Skip to main content

Edisi 11 Juni 2011 | Balipost.com

Page 23

Sabtu Kliwon, 11 Juni 2011

NUSANTARA

23

’’Pawintenan’’ Jero Mangku I Wayan Dendu sebagai Bhawati di Padangsambian Denpasar (Bali Post) I Wayan Dendu (70), Selasa (7/6) malam melaksanakan ritual pawintenan (inisiasi) untuk menjadi Bhawati. Upacara yang dihadiri sekitar 800 orang terdiri atas warga dan pemuka adat Desa Pakraman Padangsambian, Denpasar Barat, warga Maha Gotra Pasek Sanak Sapta Resi (MGPSSR), Ketua MGPSSR Kota Denpasar, dan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Denpasar. Ketika welaka (sebelum menjadi jero mangku), I Wayan Dendu adalah seorang wiraswasta yang aktif dalam kegiatan sosial seperti memimpin persatuan sepak bola dan bola voli Padangsambian, aktif dalam kepengurusan LKMD Desa, pernah menjadi Klian Banjar dan Kepala Lingkungan Balun, Padangsambian. Dalam enam tahun terakhir, Jero Mangku I Wayan Dendu sudah menjalankan pengabdiannya membantu umat menggelar upacara bersama untuk membantu warga Pasek yang kurang mampu. Di luar desa, Jero Mangku Wayan Dendu berpartisipasi dalam perbaikan Pura Lempuyang Madya (Karangasem) dan Petilasan Karangpandan, Solo. Dalam dharma wacananya, Ida Pandita Mpu Nabe Acharyananda (Giriya Mumbul Sari, Serongga) antara lain menegaskan pentingnya manusia menghayati dan mengamalkan ajaran satyam yaitu kesetiaan pada kebenaran. Ritual inisiasi dipimpin nabe napak Ida Pandita Mpu Nabe Wiweka Anandha Tenaya dari Giriya Wana Kertha Wangi, Jeruk Manis, Jembrana. Bertindak selaku nabe saksi masing-masing Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Rekananda (Kayumas Kelod, Denpasar) dan Ida Pandita Mpu Nabe Dhaksa Mertha Yoga (Giriya Agung Beraban, Denpasar). Proses inisiasi berlangsung khusyuk, ditandai dengan proses nyeda raga, yakni saat I Wayan Dendu diselimuti kain putih seperti orang meninggal, dan tidur selama sekitar satu jam. Acara dilanjutkan dengan penyucian, dan pawintenan, diakhiri dengan persembahyangan keluarga. Atas nama keluarga, I Wayan Rasna Jaya, S.E. dan Ni Ketut Lilik Witari, S.E. menyampaikan terima kasih kepada segenap undangan, tokoh masyarakat, pimpinan adat Desa Pakraman Padangsambian dalam acara pawintenan Jero Mangku I Wayan Dendu. Juga terima kasih kepada warga Pura Panti Agung Pasek Gelgel dan warga Pasek di Padangsambian. (r/*)

Bali Post/ist

PAWINTENAN - Jero Mangku I Wayan Dendu saat melakukan ‘’pawintenan’’ menjadi Bhawati, di Jero Rasna Jaya, Jalan Gunung Agung, Denpasar.

In Absensia Dari Hal. 1 Pengadilan in absentia, imbuhnya, dalam sistem peradilan yang menjunjung check and balances tidak banyak diakui komunitas hukum internasional. Karena itu, hasil pengadilan tersebut bisa saja tidak diakui pemerintah negara lain. Itulah yang kemudian menyulitkan pengembalian aset terpidana koruptor .(kmb/net)

Figur Tua Dari Hal. 1 Selebihnya terdapat 25 persen responden yang menilai Puspayoga belum tepat untuk mengisi jabatan gubernur lima tahun ke depan. Responden berpendapat, kolaborasi kepemimpinan yang menyandingkan figur tua dan muda masih diperlukan. Terobosan paket pemimpin saat ini juga termasuk ideal dan patut dilanjutkan. Selain itu, kini makin banyak kasus adat yang mengemuka memerlukan pendekatan yang lebih intensif dan bijaksana. Responden kelompok ini juga menilai mekanisme pemilihan gubernur sangat ditentukan oleh elite politik dan respons publik, bukan semata berdasarkan figur yang disodorkan. Pencitraan diri sampai saat pilkada digelar juga akan sangat menentukan tingkat dukungan publik. Sementara responden yang menolak memberikan respon mencapai 22 persen. Mereka menilai pergerakan di dunia politik sangat cepat dan terkadang tak terukur. Responden yang menolak memberikan komentar umumnya hanya berharap Bali ke depan dipimpin oleh figur yang ideal dan mampu memimpin Bali. Sementara itu, jika dianalisis berdasarkan respons publik per kabupaten/kota, akumulasinya adalah sebagai berikut. Di Kabupaten Karangasem, responden yang menilai Puspayoga tepat menjadi gubernur lima tahun ke depan mencapai 56 persen. Di Klungkung yang memandang tepat mencapai 43 persen. Di Kabupaten Negara terdapat 43 persen yang menilai Puspayoga tepat menjadi gubernur lima tahun ke depan. Di Kabupaten Bangli terdapat 43 persen yang menyatakan tepat. Di Kabupaten Klungkung terdapat 43 persen yang menyatakan Puspayoga layak menjadi gubernur. Sedangkan di Kabupaten Karangasem, responden yang menyatakan Puspayoga tepat menjadi gubernur lima tahun ke depan mencapai 53 persen. Selain di kabupaten tersebut, di Gianyar dukungan terhadap Puspayoga sebagai gubernur lima tahun mendatang mencapai 43 persen. Di Kota Denpasar terdapat 64 persen responden yang menyatakan Puspayoga tepat menjadi gubernur Bali. Sedangkan di Kabupaten Badung, respons publik atas pertanyaan ini juga dominan menilai Puspayoga tepat menjadi gubernur Bali lima tahun ke depan. Persentasenya mencapai 54 persen. (pusat data)

Cari Solusi Dari Hal. 1 Menyusul kebijakan penghentian ekspor sapi ke Indonesia selama enam bulan ke depan, Presiden mengatakan harus dicarikan solusi serta menetapkan kebijakan jangka pendek, menengah, dan panjang. ‘’Kalau tidak dilakukan langkah-langkah yang tepat terkait kebijakan pemerintah Australia itu, kecukupan atau suplai daging sapi di negeri ini bisa terganggu,’’ ujarnya. Masalah lain yang bisa muncul akibat kebijakan Australia itu, bisa membuat harga daging sapi naik. Karenanya, diperlukan stabilitas ketersediaan daging yang cukup dan stabilitas harga yang juga bisa dijaga. Apalagi, Juli-Agustus akan memasuki bulan Ramadan yang berlanjut dengan hari raya Idul Fitri. Hal ini akan meningkatkan

konsumsi daging. Untuk mengatasi penghentian suplai daging sapi dari Australia ini, pemerintah akan melakukan empat langkah kebijakan. Pertama, memastikan pasokan daging sapi untuk enam bulan mendatang cukup. Kedua, pemerintah akan terus menjaga stabilitas harga daging sapi. Ketiga, instansi terkait perlu menginvestigasi RPH. Jika ada rumah potong yang tak memenuhi persyaratan, maka pemerintah harus menertibkannya. Terakhir, pemerintah akan mengedepankan kebijakan jangka menengah dan panjang. Presiden berharap kasus ini dijadikan cambuk untuk memobilisasi semua yang dimiliki untuk mempercepat swasembada daging sapi. Sanksi ini, diminta Presiden, dijadikan momentum, peluang dan tekad agar Indonesia siap setiap saat menghadapi situasi seperti ini. (kmb4/010)

Bali Post/edi

KAYONAN - Presiden Yudhoyono membuka PKB ditandai dengan ‘’nanceb’’ Kayonan, Jumat (10/6) malam kemarin. Selain PKB saat itu juga dibuka Utsawa Dharma Gita (UDG) XI tingkat Nasional dan Bali World Culture Forum (BWCF) 2011.

Kepala Daerah Harus Ikuti Langkah SBY Jakarta (Bali Post) Wakil Ketua DPR-RI Priyo Budi Santoso mengatakan ketegasan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menyatakan istri dan anak-anaknya tidak akan maju menjadi kandidat presiden pada pemilu 2014, harus diteladani oleh para kepala daerah di seluruh Indonesia. ‘’Saya menyerukan kepada bupati dan wali kota untuk meniru Pak SBY yang melarang keluarga dekatnya maju, sepeninggal jabatannya. Sebab, politik dinasti dalam perpolitikan kurang baik bagi keberlangsungan demokrasi,’’ kata Priyo, Jumat (10/6) kemarin. Ia menyambut positif langkah SBY yang mengawali pemutusan mata rantai politik dinasti. Priyo juga menilai apa yang disampaikan oleh SBY tersebut benar-benar tulus. ‘’Itu dikemukakan untuk menjawab berbagai spekulasi seputar kemungkinan capres yang berasal dari keluarga Yudhoyono,’’ imbuhnya. Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo berpendapat bahwa pernyataan SBY tersebut memiliki makna ganda. ‘’Jangan terpaku pada kalimat ‘istri dan anak-anak saya tidak akan mencalonkan diri’ atau ‘saya tidak mempersiapkan siapa-siapa untuk menjadi capres 2014’. Yang harus dicermati adalah kalimat bersayapnya, yaitu ‘siapa pun punya hak konstitusional dan biar rakyat yang berbicara pada tahun 2014 mendatang’,’’ ungkapnya. Kalimat itu, dinilai bersayap. Anggota DPR dari Fraksi Golkar yang kerap mengelurkan pernyataan kritis ini justru berpandangan ucapan SBY itu menjadi pintu masuk bagi kerabatnya. ‘’Jadi, kalau rakyat, termasuk konstituen Partai Demokrat, meminta Ibu Ani atau siapa pun maju, itu tidak salah,’’ imbuhnya. Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Pembina DPP Partai Demokrat (PD) Marzuki Alie menilai pernyataan SBY bahwa dirinya tidak akan mencalonkan lagi termasuk melarang anak-anak dan istrinya mencapreskan diri serta tidak sedang menyiapkan siapa pun menjadi

Hidung Belang Dari Hal. 1 Setiap transaksi, ia mengaku tidak sendirian, tetapi dibantu seseorang yang bertugas mencari pria hidung belang. Untuk sekali transaksi, tersangka mengaku mematok harga sebesar Rp 700 ribu. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 500 ribu diberikan kepada CN, sedangkan sisanya sebesar Rp 200 ribu diambil FC. Setelah mencapai kesepakatan, tugas FC yaitu mengantarkan CN ke hotel yang sudah ditetapkan. Menurut Anom Wibowo, terbongkarnya kasus tersebut bermula ketika ada informasi masyarakat yang menyebut ada perdagangan anak di bawah umur di sebuah hotel di Surabaya. Pihaknya langsung meluncur ke lokasi dan berhasil menangkap tiga orang sekaligus. Informasi yang beredar, ternyata masa lalu FC dipenuhi kisah suram. Ia mengaku pernah menjadi korban layaknya CN. Perempuan dengan rambut sebahu itu pernah dijual oleh rekannya, bahkan dia juga mengaku kecewa dengan sikap pacarnya. (ant)

capres adalah pernyataan pribadi SBY. Sebab, keputusan siapa yang akan dicalonkan oleh PD menjadi presiden bukan merupakan kewenangan SBY sendiri namun merupakan keputusan Majelis Tinggi PD. ‘’Keputusan Majelis Ting-

gi adalah satu-satunya mekanisme di PD untuk menentukan siapa yang akan diajukan sebagai capres dan itu merupakan aturan yang ada dalam AD/ART partai, kata kader Demokrat yang menjabat Ketua DPR-RI ini. (kmb4)

Konsep Keberagaman Dari Hal. 1 Gubernur Bali Made Mangku Pastika melaporkan tema sentral yang diusung PKB XXXIII adalah ‘’Desa Kala Patra: Adaptasi Diri Dalam Multikultur’’. Tema ini mengandung makna betapa pentingnya adaptasi dan toleransi dalam mewujudkan keharmonisan sosial masyarakat Bali yang saat ini sudah sangat beragam. Konsep keberagaman tersebut sejalan dengan filosofi manyama braya sebagai perilaku hidup yang sudah dikembangkan oleh masyarakat Bali secara turun-temurun. ‘’Saya berharap, tema ini makin mengukuhkan jiwa para seniman dan masyarakat Bali untuk membentengi eksistensi budaya Bali dari derasnya pengaruh budaya global,’’ kata Mangku Pastika. Pada kegiatan PKB melibatkan 334 sekaa atau grup kesenian dari kabupaten/kota seBali dengan dukungan lebih dari

15 ribu orang seniman. Di samping itu, PKB juga dimeriahkan 24 partisipan luar daerah dari 16 provinsi dan tujuh partisipan luar negeri dari lima negara yakni Jepang, Amerika Serikat, India, Malaysia dan Australia. ‘’Kehadiran kesenian luar daerah dan luar negeri sangat penting dalam memberikan warna penyelenggaraan PKB sebagai wahana saling mengisi dan saling menukar pengalaman dan pengetahuan kebudayaan, baik antarseniman maupun komponen masyarakat daerah sebagai upaya memperkaya khazanah budaya bangsa,’’ tegasnya. Setelah membuka PKB secara resmi, Presiden SBY didampingi istri berbaur dengan ribuan masyarakat Bali untuk menyaksikan sendratari kolosal ‘’Bhisma Dewabharata’’. Pagelaran yang digarap apik oleh ISI Denpasar merupakan pagelaran perdana pada PKB XXXIII. (kmb13/bit)

GANGGUAN KARENA SAKIT MAAG SEKARANG SUDAH PERGI Banyak yang mengatakan, kebiasaan yang kita lakukan sehari-hari akan berpengaruh besar pada hidup kita. Dengan demikian, tak heran jika seseorang yang memiliki pola hidup yang kurang sehat seperti sering telat makan, terserang penyakit maag. Di tengah aktifitasnya yang padat sebagai seorang ibu rumah tangga sekaligus karyawan swasta, Maria Alfonsa Astiwiyani menderita sakit maag, “4 bulan terakhir ini maag saya sering kambuh, perut jadi sering sakit.” Cerita wanita berusia 29 tahun tersebut. Tak mau berlama-lama aktifitasnya terganggu, wanita yang tinggal di Kec. Mengwi, Kab. Badung, Bali itu pun mulai tertarik mencoba Gentong Mas, “Sebelum minum Gentong Mas maag saya selalu kambuh, benar-benar tidak nyaman. Tapi sekarang tidak lagi. Setelah minum dengan rutin selama 1 bulan, sekarang saya merasa sehat, sakit maag sudah pergi.” Terang ibu 1 orang anak itu dengan bahagia.Gastritis atau lebih dikenal sebagai

maag berasal dari bahasa Yunani yaitu Gastro, yang berarti perut/lambung dan Itis yang berarti inflamasi/peradangan dengan gejala-gejala seperti perih atau sakit seperti terbakar pada perut bagian atas yang dapat menjadi lebih baik atau lebih buruk ketika makan, mual, muntah, kehilangan selera, kembung, terasa penuh pada perut bagian atas setelah makan, kehilangan berat badan. Ia pun kini ingin sekali membagi pengalaman baiknya tersebut dengan orang lain, “Semoga pengalaman yang saya rasakan ini dapat bermanfaat bagi orang lain.” Harapnya. Gentong Mas adalah minuman herbal dengan kandungan vitamin dan nutrisi bermutu. Bahan utama Gentong Mas yaitu Gula Aren dan Nigella Sativa (Habbatussauda) terbukti memiliki banyak manfaat. Habbatussauda bermanfaat untuk memelihara pembuluh darah, perbaikan sistem saraf, optimalisasi aktifitas hormon, meningkatkan proses penyembuhan dinding lambung, meningkatkan daya tahan tubuh dan bersifat anti bakteri. Selain itu juga, Habbatussauda dapat mengatasi gangguan tidur dan relaksasi. Cabe Jamu yang terdapat dalam Gentong Mas bermanfaat untuk mempercepat penyembuhan mukosa lambung. Sedangkan

kandungan yang terdapat dalam Kayu Manis bersifat anti kembung dan mules. Kapulaga dalam Gentong Mas bermanfaat sebagai anti muntah serta radang lambung. Dan Gula Aren bermanfaat untuk menurunkan penyerapan lemak dan perbaikan sistem saraf. Untuk hasil cepat dan maksimal dianjurkan untuk makan teratur, hindari alkohol, rokok, kendalikan stress, dan jika memungkinkan hindari obat penghilang nyeri. Manfaat yang hebat bagi kesehatan dan rasa yang lezat membuat semakin banyak masyarakat yang mengkonsumsi Gentong Mas. Untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.gentongmas.com. Bagi Anda yang membutuhkan Gentong Mas bisa didapatkan di apotek/ toko obat terdekat atau hubungi: Denpasar:0 3 6 1-2753912/ 0 8 1 3 3 7 5 7 1 4 5 7. Badung:0 3 6 1 1 8 6 1 9 9 0 7. Tabanan:0 8 1 2 2 0 4 3 8 6 8 5. Gianyar:0 8 1 3 3 8 9 0 7 2 7 5 .Buleleng:0 8 1 3 3 7 5 7 1 4 5 7. Jembrana:0 8 1 5 5 7 4 4 1 3 6. Bangil:0 8 5 7 1 7 6 9 5 2 4 0. Klungkung:0 8 1 3 3 8 4 8 3 4 3 4. Karang Asem:0 8 1 3 3 7 5 7 1 4 5 7. Matarm/Ntb:0 8 1 3 3 8 3 5 5 6 6 1. Depkes:P-IRT:812.3205.01.114. Adv.0009482-adv-11

U.0000063-pgbt-11


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Edisi 11 Juni 2011 | Balipost.com by e-Paper KMB - Issuu