Skip to main content

Banjarmasin Post Selasa, 22 Juli 2014

Page 5

Banjarmasin Post

5

SELASA 22 JULI 2014

www.banjarmasinpost.co.id Fakta Elly Nama Lengkap Lahir Idola Prestasi ◗ Juara Kelas ◗ Juara Kelas ◗ Juara Kelas 1989 Rekor Tanding

Istri Anak

: Ellyas Pical : Saparua, 24 Maret 1960 : Muhammad Ali : Bantam Junior OPBF 1984 Bantam Junior IBF 1985-1986 bantam Junior IBF 1998: 20 menang (11 KO) 1 seri 5 kalah : Rina Siahaya Pical : Lorinly dan Matthew

Datangkan The Exocet ■ Ellyas Pical Bakal Besut Atlet Muaythai Banua MANTAN juara dunia tinju kelas bulu IBF era 1990-an, Ellyas Pical akan datang ke Kalsel untuk melatih atletatlet Muaythai di Banua sebagai persiapan menghadapi Kejuaraan Daerah (Kejurda) maupun babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON) 2015. “Ellyas Pical rencananya akan datang ke Kalsel sekitar Agustus mendatang, bersama mantan juara tinju nasional, David Koswara,” jelas Iwan Setiawan, Sekretaris Umum Muaythai Kalsel, Senin (21/7). Menurut dia, kedatangan mantan juara dunia yang akrab disapa Elly itu untuk melatih teknik atlet Muaythai di Kalsel agar nantinya tampil lebih bagus di Pra-PON 2015 maupun PON XIX Jawa Barat 2016 mendatang. Pertimbangan mendatangkan petinju yang dijuluki teh exocet itu dan David Koswara tak hanya berpengal-

latih tanding dari atlet provinsi teGOR Rudy Resnawan Banjarbaru aman bertinju di level internasional tangga tersebut,” tegasnya. dengan mempertandingkan 6 nosemasa jadi atlet, tapi juga keduanya Jadi, kata Iwan, dengan adanya mor baik junior maupun junior,” saat ini menjadi pelatih nasional muayKejurda tersebut, bisa menambah jelasnya. thai Indonesia. jam terbang bertanding atlet supaya Pesertanya rencananya akan bera“Kami berharap kehadiran kelebih baik lagi dalam bertanding di sal dari Banjarbaru, Banjarmasin, duanya membuat olahraga muaythai event nasional. Banjar, Tanahlaut dan Tanahbumbu. semakin digemari di Banua,” ujar Sebelumnya, penampilan gemilang “Kami juga akan mengundang atlet wasit muaythai bersertifikat interdibuat atlet Muaythai Kalsel dengan Muaythai dari Kaltim (Kalimantan nasional tersebut. merebut dua medali perak dan satu Timur) di Kejurda nanti. Kaltim meCabang olahraga Muaythai, jelasperunggu di Kejuaraan Nasional rupakan juara umum Kejurnas Muaynya, mengandalkan tinju dan ten(Kejurnas) Muaythai Indonesia II yang thai 2014 lalu. Kami bisa jadikan ajang dangan. Dan, cabang olahraga ini berlangsung di Senayan Jabaru masuk ke Kalsel sekarta, 12-14 Juni 2014. jak dua tahun lalu. Dua medali perak tersebut “Jumlah anggota dipersembahkan M Rifki yang tercatat sebanyak yang turun di kelas minus 64 42 orang. Namun, saat ini kilogram dan Adi di kelas masih berkembang di minus 60 kilogram. Satu Banjarmasin serta Banjarmedali perunggu lainnya baru saja,” jelasnya. dipersembahkan M Ryan Selain mendatangkan yang bertarung di kelas mipelatih nasional, lanjut nus 54 kilogram. Iwan, pihaknya juga Rifki dalam pertandingan akan menggelar Kejurda final dikalahkan atlet MuayMuaythai yang kali perthai DKI Jakarta, sedangkan tama di Banua. Adi mengakui ketangguhan “Kejurda tersebut TEMPO atlet asal Kaltim. (ful) rencananya digelar di LATIHAN - Ellyas Pical saat melatih atlet muaythai, 2013 lalu.

Latihan Sembunyi-sembunyi ELLYAS Pical merupakan salah satu legenda dalam olahraga Indonesia. Lahir di Saparua, Maluku, 24 Maret 1960, pria yang akrab disapa Elly itu jatuh cinta pada tinju sejak menonton pertandingan-pertandingan tinju di TVRI, terutama pertarungan Muhammad Ali. Pical telah menggeluti olahraga tinju sejak berusia 13 tahun, dengan berlatih sembunyisembunyi karena dilarang oleh kedua orangtuanya. Sebagai petinju amatir yang bermain di kelas terbang, ia

MACARIOUS.DEVIANTART.COM

kerap menjadi juara mulai dari tingkat kabupaten hingga kejuaraan Piala Presiden. Karier profesionalnya dimulai pada 1983 dalam kelas bantam junior. Sejak itu, sederet prestasi tingkat dunia diraihnya, seperti juara OPBF setelah mengalahkan Hi-yung Chung asal Korea Selatan dengan kemenangan angka 12 ronde pada 19 Mei 1984 di Seoul, Korea Selatan. Atas kemenangan ini, Pical menjadi petinju profesional pertama Indonesia yang berhasil meraih gelar internasional di luar negeri. Oleh pers, pukulan tersebut dijuluki sebagai “The Exocet”, merujuk pada nama sebuah rudal milik Perancis yang digunakan oleh Argentina yang dalam Perang Malvinas yang berkecamuk pada masa jaya Pical saat itu. Ia merebut gelar juara IBF kelas bantam yunior (atau kelas super terbang) dari petinju Korea Chun Ju-do di Jakarta pada 3 Mei 1985. Setelah mempertahankan gelar melawan petinju Australia, Wayne Mulholland, 25 Agus-

tus 1985, Pical harus mengakui keunggulan petinju Republik Dominika, Cesar Polanco dengan angka di Jakarta. Namun Pical mampu bangkit dan membalas kekalahannya atas Polanco dengan balik memukul KO Polanco pada pertandingan kedua di Jakarta, 5 Juli 1986. Sempat mempertahankan gelar melawan petinju Korea Selatan, Dong-chun Lee, langkah Pical terhenti setelah menyerah dari petinju Thailand, Khaosai Galaxy dengan KO pada ronde 14, pada 1987. Namun dia mampu merebut gelar itu dari Tae-ill Chang (Korea Selatan). Gelar ini sempat bertahan sampai dua tahun, hingga akhirnya Pical kalah dari Juan Polo Perez dari Kolombia, 1989. Terakhir, dia bersama Nurahmi dan David Kuswara mengejutkan setelah ditinjuk menjadi pelatih Pelatnas Muaythai proyeksi SEA Games Myanmar 2013. Penunjukan itu menyusul dipecatnya para pelatih olahraga asal Thailand. (wpc/tmp)

Tantangan Berat POBSI HST TANTANGAN berat ada di pundak kepengurusan baru Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Hulu Sungai Tengah (HST) periode 20142018 yang baru terbentuk. Kepengurusan yang dinakhodai Abdullah Rahma AZ ini tak mencetak atlet bola sodok yang handal, juga memiliki gedung dan meja biliar representatif. “Olahraga biliar saat ini sangat memasyatkat di Barabai, HST. Kendala yang kami hadapi selama ini, meja biliar yang kami miliki tidak memenuhi standar,” jelas Syarkawi, Sekretaris Pengcab POBSI HST, Senin (21/7). Menurut dia, program awal di kepengurusannya ini adalah mencari gedung tempat latihan cukup representatif dan pengadaan meja biliar yang standar. “Dulu, kami memiliki gedung sebagai sekretariat Pengcab POBSI HST sekaligus tempat latihan di Gedung Balai Rakyat Barabai dan ada tiga meja. Sekarang, tempat tersebut sudah diambil alih pihak lain dan tidak bisa dipergunakan lagi buat berlatih biliar,” papar Syarkawi. Sekretaris POBSI HST, Hendra Ansyari menambahkan, pihaknya akan mengupayakan dan melakukan pendekatan ke pengelola Plaza Murakata

agar bisa biliar berlatih di sana. “Alternatif lainnya dengan memanfaatkan Stadion Murakata sebagai Sekretariat Pengcab POBSI sekaligus ada arena biliar buat berlatih,” tegasnya. Pada Porprov IX 2013, biliar hanya menyumbang dua medali perunggu yakni di nomor snooker atas nama Faisal. Sebenarnya, Faisal diharapkan bisa menyumbangkan medali emas, itu sesuai dengan raihannya di Kejurprov. “Ternyata Faisal hanya mendapatkan dua perunggu saja,” tandasnya.

Ke depannya, biliar bisa menyumbangkan medali emas agar bisa mendokrak posisi HST dari juru kunci yang diraih di Porprov IX 2013 lalu. “Kepengurusan yang sekarang tidak lagi hanya sekedar papan nama, tapi punya dedikasi tinggi untuk menggalkan biliar sekaligus mencetak atlet berprestasi baik di Kalsel maupun nasional,” ujar Hendra. Kepengurusan POBSI HST baru terpilih 20 Juni 2014 lalu di Hotel Bima Barabai. Abdullah Rahma AZ terpilih secara aklamasi sebagai ketua umum. (ful)

ANTARA

SODOK - Aksi pebiliar Banua dalam satu kejuaraan, beberapa waktu lalu.

Kabar Bola Banua

Ikuti Format Timnas U-19 MENGHADAPI Pekan Olahraga Nasional (PON) Remaja I yang berlangsung di Jawa Timur, Desember 2014, Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Kalsel terus berbenah. Sebanyak 43 pemain usia 16 tahun (U-16) yang merupakan hasil seleksi yang berlangsung di Stadion Mini Haji Idak, Banjarbaru digadang untuk mengisi skuat PON Remaja Kalsel. Seleksi yang digelar pertengahan Juni 2014 itu sebenarnya seleksi Tim

Nasional (Timnas) Indonesia U-14, U-16 dan U-17 yang akan dipantau Batan Tim Nasional (BTN) awal Agustus mendatang. Namun, karena usia untuk PON Remaja adalah U16, maka tim pelatih menjadikan mereka yang lolos seleksi U-16 dijadikan cikal bakal tim Pra-PON Kalsel. Nantinya, menurut Sekretaris Asprov PSSI kalsel, hanya 22 pemain yang akan diambil. Mengingat, itu berdasarkan

aturan PSSI Pusat. “Selain 43 pemain itu, kami mencari pemain melalui blusukan layaknya Timnas U-19 untuk mencari yang terbaik,” ujar pria yang akrab disapa Bakti itu. Oleh karenanya, dari 43 pemain, tidak dijamin bakal mengisi 22 pemain yang diproyeksikan tampil di PON Remaja. Bisa saja hanya sebagian karena ada pemain lain yang lebih bagus. “Nanti, akan ada uji coba ke beberapa daerah di Kalsel. Bila dapat pemain bagus dalam blusukan itu, mereka akan diambil,” ujar Bakti. (ire) 2207/B05


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Banjarmasin Post Selasa, 22 Juli 2014 by Banjarmasin Post - Issuu