­akomodasi perbedaan identitas ­perlu dilangsungkan sebab ciri Indonesia di­ bangun di atas kemajemukan s­ebagai modal bagi keindonesiaan inklusif. Inklu­ si­vitas demokrasi secara teoretik ditandai de­ngan adagium klasik the government of all people. Sejak kita pahami narasi sejarah re­ publik ini, demokrasi dan nasionalisme Indonesia pada intinya memuat nilai-nilai inklusif. Sebab dalam demokrasi diperte­ mukan semua hal berlainan lewat kon­ sepsi politik yaitu warga negara. Di sini, demokrasi menuntut perilaku solidaritas dan komitmen bersama, dari semua rakyat dengan derajat multikul­ tural yang tinggi. l

TIM PELIPUT : ANDI NUGROHO, M. RIDWAN MAULANA

SOEDJITO KUSUMO KETUA MAJELIS THERAVADA WALUBI

KEBHINEKAAN niscaya karena di dunia ini tak ada yang sama 100 persen. Kebhinekaan harus dihargai eksistensinya yang secara sosial perlu disikapi dengan keharmonisan. Sedangkan pluralisme jangan disalahpahami sebagai pencampuradukan atau sinkretis. Untuk itu, kerukunan umat beragama harus disikapi dengan harmonis, namun jati diri tetap eksis. Artinya respek terhadap orang lain dengan tetap memiliki prinsip. Dalam menjaga kerukunan umat beragama, negara harus fair, clean dan clear berdasarkan hukum negara, bukan berdasarkan kepentingan politik mupun mayoritas-minoritas. Makna kemerdekaan dalam konteks kebebasan beragama adalah bebas yang bertanggung jawab. Kata kuncinya ada pada tepa salira. Apa yang diri tak inginkan, jangan lakukan kepada orang lain. l

BRATAYANA ONGKO WIJAYA KETUA BIDANG ORGANISASI DAN LINTAS AGAMA DP MAJELIS TINGGI AGAMA KHONGHUCU INDONESIA (MATAKIN)


HARIAN NASIONAL

SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

PERUBAHAN

NEGERIKU 33 KAUTSAR AZHARI NOER DOSEN UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

Tampilkan Wajah Damai

SAID AQIL SIRADJ KETUA PENGURUS BESAR NAHDLATUL ULAMA (PBNU)

PLURALISME harus kita hormati. Harus kita junjung tinggi. Tak boleh kita menolak kenyataan itu, namun justru harus kita syukuri. Kebhinekaan adalah fadillah (anugerah tuhan) bukan musibah. Bahwa faktanya masih sering terjadi ketegangan, konflik, kecemburu­ an sosial atau dinamika masyarakat lainnya, tak bisa dielakkan. Namun, bagaimanapun pluralisme di Indonesia lebih baik dibandingkan, misalnya, di Timur Tengah. Warga NU sudah paham menyikapi pluralisme. Sikap kami saling menghor­ mati, saling toleransi, saling menghargai perbedaan. Kami sangat mengharap­ kan, ke depan bangsa Indonesia kian dewasa dalam menafsirkan bangsa yang plural. Kebhinekaan itu harus kita lestarikan. l

ORANG sering menyalahpahami plu­ rali­sme teologis atau pluralisme agama. Ke­ salahpahaman itu, hanya ada satu agama pembawa kebenaran dan kese­ la­ matan. Dalam arti ini, orang sering membedakan secara sosiologis ketika orang meng­hormati orang lain yang berbeda ideologi, aliran poli­ tik atau agama, etnis, dan sebagainya. Ada kesan bahwa sikap meng­hormati orang be­da agama, sering dianggap plu­ ralisme. Padahal, itu belum tentu. Selain itu, ada ke­sa­lah­­pahaman pe­­­nyederha­­­­ na­­an pengertian plu­ral­­­­­­­isme agama. Orang me­­ng­artikan pluralisme se­­­bagai menyama­kan se­­­mua agama. Ini de­finisi yang terlalu se­der­ha­na. Pa­dahal secara aka­de­mis tidak seperti itu meski ada per­sama­an dan perbedaan. Persamaan itu ada, misalnya tujuan sama, tapi ritual ber­be­da. Apakah semua agama sama atau tidak, jawabannya paradoks, sama dan tidak sama. Di Indonesia, ada empat pilar ke­ bangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinne­ka Tunggal Ika, dan Negara Kesa­ tu­an Republik Indonesia (NKRI). Dalam hal pluralisme agama, bhinnekanya menghormati berbagai perbedaan. Un­ tuk itu, idealnya semua warga hidup ber­ dampingan namun tetap harus ada atur­ an termasuk aturan mendirikan tempat ibadah dan sebagai­nya. Bahwa ada kon­ flik agama, kekerasan atas nama agama,

bisa jadi ditunggangi kelompok tertentu. Kalau agama dipolitisasi, ini berbahaya. Solusi jangka pendek, pe­ merintah perlu menindak pe­laku kekerasan atau hukum ditegakkan. Pe­­me­rintah juga perlu men­­jadi me­diator ke­lompok yang ber­ tikai. Semua warga juga berperan. LSM seperti Wahid Institute, Se­­tara In­ s­titute, Nurcholish Madjid Socie­ty, Insti­ tute for Inter-Faith Dialogue in Indone­ sia (INTERFIDEI), ju­ga demi­kian untuk menam­pil­kan wajah agama yang damai.

Mesir. Paham eksklusif yang intoleran de­ ngan paham lain, bahkan seagama tapi be­da paham karena merasa paling benar serta masuk ranah politik, menimbulkan konflik dan sangat berbahaya. MudahAda ke­sa­lah­­pahaman mudahan di Indonesia tidak. Konflik pe­nye­der­ha­­­­­naan pengertian Sunni-Syiah di Madura, misalnya, hanya lokal. Di daerah lain seperti Yogyakarta plu­ral­­­­­­­isme agama. Orang baik-baik saja. me­ng­­artikan pluralisme Artinya, kerukunan beragama di se­­­bagai menyama­kan se­­­mua In­ donesia masih kuat. Tetapi harus agama. Ini de­finisi yang hati-hati dengan menegakkan empat terlalu se­der­ha­na. pilar ta­ di. Ada keterkaitan antara ke­ bhi­ nekaan de­ ngan pluralisme. Kalau orang tidak menghormati orang lain, Solusi jangka panjang adalah pendidi­ demokrasi hancur. Tak ada demokrasi kan, dimulai dari anak-anak kita (generasi tan­pa kebebasan, tan­pa pluralisme. penerus bangsa) untuk saling menghor­ Jadi pluralisme dengan demokrasi mati antarumat ber­agama, suku, budaya, ber­ kait erat dan tak bisa dipisahkan. dan seba­gainya. Se­lain taat kepada aga­ De­mokrasi yang sehat pasti menghor­ ma­ nya sendiri, me­ reka diajari meng­ ­ mati pluralisme, menjamin kebebasan, hormati pemeluk agama lain. Pendidikan dan menyuburkan civil society. Ter­ se­­macam ini seumur hidup. penting, etika moral. Demokrasi yang Sebagai bahan refleksi, lihat saja di sehat me­ng­andung etika moral. l

SIMON PETRUS LILI TJAJADI DOSEN STF DRIYARKARA JAKARTA

Stop Politik Pembiaran

INDONESIA dibentuk oleh keane­ka­ ragam­­­an kekayaan yang merupakan puncak-puncak dari kebudayaan daerah. Kemajemukan budaya dan suku, harus diatur sebaik-baiknya. Bagi Muhammadiyah yang multikultur dan multietnis, itu sudah selesai (soal pluralisme, red). Pluralisme itu mengenai toleransi terhadap koeksistensi; agamamu ya agamamu, agamaku ya agamaku. Tetapi ada pula wilayah yang harus saling bertanggung jawab dan bekerja sama, saling bahu-membahu dalam tata kehidupan harmonis. Misalnya persoal­ an etika, sosial, kemiskinan dan kasus korupsi, menjadi tantangan bagi semua agama. l

Agar masyarakat awam paham plu­ ralisme, ada dua level. Pertama, berkait kearifan lokal. Jika ini soal agama, jadi­ kan agama yang Indonesia. Kalau Islam ya Islam Indonesia bukan Islam Arab. Kalau Katolik, ya Katolik Indonesia bu­ kan Katolik Roma. Bagaimana iman kita dihayati dalam konteks budaya kita supaya kita tidak asing. Bahwa Tuhan itu seakan datang dari Arab atau dari Roma, seakan di sini tidak ada Tuhan, kita harus temukan Dia. Tuhan ada di sini.

HARIAN NASIONAL | JOKO S

ABDUL MU’TI SEKJEN PP MUHAMMADIYAH

PLURALISME merupakan bagian dari budaya kita. Bentangan 5.000 kilo­ me­ter dari Sabang sampai Merauke, ber­ ma­ cam suku, adat, kepercayaan, dan sis­­tem nilai, menunjukkan bagaimana plural­ nya kita. Ini kenyataan Indone­ sia yang perlu kita terima dan s­ yukuri. Plural­isme bermacam-macam. Ada plu­ ral­isme budaya, nilai, suku, status so­ sial, dan sebagainya. Kebhinekaan itu se­bagai kekayaan yang berangkat dari khasanah leluhur masing-masing. Dalam sebagian per­ jalanan pada hari-hari biasa, se­be­tulnya tak ada ma­ sa­lah. Saya habis dari Sumba, Bengka­ yang, Jawa Tengah. Saya lihat baik. Yang jadi masalah ada se­ kelompok dalam ma­syarakat yang bersikap anti­ pluralisme. Bahkan itu terwujud dalam kekerasan. Kelompok ini kecil, tapi keras dan menjadi ancaman. Bisa jadi ini karena politik pembiaran. Ini kepri­ hatinan kita. Namun secara umum saya mensyukuri pluralisme masih berjalan baik. Ada lagu Doris Day berjudul Que Sera Sera. Sebagian kutipannya: “Que Sera, Sera...Whatever will be, will be... The future’s not ours to see...” Apa yang terjadi di masa depan, kita tak tahu. Tetapi, jika politik pembiaran terus berlangsung, sebagai contoh kasus Cebong­an, itu tanda serius.

Agama dihayati dalam horison In­ donesia. Ini yang membuat kebang­ saan kita bertahan. Ada istilah Latin Verba Docent Exempla Trahunt. Katakata meng­ajar, tapi teladan itu (lebih)

menarik. Entah itu pimpinan daerah, pimpinan agama atau kepala suku, fungsi keteladanan lebih besar. Level kedua adalah struktur politik dan hukum. Hukum harus ditegakkan. Kamu ditangkap karena melanggar hu­ kum. Fungsi hukum harus fair bisa berlaku untuk semua. Harus ada pen­ jaminan kepastian hukum dari negara dan aparatnya. Sebenarnya untuk memahami plu­ ralisme, resepnya kembali ke Pancasila. Kala Orde Baru, tafsiran Pancasila ada­ lah tafsiran penguasa. Pasca reforma­ si, misalnya di Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bisa menjadi Wakil Gu­bernur. Ini tanda bagus bagi warga Tionghoa yang sebelumnya identik den­ gan dunia dagang, notaris, dan dokter. Namun, agar tak terjebak primordial sempit, pemahamilah diri yang terbatas, tak sempurna, dan terus belajar. De­ngan begitu, orang makin respek terhadap orang lain. Dalam konteks Indonesia, siapa yang bisa bicara eksklusif tentang Jawa tanpa mengaitkan China? l


SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

HARIAN NASIONAL

GELOMBANG

34 NEGERIKU HATTA RAJASA, MENKO PEREKONOMIAN

Bangsa Ini Perlu Bertransformasi INDONESIA punya ba­nyak pekerjaan rumah (PR) yang be­ lum tuntas. Dari korupsi, pe­ ngentasan kemiskinan, ke­ sen­ jangan sosial, hingga masalah impor pangan. Na­ mun beragam masalah itu se­ mestinya tidak menyurutkan ke­ percayaan diri bangsa ini. Di kantornya pada per­tengah­ an bulan lalu, Menteri Koordina­ tor Perekonomian Hatta Rajasa me­­­­­nyampaikan pandangannya ke­pada tim HARIAN NASIONAL ten­ tang langkah-langkah yang seyogianya bisa ditempuh untuk me­nyelesaikan berbagai per­ma­ sa­ lahan mendasar bang­ sa ini. Berikut petikannya:

produktif. Saya ambil contoh, apa yang kurang IT di Indonesia ini. Un­ tuk apa sih IT itu? percepat pro­ Pertama, mem­ ses. Kedua, membuat trans­pa­­ ran­­si. Yang ketiga, gover­nance bagus. Keempat, meng­hilangkan korupsi. Sebutlah mekanisme pro­ses lelang elek­ tronik untuk men­ cegah korupsi, sehingga orang ti­dak lagi ber­sentuhan sa­tu sama lain. Cukup online se­mua. Namun yang terjadi, meski se­ mua sudah punya kom­ puter tetapi orangnya tetap diminta datang juga. Belum lagi ketemu orang itu ber­­tele-te­le.­ Buntut-buntutnya m ­ in­­­­­­­­ta uang. Haha... Nggak bisa ki­ ta bo­hong­ilah. Jadi sistem ini apa? Di­rusak oleh manusianya kan?

Perdagangan bebas cenderung memihak negara maju. Bagai­ mana dengan posisi Indonesia? Soal APEC orang cenderung bicara liberalisasi. APEC itu kan muncul dari Bogor Goals tahun 1994. Bogor Goals tidak hanya liberalisasi, tapi juga ada yang di­sebut equitable develop­ ment. Jadi kita memerjuangkan per­­ dagangan bebas yang ber­ keadil­­an, tetapi juga pemerataan pem­­­bangunan melalui capacity buil­ding. Kalau sekadar bicara li­ber­al­ isasi perdagangan, kita akan ka­ lah. Contohnya sawit ki­ta. Mereka (negara maju, red) bilang sawit kita masalah karena pencemaran lingkungan. Ini kan nggak adil. Hal-hal seperti ini yang harus kita perjuangkan dalam APEC. Indonesia masuk G20 dan APEC. Artinya kita punya pe­ ran besar di dunia. Tapi kita tidak mengambil posisi itu? Sekarang saya tanya, siapa yang menyelesaikan persoalan Myanmar? Indonesia. Ketika negara-negara ASEAN lain mau menghukum Myanmar, jus­ tru Presiden SBY yang menya­takan, “Hey Myanmar, you harus road to democracy.” Indonesia pasang badan ke mana-mana. Makanya mereka respek sama kita. Pecah perang Kamboja-Thailand, siapa yang me­nyelesaikan? Indonesia. ­­Siapa yang paling gigih bicara Pales­ tina? Ya, Indonesia juga. Tapi ketika masalah Su­ riah, Indonesia tidak mau ikut cam­ pur karena itu masalah dalam negeri. Kita ambil peran dalam per­­ damaian dunia. Ketika Israel mem­bom­bardir Lebanon, Pak SBY am­bil peran dengan menel­ epon Ma­laysia karena wak­­tu itu menjabat Ketua Organization of the Islamic Con­ ference (OIC). ­Lahirlah Indonesia menjadi pen­ jaga perdamaian di Lebanon.

Indonesia masih impor bahan pangan. Bagaimana ini? Kita harus man­diri di bidang pangan. Be­ ras, segala macam. Tapi kita ti­­dak perlu ragu-ragu meng­impor sesuatu ma­na­kala kita kurang.

HARIAN NASIONAL | NUR­CHOLIS A. LUBIS

Indonesia punya banyak PR, mulai korupsi hingga ke­ mis­ kinan… Ya, kalau soal itu kita akui. Banyak sekali PR yang ha­ rus kita selesaikan walaupun juga ti­ dak boleh menghilangkan ba­ nyak prestasi yang kita capai. Tapi koruptor kok malah tampil di televisi. Za­man Presiden Soe­ harto, ko­ruptor malu… Nggak. Zaman Pak Harto ko­­­ rupsi tidak terhitung, ti­ dak ter­

lihat. Orang bisa bi­lang 30 per­sen uang hilang. Se­ ka­ rang berapa banyak bupati (ter­ jerat Komisi Pem­be­rantasan Korupsi). Ja­ngan­ kan itu, menteri saja diperiksa. Terus bagaimana cara mem­be­ rantas korupsi? China saja me­ nerapkan hukuman mati. Menurut saya KPK diperkuat. Semua institusi penegak hukum diperkuat. Gajinya kita beri yang besar. Kalau melanggar kita hu­ kum berat. Jangan memaksa

orang melakukan sesuatu, se­ men­ tara kehidupannya tidak kita pikirkan. Yang diperbaiki sistem atau manu­sianya dulu? Sebaik apa pun sistem kalau ma­nusia bobrok, jadi rusak sis­ tem itu. Tapi kalau manusia baik tan­ pa ada satu sistem nggak efisien. Jadi manusia yang baik akan membuat sistem baik. Sist­ em membuat kita menjadi ter­ pola, terpadu, efisien, dan

Yang diperlukan bangsa ini? Saya kira kita harus me­ la­ ­ ku­kan transformasi besar bang­­­ sa ini. Pada budaya, pada pola pikir. Kalau yang klasik, apa? Ekonomi harus maju. Ka­lau kita ukur pem­bangun­ an untuk meningkatkan kualitas ke­hi­dup­an manusia, se­­­ti­dak­nya ada tiga elemen da­sar. Pertama, berpendidikan yang baik se­ hingga akan men­ ja­ di manusia ber­­ilmu, ber­pengetahuan, dan ber­takwa ka­­rena pendidikan itu juga ter­ masuk pendidikan spi­ ritual. Ke­­dua, harus sehat dan, yang ke­tiga, harus sejahtera. Keti­ga elemen ini –ekonomi, ke­ sehatan, pen­­didikan– merupa­ kan da­sar pem­ben­tuk manusia. Akhirnya, pembangunan itu apa sih? To improve the quality of life. Agar menjadi manusia yang memakmurkan, rahmat bagi se­ mesta alam. As simple as that. Lainnya kita turunkan. Kua­ litas kehidupan manu­ sia harus meningkat. Bukan ke­ kaya­­­­an­nya. Kekayaan itu bagian ke­ cil dari kualitas kehidupan. Maka­nya orang pun mengatakan when wealth loss, nothing is lost. Artinya kalau kekayaan kita hi­ lang, sesungguhnya kita ti­­dak ke­ hilangan. When health lost, some­ thing is lost. But when cha­racter is lost, you lose everything. Kita akan membentuk ma­­nu­ sia yang tetap berkarakter put­ra Indonesia sekaligus men­jadi ma­ nusia global. l


HARIAN NASIONAL

SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

PERUBAHAN

EKONOMI 35

Untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan, Indonesia harus bisa meningkatkan kualitas infrastruktur dan sumber daya manusia. HARIAN NASIONAL | NUR­CHOLIS A. LUBIS

Great Moderation, GREATER INDONESIA KONTRIBUSI PENDORONG PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP TREN PERTUMBUHAN PDB RIIL RATA-RATA TAHUNAN 2011-2060 5

4

Pendalaman Modal dan Masukan Tenaga Kerja Modal Sumber Daya Manusia Total Factor Productivity

3

PDB

2

1

0

-1

Jer m Jep an Au ang str ia Ita Yu lia n Po ani rtu Po gal lan Pra dia nc is Lu ks Kor em ea Be burg la Sp nda an Slo yol v Fin enia l De andia nm Irla ark nd ia R Re Swusia p. S ed lov ia Hu akia ng ar Be ia l Ing gia gr Am eri Sw is Re ka S iss pu er blik ika C t Ka eko No nad rw a e Isla gia n Es dia Au tonia str ali Se lan Isr a dia ael Ar Bar ge u nti na Ch i Bra le si T l Af Mekurki rik a S siko Ara elata bS n au d Ind Chin i on a es ia Ind ia

Persentase Perubahan Rata-rata 2011-2060

MAJALAH The Economist me­no­ batkan Indonesia sebagai salah satu dari hanya tiga ne­ gara di dunia yang berhak menyandang julukan ‘’The Great Moderation’’ karena mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi stabil di kisaran 6-8 persen selama satu dekade terakhir. Selain Indone­ sia, terdapat pula Laos dan Ban­ gladesh dengan pertumbuhan stabil antara 6,2 persen hingga 8,7 persen. The great moderation me­rujuk pada stabilitas perekonomi­ an yang ditandai dengan inflasi rendah, pertumbuhan ekonomi positif, serta kepercayaan siklus naik-turun dalam ekonomi su­ dah teratasi. Ketika negara-negara Eropa dan negara maju di belahan lain dunia dilanda krisis utang, fis­ kal Indonesia justru bagus. Tem­ po delapan tahun rasio utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tercatat 56,6 persen (2004) menjadi 24,1 persen pada 2012. Sedangkan defisit anggaran negara hanya 2,38 persen dari PDB tahun ini. Kondisi ini lebih baik dibanding­ kan utang Singapura yang 108 persen dari PDB maupun utang negara-negara Zona Euro yang mencapai 90 persen dari PDB. Amerika Serikat, kekuatan eko­ nomi besar dunia, memiliki rasio utang 106 persen dan defisit 9 persen dari PDB. Namun kondisi ekonomi Indo­ nesia yang membanggakan terse­ but mendapatkan tantang­an he­ bat. Pertumbuhan ekonomi China

! yang tercatat hanya 7,5 persen pada triwulan kedua tahun ini – dari biasanya di atas 10 persen– turut berperan menyeret penu­ runan pertumbuhan Indonesia mengingat Negeri Tirai Bambu itu merupakan pasar utama ekspor dan impor negara ini. Pada triwulan pertama dan kedua tahun ini, ekonomi Indo­ nesia hanya tumbuh 5,81 persen, sementara bila dihitung semester pertama tahun ini men­ catatkan pertumbuhan 5,92 persen. Menurut Menko Perekonomi­ an Hatta Rajasa, pelemahan eko­ nomi tersebut merupakan fenom­ ena global. Namun jika dilihat dari pertumbuhan ekonomi negara G20, Indonesia berada di pering­ kat kedua setelah China dan men­

Sumber : OECD

galahkan India yang mencatatkan pertumbuhan 4,8 persen. ‘’Ini bukan fenomena Indo­ nesia. Semua melemah karena quantitative easing policy Ame­ rika sehingga dana itu tertarik. Saya yakin ini bersifat semen­ tara,’’ katanya menjelaskan. Dari pertumbuhan triwulan pertama sebesar 5,81 persen itu, konsumsi rumah tangga Indo­ nesia punya andil terbesar, 55,4 persen, investasi 32,7 persen, serta ekspor dan impor masingmasing 23,15 persen dan 25,72 persen. Belanja negara tercatat hanya 8,63 persen. Agar Indonesia bisa men­ capai target pertumbuhan 6 persen, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofjan

Wanandi pun menitikberatkan pada pengelolaan anggaran ne­ gara. Sejauh ini sekitar 80 per­ sen belanja negara habis untuk subsidi, utang, dan gaji. Hanya 20 persen sisanya untuk pem­ bangunan. ‘’Ini yang menjadi masalah. Harusnya bisa kita ubah dan pemerintah harus berani me­ ngetatkan ini semua, t­ermasuk pengeluaran-pengeluaran peme­ rintah yang tidak perlu, dan me­ ngurangi subsidi yang tidak perlu,’’ kata pemilik Grup Ge­ mala itu. Sementara ekonom Universi­ tas Atma Jaya Jakarta A. Prasety­ antoko menilai Indonesia masih terlalu bergantung pada komodi­ tas primer seperti batu bara dan

minyak kelapa sawit. Negeri ini juga cenderung menik­ mati ali­ ran masuk modal asing tanpa di­ barengi perubahan mendasar. Akibatnya, perekonomian Indo­ nesia rentan terhadap siklus li­ ­ kuiditas global. Ketika ekspor dan investasi tertekan, peme­ rintah seharusnya fokus pada pe­ nyerapan belanja modal. ‘’Sehingga jika bisa lebih cepat terserap, akan muncul dampak lanjutan,’’ ujarnya. Untuk bisa tetap berada da­ lam great moderation, Prasetyan­ toko minta pemerintah fokus pada proyek-proyek infrastruktur dan perbaikan sistem logistik. Lembaga internasional Mc­ Kinsey pernah meramal Indonesia sebagai negara dengan ekonomi terbesar ketujuh d ­ unia pada 2030. Namun ramalan itu bisa sirna bila peningkatan infra­ struktur keras dan lunak tidak memadai. Analisis Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangun­ an (OECD) menyebutkan, ter­ dapat tiga tantangan ekonomi Indonesia ke depan: memper­ cepat pembangunan infrastruk­ tur transportasi, meningkatkan kualitas pendidikan dan mengu­ rangi kesenjangan desa-kota dalam akses pendidikan, serta memperluas lapangan kerja. Jika tantangan-tantangan ter­­ sebut mampu dijawab, jalan lempang menuju The Greater Indo­nesia akan terwujud. Indo­ nesia Raya yang semakin jaya dan menyejahterakan masyara­ katnya. Semoga… l TON SUHARTONO | FIFIA A. HIMAWAN


SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

HARIAN NASIONAL

GELOMBANG

36 EKONOMI

Terima Kasih, Rakyat Indonesia... Konsumsi rumah tangga memberikan sumbangan 55 persen terhadap total PDB. TERIMA kasih, rakyat In­do­nesia. Sepatutnya pem­e­rintah ber­­terima kasih kepada rakyat Indonesia karena perekonomian In­ donesia diselamatkan dengan sumbangan konsumsi rumah tangga Indonesia yang cukup besar. Konsumsi rumah tangga ini­ lah yang me­ nyelamatkan per­ tumbuhan eko­ nomi Indonesia un­ tuk periode April-Juni 2013. Pada tri­ wulan kedua tahun ini ekonomi tum­buh 5,8 persen year on year, walaupun pertumbuhan ini me­­­lambat di­ bandingkan pe­riode Ja­nuariMaret 2013 lalu yang mencapai 6,0 persen year on year (yoy). Per­ tumbuhan pada triwulan ke­ dua 2013 juga masih bisa dianggap normal karena masih bisa tumbuh pada rata-ratanya selama tujuh tahun terakhir. Konsumsi Rumah Tangga Pertumbuhan ekonomi me­ ru­­ pakan perubahan dari Pro­ duk Domestik Bruto (PDB) an­ tar­­waktu. PDB didefinisikan se­­­­­­­­­­ bagai total output (barang dan jasa) akhir yang dihasilkan da­lam suatu perekonomian selama satu tahun. Selain diukur secara total sektoral, PDB juga dapat diukur dengan kom­ ponen pengeluaran yang me­­ liputi pengeluaran dari kon­­­sum­si rumah tangga, pe­­nge­ lua­ran pemerintah, investasi, ser­ ta eks­por dan impor. Dari kelima kom­­­ponen pengeluaran ter­se­but, konsumsi rumah tangga mem­ berikan sumbangan rata-rata 55 persen terhadap total PDB no­mi­ nal yang mencapai Rp 2.200 tri­ liun selama triwulan kedua 2013 tersebut. Sementara komponen pe­ nge­ luaran lain yang memberi­ kan sum­­ bangan terbesar beri­ kutnya ter­ hadap PDB nominal adalah in­­vestasi yang menyum­ bang se­­be­sar 33 persen, dan pe­ nge­luar­an pemerintah hanya 8,6 per­sen. Sedangkan untuk eks­ por wa­­laupun mem­berikan sum­ ba­ng­an sebesar 23,2 persen te­ tapi impornya mem­be­­rikan sum­ bang­an sebesar 25,7 persen se­­­ hingga netto ekspor-im­por men­­ jadi ne­gatif 2,5 persen yang ar­ti­ nya justru mengurangi PDB. Beruntung rumah tangga In­ do­­­­­­nesia senang b ­ erkonsumsi. Kon­­­­­tribusi konsumsi rumah tang­­ ga sebesar lebih dari 50 per­­sen ter­hadap PDB nomi­ nal cukup besar jika dibanding­ kan dengan China yang kurang

­a­ d ri 30 persen. Walaupun be­ lum sebesar Amerika Serikat 70 persen. Terlebih lagi jika dikait­ kan dengan faktor musim se­ perti pada saat Puasa-Lebaran, konsumsi rumah tangga In­ do­ nesia biasanya mencapai pun­ cak. Perayaan Idul Fitri ma­ sih identik dengan “pesta” yang perlu disambut meriah de­ ngan melakukan konsumsi se­ cara ber­ lebihan. Kemampuan kon­ sumsi tersebut didorong ber­ tam­bahnya gaji ke-13 atau b ­ ia­sa disebut sebagai tunjangan ha­ri raya (THR) yang diberikan dua minggu sebelum hari raya ti­ ba. Dengan komposisi yang do­ minan ini sepatutnya daya beli

56,5

ruk de­ ngan angka inflasi yang saat ini juga tinggi. Inflasi ada­ lah ke­naikan harga-harga secara keseluruhan. Inflasi yang tinggi akan menggerus daya beli ru­ mah tangga. Dengan pendapat­ an yang sama, jumlah barang yang dibeli rumah tangga men­ jadi berkurang. Di awal Agustus ini, Ba­dan Pusat Statistik (BPS) meng­ umumkan angka inflasi Juli men­capai 3,29 persen month-onmonth (mom) yang melesat naik dibandingkan bulan Juni lalu sebesar 1,03 persen mom dan secara tahunan mencapai 8,61 persen % (dibandingkan de­ngan Juli 2012). Tingginya inflasi bu­ lan Juli tersebut sebagai efek “babak kedua” (se­cond round effect) dari pasca­ pengumuman

Fitri sehingga se­ kalipun ter­ jadi penurunan daya beli dari pendapat­ annya, rumah tangga tetap berkonsumsi tinggi. Jika pendapatan kurang, masih ada tabungan yang memang di­­siapkan untuk menyambut hari raya tersebut. Maka un­tuk triwulan ketiga 2013, ke­mung­ kinan belum terlihat me­nu­run­ nya konsumsi rumah tang­ ga akibat inflasi tersebut. Efek in­ flasi terhadap turunnya daya be­ li baru akan terlihat pada Sep­tember dan seterusnya. Pengendalian inflasi menjadi pe­kerjaan pemerintah dan Bank Indonesia (BI). ­Pemerintah ber­ peran mengontrol inflasi dari sisi penawaran (suplai) sedang­ kan BI dari sisi permintaan (de­mand). Tekanan inflasi di

Perkembangan Konsumsi Rumah Tangga Indonesia terhadap PDB Nominal (dalam persen)

55,4

2010 2011 2012

32,7

32,0

Triwulan I - 2013 Triwulan II - 2013

9,1

8,6 4,1 0,3

Konsumsi Rumah Tangga

Pengeluaran Pemerintah

Investasi

Inventori

1,7

-2,6

Netto Ekspor Impor Sumber: Badan Pusat Statistik

rumah tangga sebagai penopang ekonomi terbesar perlu dijaga. Inflasi Mengurangi Daya Beli Melambatnya per­tum­buh­an ekonomi, pada gi­li­ran­nya, ju­ga akan mengurangi ke­mam­puan konsumsi rumah tang­ ga. Efek perlambatan eko­ no­ mi akan dii­ kuti me­nurunnya per­mintaan rumah tang­ga ka­rena ekspektasi me­nurunnya pen­­dapatan nomi­ nal. Me­nu­run­nya permintaan ru­ mah tang­ ga tersebut biasa­ nya di­res­pons oleh perusahaan deng­ an mengurangi produksi, dan se­ bagai konsekuensinya, pe­r­u­sa­­­ha­ an akan mengurangi jam ker­­ ja dalam bentuk lembur. Bah­ kan pengurangan tenaga kerja bia­ sa­ nya dilakukan pa­ da pekerja kon­trak. Siklus ter­se­but sema­ kin memperburuk per­tumbuhan eko­nomi pada periode­ berikutnya. Potensi perlambatan kon­ sum­­ si rumah tangga diperbu­

kenaikan har­ ga bahan bakar minyak pada 21 Juni lalu. Timga BBM sub­ ing kenaikan har­ sidi tersebut ter­ lalu dekat de­ ngan bulan Juli yang pada saat yang sama, selain ada tahun ajaran baru juga dimulai­ nya bulan Ramadhan dan Idul Fitri. Hajatan Rama­ dhan dan Idul Fitri selalu diikuti naik­nya har­ ga-harga, terutama ba­ han ma­ kanan. Kesempatan me­ng­am­­bil keuntungan dengan me­ naikkan harga-harga terlihat dengan lon­ jakan harga daging sa­ pi yang melesat hingga Rp 100.000 per kg, diikuti dengan naik­nya harga cabai rawit dan ba­ wang merah yang tidak ma­suk akal. Ketidak­ siapan pasok­an meng­antisipasi hajatan ta­ hun­ an tersebut me­ nambah be­ban ting­ginya inflasi. Lagi-lagi, beruntung tinggi­ nya in­ flasi terjadi pada saat sebagian besar rumah ­ tangga Indonesia me­ rayakan Idul

I­ n­donesia sebagian besar le­bih karena sisi penawaran akibat efek harga yang diatur pemerin­ tah dan harga yang bergejolak. Jika saat ini terjadi in­flasi yang tinggi karena efek kebijakan ke­ naikan BBM (har­ga yang diatur pemerintah), se­­mestinya peme­ rintah dan BI se­lanjutnya bisa memastikan in­ flasi bisa diken­ dalikan se­ hingga tidak terjadi lompatan be­ ri­ kutnya yang di luar dugaan. Kebijakan pemerintah mem­­ buka keran impor untuk me­ ­ mas­tikan pasokan tersedia be­ lumlah cu­kup karena pa­sokan dan inventori dikuasai swas­ ta. Jika penguasaan atas pasokan dan inventori di­kuasai oleh im­ portir yang mem­bentuk kartel, maka hi­ langnya pasokan dari pasar ma­ sih sangat mungkin terjadi dan menjadi sumber lonjakan in­flasi yang tidak ter­ kontrol.

ANALISIS

LANA SOELISTIANINGSIH Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

Pengeluaran Pemerintah S­eba­ gai Kompensasi Di tengah problem inflasi ini dan potensi menurunnya kon­­sumsi ru­ mah tangga, se­pa­tut­nya komponen pengeluaran pe­­me­rintah dimaksi­ malkan un­ tuk mengkompensasi penurun­an ter­sebut. Pengeluaran peme­rin­tah, terutama terkait be­ lanja mo­dal, dalam beberapa ta­ hun ter­ ak­ hir ini tidak terserap secara maksi­ mal karena berba­ gai alasan. Tidak hanya terkait masalah administrasi dan doku­ mentasi serta metode akuntansi yang dianggap rumit oleh kemen­ terian/lembaga, tetapi juga sin­ kronisasi penggunaan anggaran antara pemerin­ tah pusat dan daerah. Pada pelaksanaan proyek untuk publik masih terjadi lem­ par tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah. Dengan sisa waktu yang efek­­ tif hanya empat bulan hing­ ga akhir 2013 membuat pe­me­rintah harus melakukan te­ro­bo­san me­ maksimalkan be­ lanja mo­ dal se­ nilai Rp 199,85 triliun. Sayang­nya rea­ lisasi be­ lanja modal dari Ja­ nuari hing­ga Juni 2013 lalu ba­ru terserap 18 persen. Rea­lisasi be­ lanja modal yang maksimal akan memicu efek multiplier (penggan­ da) ter­­hadap perekonomian. Sa­tu proyek pemerintah bisa men­cip­ ta­kan turunan pekerjaan lain­nya yang tentunya bisa men­ cipta­ kan lapangan kerja baru dan mening­ katnya pendapat­an rumah tangga. Dengan cara ini pemerin­ tah bi­ sa menjaga pertumbuh­ an ­ eko­ nomi tidak turun lebih dalam la­gi hingga akhir tahun 2013 ini, sehingga konsumsi rumah tang­ga juga bisa dijaga tetap tinggi sebagai penyum­ bang terbesar PDB Indonesia. Lagi-lagi, beruntung rumah tangga Indonesia senang kon­ sumsi. Dirgahayu ke-68 Re­ publik Indonesia. l


HARIAN NASIONAL

SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

PERUBAHAN

EKONOMI 37

SYARIEF HASAN, MENTERI KOPERASI DAN USAHA KECIL MENENGAH (UKM)

Menuju Koperasi Berkelas Dunia CITA-CITA Bapak K ­ operasi Mo­­­ham­­mad Hatta menjadikan koperasi sebagai saka guru ekonomi bangsa sudah di depan mata. Target jumlah ­koperasi ta­ hun 2014 mencapai 200 ribu. Tapi target itu sudah ­ dicapai pada 2013 ini dengan menem­ bus angka 288 ribu. Untuk me­ ngetahui kondisi koperasi ter­ kini, di ruang kerjanya Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Me­ nengah (UKM) Syarief Hasan me­ nerima wartawan harian ini un­ tuk wawancara khusus. Bagaimana perkembangan ko­ pe­rasi di Indonesia saat ini? Sekarang koperasi telah men­­­­­ jadi saka guru ekonomi In­ do­ nesia. Seperti diungkap dalam UUD 1945 pasal 33 ayat 1, per­ eko­nomian disusun sebagai usa­ ha bersama berdasarkan asas ke­­keluargaan. Sedangkan dalam sistem perekonomian, usaha ber­ ­­­sama dan asas kekeluargaan ha­ nya dapat ditemui di dalam sis­ tem koperasi. Koperasi salah satu entitas usaha yang paling tepat bagi negara Indonesia ka­ rena masyarakat Indonesia me­ miliki budaya gotong royong. Ini yang telah menjadikan koperasi seba­ gai saka guru perekonomian In­ donesia. Tetapi selain dari koperasi ju­ga ada kegiatan ekonomi lainnya se­ perti Perseroan Terbatas (PT), Per­ usahaan Daerah (PD), Com­ man­ditaire Vennootschap (CV), serta berbagai jenis Usa­ha Kecil Menengah (UKM). Ja­di ki­ta harus memberikan pan­ dangan bahwa koperasi dan usa­ ha lainnya itu bersifat equal (sa­ma). Mereka me­ miliki usaha bersama dalam hal membangun perekonomian Indo­ nesia se­hing­ga harus di­dukung. Karena koperasi menjadi salah satu sistem ekonomi yang tepat bagi budaya Indonesia, maka pe­ merintah harus mem­prio­ri­tas­kan koperasi agar tumbuh dengan baik. Koperasi pada dasarnya memang lebih condong kepada masyarakat, untuk komunitas terkecil, bersifat kolektif dan go­ tong royong. Untuk itu harus di­ lakukan pembinaan, pe­ng­awas­ an, empowering, dan supervisi. Apa indikasi koperasi telah maju? Jika ada koperasi yang tidak aktif atau mati suri, itu hal b ­ iasa. Bahkan di usaha lainnya juga banyak yang seperti itu. Seperti PT hanya ada aktanya, tapi tidak jelas pergerakannya. Ada yang gulung tikar ada juga yang sukses. Dari sisi kualitas, yang menjadi pertanyaan apa­kah jum­

HARIAN NASIONAL | DONAL HUSNI

lah nilai tambah eko­nominya me­­­ ningkat atau tidak? Jumlah transaksi ekonomi se­tiap tahunnya juga meningkat. Data Kementerian Koperasi pada 2013 ini tercatat Rp 119 triliun transaksi ekonomi koperasi selu­ ruh Indonesia dari hanya Rp 50 triliun pada 2012. Artinya jika nilai ekonominya meningkat, maka pendapatan ekonomi ang­ gota juga semakin tinggi. Karena pertumbuhan ekonomi Indonesia selalu meningkat dari tahun ke tahun, maka dapat di­ pastikan terdapat suatu gerakan ekonomi di masyarakat, apa itu di koperasi atau UKM. Kenyata­ annya masyarakat Indonesia se­ makin makmur. Contohnya, se­ tiap orang kini sudah memiliki telepon genggam atau hand­ phone, bahkan ada yang memi­ liki tiga handphone per orang. Ini bukti dari sisi kualitas ekonomi Indonesia telah maju. Mengapa koperasi Indonesia belum bisa masuk ke dalam 300 koperasi terbesar versi In­ ternational Cooperative Alli­ ance (ICA)? Dari sisi kualitas jumlah om­

Omzet koperasi secara akumulatif sudah mencapai Rp 119 triliun. zet koperasi secara akumulatif sudah mencapai Rp 119 triliun. Untuk itu diharapkan koperasi bisa menjadi suatu lembaga yang mandiri dan tidak selalu disubsidi pemerintah. Karena­ nya pemerintah merevitalisasi Un­dang-Undang Perkoperasian No 25 Tahun 2008 ke UU No. 17 Ta­hun 2012. Seperti di negara-negara lain­ nya, kita juga mempersiapkan ko­­­­perasi Indonesia menjadi ko­­­­ perasi berkelas dunia. Se­be­­­nar­ nya Indonesia sudah me­ miliki beberapa koperasi besar, s­ eperti Koperasi Semen Gresik yang ber­ omzet triliunan, Koperasi Kos­ pin Jasa, Kredit Union, koperasi susu, Koperasi Obor Mas di NTT. Koperasi-koperasi itu ­nanti­nya akan kita dorong agar m ­ a­ suk keanggotaan International Coope­­­­­­ rative Alliance (ICA).

Dari segi kriteria beberapa tahun lalu koperasi Indonesia masuk ICA, namun setiap tahun target mereka selalu naik. Be­ berapa tahun lalu setiap kopera­ si dunia minimal memiliki omzet US$ 2 juta dan setiap tahunnya dinaikkan US$ 20 juta hingga kini ICA menaikkan targetnya menjadi US$ 1 miliar. Dalam rapat Kementerian Ko­ perasi bersama ICA di Jakarta be­ berapa waktu lalu, saya ber­pen­ dapat hal terpenting da­ lam pe­ nilaian koperasi dunia se­harusnya dari sisi jumlah ang­gota koperasi karena jika me­mi­liki banyak ang­ gota, maka itu ko­perasi yang ba­ gus. Usulan saya ini telah diterima ICA. Mu­dah-mudahan satu atau dua tahun ke depan koperasi In­ do­ nesia bisa masuk 300 besar anggota ICA. Jumlah anggota koperasi di Indonesia telah mencapai 33,2 juta orang. Ini luar biasa, sama dengan jumlah penduduk Ma­ laysia. Beberapa koperasi yang sudah berkelas nasional, akan kita kelola menjadi lebih baik. Namun untuk koperasi kecil, pe­ merintah akan melakukan pem­ binaan dalam bentuk keuangan,

pemasaran, dan pembinaan. Untuk akses keuangan, kita telah menyiapkan dana bergulir dari Lembaga Penyalur Dana Ber­ gulir (LPDB). Pembinaan lain­ nya akan diberikan pelatih­ an per­ koperasian, di antaranya kita me­ miliki training center bagi koperasi dan UKM. Apa target untuk koperasi In­ donesia tahun depan? Jumlah koperasi di Indonesia, dari tahun ke tahun, semakin bertambah. Data Kementerian Koperasi di mencatat ada 150 ribu koperasi. Tahun 2014 ditar­ getkan koperasi mencapai angka 200 ribu. Namun target itu sudah dicapai pada 2013 ini dengan menembus angka 288 ribu. Arti­ nya semakin banyak koperasi, semakin banyak pula aktivitas­ nya. Jika semakin ba­nyak aktivi­ tas, maka koperasi sebagai ben­ tuk kegiatan institusi berdasar­ kan asas kebersamaan dan go­ tong royong untuk mencari nilai tambah ekonomi, telah mampu menopang kepentingan dan ke­se­ jahteraan ekonomi anggotanya. l FIFIA A. HIMAWAN | DIAN RISKI ROSMAYANTI | TON SUHARTONO


SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

38

HARIAN NASIONAL

GELOMBANG

LIFESTYLE

KunoKini

Cinta Negeri lewat Musik Mereka konsisten mengangkat alat musik tradisional sebagai medium untuk berkarya. MEDIO Agustus 2013, dari Sanggar Maria di Kompleks Perumahan Studio Alam Depok, sayup terdengar suara permainan musik. Awalnya suara kelontang bertalu. Musik semakin hidup saat suara kelontang berpadu dengan gendang jawa dan dentuman alat musik gabungan dari rebana dan djembe. Suara alat-alat musik yang dimainkan Adhi Bhismo Wrhaspati, Astari “Bebi” Achiel, dan Muhamad “Firzy “Nur Firdaus yang tergabung dalam grup musik KunoKini itu memecah kesunyian malam, seakan membuat tubuh kita ingin menari. KunoKini, grup Indo Beat Ethnic Experimental yang eksis sejak 2003 ini, memang bertekad untuk terus berkarya dengan mengangkat alat-alat musik tradisional negeri ini. Arti nama KunoKini terinspirasi dari konsep musik yang mereka ciptakan. “Kuno” berarti tradi­ sional, yaitu menggunakan alatalat tradisional. “Kini” berarti aransemen musik yang dihasilkan bernuansa zaman sekarang. Tak sekadar merambah du­ nia musik dalam negeri, Kuno­­ Kini telah melebarkan sayap hingga ke negeri orang. Bahkan saat kali pertama tampil, Kuno­ Kini justru bukan bermain di dalam negeri, melainkan tampil di Wismar, Jerman, saat meng­ ikuti Folklore Festival pada 2003. Di Wismar KunoKini sukses me­­ raih penghargaan, “Best Per­formance Music”. “Saat kami tampil apresiasi mas­ yarakat luar sangat

FOTO-FOTO: HARIAN NASIONAL | NURCHOLIS A. LUBIS

besar. Mereka terpukau dengan penampilan kita walaupun kami bermain biasa saja. Dapat di­kata­ kan apresiasi masyarakat luar lebih besar dibandingkan de­ngan bangsa sendiri,” tutur Bhismo. Setelah satu dekade ber­ karya di dalam maupun luar negeri, pada 2013 ini KunoKini ingin merayakan ulang tahun ke-10 mereka dengan sebuah misi: menyebarkan virus musik tradisional. “Se­benarnya, membicarakan mengenai penyebaran virus itu sudah cukup lama, sejak tahun 2003. Kita menyebarkan virus dengan cara mengajak anak-anak sekolah me­­­­ne­ngah atas dan mahasiswa untuk memper­

kenalkan mengenai alat musik tradi­ sional, lalu seperti me­ ngadakan talk show untuk me­ rangkul anak-anak muda agar mencintai musik tradisional,” jelas Bhismo. Tentang per­kemba­ng­an alat musik tradisional, Bhis­mo me­­­ maparkan, KunoKini ya­ kin bahwa alat musik tra­ disional Indo­nesia dapat ber­saing dengan alat musik mo­dern. “Tapi semua itu akan ber­jalan jika pemerintah ne­gara kita mendukungnya. Jika tidak, percuma saja kita mencoba memasarkan tanpa adanya bantuan dari pi­hak pemerintah.” Sepanjang karier ber­­mu­sik­­­ nya, Ku­noKini telah me­­rilis album Reinkarnasi. Walau ba­ ru berbekal satu album, KunoKini sudah me­langlang

buana sampai panggung musik Jerman, Belanda, dan Austra­ lia.  Di dalam negeri, berbagai wilayah di Nusantara sudah mereka sambangi.   Demi menguatkan eksis­ tensinya di dunia musik internasional, KunoKini berencana menyelenggarakan konser drama musikal.  Selain itu pada 2013 ini, mereka juga akan mengadakan konser di Opera House Sydney bersama Jaya Suprana. “Kami hanya berharap se­ moga ke depannya musik Indonesia lebih baik lagi. Jangan pernah meninggalkan kebudayaan negara kita. Tanpa kita sadar, negara kita sangat kaya kebudayaan di­ban­ding­ kan dengan negara lain. Namun sayangnya kita tidak menyadari hal itu. Ketika sema­ ngat ke­ budayaan dalam hal musik mulai padam, coba untuk membakarnya lagi dan terus membakar agar tidak pernah padam,” kata Bebi. l CINDY MELISSA PUTRI

KunoKini Terbentu

k: Tahun

2003

Persone Bhismo W l: rhaspati Astari “B ebi” Achie Muhama l d “Firzy “ Nur Firda us Album:

Reinkarn a

si


HARIAN NASIONAL

SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

PERUBAHAN

LIFESTYLE 39 FOTO-FOTO: DOK.PRIBADI

Tempting Strawberries karya Ella Wijt

Manuela Wijayanti

Misi

“Gadis Stroberi” Selain ingin terus berkarya di negeri sendiri, Manuela Wijayanti mempunyai misi untuk ikut mencerdaskan masyarakat Indonesia. SAAT usianya me­ng­­injak 17 tahun pada 2005, ia sudah mengadakan pameran lukis tunggal digelar di Museum Nasional bertema, “It’s Just Been Started”. Setahun kemudian, di tempat yang sama ia m­ enggelar pameran tunggal keduanya, kali ini bertajuk “Chasing After Wind (Men­­ jaring Angin)”. Menginjak usia 19 ta­ hun, ia sukses meng-gelar pameran tunggal di Chicago, Amerika Serikat. Sebuah prestasi yang bukan mainmain tentunya. Lebih dikenal dengan nama Ella Wijt, gadis muda kela­hiran Ja­ karta 1990 ini memang memiliki segudang prestasi. Terutama yang berkaitan dengan dunia seni rupa. Di tahun 2005, Ella dinobatkan se­ bagai “One of The Best Three pada Ciputra Painting Competition in Jakarta, Indonesia”. Tahun 2007 meraih “Receive Deed Appreciation dari The National Museum of Indo­ nesia as one of the best youth pain­ ting artist”. Itu hanya contoh kecil. Masih banyak sederet penghargaan lain yang sukses diraihnya. Kini, terhitung sejak 2012 Ella tinggal di negeri Paman Sam guna menimba ilmu di School of The Art Institute of Chicago (SAIC), Chicago. Bagaimana kabar sang “gadis stro­ beri” saat ini? “Budaya, cuaca, dan kuliner di sini (Chicago) sangat berbeda de­ ngan di Indonesia. Chicago adalah kota yang sangat ber­ angin, jadi hampir sepanjang tahun cuaca se­ lalu dingin. Makanan di sini keba­

nyakan fast food, waktu saya per­ tama da-tang, berat badan saya turun se-kitar 4 kg karena susah cari nasi di sini,” kata Ella via surat elektronik. Ella pun kemudian bertutur kalau studinya di SAIC berjalan baik, April lalu ia terpilih sebagai salah satu peserta pameran Art­ Bash 2013. ArtBash adalah pa­mer­ an untuk mahasiswa seni terbaik yang dipilih oleh dosen-dosen dan dekan SAIC. Sebetul-nya, sebelum berpetualang di Chicago, Ella ter­ lebih dulu merantau ke Singapura, studi di Nanyang Academy of Fine Arts (NAFA). “Studi di SAIC sudah saya ren­ canakan sejak lama. Tahun 2008 saya sebenarnya sudah apply ke SAIC dan diterima, tetapi karena pada saat itu ada masalah krisis moneter, sangat susah untuk men­ dapatkan visa, jadi saya apply ke Nanyang dan Puji Tuhan saya dapat beasiswa di sana. Jadi sambil me­ nunggu untuk belajar di SAIC, saya belajar di NAFA dan kemudian saya transfer kredit yang telah saya ambil di NAFA ke SAIC sehingga saya tidak perlu mengulang lagi dari awal”, kata Ella. Karena portofolio karyanya di­ nilai oleh pihak SAIC di atas ratarata, Ella sukses meraih program Presidential Merit Scholarship. Ber­ modal beasiswa ini, Ella tidak perlu membayar penuh biaya kuliahnya.  Di Tanah Air, Ella dikenal oleh para penikmat seni rupa sebagai seni­

man yang gemar menggambar buah stroberi di atas kanvasnya. Tapi saat ini menurut Ella karya-karyanya banyak mengalami perubahan, “Karya saya berubah banyak. Tapi menurut saya tidak masalah, saya masih dalam proses pende­ wasaan dalam memproduksi karya seni. Tetapi dengan berubahnya subject matters saya, bukan berarti saya tidak akan melukis dengan tema stroberi lagi,” ucapnya. Selesai menimba ilmu di SAIC, Ella yang bertekad terus konsisten bergulat di dunia seni rupa juga mempunyai misi ingin mencerdas­ kan masyarakat Indonesia, “Amerika punya ba-nyak sekali buku penge­ tahuan yang belum diterbitkan di Indonesia. Dengan mendapat kesempatan belajar dan membaca buku-buku tersebut, saya merasa ter­­­bebani untuk mencerdaskan ma­ s­yarakat Indonesia juga. Saya punya cita-cita menerjemahkan buku-buku asing yang bermanfaat untuk anak muda Indonesia supaya pan­ dangan orang Indonesia semakin luas”. Untuk dunia seni rupa di Indo­ nesia, Ella beranggapan saat ini sudah banyak kemajuan. Banyak orang Indonesia sekarang mulai menghargai karya seni, juga banyak anak muda yang membuat karyakarya sa­ngat unik. “Saya bangga menjadi orang In­ donesia, karena karya seni dan bu­ daya Indonesia sangat terkenal di negara-negara asing,” ujarnya. l DARMA ISMAYANTO

Purple Princess (Ella Wijt)

Splashin’ Strawberries (Ella Wijt)

tentang ELLA Lahir : Jakarta, 8 Mei 1990 Pendidikan: - SMA Saint Peter Jakarta, 2008 - Nanyang Academy of Fine Arts, Singapore (Diploma in Fine Art), 2012 - School of The Art Institute of Chicago, Chicago, USA (Bachelor of Fine Art), 2015 Prestasi: - 2012 Receive Presidential Merit Scholarship from School of The Art Institute of Chicago, USA - 2011 Consolation Prize, History Channel: Ice Road Truckers Art competition - 2009 Receive Tuition Grant Deed from Nanyang Academy of Fine Arts, Singapore - 2007 Receive Deed Appreciation from The National Museum of Indonesia as one of the best youth painting artist. - 2005 One of The Best Three at Ciputra Painting Competition in Jakarta, Indonesia.


SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

HARIAN NASIONAL

GELOMBANG

40 LIFESTYLE

Imelda Ahyar

Fesyen Renjana Hidup

FOTO-FOTO: | KOLEKSI IMELDA AHYAR

Bermodal tekad baja dan kerja keras, Mel sukses mewujudkan impiannya menjadi seorang desainer. Kini desain rancangannya menjadi salah satu favorit di kalangan public figure Indonesia. PERKEMBANGAN fes­yen di ber­­ bagai negara semakin hari kian pesat. Termasuk di Indonesia. Kini, tak dapat disangkal, bahwa produk fesyen anak bangsa pun tidak diragukan lagi kualitasnya. Bahkan hasil rancangan desain­ er Indonesia kini mendapatkan tempat di hati para pecinta fe­ syen luar negeri. Imelda Ahyar Happa, akrab di sapa Mel Ahyar, adalah salah satu contoh desainer muda Indo­ nesia yang mampu menembus kancah internasional. Sederetan karyanya, menjadi bukti bahwa In­ donesia mampu unjuk gigi di dunia fesyen global. Menurut Mel, bakatnya men­ jadi desainer telah ada sejak ke­

cil. Hal itu yang mendorongnya mantap masuk ke sekolah mode. Namun keinginan itu tak kunjung mendapat restu. Sang ayah menilai dunia fesyen tidak memiliki masa depan. Sekolah bisnis adalah masa depan yang dirancang sang ayah untuk Mel agar bisa meneruskan usaha keluarga. Setiap keputus­ an Mel untuk memilih jalur di luar bisnis selalu ditentang. Sebelum menggeluti d ­unia mode, Mel awalnya sempat me­ nempuh Jurusan Arsitektur di sebuah perguruan tinggi di Ban­ dung. Sempat pula terpaksa menuruti keinginan sang ayah untuk mengurusi bisnis ke­luarga di Palembang. Tapi ternya­ta jalan

hidup membawanya pada dunia yang menjadi hasratnya selama ini, desainer fesyen. “Menjadi desainer adalah mimpi besar saya. Kerja keras membuat saya dapat mewujud­ kannya,” kata Mel saat ditemui di workshop-nya di daerah Ci­ pete, Jakarta Selatan. Tahun 2000, saat booming industri fesyen mencetak de­ sainer-desainer muda Indonesia, hasrat Mel semakin tak terben­ dung. Dia pun menjajal kemam­ puan merancang busana, meski tidak memiliki latar belakang di bidang desain fesyen. Saat berusia 19 tahun, Mel mantap belajar desain fesyen. Awalnya dia belajar di ESMOD Jakarta,


HARIAN NASIONAL

SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

PERUBAHAN lalu memperda­lam pengetahuan modenya di sekolah mode ES­ MOD Prancis de­ngan spesialisa­ si couture. Meski sang ayah berat hati melepasnya ke Prancis saat itu, Mel bergeming. Ternyata tak salah apa yang diperjuangkan Mel. Ia mampu menjawab keraguan sang ayah dengan kesuksesan. Segudang prestasi telah diraihnya. “Kalau dalam hal akademik, dari tahun pertama hingga tahun terakhir saya selalu dapat penghargaan, seperti The Best Pattern Award dan Jury Award. Penghargaan yang saya terima sifatnya favorit.” Mel bahkan menjadi lulus­ an terbaik kedua di tempatnya belajar dan mendapatkan peng­ hargaan dari Emanuel Ungaro, desainer ternama asal Prancis. Usai menamatkan sekolah modenya di Prancis pada 2006, Mel memutuskan balik ke Tanah Air dan memulai karier di dunia fesyen dengan menerima tawaran kerja di salah satu perusahaan garmen pengusung mode mo­ dern, Mama&Leon, di Bali. Mel bertahan hanya tiga ta­ hun bekerja di Mama&Leon. Hati kecil mengajaknya memba­ ngun kerajaan fesyennya sendiri. Berbekal ilmu di bidang fesyen, Mel lantas membangun tren de­

sain sendiri dengan mengusung nama sendiri. Pada 2009 dengan tema “Earthvolution A Nouvelle Cou­ ture Show”, Mel menggelar pera­ gaan busana perdananya. Acara ini langsung menjadi buah bibir. Apresiasi para pencinta fesyen Tanah Air pada hasil karya dan rancangan Mel cukup antusias saat itu. Mel pun mulai keban­ jiran pesanan. Dunia fesyen yang telah diperjuangkannya dengan tekad baja kini membuahkan hasil ma­ nis. Desain rancangan Mel men­ jadi salah satu desain favorit di kalangan public figure Indonesia. Sebut saja Agnes Monica yang menggunakan gaun rancangan­ nya saat menghadiri premier film Oblivion di Inggris, lalu Ang­ gun C. Sasmi di salah satu kon­ sernya, dan Andien yang disebut Mel sebagai langganan dari ran­ cangannya. “Saya senang jika orang yang mengenakan hasil rancangan saya senang. Bangga bisa mem­ buat mereka happy,” kata Mel. Mel optimistis dunia fesyen Indonesia dapat bersaing de­ ngan fesyen di luar negeri. “In­ donesia itu mampu bersaing dari sisi desain. Kita bahkan me­ nang se­langkah dari China dari

LIFESTYLE 41 sisi kreativitas. China menang dalam hal bahan baku dan sum­ ber daya manusia saja.” Mel menjelaskan, bah­wa se­ lama ini Indonesia sudah go internasional melalui beberapa produk lokal yang sudah ada di London dan Singapura. Hal ini terjadi berkat dukungan masyarakat yang bangga meng­ gunakan produk negeri sendiri. Indonesia Fas­ hion Week, Ja­ karta Fashion Week, Bazaar Fa­ shion Festival menjadi jendela untuk memperlihatkan pada du­nia bagaimana indahnya ha­ sil karya tangan anak bangsa. “Kalau berbicara harapan, kita harus selalu punya. Itu yang membuat kita akan terus berjalan lebih baik lagi. Saya sudah bersyukur dengan apa yang saya dapatkan saat ini, namun ke depannya masih ban­ yak mimpi yang ingin saya capai dengan tetap berkarier di Indo­ nesia. Biar­ kan karya saya saja yang keluar, saya di Indonesia. Kita dapat memanfaatkan sum­ ber daya manusia yang ada di sini, sumber daya alamnya juga agar industrinya hidup, jangan sukses lalu pindah keluar jadi seperti tidak ada kontribusi de­ ngan bangsa sendiri,” kata Mel. l CINDY MELISSA PUTRI

tentang MEL

Lahir: Palembang, 1982 Pendidikan Mode : 2005-2006 ESMOD PARIS International ‘Nouvelle couture’ specialization, Fashion design & Pattern drafting. 2000–2003 ESMOD JAKARTA International ‘femme’ specialization, 3 years program Fashion design & Pattern drafting. Peragaan Busana : 2009 Fashion Show Single “EarthVolution” Mulia Hotel Jakarta. 2008 Fashion Show “The Masterpiece TOP 30 designers” in association with HighEnd Magazine. 2007 Fashion Designer Miss Indonesia in Talent show for Miss World Sanya CHINA. 2007 Fashion Designer, Top Five Miss Indonesia, in association with RCTI. 2007 Fashion Designer, ‘Indonesian Idol 4’ in association with RCTI. 2007 Fashion Show – 10 Young Indonesian Designers, 2007 Jakarta Fashion & Food Festival (JF3). Karier: 2009-present Fashion Design Partime Lecturer for RAFFLES Design Institute Jakarta. 2007-present Owner and Creative director of Mel Ahyar Couture. 2004-2005 Costume stage designer of Indonesian artists. 2003-2005 Full time Fashion Designer at mama&Leon BALI. Penghargaan : 2006 Special Award ‘Coup de Coeur’ from Emmanuel Ungaro Graduated ESMOD PARIS, FRANCE. 2006 The Best ‘Nouvelle Couture’ Graduated, ESMOD PARIS, FRANCE 2003 Special Jury Award, Graduated 3 years program ESMOD Jakarta. 2003 Special Jury Award, ‘140 years French Fashion History’ France Embassy. 2001 The Best Pattern Maker, Graduated 1 year program ESMOD Jakarta.


SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

HARIAN NASIONAL

GELOMBANG

42 LIFESTYLE Christiawan Lie

p u d i H s a t i l a t o T

untuk Komik Ia salah satu sosok di balik kesuksesan film Transformers 3: Dark of the Moon.

FOTO-FOTO: HARIAN NASIONAL | NURCHOLIS A. LUBIS

KETIKA Transformers 3: Dark

of the Moon dirilis pada 23 Juni 2011, film ini me­ raup keuntungan hingga US$ 1 miliar dan menjadi salah satu film yang merajai tangga film dunia dua tahun silam. Kesuk­ sesan itu mengi­ kuti dua se­ kuel pendahulunya, yaitu Transformers yang rilis pada 2007 dan Transfor­m ers 2: Raise of the Fallen pada 2009. Dari sederatan nama besar yang membesut film Transformers 3, terselip nama Christiawan Lie ­ilustrator komik asal Indonesia. Kiprah Chris sebagai ilustra­ tor komik bermula dari keputu­ sannya melanjutkan pendidikan di Savannah College of Art and Design, Georgia, Amerika Serikat pada 2003. Sebagai pe­ megang beasiswa Fulbright di universitas tersebut, Chris mengambil jurus­ an Sequential Art atau Komik. “Saya hanya ingin hidup dari dan untuk komik. Itu kenapa saya mengambil jurusan ini,” ujarnya. Memasuki tahun ke­ dua masa studinya, Chris mengambil kesem­ patan magang di sebuah perusahaan pe­ nerbitan Devil’s Due Publishing. “Jangan pikir saya langsung membuat sketsa ko­mik, karena kemampuan saya masih sangat kurang. Saya lebih banyak menghabiskan waktu dengan pekerjaan yang bersifat administratif di sana,” katanya. Chris tidak menganggap gam­ pang pekerjaan “ad­mi­nis­tratif”nya. Dia percaya, kesempatan untuk membuat ilustrasi komik akan datang pada saat yang tepat. Pada 2004, dia ditawari atasannya un­ tuk mengikuti tes membuat ilus­ trasi GI Joe untuk Hasbro, sebuah

tentang CHRISTIAWAN Lahir : Solo, 5 September 1974 Istri : Rennie Setyadharma Pendidikan: - Arsitektur ITB (S-1, 1997) - Sequential Art, Savannah College of Art and Design, AS (Master, 2005) Pekerjaan: - Devil’s Due Publishing, Inc, Chicago 2004. - Concept designer, illustrator, comic artist, freelance, 1999-2007. - Pendiri - Direktur Caravan Studio, 2008-sekarang. Karya:  - Transformers vs GI Joe, Hasbro. - GI Joe Sigma 6, Hasbro. - Voltron Covers, Hasbro. -  Dungeons and Dragon Eberron, Hasbro. -  Drafted (komik berseri), Hasbro. -  Return to Labyrinth, Tokyopop. - Ninja Tales and Cthulhu Tales, BOOM Studios. -  GI Joe: Sigma 6 & 25th Anniversary Toys Line/Action Figure’s Design and Packaging Illustrations, Hasbro. -  GI Joe, Arashikage Showdown Graphic Novel, Devil’s Due Publishing. -  Josie and the Pussycats (komik berseri), Archie Comics Publications Penghargaan - Pemenang Street Fighter IV XBOX 360 Game Art Contest 2009 - Finalist Telkom’s Indigo Fellow Creatiivepreneur 2009 - Finalist International Young Creative Entrepreneur 2008 - TRAX Magazine, Hot & Freaky People 2007 - Juara II AXN-Asia Drawing Contest 2002 - Juara I Singapore Comic and Illustration Competition 2002 - Juara I AXN-Asia Anime Action Strip Contest 2001 - Juara I Jakarta International Art Festival 2001 - Pemenang MTV-Face of the Millennium 2000

pe­rusahaan mainan raksasa asal Amerika Serikat. Dari beberapa sket, GI Joe versi Chrislah yang dilirik Has­ bro. “Itulah karya pertama saya.” Tidak lama, tawaran dari To­ kyopop, sebuah penerbit anime asal Los Angeles, pun datang. Salah satu komik Chris berjudul Return to Labyrinth yang diterbit­ kan Tokyopop pada 2006, bahkan menjadi salah satu komik terlaris di Amerika Serikat. Sejak itu, pintu Chris mendapatkan proyek besar lainnya pun terbuka.

Setelah merampungkan pen­ didikannya pada 2006, Chris kembali ke Indonesia dengan mengantongi empat proyek seka­ ligus. Awal Januari 2008, dia mendirikan Caravan Studio de­ ngan bermodalkan empat orang ilustrator. Kini, di usia enam tahun, studio yang dipimpinnya telah memiliki lebih dari 30 ilus­ trator muda berbakat. Mereka mengerjakan proyek i­ lustrasi dari perusahaan-perusahaan ter­ nama seperti Tokyopop, LEGO, Marvel Studios, Fantasy Flight Games, Mattel, dan banyak lagi. Bahkan hubungan baiknya de­ ngan Hasbro membuatnya kem­ bali dipercaya untuk menggarap Transformers 3. Perkembangan pesat Cara­ van Studio diakui Chris ditopang juga oleh pasar ilustrasi komik dunia dan dalam negeri. “Se­ lalu ada saja yang butuh tenaga kami. Saya rasa, dengan sema­ kin berkembangnya perfilman nasional, peluang bagi ilustrator komik semakin besar,” ucapnya optimistis. Meski begitu, menurut Chris ada dua hal yang sela­ ma ini menjadi kendala untuk mengembangkan ilustrasi komik di Indonesia. Pertama perusa­ haan kerap kali tidak tahu ke mana harus mencari jasa ilus­ trator. Kedua, adanya paradigma bahwa ilustrasi komik adalah barang mahal. ”Ya, saya maklum kok. Hanya saja, ilustrasi komik kan termasuk karya seni dan menghasilkannya bukan sesua­ tu yang gampang. Saya rasa orang yang mengerti itu pasti tidak akan keberatan dengan banderol harga,” katanya. Tak cepat merasa puas, Chris berharap Caravan Studio dapat mengerjakan proyek film di masa depan. “Saya tahu tidak mudah. Tapi saya akan berjuang untuk itu.” l SISKA MARIA EVILINE


HARIAN NASIONAL

SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

PERUBAHAN

LIFESTYLE 43 Ken Dean Lawadinata

FOTO-FOTO: HARIAN NASIONAL | DONAL HUSNI

Tantangan Edukasi Member

KASKUS forum komunitas online terbesar di Indonesia, mungkin tidak asing di telin­ ga Anda. KASKUS. Situs yang dibangun Andrew Darwis pada 9 November 1999 itu mampu me­ nyedot lebih dari satu juta pen­ gunjung dengan 15 juta page view setiap harinya. Selain tersemat nama An­ drew di balik kesuksesan KAS­ KUS juga terdapat Ken Dean Lawadinata. Seorang pria muda berjiwa positif dan spontan, yang menjadi ahli strategi bisnis sekaligus CEO (Chief Executive Officer) KASKUS. Semua berawal pada 2004 saat Ken terbang ke Seattle, Amerika Serikat, untuk melan­ jutkan studi bisnisnya di Belle­ vue Community Collage. Di sana, dalam sebuah pertemuan ma­ hasiswa Indonesia Ken bertemu Andrew. “Ada dua hal lucu ketika saya pertama kali ketemu An­ drew. Pertama, dia adalah sepu­ pu jauh saya. Kedua, dia adalah pendiri KASKUS yang nota bene saya adalah salah satu membernya,” kata Ken semangat. Melihat perkembangan KAS­ KUS yang begitu pesat dan boomtentang KEN Lahir : Jakarta,6 Januari 1986 Istri : Kartika Hendra Anak : Kellyse Deane Lawadinata Pekerjaan : Chief Executive Officer KASKUS Networks

ing internet di Amerika Serikat, naluri bisnis Ken pun keluar. Dalam sekejap, Ken jatuh cinta pada KASKUS. Sepanjang 2007, Ken berusaha meyakinkan An­ drew untuk menjual sebagian saham KASKUS ke tangannya. “Jujur bukan hal yang mu­ dah karena Andrew punya hu­ bungan emosional dengan KAS­ KUS.” Setelah melalui pertimba­ ngan matang, Andrew mengizin­ kan Ken menjadi keluarga besar KASKUS. Menyadari tali persau­ daraan dan pertemanan dapat menjadi sumber perpecahan, Ken dan Andrew pun membuat kesepakatan secara legal untuk posisi mereka di KASKUS. “Pembagiannya Andrew di garda depan, saya di belakang. Saya lebih fokus mengembang­ kan bisnis perusahaan. Jadi dari awal semuanya memang sudah jelas dan kami berjalan berdasarkan kesepakatan itu,” katanya. Pada 2008, Andrew dan Ken memutuskan kembali ke Indo­ nesia dan mulai konsentrasi me­ ngembangkan KASKUS. Se­ iring berjalannya waktu, anggota

KASKUS semakin menggelem­ bung hingga menembus satu juta orang. Tidak terbatas pada kelas atas dan menengah, peng­ guna internet dari kelas bawah pun turut nimbrung di KASKUS. Artinya, internet semakin gam­ pang diakses oleh siapa saja dan di mana saja. Uniknya, menurut Ken, peng­­ guna Kaskus dari kelas bawah inilah yang lebih haus akan internet. Dengan rasa ingin tahu yang begitu besar, mere­ ka menganggap internet seba­ gai jendela kehidupan. Namun kondisi itu diakui Ken sebagai tantangan terbesar KASKUS un­ tuk mengedukasi mereka. Sebutlah bagaimana KAS­ KUS dapat mengedukasi peng­ guna internet, mulai dari apa itu internet dan bagaimana cara bijak untuk memanfaatkannya. “Mereka harus belajar lebih ce­ pat dan beradaptasi dengan ber­ bagai perubahan yang terjadi. Kalau tantangan ini sudah bisa kami jawab, mungkin pada saat itulah saya baru bisa bermim­ pi yang lebih besar lagi untuk KASKUS,” katanya. l SISKA MARIA EVILINE

Pendidikan : - Monash University, Melbourne – Australia - Bellevue Community College, Bellevue – USA - Seattle University, Seattle - USA  Hobi : - Berburu Kuliner - Traveling - Main Basket


SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

HARIAN NASIONAL

GELOMBANG

44 LIFESTYLE Nila Tanzil

BUKU adalah jendela dunia. Tampaknya kata bijak inilah yang didekap erat Nila T ­anzil dalam mendirikan Taman Bacaan Pe­ langi (TBP). Baginya, buku dapat membangun mimpi setiap orang untuk mempunyai cita-cita lebih besar. Membaca dapat menjadi kunci meningkatkan kualitas ­intelektualitas sebuah bangsa. Tekad perempuan berpera­ wak­ an mungil ini untuk mem­­ bangun sebuah taman bacaan berawal pa­da pertengah­an 2009. Kala itu Nila men­ jabat sebagai Communi­cation C ­ onsultant di The Nature Conservancy Taman Nasional Komodo. “Empat bulan pertama di Komodo saya habiskan de­ ngan menye­lam. Pemandangan bawah air Komodo sungguh memesona. Tapi lama-lama terasa bosan juga,” katanya ketika ditemui di Taman Suropati Menteng, Jakar­ ta Pusat. Guna mengisi waktu luang dan mengusir rasa bosan, Nila mengunjungi desa-desa di sekitar Komodo. “Fakta yang saya lihat, infrastruktur pendidikan di sana masih begitu minim. Sekolah ada yang hampir roboh, tidak ada perpustakaan, apalagi toko buku.” Tekad Nila untuk memba­ ngun taman bacaan pun membuncah. Sekali lagi dia berkeli­ ling desa mencari tempat yang tepat untuk mendirikan taman bacaan. Di Kampung Roe, Nila menemukan sebuah rumah berhalaman ideal untuk dijadikan taman bacaan. Lokasinya tepat bersebelahan dengan sekolah. Nila berkenalan dengan sang empunya rumah dan menyampaikan niatnya membuka ta-

man bacaan. “Avent Abu si pemilik rumah ternyata seorang guru. Istrinya kepala sekolah dasar yang terletak di sebelah rumah mereka. Untungnya niat saya mem­bangun taman bacaan disambut baik,” ucapnya. Setelah mendapatkan tempat untuk membangun taman bacaan, Nila mulai berburu buku bacaan. Dia kembali ke Jakarta dan membeli 200 buku anak dari salah satu perusahaan penerbit nasional. Nila harus membelanjakan Rp 5 juta untuk membeli ratus­an buku tersebut. Pada 5 Desember 2009, Nila resmi membuka Taman Bacaan Pelangi yang pertama di Kampung Roe. “Satu hal yang tidak dapat saya lupakan adalah bagaimana ekspresi anak-anak ketika melihat ratusan buku terpajang di rak buku. Saya merasa mereka seperti melihat harta karun.” Berawal dari satu taman ba­ caan, Nila mulai membuka TBP selanjutnya di Kampung Melo, Flores, dengan 200 buku. Kini, TBP telah berdiri di 26 desa pada

tentang NILA Lahir : Jakarta, 29 April 1976 Pekerjaan : - Head of Stakeholder Mobilization Nike, Inc. ( April 2012 hingga Mei 2013) - Pendiri Taman Bacaan Pelangi Pendidikan : - Sarjana Hubungan Internasional Universitas Parahyangan, Bandung. - Master of Arts in European Communication Studies , Universiteit Van Amsterdam, Belanda. Penghargaan  - Kartini Next Generation Award 2013 kategori Inspiring Women in ICT for Community Development

Nila Tanzil bersama anak-anak bergembira di Taman Bacaan Pelangi di Kampung Melo, Flores Nusa Tenggara Timur. FOTO: DOK.TAMAN BACAAN PELANGI

11 pulau di Indonesia Timur, de­ ngan koleksi 3.000 buku. Lebih dari 30 pengelola juga turut terlibat membesarkan TBP. “Kenapa saya fokus di Indonesia Timur? Karena infrastruktur dan akses mereka terhadap buku sangat minim. Itu sebab­ nya angka buta huruf begitu tinggi di sana. Tapi saya bersyu­ kur ada guru-guru setempat yang mau menjadi pengelola tanpa harus dibayar,” katanya. Guna fokus mengembangkan TBP, Nila rela melepas pekerjaannya sebagai Head of Stakeholder Mobilization di Nike Inc. pada medio Mei 2013. “Tak bisa dipungkiri saat ini hati saya seutuhnya di TBP. Saya tidak bisa berpaling.” Setelah Flores, Atambua, Ma­kassar, Lombok Timur, Sumbawa, dan Maluku, kini Nila fokus mengembangkan TBP di Papua. “Ada tiga desa yang sudah kami survei, salah satunya adalah Nabire. Mudah-mudahan akhir tahun kami sudah bisa membuka dua TBP baru di Pa­pua,” ucapnya. Selain itu, ke depannya Nila berniat menyulap beberapa TBP menjadi pusat belajar, di mana anak-anak bisa mengasah soft skills seperti bermain musik dan menggambar. “Tujuan utamanya, selain mempercepat kemampuan anakanak untuk membaca juga agar mereka dapat mengasah bakat di bidang lain, seperti di bidang seni. Di Indonesia Timur anak-anak baru lancar membaca umur sembilan tahun. Dengan pusat belajar ini kami ingin mempercepat kemampuan membaca mereka,” kata Nila. l SISKA MARIA EVILINE

HARIAN NASIONAL | DONAL HUSNI

Dengan Buku Membangun Cita


HARIAN NASIONAL

SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

PERUBAHAN

BULU TANGKIS Bulu tangkis tetap menjadi cabang unggulan Indonesia, terlebih setelah keberhasilan meraih gelar juara dunia untuk kelas ganda putra dan campuran pada Kejuaraan Dunia 2013 kemarin.

ATLETIK Cabang atletik juga diharapkan bersinar sebagai pengumpul emas. Tercatat di beberapa SEA Games terakhir, tim atletik Indonesia rutin me­no­rehkan medali emas lebih banyak dari cabang olahraga lainnya.

ANGKAT BESI Angkat besi pun mengemban tanggung jawab besar untuk meraih beberapa medali emas.

CABANG OLAHRAGA KURANG POPULER DI INDONESIA

CHINLONE Olahraga ini dimainkan enam orang dalam satu tim. Para pemain saling mengoper bo­la menggunakan kaki, lutut, dan kepala sam­bil berjalan mengelilingi lingkaran.

MUAY THAI Muay Thai adalah seni bela diri khas Kerajaan Thai. Olahraga ini menggunakan kombinasi tinju, siku, lutut, tulang kering, dan kaki. Dibutuhkan persiapan fisik yang baik untuk melakukan olahraga ini.

PETANQUE Olahraga ini menggunakan bola logam berongga, yang akan dilempar mengarah ke bola kecil yang terbuat dari kayu. Bola ini disebut Cochonnet atau jack. Permainan ini kerap dimainkan di dataran yang dipenuhi kerikil, tetapi juga bisa di rumput, pasir, atau permukaan lainnya.

VOVINAM Vovinam merupakan seni bela diri asal Vietnam. Seperti Muay Thai, tetapi menggunakan senjata. Olahraga ini turut dilengkapi berbagai macam teknik seperti memukul, menendang, gulat, pedang, tongkat, kapak, kipas lipat, dan lainnya.

SEA GAMES 20 13 MYANMAR

Realistis dengan 115 Emas INDONESIA siap tempur di SEA Games 2013 yang akan berlangsung di Myanmar pada 11-22 Desember. Menuju ajang tersebut, Indonesia me­ nyandang ­predikat juara umum pesta olahraga ­negara-negara Asia Teng­gara ini dua tahun sebelumnya. Meskipun terasa kurang lengkap lantar­an minus medali emas di cabang sepak bola, juga kasus wisma atlet yang pada saat itu dianggap mencoreng nama Indonesia sebagai tuan rumah, persiapan yang baik dan target optimal tetap menjadi pedoman di kejuaraan Desember nanti. Terkait SEA Games 2013 men­­ datang, Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo optimis­ tis Indonesia akan meraih suk­ ses. Di sisi lain, ia pun tetap realistis bila menanggapi kesulitan kontingen Indonesia untuk meng­ ulang pencapaian dua tahun silam. Tidak mudah meraih ­ emas terbanyak di Myanmar. Faktor tuan rumah dinilai sangat berpe­ngaruh untuk meraih gelar juara umum pada pelaksanaan kejuaraan. Sudah menjadi kebiasaan, negara penyelenggara akan mendulang emas dengan mudah karena beberapa alasan. “Status sebagai tuan rumah memang berpengaruh besar ­untuk keberhasilan meraih juara umum, paling tidak dalam strategi me­ nyabet emas. Negara penyelenggara mempunyai hak menentukan cabang-cabang olah­raga yang akan dipertandingkan. Mereka biasanya sangat siap dengan hal tersebut, sementara konti­ ngen dari negara lain mungkin tidak biasa dengan cabang yang dipertandingkan,” kata Roy saat ditemui HARIAN NASIONAL di kantor Kemenpora pertengahan bulan ini. Ia menambahkan, se­laku tuan rumah SEA Games 2013, Myan­ mar boleh men­ daftar­ kan atau menghilangkan cabang olahraga

apa pun dalam kejuaraan. Boleh pula mereka melombakan beberapa cabang olahraga yang asing menurut sebagian besar negara peserta. Sebut saja chinlone (mirip sepak takraw), muay thai (mirip tarung drajat), petanque (lempar bola), dan vovinam (mirip tarung drajat dengan senjata). Kalau sudah begitu, besar kemungkinan tuan rumah bakal juara di sejumlah kategori yang akrab dengan mereka sendiri. Selain faktor tersebut, Indo­ nesia juga perlu belajar dari pengalaman-pengalaman pahit selama Olimpiade London 2012. Saat itu banyak atlet Indonesia terlambat tiba di venue karena kurang menguasai lokasi kejuaraan. Beda ketika Indonesia menghelat SEA Games 2011 di Palembang. Tidak ada kendala soal transportasi karena para atlet tuan rumah tentu menge­ tahui daerah Palembang. Lokasi kejuaraan yang berlangsung di Myanmar bisa menjadi masalah tersendiri untuk para atlet. Tidak mudah memahami peta transportasi Myanmar secara cepat. Terlebih jika lokasi penginap­ an atlet jauh dari lokasi pertanding­ an. Pa­ nitia tak bisa disalahkan jika kontingen negara lain ter­ sesat jalan dan akibat­nya terkena diskualifikasi. Kita pun sering mendapati ke­ berpihakan juri pada tuan ­rumah. “Bukan bermaksud buruk sangka, tetapi juri cenderung memihak tuan rumah,” kata Roy. Menghadapi kesulitan-ke­ sulitan seperti itu, Indonesia akan tetap berusaha yang terbaik. Roy Suryo dengan tegas mematok 110-115 medali emas di Myan-

mar nanti. Itu adalah angka yang realistis. Indonesia bukan tuan rumah, dan mengi­rimkan maksimal 1.000 orang yang terdi­ri atas atlet, pelatih, dan ofisial. “Bukannya tidak bera­ni menancapkan target sebagai juara umum, me­­ lainkan karena kita realis­tis dengan semua kendalaken­dala yang ada,” katanya. Cabang bulu tangkis akan tetap menjadi andalan Indonesia. Apalagi ada semangat terpancar berkat keberhasilan meraih dua medali emas di Kejuaraan Dunia 2013. Roy men­ jelaskan, Indo­ nesia sempat ter­san­dung per­ ma­salah­an ang-

garan dalam mempersiapkan diri mengikuti SEA Games men­ datang. Anggaran dana yang dibutuhkan untuk SEA Games 2013 sebesar Rp 400 miliar. Dana sebesar itu diharapkan dapat diperoleh dari APBN. Namun DPR hanya menyetujui besaran Rp 250 miliar untuk pendanaan SEA Games plus APBNP yang sebelumnya juga mengalami pemotongan. “Tetapi semua s­ e­­gera dicari solusi­nya,” te­ rang­­­­nya. Masa­lah finansial ini selesai ­ dengan kerja sama yang terjalin antara Kemenpora, Komite Olahraga Na­sio­nal Indonesia (KONI) dan Kemen­terian BUMN. l ALVIN TAMBA | DANI WICAKSONO

HARIAN NASIONAL | NURCHOLIS A. LUBIS

CABANG OLAHRAGA UNGGULAN INDONESIA

SPORTS 45

PEROLEHAN MEDALI INDONESIA TIGA SEA GAMES TERAKHIR

EMAS

PERAK

PERUNGGU

56

64

82

PERINGKAT IV

43

53

74

PERINGKAT III

182

151

143

JUARA UMUM

ROY SURYO Menteri Pemuda dan Olahraga


SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

HARIAN NASIONAL

GELOMBANG

46 SPORTS

Menanti Merah Putih Berkibar Lagi telah mer­ BEBERAPA saat se­ de­­ka, nama Indonesia ha­rum di ajang sepak bola. Posisi empat besar di Asian Games 1954 menjadi ukuran awal. Setelah itu tim Merah Putih lantas menahan Uni Soviet tanpa gol di Olimpiade Melbourne 1956, kendati menyerah 0-4 di laga ulanga­ n. Itu hebat, sebab Uni ­Soviet adalah favorit juara. Indonesia hampir ke Piala Dunia 1962, dan mulai menunjukkan taring di tingkat Asia. Tapi setelah medali emas SEA Games 1991, pencapaian tim Garuda memudar. Tak ada kejutan membanggakan, justru kekecewaankekecewaan yang mulai tampak. Terakhir, perpecahan PSSI menjadi pukulan telak yang nyaris mematikan sepak bola kita.

RAPOR TIMNAS

Perdamaian dua kubu, PSSI dan KPSI, yang dirumuskan dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI pada 17 Maret 2013, menjadi titik terang kebangkitan sepak bola Indonesia. Timnas pun bersatu, dan gairah suporter bertambah kuat. Sayangnya dampak konflik masih terasa. Pasukan Merah Putih belum dapat mengembali­ kan kekuatan sejatinya. Di empat laga persahabatan melawan timnas Belanda dan tiga klub Liga Primer, hanya kekalah­an yang didapatkan. Antusiasme publik belum dijawab dengan hasil terbaik. “Kita sengaja mendatangkan tim-tim kuat seperti Belanda, Ar­se­ nal, Liverpool, dan Chelsea untuk mengukur kekuatan,” kata Men­pora Roy Suryo kepada HARIAN NASIONAL di Jakarta, Rabu (14/8) kemarin.

“Ternyata memang kualitas kita begitu timpang. Sudah cukuplah. Semua bakal menjadi pembelajaran kita. Oleh karena itu kita undang Filipina dan ­Brunei Darussalam untuk lawan tanding berikutnya. Kita ingin mengukur kemampuan dengan tim-tim yang dari Asia.” Harapannya, kita tak patah sema­ngat. Memang belum waktu­ nya menargetkan kemenangan melawan tim-tim level Eropa dan dunia. Namun de­ngan kerja keras, tekad bulat dan keinginan baja, kembalinya era keemas­ an sepak bola Indonesia dapat dinantikan. Kelak, bukan mus­tahil Merah Putih akan berkibar di mana-mana. Tak hanya di Asia, juga di panggung dunia.

(Feb 2012-Agt 2013) Ismaeel Abdulatif 4 (p), 71 Mohammed Al Alawi 16, 60, 65 Mahmood Abdulrahman 34 (p), 41 Sayed Dhiya 62, 82, 90

Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia

29

Brunei Darussalam 0

0 Indonesia

Indonesia 5

0 Vietnam

Persahabatan

Persahabatan

Irfan Bachdim 23 (p), 48, 72 Vendry Mofu 45 Hendra Bayouw 62

15

SEPTEMBER 2012

Bambang Pamungkas 66

Indonesia 1 Timor Leste 0

0 Indonesia

Persahabatan

0 Vietnam Persahabatan

14

NOVEMBER 2012

Filipina 2

2 Indonesia

10

0 Indonesia 0 Kamerun

SEPTEMBER 2012

Persahabatan

Persahabatan James Younghusband 58 Phil Younghusband 83

FEBRUARI 2012

05

Indonesia 0

JUNI 2012

Antusiasme suporter ketika Liverpool bertanding melawan timnas Indonesia. REUTERS | BEAWIHARTA

dalan klub menggema dari seluruh penjuru. Benar-benar stadion kebanggaan Indonesia itu menjadi lautan merah Arsenal dan Liverpool, juga samudra biru kostum Chelsea. Seolah-olah trio klub Liga Primer Inggris itu bermain di kandang masing-masing. Sekilas pemandangannya biasa saja. Orang sengaja menonton dengan mengenakan seragam tim ­ yang disuka. Namun, di sisi lain, terbersit pula sedikit kecemasan. Apakah nasionalisme kita sudah luntur atau lautan kostum asing di GBK menjadi indikasi kekecewaan massa terhadap timnas Indonesia?

16

2 Korea Utara

NOVEMBER 2012

Persahabatan

Cinta Klub atau Cinta Indonesia? KEDATANGAN Arsenal, Liverpool, dan Chelsea ke Indonesia pada tengah bulan kemarin memberikan banyak pere­nungan. Rabu (17/7), Arsenal menghantam timnas Indonesia Dream Team dengan skor 7-1. Minggu (21/7), Li­ verpool menang 2-0 atas Indonesia XI. Empat hari berselang, skuad BNI All-Stars menyerah 1-8 di muka Chelsea. Seumpama tiga tim seleksi Indonesia itu bisa dianggap mewakili kekuatan timnas, jelas terlihat perbedaan level penampilan di antara mereka. Para pemain Indonesia teramat “ramah” dengan membiarkan 17 gol bersarang ke gawangnya. Penontonnya pun menunjukkan afeksi berlebihan, sampai-sampai manajer Liverpool Brendan Rod­gers keheranan melihat sambutan ­antusias publik Indonesia. ‘’Semua itu sangat menyentuh hati,’’ kata Rodgers. ‘’Anda mudah saja mendengar kabar kalau Liver­ pool berada di Asia, tapi hanya di sinilah kita bisa melihat bukti kecintaan fans terhadap kami.’’ Di tiga partai tersebut, puluh­ an ribu penonton berduyun-duyun memenuhi Stadion GBK yang berkapasitas lebih dari 80 ribu kursi. Tiket dengan harga variatif nyaris ludes terjual untuk tiga laga persahabatan itu. Lagu-lagu an-

16

OKTOBER 2012

l DANI WICAKSONO

Patrick Wanggai 56 Irfan Bachdim 61

Bahrain 10 0 Indonesia

26

SEPTEMBER 2012

Semoga ini bukan masalah nasional­isme. Semoga para penonton masih mencamkan hal ini, dan para pemain tetap memiliki kebanggaan tatkala berjuang ­me­ngenakan kostum Merah Putih. Toh, Mourinho sendiri yang ­ me­ nyampaikan saran tersebut. “Bermainlah dengan kebangga­ an saat membela tim nasional atau mewakili negara Anda. B ­ erjuanglah pula dengan se­mangat dan gairah tinggi. Itu a ­ dalah cara terbaik untuk membuat tim Anda lebih baik,” kata mantan pelatih Real Madrid itu. Nasihatnya bagus, meskipun

Song-Chol 67 Il-Gwan 76

Raphael Maitimo 43 Vendry Mofu 90

Sayavutthi 30 (p) Liththideth 80

kata-kata saja tak cukup untuk meredakan pancaran ke­ kecewaan publik terhadap timnas In­donesia. Sejak kemenangan 1-0 lawan Singapura di Piala AFF pada 28 November 2012, prestasi Indonesia menukik tajam. Tidak ada ke­menangan di lima laga setelahnya, termasuk pada dua pertandingan persahabatan me­lawan Yordania dan Belanda. Euforia kebangkitan tim Garuda yang mencapai final Piala AFF 2010 seolah sirna begitu saja. Dalam perja­lanannya, Indonesia ­kemudian gagal melewati putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2014 Zona Asia (tanpa nilai di enam laga), kehilangan taring di Piala AFF 2012, dan sementara ini belum memiliki nilai di dua pertanding­an kualifikasi Grup C Piala Asia. Tim Garuda perlu lebih banyak berbenah. Dua kemenangan terkini melawan Filipina dan Brunei Darussalam mungkin sedikit menghibur. Tapi itu belum cukup. Belum bisa pula dijadikan ukuran. Publik ingin melihat yang lebih baik. Tepatnya pada saat Indonesia berjumpa China di kualifikasi Grup C Piala Asia 2015, Oktober kelak. Di situlah pembuktian kalau semua laga uji coba bukan hanya hura-hura tanpa kejelasan. l DANI WICAKSONO

Indonesia 2 Laos 2 ASEAN Football Championship

25

NOVEMBER 2012 Andik Vermansyah 88

1 Indonesia 0 Singapura ASEAN Football Championship

28

NOVEMBER 2012 Mohd Akil 27 Jasuli 30

2 Malaysia 0 Indonesia ASEAN Football Championship

01

DESEMBER 2012


HARIAN NASIONAL

SABTU, 31 AGUSTUS 2013 | Nomor 1 Tahun I

PERUBAHAN

SPORTS 47

MAULWI SAELAN

Tak Harus Ber-IQ Tinggi untuk Atur Permainan ALMANAK 8 Agustus 2013, yang bertepatan dengan hari per­ tama Idul Fitri 1434 H, menandai 87 tahun usia Maulwi Saelan. Legenda hidup timnas sepak bola Indonesia ini tetap penuh se­ ma­ngat beraktivitas. Antusiasme juga ia tunjukkan ketika mem­ bincang timnas senior sepak bola Indonesia yang begitu lama ‘’lesu darah’’ dan paceklik prestasi sejak medali emas digenggam di SEA Games 1991 Filipina. ‘’Timnas sekarang belum me­ miliki pola permainan,’’ ujarnya kepada Alvin Tamba dari ­HARIAN NASIONAL yang mewawancarai­ nya di kantornya, Yayasan Al Azhar Kemang Jakarta, awal ­bulan ini. Penjaga gawang yang andil membawa timnas ­ Indonesia ke capaian tertinggi pada ­level ­antarbangsa sedunia ­– perempat­final Olimpiade 1956 Melbourne saat dikalahkan Uni Soviet melalui laga ulang (replay)– itu selanjutnya begi­tu tajam menguliti beberapa ke­ kurangan timnas belakangan ini. Berikut petikannya: Apakah timnas su­ dah me­ menuhi kriteria tim bagus? Sejauh ini masih belum. Tim­ nas sekarang be­­lum memiliki pola permainan. Selain itu, setiap pe­ main harus memiliki teknik ber­ main yang bagus. Kalau lihat fisik pemain sekarang yang sudah kelelahan sebelum pertandingan usai, itu menandakan kualitas pemain kurang optimal. Apa penyebab penurunan penampilan timnas Indonesia? Kalau penyebabnya banyak, termasuk ricuhnya penguruspengurus PSSI juga menjadi ­penyebab menurunnya performa timnas saat ini, selain faktor ­kemampuan si pemain tentunya. Mahmoud Zatara 30 Khalil Bani Attiah 41 Adnan Adous 57 (p) Saeed Murjan 59 Bani Attiah 90

31

Fisik pemain maksudnya? Dalam bermain sepak bola, kemampuan pemain tidak h ­ a­nya dipengaruhi oleh kekuatan fisik, tetapi juga oleh kekuatan mental si pemain. Para pemain tidak harus memiliki IQ (intelligence quotient) atau tingkat intelejensia tinggi untuk bisa mengatur permainan. Bermain bola itu memerlukan strategi sehingga pemain harus berpikir ketika bermain. Karena itu, ber­ main sepak bola bisa dikatakan ­bukan untuk sembarang orang. Jadi kepintaran pemain men­ jadi faktor mutlak? Tidak harus. Semua orang dapat bermain sepak bola, tetapi harus dilatih mengoper bola guna membangun teamwork. Tidak hanya itu, teknik bermain bola juga berpengaruh. Kemampuan menguasai bola agar jangan sam­ pai direbut lawan, memainkan bola, dan menahan bola patut di­ miliki setiap pemain.

Yordania 5 Indonesia 0 Persahabatan

Kalau pola permainan yang co­ cok dengan timnas Indonesia? Sebuah timnas harus me­ miliki pola permainan sendiri. Pola itu harus sesuai dengan fisik kita sehingga menguntung­ kan untuk kita. Dulu Indonesia itu bermain menggunakan pola pendek, memanfaatkan postur tubuh yang pendek, tidak me­ mainkan bola lambung yang merugikan permainan tim. Kita juga tidak boleh meng­ikuti pola permainan lawan karena itu jus­ tru menguntungkan mereka.

Bukankah Liga Indonesia ber­ kontribusi pemain yang di­ butuhkan timnas? Liga atau kompetisi sangat perlu. Te­tapi kompetisi itu harus di­atur sebaik mungkin agar ada hasilnya. Dari kompetisi kita akan mengetahui kemampuan dan kekurangan pemain, mulai dari fisik, moral, mental, dan teknik. Melalui penilaian-­­peni­ laian ter­ se­ but, nantinya dipilih menjadi sebuah tim.

Maulwi Saelan membendung bola tendangan pemain Uni Soviet di laga perempat final Olimpiade 1956 Melbourne. DOK. MAULWI SAELAN | REPRO: HARIAN NASIONAL | NURCHOLIS A. LUBIS

harus diperhatikan. Semua hal tersebut dapat dilihat pula me­ lalui kompetisi yang berlangsung. Apakah cara itu cukup men­ jamin pembentukan timnas ber­kualitas? Kita harus sabar jika ingin membentuk sebuah timnas. Kita tidak bisa terburu-buru untuk membangun timnas yang berkualitas karena tidak mung­ kin dapat membentuknya dalam waktu yang singkat. Tidak boleh langsung mengganti susunan pemain terus-menerus karena

ini bisa mengganggu teamwork. Pergantian pelatih timnas pun harus hati-hati karena gaya setiap pelatih itu berbeda dan ­belum tentu setiap pemain sesuai ­dengan gaya melatih sang pelatih. Bagaimana cara meningkatkan team­­work pemain? Setiap pemain itu harus berkumpul bareng, tidak hanya di dalam lapangan tetapi juga di luar lapangan untuk menjalin ko­ munikasi yang baik antar­pemain. Dalam pertandingan setiap pe­ main dituntut saling mengerti ­karena pelatih tidak dapat meng­ atur permainan secara langsung ketika pertan­dingan berlangsung. Bagaimana sepak bola sekarang ini? Sekarang ini bermain bola sudah menjadi ilmu. Sekarang, ketika bermain bola kita tidak hanya asal menendang bola, tetapi juga harus tahu arah pergerakan sehingga harus berpikir arah ten­ dangan kita agar tidak me­ ngenai lawan. (*)

Bagaimana cara memilih pe­main yang sesuai untuk timnas? Sebelum memilih pemain ­untuk membentuk timnas harus dilakukan beberapa tes. Tes ter­ sebut untuk mengetahui apa­ kah pemain itu layak mem­ bela timnas atau tidak. Tes-tes ter­ sebut, ­antara lain, tes ke­sehatan, psikologi, fisik, tingkah laku, dan teamwork juga

Jadi sistem kompetisi di Indo­ nesia sekarang… Sejauh ini kom­petisi di Indo­ nesia belum berhasil. Lantas bagaimana sistem kompetisi yang baik? Luas wilayah

MAULWI SAELAN Mantan Kiper Timnas Indonesia

Younis Mahmoud 66

JANUARI 2013

Indonesia ini bisa dibilang sama seperti Eropa. Jika di Eropa ter­ bentang dari Inggris hingga Ru­ sia, maka Indonesia terbentang dari Aceh hingga Papua. Luasnya wilayah Indonesia membuat kom­ petisi di Indonesia harus dibagi menjadi tiga zona, yakni Wilayah Barat, Timur, dan Tengah. Pemenang dari ketiga wila­ yah tersebut akan diadu lagi guna menemukan pemenang utama. Dengan cara ini, kom­ petisi dapat berjalan lebih baik sehingga tidak memengaruhi stamina pemain yang kerap me­ lakukan perjalan­ an jauh sebe­ lum bertanding.

Irak 1 Indonesia 0 Kualifikasi Piala Asia

06

FEBRUARI 2013

23

MARET 2013

1

07 Boaz Solossa 5

Indonesia

2 Arab Saudi Kualifikasi Piala Asia Yousef Al Salem 14, 55

JUNI 2013

0 Indonesia 3 Belanda Persahabatan Siem de Jong 57, 67 Arjen Robben 90

Greg Nwokolo 31 Muhammad Robby 67

2 Indonesia 0 Filipina Persahabatan

14

AGUSTUS 2013

HARIAN NASIONAL | NURCHOLIS A. LUBIS

FIFA/COCA-COLA WORLD RANKING (PER AGUSTUS 2013)

Ranking Team

Poin +/- Status

167

Aruba

114 -14 Turun

167

Pakistan 114 0 Tetap

169

Indonesia 99 -1 Turun

170

Sri Lanka

95

170

Nepal

95 -1 Turun

1

Naik

HARIAN NASIONAL | MOCH TAUFIK FADILLAH


Harian Nasional  

Tahun Pertama Edisi Pertama

Advertisement
Read more
Read more
Similar to
Popular now
Just for you