Nusantara 13
Banjarmasin Post
MINGGU 28 NOVEMBER 2010
Latihan 200 Jam Jadi 1 Hari Satgas Antimafia TKI Harus Dibentuk JAKARTA, BPOST - Menanggapi persoalan yang mendera tenaga kerja Indonesia (TKI), anggota Komisi IX DPR, Rieke Dyah Pitaloka, mendukung segera dibentuknya Satgas Antimafia TKI. Usulan dibentuknya Satgas Antimafia TKI mengemuka akibat masih terjadinya penyiksaan terhadap mereka.Bahkan, muncul indikasi TKI telah menjadi korban perdagangan manusia. “Kalau dibentuk Satgas Antimafia TKI, maka PJTKI dan oknum pejabat yang salah diberi sanksi. Selama ini tidak ada law enforcement, jadi tidak jera,” katanya, Sabtu (27/11). Selama ini, lanjut Rieke, TKI selalu dilihat sebagai komoditas, jadi banyak pihak yang memanfaatkan dan mengambil keuntungan dari mereka. “Apa coba yang tidak jadi duit dari TKI?” tanya Rieke. Dia mencontohkan, meski telah ada moratorium antara Indonesia dan Malaysia terkait TKI, masih ada 10 ribu orang Indonesia yang lolos dan bekerja secara gelap di Negeri Jiran. “Di sini fungsi pengawasan yang tidak ketat. Dan tidak ada sanksi hukum bagi PJTKI yang terbukti mengirimkan TKI ilegal ke sana. Akhirnya yang terjadi adalah perdagangan manusia,” tuturnya. Rieke juga menyoroti belum diberikannya pelatihan maksimal kepada TKI yang akan dikirim, seperti bahasa negara yang dituju, budaya, dan soal hukum yang berlaku di negara tujuan. “Seharusnya, sesuai Peraturan Menteri Nomor 14 Tahun 2010, ada 200 jam pelatihan yang mesti diberikan kepada TKI. Tapi yang terjadi banyak pihak PJTKI yang menyelesaikannya hanya dalam satu hari, jadi tidak benar-benar diberikan pelatihan,” tutupnya.
PJTKI dan oknum pejabat yang salah diberi sanksi. Selama ini tidak ada law enforcement, jadi tidak jera RIEKE DYAH PITALOKA Anggota Komisi IX DPR
Tunggu Laporan Adanya laporan anggota DPR menelantarkan dan merendahkan profesi TKI di Bandara Dubai, Arab Saudi, Ketua Komisi V DPR RI, Mulyadi, menyatakan mereka akan memberikan teguran kepada anggota tim studi banding, Etha Bulo.
Laporan dari warga negara Indonesia yang membantu sekitar 150 TKI, menurutnya, tak dapat dijadikan alasan bagi pimpinan komisi untuk menegur Etha. “Harus dari korban langsung, yaitu mereka yang merasa diabaikan,” katanya. Etha telah membantah dirinya mengabaikan TKI di Bandara Dubai. Dikatakannya, dirinya memang bertemu dan berinteraksi dengan rombongan TKI tersebut pada 6 November 2010. Ia bahkan mengaku menegur rombongan yang dikatakannya ribut di lobi Hotel Holiday Inn, Dubai, tempat para penumpang diinapkan karena penerbangan Emirates ke Jakarta dibatalkan. Etha merasa, saat menasihati seorang TKI agar tidak bekerja di luar negeri, ia tidak bermaksud buruk. “Saya mengatakan, sudah, kerja saja di dalam negeri, gaji Rp 1 juta. Ngapain kerja di luar negeri, mempertaruhkan nyawa. Tidak usah uber harta. Di sini masih banyak lahanyang bisa digarap,” kata Etha. (kps/dtc/vvn)
Terdengar Suara Sangat Keras Atap GOR Jayapura Runtuh JAYAPURA, BPOST - Rangka atap bangunan GOR Kota Jayapura di Jalan Raya Abepura-Kotaraja, samping Gedung DPRD, Sabtu (27/11) pagi runtuh dan mengakibatkan delapan pekerja terluka. Dari pantauan di lokasi kejadian, rangka atap yang terbuat dari besi baja kini telah dipasang garis polisi oleh jajaran Polsekta Abepura. “Kejadiannya sekitar pukul 07.30 WIT,” kata Kepala Tukang Bangunan GOR Jayapura, Bintoyo, kemarin. Dikatakannya, ketika salah seorang sejawatnya naik ke lantai atas untuk melihat pekerjaan lainnya, tiba-tiba mendengar suara yang sangat keras. Akibat runtuhnya rangka atap GOR tersebut, delapan pekerja di bagian perakitan rangka atap yang terbuat dari besi baja terluka. “Delapan orang terluka. Mereka langsung dilarikan ke rumah sakit. Setelah menjalani pemeriksaan, tiga orang diperbolehkan pulang. Dua pekerja harus menjalani rawat inap di UGD RSUD Abepura, sedang tiga lainnya dirujuk ke RS Marthen Indey karena luka lebih parah,” katanya.
ANTARA/MARCELINUS KELEN
ATAP RUNTUH - Seorang wartawan televisi mengambil gambar kerangka baja atap Gedung Olahraga (GOR) Jayapura yang runtuh saat dikerjakan, Sabtu (27/11).
Bintoyo juga mengatakan, kedelapan rekannya yang mengerjakan proyek pemasangan rangka atap yang terbuat dari besi baja tersebut merupakan pekerja-pekerja dari Jakarta. “Tadi juga ada petugas dari dinas terkait dan perwakilan dari Wali Kota Jayapura melihat lokasi kejadian,” tuturnya. Runtuhnya rangka GOR
Jayapura tersebut kini sudah ditangani jajaran Polsek Abepura. “Laporan sudah masuk dari jajaran saya yang piket,” kata Kapolsek Abepura AKP Kristian Sawaki. Dia mengatakan, pihaknya segera memanggil serta meminta keterangan dari pihak-pihak terkait, terutama konsultan yang menjadi pengawas lapangan proyek
tersebut. “Kami telah mendapat keterangan dari para korban, dan akan memeriksa pihak terkait serta konsultan yang mengawasi proyek tersebut,” katanya. Karena itu, kata dia, polisi telah melakukan olah tempat kejadian untuk mengetahui penyebab terjadinya peristiwa tersebut. (ant/kps)
Paspor Karni Ditahan Majikan DUKA tenaga kerja Indonesia (TKI) yang mengalami perlakukan buruk di luar negeri terus terjadi. Kali ini menimpa Karni, warga Kuningan, Jawa Barat yang bekerja di Arab Saudi. Dia mendapat perlakuan tidak manusiawi dari majikannya yang tinggal di Kota Abha, Arab Saudi. Tidak hanya kekerasan fisik, perempuan 35 tahun itu juga mendapat kekerasan seksual. Kementerian Luar Negeri mengaku telah mendapat laporan dari suami Karni, Nana. “Nana juga memberikan nomor telepon Karni di
Arab Saudi,” kata Juru Bicara Kemlu Michael Tene, Sabtu (27/11). Michael mengatakan, informasi dari Nana tersebut telah disampaikan ke KBRI setempat. Saat ini, Kemlu masih menunggu laporan dan informasi dari Jeddah mengenai persoalan ini. Menurut informasi, Karni tinggal di rumah majikannya di Abha, atau sekitar 760 km dari Jeddah. Merasa diperlakukan tidak baik, Karni ingin segera pulang ke Indonesia, namun paspornya ditahan majikan. (dtc/kps)
Cuaca Ekstrem Ancam Jakarta JAKARTA, BPOST - Sabtu (27/11) siang, Kota Jakarta diguyur hujan lebat disertai angin kencang dan kilatan petir. Badan Meteorologi, Geofisika dan Klimatologi (BMKG) Jakarta memprediksi hal tersebut akan berlangsung hingga awal tahun depan itu. Selain menyebabkan kemacetan di jalan-jalan kota Jakarta, hujan deras ini juga menyebabkan pohon tumbang atau patah rantingnya. Berdasarkan pantauan Traffic Management Centre, sekitar pukul 14.35 WIB mulai terjadi kemacetan di jalan tol dalam kota, utamanya yang menuju Cawang. Antrean kepadatan kendaraan terjadi sejak masuk kawasan MT Haryono. Kondisi ini disebabkan adanya genangan air yang terjadi di beberapa titik. Sementara arah sebaliknya, dari Kuningan hingga MT Haryono, tampak lebih lengang. Hujan disertai angin kencang membuat beberapa pohon tumbang, seperti di Jalan Rasuna Said, Tebet Timur, Cinere, dan Ciputat. Bahkan, di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jakarta Timur, pohon tumbang menimpa sebuah mobil. Di Limo, Cinere, Depok pohon tumbang menimpa sebuah sekolah. Sementara di antara Stasiun Tebet dan Stasiun Cawang terdapat pohon tumbang mengakibatkan kereta api terganggu. Di depan Kedubes Malaysia, sebuah tiang listrik tumbang diduga akibat hujan deras dan angin kencang. “Ini siklusi transisi, akan terjadi hujan lokal, siang menjelang malam hari. Hujan deras bisa turun dua hingga tiga jam. Potensi angin kencang dan puting beliung tentu ada,” ujar Kepala Sub Bidang Peringatan Dini Cuaca Ekstrim BMKG, Kukuh Ribudiyanto. Hujan dera juga mengguyur Kota Bogor, membuat arus lalu lintas mengalami kemacetan. Banjir pun terjadi di beberapa tempat. Genangan air yang sangat parah terjadi di pertigaan Jalan Baru
(Soleh Iskandar) dan Jalan KHR Abdullah Bin Muhammad Nuh yang mengarah ke Perumahan Taman Yasmin. Kemacetan paling parah terjadi di pertigaan Jalan Baru
dan KHR Abdullah Bin Muhammad Nuh. Penyebabnya, selain hujan, ruas jalan makin sempit akibat banyaknya gulungan kabel di bahu jalan sebelah kiri. (ant/dtc/kps)
2811/B13