28 Rendezvous
Banjarmasin Post
MINGGU 19 DESEMBER 2010
Impikan Penerus Big Boys ARUL Big Boys, begitulah orang di Bumi Lambung Mangkurat mengenal lelaki yang sejak kecil bermukim di kawasan Pasar Lama, Banjarmasin, ini. Dua kata di belakang pemilik nama lengkap Arul Efansyah tersebut, di era 80-an memang sangat terkenal. Big Boys sempat meroket namanya begitu menjadi salah satu finalis di Festival Musik Rock seIndonesia pada 1987. Lebih mengangkat nama lelaki kelahiran Banjarmasin, 5 Agustus 1964, itu saat panitia menobatkan Arul sebagai vokalis terbaik. Lagu Polusi Kehidupan yang dinyanyikan pun bergema di Kalimantan Selatan. Apalagi saat itu untuk masuk dapur rekaman bukanlah perkara mudah. Sementara itu, di album festival musik rock tersebut band beranggotakan Arul (vokal), Oyan (gitar), Iren (drum), Dani (bass) dan Eben (gitar) nampang di album berbentuk kaset. Sebuah prestasi yang cukup sulit didapat dan Big Boys bisa mendapatkannya. Tidak heran hingga kini, walaupun grup musik itu tak aktif lagi, namun namanya terus dikenang. Masih membanggakan hingga kini, Arul pun digaet sebagai vokalis Power Metal. Sepuluh album sudah diluncurkan Arul Cs dengan mengusung aliran musik speed metal. Boleh dikatakan aliran
rock yang satu ini mungkin yang masih eksis adalah Power Metal. Rocker Banua yang masih memelihara rambut gondrongnya merasa bangga. Satu hal yang masih diharapkannya, ingin kejayaan musik rock di Kalsel bisa bangkit kembali. Harapannya ada penerus kejayaan Big Boys di masa-masa mendatang. “Saya masih yakin musik rock akan kembali jaya layaknya era 80-an,” ucap Arul yang sangat total bermusik ini. Darah musik memang bukan perkara asing memang bagi suami Heti Novita ini. Zakaria, sang kakek merupakan seorang pemusik keroncong dan berjaya bersama Bintang Timur, grup keroncong di jamannya. “Sebenarnya kami sepuluh bersaudara sejak kecil memang suka musik. Namun hanya saya saja yang berani total di jalur musik,” terang Arul. Mengingatngingat masa remaja dirinya terkadang tersenyum namun juga bangga. Semenjak lulus SMEAN 1 Ban-
jarmasin tempatnya menuntut ilmu, Arul memang lebih konsentrasi mendalami musik. Sempat membentuk beberapa grup musik. Bukan aliran rock saat itu jadi pilihan baginya. Semua jenis musik dilakoni, namun rejeki didapat malah dari jalur rock. Menyambut Amer Jilid II yang dilakukan Amer Community baginya sangat menggembirakan sekali. Ajang yang bisa dikatakan menjadi reuni musisik rock banua ini bisa menginspirasi kebangkitan rock di Kalsel. “Ingin sekali musik rock di banua kembali bangkit. Apalagi hingga sekarang penggemarnya masih banyak,” kata bapak yang sudah mempunyai dua orang anak ini. (ris)
Bio Fact Arul Nama Lengkap Tempat Tanggal Lahir Istri Anak
: Arul Efansyah : Banjarmasin, 5 Agustus 1964 : Heti Novita : 1. Nada Tiarani Putri (14) 2. Diva Handayani Putri (10)
Eksis di Rock BANYAKNYA grup musik bermunculan, khususnya ja lur pop, tak membuat Arul dan temantemannya di Power Metal latah. Bermusik di jalur Rock tanpa terpengaruh selera pasar. Hal tersebut yang tetap mereka pegang. “Kami tak terpengaruh deBANJARMASIN POST GROUP/ APUNK ngan ramainya aliran musik saat ini. Bisa dikatakan kami ini ‘ego’,” kata Arul. Padahal kalau boleh jujur, Arul sebenarnya menyukai semua jenis musik dan dia pun bisa membawakannya dengan baik. Apalagi kalau jenis melayu yang lagi trend saat ini. “Dangdut pun saya suka. Apalagi kalau lagunya Rita Sugiarto. Boleh dicoba. Tapi saya tak melakukannya hanya untuk mengejar bisnis,” jelas Arul. Bicara kegiatan bersama Power Metal, memasuki 2011 rencanya akan ada album baru diluncurkan. Bila resmi diluncurkan, berarti menjadi album kesepuluh Arul bersama band asal Surabaya tersebut. “Sudah ada delapan buah lagu kita siapkan untuk album ke sepuluh. Tunggu saja kelahirannya,” cetus Arul. (ris)
BANJARMASIN POST GROUP/ APUNK
J
ELAJAH
R
ASA
ANEKA masakan tersaji di salah satu meja Berlian Coffee Shop Hotel Permata In, Banjarbaru. Dari masakan Eropa di antaranya grill combo, hingga olahan menu khas urang Banua, yakni gangan (sayur) asam banjar ada di sana. Siap disantap pula nasi goreng permata dengan beragam lauk, serta udang goreng lalapan. Ehm..semuanya sungguh menggugah selera. Melihat pemandangan tersebut, dua lelaki tamu asing dari Asia yang baru memasuki coffee shop, langsung tergiur. Salah satunya, meminta dibuatkan satu menu sama, gangan asam Banjar untuk makan siang mereka. Diiringi alunan lagu-lagu bernuansa pop dari music room, santap siangnya terlihat begitu nikmat. Satu mangkok berisi bermacam sayuran, daging dan kepala ikan patin berkuah, hampir tandas dalam sekejap. Tidak mengherankan, karena yang disajikan bukan asal gangan asam melainkan sayur asam yang diracik sedemikian rupa dengan bumbu dan bahan-bahan pilihan oleh chef yang berpengalaman ber tahun-tahun di bidangnya, chef Johan. “Walau gangan asam Banjar umumnya ada di warung atau tempat makan lain, namun kita ingin memudahkan tamu hotel sehingga tidak perlu ke luar untuk menikmatinya. Mengolahnya pun sedemikian rupa, membuat cita rasanya spesial,” kata Manajer Hotel Permata In, Gusmanto diamini Executive Marketing, Fauline Sari.
Terutama rasa gurih masakan yang sudah komplit sayuran dan ikan tersebut, murni berasal dari minyak ikan patin. Begitu pula rasa asamnya, bukan dari cuka atau sejenisnya, melainkan dari buah asam asli. “Tetapi kalau tamu ingin mencoba ikan lain, semisal haruan (gabus) atau ayam, kita juga siap menerima sesuai order,” imbuh chef Johan. Menu lainnya juga sama, tak hanya tampilannya yang menggugah selera juga cita rasanya sangat spesial dan boleh diadu dengan tempat makan lain. Grill combo, menu dengan double lauk panggangan fillet dada ayam dan daging yang dibalur saus barbeque, disajikan bersama kentang goreng. Semakin oke dinikmati dengan aneka sayuran terdiri dari kacang polong, wortel, buncis, jagung manis yang dimasak sedemikian rupa. Tak kalah menggiurkan nasi goreng permata, menu yang menjadi masakan spesial coffee shop di hotel yang terletak di Jalan A Yani kilometer 34 no 1. Warna nasi boleh sama merah, namun di sini bumbunya dari ramuan khusus sehingga menghasilkan taste yang khas. Nasi goreng dibungkus telur dadar, disajikan dengan acar, kerupuk dan aneka lauk dari sate, abon, ser ta telur mata sapi nan menerbitkan selera. Bagi yang suka seafood, tersedia pula menu udang goreng lalapan. Bukan hanya kualitas udang lokal yang tidak perlu diragukan, fresh, juga sambal terasinya yang mampu membikin lidah bergoyang. “Menu-menu ini termasuk favorit para tamu, disukai tak hanya karena tampilannya juga cita rasanya yang cocok di lidah. Soal harga juga tidak perlu khawatir, karena sudah include dengan pajak,” beber Fauline Sari. Nikmat lagi bila menyantap menu-menu tersebut dengan minuman yang juga spesial, ice moccacino dan coffee latte. Pastinya, bakal membuat lidah tak berhenti bergoyang. Nah, aneka menu ini pas menjadi alternatif Anda lunch atau dinner bersama keluarga, relasi, atau teman dekat. Apalagi sambil bersantap di coffee shop yang buka 24 jam itu, Anda sekaligus bisa menikmati pemandangan di pusat Kota Idaman, Banjarbaru. (hay/*)
Suasana Santai dan Nyaman BERSANTAP di Berlian Coffee Shop Hotel Permata In, Anda bakal menemukan suasana yang berbeda. Letaknya yang berada di tengah kota, membuatnya cocok untuk segala keperluan termasuk membicarakan urusan bisnis. Siang hari, tamu bersantap ditemani dengan alunan lagu-lagu dari music room. Khusus malam, ada live music dengan
lagu-lagu yang bisa direquest para tamu. “Suasananya kita buat nyaman, sehingga para pebisnis pun bisa membicarakan urusannya dengan santai tanpa khawatir privacynya terganggu,” kata Manajer Hotel Permata In, Gusmanto. Anda dapat bersantap di kursi-kursi konvensional, atau tersedia juga sofa yang viewnya langsung ke jalan raya di depan hotel.
Apalagi, lanjutnya, penyajian menu juga tidak perlu membuat tamu menunggu lama. Misal menu daging, hanya memerlukan waktu sekitar 10 menit, pemesan sudah dapat menikmatinya. “Tak hanya penyajian cepat, kita juga menerima menu order khusus dari tamu selama bahan bakunya tersedia,” tandasnya. (hay/*
Daftar Harga (per porsi) 1. Grill Combo 2. Gangan Asam Banjar 3. Nasi Goreng Permata 4. Udang Goreng Lalapan 5. Ice Moccacino 6. Coffee Lattee
Rp 136.500,00 Rp 50.500,00 Rp 46.500,00 Rp 59.500,00 Rp 21.500,00 Rp 20.500,00 MONTASE: DHANI
FOTO-FOTO: BANJARMASIN POST GROUP/ HAMSIAH