DIMENSI
6 RAMALAN
BINTANG
Bintang kalau sedang gelap, ada saja yang bikin ruwet dan ribet. Saatnya Anda mengadakan introspeksi diri dan evaluasi yang sudah terjadi. Banyak sabar, jaga kesehatan dan keuntungan serta rajin sembahyang. Dengan keluarga jangan emosi, izinkan kalau ada yang ingin cari rezeki. Asmara: Jangan banyak cincong, posisi Anda tidak bagus. Mengalah saja. Masa perubahan memang agak merepotkan, harus mau kerja keras dan mengikuti saran orang-orang yang sudah berpengalaman. Tingkatkan prestasi, maju terus pantang mundur, kejar kesuksesan dan keuntungan. Keluarga ikut mendukung, bila perlu tidak merepoti, bisa mengatasi sendiri. Asmara: Masalah kecil akan mereda atau hilang sendiri. Binalah saling mendukung cita-cita. Baru mulai bersemi jangan mengharap buah lebat dan untung besar. Perjuangan belum selesai, masih banyak kebutuhan yang tak disangka-sangka. Oleh sebab itu jangan berlaku boros. Lakukan sewajarnya saja. Keluarga sudah senang, karena Anda sudah sadar dan insyaf. Asmara: Optimis, minta doa restu Ortu. Kalau tidak boleh, jangan dilanjutkan. Ada Bintang Penolong. Kesulitan dan kebutuhan Anda akan diperhatikan oleh orangorang lama. Oleh sebab itu adakan silahturahmi, berkunjung kepada orang tuatua yang pernah membantu atau jadi atasan Anda. Keluarga masih menyenangkan dan bisa diajak musyawarah. Asmara: Yang Anda nanti-nanti datang, utarakan apa yang menjadi isi hati, jangan ragu-ragu. Penghasilan meningkat, apa yang Anda perjuangkan berhasil. Tentunya pikulan tanggung jawab Anda juga tidak ringan. Harus mau kerja keras, menyelesaikan tugas-tugas yang masih belum tuntas. Aturlah waktu dan tenaga, agar tidak terforsir. Sabar menghadapi kemelut keluarga. Asmara: Makan hati, pikiran ruwet, kesehatan terganggu. Carilah hiburan. Tetap sabar, rajin dan tekun, niscaya apa yang sudah Anda peroleh bisa tambah meningkat. Banyak yang simpati, bisa diajak kerja sama. Tugas yang menumpuk jangan dibiarkan, sebab bisa memutus kepercayaan. Berilah kesibukan pada keluarga yang punya kemampuan berkarya. Asmara: Rintangan dan kesulitan bisa diatasi bersama. Sering-seringlah komunikasi. Sebelum melaksanakan rencana baru, hendaknya diperhitungkan masakmasak, untung ruginya dan kelanjutannya. Jangan sampai berhenti di tengah jalan karena kekurangan dana. Keuangan harus dihemat, diperinci agar tidak boros. Kebutuhan keluarga juga tidak bisa diabaikan. Asmara: Jangan main-mainan atau coba-coba. Ingat hukum karma itu lebih kejam. Management yang Anda terapkan, ternyata membuahkan hasil yang memuaskan. Minggu ini rezeki lancar, banyak untung, ada objek baru. Aturlah waktu, agar tidak ada yang kosong. Tingkatkan semangat dan jangan lupa beramal. Keluarga banyak senang, sebab keinginannya Anda setujui dan Anda biayai. Asmaya: Banyak yang naksir, bagi yang sudah punya doi, jangan ingkar janji. Rencana yang sudah berjalan, mendapat dukungan untuk dilanjut. Bisa d i p e r b e s a r , dikembangkan ke daerah lain, boleh spekulasi. Sembahyang jangan dilupakan, bantulah orang-orang yang kesusahan. Keluarga jangan sombong, jangan takabur. Dengarkan nasihat Ortu. Asmara: Posisi Anda bagus, berilah keputusan untuk menikah. Kesabaran Anda membuahkan hasil, yaitu keselamatan. Ketekunan Anda dalam mengelola usaha atau bekerja, juga mendatangkan manfaat. Kini nasib berubah, menyenangkan, rejeki lancar, banyak orang memberi objek atau tawaran. Keluarga tentram, kesulitan hilang, hidup berkecukupan. Asmara: Yang putus bisa sambung lagi atau dapat ganti. Harap disyukuri. Minggu ini situasinya belum stabil, masih ada rintangan dan gosip. Tingkatkan kesabaran, tekun dan rajin bekerja. Jangan terpengaruh omongan orang lain. Konsentrasi jangan pecah, satu usaha atau tugas, diselesaikan dulu. Keharmonisan keluarga dipertahankan, jangan mengikuti hawa nafsu. Asmara: Jangan terpikat iming-iming atau ceritacerita yang menggiurkan. Waspadalah. Masih banyak hal yang harus diselesaikan, jangan menambah kegiatan baru yang bikin pikiran terganggu. Keuangan jadi kendala yang bisa bikin ribut. Kesehatan perlu dikontrol, periksa ke dokter. Situasi keluarga ruwet, banyak masalah dan tuntutan, jangan dimasukkan hati. Asmara: Jangan terlalu diharap, sebab bisa menderita. Pasrahkan kepada Tuhan YME.
Diasuh Oleh
Putri Wong Kam Fu Berlaku:
23 s.d. 29 Januari 2011
Minggu Umanis, 23 Januari 2011
Tugas Pemerintah dan Tokoh Agama Brahmane brahmanam, ksatriya rajanyam, marudbhyo vaisyam tapase sudram. (Yajurveda XXX.5) Maksudnya: Ya Tuhan telah menciptakan Brahmana untuk pengetahuan. Ksatria untuk perlindungan, Waisya untuk kesejahteraan ekonomi dan Sudra untuk pekerjaan jasmani. HUBUNGAN tokoh agama dan pejabat pemerintah menurut pandangan Hindu bagaikan hubungan antara Ksatriya Varna dengan Brahmana Varna. Menurut kekawin Ramayana hubungan antara Brahmana dan Ksatriya dinyatakan dalam bahasa Jawa Kuno dengan istilah ‘’jatinia padulur’’ maksudnya: harusnya searah dalam swadharma yang berbeda tetapi saling melengkapi. Manawa Dharmasastra I.89 menyatakan Ksatriya Varna itu wajib mengupayakan terwujudnya kehidupan masyarakat yang aman damai dan sejahtera (Prajanam Raksanam Daanam). Kalau ada program-program pemerintah (Ksatriya) tersebut yang belum berhasil bahkan ada yang gagal atau ada yang belum sempat dilaksanakan karena berbagai keterbatasan. Hal itu tentunya kurang tepat kalau kaum Brahmana Varna (tokoh agama) menuduh para Ksatriya Varna berbohong. Sebaliknya kalau ada sementara umat beragama melakukan tindakan kekerasan yang anarkhis mengatasnamakan agama yang dianutnya dan terjadinya kebobrokan moral dan kelemahan mental dalam berbagai bidang kehidupan, tentunya kurang tepat pula kalau para Ksatriya Varna di pemerintahan menuduh tokoh agama (Brahmana Varna) yang berbohong. Karena mendidik dan mengarahkan umat menjadi umat yang lembut dan tidak anarkis serta bermoral yang luhur menjadi tugas utama tokoh agama. Membangun kebaikan publik dalam kehidupan bersama akan berhasil apabila ada keseimbangan antara kepemimpinan yang benar dan baik serta dibarengi dengan kepengikutan yang benar dan baik pula. Kepemimpinan dan kepengikutan yang benar dan baik dibangun dengan cara demokratis dengan pertimbangan akal sehat dan kesadaran hati nurani bersih dan tulus. Membangun kebaikan publik dengan saling menyalahkan tentunya amat tidak produktif. Membangun kebaikan publik itu merupakan tanggung jawab bersama. Adanya dialog antara tokoh-tokoh agama dengan pemerintah di Indonesia baru-baru ini sesuatu yang seyogyanya disyukuri. Karena lewat dialog itu dapat mencegah adanya proses saling menyalahkan dapat disalurkan ke dialog positif untuk saling memahami tanggung jawab masing-masing dalam membangun kebaikan publik dengan bangsa. Semoga dialog tersebut berlangsung terus tahap demi tahap, sehingga setiap persoalan bangsa dapat diatasi tahap demi tahap. Persoalan akan semakin membesar kalau semua pihak saling menyalahkan. Semua pihak memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Waktu, tenaga dan biaya akan habis untuk saling menyalahkan. Kita bisa lupa akan swadharma masing-masing untuk kebaikan bersama. Untuk membangun kehidupan yang adil, aman, damai dan sejahtera dibutuhkan berbagai profesi. Mantra Yajurveda XXX.5 menyatakan Tuhan telah menciptakan empat profesi yang disebut Catur Varna
Oleh I Ketut Wiana yaitu Brahmana, Ksatriya, Vaisya dan Sudra Varna dengan swadharma masing-masing. Demikian juga Yajurveda XX.25 menyatakan di setiap negara hendaknya warga negara diperlakukan sebaik mungkin dan para Brahmana dan Ksatriya hidup dan berperan dalam keserasian, para ilmuwan atau Prajnyana mengabdi berdasarkan ilmunya masing-masing dengan tulus ikhlas. Yajurveda XXXII.16 menyatakan Brahmana dan Ksatriya hidup dalam kemuliaan (Sriyam asnutam). Tentunya yang termasuk kemuliaan itu tidak saling menyalahkan dan saling menuduh. Manawa Dharmasastra I.31 menyatakan tujuan Tuhan menciptakan Brahmana, Ksatria, Vaisya dan Sudra adalah untuk melingungi kebahagiaan dunia. Dalam Sloka tersebut dinyatakan dengan istilah ‘’Lokawiwriddhyartham’’. Kebahagiaan dunia itu menyangkut keamanan dan kemakmuran yang dibangun dengan landasan bermoral yang luhur dan mental yang tanggung. Membangun kebaikan publik seperti kebahagiaan bersama tidak mungkin hanya dengan satu golongan profesi saja. Tidak mungkin kebaikan publik itu hanya menjadi tanggung jawab Brahmana saja aau Ksatriya Varna saja. Sang Catur Varna harus bekerja sama seperti kerja sama musik Gamelan Bali. Semua unsur gamelan itu berbeda-beda bentuk suara dan alat pemukulnya. Begitu semua unsur gamelan itu serentak bersuara dengan berbagai perbedaannya itu maka keluarlah suara gamelan yang demikian indahnya. Demikian juga tokohtokoh agama, dengan para pejabat di pemerintahan bagaikan Brahmana dengan Ksatriya bekerja sama saling mendukung, karena sepanjang ia manusia pasti ada kekurangannya. Demikian juga para pengusaha aktif membangun kehidupan ekonomi yang adil bagaikan Vaisya Varna. Swadharma Vaisya Varna adalah membuka lapangan kerja, meningkatkan produksi barang dan jasa. Usaha itu dilakukan dengan menyalurkan tabungan masyarakat di bank sebagai modal. Dengan demikian akan menimbulkan multiflier effect yang lebih luas. Tabungan masyarakat di bank itu disalurkan pada sumber ekonomi potensial menjadi sumber ekonomi riil. Berbisnis itu harus patuh pada hukum dan tidak melanggar HAM. Pengusaha itu juga harus taat bayar pajak dengan jujur, membayar upah dengan adil dan ikut aktif menjaga kelestarian lingkungan alam. Demikian juga setiap warga negara yang baik tidak hanya biasanya menuntut hak saja tanpa melakukan kewajiban. Kabahagiaan publik tidak akan terwujud apabila Catur Varna tidak berfungsi secara seimbang dan terpadu. Demikian pula Catur Asrama seperti para Brahmacari, Grhasta, Warnaprastha harus berbuat sesuai dengan swadharmanya masing-masing. Marilah kita menyadari Swadharma kita masing-masing, kurangi saling menyalahkan dengan cara-cara yang emosional. Kalau ada kekurangan atau kesalahan pihak lain marilah tunjukan dengan cara yang etis penuh dengan pertimbangan akal sehat untuk kebaikan kita semua. Bukan dengan memojokan pihak lain agar mereka tersingkir dan kita merebut perannya untuk keuntungan politik dan merebut fasilitas yang bersifat materialistis.
MIMBAR AGAMA
Ambil Waktu Anda GAJI diri Anda perbuatan baik sendiri; itu saran yang bisa dilakuRedaktur untuk Anda yang kan dalam kehiduKhusus ingin hidup kaya pan ini. Ambil di masa mendawaktu Anda untuk MIMBAR tang. Di sisi lain, diri Anda sendiri Anda juga perlu seperti Anda meBUDDHA mengambil waktu nyisihkan penguntuk diri Anda hasilan Anda unDhana Putra sendiri. Bila Anda tuk mencapai kebisa melakukan bebasan finansial. keduanya; kehidupan Anda pasti Banyak orang yang menghabisakan lebih bahagia bukan hanya kan waktunya untuk orang lain. dalam kehidupan ini namun juga Minggu lalu, saya bertemu seorang dalam kehidupan yang akan da- kawan lama yang baru sembuh dari sakit. Saya sarankan untuk tang. Berapa gaji Anda? Berapa pun berlatih meditasi agar pikirannya jumlahnya, satu hal yang harus di- menjadi lebih tenang dan mudahingat bahwa Anda telah dibayar mudahan gangguan kesehatan oleh perusahaan tempat Anda bek- yang serius tidak muncul lagi. Dia erja sesuai dengan kesepakatan berusaha menolak dengan mengayang ada. Anda mendapatkan takan bahwa dia tidak ada waktu. penghasilan yang bisa diper- Kalau dia tidak ada di kantor, urugunakan untuk memenuhi segala san kantor akan berantakan, dan kebutuhan dan keperluan dalam sebagainya. Banyak orang yang demikian. hidup. Dengan uang yang ada, Anda bisa membeli empat kebutu- Dia tidak pernah berpikir dengan han dasar pakaian, makanan, tem- sebaliknya. Apa yang akan dia perpat tinggal, dan obat-obatan. Anda oleh ketika dia meninggal? Kantor juga bisa membeli kebutuhan lain- tempatnya bekerja hanya memnya yang tidak kalah pentingnya. berikan sedikit sumbangan dan Penghasilan yang besar tidak karangan bunga sebagai tanda tumenjamin Anda akan menjadi or- rut berduka cita. Kalau dia menang yang kaya. Salah satu saran inggal dunia, apakah badan usaha yang dianjurkan oleh penasihat tempatnya bekerja akan bangkrut? keuangan, motivator, dan sejum- Pemilik akan berusaha untuk menlah buku yang menjajikan cari penggantinya walau pun mukekayaan di masa depan adalah ngkin tidak sempurna seperti ukudengan mengaji diri sendiri. Mak- ran yang Anda miliki. sud ungkapan tersebut, Anda Banyak orang yang menghabisharus menyisihkan sebagian kecil kan waktu luangnya dengan penghasilan tersebut untuk disim- melakukan perbuatan yang kurang pan. Lakukan hal ini secara rutin. penting dan kurang bermanfaat. Anggap saja Anda sedang mengaji Mereka membicarakan orang lain, diri Anda sendiri. mengurus orang lain, bergosip, Gaji untuk diri Anda sendiri, menghibur diri secara berlebihan, tidak boleh dipergunakan. Disisi- dan melakukan kesenangan pribhkan dan disimpan setiap bulan se- adi yang pada umumnya dilandasi cara terus menerus hingga menca- dengan keserakahan, kebencian, pai jumlah tertentu dimana penda- dan tanpa pengertian benar. patan bunganya lebih dari cukup Bila Anda tidak punya waktu untuk membiaya hidup Anda. yang cukup karena memang benarDalam kondisi seperti ini, Anda benar menjadi manusia super siakan mengalami kebebasan finan- buk, ambil waktu Anda seminggu sial. Anda bisa bertahan hidup wa- sekali untuk melakukan perbuatan laupun tanpa bayaran dari atasan. baik. Pergi ke vihara, membaca Anda sudah menjadi orang kaya paritta, mendengarkan Dhamyang bebas secara finansial. madesana, berdiskusi Dhamma, Namun kehidupan di dunia ini berdana, bermeditasi, dan melakubukan hanya urusan menjadi or- kan perbuatan baik lainnya. Di ang kaya. Masih banyak harapan hari tertentu, Anda bisa menyisalain yang mungkin Anda miliki. kan waktu luang untuk berdana Anda ingin sehat, ingin panjang makanan di pagi atau siang hari umur, dan akhirnya mati masuk ke vihara. surga. Ketika kematian datang, ceAlangkah baiknya bila Anda bisa pat atau lambat, tidak ada yang mengambil beberapa jam dalam kebisa Anda bawa selain diri sendiri hidupan sehari-hari untuk diri dan hasil dari segala perbuatan Anda sendiri. Bila perlu, Ambil yang telah dilakukan. Kekayaan, waktu beberapa jam setiap hari pasangan hidup, keluarga besar, untuk duduk bermeditasi dan memnama besar, dan sebagainya tidak baca paritta serta melakukan perakan pernah ikut. buatan baik lainnya. Inilah tabunBagaimana Anda mewujudkan gan untuk kebahagiaan hidup Anda harapan yang satu ini? Anda han- bukan hanya dalam kehidupan ya perlu menyisihkan waktu untuk yang sekarang, namun juga untuk diri Anda sendiri. Jangka waktu kehidupan yang akan datang. untuk diri Anda sendiri, bukan unSebelum terlambat; sisihkan tuk orang lain. Waktu untuk ber- pendapatan Anda untuk hari tua. buat baik; membaca paritta, ber- Mudah-mudahan Anda bisa menmeditasi, berdana, mendengarkan capai kebebasan finansial. Sisihceramah Dhamma, diskusi Dham- kan waktu Anda untuk diri sendima, membantu orang lain, peduli ri; melakukan berbagai perbuatan dengan sesama, mencintai keluar- baik dalam kehidupan sehari-hari. ga dan semua orang atau semua Semoga Anda tambah sehat, tamkehidupan, dan masih banyak lagi bah sukses, tambah bahagia.
Topeng Gajah Mada di Blahbatuh BLAHBATUH adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Gianyar yang kaya akan peninggalan purbakala dan benda-benda bersejarah. Di sebelah timur pasar desa Blahbatuh terdapat sebuah pura kuno yang sangat megah dan indah. Pura itu bernama Pura Gaduh, sebuah tempat penyimpanan benda-benda bersejarah yang didirikan untuk menghormati jasa Mahapatih Kebo Iwo, seorang pahlawan kesayangan raja Asta Sura Ratna Bumi Banten yang tewas di kerajaan Majapahit. Di sebelah selatan persimpangan jalan dari Bedaulu ke Gianyar terdapat sebuah pura bersejarah yang disebut Pura Kutri. Di atas puncak bukit di pura tersebut terdapat sebuah arca Dewi Durga yang tingginya 220 cm. Arca yang dibuat dari batu padas yang sangat indah merupakan perwujudan Ibunda Raja Airlangga yang bergelar Putri Gunapriyadharmapatni. Patung itu berasal dari awal abad XI. Di atas sungai Petanu memasuki Desa Blahbatuh dari Denpasar terdapat sebuah pura kecil yang bernama Pura Penataran Topeng. Di pura itu disimpan sejumlah topeng-topeng sakral yang dinamakan Topeng Gajah Mada. Topeng-topeng itu kini sudah dipindahkan ke Puri Agung Jelantik Blahbatuh dan menurut sumber terpercaya bahwa topeng-topeng itu sering ditampilkan sebagai pergelaran Topeng Pajegan pada upacaraupacara besar di sekitar Desa Blahbatuh untuk pengukuhan sebuah upacara keagamaan. Pada tahun 1937 seorang sarjana Belanda bernama H.H. Noosten melakukan penyelidikan tentang topeng Gajah Mada tersebut dan menerbitkan hasil penelitiannya dalam Majalah DJAWA Nomor 3, Mei 1941 dengan judul “Topeng-topeng Bersejarah di Pura Penataran Topeng Blahbatuh (Bali)”.
Uraian panjang itu dilengkapi dengan foto-foto hitam putih yang dramatis, serta penjelasan oleh I Gusti Gede Lanang, seorang mantan punggawa distrik Blahbatuh pada masa itu. Menurut peneliti di atas, topeng sebanyak 21 buah itu menggambarkan tokoh-tokoh sejarah Majapahit dan Bali yang berkisar lebih dari 3 abad yaitu mulai tahun 13251650. Para ahli belum menemukan dari mana asal topengtopeng Gajah Mada yang tersimpan di Blahbatuh itu dan m a s i h meragukan apakah benar topengtopeng itu berasal dari Jawa Timur? Menyusun sebuah sejarah meng e n a i topengtopeng Bali m e m a n g merupakan suatu hal yang sulit. Namun demikian, kita masih bisa melihat kembali peninggalanpeninggalan kuno yang berupa prasasti-prasasti dan lontar-lontar. Pada masa pemerintahan raja-raja Bali Kuno ditemukan sejumlah prasasti yang menyebutkan adanya pertunjukan topeng. Prasasti itu meliputi prasasti Bebetin (896 M), prasasti Tengkulak A (1049-1077 M), prasasti Belantih A (1058 M), prasasti Julah (1065 M), prasasti Pandak Bandung (1071 M),
dan lain-lain, kesemuanya menyebutkan pertunjukan topeng sebagai partapuka atau atapukan. Selanjutnya salah satu karya sastra yang barangkali mendekati kebenaran mengenai sejarah topeng Gajah Mada ini adalah lontar Ularan Prasraya. Dalam lontar
BPM/ist ini diceritakan tentang pemerintahan Dalem Waturenggong yang bertahta di Gelgel tahun 1460-1550. Pada masa pemerintahannya, beliau berniat untuk menaklukkan Blambangan. Maka itu
dikirimlah sepasukan tentara di bawah pimpinan Patih Ularan dan ditemani oleh I Gusti Jelantik Pasimpangan. Pada pertempuran itu, Sri Dalem Juru, raja Blambangan dapat ditaklukkan. Pada saat itu pula, Patih Ularan dan I Gusti Jelantik Pasimpangan merampas barang-barang sebagai bukti bahwa mereka berdua telah berhasil mengalahkan Blambangan. Di antara benda-benda yang dibawa dari Blambangan adalah dua buah gong, satu peti topeng, dan sekotak wayang gambuh. Topeng Gajah Mada dan sekotak Wayang Gambuh itu kini juga masih berada di Blahbatuh. Setelah Dalem Waturenggong wafat, beliau diganti oleh putra mahkota yang bernama Dalem Bekung memerintah pada tahun 1550-1580. Kemudian setelah meninggal Dalem bekung diganti oleh Dalem Sagening yang memerintah Gelgel pada tahun 1580-1665. Pada pemerintah Dalem Sagening ada 3 orang keturunan I Gusti Jelantik Pasimpangan yang bernama I Gusti Ngurah Jelantik, I Gusti Gede Tusan, dan I Gusti Gede Lebah. Pada saat inilah diduga salah seorang dari keluarga I Gusti Ngurah Jelantik itu menarikan Topeng Pajegan dengan menggunakan topeng-topeng
yang diperoleh dari Blambangan. Kemudian setelah kerajaan Gelgel dipindahkan ke Semara Pura (Klungkung) dan pada pemerintahan Dalem Wirya Sirikan kira-kira pada tahun 1879, semua topeng-topeng sakral Gajah Mada itu dipindahkan ke Blahbatuh oleh keturunan keluarga I Gusti Ngurah Jelantik. Untuk sekian abad topengtopeng itu disimpan di Pura Penataran Topeng Blahbatuh dan baru-baru ini dipindahklan ke Puri I Gusti Agung Jelantik untuk keamanan dan pemeliharaan benda-benda bertuah itu. Menurut penjelasan dari I Gusti Gede Lanang, mantan punggawa distrik Blahbatuh dan pengamatan Tim Peneliti ASTI Denpasar pada tahun 1986, terdapat 21 buah topeng dan menurut ikonografi topengtopeng itu, hanya 6 buah yang menggunakan canggem merupakan gaya topeng-topeng dari Jawa dan selebihnya topengtopeng yang tidak menggunakan canggem kiranya dibuat di Bali. Adapun tokoh-tokoh topeng yang didaftar oleh H.H. Noosten dalam artikelnya yang berjudul “De Historische Maskers van Poera Panataran Topeng te Blahbatoe (Bali)” atau “Topengtopeng Bersejarah di Pura Panataran Topeng Blahbatuh (Bali)” antara lain Danghyang Kepakisan (seorang pendeta Siwa yang juga disebut pandita Paramarta, guru agama dari Patih Gajah Mada di Majapahit. Ki Gusti Pinatih, patih Majapahit yang tertua yang mengambil Papak Mada sebagai anak angkatnya dan mengawinkannya dengan Ni Gusti Ayu Bebed. Sira Patih Gajah Mada yang juga disebut Mpu Mada, patih Majapahit sejak pemerintahan Sri Kala Gemet sampai raja Hayam Wuruk. zI Made Bandem