Skip to main content

Bali Post - Kamis, 4 Juni 2009

Page 5

LINTAS

5

KABUPATEN

Kamis Pon, 4 Juni 2009

Kasus Marga Berdarah Disidang Maraton

KRIMINAL

Tewas di Kamar Mandi TABANAN - I Made Sardana (26) asal Padang Tegal Kelod, Ubud, Gianyar, yang tinggal di Perumnas Gria Anyar Asri, Banjar Anyar Kediri ditemukan tewas telanjang di kamar mandi Rabu (3/6) kemarin. Ia diduga tewas tersengat listrik dari shower air panas. Mayat korban ditemukan sekitar pukul 13.00 wita, telentang dan telanjang bulat di lantai kamar mandi. Penyewa kamar sebelah yang pertama kali mengetahui kejadian itu langsung menginformasikan ke petugas. Petugas menemukan dada korban melepuh seperti terbakar. Kapolsektif Kediri AKP Agus Triwaluyo mengatakan dugaan sementara korban tewas tersengat listrik dari shower kamar mandi. Namun, pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut. (kmb14)

Tabanan (Bali Post) Kasus Marga berdarah disidang secara maraton Rabu (3/6) kemarin di Pengadilan Negeri (PN) Tabanan. Kesembilan terdakwa termasuk Ketua BMI Tabanan I Putu Eka Nurcahyadi duduk di kursi pesakitan. Semua tersangka kompak mengenakan kemaja putih bersih. Sementara itu, tidak ada pengerahan massa terkait sidang tersebut, seperti halnya pada saat pelimpahan kasusnya dari polisi ke kejaksaan. Hanya terlihat sejumlah kerabat terdakwa mengamati jalannya sidang.

Enam Dus Miras Diamankan Semarapura (Bali Post) Enam dus minuman keras (miras) merek luar negeri diamankan jajaran Polres Klungkung. Pasalnya, miras tersebut tidak berizin edar. Pemilik miras (pengusaha pengepakan), Nyoman Wi (38), asal Lepang, Banjarangkan yang hendak menyalurkan miras berbagai merek tersebut ke beberapa swalayan besar di daerah Denpasar, ditipiringkan. Keenam dus miras yang diamankan dalam penertiban yang dilakukan tim gabungan Polres Klungkung di antaranya merek Guan Ho (24 botol), Hattenn Ross, Singaraja Hill Indiko, dan Wine of The God masingmasing 12 botol. Seluruhnya berkadar alkohol 40 persen. Menariknya, seluruh botol miras tersebut bersampul anyaman yang terbuat dari bambu. ‘’Ini menarik. Kemungkinan dipasarkan untuk wisatawan,’’ ujar seorang polisi di Polres Klungkung, Rabu (3/6) kemarin. Sementara Kabag Bina Mitra Polres Klungkung, Kompol Nyoman Kuat, mengaku belum tahu persis soal penertiban miras bermerek luar negeri itu. (kmb20)

Bali Post/upi

SIDANG PERDANA - Kasus penyerangan Satgas Rajawali yang dikenal dengan sebutan ‘’Marga Berdarah’’, Rabu (3/6) kemarin, mulai disidangkan di PN Tabanan. Tampak para terdakwa memakai stelan kemaja putih saat duduk di kursi pesakitan.

Diduga Putus Cinta, Seorang Gadis Bunuh Diri Bangli (Bali Post) Ni Kadek Guna (17) warga Penarukan Tembuku Bangli Rabu (3/6) kemarin, ditemukan tewas bunuh diri, tergantung di plafon rumahnya pukul 08.00 wita. Diduga kuat, motif kematian korban berlatar putus cinta. Menyusul adanya sejumlah SMS mesra ditemukan polisi di HP korban.

Kasat Reskrim Polres Bangli AKP I Nengah Kariasa seizin Kapolres mengatakan pagi sebelum tewas korban sempat mengantarkan ibunya. Gadis muda ini pun selepas mengantar ibunya langsung pulang ke rumah. Entah apa yang terjadi, sekitar pukul 08.00 wita, dia telah ditemukan Sri Dani tergantung di plafon rumah milikn-

ya menggunakan selendang. Dari olah TKP, pihaknya tidak menemukan adanya unsur kekerasan. Ketika pelacakan atas motif kematian korban dilakukan dengan cara membuka HP korban, ternyata sempat menuai jalan buntu. Lantaran HP tersebut tanpa kartu. Namun pihaknya berhasil menemukan kartu tersebut di salah satu saku

celana korban. Ketika kartu itu diaktifkan kembali ke HP korban, ternyata ada sejumlah SMS mesra korban. Diduga, kematian korban berlatar belakang putus cinta. Namun siapa sejatinya pacar korban dan dengan siapa dia ber-SMS mesra, masih didalami pihaknya. ‘’Kami masih kembangkan kasus ini,’’ ujarnya. (kmb17)

Diparkir di Jalan, Mobil Ludes Terbakar

Bali Post/kmb14

MENUNDUK - Terdakwa Sutama yang lari dari kejaran wartawan ketika keluar dari ruang sidang. Inset: Sumiarta terus menunduk ketika akan memasuki ruang sidang. Keduanya tanpa didampingi pengacara sehingga sidang harus ditunda.

Sidang Ayah dan Kakek Gagahi Cucu

Ditunda, Terdakwa Tak Didampingi Pengacara

BADAN PERTANAHAN NASIONAL KANTOR PERTANAHAN KOTA DENPASAR Jl. Pudak No. 7 Denpasar

Telp. 222678

PENGUMUMAN

(Tentang Sertifikat Hilang) NOMOR : 500.61-1578-Dps Untuk mendapatkan Sertifikat baru sebagai pengganti Sertifikat hilang, berdasarkan ketentuan pasal 59 ayat (2) Peraturan Pemerintah Nomor 24 tentang Pendaftaran Tanah, dengan ini diumumkan bahwa

No

Nama / alamat Pemohon

Jenis & No. Hak

NIB

Terdaftar Atas Nama

1

2

3

4

5

1.

Ketut Budamanis Jl. Margapadmayana Blok B Gg. I/2 Dps.

Hak Milik No.2252 Gambar Situasi Tgl. 23-7-1994 No. 1330/1994 Luas : 200 M2

2.

Siti Astuti, Titik Sumaryanti, Emy Purnami, Endang Sulastri Jl. Kapten Japa 14/5 Dps

Hak Milik No. 108 Surat Ukur / Gambar Situasi Tgl. 16-9-1974 No. 746/1974 Luas : 200m2

Bali Post/sur

TERBAKAR - Mobil pick up yang terbakar dan belum diketahui penyebabnya. Polisi masih melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut. lalu. Namun pagi harinya sekitar pukul 04.00 wita, mobil sudah ludes terbakar dan tak bisa diselamatkan lagi. Karena belum diketahui pasti penyebab terbakarnya mobil itu, pihaknya kemudian melaporkan ke Polsek

Razia Mulai Gencar

Mendoyo. Tim identifikasi Polres Jembrana selanjutnya turun ke TKP melakukan pengecekan. Akibat kejadian itu, pihaknya memperkirakan mengalami kerugian Rp 65 juta. Kapolsek Mendoyo AKP

Ketut Sukarta yang didampingi Kanit Reskrim Ipda I Gusti Komang Sutina seizin Kapolres Jembrana ketika dimintai konfirmasi kemarin, mengatakan pihaknya belum mengetahui penyebab kebakaran mobil tersebut. (sur)

SINDU ALUMINIUM

Puluhan Liter Miras Disita

........

Ketut Buda Manis

04-07-1995

a. ........... b. Pemogan c. Denpasar Selatan

Raden Mochamad Soeranto

08-01-1980

a........ b. Dangin Puri c. Denpasar

Ket 8

Dalam waktu 30 (tiga puluh) hari sejak tanggal pengumuman ini, bagi mereka yang merasa keberatan dapat mengajukan keberatan-keberatan kepada kami dengan disertai alasan dan bukti yang kuat jika setelah 30 (tiga puluh ) hari tidak ada keberatan terhadap permohonan pengganti sertipikat tersebut diatas maka sertipikat pengganti akan diterbitkan dan berlaku sah menurut hukum dan sertipikat yang dinyatakan hilang tidak berlaku lagi. Denpasar, 3 Juni 2009 Kepala Kantor Pertanahan Kota Denpasar Tri Nugraha, SH NIP : 750003033

U.380673-peng

PEMADAM KEBAKARAN

POWDER Rp. 30.000,-/Kg GAS AF12 Rp. 125.000,-/Kg CO2 Rp. 20.000,-/Kg HARGA TERMURAH + DISCOUNT 10% RGP 175 C

C.379559-rpa

APRON

C.365564-rpa

TAMAN KALIMUTU R.e.s.i.d.e.n.c.e.

TERSEDIA TYPE : 36/125,45/130, 70/150 & Alternatif LOKASI LAIN : * GATSU BARAT * JL TEUKU UMAR BARAT

GENTA PROPERTY

si strategis

Jl. Bay Pass Teuku Umar Barat LOKASI

Jl.Gn Subur

Kuta - Raya Mahendradatta

Hu ni a n exl u s iv e & i nvesta

Jl Gn Kalimutu

Negara (Bali Post) Aparat tampaknya tak ingin kejadian yang memakan banyak korban akibat menenggak miras oplosan, terus berlanjut dan merambat ke Jembrana. Kini aparat agak galak dengan mendatangi warung-warung yang dicurigai menjual miras. Buktinya, jajaran Buser Polsek Kota Negara, Rabu (3/6) kemarin, menyita 18 liter atau satu buah jeriken arak di warung milik I Nengah Dana Yani (38) dari Dusun Tibubeleng, Perancak, Jembrana. Kapolsek Kota Negara, AKP Ngurah Putu Riasa, mengatakan kini barang bukti arak tersebut diamankan di Polsek Kota Negara. Sebelumnya, Polsek Mendoyo juga mengamankan sepuluh botol miras jenis anggur merah cap orang tua yang berkadar alkohol 14,7 % di warung milik Neti Fatmawati di Delod Berawah, Mendoyo. Minuman serupa juga ditemukan di warung milik Putu Gede Wariasa (27) dari Dusun Dauh Marga, Delod Berawah sebanyak sembilan botol. Menurut Kapolsek Mendoyo AKP Ketut Sukarta yang didampingi Kanit Reskrim Ipda I Gusti Komang Sutina seizin Kapolres Jembrana, kedua pedagang tersebut juga disidang tipiring. Di sisi lain, tim gabungan dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi, Kepolisian, Dikporabud serta PPNS Kabupaten Jembrana juga melakukan operasi pengawasan miras. Dalam operasi tersebut ditemukan sejumlah anggur putih yang diduga oplosan. Di sejumlah toko dan warung di Desa Yehembang Kangin, Mendoyo ditemukan anggur hitam tanpa label edar. Kedua anggur tersebut akhirnya disita petugas. Tim juga melakukan pengecekan terhadap SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) warung dan toko yang menjual miras. Ternyata sejumlah warung tersebut SIUP-nya telah kedaluwarsa, bahkan tidak dilengkapi SIUP Minuman Beralkohol. Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindagkop Suherman, menepis operasi ini dilakukan karena adanya peristiwa korban miras oplosan, tetapi karena melaksanakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi). Di samping itu juga pengawasan terhadap pelanggaran Perda No. 6 Tahun 2007 tentang Pengawasan dan Pengendalian Mikol. (sur)

........

Letak Tanah Tanggal a. Jalan Pembukuan b. Desa/Kel c. Kecamatan 6 7

Menjual - Mengisi - Reparasi Segala Jenis Alat Pemadam Kebakaran Jl. Imam Bonjol No. 267 Telp./Fax (0361) 490465, Dps.

Airport - Jl Imam Bonjol

Tabanan (Bali Post) Ayah dan kakek bejat, I Wayan Sutama (32) dan I Nengah Sumiarta (60), warga Meliling Kawan, Meliling Kerambitan, Rabu (3/6) kemarin, menjali persidangan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya karena telah menggagahi darah dagingnya sendiri. Tetapi karena keduanya mengaku tidak mampu membayar pengacara, hingga sidang pertama masing-masing dihadapi sendiri, sehingga sidang terpaksa ditunda. Walau sebelumnya di hadapan penegak hukum mengaku tidak menyesal dengan perbuatannya, baik Sutama maupun Sumiarta selalu menghindari jepretan kamera wartawan. Bahkan ketika keluar dari ruang sidang yang sifatnya tertutup itu, Sutama yang berbadan besar ini langsung berjalan setengah berlari ke ruang tahanan PN Tabanan. Sementara itu ayahnya terus menunduk tanpa mau berbicara sebelum memasuki ruang sidang. Ayah dan anak cabul itu menjalani persidangan terpisah. Sidang pertama digelar bagi Sutama dengan Ketua Majelis Hakim Nenden Rika Puspita, S.H. dan JPU Agung Bagus Kusimantara. Ketika duduk di kursi pesakitan, Sutama mengaku tidak bisa membayar pengacara sehingga bersedia didampingi pengacara yang ditunjuk negara. Sidang yang berlangsung tertutup itu akhirnya ditunda minggu depan. Berikutnya kakek cabul Sumiarta yang harus masuk ruang sidang dengan Ketua Majelis Hakim Edy Parulian Siregar. Sama seperti anaknya, ia juga mengaku tidak mampu mencari penasihat hukum sehingga meminta agar didampingi oleh pengacara yang ditunjuk. Sementara itu, kedua korban yang telah disetubuhi dengan paksa sejak enam tahun lalu, Ni kadek MA (10) dan kakaknya Ni Putu AR (13) tidak hadir pada persidangan itu. Sementara itu seusai sidang, JPU Kusimantara mengatakan sesuai aturan, terdakwa yang didakwa di atas lima tahun harus didampingi penasihat hukum. Sementara itu, keduanya diancam 15 tahun penjara dengan jeratan undang-undang perlindungan anak dan KDRT. Kasus persetubuhan terhadap anak dan cucu ini mencuat dan menghebohkan Tabanan sejak sekitar enam bulan lalu. Sang kakek I Nengah Sumiarta telah menggauli AR sejak kelas I SD, demikian juga MA. Sementara Sutama bertahan dengan pengakuannya hanya menggauli MA. Keduanya akhirnya dibekuk jajaran aparat Polsek Kerambitan Selasa (6/1) empat bulan lalu. Anehnya, baik Sutama maupun Sumiarta mengaku tidak tahu jika samasama telah menggauli darah dagingnya sendiri, padahal mereka tinggal dalam satu rumah di dekat sungai di Meliling. Keduanya mengaku tidak menyesal melakukan tindakan bejat itu dengan alasan sudah lama tidak punya istri dan tidak punya uang jika harus membayar PSK untuk menyalurkan nafsunya. (kmb14)

Negara (Bali Post) Mobil pick up milik Ketut Nantra (40) dari Yeh Embang Mendoyo, Rabu (3/6) dini hari kemarin, terbakar tanpa diketahui penyebabnya. Mobil dengan nopol DK 9537 CZ warna biru tersebut biasa dipergunakan untuk berjualan. Beruntung saat itu mobil dalam keadaan kosong dan hanya berisi terpal dan plastik serta surat-surat penting termasuk STNK mobil itu. Menurut informasi, pemilik biasanya memarkir mobil itu di pinggir jalan atau di depan jalan setapak menuju rumahnya. Nantra menjelaskan, kebiasaannya memarkir mobil di pinggir jalan itu selalu dilakukannya setiap malam sepulang dari berjualan. Hal itu terpaksa dilakukan karena mobil tidak dapat masuk lewat jalan setapak di rumahnya. Pihaknya tidak mengetahui jam berapa mobil terbakar, karena jarak rumahnya sekitar 500 meter dari TKP. Pihaknya mengaku heran dengan kejadian tersebut, karena biasanya setiap diparkir mobil itu aman. Menurut Nantra, ia meninggalkan mobilnya pada Selasa (2/6) pukul 23.00 malam

Sidang pertama dengan terdakwa I Wayan Sudira alias Nang Liong (41) dan I Nyoman Hartono alias Rono (34), JPU Nyoman Supartha, S.H. dan Ni Made Karmiati, S.H. Sementara Majelis Hakim diketuai Edy Parulian Siregar. Keduanya didakwa telah melakukan perusakan terhadap mobil milik Satgas Partai Demokrat. Mereka dijerat dengan pasal 170 ayat 1 KUHP. Sidang kedua digelar dengan terdakwa I Made Kartika alias Kues. JPU I Gede Ketut Ekaswara mendakwa Kues dengan pasal 2 ayat 1 UU darurat nomor 12 tahun 1951 jo pasal 170 ayat 1 dan 2 jo pasal 358 ayat 2 KUHP. Kues didakwa telah melakukan penganiayaan dengan pedang yang menyebabkan dua korban yakni I Nyoman Yasa alias Batman dan Gusti Made Supartawan terluka. Penasihat hukum Kues I Made Sandi Adnyana mengajukan eksepsi. Sidang ketiga dengan terdakwa Ketua BMI Tabanan, I Putu Eka Putra Nurcahyadi, yang dipimpin I Wayan Wirjana dan JPU Agung Bagus Made Kusimantara. Eka dijerat dengan pasal 358 KUHP jo pasal 170 KUHP telah melakukan penganiayan terhadap korban I Nyoman Suardika alias Kocong. Sementara sidang terakhir menghadirkan lima terdakwa yakni I Ketut Alit alias Boneng (44) asal Tumbu Kaja, Tumbu Karangasem, I Made Sugiartana alias Dena (30) Pekandelan, Desa Peken, Marga, I Nyoman Suardiyasa alias Man King (19) warga Pekandelan, Peken, Marga, I Nyoman Suastika (41) juga warga Pekandelan, dan I Made Suastawan alias Panjul (24) asal Pekandelan. Kelima orang ini dijerat dengan pasal 170 Jo 358 KUHP karena melakukan penganiayaan dengan cara melempar dengan batu sehingga menimbulkan korban luka-luka. Sejumlah pengacara mendampingi terdakwa kasus Marga berdarah yang terjadi 15 Maret 2009 pukul 01.30 wita di Balai Subak Jaka Dayang, Banjar Denuma, Desa Kukuh, Marga. Kusimantara dalam surat dakwaannya terhadap Eka mengatakan penyerbuan itu berawal dari laporan Kues bahwa ia telah dilempari oleh sejumlah orang yang berada di Balai Subak Jaka Dayang. Eka yang merupakan CPNS pada Dinas Perhubungan Tabanan ini ketika itu berada di Pos Kamling di Banjar Pekandelan Desa Peken Marga. Tiga orang yakni Nang Liong dan Rono termasuk Kues itu langsung berangkat dengan mengendarai dua sepeda motor. Karena melihat jumlah massa yang cukup banyak sambil mancing di dekat Balai Subak Jaka Dayang, Nang Liong kemudian menelepon Eka. Eka bersama dengan Man King, Boneng, Dogol, Panjul dan Dena menuju balai subak itu. Terjadilah penyerbuan terhadap Satgas Partai Demokrat itu. Eka memukul korban I Nyoman Suardika alias Kocong dengan menggunakan kayu. Setelah itu, ia menuju mobil yang terparkir dengan sejumlah terdakwa, lantas memukul tiga mobil itu hingga kacanya pecah berantakan. Sementara itu, Kues menebas korban I Nyoman Yasa alias Batman menggunakan pedang, hingga mengalami luka pada dagu dan punggung. Kues juga menebas I Gusti Made Supartawan mengenai pergelangan tangan kanannya hingga nyaris putus. Dari persidangan itu, hanya tersangka Kues yang mengajukan eksepsi melalui penasihat hukumnya I Made Sandi Adnyana. Sementara terdakwa lain tidak mengajukan eksepsi termasuk Eka yang didampingi Yudi Satria Wibawa. Sidang akan dilanjutkan Rabu minggu depan dengan agenda pemeriksaan saksi. (kmb14)

HUB: Telp. (0361) 424896, 430307 081 238 94908, 081 238 94909 C.376165-rmh-2

C.380757-hp


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Bali Post - Kamis, 4 Juni 2009 by e-Paper KMB - Issuu