Page 1

Harian Bhirawa Ditunjuk kembali sebagai sarana pengumuman iklan tender/lelang pemerintah di seluruh Jawa Timur berdasarkan SK Gubernur No.188/343/ KPTS/013/2011

Saya sengaja menangguhkan permintaan tim pemenangan Khofifah-Emil, karena ingin meminta pendapat dari para kiai, yakni Mustasyar dan Dewan Syuriah PWNU Jatim terlebih dulu, “

HARIAN IKLAN/ LANGGANAN

Baca Hal 12

031-5615454

Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah

Harga Langganan Rp 55.000/bulan Eceran Rp 3.000

Selasa Wage, 13 FEBRUARI 2018

http://www.harianbhirawa.co.id

13 FEBRUARI 2018

AGENDA HARI INI

 Gubernur H Soekarwo

09.00

Menghadiri Peresmian Masjid di Mapolda Jatim.

 Wagub H Saifullah Yusuf -

 Sekdaprov H Akhmad Sukardi Di Ruang Kerja. Ket : Jadwal bisa berubah sewaktu-waktu

Puluhan Santri Dirawat Pasca Imunisasi Defteri

Kadinkes Jatim Pastikan karena Faktor Psikologi Pamekasan, Bhirawa Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Dr dr Kohar Hari Santoso mengatakan, penyebab santri Al Falah Sumber Gayam, Kecamatan Kadur, Pamekasan, pasca imunisasi vaksin Deftri lebih disebabkan pengaruh psikologi bukan ada sifat KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi). “Bukan KIPI. Saat saya periksa, santri tidak dalam kondisi pusing. Tekanan darah normal. Tidak ada santri mengaku mual apalagi muntahmuntah. Ini bukan KIPI lebih dominan faktor psikologi,” jelas Kohar, yang melurus pernyataan Kadiskes Pamekasan, Ismail Bey.

 ke halaman 11

trie diana/bhirawa

Ketua KPU Jatim bersama para anggota serta Bawaslu Jatim, DKPP dan Tim pemenangan dua pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jatim usai menggelar rapat pleno terbuka di kantor KPU Jatim, Jalan Tenggilis 1, Surabaya, Senin (12/2).

KPU Tetapkan Paslon Gubernur-Wakil Gubernur Jatim Hari ini Pengambilan Nomor Urut

Baca Berita Lainnya di Hal 12

KPU Jatim, Bhirawa Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jatim menetapkan dua kandidat Pasangan Calon (Paslon) pada Pemilihan Gubernur Jatim 2018. Keduanya adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak dan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno.

Setelah dilakukan penetapan, kedua pasangan calon melakukan pengambilan nomor urut sebagai peserta Pilkada yang dijadwalkan pada Selasa, 13 Februari 2018, di salah satu hotel di Surabaya.

“Kami telah melaksanakan rapat pleno Cagub dam Cagub pasal 48 ayat 1 bahwa berdasarkan hasil perbaikan registrasi dan dokumen perbaikan persyaratan calon KPU Jatim menetap-

kan dua bakal Cagub dan Cawagub yang memenuhi syarat sebagai berikut. Khofifah Indar Parawansa berpasangan dengan Emil Elis-

 ke halaman 11

Di Hadapan Peserta Lemhanas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal din/bhirawa

Kadinkes Jatim, Dr. dr. Kohar Hari Santoso, saat meninjau santri Al Falah Sumber Gayam yang dirawat di Puskemas Karur.

Bupati Bondowoso Percepat Keluar dari Status Tertinggal Bondowoso, Bhirawa Diakhir sisa masa jabatan Bupati Bondowoso Drs H Amin Said Husni mengajak seluruh stakeholder di jajaran Pemkab Bondowoso untuk meningkatkan koordinasi demi tercapainya harmonisasi dalam program pembangunan. Hal ini sebagaimana terungkap dalam Kunjungan Kerja (kunker) setiap awal tahunnya di wilayah kerja Kecamatan Kota, Tenggarang, Wonosari, Curahdami dan Tamankrocok di Balai Latihan Kerja (BLK). “Pemerintahan desa harus selalu berkoordinasi dengan instansi Pemkab terkait dalam merencanakan dan melaksanakan program pembangu-

Pemprov, Bhirawa Gubernur Jatim Dr H Soekarwo memaparkan keberadaan budaya lokal di Jatim, yang terdiri dari budaya arek, mataraman, madura, serta Osing. Masing-masing budaya tersebut memiliki tokoh panutan dan pendekatan kultural yang berbeda pada masyarakat. “Saya kira pendekatan kepada masyarakat di masingmasing budaya ini berbeda. Pendekatan kultur seperti ini menjadi utama dalam melakukan apa saja, khususnya pelaksanaan program pemerintah,” kata Gubernur Soekarwo, saat

menerima calon peserta Program Pendidikan Reguler (PPR) Angkatan 57 dan 58 Lemhanas RI dari 12 negara sahabat, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (12/2). Dijelaskan, budaya arek memiliki banyak kaum intelektual dan lingkungannya terdidik. Sebanyak 20 persen masyarakat Jatim menggunakan pendekatan budaya arek, yang berada di Kota Surabaya, Kab. Gresik, Kab. Sidoarjo, Kab. Lamongan, Kab Jombang, Kab/ Kota Malang.

 ke halaman 11

Lawan Pasangan Adjib Kotak dan Gambar Kosong

 ke halaman 11

Apresiasi untuk Bupati ADA sesuatu hal menarik yang dirasakan para akademisi dan pejabat Pemkab Situbondo dari kunjungan mantan Komisioner pimpinan KPK (Komisi Pember a n tasan Korupsi), Bibit S a m a d R i anto, ke Kota Situbondo belum lama

ini. Lelaki yang dikenal tegas itu sempat melontarkan guyonan hingga membuat riuh ratusan peserta seminar di auditorium kampus Universitas Abdoer Rahman Saleh (Unars) Situbondo di Jalan PB Sudirman, Kelurahan Patokan. U s a i melantik pengurus Gerakan Masyarakat Perangi Ko-

 ke halaman 11

Bibit Samat Rianto

Sentil..  Bupati Peringatkan Arti Penting Diklat bagi ASN - Kerja..kerja..kerja  Dewan Sesalkan Minimnya Pembangunan Infrastruktur di Desa - Itu sudah cerita lama  Lawan Pasangan Adjib Kotak dan Gambar Kosong - Apa ada yang pilih gambar kosong.?

Gubernur Jatim Dr H Soekarwo foto bersama dengan para calon peserta PPR Lemhanas Angkatan 57 dan 58 di Gedung Negara Grahadi Surabaya.

Hilmi Husain/ Bhirawa

KPU Kabupaten Pasuruan menetapkan pasangan Irsyad Yusuf-Mujib Imron (Adjib) sebagai peserta di Pilkada Kabupaten Pasuruan 2018, Senin (12/2).

Pasuruan, Bhirawa KPU Kabupaten Pasuruan akhirnya menetapkan pasangan Irsyad Yusuf-Mujib Imron (Adjib) sebagai peserta di Pilkada Kabupaten Pasuruan 2018, Senin (12/2). Penetapan pasangan Adjib secara resmi tersebut dinyatakan telah memenuhi persyaratan secara komulatif. K e t u a KPU Kabupaten Pasuruan, Winaryo Sujoko menyatakan penetapan pasangan Adjib berdasarkan UU nomor 10 tahun 2016 tentang pilkada, termasuk juga Peraturan KPU nomor 1 tentang tahapan dan nomor 3 tahun 2017 tentang pencalonan. “Pasangan Adjib hari ini kita tetapkan menjadi peserta Pilkada

 ke halaman 11

Dinkes Bantah Puluhan Warga Malang Terserang Difteri Kab Malang, Bhirawa Informasi terkait warga Kabupaten Malang sebanyak 20 orang diduga terjangkit penyakit difteri, hal ini telah dibantah oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) kabupaten setempat. Dalam uji laboratorium tidak ditemukan difteri pada puluhan warga tersebut. “Kami sudah melakukan uji laboraturium pada 20 warga yang sebelumnya diduga terkena penyakit difteri dan hasilnya negatif. Sehingga informasi yang kini berkembang di masyarakat jika puluhan warga Kabupaten Malang terserang difteri, itu tidak benar,” tegas Kepala Dinkes Kabupaten Malang dr Abdurachman, Senin (12/2), kepada wartawan. Meski warga Kabupaten Malang tidak terdapat penyakit difteri, pihaknya tetap melakukan vaksinasi secara serempak di Pos Pelayanan Terpadu (P2T), baik di

 ke halaman 11

Puluhan Hiu Tutul Muncul di Perairan Probolinggo

Nelayan Dilarang Menangkap, Polair dan BKSDA Lakukan Pemantauan Nelayan yang biasanya menangkap ikan diperairan wilayah Probolinggo, tepatnya di Pelabuhan Tanjung Tembaga dihebohkan munculnya puluhan hiu tutul atau whaleshark. Munculnya hiu ini pun menyedot perhatian masyarakat. Petugas dari BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) pun langsung meminta nelayan untuk tidak menangkap satwa yang dilindungi tersebut. Wiwit Agus Pribadi, Probolinggo Munculnya sedikitnya 25 hiu tutul di perairan Pelabuhan Tanjung Tembaga Probolinggo, mendapat perhatian BKSDA Seksi Wilayah 6 dan Polair Polres Probolinggo. Menurut Kepala BKSDA Seksi wilayah 6, Sudarto, meminta nelayan tidak menangkap Hiu Tutul. Ia menjelaskan, hiu merupakan satwa yang dilindungi, berdasarkan PP Nomor 7/1999. “Ka rena termasuk hewan yang dilindungi, Hiu tidak boleh

ditangkap. Termasuk nelayan, tidak boleh menangkap Hiu Tutul ini,” terangnya. Kedatangan Hiu Tutul sendiri ke Perairan Probolinggo menurut Sudarto, menandakan bahwa jumlah plankton di Perairan Probolinggo cukup banyak. “Berarti perairan di sini banyak planktonnya. Mengingat, uku-

 ke halaman 11

Polair Probolinggo saat melakukan pemantauan atas kemunculan hiu tutul di perairan Probolinggo.


2

SURABAYA

Selasa Wage 13 FEBRUARI 2018

PELAYANAN PUBLIK - KESEHATAN - HUKUM

Penyerangan Rumah Ibadah Ancam Toleransi, Aparat Diminta Segera Bertindak Surabaya, Bhirawa Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah Masyarakat meminta pihak kepolisian mengusut latar belakang penyerangan dan kekerasan terhadap pemuka agama. Sebab, kejadian beruntun tersebut merupakan perbuatan kriminal dan mengancam kerukunan umat beragama. “Polisi harus mengusut latar belakang penyerangan tersebut. Upaya penyerangan terhadap pendeta tersebut terang adalah perbuatan kriminal serius dan seolah memberikan simbol-simbol ancaman terhadap umat beragama yang melaksanakan ibadah,” ujar Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, Senin (12/2). Menurutnya, upaya penyerangan yang terjadi pada Minggu (11/2) kemarin sama halnya seperti penyerangan terhadap para ustaz yang sebelumnya juga terjadi di Jawa Barat. Kendati demikian, ia meminta umat beragama tetap tenang dan waspada terhadap upaya-upaya provokasi untuk mengganggu toleransi umat beragama di Indonesia. Untuk diketahui setidaknya ada empat serangan terhadap ulama dan ustaz yang terkonfirmasi dalam tiga pekan terakhir ini. Serangan pertama menimpa pengasuh Pondok Pesantren Al-Hidayah Cicalengka Kabupaten Bandung KH Emon Umar Basyri, Sabtu (27/ 1). Serangan kedua terjadi pada 1 Februari 2018 dengan korban Ustaz Prawoto, Komandan Brigade Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis). Prawoto meninggal dunia oleh serangan yang dilakukan oknum tetangga yang diduga alami gangguan kejiwaan. Kemudian ada serangan terhadap seorang santri dari Pesantren Al-Futuhat Garut

Aksi damai dengan bagi-bagi bunga yang dilakukan kader PKB sebagai bentuk keprihatinan terhadap penyerangan dan kekerasan terhadap pemuka agama akhir-akhir ini, Senin (12/2). oleh enam orang tak dikenal. pun terluka akibat serangan pengaaniayaan secara logis, trans- umat beragama. Ada juga seorang pria yang menggunakan pedang. paran dan jujur agar masalah bisa disebut-sebut bermasalah deWakil Ketua Komisi VIII DPR diatasi dan menghilangkan pra- Aksi Damai PKB ngan kejiwaannya bersembunyi Sodik Mudjahid mendesak sangka serta konflik horisontal dan Sementara itu kader Partai di atas Masjid At Tawakkal Kota pengusutan tuntas pelaku pe- vertikal,” ujar Sodik. Kebangkitan Bangsa (PKB) meBandung mengacung-acungkan nyerangan terhadap ulama di Sebab menurut Sodik, jika ngutuk keras aksi penyerangan pisau. Terakhir, pada Minggu (11/ Jawa Barat, pastor dan jemaat tidak diusut tuntas motif dan terhadap tokoh-tokoh agama dan 2) kemarin, pendeta dan jemaat gereja Santa Lidwina Sleman. tujuan para pelaku, maka kon- penyerangan tempat beribadah. Gereja Santa Lidwina Kabupaten “Mengusut tuntas pemeriksaan disi tersebut akan menimbul- Termasuk, penyerangan terhadap Sleman Jogjakarta diserang. kepada para pelaku dan mengung- kan rasa saling curiga antar jemaat dan pastor gereja Santa Empat jemaat luka-luka dan kapkan kepada publik motif dan umat beragama. Hal ini juga Lidwina Sleman Jogjakarta. pendeta yang memimpin ibadah dalang pelaku pembunuhan dan dapat berujung konflik antar ”Tindakan itu tidak dibenarkan

trie diana/bhirawa

dengan alasan apa pun,” tegas Fauzan Fuadi, koordinator aksi di sela aksi keprihatinan, Senin (12/2). Karena itu, PKB mendesak aparat kepolisian untuk bergerak cepat dan mengusut tuntas otak penyerangan terhadap para tokoh agama tersebut. “Jika kondisi ini dibiarkan, dikhawatirkan dapat menimbulkan perpecahan kerukunan di tengah keberagaman Q cty masyarakat,” tandasnya.Q

Kejati Mintai Keterangan Sekwan DPRD Jatim terkait Kasus P2SEM Kejati Jatim, Bhirawa Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim membuktikan keseriusannya dalam penyelidikan kasus dugaan korupsi dana hibah Program Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) dari Pemprov Jatim. Hal itu dibuktikan dengan pemanggilan Sekretaris DPRD Jatim Achmad Jaelani terkait kasus dana hibah 2008 silam. “Hari ini (Senin kemarin, red) memang ada pemanggilan terkait penyelidikan kasus P2SEM. Yang dipanggil yakni Sekwan DPRD Jatim atas nama Achmad Jaelani guna dimintai keterangan tentang kasus P2SEM,” kata sumber internal Kejati Jatim kepada Bhirawa, Senin (12/2). Sumber yang enggan disebutkan namanya ini menjelaskan, Sekwan diundang (dipanggil) sekitar pukul 09.00 pagi. Pemeriksaan berjalan kurang lebih sampai dua jam atau selesai sekitar pukul 12.00. Ditanya mengenai status yang bersangkutan, sumber Bhirawa mengaku, status Sekwan dalam pemanggilan ini sebatas undangan guna dimintai keterangan.

Disinggung mengenai detil permintaan keterangan, sumber mengaku yang bersangkutan dimintai keterangan mengenai pengetahuannya terhadap dana hibah P2SEM pada 2008 silam. Sebab saat ini Kejati Jatim tengah menyelidiki dugaan dana hibah yang informasinya merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah. “Ahmad Jaelani dimintai keterangan perihal pengetahuannya tentang dana hibah P2SEM. Hanya sebatas permintaan keterangan, karena masih penyelidikan dan belum bisa diekspose terlalu banyak,” tegasnya. Siapa lagi yang dimintai keterangan dalam kasus P2SEM, sumber Bhirawa mengaku masih belum

mengetahui hal itu. Pihaknya hanya meyakinkan bahwa pada Senin (12/ 2) penyelidik memanggil Sekwan DPRD Jatim guna permintaan keterangan pada kasus P2SEM. “Sementara masih Sekwan. Pemanggilan pihak-pihak terkait kasus P2SEM selanjutnya masih belum tahun,” pungkasnya. Terpisah, Sekwan DPRD Jatim Achmad Jaelani mengaku jika pihaknya dipanggil Kejati Jatim terkait kasus P2SEM. Diakuinya jika pertanyaan yang diajukan sebanyak lima dan membutuhkan waktu tak kurang dari satu jam. ‘’Saat itu saya ditanyai terkait dokumen P2SEM termasuk aliran dana hibah. Dan saya jawab saat itu saya belum menjabat sebagai Sekwan DPRD Jatim. Dan saat ini Sekwan tidak boleh ikut dalam pencairan dana hibah,’’tegasnya yang mengaku datang ke Kejati tanpa ditemani pengacara. Sebelumnya Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim Didik Farkhan Alisyahdi menyatakan bahwa surat perintah penye-

lidikan dugaan kasus korupsi P2SEM sudah keluar awal Januari 2018. Pada penyelidikan kasus ini, mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya ini mengaku sudah melakukan langkahlangkah penyelidikan. Terkat penelusuran data yang diberikan almarhum Fathorrasjid ke Kejati Jatim beberapa tahun lalu, Didik enggan merincikan. “Data itu nantinya akan kita gali lagi. Yang terpenting kita sudah melakukan penyelidikan, dan sesuai ketentuannya, penyelidikan belum bisa diekspose. Kecuali nanti kalau sudah naik ke penyidikan baru bisa diinformasikan,” katanya. Atas penyelidikan kasus ini, kantor Kejati Jatim sempat digeruduk ratusan massa dari Komite Mahasiswa Anti Korupsi (KOMAK), BNP2DI, GEMA JATIM yang tergabung dalam AMJM (Aliansi Masyarakat Jawa Timur Menggugat). Mereka menagih janji Kejati Jatim untuk menuntaskan pengusutan penanganan kasus P2SEM Q bed, cty pada 2008 silam.Q

Polisi Hadiahi Timah Panas Kakak Adik Pelaku Curanmor PolrestabesSurabaya,Bhirawa Ahmad Arifin (33) dan Mahbub (25) harus bersakit-sakitan saat dikeler ke Mapolrestabes Surabaya. Kedua warga Jl Kebon Dalem Surabaya ini berjalan pincang setelah menerima timah panas polisi karena terlibat kasus pencurian motor (curanmor). Penangkapan keduanya dilakukan pada Minggu (11/2). Kedua kakak adik ini ditangkap saat bersembunyi di salah satu penginapan di Jl Kranggan Surabaya. Mereka diburu setelah polisi mendapatkan laporan dari korban, yakni Samsul (38) warga Jl Kebon Dalem Surabaya. Korban melaporkan jika motor milik anaknya Honda CBR dengan nopol L 2291 SV hilang. “Setelah mendapatkan laporan tersebut, kami lantas melakukan olah TKP. Hasilnya kami menemukan fakta ternyata pelaku tak hanya membawa kabur motor korban, melainkan juga BPKB motor tersebut,” kata Kanit Resmob Sat-

abed nego/bhirawa

Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Bima Sakti (kiri) menunjukkan tersangka beserta barang bukti motor curiannya, Senin (12/2). korban. Sebab kasus pencurian reskrim Polrestabes Surabaya Iptu tersebut terjadi ketika rumah korBima Sakti, Senin (12/2). ban dalam keadaan sepi. Polisi Bima menjelaskan dari olah TKP mengintai sejumlah tetangga yang tersebut, polisi mencurigai jika dekat dengan rumah korban. Kemupelakunya adalah orang terdekat

dian mencurigai dua pelaku yakni Arifin dan Mahbub. “Sebab keduanya tak pulang ke rumah setelah kasus pencurian motor tersebut terjadi. Kami pun melakukan pengejaran,” jelasnya. Hanya butuh waktu 1 X 24 jam polisi akhirnya meringkus kakak beradik tersebut. Mereka ditangkap di sebuah penginapan di Jl Kranggan Surabaya. Namun penangkapan keduanya diwarnai aksi kejar-kejaran. Sebab saat hendak ditangkap, mereka mencoba melawan dan kabur. Sehingga polisi terpaksa memberikan tindakan tegas dengan melumpuhkan salah satu kaki dari masing-masing pelaku. “Selain kedua tersangka, kami juga mengamankan barang bukti yakni satu unit motor dan BPKB milik korban,” ucapnya. Bima menambahkan, kasus pencurian tersebut sudah direncanakan oleh Mahbub. Beberapa kali dia mengintai dan mempelajari kondisi Q bed rumah korban.Q

Diduga Tak Prosedural, Komisi C Minta Pemkot Cabut Perizinan PT KPL DPRD Surabaya, Bhirawa Aktivitas operasional PT Kirana Panorama Logistic (KPL) yang berlokasi di kawasan pergudangan Tambak Osowilangun (depan PIOS) dipersoalkan warga sekitar (RW 1, 2 dan 3) Kelurahan Tambak Osowilangun Kecamatan Benowo karena merasa terganggu kenyamanannya. Di samping bising, getaran alat berat yang digunakan juga berpotensi mengganggu konstruksi bangunan permukiman di sekitarnya. Tidak hanya itu, menurut laporan warga, PT KPL yang baru beroperasi sekitar dua bulan ini juga memberlakukan jam kerja hingga larut malam bahkan sampai dini hari. “Referensi untuk UKL/UPL yang dikeluarkan BLH Pemkot Surabaya sangat tidak berdasar, karena tidak didahului dengan kajian dan keterlibatan masyarakat sekitar,” kata Ketua LPMK Tambak Osowilangun Saikhu, Senin (12/2). Dampak yang lain adalah naiknya air muka tanah apalagi pada saat musim hujan, karena konstruksi lahan untuk gudang penyimpanan peti kemas ini berdampak tekanan muka air tanah. Rapat dengar pendapat di ruang Komisi C DPRD Surabaya berlangsung cukup panas, karena wakil dari Badan Lingkungan Hidup (BLH) yakni Prastowo dinilai tidak menguasai materi oleh Saifudin Zuhri (Ketua). “Dari penjelasan Anda (Prastowo, red) sudah terungkap bahwa proses perizinan yang berkaitan dengan UKL/UPL nya tidak melalui tahapan yang benar, karena tidak disertai kajian teknis sebagaimana mestinya,” ucap Saifudin. Menanggap berbagai pertanyaan dari sejumlah anggota Komisi C, akhirnya perwakilan BLH ini menjawab siap ketika Komisi C meminta agar melakukan pencabutan izin karena dasar kajian UML/ UPLnya lemah bahkan tidak ada. Tidak hanya BLH yang jadi sasaran kritik para wakil rakyat ini, Dinas Perkim dan CKTR Surabaya sebagai pemangku kebijakan soal pengeluaran IMB juga diminta untuk mencabut izin yang sudah dikeluarkan. Menanggapi diskusi panas ini, Agung dari PT KPL mengaku keberatan jika pemberhentian dan pencabutan izin langsung diterapkan.”Kami belum tentu bersalah pak. Dan yang bisa memutuskan bersalah atau tidak itu hanya pengadilan, untuk itu tolong redaksi risalah rapatnya dikoreksi,” pintanya. Dalam waktu dekat, anggota Komisi C juga akan melakukan peninjauan ke lokasi (sidak) untuk melihat langsung kondisi gudang penyimpanan peti kemas yang dipersoalkan warga, terutama menyangkut beberapa Q rac sarana dan prasarana yang telah dibangun.Q

Marak Kasus Kenakalan Anak, DPRD Minta Tingkatkan Komunikasi Belakangan ini kasus kenakalan anak di Kota Kediri sering terjadi. Mulai dari pelajar bolos, pelajar simpan video mesum, hingga penganiayaan pelajar yang masih duduk di bangku SD. Menyikapi masalah tersebut kalangan DPRD Kota Kediri langsung mengambil sikap. Anggota Komisi C DPRD Kota Kediri langsung menggelar hearing dengan sejumlah satuan kerja, Kamis (1/2). Mulai dari Dinas Pendidikan, Satgas Perlindungan Perempuan dan Anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Kediri diundang dalam hearing tersebut. Ketua Komisi C DPRD Kota Kediri Reza Darmawan mengatakan hearing dilakukan untuk mengetahui sejauh

mana sinergi antara dinas terkait tentang pengawasan anak di lingkungan sekolah. Pihaknya ingin dari hasil rapat ini nantinya ke depan dapat dijadikan sebagai acuan dalam pembahasan Perda maupun Perwali Kota Kediri. “Saat ini rapat kita lakukan yang pertama. Hasilnya, ternyata memang sinergi selama ini yang kita minta di setiap dinas hingga lembaga masih kurang komunikasinya,” ujarnya usai hearing beberapa waktu lalu. Reza menambahkan, pihaknya akan mengajak dinas terkait untuk melakukan rapat kedua. Dalam hearing kedua itu nantinya seluruh dinas

terkait akan diminta mengumpulkan sejumlah arsip alasan dan cara dalam menangani kenakalan pelajar di Kota Kediri. “Dari data ini nantinya akan kita sinkronkan, sehingga dapat kita masukkan dalam pembahasan Perda dan Perwali yang saat ini masih dalam progres ke depan,” imbuhnya. Lanjut Reza, saat ini kalangan DPRD lebih menitikberatkan pada komunikasi antara stake holder dan sekolah. Ia mengaku dalam menekan kenakalan pelajar di Kota Kediri, sekolah harus lebih meningkatkan program parenting di lingkungan sekolah, baik bagi guru maupun orangtua siswa. “Peningkatan parenting harus lebih luas lagi dan untuk pendidik harus dapat mengenal siswa lebih dalam. Bahkan jika diperlukan penambahan guru Bimbingan Konse-

irvan cholis/bhirawa

Rapat kerja Komisi C DPRD Kota Kediri bersama sejumlah satuan kerja. ling (BK) juga tidak masalah nanti juga akan kita munculkan saat pembahasan ke depan,” jelas pria yang juga

politisi PAN Kota Kediri. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Siswanto mengaku

dalam hearing tersebut banyak masukan dan langkah untuk mengurangi kenakalan pelajar. Salah satunya dalam meningkatkan tata tertib sekolah. “Untuk mengurangi kenakalan pelajar dapat kita lakukan mulai dari orangtua hingga guru pendidik. Sebab tanggung jawab anak tidak hanya dari sekolah, tetapi juga orangtua. Bahkan dari pihak eksternal seperti Satgas PPA juga ikut andil dalam mengantisipasi terjadinya kenakalan anak,” bebernya. Menurutnya, program parenting bagi orangtua siswa memang perlu ditingkatkan. Mengingat tanggung jawab kenakalan pelajar tidak hanya pada sekolah. “Kendalanya saat ini masalah sinkronisasi antara orangtua, sekolah dan masyarakat. Semua pihak ini harus bersama-sama menjaga anak agar tidak Q van, adv ada hal negatif,” tandasnya.Q


SURABAYA

Selasa Wage 13 FEBRUARI 2018

3

LEGISLATIF - EKSEKUTIF

Pemkot Ubah Wajah Stren Kali Jagir dengan Sentuhan Mural Surabaya, Bhirawa Kawasan stren kali acapkali dikenal sebagai tempat yang kumuh. Tentu hal ini memunculkan kesan tidak baik dari warga yang melintas. Terlebih melihat bangunan liar (bangli) yang menambah kesan kurang sedap dipandang mata. Melihat hal itu, Pemkot Surabaya mencoba mempercantik stren kali yang berada di kawasan Jagir Wonokromo melalui sentuhan mural. Kabag Humas Pemkot Surabaya M Fikser mengatakan setelah rumah-rumah di kawasan tersebut ditertibkan, pemkot ingin mempercantik dinding sepanjang 200 meter tersebut melalui sentuhan mural. “Kami ingin mempercantik kawasan tersebut dan menyediakan wadah bagi komunitas mural agar tidak mengecat di sembarang tempat,” kata Fikser di ruang kerjanya, Senin (12/2). Nantinya, kata Fikser, setelah pengerjaan mural selesai, pemkot akan melakukan pemasangan lampu, membuat taman dan menanam pohon di sekitar kawasan tersebut. “Nantinya kawasan tersebut akan menjadi salah satu objek atau spot foto bagi pecinta fotografi,” ujar Fikser. Selain kawasan stren kali Jagir Wonokromo yang akan dihias mural, Fikser menuturkan pro-

Pemkot Surabaya mencoba mempercantik stren kali yang berada di kawasan Jagir Wonokromo melalui sentuhan mural, Senin (12/2). gres ke depan pemkot akan me- bahwa mural merupakan media pesan yang kuat bagi semua lakukan hal serupa di beberapa yang memiliki pesan dan nilai orang,” terangnya. Disampaikan Fikser, penggatitik yang sudah ditertibkan oleh seni yang tinggi. Selain itu, muPemkot Surabaya, salah satunya ral juga dicintai oleh anak muda. rapan mural melibatkan komu“Dibuat foto atau apapun, nitas mural yang ada di Suradi kawasan Keputran. “Itu juga mural terlihat bagus karena di baya. Mereka diberi ruang dan akan dibuat mural,” imbuhnya. Ditanya alasan kenapa me- setiap ukiran mengandung disiapkan segala macam fasimilih mural, Fikser menjelaskan b e r b a g a i m a c a m m o t i f d a n litas oleh Pemkot Surabaya agar

trie diana/bhirawa

mampu berekspresi melalui mural. “Kami sediakan media itu supaya mereka mampu mengekspresikan seni mereka di situ, tidak di tempat lain,” pungkas pria asal Serui tersebut. Koordinator Mural Lukman Hidayat menambahkan penger-

Renville : Tidak Ada Masalah Dukungan Hanura di KPU

PANGGUNG BIROKRASI

Dewan Sesalkan Minimnya Pembangunan Infrastruktur di Desa DPRD Jatim, Bhirawa Permasalahan kesenjangan antara desa dan kota masih terhampar luas dikarenakan minimnya pembangunan infrastruktur di desa. Karenanya, pembangunan proyek Jalur Lintas Selatan (JLS) salah satu upaya Pemprov Jatim menekan disparitas wilayah antara utara dan selatan di Jatim. Anggota DPRD Jatim Imam Makruf menuturkan ekonomi antara masyarakat di desa dengan masyarakat di kota sangat terlihat perbedaannya, itu menunjukkan besarnya kesenjangan yang terjadi antara desa dengan kota. “Pembangunan infrastruktur jalan di desa sangat minim. Bahkan perbaikan jalan yang rusak saja tidak ada, sehingga kondisi jalan di desa sangat memprihatinkan. Akibatnya kesenjangan ekonomi antara masyarakat di desa dengan masyarakat di kota semakin terlihat,” pungkas politisi dari Fraksi Gerindra DPRD Jatim ini, Senin (12/2). Politisi yang duduk sebagai Wakil Ketua Komisi C DPRD Jatim ini mengatakan, akibat kondisi jalan di desa yang tidak memadai imbasnya para petani di desa tidak bisa mengeluarkan hasil panennya ke kota atau ke pasar. Akhirnya tengkulak yang memanfaatkan dampak kondisi ini dan membuat nilai jual petani rendah. “Harus ada pembangunan jalan di desa agar petani bisa mengakses pasar dengan begitu petani bisa menjual hasil panennya dengan harga yang sesuai. Dengan begitu ekonomi petani bisa lebih sejahtera dan kesenjangan antara desa dan kota bisa sedikit berkurang,” pinta politisi yang akrab Q cty dipanggil Gus Makruf ini.Q

andre/bhirawa

Rombongan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Langsa Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) bersama DPRD Kota Langsa melakukan kunjungan studi banding ke Surabaya, Senin (12/2).

Tertarik Layanan Online, DPRD Kota Langsa Kunjungi Surabaya Pemkot, Bhirawa Jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Langsa Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) bersama DPRD Kota Langsa melakukan kunjungan studi banding ke Surabaya. Rombongan yang berjumlah 18 orang tersebut diterima Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya (Dispendik) Ikhsan di ruang Kartini kantor Dispendik Jalan Jagir Wonokromo. “Kami ingin belajar banyak hal, tidak hanya terkait dengan pendidikan namun juga tentang

penataan kota,” ujar Ketua DPRD Kota Langsa Burhanudhin SH, Senin (12/2). Menurut Burhanudhin, Surabaya merupakan salah satu kota di Indonesia yang perkembangannya sangat pesat sehingga mampu menorehkan beragam prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional. Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Ikhsan menjelaskan bahwa seluruh sistem pengelolaan Pemkot Surabaya telah berbasis e-Government. Mulai dari sistem pengelolaan keuangan daerah (e-Budgeting),

pendidikan, kesehatan, kependudukan, sampai dengan layanan warga melalui Command Center 112. Mantan Sekretaris Bappeko Kota Surabaya tersebut mengungkapkan dengan hadirnya beragam layanan online yang saling terintegrasi tersebut memudahkan warga kota mendapatkan layanan setiap saat tanpa menunggu lama. Ikhsan menambahkan pada bidang pendidikan terdapat 22 layanan aplikasi pendidikan yang dapat diakses oleh warga sekolah Q dre dan masyarakat umum.Q

Kemenhub Buka Pendaftaran Mudik Motor Gratis Pemprov, Bhirawa Kementerian Perhubungan (Kemenhub) kembali membuka pendaftaran untuk mudik motor gratis. Dirjen Perhubungan Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri mengatakan pendaftaran tersebut sudah dibuka sejak

jaan mural dimulai pada Rabu (7/2) dan selesai pada Minggu (11/ 2) malam. Setidaknya ada 10 orang yang membantu pengerjaan mural stren kali Jagir Wonokromo. Mereka, lanjut Lukman tergabung dalam satu komunitas bernama Budal Isuk Moleh Sak Karep (BIMS). “Awalnya ditarget selesai 710 hari dan di awal pengerjaan terkendala cuaca hingga hari ke tiga. Tapi Alhamdulilah ternyata pengerjaan lebih cepat dari yang diperkirakan,” ungkap Lukman. Menurut Lukman, mural kali ini mengangkat tema kehidupan di pesisir kali yang meliputi anak-anak, hunian dan juga alam. Tetapi, lanjut dia, pengerjaan mural kali ini dikhususkan untuk mengenang para pahlawan dan maestro seni lukis Indonesia. “Ada wajah Affandi, Raden Saleh, Basuki Abdullah, Mantan Presiden keempat RI Abdurrahman Wahid (Gus Dur), aktivis HAM Munir Said Thalib, sastrawan dan aktivis HAM asal Surakarta Wiji Thukul, pahlawan Surabaya Sutomo alias Bung Tomo serta penyanyi kelahiran Jombang Soedjarwoto Soemarsono alias Gombloh,” urainya. Setelah merampungkan pengerjaan mural, ke depan, Lukman berharap muncul warnawarni mural yang lain di Surabaya dengan mengangkat kearifan lokal yang ada di sekitar daerah masing-masing.Q dre

9 Februari 2018. Zulfikri mengatakan program mudik motor gratis tersebut dilakukan untuk mengurangi pemudik yang menggunakan motor. “Kami mengharapkan ada penurunan pemudik motor yang signifikan pada 2018 dan

mengurangi tingkat kecelakaan lalu kemacetan berkurang,” kata Zulfikri di Jakarta seperti dikutip Kantor Berita Antara, Senin (12/2). Dia menjelaskan semenjak mudik motor gratis dilakukan sejak 2014, keterisian dan subsidi angkutan

motor gratis meningkat setiap tahun. Pada 2016, pemerintah menambah subsidi angkutan mudik motor gratis dengan keterisian 11.560 peserta dan pada 2017 meningkat menjadi 15.276 peserta. Zulfikri menegaskan bagi

pemudik yang berminat untuk mengikuti program tersebut harus mendaftar pada masa periode 9-24 Juni 2018. “Kami ingatkan yang gratis hanya motornya. Tapi untuk pemiliknya jika ingin mudik tetap membeli tiket,” Q rac jelas Zulfikri.Q

Surabaya, Bhirawa Tim pemenangan paslon Khofifah Indar ParawansaEmil Elestianto Dardak mengaku tak terganggu dengan perpecahan di Partai Hanura. Pasalnya, pengesahan di KPU Jatim telah ditetapkan bahwa persyaratan calon sudah dinyatakan sah dan memenuhi syarat. “Sebetulnya kita sudah tak punya masalah, karena semuanya sudah disampaikan (KPU) bahwa formulir B1KWK, B2KWK dan B4KWK semuanya memenuhi syarat. Artinya Hanura secara organisasi telah memenuhi,” ujar Sekretaris Tim Pemenangan Khofifah-Emil, Renville Antonio, Senin (12/2). Politisi Partai Demokrat ini menjelaskan, semuanya tidak ada masalah. Tim pemenangan pun sudah terbentuk, yang terdiri dari anggota partai politik sebelumnya. Di mana setiap partai pengusung sudah membagi tugas siapa yang menangani Pilgub Jatim. Sebab, momen seperti ini tugas partai sangatlah banyak. Mereka harus berkonsentrasi mengurusi pemilihan daerah serta persiapan verifikasi partai politik oleh KPU. Sehingga tatanan tersebut sudah berjalan dan tertata rapi. ”Saya tidak tahu (soal internal Hanura), tapi yang pasti, Warsito (Sekretaris DPD Hanura Jatim) sudah menandatangani berkas saat pendaftaran. Seperti B1KWK, B2KWK dan B4KWK. Tidak ada gangguan, kan sudah ditandatangani oleh Pak Oso (Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang, red) juga,” bebernya. Terkait siapa Hanura yang benar, pria yang juga duduk sebagai anggota DPRD Jatim itu pun menolak mengomentarinya. Dia tidak mau terlalu dalam turut campur masalah dualisme pengurus di tubuh Partai Hanura. Menurutnya itu urusan internal partai. Pihaknya tidak bisa turut campur mengenai hal tersebut. “Urusan pencalonan sudah selesai. Secara organisasi partai pengusung dan tentu alat peraga kampanye sudah kami masukkan,” tandasnya. Perlu diketahui, perseteruan Partai Hanura di tingkat pusat berdampak hingga di daerah. Dewan pimpinan daerah Jatim pun ikut terbelah. Ada kubu Kelana Aprilianto yang merupakan Ketua DPD Hanura Jatim versi Ketum Oesman Sapta Odang dan muncul DPD Hanura Jatim zaman now pimpinan Ki Soedjatmiko hasil Munaslub II 2008 silam. Terbelahnya pengurus daerah Jatim itu ditengarai berdampak pada usulan revisi dukungan Partai Hanura di Pilgub Jatim. Di mana dari sebelumnya mengusung Khofifah-Emil, disebut-sebut berbelok ke Saifullah YusufPuti Guntur Soekarno. Perubahan tersebut diusulkan oleh kubu Ki Soedjatmiko. Sementara, kubu Kelana tetap menganggap bahwa munculnya DPD Hanura Jatim tandingan ini tidak sah dan menyalahi aturan. Bahkan dikabarkan, jika pihaknya akan segera mengambil langkah hukum untuk melaporkan ke Q cty Polda Jatim mengenai pencemaran nama baik.Q

Satpol PP Bentuk Tim Kungfu Panda hingga Wiro Sableng Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Surabaya memiliki cara unik untuk menghilangkan kesan sangar dan ditakuti oleh warga Kota Surabaya. Salah satunya, mereka membuat tim-tim dengan nama unik yang mudah diingat, tapi tetap tegas dalam penegakan perda. Kepala Satpol PP Kota Surabaya Irvan Wadyanto mengatakan hingga saat ini sudah ada 13 tim yang dibentuk untuk menjalankan tugas-tugas Satpol PP yang sangat luas. Tim tersebut memiliki tupoksi dan wilayah kerja yang berbeda-beda. “Satpol itu kan banyak tugasnya. Sedangkan anggotanya sangat terbatas, makanya harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, sehingga dibentuklah tim-tim dengan tupoksi masing-masing,” kata Irvan ketika ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/2). Ada pun 13 tim Satpol PP Surabaya itu adalah Tim Kungfu Panda yang bertugas melakukan patroli untuk menertibkan reklame ilegal. Tim Kombros (kompor ngebros) yang bertugas membantu petugas pemadam kebakaran ketika terjadi

kebakaran di Surabaya. Tim Judge Bao yang bertugas sebagai tim eksekutor penindakan di lapangan seperti penindakan penertiban bangunan liar dan PKL yang berjualan tidak pada tempatnya dan penertiban lainnya. Tim Kaypang yang bertugas menjaring gelandangan dan pengemis yang berkeliaran di Surabaya. Ada pula Tim Segway yang anggotanya semua perempuan Satpol PP dan tugasnya menangani pengamanan ibu-ibu dan anakanak ketika penertiban berlangsung, Tim ini juga memiliki tugas khusus untuk melaksanakan patroli pengawasan pedestrian di sepanjang Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Basuki Rahmat, dan Jalan Embong Malang dengan menggunakan segway.

Selanjutnya, ada Tim Undur-undur yang bertugas mensterilkan jalur pedestrian dari PKL dan tim ini menggunakan kelengkapan bersepatu roda dalam patroli penyisirannya. Selain itu, ada juga Tim Rembug yang bertugas memberikan penjelasan dan sosialisasi mengenai peraturan daerah pada para PKL dan orang-orang yang menempati bangunan liar sebelum dan saat penertiban. Lalu ada Tim Becak Air yang bertugas melakukan patroli dan pengamanan di sepanjang sungai dan daerah pesisir di Kota Surabaya. Tim Pikachu yang merupakan tim huru-hara Satpol PP Surabaya dan dibentuk pada saat penutupan lokalisasi Dolly. Tim Asuhan Rembulan yang tugasnya menjaga kondusifitas Surabaya, biasanya berpatroli mulai pukul 20.00 hingga pagi. Selanjutnya, ada Tim Odong odong yang tugasnya berpatroli keliling kota dengan menggunakan motor trail

andre/bhirawa

Tim Odong-odong Satpol PP Surabaya saat menjalankan tugasnya berpatroli keliling kota dengan menggunakan motor trail untuk menindak segala jenis pelanggaran perda. untuk menindak segala jenis jenis situasi. sehingga ia pun menilai perlu pelanggaran perda. “Diberi nama Wiro Sableng untuk membentuk tim-tim. Dan Tim Pinky Trail yang karena tim ini dibentuk pada Namun, karena Satpol PP semua anggotanya perem- tanggal 2 bulan 12 atau De- berhadapan dengan masyapuan menggunakan trail sember, dan ini sama persis rakat, bukan penjahat, maka warna pink dan selalu keli- dengan tato 212 di dada Wiro timnya harus unik dan akrab ling kota. Dan yang terbaru Sableng,” tegasnya. di telinga warga dan mudah adalah Tim Wiro Sableng Menurut Irvan, pemberian penyebutannya. untuk menjaga markas ko- nama-nama itu sebenarnya “Harapannya, masyarakat mando dan siap diterjunkan terinsipirasi dari nama-na- melihat tim ini tidak terkesan dalam menghadapi segala ma tim di jajaran kepolisian, sangar. Tapi sebaliknya, war-

ga melihat tim ini bisa tersenyum, sehingga Satpol PP tidak ditakuti warga dan harus selalu berkawan dengan warga,” ujarnya. Irvan juga menjelaskan bahwa penentuan namanama tim itu secara spontan. Namun, ada pula penentuan namanya yang disesuaikan dengan latar belakang tim, seperti Kaypang atau partai pengemis. Nama itu disematkan kepada salah satu tim karena tugas mereka adalah merazia gelandangan, pengemis dan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di Surabaya. “Kami sengaja memberi nama itu karena sudah akrab di tengah masyarakat, tidak mungkin kami beri nama huru-hara karena terlalu sangar,” imbuhnya. Irvan menambahkan, timtim itu sudah mendapatkan pelatihan khusus dari tenaga ahli masing-masing sesuai tugasnya. Ia mencontohkan Tim Becak Air yang mendapatkan pelatihan dan keahlian khusus Q dre dalam menyelam.Q


4

OPINI Tajuk

Waspada Narkoba Pedesaan KAPAL milik TNI Angkatan Laut (KRI Siguror) memergoki kapal asing, membawa 1,1 ton sabu, di perairan Batam (Kepulauan Riau). Kapal ikan “Sunrise Golry” sempat mengecoh rute layar menuju Australia. Berlalu sebulan, kapal berbendera Singapura itu bagai memasuki “perangkap” yang telah disiagakan aparat Indonesia. Ironisnya, pelabuhan Singapura maupun Australia, sangat mudah dibobol komoditas paling terlarang di dunia? Sindikat internasional terbukti telah menyusun strategi distribusi narkoba. Operasinya dimulai dengan merekrut pegawai di berbagai pelabuhan internasional. Juga disiapkan kapal nelayan, termasuk perahu kecil yang menerima order barang di tengah laut. Serta penerima di dermaga “tikus” (semacam tempat pelelangan ikan) dan pengedar narkoba di kawasan pinggiran. Menandakan peradaran narkoba makin meluas, dengan berbagai cara distribusi dan modus edar. Modus edar terbaru, membungkus narkoba dengan kemasan permen yang cukup dihisap dua orang. Kawasan pedesaan menjadi sasaran empuk Bandar gede, dengan target remaja. Ke-darurat-an peredaran narkoba, memerlukan penguatan dengan partisipasi aktif seluruh rakyat. Penangkapan bandar gede di pinggiran kabupaten Semarang, mengungkap jaringan wisata pedesaan. Jaringan ini dikendalikan oleh penghuni Lapas (lembaga pemasyarakatan) Yogya, bernama Jiun. Nama bandar gede ini sudah kodang, khususnya pada kalangan etnis tertentu. Sebelumnya, narkoba pedesaan juga terungkap pada penangkapan sabu “jatah” Sampang (Madura) seberat 9 kilogram. Berkali-kali dilakukan penangkapan, namun pasokan dari luar negeri, terutama China, tetap kerap dikirim. Seolah-olah masih banyak “order” dari dalam negeri. Juga bagai selalu terdapat celah peredaran ke berbagai daerah. Ironisnya, uang hasil peredaran narkoba, “di-cuci” diberikan sebagai modal berbagai usaha, khusus etnis tertentu pula. Sehingga Bandar gede memiliki pundi-pundi keuangan yang kokoh. Termasuk untuk menyuap penegak hukum, dan aparat di Lapas. Bandar gede yang berada di dalam Lapas, tetap mengendalikan bisnis haramnya, melalui telepon seluler. Telepon, dan berbagai fasilitas lain, disediakan oleh petugas Lapas, dengan cara imbal-beli. Maka BNN (Badan Nasional Narkotika) perlu menambah strategi pencegahan. Diantaranya melalui tambahan hukuman TPPU (tindak pidana pencucian uang) disertai denda. Faktanya, TPPU dilakukan oleh bandar gede untuk menyokong usaha etnis tertentu. Tak terkecuali usaha property (perumahan), membuka usaha tempat hiburan, sampai toko emas. Usaha property (dan penguasaan lahan) merupakan bisnis paling menguntungkan. Begitu pula usaha tempat hiburan di pinggiran, sekaligus sebagai perluasan peredaran narkoba. Karena ke-darurat-an itu pula, BNN perlu menggunakan “pedang sosial” melibatkan tokoh masyarakat (khususnya ulama pesantren). Tidak perlu khawatir menggunakan istilah “non-pribumi.” Karena kenyataannya, bandar gede hampir seluruhnya non-pribumi. Patut diwaspadai, peredaran narkoba menjadi alat pengrusakan mental (dan moral) generasi penerus bangsa Indonesia. Maka “pedang sosial” bisa digunakan tanpa kekerasan. Yakni, kewaspadaan setiap usaha oleh etnis tertentu yang terkesan melejit. Serta menelusuri asal kekayaan pembeli lahan property di berbagai daerah. Kewaspadaan dimulai dari Kepala Desa (Lurah) tempat transaksi jual beli tanah. Sindikat internasional telah memasuki relung-relung pantai pulau Jawa. Diperlukan penjagaan pantai lebih ketat. BNN patut diberi keleluasaan bekerjasama dengan TNI-AL. Namun yang paling diperlukan, adalah percepatan proses penegakan hukum terhadap bandar gede dan pengedar narkoba. Seyogianya eksekusi (mati) dilaksanakan lebih cepat setelah berkekuatan hukum tetap. Eksekusi (mati) yang lebih cepat, niscaya mengurangi kesempatan bandar gede membuat jaringan baru. Indonesia memiliki alasan faktual memberantas peredaran narkoba melalui eksekusi mati lebih cepat. Selain karena 40 jiwa melayang tiap hari karena over dosis, juga pencucian uang hasil narkoba bisa mengacaukan sistem perekonomian nasional. 

Sorotan Publik

Semua tanggapan baik berupa saran dan kritik atas wajah dan kinerja birokrasi kita dalam memberikan pelayan publik dapat dikirim melalui email: harian_bhirawa@yahoo.com atau manfaatkan fasilitas surat pembaca di www.harianbhirawa.co.id atau telp ke (031) 5470650 atau faks (031) 5343359. Untuk setiap email harap disertakan nomor telpon (untuk konfirmasi ulang).

Perayaan Valentine Merusak Generasi Bangsa? SETIAP bulan Februari tepatnya tanggal empat belas (14) merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh anak muda khususnya remaja, karena adanya perayaan hari Valentine atau dalam bahasa Indonesia di kenal dengan hari kasih sayang. Tanggal dan hari itu seolah menjadi legitimasi atau pembenar remaja bebas untuk melakukan apa saja dalam rangka mengekspresikan kegembiraan kepada pasangan masing-masing baik pacar dan kekasih. Tahun 2017, data yang dilansir oleh media massa, mayoritas yang pesan kamar hotel adalah anak muda yang berstatus sebagai pacar atau kekasih . Kebebasan berperilaku atau bertingkah laku adalah pandangan hidup yg berorientasi pada kebebasan berperilaku, asalkan tdk menggangu orang lain, lingkungan sekitarnya dan hukum maka tindakan tersebut dianggap legal atau sah. Tindakan gaul bebas atau tanpa batas yang dlakukan generasi muda membutuhkan intervensi melalui peran keluarga, lingkungan dan Negara. Keluarga sangat berperan penting dengan memberikan pemahaman yang benar agar persepsi yang keliru atau salah dalam melampiaskan kasih sayang pada pasangan yang belum sah secara agama maupun negara tidak terjadi, dengan penguatan nilai-nilai agama, budaya dan adat ketimuran. Lingkungan atau masyarakat tidak boleh permisif ketika melihat adanya aktivitas anak remaja yang melanggar norma-norma agama, hukum dan budaya bangsa. Negara memiliki peran dengan melakukan penyadaran melalui penekanan pendidikan berbasis karakter atau akhlak. Dengan cara menambah porsi jam pelajaran Pendidikan agama di sekolah-sekolah umum yang saat ini hanya dua jam per minggu, ditambah porsinya seimbang dengan porsi pelajaran umum seperti matematika, IPA dan sebagainya. Rokhmat Subagiyo Dosen Ekonomi Syariah, IAIN Tulungagung dan Konsultan/Peneliti Sosial Ekonomi pada Smart Consultans

HARIAN

Selasa Wage, 13 FEBRUARI 2018

Mitigasi Kampanye Hitam Pilkada Kerawanan serupa yang terjadi saat Pilkada DKI tentu harus diantisipasi agar tidak terulang kembali. Terkadang situasi di dunia nyata memang terlihat aman-aman saja. Antar politisi kanOleh: didat Pilkada terSugeng Winarno lihat kompak dan mesra. Namun tidak demikian di dunia 29 persen, yaitu Provinsi Papua, maya. Perang sengit Lampung, Jawa Tengah, Nusa sesungguhnya justru terjadi di Tenggara Timur, dan Sulawesi dunia maya melalui adu stateSelatan, termasuk dalam tingkat men, ujaran kebencian, berita bokerawanan sedang. hong, menipulasi visual, berita, Tidak ada provinsi yang tingdan beragam wujub cara negatif kat penggunaan media sosialnya lain. rendah untuk isu-isu Pilkada. Ada 38 kabupaten kota atau Pantau Akun Medsos sekitar 25 persen yang tingkat akMedsos itu merupakan salah sesibilitas masyarakatnya pada satu media yang tergolong bebas. medsos juga tidak kecil. FrekuenSiapa saja bisa bikin akun di si lalu lintas pesan terkait isu-isu medsos. Medsos juga memungPilkada menyebar sangat tinggi di kinkan pemilik akunnya muncul medsos. Besarnya tingkat pengbukan dengan identitas aslinya gunaan dan terpaan medsos ini (anonim). Sifat anonimitas medperlu diwaspadai karena berposos inilah yang menjadikan media tensi menimbulkan kerawanan ini disalahgunakan oleh banyak selama Pilkada. orang yang tidak bertanggungIsu politik identitas juga menjawab untuk menjalankan aksi jadi potensi kerawanan yang jahatnya. harus diwaspadai. Pembicaraan Dengan kecanggihan teknoloterkait politik identitas marak gi, memantau medsos juga bukan terjadi di medsos di semua daerah hal yang terlampau sulit. Saat ini dengan derajat berbeda. Merujuk telah tersedia beberapa software Indek Kerawanan Pilkada yang aplikasi yang dapat dimanfaatdipublis Bawaslu, sebanyak kan untuk memantau interaksi 38 kabupaten atau sekitar 25 komunikasi di dunia maya. Terpersen termasuk dalam kategori hadap kemungkinan beberapa tingkat kerawanan tinggi. Seakun yang berpotensi memicu banyak 63 daerah atau 41 persen kerawanan jelang Pilkada bisa termasuk kategori kerawanan dimonitor dan dilacak kepemisedang. Sedangkan sisanya selikan dan semua pesan yang banyak 53 daerah atau 34 persen telah dipublis oleh sebuah akun masuk kategori rendah tingkat tertentu. kerawanannya. Persoalannya, biasanya akun Belajar dari kasus Pilkada penebar kampanye hitam, berita DKI Jakarta silam, kerawabohong, dan ujaran kebencian ini nan terjadi bermula di dunia jumlahnya sangat banyak. Perlu maya yang berakhir pada aksi upaya extra karena diantara dunia nyata. Beberapa aksi berpembuat akun medsos provokatif kumpulnya massa bermula dari biasanya setelah diblokir akunpostingan di medsos. Facebook, nya justru dengan gampang akan Twitter, Instagram, Youtube, muncul kembali dengan akun Line dan WhatsApp banyak diyang berbeda. Sehinga upaya gunakan sekelompok orang saat pemblokiran kiranya bukan soluitu untuk saling beradu opini, si jitu untuk menghadang para saling menebar pengaruh hingga pembuat onar di dunia maya ini. memaksakan kehendaknya. Bawaslu dan tim Cyber Crime

Upaya mengantisipasi merebaknya kampanye hitam (back campaign) dalam Pilkada 2018 terus dilakukan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memiliki kewenangan memantau dan merekomendasi pembekuan akun media sosial (medsos) yang melakukan kampanye hitam. Kewenangan Bawaslu ini tertuang dalam memorandum of understanding (MoU) antara Bawaslu, KPU, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), serta sejumlah platform medsos yang beroperasi di Indonesia.

M

itigasi potensi munculnya kampanye hitam Pilkada ini penting dilakukan lebih awal. Walaupun tahapan pelaksanaan kampanye Pilkada secara resmi belum dibuka, tetapi kampanye terselubung sudah terlihat lewat beragam kegiatan yang digelar tim sukses dari beberapa kontestan Pilkada. Melalui medsos, kampanye hitam juga sudah muncul lebih awal seperti saat pencalonan salah satu kandidat wakil gubernur Jatim dari PDI beberapa waktu silam. Pengalaman dari pelaksanaan Pilkada dan Pemilu yang telah terjadi di negeri ini, tidak pernah sepi dari munculnya kampanye hitam. Pemilihan presiden di sejumlah negara tetangga juga diwarnai adanya kampanye hitam. Kampanye hitam semakin marak terutama di medsos. Medsos dipilih banyak orang sebagai sarana meluaskan kampanye hitam. Melalui Google, Youtube, Facebook, Twitter, BBM, Line, Bigo Live, Me Tube, dan Live Me, bisa berpotensi digunakan mengusung pesan kampaye hitam. Kerawanan Pilkada Berdasarkan Indek Kerawanan Pilkada (IKP) yang dirilis Bawaslu beberapa waktu lalu, dari 17 provinsi, ada 12 provinsi atau sekitar 71 persen dengan tingkat penggunaan medsos terkait Pilkada sangat tinggi. 12 provinsi itu adalah Sumatera Utara, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Maluku, Maluku Utara, Riau, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, dan Sulawesi Tenggara. Sebanyak lima provinsi atau sekitar

M

Polri telah memantau secara ketat akun-akun medsos terkait Pilkada. Pemantauan dilakukan pada akun-akun resmi partai politik tim sukses, kader, simpatisan maupun masyarakat secara umum. Selain upaya pemantauan, hal esensi yang juga hendaknya dilakukan adalah dengan mengedukasi masyarakat. Masyarakat dan semua pihak yang terlibat dalam kontestasi Pilkada serentak hendaknya dibangun kesadaran akan pentingnya bermedia yang sehat. Melalui komitmen bersama untuk menciptakan suasana kondusif Pilkada bisa juga diwujudkan lewat pesan-pesan yang mendinginkan suasana dan tidak memprovokasi. Cara ini bisa dilakukan lewat para figur publik di medsos. Para pengguna medsos dengan jumlah pengikut (follower) sangat banyak tentu bisa berperan dalam mengajak pengikutnya. Tidak harus tokoh agama, lewat sosok popular di medsos, pesanpesan tentang berpolitik yang santun bisa dititipkan. Para selebgram, para vlogger, dan para artis yang punya banyak follower bisa menjadi duta perdamaian Pilkada 2018 lewat pesanpesan bijak melalui akun-akun medsos. Bagi masyarakat juga perlu ditanamkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya melek media. Masyarakat perlu sikap kritis ketika menerima dan memublikasikan pesan terutama di medsos. Momentum Pilkada serentak 2018 bisa menjadi cerminan karakter demokrasi yang santun, tanpa menjelekkan dan mencela. Masyarakat menunggu para kandidat berkompetisi secara fairplay. Masyarakat menanti antar kandidat beradu prestasi, rekam jejak, ide, program, dan bukti kerja nyata. Masyarakat sudah muak dengan janji palsu, tebar pesona dan saling mencela lawan politik melalui kampanye hitam lewat beragam media. Cara-cara licik dan jahat seharusnya dijauhi oleh semua kontestan. Mari wujudkan berdemokrasi yang santun dan bermartabat. Pegiat Literasi Media, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang.

Mahasiswa, Pemuda, dan Negara

ahasiswa adalah sebutan bagi dia yang mengenyam pendidikan di bangku kuliah. Mahasiswa adalah tingkatan berikutnya setelah seorang siswa duduk di bangku sekolah. Sebagai mahasiswa, banyak hal yang bisa dan ingin dilakukan oleh mereka untuk membuat dirinya aktif diberbagai bidang keilmuan dan pergerakan. Perkembangan demi perkembangan ingin sekali mereka wujudkan, pertumbuhan demi pertumbuhan sering kali mereka tawarkan lewat aksi, inovasi, dan visi misi yang ditawarkan. Dalam hal ini mahasiswa merasa dituntut peka pada setiap hal yang terjadi di sekitarnya. Sebagai elemen masyarakat dan rakyat yang sedang berproses dalam pendidikan, sebagian orang mengatakan bahwa mahasiswa haruslah kritis dan aktif menegakan kebenaran dan menumpas keburukan. Mahasiswa yang rata-rata tergolong usia remaja menginjak dewasa dengan semangat berkobar dan idealisme yang kental memang kerap kali tampil di depan untuk menyuarakan apapun yang patut mereka suarakan dan mengkritik apapun yang perlu dikrititk. Berbagai macam aspirasi, kontrol sosial, dan kritik saran selalu dihadiahkan pada pemerintah yang sedang berjalan. Dalam sejarahnya, mahasiswa memang berperan aktif mengawal bangsa dan menggerakkan masa untuk mengatasi setiap hal yang diduga kurang nyaman. Pada masa orde baru dan awal reformasi misalnya, mahasiswa adalah salah satu bagian rakyat yang turut serta aktif melawan rezim pemerintahan ketika itu. Sifat kritis dan kepekaan sosial semacam itu merupakan hal yang wajar dan patut diapresiasi sebagai pemuda yang masih berproses dalam pendidikannya agar turut aktif mengawal bangsa. Dengan

begitu, selain disidengan aksi demo dan bukkan dengan bimemprotes setiap sedang akademik dan suatu, bahkan tidak pendidikan di kammenuntut kemungpus, mahasiswa juga kinan mahasiswa dapat membantu sebagai kaum muda meninjau kinerja ke dengan semangat pemerintahan sebayang bergelora dan gai anggota negara memiliki masa yang yang secara langcukup banyak kadang sung berinteraksi kala dimanfaatkan dengan masyarakat Oleh: oleh kelompok terdan mengkaji setiap tentu untuk kepentMuhammad Yaufi Nur ingan tertentu dan kebijakan yang dikeluarkan oleh pemegolongan tertentu. rintah sesuai bidang Hal ini perlu bersama yang mereka kuasai. disadari bahwa dalam proses Namun dari pada itu, status pendidikan kampus, mahasiswa mahasiswasebagai kaum pelajar seharusnya tidak hanya bergelut yang dalam kesahariannya akrab dan menyibukkan diri dengan dengan buku bacaan, diskusi, dan ilmu pengetahuan dan pergeraberadu argumenatasi, kadang kan kemahasiswaan, akan tetapi kala terkesan terlalu liar mengdirasa penting pula untuk sering gunakan akal rasionalnya sekali melakukan kontak sosial dehingga cenderung kritis pada sengan rakyat dari berbagai macam tiap hal dan ingin mengutarakan golongan dan berkonsultasi pada setiap pendapatnya tanpa harus tokoh masyarakat agar mengerti memandang situasi, kondisi dan dan peka pada setiap keadaan bagaimana cara yang tepat dan mengingat tokoh masyarakatlah santun digunakan ketika meyang cukup paham akan hal itu nyampaikan saran tersebut. dan dapat memberikan arahan Mengingat begitu pentingpada mahasiswa dalam setiap nya kepekaan pada situasi dan tindak tanduknya. kondisi serta cara tersendiri Berbeda kemudian ketika dalam menyampaikan saran situasi benar-benar genting dan pada siapapun, maka hal ini keadaan pemerintah sudah beyang mungkin perlu diperhatinar-benar kacau dan pemerintah kan dan dievaluasi kembali oleh mulai memandang sebelah peran siapa saja terutama mahasiswa serta mahasiswa, maka aksi-aksi sebagai kaum terpelajar yang dan cara-cara tertentu seperti akan mengajukan kritik saran mengangkat kartu kuning atau pada siapapun termasuk pada pesemacamnya yang telah terjadi merintah. Dalam setiap isi yang pada Presiden Jokowi beberapa baik akan tampak jelek dengan waktu lalu, dirasa perlu untuk bungkus yang kurang baik, bedilakukan.Tapi menurut hemat gitu pula dengan pendapat yang penulis, keadaan genting yang ditawarkan. Sebagus apapun mengharuskan aksi semacam argumentasi yang disampaikan itu tidak sepatutnya dan belum akan terlihat kurang mapan saatnya terjadi pada negara kita dan cenderung tidak diterima saat ini. Meski dari berbagai tanpa adanya pemahaman dan pendapat negatif dan penelikepekaan pada situasi, kondisi, tian yang telah dilakukan yang dan cara tertentu yang tepat berkesimpulan bahwa masih digunakan. banyak pekerjaan rumah Bapak Keadaan yang demikian memJokowi yang belum terselesaikan, buat mereka ingin selalu tampil bukankah terasa lebih baik jika

mahasiswa sebagai rakyat pelajar turut membantu pekerjaan yang belum terselesaikan itu dengan memberikan bantuan sosial dan terjun langsung ke lapangan. Jika memang dirasa perlu untuk berdialog dengan pemerintah, maka prosedur-prosedur tertentu haruslah diperhatikan.Memang benar adanya bahwa pemerintahan yang sepi dan anti kritik akan membawa pada sistem yang kurang rapi dan cenderung terlihat otoriter, seperti yang telah terjadi pada bangsa kita pada masa orde baru lalu. Namun bukankah juga penting disadari bagaimana cara yang tepat dalam memberikan sebuah krititkan itu sendiri. Pemerintahan yang baik sebagaimana diutarakan oleh pakar kenegaraan adalah negara yang tegas dan menyimpan informasi penting yang tidak perlu disampaikan pada khalayak umum juga terbuka dan menerima kritik saran dari pihak lain dan rakyat sebagai kontrol kinerja. Dengan begitu sistem pemerintahan akan stabil dan aman di satu sisi juga terbuka dan lunak di sisi yang lain. Oleh karenya, pemerintah juga perlu memberikan ruang dan kesempatan yang tepat pada siapa saja termasuk mahasiswa yang akan menilai kinerja kepemerintahan. Dengan begitu fungsi masing-masing dari pemerintah sebagai pelaksana negara dapat menyerap informsasi dan saran yang mungkin berguna sebagai bahan evaluasi begitu juga rakyat termasuk mahasiswa dapat memberikan kiritk dan saran yang mereka ingin sampaikan pada pemerintah tanpa harus merasa segan dan malu sehingga tidak lagi terjadi penampakan yang anarkis. Semoga Indonesia Sejahtera. Sekian Mahasiswa rantau asal Jawa Timur. Sekarang bermukim di Jakarta sebagai mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan mahasantri Pondok Darus Sunnah.

PEMIMPIN UMUM/PEMIMPIN REDAKSI/PENANGGUNG JAWAB : Nawang Esthi Lestari REDAKTUR PELAKSANA: Titis Tri Wahyanti KOORDINATOR LIPUTAN : Wawan Triyanto REDAKTUR: Wahyu Kuncoro SN, Bambang WN , Choirul Anam, Anangsyah Isfianto, Sufendi Dimyati, Helmi Supriyatno, Gatot Suryo Widodo Reporter : M. Ali, Siti Sulistiani, Andre Endrayana Sasmita, Rachmat Caesar BSW, Zainal Ibad, Danang Prastyo, Adit Hananta Utama, Abed Nego, William AK , Gegeh Bagus Setiadi Fotografer: Trie Diana Indahwati Malang: M. Taufiq, Kabupaten Malang : Cahyono Nor Rochmah, Kota Batu: Anas Bachtiar, Kediri: Ervan Kholis, Pasuruan : Hilmi Husein, Pamekasan: Syamsuddin, Lumajang: Dwi Wismo Wardono, Probolinggo: Wiwit Agus Pribadi Jember: Effendi, Sampang: Nur Cholis, Sumenep: Agus Irianto, Samsul Arifin, Bondowoso: Samsul Tahar, Situbondo: Sawawi, Tulungagung: Hadi Sucipto, Wiwieko Dh, Lamongan: Suprayitno, Jombang: Romadlon, Fathoni, Mojokerto: Hasan Amin, Kariyadi Sidoarjo: Ali Kusyanto, Hadi Sujitno, Achmad Suprayogi Gresik: Kerin Ikanto, Rokim, Tuban: Khoirul Huda Madiun: Sudarno, Blitar: Hartono, Nganjuk: Ristika, Bojonegoro: Achmad Basir, Trenggalek: Wahyu Asmoro, Jakarta: Tjitjik Rahayu.

PENDIRI : Alm. H. Moch. Said DEWAN PENASIHAT: Dahlan Iskan, Drs. Sugeng Praptoyo, SH, MM, MH, AK H. Ali Salim

Direktur Utama: Nawang Esthi Lestari, Direktur Umum: Wahyu Kuncoro SN, Direktur Keuangan Mira Damayanti Komisaris Utama: Sugeng Praptoyo, Komisaris: Bambang WN, Hasan Amin, Suprayitno, Malang: Gatot Soekardi, Ratna Nirmala, Lumajang: Didit Nur Jadit, Bondowoso: Hasto Pramudyo, Manager Produksi, Sirkulasi dan Periklanan: Sri Eddy Haryanto, Manajer Keuangan: Anangsyah Isfianto, Administrasi Keuangan: Etti Sri Kustini, Sri Poernomo, Sekretaris Perusahaan: Rani Cholyvianti, Sirkulasi: Titiek Yuliati (Koordinator), Andi Basuki, Nike Kusumawati, Utomo Pagon, Distribusi: Tatok Arly (Koordinator), Suparto, Mulyadi, Pracetak:Ali Sulkan (Koordinator), Danu Setiawan, Achmad Tauriq Imani, Trisno purnomo, Onny Agung S, Oki Abdul Sholeh. Sekuriti: Saiful Hidayat, Agus Mulyono Alamat Kantor Pusat/Iklan/Redaksi: Jalan Indragiri 73 Surabaya, Telp : 031- 561-5454, Fax : 031-561-9009, Email Iklan: bhirawa_indragiri@yahoo.com, Email Redaksi: harian_bhirawa@yahoo.com Sirkulasi: Jalan Pengenal 5, Surabaya (60174), Telp : 031- 547-0650 (3 lines), Fax : 031-534-3359, Email Sirkulasi: bhirawasirkulasi@yahoo.com Bhirawa Online : http://www.harianbhirawa.co.id Bank: Bank Mandiri (BBD Jembatan Merah) Surabaya, No. Rek:140.0080000053, Percetakan: PT Media Nusantara Press, Kawasan Industri SIER, Jl. Rungkut Industri III No.49, Surabaya SIUPP: Nomor 159/SK/Menpen/SIUPP/A.7/1986, 22 April 1986.

Tarif Iklan: Iklan Baris Rp. 7.500/baris (maksimal 5 baris), Iklan Tender/Lelang Rp.10.000/mm kolom, Iklan Display warna (FC) Rp.10.000/mm kolom, Iklan Display hitam putih (BW) Rp.7.500/mm kolom. Harga belum termasuk PPn 10%.


EKONOMI BISNIS

Selasa Wage 13 FEBRUARI 2018

RAGAM EKBIS

Datsun CROSS Segera Diluncurkan di Surabaya Surabaya, Bhirawa Setelah sukses peluncuran World Premiere Datsun CROSS pada Januari 2018 lalu, Datsun Indonesia segara menghadirkan Datsun CROSS di Kota Pahlawan Surabaya. Datsun menghadirkan sebuah inovasi produk sesuai kebutuhan konsumen di Indonesia. Datsun CROSS menjadi simbol spirit Datsun yang unstoppable, mengusung fitur-fitur terbaru dengan desain compact cross-over. Menurut Edelman Indonesia atau Humas, Azura Saphira, Senin (12/2) kemarin, peluncuran Datsun CROSS di Surabaya diharapkan akan mendapatkan sambutaan yang baik dari masyarakat. ‘’Untuk itu kami akan menggandeng para pewarta pada Rabu 14 Pebruari besok nanti saat launching di Sheraton Hotel pada pukul 12.00 WIB -14.00 WIB itu,’’ papar Azura. Rekan-rekan dari Media lanjutnya, akan mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih dalam Datsun CROSS. Sehingga akan mengundang mereka untuk menghadiri acara peluncuran dan konferensi pers Datsun CROSS di Kota Surabaya itu. Dipastikan akan hadir Masato Nakamura, Head of Datsun Indonesia dan Hana Maharani, Head of Communications PT Nissan Motor Indonesia. ‘’Dari mereka inilah nanti akan bisa menggali lebih dalam tentang keunggulan dan kelebihan dari Datsun Cross,’’ pungkas Azura Saphira.Q ma

Sharp Peringkat Satu Pangsa Pasar Televisi di Indonesia Surabaya, Bhirawa Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, PT SHARP electronics Indonesia terus menghadirkan produk berkualitas, tak terkecuali produk LED TVnya. Sepanjang tahun 2017, Sharp melepas ke pasaran jajaran produk LED TV yang dibenamkan fitur-fitur sesuai selera pasar Indonesia. Ternyata strategi ini membuahkan hasil dengan diraihnya posisi puncak pangsa pasar kategori TV di Indonesia sebesar 20.5% versi GfK sebuah lembaga riset pasar terbesar dan terpercaya di dunia pada Desember 2017 lalu. Guna mempertahankan posisi ini, tahun 2018 Sharp Indonesia kembali meluncurkan jajaran produk televisi berteknologi 4K, Easy Smart, dan seri lainnya lengkap dengan beragam ukuran, fitur dan harga yang sesuai dengan kebutuhan konsumen di Indonesia. National Sales Senior General Manager PT SHARP Electronics Indonesia, Andry Adi Utomo saat dikonfirmasi Senin (12/ 2) kemarin mengungkapkan, optimisme Sharp Indonesia untuk merambah pasar Android TVTM maupun televisi pintar didukung oleh tingginya penetrasi pengguna internet yang sudah mencapai 50%, di mana online streaming melalui televisi masih tercatat sebesar 7%. Q riq

KEHILANGAN TULUNGAGUNG Hilang STNK, Honda, Hitam, AG3236RAI, a/n. Siti Fatimah, Ds. Bulusari, Kedungwaru- T.Agung No. 2853/IMB/BI-II/2018 Hilang STNK, Yamaha, th. 2007, Merah, AG6917SI, a/ n. Sringah, Kates, Kauman-T.Agung No. 2854/IMB/BI-II/2018 Hilang STNK, Suzuki Station Wagon, th. 1993, Hijau Metalik, AG613RF, a./n. Ali Fatkhu, Ds. Sambidoplang, Sumbergempol, Sumbergempol-T.Agung No. 2855/IMB/BI-II/2018 Hilang STNK, Yamaha, th. 2009, AG5575SX, a/n. Suparno, Kel. Tertek-T.Agung No. 2856/IMB/BI-II/2018 Hilang STNK, Honda, th. 2016, Merah, AG3790RAZ, a/n. Rika Ely Rahayu, Ds. Tenggur, Rejotangan-T.Agung No. 2857/IMB/BI-II/2018 Hilang STNK, Honda, th. 2011, Putih Silver, AG2876RBE, a/n. Nur Aslinda Windasari, Ds. Panjerejo, Rejotangan-T.Agung No. 2858/IMB/BI-II/2018

TUBAN Hilang STNK, S-8668-HF. An.Moch Ainur Roziq, Ds Gesikharjo RT 02/01,Kec Palang, Kab Tuban No. 2859/IMB/BI-II/2018 Hilang STNK, S-4192-ER. An.Sunandar Priyo Sulakso, Ds Mentoro RT 03/02,Kec Soko, Kab Tuban No. 2860/IMB/BI-II/2018 Hilang STNK, S-6649-GB. An.Drs Yanu Sasmitanto, Ds Latsari RT 05/02,Kec Tuban, Kab Tuban No. 2861/IMB/BI-II/2018 Hilang STNK, S-9561-HG. An.Atik Uminatur Rofiah, Ds Montongsekar RT 08/01,Kec Montong, Kab Tuban No. 2862/IMB/BI-II/2018

5

TKI Asal Tulungagung Meningkat Sampai 6 Ribu Orang Tulungagung, Bhirawa Jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Kab Tulungagung dalam setahun terakhir mengalami peningkatan. Dari sebelumnya yang hanya 4 ribuan TKI, kini sudah mencapai 6 ribu TKI. Menurut Bupati Tulungagung, Syahri Mulyo SE MSi, saat Launching Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri (PTKLN) di Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kab Tulungagung, Senin (12/2). ‘’Ada kenaikan 30% jumlah TKI asal Tulunggaung. Tenaga kerja migran asal Tulungagung saat ini sejumlah 6 ribu TKI. Sedang tahun sebelumnya berjumlah 4 ribuan TKI’’ ujarnya. Dari 6 ribu TKI asal Tulungagung itu, menurut Bupati Syahri Mulyo, tidak semuanya bekerja sebagai tenaga informal, tetapi sudah banyak pula yang bekerja di sektor formal. Bahkan TKI yang bekerja di sektor formal mencapai 44%.

‘’Jumlah remittance (transfer uang) TKI asal Tulungagung pun sekarang sudah mencapai Rp2 triliun,’’ tandasnya. Namun demikian, lanjut mantan legislator DPRD Jatim ini, ia juga tidak bahagia jika banyak warga Tulungagung yang bekerja di luar negeri. Ia berharap bagi mereka yang telah sukses bekerja di luar negeri sebagai TKI dan pulang ke Tulungagung agar membuka usaha dan dapat merekrut tenaga kerja lokal. ‘’Kami tidak mau semakin banyak tenaga kerja yang keluar negeri. Yang kami harapkan lebih banyak TKI yang telah kembali pulang untuk membuka usaha dan mengajak saudara dan tetangganya menjadi karyawannya,’’ pa-

parnya. Selanjutnya, ia membeberkan tingkat pengangguran di Tulungagung dari tahun ke tahun semakin berkurang. Tahun sebelumnya tercatat 3,9% dari jumlah angkatan kerja, kini sudah turun menjadi 2,27%. Atau 12 ribu dari 537 ribu angkatan kerja. ‘’Dengan semakin menurunnya pengangguran ini, berarti di menunjukkan tenaga kerja di Tulungagung kreatif. Apalagi saat ini sedang tumbuh dan berkembang di sektor pariwisata. Di sini (sektor pariwisata) tumbuh ekonomi baru,’’ paparnya lagi. Sementara itu, terkait Launching LTSA PTKLN, Bupati Syahri menyatakan layanan satu atap itu merupakan yang pertama dilakukan oleh kabupaten di Jatim. Ia berharap layanan tersebut dapat dimanfaatkan oleh TKI dalam kepengurusan administrasi. Di LTSA PTKLN Kab Tulungagung para TKI yang akan

Wiwieko Dh/bhirawa

Bupati Syahri Mulyo coba layanan e-KTP di LTSA PTKLN yang berada di Kantor Disnakertrans Kab Tulungagung, Senin (12/2) kemarin. berangkat ke luar negeri dapat mengurus semua surat administrasi. Tidak hanya surat kependudukan, tetapi juga ada kepengurusan administrasi lainnya, di antaranya seperti paspor dan SKCK dari Kepolisian. Rencananya, ke depan Pemkab Tulungagung membuat

pelayanan terpadu satu atap tak hanya sebatas pada TKI. Tetapi bagi semua warga Tulungagung. ‘’Sudah ada rencana membuat kantor layanan satu atap atau mall pelayanan di bekas pasar hewan. Nantinya, di sana juga bisa melayani pembuatan SIM,’’ tutur Bupati Syahri Mulyo.Q wed

Rotamould4 Silver Ion Andalan Tangki Air Penguin

Achmad Tauriq Imani/bhirawa

Marketing Director ZTE Indonesia, Kevin Chen bersama Head of Customer Experience and Analytics Smartfren, Sharizan Zaki Pondren, serta Network Division Smartfren, Shurish Subramaniam, Deputy CEO Smartfren, Djoko Tata Ibrahim, TUV Rheinland Indonesia, Abdul Qohar Direktur, Chief Technology Officer Smartfren, Christian Daigneault, VP Technology Relations Smartfren, Munir Syahda Prabowo dan VP Brand and Marcomm Smartfren, Derrick Surya saat mengaplikasikan teknologi Massive MIMO yang mampu memberikan kecepatan dan kestabilan konektivitas lebih baik.

Smartfren Hadirkan Program CEMS dan Stabilitas Jaringan Surabaya, Bhirawa Mengawali tahun 2018, Smartfren kembali mengambil langkah untuk meningkatkan pelayanan dan memberikan pengalaman internet 4G terbaik bagi para konsumennya. Yakni menyempurnakan sistem Customer Experience Management System (CEMS), serta peningkatan kualitas jaringan melalui penerapan Massive MIMO. Deputy CEO PT Smartfren Telecom, Djoko Tata Ibrahim saat dikonfirmasi Bhirawa, Senin (12/2) kemarin mengungkapkan, tahun 2018 menjadi tahun yang dijadikan acuan untuk melaju lebih kencang dan memberikan pengalaman berinternet 4G terbaik. ‘’Langkah awal dilakukan dengan menyempurnakan sistem CEMS, peningkatan stabilitas serta kualitas jaringan 4G, hingga beragam produk maupun services baru yang

kami yakini dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Sehingga Smartfren dapat menjadi provider internet full Hyper 4G terbaik di Indonesia,’’ terangnya. Sehingga Smartfren mengaplikasikan teknologi terkini dalam dunia 4G yaitu Teknology 4G+ dengan Massive MIMO antena secara komersial (dapat digunakan pelanggan). Sehingga para pelanggan dapat merasakan pengalaman berinternet lebih baik dikarenakan meningkatnya stabilitas koneksi yang akan berdampak pada konsistensi kecepatan unduh/ unggah data dari perangkat mobilenya. CEMS sendiri merupakan sebuah sistem yang digunakan Smartfren untuk mengerti apa yang dialami pelanggan ketika menggunakan jaringannya dan memahami perilaku setiap pelanggannya secara detil. ‘’Ketika kami bisa menge-

tahui lebih cepat apa yang dialami pelanggan, maka penyelesaian kendala pun tentu akan lebih cepat juga jika terjadi kendala,’’ ujarnya. Sementara dengan mengetahui rata-rata pengunaan data per hari hingga setiap bulannya, situs serta aplikasi yang paling banyak diakses, hingga perilaku penggunaan quota data. Menjadikan acuan untuk menentukan keputusan dalam menghadirkan produk, layanan, hingga pengembangan cakupan jaringan. ‘’Kehandalannya dalam sekuritas dan juga pengaturan data pelanggan, juga sudah mendapat pengakuan dengan diraihnya Sertifikasi ISO 27001 pada tahun 2017 lalu, sebagai standar baku penerapan Information Security Management System (ISMS). Sertifikat ISO 27001 yang diperoleh Smartfren diberikan oleh TUV Rheinland Indonesia,’’ jelasnya.Q riq

Surabaya, Bhirawa Sebuah inovasi dengan silver ion yang dapat mengurangi mikroba hingga 99,5% dalam air sehingga lebih higienis dan aman, digunakan PT Penguin Indoneia dan berani menjamin hasil produksinya bisa diandalkan untuk kesehatan Bangsa Indonesia. Menurut Andi Hermawan, Head of Marketing Communications and Customer Care Penguin Indonesia, Senin (12/2) kemarin, Penguin yang didirikan sejak 36 tahun lalu, tepatnya pada tahun 1982. Penguin Indonesia konsisten memberikan kualitas terbaik dalam menghasilkan produk-produk unggulan. Berkat kerja keras dengan melakukan inovasi, Penguin Indonesia berkembang menjadi pemimpin pasar dan produsen tangki air dan kimia polyethylene di Indonesia. Menggunakan berbagai macam teknologi dan kekuatan pada Team R dan amp D (Research and Development), produk Penguin tidak hanya terbatas pada tangki air dan kimia, melainkan juga produk lain seperti road barriers, PVC atap gelombang, dan desain-desain khusus lainnya pun dapat diciptakan menurut spesifikasi dan kebutuhan pelanggan. ‘’Teknologi terbaru Penguin yang telah dikembangkan kini adalah Rotamould4, sebuah inovasi dengan silver ion yang dapat mengurangi mikroba hingga 99,5% dalam air sehingga lebih higienis dan aman digunakan,’’ ungkap Andi. Penguin menerapkan program Jaminan Mutu ISO 9001:2008 pada semua produksi. Penguin adalah yang pertama dan satu-satunya di Indonesia yang mendapatkan SNI 7276:2008 (produk tangki Air) di tahun 2011. Sehingga pada 25 Januari lalu PT Penguin Indonesia bertempat di bawah pintu jalan layang tol Gedong Panjang Penjaringan, Jakarta Utara, Penguin Indonesia bekerjasama dengan Sekolah Anak Jalanan (SAJA) mengadakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam rangka memperingati Hari Gizi Nasional yang jatuh setiap Bulan Januari di setiap tahunnya. Kekurangan gizi di Indonesia masih menjadi permasalahan anak-anak di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian Riset kesehatan dasar (Riskesdas, 2010) menyatakan masih banyak penduduk atau anak-anak tak cukup mengonsumsi sayuran dan buah-buahan. Data (Riskesdas, 2013) menyebutkan sebanyak 93,5% penduduk usia 10 tahun mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan di bawah anjuran. Menurut penjelasan dari Kementrian Kesehatan Republik Indonesia jelas Andi, berbagai kajian menunjukkan konsumsi sayuran dan buah-buahan yang cukup merupakan salah satu indikator sederhana gizi seimbang. Dalam mencuci sayuran dan buah-buahan tentunya diperlukan kualitas air yang bersih sebelum sayuran dan buah-buahan dikonsumsi oleh manusia. Air yang tidak bersih dapat mempengaruhi kualitas sayuran dan buah-buahan yang dikonsumsi, dan untuk mendapatkan air yang bersih bukan hanya dari sumber airnya saja tetapi hal lain yang perlu diperhatikan adalah media penyimpanan air tersebut atau tangki airnya. ‘’Dengan adanya Penguin Peduli ini diharapkan CSR kali ini dapat mengenalkan ke anak-anak sejak dini, apa saja akibat dari kekurangan gizi serta pentingnya asupan gizi dan air bersih terutama pada anak-anak di masa pertumbuhan. Kami juga melibatkan dokter sebagai narasumber terpercaya yang memberikan sosialisasi dan edukasi kepada anak-anak. Maka kedepannya Penguin Peduli akan senantiasa rutin melakukan kegiatan yang membantu kesejahteraan lingkungan sekitar,’’ Q ma pungkas Andi Hermawan.Q

UPT BLK Jatim Jember Jadi Rujukan Rekrutmen Tenaga Kerja Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja (UPT BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Pemprov Jatim di Jember, menjadi rujukan perusahan besar dalam merekrut tenaga kerja terampil dan berkompeten. Ini dilihat dari keterlibatan perusahaan swasta dalam setiap event Job Market Fair (JMF) yang dilaksanakan dua kali setahun dengan melibatkan 3 ribu pencari kerja. Hal ini diungkapkan Kepala UPT BLK Jatim di Jember, Tony Ernowo melalui Kasi Penyuluhan dan Pemasaran Bandu Tramiaji disela-sela acara pembukaan Pelatihan Institusional Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja da Produktivitas (PKTKP). Dalam Rangka Penyelenggaraan Program Pelatihan Kerja Berbasis Kompetensi APBN 2018, di Aula UPT BLK Disnakertrans Pemprov Jatim di Jember, Senin (12/2). Pelatihan gelombang I ini diikuti 224 peserta dengan 14 paket kejuruan, dihadiri Komisi E DPRD Jatim, M Ekshan dan H Karimullah Dahrujiadi. ‘’Ini merupakan cara kami untuk menekan angka pengangguran dan kemiskinan, dengan mempersiapkan tenaga terampil

yang berkompeten sesuai dengan kebutuhan lapangan,’’ ujar Bandu kepada Bhirawa kemarin. Namun, apa yang telah dilakukan lembaganya (UPT BLK) selama ini, tak diimbangi dengan laporan kongkrit perusahaan (penerima kerja). Sehingga 1.800 tenaga termpil dan kompeten yang dicetak UPT BLK setiap tahunnya, tidak terdata secara rinci berapa yang sudah bekerja diperusahaan itu. ‘’Ini yang menjadi kendala kami. Sehingga kami sulit untuk memastikan berapa tenaga kerja yang terekrut di perusahan-perusahaan formal. Padahal ini menjadi data, untuk dilaporkan kepada lembaga kami (Disnakertrans Jatim), apakah berpengaruh signifikan dalam menekan angka pengangguran di

Jatim yang jumlahnya 840 ribu (data BPS Jatim). Tapi yang jelas dengan adanya pelatihan ini, Tingkat Pengangguran Terduga (TPT) di Jatim sudah turun 4%,’’ ungkapnya pula. Padahal, Bandu mengaku, dalam setiap kali penutupan JMF selalu mengingatkan kepada peserta untuk selalu menginformasikan, apakah sudah bekerja tahu atau belum. Begitu pula dengan perusahaan-perusahaan yang telah bekerja sama dengan UPT BLK Jatim di Jember. ‘’Namun hingga kini belum ada laporan yang masuk, baik dari para pencari kerja, maupun perusahaan-perusahaan yang berkerja sama dengan perusahaan kami,’’ katanya. Di tahun 2018, UPT. BLK Disnakertrans Jatim di Jember akan menggelar pelatihan sebanyak 96 paket dengan berbagai macam kejuruan. Dari 96 paket terdata 40 paket yang dibiayai APBD Provinsi Jatim, dan 56 paket dibiayai APBN. Mereka akan dilatih oleh instruktur yang terlatih. Usai dibekali pelatihan kerja dan mendapat sertifikat

Kepala UPT BLK Disnakertrans Jatim di Jember, Tony Ernowo saat membuka Pelatihan Institusional Program Peningkatan Kompetensi Tenaga Kerja da Produktivitas (PKTKP). Dalam Rangka Penyelenggaraan Program Pelatihan Kerja Berbasis Kompetensi APBN 2018, yang dihadiri anggota Komisi E DPRD Jatim, M Ekhsan dan H Karimullah Dahrujiadi di Aula UPT BLK Disnakertrans Pemprov Jatim di Jember, Senin (12/2). pelatihan, mereka harus mengikuti uji kompetensi dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) dibawah naungan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Jika dinyatakan kompeten, me-

reka akan diberi sertifikat kompetensi. Dan Sertifikat kompetensi ini yang dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan. Dalam pelatihan reguler institusional gelombang 1 ini ada 14

paket pelatihan kejuruan. Yakni, Mekanik Junior R2 (sepeda motor), Mekanik Junior R4 (mobil), Audio Video, Operatur Basic Office, Teknisi Refregerasi Komersial (AC), Finishing Kayu Semprot, Operator menjahit pakaian dasar, Intsalasi tenaga, Teknika support, Juru las SMAW 2G, Tata Kecantikan kulit dan rambut dan Adminitrasi perkantoran. Sementara, Anggota Komisi E DPRD Jatim, M Ekshan menegaskan, pelatihan dan keterampilan ini menjawab kebutuhan pasar kerja kedepan yang membutuhkan tenaga kerja yang membutuhkan tenaga kerja terampil dan berkompetensi. Namun dengan adanya pelatihan ini, Ekhsan berharap agar para pekerja yang bekompenten ini, bisa mampu menciptakan lapangan kerja baru. ‘’Kami berharap para peserta ini dapat mengikuti pelatihan secara serius, sehingga ilmu yang didapat dapat bermanfaat. Dan mampu menjadi entrepreneur- entrepreneur baru dan dapat menciptakan lapangan-lapangan baru di Jatim ini,’’ tandas Ekshan.Q efi


PENDIDIKAN, KEBUDAY

6

Pemkot Batu Mutasi 37 Kasek dan Pengawas Batu, Bhirawa Pemerintah Kota Batu bersama DPRD setempat tak ingin kejadian anarkis siswa memukul guru ataupun guru yang melakukan tindak kekerasan kepada siswanya juga terjadi di Kota Batu. Karena itu Pemkot melalui Dinas Pendidikan meningkatkan pengawasan proses belajarmengajar di sekolah. Kemarin (12/2), bertempat di Graha Pancasila Balaikota Among Tani Batu, Dindik mengganti dan mengukuhkan 37 Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah untuk tingkat SD dan SMP. Dalam mutasi di lingkup pendidikan Kota Batu, ada

sebanyak 25 sekolah yang mulai kemarin mendapatkan Kepala Sekolah (kasek) baru. Dan dari jumlah tersebut, 24 pergantian Kasek dilakukan di jenjang SD dan hanya 1 Kasek baru untuk jenjang SMP. "Selain Kepala Sekolah, hari ini kita juga mengukuhkan 12 Pengawas Sekolah. Adapun Pengawas Sekolah yang dikukuhkan ini terdiri dari 8 Pengawas SD, dan 4 Pengawas SMP,"ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Mistin. Pengukuhan Kasek dan Pengawas Sekolah kemarin dilakukan oleh Walikota Batu, Dewanti Rumpoko. Dewanti mengatakan pengukuhan Kasek baru dan

Pengawas baru ini merupakan upaya Pemkot untuk menata pendidikan di Kota Batu agar bisa berkembang lebih baik. Dan diharapkan pejabat baru di dunia pendidikan ini bisa menunjukkan kiprah dan langkahnya untuk kemajuan pendidikan generasi penerus Kota Batu. "Pengukuhan Kepala Sekolah dan Pengawas ini merupakan hasil kajian terbaik yang dilakukan Dinas Pendidikan. Dengan demikian ke depan diharapkan Pendidikan Kota Batu akan semakin tertata dan memiliki prestasi yang lebih baik,"ujar Dewati. Senada dengan Walikota, Ketua DPRD Kota Batu

Walikota Batu, Dewanti Rumpoko saat mengukuhkan 37 Kasek dan Pengawas yang dilanjutkan menyerahkan bantuan Bosda.

BANGKU POJOK

Bupati Berharap Sekolah Terus Galakkan Membaca Lumajang, Bhirawa Bupati Lumajang Drs. Asat Malik menyerahkan hadiah dan penghargaan kepada para pemenang dalam lomba perpustakaan sekolah yang digelar di SMA PGRI 1 Lumajang(12/ 2). Dalam sambutannya Bupati sangat mengapresiasi terhadap sekolah dimana dengan kegiatan lomba tersebut dinilai positif dalam rangka menumbuhkan minat baca anak. Selain mengucapkan selamat pada pemenang lomba perpustakan tingkat SMA, dengan juara pertama diraih oleh SMA PGRI 1 Lumajang, Bupati juga berkesempatan menyampaikan informasi yang berkaitan dengan pengembangan Perpustakaan yaitu bahwa Pemkab Lumajang menerima bantuan kendaraan perpustakaan keliling dari Perpustakaan Nasional Pusat yang akan diserahkan ke Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Lumajang. Bupati dalam kesempatan tersebut juga mengingatkan bahwa kuncinya seseorang berkembang adalah satusatunya dengan membaca, membaca dan membaca. "Membaca, harus menja d i bu d ay a u n tu k m e n g u b a h karakter anak,dan orang tidak bisa berkembang,jika tidak punya budaya membaca," ujarnya. Lebih lanjut Bupati mengatakan bahwa untuk dapat mengubah diri, anak, dan keluarga adalah dengan membiasakan membaca buku untuk meneladani orang-orang sukses. Q dwi

Cahyo Edi Purnomo mendukung atas upaya penataan dunia pendidikan di Kota Batu. Diharapkan proses mendidik siswa bisa berjalan lebih optimal dengan didukung adanya pengawasan yang efektif dan efisien. "Jangan sampai aksi anarkis siswa yang memukul gurunya hingga menyebabkan kematian dan sempat menjadi viral di meda sosial juga terjadi di Kota Batu. Demikian juga jangan sampai ada guru di Kota Batu yang mendidik muridnya dengan kekerasan,"pesan Cahyo. Bagikan Bosda ke 23 Sekolah Untuk mengoptimalkan penataan yang dilakukan, kemarin Pemkot juga membagikan Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) kepada sekolah yang ada di Kota Batu. Ada 23 sekolah yang kemarin menerima Bosda, mulai jenjang Kelompok Bermain (KB), TK, SD, SMP hingga SMA dan SMK. Namun besaran Bosda yang diterima tidak sama satu dengan yang lain. Untuk jenjang SMK paling besar menerima Bosda sebanyak Rp 642 juta yang diterima SMKN 2 Batu. Menyusul SMK Putikecwara yang menerima Bosda sebesar Rp421 juta. Adapun untuk jenjang SMP rata-rata menerima Bosda dibawah Rp 200 juta, dan jenjang SD/MI menerima Bosda di bawah Rp 65 juta. Q nas

Persiapan UN, SMA se-Kota Kediri Gelar Try Out Kejujuran Kediri, Bhirawa Dalam rangka merealisasikan program dari Dinas Pendidikan (Dindik) Provinsi Jawa Timur dalam perolehan nilai Ujian Nasional (UN) yang maksimal, Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Kediri bekerja sama dengan seluruh SMA se Kabupaten Kota Kediri menggelar try out kejujuran, Senin (12/2). Dikatakan Kepala sekolah SMA Negeri 2 Kota Kediri Roziq, S.Pd M selaku ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA seKota Kediri, Selain merealisasikan program Dinas Pendidikan jawa timur, tryout kejujuran ini untuk persiapan sebagai latihan siswa sebelum menghadapi ujian nasional dengan penuh kejujuran

"Program dari Pemrov Jatim ini adalah, meningkatkan nilai ujian siswa diatas 5.5, itulah dan ini salah satu upaya kita dalam meraih itu "kata Roziq Kenapa dikatakan tryout kejujuran, Rozik menjelaskan biar anak terbiasa dengan kemandirian, kejujuran, serta untuk menanamkasn karakter anak anak tentang kejujuran, meskipun dengan sistim yang sekarang tidak dimungkinkan untuk mencontek, karena memang soal antara siswa satu dengan yang lain berbeda. "Biar anak anak mengerjakan sendiri, meskipun dengan sistimya cbt tidak dimungkinkan untuk mencontek, karena memang soal antara siswa satu dengan yang lin beda,"terangnya. Q van

Gubernur Tandatangani Nota Kese Sukses membangun kerjasama dengan TNI AL mendirikan SMAN Taruna Nala di Kota Malang, Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim kembali mendirikan sekolah berbasis ketarunaan di Kota Madiun. Kali ini, kerjasama dilakukan dengan Mabes TNI AU dalam rangka pendirian SMAN Taruna Angkasa. Komitmen pendirian SMAN Taruna Angkasa ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Gubernur Jatim Dr H Soekarwo dengan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna. Pakde Karwo, sapaan akrab Gubernur Jatim menuturkan, pendirian SMAN Taruna Angkasa merupakan upaya Pemprov Jatim untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas tidak hanya dalam hal ilmu pengetahuan, melainkan juga etika, moral dan spiritual. "Targetnya tahun ajaran baru nanti sudah bisa beroperasi dan menerima siswa baru SMAN Taruna Angkasa," tutur Pakde Karwo saat berada di Gedung Grahadi, Senin (12/2). Menurut Pakde Karwo, kerjasama dalam membangun pendidikan di Jatim prinsipnya bisa dilakukan dengan siapapun. Contohnya SMAN Taruna Nala yang lebih dulu berdiri dengan menggandeng Mabes TNI AL dan SMAN Taruna Angkasa dengan Mabes TNI AU. Ke depan, sekolah-sekolah model juga perlu dikembangkan pada lima wilayah di Jatim. "Kita memiliki lima perwakilan di Jember, Malang, Madiun, Bojonegoro dan Pamekasan. Masing-masing perlu sekolah model seperti Taruna Angkasa ini. Keberadaannya diharapkan mampu menjadi virus positif bagi sekolah lainnya," tutur Pakde Karwo. Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Dr Saiful Rachman me-

Gubernur Dr H Soekarwo bersama Kepala Staf AU Marsekal TNI Yuyu Sutisn

nambahkan, pendirian SMAN Taruna Angkasa akan ditempatkan di SMAN 3 Kota Madiun. Di sekolah tersebut saat ini telah tersedia asrama untuk fasilitas boarding school. Selama menjalani masa pendidikan, siswa akan diasuh secara langsung oleh sekitar 15 anggota dari TNI AU. "Tahun pertama ini kita terima dulu sekitar 200 siswa baru. Sedangkan siswa yang saat ini duduk di kelas X dan XI akan mengikuti masa adaptasi. Tapi sebelum itu, orangtua wali murid akan kita ajak bicara untuk meminta persetujuan," tutur Saiful. Mantan Kepala Badan Diklat Jatim

Mengamalkan Pancasila Dalam Keseharian

tersebut mengungkap seleksi siswa baru a awal dari sekolah um rangkaian seleksi sisw gkasa membutuhkan jang. "Maret bulan dep pendaftarannya," ung Sementara itu, KSA Sutisna mengungkapk kerjasama yang telah berjanji akan totalitas potensi yang dimiliki A gan SMAN Ta dalam hal pen

Wawasan

Bagian penting dari pendidikan tidak cukup hanya iptek. Diperlukan basis lain yaitu etika, moral dan spiritual. Ini harus didukung dengan sikap disiplin, jiwa kebangsaan maupun pengamalan Pancasila. Ini namanya working ideology yaitu dengan menerapkan Pancasila dalam keseharian"

de ne Outp akan

Gubernur Jatim Dr H Soekarwo

Pemerintah P

Dinas Kebudayaan dan P

FKKS Dorong Pengembangan Sen Ketua MKKS Kota Kediri Roziq saat Sidak Tryout di SMAN 2 Kota Kediri.

GALERI PRESTASI

Hasil Riset Mahasiswa UKWM Surabaya

Olah Limbah Pewarna Berbahaya dengan Manfaatkan Batuan Alam Masih banyaknya pembuangan zat warna berbahaya di aliran sungai yang dilakukan oleh industri rumahan maupun industry sektoral menuai keprihatinan dari berbagai kalangan. Salah satunya bagi Universitas Katolik Widya Mandala (UKWM) Surabaya. Oleh: Diana Rachmaichah, Kota Surabaya

Menurut Koordinator lab. Bio Proses, Shella Permatasari Santoso bahwa pengolahan limbah zat pewarna dalam industri tekstil sangat dibutuhkan untuk menjaga ekosistem air sungai. Selain itu, jika zat pewarna mengenai kulit manusia terlalu lama akan sangat berbahaya, hal tersebut akan berdampak pada penyakit kulit dan yang terfatal terangnya adalah dapat menyebabkan kanker kulit. Dosen Teknik Kimia ini juga menjelaskan bahwa dalam penghilangan zat pewarna berbahaya pada limbah tekstil bisa dilakukan dengan menggunakan beberapa media yang ada dilingkungan sekitar. "Kita bisa menggunakan batu-batuan alam, yang kami gunakan adalah batuan yang berasal dari gunung berapi dan limbah kulit telur" ujarnya. Lebih lanjut, Ia mengatakan dalam riset yang dilakukan mahasiswanya yang bekerja sama dengan

Jawa Timur S SMAN Taru

mahasiswa Osaka Institute Technology (OIT) dan National Taiwan University Of Sains and Technology (NTUST) yang tergabung dalam program sistem pembelajaran Problem-Based Learning (PBL) adalah menggunakan media batuan Zeolit, Bentonit (tergolong

kelompok tanah lempung), karbon aktif dan cangkang telur. Pihaknya menilai bahwa media yang digunakan tersebut mampu menghilangkan kadar berbahaya zat pewarna tekstil hingga 70 persen sampai 90 persen. "Kami berusaha untuk menghilangkan kadar berbahaya pada zat pewarna hingga 50 sampai 10 mg/mL dari 600 mg/mL (Tingkat maksimal kepekatan zat warna)" tuturnya. Diakuinya, bahwa riset tersebut bertujuan untuk menghilangkan konsentrasi warna zat berbahaya dan kandungan racun yang dimiliki zat warna tekstil.

diana rachmaichah/bhirawa

Wu Xin Ping mahasiswa National Taiwan University Of Sains and Technology (NTUST) melakukan eksperimen pengolahan limbah zat pewarna berbahaya bersama dengan beberapa mahasiswa UKWMS dan mahasiswa program PBL.

Pendamping dosen Teknik Kimia, Christian Julius Wijaya memaparkan bahwa masing-masing kelompok diharuskan memilih minimal dua media absorsi yang sudah ditentukan seperti cangkang telur, karbon aktif, zeolit dan bentonit. Selanjutnya, Ia menjelaskan bahwa eksperimen tersebut dimulai dengan mengolah air yang terkontaminasi zat pewarna tekstil. Pengolahan limbah tersebut kemudian menggunakan empat macam penyerap, yaitu Zeolit, bentonit, karbon aktif dan cangkang telur. Pada tahap tersebut, jumlah air yang terkontaminasi sebanyak 250 ml yang terbagi dalam empat tabung pengukur, yang masing-masingnya diberi penyerap sekitar 1.5 gram. Selanjutnya, jelasnya empat tabung tersebu dimasukkan ke dalam waterbath selama 30 menit untuk proses penyerapan. Untuk hasil penyerapan zat warna, majasiswa melakukan pengukuran konsentrasi zat warna dengan menggunakan spektrofotometer. Dari hasil tersebut, mahasiswa dapat menyimpulkan banyaknya konsentrasi zat pewarna yang berkurang serta mmereka dapat mengetahui tingkat kejernihan air yang pada awalnya telah terkontaminasi zat pewarna bahaya. Q ina

Selama tahun 2018, akan banyak festival yang diselenggarakan di Jawa Timur. Salah satunya yang telah terlaksana, yaitu Festival Kesenian Kawasan Selatan (FKKS) Tahun 2018 berlokasi di Kabupaten Lumajang dan berlangsung dengan meriah, apalagi dengan diisi berbagai pagelaran pertunjukan dari delapan kabupaten yang ada di wilayah pesisir/kawasan selatan Jatim. Tidak hanya masyarakat Lumajang yang berkumpul, namun juga terdapat wisatawan nusantara dan mancanegara yang turut larut menonton langsung berbagai potensi sajian seni budaya dan pariwisata yang ditampilkan dalam FKKS Tahun 2018. Dalam pembukaan FKKS Tahun 2018, Gubernur Jatim melalui Sekdaprov Jatim

DR H Sukardi mengatakan, FKKS bertujuan mendorong pengembangan dan promosi seni budaya dan pariwisata di Jawa Timur ini, dan sebagai bentuk sinergi antara Pemprov Jatim dengan Pemkab/kota. Dikatakannya, kebudayaan adalah menjadi bagian penting untuk penanda penguatan jati diri dan karakter bangsa. "Sebuah bangsa akan dikenali selain dari ras atau bentuk fisik orang-orangnya, juga dikenal karena kebudayaannya," katanya di Alun-Alun Kabupaten Lumajang, Sabtu (10/2) malam. Ia juga mengatakan, dalam memajukan kebudayaan nasional ditengah peradaban dunia sebenarnya juga sudah masuk dalam UUD 1945 terutama dalam pasal 32, apalagi dengan ada jaminan kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai nilai budayanya. Disisi lain, dalam rumpun urusan kebudayaan adalah termasuk urusan wajib non pelayanan dasar, berdasarkan hal tersebut maka Pemprov berusaha menjadi fasilitator serta pendorong utama dalam memajukan seni budaya di Jawa Timur. "Seperti, penyelenggaraan even pen-

ingkatan SDM senima tas, penganugerahan us dilakukan secara anya. Ditambahkan FKKS, dimana setiap atau atraksi kesenian multiplier effect. " Jadi atau Walikota mengad budaya untuk mengem promosikan daerahn sekaligus menggerak mian masyarakat agar pak mengurangi peng Dikatakannya, FK membentengi dan m kembangnya pergera jungan wisatawan ke latan Jatim dari tahun gan tingginya jumla dikhawatirkan wilayah si pada pengaruh neg gerus nilai tradisi loka jaga keberlanjutan wa ture agar terus ber-r produksi dan mamp kompetitor di dunia m


YAAN & OLAH RAGA

Segera Miliki una Angkasa

epahaman dengan Kepala Staf AU

Komitmen Mabes TNI AU dan Pemprov Jatim dalam mengembangan sumber daya manusia melalui jenjang pendidikan menengah tercantum dalam nota kesepahaman.

na usai menandatangani nota kesepahaman pendirian SMAN Taruna Angkasa.

pkan, pendaftaran dan akan dilakukan lebih mum. Sebab, dalam wa, SMAN Taruna Anwaktu jauh lebih panpan ini coba kita buka gkap Saiful. AU Marsekal TNI Yuyu kan apresiasinya atas h dibangun. Pihaknya menyalurkan seluruh AU untuk pengembanaruna Angkasa. Baik ndidikan maupun pen-

gasuhan selama di asrama sekolah. Selain pembelajaran di sekolah, para siswa juga akan dikenalkan dengan kompetensi terkait penerbangan secara teknis. Mulai dari mesin maupun avionic pada pesawat. "Karena kalau hanya di dalam kelas saja pengetahuannya kurang. Pokoknya kita akan full mencurahkan untuk pengembangan SMAN Taruna Angkasa ini," yakin jendral bintang empat itu. KSAU Yuyu Sutisna menegaskan, sekolah ini akan mengedepankan nilai-nilai bela negara kedisiplinan, serta kedirgan-

n Kedirgantaraan dan Bela Negara

Kerjasama ini adalah usaha untuk mendirikan sekolah yang unggul engan mengedepankan nilai-nilai bela gara dan kedisiplinan yang mendidik. put berupa lulusan dari sekolah ini pasti n kita butuhkan untuk mengembangkan sumber daya di AU" KSAU Marsekal TNI Yuyu Sutisna

taraan. Kendati demikian, pihaknya memastikan selama menjalani masa pendidikan, model militerisme apalagi kekerasan di sekolah tidak akan digunakan. "Sekolah ini adalah sekolah unggulan. Output dari sekolah ini akan kita butuhkan untuk mengembangkan sumber daya di AU. Kalau mereka sudah berwawasan, maka akan mudah bagi kami menerimanya," tutur Yuyu Sutisna. Yuyu Sutisna mengaku, disiplin yang akan digunakan adalah disiplin yang mendidik. Bukan cara-cara kekerasan seperti pemukulan dan sebagainya. Dengan disiplin itu, rasa hormat dan kepatuhan anak kepada orangtua, guru maupun kepada pimpinan akan terbentuk. "Kita sudah melihat fasilitas yang ada, sudah sangat lengkap. Selanjutnya akan kita suport dengan tenaga pendidik yang bermukim di sana untuk pengasuhan secara intensif," pungkas dia. Q tam*

Percepat Proses Penjaringan Calon Siswa Langkah cepat menyusul ditandatanganinya nota kesepahaman oleh Gubernur Jatim dan Kepala Staf AU ditunjukkan Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim. Salah satunya dengan membuka proses penjaringan siswa lebih awal. Bulan Maret mendatang, proses tersebut akan dimulai"

Selasa Wage, 13 FEBRUARI 2018

25 Siswi SMP Korban Pelecehan Oknum Guru Jombang, Bhirawa Sekitar 25 siswi pelajar SMP Negeri 6 Jombang diduga menjadi korban pelecehan seksual oleh oknum guru di sekolah itu. Hal tersebut diketahui saat sejumlah orang tua siswa mendatangi sekolah yang berada di Desa Dapur Kejambon, Kecamatan Jombang Kota, Senin (12/02). Mereka menuntut agar kepala sekolah memberikan tindakan tegas terhadap oknum guru berinisial ME yang diduga melakukan pelecehan seksual terhadap puluhan siswinya. Ru (38) salah seorang wali murid memaparkan, dugaan pelecehan seksual oleh oknum guru mencuat setelah enam siswi memberanikan diri melapor ke guru Bimbingan Konseling (BK). Mereka mengaku telah mengalami pelecehkan seksual oleh ME, guru mata pelajaran Bahasa Indonesia yang mengajar mereka. "Sementara yang masih melapor hanya 6 anak, kalau kami telusuri ada sekitar 25 anak yang menjadi korban," ungkap Ru kepada sejumlah wartawan di sekolah tersebut, Senin pagi (12/02). Masih menurut Ru, aksi pelecehan seksual oknum guru itu diduga terakhir kali dilakukan ME pada 7 Februari 2018 lalu dengan modus melakukan rukyah di sekolah itu. "ME melakukan rukyah yang tak seharusnya. Ada

aksi perabaan alat vital siswi, tapi tak sampai terjadi persetubuhan. Anakanak dimasukkan ke dalam kamar mandi, di situ ada penyiksaan juga," bebernya. Senada dengan wali murid sebelumnya, Ya (35) orang tua siswi yang lain menuturkan, tindakan pelecehan seksual itu terungkap setelah salah satu siswi menolak saat diminta buka baju. "Sudah banyak yang menjadi korban. Makanya kami datang untuk meminta agar guru itu diproses," tegasnya. Sementara itu di konfirmasi terkait hal tersebut, Kepala SMP Negeri 6 Jombang, Suprayitno, tak menampik adanya dugaan pelecehan seksual oleh oknum guru ME. Diduga, ME juga pernah melakukan aksi serupa di tenda, saat ada kegiatan perkemahan di luar sekolah. Namun, ME tak sampai melakukan persetubuhan dengan para korban. "Dia (ME) sudah seminggu yang lalu kami pindah. Dia sudah membuat pernyataan mengakui kesalahannya di buku pembinaan, setelahnya kami serahkan ke Dinas Pendidikan," katanya. Suprayitno menambahkan, ME mengajar di SMPN 6 Jombang selama 1 tahun 7 bulan dan sehari-harinya mengajar pelajaran Bahasa Indonesia. "Kami sudah mengusulkan ke Dinas Pendidikan, terserah dinas

memberi sanksinya seperti apa. Harapan kami dan para guru, ME keluar dari SMPN 6. Anak-anak juga menuntut ME keluar," imbuhnya. Sementara itu Kapolres Jombang AKBP Agung Marlianto yang juga ikut dalam dialog antara wali murid

Arif Yulianto/bhirawa

Kasus Pelecehan, Guru Honorer Terancam Penjara 15 Tahun Situbondo, Bhirawa Salah satu guru Bahasa Daerah di SD Kecamatan Banyuputih Situbondo berinisial JM harus menghabiskan sisa usianya dibalik jeruji besi. JM diduga kuat melakukan tindak kejahatan pidana pencabulan terhadap delapan orang siswinya yang berbuntut ditangkap Polisi. Setelah menjalani pemeriksaan maraton, oknum guru itu langsung dijebloskan sel tahanan Mapolres Situbondo. Guna mempertanggung jawabkan perbuatan jahatnya, JM terancam hukuman 15 tahun penjara. Guru masih berstatus honorer tersebut ditangkap polisi di rumahnya tanpa melakuan perlawanan, baru baru ini. Saat JM

digiring ke sel tahanan, para wali murid siswi korban pencabulan juga ikut menyaksikan. Di sisi lain keluarga JM sempat berteriak di depan sel tahanan sambil memaki-maki sejumlah wartawan. Polisi yang sedang menjaga di lokasi langsung mengendalikan situasi. "Keluarga tersangka langsung kita bawa ke luar ruangan Polres Situbondo, guna menghindari keadaan yang semakin ramai," aku salah satu polisi. Kasubag Humas Polres Situbondo, IPTU Nanang Priyambodo, mengakui saat ini polisi sudah menetapkan oknum guru tersebut menjadi seorang tersangka kasus dugaan pencabulan kepada 9 siswa SD. Ini ditetapkan, kata mantan Kanit Tip-

Dr Saiful Rachman, MM, MPd

ikor Polres Situbondo itu, tim penyidik melakukan gelar perkara. "Polisi sudah mengantongi cukup bukti untuk menahan tersangka JM," terang IPTU Nanang. Nanang menambahkan, setelah melakukan penahanan selanjutnya penyidik tinggal melakukan pemeriksaan untuk melengkapi berkas acara penyidikan (BAP) dugaan kasus asusila, yang melibatkan oknum guru di salah satu SD Negeri Kecamatan Banyuputih Kabupaten Situbondo. "Oknum guru itu akan dijerat pasal 76 E Undang-Undang (UU) Nomor 35 tahun 2004, tentang perlindungan anak. Dalam pasal itu ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara," pungkas IPTU Nanang. Q awi

BANGKU POJOK

Dorong Anak untuk Semangat Membaca Buku

Pariwisata Provinsi Jawa Timur

ni Budaya dan Pariwisata di Jatim Bupati Tantri saat serahkan dorpres kepada siswa SD-MI.

350 Murid SD/MI Terima Beasiswa GN-OTA

Sebelum mengakhiri sambutannya, ia mengharapkan, agar pelaksanaan FKKS ini bisa dan dapat lebih memperkuat komitmen dalam mengawal dan melestarikan serta mengembangkan seni budaya bangsa. Sementara Bupati Lumajang Drs H As'at MAg lebih menjelaskan terkait tamu kehormatan dari Kabupaten Badung-Bali. Disampaikannya, Kabupaten Badung sengaja didatangkan dikarenakan adanya hubungan historis antara Lumajang dengan Bali. Selain itu, bupati juga menyampaikan Lumajang merupakan salah satu dari empat kabupaten yang potensi wisatanya akan dikembangkan oleh Badan Otoritas Pusat. "Nantinya akan dibangun sarana akses yang mudah menuju lokasi wisata. Jika realisasi, tentunya akan berdampak positif untuk perkembangan perekonomian Kabupaten Lumajang," katanya. Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jatim, Dr H Jarianto MSi mengatakan, FKKS tahun 2018 merupakan pelaksanaan yang ke 14. Pertamakalinya telah diadakan tahun 2004 yang lalu. FKKS ini selalu diadakan di delapan wilayah Kawasan

dengan pihak sekolah menyatakan, pihaknya akan menyelidiki dugaan pelecehan seksual tersebut. "Data yang kami kantongi sementara ini ada 25 murid perempuan yang jadi korban pelecehan," pungkas Kapolres Jombang. Q rif

Sejumlah siswi yang di duga mengalami pelecehan oknum guru berinisial ME saat berada di Polres Jombang, Senin (12/02).

rovinsi Jawa Timur

an, penyediaan fasilipenghargaan, itu terterus menerus," katnnya, seperti dalam p ada atraksi budaya n berdampak memiliki tidak salah bila Bupati dakan even-even seni mbangkan dan memnya masing-masing, kkan roda perekonor tumbuh dan berdamgangguran," katanya. KKS juga bertujuan mewaspadai tumbuh kan peningkatan kunwilayah kawasan seke tahun Seiring denah wisatawan, maka h ini sangat berpotengatif yang bisa mengal. Untuk itu, perlu diarisan indigenious culregenerasi, dan beru bersaing dengan modern sekarang ini.

7

Selatan secara bergantian yakni Kabupaten Pacitan, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember dan terakhir adalah Kabupaten Banyuwangi. Delapan wilayah kawasan selatan ini semuanya adalah masuk dalam wilayah Kabupaten. Dalam pelaksanaan kali ini mengusung tema" Ekspresi Budaya Gunung", sebab kedelapan wilayah kawasan selatan ini terdiri dari perbukitan dan gunung serta pantai atau pesisir laut selatan. Kalau tahun 2018 ini, FKKS diselenggarakan di Kabupaten Lumajang selama dua hari yakni tanggal 10 - 11 Pebruari 2018. Selain pertunjukkan seni budaya FKKS ini , juga diramaikan dengan stand-stand basar yang menggelar potensi unggulan dari masing daerah, pagelaran ritual ada, hingga sarasehan. Rencananya untuk tahun depan, FKKS akan kembali diselenggarakan di Kabupaten Malang dengan prosesi penyerahan bendera Pataka FKKS dalam penutupan FKKS 2018. Bendera Pataka FKKS itu diserahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Timur, Ahmad Sukardi, kepada Sekda Kabupaten Malang, Ir Didik Muljono MT. Q rac*

Probolinggo, Bhirawa Sedikitnya 350 murid SD/MI se-Kabupaten Probolinggo menerima beasiswa pendidikan dari GN-OTA (Gerakan Nasional Orang Tua Asuh) Kabupaten Probolinggo, di Kantor PCNU Kota Kraksaan. Acara tersebut dihadiri oleh Bupati Probolinggo Hj P. Tantriana Sari SE didampingi Ketua GN-OTA Kabupaten Probolinggo Hj. Nunung Timbul Prihanjoko, Ketua Baznas Kabupaten Probolinggo H Ahmad Muzammil, pejabat OPD dan Forkopimka Kraksaan. Bupati Tantri, Senin (12/2) mengemukakan bahwa beasiswa untuk murid kurang mampu itu berasal dari dana hibah APBD melalui GN-OTA Kabupaten Probolinggo ditambah dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang kemudian diamanatkan kepada Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Kraksaan. "Beasiswa ini merupakan dana stimulan bagi warga kurang mampu dalam memenuhi kebutuhan peralatan sekolah anaknya. Saya harap hal ini sedapatnya menggugah pribadi yang lebih mampu khususnya pihak swasta untuk ikut andil membantu warga kurang mampu," ungkapnya Oleh sebab itu, kepada pengurus GN-OTA Kabupaten Probolinggo Bupati Tantri menegaskan agar masalah pendidikan ini bisa teratasi dengan baik. Ke depan GN-OTA harus lebih bersuara lantang dalam mengajak masyarakat luas untuk berinfaq dan sodaqoh. "Salah satunya melalui sebuah kerja sama antara si kaya dan si

miskin bersama pemerintah untuk menstimulan warga yang kurang mampu untuk mensekolahkan anaknya," jelasnya. Selain dihibur tiga badut, Bupati Tantri juga membagikan doorprize kepada siswa-siswi melalui kuis interaktif. Di selasela kuisnya itu Ketua Dewan Penasehat Muslimat NU Kabupaten Probolinggo ini berpesan pada siswa penerima beasiswa untuk belajar lebih giat dan tekun serta memanfaatkan baik-baik uang yang akan diterimanya itu. "Kalau belum dibutuhkan ditabung dulu atau dimasukkan celengan, suatu waktu jika dibutuhkan bisa diambil dari tabungan. Satu lagi harus rajin belajar dan bisa menjadi kebanggaan orang tua kalian," katanya. Ketua GN-OTA Kabupaten Probolinggo Hj Nunung Timbul Prihanjoko dalam laporannya menjelaskan bahwa beasiswa ini adalah bentuk upaya Pemkab Probolinggo untuk mendukung terwujudnya Program Wajib Belajar (Wajar) 9 tahun, meringankan beban orang tua dalam memenuhi kebutuhan peralatan sekolah dan memotivasi warga kurang mampu Untuk tetap mensekolahkan anaknya. Para siswa penerima beasiswa ini akan menerima dana sebesar Rp 200 ribu. Total dana yang tersedia Rp 70 juta dengan rincian Rp 60 juta dari GNOTA Kabupaten Probolinggo dan Rp 10 juta dari Baznas Kabupaten Probolinggo. "Semoga tahun depan bisa ketemu lagi dan saya harap hal ini bisa menjadi tambahan penyemangat bapak ibu sekalian dalam mensekolahkan anakanaknya," tambahnya. Q wap

Bojonegoro, Bhirawa Buku merupakan jendela dunia, begitulah ungkapan yang sering dikatakan. Harapannya, dengan banyak membaca buku akan banyak mengetahui berbgai wawasan. Dengan dasar tersebut pemerintah kabupaten Bojonegoro ingin agar masyarakat Bojonegoro terutama anak-anak sekolah untuk lebih menyukai membaca. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan bekerjasama dengan Komunitas Book Fair Bojonegoro untuk mengadakan Book fair. Dengan mengadakan acara ini diharapkan dapat mendorong semangat anak-anak di Bojonegoro untuk membaca. Acara yang dilaksanakan di Lobi lantai 1 gedung Pemerintah Kabupaten Bojonegoro (12/1) ini dihadiri pula Bupati Bojonegoro, Komunitas penulis di kabupaten Bojonegoro, serta sekolah yang memiliki grup literasi. Menurut Yonathan Raharjo selaku ketua panitia menyampaikan, bahwa penulis berterimakasih kepada pemerintah kabupaten Bojonegoro yang sudah mengizinkan para penulis untuk mengadakan pameran buku dan bedah buku di gedung pemkab yang baru ini. "Dengan diperbolehkannya kita untuk membuat acara ini merupakan bentuk dukungan pemerintah kabupaten Bojonegoro untuk para penulis," ujarnya. Selain itu pemerintah kabupaten Bojonegoro secara tidak langsung juga mendukung literasi bagi generasi muda Bojonegoro. "Nanti kedepan diharapkan akan muncul penulis-penulis muda yang bisa mengharumkan nama Bojonegoro," harapnya. Kang Yoto menyampaikan bahwa dirinya sangat bahagia karena gedung digunakan untuk acara seperti ini, acara yang sangat bagus dan bisa menjadi tonggak sejarah bagi Bojonegoro untuk mengajak masyarakat bojonegoro menjadi gemar membaca dan menulis. "Kenapa menulis sangat penting, karena tulisan dapat mengekspresikan sesuatu termasuk emosi dalam diri sesorang," katanya. Q bas

Book Fair yang dilaksanakan di Lobi lantai 1 gedung Pemerintah Kabupaten Bojonegoro (12/1) dan dihadiri oleh Bupati Bojonegoro, Komunitas penulis serta sekolah.


JAWA TIMUR

8

Selasa Wage, 13 FEBRUARI 2018

Paslon Wajib Hadiri Pengundian No Urut Panwaslih Siap Tindak Pelanggaran Alat Peraga Kampanye

penetapan paslon kemarin, hanya pasangan Margiono – Eko Prisdianto yang hadir. Sementara pasangan incumbent Syahri Mulyo – Maryoto Birowo tidak hadir. Mereka mewakilkan pada Ketua Tim Kampanye-nya, Marsono.

gundang paslon serta tim pendukung, ketua partai politik serta Forkopimda,” terang Ketua KPU Kota Probolinggo Ahmad Hudri, Senin 12/2 usai penetapan 4 paslon. Keempat pasangan tersebut adalah pasangan Habib Hadi Zainal Abidin dan Soufis Subri diusung koalisi PKB, Partai Demokrat dan PKS; Fernanda Zulkarnain dan Zulfikar Imawan (Golkar, NasDem, PPP dan Gerindra); pasangan Syamsu Alam dan Kulup Widyono (PDIP) serta dari jalur independen pasangan Suwito dan Ferry Rahyuwono.

Panwaslih Siap Tindak Sementara itu, KPU Kota Probolinggo akan menggelar pengundian dan pengumuman nomor urut pasangan calon (paslon) Wali KotaWakil Wali Kota untuk Pilwali Kota Probolinggo 2018. Pengambilan nomor urut akan dilakukan Selasa 13/ 2, sehari setelah penetapan paslon yang dilakukan Senin (12/2) oleh KPU. Panwaslih siap menindak pelanggaran pemasangan peraga kampanye. Digelar di Orin Hall and Resto, Jalan Mayjen DI Panjaitan, Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan. Sekitar 300 orang akan diundang. “Kami akan men-

Dihadiri Satu Calon Sementara itu, di Kota Madiun para bakal calon (balon) Wali Kota dan Wakilnya serta Bupati dan Wakilnya, telah ditetapkan oleh KPU Kota/Kabupaten Madiun menjadi pasangan calon Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Madiun. Juga pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati di kantor KPU Kota dan Kabupaten Madiun, Senin (12/2). Hanya saja pada acara penetapan calon Wali Kota Dan Wakil Wali Kota Madiun 2018 itu dari tiga pasangan yang hadir hanya satu pasang. Yakni pasangan dari perorangan Dr. Harryadin Mahardika dengan Arief

Tulungagung, Bhirawa KPU Tulungagung, Senin (12/2) menetapkan dua pasangan Bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati Tulungagung 2018 menjadi pasangan calon (paslon). Kedua pasangan yang ditetapkan tersebut adalah Paslon petahana (incumbent), Syahri Mulyo SE MSi – Drs Maryoto Birowo MM dan Paslon Margiono – Eko Prisdianto. Penetapan dua paslon tersebut dilakukan KPU Tulungagung melalui rapat pleno KPU Tulungagung yang dipimpin Ketua KPU Tulungagung, Suprihno Spd MPd. “Dua pasangan bakal calon Syahri Mulyo-Maryoto Birowo dan Margiono-Eko Prisdianto d tetapkan dengan SK bernomer 35/HK.03.1Kpt./ 3504/KPU.Kab/II/2018 tentang Penetapan Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Yang Memenuhi Syarat Sebagai Peserta Pemilihan Bupati dan wakil Bupati Tulungagung 2018,” ujarnya. Sebelumnya, Suprihno juga menyatakan KPU telah mengeluarkan SK tentang bakal pasangan calon yang tidak memenuhi syarat. Yakni pasangan bakal calon perseorangan H Suparlan – H Suprayitno. “Karena tidak memenuhi syarat, pasangan H Suparlan – H Suprayitno tidak ditetapkan sebagai paslon,” terangnya. Dalam acara rapat pleno

Rahman, ST. MM dan kedua pasangan lainnya diwakili oleh tim suksesnya. “Ya, karena hasil ini saya anggap penting dan berharga, maka pada acara penetapan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Madiun ini, saya sepakat menghadiri di kantor KPU Kota Madiun bersama pasangan saya,” ungkap Dr. Harryadin Mahardika usa acara penetapan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Madiun kepada wartawan. Menurut Ketua KPUD Kota Madiun, Sasongko, setelah penetapan calon Wali Kota Dan Wakil Wali Kota Madiun 2018 ini, besok (hari ini, Selasa 13/2 –red.) akan diadakan pengambilan nomor urut di Sun Hotel. Dan diharapkan pada pengambilan nomor urut yang bersangkutan harus datang sendiri dan tidak boleh diwakilkan.

Margiono didampingi Eko Prisdianto menerima SK dan Berita Acara Penetapan Paslon dari Suprihno dalam Rapat Pleno KPU Tulungagung, Senin (12/2).

Dapat Pengawalan Sementara itu, usai ditetapkan sebagai pasangan calon peserta Pilkada, oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, tiga pasangan calon, masingmasing Ya’qud Ananda Gudban - Wanedi yang diusung PDI Perjuangan, Partai Hanura, PAN dan PPP. Pasangan Moch Anton - Syamsul Mahmud diusung PKB dan

PKS. Pasangan Sutiaji Sofyan Edi Jarwoko diusung Partai Demokrat dan Golkar, mereka langsung mendapat pengawalan. Tiga pasangan ini, bakal mendapat pengamanan ekstra. Tiap calon wali kota dan wakil wali kota akan dikawal empat personel kepolisian. Ini untuk memastikan jika calon benar-benar terlindungi. Namun demiki-

wiwieko/bhirawa

an dipastikan para pengawal pribadi ini tidak boleh dilibatkan secara langsung dalam tim pemenangan. “Pengawalan pribadi, diluar tim pemenangan. Pengawal bertugas mengamankan Paslon, dan untuk tiap calon berlaku setelah penetapan, termasuk di rumah masing - masing,” kata Kapolres Malang Kota, AKBP Asfuri, usai mengikuti pen-

etapan pasangan calon Wali Kota Malang, Senin (12/2) kemarin. Sedangkan pengamanan saat pengundian nomor urut pasangan calon pada tanggal 13Februari nanti, bakal disiagakan 308 personel. Asfuri berharap pelaksanaan Pilkada Kota Malang berjalan aman dan kondusif tanpa ada gesekan apapun.Q wed,wap,dar,mut

Bupati Peringatkan Arti Penting Diklat bagi ASN Polres Intens Sebarkan Imbauan

TEROPONG JATIM

Golkar Sinyalir Serangan pada Ulama Dilakukan Sistimatis Bertujuan Politis Jakarta, Bhirawa Partai Golkar mengutuk keras tindakan penganiayan brutal pada para ‘Ulama’. Penganiayaan brutal berturut-turut terhadap Ustad di Bandung, lalu Biksu di Tangerang, dan Pastor Greja-Sleman di Jogja, harus segera ditangani. Siapa pun pelakunya, tindakan brutal tak ber peri kemanusiaan ini harus segera diberangus, pelakunya diringkus. "Saya yakin, pelaku bukan orang yang beriman, meskipun beragama dan apa pun agamanya, orang beriman pastilah suka damai, suka hidup rukun dan saling mengasihi. Tindakan brutal ini bukan kebetulan. Tapi dilakukan sistimatis dengan tujuan menciptakan persepsi Indonesia tidak aman dan ekonomi tidak jalan. Juga mendiskreditkan upaya pemerintah dan Polisi seolah tidak mampu mengatasi situasi," papar Nusron Wahid kader Golkar yang Ketua BPN2TKI dalam pernyataan pers, kemarin (12/ 2). Hadir kader Golkar lainnya, Ali Mochtar Ngabalin, Satya Widya Yudha, Kristiono dll. Nusron Wahid yang mantan Ketum PP GP Ansor, minta pihak berwenang dalam waktu sesingkat - singkatnya menangkap pelaku untuk membuka sindikat ini. Harus ada upaya kongrit yang positif dan ber-segera, untuk menghentikan kebrutalan ini. Dia yakin, ulah gila ini diorganisir oleh pelaku gila dengan tujuan politik gila. Golkar menyerukn agar para radikalis hengkang dari Indonesia. Mereka telah mencederai kesatuan dan persatuan bangsa. Mereka telah merusak kerukunan umat beragama, menyoyak demokrasi. Mereka anti Bhineka Tunggal Ika, mereka anti Pancasila.Q ira

khoirul huda/bhirawa

Bupati Tuban, H Fathul Huda saat memberikan sambutan dan atrahan pada pembukan Diklat Kepemimpinan Tingkat IV pejabat eselon IV, di Bukit Wilis, Jenu Tuban. Tuban, Bhirawa Terdapat tiga (3) hambatan dalam pengembangan inovasi pada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Tuban, yaitu kurangnya jumlah personil, kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN), dan saranaprasana. Oleh karenya, untuk menjawab hal tersebut, Pemkab Tuban melakukan pendidikan dan latihan (Diklat) Kepemimpinan Tingkat IV angkatan Ke-169 tahun 2018 yang diikuti oleh 30 pejabat eselon IV, (12/02) di Bukit Wilis, Jenu Tuban. “Diklat bukan normative, tetapi pondasi ilmu yang harus dikembangkan lebih lanjut, untuk mengatasi hal tersebut diperlukan kegiatan diklat seperti ini, guna menyelesaikan tantangan dan hambatan dalam pengembangan inovasi,” kata Bupati H. Fathul Huda dalam sambutanya. Selain itu, perkembangan teknologi dan pengetahuan yang kian cepat, mengakibatkan perubahan karakteristik di masyarakat yang menuntut tingginya kualitas kinerja ASN, terma-

suk Kabupaten Tuban. “Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek), hendaknya disikapi dengan bijak dengan memberikan solusi yang efektif dalam pelayanan di masyarakat umum. Kesemuanya itu menjadi dasar perlunya diadakan diklat bagi ASN,” tuturnya. Di samping itu, kemajuan iptek juga dapat dimanfaatkan guna percepatan pelayanan bagi masyarakat. Salah satunya dengan pengembangan aplikasi layanan publik. Di hadapan para peserta diklat, Bupati mengingatkan bahwa pengembangan program kerja harus terfokus dan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) serta efektif dan efisien. “Fokus dari pengembangan program kerja, harus berorientasi pada output sehingga dapat diukur dan masyarakat dapat merasakan hasilnya secara langsung,” seru orang nomor satu di Bumi Wali Tuban ini. Pada kesempatan tersebut, Bupati berharap pada para ASN yang telah terpilih me-

ngikuti diklat ini hendaknya bersyukur. “Salah satu caranya adalah dengan serius memperhatikan dan mengimplementasikan pengetahuan yang didapatkan selama mengikuti kegiatan tersebut,” harap Bupati kelahiran Montong ini. Sementara itu, Kepala Bidang Diklat Kompetensi Manajerial, Badan Diklat Provinsi Jawa Timur, Moch. Suluh, SH., M.Si. yang hadir pada saat itu menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi ASN kedepannya semakin kompleks sehingga perlu penyelesaian dengan cepat namun tetap efektif dan efisien. Mewakili Kepala Badan Diklat Provinsi Jawa Timur, Moch. Suluh menekankan arti penting inovasi bagi ASN. Inovasi menjadi kata kunci bagi ASN guna peningkatan daya saing dan pelayanan publik yang lebih baik. “Guna menunjang hal tersebut, diperlukan seorang pimpinan yang cakap, transformatif, dan inovatif,” jelasnya. Sedangkan, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tuban, Drs. M. Nur Hasan, M.Si., melaporkan kegiatan yang diselenggarakan mulai 12 Februari sampai 31 Mei 2018 ini diikuti sebanyak 30 pejabat eselon 4 di lingkungan Pemkab Tuban. Selain itu, metode yang diterapkan pada diklat ini meliputi ceramah, pendalaman materi, studi kasus, diskusi, simulasi, penulisan kertas kerja, dan observasi lapangan. “Harapannya, peserta yang telah menyelesaikan diklat ini dapat menjadi pegawai negeri yang kompeten,” bebernya. Peserta diklat juga diwajibkan menandatangani pakta integritas sebagai bukti komitmen mengikuti diklat dengan sungguh-sungguh.Q hud

Melalui Media Elektronik Situbondo, Bhirawa Menyikapi kasus pencabulan yang menimpa 9 siswa salah satu SD di Kecamatan Banyuputih, membuat Polres Situbondo melakukan berbagai cara pencegahan lanjutan. Salah satu diantaranya intens melakukan imbauan kepada masyarakat untuk waspada terhadap kejadian serupa melalui siaran langsung media elektronik. Dengan dipimpin AKP Agus Suparyono selaku Kasat Binmas Polres Situbondo, ia tampak melakukan bincang bincang di salah satu radio swasta Bhasa FM Situbondo baru baru ini. Dalam imbuan tersebut Polres Situbondo meminta kepada orang tua untuk selalu waspada terhadap munculnya kejahatan dan kekerasan kepada anak. Dengan adanya kasus pencabulan tersebut, urai Agus, Polres Situbondo akan lebih meningkatkan program sosialisasi pencegahan kejahatan dan kekerasan terhadap anak. “Salah satunya dengan mendatangi sekolah-

sekolah dan melakukan kerjasama dengan instansi terkait,” aku AKP Agus. AKP Agus Suparyono dalam siaran diBhasa FM meminta kepada masyarakat untuk menjadikan dirinya seperti polisi untuk dirinya sendiri. Selain itu, papar Agus, setiap warga juga bisa menjaga dirinya untuk tidak terlibat dalam kejahatan dan tidak menjadi korban tindak kejahatan di wilayah hukum Situbondo. “Upayakan kita selalu waspada didalam lingkungan rumah, sekitar rumah dan wilayah terdekat,” pinta mantan Kapolsek Besuki itu. Sebelumnya, 9 siswa SD di Kabupaten Situbondo menjadi korban dugaan pencabulan oleh oknum guru setempat. Peristiwa yang sempat menggemparkan masyarakat Kota Santri ini terjadi di salah satu SD yang ada di Kecamatan Banyuputih, Situbondo. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku yang tak lain gurunya sendiri itu sudah dilaporkan ke Unit PPA Mapolres Situbondo.Q awi

sawawi/bhirawa

AKP Agus Suparyono saat memberikan himbauan kepada masyarakat perihal pentingnya kamtibmas melalui siaran radio.

Rencana Zakat bagi ASN, Bupati Pasuruan Sepakat Zakat ASN Pemkab Malang Bantu Entaskan Kemiskinan Kementerian Agama RI akan menerbitkan regulasi tentang optimalisasi penghimpunan zakat aparatur sipil negara (ASN) muslim. Saat ini rencana teknisnya masih dikaji. Hanya saja, penarikan zakat ASN sempat menuai kontroversi. Penarikan zakat ASN tersebut akan dilakukan sesuai perjanjian, sehingga hanya yang bersedia yang akan ditarik zakatnya. Di Pasuruan, Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf menyambut positif rencana Kementerian Agama RI itu. Bahkan, pejabat nomer satu di Kabupaten Pasuruan ini berencana akan menerbitkan surat edaran kepada seluruh ASN muslim tentang sedekah. “Pemkab Pasuruan siap apabila rencana itu terealisasi. Karena di Kabupaten Pasuruan bukan zakat, tapi bersedekah yang disalurkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Sedekah itu sudah berjalan dengan kesadaran serta keikhlasan setiap ASN muslim di Pemkab Pasuruan,” ujar HM Irsyad Yusuf, pada acara pemberian SK PNS, Senin (12/2). Menurut Irsyad, sedekah itu sifatnya bukan memaksa. Karena dalam surat edaran hanya bersifat imbauan. “Rencana Kementerian Agama sangatlah bagus.

Sebab penggunaannya diatur khusus untuk masyarakat yang sangat membutuhkan. Makanya, apabila ASN muslim bisa menerima, saya tetap akan sepakat,” tandas Irsyad Yusuf. Entaskan Kemiskinan Sementara itu, rencana Pemerintah Indonesia memotong gaji pokok pada Aparatur Sipil Negara (ASN) khusus yang beragama muslim 2,5 persen untuk pembayaran zakat, hal itu sudah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Sedangkan kebijakan pemotongan gaji 2,5 persen pada ASN dlingkungan Organisasi Perangakat Daerah (OPD) yang akan diberlakukan oleh Pemerintah Pusat melalui Peraturan Presiden (Perpres), maka wilayah Kabupaten Malang yang paling siap menjalankan perpres terse-

but. "Prinsipnya Pemkab Malang sangat siap ketika Perpres tentang pemotongan gaji pokok ASN untuk pembayaran zakat itu diberlakukan," kata Bupati Malang H Rendra Kresna, Senin (12/ 2), kepada wartawan. Menurutnya, pemotongan gaji ASN dilingkungan Pemkab Malang untuk pembayaran zakat, sudah berjalan satu tahun lalu. Sehingga dengan kesadaran dari masing-masing ASN, maka mereka dengan sukarela mengeluarkan zakat dengan memotong gajinya. Dan secara umum zakat itu bukan hanya merupakan hukum positif seperti tertuang pada Undang-Undang (UU), Perpres, Surat Edaran (SE) Kementerian, dan Instruksi Gubernur saja, tapi secara keagamaan bahwa zakat profesi itu hukumnya wajib. Sedangkan, kata Rendra, pemotongan gaji ASN dilingkungan Pemkab Malang yang beragama muslim saat ini masih bervariasi, seperti ada yang dipotong 1,5 persen, 2 persen, dan 2,5 persen. Sedangkan uang zakat dari para ASN Pemkab Malang telah kita percayakan kepada Badan Amil

Zakat Nasional (Baznas) agar dikelolanya. "Uang dari pengumpulan zakat setiap bulannya telah mencapai Rp 1,2 miliar. Dan uang sebesar itu digunakan untuk membantu masyarakat yang memerlukannya, terutama kepada fakir miskin," ungkapnya. Ditegaskan, aturan pemotongan gaji ASN untuk zakat telah disesuaikan dengan syariat Islam, yaitu 2,5 persen dipotongkan dari besaran gaji pokok setiap bulan. Namun, untuk guru yang mendapatkan tambahan uang sertifikasi, tidak termasuk dipotong, karena yang dipotong hanya gaji pokoknya saja. Dan uang zakat yang terkumpul itu, disalurkan untuk sementara pada warga Kabupaten Malang. Tapi tidak menutup kemungkinan, jika penyaluran zakat pada warga Kabupaten Malang cukup, lalu masih ada kelebihan uang maka akan disalurkan pada masyarakat di luar Kabupaten Malang. "Zakat yang dikeluarkan para ASN dilingkungan Pemkab Malang secara otomatis akan membantu untuk mengentaskan kemiskinan, serta meningkatkan

hilmi husain/bhirawa

Bupati Pasuruan HM Irsyad Yusuf memberikan selamat kepada CPNS yang baru diangkat menjadi PNS. Pada kesempatan tersebut, bupati juga menyampaikan kesepakatannya atas rencana zakat bagi ASN. kesejahteraan masyarakat Kabupaten Malang," tutur Rendra. Di antaranya, masih dia tuturkan, seperti program bedah rumah untuk warga miskin, pemberian beasiswa bagi anak-anak sekolah, dan memberikan bantuan biaya kesehatan bagi masyarakat miskin yang belum sebagai peserta program Jaminan Kesehatan (Jamkesmas). Sehingga uang zakat tersebut sangat bermanfaat untuk kepentingan masyarakat, karena gaji ASN berasal dari rakyat, dikembalikan lagi untuk rakyat. Di sisi lain, Rendra menambah-

kan, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, pemerintah saat ini tengah menyiapkan Perpres mengenai zakat atas gaji pokok ASN. Dan Perpres tersebut agar semua ASN yang beragama muslim di seluruh kementerian dan lembaga bisa dipungut zakatnya dari gaji pokok yang diterima. "Selain itu, pemerintah saat ini juga terus berupaya memperkuat penggalangan dana sosial keagamaan baik berupa zakat, infak, dan sedekah," pungkas dia, saat menirukan pernyataan Menag.Q hil,cyn


JAWA TIMUR

Selasa Wage, 13 FEBRUARI 2018

9

Pemkot Canangkan Gerakan Sadar Administrasi Malang, Bhirawa Pemerintah Kota Malang, secara resmi mencanangan Gerakan Indonesia Sadar Administrasi Kependudukan (GISA) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat Kota Malang. Pencanangan itu dilakukan oleh Wali Kota Malang H. Moch. Anton disaat memimpin apel di halaman Balaikota Malang Senin (12/2) kemarin. Anton memaparkan pentingnya administrasi untuk masyarakat, mengingat mengingat kesadaran masyarakat akan arti penting administrasi kependudukan sejauh ini masih sangat minim. “Sejauh ini, kesadaran masyarakat untuk memiliki dokumen kependudukan masih tergolong minim. Untuk itu, Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri RI, mencanangkan GISA di pemerintah daerah,” ujarnya. Anton berharap melalui kegiatan ini, kesadaran mas-

yarakat Kota Malang akan arti penting tertib administrasi kependudukan meningkat, sehingga nantinya akan tercipta kelurahan-kelurahan yang sadar administrasi kependudukan. Pihaknya mengingatkan pula untuk mencapai GISA ini perlu diimbangi dengan pelayanan yang optimal oleh seluruh organisasi perangkat daerah terkait, utamanya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Malang yang wajib mampu mengimplementasikan semboyan. “Dispenduk harus mampu

memberikan pelayanan yang maksimal serta pelayanan yang membahagiakan bagi masyarakat. Salah satunya dengan melakukan launching mobil pelayanan keliling Dispendukcapil Kota Malang pada hari ini," tukasnya. Sejalan dengan itu, pihaknya berharap GISA dapat segera disosialisasikan kepada masyarakat Kota Malang, sehingga tujuan dari gerakan ini benar-benar bisa membumi. Pencanangan GISA, ini diawali dengan laporan Kepala Dispendukcapiil Enny Hari Sutiarny. Enny menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah mempunyai peran besar dalam mensukseskan GISA terutama Dispendukcapil Daerah; Kecamatan, Kelurahan, serta RW & RT dalam memberikan pelayanan untuk memberikan kesadaran betapa pentingnya ad-

taufiq/bhirawa

Wali Kota Malang H. Moch. Anton saat mencanangkan GISA di Balaikota Malang Senin 12/2 kemarin ministrasi kependudukan. "Peran pelayanan administrasi kependudukan sudah diwujudkan melalui semboyan yang selalu didengungkan oleh

Dukcapil dan jajarannya diseluruh Indonesia yaitu ‘Dukcapil Bisa, Bisa, Bisa!’ dan ‘Pelayanan yang membahagiakan’,”tuturnya.Q mut

Bupati Ajukan Raperda dan Berpamitan Cuti Lumajang, Bhirawa Bupati Lumajang Drs As at Malik dalam agenda sidang Paripurna bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) yang digelar di Ruang Sidang Gedung Dewan (12/2), mengagendakan pengajuan 10 Raperda kepada DPRD Kabupaten Lumajang dengan membacakan penyampaian nota penjelasan Bupati terhadap 10 Raperda Kabupaten Lumajang tahun 2018,dan sekaligus juga berpamitan untuk cuti pada tanggal 15 Februari 2018 ini. Dalam agenda Rapat Paripurna yang dipimpin oleh Ketua DPRD Lumajang, Agus Wicaksono itu, juga gagendakan persetujuan dewan terhadap program pembentukan Peraturan Daerah tahun 2018,juga mengajukan Persetujuan Dewan terkait Penghapusan Piutang Pajak Daerah tahun 1994 sampai dengan tahun 2011. Pada kesempatan tersebut, Bupati juga ‘pamit’ kepada seluruh mitra kerja Pemerintah Kabupaten Lu-

majang karena mulai tanggal 15 Pebruari 2018 dirinya resmi cuti untuk mengikuti masa kampanye PILKADA 2018 yang telah memasuki tahapan pelaksanaan. Selain itu, Bupati juga menyampaikan nantinya pasca memasuki cutinya, disebutkan bahwa Wakil Bupati Lumajang, Buntaran Suprianto, akan melanjutkan menjadi Pejabat Pelaksana Tugas (Plt) untuk sementara memimpin roda pemerintahan selama Bupati memasuki proses Cuti. "Saya berharap kerja sama dan sinegritas terus terjalin antara Eksekutif dan Legeslatif, demi kepentingan untuk kesejahteraan masyarakat Lumajang," ujarnya. Pada agenda tersebut Bupati juga meminta agar DPRD bisa segera mengkajinya secara mendalam terkait pengajuan terhadap Raperda maupun tentang penghapusan piutang pajak Daerah tersebut, sehingga dapat dibahas dalam agenda Rapat Paripurna selanjutnya.Q dwi

PEMERINTAH KABUPATEN MADIUN

SEKRETARIAT DAERAH

Jalan Alun – alun Utara No. 1-3 Telp. (0351) 4487000-4487007 Website : madiunkab.go.id Email : bag.adbang@mail.madiunkab.go.id

M E J A Y A N 63153

PENGUMUMAN PELELANGAN Pengumuman Pelelangan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Kabupaten Madiun untuk Tahun Anggaran 2018 dapat dilihat melalui Website http:/ /www.lpse.madiunkab.go.id/eproc4 dan http:// www.lpse.madiunkab.go.id/eproc Madiun, 12 Pebruari 2018 Kepala Sub Bagian Layanan Pengadaan Barang/Jasa Bagian Administrasi Pembangunan TTD RENA META WARDHANI, SSTP, M.Si NIP. 19860702 200412 2 001

TEROPONG JATIM

Imunisasi Difteri Capai 15 Persen Sasaran Kabupaten Blitar, Bhirawa Pemberian Imunisasi Difteri kepada masyarakat Kabupaten Blitar sampai saat ini telah mencapai 15 persen sasaran. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr. Kuspardani menjelaskan Outbreak Response Immunization (ORI) difteri saat ini digencarkan diwilayah Jawa Timur hal ini dikarenakan Jawa Timur masuk pada daerah yang ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB) Difteri. “Sehingga untuk dikabupaten Blitar ORI difteri baru bisa dilakukan sejak tanggal 3 Februari 2018 kemarin dan untuk saat ini capaian imunisasi difteri baru mencapai 15 persen dari jumlah total sasaran sekitar 303.772 jiwa,” kata dr. Kuspardani. Ditambahkan Kepala Seksi Surveilan dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Hendro Subagyo Hendro, mengatakan meskipun capaian imunisasi ORI masih sedikit namun pihaknya memastikan seluruh Puskesmas yang ada di Kabupaten Blitar sudah lakukan imunisasi. Dari data Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar untuk anak usia 1-5 tahun totalnya ada 69.888 jiwa dimana mereka melakukan imunisasi difteri di Puskesmas. Sedangkan untuk anak usia 5 - 7 totalnya ada 56.257 jiwa dan usia 7 - 19 totalnya ada 177.627 jiwa. “Mereka melakukan imunisasi difteri di sekolah masing-masing,” kata Hendro.Q htn

Perangkat Desa Baru Ikuti Pelatihan

cyn/bhirawa

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung dan Dandim 0818 Kab Malang/Kota Batu, saat memberikan ucapan selamat kepada personil TNI/Polri yang purna bhakti, di Lapangan Satya Haprabu Polres Malang.

Polres Malang dan Kodim Gelar Upacara Purna Bhakti Malang, Bhirawa Terwujudnya sinergitas antara TNI dan Polri di wilayah Kabupaten Malang, membuat situasi di Kabupaten Malang aman dan kondusif. Sehingga dengan terciptanya sinergitas, kedua lembaga itu melaksanakan Upacara Gabungan dan Acara Tradisi Pelepasan Wisuda Purna Bhakti, yakni personel Polres Malang dan Kodim 0818 Kab Malang/Kota Batu, di Lapangan Satya Haprabu Polres Malang, wilayah Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang. Personel Polisi dan personil Kodim 0818 yang purna bhakti, rinciannya 24 orang personel Polisi dan 17 orang personel TNI AD yang bertugas di jajaran Kodim 0818. Dalam upacara pelepasan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, yang didamping Komandan Kodim (Dandim) 0818 Letkol Ferry Muzawwad. Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, Senin (12/2), kepada Bhirawa mengatakan, pelaksanaan upacara gabungan purna bhakti anggota Polres Malang dan Kodim 0818 Kab Malang/Kota Batu, yaitu dalam rangka memberikan apresiasi kepada anggota TNI/ Polri yang memasuki purna bhakti atas dedikasi dan loyalitasnya selama berdinas dan mengabdi kepada institusi tanpa cela. Di samping itu juga merupakan perekat psikologis per-

sonel TNI/Polri di level bawah agar saling bersinergi satu hati satu rasa dalam mengabdi kepada masyarakat bangsa dan negara. "Upacara gabungan purna tugas ini, merupakan perwujudan dari kekompakan sebagai aparat keamanan negara dalam mengamankan wilayah Indonesia, khususnya di wilayah Kabupaten Malang. Sehingga dengan sinergitas dalam melakukan keamanan, maka wilayah kabupaten ini aman dan kondusif," tegasnya. Yade menegaskan, kekompakan yang kita jalin bersama dengan TNI, terus akan kita tingkatkan. Sebab, tanpa ada kerjasama atau sinergitas yang baik, antara Polri dengan TNI dan masyarakat, tentunya tidak bisa terciptanya harmonisasi. Untuk itu, dalam momentum seperti sekarang ini, maka hal ini juga sebagai contoh pada daerah-daerah lainnya. Sementara, di wilayah Kabupaten Malang ini sangat luas, sehingga dibutuhkan harmonisasi yang tidak hanya TNI/ Polri saja, namun juga harus ada keikutsertaan masyarakat dalam menciptakan keamanan di wilayah Kabupaten Malang ini. Dalam kesempatan itu, dia juga menyampaikan, tradisi pelepasan personil baik itu dilingkungan TNI maupun Polri, selalu dilaksanakan upacara pelepasan purna bhakti bagi anggota yang sudah habis masa tugasnya. Q cyn

Bojonegoro, Bhirawa Aparatur Pemerintah Desa hasil pengisian perangkat desa yang digelar tahun 2017 ini mengikuti kegiatan pelatihan yang digelar oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD), Senin (12/2) di pendopo Malwopati Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Menurut Kepala BPMPD Kabupaten Bojonegoro, Drs. Ec Djumari menjelaskan, bahwa tujuan digelarnya kegiatan ini adalah memberi bekal dan kemampuan kepada aparatur pemerintah yang baru. "Saat ini ada 36 perangkat desa yang belum dilantik yakni di wilayah Kecamatan Malo, Purwosari, Kalitidu, Kapas dan Kepohbaru," jelasnya. Bupati Bojonegoro, Doktor H Suyoto, Msi dalam kesempatan ini memberikan motivasi kepada aparatur pemerintah desa yang baru tentang esensi orang tua yang telah banyak berkorban demi anak anaknya. "Sebagai anak yang bermanfaat dan membanggakan kedua orang tua dan menjadi amal jariyah sang orang tua dengan menjadi aparatur yang baik aparatur yang mampu bekerja dan memberi manfaat kepada masyarakat," katanya. Dikatan menjadi pasukan pasukan pembangunan bukan penghambat, dan jangan sampai jabatan ini justru berakhir nestapa bagi orang tua, keluarga dan pemimpin baik didunia maupun akhirat. "Menjadi pribadi yang berakhlak yang baik dan tidak berpihak kepada kebathilan," ucapnya. Sehimgga kini Bojonegoro menjelma menjadi daerah yang diperhitungkan, geliat potensi wisata juga mulai dirasakan di Bojonegoro bahkan kini wisata menjadi salah satu denyut nadi sumber pendapatan desa jika dikelola dengan baik.Q bas

basir/bhirawa

Aparatur perangkat desa baru saat mengikuti pelatihan.

KNPI Minta Pengurus TITD Kwan Sing Bio Patuhi Hukum

Belum Kantongi Izin, Selimut Dewa Kongco Dibiarkan Terbuka Jelang Imlek Untuk menyambut perayaan Imlek 2018 yang jatuh pada Jumat (16/2) depan, patung Dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen yang berada di halaman belakang Klenteng Kwan Sing Bio telah dibuka. Sebelumnya patung raksasa tersebut ditutup dengan menggunakan kain putih sepanjang kurang lebih 1.200 meter.

khoirul huda/bhirawa

Tampak petugas dengan membawa alat berat crane untuk mengambil sisa-sisa kain putih yang meneutupi sebelumnya dan melakukan perbaikan pada patung Dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen.

Penutupan saat itu untuk meredam polemik atas keberadaan patung yang belum mengantongi izin bangunan dari pemerintah setempat. “Sudah membuka sendiri dan rencannya tidak ditutup lagi,” kata Liu Promono, Wakil Ketua Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban (12/2). Selain itu, pengurus klenteng juga mendatangkan alat berat crane untuk mengambil sisa-sisa kain putih yang sebelumnya menutupi patung dan melakukan pengecatan ulang dibeberapa sisi patung, serta perbaikan pedang patung lantaran rusak. “Adanya alat berat crane ini untuk memperbaiki patung yang rusak seperti pedang, dan memang bertepatan (menyambut, red) tahun baru imlek,” beber Liu Promono ini.

Terkait perizinan bangunan patung pengurus klenteng mengklaim telah mengajukan proses perizinan. Serta pengurus juga mengaku telah melakukan koordinasi dengan petugas Satpol PP Tuban terkait kain dibuka. “Kami sudah Koordinasi dengan Satpol PP, dan itu pak Gunawan yang mengurusnya,” ungkap Liu Promono. Sementara itu Dinas Penanaman Modal, Pelayan Terpadu Satu Pintu,dan tenaga kerja melalui Kabid PTSP, Judhi Tresna mengatakan, sampai saat ini pihak dari pengurus klenteng belum mengajukan izin, karena masih ada dualisme kepengurusan Klenteng, karena legalitasnya belum jelas. “Internal harus selesai terlebih dahulu, kalau legalitasnya tuntas, baru boleh mengajukan izin, akan tetapi yang mengelu-

arkan izin bukan dari dinas PTSP namun dari Tim (peninjau lokasi,red),” kata Judhi. Sementara itu, Pemeruintah Kabupaten Tuban, baik itu dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan juru bicara Pemkab Tuban, Bagian Humas membantah kalaim dari pihak Klenteng, kalau sudah ada koordinasi. "Tidak ada itu koordinasi dengan kita, ngawur itu, malahan saya baru tahu informasi itu dari sampean," kata Kasatpol PP Kabupaten Tuban, Hery Muharwanto. Di tempat terpisah, ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Tuban, Nasirul Umam saat dikonfirmasi, berharap pemerintah segera mengambil langkah tegas terkait hal tersebut, biar tidak memantik issu panas di tengah masyarakat. “Temanteman klenteng harus segera dikasih tau, ini tahun politik, hal terkecil apapun akan menjadi issu nasional, apalagi terkait dengan keyakinan seperti ini,” kata Umam. Ketua KNPI juga berharap, umat dan pengrus dari Klenteng Kwansing Bio patuh akan aturan

hukum yang berlaku di Indonesia, khsusnya di Kabupaten yang berjuluk Bumi Wali Tuban ini. “Apapun alasanya, jika masih bermasalah dengan hukum, apalagi kabar di internal kelenteng masih ada perselisihan, tentunya siapapun tidak boleh menyentuh dengan dalih apapun,” terang pria lulusan Unair ini. Diberitakan pada tahun sebelumnnya, patung dengan ketinggian 30,4 meter di halaman Klenteng Tuban pernah menjadi polemik lantaran dibangun tanpa mengantongi izin dari pemerintah setempat. Kondisi polemik meredam setelah beberapa pihak sepakat untuk patung yang mendapatkan rekor MURI sebagai patung terbesar se-Asia Tenggara itu ditutup menggunakan kain putih pada bulan Juli 2017 kemarin. Patung dewan itu dibangun dengan biaya sekitar Rp 1,5 miliar dari salah satu donatur asal kota Surabaya. Selanjutnya patung di bulan Juli 2017 diresmikan oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan.Q hud


10

SIDOARJO-GRESIK-MOJOKERTO KELANA

Jabatan Danrem 082/CPYJ Mojokerto Bakal Diserahterimakan Mojokerto, Bhirawa Adanya sinyal bakal ada serah terima jabatan Komandan Korem 082/CPYJ Mojokerto, dua bulan lalu (Desember 2017) nampaknya di minggu awal bulan Februari 2018 ini kian menguat. Apalagi secara simbolis Danrem 082/ CPYJ Mojokerto, Kol Kav Gathut Setyo Utomo telah berpamitan kepada segenap anggota Kodim Bojonegoro usai Gowes bersama dengan tiga pilar Forkopimda setempat Sabtu (10/2) kemarin. Hal ini menandakan jika Kolonel KAV Gathut Setyo Utomo SIP yang menjabat Danrem 082/CPYJ sekitar 1,5 tahun ini tidak lama lagi bakal purna tugas sebagai Danrem 082/CPYJ Mojokerto. Adapun urutan kegiatan itu diawali dengan menerima jajar kehormatan dari anggota jaga Kodim 0813 Bojonegoro, Danrem beserta Ibu Ketua Persit KCK Koorcab Korem 082/CPYJ, Ny Iva Irmafani Gathut Setyo Utomo menerima sambutan dari Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Arh Redinal Dewanto beserta para Perwira Staf, Danramil, dan Ibu Persit KCK cabang XXVIII Kodim 0813 Bojonegoro. Dilanjutkan sambutan Kolonel Gathut Setyo yang antara lain mengatakan, dalam sebuah kehidupan kita memiliki visi dan misi yang harus ditempuh serta dicapai. Jangan pernah berpuas diri dengan pencapaian yang saat ini kita raih, jadilah yang terbaik bagi satuan. ‘’Mengingat Kewajiban pimpinan ada dua, yaitu memberikan penghargaan kepada prajurit yang berprestasi dan berdedikasi baik dalam tugasnya, serta memberikan sanksi hukuman bagi prajurit yang melakukan pelanggaran. Jagalah Imanmu prajuritku, pandaipandailah mensyukuri setiap nikmat yang diberikan oleh Allah SWT, sehingga mampu menjadi filter bagi niatan dan perbuatan yang melanggar ketentuan hukum,’’ kata Danrem. Lebih lanjut, Danrem menambahkan, ketika dirinya meninggalkan Panti Asuhan Putra Prajurit, ada anak-anak dari rekan kita yang telah berpulang mendahului, maka dititipkan perjuangan menghidupi dan membina mereka sebagai keluarga besar. ‘’Lanjutkanlah perjuangan mulia ini dengan membantu kelangsungan masa depan anak-anak yatim piatu ini dengan keikhlasan dalam hati, sebab itulah yang akan mendatangkan keridhoan dan kecintaan dari sisi Allah SWT kepada kita sekeluarga dunia dan akhirat kelak,’’ pesan Danrem. Di akhir acarqa pemberian cinderamata dari Dandim 0813 Bojonegoro Letkol Arh Redinal Dewanto SSos dan Ketua Persit KCK cabang XXVIII Ny Redinal Dewanto kepada Danrem 082 beserta istri, serta ucapan selamat bertugas di tempat yang baru dan terimakasih dari seluruh Prajurit dan ASN Kodim 0813 Bojonegoro.Q min

Kinerja Kaum Difabel Lebih Bagus dan Fokus

Selasa Wage, 13 FEBRUARI 2018

Sekkab Harus Yakinkan Wakil Rakyat Pentingnya PLT Sampah Sidoarjo, Bhirawa Program Bupati Sidoarjo membangun pengolahan sampah Sanitary Landfill dan PLTSampah, sama pentingnya. Tinggal bagaimana Sekkab Sidoarjo, Achmad Zaini, meyakinkan DPRD, karena program itu membutuhkan persetujuan wakil rakyat. Artinya tanpa persetujuan dewan tidak akan jalan. Anggota Fraksi PKB, Dhamroni Chudlori, Senin (12/1), sanitary landfill yang pendanaannya dari pusat tidak masalah karena sudah mendapat dukungan dari anggota dewan. Proyek dengan bantuan hibah Rp350 miliar bahkan sudah masuk tahap penyelesaian Amdal Lingkungan. Namun harus dipisahkan Amdalnya dengan, program pengelolaan sampah dengan teknologi pembakaran sampah,dan residu yang dihasilkan sampah dapat digunakan untuk membangkit energy lis-

trik atau yang disebut PLTSa (Pusat Listrik Tenaga Sampah). ‘’Kedua teknologi yang digunakan mengolah sampah ini sama baiknya. Hanya sudut pandang anggota dewan itu tidak sama,’’ ujarnya. Sekarang menjadi tugas Sekkab dan OPD untuk meyakinkan anggota dewan, kalau PLTSampah dan sanitary landfill itu sama baiknya. PLTSampah ini selama ini menjadi kontroversi karena menelan Rp1,3 triliun menggunakan APBD Sidoarjo.

hadi s/bhirawa

Dhamroni Chudlori Pemkab mendapat keuntungan dari PLTSampah, di mana uap yang dihasilkan dari proses pembakaran untuk energy

listrik yang dijual ke PLN. Teknologi dari China ini dibeayai investor China yang selanjutnya akan diangsur pembayaran dengan uang APBD Rp100 miliar per tahun. Letak persoalannya di sini karena banyak anggota dewan yang menilai ini proyek ambisius. Terlepas dari kontroversi itu, Dhamroni, menyatakan, menjadi tugas Sekkab untuk meyakinkan anggota dewan bahwa PLTSampah ini menguntungkan Pemkab dan masyarakat Sidoarjo. Produksi sampah masyarakat sangat tinggi, per harinya mencapai lebih seribu ton. Dan konon bisa dilenyapkan dengan teknologi PLTSa. Bagaimana dengan Sanitary Landfill yang dibeayai pemerintah pusat? Menurut Dhamroni, kedua program bisa jalan semua. Namun ia

mengingatkan, Amndal Sanitary Landfill, jangan sampai digunakan untuk Amdal PLTSa. Hingga kini Amdal PLTSa belum ada, dan sebaiknya itu diselesaikan untuk mendukung percepatan proyek ini. Sekkab harus menempatkan proyek ini sebagai prioritas karena ini merupakan program bupati yang harus dijalankan dengan baik. Di dalam DPRD Sidoarjo saat ini tengah berkembang apriori terhadap kelangsungan PLTSampah. Tidak jelas arahnya dan hanya buang uang saja. Mereka lebih menekankan bupati untuk jalankan dulu Sanitary landfill yang Amdal sudah ada, dan tinggal dijalkankan saja karena lahan 10 hektar di Jabon sudah disiapkan Pemkab Sidoarjo.Q hds

Ny Ari Djoko Sartono Serahkan Jabatan pada Ny Endang Achmad Zaini

kerin ikanto/bhirawa

Wabup Moh Qosim melepas truk LPG yang dikirim ke sejumlah BumDes di Gresik.

Wabup Gresik Lepas Truk LPG untuk BUMDes di Gresik Gresik, Bhirawa Wakil Bupati (Wabup) Gresik Moh Qosim melepas keberangkatan truk bermuatan LPG yang dialokasikan untuk beberapa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Gresik. Pelepasan dilakukan di halaman Kantor Bupati Gresik, Senin (12/2) kemarin. Ada tiga truk gas LPG yang dilepas Wabup. Dua truk masing-masing bermuatan 560 tabung LPG ukuran 3 kg, sedangkan truk lain memuat gas LPG Bright Gas yang berisi 5,5 kg. Pelepasan ditandai dengan pemecahan kendi yang dilakukan Wabup didampingi Sekda Gresik, Djoko Sulistiohadi. ‘’Semoga dengan pengiriman LPG ke Bumdes, berdampak semakin lancarnya distribusi LPG ke masyarakat di pedesaan dan tak ada lagi kelangkaan LPG,’’ harap wabup. Dari 309 tahap awal pengiriman, ada 43 BumDes yang sudah disiapkan menjadi penyalur LPG di desa-desa di Kab Gresik. Hal ini

Sidoarjo, Bhirawa Masih minimnya perusahaan yang menjalankan UU Nomor 4 Tahun 1997 yang diperkuat dengan UU Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, yang mewajibkan penyedia kerja memberikan kuota 1% bagi difabel sebagai bagian dari tenaga kerja mereka. Dalam melaksanakan UU itu ada salah satu perusahaan sepatu eksport di wilayah Wonoayu, Sidoarjo, PT Young Tree (PT YT) telah merekrut sebanyak 28 orang yang menderita disabilitas. Kwartiva Dona Oktaviana, Humas Resources Departemen (HRD) PT YT mengatakan, pihaknya melakukan rekrutmen para difabel ini bukan apa, tetapi sangat peduli dan menjalankan UU yang sudah disahkan oleh pemerintah. Ternyata hasilnya sangat bagus, karyawan difabel ini dalam kinerja bagus karena mereka lebih fokus pada pekerjaanya. ‘’Pada diri mereka tak ada istilah mengobrol, ngerumpi dengan teman-teman sekitanya. Mereka hanya fokus mengerjakan apa yang sudah diberikan,’’ jelas Dona Tumbuh pesatnya media massa sebagai pusat informasi, kini sudah saat dikunjungi Aprisindo tak bisa terbendung. Badan Pembentukan Perda (Bapem Perda) DPRD (Asosiasi Persepatuan IndoGresik melontarkan ide pembuatan Peraturan Daerah (Perda) yang nesia) Jatim, Senin (12/2). Namun, para difabel ini mengatur kerjasama terhadap kinerja pemerintah dalam hal mengalami kesulitan di awpembangunan dan kesejahteran masyarakat. al pekerjaan. Karena harus menyesuaikan diri, beradaMenurut Ketua Bapem Perda, Drs dibutuhkan dalam segala hal. ptasi dengan apa yang dikMubin, peran media massa sangat Kemitraan harus dibangun meski erjakan, juga dengan temandibutuhkan guna akses pemberitaan sudah ada UU yang mengatur. teman sesama pekerja yang sehingga publik mengetahuinya. Kalau bisa juga ada Perda maka ada di sekitarnya. ‘’Mereka Tak hanya itu pemerintah juga bisa akan lebih baik, sebab konten juga mendapatkan hak yang sama, baik gaji, lembur, mengetahui keinginan masyarakat lokal sesuai kondisi daerah bisa THR maupun BPJS. Jadi melalui media massa. ada dan diatur,’’ ujarnya saat jangan dipandang sebelah ‘’Keberadaan media sangat memberikan materi dalam workmata, difable kerjanya sangat bagus dan konsentrasinya sangat kuat sekali. Tidak mudah terpengaruh dengan pekerja yang ada disebelahnya,’’ jelas Dona. ‘’Saat merekrut kami telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sidoarjo dan kerjasama dengan Dinas Tenaga Kerja Sidoarjo. Akhirnya mereka melakukan koordinasi dengan beberapa pihak-pihak terkait agar bisa mendapatkan temanteman yang mengalamai disabilitas ini. Kemudian mereka menghubungi kami, setelah mendapatkan beberapa orang kami lanjut melakukan seleksi. Jadi kami tetap melakukan seleksi,’’ katanya.Q ach

sesuai petunjuk pihak Pertamina. Menurut Sales Eksekutive LPG Pertamina, Bagus Sulistio Hadi penyaluran tahap awal diutamakan bagi BumDes yang selama ini tidak ada penyalur LPG di desanya. Selain menyalurkan LPG 3 kg, Bumdes ini juga diwajibkan untuk mensosialisasikan LPG non Subsidi (Bright Gas) 5,5 kg seharga Rp65 ribu. Sementara, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemkab Gresik, Tursilowanto Hariogi didampingi Kabag Humas dan Protocol Suyono menyatakan, ke depan semua Bumdes berkesempatan untuk menjadi penyalur LPG untuk masyarakat desanya. ‘’Selain menyalurkan LPG, 309 Bumdes ini juga diarahkan untuk memasarkan produk PT Wilmar Nabati dan PT Unilever untuk masyarakat desa. Bahkan, kami menjajaki kemungkinan untuk menjadi penyalur puput PT Petrokimia Gresik,’’ kata Tursilo.Q eri

Sidoarjo, Bhirawa Ny Endang Achmad Zaini, Senin (12/2) kemarin, menerima tongkat estafet kepemimpinan sebagai Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kab Sidoarjo, dari Ny Ari Djoko Sartono. Itu setelah dalam proses pemilihan antar waktu 2014-2019, Selasa (6/2) lalu, istri Sekda Sidoarjo Drs Achmad Zaini ini memperoleh suara terbanyak. Acara serah terima jabatan dilakukan di Ruang Rapat Kantor TP-PKK Kab Sidoarjo. Sertijab dihadiri anggota DWP Kab Sidoarjo dari OPD dan kecamatan di seluruh Kab Sidoarjo itu, juga disaksikan penasehat DWP Kab Sidoarjo, Ny Hj Anik Saiful Ilah serta Ny Hj Ida Nur Ahmad Syaifuddin. Prosesi serah terima jabatan berjalan lancar dan sukses. Usai prosesi sertijab, Ny Endang Achmad Zaini, mengucapkan terima kasih kepada seluruh pengurus yang telah mempercayakan kepa-

da dirinya sebagai ketua DWP Kab Sidoarjo. ‘’Semoga kita dapat meluangkan waktu tenaga dan pikiran mengembangkan organisasi Dharma Wanita Persatuan ini ke depan, menuju arah yang lebih baik, maka itu diperlukan kerja sama yang kompak dalam melaksanakan program kerja, karena tanpa dukungan dari semua pihak tidaklah mungkin saya bisa menjalankan tugas ini,’’ harapnya. Sementara, Ny Ari Djoko Sartono, istri mantan Sekda Sidoarjo Djoko Sartono yang sudah purna tugas, tidak lupa mengucapkan selamat kepada ketua DWP Kab Sidoarjo yang baru. Ia mengatakan ada tiga amanah yang diberikan Pemerintah lewat program kerja Dharma Wanita Persatuan, diantaranya bidang pendidikan, ekonomi dan sosial budaya yang telah dicanangkan. Semuanya harus dikembangkan dan dilanjutkan.Q kus

kus/bhirawa

Ny Endang Achamd Zaini, kemarin, menanda tangani serah terima jabatan sebagai Ketua DWP Sidoarjo. Disaksikan Ny Anik Saiful Ilah dan Ny Ari Djoko Sartono.

Bapem Perda Wacanakan Perda Media Massa Guna Tangkal Wartawan Tak Jelas Sering Mengganggu Pejabat shop Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) PWI Gresik di Fave Hotel Padang, Sumatra Barat. Pesatnya media massa, tentunya juga banyak oknum yang memanfaatkan dan menyalahgunakan identitas wartawan untuk mencari keuntungan pribadi. Yaitu dengan mencari kesalahan pejabat atau masyarakat, dan hal ini yang harus diatasi. Agar yang benar-benar wartawan bisa terlindungi, sehingga tak disamakan dengan wartawan yang tidak jelas atau wartawan abal-abal. Ditambahkan Mubin, untuk serokim/bhirawa

Ketua Badan Pembentukan Perda (Bapemperda) Drs Mubin kiri dan Ketua PWI Kabupaten Gresik M Sholahuddin.

rokim/bhirawa

Dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional yang peringatannya dipusatkan di Kota Padang, Sumatera Barat, para wartawan menggelar seminar menghadirkan Narasumber Drs Mubin, Ketua Bapem Perda DPRD Kab Gresik.

lanjutnya kepada PWI Kab Gresik. Agar memberikan usulan kepada Bapem Perda jika memang diperlukan aturan untuk meminimalisir hal itu. Ini dilakukan, agar hubungan dengan media (wartawan) bisa terjalan sesuai dengan kententuan berlaku, sehingga kemitraan kinerja kita bisa samasama berjalan sesuai fungsi. Sementara Ketua PWI Kab Gresik, M Sholahuddin menambahkan, ide ini cukup bagus. Kalau bisa dilakukan dan dibuat Perdanya, mungkin ini satu-satunya di Indenesia. Nanti kita akan

bicarakan, sebab ini untuk kepentingan bersama antara media dan pemerintah. Juga untuk menangulangi wartawan tidak jelas yang hanya membuat resah. ‘’Ide baik pasti akan mendatangkan kebaikan, untuk bisa mendapatkan kepastian perlu dilakukan konsultasi dengan Dewan Pers maupun Kementerian Dalam Negeri. Sehingga, aturan yang dibuat tidak malah mengerdilkan peran media sendiri. Yang terpenting, dengan adanya Perda nanti tak mengganggu kebebasan pers,’’ pungkasnya.Q kim.adv


Selasa Wage, 13 FEBRUARI 2018

Lawan Pasangan Adjib Kotak dan Gambar Kosong l Sambungan hal 1

Pasuruan. Penetapannya itu karena pasangan Adjib sudah memenuhi persyaratan secara komulatif,” ujar Winaryo Sujoko usai rapat pleno terbuka penetapan pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Pasuruan yang diselenggarakan KPU Kabupaten Pasuruan. Selanjutnya KPU menyiapkan diri untuk proses Pilkada Pasuruan dengan satu pasangan calon atau calon tunggal. Karena hanya calon tunggal, tidak ada proses pengundian nomor urut peserta. KPU kemudian mempersiapkan surat suara berupa kotak gambar pasangan calon dan kotak kosong. “Tidak ada proses pengundian nomor urut peserta. Hanya surat suara, yakni satu berisi foto pasangan calon dan yang kedua adalah gambar kosong. Jadi, Pilkada Kabupaten Pasuruan tanpa nomer urut,” papar Winaryo Sujoko. Ia menjelaskan tanpa nomer urut itu sesuai dengan aturan KPU di Pasal 54 UU No 10 tahun 2016. Sementara itu, Calon Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf mengungkapkan rasa syukurnya atas penetapan tersebut. Selanjutnya, ia akan konsolidasi bersama partai pendukung untuk persiapan kampanye. “Untuk kampanye secara damai bersama partai pendukung, kami siap. Kami juga menginginkan agar Pilkada Pasuruan berjalan sukses dan lancar,” kata Irsyad Yusuf. hil

Kadinkes Jatim Pastikan karena Faktor Psikologi l Sambungan hal 1

Kehadiran, Kadinkes dr. Kohar di Puskesmas Kadur, Minggu petang (11/2), dalam rangka merepon kasus Kesehatan menimpa puluhan santri Al-Falah yang harus dirawat di Puskesmas setempat bahkan dirujuk ke RS Slamet Martudirdjo Pamekasan karena imunisasi vaksin defteri. Para santri yang umumnya mengalami sesak nafas, kejang-kejang, demam, mual dan pusing, setelah diberi imunisasi ORI (Outbreak Respon Imunisasi oleh petugas Puskesmas Kadur, pada Sabtu pagi (10/2), di sekolah Al Falah itu. Sore harinya ada 16 santri harus dilarikan ke Puskesmas harus mendapat perawatan. Minggu (11/2) menyusul puluhan santri mengalami penderitaan yang sama. Sehingga para santri putri itu harus didampingi orang tuanya. Kapasitas puskesmas sangat terbatas dan semakin bertambahnya pasien akibat imunisasi tersebut. Karena banyak pasien yang harus diletakkan lorong-lorong puskesmas maka terpaksa harus dirujuk ke puskesmas terdekat seperti puskesmas Tentenan, Talang, dan Galis. Adapun beberapa santri oleh pihak keluarganya, atas rujukan pihak Puskesmas ada yang dilarikan ke RSUD dr Slamet Martodirjo Pamekasan agar supaya mendapat penanganan yang lebih baik lagi. Kepala sekolah SMA Al-Falah, Jazuli mengatakan, kegiatan imunisasi vaksin difteri yang dilaksanakan hari Sabtu kemarin itu, sebetulnya tidak sesuai dengan jadwal sebagaimana hasil rapat koordinasi yang telah ditetapkan sebelumnya. “Jadwal imunisasi yang disepakati hari Senin, namun di majukan pada hari Sabtu. Sehingga ada santri yang belum sarapan dan juga ada yang sedang berpuasa, akibatnya terjadi peristiwa yang seperti ini,” katanya. Dijelaskan, sekitar 40 orang santriwati yang menjadi korban dari imunisasi, terdiri tingkat MI, MTs, SMA dan MA Al Falah. “Mereka diimunisasi selain ada belum sarapan dan kelelahan karena mengikuti pengajian kitab di sekolah ini,” tutur Zasuli. Sementara Kepala Puskesmas Kadur, Sri Wahyuni menjelaskan, Imunisasi untuk sekolah Al-Falah sudah sesuai jadwal untuk hari Sabtu santri perempuan dan hari Senin santri laki-laki. “Jadwal imunisi untuk yayasan AlFalah Sumber Gayam, itu pada hari Sabtu dan Senin,” jelas Sri Wahyuni. n din.geh

Apresiasi untuk Bupati l Sambungan hal 1

rupsi (GMPK) DPD Situbondo, Bibit Samad Rianto, menyebut Bupati Situbondo Dadang Wigiarto sebagai sosok pejabat yang patut ditiru. Ini karena, lanjut mantan Kapolda Jatim itu, pejabat sekelas Bupati Dadang Wigiarto masih menyiapkan waktu untuk mengikuti acara seminar bertema ‘Membangun Desa Bebas Korupsi Demi Mewujudkan Rakyat Sejahtera’, yang kebetulan dibedah oleh Bibit Samad Rianto. “Jarang ya, ada Bupati bisa datang ke acara seperti ini. Untuk itu saya sangat salut kepada Bupati Situbondo (Dadang Wigiarto),” ujarnya. Biasanya, kata lelaki yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Dana Desa Pusat itu, Bupati selalu beralasan dengan berbagai agenda penting di sebuah daerah. Namun, dimata Bibit Samad Rianto, sosok Bupati Dadang Wigiarto memiliki kepedulian yang tinggi bagi penuntasan korupsi di Bumi Salawat Nariyah ini. “Buktinya Bupati Dadang datang pada acara seminar dan acara pelantikan GMPK DPD Situbondo di kampus Unars ini. Ini perlu diapresiasi,” sebut Bibit lagi yang mendapat aplaus meriah dari peserta seminar. Menurut Bibit Samad Rianto, ada hal urgen yang harus dikuasai pemerintahan Desa dibawah kepemimpinan Bupati Dadang Wigiarto agar tidak terjebak oleh kasus koruspi. Yakni, terang Bibit Samad Rianto, Pemerintah Desa harus membuat perencanaan penggunaan dana Desa sebab masalah kemiskinan menjadi salah satu sasaran utama penggunaan dana desa. “Diperlukan juga sebuah analisa dalam perencanaan penggunaan dana desa di Situbondo, sehingga Pemerintah Desa mengetahui permasalahan sekaligus potensi di tiap Desanya,” pungkas Samad. n awi

11

SAMBUNGAN KPU Jombang Tetapkan Nyono Ikut Pilkada Pengambilan Nomor Bakal di Wakili Istri

Jombang, Bhirawa Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Jombang, Jatim, secara resmi menetapkan petahana Nyono Suharli dengan pasangannya Subaidi Muhtar menjadi calon bupati dan calon wakil bupati di Pilkada Jombang 2018. Selain itu KPU juga menetapkan dua pasangan lain yakni, Hj Mundjidah WahabSumrambah, dan Dr SyafiinChoirul Anam. “Dari hasil penelitian perbaikan persyaratan administrasi kelengkapan pencalonan calon bupati dan wakil bupati ketiganya dinyatakan memenuhi syarat dan sah menjadi caon bupati dan wakil bupati,”kata M Djakfar Devisi Teknis KPU

ramadlan/bhirawa

KPU Jombang menetapkan tiga pasangan calon bupati dan wakil bupati untuk pilkada Jombang yang bakal digelar 27 Juni 2018 mendatang.

Jombang menyampaikan penetapan ketiga pasangan calon, Selasa (12/2). Usai pembacaan penetapan yang dituangkan dalam berita acara yang ditandatangi kelima komisioner KPU.

Yakni Ketua KPU Muhaimin Shofi, M Fatoni, M Djakfar, Atho’illah dan Abdul Wadud, Selanjutnya KPU menyerahkan berkas salinan keputusan penetapan kepada masing masing perwakilan partai

pengusung. Terkait status tersangka yang disandang Cabup Nyono Suharli, KPU menjeaskan bahwa sesuai dengan PKPU no 78 bahwa yang bisa membatalkan pencalonan ada tiga syarat. “ Itu dasar kita yakni PKPU 78, yang bisa membatalkan pencalonan yakni berhalangan tetap, yakni terpidana dengan kekuatan hukum tetap. “ jelasnya. Nyono ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK setelah Operasi Tangkap Tangan atas dugaan kasus suap perijinan dan pengurusan jabatan yang diakukan oleh Plt Kepaa Dinas Kesehatan Jombang. . Terkait pengambilan undian nomor urut, Djakfar menjelaskan bahwa sesuai PKPU no 70 bahwa calon wajib hadir. “ Kalau tidak bisa hadir maka harus memberikan surat mandate, dan surat dibuat yang bersangkutan atau

instansinya,”tandasnya. Sementara itu, terkait kehadiran calon bupati Nyono pada pengambilan nomor, Rahmad sekretaris DPD Golkar Jombang mengatakan masih berusaha mendapatkan surat mandat yang bersangkutan. “ Nanti akan diwakilkan sama bu Catur Ketua DPD Golkar Jombang yang juga istri Cabup Nyono Suharli. Kita tunggu malam ini bisa dapat kabar,’jelasnya. Masih menurut Rahmad, seluruh partai pendukung, masih kompak untuk memenangkan pasangan NyonoSubaidi dalam pikada Jombang. Pihaknya membantah adanya pencabutan dukungan PAN dalam koalisi NyonoSubaidi.” Kita tetap kompak. Bahkan tadi PAN juga ikut menyiapkan untuk mengerahkan massa besuk saat pengambilan nomor urut,”bebernya. n rur

KPU Tetapkan Paslon Gubernur-Wakil Gubernur Jatim l Sambungan hal 1

tianto Dardak dan Saifullah Yusuf berpasangan dengan Puti Guntur Soekarno,” kata Ketua KPU Jatim Eko Sasmito dalam repot pleno terbuka pengumuman pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jatim 2018, Senin (12/2). Penetapan kedua Paslon, tertuang dalam surat pengumuman bernomor 100/PL. 02-2,SD/06/ KPU/I/2028  yang ditandatangani oleh ketua KPU Jatim Eko Sasmito.  “Hasil dari dokumen perbaik­ an dan persyaratan calon yang telah mendaftar nama Khofifah Indar Parawansa-Emil Elistianto Dardak status memenuhi syarat dan nama Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno status memenuhi syarat,” katanya.  Dari pantauan, setelah kedua paslon ditetapkan,  berkas pengu-

muman pencalonan itu diberikan kepada kedua tim pemenangan yang hadir dalam acara itu. Selain menerima berkas pencalon­ an, nantinya tim kampanye juga akan menggelar rapat dengan komisioner KPU Jatim menjelang pengambilan nomor urut. “Kami meminta agar kedua kandidat membawa pendukung sesuai dengan yang sudah ditetapkan,” kata komisioner KPU Jatim Muhammad Arbayanto.  Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim Muhammad Amin mengatakan, setelah ditetapkan KPU Jatim, kedua kandidat punya hak dan kewajiban yang melekat sebagai Paslon di Pilgub Jatim 2018. Dia berharap agar kedua kandidat dan tim pemenangan bisa menahan diri. Jangan sampai, kegiatan yang dilakukan kedepan, melanggar aturan yang berlaku. 

“Harapan kami semua pasangan calon menahan diri tidak melakukan aktifitas yang dilarang undang undang. Koordinasi pasangan calon permasalahan yang muncul diharapkan ditampilkan bersama sama,” katanya. cty Sementara itu Pasangan Gus Ipul-Mbak Puti diterima Ketua tim pemenangan Hikmah Bafaqih dan Sekretaris Sri Untari, kemudian pasangan KhofifahEmil diterima Ketua tim pemenangan M Roziki dan Sekretaris Renville Antonio. Di Pilkada kali ini, pasangan Gus Ipul-Mbak Puti diusung koalisi PKB, PDI Perjuangan, PKS dan Partai Gerindra, sedangkan pasangan KhofifahEmil diusung gabungan Partai Demokrat, Partai Golkar, PPP, PAN, Partai NasDem dan Partai Hanura. n cty

Di Hadapan Peserta Lemhanas, Pakde Karwo Paparkan Budaya Lokal l Sambungan hal 1

Dengan kondisi tersebut, lanjutnya, tokoh masyarakat, tokoh agama dan intelektual menjadi tokoh panutan pada budaya arek. Dalam budaya ini, sebagian besar masyarakat mengembangkan industri dan UMKM. “Masyarakat dengan budaya arek itu sangat rasional dan terdidik. Mereka bisa menyampaikan apa saja dengan data yang lengkap dan contoh yang jelas,” ujar Pakde Karwo sambil menyampaikan kondisi geografis Jatim sebagai Hub Kawasan Indonesia Timur. Sementara itu, budaya mataraman menggunakan birokrasi, tokoh agama dan tokoh masyarakat sebagai pendekatannya. Budaya mataraman berada di daerah seperti Kab. Tuban, Kab/Kota Madiun, Kab Ngawi. Daerahnya agraris, diantaranya menghasilkan tebu dan padi. “Kultur budaya mataraman seperti di Solo dan Yogjakarta. Ada sebanyak 45

persen masyarakat Jatim menggunakan pendekatan Budaya Mataraman,” jelasnya. Berbeda dengan budaya Mataraman dan arek, terdapat sebanyak 30 persen masyarakat masuk dengan pada budaya Madura, dimana peranan ulama sangat penting dalam budaya ini. Budaya lokal lainnya yang ada di Jatim, jelasnya, yakni budaya Osing dengan birokrasi, tokoh masyarakat, dan tokoh agama sebagai panutannya. Masyarakat yang ada pada budaya Osing ini tercatat sebanyak 5 persen. Daerah agrarisnya dan terutama menghasilkan padi. Pengetahuan dan pemahaman tentang tiga budaya tersebut, jelas Pakde Karwo, akan memudahkan keberhasilan pelaksanaan berbagai program dan bidang di Jatim. Melihat kondisi budaya masyarakat yang ada di Jatim, Pemprov. Jatim menggunakan paradigma pembangunan dengan pendekatan partisipatoris. Arti-

nya, masyarakat dilibatkan untuk merumuskan keputusan dan kebjakan. Menurutnya, pendekatan partisipatoris inilah yang menyebabkan suasana aman dan nyaman di Jatim. Selain itu, konflik di Jatim juga paling kecil. Dalam sambutan pengantar, pimpinan delegasi peserta PPR Angkatan 57 dan 58 Lemhanas RI, Laksamana Pertama Budi Setiawan menjelaskan calon peserta lemhanas berkunjung ke Jatim untuk menjalankan program pengenalan budaya lokal selama enam hari. Untuk itu, calon peserta dijadwalkan mengunjungi berbagai obyek instansi pemerintah, militer, dan obyek wisata di Jatim. Ke-13 personel menjadi calon peserta Program Pendidikan Reguler (PPR) Angkatan 57 dan 58 Lemhanas RI ini berasal dari 12 negara sahabat yakni Australia, Bangladesh, Fiji, Zimbabwe, Malaysia, Nigeria, Pakistan, Arab Saudi, Singapura, Timor Leste, Laos, Sri Lanka. n iib

Bupati Bondowoso Percepat Keluar dari Status Tertinggal l Sambungan hal 1

nan,” tutur Bupati Amin dalam sambutannya. Disampaikan Amin, banyak program pembangunan yang ha­ rus dilakukan oleh pemerintahan desa se Kabupaten Bondowoso sehingga terjadi harmonisasi rencana pembangunan dari tingkat desa hingga tingkat kabupaten. “Dengan Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) yang diterima oleh masing-masing desa harus di implementasikan sehingga sejalan dengan rencana pembangunan ditingkat Kabupaten. Seperti Bumdes, Getar Desa

hingga menggali potensi-potensi yang ada disetiap desa untuk mencari potensi unggulan. Hal tersebut semata-mata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan Indeks Pembangun­ an Manusia sehingga Kabupaten Bondowoso segera keluar dari status daerah tertinggal,” tutur Bupati Amin dihadapan Camat, Lurah dan Kades. Ditahun akhir jabatannya memimpin Bondowoso, Bupati Amin menyatakan bahwa dirinya telah bertekad menyelesaikan pekerjaan rumah yang prioritas dengan menetapkan sebuah reso­ lusi yang dinamakan Tuntass.

“Sudah seharusnya pemerintah memberikan pelayanan terbaik, menciptakan produk unggulan, naiknya IPM, penerapan Teknologi informasi, administrasi, sarana dan prasarana (infrastruktur) serta menciptakan pilkada 2018 yang sukses. Itu yang saya maksud dengan resolusi Tuntass,” kata bupati yang akan mengakhiri jabatannya pada Bulan September 2018 itu. Bupati Amin yang juga didaulat menjadi presiden Bondowoso Republik Kopi, sangat berharap agar seluruh jajaran Pemkab berkomitmen terhadap resolusi TUNTASS tersebut. n har

cyn/Bhirawa

Ketua Persit Kodim 0818 Kab Malang/Kota Batu Dewi Ferry Muzawwad dan KetuaBhayangkari Polres Malang Tika Setiawan Ujung, saat memberikan vaksinasi difteri pada anak usia dini, pada beberapa hari lalu, di Kantor Mapolres Malang.

Dinkes Bantah Puluhan Warga Malang Terserang Difteri l Sambungan hal 1

sekolah-sekolah maupun kunjungan ke rumah-rumah warga. Sehingga dengan petugas Dinkes dan puskesmas memberikan pelayanan vaksininasi difteri secara serempat melalui P2T, hal ini untuk mengantisipasi terjangkitnya difteri di Kabupaten Malang. “Dinkes sudah melakukan imunisasi massal Outbreak Response Immunization (ORI) difteri yang kita lakukan tiga tahap pada Februari, Juli dan November 2018. Hal itu kita lakukan sebagai tindakan pencegah­ an dan mengantisipasi penyebaran penyakit setelah Jawa (Jatim) dinyatakan Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri,” ungkap Abdurachman. Dijelaskan, Dinkes Kabupaten Malang sudah melakukan imunisasi massal difteri sebanyak 73 ribu anak dibawah umur 19 tahun. Dan sejak Jatim dinyatakan KLB difteri, maka tidak hanya Dinkes saja yang melakukan vasinasi kepada anak-anak, namun Persatuan Istri Prajurit (Persit) dan Bhayangkari Kabupaten Malang, juga melakukan vaksinasi difteri dan imunisasi polio. “Ibu-ibu Persit dan Bhayangkari dalam melakukan vaksinasi dikemas dalam bentuk bakti sosial, de­ ngan  sasaran anak-anak guna menangkal serangan bakteri yang bisa mematikan bagi penderitanya,” tandas Abdurachman Ditempat terpisah, Ketua Persit Kodim 0818 Kab Malang/Kota Batu Dewi Ferry Muzawwad membenarkan, jika dirinya dan Ketua Bhayangkari Polres Malang Tika Setiawan Ujung pada beberapa hari lalu, telah melakukan bakti sosial yakni memberikan vaksinasi difteri dan folio, di Kantor Markas Polisi Resort (Mapolres) Malang pada anak usia dini. Sedangkan pemberian vaksinasi difteri tersebut merupakan upaya mencegahan bahaya difteri. Perlu kita ketahui, dia menegaskan, difteri adalah infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium. Sedangkan Gejalanya berupa sakit tenggorokan, demam, dan terbentuknya lapisan di amandel dan tenggorokan. “Dalam kasus yang parah, infeksi bisa menyebar ke organ tubuh lain seperti jantung dan sistem saraf, hal itu membuat beberapa pasien juga mengalami infeksi kulit. Dan bakteri penyebab penyakit ini menghasilkan racun yang berbahaya jika menyebar ke bagian tubuh lain,” paparnya. Wabah difteri ini, lanjut Dewi, telah menjadi perhatian khusus yang tidak hanya oleh Pemerintah Pusat saja, namun perhatian juga diberikan oleh Ibu-ibu Persit Kodim 0818 dan Bhayangkari Polres Malang. Sedangkan perhatian yang kita berikan dalam bentuk memberikan vaksinasi difteri kepada anak-anak usia dini, karena di Jatim masuk dalam kategori KLB Difteri. Sehingga dengan memberikan vaksinasi difteri, agar penyakit tersebut tidak menyerang warga Kabupaten Malang. n cyn.

Nelayan Dilarang Menangkap, Polair dan BKSDA Lakukan Pemantauan l Sambungan hal 1

ran Hiu Tutul yang besar, paling tidak sekali makan menghabiskan setengah ton plankton,” katanya. Kasatpolair Polres Probolinggo, AKP Slamet Prayitno, keberadaan Hiu Tutul di Perairan Probolinggo berpotensi menjadi destinasi wisata baru. Sebab, hewan ini datang tiap tahun di Perairan Probolinggo. Mulai Mayangan, Bentar dan areal PTLU, Paiton. “Karena itu, kami mengimbau nelayan untuk menjaga kelestarian Hiu Tutul ini,” lanjutnya. Sejak dua hari terakhir, puluhan ekor hiu tutul muncul sekitar Pelabuhan Tanjung Tembaga, Mayangan, Kota Probolinggo. Kemunculan biota laut raksasa ini, menarik minat wisatawan untuk

melihat. Kawanan hiu tutul ini muncul di perairan yang berjarak sekitar 1 mil laut dari pelabuhan Tanjung Tembaga. Hanya butuh perjalanan selama lima belas menit saja, untuk bisa melihat hiu tutul dari dekat. Ada sekitar 25 ekor hiu dengan panjang tubuh bervariasi antara 5 -10 meter. Warga pun tertarik untuk melihat biota laut ini dari dekat. Dengan cara menaiki perahu, dan menuju lepas pantai Probolinggo. “Sebetulnya sih tiap tahun tahu, kalau ada hiu tutul. Tapi kali ini berbeda. Biasanya itu hanya 3 sampai lima ekor yang menepi. Kali ini yang menepi lebih banyak, sampai puluhan. Seru sih melihat dari dekat,” ujar salah seorang wisatawan, Kurnia.

Terkait aktifitas ini, pihak Satpolair Polres Probolinggo, melakukan pengawasan perairan. Tujuannya, menegur dan mengingatkan warga atau wisatawan, agar tidak memberi makan atau mengganggu gerombolan hiu tutul ini. “Patroli terpadu ini akan terus dilakukan, selama kemunculan biota laut yang dilindungi ini. Kami juga terus memberikan himbauan pada nelayan setempat, agar tidak menganggu hiu tutul ini,” ujar Kasatpolair Polres Probolinggo, AKP Slamet Prayitno. Pengawasan itu dilakukan, agar kelangsungan hidup biota laut itu dapat terus terjaga dan lestari. Sehingga, mampu menjadi daya tarik tersendiri, bagi para wisatawan. Dari Pelabuhan

Tanjung Tembaga, Probolinggo butuh perjalanan selama lima belas menit, untuk bisa melihat hiu tutul tersebut dari dekat. Lebih lanjut Slamet, ikan hiu tutul ini harus dijaga kelestariannya. Ikan hiu yang saat ini muncul di perairan laut Probolinggo jumlahnya mencapai puluhan ekor dengan jenis yang bervariatif. Dia juga mengingatkan kepada nelayan agar hewan jenis mamalia ini jika tersangkut jaring nelayan. Maka nelayan harus melepasnya kembali. “Patroli terpadu ini akan terus dilakukan, selama kemunculan biota laut yang dilindungi ini. Kami juga terus memberikan himbauan pada nelayan setempat, agar tidak menganggu hiu tutul ini,” tambahnya. n


PILGUB JATIM 2018

MENUJU

GRAHADI

Selasa Wage, 13 FEBRUARI 2018

Berdasarkan Keputusan KPU Provinsi Jatim Nomor 1 Tahun 2017

Penetapan Pasangan Calon 12 Februari 2018

Pengundian dan Pengumuman Nomor Urut Pasangan Calon 13 Februari 2018

Masa Kampanye 15 Februari 2018 - 23 Juni 2018

Kampanye Melalui Media Massa, Cetak dan Elektronik 10 Juni 2018 - 23 Juni 2018

Masa Tenang dan Pembersihan Alat Peraga 24 Juni 2018 - 26 Juni 2018

Pemungutan Suara 27 Juni 2018

SU ARA TOK OH SUARA TOKOH

Visi-Misi Gus Ipul-Puti Paling Logis Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jatim Abd Halim Iskandar menilai visimisi dan program kerja pasangan calon gubernur dan wakil gubenur Jatim Drs H Saifullah YusufPuti Guntur Soekarno, adalah yang paling logis dan bisa diterapkan. Visi misi didesain tidak asal bunyi, melainkan dengan perhitungan matang termaAbd Halim Iskandar suk menyesuaikan kekuatan APBD Jawa Timur. “Visi dan misi Gus Ipul-Mbak Puti ini tidak asal bunyi, ada kalkulasi kekuatan APBD. Ada hitungannya yang rigit,” kata Gus Halim, sapaan akrab Halim Iskandar, Senin (12/2). Gus Halim menilai, dalam penyusunan visi dan misi Gus Ipul-Puti, juga terdapat paradigma berpikir yang sangat bagus yaitu, mempertahankan keberhasilan yang sudah diperoleh dan mencari terobosan baru untuk perbaikan yang lebih maksimal. “Dalam kaidah fiqiyahnya disebut ‘Al-Muhafadotu Alal Qodimis Sholik Wal Akhdu Bil Jadidil Ashlah’. Ini sebuah paradigma yang kemudian diangkat menjadi visi, ini paradigma luar biasa menghargai seluruh prestasi dan mengembangkan seluruh potensi yang belum tersentuh,” katanya. Sehingga, lanjut dia, paradigma itu diaplikasikan melalui penyusunan visi, misi, program kerja dan 33 janji kerja yang telah melalui kajian dan pertimbangan yang sangat matang. Dia menegaskan, program yang diusung cicit KH Bisri Syansuri dan cucu Bung Karno itu sudah bisa langsung diaplikasikan. “Kami tidak ingin (visi, misi, program dan janji kerja) itu hanya asbun (asal bunyi), semuanya harus dikalkulasi,” kata kakak kandung Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar. Menurut Ketua PKB Jawa Timur ini, untuk program ‘Satria Madura’ yang diusung Gus IpulPuti dialokasikan Rp 1 triliun untuk percepatan pembangunan di Madura itu sudah realistis dan hasil kalkulasi dari kekuatan APBD Jatim 2018 senilai Rp 30 triliun. “Itung-itungannya saat ini memang segitu, tidak berarti kemudian (hitungan) tidak bisa berkembang. Itu yang saya sebut rasionalitas dan proporsionalitas, kalkulasi kekuatan APBD harus diperhitungkan,” ujarnya. Sekadar diketahui, pasangan Gus Ipul-Puti saat ini telah menetapkan visi yakni Perubahan Berkelanjutan untuk Jawa Timur Makmur. Perubahan tetap diperlukan karena problem di Jawa Timur masih banyak yang harus diselesaikan. Namun, kata kunci “berkelanjutan” dipakai untuk mempertahankan capaian baik yang sudah diraih selama ini. Antara lain, turunnya angka kemiskinan, angka pengangguran, peningkatan income per kapita, dan indeks pembangunan manusia yang terus meningkat. Visi tersebut diwujudkan melalui tiga strategi. Yakni menjadikan SDM sebagai titik tumpu, gotong royong dan inovasi sebagai jalan, kemudian rakyat kecil dan komunitas menjadi penggerak utama. Tiga strategi ini akan bergerak untuk menuju visi besar tersebut melalui 9 Agenda Prioritas dan 33 Janji Kerja. iib

Pesantren Butuh Sentuhan Menyebarnya pesantren di Jawa Timur, belum diimbangi peran pemerintah. Khususnya, yang berada di wilayah pelosok-pelosok. Padahal pendidikan tradisional ini telah melahirkan pemuda prestasi dan kreatif. Hal ini ditegaskan Ketua Umum Santri Jatim, Moh Fadlilah Rohman kepada Bhirawa, Senin (12/2) kemarin. Menurutnya, bentuk pendampingan pemerintah terhadap pesantren masih Moh Fadlilah Rohman jauh dari harapan. “Seperti pesantren yang ada di daerah terpencil di Madura sampai sekarang belum mendapatkan pendampingan dari pemerintah. Padahal, banyak pesantren yang melahirkan santri milenial dan santri zaman now yang berprestasi,” ungkapnya. Oleh karenanya, lanjut Fadlil, pihaknya mengharapkan pada momen Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur periode 2019-2024 mampu mendampingi pesantren-pesantren di Jatim. Khususnya bisa menyentuh hati dengan melibatkan masyarakat, khususnya kaum santri dalam pengambilan keputusan. “Sosoknya menyebarkan energi positif dan semangat persatuan. Dia adalah gubernur yang tidak ugal-ugalan dalam mengantarkan warganya menuju gerbang kesejahteraan masyarakat jatim. Itu yang kami butuhkan,” terangnya. geh

Halaman 12

Petunjuk Kiai, PWNU Diminta Bertemu Tim Pemenangan Gus Ipul dan Khofifah Surabaya, Bhirawa Tudingan sepihak terhadap PWNU Jatim yang dinilai berat sebelah terhadap dua kader NU yang maju di Pilgub Jatim 2018, hanya karena tidak mau menerima kunjungan silaturrahim Khofifah Indar Parawansa. Akhirnya disikapi oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Jatim KH Hasan Mutawakkil Alallah. Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Zainul Hasan Genggong Probolinggo itu menjelaskan, secara kronologis kenapa PWNU Jatim hanya mau menerima anggota tim pemenangan kedua pasangan calon yang maju di Pilgub Jatim. “Saya sengaja menangguhkan permintaan tim pemenangan Khofifah-Emil, kare-

na ingin meminta pendapat dari para kiai, yakni Mustasyar dan Dewan Syuriah PWNU Jatim terlebih dulu, “ ujar KH Mutawakkil, Senin (12/2). Perihal tersebut, lanjut Kiai Mutawakkil disampaikan dalam forum pertemuan Dewan Syuriah di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri pada 6 Januari

lalu. Hasilnya, pati, kedua tim ra kiai meminta dapat melakuagar kedua Cagub kan pendekatan (Khofifah dan Gus ke masyarakat, Ipul), supaya tidak mendatangai perlu repot-repot kantong-kanmengunjungi tong pemilih dePWNU agar kedungan cara sananya bisa fokus tun dan tetap untuk mengurus menjaga ketertberbagai kegiatan iban serta konmenjelang Pilgub dusivitas,” beJatim. bernya. “Para kiai ber- KH Hasan Mutawakkil Alallah Sebagai ganharap cukup angtinya, PWNU gota tim pemenangan kedua Jatim akan menfasilitasi perpihak yang datang pada temuan antara dua tim pePWNU Jatim. Tujuannya ad- menangan pasangan calon di alah PWNU bisa menyumbang PWNU Jatim pada Selasa (13/ saran dan masukan agar da- 2) besok. Hal ini penting dilam proses Pilgub Jatim nan- lakukan karena kedua Cagub

adalah kader murni NU sehingga perlu diatur berbagai hal untuk menghindari gesekan di masyarakat. “Tidak ada maksud untuk menolak calon tertentu atau berpihak pada calon tertentu. Hal ini saya lakukan semata karena NU tunduk pada kepemimpinan kiai. Ini adalah ciri khas organisasi yang tidak bisa dilepaskan,” tegas kiai asal Probolinggo ini. Pada dasarnya, PWNU Jatim berharap agar perhelatan Pilgub Jatim berlangsung dengan aman, damai, serta bersih dari isu-isu sara dan ujaran kebencian, sehingga pada akhirnya bisa menjadi contoh bagi provinsi lain. iib

Gus Ipul Blusukan ke Pasar, Puti Dicurhati Petani Bawang Surabaya, Bhirawa Di sela-sela beragam kegiatan yang sudah terjadwal, Bakal Calon Gubernur (Bacagub) Jatim Drs H Saifulllah Yusuf (Gus Ipul) mengunjungi Pasar Wonokromo, Senin (12/2). Dari satu lapak ke lapak yang lain, Gus Ipul menyimak secara seksama penjelasan para pedagang dan pembeli. Seperti di beberapa kesempatan, ia melakukan kegiatan ini

secara dadakan. Mantan Menneg Pembangunan Daerah Tertinggal ini melakukan sidak beberapa jam sebelum penetalan dirinya oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), sebagai calon gubernur Jatim berpasangan dengan Puti Guntur Soekarno. Dari lapak telur, penjual daging, padagang beras, pejual bumbubumbuan, penjual krupuk, penjual daging ayam, toko pakaian, dan

banyak lapak lain pedagang sembako, muncul rasa bahagia. Mereka dapat berjualan dengan tenang karena harga stabil.

Membangun Citra Di Mataraman Tak popular di Jatim, calon Wakil Gubernur Jatim, Puti Guntur Soekarno, membangun citra di wilayah Mataraman. Di Kabupaten Nganjuk cucu Presiden RI

pertama ini mengunjungi sejumlah wilayah sentra pertanian. Didampingi fungsionaris PDIP, Puti mengunjungi Desa Sonoageng Kecamatan Tanjunganom dan melakukan panen padi. Kemudian menyerahkan dan menebar beih ikan di Desa Joho Kecamatan Pace. Saat berada di pasar bawang merah Kecamatan Sukomoro, Puti Soekarno yang mendampingi Saifullah Yusuf ini mendengar keluh kesah petani dan pedagang bawang merah. Para pedagang meminta Puti Soekarno ini bisa menaikkan harga bawang. “Tolong ibu, kalau bisa harga bawang merah dinaikkan. Biar petani dan pedagang bawang merah dapat menikmati hasil jerih payahnya,” keluh seorang pedagang.

Mesin Partai Jalan Semua

Hartono/Bhirawa

Tampak Anggota Polres Blitar Kota saat menggelar simulasi pengaman Pilgub Jatim 2018 di depan Kantor Walikota Blitar.

Polres Gelar Simulasi Pilgub Kota Blitar, Bhirawa Guna mengantisipasi kerusuhan akibat Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur di Kota Blitar, Polres Blitar Kota bersama Kodim 0808 Blitar dan Pemerintah Kota Blitar gelar Gelar Simulasi Pengamanan Pilgub Jatim 2018 di depan Kantor Walikota Blitar, Senin (12/2) kemarin. Ada 350 personel diterjunkan Polres Blitar Kota untuk mengamankan Pilgub Jawa Timur di Kota Blitar, dimana aksi 350 personel tersebut ditunjukkan dalam simulasi pengamanan Pilgub Jatim bersama Anggota TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan Kota Blitar.

Kapolres Blitar Kota, AKBP Adewira Negara Siregar— mengatakan Polres sudah siap mengamankan proses Pilgub Jatim 2018. Bahkan pihaknya akan mengamankan semua tahapan proses Pilgub Jatim di wilayah hukum Polres Kota Blitar. “Kami sudah siap mengamankan semua tahapan Pilgub Jatim di Kota Blitar,” tegas Adewira. Dalam simulasi tersebut diperagakan sejumlah kerusuhan dan potensi kerawanan pelaksanaan Pilgub, yang bisa dikendalikan personel kepolisian. Simulasi dimulai sejak proses kampanye, masa tenang, pencoblosan di TPS, hing-

ga masa perhintungan suara ditingkat Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD). Wali Kota Blitar, Samanhudi Anwar juga berharap semua kegiatam Pemilu di Kota Blitar berjalan dengan aman dan lancar, sehingga dengan adanya simulasi ini berdasarkan pengalaman penyelenggaraan Pemilu, baik tingkat Kota, Provinsi diharapkan Kota Blitar selalu dalam keadaan kondusif. “Ini gambaran pengamanan yang akan dilakukan jika sampai terjadi hal yang tidak diinginkan, saya berharap suasana kondusif ini tetap bertahan hingga nanti penyelenggaraan Pilgub Jatim usai,” pungkasnya. htn

Tim Pemenangan pasangan Calon Gubernur Jatim dan Calon Wakil Gubernur Jatim Drs H Saifullah Yusuf dan Hj Puti Guntur Soekarno atau Gus Ipul-Puti, memastikan mesin parta politik pendukung dipastikan jalan semua. Selain itu, komuniktasi keempat partai yakni PKB, PDI Perjuangan, PKS dan Partai Gerindra berjalan dengan baik. “Mesin partai berjalan maksimal sesuai harapan. Saya sangat mengandalkan struktur dan pimpinan partai. Setiap partai mempunyai strategi yang berbeda-beda sesuai segmen pemilih untuk memenangkan Gus Ipul dan Mbak Puti,” kata Ketua Tim Pemenangan Gus Ipul-Puti, dikonfirmasi, Senin (12/2). Meski strategi berbedabeda, lanjutnya, tapi yang pasti komunikasi dengan

empat partai pendukung Gus Ipul-Puti sangat berjalan dengan baik. Hampir tiap hari selalu terjalin komunikasi untuk membahas strategi pemenangan. Pada saatnya nanti, kata Hikmah, semua mesin partai akan dihidupkan dan pada waktunya akan mencapai speed tertinggi. “Komunikasi selalu terjalin dengan baik. Tidak ada prasangka, selalu berfikir positif karena kita ingin menang. Makanya kita samasama bekerja keras. Intinya semua berusaha dan bekerja keras. Tidak benar jika mesin partai yang bekerja hanya PKB dan PDIP. Tapi juga mesin Partai Gerindra dan PKS berjalan dengan baik. Saya tahu itu,” tuturnya. Metode-metode mesin partai itu, kata Hikmah, berjalan sesuai segemen dan sudah ada alur strateginya. “Sekarang partai garap apa, nanti seperti apa dan saat mendekati pencoblosan seperti apa. Namun dari semua strategi itu, yang pasti kita selalu berkomunikasi dan tidak pernah putus,” tegasnya. Terkait dukungan dari semua elemen, Hikmah mengaku telah memperkuat akar rumput. Caranya dengan menggerakkan mesin partai politik (parpol) pendukung sesuai segmennya. “Semua stakeholder kunci kita sapa. Kami ingin masifkan gerakan ke bawah dengan berbagai cara dan segmen. Sesuai segmen itu contohnya, kalau mendekati santri itu bagaimana, klo ke komunitas perempuan seperti apa, kalangan pemilih pemula itu harus bagaiman dan komunitas-komunitas lainnya,” katanya. iib.ris

zainal ibad/bhirawa

Tampak Gus Ipul saat menyapa pedagang Pasar Wonokromo.

Suara Perempuan Tak Mudah Pindah ke Lain Hati Surabaya, Bhirawa Calon Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memastikan suara perempuan akan tetap solid hingga hari pencoblosan pada 27 Juni mendatang. Pasalnya, Mantan Menteri Sosial (Mensos) berkeyakinan bahwa perempuan tidak mudah ke lain hati. “Ini menjadi kekuatan tersendiri di luar partai pengusung kami. Karena soliditas, solidaritas dan kohesivitas elemen perempuan biasanya cukup tangguh,” katanya usai menghadiri deklarasi dukungan oleh Koalisi Perempuan Pemenangan (KPP) KhofifahEmil di Hotel kawasan Surabaya, Senin (12/2) kemarin. Di hadapan ratusan peserta yang hadir, Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama ini meminta deklarasi ini dijadikan tonggak untuk menciptakan sejarah baru. “Kita buat sejarah bahwa dalam pemerintah Provinsi Jawa Timur akan melahirkan Gubernur perempuan pertama,” ujarnya. Pihaknya berharap, komitmen ini bisa langsung diikuti

dengan pergerakannya selama masa kampanye di lapangan. Bahkan, Khofifah berharap, sayap perempuan partai pengusung di 38 Kabupaten/Kota tidak hanya berkampanye di gedung maupun di luar gedung. Melainkan langsung dari pintu ke pintu rumah karena dinilai lebih efektif. “Door to door campaign (kampanye dari pintu ke pintu, red) itu sangat efek-

tif karena langsung menyapa tetangga kanan dan tetangga kirinya,” paparnya. Bahkan, Khofifah mengaku telah menyiapkan jurus khusus selama masa kampanye. Hal ini setelah hasil survei di bulan Januari kemarin, kantong suara pasangan KhofifahEmil masih defisit di Surabaya. “Muslimat NU di surabaya perlu menambah silah-

Gegeh Bagus Setiadi/bhirawa

Khofifah Indar Parawansa menghadiri acara doa bersama dan ikrar komitmen pemenangan.

turahim dengan tetangga kanan dan kiri,” ucap Khofifah.

Gelar Kehormatan Sementara itu ditempat terpisah Dewan Harian Daerah Badan Pembudayaan Kejuangan 45 (DHD BPK 45) mendeklarasikan dukungan pasangan bacagub Jatim KhofifahEmil di Pilgub Jatim sekaligus memberikan gelar kehormatan kepada Emil Dardak. Ketua DHD BPK 45, Haryanto mengatakan dukungan diberikan karena sosok Emil Dardak merupakan keluarga besar dari DHD BPK 45. “Ada instruksi dari pengurus pusat, kalau DHD BPK 45 Jatim diwajibkan memberikan dukungan kepada keluarga besarnya yang maju dalam Pilgub, pileg maupun pencapresan. Karena Emil Dardak adalah keluarga besar DHD BPK 45 maka kami mengeluarkan rekomendasi dukungan tersebut,”terangnya saat ditemui di Surabaya, Senin (12/2) sore.

Deklarasikan Pemenangan Koalisi Perempuan Peme-

nangan (KPP) Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak, menggelar deklarasi pemenangan di Hotel Garden Palace Surabaya. Koalisi ini sendiri terdiri dari Srikandi Demokrat (Demokrat), Wanita Persatuan Pembangunan (WPP (PPP), Kelompok Perempuan Partai Golkar – KPPG (Golkar) , Srikandi Hanura (Hanura), Garda Wanita Malahayati – Garnita Malahayati (Nasdem), Perempuan Amanat Nasional – Puan (PAN). Ketua KPP Khofifah-Emil, Hj. Dewi Masita menjelaskan, deklarasi ini diikuti oleh ketua, sekretaris, dan bendahara kelompok perempuan pada partai koalisi pendukung paslon Khofifah-Emil, dari tingkat Kabupaten/Kota se Jatim. ”Target koalisi kami ini untuk mencari dan meraup suara, untuk mendukung dan mencoblos tentunya, kepada pasangan Khofifah dan Emil,” terang Dewi Masita saat memberi sambutan disambut aplaus para perempuan yang hadir, Senin (12/2). geh.cty

Binder13feb18  
Binder13feb18  
Advertisement