Skip to main content

Arkipel - International Documentary and Experimental Film Festival 2013

Page 189

tuan rumah bisu bagi tak terhitung sudah pengunjung. Yang menarik, terlontar pula pertanyaan mengenai peristiwa 98, sesuatu yang juga menjadi penting dalam Dongeng Rangkas. Dua hal penting yang diangkat oleh kedua dokumenter ini adalah keterpinggiran. Dongeng Rangkas mengangkat kota-kota pinggiran dan seberapa ia dipengaruhi, atau tidak dipengaruhi, oleh kejadian-kejadian revolusioner yang terjadi di pusat. Sementara Naga Yang Berjalan Di Atas Air mengaduk keterpinggiran itu ke sebuah ruang yang lebih sempit dan spesifik: kelenteng yang menampung narasi tentang pasangan pinggiran: Koh Liong dan Istrinya; tentang etnis pinggiran: etnis Tionghoa yang alih-alih digambarkan sebagai etnis kalem yang rajin berdagang, malah digambarkan sebagai etnis yang sama saja dengan etnis manapun di nusantara ini sepanjang ia ditempatkan dalam ruang sosialnya masing-masing. Sisi dokumenter kreatif yang dipilih oleh teman-teman di Forum Lenteng tidak pernah terlepas dari acuan-acuan visual yang mereka gunakan. Sejak proses produksi hingga ke detil pengambilan gambar, selalu ada saat yang mengingatkan kita pada corak khas pengambilan gambar dalam karya-karya kanon fiksi dunia. Ini bukan serta-merta menyamaratakan karya-karya Forum Lenteng dengan kanon dunia itu, melainkan untuk menjelaskan bahwa Forum Lenteng adalah komunitas yang sadar pada bahaya produksi yang tuna acuan. Mereka mementingkan produksi pada tingkatan yang sama dengan perhatian mereka atas literasi. Memang inilah yang menjadi tulang punggung estetika dokumenter kreatif, dimana informasi bukanlah saja sekedar bongkahan-bongkahan mentah dengan narator orang ketiga dan narasumber lainnya, melainkan juga terbungkus rapih dalam teknik penyampaian khas sinema, sebagai sebuah pemberdayaan maksimal atas kemungkinan mediumnya. Hal penting lain dari dua dokumenter ini adalah penekanannya pada ruang. Ruang senantiasa dipotret sebagai ruang arsitektur sosial yang spesifik dan penuh makna yang belum sempat terbaca. Uniknya, pemotretan ruang yang dilakukan dalam kedua dokumenter ini tidak pernah terlepas dari orang-orang yang menghuninya, itulah kenapa saya sebut ruang pemotretan ini sebagai ruang arsitektur sosial. Dalam Dongeng Rangkas, Iron dan Kiwong dipinjam sebagai Orang Rangkas, dua subjek yang keberadaan dan kemengadaannya senantiasa dipengaruhi 187


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Arkipel - International Documentary and Experimental Film Festival 2013 by Forum Lenteng - Issuu