Usaha-Karier
4
Banjarmasin Post MINGGU 16 FEBRUARI 2014
Anak Bos Jadi Pengawas Urukan WALAUPUN bisa dibilang karier Budi Harto, Direktur Perumahan Bunyamin Banjarmasin, berawal dari kesuksesan diraih ayahnya, Bun Yamin. Namun ternyata kesuksesan itu bisa dilanjutkannya lelaki kelahiran Banjarmasin 13 November 1980 bukan dengan gampang. Usai sekolah di tingkat menengah atas (SMA), barulah Budi serius untuk terjun ke bisnis perumahan yang dikelola sang ayah. Sebagai anak ‘bos’ semula orang berpikir tinggal duduk di kursi empuk dan ruangan berpendingin udara dengan berbagai fasilitas lengkap. Tapi kenyataan
dihadapi ayah dua orang anak ini malah diletakkan ayahnya di bagian pengawas untuk urukan tanah merah perumahan. Tugas awal menghitung jumlah truk yang masuk dan berapa sudah telah diuruk. Tugas yang sepertinya tak wajar bagi anak pengusaha sukses. Tapi ternyata Budi menyadari ayahnya memberikan pelajaran kalau kesuksesan diraih harus dari bawah. Harus belajar ke lapangan dulu. “Begitulah yang saya rasakan awal ikut dengan ayah. Kemudian sempat pula dijadikan pengawas bangunan termasuk
menangani ratusan tukang,” jelas Budi. Modal ke lapangan ini ternyata sangat penting. Hingga kini dia paham betul apa saja keluhan pekerja di lapangan. Termasuk yang biasanya beralasan macam-macam untuk mencari keuntungan dengan cara tidak benar. “Dengan lamanya kita di lapangan jadi tahu betul karakter pekerja. Ini yang ternyata penting diketahui,” urai Budi. Kini kesuksesan berhasil diraihnya walaupun ayah sudah tiada. Turunnya ilmu ayah ini didapatnya dengan mau turun langsung ke lapangan. Tidak cukup hanya itu, kerap kali dilibatkan dalam berurusan menjadi salah satu modal bisa banyak kenal relasi untuk menjalankan bisnis perumahan PT Yamin Bangun Mandiri dikelolanya. Ratusan rumah kini berhasil dibangun di lahan strategis baik lokasi Bunyamin 1,2,3 maupun Residence. Lonjakan harga pun meningkat tajam dan keuntungan
Begitulah yang saya rasakan awal ikut dengan ayah. Kemudian sempat pula dijadikan pengawas bangunan, menangani ratusan tukang BUDI HARTO Direktur Perumahan Bunyamin
bukan hanya diraih dirinya namun juga pemilik rumah. Satu hal dalam bisnis perumahan perlu diperhatikan baginya adalah akses jalan. Tidak heran dirinya untuk membuat jalan tak segan-segan menghabiskan urukan tanah agar penghuni merasa nyaman. Sedikit kilas balik, dia mengaku sebelumnya malah tertarik bisnis rental mobil. Itulah yang dilakoninya sejak lulus
sekolah SMA sambil kuliah. Dari satu buah hingga puluhan buah berhasil direntalkan. Keuntungan pun didapat berlipat. “Ada yang asyik juga dalam bisnis rental mobil. Uang didapat bisa cepat namun resikonya juga kadang besar. Mobil digadaikan ataupun dicuri itu adalah risiko mesti dihadapi,” urainya. Sementara di perumahan risiko diderita dalam hal penipuan cukup kecil. Kendala kerap didapati masih seputar birokrasi yang kadang masih berbelit-belit. “Terpenting lagi bagi pebisnis perumahan adalah kebijakan pemerintah. Ini sangat penting dalam urusan bisnis di perumahan,” bebernya. Selain itu juga penting adalah iklim investasi yang bagus harus didapatkan pebisnis. Jangan sampai kejadian kerusuhan 1997 terulang. Dolar naik dan bunga kredit naik tajam hingga pebisnis rugi. (ris)
Persiapan Matang di Dunia Properti
Budi Harto BANJARMASIN POST GROUP/APUNK
pst PT. PUTRA SARANA TRANSBORNEO
a. Operator Excavator (OE) b. Operator Bulldozer (OB) c. Operator Vibro (OV) d. Driver DT (DT) e. Mechanic HE & DT (ME)
Lamaran langsung dibawa untuk proses wawancara di kantor kami
1602/B04
MENGAPA menjadi pebisnis properti perlu persiapan? Berbeda dari jenis bisnis lain, bisnis properti memilki kompleksitas pengelolaan yang amat beragam dan cenderung rumit. Sebagaimana diulas Hasib As’ad dalam propertytoday.co.id, bidang ini memerlukan rasio modal yang tak kecil, menuntut skill manejemen level tinggi. Karenanya, menimbang dengan sadar, apakah bisnis properti yang bakal ditekuni memang telah menjadi keputusan obyektif atau belum, rasanya wajib dilakukan di awal sebagai persiapan. Keputusan objektif mengandung pengertian sederhana, yakni adanya kesadaran penuh bahwa keputusan yang diambil untuk jadi pebisnis properti telah bulat. Bila nantinya berhasil, dengan sendirinya pencapaian adalah akibat keputusan sadar penuh perencanaan. Pun jika ketepatan mengalami hambatan serius, atau malah gagal, tak perlu ada sesal menyertai. Kita tahu, penyesalan bukanlah topik yang sugessif, bahkan cenderung menjadi hantu menakutkan bagi pebisnis properti baru. Karena itu, demi menyedikitkan potensi gagal, persiapan matang, sekali lagi menjadi mutlak. Beberapa motivator ada benarnya terkadang. Mereka menyarankan untuk mengabaikan keraguan. Melarang membesarbesarkan bayangan gagal serta ketakutan. Optimisme sebagai gantinya dipandang lebih mendorong bulatnya tekad menjadi pebisnis properti bagi pemula. Sebagai sebuah sikap, optimisme dan keyakinan bisa berhasil memang baik. Ideal jadi landasan normatif. Namun faktanya, di kehidupan biasa pun kegagalan adalaah peristiwa lumrah, apalagi di ruang bisnis. Dapat
NET
menimpa siapapun tak pilih rupa. Gagal dan berhasil sama besar peluangnya. Itu lah hukumya. Di ruang bisnis kegagalan bukanlah mahkluk asing serupa alien, yang sama sekali tak mungkin datang. Keggalan bukan aib, bukan pula dosa besar yang memalukan bagi pekanya. Tentu semua pebisnis properti baru menginginkan keberhasilan di langkah pertamanya, tak bisa dipungkiri. Keberhasilan pertama bahkan bisa menjadi pola permanen untuk keberhasilan berikutnya bagi kebanyakan orang. Ia menjadi rujukan, menjadi peta panduan, menjadi sumber kebanggan positif yang amat berguna. Menyadari betapa pentingnya keberhasilan, wajar jika kemudian perlu persiapan matang sebelum melangkah jauh di bisnis properti. Pelaku yang tergolong baru sering salah tafsir, menganggap persiapan matang sama dengan lamban: kuno. Berbeda dalam pengertian apapun, persiapan matang sama sekali tak sama dengan lamban. Persiapan matang ialah kecukupan waktu berfikir untuk mengetahui, mengerti tuntas mata rantai bisnis properti awal hingga akhir. Sementara lamban identik dengan molornya waktu dari efektifitas jadwalnya. (er/net)