KOTA
2 FIGUR Perbanyak Karma BALI sudah amat terkenal memiliki nilai kearifan lokal dalam mengawal kelestarian alam. Selain konsep Tri Hita Karana, Bali memiliki Tumpek Pengatag atau Tumpek Uduh. Melalui rerahinan Tumpek Pengatag, sesungguhnya umat Hindu diajak menghormati ciptaan Ida Sang Hyang Widi (Tuhan) berupa tetumbuhan atau tanaman. ‘’Begitu bagusnya konsep pelestarian alam yang kita miliki, sesungguhnya yang diperlukan ke depan BP/lun adalah lebih banyak implementasi (action). Jadi, berkarma untuk pelestarian alam amat perlu ditingkatkan intensitasnya. Dalam konteks ini, gerakan penghijauan mesti terus ditingkatkan, sehingga alam Bali menjadi lebih hijau, segar dan indah,’’ kata guru besar IHDN Denpasar Prof. Ketut Subagiasta, D.Phil., Senin (9/2) kemarin. Di samping di kalangan akademis, gerakan penghijauan itu penting terus digelorakan di semua komponen masyarakat. Dengan hijaunya palemahan Bali, musibah longsor dan banjir pada musim hujan seperti sekarang semoga bisa diminimalisasi. Sebaliknya, pada musim kemarau Bali tidak mengalami krisis air bersih. ‘’Kawasan hulu (uluning) Bali penting dijaga agar tetap hijau. Dengan hijaunya kawasan hulu, air akan selalu tersedia di danau-danau. Melalui danau inilah ketersediaan air bersih akan tetap tercukupi. Karenanya, danau jangan sampai dieksploitasi. Karena itu sangat tepat pemimpin Bali melarang investasi di kawasan danau,’’ ujarnya. (lun)
DENPASAR & SEKITARNYA Ceramah Pers Sekolah SERANGKAIAN Hari Pers Nasional (HPN), Senin (9/2) kemarin, siswa SMA Tunas Daud Denpasar mengadakan ceramah soal industri pers nasional dan pers sekolah serta perkembangannya. Ceramah dikaitkan dengan rencana sekolah ini menerbitkan majalah sekolah. Tampil sebagai pembicara Made Sueca dari Bali Post yang memaparkan pers nasional dan manajemen penerbitan sekolah. Kepala SMA Tunas Daud, Frisca Kurniawati, S.Pd., S.H., M.Pd., berharap dengan penyegaran dalam bidang pers, anak asuhnya yang berminat di jurnalistik makin bergairah untuk bisa menelorkan majalah sekolah perdana. Apalagi anakanak SMA Tunas Daud dikenal sering meraih juara dalam lomba koran dinding. (025)
Sertijab di RS Sanglah SERAH terima jabatan (sertijab) bagi dua jabatan struktural dan delapan kepala instalasi di RS Sanglah berlangsung Senin (9/2) kemarin. Khusus jabatan struktural diganti bagian Kasubag Humas yang sebelumnya dipegang Putu Putra Wisada, S.H., M.M. kini dijabat dr. IGNA Putra Wibawa. Sementara Putu Putra Wisada kini menjabat Kepala Bagian Umum RS Sanglah menggantikan I Wayan Mandra, S.Sos. Sementara itu ada delapan jabatan kepala instalasi yang juga dilakukan mutasi. (kmb24)
Seminar Gangguan Skizofrenia SEBANYAK 7.000 orang di Bali diperkirakan mengalami gangguan jiwa berat yang tidak tertangani. Gejala-gejala berupa menarik diri dari pergaulan, lebih sering berada di kamar, bengong, berbaring atau melamun, emosinya tumpul, mukanya datar tidak berekspresi baik saat ia sedih atau tertawa semuanya tanpa ekspresi hingga mengamuk merupakan bentuk yang banyak dijumpai. Banyak dari masyarakat menganggap hal ini sebagai kutukan Tuhan dan tidak dapat disembuhkan sehingga tidak jarang dari mereka harus dirantai, diblagbag, dikurung dan dikucilkan. Namun kenyataannya banyak dari mereka berhasil untuk bangkit dan mampu merasakan indahnya hidup jika ditangani dengan baik. Melihat hal tersebut di atas, maka Suryani Institute for Mental Health (SIMH) bekerja sama dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa (PDSKJI) Bali, Yayasan Wredha Sejahtera (YWS) Bali dan RRI Denpasar bermaksud mengadakan kegiatan ‘’Seminar Gangguan Skizofrenia’’ yang akan dipandu oleh Prof. Dr. dr. Luh Ketut Suryani, Sp.KJ.(K). Kegiatan ini terbuka untuk umum dan akan diadakan pada Sabtu (14/2) pukul 09.00-12.00 wita di Wantilan DPRD Bali, Renon. Untuk keterangan lebih lanjut, hubungi Sdri Tesna di 0361-467553. (r)
Proyek SMK Pertanian Petang Mengecewakan Denpasar (Bali Post) Catatan proyek bermasalah di Badung semakin panjang saja. Bahkan, SMK Pertanian Petang yang selama ini dibangga-banggakan Bupati Badung pun, ternyata cacat fisik. Pasalnya, dalam sidak beberapa waktu lalu, DPRD Badung menilai kualitas proyek teramat mengecewakan. Legislatif mensinyalir proyek pembangunan SMK tersebut dilakukan setengah hati. ‘’Kami dibuat kecewa saat sidak dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga dan Asisten II beberapa waktu lalu. Kualitas fisik SMK itu sangat mengecewakan. Kelihatan sekali proyek dilaksanakan tergesa-gesa karena dikejar waktu,’’ kritik Sekretaris Komisi D I Gusti Ayu Tirta, Senin (9/2) kemarin. Menindaklanjuti hasil sidak tersebut, Ayu Tirta mengaku memberikan sejumlah catatan untuk eksekutif. Dalam catatan itu, Dewan meminta eksekutif untuk memerintahkan rekanan melakukan perbaikan. Tidak hanya itu, Dewan pun mengancam eksekutif untuk tidak melakukan serah terima gedung sebelum proyek sesuai harapan Dewan. Langkah ini sebagai upaya memberikan efek jera kepada rekanan sekaligus menghindari keluarnya dana APBD untuk biaya pemeliharaan. Jangan diterima dulu proyeknya. Biar kontraktor tidak main-main dengan proyek di Badung. ‘’Kalau kualitas proyek mengecewakan dan kita terima seperti itu, kan biaya pemeliharaannya memakan uang rakyat,’’ tegasnya. Di sisi lain, politisi PDI-P ini juga me-warning eksekutif untuk mengelola SMK Pertanian Petang dengan baik khususnya dalam upaya meningkatkan kualitas para siswa. Menurut dia, sudah banyak uang rakyat yang dikeluarkan untuk SMK Pertanian Petang. Makanya, output SMK harus mendapat perhatian serius. Apakah nanti SMK ini bermanfaat atau tidak, kita harus kaji lagi. ‘’Kalau siswanya nanti tidak bisa memberi kontribusi ke pembangunan sektor pertanian di Badung, ya berarti SMK ini mubazir dong,’’ ujarnya. (ded)
FM 96,5
815224, 819446
Topik: KEMBALI DENPASAR DIGUNCANG PERAMPOK Sampaikan opini Anda hari ini di acara W arung Global FM 96,5 Warung wab blog: www.globalfmbali.blogspot.com, E-mail:globalfmbali@yahoo.com
Selasa Wage, 10 Februari 2009
Kejaksaan Diminta Usut Bansos Proposal Fiktif Denpasar (Bali Post) Pengelolaan sejumlah bantuan sosial (bansos) yang dikelola oknum anggota DPRD ditengarai banyak menggunakan administrasi dan proposal fiktif. Pertanggungjawaban bansos pun sering dikelola secara diam-diam, sehingga realisasi bansos tak sampai kepada sasaran. Kejaksaan dan inspektorat wilayah diminta mengusut dan membuka kepada publik pelaku pencairan bansos yang dilakukan tanpa didasari prosedur yang benar. Ketua LSM Jaringan Informasi Kerja Alternatif (JIKA) Ngurah Karyadi, Senin (9/2) kemarin menengarai administrasi fiktif pengelolaan bansos dan dana bencana ini juga ditengarai melibatkan eksekutif untuk kepentingan konstituen politiknya. ‘’Bansos sering menjadi dana talangan untuk membayar janji kampanye. Ini bentuk-bentuk pembodohan publik. Manipulasi bansos baru sebagian kecil yang muncul ke permukaan dan disikapi dengan penegakan hukum,’’ kritiknya. Pihaknya mengaku kini banyak mendapat pengaduan dari caleg-caleg muda yang mengaku lawan politiknya sering mengklaim bansos sebagai sumbangan politik. Caleg muda yang tak
punya akses mengelola uang rakyat untuk kepentingan politik ini pada akhirnya tak bisa melakukan simakrama politik dengan penyetoran dana panjar untuk pengkaplingan suara. Kondisi ini akhirnya memicu kecemburuan politik. Ke depan, kata Ngurah Karyadi, pengelolaan bansos dan dana bencana harus diawasi lembaga independen. Ini penting agar kolusi birokratlegislatif dalam pencairan bansos bisa ditekan. Ngurah Karyadi mengaku akan segera melakukan koordinasi dengan inspektorat wilayah dan kejaksaan untuk melakukan klarifikasi atas sejumlah pengaduan publik terkait pengelolaan bansos. Ketua Kajian Strategis Ajeg Bali Prof. Nyoman Su-
tantra juga meminta agar pengelolaan anggaran yang mengatasnamakan publik dikelola secara lebih terbuka. Menurutnya, celah melakukan manipulasi administrasi anggaran-anggaran sosial ini sangat terbuka, mengingat tak pernah ada klarifikasi kepada masyarakat. Seringkali bansos yang digulirkan justru diklaim sebagai sumbangan pribadi anggota DPRD, padahal yang disalurkan adalah pos anggaran APBD. Prof. Sutantra juga berharap ke depan lembaga penerima bansos harus diberikan tembusan resmi setelah pos anggaran itu dicairkan. Ini penting dijadikan rujukan agar bansos tepat sasaran dan publik punya ruang kontrol yang lebih jelas. (044)
Menyebarkan Ajaran Keindahan Dang Hyang Dwijendra Candra Jaya, M.Hum., Rektor Undwi Ketut Wirawan, S.H., M.Hum., para dekan, kasek, guru dan karyawan di lingkungan Dwijendra. Gede Prama di acara itu mengagumi ajaran ‘’Dharma Sunia’’ Dang Hyang Dwijendra. Ajaran bertemu dharma di alam sunia ini adalah sumber inspirasi mencintai keindahan. Makanya ajaran ini, kata dia, mengajak kita mencintai keindahan (termasuk keberagaman), bertutur kata dan mengajar dengan keindahan dan terakhir menyatu dengan keindahan. Ketika orang mencintai keindahan, kita tak lagi berpikir soal perbedaan pendapat. Ketika bertutur soal keindahan, kita menyadari bahwa perbuatan baik pasti ada yang dibalas dengan kejahatan. Dua hal ini bisa dilewati untuk bisa
Bali Post/025
KEINDAHAN - Gede Prama didampingi Ida Bagus Gede Wiyana (paling kanan) saat berbicara keindahan di Yayasan Dwijendra Denpasar.
menyatu dengan keindahan alias menjalankan yoga. ‘’Dang Hyang Dwijendra mampu melakukan itu,’’ ujarnya. Untuk menuju keindahan yang hakiki itu, Gede Prama menyarankan masyarakat mampu menjalankan minimal sembah rasa (bhakti), bahkan sembah rahasia. Di tataran sembah raga (paling rendah) kita hanya menghadirkan fisik di tempat suci, sedangkan sembah rasa (bhakti) kita menyatukan rasa dalam diri dengan rasa sunia. Saat itu tak lagi muncul pikiran bercabang karena segala berbau dualisme dimusnahkan. Mereka yang bisa menembus alam ini biasanya menangis usai sembahyang. Persembahan tertinggi adalah sembah rahasia yang hanya bisa dilakoni orang tertentu di alam mantram. Gede Prama juga mengajak para guru untuk meninggalkan sifat guru terjelek yakni guru penuh noda. Guru ini selalu marah dan menjelekkan orang lain. Jadilah guru yang kedua yakni sedikit noda bekerja secara ikhlas, dan sabar menerima hasil yang diperoleh. Kalau bisa menjadi guru dengan keagungan dan guru dengan pembebasan. Ida Bagus Gede Wiyana mengakui ajaran Dang Hyang Dwijendra sangat sarat nilai spiritual dan pendidikan humanis. Nilai-nilai ini sangat relevan dengan kekinian ketika kita dihadapkan pada persaingan global. (025/*)
SD BIMS Abianbase Gelar Seminar ”Magic Teaching” Jadikan PBM Menyenangkan Denpasar (Bali Post) Senin (9/2) kemarin, SD Bina Insan Mandiri Sejahtera (BIMS) Abianbase bekerja sama dengan Rotary Club menggelar seminar “Magic Teaching”. Menariknya, seminar yang menampilkan pembicara tunggal Mr. Gobind Vashdev itu tidak hanya diikuti oleh guru-guru SD BIMS Abianbase semata. Namun, juga diikuti sekitar 75 orang guru SD se-Kecamatan Mengwi, Badung. Ketua Yayasan BIMS Fery Yudi Setiawan dan Kepala SD BIMS Abianbase I Made Izakaria mengatakan, pihaknya menggelar kegiatan itu sebagai wujud partisipasi aktif dalam upaya peningkatan kualitas guru. Dengan mengundang pembicara Mr. Gobind Vashdev yang dikenal aktif mengembangkan metode pembelajaran magic teaching, minimal para guru SD di Mengwi memiliki nilai tambah dalam menyampaikan materi pelajaran kepada murid-muridnya. “Inti dari magic teaching ini, bagaimana menjadikan proses belajar mengajar (PBM) di kelas itu menjadi kegiatan yang sangat menyenangkan bagi siswa. Dengan begitu, mereka tidak merasa khawatir dan takut lagi pergi ke sekolah karena kegiatan belajar mengajar terasa begitu menyenangkan dan tidak membosankan,” kata Fery yang dibenarkan oleh Izakaria. Menurut Izakaria, bukan zamannya lagi para guru me-
merankan diri sebagai guru killer. Paradigma itu, tegas dia, wajib direformasi dan para guru harus mampu mengembangkan metode pembelajaran yang edukatif, komunikatif dan menyenangkan. “Guna kepentingan itulah kami mengundang Mr. Gobind untuk berbicara dalam seminar ini. Metode magic teaching yang beliau kembangkan memang sangat relevan dan efektif dalam menciptakan PBM yang edukatif, komunikatif dan menyenangkan tersebut,” katanya. Pada kesempatan itu, Fery dan Izakaria menegaskan bahwa SD BIMS Abianbase yang baru beroperasi satu semester sudah sangat siap menerima siswa-siswa baru pada tahun ajaran 2009/2010 mendatang.
Presiden Wanita Pertama JCI Bali Denpasar (Bali Post) Perhelatan 15th Convention Junior Chamber International (JCI) Local Organization Members (LOM) IndonesiaBali, setelah sempat tertunda pelaksanaannya selama 2 bulan, akhirnya dapat terlaksana dengan sukses, 1 Februari 2009 lalu. Konvensi kali ini tergolong sangat istimewa karena untuk pertama kalinya JCI LOM Bali dipimpin presiden wanita. IGA Inda Trimafo G. yang terpilih secara aklamasi. Suasana konvensi yang sejak awal sudah diprediksikan akan berlangsung sengit, tetap berlangsung sistematis. Suasana seperti ini bukan hal baru di organisasi dunia yang telah berumur se-abad ini. JCI memiliki format kaderisasi yang sangat ketat, sistematis dan dinamis. Tidak semua anggota dapat duduk begitu saja di setiap jenjang organisasi ini karena harus melewati beberapa jenjang. Hal tersebut diungkapkan JC Sen. Putu Wiwin Gunawasika mantan Presiden JCI Bali 2006. “Untuk posisi presiden, seorang member minimal mengikuti empat kali seleksi perjenjangan selama 4 tahun, itu pun jika selalu lolos,” tegas pengusaha muda ini.
Bali Post/ist
TERPILIH - IGA Inda Trimafo G. yang terpilih sebagai Presiden JCI Bali.
Ia menambahkan, organisasi kepemimpinan dan profesional muda ini memiliki perwakilan resmi di PBB serta networking yang luas di 100 negara lebih. Inda Trimafo dalam sambutan perdananya mengungkapkan bahwa mengawal spirit persaudaraan dan keharmonisan hubungan antarbangsa di dunia yang dimiliki JCI menjadi tolok ukur berhasil tidaknya kepemimpinan dalam organisasi ini.
Ia menegaskan akan mengemban kepercayaan ini untuk melakukan yang terbaik untuk JCI. “Kami mengajak berbagai elemen pemuda untuk dapat memanfaatkan JCI ini sebagai wahana dalam melaksanakan diplomasi internasional untuk kepentingan kita semua,” ungkap cucu pahlawan nasional I Gusti Ngurah Rai ini. Konvensi yang berlangsung semarak hingga petang di Monumen Perjuangan Bajra Sandi, Renon ini dihadiri sejumlah tokoh pemuda yang juga member JCI, di antaranya JC Indriawan Karna (Ketua KNPI Bali), JC Rai Misno (Ketua KPU Denpasar), dan JC Nyoman Seniweca (Ketua Hipmi Bali). Selain memilih presiden, konvensi ini melalui persaingan sengit juga memilih 4 orang Executive Vice President (EVP) yaitu JC Misto Leo Faisal, JC Rai Misno, JC Ida Ayu Danik Suardhani dan JC Made Sunarsa. Selain itu, terpilih juga 8 orang Vice President dan akan dilengkapi dengan 16 orang Director. Tampak hadir pada kesempatan ini Past President 2005 IB Oka Gunasthawa dan Past President 2007 IGNA Danil Yunandha Yudha. (r/*)
Sukmawati Soekarno Kunjungi Penyaringan
Gede Prama di Yayasan Dwijendra
Denpasar (Bali Post) Sudah menjadi agenda rutin Yayasan Dwijendra Pusat Denpasar memberi siraman rohani setiap purnama. Pada Purnama Kaulu, Senin (9/2) kemarin Ketua Yayasan Dwijendra Pusat Drs. Ida Bagus Gede Wiyana mengundang penutur kejernihan Gede Prama, MBA., M.A., untuk meningkatkan spiritual sivitas akademika Dwijendra. Ida Bagus Gede Wiyana yang juga Ketua Forum Kerukunan Antar Umat Beragama Provinsi Bal ini bersyukur bisa menggaet Gede Prama di tengah kesibukannya. Materi ceramahnya sangat universal dan diharapkan menjadi tuntunan keluarga besar Dwijendra membangun lembaga. Hadir pada acara itu Wakil Ketua Yayasan Drs. Made
Inda Trimafo
Baik dari segi kesiapan fasilitas gedung, sarana prasarana penunjang pendidikan maupun ketersediaan tenaga pengajar berkualitas. Keduanya juga menjamin lulusan SD BIMS Abianbase akan memiliki keunggulan komparatif karena sejak kelas I mereka sudah diberikan pengayaan di bidang keterampilan berbahasa Inggris dan teknologi informasi tanpa melupakan mata pelajaran muatan lokal seperti Bahasa Bali, ekstrakurikuler menari dan berbagai seni budaya Bali lainnya. “Kami punya komitmen bulat untuk mencetak SDM berkualitas dan berdaya saing tinggi tanpa harus melupakan nilai-nilai budaya Bali,” tegas Fery yang dibenarkan oleh Izakaria. (ian/*)
Bali Post/eka
BIMS - Dari kiri ke kanan, Ketua Yayasan BIMS Fery Yudi Setiawan, Mr. Gobind Vashdev, Presiden Rotary Kuta Wayan Sudarma, Kepala SD BIMS Abianbase I Made Izakaria.
Rakyat Jembrana Siap Menangkan PNI Marhaenisme KARISMA PNI Marhaenisme memang tidak ada duanya. Partai Kawitan Rakyat Bali ini berhasil mendatangkan Sukmawati Soekarno Putri (Putri Proklamator RI/Ketua Umum DPP PNI Marhaenisme) ke Desa Penyaringan, Mendoyo, Jembrana. Bagaimana tidak, di era tahun 1960-an sampai terjadinya G-30-S/PKI hingga tragedi paksa Golkarisasi Orde Baru yang merebut banyak nyawa di Bali, Desa Penyaringan dikenal sebagai basis Marhaenisme di Bali. Dan keunikan sejarah itulah yang menyebabkan Sukmawati Soekarno ingin bertatap muka langsung dengan rakyat Jembrana. Sesaat sebelum datang ke tempat acara, Sukmawati berkesempatan menikmati sajian hiburan ala rakyat Jembrana yakni perangkat musik dari bambu yakni Jegog. Selain itu, Sukmawati juga berkesempatan menghaturkan bakti di Pura Rambut Siwi, Mendoyo dan disambut para rohaniawan Hindu. Demikian diungkapkan oleh IGA Sri Wicaya Gangga Dewi Wedasteraputri Suyasa, S.H., M.H. (Wakil Ketua DPD PNIM Bali) saat press conference di Denpasar. ‘’PNI Marhaenisme harus siap bersaing dengan partai-partai besar yang memiliki penguasa. Inilah kendala para caleg PNIM di Jembrana. Mereka tidak berdaya menghadapi
Bali Post/ist
PARTAI KAWITAN - Putri Presiden RI Bung Karno, Sukmawati Soekarno Putri ketika mengunjungi basis PNI Marhaenisme di Desa Penyaringan, Mendoyo, Jembrana. Ratusan massa menyambut kedatangan Ketum DPP PNI Marhaenisme ini. figur sentral yang ada di Jembrana. Bisa dibayangkan, jika rakyat tidak mengadakan revolusioner, maka kepemimpinan di Jembrana akan bermuara pada satu figur. Dalam sejarah, demokrasi terpimpin ini sudah gagal mengemban demokrasi Pancasila. Inilah yang harus dikikis dalam pikiran rakyat Jembrana saat ini yakni konsisten dalam sikap dan eling pada sejarah,’’ ungkap Caleg DPRD Provinsi No. 1 dari Dapil Jembrana ini. Sukmawati dalam pidato politiknya menyatakan bang-
ga bahwa bisa menginjakkan kaki di Desa Penyaringan yang merupakan tempat lahirnya pemimpin PNI Bali saat itu yakni (alm) Shri Wedastera Suyasa. ‘’Bisa dibayangkan, tanpa kepemimpinan (alm) Shri Wedastera Suyasa, entah berapa puluh ribu nyawa orang Bali akan habis pasca G30-S/PKI. Semoga rakyat Penyaringan tidak lupa tanah mereka adalah tanah sakral yang melahirkan pemimpin hebat bagi Bali,’’ ungkap Sukmawati. (r/*)
Sosialisasi Beasiswa Goldsmith, University of London
Peluang bagi Dosen ISI Denpasar Kembangkan Diri GUNA lebih meningkatkan kompetensi para staf pendidik ISI Denpasar, di gedung Lata Mahosadhi Pusat Dokumentasi ISI Denpasar dilangsungkan sosialisasi beasiswa untuk kuliah ke luar negeri. Tepatnya dari Goldsmith Departement, University of London, Inggris. Ini merupakan salah satu universitas yang ternama di Inggris yang telah berdiri sejak 1843. Sosialisasi dipaparkan oleh Mr. Erik Manning (MBA) head of Student Recruitment and International Office Goldsmith Departement University of London, yang pada kesempatan ini didampingi oleh Ms. Fifi dari Dikti. Sosialisasi ini dihadiri oleh Pembantu Rektor, Dekan, Pembantu Dekan dan seluruh dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain. Sosialisasi dipandu oleh PR IV I Wayan Suweca, SS.Kar., M.Mus. dan Pj. Rektor ISI Denpasar Prof. Dr. I Wayan Rai S, M.A. sebagai narasumber dan juga penerjemah. Pada intinya sosialisasi tersebut menerangkan berbagai keunggulan yang dimiliki oleh Goldsmith Departemen di bidang Seni Rupa, Desain dan hal-hal yang berhubungan tentang kebudayaan seperti cultural studies, dan menawarkan para dosen untuk melanjutkan studinya baik S2 maupun S3 di sana. Para dosen sangat antusias mendengarkan sosialisasi dan terlihat sangat interes untuk melanjutkan studi ke sana, namun faktor bahasa yang menjadi kendala hampir sebagian besar dari dosen di dalam melanjut-
Bali Post/ist
SOSIALISASI - Mr. Erik Manning (MBA) head of Student Recruitment and International Office Goldsmith Departement University of London foto bersama saat sosialisasi di ISI Denpasar. kan studi ke luar negeri. Dijelaskan oleh Ibu Fifi, hal tersebut tidak menjadi suatu masalah dikarenakan dari Dikti telah dipersiapkan suatu program pelatihan bahasa Inggris khusus untuk dosen yang akan melanjutkan studi ke luar negeri. Kunjungan Mahasiswa Sementara itu, pada saat bersamaan sebanyak 66 mahasiswa, 1 dosen pembimbing Program Studi Desain Interior Universitas Kristen Petra Surabaya, mengadakan studi ekskursi ke ISI Denpasar, Senin (9/2) kemarin. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui sekilas sejarah puri-puri di Bali, guna mengetahui keberadaan bangunan bersejarah di Bali, yang nantinya dapat digunakan untuk pembelajaran bagi mahasiswa. Menurut salah satu dosen pembimbing Universitas Kris-
ten Petra Surabaya, Poppy F., studi ekskursi berlangsung selama 5 hari, hingga 13 Februari 2009. Adapun tempat kunjungan pertama yaitu di ISI Denpasar, guna memperoleh gambaran sekilas tentang sejarah puri-puri di Bali. Dipilihnya Bali sebagai daerah ekskursi mengingat daerah ini merupakan daerah yang representatif memiliki perkembangan desain yang baik sejak dulu. Poppy F. menambahkan kerja sama dengan ISI Denpasar telah lama terjalin, apalagi dua dosen ISI Denpasar juga sebagai dosen terbang di FSRD Universitas Kristen Petra, yaitu Drs. I Wayan Suwandi, M.Si. dan Drs. I Gusti Ngurah Ardana, M.Erg. Sementara Pj. Dekan FSDR ISI Denpasar, Dra. Ni Made Rinu, M.Si., menyambut baik kunjungan mahasiswa untuk melakukan studi ekskursi ke ISI Denpasar. (r/*)