Sporta Banua
28
Banjarmasin Post MINGGU 30 NOVEMBER 2014
www.banjarmasinpost.co.id
Sempat Menolak Jadi ‘Zorro’ AMELIA Noor Chaiza Afifah. Dia adalah salah satu atlet anggar Kalimantan Selatan (Kalsel) yang akan diandalkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja I di Jawa Timur, Desember 2014. Dia pun terus giat berlatih bersama ‘Zorro’ atau atlet anggar lainnya di Aula Kodim Banjarmasin di bawah asuhan pelatih Syamsul Hadi. Menjadi atlet anggar andalan Banua sebelumnya tak pernah terbayangkan oleh Amelia. Dia pun
mengaku menyukai olahraga ini meski awalnya ada penolakan. “Awalnya sempat menolak jadi atlet anggar, tetapi setelah mengikuti kejuaraan di Kaltim dan pernah dilatih pelatih asal Tiongkok ternyata olahraga ini seru,” tuturnya. Dia menceritakan, awal terjun di dunia anggar ketika masih duduk di kelas 5 Sekolah Dasar (SD) berkat ajakan ayahnya yang seorang pelatih anggar.
mengaku kedepannya ingin sementara sekolah di SMAN 2 menjadi atlet anggar yang Banjarmasin,” ucapnya. lebih baik lagi dan pastinya Dia menceritakan, di berprestasi. “Akan terus sekolah teman-temannya latihan, karena sudah menyutahu jika dirinya adalah atlet kai olahraga ini, apalagi setiap anggar. “Tanggapan temanlatihan turut memacu teman beragam, ada yang semagat belajar dan meremehkan dan ada juga motivasi,” ujarnya. (ll) yang mendukung. Tetapi beberapa teman justru ada yang Biodata Amelia tidak tahu anggar Nama : Amelia Noor Chaiza Afifah itu olahraga Kelahiran : 31 Oktober 1998 seperti apa,” kata Alamat : Jl Sungai Ulin, Banjarbaru Amelia. Amelia sendiri
Kejutan dari Pemanjat Junior MESKI tergolong muda, Ayu tidak ragu bersaing dengan atlet panjat dinding senior ketika melakoni babak final kategori umum putri Boulder Contest ke-6 yang diadakan Mapala Wira Economica Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Lambung Mangkurat di Jalan Piere Tendean, Banjarmasin, Sabtu (29/11). Bahkan atlet panjat dinding utusan FPTI Kotabaru yang baru berusia 12 tahun ini membuat kejutan mengalahkan beberapa pemanjat senior dan meraih juara tiga di kejuaraan ini. Dia hanya kalah bersaing lawan Setya Saptarina yang menjadi juara pertama dan Muryani yang menjadi juara dua. “Tantangan dalam pertandingan ini adalah lawan yang menjadi pesaing lebih tinggi postur tubuhnya karena rata-rata merupakan mahasiswa,” tutur siswi SDN 7 Kotabaru yang bernama lengkap Sri Ayu Andriani ini, Sabtu (29/11) Manager Ayu, Aziza mengatakan, Ayu sudah biasa bertanding di berbagai event tingkat nasional, jadi tidak grogi ketika melawan pesaing yang lebih senior. “Hasil panjat dinding tadi berhasil memperoleh onside pada dinding satu dan dua, sedangkan tiga dan empat gagal mencapai top,” tutur Ayu. Ayu mengaku sebelum mengikuti kejuaraan ini dirinya telah rajin berlatih di bawah bimbingan Hamsah Pansuri yang akrab di-
panggil Anca. “Harapannya menang, maunya juara satu, tapi melihat hasil yang ada posisi tiga sudah di tangan,” ucapnya sebelum ditetapkan menjadi juara tiga. Peserta boulder contest yang lain, Muryani yang akrab dipanggil Imung mengaku tegang ketika melakoni babak final kategori umum puteri. “Menegangkan karena ada pesaing yang masih kecil dan sama-sama dari Kotabaru berhasil lolos ke final di kelas umun puteri, jadi tidak mau kalah,” ujar Imung. Pada pertandingan tersebut dirinya mampu memperoleh onside pada dinding satu dan dua, tetapi pada dinding tiga dan empat dirinya tidak berhasil mencapai top. “Jika dibandingkan semifinal, tantangan panjat dindingnya jauh lebih sulit,” kata dia. Imung mengatakan, setelah mengikuti gelaran ini dirinya akan tetap terus latihan selaligus mempersiapkan diri untuk mengikuti Pra-Pon panjat dinding yang rencananya digelar di Kalsel. “Rencananya nanti akan melakukan sentralisasi latihan di Martapura awal 2015,” ucap Imung yang merupakan utusan FPTI Banjarbaru/Iwapalamika/PVCC (Pinus Vertical Climbing Club). Dia mengatakan, dirinya gagal mencapai top dinding ketiga dan keempat karena tenaganya sudah habis. “Tenaga sudah habis tadi, jadi tidak kuat lagi, yang pasti saya berterimakasih kepadaorganisasi Iwapalamika yang sedang merayakan diesnatalis ke-20 dan telah membesarkan saya,” ucap Imung.
BERAKSI Seorang pemanjat putri sedang beraksi di event Boulder Contest ke-6, Sabtu (29/11).
BPOST/M RIFQI IHSANI
Amelia Noor Chaiza Afifah
BPO ST/M RIFQ IIHSA NI
“Ketika berlatih dengan pelatih asal Tiongkok sangat seru, banyak kenal teman baru dan di sana saya sadar olahraga anggar memiliki banyak peluang untuk berprestasi,” kata Amelia. Selama mengikuti sentralisasi latihan di Banjarmasin, Amelia sementara bersekolah di SMAN 2 Banjarmasin. “Sebenarnya saya sekolah di SMAN 3 Banjarbaru, tetapi karena mengikuti sentralisasi latihan dan agar tidak tertinggal pelajaran
HASIL BOULDER CONTEST KE-6 MAP ALA WIRA ECONOMICA MAPALA Kelas Perorangan Putra Mahasiswa/Pelajar Juara 1 : Subli dari Mapala Justitia Juara 2 : M Suryanto dari Mapala Graminea Juara 3 : M Septianoor dari KPA SARPA PEKA Kalsel Kelas Umum Putri Juara 1 : Setya Saptarina dari PVCC / FPTI Kotabaru Juara 2 : Muryani dari Pinus Vertical Climbing Club (PVCC) Juara 3 : Sri Ayu Andriani dari FPTI Kotabaru
Ketua panitia pelaksana, Said menilai jalannya kejuaraan berlangsung lancar. “Alhamdulillah lancar, kecuali kemaren Jumat (28/11) pertandingan ditunda hingga siang karena hujan,” ucap Said. Dia berharap, para juara di kompetisi ini jangan berpuas diri
sebab masih ada event lain yang menunggu. “Pada kejuaraan tingkat regional Kalimantan ini peserta kategori puteri umum yang melaju ke babak final berjumlah tujuh orang, umun putera enam orang, kategori pelajar tujuh orang,” ucap Said. (ll)
Satu Kabupaten, Satu Cabang Unggulan PENYERAHAN - Perwakilan atlet sentra olahraga menerima penyerahan uang pembinaan dari Disporbudpar Kalsel, Senin (24/11). BPOST/M RIFQI IHSANI
3011/B28
DINAS Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar) Provinsi Kalimantan Selatan terus mengembangkan sentra olahraga di Kalimantan Selatan. Sentra olahraga merupakan bagian program kebijakan pemerintah Provinsi Kalsel melalui Disporbudpar untuk menunjang dan memperbanyak atlet di Kalimantan Selatan. “Sentra olahraga ini merupakan wadah pembibitan atlet, sehingga dapat menunjang keberadaan PPLP (Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar) dan PPLPD (Pusat Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar Daerah),” ujar
Kepala Dinas Disporbudpar Kalimantan Selatan, Mohandas. Dia menjelaskan, lokasi penempatan sentra olahraga sendiri disesuaikan dengan potensi olahraga di daerah masing-masing. “Seperti olahraga pencak silat yang banyak dan berkembang di Kabupaten Tanahlaut, maka sentra olahraga pencak silat kita tempatkan di sana,” tutur Mohandas. Dia berharap dan akan mendorong supaya kedepannya tiap kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan terdapat satu binaan olahraga unggulan. “Untuk atlet yang ingin bergabung di sentra olahraga, syaratnya
punya bakat dan prestasi olahraga di sekolah atau sudah terpantau kemampuannya. Jadi tinggal diusulkan,” ujarnya.(ll)
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.
SEMBILAN SENTRA OLAHRAGA DI KALIMANT AN SELA TAN : KALIMANTAN SELAT Cabor atletik di Hulu Sungai Tengah Cabor pencak silat di Tanahlaut Cabor gulat di Banjarmasin Cabor tenis lapangan di Banjarmasin Cabor tenis meja di Banjarmasin Cabor bulu tangkis di Banjarmasin Cabor karate di Banjarmasin Cabor angkat besi di Banjarmasin Cabor tinju di Banjarmasin