Skip to main content

Bali Post - Senin, 20 Oktober 2008

Page 10

10

Senin Umanis, 20 Oktober 2008

Indonesia Sapu Bersih Emas Seni

FIGUR

Denpasar (Bali Post) -

Pesilat Indonesia tampil gemilang dengan menyapu bersih dua medali emas nomor seni pada Asian Beach Games (ABG) I/2008 di Tanjung Benoa, Nusa Dua, Badung, Minggu (19/10) kemarin. Kedua emas dipersembahkan atlet Bali, I Gusti Ngurah Arya Yudaparmita yang turun di nomor tunggal putra, dan pasangan Sang Ayu Ketut Sidan Wilantari/Ni Made Dwi Yanti di ganda putri.

Bali Post/022

I Gusti Ngurah Arya Yudaparmita

Jadwal Padat

AGENDA pesilat Gusti Ngurah Arya Yudaparmita tahun ini benar-benar padat. Usai merebut perak pada PON XVII di Kaltim, dia dipanggil mengikuti seleknas Asian Beach Games (ABG). Ngurah Arya diseleksi bersama peraih perunggu Kusnajaya (Jabar) karena sang jawara Eko Wahyudi (DKI) memilih fokus menjadi pelatih. Ngurah Arya lolos seleksi sehingga berhak berlaga dalam ABG I/2008 di Bali. Ia pun memberi bukti berupa medali emas pada pertarungan di Pantai Tanjung Benoa, Nusa Dua, Badung, Minggu (19/10) kemarin. ‘’Saya bangga sekali bisa mendulang emas untuk bangsa,’’ ucap pesilat kelahiran Gerokgak, Buleleng, 20 April 1989 ini. Jadwal kegiatan mahasiswa semester III FPOK Undiksha Singraja ini tidak sampai di sini. Ngurah Arya juga dipersiapkan mengikuti Pekan Olahraga Mahasiswa (POM) ASEAN di Kuala Lumpur, Malaysia, Desember mendatang. ‘’Saya harus masuk pelatnas November nanti,’’ jelas putra kedua pasangan Gusti Nyoman Partayasa dan Putu Sudarmini ini. Ngurah Arya menekuni silat sejak duduk kelas I SD lewat PSPS Bakti Negara Ranting Pekutatan, Jembrana. Ia bisa turun di nomor laga dan seni sekaligus. Pada Popwil di Kalteng 2007 lalu, dia mengawinkan emas nomor laga (kelas F) dan seni. ‘’Namun, saat ini saya konsentrasi di nomor seni,’’ tuturnya. (nel)

Indonesia Perkuat Pertahanan Denpasar (Bali Post) Setelah membantai Timor Leste 9-1, tim sepak bola Indonesia akan menghadapi lawan kuat Qatar pada laga kedua Grup A cabang sepak bola pantai di Pantai Mertasari, Sanur, Denpasar, Senin (20/10) ini mulai pukul 09.30 wita. Pelatih sepak bola Indonesia Ida Bagus Mahayasa secara khusus memperkuat lini pertahanan timnya menjelang duel kedua ini. ‘’Jujur saja, Qatar adalah tim kuat. Postur pemainnya tinggi dan memiliki kecepatan yang luar biasa. Yang pasti mereka akan bermain lebih agresif. Oleh karenanya, kami akan lebih fokus pada lini pertahanan,’’ kata Mahayasa di Kuta, Badung, Minggu (19/10) kemarin. Bercermin dari penampilan perdana melawan Timor Leste, ia menilai lini pertahanan perlu dibenahi. Beberapa kali pemain Timor Leste melakukan serangan berbahaya ke gawang Indonesia. ‘’Melawan Timor Leste saja kita sempat kewalahan apalagi menghadapi Qatar yang ditopang pemain berkualitas,’’ paparnya. Mahayasa yakin para pemainnya tidak akan seleluasa melakukan serangann sporadis seperti saat melawan Timor Leste. ‘’Namun, bukan berarti Indonesia akan bertahan total. Anak-anak tetap diinstruksikan bermain menyerang jika situasi memungkinkan. Ibaratnya, kita melihat momentum yang tepat untuk keluar menyerang,’’ tandas pria berusia 39 tahun ini. Menurut dia, duel melawan Qatar ini merupakan pertarungan krusial mengingat dalam laga terakhir (23/10), tim yang dimanejeri I Made Sumer ini akan menghadapi lawan lebih tangguh lagi, Uzbekistan. Indonesia saat ini memimpin Grup A dengan nilai 3, namun posisi tim Merah Putih belum aman karena masih harus melewati dua lawan kuat. Baik Mahaysa maupun Sumer berharap para pemain tidak terlena dengan kemenangan telak atas Timor Leste. ‘’Para pemain harus bermain lepas, jangan memikirkan hasil akhir,’’ kata Sumer yang juga Ketua PSSI Bali. Sementara bomber andalan Indonesia I Dewa Kadek Dwipayudha berjanji akan tampil habishabisan. Anggota Brimob Polda Bal ini tampil sebagai bintang saat Indonesia melawan Timor Leste. Ia memborong lima gol dari sembilan yang bersarang ka gawang lawan. ‘’Mudah-mudahan kami bisa melakukan yang terbaik meski Qatar adalah tim kuat. Bagi saya semua tim memiliki kelemahan dan kelebihan, Qatar pun pasti punya kelemahan,’’ kilahnya.

Perolehan Medali Sementara 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Indonesia Vietnam Cina Myanmar Brunei Makau Malaysia Filipina

Emas

Perak

Perunggu

5 0 0 0 0 0 0 0

1 2 1 1 0 0 0 0

0 0 0 0 1 1 1 1

Tim Peliput Daniel Fajry, Giriana Saputra, Suharto Olii

gan. Satu-satunya pasangan yang gagal meraih medali atau peringkat keempat adalah Nordinawati Mohd Sadali/ Norishah Anwar (Singapura). Pelatih silat seni Indonesia Wayan Suwita optimis cabangnya akan mendapat emas lagi lewat perjuangan Luh Putu Sepyanawati (tunggal) dan Hamdani/Yusuf (Jatim). ‘’Kami yakin mereka mampu menyumbang emas. Pesaing terberat datang dari pesilat Vietnam,’’ ungkapnya. KONI Pusat menargetkan cabang silat menyumbang empat emas untuk kontingen Indonesia. Mengingat dua emas sudah di tangan, berarti tinggal dua lagi yang harus diburu. ‘’Meskipun kami tidak boleh takabur, saya yakin silat bisa menyabet minimal empat emas,’’ ucap Suwita.

Laga Senin (20/10) ini, tiga atlet Indonesia dari nomor tanding atau laga akan bertanding pada babak semifinal. Ni Nyoman Suparniti (kelas D putri) akan bertemu Monruthai Bangsalad (Thailand). Pada babak penyisihan, pesilat Bali tersebut mengalahkan Emy Latip (Malaysia) dengan angka telak, 5-0, sedangkan Monruthai menang telak atas Marie Charilou Rabino (Filipina) 5-0. Diyan Kristianto yang turun di kelas A putra akan bertemu Amirul Ahat (Brunei Darussalam), disusul Ria Puspitasari yang turun di kelas A putri yang mendapat bye dan akan bertemu Nga Latip (Vietnam).

Voli Belum Terbendung Denpasar (Bali Post) Tim bola voli putra dan putri Indonesia melangkah mulus ke babak berikutnya setelah mencatat kemenangan pada hari kedua Asian Beach Games (ABG) I/2008 di Sanur, Denpasar, Minggu (19/10) kemarin. Tim putra-putri Indonesia 1 dan 2 terus melaju dengan mengalahkan lawan-lawannya. Tim putra Indonesia 1 yang diperkuat Ardiansyah/ Darkucoro tidak terlalu sulit untuk mengalahkan tim India 1 (Poothathan/Pradeep) dengan skor 2-0 (21-11, 21-15).

Sementara tim putra Indonesia 2 (Suratna/Santoso) harus berjuang lebih keras untuk menekuk tim Pakistan 2 (Khan/Shanzad) dengan skor 2-0 (21-18, 21-15). Di bagian putri, tim Indonesia 1 (Siam Ayu/Rahawarin) juga tanpa kesulitan untuk mengalahkan tim Bangladesh 1 (Khatun /Akther) dengan angka 2-0 (217, 21-9). Namun, tim Indonesia 2 yang menurunkan duet Ni Putu Nimy/Kapasiang sempat mendapat perlawanan sebelum akhirnya menang

2-0 (21-17, 21-16) atas Filipina 2 (Bautistan/Brillo). Tim Indonesia 2 telah mengantungi dua kemenangan, setelah hari pertama Sabtu (18/10) lalu menekuk Laos 1 2-0 ( 2118, 21-9). Pada pertandingan lanjutan Senin (20/10) pagi ini, tim putra Indonesia 1 akan menghadapi Yaman 1 dan Indonesia 2 menantang Filipina 1. Sementara tim putri Indonesia 1 menghadapi Korea 2 dan Indonesia 2 menjajal kekuatan tim Yordania 2.

Denpasar (Bali Post) Peselancar asal Bali, Made Widiarta, berhasil merebut medali emas nomor shortboard cabang selancar (surfing) di Pantai Kuta, Badung, Minggu (19/10) kemarin. Menariknya, medali emas Widiarta diperoleh setelah bertarung dengan sepupunya Made Raditya di partai final. Widiarta mengumpulkan nilai 18,50, sedangkan Raditya mengemas nilai 17,20. Meski medali emas di nomor ini sudah pasti di tangan Indonesia, kedua atlet Indonesia itu tetap bersaing ketat. “Sejak awal saya sudah yakin ke final, namun tak menduga bakal ketemu dia (Raditya),’’ kata

Widiarta. Menyinggung strateginya sehingga bisa mengalahkan Raditya di final, Widiarta mengatakan, semuanya berkat taktik yang tepat. “Saya buat gerakan maksimal dan trik gerakan yang belum pernah dia lakukan. Itu ternyata cukup manjur untuk saya mendapatkan poin bagus,” tuturnya. Widiarta mengakui suksesnya ini tidak terlepas dari kondisi alam yang mendukung. “Angin tidak terlalu kencang, begitu juga arus yang ada di laut. Jadi, praktis tidak terlalu ada kendala tentang alam di sini. Ini membantu saya bisa melakukan gerakan dengan

maksimal,” tambahnya. Pelatih cabang selancar Indonesia Made Suwitra mengatakan, tidak terkejut dengan hasil yang dicapai anak asuhnya. Dia sudah meramalkan final sesama atlet Indonesia di nomor itu jauh sebelumnya. “Saya sudah menduga keduanya bakal jumpa di final karena selama latihan mereka berdua ini sangat pesat perkembangannya,” katanya. Dengan sukses Widiarta ini, Suwitra optimis target dua medali emas yang dibebankan oleh KONI Pusat bakal tercapai. Kans merebut medali lainnya menurut dia datang dari nomor aerial putra.

Widiarta Rebut Emas Selancar

Hadapi Qatar Pagi Ini

NO Negara

Ngurah Arya Yudaparmita merebut emas srtelah mengumpulkan nilai 457. Ia mengungguli Anh Nguyen Viet dari Vietnam (450) yang kebagian perak dan Muhammad Khairul Bahrin D. (Brunei/449) yang mendulang perunggu. Sementara Sang Ayu Ketut Sidan Wilantari/Ni Made Dwi Yanti berjaya setelah mengumpulkan poin 570. Binh Nguyen Thi/Thao Vu Thi (Vietnam/562) menyusul di tempat kedua, dan perunggu disabet Maslinda Zakaria/ Kamilah Sulong (Malaysia/ 535). Nomor ganda putri ini hanya diikuti empat pasan-

Pelatih Indonesia lainnya Indro Catur mengatakan, keberhasilan pasangan Wilantari/Dwi Yanti karena memiliki tenaga atau stamina dan kekayaan gerak yang baik. ‘’Mereka memperagakan jurus tangan kosong, golok, toya dan bebas dengan baik. Nilai yang dikumpulkannya jauh dari lawan-lawannya,” sebut pria asal Jawa Tengah ini.

Made Widiarta

Bali Post/ant

Bali Post/ant

MEDALI EMAS - Pasangan Sang Ayu Ketut Sidan Wilantari/Ni Made Dwi Yanti dan I Gusti Ngurah Arya Yudaparmita, menyumbang medali emas untuk Indonesia dari silat nomor seni.

Presiden Taekwondo Dunia di Bali Denpasar (Bali Post) Presiden World Taekwondo Federation (Federasi Taekwondo Dunia) Chung Won Choue berada di Bali dan menghadiri pembukaan Asian Beach Games (ABG) I/2008 di GWK, Sabtu (18/10) malam. Pria asal Korea itu rencananya bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. ‘’Mr. Chung Won Choue datang ke Bali atas undangan khusus Ibu Rita Subowo (Ketua Umum KONI/KOI),’’ ujar Wakil Ketua Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PB TI) Lioe Nam Kiong di Hotel Nikko, Nusa Dua, Jumat (17/10) lalu. Kehadiran Presiden WTF itu disambut hangat pengurus PB TI, Pengurus Provinsi (Pengprov) TI Bali di antaranya Toni Hartanto (ketua umum), AA Wiryadana (ketua harian), Jony Kasman (bidang pelatih), Ade Iwan Setiawan (mantan atlet Bali), Imelda Pricilia Jublina Kasman (atlet junior putri yang akan mengikuti kejuaraan dunia di Korea) dan belasan taekwondoin dari Dojang Remaja Bayangkara Club. Chung Won Choue menyatakan sangat terkesan dengan keindahan Bali serta sambutan para pengurus, pelatih, atlet taekwondo di sini. ‘’Munculnya atlet-atlet muda dari Indonesia sangat membanggakan saya. Ini mengindikasikan taekwondo di Indonesia sudah

Bali Post/eka

TAEKWONDO - Wakil Ketua PB TI Lioe Nam Kiong (dua dari kiri) bersama pengurus TI Bali dan atlet taekwondo putri di Nusa Dua. Inset: Presiden WTF Chung Won Choue. maju, tidak berbeda dengan di 188 negara lainnya. Atlet taekwondo Indonesia memiliki talenta yang tinggi,’’ ujarnya. Di bagian lain, Lioe Nam Kiong menyatakan pujian Presiden WTF tersebut merupakan tantangan bagi dirinya. Menurutnya, PB TI selalu menjalankan program pembinaan dan mengikuti perkembangan taekwondo dunia melalui event-event internasional. Pihaknya akan mengirim 16 atlet senior, empat senior B dan empat junior ke kejuaraan Korea Terbuka yang digelar di Suwon, 1-5 November. Sementara dalam waktu dekat ini 16 atlet (delapan putra dan delapan putri) diberangkatkan ke

Amerika Serikat. ‘’Agenda kami cukup padat,’’ ungkap Lioe Nam Kiong. Toni Hartanto dan pelatih Jony Kasman menyatakan sangat gembira atas perhatian Presiden WTF dan PB TI terhadap Pengprov TI Bali serta dipilihnya Imelda Pricilia Jublina Kasman menjadi delegasi Indonesia pada turnamen dunia di Korea. ‘’Semoga Imelda mampu menjawab kepercayaan tersebut dengan prestasi yang baik,’’ kata Jony Kasman, ayah dan pelatih Imelda. Imelda sendiri bertekad berjuang maksimal pada kejuaraan internasional pertama yang akan diikutinya. (kmb11/*)

Perahu Naga Kejutkan Cina Denpasar (Bali Post) Luar biasa, itulah kalimat yang pantas dialamatkan kepada cabang olahraga perahu naga (dragon boat). Pada hari kedua Minggu (19/10) kemarin, cabang yang pertandingannya dilangsungkan di Dam Suwung, Denpasar, ini menghasilkan dua medali emas bagi kontingen Indonesia. Dua medali emas itu diperoleh dari nomor 1000 meter putra-putri. Yang paling dramastis ketika tim putri harus berjuang keras karena bersaing ketat dengan tim Cina. Perjuangan Sarce Aronggaer dan kawankawan untuk mendapatkan emas baru bisa dipastikan 10 meter menjelang finis. Tim Cina yang memimpin

sejak star terkejut karena tidak menyangka tim Indonesia bisa menyalip. ‘’Puji Tuhan, kemenangan ini sangat membanggakan dan sunggguh membahagiakan. Apalagi kami bisa mengalahkan tim Cina,’’ ujar Sarce, yang aslinya adalah atlet kano. Sebaliknya, tim putra yang salah satunya diperkuat juara dunia junior kano 2007, Eka Octarianus, masih terlalu tangguh bagi lawan-lawannya. Sempat diimbangi pada 250 meter awal, tim putra langsung melejit bagai anak panah. Atlet Indonesia yang sudah tiga bulan berlatih di Dam Suwung, langsung meninggalkan para pesaingnya. Mereka masuk garis finis pertama dengan catatan

waktu 4 menit 29,24 detik. Posisi kedua diraih Myanmar (4.34.29) diikuti Filipina di posisi ketiga (4.42.91). ‘’Nomor 1.000 meter putra-putri memang merupakan target kami dan ternyata target itu tercapai. Di nomor yang lainnya kita berharap dapat membuat kejutan untuk memperoleh emas,’’ ujar Komandan Kontingen Indonesia Djoko Pramono yang tidak hentihentinya memberi semangat bagi perjuangan pedayung Indonesia. Cabang perahu naga memperebutkan enam set medali emas. Pada Senin (20/10) pagi ini akan diperlombakan nomor 500 meter putra-putri. Indonesia masih berpeluang untuk menambah medali emas.

Burung Jalak Bali

Simbol ABG Bermuatan Filosofis

Denpasar (Bali Post) Burung Jalak Bali (Leucopar Rothschildi) layak menjadi maskot Bali Asian Beach Games (ABG) I/2008 yang berlangsung di Bali, 18-26 Oktober. Keindahan Curik berwarna putih itu tiada duanya di kolong langit ini dan hanya ada di Pulau Dewata. ‘’ABG yang merupakan implementasi sport turism dan budaya sangat pantas mengusung Jalak Bali sebagai maskot karena memiliki nilai historis dan kaya muatan filosofis,’’ ujar Deputi Suport Bali Asian Beach Games Organising Committee (BABGOC) Rahmat Gobel di Denpasar, Minggu (19/ 10) kemarin.

Jalak Bali ditempatkan sangat tinggi pada ajang ABG yang melibatkan 45 negara di Asia, termasuk oleh Sekretaris PT Pertamina, Sudirman Said, Ketua Friends of National Parks Foundation (FNPF) dan Pengurus Yayasan Begawan Giri, I Gede Bayu Wirayudha. Sudirman Said mengatakan Pertamina memiliki komitmen mendukung konservasi Jalak Bali lewat program Neo Habitat (NB). Untuk itu, pihaknya akan melakukan penanaman 4.000 bibit pohon talak atau kersen dan tanaman lainnya. Pohon talak merupakan sumber makanan utama Jalak Bali dan sejumlah spesies burung lainnya

yang hidup di Nusa Penida, Klungkung. ‘’Dalam ikut ambil bagian pada pembangunan SDM berkualitas, Pertamina memberi dukungan di bidang olahraga, pembangunan pendidikan, sosial dan lingkungan. Ini merupakan wujud nyata Pertamina untuk program social responsibility,’’ ujar Sudirman Said yang pada kesempatan itu menyerahkan bantuan kepada Bayu Wirayuda. Atas suport penuh untuk ABG, perusahaan minyak dan gas bumi itu ditetapkan sebagai prestige partner dan enviromental partner. Pada bagian lain, Gede Bayu Wirayuda menyatakan

sangat terkesan atas perhatian Pertamina. Selama ini pihaknya mendapat donasi dari luar negeri untuk pelestarian Jalak Bali. Dijadikannya Jalak Bali sebagai simbol ABG dinilainya sangat bagus di tengah-tengah usaha mempertahankannya setelah sebelumnya terancam punah. Menurut dia, burung Jalak Bali sempat mengalami masa suram karena sering ditangkap lalu diperjualbelikan dengan harga puluhan juta. Sejak 2006 burung ini mulai dilestarikan di atas tanah 10 hektar di Nusa Penida. ‘’Kini Jalak Bali sudah beranak cucu di Nusa Penida. Jumlahnya sudah lebih dari 100 ekor,’’ ujar Bayu. (kmb11/*)

Bali Post/eka

BANTUAN - Sekretaris PT Pertamina, Sudirman Said, menyerahkan secara simbolis bantuan 4.000 bibit pohon talak kepada Ketua FNPF I Gede Bayu Wirayudha (tengah) di Sanur, Minggu (19/10) kemarin.


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Bali Post - Senin, 20 Oktober 2008 by e-Paper KMB - Issuu