Jumat Umanis, 19 Desember 2008
INTERAKTIF
13
WARUNG GLOBAL INTERAKTIF-BALI POST
Masyarakat Harapkan Pemerintah Transparan Kelola Pajak Orang bijak taat bayar pajak. Slogan ini diharapkan tidak sekadar slogan tetapi harus diwujudkan oleh masyarakat. Tentunya harus dibarengi juga dengan petugas pajak yang benar-benar taat pada aturan dalam memungut pajak karena ada kesan wajib pajak yang berada pada masyarakat menengah ke bawah membayar pajak dengan jujur sesuai dengan kewajibannya. Sementara di sisi lain bagi wajib pajak yang bergerak di dunia usaha, misalnya, mereka ada negosiasi dengan petugas pajak untuk menghindari pajak atau membayar kurang dari jumlah seharusnya. Hal lain yang perlu dipertanggungjawabkan pemerintah, dikemanakan pajak masyarakat tersebut? Masyarakat tentu berharap adanya transparansi sehingga masyarakat merasa lega kewajiban yang telah mereka bayar bisa pula dinikmati oleh masyarakat seperti untuk fasilitas jalan yang baik, penerangan listrik dan lainnya. Demikian salah satu opini yang muncul dalam acara Warung Global, yang disiarkan Radio Global 96,5 FM, Kamis (18/12) kemarin. Berikut rangkuman selengkapnya.
J
ujur di Tabanan mengharapkan agar pemerintah telaten dalam pengenaan pajak, terutama untuk masyarakat menengah ke bawah agar tidak menjual tanahnya karena tidak kuat membayar pajak. Ini yang harus dilindungi. Tetapi kalangan pembisnis kalau kita hitunghitung dari pendapatan pajak dari parkir sampai yang elite untuk Bali tidak kekurangan untuk bayar pajak. Sekarang transparansi pajak itu tingkat kebocorannya harus dideteksi, berapa riil yang ada di Bali ini. Untuk itu ada sistem komputer. Jangan sampai tingkat kebocoran lebih tinggi dari yang dipungut. Gede Biasa di Denpasar menjelaskan, masyarakat menengah ke bawah bagaimana bisa mengelak, pasti membayar pajak seperti PBB dan lainnya. Yang tidak rajin bayar pajak adalah mereka yang justru punya banyak usaha karena ada saja yang dilakukan untuk memanipulasi pajak. Memang sulit dibuktikan karena di sana ada permainan, istilahnya kongkalikong yang sudah disepakati sedemikian rapinya, sehingga baunya saja ada tapi kalau dicari tidak ada. Seperti itulah kenapa pemerintah selalu mengimbau seperti itu. Karena data yang ada menunjukkan bahwa penerimaan pajak sebenarnya yang harus diterima banyak tetapi dalam realitasnya bisa sedikit. Di mana menguapnya? Ini adalah tugas pemerintah untuk melakukan penertiban, pendataan ulang, juga pembinaan mentalmental pemungut pajak. Kalau ini bisa dibenahi diyakini penerimaan pajak bisa ditingkatkan bahkan tiga kali lipat. Alit di Kapal mengatakan bahasa pemasarannya ‘’orang bijak taat bayar pajak’’ tetapi sampai saat ini di undangundang pajak kompensasinya diatur oleh pemerintah. Atas nama aturan akhirnya pemerintah bisa ‘’sewenang-wenang’’ dalam mengelola pajak itu. Adanya imbauan Gubernur agar kita rajin bayar pajak tidak ada masalah. Yang namanya listrik, barang-barang kita bayar pajak. Masalah yang perlu ditekankan, kenapa kita selaku masyarakat tidak bisa mengecek ke mana jalurnya pajak yang kita bayarkan? Sutama di Kerobokan merasa tersinggung, berapa kendaraan kita miliki setiap tahun kita bayar, telepon juga kena PPN, rekening listrik juga kena pajak. Ketut Suprapta di Denpasar memaparkan pernah melihat adanya negosiasi antara petugas pajak dengan wajib pajak yakni oknum pengusaha pemilik toko. Karenanya diharapkan kepada Gubernur Mangku Pastika agar pegawai pajaknya dituntut untuk transparan. Edy di Denpasar mengatakan di jalan ada tulisan ‘’orang bijak taat bayar pajak’’, sekarang seharusnya pejabat bijak hati-hati menggunakan pajak, diharapkan agar transparan. Sementara bagi rakyat sendiri rasanya tanpa imbauan dari Gubernur pun rakyat sudah bayar pajak, mulai listrik, kendaraan. Di samping itu belanja di swalayan pun sudah ada PPN 10%. Sekarang yang menjadi akar permasalahan, dikemanakan pajak tersebut? Ini harus ada transparansinya. Jaya Pamungkas di Denpasar menilai ironis ajakan dari Gubernur Bali yang baru. Kalau kira-kira rakyat kecil mustahil untuk bayar pajak, karena seperti membeli kendaraan tidak punya STNK jelas kita ditilang di jalanan. Daripada ditilang lebih baik diurus. Demikian juga pajak tanah, ketika kita tidak bayar, tindakan aparat pasti ada terhadap masyarakat. Tanpa diajak pun pasti sudah bayar pajak, tetapi masih ada kampung-kampung yang tidak dapat jalan dan listrik. Putu Landuh di Nusa Penida menjelaskan masyarakat pasti sudah punya kesadaran. Yang jelas jangan hanya pajak yang dituntut, seperti di Nusa Penida jalan pun harus diperhatikan. panca
Radio SINGARAJA FM. Anda Punya Keluhan Layanan Umum? Kirim SMS Anda Ke 081338922290. Caranya Tulis BT < Spasi > Tulis Laporan Layanan Umum Anda.
Frekuensi: 92,0 MHz. Tlp: 0362-42187
Bau dan Merusak Pemandangan
Tumpukan Sampah di Pantai Legian TUMPUKAN sampah di pantai Legian merusak pemandangan dan bau yang tidak sedap. Untuk itu LPM Kuta agar menghubungi DKP guna menambah truk pengangkut sampah. Karena setiap harinya truk pengangkut sampah hanya satu. Jadi sampah itu tidak semua terangkut. Demikian antara lain disampaikan masyarakat dalam acara Bali Terkini yang disiarkan Radio Global FM, Singaraja FM dan Radio Genta Suara Sakti Bali, Kamis (18/12) kemarin.
kang Kampus Ekonomi Unud karena tiang tersebut sudah rusak, tinggal tunggu tumbang dan makan korban. Hal tersebut sudah berlangsung lama.
Lubang 1 Meter
Jangan Dibiarkan
Saya mengeluhkan jalan berlubang di Jalan Yos Sudarso ujung barat Tabanan yang panjang lubangnya 1 meter. Karena jalan ini dilalui oleh para siswa, jadi saya mohon kepada PU Tabanan agar memperhatikan, karena kalau dibiarkan akan memakan korban.
Dengkek, Tabanan
Sampah Bau
Tumpukan sampah di pantai Legian membuat pemandangan dan bau yang tidak sedap. Untuk itu saya mohon kepada LPM Kuta agar menghubungi DKP guna menambah truk pengangkut sampah. Karena setiap harinya truk pengangkut sampah hanya satu. Jadi sampah itu tidak semua terangkut.
Awe, Legian
Sangat Gelap
LPJ mati lima titik, tepatnya di seputaran Jembatan Mambal. Untuk itu saya mohon diperbaiki, kalau tidak jalan tersebut sangat gelap.
Ngurah Murdiana, Abiansemal
LPJ Mati
Jalan Tukad Batanghari 11 A LPJ mati 10 titik. Saya mohon pihak yang terkait memperhatikan.
Ibu Agung Adi, Sesetan
Bantu Jembatan
Saya mengharapkan kepada Pemkab Gianyar untuk membantu pembuatan jembatan di Banjar Tegehe yang menghubungkan Banjar Penida, Desa Batuan. Karena jembatan ini tidak bisa dilintasi oleh kendaraan beroda empat, disebabkan konstruksi jembatan sangat sederhana dari swadaya masyarakat. Jadi untuk itu saya mohon bantuannya.
Sudira, Batuan
Tanggulangi Kemiskinan
Saya sangat prihatin dengan situasi bangsa kita. Ketika harga BBMturun,hargabarangmelambungtinggi.Jadikemiskinanmendominasi bangsa kita. Tapi di sisi lain pemerintah bersama DPR sibuk mengurusi undang-undang yangtidakmenguntungkanrakyat. Ini akan menimbulkan korban. Yang menjadi pertanyaan saya, kenapapemerintahdanDPRhanya menimbulkan peristiwa yang mengakibatkan korban? Kenapa tidakmencarijalanmenanggulangi kemiskinan?
Gusti Guatama, Tampaksiring Gede Biasa, Denpasar
Lama Rusak
Bapak Bupati Badung dan Camat Petang tolong perhatikan jalan aspal lorong Puputan Margarana, Pangsan - Babakan yang sudah lama rusak. Saat hujan air tergenang, lumpur, juga listrik, tiangnya ke Babakan belum masuk. Dimohon perhatiannya, warga sekitar sangat mengharpkan adanya perhatian pemerintah dan PLN.
Rah Gus, Petang Badung
Sering Mati
Saya ingin bertanya kepada PT PLN Bali, kenapa listrik di wilayah Kuta sebagian sering mati dan tidak tanggung-tanggung 1 hari bisa mati 3 kali. Sedangkan Kuta sebagian lagi tetap menyala. Mohon kepada PLN agar meningkatkan mutu pelayanannya kepada masyarakat.
Panji, Kuta
Rusak Parah
Kepada Dinas Bina Marga Badung tolong dong buka kacamatanya lihat jalan Kekeran Kapal rusak parah.
Wayan Kacir, Kekeran Mengwi
Masih Marak
Bapak Kapolres Buleleng, Kapolsek Busungbiu, kenapa di Kecamatan Busungbiu togel masih semarak? Apa aparat tidak berani tangkap bandar/ cukong dan pengecer togel?
Ketut Suardika, Sepang
Bendera Parpol
Saya usulkan kepada KPU Bali, untuk semua bendera parpol peserta Pemilu 2009 alangkah bagus sekali apabila bendera-bendera parpol dipasang pada tiang bendera yang ada di bekas Puspem Badung. Tentu sesuai nomor urut masing-masing parpol. Di samping kelihatan menarik juga sebagai daya tarik wisata. Sebab, jalan tersebut sering dilewati wisatawan asing maupun domestik.
Atmaja, Denpasar
Gambar Caleg
Tidak salah lagi Gianyar dijuluki kota seni dan budaya apalagi ditambah dengan pemasangan gambar calon legislatif serta atribut partai politik peserta pemilu.
Putu Kasir, Ketewel
Tiang Rusak
Mohon kepada pihak terkait supaya bisa mengganti tiang telepon di Jalan Ida Bagus Oka, Gg. Rencong tepatnya di depan tempat penitipan anak di bela-
Agus Bili Mori, Denpasar
Terjadinya kasus adat di Gianyar karena pemerintah tidak tegas dan kurangnya persamaan persepsi dengan tokohtokoh masyarakat sehingga kalau pejabat turun tidak mau didengar oleh masyarakat. Kalau ada kasus jangan dibiarkan berlarut-larut seperti benang kusut, ada tim ahli yang bisa dimintai pendapat. Seperti ada awig-awig yang bengkok seharusnya di amputasi karena zaman sudah berubah.
I Putu Suartika, Padang Tegal Ubud
Contoh Tak Baik
Contoh tidak baik kepada media televisi, saya harap kisah Syekh Puji dan Ulfa tak usah terus diberitakan secara heboh dan dibesar-besarkan. Karena itu contoh yang tidak baik bagi generasi muda Indonesia. Kami sudah muak menonton dan mendengarnya.
Adi Kusuma, Jembrana
Sebulan Mati
Kami mohon dari dinas terkait memperhatikan LPJ di Jalan Raya Taman Ayun, sudah 1 bulan mati di lingkungan Banjar Darmayasa, Gulingan Mengwi, pas di sebelah timur banjar.
Pak Adi, Mengwi
Minyak Tanah
Harga minyak tanah di warung-warung bervariasi, ada Rp 4.000/liter dan ada yang Rp 3.500/liter. Berapa HET minyak tanah saat ini? Seiring dengan turunnya harga BBM, diharapkan agar pemerintah menurunkan harga sembako yang saat ini masih melambung tinggi di pasaran.
Artika, Banyuasri Buleleng
Sidang DPR
Sangat kecewa dengan para wakil rakyat yang duduk di DPR. Kenapa kalau ada sidang membahas undang-undang tidak pernah ada yang datang apalagi ini menyangkut pendidikan.
Koming, Panji Buleleng
’’Sweeping’’ HP
Saya sangat setuju dengan adanya sweeping HP di SMA Sukasada. Mohon lakukan sweeping secara berkelanjutan di sekolah yang lain dan sebaiknya pihak sekolah melarang siswa membawa HP ke sekolah.
Ibu Mawar, Goris Buleleng (tri/dwi)
Bali Post/Ist.
PENGABDIAN - Program Putra-Putri Kampus Ajeg Bali 2008 sarat dengan pengabdian, pendidikan dan pelayanan terhadap masyarakat.
Ikatan Putra-Putri Kampus Ajeg Bali 2008
Selenggarakan Lomba Pidato hingga Bakti Sosial IKATAN Putra-Putri Kampus Ajeg Bali yang memiliki visi dan misi untuk menjadi duta pendidikan Provinsi Bali tampaknya tidak pernah vakum untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan. Tercatat selama empat bulan terakhir sudah berbagai jenis kegiatan yang diadakan oleh para anggota ikatan yang berasal dari berbagai perguruan tinggi ternama di Bali ini. Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi bakti sosial pembersihan pantai, lomba pidato, serta yang paling anyar adalah bakti sosial pembersihan pura dan penyerahan punia berupa perlengkapan persembahyangan di Pura Jagatnatha pada Sabtu, 6 Desember 2008 lalu. Selain melibatkan anggota Ikatan Putra-Putri Kampus Ajeg
Bali, kegiatan-kegiatan tersebut juga diikuti oleh pelajar SMP dan SMA/SMK se-Kota Denpasar. Ketua panitia baksos di pantai Kuta, I Komang Edy Mulyawan, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menunjukkan kepada wisatawan bahwa pelajar Bali juga mempunyai kepedulian terhadap lingkungan, sehingga hal ini akan menambah citra positif Bali sebagai daerah tujuan wisata. Sementara itu, Ni Komang Indra Wahyuni yang merupakan ketua panitia lomba pidato mengungkapkan, kegiatan tersebut sebagai wadah untuk mengembangkan potensi dan kemampuan berbahasa para pelajar Bali.‘’Inimerupakanbentukpengabdian kami selaku duta pendidikan Provinsi Bali. Kami ingin
menunjukkan bahwa Ikatan Putra-Putri Kampus Ajeg Bali tidak hanya aktif di bidang pendidikan tetapi juga memiliki kepekaan terhadap lingkungan dan agama Hindu,’’ ungkap I Wayan Adi Antara, Ketua Ikatan PutraPutri Kampus Ajeg Bali 2008. Adi juga mengatakan dalam beberapa bulan ke depan, Ikatan Putra-Putri Kampus Ajeg Bali tahun 2008 akan mengadakan seminar,pentassenidanroadshow pentingnyapendidikantinggikebeberapa kabupaten di Bali. ‘’Kami akan selalu melibatkan pelajar Bali untuk ikut serta dalam berbagai kegiatan sebagai wujud eksistensi kami, sekaligus mempersiapkan diri untuk pemilihan Putra-Putri Kampus Ajeg Bali tahun 2009 yang akan digelar Mei tahun depan,’’ungkapAdi.(r/*)
Diresmikan, Pasemetonan Agung di Tabanan
Jangan Lestarikan Sejarah yang Salah PASEMETONAN Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori Provinsi Bali baru-baru ini meresmikan dan mengukuhkan Pasemetonan Agung di tingkat Kabupaten Tabanan. (Di tingkat Provinsi Bali, Sekretariat Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori beralamat di Jl. Patimura 53 Denpasar 0361.7806788/ 0361222469). Dalam kesempatan tersebut hadir pimpinan pasemetonan yakni Brigjen Pol. (Purn) NG Suweta (Ketua Umum), I Gst. Putu Hadipta (Wakil Ketua I), Dr. Shri I Gst. Ngrh. Arya Vedakarna MW Suyasa III (Wakil Ketua Umum II) serta jajaran pengurus provinsi lainnya. Selain itu tampak juga Ida Pandita Sri Bhagawan Dwija Putra Yoya Wiswa yang ikut memberikan restu dalam acara tersebut. Tampak hadir pula perwakilan dari Puri Agung Tabanan dan Puri Agung Kerambitan Tabanan. Adapun maksud dan tujuan dari pembentukan pasemetonan, menurut Dr. Vedakarna yang membidangiorganisasidipasemetonan, sebagai wujud untuk melestarikan pelurusan sejarah Ida Batara Dalem Benculuk Tegeh Kori. ‘’Selaku warih Dalem Tegeh Kori,kamisangatprihatinjikaada
upaya dari beberapa pihak di Bali untuk memutarbalikkan fakta atau sejarah Ida Batara Dalem Benculuk Tegeh Kori. Memang kami akui masing-masing dadia atau puri di Bali mempunyai beragam versi tentang Ida Batara Dalem Tegeh Kori, tetapi adalah sebuah hak dan kebutuhuan bagi kami yang merupakan warih beliau untuk meluruskan sejarah yang benar sesuai dengan kajian akademis yang bertanggung jawab,’’katanya. Hal ini, menurutnya, untuk menghindari adanya multitafsir yang sangat politis mengingat zaman ketika dinasti Tegeh Kori dihancurkan (kagebug) oleh dinasti lain, ada penafsiran sejarah
keliru. Maka tak heran, banyak semeton Tegeh Kori yang nyineb wangsa untuk beberapa alasan. ‘’Kita sedang perjuangkan hal tersebut, dan perjuang tidak bisa dilakukan sendiri tetapi oleh organisasi,’’ ungkap Vedakarna. Untuk itu akan diadakan Mahasabha Tegeh Kori pada 2009 nanti. Dalam mahasabha tersebutlah segala rumusan akan menjadi ketepatan bagi semeton Tegeh Kori di seluruh Indonesia. Terpilih menjadi pengurus di Tabanan I Gusti Putu Suartha (Ketua) dan I Gusti Komang Wirata, S.H. (Sekretaris) didampingi jajaran pengurus lainnya. (r/*)
Bali Post/Ist.
TEGEH KORI - Walau sebagai keturunan Raja Badung I yakni Ida Batara Dalem Benculuk Tegeh Kori, pembentukan pasemetonan bukan untuk mengembalikan feodalisme tetapi menjaga kebudayaan dan sejarah leluhur.
U.305347-mbl