Sporten 9
Banjarmasin Post SENIN 6 DESEMBER 2010
Seperti Jadi Juara Umum Klasemen Akhir Perolehan Medali
Tapin Raih Emas Terakhir Banjar Tuan Rumah Porprov IX SELURUH pemain Tapin langsung berlarian menuju Pelatihnya, Mukhsin saat wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan final sepak bola Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalsel berakhir, Minggu (5/ 12) sore. Mereka menaklukkan tuan rumah Kotabaru dengan skor 2-1 pada laga yang digelar di Stadion Bamega, Kotabaru, sekaligus raihan emas terakhir dari cabang olahraga paling bergengsi itu. Pada pertandingan yang digelar menjelang penutupan ajang empat tahunan itu, Tapin memang menguasai jalannya pertandingan. Bahkan pada babak pertama, Tapin langsung unggul dua gol tanpa balas. Gol itu diciptakan Abdul Kadir pada menit ke-28 setelah memanfaatkan umpan lambung yang mengarah padanya. Dengan kaki kanan-
nya, kiper Kotabaru, M Tri Febrianto hanya bisa memungut bola di dalam gawang yang dijaganya. Satu menit sebelum turun minum, suporter tuan rumah makin terdiam saat Aidil Bogel menambah keunggulan Tapin setelah terjadi kemelut di depan mulut gawang. Tidak mau malu di depan publik sendiri, Kotabaru meningkatkan ritme permainannya. Namun, lini pertahanan Tapin yang cukup disiplin membuat Kotabaru sulit menciptakan gol. Pada menit 89, Hamdan sempat memberikan harapan bagi Kotabaru saat memper-
kecil kedudukan menjadi 2-1. Sayang, tambahan waktu empat menit gagal berbuah kemenangan bagi tuan rumah. Ketua KONI Tapin, H Juanda mengatakan, raihan medali emas dari cabang olahraga sepak bola itu, membuat dirinya merasa Tapin sebagai juara umum. “Ini cabang olahraga yang paling bergengsi. Rasanya, seperti juara umum saja. Apalagi, kita bermain menghadapi tuan rumah,” katanya. Terpisah, Sekretaris Umum KONI Kalsel, Sarmidi, mengatakan tuan rumah Porprov IX adalah Kabupaten Banjar. setelah Kabupaten Hulu Sungai Utara yang diputuskan menggelar kegiatan empat tahunan itu menyatakan mundur karena merasa belum mampu melaksanakannya. “Waktu pelaksanaannya dimajukan menjadi 2013 karena berdekatan dengan Pra-PON dan PON,” katanya . (ire)
BANJARMASIN POST GROUP/MURHAN
LARI - Pemain Kotabaru (putih) beradu lari dengan pemain Tapin saat final cabang sepak bola di Stadion Bamega, Kotabaru, Minggu (5/12).
Penuhi Janji 3 Tiga Emas bagi Tala YUSDI Mursalin memenuhi janjinya mempersembahkan tiga medali bagi Tanahluat dari cabang catur di Porprov VIII Kalsel saat berlaga di gedung Paris Barantai, Kotabaru. Emas terakhir diraihnya pada final catur standar, Sabtu (4/ 12). Sebelumnya, PNS Setda Pelaihari ini meraih dua emas pada nomor catur kilat dan catur cepat. Kini, emas ketiganya
melengkapi raihan emas menjadi 15 bagi Bumi Tuntung Pandang. Keberhasilannya memenuhi janji meraih tiga emas tentu membuat Yusdi bangga dan berharap itu membuat Tala tidak terpuruk di klasemen akhir Porprov VIII. Untuk perolehan medali Tanahlaut terakhir, Bumi Tuntung Pandang meraih 15 emas, 22 perak dan 22 perunggu.
1. Banjarmasin 2. Kotabaru 3. Tapin 4. Banjarbaru 5. Tanah Bumbu 6. Tabalong 7. Baritokuala 8. Tanahlaut 9. Banjar 10. HSU 11. HST 12. HSS 13. Balangan
84 78 40 32 32 22 20 15 12 11 6 5 3
75 49 44 29 29 24 20 22 27 22 5 9 5
77 72 65 51 44 12 29 22 38 28 14 16 6
Jumlah
360
360
488
Hasil itu lebih baik dari Porprov VII Tapin yang hanya memperoleh sembilan emas, 11 perak dan 18 perunggu. Meski posisi mereka tidak berubah yaitu di posisi delapan. BPOST GROUP/ MURHAN Di klasemen akhir, Yusdi Banjarmasin kembali menjadi juara umum dengan perolehan 84 medali emas, 75 perak dan 77 perunggu. (ire)
Tak Pernah Mau Sombong BERSAHAJA, kesan itu yang ditangkap ketika bertemu dengan Ari Priyadi. Senyum ramah, jauh dari kesan sombong tampak di wajah pedayung Batola itu. Padahal, pria yang akrab disapa Ari ini merupakan salah satu pedayung yang mengantarkan tim Dragon Boat Merah Putih meraih tiga medali emas Asian Games XVI, Guangzhou, China, beberapa waktu lalu. Bahkan ketika berlomba di ajang Porprov VIII Kalsel, Kotabaru, pedayung kelahiran Marabahan, 21 Maret 1991, itu tidak mau menganggap remeh pedayung lokal. Meskipun, pada nomor Kano 1 jarak 200 meter, alumnus SMKN 1 Marabahan ini dengan
mudah mempecundangi tidak langsung pedayung lainnya, termasuk memberi semangat pedayung yang meraih dua emas pada tim dayung pada jarak 500 meter dan 1.000 Batola. Sejak Ari meter, Permadi Saputra. datang dari pe“Mereka pedayung hebat, saya latnas, raihan emas memang menang tapi bukan Batola dari berarti lebih hebat dari mereka,” cabang dayung kata anak pasangan Jumadi dan mulai meRatnawati itu merendah. ngalir. (ire) Sebenarnya, sikap tidak sombong itu merupakan didikan kedua orangtuanya sejak kecil. Bahkan, ketika dia berhasil meraih Nama : Ari Priyadi tiga emas Asian Games, Lahir : Marabahan, 21 Maret 1991 pesan jangan sombong itu Orangtua : Jumadi/Ratnawati makin sering diberikan Tinggi/berat : 168 cm/68 kg Prestasi : z Tiga Emas Asian Games XVI orangtuanya. z Emas Porprov VIII Kotabaru Kebersahajaan yang z Emas Porprov VII Tapin ditunjukkan Ari itu secara
Ari & Fakta
0612/B09