G Persebaya 3
l9
Banjarmasin Post SELASA 22 MARET 2011
vs 2 Barito Putera
Kalah Terhormat
BARITO Putera memperpanjang rekor tidak pernah menang pada laga tandang Kompetisi Divisi Utama Liga Ti-Phone Indonesia 2010/2011. Bertandang ke markas Persebaya Kedua tim mulai bermain sedikit kasar. Surabaya, Stadion Gelora 10 Nopember, Pelanggaran kecil kerap dilakukan, Surabaya, Jawa Timur, Senin (21/3), Laskar utamanya oleh pemain tuan rumah. Antasari takluk dengan skor tipis 3-2. Empat kartu kuning pun keluar dari saku wasit untuk Jufri Samad dan Dwi Permana Pada babak pertama, Barito memperoleh dari Barito dan dua pemain Persebaya asa setelah Nnengue Bienvenue berhasil Khodari Amir dan Sulkan Arif. mengoyak jala gawang Persebaya yang dijaga, Aditya pada menit Bahkan di akhir 10. laga, pemain gaek Kuncoro sempat baku Melalui umpan terukur hantam dengan Jufri David Faristian dari sisi Samad. Skor 3-2 untuk kanan Bajul Ijo, pemain “ Akibat penalti itu, Persebaya pun bertahan asing Barito asal Kamerun semangat anakhingga laga usai. itu berhasil anak jadi luntur memanfaatkannya Pelatih Barito menjadi gol. Barito unggul Putera, Salahudin dan bermain terlalu sementara dengan skor 1-0. mengaku kecewa dengan hati-hati” hasil itu. Namun, Sayangnya, pada menit SALAHUDIN kekecewaannya itu 25, apa yang Pelatih Barito Putera bukan karena anak dikhawatirkan punggawa asuhnya bermain jelek, Barito Putera terjadi. Wasit melainkan akibat Fahri Albar menganggap buruknya kepemimpinan wasit. pemain belakang Laskar Antasari melanggar gelandang Persebaya, Taufik di Hadiah penalti yang diberikan pada kotak 16. tuan rumah membuat semangat Laskar Antasari luntur dan permainan mereka Keputusan itu sempat diprotes Barito menjadi terlalu hati-hati. “Akibat Putera yang menganggap Taufik terjatuh di penalti itu, semangat anak-anak jadi luar area terlarang. Sayang, wasit luntur dan bermain terlalu hati-hati,” bergeming atas protes Jufri Samad dan ujarnya. (buy/ire/bjc) kawan-kawan tersebut. Sackie Doe sukses memperdayai kiper Barito Putera, M Sandy Firmansyah. Kedudukan pun berubah menjadi 1-1. Hasil itu bertahan hingga turun minum. Hasil Laga Di babak kedua, Barito Putera mulai mengimbangi permainan Bajul Ijo. Perseru 3 vs 1 PSMP Beberapa peluang dihasilkan anak asuhan Persidafon 4 vs 0 Persipro Salahudin. Namun, tidak berbuah gol. Persebaya 3 vs 2 Barito Putera Baru berjalan lima menit, Persebaya sudah unggul lewat heading Charles Orock. Umpan dari tendangan bebas Sackie Doe Klasemen Sementara Grup III mampu dimanfaatkannya menjadi gol, 2-1 1 . Persidafon 17 12 3 2 37-8 39 untuk keunggulan tuan rumah. 2 .Persiba 17 10 4 3 36-10 34 Meski unggul, permainan Persebaya justru menjurus ke brutal. Terbukti dalam 3 .PSBI 17 9 2 6 21-13 29 kurun waktu 10 menit saja, sudah tiga 4 .Persebaya 17 9 0 8 28-28 27 kartu kuning diberikan untuk tuan rumah. 5 .Persekam 17 8 0 9 19-26 24 Masing-masing kepada Kuncoro, Fendi 6 .PSS 17 7 3 7 18-25 24 Taris dan La Umbu. 7 .Persigo 16 7 2 7 21-20 23 Hebatnya, meski dikasari, pemain Barito masih mampu mengontrol emosinya. 8 .Barito 15 7 1 7 18-13 22 Persebaya kembali memperlebar jarak 9 .Persipro 18 6 4 8 13-28 22 menjadi 3-1 lewat aksi Sackie Doe di menit 10. PSIR 18 6 3 9 14-28 21 70. Menerima umpan Kuncoro, eks Deltras 11. Persiku 18 6 1 11 17-30 19 ini sukses menaklukkan kiper Barito, M Sandy Firmansyah. 12. Perseru 17 5 3 9 19-22 18 Beberapa saat setelahnya, Barito 13. PSMP 18 4 4 10 15-26 16 mendapat kans melalui tendangan bebas Septa Riyanto. Sayang bola mampu ditepis Top Scorer kiper Persebaya, Aditya. 23 Gol Fortune Udo (Persiba, Grup III) Upaya Barito untuk menyamakan kedudukan akhirnya terwujud di menit 13 Gol Osas Marvelous Ikpefua (PSAP, Grup I) ke-75 melalui tendangan bebas pemain 12 Gol Franco Martin Hitta (Mitra Kukar, Grup II) bernomor punggung 24, Michael Yansen Orah.
ANTARA
ADU CEPAT - Pemain Persebaya Surabaya, Cornelis Kaimu (kiri) berebut bola dengan pemain Barito Putera, Guntur Ariyadi pada laga Divisi Utama Liga Ti-Phone Indonesia 2010/2011 di Stadion Gelora 10 Nopember Surabaya, Senin (21/3). Persebaya berhasil mengalahkan Barito Putera dengan skor 3-2..
Bartman-Bonek Berdamai LAGA Persebaya Surabaya kontra Barito Putera pada lanjutan Kompetisi Divisi Utama Liga Ti-Phone Indonesia 2010/2011 memang berlangsung panas. Buktinya, tujuh kartu kuning dikeluarkan wasit. Namun, panasnya suasana itu tidak terjadi pada suporter kedua tim, Bartman dan Bonek. Sejumlah Bartman yang datang menyaksikan secara langsung laga yang digelar di Stadion Gelora 10 Nopember, Surabaya, Senin (21/3) tetap aman, tanpa gangguan. Bahkan, Bartman yang datang dengan menggunakan atribut kebanggaannya tetap aman di tribun penonton di antara ribuan Bonek yang menonton laga tersebut.
Menurut Wakil Ketua Bartman, Normansyah, mereka memang dikawal sejumlah Bonek agar tetap aman selama menonton laga dari penonton lainnya. Maklum, sebelum bertolak ke stadion, mereka yang berjumlah sekitar 10 orang mendatangi sekretariat Bonek Mania. Di sana Bartman mengungkapkan keinginannya mendukung Barito bermain. Kubu Bonek merespon keinginan Bartman itu. Sejumlah Bonek diminta mengawal mereka hingga pertandingan usai. Jadi, meskipun memakai atribut Barito, Bartman tetap aman di kandang Bonek. “Saya sempat terharu melihat respon Bonek atas keinginan kami. Kami bertekad akan melakukan
hal yang sama jika suporter lain juga datang ke Stadion 17 Mei Banjarmasin,” ujar staf Pengadilan Negeri Pelaihari ini. Dia berharap,
persahabatan antarsuporter dapat terjalin untuk kemajuan persepakbolaan Tanah Air. “Semoga ini menjadi awal yang baik,” katanya. (ire)
ISTIMEWA
DAMAI - Suporter Barito Putera, Bartman (kuning) duduk berdampingan dengan suporter Persebaya, Bonek di Stadion Gelora 10 Nopember Subaraya, Senin (21/3).
Kembali TC ke Korea pengurus besar Taekwondo Indonesia TAEKWONDOIN Kalsel, Indah (TI) diberangkatkan ke Korea untuk Ma’rifah berkesempatan menambah menjalani TC. Rencananya, pengalamannya. Awal selama dua bulan Indah di April ini, taekwondoin sana. yang akrab disapa Kemudian, setelah Indah ini diberi menjalani TC di Korea, kesempatan mengikuti Indah dan taekwondoin training centre (TC) di pelatnas lainnya, diuji pada Korea Selatan. Kejuaraan Taekwondo Kesempatan itu Unversiade di Cina. datang karena “Jika mendapatkan taekwondoin berusia hasil maksimal di Cina, 19 tahun itu merupakan berarti 100 persen atlet itu anggota pelatnas jadi wakil Indonesia di SEA Taekwondo Indonesia Indah Ma’rifah Games,” kata peraih perak Menuju Emas (TIME) Kejurnas Taekwondo 2010 di Malang, yang diproyeksikan bertanding di Jawa Timur itu. SEA Games XXVI, 2011. Menurut Indah, selama dua bulan Setiap anggota pelatnas, oleh
di Korea, taekwondoin pelatnas didampingi pelatih timnas Taekwondo Indonesia, Lamting. “Saya mohon doa dan dukungan masyarakat Kalsel agar bisa menjadi atlet yang memperkuat Indonesia di SEA Games 2011,” katanya. Sebenarnya, menjalani TC ke Korea bukan yang pertama kali. Tahun lalu, peraih emas Kejurnas Taekwondo 2009 ini juga mengikuti TC di Korea. Pelatih Taekwondo Kalsel, Jufhari mengaku senang mendapat kabar taekwondoin putri Banua itu ikut diberangkatkan latihan ke Korea. “Kami berharap, ini menjadi motivasi untuk atlet kita masuk pelatnas,” ujar Jufhari. (buy)
Bermodal Hasil Kejurnas 2010
DOK/BPOST
MENGECEK - Atlet aeromodelling, Eri S Irawan bersiap menggelar latihan di kawasan Kantor Gubernuran, Jalan Trikora, Banjarbaru.
TIM Aeromodelling Kalsel optimistis mampu meraih minimal dua emas pada Kejurnas Aeromodelling 2011 yang digelar di Bumi Marinir, Surabaya, Jawa Timur, 25-27 Maret ini. Menurut Ketua Harian Federasi Aerosport Seluruh Indonesia (FASI) Kalsel, Eri S Irawan, optimistis itu muncul karena prestasi yang diraih pada Kejurnas Aeromodelling dan Musi Rawas International Open Aeromodelling 2010 di Musi Rawas, Sumatera Selatan, 27 Oktober-2 November 2010. Pada saat itu, tim aeromodelling Kalsel mampu meraih dua emas dan dua perunggu. Emas diraih Bernandiansyah di kelas RC Helicopter 3D dan Tristan Dwisanov di kelas RC Aerobatic Aeroplane Intermediate. Sedangkan untuk dua medali perunggu disumbangkan M Mahzun di kelas RC Helicopter 3D dan Adithia Adam di kelas RC Aerobatic Aeroplane
Intermediate. Hasil itu, tentunya memacu semangat tanding para atlet aeromodelling Kalsel untuk meraih hasil yang lebih baik. Bahkan, dari enam emas yang diperebutkan, FASI Kalsel menargetkan dua hingga tiga emas. Untuk ajang tingkat nasional itu, FASI Kalsel mengirim 20 atlet, dua pelatih, dua teknisi dan satu ofisial. Diharapkan, mereka mampu berbicara lebih banyak. Apalagi, delapan atlet aeromodelling Kalsel menjalani latihan intensif di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta bersama pelatih aeromodelling nasional. “Kebetulan, mereka kuliah di Jakarta. Sedangkan, dua atlet lainnya, ke Jakarta tiap dua pekan sekali,” jelas pria yang akrab disapa Wawan ini. Ajang itu, tutur Wawan, juga menjadi momen untuk melihat kekuatan lawan Kalsel pada Pra-PON yang dijadwalkan digelar Juni ini. (ire)
2203/B09