Issuu on Google+

HARIAN

Harian Bhirawa Ditunjuk kembali sebagai sarana pengumuman iklan tender/lelang pemerintah di seluruh Jawa Timur berdasarkan SK Gubernur No.188/343/ KPTS/013/2011

Dengan adanya Perbup, mereka nantinya harus membayar kontribusi kepada daerah yang sistem pembayarannya akan disampaikan dalam sosialisasi selanjutnya,”

IKLAN/ LANGGANAN

Baca Hal 8

031-5615454

Kepala Disperindag dan ESDM Jember Drs Achmad Sudiyono

Harga Langganan Rp 55.000/bulan Eceran Rp 3.000

Senin Pahing, 2 JUNI 2014

http://www.harianbhirawa.co.id

2 JUNI 2014

AGENDA HARI INI

 Gubernur H Soekarwo - 10.30

Persiapan Penandatanganan Kerjasama Pengembangan Kawasan Selingkal Wilis Tunggal Roqo Mandiri di Aula Sekda Kabupaten Trenggalek

 Wagub H Saifullah Yusuf - 07.00 - 19.00

Di Ruang Kerja Wawancara di TVRI Jatim

 ke halaman 11

 Sekdaprov H Akhmad Sukardi - 07.00

Peninjauan Penas di Kanjuruhan Malang

Dua Tahun Kabur ke Kalimantan

Korupsi Dana PNPM, Ketua Jamaah Yasin Ditangkap

Nganjuk, Bhirawa Kabur ke Kabupaten Penajam Pasir Utara, Kalimantan Timur dan buron selama dua tahun, Narsih (46) warga Dusun Bulu Desa Pulo Wetan Kecamatan Jatikalen akhirnya diringkus anggota Satreskrim Polres Nganjuk. Pelaku korupsi dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) sebesar Rp 386 juta tersebut, Minggu (1/6) telah diamankan di Mapolres Nganjuk. Waka Polres NganRistika/bhirawa juk Kompol Aditya Narsih Puji mengatakan, Narsih telah masuk dalam daftar pencarian orang sejak 2012 atau selama dua tahun. Sedangkan modus korupsi dana PNPM yang dilakukan Narsih adalah memalsukan tanda tangan 90 orang anggotanya. “Narsih tersebut adalah Ketua Yasin Tahlil, memalsukan tanda tangan anggota pengajian dalam kegiatan

 ke halaman 11

Gubernur Segera Kumpulkan Warga Dolly Beri Pengarahan dan Bantuan Usaha

Pemprov, Bhirawa Meski ada penolakan, tampaknya tekad Gubernur Jatim Dr H Soekarwo untuk mendukung penutupan lokalisasi Gang Dolly dan Jarak pantang surut. Terbaru, mantan Sekdaprov Jatim ini akan segera mengumpulkan warga Gang Dolly dan Jarak yang selama ini menggantungkan hidupnya pada dua lokalisasi tersebut. “Tanggal 19 Juni 2014 nanti Insyaallah Dolly akan tetap ditutup. Untuk warga yang selama ini menggantungkan hidup di situ (Dolly dan Jarak) akan kita kumpulkan untuk diberi pengarahan dan bantuan modal usaha,” kata Soekarwo dikonfirmasi, Minggu (1/6). Menurut Pakde Karwo, sapaan lekat Soekarwo, Pemprov Jatim akan terus berupaya mengangkat hidup masyarakat Jatim agar lebih bermartabat. Salah satunya adalah secara bertahap menutup lokalisasi di Jatim, dan mengentaskan PSK dari lembah hitam tersebut. “Mengurus orang bingung tidak boleh lelah. Para PSK adalah orang yang bingung. Mereka diperas para mucikari. Hidupnya dililit utang yang tiap tahun terus menggunung. Padahal mereka

Wagub Jatim Drs H Saifullah Yusuf menghadiri silaturahim dan dzikir bersama Jamaah Pondok Pesantren Pesulukan Thoriqoh Agung (Peta) se-Jatim di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Minggu (1/6).

Dzikir Akbar Jelang Pilpres

Pemprov, Bhirawa Wakil Gubernur Jatim Drs H Saifullah Yusuf menyatakan sangat bersyukur dan bangga apabila bisa menghadiri majelis dzikir dan berdoa bersama bagi seluruh masyarakat dari semua golong-

an. Terlebih manfaatnya tidak hanya dirasakan bagi masyarakat Jatim saja melainkan berberdampak positif bagi bangsa dan negara. “Saya siap menjadi tuan rumah untuk mengadakan majelis dzikir seperti

Pencairan Mengacu Rekening BOS Reguler

Dindik Jatim, Bhirawa Pelaksanaan kurikulum 2013 (K13) secara serentak bakal dimulai awal tahun ajaran 2014-2015. Sejumlah anggaran untuk pembelian buku pun telah disiapkan dalam bentuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS) buku. Sayang, tercatat ada 67 sekolah di Jatim terancam tidak menerima anggaran yang digelontorkan pemerintah pusat melalui dekonsentrasi ini. Sekolah-sekolah tersebut adalah yang selama ini menolak menerima BOS reguler dari pemerin-

tah. Umumnya, sekolah-sekolah tersebut adalah sekolah swasta yang beroperasi dengan biaya

yang dikumpulkan dari partisipasi masyarakat. Kabid TK, SD dan Pendidikan Khusus (PK) Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Nuryanto mengatakan, mekanisme pencairan BOS buku ini akan dimulai dengan Master of Understanding (MoU) antara Dindik provinsi dan kabupaten/ kota. MoU tersebut sekaligus akan melampirkan sekolah-sekolah pene-

SEKOLAH PENOLAK BOS DI JATIM Jumlah lembaga Jenjang SD Jenjang SMP

: 67 lembaga : 44 sekolah : 23 sekolah

Sebaran geografis lembaga Surabaya : 62 lembaga Daerah lain di Jatim : Kota Pasuruan ( 1 lembaga) Kabupaten Jember ( 1 lembaga) Kabupaten Sampang (1 lembaga) Kabupaten Ponorogo (2 lembaga) Sumber : Dindik Jatim

 ke halaman 11

18 Kepala Daerah di Jatim Diklaim Dukung Prabowo Dua Pekan Lagi Bupati PKNU Jatim, Bhirawa Ketua Tim Kampanye Pemenangan Prabowo-Hatta wilayah Jatim Soepriyatno berani memastikan ada 18 kepala daerah setingkat bupati/wali kota yang menyatakan dukungan ke Prabowo-Hatta da-

lam Pilpres 9 Juli mendatang. “Untuk nama-namanya masih kami rahasiakan. Mereka kepala daerah yang mendukung PrabowoHatta itu ada yang dari parpol koalisi merah putih, ada juga di luar parpol koalisi,” katanya kepada

wartawan usai Deklarasi Relawan Pemenangan Capres/Cawapres untuk Prabowo-Hatta di kantor DPW PKNU Jatim, Gedung Astranawa Surabaya, Minggu (1/6).

Deg-degan

 ke halaman 11

 ke halaman 11

67 Sekolah Terancam Tak Terima BOS Buku

 ke halaman 11

 ke halaman 11

SETIAP kegiatan atau aktivitas yang digelar untuk yang pertama kali, pasti memberikan rasa deg-degan bagi pimpinan kegiatan itu. Demikian juga yang dirasakan Amin Wachid, Kadisnakertrans K o t a Mojokerto. Karena baru p e r tama kali menggelar Job F a i r (bursa tenaga kerja, red) di Kota Mojokerto, alumn u s Universitas Jember ini men-

ini, terlebih manfaatnya sangat besar bagi masyarakat, agama, bangsa dan negara. Saya juga siap memfasilitasi jika majelis dzikir diadakan di Jatim,”

siti sulistiani/bhirawa

Mahfud MD ikut hadir dalam Deklarasi Relawan Pemenangan Capres/Cawapres untuk Prabowo-Hatta di kantor DPW PKNU Jatim Gedung Astranawa Surabaya, Minggu (1/6).

Kejagung Mutasi Enam Kajari di Jatim

Kejati Jatim, Bhirawa Gerbong mutasi pada Korps Adhyaksa terjadi di seluruh kejaksaan di Indonesia. Berdasarkan surat dari Kejaksaan Agung (Kejagung), Kepja 421/C/05/2014 tertanggal

20 Mei 2014, terdapat enam Kepala Kejari (Kajari) di Jatim yang akan dimutasi. Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim Romy Arizyanto memaparkan, berdasar-

kan surat dari Kejagung di Jatim mutasi dilakukan di lingkup Kejati Jatim dan Kejaksaan Negeri. Pejabat yang dimutasi meliputi eselon

 ke halaman 11

Mojokerto Jadi Saksi Kredit Fiktif Bank Jatim Surabaya, Bhirawa Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus kredit fiktif pada Bank Jatim sebesar Rp 52,3 miliar dengan terdakwa Yudi Setiawan, telah melayangkan surat pemanggilan pada Bupati Mojokerto Mustafa Kemal Pasha (MKP). Kejari Surabaya memperkirakan MKP akan segera dihadirkan sebagai saksi dalam dua pekan mendatang. Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Surabaya Nurcahyo Jungkung Madyo mengaku, pihaknya sudah mengirim surat panggilan kepada Bupati Mojokerto. Dari total 88 saksi yang diajukan ke majelis hakim, kesaksian MKP dan Carolina Gunadi sangat dibuthkan dalam persidangan Bank Jatim dengan terdakwa Yudi Setiawan, bos PT Cipta Inti Parmindo (CIP) ini. “Pokoknya, surat pemanggilan kepada MKP sudah kami kirimkan. Tinggal tungu kedatangannya dalam persidangan Bank Jatim,” terang Nurcahyo, Minggu (1/6). Diterangkannya, sesuai dengan apa yang dijelaskan JPU, surat pemang-

 ke halaman 11

Dinsos Serahkan 12 CAA kepada COTA

Demi Sang Buah Hati, 8 Tahun Sabar Menanti Rasa syukur, tangis haru serta riang gembira bercampur jadi satu mengiringi proses adopsi dan pelepasan terhadap 12 Calon Anak Asuh (CAA) kepada Calon Orang Tua Asuh (COTA) yang dilakukan oleh Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur di UPT PSAB (Pelayanan Sosial Asuhan Balita) Jawa Timur. Amin Wachid

Kariyadi/bhirawa

Sentil..  Prabowo satu, Jokowi dua  Nomor urut berapapun tak masalah, visi misi yang penting

 Wali Kota Kediri tantang dewan  Sesekali emang perlu digertak  Harga sembako mulai merangkak naik  Siklus tahunan menjelang puasa dan Ramadan

Achmad Suprayogi, Kabupaten Sidoarjo Suasana di Kantor UPT PSAB Jawa Timur Jl Monginsidi 25 Sidoarjo, Jumat (31/5) siang betul-betul berubah penuh keharuan. Pasangan orangtua yang sudah bertahuntahun belum dikaruniai momongan sangat senang, haru dan bahagia saat mengawali, memeluk sang buah hati yang diserahkan Kepala Dinas Sosial Jatim Drs Sudjono MM ke pangkuan mereka. Pasangan asal Surabaya, Indra Yunanto dan Ludmila Maya yang

sudah 8 tahun menanti sang buah hati, tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Ia mengaku sudah berusaha dengan berbagai macam cara untuk mendapatkan momongan. Konsultasi medis ke dokter hingga menempuh beragam pengobatan alternatif ke berbagai tempat. Namun momongan yang ditunggu-tunggu itu tak kunjung hadir. Akhirnya adopsi menjadi pilihan

achmad suprayogi/bhirawa

III Setdaprov Jatim Asyhar dan Kepala Dinsos Jatim Sudjono saat menyerahkan  ke halaman 11 Asisten Valentino kepada keluarga Indra Yunanto dan Ludmila M.


SURABAYA

2

Senin Pahing 2 JUNI 2014

LEGISLATIF - EKSEKUTIF

14 Daerah Belajar Good Governance ke Pemkot Surabaya Pemkot Surabaya, Bhirawa Sekitar 14 daerah belajar good governace kepada Pemkot Surabaya. Bertepatan dengan momentum peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-721 tahun, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dan 14 kepala daerah, melakukan penandatanganan kesepakatan bersama kerja sama jaringan lintas perkotaan di Balai Kota Surabaya, Sabtu (31/5) kemarin. Momen tersebut juga menandai kerja sama Pemkot Surabaya dengan Universitas Negeri Surabaya, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya, ITS, dan

juga Kopertis wilayah VII Jatim. Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini mengatakan, ketertarikan kepala daerah untuk menggunakan sistem

elektronik Pemkot Surabaya seperti e-budgeting, bermula setelah Pemkot Surabaya diminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk melakukan presentasi terkait e-budgeting beberapa bulan lalu. “Mereka tertarik bekerja sama. Kenapa kerja sama? Karena kami sudah ISO untuk pengamanan Teknologi Informasi, jadi harus pakai pakta integritas. Sebab kalau tidak, bisa dibobol karena kami sudah proses sampai pencairan keuangan. Maka dari itu, hari ini kami

lakukan penandatanganan beberapa kepala daerah,” jelas Wali Kota. Dijelaskan Risma, kerja sama yang dilakukan adalah dalam bentuk Pemkot Surabaya memberikan softwere baik e-budgeting sampai perizinan. Bahkan, bila beberapa kepala daerah tersebut membutuhkan training, Pemkot Surabaya siap mengirimkan tenaga pelatihan. “Kita ndak bisa berikan IT nya karena di situlah proteksinya,” ujar Risma. Wali Kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini

mengaku tidak keberatan bila sistem elektronik di Pemkot di copy paste kepala daerah lain. Bahkan dengan free alias gratis. “Ndak apa-apa. Supaya daerah lain juga maju. Kan ndak bisa Surabaya maju sendiri. Mereka akan bisa merasakan terjadi penghematan luar biasa, dan itu bisa mereka gunakan untuk melayani masyarakat dengan lebih baik. Kalau kota lain warga nya sejahtera kan ndak ada pengemis atau pekerja datang ke Surabaya,” paparnya.

Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi mengatakan, selama ini, pihaknya sudah banyak belajar dari Surabaya. Beberapa program elektronik Pemkot Surabaya disebutnya telah diadopsi di Balikpapan. “Terakhir e-budgeting ini. Dengan e-budgeting kita bisa control. Benar apa kata Bu Risma bahwa dengan ini kita bisa melakukan efisiensi. Kita bisa manfaatkan dana untuk kepentingan lebih besar. Selama ini kan banyak yang ndak bisa dikontrol,” tegas Rizal. Dikatakan Rizal, pihaknya

sudah lama meminta kerja sama dengan Pemkot Surabaya. Karena nya, pihaknya sangat berterima kasih kepada Wali Kota Surabaya yang telah membuka pintu untuk bekerja sama. Menurutnya, jika membuat sistem elektronik sendiri akan perlu tenaga dan biaya sendiri, serta sistem sendiri. “Surabaya ternyata bisa mempelopori. Kita banyak belajar dari Surabaya. Dari kementrian ndak dapat, dari Surabaya malah ndak dapat. Pokoknya kita datang,” jelas Rizal.Q dre

PANGGUNG BIROKRASI

Jatim Dikabarkan Tak Raih WTP DPRD Jatim, Bhirawa Kabar lepasnya status Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) penilaian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atas Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Pemprov Jatim menguat setelah paripurna penyerahan hasil penilaian itu kembali gagal digelar DPRD jatim. Seharusnya Rabu (28/5) lalu LHP BPK sudah diserahkan, namun karena Gubernur Jatim, Soekarwo tidak bisa menghadiri paripurna, akhirnya sidang parpurna dengan salah satu penyerahan laporan BPK kembali tertunda. “Memang sudah tiga kali jadwal paripurna tertunda. Tapi saya tidak tahu persis kenapa tertunda. Kabarnya karena Pemprov tidak meraih WTP” terang sumber di DPRD Jatim yang menolak namanya ditulis, Minggu (1/6). Namun kabar dari sumber kalangan anggota Dewan yang lain menyebut , tertundanya penyerahan laporan kinerja lembaga eksekutif alias Pemprov Jatim tersebut disebabkan beberapa hal. Diantaranya, tidak sinkronnya jadwal antara Pemprov Jatim dan DPRD Jatim terkait pelaksanaan penyerahan yang Q cty disampaikan pada paripurna.Q

Program Sertifikasi Tenaga Kerja Dijalankan Surabaya, Bhirawa Pemerintah Kota Surabaya akan meluncurkan program sertifikasi keahlian tenaga kerja bagi warga Surabaya sebagai persiapan menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan pendaftaran sertifikasi yang akan dibuka mulai 1 Juni 2014 itu akan dilakukan di 5 wilayah di Surabaya melalui e-launching. “Kami akan layani pendaftaran untuk semua bidang, semua jenis usaha dan tenaga kerja, termasuk tenaga kerja formal dan informal. Misalnya informal jadi tukang las dan penjahit yang selama ini freelance, juga harus dapat sertifikasi,” katanya usai acara peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-721 di Taman Surya, Balai Kota Surabaya, Sabtu (31/5). Risma mengatakan pembangunan sumber daya manusia (SDM) akan menjadi fokus bagi Pemkot tahun ini. Melalui sertifikasi, diharapkan warga Surabaya memiliki kompetensi sebagai tenaga kerja. “Berkali kali saya katakan tentang pentingnya pembangunan SDM. Sebab, tidak ada gunanya kami membangun infrastruktur atau membangun apapun kalau masyarakat Surabaya hanya jadi penonton. Itu yang jadi pekerjaan rumah (PR) berat buat saya. Makanya, di tahun ini saya konsentrasi untuk Q geh SDM,” tegasnya.Q

Lampu Baru

Pasca kerusakan taman dijalur hijau di Raya Darmo Surabaya,bulan lalu,kini Pemkot Surabaya kembali mempercantik dengan memasang lampu hias baru dijalur hijau bertuliskan DARMO ,Minggu (1/6).

trie diana/bhirawa

2014, Dinkes Targetkan Seluruh Anak Surabaya Terimunisasi Surabaya, Bhirawa Tahun ini, Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya menargetkan seluruh anak terimunisasi. Target ini ditetapkan Dinkes Surabaya mengingat pada tahun 2013 baru 52 persen atau kelurahan yang sudah mencapai Universal Child Immunitation (UCI) atau ukuran standar kota yang anak-anaknya sudah terimunisasi. Kepala Dinkes Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan, dari 163 kelurahan di Surabaya baru setengahnya yang sudah UCI, atau anak-anak di wilayah tersebut sudah terdata imunisasi. “Kami kejar target 100 persen dengan Gerakan Akselerasi Imunisasi Surabaya (GAIS),’’ ujarnya. Memang, lanjut Febria, meskipun mengalami peningkatan dibanding tahun 2012, namun angka imunisasi anak pada tahunb 2013 masih jauh di bawah target yang diharapakan yaitu 100 persen UCI Kelurahan. Demikian juga dengan status Imunisasi Dasar Lengkap bayi se-Kota Surabaya yang pada tahun 2013 baru tercapai hasil 82 persen dibandingan target sebanyak 88 persen. Febria menuturkan wilayah Surabaya Utara menjadi wilayah yang nilai UCI-nya rendah. Menurutnya, masih adanya ang-

Pelayanan Puskesmas dalam memberikan imunusasi kepada anak. gapan imunisasi bertentangan dengan ajaran kepercayaan membuat sulitnya warga Surabaya melakukan Imunisasi. Ada dari masyarakat menyatakan imunisasi tidak dijamin kehalalannya sehingga imunisasi sangat sulit terapkan di Surabaya. Selain itu tantangan yang terberat bagi Dinkes adalah sampai saat ini data peserta imuniasi di beberapa sekolah di Surabaya belum terdata secara baik. Ada sekolah yang memiliki data dan ada yang tidak.

dna/bhirawa

“Kami kesulitan untuk masuk sekolah-sekolah swasta untuk mendapatkan data imunisasi siswa berdasarkan nama dan alamat lengkap, padahal data ini penting untuk pemetaan,” sambungnya. Dinkes Surabaya, lanjutnya, juga akan menggandeng tokoh agama, Dinas Pendidikan (Dindik), dan instansi terkait agar anak-anak Surabaya menjadi anak terimunisasi lengkap. “Kalau perlu, kami yang akan mendatangi warga untuk imuQ dna nisasi nanti,” ujarnya.Q

Ramadan Lebih Cepat, Lebaran Tetap Sama Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 28 Juni

Surabaya, Bhirawa Seperti tahun-tahun sebelumnya, perbedaan pandangan dalam menentukan awal Ramadan kembali terjadi. Sudah dipastikan, warga Muhammadiyah bakal menjalani ibadah puasa le-

bih cepat satu hari dari yang ditentukan pemerintah, yakni pada 28 Juni mendatang. Keputusan ini diungkapkan Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Jatim Nadjib Hamid mengatakan, perbedaan ini

terjadi karena metode untuk menentukan awal ramadan antara pemerintah dengan Muhammadiyah juga berbeda. Muhammadiyah menggunakan hisab (metode perhitungan), sedangkan pemerintah menggu-

nakan metode ru’yat (metode melihat). Menurut dia hisab hakiki dengan kriteria wujudul hilal (tampaknya bulan). Ijtimak jelang ramadan terjadi pada Jumat 27 Juni pukul 15.10. Saat matahari terbenam bulan sudah tampak, dengan ketinggian 31 menit, 17

detik atau 0,5 derajat. “Artinya, pada 27 juni malam umat islam semestinya sudah menjalankan salat tarawih. Khususnya bagi warga Muhammadiyah atau umat Islam yang sesuai dengan pandangan kami akan berpuasa pada 28 Q tam Ramadan,” tutur dia.Q

MUI Jatim Tolak Pengawasan Khatib Jumat Surabaya, Bhirawa Instruksi tim pemenangan Jokowi-Kalla dan PDI Perjuangan agar masyarakat mengawasi materi khotbah para khotib sholat Jumat di masjid-masjid dinilai berlebihan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur menyindir tindakan tersebut dapat mengganggu jalannya ibadah umat muslim. Ketua MUI Jawa Timur, Najib Hamid menegaskan tindakan itu dinilai berlebihan dan over produktif. Terlebih dilakukan dalam rangka menjelang kampanye pilpres 2014. “Kalau sampai harus mengawasi materi khutbah di masjid itu tindakan berlebihan, sangat tidak wajar dan bisa melukai perasaan umat Islam,” sindir Najib Hamid, Minggu (1/6). Seperti diketahui PDIP mengeluakan instruksi. Yaitu, kader Banteng yang muslim harus memantau materi ceramah khotib Jumat. Adanya instruksi tersebut dibenarkan oleh Eva Sundari salah satu anggota Tim Pemenangan Capres Jokowi-JK. Instruksi tersebut sudah diberlakukan di DKI Jakarta serta menyusul kemudian daerah-daerah lainnya termasuk Jatim dengan penduduk mayoritas muslim. Menurut Najib, tindakan mengawasi khotib berkhotbah adalah tindakan yang dinilai masih menyinggung perasaan orang lain. Apalagi selama ini khotib selalu menyampaikan kebaikan dalam setiap pidato yang disampaikan. Selain itu, Khotib wajib hukumnya ceramah menggunakan dalil ayat suci Al Quran. Jika ada ada khotib yang kampanye hitam itu bukan khotib. tapi tukang fitnah. “Sangat disayangkan kalau sampai ada yang mencurigai Khotib ceramah,” tambahnya. Namun Najib menyatakan tidak mungkin ada khotib bertindak sebodoh itu. Materi yang disampaikan pastilah mengajak kebaikan bukan menyudutkan orang lain. “Lalu kalau sampai ada yang mengamati kemudian melaporkan itu tindakan tidak wajar. Yang memata matai sendiri berati tidak berniat ibadah, karena konsentrasi mencatat materi khotbah,” katanya. Najib mengajak agar dalam kondisi politik sekarang dimana pemilihan capres berlangsung, semua mihak bisa menahan diri. Kampanye hitam, jelasnya, tidak akan dibawa oleh para khotib. Oleh sebab itu, tidak perlu ada instruksi atau harus memata matai. “Saya yakin tidak ada khotib di Jawa Timur yang akan kampanye untuk salah Q cty satu calon presiden,” pungkasnya.Q

233 Pelajar Wakili Jatim Taklukkan FLS2N Sebanyak 233 pelajar Jatim harus berjuang keras mengikuti even Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Nasional di Semarang, Jawa Tengah. Konstingen Jatim terdiri para juara FLS2N tingkat Provinsi Jatim pada 19 – 26 Mei 2014 lalu.

tam/bhirawa

Seleksi FLS2N tingkat Provinsi Jatim yang digelar pada 19 Mei lalu di GOR Kertajaya Surabaya

Para juara yang selanjutnya ditunjuk sebagai kontingen dari Jatim itu bertolak dari Surabaya ke Semarang sejak kemarin, Minggu (1/6) hingga 6 Juni mendatang. Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Harun optimis tahun ini bisa merebut predikat juara umum untuk ajang FLS2N. Pihaknya mengaku sudah melakuka evaluasi faktor-faktor yang menyebabkan Jatim pada tahun lalu ketinggalan dari Jateng. “Yang menjadi juara di tingkat provinsi sudah mendapat

pembinaan secara khusus sebelum diajukan ke nasional. Kami optimis, tahun ini Jatim akan meraih prestasinya,” kata dia, Minggu (1/6). Kabid Pendidikan Menengah Pertama dan Pendidikan Menengah Atas (PMP-PMA) Dispendik Jatim, Bambang Sudarto menambahkan, dalam FLS2N tidak ada cabang unggulan dari Jatim. Semua kemampuan pemenang dianggap merata. Apalagi, dalam proses penilaiannya bersifat subjektif yang melibatkan tim dewan juri.

“Penilaian FLS2N tidak sama dengan O2SN (Olimpiade Olahraga Siswa Nasional). Kalau bidang olahraga, siapa tercepat atau yang sampai finish duluan itulah pemenangnya. Berbeda dengan FLS2N yang mengandung unsur seni,” ungkapnya. Meskipun demikian, Bambang optimis predikat terbaik bisa diraih oleh pelajar-pelajar tingkat SMP dan SMA yang membawa nama Jatim di tingkat nasional. Sebab, proses saringan di tingkat provinsi berlangsung dengan ketat. Dia menyatakan, saringan FLS2N Jatim diikuti oleh 1.368 siswa SMP dan 684 siswa SMA. Terdapat 11 cabang seni untuk jenjang SMP dan tujuh cabang di tingkat SMA. Hasilnya, total

ada 127 pemenang kategori putra dan putri, baik individu maupun grup, di FLS2N Jatim jenjang SMP. Sementara, dari 684 siswa SMA yang mengikuti tujuh cabang seni FLS2N Jatim, berhasil menyaring 86 pemenang yang berhak mewakili Jatim di tingkat nasional. Bambang berharap, kontingen FLS2N Jatim yang bertarung dapat memberikan kemampuan terbaiknya. “FLS2N tahun lalu, Jatim hanya berhasil mengoleksi 1 medali emas, 1 medali perunggu, 1 medali perak, 1 juara harapan 1 dan 1 juara harapan 2. Tahun ini kita harus bisa mengoleksi medali lebih banyak lagi untuk mengambil alih juara Q tam umum,” pungkasnya.Q


SURABAYA

Senin Pahing 2 JUNI 2014

3

PENDIDIKAN - KESEHATAN - PELAYANAN PUBLIK - HUKUM

PPDB SMP dan SMA

Tes Sekolah Kawasan Tetap Gunakan TPA Dindik Surabaya, Bhirawa Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Surabaya untuk sekolah kawasan tingkat SMP dan SMA tampaknya akan tetap menggunakan mekanisme lama, melewati Tes Potensi Akademik (TPA). Dengan adanya tes tersebut, siswa tidak dapat hanya mengandalkan nilai Ujian Nasional (UN) dan Ujian Sekolah (US). trie diana/bhirawa

Pembangunan Dilanjutkan

Setelah terhenti sebulan yang lalu proyek pembangunan pedestrian di Raya Darmo Surabaya, mulai dilanjutkan kembali. Rencananya pekerja hari ini, Senin (2/6) pekerja melakukan pengecoran pembangunan tersebut.

Petakan KB, Gunakan Sistem Geospasial BKKBN Jatim, Bhirawa bolinggo, Pasuruan, BaUntuk mempercepat nyuwangi, Jember, red) dan pencapaian target Kontrak Madura. ‘’Untuk daerah Kinerja Pemerintah tapal kuda memang sam(KKP), Badan Kependupai saat masih menjadi dukan dan Keluarga Beperhatian dari BKKBN,’’ rencana Nasioanal jelasnya. (BKKBN) Jatim bakal Deputi Bidang Keluarga menggunakan Geographic Sejahtera dan PemberInformation System (GIS) dayaan Keluarga BKKBN atau geospasial. DR Sudibyo Alimoeso meKepala BKKBN Jatim, ngungkapkan, penerapan Dwi Listyawardani MSc sistem geospasial dapat DipCom mengungkapkan, meningkatkan angka pengsistem geospasial ini sagunaan kontrasepsi di daeDwi Listyawardani ngat memudahkan rah, hal ini dilakukan daBKKBN dalam memetakan daerah lam rangka mendukung program mana yang menjadi titik fokus kerja Keluarga Berencana. “Dengan GIS BKKBN. Dari 38 kabupaten/kota di atau Geospasial bisa tahu persis Jatim memiliki permasalahan yang potensi dan lokasi pasangan usia tidak sama, menurutnya masalah di subur hingga di tingkat desa,”ujarnya. daerah kota tidak akan sama dengan Menurutnya, sistem geospasial masalah daerah desa dan terpencil. dapat digunakan untuk memetakan ‘’Kita ingin dengan sistem geospasial potensi dan permasalahan di masingpermasalahan yang dihadapi dilamasing daerah. Di antaranya seperti pangan dapat diatasi terutama majumlah tenaga dokter, pasangan usia salah Kependudukan dan Kelaurga subur, akses pelayanan dan konBerencana (KKB),’’ ujarnya. trasepsi. Dengan demikian, pemetaan Wanita berjilbab ini mengungbisa dilakukan lebih cepat sehingga kapkan, sampai saat ini dirinya program Keluarga Berencana (KB) menganggap masalah yang dihadapi bisa berlangsung lebih optimal. BKKBN dalam mencapai target KKB Sudibyo mengakui sejauh ini peada di daerah Tapal Kuda (Prolayanan Keluarga Berencana masih

kurang efektif. Dalam sepuluh tahun terakhir, prevalensi kontrasepsi berhenti di 58 persen secara nasional. Jumlah anak yang dilahirkan oleh seorang perempuan atau total fertility rate stagnan di angka 2,6 anak. Sedangkan unmed need atau proporsi wanita menikah yang tidak menginginkan tambahan anak atau ingin menunda kehamilan hingga jarak dua tahun tanpa metode keluarga berencana apa pun kini berada di angka 11 persen. Targetnya, unmed need bisa diturunkan hingga 5 persen. “Tapi dari 11 persen, enggak mungkin turun 5 persen. Setidaknya targetnya bisa turun ke 9 persen,” katanya. Sejumlah faktor penyebab tingginya unmed need karena para perempuan masih takut dengan efek samping metode Keluarga Berencana, suami melarang ber-KB, terbatasnya akses pelayanan dan ketidaksesuaian kontrasepsi yang ditawarkan. Melalui alat GIS atau Geospasial akan diketahui pemetaan secara rinci sehingga penggunaan metode KB bisa lebih tepat sasaran. Saat ini fasilitas GIS atau Geospasial sudah diberikan di masing-masing provinsi dan mulai dioperasikan tahun ini ke kabupaten/ kota dengan jangkauan hingga ke Q dna tingkat RT/RW.Q

Job Market Fair Jatim Buka 2.000 Lowongan

RAGAM INFO

Peringatan Hari Lingkungan, Fokus Ekosistem Laut dan Pesisir BLH Jatim, Bhirawa Peringatan Hari Lingkungan Hidup di Jatim bakal difokuskan pada tema perlindungan ekosistem laut dan pesisir. Namun bagaimana bentuk peringatannya, Badan Lingkungan Hidup(BLH) jatim masih menunggu isbtruksi daripemerintahpusat,dalamhaliniKementerian Lingkungan Hidup.“Saat ini belum ada surat dari Kementerian Lingkungan Hidup terkait dengan peringatan hari lingkungan. Kami sekarang masih menunggu keputusan dari mereka,” kata Kepala BLH Jatim, Indra Wiragana SH melalui Kabid Komunikasi Lingkungan Hidup, Uda Haripantjoro. Namun selaras dengan tema Hari Lingkungan Hidup 2014 dengan mengusung tema ”Satukan Langkah, Lindungi Ekosistem Pesisir dari Dampak Perubahan Iklim”, BLH menyiapkan alternatif lokasi peringatan di Pantai Ria kenjeran Surabaya. Tema ini mengandung maksud pentingnya perlindungan ekosistem pesisir dan dampak perubahan iklim dalam rangka ketahanan lingkungan. Tema Hari Lingkungan Hidup 2014 ini selaras dengan tema World Environment Day 2014 yang telah ditetapkan oleh United Nations Environment Programme (UNEP) sebelumnya; “Raise Your Voice, Not the Sea Level”. Tujuan peringatan hari lingkungan ini, lanjut Uda, untuk menumbuhkembangkan kecintaan terhadap lingkungan kawasan pesisir, menumbuhkan kesadaran dalam upaya perlindungan terhadap ekosistem pesisir, mampu memberikan dukungan terhadap upaya perlindungan ekosistem kawasan pesisir yang dilakukan Pemerintah maupun Swasta, dan menumbuhkan kesadaran untuk bisa menghargai pemberian alam dengan sikap dan pola yang berQ rac orientasi pada kelestarian lingkungan.Q

Pemprov, Bhirawa Setidaknya 2000 lowongan pekerjaan dari 50 perusahaan akan dibuka pada Job Market Fair (JMF) Jatim 2014 yang digelar Disnakertransduk Jatim pekan ini. Bagi para pencari kerja, inilah saatnya untuk mempersiapkan lamaran.Pemprov melalui Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jatim akan menggelar kegiatan pameran bursa kerja atau Job Market Fair (JMF) Tahun 2014, di Gedung Islamic Center Jl Raya Dukuh Kupang 122-124 Surabaya pada 3-4 Juni 2014,. Kadisnakertransduk Jatim, Edi Purwinarto mengatakan, kegiatan pameran bursa kerja ini dilakukan untuk memfasilitasi pertemuan antara pencari kerja dengan pengguna tenaga kerja secara langsung serta mendorong penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT).“JMF 2014 ini diikuti 50 perusahaan yang berasal dari Kota Surabaya, Kabupaten Sidoarjo dan sekitarnya. Kegiatan ini gratis tanpa dipungut biaya,” ujarnya. Untuk dapat mengikuti kegiatan ini, lanjutnya, peserta diwajibkan harus memenuhi berbagai persyaratan. Di antaranya, datang dengan membawa surat lamaran lengkap, semua berkas dimasukkan ke dalam map, peserta atau pelamar memakai pakaian rapai dan bersepatu. “Selain menyediakan lowongan bagi pekerja umum, JMF ini juga menyediakan lowongan kerja bagi kaum difabel atau pelamar yang berkebutuhan khusus,” katanya. Untuk mengetahui informasi detail dari kegiatan pameran bursa kerja ini, katanya, masyarakat atau pelamar kerja dapat meminta informasi secara langsung ke kantor Disnakertransduk Jatim Jl Dukuh Menanggal 124-126 Surabaya, dapat menghubungi di (031) 829337 atau klik www.infokerja-jatim.com.Edi menambahkan, daftar sementara nama perusahaan peserta jobfair Disnakertransduk Jatim tanggal 3-4 juni 2014 di Gedung Islamic Centre Jl Dukuh Kupang 122-124 Surabaya yakni PT. Wavin tunas utama (17 lowongan), PT. Supama (26 lowongan), PT. Indobatt Industri Permai (30 lowongan), PT. Sariguna Primatirta (35 lowongan), PT. Keramik Diamond industries (90 lowongan), PT. Salam Pasific Indonesia Lines (8 lowongan), PT. Arta Boga Cemerlang (25 lowongan). Selain itu, juga ada PT Sumber Afaria Trijaya (185 lowongan), PT. Trijaya Pratama Futures (75 lowongan), PT. Panca Wana Indonesia (25 lowongan), PT. Insera Sena/Poligon (13 lowongan), PT. Spindo (34 lowongan), PT. Irawan Djaya Agung (16 lowongan), PT. Indoprima Group (21 lowongan), PT. Sinar Sosro (75 lowongan), PT. Karyamitra Budisentosa (22 lowongan), PT. Jembatan Nusantara (30 lowongan), PT. Benofarm (23 lowongan). Selanjutnya, juga ada PT. Untung Bersama Sejahtera (sediakan 45 lowongan), PT. Samator (28 lowongan), PT. Surya Buana Sentosa (12 lowongan), PT. Alim Jaya Steel, PT. Kobexindo Tractor (16 lowongan), PT. Timur Megah Steel (7 lowongan), PT. Meritus Line (500 lowongan), Bank Danamon, PT. Garuda Food, PT. Cargil Indonesia, PT. Vitapham, PT. Hartono Electronic (30 lowongan), PT. Alam Gemacitra Prima(15 lowongan), PT. Pharos Indonesia (204 lowongan), PT. Shindo Tiara Tunggal (95 lowongan) dan PT.Tiara Handycraf, PT. Wanta Agung dan lainnya Q rac khusus untuk lowongan penyandang cacat.Q

Ketua Panitia PPDB Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya Yusuf Masruh mengatakan, khusus untuk calon siswa SMA, nilai UN akan mendapatkan bobot 60 persen, sedangkan 40 persennya diambil dari hasil TPA. Tidak tanggung-tanggung, untuk menjaga independensi dan orisinalitas, Dindik bakal menggandeng perguruan tinggi dalam pelaksanaan tes ini. “Untuk tes ini anak-anak nggak perlu belajar, ini tes hanya untuk tahu potensi siswa. Kalau belajar terlalu nggethu (serius, Red), malah kadang bisa tambah susah. Karena tesnya mudah kok,” katanya, Minggu (1/6). Untuk jadwal pendaftaran masuk sekolah kawasan sendiri akan dimulai pada 26-28 Juni. Pendaftaran dilakukan secara menyeluruh via online bagi siswa dalam dan luar kota. Pendaftaran dibuka mulai pukul 08.00-16.00 dengan pengambilan nomor tes yang dilakukan langsung pada 27-28 Juni di kantor Dinas Pendidikan Surabaya. Sedangkan untuk tes TPA calon murid SMP dilakukan pada 30 Juni dan untuk calon murid SMA dilaksanakan pada 1 Juli. Tempat akan ditentukan dengan memanfaatkan seluruh sekolahan yang ada. Yusuf menjelaskan, kebijakan penentuan tempat tes tersebut diambil untuk mengakomodir siswa yang domisilinya dekat sekolahan. Kendati demikian, syarat nilai ujian sekolah (US) SD diberlakukan. “PPDB kawasan ada batasan minimal nilai. Semua bisa dilihat di www.ppdbsurabaya.net,” ujarnya. Pria yang juga menjabat Kabid Ketenagaan Dindik Surabaya ini menyebut nilai sudah ditetapkan SMP yang masuk masing-masing sub rayon. “Untuk SMP batasan nilai US minimal 25,50 atau ratarata 8,5. Serta tak ada nilai di bawah 7,5 dan masih disesuaikan dengan nilai US.

Nilai untuk masuk SMA kawasan harus 34 atau rata-rata 8,5 dan tidak boleh ada nilai 7,5,” rincinya. Kabid Pendidikan Dasar Dindik Surabaya Eko Prasetyoningsih menambahkan, pendaftar yang tidak lolos pada PPDB sekolah kawasan bisa mendaftar melalui jalur umum. “Materi tes TPA itu ada numerik, verbal, dan lainnya. Tes TPA tidak perlu belajar karena tentang keseharian, tentang berpikir cepat. Seputar logika. Hasil tes TPA berguna untuk pemetaan atau peminatan anak di SMA. Peminatan ke SMA juga memerhatikan rekomendasi dari guru BK SMP,” tandasnya. Sebagaimana tahun lalu, pembagian wilayah sekolah kawasan tahun ini belum terjadi penambahan oleh Dindik Surabaya. Untuk jenjang SMPN terbagi menjadi wilayah utara ialah SMPN 2 dan SMPN 15, wilayah timur SMPN 19 dan SMPN 35, wilayah barat SMPN 25 dan SMPN 26, wilayah pusat SMPN 1, SMPN 3, dan SMPN 6, serta wilayah selatan SMPN 12 dan SMPN 22. Sementara, jenjang SMAN terdapat di wilayah utara ialah SMAN 3 dan SMAN 19, wilayah timur SMAN 16 dan SMAN 20, wilayah barat SMAN 11 dan SMAN 13, wilayah pusat SMAN 1, SMAN 2, SMAN 5, dan SMAN 6, serta wilayah selatan SMAN 15 dan SMAN 21. Berbeda dengan sekolah kawasan, PPDB jalur umum tidak perlu menggunakan TPA. Sehingga siswa akan bersaing di sekolah negeri yang dituju dengan nilai UN dan US yang dimiliki. Baik sekolah kawasan maupun umum semuanya mendaftar menggunakan online. “Pada jalur umum, siswa yang akan diterima dan tidak diterima akan langsung kelihatan dari perkembangan pendaftar yang masuk dan kuota yang dimiliki sekolah. Semakin tinggi nilai, siswa akan semakin berpeluang,” Q tam tutur dia.Q

Jadwal Pendaftaran PPDB Sekolah Kawasan SMP dan SMA Jadwal pendaftaran Waktu Pengambilan nomor tes Jadwal tes

26-28 Juni (via on line www.ppdbsurabaya.net) pukul 08.00-16.00 27-28 Juni 30 Juni (SMP) 1 Juli (SMA)

Kebocoran Naskah UN

Polda Jatim Bentuk Lima Tim Guna Penyidikan Kasus Surabaya, Bhirawa Setelah beberapa waktu lalu penyidik Polrestabes Surabaya melakukan gelar di Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, terkait kasus bocornya naskah Ujian Nasional (UN). Kini, Polda Jtim membentuk lima tim guna melakukan penyidikan terhadap kasus yang berada di dua TKP yakni Surabaya dan Lamongan. Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setiyono menerangkan, guna mempercepat proses penyidikan kasus bocornya naskah UN, Polda Jatim membentuk lima tim yang keseluruhan berasal dari Ditreskrimum. Adapun lima tim yang diterjunkan dalam penyidikan itu, diketuai oleh Kasubdit I Ditreskrimum Polda Jatim AKBP Ansori. “Walaupun lima tim yang dibentuk berasal dari Ditreskrimum Polda Jatim. Namun, kami tetap melibatkan personil dari Polrestabes Surabaya dan Polres Lamongan,” terang Awi, Sabtu (31/5). Menurutnya, dari gelar perkara untuk ke dua kalinya yang dilakukan secara internal, maka lima tim itu langsung dibentuk seketika juga. Sebab, tim ini nantinya bertugas untuk menentukan dan mengetahui langkah-langkah apa yang akan dilakukan guna penyidikan kasus UN. Ini karena yang diperiksa cukup banyak sekali, sehingga penyidik perlu memilah-milah untuk mengetahui siapa berbuat apa. Lanjutnya, pada gelar pertama di Polda Jtim, diputuskan bahwa penanganan perkara bocornya naskah UN diambil alih oleh Polda Jatim atas koordinasi dari Polrestabes Surabaya. Selanjutnya, Polrestabes Surabaya dan Polres Lamongan mengirimkan berkas-berkas kepada penyidik Polda Jatim. “Kami pun kemudian melakukan gelar perkara untuk ke dua kalinya guna menentukan langkah penyidikan,” jelasnya. “Ke lima tim ini, nantinya akan diberikan tugas masing-masing sesuai dengan tugasnya. Dari pembagian tugas itu, hasilnya akan dicocokkan antara tim satu dan lainnya,” ungkap Awi. Disinggung terkait tugas dari masing-masing tim, Awi memaparkan, adapun tugas dari tiap-tiap tim diantaranya ada yang mengusut bagaimanan proses dan cara pencurian naskah UN saat pengiriman. Selanjutnya, ada tim yang menelusuri bagaimana proses penyebaran naskah itu, dan siapa sajakah guru-guru yang mengerjakan naskah serta mengedarkannya. “Tim juga akan mengusut tuntas siapakah oknum dibalik bocornya Q bed naskah UN SMA 2014,” tegasnya.Q

Ada Pahlawan di MNCTV Festival Pahlawan bukan saja mereka yang berperang melawan musuh Negara. Tetapi pahlawan saat ini bisa juga diartikan mereka yang memperjuangkan penhapusan kemiskinan dan ketidakberdayaan masyarakat. Hal ini juga yang coba disampaikan salah satu perusahaan televise nasional dengan program MNCTV Pahlawan. Pada salah satu acara CSR-nya di Surabaya, Minggu(1/6) . Selepas kegiatan CSR di lapangan Makodam, MNCTV khusus mengundang Bapak Masyudi, Pahlawan untuk Indonesia 2013. Untuk melakukan sharing dengan mahasiswa Universitas Surabaya mengenai MNCTV Pahlawan untuk Indonesia. Mahasiswa terlihat cukup antusias me-

ngikuti acara dan ingin mengetahui lebih dalam mengenai MPUI dan kegiatan Bapak Masyudi. Di hadapan mahasiswa, Masyudi menjelaskan yang membuat dirinya tergugah untuk membentuk koperasi Syariah Baitul Mal Wat Tanwil atau yang dikenal dengan sebutan BMT Nuansa Ummat adalah etos kerja masyarakat di kampung halamanya. “Mereka ini etos kerjanya tinggi, bahkan suami istri juga bekerja, tetapi saya

lihat kok kesejahteraanya masih kurang. Dari situ saya amati ternyata ketemulah penyebabnya yakni mereka ternyata menjadi korban praktik-praktik rentenir, sehingga keuntungan selama bekerja menjadi berkurang,” terang pria berusia 47 tahun itu. Berkat kegigihan yang dilakukan oleh Masyudi, kini masyarakat Kecamatan Ganding, Sumenep Madura semakin sejahtera karena sistem simpan pinjam dengan syariah yang bisa dicicil per minggu dan tanpa bunga. “Dengan meminjam modal pada kami maka masyakart bisa mengembangkan usahanya dan mereka akhirnya tidak terjebak pada

praktik rentenir,” ungkap Masyudi menambahkan. Sementara itu, pihak penanggung jawab acara MNCTV Festival Surabaya Janis Gunawan menuturkan kegiatan hari kedua ini semakin meriah dengan beberapa kegiatan seperti pagelaran musik dan bakti sosial. “Kami menggelar acara ini memang untuk mendekatkan diri pada masyarakat, karena itu sepanjang dua hari ini kita terus ada kegiatan yang beragam meski beberapa juga tetap sama, seperti meet and great tokoh kartun. Selain itu juga ada cek kesehatan gratis seperti gula darah dan kolesterol,” ujar Janis menambahkan saat dijumpai di selaQ cty sela acara.Q

cty/bhirawa

Beberapa artis ibu kota memeriahkan acara MNCTV Festival di lapangan Makodam Surabaya.


OPINI

4

Kontrak Berkuasa 5 Tahunan

Tajuk

Tidak Pilih Sekolah Mahal BULAN (Juni 2014) akan menjadi masa paling sibuk ke-ekonomi-an orangtua, dan meningkatkan belanja rumahtangga. Inilah periode tahun ajaran baru, saat pendaftaran sekolah, memasukkan anak-anak sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Lebih dari 1,2 juta peserta didik telah sukses mengikuti ujian nasional (Unas) dan Usek (Ujian Sekolah, SD). Sebagian terbesarnya (90%) diperkirakan bakal melanjutkan. Tetapi sisanya, sekitar 300-an ribu anak, tidak dapat melanjutkan sekolah. Ratarata penyebabnya karena kesulitan ekonomi orangtua. Bahkan banyak pula lulusan SD dan SMP tahun ini, terpaksa langsung bekerja untuk menyokong perekonomian keluarga. Berdasarkan catatan APM (Angka Partisipasi Murni) Jawa Timur tahun 2012/2013, masih cukup memprihatinkan. Yakni, masih sebanyak 270 ribu anak usia SMP (12-15 tahun) tidak bersekolah. Sedangkan anak usia SLTA (16-18 tahun) yang tidak bersekolah masih sebanyak 800-an ribu anak. Karena itu rata-rata tingkat pendidikan masyarakat di Jawa Timur masih 8,1 tahun. Artinya, rata-rata warga Jawa Timur sampai kelas 2 SMP. Ini menjadi kewajiban Pemerintah Daerah untuk menuntaskan amanat wajib belajar 9 tahun, sebagaimana amanat UU 20 tahun 2003 tentang Sisdiknas. Lebih lagi terdapat amanat UUD pasal 31 ayat (4) tentang anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBD. Saat ini beberapa Pemda masih bebal, karena mengira alokasi itu terlalu besar. Padahal, andai ditaati, pastilah problem pendidikan bisa diselesaikan dengan baik. Andai Pemda konsekuen dengan anggaran pendidikan sebesar 20%, banyak hal bisa dilakukan. Bukan hanya meng-gartiskan seluruh peserta didik SD/MI sampai SMA/ SMK. Melainkan juga seluruh buku, seragam sekolah (plus kaos kaki) bisa dibeli dengan uang BOS. Pemda juga bisa menerapkan sanksi, manakala orangtua tidak menyekolahkan anaknya. Jika alasannya untuk membantu (kerja) orangtua, maka Pemda bisa membuat program khusus Gakin (keluarga miskin) dari BOS pula. Misalnya bantuan program peternakan, sehingga murid-murid bisa angon selepas sekolah. Saat ini, tahun ajaran baru masih terasa bagai beban berat perekonomian keluarga. Sekolah negeri memang umumnya sudah tidak memungut biaya. Kalau nekad bisa dikategorikan pungutan liar atau korupsi. Namun pada sisi lain, lembaga pendidikan kini pintar merekayasa kebutuhan sekolah untuk bisa “mengeruk” dana BOS. Yakni melalui RAPBS (Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah). BOS di-mark-up untuk hal-hal diluar kebutuhan murid. Antaralain menaikkan gaji guru, serta menggaji personel yayasan sekolah. Selain itu banyak pos pembiayaan baru dalam RAPBS, misalnya pengeluaran untuk Komite Sekolah serta pembuatan baliho dan pemasangan iklan. Dus seolah-olah, sekolah tetap memungut pembayaran uang sekolah cukup besar, walau sudah terdapat alokasi BOS. Padahal seharusnya, seluruh sekolah (negeri dan swasta) tidak boleh memungut biaya pendaftaran, karena sudah ditunaikan oleh pemerintah. Begitu pula penghasilan guru kini sudah sangat memadai dengan berbagai tunjangan, melalui APBN dan APBD. Tetapi sekolah swasta seluruh kebutuhan biaya dibebankan kepada orangtua murid. Inilah yang menyebabkan ongkos pendidikan menjadi “me-langit.” Padahal tidak terbukti, bahwa sekolah mahal ber-korelasi dengan mutu pendidikan yang baik. Sekolah mahal, hanyalah akalakalan pihak penyelenggara (yayasan sekolah), karena seluruh biaya dibebankan kepada orangtua murid. Sektor pendidikan dijadikan sebagai ajang mengeruk sebesar-besarnya keuntungan. Kenyataannya, seluruh sekolah mahal (termasuk yang berlabel internasional) selalu kalah dalam perolehan nilau ujian nasional. Juga tidak pernah menang dalam berbagai kontes kompetensi (mata pelajaran) lain. Sehingga boleh dikatakan, bahwa sekolah mahal rata-rata nihil prestasi. Cuma gedungnya yang besar, hasil dari memeras orangtua murid selama bertahun-tahun. Karena itu, Pemerintah Propinsi seyogianya menetapkan batas maksimal biaya (total) pendidikan per-tahun. Persis seperti tarif angkutan lebaran, terdapat plafon atas. 

Sorotan Publik

Semua tanggapan baik berupa saran dan kritik atas wajah dan kinerja birokrasi kita dalam memberikan pelayan publik dapat dikirim melalui email: harian_bhirawa@yahoo.com atau manfaatkan fasilitas surat pembaca di www.harianbhirawa.co.id atau telp ke (031) 5470650 atau faks (031) 5343359. Untuk setiap email harap disertakan nomor telpon (untuk konfirmasi ulang).

Spirit Fair Play dalam Pilpres BANGSA Indonesia temasuk beruntung, terutama di bulan Juni dan Juli nanti. Dua peristiwa menghibur akan tersaji dan kita semua terlibat di dalamnya. Yang pertama, pemilihan presiden dan yang kedua adalah perebutan Piala Dunia sepak bola di Brasil. Sebuah prinsip-prinsip yang agung yang rasanya perlu diadopsi dalam politik. Dan itulah yang menjadikan sepak bola semakin maju tetapi juga kian bermartabat. Karena politik kita belum mengenal prinsipprinsip seperti itu, maka Piala Dunia nanti dijadikan spirit awal untuk menuju politik yang menjunjung fair play. Dalam sepak bola itu tidak ada dendam. Ketika sebuah tim usai membunuh lawannya dengan skor 10-0 sekali pun, maka mereka akan bertukar kaos begitu pertandingan usai. Dalam sepak bola modern yang berbudaya, seorang pelatih atau manajer tim akan saling bersalaman sambil mengucapkan selamat kepada pihak yang menang. Tetapi dalam politik? Ada dendam yang tak sudah-sudah. Ada tokoh yang enggan memberi contoh dengan, misalnya, mengucapkan selamat kepada yang menang. Sepak bola itu cuma 90 menit. Selebihnya adalah persaudaraan. Mestinya dunia politik kita juga sama seperti itu. Pemilihan presiden itu cuma lima menit ketika kita mendatangi bilik TPS. Selebihnya, mestinya, saling berangkulan. Kalau hari ini kalah, ya maju lagi lima tahun ke depan. Nama dan alamat ada di redaksi

HARIAN

PENDIRI : Alm. H. Moch. Said DEWAN PENASIHAT: Dahlan Iskan, Dr. H Sjahrazad Masdar, MA, Drs. Sugeng Praptoyo, SH, MM, MH, AK Ali Salim

Senin Pahing 2 JUNI 2014

Tahta tanpa Mahkota Menjadi penguasa pemerintahan masih menjadi perburuan para era demokrasi. Walau sebenarnya, kekuasaan tidak pernah memberikan “mahkota,” melainkan menuntut kinerja. Bahkan pada situasi rumit (seperti di Indonesia dan Thailand), kekuasaan selalu beriringan dengan ancaman hukuman pidana. Sehingga mengakhiri kekuasaan bagai keluar dari surga menuju neraka. Masa pensiun sering harus dijalani meringkuk dalam penjara.

T

oh banyak orang “gila” sangat suka berburu kekuasaan demokrasi. Padahal, meminjam istilah Jefferson (presiden dan penulis Deklarasi Kemerdakaan Amerika), bahwa kekuasaan pada demokrasi adalah pinjaman. Dalam paradigma agama, seluruh kekuasaan di muka bumi adalah ke-khalifah-an. Itu tak lain sebagai penguasa pengganti, atau wakil. Maka menjalankan kekuasaan, mestilah sesuai dengan pesanan pemilik kekuasaan. Syukur, UUD 1945 telah mengadopsi rambu-rambu kekuasaan demokrasi. Malah tak tanggungtanggung, diletakkan pada pasal 1. Dalam ayat (2) dituliskan, “Kedaulatan berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut UndangUndang Dasar.” Bahkan amanat UUD itu diulang lagi khusus untuk pejabat presiden. Pada pasal ayat (1) dinyatakan, “Presiden Republik Indonesia memegang kekuasaan Pemerintahan menurut UndangUndang Dasar.” Maka pucuk pimpinan negara pun, tidak dapat semau-gue menjalankan kekuasaan pemerintahan. Tidak dapat membuat undangundang secara sendirian (oleh pemerintah saja), juga tidak bisa membuat APBN sendirian. Bahkan berdasarkan UUD pasal 17 ayat (4) presiden juga tidak bisa membuat Kementerian (Departemen) atau membubarkannya secara sepihak. Dus sebenarnya, presiden merupakan pucuk pemerintahan yang diperintah (dan digaji sangat besar) untuk melaksanakan agenda rakyat. Disadari atau tidak, model penguasa pemerintahan nasional saat ini berbeda dengan model zaman kerajaan dahulu (monarkhi). Namun karena perbedaan itu belum lama berselang (belum genap 70 tahun), maka seringkali masih mengecoh persepsi penguasa. Mengira berkuasa mutlak sepenuhnya, bahkan mengira keka-

situasional. Hasilnya, antaralain UUD Pasal 7 “Presiden dan Wakil Presiden memegang jabatan selama lima tahun dan sesudahnya dapat dipilih kembali dalam jabatan yang sama, hanya untuk satu kali masa jabatan Sehingga setiap tan.” yaan negara sebagai presiden RI harus meOleh : “hak milik” penguasa. nyadari benar, bahwa Yunus Supanto Pelaksanaan pemekontraknya hanya 5 rintahan dilaksanakan tahun, atau maksimal dengan kalkulasi jatah 2x5 tahun. Jabatan penguasa dan kroninya. presiden tidak boleh dilanggengkan. Pasal ini terbukti efektif. Namun Penyakit Kronis KKN tetap saja, tidak mengurangi celah Memang begitu kekuasaan pepenguasa untuk KKN. merintahan pada situasi rumit. Karena itu dua tahun kemudian Menariknya, selalu dengan iming(pada November 2001) dilakukan iming “magnitude” tersembunyi. lagi amandemen ketiga. DitambahYakni konon, diberi apa saja yang kan pasal 7A, 7B, yang mengatur di-ingin-kan, serta memberi apa kemungkinan pencopotan Presiden saja dan kepada siapa saja. Seluruhdan Wakil Presiden sebelum jabanya berujung kapitalisasi material, tannya berakhir. Terutama karena kekayaan. Ini disebabkan politik melakukan KKN yang dianggap demokrasi memberi terlalu banyak sebagai pengkhianatan terhadap kewenangan. Pada sisi lain mental negara. Walau pencopotan Presiden kekuasaan dikepung oleh gelimang atau Wapres harus melalui proses politik uang, money politics. pengadilan yang panjang, serta Ujung-ujungnya, penguasa yang dipenuhi ewuh-pekiwuh. lena tega meminta setoran atas UUD Pasal 7A menyatakan: “Preskeuntungan BUMN. Atau minta seiden dan/atau Wakil Presiden dapat bagian saham BUMN secara gratis. diberhentikan dalam masa jabatanYang malu-malu, bisa memperolehnya oleh Majelis Permusyawaratan nya dengan berbagai cara. Misalnya Rakyat atas usul Dewan Perwakilan melalui gurita usaha kapitalisasi Rakyat, baik apabila terbukti telah kekuasaan yang diatasnamakan melakukan pelanggaran hukum kerabat keluarga (anak, adik, keberupa pengkhianatan terhadap ponakan, sepupu) serta sesama negara, korupsi, penyuapan, tindak kader parpol rezim. Selanjutnya pidana berat lainnya, atau perbuapada mata-rantai kekuasaan, hasil tan tercela maupun apabila terbukti kapitalisasi rezim digunakan untuk tidak lagi memenuhi syarat sebagai melanggengkan kekuasaan. Presiden dan/atau Wakil Presiden.” Seluruh dunia sudah lama Diluar jalur pengadilan reguler, dibuat jengkel terhadap kekuaterdapat jalur politik yang lebih cepat saan yang mabuk KKN (kolusi, kountuk mencopot presiden. Pada pasal rupsi dan nepotisme). Selama dua 7B UUD (dengan 7 ayat), mencopot dekade terakhir, hampir seluruh Presiden atau Wakil Presiden hanya filsof dan pemuka agama mencari butuh waktu sekitar 4 bulan. Juga solusi untuk mengurangi kekuahanya dibutuhkan persetujuan dari saan para penguasa. Di Indonesia, sebanyak 350 anggota MPR. Koalisi upaya mengurangi KKN penguasa fraksi parpol di MPR bisa menjatuhkan telah dibuat berbagai institusi kePresiden dan atau Wakil Presiden. negara-an. Antaralain dibentuk MK (Mahkamah Konstitusi), KPK Pencerahan Kekuasaan (Komisi Pemberantasan Korupsi) Upaya mencopot penguasa atau dan PPATK (Pusat Pelaporan dan kroninya (terutama kader se-parAnalisis Transaksi Keuangan) pol) terus diupayakan. Sebagian serta beberapa Komisi publik. sudah berhasil menjebloskan kroni Begitu pula dilakukan amandemaupun koalisi parpol penguasa men UUD sesuai kebutuhan dan ke penjara. Tetapi penyakit KKN

bukan hanya monopoli rezim, melainkan pada altar politik secara umum, termasuk yang oposisi. Pejabat publik yang lain (DPR dan Gubernur serta Bupati plus Walikota) sudah meng-antre masuk penjara. Bahkan jika dibiarkan, tren pejabat politik masuk bui karena KKN bisa mencapai 90%. Karena itu terdapat pemikiran, mestilah diupayakan cara yang lebih santun menghindari KKN. Yakni pencerahan kekuasaan, melalui dakwah maupun tekanan politik dari kelompok pemuka agama. Media masa juga turut berupaya propaganda pemerintahan yang bersih melalui pemberitaan. Walau sebenarnya propaganda pers sering tidak netral dan absurd. Misalnya, pemberitaan tentang Presiden Uruguay, Jose Marica. Padahal mantan pembentok berpaham komunis ini sebenarnya tidak bersih benar ketika masih menjadi prajurit pemberontak. Pertengahan Mei 2014 lalu, Mujica di-propagandakan sebagai presiden paling sederhana di dunia. Ia bahkan tidak tinggal di istana negara, melainkan di rumah pribadi, di sebuah perkampungan kumuh. Ia berladang sendiri bersama istrinya (ibu negara Lucia Topolansky) menanam berbagai jenis bunga. Menurut wartawan CNN, Jonathan Watts, ia juga mencuci dan menjemur pakaiannya sendiri. Artikel tentang Mujica dimuat pertama kali di majalah The Guardian, akhir tahun lalu. Di Indonesia, Goenawan Mohamad juga turut menulis. Seolah-olah tiada pemimpin dunia yang sebaik Presiden Mujica, walau dibanding Gandhi sekalipun (padahal Gandhi menolak dijadikan presiden India). Perbedaan utama dengan Gandhi, adalah, bahwa Mujica yang tidak percaya Tuhan, memilih jalan keras, pemberontakan bersenjata. Sedang Gandhi memilih cara damai, sesuai ajaran agama. Lagi pula, joroknya media masa di kawasan Amerika, tidak mau mem-propaganda-kan tokoh-tokoh muslim. Seluruh pimpinan muslim masa khulafaur rasyidin, selalu bertambah miskin selama menjabat. Misalnya khalifah (kedua) Umar ibn Khatthab, melarang keras KKN. Bahkan anaknya (dan seluruh keluarga dilarangnya berbisnis). Wartawan senior, penggiat dakwah sosial politik.

Refleksi Hari Lahirnya Pancasila 1 Juni

Pancasila dan Dinamikanya Kini telah hadir saat ketika benar-benar kita mengambil nasib tindakan kita dan nasib negara kita ke tangan kita sendiri. Hanya suatu bangsa yang cukup berani untuk mengambil nasib ke dalam tangannya sendiri akan dapat berdiri dalam kekuatan.

K

(Soekarno, 17/8/05)

alimat tersebut dapat menginspirasi kita dalam memperingati Hari Lahirnya Pancasila, 1 Juni 2014, yang perlu kita jadikan moment penting seperti media refleksi, bagaimana bangsa Indonesia menggunakan Pancasila untuk hidup berbangsa dan bernegara dalam rangka mempertahankan kehidupan berbangsa dan bernegara. Wajar adanya jika kita yang merupakan bagian dari warga negara Indonesia terpanggil untuk merevitalisasi Pancasila yang sedang berada di ambang bahaya. Merevitalisasi Pancasila dalam konteks ini dapat kita artikan bahwa Pancasila adalah dasar negara. Pancasila bukan wahana, tetapi ruh yang harus tetap hidup. Tanpa Pancasila, Indonesia tidak ada. Di atas Pancasila sebagai dasar negara, berdirilah pilar-pilar berbangsa dan bernegara. Secara awam telah tersosialisasikan ada empat pilar yang ditegakkan di atas dasar negara, yaitu: (1) Proklamasi Kemerdekaan (sebagai pesan eksistensial tertinggi), (2) UUD 1945, (3) NKRI, dan (4) Bhinneka Tunggal Ika, tanpa dasar, pilar-pilar akan mengambang. Revitalisasi Pancasila sebagai dasar negara mempunyai makna bahwa Pancasila harus kita letakkan dalam keutuhan dengan Pembukaan, dan dieksplorasikan sebagai paradigma dalam dimensidimensi yang melekat padanya. Nilai-nilai yang terkandung didalamnya perlu dikonkritisasikan secara praktis dalam kehidupan sehari-hari untuk menunjukkan kon-

disi objektif yang tumtan Pancasila. buh dan berkembang Konstelasi madalam masyarakat. syarakat Indonesia, Sekaligus, merupamemilih kesatuankan wujud aktualisasi persatuan dengan mePancasila dalam kematikan kebhinekaan hidupan sehari-hari hanya akan menghayang demokratis tetapi silkan konflik-konflik tetap dalam kesatuan yang mungkin dikedan persatuan. tahui di mana awalPenetapan Pancasinya, tapi tak pernah la sebagai dasar falsadapat diduga di mana Oleh : fah bangsa dan negara atau bagaimana akan Ani Sri Rahayu bukanlah pekerjaan berakhir. Sebaliknya, yang sederhana. Promemilih kebhinekaan ses pengesahannya dengan mengabaikan melalui jalan yang panjang, penuh kesatuan-persatuan ibarat melepas perdebatan yang berbobot, rasa tangbermacam-macam binatang buas gung jawab yang besar terhadap nadalam satu kandang, sehingga akan sib bangsa dan negara dikemudian saling menerkam. hari, tetapi juga penuh dengan rasa Kerangka dasar kehidupan napersaudaraan yang akrab. Kiranya sional yang mendasarkan diri pada perlu disadari bersama bahwa Pancasila akan melihat keragaman kebhinekaan maupun kesatuansuku, agama, ras sebagai aset atau kesatuan Indonesia adalah suatu kekayaan bangsa. Namun, jiwa kenyataan dan suatu persoalan. dan semangat Pancasila juga puWalaupun proses integrasi bangsa nya batas-batas yang menyangkut terus berjalan, namun potensitetap tegaknya kesatuan-persatpotensi yang disintegratif belum uan agar kebhinekaan itu tetap hilang, bahkan amat mungkin tidak berfungsi sebagai kekayaan dan pernah akan hilang. Hal itu sebagai modal bangsa, jangan berfungsi konsekuensi kita mendasarkan diri sebaliknya. pada Pancasila. Sebab, Pancasila Setelah melalui fase transisi, dengan karakter utamanya yang kesatuan-persatuan politis itu inklusif dan non-diskriminatif, tetap mantap tapi kesatuan-pertidak melihat kebhinekaan dan satuan berbangsa dan bernegara kesatuan-persatuan sebagai suatu masih terkotak-kotak. Sudah ada perlawanan, melainkan merangkul interaksi yang dinamis, namun kedua-duanya. pada umumnya masih dalam bentuk interaksi antar kotak, yang Persatuan yang utama tidak jarang justru mengganggu Tidak ada kemerdekaan tanpa proses kebhinekaan. Menghadapi persatuan. Pancasila amat mepermasalahan yang seperti inilah nekankan kesatuan-persatuan, justru diperlukan pendekatan dan tetapi tanpa mematikan atau pola tindakan baru dalam kebersamelenyapkan kebhinekaan. Di maan demi keselamatan seluruh pihak lain, Pancasila menerima rakyat, terutama saat-saat bangsa serta menghargai kebhinnekaan, kita sedang berupaya memberantetapi dalam batas tidak memtas korupsi, kekerasan dan pengbahayakan atau menghancurkan hancuran lingkungan hidup. kesatuan-persatuan. Kebhinekaan Bertolak dari persoalan tersebut, dalam kesatuan-persatuan, dan barangkali faktor keselamatan sekesatuan-persatuan dalam kebluruh rakyat itulah yang kiranya hinekaan. Di situlah letak kekuatetap merupakan perekat. Ada na-

sionalisme dan patriotisme, namun lebih ke dalam, antarkita dengan manifestasi ketulusan memberi dan menerima, ketulusan mendesak ke belakang kepentingan dan ambisi pribadi, golongan, atau suku lewat jalan Pancasila. Jalan Pancasila tidak bisa dikatakan sebagai jalan yang mudah, tetapi sejak awal memang telah disadari bahwa memilih jalan Pancasila berarti memilih jalan yang tidak mudah. Juga, tidak dikatakan bahwa pembatasan-pembatasan yang bersifat eksternal tidak diperlukan. Tetapi, yang mesti jelas adalah, pembatasan-pembatasan eksternal saja tidaklah cukup. Itu mungkin dapat mencegah perpecahan, tetapi tidak dapat menumbuhkan kesatuan dan persatuan. Ke depan, aspirasi masyarakat bangsa ini memang akan berkembang beraneka ragam dan bersamaan dengan itu dengan suasana yang lebih demokratis, berbagai aspirasi tadi muncul ke permukaan dan disuarakan. Dalam kondisi seperti itu Pancasila memang masih disanjung tetapi kurang atau bahkan tidak ada konsistensinya. Oleh karena itu, tidak mustahil bahwa Pancasila akan semakin ditinggalkan. Hal ini tercermin dalam praktik-praktik yang mengarah pada dominasi dan diskriminasi sosial. Dengan neoliberalisme yang dipelihara oleh pemerintah saat ini, makin berkembang sikap meremehkan Pancasila. Pemerintah, elite kampus, bahkan elite partai diparlemen, ibaratnya tanpa risih mengabaikan Pancasila. Budaya berPancasila dalam penyelenggaraan negara makin tersingkirkan. Pernyataan-pernyataan korektif keras sering terdengar, antara lain, ”Mengapa kita jadi kebarat-baratan dan kearabaraban? Ini Indonesia yang Pancasila, ” (Emha Ainun Nadjib, 2013). Dosen dan Penulis buku PPKn Univ. Muhammadiyah Malang.

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI : Nawang Esthi Lestari REDAKTUR PELAKSANA: Titis Tri Wahyanti KOORDINATOR LIPUTAN : Wawan Triyanto REDAKTUR: Wahyu Kuncoro SN, Bambang WN , Choirul Anam, Anangsyah Isfianto, Sufendhi Dimyati, Helmi Supriyatno, Gatot Suryo Widodo Reporter : M. Ali, Siti Sulistiani, Andre Endrayana Sasmita, Rachmat Caesar BSW, Zainal Ibad, Danang Prastyo, Adit Hananta Utama, Abed Nego, William AK , Gegeh Bagus Setiadi Fotografer: Trie Diana Indahwati, Sekretaris Redaksi: Suryanthini Malang: M. Taufiq, Kabupaten Malang : Cahyono Nor Rochmah, Kota Batu: Anas Bachtiar, Pasuruan : Hilmi Husein, Pamekasan: Syamsuddin, Lumajang: Zainul Hidayat, Probolinggo: Wiwit Agus Pribadi Jember: Effendi, Bangkalan: Aditiya Roosvianto, Sampang: Nur Cholis, Sumenep: Samsul Arifin, Bondowoso: Arum Hidayati, Situbondo: Sawawi, Tulungagung: Hadi Sucipto, Wiwieko Dh, Lamongan: Suprayitno, M. Yusuf Adnan, Jombang: Romadlon, Fathoni, Mojokerto: Hasan Amin, Kariyadi Sidoarjo: Ali Kusyanto, Hadi Sujitno, Achmad Suprayogi Gresik: Kerin Ikanto, Rokim, Tuban: Khoirul Huda Madiun: Sudarno, Blitar: Hartono, Ponorogo : Hari Bahrul Ulum, Magetan: Ivin Kurniawan, Nganjuk: Ristika, Bojonegoro: Achmad Basir, Jakarta: Tjitjik Rahayu, Penerbit: PT. Harian Bhirawa (Perusahaan Pers SK: Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia RI No. AHU-82337.AH.01.01.Tahun 2008) Direktur Utama: Nawang Esthi Lestari, Direktur Umum: Wahyu Kuncoro SN, Direktur Keuangan Mira Damayanti Komisaris Utama: Sugeng Praptoyo, Komisaris: Bambang WN, Hasan Amin, Suprayitno, Pemegang Saham: Seluruh karyawan/ koresponden Harian Bhirawa Malang: Gatot Soekardi, Ratna Nirmala, Lumajang: Didit Nur Jadit, Banyuwangi: Supriyadi, Bondowoso: Hasto Pramudyo, Manager Produksi, Sirkulasi dan Periklanan: Sri Eddy Haryanto, Manajer Keuangan: Anangsyah Isfianto, Administrasi Keuangan: Etti Sri Kustini, Sri Poernomo, Sekretaris Perusahaan: Rani Cholyvianti, Sirkulasi: Titiek Yuliati (Koordinator), Andi Basuki, Nike Kusumawati, Utomo Pagon, Distribusi: Tatok Arly (Koordinator), Suparto, Mulyadi, Pracetak:Ali Sulkan (Koordinator), Danu Setiawan, Achmad Tauriq Imani, Trisno purnomo, Onny Agung S, Oki Abdul Sholeh. Sekuriti: Saiful Hidayat, Agus Mulyono Alamat Kantor Pusat/Iklan/Redaksi: Jalan Indragiri 73 Surabaya, Telp : 031- 561-5454, Fax : 031-561-9009, Email Iklan: bhirawa_indragiri@yahoo.com, Email Redaksi: harian_bhirawa@yahoo.com Sirkulasi: Jalan Pengenal 5, Surabaya (60174), Telp : 031- 547-0650 (3 lines), Fax : 031-534-3359, Email Sirkulasi: bhirawasirkulasi@yahoo.com Bhirawa Online : http://www.harianbhirawa.co.id Bank: Bank Mandiri (BBD Jembatan Merah) Surabaya, No. Rek:140.0080000053, Percetakan: PT Media Nusantara Press SIUPP: Nomor 159/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1986, 22 April 1986. Tarif Iklan: Iklan Baris Rp. 7.500/baris (maksimal 5 baris), Iklan Tender/Lelang Rp.10.000/mm kolom, Iklan Display warna (FC) Rp.10.000/mm kolom, Iklan Display hitam putih (BW) Rp.7.500/mm kolom. Harga belum termasuk PPn 10%.


Senin Pahing 2 JUNI 2014

SIDOARJO-GRESIK-MOJOKERTO KELANA

Pecandu Narkoba di Sidoarjo Masih Tinggi Sidoarjo, Bhirawa Wilayah Sidoarjo termasuk rawan peredaran kasus narkoba di Jatim. Data yang ada di Ditresnarkoba Polda Jatim, Kota Udang itu berada pada nomor urut empat setelah Surabaya, Malang dan Kediri. Kabag Wasidik Ditresnarkoba Polda Jatim, AKBP Dwi Safitri SH MH, menyampaikan pihaknya sudah pernah memasang spanduk sebagai salah satu Intitusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) bagi pecandu narkoba agar bisa direhabilitasi. ‘’ Tapi tidak ada pecandu yang datang untuk melapor untuk direhabilitasi, mungkin saja mereka takut, khawatir dan sebagainya,’’ sebut Dwi Safitri, saat menjadi salah satu narasumber acara Forum Group Discussion (FGD) yang diselenggarakan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sidoarjo tentang IPWL, Jum at (30/5) di Edotel Hotel, Sidoarjo. Keberadaan IPWL ini menurut Dwi, telah diatur dalam PP 25/ tahun 2011 tentang pelaksanaan wajib lapor narkoba. Meski demikian ia mengakui, jarang orang dengan kesadaran datang untuk bersedia untuk direhab. Padahal rehabilitasi pecandu narkoba ini, menurutnya gratis. Sedangkan dr Adi Wirayanto Mkes, Direktur RS Jiwa Menur surabaya, salah satu narasumber acara FGD ini mengatakan, manfaat-manfaat rehabilitasi bagi pecandu narkoba ini diantaranya adalah, selain diberikan gratis, juga akan bisa menyembuhkan pecandu dari ketergantungan narkoba. Karena pecandu yang parah juga bisa mengalami gangguan jiwa. ‘’Selain itu, wajib lapor ini juga melaksanakan undang-undang. Sehingga dapat meminimalisir pemidanaan terhadap pecandu apabila sampai tertangkap menggunakan narkoba,’’ ujarnya.Q ali

KPA Tak Bisa Larang PSK Dolly Masuk Sidoarjo Sidoarjo, Bhirawa Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) Sidoarjo tidak punya kewenangan melarang siapapun orang untuk datang masuk ke Sidoarjo. Termasuk para PSK paska penutupan gang Dolly Surabaya maupun PSK dari luar Sidoarjo lainnya. Untuk mencegah dan menghindarkan masyarakat Sidoarjo agar tidak sampai kena penyakit HIV/AIDS, maka yang bisa dilakukan KPA Sidoarjo, adalah membentengi diri masyarakat agar tidak suka datang ke tempat transaksi seks bebas. Karena akan sangat beresiko terjadi penularan HIV/AIDS. ‘’KPA Sidoarjo tidak punya kewenangan untuk menolak orang masuk ke Sidoarjo, ’’ ujar Sekretaris KPA Sidoarjo, Hariadi Purwantoro, Minggu (1/6). Diakui Hariadi, masuknya PSK paska penutupan gang Dolly Surabaya atau masuknya PSK dari daerah lain ke Sidoarjo, punya potensi sama-sama bisa menambah berkembangnya HIV/AIDS di Kota Udang itu. Data KPA Sidoarjo per Desember 2013, jumlah kasus HIV/AIDS di Sidoarjo tercatat ada 1.079 kasus. KPA Sidoarjo akan berusaha membentengi masyarakat agar tidak suka datang ke tempat transaksi bebas. Menurut Hariadi, bila masyarakat tak suka datang ke tempat transaksi seks bebas, maka tempat itu bisa saja akan bubar dengan sendirinya. Namun apabila tidak bisa dicegah, KPA Sidoarjo kata Hariadi, menyarankan agar pakailah alat pengaman seperti kondom agar tidak tertular HIV/AIDS. Selama ini untuk mencegah dan meminimalisir berkembangnya HIV/AIDS, KPA Sidoarjo telah membagi-bagikan kondom secara gratis pada outlet-outlet kondom di Sidoarjo. Mereka diberi jatah kondom sesuai dengan permintaan.Q ali

Mahasiswa STiMSI Tanam 1.000 Pohon Gresik,Bhirawa Sekolah Tinggi Manajemen Semen Indonesia (STiMSI), milik dari PT Semen Indonesia Tbk. Minggu (1/6), melakukan penanaman 1000 pohon (go green) di Desa Semampir Kecamatan Cerme. Tujuang kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta mendorong penegakan hukum di bidang lingkungan hidup Menurut Soesetyoko Suwandi Ketua Yayasan Semen Gresik Foundation mengatakan, penanaman 1000 pohon tersebut dilakukan sebagai bentuk responsif mahasiswa STiMSI terhadap lingkungan sekitar. “Ini adalah bentuk aplikatif mahasiswa di masyarakat dan lingkungan, kami sangat mendukung penuh atas kegiatan positif yang dilakukan mahasiswa STiMS,” katanya, Minggu (1/6). Kegiatan gerakan tanam 1000 pohon, dilaksanakan untuk memperingati hari bumi yang jatuh pada tanggal 22 April. Kegiatan ini bertujuan, untuk meningkatkan kesadaran dan antusiasme masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar. Dengan mengusung tema Lets Save The Earth yang diselenggarakan melalui kegiatan “Gerakan Tanam 1000 Pohon”, upaya mahasiswa STiMSI bersama masyarakat, bergotong-royong dalam upaya penghijauan dengan menanam bibit pohon. Adapun tanaman yang diberikan adalah Genitu, Bintaro, Juwet, Kawesta, Kemiri Sunan, dan berbagai tanaman hortikultura. Bibit pohon tersebut diperoleh dari beberapa pihak pendukung, antara lain Semen Gresik Foundation, BLH Kabupaten Gresik. Selain melakukan penanaman bibit pohon, mahasiswa mengajak anak-anak dari desa tersebut untuk melakukan kegiatan bersih desa dengan mengumpulkan sampah terbanyak.Q kim

5

Wali Kota Nikmati Mobdin Baru Rp 530 juta Kota Mojokerto, Bhirawa Wali kota Mojokerto Mas’ud Yunus membeli mobil dinas (mobdin) baru dengan harga yang cukup fantastis seharga Rp 530 juta. Mobil mewah ini dibeli untuk mengganti mobil dinas lama yang masih relatif bagus dan prima. Mobdin warna hitam yng baru saja dibeli untuk orang nomer satu di Pemkot Mojokerto itu yakni Toyota All New Camri 2,5 V. Sebagai tunggangan terbarunya, mobil pengadaan tahun 2013 seharga Rp 530 juta itu menggantikan kendaraan dinas Toyota Altis yang kini diwariskan sebagai kendaraan dinas Sekda Mas Agus Nirbito. Sementara, mobdin Sekda akan difungsikan sebagai kendaraan tamu daerah. Mobil mewah merek Honda All New Civic itu hanya digunkan jika ada tamu resmi Pemkot Mojokerto. Jika tidak, maka mobil itu akan dikandangkan di rumah dinas wali kota. “Mobil dinas wali kota ini bukan tergolong mewah, tapi menengah . Dan itu hasil pengadaan tahun lalu yang baru terealisasi sekarang,’’ ujar Kepala Bagian Umum

kariyadi/bhirawa

Mobil baru Wali Kota Mojokerto seharga Rp 530 Juta type All New Camri. Setda Kota Mojokerto, Tjatur Susanto, Minggu (1/6) kemarin. Tjatur tampak segan mobil tersebut digambarkan terlalu mewah dan dapat melukai hati rakyat. “Itu mobil biasa.

Tipenya masih tinggi mobil dinas wakil wali kota yang merupakan peninggalan wali kota terdahulu,’’ katanya. Mobdin wawali Honda Accord 3,5 V merupakan mobil

mewah dijamannya. Setelah ditinggal Walikota Abdul Gani pensiun mobil itu dipakai wawali. Selain mobil dinas walikota, mobil dinas baru yang diterima Bagian

Panwaslu Khawatir, Tahapan Pilpres di Kota Mojokerto Berhenti Kota Mojokerto,Bhirawa Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Mojokerto mengkhawatirkan tahapan Pemilu Presiden (Pilpres) di Kota Mojokerto deadlock alias mandeg. Kekhawatiran ini bersarkan indikasi, bahwa ketika tahapan Pilpres sudah berjalan, Panwaslu sangat kesulitan melakukan koordinasi dengan jajaran KPU Kota Mojokerto. ‘’Karena komisionaris KPU tidak lagi peduli dengan tahapan pilpres, karena masa tugas mereka berakhir 12 Juni 2014. Sementara yang masuk 10 besar KPU baru nanti hanya seorang,’’tuding Elsa Fifajanti, Ketua Panwaslu Kota Mojokerto Minggu (1/6) kemarin. Ia mengatakan beberapa kali Panwaslu bermaksud melakukan koordinasi dengan KPU Kota Mojokerto, tetapi tidak ada seorangpun yang ada di kantor. Padahal Hal paling krusial saat ini yang harus segera dituntaskan jajaran KPU adalah penyusunan dan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilpres untuk Kota Mojokerto. Menurut Esa, sesuai Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 9/ 2014 pasal 5, KPU memiliki tugas dan tanggung jawab untuk melakukan bimbingan tekhnis, pengendalian dan supervisi terhadap PPK dan PPS. ‘’Saya tidak yakin apakah Bimtek itu sudah dilakukan, mengingat banyak PPK maupun PPS yang mengundurkan diri,’’ ungkapnya. Secara resmi, kata Elsa, ia memperoleh salinan empat orang PPK yang mengundurkan diri. Dua orang dari wilayah Prajurit Kulon dan dua orang lainnya dari wilayah Magersari. Selain itu ia juga menerima salinan pengunduran diri tiga orang PPS Kranggan. ‘’Meski yang resmi mundur hanya mereka, tetapi fakta di lapangan, PPL dan Panwascam saya sulit

melakukan koordinasi dengan jajaran PPS dan PPK yang tidak mengundurkan diri,’’ jelasnya. Bahkan kata Elsa, Ketika dihubungi PPL maupun Panwascam, rata-rata ponselnya tidak aktif, atau ada yang diangkat tetapi dijawab bahwa mereka (PPS, maupun PPK) sudah tidak mengurusi tahapan pilpres. Yang memprihatinkan, menurut Elsa adalah banyaknya PPS yang tidak menempelkan DPS HP (Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan) di tempat-tempat strategis untuk mendapat masukan dari masyarakat.‘’Kerjakerja pengawasan tidak mungkin menghandel semua tugas yang harus dikerjakan oleh jajaran KPU,’’ tandasnya. Seharusnya, jika ada kondisi seperti ini menurut UU No 15/ 2011 tentang Penyelenggara Pemilu, pasal 127, jika KPU Kota tidak bisa/tidak mampu melaksanakan tugasnya. KPU di tingkat atasnya harus mengambil alih tugas KPU kab/kota tersebut. ‘’Saya sudah melaporkan kondisi ini ke Bawaslu provinsi, dan pekan ini saya mendapatkan informasi KPU provinsi akan dipanggil terkait macetnya tahapan pilpres di Kota Mojokerto, ‘’terangnya. Elsa mengatakan, banyak tahapan yang tidak dilaksanakan oleh KPU Kota. Misalnya, apakah benar PPS dan PPK melakukan sinkronisasi terhadap DPS, DPK (Daftar pemilih Khusus), DPK tambahan, apakah benar mereka melakukan pencocokan dan penelitian dan sebagainya.’’Yang paling urgent apakah setiap keputusan yang sampai di KPU Kota nanti, sudah melalui tahapan pleno, baik di PPS maupun di PPK,’. Jikalau pleno, apakah di PPK, misalnya, memenuhi kuorom, minimal dihadiri empat anggota,’’tanyanya. Tentang PPK dan PPS yang sudah menyatakan mundur, harusnya segera dilakukan Per-

Elsa Fifajanti

kar/bhirawa

gantian Antar Waktu (PAW). Namun ia juga mendapatkan info bawah untuk melakukan PAW tersebut kesulitan, karena mereka yang seharusnya mengisi sudah memiliki kesibukan yang tak bisa ditinggalkan. ‘’Jangan lupa untuk mencari penyelenggara pemilu dengan honor pasa-pasan di kota kecil ini sangat sulit. Belum lagi royokan dengan tim sukses, tim pemenangan, dan relawan pilpres,’’sergahnya. Dan lagi, kata dia, apakah dengan terbetuknya PPS maupun PPK yang baru untuk meneruskan pekerjaan di tahapan pilpres, cukup waktu untuk melakukan bimtek, supervisi dan lainnya. ‘’Saya tidak ingin carut marutnya logistik, tata cara penghitungan dan rekapitulasi, munculnya pemilih yang tidak bertempat tinggal di sebuah wilayah muncul lagi di Pilpres. Pasti kami yang akan pontang-panting karena laporan masyarakat ke Panwaslu. Lha sekarang kami mau mengingatkan jajaran KPU, mengingatkan ke siapa?’’ Ia menunggu sampai 3 Juni 2014 nanti, begitu PPS tidak pleno untuk menetapkan DPT Pilpres, dan PPK demikian pula halnya pada 5-6 Juni, maka Panwaslu akan menyampaikan ke provinsi dan pusat jikalau DPT di Kota Mojokerto tidak legitimed dijadikan dasar pelaksanaan Pilpres.Q kar

Umum adalah Toyota Hilux jenis pick up yang akan dioperasionalkan di setda. Kedua mobil itu kini sudah dipakai sebagai kendaraan operasional pemda.Q kar

Bupati Sidoarjo Pilih Netral di Pilpres 2014 Sidoarjo, Bhirawa Bupati Sidoarjo H.Saiful Ilah SH.MHum memilih netral pada Pilpres 2014 ini. Alasannyua sebagai kepada daerah dirinya tidak boleh berpihak. Sehingga pada saat musim kampanye Pilpres 4 Juni-5 Juli mendatang dirinya tidak perlu repot-repot mengambil cuti. Meskipun sudah menyatakan netral pada Pilpres 2014, sebagai kader dan ketua DPC PKB Sidoarjo, Saiful Ilah menyatakan akan tetap segaris dengan keputusan partai. “Ya pokoknya sebagai kepala daerah saya netral, namun sebagai kader partai ya tetep apa kata partai,” tutur katanya, Minggu (1/6). Sementara itu, Ketua DPRD Sidoarjo H.Dawud Budi Sutrisno SH.MHum, menyatakan secara pribadi dirinya mendukung Prabowo Subianto sebagai Presiden RI. Indonesia saat ini masih memerlukan figur militer sebagai pimpinan negara. “Ini pendapat pribadi loh. Namun jika sebagai kader Partai Demokrat, ya masih menunggu intruksi partai,” ulasnya. Sedangkan Ketua Laskar Relawan Arek Sidoarjo Drs Sumi Harsono, akan berjuang habis-habisan memenangkan pasangan nomor urut 2 Jokowi-Kalla. Hal itu dikatakan saat deklarasiLaskar Relawan Arek Sidoarjo untuk Jokowi-JK. “Amin Rais dengan sombongnya menyatakan bahwa memenangkan Prabowo adalah perang badar, maka detik ini kita tantang Amin Rais dengan perang Fi Sabilillah,” tegas Sumi Harsono dalam orasinya. Dalam deklarasi yang digelar di kediaman Sumi Harsono ini, hadir ketua tim sukses Jokowi-JK Jatim Kusnadi SH, Sesepuh Promeg 96 Supomo, serta ketua partai koalisi pengusung Jokowi-JK di Kabupaten Sidoarjo. Satu persatu ketua partai maupun perwakilan partai yang hadir, memberikan orasi politiknya, untuk membakar semangat para relawan dalam memperjuangkan kemenangan Jokowi-JK. “Kemenangan Jokowi-JK sebagai presiden Ri periode 2014-2019 adalah kehendak tuhan yang maha esa. Dan kemenangan ini tidak akan bisa dibendung karena juga kehendak alam,” tutur I Wayan Dendra ketua partai Hanura Sidoarjo yag juga hadir. Selain melakukan deklarasi, pada kesempatan ini, dilakukan penggalangan tanda tangan dukungan dari seluruh relawan, sebagai ungkapan kesiapan pemenangana Jokowi-JK. Di lokasi yang tak jauh dan waktu bersamaan, tepatnya di Hotel Sun City, tim kampanye pemenangan Capres Cawapres Prabowo-Hatta Kabupaten Sidoarjo, resmi dideklarasikan. Deklarasi ini dihadiri para petinggi partai pengusung di Kabupaten Sidoarjo, diantaranya H. Imam Sugiri (PAN), M.Rifa’i (Gerindra), Hj Ummi Kadah (PPP), Aditya Nindyatman (PKS), dan H.Munawir (PBB) Margono (Golkar). Q hds

Petani Sambat ke Bupati Sidoarjo

Pupuk Langka dan Minimnya Tenaga Tani Hambat Produksi Inginnya mendapatkan produktivitas hasil pertanian yang maksimal, namun masih banyak kendala yang harus dihadapi dalam bercocok tanam. Akhirnya para petani menyampaikan aspirasinya atau sambat ke Bupati Sidoarjo H.Saiful Ilah SH.MHum agar mendapatkan perhatian. Para petani mengeluh beberapa kendala yang bisa menghambat produksi, seperti kelangkaan pupuk yang selama ini belum bisa teratasi oleh pemerintah karena pendistribusiannya kurang baik. Termasuk juga permintaan alat-alat pertanian maupun obat-obatan serta kurangnya tenaga pertanian. Keluhan itu disampaikan para petani pada saat acara dialog ‘Temu Wicara dan Temu Usaha Petani Dengan Pelaku Agribisnis’ di Desa Wilayut Kec. Sukodono Jum’at (30/5) pagi. Hadir dalam acara tersebut Bupati Sidoarjo Saiful Ilah , Dandim 0816 Sidoarjo Letkol Arh. Bambang Utomo S.Ip serta Sekdakab Sidoarjo Vino Rudy Muntiawan SH dan Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Sidoarjo Ir. Anik Pudji

Astuti MM. Bupati Sidoarjo Saiful Ilah menyambut baik aspirasi atau keluhan yang telah disampaikan oleh para petani. Kepada pejabat terkait, Ia meminta aspirasi tersebut untuk segera ditindak lanjuti agar tujuan untuk memaksimalkan hasil panen bisa terpenuhi. Mantan Wakil Bupati Sidoarjo itu juga menyampaiakan bahwa komoditi tanaman pangan khususnya padi memiliki peranan pokok sebagai pemenuhan kebutuhan pangan. Kebutuhan pangan terutama padi setiap tahunnya cenderung meningkat. “Sehingga padi menjadi amat penting dan strategis fungsinya, karena merupakan makanan pokok yang berperan untuk memenuhi kebutuhan pokok karbohidrat masyarakat,” katanya.

Oleh karena itu, kebijakan pangan harus menuju kemandirian pangan. Apapun harus diproduksi dalam negeri, dan dipastikan bahwa stok beras nasional maupun daerah harus cukup memadai dan terkelola dengan baik. Sesuai dengan Instruksi Presiden yang berimplementasikan produksi beras dalam negeri harus mampu menyediakan surplus beras nasional 10 juta ton beras dalam kurun waktu tahun 2011- 2015, termasuk cadangan beras pemerintah minimal 2,5 juta ton. Selain itu gerakan melawan hama harus terus dilakukan. Pasalnya, gerakan tersebut adalah untuk mendorong masyarakat petani dan masyarakat luas berpartisipasi langsung dalam pengamanan produksi padi secara serentak dalam areal yang luas dan terkoordinasi. “Melalui gerakan tersebut diberharapkan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) tidak dapat berkembang luas,” tegas Saiful Ilah. Sebelum dilakukan dialog,

achmad suprayogi/bhirawa

Bupati Sidoarjo Saiful Ilah saat memberikan bantuan benih secara simbolis kepada petani. mereka bersama-sama melakukan penanaman padi di persawahan Desa Wilayut. Dalam rangka penanaman dan pengolahan serentak, yang akan dilakukan petani pada tanam padi musim ini. Selain itu juga diadakan gerakan pengendalian tikus oleh petani bersama TNI. Terpisah, Kepala Dinas Per-

tanian, Perkebunan dan Peternakan (DP3) Kabupaten Sidoarjo Anik Pudji Astuti mengatakan, gerakan pengendalian tikus yang telah dilakukan, diharapkan akan dapat mengendalikan OPT. “Dengan begitu OPT di Kabupaten Sidoarjo dapat terkendali dan terpantau secara dini,” katanya.Q ach


JAWA TIMUR

6 KILAS JATIM

Lamongan Gelar Festival Tempo Doloe Lamongan, Bhirawa Dalam rangka memperingati hari jadi Lamongan yang ke 445, Kabupaten Lamongan kembali menggelar event Lamongan Tempo Doloe (LTD). Event ini merupakan event yang ketiga kalinya, sebelumnya LTD sudah diselenggarakan sejak dua tahun lalu. Setiap memperingati Hari jadi Lamongan, Pemkab selalu menggelar Festival kuliner yang berlangsung tiga hari sejak Jumat hingga Minggu (1/6) malam kemarin. Festival kuliner tersebut dibuka Bupati Fadeli, pada Jumat kemarin. Dalam festival tersebut cukup menarik, karena beberapa warung tenda di alun-alun Lamongan didesain dengan tampilan jadul, berdinding anyaman bambu dan berhiaskan berbagai pernik tempo dulu. Perangkat makanan yang digunakan untuk menghidangkan makanan pun juga tempo dulu, juga penjaga makanannya harus memakai pakaian kebaya lengkap dengan jarik dan selendang. Sedangkan untuk lakilaki mengenakan celana kolor hitam dengan sabuk besar dan berkaos oblong dengan blangkon sebagai penutup kepala.Q mb1

Wali Kota Tantang Dewan Soal Pembangunan Pasar Grosir Kediri, Bhirawa Polemik pembanguan kios Pasar Grosir, Kelurahan Ngronggo, Kecamatan Pesantren Kota Kediri semakin rumit, wali kota Kediri tak peduli rekomendasi DPRD Kota untuk melanjutkan pembanguan Kios Grosir tersebut, bahkan wali kota mempersilahkan DPRD untuk mengangkat persoalan tersebut ke Pansus (Panitia Khusus). Wali Kota Kediri, Abdullah Abubakar SE, ketika dikonfirmasi Bhirawa mengatakan jika pihak Pemkot tetap akan menertibkan kios pasar grosir, karena selain dianggap telah menabrak aturan yang ada (Perda RT/RW), menurutnya pembangunan bernilai miliaran itu tidak ada pemberitahuan kepada Pemkot. "Dewan suruh baca aturannya, kalau mau bikin kebijakan sendiri ya silahkan bikin

kebijakan karena perda (Perda RT/RW, red) itu buat bersama bukan ekskutif saja, yang jelas perda itu ditetapkan dari kedua belah pihak, dan perda RT/RW itu selaras, mulai dari provinsi, pusat dan Daerah, mereka kan juga sudah memegang aturannya," ungkapnya. Wali Kota sendiri seoalah tak peduli dengan rekomendasi dewan untuk menyelasaikan persaalan pembanguan

108 unit kios yang di bangun oleh Perusahaan Daerah Pasar yang bekerjasama dengan Paguyuban Pedagang. Bahkan wali kota mempersilahkan dewan jika ingin mengangkat persoalan tersebut ke Pansus. "Silahkan kalau mau diangkat ke Pansus, mau berapa kali Pansus silahkan saja, saya persilahkan dengan hormat, yang penting masyarakat saya terlindungi," tegas Abdullah Abubakar. Bahkan, orang nomor satu di Pemkot Kediri ini mendapat informasi jika ternyata ada oknum anggota dewan yang sudah mengambil kios yang pembanguannya masih 70 persen itu. “Saya dengar di situ dewan punya, bahkan ada beberapa orang yang memiliki lebih dari 1 kios. Ini ekonomi kerakyatan

dan keadilan yang bagaimana," tandasnya. Sebelumnya, Komisi C dan B DPRD Kota Kediri menggelar rapat dengar pendapat yang menghasilkan beberapa rekomendasi yang inti rekomendasi tersebut adalah untuk menyelesaikan secara internal persolan tersebut, dan dalam penyelesaian melanjutkan pembangunan kios itu meski menabrak perda RT/RW. Alasan dewan, karena di Kota Kediri banyak bangunan yang menyalahi perda RT/RW, dan jika pemkot bersikukuh menertibkan Kios Grosir dewan meminta semua bangunan yang melanggar ditertibkan. Menanggapi pernyataan itu wali kota juga siap untuk melakukan penertiban pada bangunan yang melanggar aturan. Disisi lain PD pasar

sendiri selaku leading sektor dalam pembangunan tersebut juga mengaku pasrah denagan kondisi yang ada. Kepada wartawan Dirut PD Pasar, Saiful Yasin mengatakan jika pihaknya pasrah dengan Kebijakan Pemkot Kediri. "Saya pasrah saja apa nantinya kebijakan pak wali kota," katanya beberapa waktu lalu Dengan kondisi seperti ini dipastikan polemik tersebut akan menjadi panjang, Dewan sendiri akan butuh waktu untuk persiapan membentuk pansus. Terus bagaimana nasib pedagang yang telah menginvestasikan uangnya, mereka masih dihantui rasa khawatir yang sangat mendalam, apalagi persoalan ini telah sampai keranah hukum. Q mb2

Pemkot Gelontor Rp 7 Miliar Dana Pendidikan

Jual Obat Ilegal Ditangkap Polisi

Kediri, Bhirawa Pemerintah Kota Kediri bakal mengelontor dana pendidikan senilai Rp7 Miliar, menyusul banyaknya keluhan dari wali murid karena mahalnya biaya pendidikan di Kota Kediri. Dana tersebut direncanakan teralisasi pada tahun 2015, tak hanya itu di tahun yang sama pemkot juga akan menggratiskan seragam bagi Sekolah lanjutan Tingkat Atas (SLTA) Kepada Bhirawa, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar SE mengatakan, dana pendidikan yang akan digelontorkan tersebut sebagai stimulan untuk menekan biaya komite yang dinilai terlalu berat bagi masyarakat Kota Kediri, sehingga, lembaga pendidikan di Kediri lebih bisa maju tanpa uang komite. “Masih kita rapatkan di Bappeda soal biaya pendidikan ini, sekitar Rp7 miliar lebih akan kita tambahkan, karena saat ini biaya untuk komite ada yang Rp80 ribu ada yang Rp100 ribu, nanti

Bondowoso, Bhirawa Petugas Satuan Polisi Narkoba Polres Bondowoso, kemarin berhasil menangkap seorang pengangguran bernama Jai (23) warga Desa Koncer Darul Aman, Kecamatan Tenggarang, karena kedapatan menjual obat daftar G tanpa izin. Tersangka ditangkap di jalan raya Jember Grujugan sekitar pukul 20.30 kemarin malam. Kini tersangka meringkuk di sel tahanan Polres Bondowoso untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kasat Narkoba, AKP Budi SH saat dikonfirmasi Bhirawa siang kemarin di ruang kerjanya membenarkan telah menangkap dan melakukan penahanan terhadap tersangka. Dari tangan tersangka polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1004 butir warna putih berlogo Y, HP Black Berry warna putih dan Hp merk Samsung warna coklat serta satu buah tas. “Semua barang bukti diamankan di Mapolres,” katanya. AKP Budi mengimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan penjualan obat yang masuk dalam dafrtar G, karena merupakan obat keras yang harus diberikan atas resep dokter. Q mh

Banyak Jalan Penghubung Desa Rusak Parah Tuban, Bhirawa Jalan penghubung antar desa dan antar kecamatan di Kabupaten Tuban kondisinya cukup memprihatinkan, bergelombang dan rusak berat. Seperti yang terjadi di jalur penghubung Desa Subontoro dan Desa Sawir, keduanya merupakan desa yang masuk wilayah Tambakboyo. Ditengarai kerusakan jalan di dua desa tersebut akibat kondisi tanah yang gerak. Selain itu, kendaraan yang melebihi tonase jalan dan tidak diimbangi dengan kualitas pembangunan. “Sudah lama rusak, jalannya banyak gundukan dan berlobang, mungkin wilayah ini luput dari perhatian pemerintah,” kata Aly, salah satu pelajar ketika melintas di jalan tersebut. Tak hanya di tempat ini, jalan rusak yang seharusnya diperbaiki dengan dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tuban, itu juga masih banyak dan dapat dijumpai di beberapa lokasi lain. Salah satunya adalah jalan poros penghubung antara Kecamatan Jenu dan Kecamatan Merakurak. Jalur penghubung Kecamatan Merakurak dengan wilayah kota Tuban yang merupakan daerah berdirinya sejumlah industri berat, selain wilayah tersebut tersebut berdiri sejumlah industri berat seperti PT Semen Indonesia Tbk dan PT Holcim Indonesia Tbk, serta Joint Operating Body Pertamina -Petrochina East Java (JOB PPEJ).Q hud

Senin Pahing 2 JUNI 2014

khoirul huda/bhirawa

Bupati Tuban, H. Fathul Huda saat menyerahkan hadiah pada sejumlah pimpinan SKPS yang memilik Musholat dan Masjid Terbaik sertra bersih.

Peringati Isra Miraj

Bupati Imbau PNS Muslim Jalankan Salat Tuban, Bhirawa Peringati Isra Miraj, Bupati Tuban H Fathul Huda ajak pegawai negeri sipil (PNS) dilingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan masyarakat Tuban untuk saling mengingkatkan akan pentingnya salat lima waktu sebagai kewajiban seorang muslim. “Perintah salat ini didapatkan oleh Nabi Muhammad SAW saat melaksanakan perjalanan suci dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan dilanjutkan ke Sidratul Muntaha, inilah esensi utama dilaksanakan Peringatan Isra Miraj, karena dengan salat memiliki implikasi positif dalam kehidupannya,” kata Bupati yang juga seorang kiai ini di Pendopo Krido Manunggal, Sabtu (31/5) kemarin. Dalam peringatan Isro Miraj yang didikuti Forum Pimpinan Daerah, Ulama, Kepala SKPD, Camat, dan PNS di Lingkup Pemkab Tuban, pada kesempatan ini pula diberikan penghargaan kepada Mushala dan masjid terbaik di lingkup Pemkab tuban yang diraih

oleh Mushala Pemkab Tuban, Masjid RSUD dr R Koesma Tuban dan Mushola Dinas Kesehatan Kabupaten Tuban, masingmasing mendapat piagam dan Kaligrafi. Sementara pembicara dalam peringatan Isra’ Mi’raj yang di laksanakan di Pendopo Krido Manunggal Ini adalah Prof Dr HM Roem Rowi, MA, Guru Besar Ilmu Al-Quran di Universitas Islama Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya. Diaman guru besar UIN ini menceritakan peran penting Sholat sebagai wujud Amal Makruf Nahi Mungkar. “Tapi saat ini yang harus jadi perhatian penting adalah ketika antara sholat dan perbuatan salah dianggap suatu yang tidak ada hubungannya. Padahal ketika sholat diterima oleh Allah SWT, berarti hamba itu akan menjalankan Amal Makruf dan menjauhi kemungkaran,” terang Prof Dr HM. Roem Rowi, MA dalam ceramahnya di hadapan para pimpinan SKPD di Bumi Wali Tuban. Q hud

kita tekan hingga menjadi Rp30 ribu, atau serendah mungkin, ini untuk memancing wali murid care dengan sekolah,” ungkap wali kota. Tak hanya dana stimulan yang akan di gelontorkan Pemkot kediri untuk mengurangi biaya sekolah yang dinilai mahal, rencananya pemkot akan memberikan seragam gratis bagi siswa tingkat SLTA pada tahun, dan hal ini masih di perhitungkan, bukan tidak mungkin nanti disemua tingkatan akan diberikan seragam gratis. “Mudah-mudahan tahun 2015 kita menyiapkan seragam abu-abu putih gratis, jadi mereka hanya membeli almamaternya dan ini masih diperhitungkan semoga dari tingkat SD SMP dan SMA bisa semua gratis,” ungkap Mas Abu, sapaan akrab Abdullah Abubakar SE. Dengan stimulant ini, wali kota berharap tidak lagi mendengar dari wali murid soal mahalnya biaya sekolah, tidak diizinkan murid mengikuti ujian karena belum bayar uang komite. Q mb2

Film Insomnia Angkat Budaya Lokal ke Pentas Nasional Malang, Bhirawa Artis kawakan Ray Sahetapi disela-sela pembuatan film insomnia di Hotel Kartikan Malang, Minggu (1/6) kemarin, kepada wartawan mengatakan jika budaya lokal Malang itu sangat banyak dan bisa diangkat menjadi karya film besar ke pentas nasional. “Karakter budaya Malang ini sangat kuat, makanya bagi saya untuk main di film insomnia ini, saya sangan mendukung dan senang. Apalagi persoalan bangsa ini sesungguhnya digambarkan dari sebuah cerita pada film insomnia,”terangnya. Film yang mengambil lokasi di Malang dan sekitarnya itu, juga didukung oleh 40 persen pemain lokal Malang, ini untuk memperkuat karakter budaya Malang, dalam pembuatan film yang mengisahkan persaingan antara dua pengusaha di Malang. Selain itu, juga ditonjolkan beberapa simbul-simbul kota Malang, seperti Jalan Tugu, depan balaikota Malang, seputaran Jalan Ijen, ditambah dialek khas Malangan juga menjadi bagian dari film ini. “Saya sangat senang bemain difilm ini, karena saya bermain diantara orang-orang yang berani membuat trobosan, yakni mengangkat potensi lokal untuk bisa di bawa ke level nasional,”terangnya. Beberapa aktor dan aktris beken bakal menjadi bagian darai film ini, selain Ray Sahetapi, yang berperan sebagai Brotokusumo, juga terdapat nama Tasman Taher yang berpersan sebagai Roy Sinaga. Ada juga Jian Bateri berperan sebagai Nadin putra dari Brotokusumo, ada Toro Margen, Ekasnati dan beberpa aktris dan aktor beken lainya.Q mut

Melongok Pasangan SahTo Satu Tahun Pimpin Tulungagung (Bagian-1)

2014, Pembangunan Infrastruktur Mulai Terealisasi Era kepemimpinan pasangan Bupati Syahri Mulyo dan Wabup Maryoto Birowo (SahTo) ‘menuai’ kritik dan cibiran. Banyak masyarakat menganggap Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung ini lamban dalam menjalankan roda kepemerintahan. Sehingga, pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Tulungagung banyak yang belum tertangani. Akibatnya, pembangunan infrastruktur seperti, jalan dan jembatan rusak belum tersentuh pembangunan, selain itu kabarnya, anggaran pembangunan juga belum dimiliki. Kendati demikian, kritikan serta cibiran masyarakat tak membuat pasangan SahTo surut dalam menjalankan amanah. Bahkan, cibiran dan kritakan itu tetap ditanggapinya dengan senyum serta ditanggapinya dengan bijak. Malahan, dengan munculnya cibiran maupun kritikan itu menjadikan semangat dan modal bagi pasangan SahTo menata Tulungagung kedepan semakin lebih baik

lagi. ‘’Menyikapi masalah kita harus positif thinking saja,’’ kata Bupati Tulungagung Syahri Mulyo SE MSi melalui Kabag Humas Drs Marjadji pada Bhirawa. Diakui Marjadji, jalan rusak di wilayah Tulungagung sekitar 819,5 Km, belum lagi beberapa jembatan juga mengalami hal yang sama. Sementara pasca dilantiknya Syahri Mulyo—Maryoto Bhirowo pada 30 April 2013

adi/bhirawa

Drs Marjadji lalu, APBD sudah berjalan, sehingga pasangan SahTo tidak bisa berbuat banyak. ‘’Namun masyarakat tidak perlu resah, tetap sabar karena proses

pembangunan harus melalui lelang. Alhamdulillah, tahun 2014 ini, kami akan sudah sebagian meneruskan pembangunan yang sempat terhenti tersebut,” ujarnya. Ditambahkan Marjadji, pada 2013, pasangan Sahto baru mampu membangun jalan sepanjang 12 km saja. Karena, pasangan yang juga asli putra daerah ini pasca dilantik, anggaran 2013 sudah berjalan saat era kepemimpinan Bupati Heru Tjahjono dan Wabup Moch Atiyah. Sehingga, sangat wajar bila pembangunan jalan serta jembatan itu belum mampu teratasi oleh pasangan tersebut. Namun, seering jalannya waktu pasangan ini bakal memberi bukti dan tak sekedar janji. ‘’Sangat wajar bila pada 2013 hanya mampu membangun jalan sepanjang 12 km saja. Yang pasti, awal anggaran 2013 bukan era

SahTo yang menetapkan dan beliaunya hanya meneruskaan program yang lama. Yang terpenting, pada 2014 ini anggaran untuk pembangunan jalan sudah ada dan tinggal nunggu proses lelang saja,’’katanya. Masih kata Marjadji, anggaran untuk pembangunan jalan untuk tahun 2014 berkisar Rp85 miliar lebih. Akan tetapi, proses pembangunan jalan baru tentunya pihak Pemkab Tulungagung akan tetap lebih exstra hat-hati dalam proses lelang. ‘’Kita tetap akan ikuti aturan sesuai proses lelang dan pastinya kami tidak ingin terjabak masalah. Apalagi saat ini kalau menyalahi aturan, resikonya sangat berat. Yang pasti, saat ini pembangunan jalan sudah ada yang dimulai dan ini sebuah bukti,’’ papar mantan Kabid Dikmen Dinas Pendidikan Pem-

kab Tulungagung ini. Sementara prestasi dan penghargaan yang berhasil diraih pasangan SahTo dalam kurun satu tahun ini, yakni mulai dari tingkat provinsi hingga nasional diantaranya adalah; Adipura Kencana kedua tahun 2013, Penghargaan Kab Tulungagung layak anak tahun 2013, Predikat untuk Unit Pelayanan Publik Percontohan Tingkat Jatim 2013, Penghargaan Adiwiyata Tingkat Mandiri 2013, Opini BPK Wajar Tanpa Pengecualian, Penghargaan Laporan Akuntabiltas Kinerja Intansi Pemerintah (LAKIP) Kategori CC, Juara dua Lomba HIPPA Berprestasi tingkat provinsi Jatim, Wahana Tata Nugraha (WTN) Kategori Kota Sedang serta Penghargaan terbaik dua Kategori kabupaten sub bidang penyelenggaraan jalan dan jembatan 2013. Q adi


JAWA TIMUR

Senin Pahing 2 JUNI 2014

Bupati Janji Perjuangkan Warga Merak

KILAS JATIM

Proyeksikan Eks TPA Jadi Kawasan Organik Batu, Bhirawa Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus berupaya menjadi kota ini menjadi sentra pertanian organik. Untuk itu mereka terus mencari dan menyediakan tempat untuk dijadikan sarana pembibitan tanaman organik. Untuk membuktikan keinginan tersebut, pemkot segera menyulap lahan eks Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kelurahan Ngaglik menjadi sebuah kawasan pertanian organik. Selain dipergunakan untuk pembibitan tanaman organik, juga akan dijadikan tempat pengelolaan pupuk organik. Rencana ini dilontarkan setelah Wali Kota Batu, Eddy Rumpoko (ER), mininjau langsung ke eks TPA Ngaglik. “Eks TPA Ngaglik ini memang akan diproyeksikan untuk kawasan pertanian organik, dan untuk demplot pertanian organik,” ujar ER saat dikonfirmasi. Seperti diketahui, TPA Ngaglik ini ditutup oleh Pemkot Batu sekitar tahun 2010 lalu. TPA ini ditutup karena sudah tidak mampu lagi menampung sampah Kota Batu. Selain itu, beberapa hotel serta permukiman warga mengeluhkan bau busuk yang ditebarkan dari TPA ini. Berdasarkan hal tersebut, Pemkot Batu menutup TPA tersebut, dan mengalihkan pembuangan sampah ke TPA Tlekung. Awalnya TPA ini diuruk tanah dan menebarkan kapur di bawah. Cara ini bisa menghilangkan bau busuk yang mengganggu warga. Aktivitas ini dilanjutkan dengan merapikan areal untuk tandon baru sampah. Kegiatan ini dilakukan agar bau busuk dari gas metan hasil sampah tidak keluar kemana-mana. Sehingga gasnya tersimpan dan bisa digunakan untuk keperluan yang lain. TPA Ngaglik seluas 1 hektar ini sudah tidak terlihat lagi gundukan sampahnya. Juga tidak lagi menebarkan bau busuk, yang ada hanyalah rumput serta ilalang yang menghijau. Sistem yang disebut dengan sanitary landfill ini memang membutuhkan pengurukan tanah dan pengkapuran setiap harinya. Tentu saja perlakuan ini membutuhkan dana yang besar disesuaikan dengan kebutuhan yang dikeluarkan. Q nas

Kerja Timsel KPU Tak Sesuai SK KPUD Jatim Batu, Bhirawa Terpilihnya 10 besar hasil seleksi calon komisioner Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kota Batu, ada 3 peserta seleksi mengaku tidak puas. Mereka menuding Timsel telah melakukan pelanggaran perundang-undangan dalam proses seleksi calon anggota KPUD dan melaporkan Timsel ke KPU Provinsi Jatim, KPU Pusat, dan Ombusdman RI. Ketiga peserta seleksi yang melaporkan tersebut adalah Salma Safitri, Arif Erwinadi dan Suwarno. Dalam surat laporan tertulisnya, ketiga peserta ini menuding Timsel bekerja tidak sesuai dengan tahapan kegiatan tim seleksi yang digariskan dalam SK Ketua KPU Jatim. “Dalam SK tersebut telah terjadwal pelaksanaan seleksi anggota KPU Kabupaten/Kota se-Jawa Timur,”ujar Salma saat dikonfirmasi, Minggu (1/6). Ia menjelaskan, pada 12 hingga 14 Mei 2014, tahap proses seleksi adalah pengumuman nama daftar bakal calon hasil seleksi tertulis, tes kesehatan, dan tes psikologi. Kemudian hasil tersebut diumumkan untuk mendapatkan tanggapan masyarakat. “Namun pada tanggal tersebut tim seleksi belum mengumumkannya,” protes Salma. Protes yang sama juga disampaikan Arif Erwinadi dan Suwarno dalam surat tertulisnya. Pengumuman tertulis tersebut baru dipasang/ditempelkan pada 15 Mei 2014 di dinding kantor sekretariat Timsel di Jl. Ir Soekarno, Perum Griya Taman Sari no. 2 Mojorejo Kota Batu. Dalam pengumuman itu juga disebutkan bahwa calon yang lolos akan mengikuti wawancara dengan di Hotel Singhasari Kota Batu pada 20 Mei 2014. Terdapat kejanggalan dalam pengumuman yang dipasang Timsel tersebut. Di antara 20 nama yang diumumkan lolos 20 besar tersebut, terdapat calon yang belum menyerahkan surat keterangan Pengadilan, serta melakukan tes di luar jadwal yang telah ditetapkan KPU Jawa Timur.Q nas

7

Situbondo, Bhirawa Ada pernyataan menarik disampaikan Bupati Situbondo, H Dadang Wigiarto, terkait polemik hak kepemilikan tanah di Padukuhan Merak yang sepekan ini menjadi pro kontra di Kota Santri.

adi/bhirawa

Tim BNNK Trenggalek melakukan tes urine kepada sejumlah pelajar SMAN 1 Kampak.

Tekan Penyalahgunaan Narkoba

Pelajar SMAN 1 Kampak Gelar Pentas Seni dan Lomba Kaligrafi Trenggalek,bhirawa Berbagai cara dilakukan BNNK Trenggalek untuk melakukan pemberantasan penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar. Salah satunya dengan menggelar pesta seni sekaligus lomba kaligrafi dengan siswa SMAN 1 Kampak. Selain dua kegiatan tersebut, BNNK Trenggalek Seksi Pemberdayaan Masyarakat juga melakukan tes urine kepada sejumlah siswa. Kepala BNNK Trenggalek AKBP Abdul Syukur melalui Kasi Pemberdayaan Masyarakat Tarmianto S.sos menyampaikan kegiatan tersebut digelar sebagai salah satu upaya BNNK untuk menjauhkan pelajar dari penyalahgunaan narkoba. Pasalnya, diakui atau tidak, pelajar khususnya sangat rentan terhadap pengaruh narkoba dalam kehidupanya. Lebih jauh, Tarmianto menjelaskan, sejumlah kegiatan yang dilakukannya juga

memberikan kegiatan positif sebagai wadah hobi atau bahkan seni dari pelajar SMAN 1 Kampak. Pasalnya, dari sejumlah kegiatan tersebut mayoritas adalah ajang unjuk kebolehan seni ataupun kemampuan pribadi siswa. ”Kami berharap pelajar lebih fokus pada kemampuan diri mereka. Bukan pada narkoba lagi,” jelasnya. Sebagai pemicu semangat, tim BNNK Trenggalek Seksi Pemberdayaan Masyarakat menyediakan sejumah hadiah berupa uang pembinaan kepada pelajar SMAN 1 Kampak yang berhasil keluar sebagai pemenang. Sementara itu, sejumlah siswa maupun tenaga pendidik SMAN 1 Kampak mengaku sangat mendukung kegiatan yang dilakukan BNNK Trenggalek. Pasalnya, kegiatan tersebut dinilai sangat positif bagi siswa. Tentunya selain sebagai ajang kreastifitas siswa juga sebagai pembelajaran agar siswa menjauhi narkoba apapun bentuknya. Q adi

Koperasi Wanita Menangkan Gugatan di MK Malang, Bhirawa Setelah berjuang keras selama satu tahun dua bulan, akhirnya Pusat Koperasi Wanita Jawa Timur (Puskowan Jatim) berhasil memenangkan gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) atas judicial review UU No 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian, yang dinilai tidak pro dengan kepentingan rakyat. Puskowan Jatim menggugat UU koperasi yang baru, karena dalam beberapa pasal utamanya perihal definisi koperasi, sangat bertentangan dengan UUD 1945. Ketua Puskowan Jatim, Sri Untari Bisowarno, akhir pekan kemarin kepada wartawan mengutarakan, gugatan yang dia lakukan bersama dengan sejumlah koperasi itu, disebabkan oleh hilangnya nilai-nilai koperasi pada yang ada pada pasal 1 angka 1 UU 17 tahun 2012 ini tidak sesuai dengan amanat UUD 1945. "Makanya kita gugat, karena tidak sesuai dengan sistem koperasi, dan bertentangan dengan UUD 1945," kata Calon anggota DPRD Jawa Timur terpilih ini. Menurut wanita yang juga

ketua Koperasi Setia Budi Wanita (SBW) Malang ini, Undang-undang koperasi yang baru, mengkaburkan ciri khas koperasi dengan menarik ke pelaku ekonomi ketiga atau pihak swasta. Sistem Koperasi yang mengedepankan gotong royong, kata dia secara langsung hilang dengan adanya UU 17 tahun 2012, ini yang dia gugat. "Koperasi itu cirinya gotong royong, kalau tidak ada ciri itu, sangat merugikan koperasi yang selama ini dirintis," ujarnya. Karena Koperasi sebagaimana ciri watak khas-nya dalam UUD 1945 adalah berbasis dari rakyat, untuk rakyat dan oleh rakyat. Sedangkan, definisi koperasi dengan UU 17 tahun 2012 lebih mengarah kepada kepemilikan atas nama perseorangan. Disamping itu UU 17 tahun 2012 ini berdampak sangat tidak baik bagi koperasi dimasa yang akan datang. Dampak lainnya adalah adanya kalimat yang tidak tepat pada UU tersebut. Sebagaimana tertulis dalam pasal 67 ayat 1 UU No 17 tahun 2012 terkait dengan kata setoran. Pasalnya, kata setoran ini

sangat berbeda jauh pemahamannya dengan kata simpanan yang jelas memiliki implikasi kepada anggota. "Kata setoran uang itu konotasinya, berbeda dengan simpanan, jika kata setoran akan hilang, sedangkan kalimat, simpanan bisa diambil lagi oleh para anggota," tutur wanita yang juga Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang ini. Selain itu, dengan hadirnya UU 17/2012 ini maka koperasi harus memisahkan diri sesuai dengan jenis usaha yang diatur dalam pasal 83. Dampak pembelahan ini akan ada masalah pada administrasi, selain itu pajaknya juga besar, inilah yang jadi keberatan semua seluruh koperasi. Seperti diketahui, dalam amar putusannya, MK menyebutkan UU No 17 Tahun 2012 tentang perkoperasian bertentengan dengan UUD 1945 sehingga tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat. Guna mengisi kekosongan hukum, MK memutuskan untuk koperasi kembali kepada UU No 25 Tahun 1992 dengan catatan berlaku sementara waktu sampai dengan terbentuknya Undang-undang baru. Q mut

Orang nomor satu di Pemkab Situbondo itu justeru berjanji akan melindungi warga Padukuhan Merak, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, Janji itu disampaikan usai menghadiri pelantikan PC Fatayat NU, di Gedung NU di Jalan Madura, Situbondo. Menurut Dadang, Pemkab akan tetap mengusulkan kepada Kementrian Kehutanan RI dan pihak-pihak terkait, agar warga Merak tidak direlokasi. Penegasan itu sekaligus menjawab keresahan warga Merak, yang kemungkinan besar akan direlokasi, karena dinilai mengganggu kawasan konservasi milik Taman Nasional Hutan Baluran. Selanjutnya, bupati akan mengusulkan batas lahan yang boleh ditempati, maupun boleh dikelola warga Merak dan meminta kepada Kementrian Kehutanan untuk menghibahkan tanah seluas 363 hektar, yang kini

sudah ditempati 432 KK atau 1000 lebih warga Merak tersebut. “Ini akan kami perjuangkan demi kepastian bagi masyarakat setempat,” terangnya. Sebelumnya, puluhan warga Padukan Merak, Desa Sumberwaru, Kecamatan Banyuputih, mendatangi Kantor DPRD Situbondo. Mereka meminta dukungan anggota Dewan untuk menolak rencana relokasi yang akan dilakukan Pemkab Situbondo. Warga yang kini menempati sekitar 363 hektar lahan, sebagian besar sudah lahir di Padukuhan Merak. Mereka pertama kali tinggal di Merak, saat masih bekerja PT Gunung Gumitir sekitar 39 tahun silam. Namun begitu kontrak pengelolaan lahan Perusahaan tersebut habis, warga tetap bertahan dan memilih tinggal di Merak, hingga memiliki e-KTP Situbondo. Q awi

sawawi/bhirawa

Bupati Situbondo H Dadang Wigiarto SH saat memberikan arahan pada acara pelantikan pengurus PC Fatayat NU Situbondo.

Fatayat NU Prioritaskan Pemberdayaan Ekonomi Kaum Perempuan Situbondo, Bhirawa Kesetaraan gender sepertinya menjadi prioritas utama bagi program Pengurus Cabang (PC) Fatayat NU Situbondo kedepan. Ini tertuang dalam pernyataan yang disampaikan oleh Ketua PC Fatayat NU yang baru terpilih masa bakti 2014-2019, Hj. Zeiniye S. Ag, usai cara pelantikan PC Fatayat NU, di kantor DPC NU jalan Madura Situbondo, Jumat (30/5) siang kemarin. Kata Zeiniye, dari 600 ribu lebih penduduk Situbondo, sebanyak 56 persen diantaranya kaum perempuan. Dari jumlah tersebut setidaknya diisi oleh kaum perempuan produktif mencapai 60 persen. Ditegaskan, persoalan pemberdayaan ekonomi perempuan akan menjadi isu utama dalam program kerja PC Fatayat NU periode lima tahun mendatang. Selain itu, tambahnya, Fatayat juga akan fokus melakukan advokasi terhadap ibu rumah tangga. “Ini, karena jumlah perempuan yang menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), saat ini masih cukup tinggi,” tegas politisi wanita asal PPP itu. Selain itu, PC Fatayat NU juga akan terus melakukan pendampingan terhadap buruh perempuan, terutama bagi mereka yang sedang hamil, agar mendapatkan prioritas cuti kerja. Zeiniye yang kini masih menjabat sebagai Ketua DPRD Situbondo mengaku, untuk melaksanakan program kesetaraan gender ini, Fatayat akan bermitra dengan instansi terkait, terutama di bidang kesehatan dan Pendidikan. “Khusus untuk bidang pendidikan ini kualitas Sumberdaya perempuan terbilang masih rendah ketimbang laki-laki. Bahkan jumlah perempuan buta aksara di Situbondo juga masih tinggi,” urainya.Q awi

Sketsa Wajah Jokowi-JK Dilukis Seniman se-Jatim Pasangan bakal calon presiden dan bakal calon wakil presiden Joko Widodo dan Muhammad Jusuf Kalla (Jokowi-JK) mendapat dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat. Di Pasuruan, seniman dari pelukis se-Jawa Timur (Jatim) menggelar aksi melukis sketsa wajah Jokowi-JK di Rumah Singgah Relawan Pro Jokowi-JK, di Jl Raya Jasri Surabaya-Malang KM 45 Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan, Sabtu (31/5). Aksi 50 pelukis se-Jatim itu mengekspresikan ide dan gagasan mereka yakni mencoratcoret dengan membentangkan kain putih sepanjang 20 meter serta melukis pada media kanvas. Salah seorang pelukis, Jupri Abdullah mengatakan Joko Widodo (Jokowi) dan Muhammad Jusuf Kalla (JK) adalah perpaduan antara dua kepribadian yang berbeda. Bagi pria berusia 44 tahun ini, Jokowi dikenal sebagai

pribadi yang jujur dan ikhlas. Sedangkan JK diidentikkan sebagai sosok yang punya otak cemerlang dan berwibawa. “Kami sangat antusias untuk melukis wajah dua orang ini. Keduanya bagai dua mata keping yang tidak bisa terpisahkan. Makanya, lukisan ini sebagai simbol dukungan kami kepada Jokowi-JK, agar keduanya dapat memimpin negara ini jauh lebih baik,” tandas Jupri Abdullah kepada sejumlah wartawan disela-sela aksi melukis sketsa wajah Jokowi-JK. Pelukis asal Pasuruan menambahkan sosok Jokowi maupun Jusuf Kalla memiliki wajah yang berbeda bila dibandingkan dengan sosok yang lain. Sosok maupun

figur wajah pemimpin yang sederhana dan merakyat sangat dibutuhkan bagi bangsa Indonesia. “Pak Jokowi orangnya sangat sederhana dan humoris. Begitu juga dengan Jusuf Kalla yang identik dengan sosok negarawan yang pintar dan kalem. Apa jadinya kalau pemimpin bangsa Indonesia ini tidak dipimpin oleh Pak Jokowi-JK,” ucap Jupri Abdullah. Hasil karya seniman lukis sketsa wajah Jokowi-JK rencananya akan dijual kepada masyarakat pecinta seni lukis. Selanjutnya, uang dari hasil penjualan digunakan untuk menyumbang dana pemenangan Jokowi-JK, “Uang dari hasil penjualan lukisan tersebut akan kami gunakan untuk menyumbang dana kemenangan Jokowi-JK,” urai Jupri Abdullah. Sementara itu, Ketua Peme-

nangan Jokowi-JK wilayah Jawa Timur, Sirmadji menyampaikan gelaran aksi melukis wajah Jokowi-JK tidak lain hanya untuk memberikan ruang kepada para seniman pelukis dalam mengepresikan mimpi Indonesia akan sosok presiden yang ideal dan sesuai dengan keinginan masyarakat. “Kami melihat sekaligus mengetahui bagaimana para pelukis ini mengeluarkan ide maupun uneg-unegnya tentang pemimpin negeri masa depan nantinya. Saya melihat, Jokowi-JK yang sesuai dengan mimpi mereka,” terang Sirmaji sembari membubuhkan tanda tangan di atas kanvas yang telah dilukis. Ketua DPD PDI-Perjuangan Jawa Timur menjelaskan tentang target Jokowi-JK akan menang hanya dengan satu putaran saja dalam Pilpres 9 Juli 2014 mendatang.

hil/bhirawa

Sejumlah seniman melukis sketsa wajah Capres Jokowi-JK pada media kanvas di Rumah Singgah Relawan Pro Jokowi-JK, di Jalan Raya Surabaya-Malang km 45 Pandaan, Pandaan, Pasuruan, Sabtu (31/5). “Masyarakat sudah mengerti dan faham tentang sosok Pak Jokowi-JK. Makanya kami terus berjuang serta mendoakan agar

Pak Jokowi-JK dan benar-benar jadi. Dan tentunya dipilih dari hati masyarakat Indonesia,” paparnya. Q hil


EKONOMI - BISNIS

8

Senin Pahing, 2 JUNI 2014

Pemkot Luncurkan Toko Online

Pasarkan Produk UMKM ke Dunia Internasional

andre endrayana/bhirawa

Wali Kota Tri Rismaharini ketika meninjau salah satu stand yang mengikuti toko online.

Kurs JUAL

BELI

USD

11,669.00

11,553.00

SGD

9,300.97

9,206.31

EUR

15,874.51

15,714.39

JPY

11,494.29

11,376.66

GBP

19,522.24

19,321.24

sumber: Bank Indonesia (1 Juni 2014)

RAGAM EKBIS

Januari - April, Klaim BPJS Ketenagakerjaan Capai Rp 12,4 M Bojonegoro,Bhirawa Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Bojonegoro mengeklaim pembayaran BPJS ketenagakerjaan Januari hingga April 2014 ini mencapai Rp 12.4 miliar. “ Klaim itu meliputi Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKK) dan Jaminan Hari Tua (JHT),” kata Kepala Bidang Pemasaran BPJS Cabang Bojonegoro Fauzan, Minggu (31/5). Dijelaskannya, rincian klaim tersebut untuk kecelakaan kerja sebanyak Rp769.621.866, kematian Rp777.529.600 dan jaminan hari tua Rp10.714.668.759. “ Dari total Rp12 miliar tersebut ada selisih Rp286 juta dari total klaim, nah selisih tersebut adalah klaim Jaminan Pemeliharaan Kesehatan (JPK) setelah beralih dari PT Jamsostek ke BPJS TK,” urainya. Sebelum dialihkan ke BPJS Kesehatan, JPK masih menjadi tanggungan BPJS TK, sehingga klaim Rp 286 juta di atas merupakan sisa dari klaim yang diajukan setelah tahun 2014 yakni bulan Januari. “ Untuk bisa membayar klaim tersebut khususnya JKM, syaratnya adalah pihak perusahaan sudah membayarkan iuran terlebih dahulu,” ujarnya. Q bas

KEHILANGAN TULUNGAGUNG KEHILANGAN STNK, Spd Motor Yamaha, th. 2010, AG6391RS, a/n. Kristian Andrian, Ds. KedungwaruT.Agung No.670/IMB/BI-II/2014 KEHILANGAN STNK, Honda 125, th. 2012, White Silver, AG2125OI, a/n. Winda Pipit, Ds. Bono, BoyolanguT.Agung No.671/IMB/BI-II/2014 KEHILANGAN STNK, Honda Beat, th. 2011, Merah, AG2901RA, a/n. Barrun Assakin, Ds. Mangunsari, Kedungwaru-T.Agung No.672/IMB/BI-II/2014 KEHILANGAN STNK, Yamaha Mio, th. 2009, Hitam, AG5486TR, a/n. Sunarti, Dsn. Nyawangan Pulerejo RT 04 RW 01, Sendang-T.Agung No.673/IMB/BI-II/2014 KEHILANGAN STNK, Yamaha Jupiter, th. 2009, Hitam Merah, AG6256TK, a/n. Sugeng, Dsn. Sukorejo RT 02 RW 02, Ds. Geger, Sendang-T.Agung No.674/IMB/BI-II/2014 KEHILANGAN STNK, Spd Motor Honda MCB, th. 2002, AG5480SL, a/n. Kasturi. Ds. Kaliwungu, Ngunut-T.Agung No.675/IMB/BI-II/2014 KEHILANGAN STNK, Spd Motor Honda Beat NC110 1CA/T, th. 2008, Putih, AG4865TC, a/n. Hendro Tri Cahyoko, Ds. Rejoagung-T.Agung No.676/IMB/BI-II/2014

SITUBONDO HILANG STNK nopol P 2259 EQ a/n Nauvalil Maskatul Imam Ds/Kec. Besuki RW 02/03, Situbondo. No.677/IMB/BI-II/2014 HILANG STNK nopol P 6746 EV, a/n Wahyuni MU, Kel. Mimbaan RW 21/01, Kec. Panji, Situbondo. No.678/IMB/BI-II/2014 HILANG STNK nopol P 451 F, a/n Reta Sulistiana SSN, Ds. Alasmalang RW 06/02, Kec. Panarukan, Situbondo. No.679/IMB/BI-II/2014 HILANG STNK nopol P 2814 FD, a/n Hasyim Asari, Kel. Mimbaan RW 12/03, Kec. Panji, Situbondo. No.680/IMB/BI-II/2014 HILANG STNK nopol P 3214 ET, a/n Luki Gunartiningrum Dra, Kel. Mimbaan Ayuban RW 20/04, Kec. Panji, Situbondo. No.681/IMB/BI-II/2014 HILANG STNK nopol P 3297 EL, a/n Indrawati, Ds. Semiring RW 14/02, Kec. Mangaran, Situbondo. No.682/IMB/BI-II/2014

Surabaya, Bhirawa Tahun 2014, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berusaha untuk mengembangkan dan memasarkan produk dari usaha mikro kecil (UMK) di Surabaya. Salah satu upaya yang kini dilakukan adalah dengan menjual produk lewat online dilaman www.pahlawanekonomi.com. Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini ketika meluncurkan toko online Sabtu (31/ 5) kemarin mengharapkan agar para UKM bisa memanfaatkan kecanggihan teknologi saat ini. Toko online ini di-launching bertepatan dengan Hari Jadi Kota Surabaya ke-721. Adanya toko online ini merupakan salah satu jalan menuju kesuksesan. Dimana sebentar lagi memasuki pasar bebas dunia di tahun 2015. “Langkah ini membuka jalan bagi UMK Surabaya

mengenalkan produknya di seluruh dunia. Karena, hampir separuh masyarakat dunia mengakses internet,” kata Tri Rismaharini. Senada dengan wali kota menurut Ketua SC PE, Bagus Supomo mengatakan keberadaan toko online ini sangat strategis. Secara segementasi pasar sangat luas. Ini disebabkan memasarkan melalui internet bisa diakses didalam negeri maupun diluar negeri, sehingga segmen pasarnya seluruh dunia. Toko online tersebut bisa diakses dilaman www.pahlawanekonomi.com. Produk-produk yang dipasarkan dari fresh food, grocery food, dan handycraft. Selain itu, PE juga merilis portal video tutorial yang cocok buak UMK yang ingin mengembangkan usaha. Video tersebut dapat diakses di

www.pahlawanekonomi.net. Bagus lalu menjelaskan, toko online lebih hemat modal. Para UMK tidak perlu mengeluarkan budget besar. Mereka tidak perlu membayar sewa tempat, karyawan, administrasi, dan lain sebagainya. “Kalau toko konvensional kita harus mencari tempat strategis. Biaya yang dikeluarkan juga relative tidak kecil,”ujar direktur Eksekutif Surabaya Hotel School (SHS) ini. Dengan toko online, sambung Bagus, PE hanya butuh orang yang mengeporasikan website. Untuk jasa pengiriman banyak sekali. Bisa pakai pos juga bisa maupun pakai jasa wisata seperti TIKI, JNE, dan 21 Exprees, bisa juga lainnya. Tak hanya itu, menurut Bagus, informasi yang diberikan di toko online kepada calon pembeli maupun pem-

beli relative lebih global. “Banyak yang bisa kita informasikan sehingga customer akan lebih puas dengan produk dan tidak banyak bertanya-tanya tentang produk kita,” urainya. Sedangkan menurut Humas Pahlawan Ekonomi (PE) Surabaya, Agus Wahyudi menambahkan sebelumnya produk-produk PE Surabaya juga telah mengisi enam gerai Carrefour di Surabaya dan Jakarta. “Ada enam gerai Carrefour yang menjual produ-produk PE, yakni di Ayanai, RUngkut, Bubutan, Kalimas, GOCI, dan Lebak Bulus,” terangnya. Produkproduk tersebut dipilih setelah para curator PE menilai produknya dianggap layak untuk dijual di Carrefour. “Produk-produk yang masuk ke Carrefour 50 item jenis barang. Produk tersebut berasal dari 19 vendor UKM,” jelas Yudi. Q dre

Disperindag Optimalkan Pertambangan Melalui Perbup Jember, Bhirawa Dinas Perindustrian Perdagangan (Disperindag) dan ESDM Kabupaten Jember pada Rabu (4/6) depan akan mensosialisasikan Peraturan Bupati (Perbub) tentang Perpajakan, Retribusi dan Pengelolaan Aset bagi pemegang Ijin Pertambangan Rakyat (IPR) maupun Ijin Usaha Produksi (IUP) untuk pertambangan Gunung Kapur Sadeng dan pertambangan batuan lainnya. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Disperindag dan ESDM Jember Drs.Achmad Sudiyono kepada Bhirawa, Minggu (1/6) siang. “Ada dua Perbub yang akan disosialisasikan dan satu tentang perjanjian pengelolaan gunung kapur Sadeng . Sosialisasi ini sangat penting supaya para pemegang IPR maupun Ijin Usaha Prosuksi (IUP) memahami tentang hak dan kewajibannya, yang selama ini belum dioptimalkan oleh Pemkab Jember,” ungkap Achmad mengawali pembicaraan. Lebih-lebih setelah gunung kapur Sadeng (luas kurang ke-

bih 300 hektar) secara remi milik aset pemerintah daerah sejak Februari 2014 dengan sertifikasi dari Badan Pertahanan Nasional. Kalau sebelumnya para penambang kapur hanya dikenakan retribusi pajak, maka setelah Perbub diberlakukan mereka mempunyai kewajiban membayar kontribusi terhadap bongkahan-bokahan batu kapur yang diambilnya atau ditambangnya. “Dengan adanya Perbub, mereka nantinya harus membayar kontribusi kepada daerah yang sistem pembayarannya akan disampaikan dalam sosialisasi besok,” ujar Ach-

mad yang berjanji akan membuka secara gamblang sistem pembayaran dalam sosialisasi nanti. Dalam Perbunb tadi juga dijelaskan sangsi bagi pemegang IUP yang tidak melakukan penambangan lebih dari 1 tahun maka sesuai dengan peraturan yang ada akan diberi sangsi mulai peringatanhingga pencabutan ijinnya. “Hal ini untuk menghindari spekulan ijin yang mencari investor dengan modal ijin tersebut. Ini sudah jauh sebelumnya sudah disampikan oleh Disperindag ESDM Jember tahun 2013 kepada 24 pemiliki IUP. Sehingga tidak ada alasan untuk tidak mematuhinya,” tegasnya. 24 pemegang IUP , louasa gunung sadeng kurang lebih 300 hektar,. Selain tentang gunung kapur juga akan ditertibkan penambangan batuan (pasir, batu gumuk, batu piring dan sejenisnya) akan ditertibkan cara pembayaran

(pengenaan distribusi pajaknya) langsung dititik lokasi penambangannya.”Kami akan menerjunkan puluhan petugas yang direkrut melalui kontrak kerja. Sehingga masing-masinh titik penambangan batuan, akan dihitung per rit truk yang nilainya juga disampaikan dalam sosialisasi,” ujar mantan Kepala Dinas Pendidikan ini menambahkan. Bagi pemegang IPR tidak ada persoalan dengan diberlakunya Perbub. Namun penambang yang tidak memiliki ijin akan di stop dan tidak boleh lagi beroperasi sampai mereka melengkapi dan mengurus ijin IPR nuya. Prosedurnya tidak sulit dan silahkan mengurus di Disperindag dan ESDM Jember. “ Kami tidak akan menghitung yang sudah dilakukan atau tidak berlaku surut, tapi melakukan start baru. Hal ini kami tertibkan supaya para

Drs Achmad Sudiyono

penambang itu, mampu menjaga lingkungam dengan baik. Sehingga paska pertambangan atau reklamasi dengan tanaman-tanaman produktif lainnya,” tandasnya, Dalam sosialisasi itu rencananya akan diikuti kurang lebih 50 pengusahaa tambang besar maupun kecil dengan nara sumber Bagian Hukum, Kantor Lingkungan Hidup, Dispenda dan Disperindag ESDM sendiri. “Diharapkan seluruh undangan bisa hadir atau wajib datang supaya mendapatkan informasi-informasi seputar pertambangan umum,” katanya pula. Q efi

Jelang Bulan Ramadan

Angka PDRB Bojonegoro Harga Sembako Mulai Merangkak Naik Tertinggi Jatim Tuban, Bhirawa Meski masih satu bulan lagi Bulan Ramadan, tapi sejumlah komuditas dan bahan pokok dipasaran mulai merangkak naik. Sejumlah pedagang mangaku tidak mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga yang sudah terjadi sejak beberapa hari terakhir. “Emboh mas sebape opo , (Tidak tahu mas sebabnya apa.red), dari pengirim (distributor) harganya sudah naik, jadi disini juga dijualnya naik, mungkin ya mau puasa ini mas, “ ujar Wahyuni (35) pedagang di pasar tradisional kabupaten Tuban. Diterangkan, sejumlah kebutuhan yang mulai merangkak naik seperti bawang putih, bawang merah, telur, kubis dan kebutuhan dapur lainya. Ratarata untuk keperluan dapur dan memasak sudah naik harganya,” Terang Wahyuni. Untuk harga telur sebelumnya Rp15.000 per kilogram (Kg) saat ini harganya sudah menyentuh Rp18.500 per Kg, bawang merah dari normal Rp10.000 per Kg menjadi Rp 15.000 per Kg bawang putih dari Rp10.000/Kg menjadi Rp13.000 per Kg. Begitu pula harga cabe rawit yang harganya sempat anjlok pada level paling rendah harga

Salah satu pedagang di Pasar Baru Tuban saat menjual daganganya.

Rp 5.000 per Kg kini menjadi Rp8.000 hingga Rp10.000 per Kg, cabe kriting Rp13.000 per Kg kini Rp16.000 per Kg dan cabe merah besar Rp 19.500 per Kg menjadi Rp25.000 perKg. Sementara untuk harga kubis awalnya Rp5.500 per Kg sekarang Rp7.500 per Kg, harga wortel Rp6.000 per Kg kini menjadi Rp 8.000 per Kg, harga kentang Rp 8500 per Kg menjadi Rp10.000 per Kg. Kenaikan harga ini diprediksi akan terus terjadi dan puncaknya pada bulan ramadhan dan lebaran Idul Fitri. “Kemungki-

Khoirul Huda/bhirawa

nan nanti pada saat bulan puasa harga kebutuhan dapur akan semakin mahal, karena pada tahun-tahun sebelumnya juga sering terjadi,” terang wanita asal kecamatan merakurak itu. Pedagang berharap, kenaikan harga tidak terlalu tinggi hindari harga semula, karena menurut mereka mahalnya harga kebutuhan juga berpengaruh pada pembelian bahan kebutuhan yang semakin menurun. “Kalau naiknya wajar gak papa mas, kalau terlalu mahal, pembelinya jadi sedikit,” katanya. Q hud

Petani Mulai Tanam Tembakau Sampang,Bhirawa Memasuki musim kemarau, petani di Kabupaten Sampang mulai menanam tembakau. Seperti yang terjadi di Dusun Beji ,Kelurahan Rongdalem Sampang Kota. Para petani sengaja menanam lebih awal karena jika ditanam pada musim kemarau mereka khawatir kesulitan air, Menurut Afliyah (40), petani tembakau dusun Beji’ Kelurahan Karangdalem Sampang Kota saat ditemui kemarin, dirinya sengaja menanam tembakau lebih awal dibanding tahun sebe-

Nurkholis/Bhirawa

Petani tembakau duun Beji” Kelurangan Karangdalem, saat menyiram tembakau diladangnya.

lumnya, karena daerah tersebut minim air. Sehingga, jika menunggu terus, tambakau yang ditanam dikawatirkan akan mati karena kesulitan air. “Kalau masa tanamnya terlambat, tanaman bisa mati, kali ini bibit tembakau yang ditanam sudah berumur satu pekan dengan jumlah bibit yang ditaman sebanyak 10 ribu” terangnya, Minggu (1/6). Untuk mendapatkan bibit tembakau, ia masih harus membeli di Kabupaten Pamekasan, mengingat di Kabupaten Sampang bibit tembakau masih terbatas, adapun harga per seribu tembakau dengan harga Rp.15.000, kalau persoalan bibitnya tidak terlalu membutuhkan biaya banyak, namun biaya pekerja yang mahal jika tidak dikerjakan sendiri. Hingga saat ini kami sejak musimk tanam tembakau belum pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah. Hal senada juga diungkapkan Sawanah (39) petani tembakau Dusun Beji’ Kelurahan Karang dalem Sampang kota, memang sejak awal tak pernah merasakan bantuan dari pemerintah pada saat musim tanam tembakau, saat ditanyai kenapa tidak menanam tebu, ia pesimis jika menanam tebu akan bisa berhasil seperti menanam tembakau, mengingat jika menanam tebu masa panennya lebih lama dibanding tanaman tembakau. Q lis

Bojonegoro,Bhirawa Keberadaan industri Minyak dan Gas Bumi (Migas) di Bojonegoro mendapat perhatian banyak pihak. Bahkan, kota ledre ini sekarang menjadi pusat perhatian dunia. Saat ini Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Bojonegoro juga tertinggi di Jatim. Senior economic World Bank, Patisarani mengatakan, setelah adanya sektor migas, PDRB Bojonegoro ini tertinggi di Jatim sejak tahun 2007 sampai dengan 2011. PDRB Bojonegoro tertinggi di Jatim dengan angka 9,20 dibawah Sulawesi Tenggara yang menyentuh angka 10,4. Lebih lanjut sektor bidang pertanian menyumbang 28 persen dari total PDRB, sedangkan restaurant dan hotel menyumbang 20 persen. “ PDRB Bojonegoro tertinggi di Jawa Timur dibawah Sulawesi Tenggara yang menyentuh angka 10,4,” jelas Patisarani usai menggelar pertemuan dengan pemkab Bojonegoro, Jumat (30/5) lalu di Ruang Angling Dharma. Selanjutnya, Patisarani mengatakan, untuk Indeks

Pembangunan Masyarakat (IPM) Bojonegoro pada tahun 2011 berada dalam angka 68,4 dibawah Jatim yang mencapai angka 71,4. Demikian juga untuk angka kemiskinan terlihat bahwa laju pengurangan jumlah penduduk miskin terus mengalami peningkatan. “Untuk pengangguran di Bojonegoro mencapai 4,48 dibandingkan Jawa Timur yang berada diangka 4,32,” ujarnya. Bupati Bojonegoro, Suyoto menjelaskan, pertemuan ini merupakan kelanjutan dari kunjungan kerja bupati ke world bank beberapa waktu lalu. Menurut Suyoto, World Bank bukanlah mengelola uang namun perencanaan pembangunan dunia, disana adalah staf ahli semua yang membantu negara-negara melakukan pembangunan dengan baik dan benar. Selanjutnya Bupati mengundang World Bank untuk memastikan apa yang sedang kita kerjakan ini benar atau tidak. Kemudian implementasi yang kita laksanakan efektif ataukah tidak, lalu apakah yang kita rencanakan bisa berjalan secara efisien dan tepat. Q bas


OLAHRAGA

Senin Pahing 2 JUNI 2014

LINTASAN

Bidik Poin Penuh di Bantul

Persekap di Ambang Batas Zona Degradasi Ditahan Imbang Tim Tamu dengan Skor 1-1

Lamongan,Bhirawa Sejak melakoni putaran kedua Indonesia Super League (ISL) Persela Lamongan belum pernah mencicipi kemenangan.Selama tiga laga putaran kedua tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut hanya meraih dua hasil imbang saat menjamu tamunya Pusam Samarinda dan Persiba Balikpapan.Sementara saat bertandang ke Stadion Maguwoharjo Sleman anak asuhan Eduard Tjong dipaksa menyerah 0-2 oleh Persiram Raja Ampat. Senin sore nanti tim kebanggan warga Lamongan kembali melakoni pertandingan lanjutan ISL melawan tuan rumah Persiba Bantul di stadion Sultan Agung Bantul.Persela Lamongan bertekad bangkit dan membidik poin penuh dalam laga sore nanti.Diatas kertas Persela Lamongan lebih unggul d banding kekuatan Persiba Bantul.Apalagi sebelumnya Persiba Bantul di tundukkan Persepam di depan pendukungnya sendiri. Laskar Joko Tingkir sore nanti bakal tampil full team.Striker Adison Alves dan gelandang Lopicic siap dimainkan.Srdjan Lopicic yang dililit cedera ketika menghadapi Persiram lalu sudah siap menjadi jendral lapangan tengah Persela bersama Jusmadi dan Catur Pamungkas.Pemain baru Persela Edy Gunawan sore nanti juga siap diturunkan.Dia bakal dibantu libero handal Roman Golian dan Suroso serta wing kanan Taufik Kasrun. Eduard Tjong mengatakan,pasukannya lebih siap dan lebih percaya diri menyongsong laga ini.Alasannya pemain lengkap.Strategi yang disiapkan berbeda dengan ketika melawan Persiram.’’Mudahmudahan kali ini berhasil dan mampu membawa poin penuh dari Bantul,’’ungkapnya. Q mb-1

Pasuruan, Bhirawa Tuan rumah Persekap Kota Pasuruan gagal meraih poin penuh, setelah ditahan imbang atas tamunya PSMP Mojokerto dalam laga Divisi Utama Liga Indonesia 2014 group VI, Sabtu (31/5) sore. Skuad The Lasser yang bermain di Stadion Untung Surapati Kota Pasuruan ini hanya mengumpulkan 9 poin dari 8 pertandingan. Tentunya, raian poin itu masih berada pada zona batas degradasi, yakni dua terbawa di bawah group VI.

Penjualan Dekoder Bola Piala Dunia Meningkat Biak, Bhirawa Penjualan dekoder K.Vision untuk menonton kejuaraan piala dunia sepak bola 13 Juni 2014 di Kabupaten Biak Numfor mengalami peningkatan menjelang pembukaan pertandingan di Brazil. Pengusaha pemasok barang elektronik Firman di Biak, Minggu, mengakui semakin dekat dengan pembukaan perhelatan akbar kejuaraan sepak bola piala dunia Brazil telah terjadi peningkatan omset penjualan dekoder K-Vision. “Harga jual di pasaran dekoder K-vision saat ini masih stabil sebesar Rp1,7 juta hingga Rp2 juta, ya jika permintaan meningkat maka harganya bisa naik hingga Rp3-4 juta/unit,” ungkap Firman. Ia menngakui untuk pembelian dekoder menonton piala dunia dijual di pasaran masih mudah didapat karena tersedianya stok di kalangan penjual barang elektronik. Dia mengatakan pengusaha hotel dan berbagai elemen masyarakat pengemar bola dunia sudah mulai membeli alat dekoder untuk penonton piala dunia. “Pertandingan piala dunia mempertontonkan sejumlah negara elit penguasa sepak bola sehingga pada kejuaraan empat tahunan ini menjadi ajang bisnis pengusaha elektronik,” ungkapnya. Sementara itu, asesoris piala dunia peserta kejuaraan sepakbola empat tahunan mulai banyak diburu pengemar bola diantaranya kostum, bendera, stiker serta poster peserta piala dunia Brazil 2014. Harga ditawarkan penjual asesoris piala dunia sangat bervariasi mulai dari Rp3.000 hingga puluhan ribu rupiah sesuai dengan bahan dan jenis yang dijual pedagang pernak pernik piala dunia. Hingga Minggu siang pukul 12.00 beberapa negara kuat sepakbola yang dijagokan warga untuk menyabet juara diantaranya Belanda, Spantol, Brazil, Jerman, Italia, Inggeris, Prancis, Argentina, Portugal serta beberapa negara lainnya.Q ant

9

hilmi husain/bhirawa

Pesepak bola Persekap berusaha merebut bola dari PSMP Mojokerto dalam pertandingan lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia 2014 di Stadion Untung Surapati Kota Pasuruan, Sabtu (31/5) sore. Dalam pertandingan itu, Persekap ditahan imbang oleh PSMP dengan kedudukan akhir 1-1.

Pelatih Persekap Danurwindo mengaku meski gagal meraih poin penuh di kandang sendiri, namun kubu Persekap menyatakan justru anak asuhnya bermain dalam kondisi yang baik. Hanya saja, kelemahan terdapat pada finishing pertandingan. “Skema permainan secara keseluruhan sudah bagus. Kelemahannya terdapat pada penyelesaian yang terbuang sia-sia karena finishing-nya,” ujar Danurwindo. Secara keseluruhan perfoma punggawa The Lasser yang diarsiteki Danurwindo berulang kali melancarkan serangan hingga ke jantung pertahanan lawan. Hanya saja, tuan rumah yang tampil tanpa pendukungnya sendiri belum bisa membawa keunggulan lantaran lemahnya penyelesaian akhir. Sejumlah peluang tercipta seperti di menit ke 22. Saat itu pemain bernomer punggung 10 yakni Henrique yang sudah berdiri bebas gagal menkonvensi bola crosing. Sundulan keras oleh pemain asal Brazil ini masih melambung diatas mistar gawang PSMP. Hingga, akhirnya wasit meniup peluit tanda pertandingan babak pertama berakhir, skor tetap 0-0. Dibabak kedua, tepatnya di menit ke 52 justru tim tamu unggul lebih dulu. Lewat serangan

balik yang begitu cepat, striker PSMP, Wage Dwi Aryo yang berdiri dalam posisi bebas berhasil membuahkan gol. Mengetahui tertinggal atas tamunya, serangan punggawa Persekap makin menjadi hingga ke jantung pertahanan lawan. Alhasil, selang beberapa menit, Ngon Ajam, stiker asing yang baru direktrut Persekap berhasil menyamakan kedudukan lewat sundulan. Pertandingan terus berjalan menarik, namun tidak ada lagi gol tercipta hingga di sisa akhir laga. Sementara itu, pelatih PSMP Mojokerto Inyong Lolombuban menyambut baik hasil itu. “Meski diserang terus, kami bisa mencari celah. Kuncinya pada kesabaran dalam bermain,” papar Inyong Lolombuban. Tanpa Kehadiran Penonton Ditahan imbang atas tamunya Mojokerto Putra (PSMP) dalam laga Divisi Utama Liga Indonesia 2014 group VI memang terasa berat bagi tim besutan Danurwindo. Asisten manager Persekap Suhaimi mengaku tanpa kehadiran penonton, tentusaja perpengaruh terhadap mental punggawa Persekap. “Sesuai dengan sangski, pertandingan tidak boleh ada penonton,” tandas Suhaimi. Sesuai dengan sanksi yang diberikan PSSI, laga perdana putaran kedua Persekap vs PSMP tanpa kehadiran penonton. Sanksi itu diberikan lantaran ada sanksi pemukulan terhadap Wendy Umar, wasit yang memimpin pertandingan Persekap melawan Bornio FC pada 3 Mei lalu. Terpisah, pelatih PSMP Mojokerto Inyong Lulombuban mengintruksikan kepada para pemainnya agar bermain lepas. “Saya memanfaatkan pemain semaksimal mungkin. Posisi kami telah diuntungkan, karena tuan rumah tanpa penonton. Tentu, dengan memanfaatkan situasi ini, kami bisa menahan mereka dengan hasil seri,” jelasnya. Q hil

Ribuan Pecinta Sepeda Kuno Ikuti Jambore 360 Pegulat Ikuti Surabaya, Bhirawa Sekitar 2. 000 penggemar sepeda kuno memadati Gelora 10 Nopember. Dengan menggunakan berbagai macam pakaian mereka menghadiri acara Jambore Sepeda Kuno yang digela oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Surabaya. Acara ini juga untuk mempe-

ringati Hari Jadi Kota Surabaya. Acara jambore cukup meriah dan unik, karena para peserta mengenakan dandanan yang cukup unik, seperti berdandan ala pejuang tempo dulu, ada yang memakai baju lengkap dengan atribut tentara seperti tentara Belanda, Jepang, Indonesia, hingga

ist

Peserta jambore sepeda kuno mengenakan pakaian punakawan.

layaknya pasukan elit SWAT. Ada pula yang berdandan ala tokoh pewayangan, berkostum baju daerah, hingga ibu-ibu dan para wanita memakai kostum perawat. Itu semua mewarnai Jambore Sepeda Tua yang diselenggarakan Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) dalam rangkaian peringatan hari jadi kota Surabaya. Jambore Sepeda Tuan sendiri diikuti oleh sekitar 2.000 peserta baik perorangan maupun kelompok. Peserta bukan hanya dari Surabaya saja, akan tetapi juga dari berbagai daerah di Jatim, seperti Bangkalan, Sidoarjo, Gresik, Jombang, Magetan, Madiun dan beberapa daerah lainnya. Kadispora Surabaya, Hidayat Syah, kegiatan ini juga bagian dari melestarikan budaya. “Surabaya memiliki kekayaan budaya yang beragam dan kental. Termasuk komunitas-komunitasnya, salah satunya komunitas sepeda tua ini. Oleh karenanya kami ingin mewadahi mereka sekaligus melestarikan potensi budaya dan wisata yang dimiliki Surabaya ini,” katanya didepan ratusan peserta, Minggu (1/6). Kegiatan ini juga merupakan salah upaya Pemkot Surabaya untuk menarik minat wisatawan, baik dalam negeri maupun luar negeri. “Kami ingin mengemas secara bagus dan menarik agar bisa menjadi magnet bagi wisatawan, khususnya dalam bidang seni dan budaya. Bahkan kami rencanakan acara semacam ini bisa digelar dua kali setahun, selain momen ini juga pada saat peringatan hari pahlawan,” katanya.Q wwn

Kejuaraan Jabar Terbuka Bandung, Bhirawa Sebanyak 230 atlet gulat dari 31 provinsi mengikuti Kejuaraan Gulat Jabar Terbuka 2014 yang digelar di Gedung Gulat Padjadjaran Sport Center Kota Bandung, Jawa Barat, Minggu. “Kejuaraan ini khusus senior digelar dua hari sejak Sabtu kemarin, hampir semua atlet PON turun di sini,” kata Ketua Umum Pengda PGSI Jabar, Rachman Firdaus di Bandung, Minggu. Ia menyebutkan, kegiatan kejuaraan terbuka ini sebagai ajang uji tanding bagi atlet, khususnya Jawa Barat yang dipastikan tidak ikut babak kualifikasi PON karena bertindak sebagai tuan rumah. Selain itu, sebagai ajang strategis di tengah minimnya kejuaraan gulat di daerah. Menurut Rachman Firdaus, hampir semua atlet senior turun, sehingga persaingan berlangsung ketat. “Jabar sendiri menurunkan 22 atlet putra dan putri, semua atlet Pelatda diturunkan di sini sekaligus ajang evaluasi bagi mereka,” katanya. Rachman Firdaus menyebutkan, kelas pertandingan adalah gaya bebas putra dan putri serta gaya greco Romawi putra. Ajang itu juga untuk mengukur kekuatan hasil latihan yang dijalani selama ini. “Jabar rutin menggelar kejuaraan tiga bulanan, baik itu senior, junior, taruna maupun remaja. Kami sedang menggenjot regenerasi dengan menyiapkan atlet dari berbagai tahapan usia,” ujarnya.Q ant

Usai Terpilih Pimpin PBSI Jatim

Beban Berat di Pundak Widjar Terpuruknya prestasi bulu tangkis Jatim di level nasional, menjadi pekerjaan rumah yang sangat bagi Wijarnako Adimulya yang baru saja terpilih sebagai Ketua Umum Pengprov Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Jatim. Sebab ia dituntut untuk bisa mengangkat prestasi dan pembinaan di Jatim. Salah satu indikator untuk mengukur prestasi bulu tangkis di Jatim adalah saat berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON), sayangnya di ajang empat tahunan itu pebulutangkis Jatim sangat sulit untuk bisa meraih medali emas, terakhir di PON Riau 2012 Jatim juga gagal menyumbangkan emas. Demikian juga di level internasional, tak ada atlet pebulu tangkis Jatim yang bisa meraih prestasi di multieven seperti SEA Games maupun Asian Games. Padahal Jatim dulu dikenal sebagai gudang pebulutangkis nasional. Beban inilah yang sekarang ada di pundak Widjarnako untuk mengembalikan kejayaan olahraga teplok bulu ini ke Jatim. Menurut mantan Ketua Umum PBSI Jatim 1984-2002, Suparjono, sosok Widjanarko bukan orang baru di PBSI Jatim, sebab ia juga mantan atlet dan memiliki

pengalaman organisasi selama menjadi pengurus PBSI. “Ia (Widjarnako) memiliki segudang pengalaman baik sebagai atlet maupun pengurus PBSI Jatim, kini ia harus menjalin kerjasama dengan pengkab/pengkot untuk program pembinaan,” katanya, Minggu (1/6). Demikian juga dengan Ketua Umum PBSI Surabaya, Abdul Chodir yang berharap agar Widjarnako dan jajaran pengurus baru bisa bekerja ekstra keras untuk melakukan pembinaan, terutama memperbanyak kejuaraan di level junior maupun senior. “Ini darah baru, saya berharap kepengurusan baru nanti bisa mengembalikan kejayaan bulu tangkis Jatim,” tegasnya. Sedangkan Bendahara PBSI Banyurangi, Agus Setiawan berharap, kepengurusan baru nanti bisa memperhatikan potensi daerah. Seperti memberikan ke-

percayaan kepada daerah untuk menggelar even pertandingan. “Beri kesempatan daerah untuk menjadi tuan rumah, agar pembinaan olahraga ini bisa merata,” harapnya. Sementara itu, Wijarnako Adimulya mengakui tugas PBSI Jatim ke depan sangat berat dan membutuhkan dukungan dari seluruh pengurus, terutama untuk meningkatkan prestasi bulu tangkis Jatim di kancah nasional dan internasional. “Target janka pendek adalah mempersiapkan tim bulu tangkis untuk berlaga di PON, sedangkan jangka panjangnya adalah pembinaan usia dini,” katanya. Seperti diketahui, Mantan Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Wijarnako Adimulya terpilih sebagai Ketua Umum PBSI Jatim 2014-2018 pada musyawarah provinsi di Kabupaten Banyuwangi, Jumat (30/5). Pada pemilihan yang diikuti 37 dari 38 pengurus cabang dan satu suara dari wakil pengprov, Wijanarko meraih kemenangan mutlak dengan 33 suara, mengungguli dua calon lainnya yakni Yacob Rusdianto (petahana) yang hanya mendapat tiga suara dan Nuroh-

man (mantan pemain) dua suara. Setelah terpilih, Wijanarko yang juga ketua tim formatur diberi waktu 30 hari untuk menyusun kepengurusan dengan dibantu empat anggota formatur, masing-masing Eddyanto Sabarudin (PBSI Jatim), Marsaid (Pengcab Jombang), Bungkus Wagiyo (Pengcab Jember), dan Joko Purnomo (Pengcab Magetan). “Saya mengucapkan terima kasih kepada pengcab-pengcab yang telah memberikan amanah dan kepercayaan untuk memimpin PBSI Jatim,” kata Wijanarko usai penutupan musprov. Proses pemilihan ketua umum PBSI Jatim kali ini berlangsung lebih alot dibanding beberapa edisi musprov sebelumnya yang selalu berakhir aklamasi. Apalagi sebelum musprov, muncul perseteruan cukup “memanas” yang melibatkan Yacob Rusdianto dan Wijanarko. Penyebabnya adalah pemberhentian Wijanarko dari kepengurusan Perkumpulan Bulu Tangkis (PB Jaya Raya Suryanaga) dan PBSI Jatim, dua organisasi yang dipimpin Yacob. Berdasarkan Anggaran dasar/ Anggaran Rumah Tangga (AD/ ART) PBSI pasal 14 disebutkan

wawan triyanto/bhirawa

Wijarnako Adimulya (tengah) terpilih sebagai Ketua Umum PBSI Jatim setelah unggul suara atas dua calon, Nurrochman (kiri) dan incumbent Yakob Rusdianto (kanan). bahwa calon ketua PBSI berkelakuan baik dan tidak pernah diberhentikan dari kepengurusan. Artinya, Wijanarko tidak memenuhi syarat untuk dicalonkan. Namun, sebagian besar peserta musprov yang menjadi pendukung Wijanarko meminta klarifikasi soal surat keputusan pemberhentian yang dikeluarkan PB Jaya Raya Suryanaga, karena surat yang disampaikan di arena musprov hanya berupa foto kopi. Pihak panitia penyelenggara ti-

dak bisa menunjukkan surat keputusan asli yang diminta peserta musprov, sehingga pemberhentian Wijanarko dari PB Suryanaga dianggap tidak pernah ada dan yang bersangkutan dinyatakan sah maju dalam pencalonan. Wijanarko akhirnya terpilih secara mutlak sebagai Ketua Umum Pengprov PBSI Jatim periode 2014-2018 dengan memperoleh dukungan 33 suara, dari 38 pemilik hak suara di musprov. Q wwn


NASIONAL-POLITIK

10 KILAS NASIONAL

Sutiyoso Imbau Hentikan Kampanye Hitam di Masjid Jakarta, Bhirawa Ketua Umum DPP Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), Sutiyoso, mengimbau semua pihak agar menghentikan kampanye hitam di masjid karena dinilai cara berpolitik seperti itu tidak etis. “Itu tentu cara berpolitik yang tidak etis. Kita harus mendidik juga dengan cara-cara santun dan dewasa,” kata Sutiyoso, kepada wartawan usai Rakornas PKPI, di Jakarta, Minggu (1/6) kemarin. Pernyataan Sutiyoso itu menanggapi adanya laporan soal penyebaran flyer dan tabloid bernuansa sara yang tak benar untuk menyerang pasangan capres dan cawapres, Joko Widodo-Jusuf Kalla. Para pelaku penyebaran hal demikian diharapkan mulai mengubah perilakunya menjadi lebih santun dan dewasa.Q ant

Kaum Muda Diprediksi Antusias Ikut Pilpres Jakarta, Bhirawa Pemilih pemula para kaum muda dalam Pilpres 9 Juli 2014 mendatang ditengarai akan lebih banyak yang datang ke TPS dan ikut memilih. Tidak Golput seperti yang telah dilakukan kaum muda pada Pemilu Pemilu sebelumnya. Sebab di mata kaum muda, Pilpres kali ini mencerminkan efisiensi, dengan hanya menampilkan 2 kandidat Capres/Cawapres. Sehingga mereka merasa injoy dan tertarik datang ke TPS ikut nyoblos. Demikian rangkuman pendapat 3 nara sumber kalangan muda dalam talk show di DPD RI, dengan tema Memilih Pemimpin Idaman Kaum Muda. Ketiga nara sumber muda itu adalah Bambang (bendahara umum PB HMI), David Krisna Alka (peneliti di Maarif Institute for Culture and Humanity), dan Kukuh Adi Danisworo, (Program Officer Youth Department Transparen cy Indonesia). Dengan moderator Agrani Sihombing acara ini disiarkan langsung RRI Pro 3. Bambang menganggap dengan hanya 2 kandidat Capres/Cawapres yang bertarung dalam Pipres ini membuat kaum muda merasa tidak kesulitan memilih. Tinggal mendalami dan memilih, siapa dari kedua pasangan Capres/Cawapres yang visi- misi nya realistis. Kaum muda cenderung memilih kandidat muda yang diharap kan mampu membawa pembaharuan, sejalan dengan perkembangan zaman. Sementara, David Krisna Alka beranggapan sulit merombak kultur politik kotor di kalangan elite politik. Maka perubahan yang didambakan kaum muda adalah pemimpin bersih yang bekerja untuk mensejahterakan semua. Tanpa membedakan siapa dia, suku dan agama apa. Dia mengajak kaum muda warga kampus untuk ikut berpartisipasi dalam Pilpres 9 Juli 2014, sebagai sumbangsih bagi nusa bangsa. Q ira

Prabowo Satu, Jokowi Dua Hasil Undian Nomor Urut Capres/Cawapres Jakarta, Bhirawa Kedua pasangan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa, mengambil undian nomor urut peserta Pilpres di Gedung KPU Pusat Jakarta, Minggu (1/6) kemarin. Pasangan Prabowo-Hatta mendapatkan nomor urut 1, sedangkan Jokowi-JK memperoleh nomor urut 2. Ketua KPU Husni Kamil Manik mengatakan nomor urut tersebut digunakan antara lain untuk keperluan logistik Pilpres, seperti pencetakan surat suara. “Pengundian dan penetapan nomor urut ini digunakan sebagai dasar penyusunan surat suara Pilpres,” kata Husni. Komisioner Hadar Nafis Gumay menjelaskan mekanisme pengambilan nomor urut tersebut dilakukan dalam dua tahapan. “Undian dilakukan dalam dua tahap, pertama masingmasing cawapres mengambil satu dari bola-bola yang tertulis angka 1 sampai 10. Yang mendapat angka lebih besar, capresnya berhak mengambil nomor urut peserta Pilpres terlebih dahulu,” kata Hadar. Rapat pleno terbuka dimulai pukul 14.00 WIB di ruang sidang utama lantai 2 Gedung KPU Pusat di Jalan Imam Bonjol No. 29, Menteng, Jakarta Pusat. Hadir dalam rapat tersebut adalah dua pasangan calon peserta Pemilu yang telah ditetapkan KPU, Sabtu (31/5), yaitu Joko Widodo-Jusuf Kalla dan Prabowo Subianto-Hatta

Rajasa. Rombongan JokowiJK menempati bagian timur ruang rapat berhadapan dengan kelompok Prabowo-Hatta. Tampak ikut dalam rombongan Jokowi-JK antara lain Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar, dan Ketua Umum DPP Partai Nasdem Surya Palloh. Hadir pula istri Joko Widodo dan Jusuf Kalla, Iriana dan Mufidah, serta sepasangan anak Jokowi-Iriana. Sementara di kubu Prabowo-Hatta tampak Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie, Ketum DPP PKS Anis Matta, dan Sekjen DPP PPP Romahurmuziy. Rapat Pleno dipimpin oleh Ketua KPU RI Husni Kamil Manik bersama Komisioner Juri Ardiantoro, Arief Budiman, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, Ida Budhiati, Hadar Nafis Gumay, Sigit Pamungkas serta Sekjen KPU Arief Rahman Hakim. Nomor Dua Simbol Keseimbangan Calon presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut nomor urut dua yang diperolehnya bersama calon wakil presiden Jusuf Kalla (JK) dalam Pilpres 2014 sebagai sebuah keseimbangan. “Nomor dua simbol keseimb-

antara foto

Capres Joko Widodo (kedua kiri) menaiki bajaj menuju Gedung KPU untuk mengikuti pengambilan nomor urut pasangan capres dan cawapres pada pilpres pada 9 Juli mendatang di Jakarta, Minggu (1/6). angan,” kata Jokowi di sela-sela Rapat Pleno Terbuka Penetapan Nomor Urut Capres-Cawapres di Gedung KPU Pusat, Jakarta, Minggu (1/6) kemarin. Menurut Jokowi, keseimbangan yang dimaksudnya adalah bahwa di dunia ini segalanya diciptakan berpasangan. “Keseimbangan itu ada capres ada cawapres, ada mata kanan ada mata kiri, ada tangan kanan ada tangan kiri,” ujar Jokowi. Dia lantas mengatakan bahwa untuk merealisasikan keseimbangan dalam kehidupan bangsa Indonesia ke depan, maka masyarakat harus memilih nomor dua. “Untuk menuju kepada Indonesia yang penuh keseimbangan,

pilihlah nomor dua,” ujar Jokowi. Nomor Satu Mudahkan Kampanye Ketua Umum DPP Gerindra Suhardi mengatakan nomor urut satu yang diterima Prabowo Subianto-Hatta Rajasa dapat memudahkan menggalang dukungan masyarakat dalam kampanye Pilpres mendatang. “Berapa pun nomornya kita bisa terima, tapi saya senang Prabowo-Hatta dapat nomor urut satu karena lebih gampang kampanye dan lebih mudah gerakannya,” ujar Suhardi di Gedung KPU, Jakarta, Minggu (1/6) kemarin. Menurut dia, pihaknya telah mengerahkan mesin partai yang tergabung dalam koalisi merah

putih untuk menggalang suara bagi pasangan Prabowo-Hatta. Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon mengharapkan nomor urut satu yang diterima Prabowo-Hatta dapat memenangkan Pilpres. “Angka satu kita mudahmudahan jadi juara, banyak hal yang terasosiasi dengan angka satu, satu nusa satu bangsa, presiden kan nomor satu, sebagai partai nasionalis kan ingin Indonesia ini satu,” kata dia. Ia mengutarakan pihaknya segera turun ke masyarakat dan kepala daerah yang ada di koalisi merah putih dijadikan tim pemenangan PrabowoHatta di daerahnya masingmasing. Q ant

Priyo Budi Perkuat Tim Prabowo-Hatta Jakarta, Bhirawa Wakil Ketua DPR RI Priyo Budi Santoso (PBS) akhirnya berlabuh ke kubu Prabowo/ Hatta. Keputusan PBS bergabung ini diberikan, setelah tim pemenangan Prabowo/ Hatta datang ke ruang kerjanya, meminang. Rombongan peminang adalah Wakil Ketum Partai Gerindra Fadli Zon, Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani dan Ketua Gerindra Jabar Ferry Julian to. Disana

PBS akan duduk di kursi Dewan Penasihat Tim Pemenangan Prabowo /Hatta. “Saya mengajak mas Priyo karena ketokohannya. Jabatan Wakil Ketua DPR RI, senioritasnya di partai Golkar dan sebagai Ketua Umum MKGR akan berpengaruh besar bagi kemenangan Prabowo/Hatta. Langkah ini merupakan tindak lanjut setelah sebelumnya Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djoyohadikusumo

Peringati Hari Lahir Pancasila

Pemkot Gelar Upacara Budaya Grebeg Pancasila Memperingati hari lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 1945 lalu, Pemerintah Kota Blitar menggelar Upacara Budaya Grebeg Pancasila tahun 2014 yang diikuti oleh seluruh SKPD dan masyarakat di alun-alun Kota Blitar, Minggu (1/6) kemarin. Pelaksanaan Upacara Budaya Grebeg Pancasila ini merupakan rangkaian dari Bulan Bung Karno yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Blitar pada bulan Juni yang merupakan salah satu ikon wisata di Kota Blitar. Selain peringatan Hari Lahir Pancasila juga kelahiran Proklamator RI, Ir. Soekarno yang lahir pada tanggal 6 Juni 1901 di Lawang Seketeng Surabaya dari pasangan Raden Soekemi Sosrodihardjo dan Ida Ayu Nyoman Rai Sarimben serta pada bulan yang sama Bung Karno meninggal Pada 21 Juni 1970 lalu yang kini dimakankan di Kelurahan Bendogerit Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, dimana Wakil Walikota Blitar, H Purnawan Buchori sebagai Inspektur Upacara. Pada Upacara Budaya Grebeg Pancasila ini juga ada kirab Pusaka Pancasila dengan mem bawa berbagai macam bentuk replika burung Garuda, foto Bung Karno, gunungan sesaji dan lain sebagainya yang dikirab dari Aloon-Aloon Kota Blitar menuju Makam Bung Karno dengan berjalan kaki. Diungkapkan Wakil Walikota Blitar, H Purnawan Buchori, pada pelaksanaan Upacara Budaya

Senin Pahing 2 JUNI 2014

Grebeg Pancasila ini seluruh prosesi dilaksanakan dengan menggunakan bahasa jawa dan pakaian jawa dan pakaian Bung Karno kepada Undangan dan Pejabat Pemkot Blitar, dimana Grebeg Pancasila merupakan Upacara Budaya untuk memperingati kelahiran Pancasila dengan adanya 5 Gunungan (tumpeng) Pancasila yang melambangkan 5 Sila dalam Dasar Negara Pancasila yang dikirab dari Aloonaloon Kota Blitar menuju Makam Proklamator RI, Ir. Soekarno dengan tema “Dengan Semangat Kebersamaan Yang Dilandasi Nilai – Nilai Luhur Pancasila, Guna Mewujudkan Integritas Bangsa Dan Tegaknya NKRI”. Tema ini sejalan dengan Sila Ketiga dalam Pancasila yaitu Persatuan Indonesia. Selain itu menurutnya tema ini juga mengandung tekad yang kuat bahwa meskipun kita berbedabeda, meskipun bangsa ini berbhinneka baik dalam hal suku bangsa, ras, agama, bahasa dan perbedaan lainnya, tetapi kita memiliki dasar negara dan pandangan hidup bangsa yang sama yaitu Pancasila. “Melalui kegiatan ini, kita ingin kembali menegaskan bahwa Pancasila adalah Dasar Negara

hartono/bhirawa

Wakil Walikota Blitar, H Purnawan Buchori saat menerima Teks Pancasila untuk dibacakan pada Upacara Grebeg Pancasila tahun 2014 di Aloon-Aloon Kota Blitar, Minggu (1/6) kemarin.

yang sudah final dan tidak perlu diperdebatkan kembali. Melalui peringatan ini, Pemerintah dan masyarakat Kota Blitar juga siap menjadi penyangga Pancasila, NKRI, Undang – Undang Dasar 1945, dan Bhinneka Tunggal Ika,” kata H Purnawan Buchori pada saat menyampaikan sambutannya pada Upacara Budaya Grebeg Pancasila. Selain itu pelaksanaan Grebeg Pancasila tahun ini memiliki nuansa yang lebih istimewa, karena diselenggarakan usai Pemilu Legislatif sekaligus bersiap menyongsong Pemilu Presiden, yang memberikan banyak pelajaran berharga tentang praktek berdemokrasi, pelajaran untuk menghargai perbedaan pendapat, dan pelajaran untuk menghargai kebhinnekaan yang memang secara riil berakar, tumbuh, dan bersemi di Republik Indonesia yang kita cintai ini. “UMari kita perkuat kembali semangat kebersamaan dan kegotongroyongan sesuai semboyan Rukun Agawe Santoso dan peringatan Hari Lahirnya Pancasila ini adalah momentum yang sangat tepat untuk merajut kembali indahnya harmoni dalam keberagaman,” tambah Walikota Blitar, Muh. Samanhudi Anwar, SH. Sementara perlu diketahui untuk mengawali kegiatan Grebeg Pancasila 2013 diawali dengan acara Bedhol Pusaka yakni merupakan sebuah ritual penyiapan uba rampen berupa Kirab Lambang Negara,Teks Pidato Bung Karno 1 Juni 1945, Bendera dan perlengkapan Upacara yang bertempat di Rumah Dinas Walikota Blitar menuju Balaikota Blitar yang juga diiringi dengan Festival Lentera yang dilaksanakan, Sabtu malam (31/5) kemarin. Prosesi Bedhol Pusaka ini dikemas dengan Upacara Adat Tradisional Jawa lengkap Brigade yang meng gambarkan Brigade Siji, Enem dan Patang Puluh Limo dimana Bendera dan Perlengkapan Upa cara diserahkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Blitar, Drs. Ichwanto, MAP untuk dikirab dan disimpan semalam di Balaikota yang diterima oleh Wakil Walikota Blitar, H Purnawan Buchori dan akan digunakan dalam Upacara Grebeg Pancasila tanggal 1 Juni. Q htn*

juga telah menemui beliau,” cetus Fadli Zon seusai diterima di ruang kerja PBS di DPR RI Senayan. Keputusan PBS bergabung dalam koalisi Merah Putih Prabowo/Hatta ini, menyusul jejak rekannya Akbar Tanjung. Keduanya mengikuti langkah Ketum Golkar ARB yang merapat terdahulu ke Prabowo/Hatta. Di Dewan Penasihat Tim Pemenangan Prabowo /Hatta ini, PBS akan duduk bersama Akbar Tanjung, Amin Rais,

Rhoma Irama, Hilmi Aminuddin dengan komandan Mahfud MD. Menurut Fadli Zon ajakan bergabung ini tidak hanya berlaku dalam 5 tahun kedepan. Tetapi untuk seterusnya dalam jangka waktu panjang. Kini tempo yang sempit hanya tinggal 40 hari lagi, diharapkan mas Priyo segera siap berjuang untuk memenangkan Prabowo/Hatta. Sehari sebelumnya, Hatta Rajasa secara khusus (lewat telepon) juga telah meminta

Priyo untuk bergabung. Pinangan dari tiga pimpinan tinggi Prabowo/Hatta ini disambut PBS dengan senang hati dan bersegera menyiapkan amunisi perjuangan. “Indonesia butuh pemimpin yang kuat dan memiliki visi-misi yang jelas. Kriteria tersebut ada pada pasangan Prabowo/ Hatta. Pemimpin yang kepala nya tegak dan tidak menunduk untuk kepentingan asing, saya dapatkan pada pak Prabowo,” ujar Priyo. Q ira

DPRD dan Wartawan Jalin Keakraban Sebanyak 50 anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Gresik, menggelar press gathering bersama dengan wartawan yang sehari-harinya bertugas di Gresik. Kegiatan yang digelar bertempat di kawasan hotel Batu Suki, berlangsung 30 Mei hingga 1 juni 2014. Di kegiatan tersebut, juga dikemas acara fun game yang dibagi beberapa kelompok antara anggota DPRD Gresik dengan wartawan. Berbaurnya dua profesi yang berbeda itu, semakin seru dan akrab karena masing-masing kelompok memakai kaos dan training yang sama. Saling bahu-membahu menunjukkan sportivitas, agar tidak kalah dalam permainan. Saat fun game pertama dimulai dengan dipandu dari panitia, kelucuan-kelucuan dari mulai awal pemanasan dari mulai gerakan dan canda tawa berbaur jadi satu. Menunjukan lebih akrab antara anggota DPRD, dengan wartawan Gresik mulai muncul. Tidak jarang mereka diminta lebih konsen-

trasi, namanya refresing tetap saja tidak serius. Bahkan kalau ada yang salah baik dari pihak wartawan maupun anggota DPRD, malah lebih ramai saling olok sehingga timbul tawa. “Padahal pelatih sudah memberi pentunjuk tapi kok salah, dan tadi juga sudah konsentrasi penuh. Dinikmati saja, meski harus disuruh maju. Kegiatan ini merupakan baik sekali bagi kita, untuk melongarkan kepenatan dari rutinitas kerja kita. Apa lagi bersama wartawan, yang tiap hari ketemu di kantor dewan tanya tentang masalah tapi disini bisa main dan tertawa lepas,” kata Nasir Cholili anggota DPRD dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Hal senada juga dikatakan

kim/bhirawa

Persiapan permainan pinball antara wartawan lawan DPRD.

Zulfan Hasyim

kim/bhirawa

Kusriyanto salah anggota DPRD Gresik dari F-PDIP. Saat permainan pinball ini susah-susah gampang, karena peserta yang dibagi 2 kelompok harus mengatur strategi agar tidak kehabisan amunisi. “Permainannya seperti tentara yang sedang perang sungguhan, saking asiknya tadi saya main hingga tiga set,” jelasnya. Sementara pada saat ramah tamah, Ketua DPRD Gresik Zulfan Hasyim mengatakan, acara refreshing yang dikemas dengan gathering sebagai ajang silaturahmi untuk saling mengakrabkan diri. Kegiatan ini, ternyata bisa mengendorkan dan meregangkan kelelahan rutinitas kerja kita sehari-hari. Ke akraban ini akan terus kita jalin, agar bisa terus bersinergi. Meskipun begitu, wartawan yang bertugas tetap harus sebagai kontrol sosial sesuai fungsi. Itu dilakukan, agar Gresik kedepan terus bisa lebih baik. “Saya yakin, wartawan Gresik santun dalam memberitakan apapun yang ada kaitannya dengan DPRD Gresik. Tidak sepihak dan tetap menjunjung kode etik jurnalistik,” paparnya. Q kim*


Senin Pahing 2 JUNI 2014

Gubernur Segera Kumpulkan Warga Dolly l Sambungan hal 1

menginginkan hidup yang lebih bermartabat,” ungkapnya. Sampai saat ini, WTS yang ada di Dolly dan Jarak berjumlah 1.082 orang. Mereka akan diangkat hidupnya menjadi lebih bermartabat. Para dai akan mendampingi dan membangun kembali moral mereka agar menjadi lebih baik . Selain itu, Pemprov Jatim akan memberi keterampilan dan modal usaha sebesar Rp 3 juta dan mucikari Rp 5 juta. Sementara itu, penutupan Dolly dan Jarak di Surabaya oleh Pemprov Jatim dan Pemkot Surabaya menurut pengamat sosial Universitas Airlangga (Unair) Surabaya Dr Bagong Suyanto, bukanlah perkara mudah. Pemkot harus memiliki program open menu untuk banyak pihak, sehingga tidak akan memicu perselisihan. “Penutupan lokalisasi ini bukan untuk kepentingan pemkot belaka. Yang terpen­ ting bukan pro atau kontra, tapi bagaimana eksis strateginya. Tujuannya untuk membantu, tidak hanya sekadar menutup,” kata Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unair ini. Artinya, lanjutnya, banyak elemen yang perlu diperhatikan di sekitar Dolly dan Jarak. Seperti para PSK, warga setempat dan dampak yang akan terjadi pasca penutupan. “Strategi Wali Kota Surabaya menutup lokalisasi itu harus dibicarakan dengan para PSK. Terutama terkait programnya apa dan kebutuhannya bagaimana,” ungkapnya. Menurutnya, ini terutama soal memanuasiawikan manusia. Bagaimana program penutupan lokalisasi ini mampu menyelamatkan nasip PSK dan mengakomodir kebutuhan mereka. Lagi pula, pekerjaan para PSK bukan tanpa risiko. Mereka memiliki latar belakang masalah yang berbeda-beda. Bagong menegaskan, posisi para PSK ini adalah korban. Di mana masing-masing PSK punya persoalan yang berbeda. Ia berharap agar Pemkot Surabaya mengedepankan pendekatan personal. Memahami bahwa lingkungan hitam tersebut tidak hanya dilatarbekalangi perkara kemiskinan, tetapi juga gender, kekerasan dalam rumah tangga, perkosaan dan lain sebagainya. “Karena itu, program Bu Risma harus bisa dibicarakan antara pihak, PSK dan warga setempat. Seyogyanya dibentuk program open menu yang mampu mewakili permasalahan dari bawah. Serta memberikan penyelesaian dari akar masalah. Jangan hanya diam, karena terkesan menganggap bahwa para PSK ini hanya sebagai terdakwa,” pungkasnya. n iib

Korupsi Dana PNPM, Ketua Jamaah Yasin Ditangkap l Sambungan hal 1

simpan pinjam,” terang Kompol Aditya.  Lebih lanjut Kompol Aditya mengungkapkan, Narsih oleh penyidik telah diperiksa penyidik dan terbukti melanggar pasal 8 dan pasal 9 Undang-Undang RI No 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Informasi yang berhasil diperoleh Bhirawa menyebutkan, korupsi yang dilakukan Narsih terjadi pada 2011 sampai dengan 2012 dengan cara mengajukan dua belas proposal pinjaman lunak dana PNPM melalui kelompok Yasin Tahlil. Kemudian dari pengajuan proposal tersebut, dana PNPM cair secara berturut-turut mulai Oktober 2011 sampai dengan Juni 2012 dan diterima langsung oleh Narsih dan disaksikan oleh Bendahara UPK PNPM Mandiri Kecamatan Jatikalen, Ulfaizah (40). Lantas masalah mulai muncul saat terjadi tunggakan angsuran dan pada Juni 2012 dilakukan audit oleh UPK PNPM. Petugas saat itu mendapati dugaan penyelewengan dana PNPM yang dilakukan oleh Narsih. Di mana dari Rp 386 juta dana yang diajukan, sekitar Rp 279.500.000 digunakan oleh Narsih secara pribadi. n ris

Deg-degan l Sambungan hal 1

gaku deg-degan. “Banyak yang harus kita antispasi karena even Job Fair ini baru pertama kali digelar. Sejak Kota Mojokerto ini ada, baru pertama kali kita gelar Job Fair. Jadi wajar kalau saya deg-deg,” ujar Amin Wachid belum lama ini. Hingga menjelang pelaksanaan Job Fair pada 11 - 12 Juni mendatang, Amin Wachid mengaku sudah menggerakkan semua sumber daya yang ada di SKPD nya. “Alhamdulillah persiapan sudah matang. Dan koordinasi sudah intens kita lakukan, mulai dari Disnaker Provinsi maupun Kementran,” tambahnya. Job Fair tersebut, bakal digelar di GOR dan Seni Mojopahit Jalan Gajahmada Kota Mojokerto. “Job Fair kita gelar untuk mempertemukan para pencari kerja dengan per­usahaan yang membuka lowongan pekerjaan. Target kita, tentunya menurunnya angka pengangguran yang kini pada posisi 5, 68 persen dari jumlah angkatan kerja produktif, menjadi di bawah angka 5 peren,” urainya.     Amin mengaku bangga, karena kegiatan ini mendapat respon positif pelaku usaha. Animo perusahaan dalam helatan menyambut Hari Jadi Kota Mojokerto ke- 96 in pun ternyata relatif tinggi. Tercatat, hingga saat ni sudah masuk 23 perusahaan, jasa, retail, industri dan lain-lain di Mojokerto, Sidoarjo, Surabaya yang menyatakan ke­ siapannya berpartisipasi dalam kegiatan ini.   “Sudah ada 25 perusahaan yang menyatakan keikutsertaannya dalam Job Fair. Dari jumlah itu saja terakumulasi seba­ nyak 1.607 lowongan kerja,” ungkapnya.  Angka lowongan kerja yang sudah terdata itu,  jauh di atas target awal, yakni hanya 1.000 lowongan kerja. “Bisa jadi, terakumulasi 2.000 lowongan kerja. Karena target peserta 35 perusahaan,” ujarnya.     Soal publikasi Job Fair, Amin mengatakan sudah dilakukan secara kontinyu. “Publikasi kita pasang di banyak tempat. Dari flyer yang ditempel di setiap kantor kelurahan hingga baliho besar di titik strategis,” kata­ nya seraya menyebut, acara yang sama akan digelar September mendatang. n kar

SAMBUNGAN 67 Sekolah Terancam Tak Terima BOS Buku l Sambungan hal 1

rima, nama kepala sekolah, dan nomor rekening sekolah. Terkait rekening sekolah ini, Nuryanto menegaskan, pencairan dilakukan langsung ke rekening yang biasa digunakan sekolah untuk menerima BOS. “Jadi BOS buku ini akan langsung dicairkan ke sekolah melalui rekening yang biasa digunakan untuk menerima dana BOS yang reguler,” tutur Nuryanto, Minggu (1/6). Selain itu, jika dalam pelaksanaanya BOS buku ini tidak cukup untuk membeli buku, sekolah berhak menggunakan BOS reguler. Besarannya pun tak ada ketentuan pasti, alias tak terbatas. Awalnya, Kemendikbud menetapkan maksimal 5 persen dari BOS. Namun belakangan ini, Nur­ yanto mengaku telah menerima edaran baru dari Kemendikbud bahwa kekurangan BOS buku bisa diambilkan dari BOS reguler sekitar 5 persen. “Jadi bisa kurang dari, atau lebih dari 5 persen itu,” tutur dia. Bagaimana dengan nasib 67 sekolah yang sejak awal menolak BOS reguler? Terkait hal ini, Dindik Jatim akan memberikan

kelonggaran khusus. Nuryanto mengatakan, sekolah-sekolah tersebut tetap dapat menerima BOS buku. Caranya, sekolah mengirimkan nomor rekening bank atas nama sekolah ke Bank Jatim selaku bank pe­ nyalur. “Tetapi kalau dari dana ini kurang untuk membeli buku, kekurangannya harus dipenuhi sendiri dengan dana non BOS,” tutur Nuryanto. Sebelumnya, Nuryanto mengatakan, pusat telah mengalokasikan sebanyak Rp 103 miliar untuk pembelian buku kurikulum baru jenjang SD dan SMP melalui dana dekonsentrasi. Masing-masing akan disalurkan untuk SD sebesar Rp 61 miliar dan SMP Rp 42 miliar. Selain buku kurikulum, pusat juga telah mengalokasikan anggaran Rp 22 miliar untuk sosialisasi dan monev 36 gugus SD di Jatim. Anggaran tersebut hanya dialokasikan untuk pembelian buku semester satu, yaitu Juli hingga Desember mendatang. Siswa yang akan menjadi sasaran buku kurikulum baru ini antara lain kelas 1,2, 4, dan 5 sekolah dasar. Untuk kelas 1 dan 2, jumlah buku yang dibeli sebanyak 5 item.

Sedangkan untuk kelas 4 dan 5 terdapat 6 item buku. Sampai saat ini, anggaran dekon tersebut belum dapat di­cairkan oleh Dindik Jatim. Sebab, Nuryanto mengaku masih harus memverifikasi kebutuhan yang diajukan sekolah melalui dindik di kabupaten/kota masingmasing. “Saat ini kami tengah memverifikasi kebutuhan tiap sekolah untuk membeli buku kurikulum baru,” tuturnya. Manajer BOS Jatim Sucipto SH MSi menambahkan, di Jatim sekolah yang menolak BOS ada 67 lembaga. Secara rinci, 44 di antaranya jenjang SD dan 23 lainnya jenjang SMP. Dari 38 kabupaten/kota di Jatim, hanya 5 daerah yang terdapat sekolahnya menolak anggaran BOS reguler ini. Dari jumlah lembaga itu, sebanyak 62 lembaga terdapat di Surabaya, 1 di Kota Pasuruan, 1 di Kabupaten Jember, dan 1 di Kabupaten Sampang. Sedangkan 2 lainnya di Kabupaten Ponorogo. “Alasan sekolah-sekolah tersebut mungkin sudah cukup dengan dana yang dihimpun dari masyarakat sehingga tidak membutuhkan lagi dana BOS,” pungkas Sucipto. n tam

18 Kepala Daerah di Jatim Diklaim Dukung Prabowo l Sambungan hal 1

Menurut Soepriyatno yang juga Ketua DPD Partai Gerindra Jatim ini, pihaknya telah memohon restu kepada Gubernur Jatim Soekarwo dan Wagub Saifullah Yusuf untuk menjadi ketua tim pemenangan Prabowo-Hatta di Jatim. Ini karena Pakde Karwo -Gus Ipul saat Pilgub Jatim 2013 lalu juga didukung oleh Partai Gerindra. Namun hingga kini belum ada jawaban pasti dari keduanya. “Kami telah bertemu di Gedung Negara Grahadi beberapa waktu lalu. Tapi hanya diskusi saja, belum sampai ada jawaban pasti,” jelasnya. Dia memastikan dalam waktu dekat akan melakukan deklarasi tim resmi pemenangan Prabowo-Hatta untuk Jawa Timur di Surabaya. Ada beberapa nama mantan gubernur Jatim yang ikut bergabung dan para kiai khos NU Jatim dalam deklarasi nanti. “Kalau tidak Senin atau Selasa besok deklarasinya. Yang sudah pasti menjadi Ketua Dewan Penasihat Tim di Jatim adalah mantan Pangdam V/ Brawijaya Mayjen TNI (Purn) Soewarno dan anggotanya ada mantan Bupati Bangkalan Fuad Amien,” tuturnya. Seperti diberitakan Bhirawa sebelumnya, dua kepala daerah di Jatim terang-terangan memberikan dukungannya pada duet Prabowo-Hatta. Yakni Bupati Jember MZA Jalal dan Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko. Terpisah Gubernur Jatim Dr H Soekarwo kembali menegaskan tidak akan terlibat sebagai tim sukses salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) 2014. Ketua DPD Partai Demokrat Jatim ini lebih memilih untuk mengurus Jatim dan bersikap netral. “Hingga sampai saat ini saya masih netral. Secara personal saya tetap netral, tapi secara struktural masih menunggu keputusan Pak SBY (Ketua

Umum DPP Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono),” ungkap Soekarwo. Pakde Karwo, sapaan lekat Soekarwo, beralasan ingin menjaga keamanan, iklim kondusif sehingga netral adalah langkah terbaik dan bisa berkonsentrasi untuk mengurus masyarakat Jatim. “Kepentingan rakyat Jatim harus saya dahulukan,” katanya. Sementara itu, menjelang Pilpres 9 Juli mendatang, Pakde Karwo melarang keras para PNS di Jatim terlibat politik praktis. Karenanya, Pakde Karwo menerbitkan Surat Edaran (SE) larangan birokrasi terlibat politik praktis. Sebenarnya peraturan dari pemerintah terkait larangan birokrasi terlibat politik praktis sudah ada, tapi untuk meng­ ingatkan perlu ada surat edaran baru lagi. Dengan adanya SE ini, maka para birokrat mulai dari bupati, wali kota, sekda, camat hingga kepala desa akan ingat kembali pentingnya birokrasi netral dalam Pilpres nanti. Pakde Karwo juga mengakui adanya daya tarik yang kuat dari para calon untuk meng­ikutkan birokrasi dalam politik sangat besar. Dia memberikan contoh, saat Pileg lalu banyak guru atau kepala desa yang terlibat langsung dalam politik praktik. “Praktik masif seperti itu harus dihentikan, mereka sudah tidak netral dan hasilnya sangat tidak bagus karena bisa menganggu pelayanan masyarakat. Prinsipnya, pelayanan masyarakat di Jatim tidak boleh terganggu oleh keterlibatan para oknum dalam politik praktis,” tandasnya Track Record Jelas Ketua Tim Kampanye Nasional Pemenangan PrabowoHatta Mahfud MD meminta kepada masyarakat agar memilih pemimpin yang sudah jelas track recordnya. “Prabowo-Hatta tahu masalah bangsa ini dan cara menyelesaikannya. Prabowo tegas

memimpin. Jangan memperjudikan bangsa ini kepada pemimpin yang belum jelas track recordnya,” tegasnya kepada wartawan saat Deklarasi Relawan Pemenangan Capres/Cawapres untuk Prabowo-Hatta di kantor DPW PKNU Jatim, Gedung Astranawa Surabaya, Minggu (1/6). Mahfud berterimakasih atas bergabungnya 10 elemen masyarakat Jatim untuk memenangkan Prabowo-Hatta. “Pilpres bukan hura-hura, tapi pemilihan orang yang bertanggung jawab memimpin bangsa 5 tahun ke depan. Bisa membangun masyarakat adil makmur dan sehat jasmani rohani. Kecukupan ekonomi saat ini masih sangat memprihatinkan, masih 109 juta orang masyarakat masih miskin (data Bank Dunia), pelayanan kesehatan memprihatinkan, lebih dari 80 persen masih pendidikan SD,” jelasnya. Sementara Ketua Umum DPP PKNU Choirul Anam (Cak Anam) menambahkan, dirinya pada Februari 2013 telah datang ke rumah Prabowo di Hambalang dan menyatakan dukungannya. “Saya tidak merasa takut atau angker terhadap Prabowo, diskusi dengan beliau enak dan bersahabat. Orangnya tegas, tapi hatinya lunak. Ini pemimpin yang unik, karena Prabowo ingin bangsanya maju dan tidak ingin menjadi kacung bangsa lain,” tukasnya. Terpisah Hamzah ST salah satu pengurus Gerak Aswaja Jatim menjelaskan bahwa sudah ada 10 elemen yang akan deklarasi dukungan kepada Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Elemen tersebut antara lain Gerak Aswaja,Forsa Jatim, Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Jatim, Forum Kiai dan Santri Jatim, Banteng Putih Jatim, Kiblat Jatim,Kelompok Tani Makmur Jatim, Indonesia Bisa Jatim, Lembaga Ekonomi Mubaligh (LEMI) Jatim, dan SPSI Jatim. n cty,iib

Dzikir Akbar Jelang Pilpres l Sambungan hal 1

ungkapnya saat memberikan sambutan silaturahim dan dzikir bersama Jamaah Pondok Pesantren Pesulukan Thoriqoh Agung (Peta) se-Jatim di Masjid Nasional Al-Akbar,Surabaya, Minggu (1/6). Menurutnya, saat dzikir jika kita memaknainya dengan hati akan sangat banyak manfaatnya. Dzikir merupakan bentuk kepasrahan manusia terhadap

Allah SWT yang diwujudkan dengan berdoa dan memohon petunjuk sehingga dalam menjalankan kehidupan tidak ter­ sesat ke jalan yang salah. Gus Ipul sapaan akrabnya mengatakan, sangat mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan seperti majelis dzikir seperti ini. Secara khusus, dzikir yang dilakukan secara bersama ini juga diperuntukkan bagi bangsa dan negara. “Dzikir ini, juga memberikan petunjuk

terhadap masyarakat Indonesia untuk memilih pemimpin yang berkualitas dalam kaitannya dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 9 Juli 2014. Semoga Pilpres mendatang melahirkan pemimpin yang mencintai agama, senang berdzikir dan amanah menyejahterakan masyarakat,” imbuhnya. Ia berharap, kegiatan seperti ini bisa diselenggarakan rutin setiap tahun di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya. n iib

11 Kejagung Mutasi Enam Kajari di Jatim l Sambungan hal 1

tingga hingga dua. “Ada enam Kajari yang diganti. Ke enamnya berasal dari Kejari Surabaya, Blitar, Tuban, Madiun, Magetan, dan Jember,” urai Romy kepada wartawan, Minggu (1/6). Menurut Romy, mutasi ini sudah biasa terjadi di kalangan kejaksaan. Tentunya, perpindahan dan pergantian jabatan itu sesuai dengan perintah yang keluar dari Kejagung. Di lingkup Kejari Surabaya, ada dua pejabat yang dimutasi. Me­ reka adalah Kajari Surabaya M Dhofir dan Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Nurcahyo Jungkung Madyo. Terkait kapan kepindahan ke duanya, Romy mengaku pihaknya tidak tahu meng­ enai hal tersebut. “Kapan kedua pejabat ini akan pindah dan menempati jabatan barunya, saya tidak paham,” ungkap Romy. Lanjutnya, Kajari Surabaya M Dhofir nanti akan dipromosikan sebagai Asisten Pidana Umum (Aspidum) di Kejati Sumatera Utara. Sedangkan posisi Kajari Surabaya yang baru akan ditempati oleh Tomo, yang sebelumnya menjabat sebagai Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulawesi Tenggara. Untuk Kasi Pidsus Kejari Surabaya Nurcahyo dipromosikan sebagai Kabag TU di Kejati Papua. Terpisah, terkait mutasi dari Kejagung, Nurcahyo enggan menanggapi hal itu. Menurutnya, mutasi jabatan merupakan hal yang biasa terjadi dikalangan Korps Adhyaksa. Di singgung

tentang kepindahannya di Kejati Papua, dia juga tidak ingin banyak berkomentar mengenai hal itu. Romy memaparkan, selain Kajari Surabaya yang diganti, mutasi juga dilakukan kepada Kajari Madiun yang akan dijabat oleh Suluh Dumadi. Sebelumnya, Suluh menjabat sebagai Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati NTB. Kemudian Kajari Blitar nanti dijabat Dade Ruskandar. Dade sebelumnya menjabat sebagai Kabid Lahdata Pusdaskrimti di Kejagung. Lalu Kajari Magetan saat ini, Budi Handaka digeser menjadi Aspidum Kejati NTT. Posisi Budi digantikan J Lebe Unaraja, yang sebelumnya menjabat Kajari Soe. Setelah itu, Kajari Jember Aries Surya juga digeser menjadi Asisten Peng­a wasan (Aswas) Sulawesi Selatan (Sulsel). “Kajari Jember digantikan oleh Hadi Sumartono. Beliau sebelumnya menjabat sebagai Aspidum Kejati Kalimantan Timur (Kaltim),” terang Romy. Romy menambahkan, mutasi oleh Kejagung yang terakhir dilakukan kepada Kajari Tuban Yuswadi. Yuswadi dipromosikan sebagai Asisten Pengawasan (Aswas) di Kejati Sumbar. Posisinya digantikan oleh Bambang Sudrajat yang sebelumnya menjabat sebagai Kajari Rantau Prapat. “Pergantian jabatan mulai efektif berjalan sejak serah terima jabatan dilakukan. Sedang­ kan untuk proses mutasi berjalan maksimal satu bulan setelah keputusan itu turun,” tandasnya. n bed

Dua Pekan Lagi Bupati Mojokerto Jadi Saksi Kredit Fiktif Bank Jatim l Sambungan hal 1

gilan terhadap MKP sudah dilakukan. Sehingga, diperkirakan Bupati Mojokerto akan hadir ke persidangan maksimal dua minggu mendatang. Sebab, keterangan MKP sangat dibutuhkan guna melengkapi data yang tercantum dalam dakwaan Yudi Setiawan. “Kalau tidak minggu depan, ya dua minggu lagi lah. Sebab, persidangan Yudi Setiawan kan ditunda hingga awal bulan ini,” katanya. Terkait kemungkinan apabila MKP tidak hadir memenuhi panggilan sebagai saksi, Nurcahyo menegaskan, pihaknya akan tetap melakukan panggilan terhadap MKP. Sebab, keterangannya diperlukan dalam persidangan dan sesuai dengan kepentingan hukum. “Kalau panggilan pertama dia tidak hadir, kami akan melakukan panggilan kedua dan ke tiga,” tegasnya. Ditambahkannya, pemanggilan MKP sudah dijadwalkan oleh JPU yang menyidangkan perkara Bank Jatim. Maka, pihaknya hanya bisa memperkirakan kedatangan MKP dilakukan dua pekan lagi. Sebab, JPU sudah mengirimkan surat pemanggilan untuk Bupati Mojokerto, dan tinggal tunggu kedatangannya dalam persidangan di Pengadilan Tipikor. “Kita tunggu aja, apakah dua pekan mendatang yang bersangkutan datang memenuhi panggilan JPU,” tandasnya. Selain MKP, Nurcahyo

menjelaskan bahwa Carolina Gunadi juga turut dipanggil. Sebab, keterangannya dibutuhkan oleh JPU guna mengungkap proses pengajuan kredit ke Bank Jatim Cabang HR Muhammad Surabaya. Menurutnya, apakah keterangan Carolina akan memberatkan atau meringankan Yudi Setiawan, harus sesuai dengan proses persidangan yang terdahulu. “Keterangan Carolina saat jadi saksi untuk Yudi, harus sesuai dengan proses sidang dirinya pada saat di Pengadilan Tipikor,” jelasnya. Sebelumnya, Nurcahyo Jungkung Madyo mengungkapkan, JPU akan memanggil saksi-saksi dalam sidang kasus kredit fiktif Bank Jatim. Namun, pemanggilan saksi difokuskan kepada pihak internal Bank Jatim, yang akan dilanjutkan pada pemanggilan Bupati Mojokerto MKP. Setelah memanggil saksi-saksi dari internal Bank Jatim, selanjutnya Bupati Mojokerto MKP akan dipanggil sebagai saksi di persidangan Yudi Setiawan. Selain Bank Jatim, Yudi juga ditetapkan sebagai tersangka utama kasus dugaan korupsi Bank Jabar-Banten (BJB) Cabang Surabaya senilai Rp 58 miliar. Melalui PT CIP, Yudi berhasil mencairkan dana di dua bank pelat merah itu dengan alasan tengah mengerjakan proyek dari pemerintah. Namun itu diduga hanya alasan rekayasa semata. bed

Demi Sang Buah Hati, 8 Tahun Sabar Menanti l Sambungan hal 1

bagi keduanya. “Ternyata Tuhan telah memberikan amanah dengan cara yang lain. Yang tidak bisa disangka-sangka oleh manusia. Kami harus siap menjalankan amanah ini,” ungkap Indra Yunanto sambil menggendong anak adopsinya. Ludmila M (32 tahun) mengaku kalau sudah mendapatkan informasi dari bebe­ rapa teman tentang PSAB, namun hatinya belum bergerak. Tepatnya 8 bulan yang lalu, tiba-tiba langsung datang ke PSAB, walaupun belum tahu tata cara dan aturan untuk melakukan adopsi. Satu, dua kali berkunjung, akhirnya dia jatuh hati dengan Valentino (2), balita yang ada di PSAB. Ia pun mengaku kepada suaminya kalau hatinya mulai mendua. Dia tertarik mengadopsi Valentino asal Pasuruan. Setelah berdiskusi dengan suami dan terjadi kesepakatan, pasangan ini sempat dua kali dalam seminggu berkunjung ke PSAB. Silaturahmi ia lakukan selama

delapan bulan sampai hubungan emosi benar-benar terjalin antara dengan Valentino. “Kami merasa akrab tak hanya dengan Valentino, tapi juga para peng­ asuh di sini. Semua bagaikan keluarga sendiri,” akunya. Peran pemerintah dalam mengasuh anak, menurut Ludmila, pemerintah sangat luar biasa perhatiannya, mulai dari sisi perawatan gizi termasuk para pengasuhnya. “Para pengasuh juga punya keluarga, tetapi mereka rela mengorbankan keluarga dan anaknya untuk mengasuh anak-anak di sini. Itu patut diapresiasi,” ungkap karyawan Bank Mandiri ini. Rasa gembira juga diungkapkan oleh pasangan Suprayitno dan Sriani asal Bojonegoro yang mendapat kepercayaan dari keluarganya untuk mengasuh M Srikumar Sashidaran Nair (3,5 tahun) asal Kuwait. Menurut Sriani, kalau Srikumar ini sebenarnya anak dari keluarganya yang menjadi TKI di Kuwait, yang bernama Sunarti. Setelah menikah

dengan warga India, pasangan ini mempunyai satu anak yakni M Srikumar Sashidaran Nair ini. Sayangngya, sang ibu meninggal usai melahirkan buah hatinya. “Akhirnya, anak ini dipulangkan oleh Kementerian Sosial dan ditempatkan di PSAB Jawa Timur ini,” katanya. Makanya, dia dan keluarga sangat berterima kasih kepada pemerintah khususnya Dinas Sosial Jawa Timur maupun para pengasuh-pengasuh di PSAB yang telah merawat anak-anak dan memberikan gizi dan nutrisi yang baik. “Sungguh saya sangat berterima kasih yang terhingga kepada mereka,” ungkap Sriani sambil menggendong Srikumar Sashidaran Nair. Asisten III Bidang Kesejahteran Rakyat Setdaprov Jatim M Asyhar mengatakan kalau kegaitan ini merupakan tugas penyelenggaran pemerintah. Ini peristiwa kemanusiaan yang luar biasa. Karena mereka berdua, antar ibu dan anak mempunyai kebahagiaan tersendiri.

Program ini merupakan pekerjaan sosial yang sangat mulia, yang merupakan bagian dari penyelenggaran peme­rintah, dan itu akan terus dilakukan oleh Dinas Sosial dan UPT yang bersangkutan. Tujuannya untuk membangun kemakmuran dan kesejahteraan bangsa ini. “Kemakmuran dan kesejateraan bangsa dimulai dari manusiamanusia yang berkualitas,” katanya. Terpisah, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jatim Sudjono yang didampingi Ka UPT PSAB Ilonka Sukmawati mengatakan semoga apa yang telah dilakukan ini bisa berjalan dengan baik. Pemerintah dan masyarakat diharapkan bisa bersinergi dalam pengasuhan anak agar mereka bisa menjadi anak yang sholeh dan sholehah. Dijelaskan program adopsi ini sudah berjalan sekitar 4 tahun dan sudah sekitar 119 anak yang telah diserahkan kepada COTA. “Kami berharap UPT ini bisa terus berjalan dengan baik, karena UPT yang ada di Jawa Timur ini yang mendapatkan ISO hanya UPT PSAB di Sidoarjo ini,” ujar Sudjono.*


UTAMA

12 LINTAS PERISTIWA

40 % Balita Kurang Gizi Tumbuh Kurang Cerdas Surabaya,Bhirawa Hasil riset kesehatan menemukan 40 % anak bawah lima tahun (Balita) kurang gizi akan mengalami banyak kendala dalam pertumbuhan, salah satunya adalah masalah kecerdasan. Ketua PKK Surabaya , Medi Zurida Noersyam yang ditemui pada acara Melalui Tiga Langkah Cerdas, SUN Dukung Pemenuhan Gizi 1000 Hari Pertama Kehidupan Anak Indonesia, di Gedung PKK Surabaya menjelaskan, bahwa asupan gizi pada balita ini sangat penting sebab bagi anak yang kurang gizi bukan hanya berakibat buruk pada pertumbuhan fisik tapi juga berdampak pada kecerdasan otak. Berangkat dari kenyataan inilah PKK Surabaya gencar menggerakkan masyarakat agar menjaga perkembangan gizi pada Balita. Dengan harapan agar jangan sampai para generasi bangsa itu tumbuh dan berkembang menjadi anak yang tidak sehat dan tidak cerdas. Untuk kepentingan ini pula maka digelar kerja sama dengan SUN dalam bentuk seminar demi untuk mem berikan pengetahuan soal gizi pada ibu-ibu. Adrianto, Ketua Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Jatim mengatakan, program pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) anak akan menentukan tumbuh kembang serta kesehatan jangka panjang. Memahami akan hal tersebut, selain Air Susu Ibu (ASI) maka diperlukan asupan gizi tambahan untuk memperkuat pertumbuhan bayi. “Rangkaian produk SUN dengan formula baru siap mendukung Program pemenuhan gizi 1.000 hari pertama kehidupan anak mulai sejak anak berada dalam kandungan hingga berusia dua tahun. Kandungan gizi pada tiap produk telah disesuaikan untuk memenuhi tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Hal ini sengaja dilakukan oleh SUN untuk mendukung upaya pemerintah dan PBB dalam mengentaskan angka kurang gizi,” ujar Anastasia Damayanti, Head of Marketing Nutrition & Special Food, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk yang hadir pada acara tersebut. Q ma

Boarding Call di Bandara Juanda Ditiadakan Sidoarjo, Bhirawa PT Angkasa Pura I selaku pengelola Bandara Juanda meniadakan pengumuman untuk calon penumpang (boarding call) yang diinformasikan petugas melalui pengeras suara. Sebagai gantinya, pengumuman dilakukan melalui tulisan berjalan atau running text. Manager PT Angkasa Pura I Trikora Harjo mengungkapkan, pemberlakukan pengumuman melalui running text akan dilakukan pada awal bulan Juni. Tujuan untuk memberikan kenyamanan dalam pelayanan pada calon penumpang yang ada di Bandara Juanda. “Kebijakannya itu akan diberlakukan mulai efektif per 1 Juni. Hal itu dilakukan untuk kenyamanan calon penumpang di bandara. Karena pengumuman itu sering muncul setiap menit sehingga menimbulkan suara berisik,” ujar Trikora Harjo, di Juanda, Minggu (1/6). Mantan Kakansar Jatim tersebut menguraikan, ditiadakannya boarding call hanya secara global yang ada di Bandara Juanda saja. Ketika calon penumpang yang sudah melakukan boarding pass, maka tidak akan ada pengumuman. Pengumuman itu nantinya akan diberlakukan saat berada di dalam ruang tunggu (waiting room). “Untuk pengumuman penerbangan itu tetap ada. Tapi, hanya diberlakukan di dalam waiting room saja,” imbuhnya dia. Contoh pengumuman yang dimaksud dalam waiting room tambah Trikora, ketika calon penumpang sudah berada di dalam, baru pengumuman penerbangan akan diberitahukan kepada calon penumpang yang di Bandara Juanda. Q wil

Senin Pahing, 2 JUNI 2014

Pemkot Surabaya Siapkan Warga Hadapi MEA 2015 Pemkot Surabaya, Bhirawa Peringatan Hari Jadi Kota Surabaya ke-721 tahun diharapkan menjadi momentum bagi warga Kota Surabaya untuk semakin serius dalam menata kesiapan menghadapi datangnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015 mendatang. Warga Surabaya diharapkan mulai membekali diri dengan berbagai skill dan kemampuan agar bisa menjadi pemenang di kota sendiri. Harapan tersebut disampaikan Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, seusai upacara peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-721 di halaman Taman Surya, Sabtu (31/5) kemarin. Pembangunan sumber daya manusia (SDM) akan menjadi fokus bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya di tahun 2014 ini. Pemkot Surabaya akan berupaya menyiapkan warga Surabaya agar siap bersaing menghadapi MEA. “Berkali kali saya katakan tentang pentingnya pembangunan SDM. Sebab, tidak ada gunanya kita membangun infrastruktur atau membangun apapun kalau masyarakat Surabaya hanya jadi penonton. Itu yang jadi pekerjaan rumah (PR) berat saya. Makanya, di tahun ini saya konsentrasi untuk SDM,” tegas Risma. Untuk meningkatkan kualitas manusia di Surabaya, Pemkot Surabaya akan mengadakan sertifikasi keahlian tenaga kerja. Mulai awal Juni ini, Pemkot akan me-launching sertifikasi tersebut dengan meyalani pendaftaran untuk lima wilayah. Harapannya, warga Surabaya memiliki kompetensi sebagai tenaga kerja. Q dre Wali Kota Tri Rismaharini meninjau stan Surabaya Great Expo 2014 yang merupakan salah satu kesiapan menghadapi datangnya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) pada 2015 mendatang.

andre/Bhirawa

Kuliatas Pelayanan Dua RSUD Surabaya Rendah Surabaya, Bhirawa Kinerja pelayanan RSUD dr. Soewandhie dan Bhakti Dharma Husada (BDH) mendapat sorotan tajam dari Komisi D Bidang Kesra DPRD Kota Surabaya. Anggota dewan menilai kulaitas pelayanan dua rumah sakit itu masih rendah. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Komisi D DPRD Surabaya Baktiono, Minggu, mengatakan hasil survei yang dilakukan Komisi D menyebutkan pelayanan di dua rumah sakit itu tingkat kualitas pelayanannya hanya 50 persen. Artinya, pelayanan di dua rumah sakit kurang memuaskan masyarakat. “Pelayanan ini tak hanya pada sisi pelayanan pegawainya, tapi juga peralatan medis yang tersedia,” katanya, Minggu (1/6). Menurut dia, banyak warga yang tidak berani protes

atas pelayanan buruk selama mereka berada di RSUD. Bahkan ada juga pasien khususnya yang menggunakan kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mendapat perlakuan kasar dari petugas RSUD. “Pasien ini hanya diam saja dan menerima perlakuan tersebut. Warga juga banyak yang tidak berani protes,” katanya. Anggota Komisi D DPRD Kota Surabaya, Yayuk Puji Rahayu, menambahkan saat ini banyak masyarakat pemegang Asuransi Kesehatan

(Askes) yang mengeluh pelayanan rumah sakit milik pemerintah. Ini karena ada sejumlah sistem yang berubah setelah pelayanan Askes dilebur menjadi satu dengan BPJS Kesehatan. Kesulitan ini, lanjut dia, misalnya pada obat. Saat sebelum menjadi BPJS, mendapatkan obat dengan Askes sangat mudah, namun sekarang menjadi sulit. Kemudian, ada obat yang harus membayar karena tidak dicover BPJS. Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Febria Rachmanita mengatakan dari hasil survei internal yang dilakukan, pelayanan di RSUD dr Soewandhie menunjukkan indeks kepuasan pasien atas pelayanan rumah sakit tersebut mencapai 78 persen. Sedangkan indeks kepua-

san pasien atas pelayanan di RSUD BDH mencapai 76 persen. Rata-rata yang menjadi keluhan, terutama di RSUD BDH adalah pada sisi perlengkapan medis. Ini wajar mengingat RSUD BDH merupakan RS tipe C sehingga perlengkapan medisnya terbatas. “Pada 2012, tiap hari pasien yang ditangani sebanyak 300 orang. Kemudian pada 2013 naik menjadi 600 orang tiap hari,” katanya. Febri menjelaskan, untuk mensurvei indeks kepuasan pasien ini, ada alat khusus yang ditempatkan di rumah sakit milik pemerintah. Kalau untuk pelayanan BPJS untuk pemegang Askes, itu sama seperti sebelumnya. Adanya perbedaan obat itu bukan berasal dari BPJS-nya, sebab yang menentukan obat adalah dokter. Q gat.ant

Optimalkan Produksi Beras Organik, Disperta Jalin Komunikasi dengan BI

mb3/Bhirawa

Kepala Disperta, H. Hindarto, SP saat memberikan bimbingan, pelatihan teknis terhadap 170 Petugas Penyuluh Lapangan (PPL).

Bondowoso, Bhirawa Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Bondowoso dalam waktu dekat akan melakukan Focus Group Discussion (FGD) dengan Bank Indonesia (BI) untuk membahas masalah pertanian beras organik. Dari FGD ini diharapkan agar pertanian beras organik di Bondowoso yang digagas oleh Bupati Amin Said Husni sejak pertama memimpin, bisa menemukan formulasi yang lebih baik dan terarah demi meningkatkan kesejahteraan para petani. Kepala Disperta, H. Hindarto, SP menjelaskan, pihaknya telah menyusun agenda besar untuk keberhasi-

lan pertanian beras organik . Agenda besar itu akan dibicarakan dengan BI berupa road map pertanian beras organik hingga tahun 2018 mendatang. “Sebenarnya Bank Indonesia meminta kami untuk mengagendakan FGD Kamis kemarin, namun karena banyak agenda yang harus kami selesaikan, maka FGD itu kami tunda hingga minggu depan,” jelas Hindarto. Selain melakukan FGD dengan BI, langkah-langkah kongkret yang sudah ia siapkan adalah memberikan bimbingan, pelatihan teknis terhadap 170 Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) pada masingmasing Balai Besar Pelatihan Pertanian (BPPP) . Q mb3

Tepis Tudingan Proyek Taman Lalu Lintas Tak Terencana Bondowoso, Bhirawa Tudingan bahwa proyek taman lalu lintas tak terencana, dibantah oleh Ketua Komisi III DPRD Bondowoso, H. Tohari. Karena proyek yang menelan anggara Rp. 200 juta dana APBD tahun 2013 merupakan program yang dicanangkan oleh Polres Bondowoso, Disparporahub dan juga Dinas Pendidikan Bondowoso. Tujuan dari program ini, kata Tohari adalah selain untuk taman rekreasi juga untuk mengenalkan sejak dini tentang rambu-rambu lalu lintas kepada anak didik yang masih ada di Pendidikan Usia Dini (PAUD) dan juga Taman Kanak-Kanak (TK). “Kalau mau berbicara manfaat, jelas manfaat dari proyek ini sangat besar. Manfaatnya akan dirasakan oleh anak-anak kita nanti ketika mereka sudah besar. Kalau saat ini memang tidak akan dirasakan manfaatnya,” jelas Tohari, Minggu (1/6). Anak-anak yang saat ini masih sekolah di PAUD akan dikenalkan dengan rambu-rambu lalu lintas. Dan bahkan, anggaran untuk taman lalulintas tersebut bukan Rp. 200 juta namun sekitar Rp. 600 juta dan bisa lebih. Tetapi, anggaran tersebut tidak langsung habis karena proyek itu berkesinambungan. Pada tahun yang akan dating, pemerintah akan menganggarkan kembali hingga tercapai sesuai dengan target dan rencana semula. “Ya kita akan mengalokasikan kembali nanti. Tahun ini kita anggarkan Rp. 200 juta dulu, kemudian akan kita tambah pada tahun yang akan dating sampai target selesai,” ujar Tohari. Ia juga mengaku dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan cek lokasi untuk memastikan kualitas pekerjaan dari proyek tersebut. Pihaknya juga akan meminta untuk melakukan perbaikan apabila ditemukan kualitas pekerjaan dalam proyek itu tidak sesuai denQ mb3 gan rencana awal.Q

BKP Jatim Uji Laboratorium Langsung di Area Kebun Apel

Apel Lokal Asal Poncokusumo Siap Menembus Pasar Internasional Balai Karantina Pertanian (BKP) Jatim (Jatim) telah berupaya untuk jemput bola dalam mendukung eksportir apel lokal asal Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, yaitu siap melakukan uji laboratorium langsung di lokasi kebun apel setempat, agar buah apel bisa siap masuk pasar internasional. Kepala BKP Jatim Banun Harpini, mengatakan, upaya jemput bola tersebut bisa dilakukan bagi petani atau eksportir lokal melalui Unit Pelayanan Teknis (UPT) terdekat yang berada di Surabaya. Sebab, saat ini BPK telah memiliki 51 UPT Karantina Pertanian yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, serta satu Balai Besar Uji Standar Karantina Pertanian, satu Balai Uji Terap Teknik dan Metode Karantina Pertanian di 704 wilayah kerja di seluruh Indonesia. “Para petani apel bila menghubungi BKP bisa melalui email atau langsung menghubungi kami. Setelah itu petugas kami akan turun ke lokasi guna melakukan uji laboratorium. Karena apel yang di ekspor harus bebas dari sejumlah syarat. Misal-

nya, mengandung logam berat atau logam lainnya,” jelasnya. Setelah dinyatakan layak dari ancaman hama dan penyakit hewan karantina (HPHK) maupun organisme pengganggu tumbuhan (OPTK), lanjut Banum, maka selanjutnya diterbitkan sertifikasi. Dengan begitu apel yang siap ekspor itu langsung bisa masuk pelabuhan dan tidak perlu dilakukan pemeriksaan dengan bongkar muat yang berakibat pada rusaknya buah yang akan di ekspor ke berbagai negara. Ia menegaskan, petani apel masih banyak yang belum tahu jika kita juga siap melakukan layanan uji laboratorium di lapangan. Sehingga layanan ini terus kita sosialisasikan kepada masyarakat, khusus masyarakat di wilayah Kabupaten

Malang. Karena buah apel asal Poncokusomo itu, kualitasnya juga tidak kalah dengan buah apel asal Kota Batu. Sehingga apel Poncokusumo harus mendapatkan kesempatan untuk di ekspor. “Semakin besar peluang ekspor apel Poncokusumo dan Batu ke berbagai negara, maka apel lokal tentunya nanti akan mampu bersaing dengan apel impor,” ujarnya. Selama ini, ditambahkan

Banum, banyak masyarakat yang langsung begitu saja mengirim apel untuk di ekspor melalui pelabuhan. Namun, setelah dicek buah apelnya ternyata dinyatakan tidak layak karena mengandung kandungan tertentu seperti logam berat, sehingga apel terpaksa harus ditahan dan tidak bisa dikirim. Dan jika hal itu terjadi maka berapa kerugian secara ekonomis yang harus ditanggung oleh petani apel. Q cyn

cahyono/Bhirawa

Kebun apel petani di wilayah Desa Poncokusumo, Kec Poncokusumo, Kab Malang.


Harian Bhirawa Edisi 2 Juni 2014