20 Banua Anam
Banjarmasin Post SABTU 3 JULI 2010
Kopassus Pimpin Kodim Tanjung
BANJARMASIN POST GROUP/MAHDAN BASUKI
NASI TUMPENG - Kapolres Tabalong, AKBP RP Mulya menyerahkan nasi tumpeng dalam acara syukuran memperingati HUT Ke-64 Bhayangkara, Kamis (1/7) di gedung Pendopo Bersinar.
TANJUNG, BPOST - Untuk pengembangan tugas dan peningkatan karier anggota TNI, Komandan Komando Distrik Militer (Dandim) 1008/ Tanjung yang sebelumnya diemban Letkol Arm Sun Suripto berganti Letkol Inf Bambang Indrayanto. Serah terima jabatan (sertijab) Dandim 1008/Tjg ini digelar, Jumat (9/7) di lapangan Pendopo Bersinar. Upacara sertijab itu langsung dipimpin Komandan Korem (Danrem) 101/ Antasari, Kolonel Inf Horoes Paduppai. Dalam upacara sertijab itu selain dihadiri para pejabat Korem 101/ Antasari, dandim, danyon dan anggota juga Pemda Tabalong, unsur muspida setempat, tokoh agama, tokoh masyarakat, ormas, LSM, media dan undangan lainnya. Usai sertijab tersebut, Sun mengemban
tugas baru atau naik jabatan sebagai Pabandya 1/Pam Perwira Spamad. Sebagai penggantinya dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Bambang. Sebelumnya sebagai Kasi Pam Ops Denma Markas Besar Angkatan Darat (Mabesad). Dengan adanya pergantian pucuk pimpinan di jajaran Kodim 1008/Tjg ini, Sun berharap sikap profesional dan solidaritas satuan TNI, Polri serta masyarakat tetap terjaga dengan baik. “Pertahankan Tabalong sebagai daerah yang damai,” kata Sun usai menghadiri acara syukuran dalam rangka HUT ke-64 Bhayangkara yang digelar jajaran Polres Tabalong, Kamis (1/7) di Pendopo Bersinar. Seiring pergantian ini, Sun setelah lebih kurang 2,5 tahun menjabat sebagai Dandim 1008/Tanjung, Sun
sekeluarga mohon diri dan teriring ungkapan rasa syukur dan terima kasih dan penghargaan yang setinggitingginya atas segala bimbingan, perhatian serta kerja sama yang terjalin dari semua pihak terkait selama ini. “Saya ucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan, baik itu bantuan moril maupun materil selama melaksanakan tugas di sini. Termasuk dari rekan-rekan pers, LSM dan masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban daerah setempat,” katanya. Sun beserta keluarga juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya, jika selama bertugas di daerah setempat terdapat kesalahan atau kekurangan baik dalam hubungan dinas maupun pergaulan sehari-hari. (mdn)
Warga Tutup Jalur Truk Galian RANTAU, BPOST - Ancaman warga Desa 15 Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan, Kabupaten Tapin, menutup jalur truk galian tanah di desa setempat bukan gertak sambal. Jalur tersebut diportal warga menggunakan balok, Jumat (2/7) sekitar pukul 08.00 Wita. Dalam aksinya, puluhan warga memasang pagar dan rintangan papan sepanjang empat 4 meter untuk mencegah keluar masuk truk angkutan galian tanah. Rintangan papan dibuat dengan tinggi yang bisa menahan lalu lintas truk, sementara untuk kendaraan lainnya seperti mobil taksi angkutan ziarah masih bisa lewat. Aksi penutupan jalan tersebut berlangsung sekitar sejam. Sementara itu dari pihak perusahaan pengelola galian sempat mendatangi warga. Ketika itu sempat terjadi sedikit ketegangan namun tak sampai menimbulkan kericuhan. Pihak perusahaan pengelola galian sempat meminta supaya tidak dilakukan penutupan jalan. Tapi warga tetap bertahan menutup un-
tuk seterusnya dan tidak memperbolehkan lagi melalui jalan tersebut. Jika perusahaan tetap melanjutkan angkutan galian diminta membuat alternatif jalan lintasan lain.
“Warga memutuskan selamanya truk galian tidak boleh melalui jalan tersebut,” HM AINI Tokoh Desa 15 Tatakan “Toleransi warga sudah habis. Selain merasa dibohongi, adanya lubang besar galian dan kondisi jalan kampung makin rusak akibat lintasan truk galian, makin membuat kami kecewa sampai akhirnya memutuskan melakukan penutupan jalan. Warga memutuskan selamanya truk galian tidak boleh melalui jalan tersebut,” ucap HM Aini,
tokoh warga Desa 15 Tatakan. Aksi ini merupakan akumulasi kekecewaan dan keprihatian warga Desa 15 dan juga warga Desa Tatakan. Selain prihatin melihat dampak galian tanah yang menyisakan lubang selebar 50 meter dengan kedalaman mencapai sekitar lima meter. Lubang ini dinilai sangat rawan menimbulkan jatuh korban nyawa atau teperosoknya ternak sapi. Selain itu warga juga merasa dibohongi. Truk-truk terus keluar masuk melalui jalan umum yang biasa dilalui kendaraan peziarah. Lubang galian pun semakin besar dan berbahaya jika terus dibiarkan. Posisi galian tanah berada di area perkebunan karet, pertengahan jalur jalan ziarah antara makam Datu Nuraya dengan makam Datu Sanggul. Titik galian berada sekitar 200 meter dari jalan tambang atau sekitar 500 dari makam Datu Nuraya. Dari lokasi galian, truk melalui jalan umum aspal sekitar 200 meter memasuki jalan tambang. (sar)
BANJARMASIN POST GROUP/RAHMAWANDI
BERMAIN DI SUNGAI - Sejumlah anak-anak bermain di Sungai Amandit di Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Kamis (1/7). Keasrian Sungai Amandit menjadi salah satu daya tarik wisatawan dari luar daerah ke tempat tersebut.
Warga Ancam Mengadu ke Menteri ■ Kompensasi Diminta Berbentuk Uang Tunai RANTAU, BPOST - Kesediaan pihak perusahaan tambang memberikan kompensasi atau ganti rugi terhadap petani di Pantaicabe dan Pampain, Kabupaten Tapin masih menyisakan harapan besar bagi warga. Pasalnya, belum diketahui secara pasti bentuk kompensasi yang akan diserahkan perusahaan tambang kepada para petani. Sementara, dari hasil urun rembug para petani, disepakati ganti rugi yang diharapkan dalam bentuk
uang tunai. Rencana para petani untuk mengadukan dugaan pencemaran tambang ke lahan pertanian mereka pun akhirnya diurungkan. Para petani kini lebih memfokuskan diri mengusahakan kompensasi pi-
hak perusahaan tambang dalam bentuk uang tunai. Perwakilan petani di Desa 15 Tatakan, Kecamatan Tapin Selatan, HM Aini, menyatakan, ada niat baik dari perusahaan memperhatikan dampak dan kerugian masyarakat sekitarnya. “Tak ada maksud tuntutan berlebihan, tapi sekadar sesuai kenyataan. Silakan cek dan data nilai kerugian. Tentunya kompensasi sangat diharapkan berupa pencairan uang untuk mengatasi berba-
pihak petani karet, gai kesulitan petani,” ucap Kerugian Akibat Dugaan petani ikan PamHM Aini, Jumat (2/7). Limbah Tambang pain, pihak perusaHarapan serupa diung❑ Petani ikan di Desa Pampain Rp 2,8 haan tambang, tim kapkan perwakilan petani miliar. tambang dan DPRD ikan Pampain, Kecamatan ❑ Petani karet di Pantaicabe Rp 866 Tapin, saat ini pihak Salambabaris, H Jumbri, juta. petani masih meyang mengaku kerugian yang diderita petani ikan sumber: perhitungan petani nunggu undangan. “Mudah-mudahan Pampain sudah sangat besemua konsisten. Kami petagai keperluan masing-masar. Namun demikian tuntutan ni menunggu perkembangan sing dalam mengatasi krisis kompensasi tetap mengacu dan undangan pertemuan di mata usaha perikanan,” tepada kondisi yang realistis. DPRD itu. Jika hasilnya megasnya. “Hasil musyawarah kami ngecewakan, seperti rencana Terkait dengan pertemuan menginginkan kompensasi kami langsung berangkat mefinal yang melibatkan seludalam bentuk uang karena ini ngadu ke Jakarta,” ucap H ruh pihak terkait mulai dari bisa digunakan untuk berba-
Jumbri, perwakilan petani ikan di Pampain. Tak berbeda dari pihak perwakilan petani karet Desa Pantaicabe, Kecamatan Salambabaris yang sudah mengirimkan data kerugian karet ke sejumlah dinas terkait termasuk ke DPRD Tapin. “Sesuai dengan tuntutan dan data kerugian kami petani Karet Pantaicabe, sepakat mengharapkan kompensasi disalurkan dalam bentuk pemberian uang,” ucap Ali, petani di Pantaicabe. (sar)
Hapus Perangkat Lunak Ilegal TANJUNG, BPOST - Peran teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di era globalisasi ini sangat strategis karena menghadirkan suatu dunia tanpa batas, jarak, ruang dan waktu. Pemanfaatan TIK dewasa ini sudah memasuki berbagai sektor kehidupan, baik sektor pemerintahan, bisnis, perbankan, pendidikan, kesehatan maupun kehidupan pribadi. Namun, disamping dampak positif, TIK juga disadari dapat memberikan peluang untuk terjadinya kejahatan-kejahatan baru (cyber crime) atau menjadi sarana efektif perbuatan melawan hukum. Berkenaan hal itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tabalong menggelar kegiatan sosialisasi pemanfaatan perangkat lunak legal dan Free Open Source Software (FOSS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabalong, Rabu (30/6), di gedung Sarabakawa Tanjung. Dalam acara yang dibuka Asisten II Setda Tabalong, Wahyu Subandi ini, menghadirkan narasumber, Ketua Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) Banjarmasin, Ari Rahman, Kabid Aplikasi Telematika (Aptel) Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kalsel Masrani Darlan dan Kasi Aptel, Bahrum Majie. Kadishub Kabupaten Tabalong, Imam Fahrullazi diwakili Kabid Telekomunikasi dan Informatika, A Tajuddin, menjelaskan pemanfaatan penggunaan piranti lunak legal ini berkaitan adanya surat edaran No:05/SE/M.KOMINFO/10/2005, tentang pemakaian dan pemanfaatan piranti lunak legal di lingkungan instansi pemerintah. Berdasar surat edaran tersebut, pimpinan instansi pemerintah di antaranya mengecek penggunaan perangkat lunak di lingkungannya dan menghapus semua perangkat lunak ilegal dan menggunakan FOSS yang berlisensi bebas dan legal. Untuk mendorong penggunaan FOSS, pemerintah telah mendeklarasikan gerakan Indonesia Go Open Surce (IGOS-I) tanggal 30 Juni 2004 yang ditandatangani lima menteri yaitu MenPAN, Menristek, Pendiknas, Menteri Hukum dan HAM serta Menkominfo. Sesuai surat edaran itu diharapkan paling lambat 31 Desember 2011 nanti, seluruh instansi pemerintah sudah menerapkan penggunaan perangkat lunak legal. (mdn)
0307/B20