Skip to main content

Edisi 25 Juni 2011 | Balipost.com

Page 3

KOTA

Sabtu Wage, 25 Juni 2011

3

Kasus Pembantaian Polisi

Gus Capung Dijerat Pasal Pembunuhan Denpasar (Bali Post) -

Pelaku pembantai Briptu Kadek Eko Susanto (27) yakni Ida Bagus Suparta alias Gus Capung (37), Ketut Widana alias Genuh (36) dan Gede Alit Subawa alias Alit (36), siap-siap menerima hukuman. Setelah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka, penyidik langsung memasang pasal terhadap masing-masing tersangka.

Kombes Pol. Drs. Hariadi

BP/kmb

Siap Jalin Kerja Sama UNTUK meningkatkan kerja sama dalam usaha mengamankan Bali, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol. Drs. Hariadi masimakrama dengan jajaran pemimpin redaksi Kelompok Media Bali Post (KMB) di Gedung Pers Bali Ketut Nadha, Jumat (24/6) kemarin. Kunjungan ini sekaligus diharapkan menjadi awal kerja sama lain untuk menyampaikan berbagai program kepolisian melalui media. Kombes Hariadi mengharapkan peran media untuk bersama-sama membantu kepolisian mewujudkan keamanan Bali melalui pemberitaan-pemberitaan yang benar, akurat dan dapat dipertanggungjawabkan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada semua media termasuk KMB yang telah mendukung kepolisian. Ia pun menjelaskan komitmennya meningkatkan kerja sama dengan KMB melalui berbagai program diskusi, talk show bidang jurnalistik termasuk meningkatkan kerja sama dalam bidang keamanan guna menjaga Bali dan kegiatan masyarakat Bali. (kmb)

YUSTISIANA Coba Bunuh Kajari TERSANGKA I Nengah Suwela (55) segera diadili. Berkas kasus sopir yang mencoba melakukan pembunuhan terhadap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Denpasar Heru Sriyanto, S.H. telah dinyatakan lengkap dan telah dilimpahkan ke Kejari Denpasar. Dengan demikian, kasus yang sempat membuat heboh jajaran Kejari Denpasar ini akan segera disidangkan. Jaksa penuntut umum (JPU) yang ditunjuk untuk menangani kasus tersebut, A.A. Satrya Markandeya, S.H. dan Deny Iswanto, S.H. Dimintai konfirmasi soal pelimpahan tersebut, Deny membenarkan bahwa berkas kasus tersebut sudah lengkap sehingga bisa dilakukan pelimpahan tahap II alias P-21. ‘’Tersangka sudah dilimpahkan ke Kejari,’’ ujarnya, Jumat (24/6) kemarin. (kmb)

Kasat Reskrim Polres Badung AKP I Nengah Sudiarta mengatakan otak pelaku yakni Gus Capung yang asal Banjar Pande, Mengwi ini dijerat dengan pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan. Sedangkan dua pelaku lainnya yakni tersangka Genuh (36) asal Banjar Alang Kajeng, Mengwi dan Alit (36) asal Marga, Tabanan, dijerat dengan pasal turut serta melakukan pembunuhan. Jika otak pelakunya dijerat dengan pasal pembunuhan, hukuman maksimalnya 20 tahun penjara. Sedangkan tersangka yang turut serta, tentu lebih ringan hukumannya daripada otak pelaku. ‘’Kami masih mendalami pemeriksaan ketiga tersangka. Utamanya, dua tersangka yang ikut serta,’’ jelas Nengah Sudiarta saat membeber kasus ini di depan awak media, Jumat (24/6) kemarin. Terkait motifnya, kata Kasat Sudiarta, hanya ketersinggungan tersangka Gus Capung semata. Tersangka tidak terima dengan sikap korban yang melerai dirinya ketika bertengkar dengan

Jalan Berlubang, Jatuh, Tergilas Truk Denpasar (Bali Post) Gara-gara jalan berlubang, nasib apes menimpa Ni Putu Damayanti (22), warga Pande, Klungkung, Jumat (24/6) kemarin. Ibu satu anak ini harus dilarikan ke RS Sanglah dengan paha kanan remuk. Ketika ditemui di IRD RS Sanglah, Sunarjaya memaparkan pada waktu kejadian, istrinya sedang berangkat kerja ke salah satu restoran di Denpasar. Saat melintasi Jalan By-pass Watu Klotok, tanpa diduga ada jalan berlubang yang cukup dalam. Karena berkendara dengan kecepatan cukup tinggi, Damayanti kehilangan keseimbangan ketika sepeda motornya melintasi jalan berlubang tersebut hingga terjatuh. ‘’Istri saya

Sidang Praperadilan

Polda Bersikukuh Sesuai Prosedur Denpasar (Bali Post) Sidang praperadilan Teguh Eko Santoso (39) melawan Kapolda Bali dan Kapolesta Denpasar, segera mencapai babak akhir. Pada Jumat (24/6) kemarin, sidang mengagendakan penyerahan kesimpulan dari kedua belah pihak. Sidang yang dipimpin hakim tunggal Amzer Simanjuntak, S.H., berlangsung hanya tiga menit. Dua pihak pun optimisme untuk memenangkan pertarungan dalam sidang praperadilan tersebut. Sidang praperadilan dijadwalkan akan diputus Senin (27/6) mendatang. Dalam kesimpulannya, pihak Polda tetap bersikukuh

bahwa proses penggeledahan, penangkapan, dan penahanan yang dilakukan terhadap Eko sudah sesuai dengan prosedur. ‘’Pada prinsipnya, dari penggeledahan sampai penahanan sudah berdasarkan ketentuan perundang-undangan dalam KUHAP dan sah menurut hukum,’’ tegas anggota tim kuasa hukum Polda, AKBP I Made Parwata. Dengan demikian, pihak Polda dan Polresta yakin hakim akan menolak gugatan Eko. Sementara itu, kesimpulan yang diajukan tim kuasa hukum Eko, Agus Samijaya, S.H. dkk., tetap bersikeras kasus Eko yang ditangani Polresta

teman wanitanya Ni Luh Mani. Karena tidak terima, tersangka mencari korban ke kamarnya lalu mengeroyok dan menusuk dada korban hingga tewas. Bagaimana dengan barang bukti (BB) senjata tajam (sajam) yang digunakan untuk menusuk korban? Kasat Sudiarta menjelaskan, setelah melakukan penyelidikan, akhirnya BB tersebut ditemukan. Namun, Kasat Sudiarta tidak menjelaskan secara pasti di mana BB itu ditemukan. Namun, menurut informasi di kepolisian, BB berupa pedang itu ditemukan di sekitar Pura Taman Ayun. Pantauan Bali Post kemarin, ketika penyidik membeber kasus pembunuhan sadis ini, suasana sedikit tegang. Lebih tegang lagi, saat ketiga tersangka dikeluarkan dari sel tahanan. Ketiga tersangka dikawal ketat petugas untuk menghindari amukan petugas setempat. Sebab, mereka terlihat emosi setelah mengetahui teman seprofesinya dibunuh dengan keji. Sempat terdengar teriakan geram dari sejumlah petugas. (kmb21)

Denpasar kemudian dilimpahkan ke Polda Bali tersebut cacat hukum. Menurut Agus Samijaya, yang terpenting dalam persidangan yakni saat Eko ditangkap, kasus togel yang dituduhkan kepadanya masih dalam proses penyelidikan, bukan penyidikan. Saksi polisi sendiri yang menyatakan hal itu saat ditanyai hakim. Kalau masih proses lidik, belum pro justisia dan tidak boleh ditangkap atau ditahan. Dalam kasus ini, Eko ditangkap dan ditahan lebih dahulu, baru proses sidik dimulai dan saksi-saksi baru diperiksa. ‘’Ini menyalahi prosedur,’’ ungkap Samijaya. (kmb)

U.0011110-low

jatuh ke dalam badan jalan, sementara sepeda motornya jatuh ke pinggir,’’ tutur Sunarjaya. Malangnya lagi, dari arah belakang melaju truk sehingga ketika Damayanti terjatuh dari sepeda motornya, ia langsung ditabrak truk. Diduga paha kanannya terlindas hingga remuk. Ia kemudian ditolong warga setempat ke RS Klungkung sebelum dirujuk ke RS Sanglah pada pukul 12.00 wita. (san)

Bali Post/edy

PEMBUNUHAN - Pelaku pembantai Briptu Kadek Eko Susanto (27) yakni Ida Bagus Suparta alias Gus Capung (37) diancam pasal pembunuhan dengan ancaman 20 tahun penjara.

Mantan Satpam Ditangkap Denpasar (Bali Post) Belum sempat menjual hasil curiannya, Wayan Warsa Suputra (21), warga Desa Tista, Abang, Karangasem, ditangkap pasukan Reskrim Polsek Denpasar Timur (Dentim). Tersangka yang mantan satpam hotel ini dibekuk karena mencuri sepeda motor milik rekannya sendiri I Gede Ana Suparsa (20). Motor korban dicuri ketika diparkir di depan kamar kosnya di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, Selasa (21/6) malam lalu. Kapolsek Dentim AKP I Gusti Nyoman Wintara, Jumat (24/6) kemarin menjelaskan, tersangka berhasil ditangkap berdasarkan laporan korban. Korban mengaku motornya lenyap dari tempat kosnya. Sete-

lah menerima laporan itu, pasukan buser yang dikendalikan Kanit Reskrim Iptu Agus Prihadinika langsung melakukan lidik. ‘’Laporan korban langsung kami tindak lanjuti,’’ kata Kapolsek Wintara. Sehari melakukan penyelidikan, polisi menerima informasi bahwa di sebuah warung, Jalan Sedap Malam, Denpasar terdapat sepeda motor tak bertuan parkir. Polisi pun meluncur ke TKP dan motor Suzuki FU DK 4174 TO ditemukan terparkir di sana. Ternyata, motor tersebut ditinggal tersangka di sana. ‘’Kami pun mengembangkan kasusnya dan pelakunya mengarah kepada tersangka,’’ ucapnya didampingi Iptu

Agus Prihadinika. Meski masih dalam batas kecurigaan, polisi mengamankan tersangka di kosnya, Kamis (23/6) pukul 23.00 wita. Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif di ruangan penyidik, tersangka akhirnya mengakui perbuatannya. Ia mencuri motor korban ketika korban sedang tidur di kamarnya. Tersangka mengembatnya dengan mudah karena stangnya tidak terkunci. Tersangka menuntun motor tersebut lalu dibawa ke Jalan Akasia, Denpasar. ‘’Saya mencuri motor tersebut karena punya utang Rp 800 ribu. Rencananya motor tersebut akan dijual dan utangnya akan dibayar saat hari raya Galungan,’’ ujarnya. (kmb21)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook