Skip to main content

Banjarmasin Post - Edisi Senin, 28 Juni 2010

Page 13

Laporan Khusus

13

Banjarmasin Post SENIN 28 JUNI 2010

Haul ke-157 Sultan Adam Al-Watsiq Billah

KEARIFAN Bupati Banjar HG Khairul Saleh dalam melestarikan budaya Kesultanan Banjar terus ditunjukkan.

P

enganugerahan Keris Pusaka Kerajaan Singosari dari Forum Silaturahmi Kesultanan se Nusantara (FSKN) , di Kota Istana Siak Sri Indrapura, Provinsi Riau, sebagai tokoh Pelestari Budaya Keraton Nusantara 2010 , bukti tekad kuat bupati ramah ini. Selama menjadi bupati nuansa relegius dan penghormatan terhadap warisan budaya Kesultanan Banjar semakin hidup. Keramahan terhadap usaha pelestarian budaya Kesultanan Banjar ini, mengundang simpati masyarakat. Sejarah banua mencatat, Jumat 18 Juni 2010, berlangsung prosesi resmi pemindahan pemakaman Pangeran Muhammad Noor , pejuang asal Banua Banjar dari tempat pemakaman umum Kebun Karet Jakarta ke Komplek Pemakaman Sultan Adam Al-Watsiq Billah, Martapura. Pemindahan lokasi pemakaman pelopor pembangunan PLTA Riam Kanan ini m e r u p a k a n k e p e rcayaan pihak kelurga almarhum PM Noor kepada Pemkab Banjar yang dinilai sangat menghargai jasa para pejuang kemerdekaan. . Melalui Lembaga Adat dan Kekerabatan Kesultanan Banjar, Bupati Khairul konsisten melestarikan nilai historis budaya Kesultanan Banjar. Salah satunya adalah rutin melak-

sanakan acara haulan ulama atau tokoh-tokoh Kesultanan Banjar. Sebagaimana pelaksanaan Haul ke-157 Sultan Adam Al- Watsiq Billah, berlangsung hari ini, -- Senin (28/6), -- di kediaman ulama kharismatik KH Anang Djazouly Seman (Abah Anang). Sultan Adam Al- Watsiq Billah bin Sultan Sulaiman Rahmatillah bin Sultan Tahmidillah II, dilahirkan pada tahun 1786 M, di bumi Karang Anyar (Karang Intan), Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Beliau merupakan sosok pemimpin yang alim dan bijaksana. Selain cerdas, dia merupakan pemimpin yang dikenal tegas dan pemberani. Sultan Adam juga terkenal sebagai pelopor pembuatan undang-undang tata pemerintahan dan kemasyarakatan di masa pemerintahannya. Undang-undang ini diberinama Undang-Undang Sultan Adam. Dalam keseharian, beliau sangat menjunjung tinggi etika sosial serta menghargai budaya di masa kesultanan terdahulu. Misalnya dalam bermasyarakat beliau sangat menghargai aspirasi masyarakat. Pun dengan anggota kerajaan selalu diminta pendapat dalam merumuskan kebijakan. (Sosok Sultan Adam baca di bagian riwayat hidup). Menurut Ketua Panitia Haul ke- 157 Sultan Adam, Drs H Gusti Chairiansjah MM, jemaah yang akan mengikuti haulan ke- 157 Sultan Adam sekitar 2000 jemaah. Mereka tidak hanya berasal dari banua sendiri tetapi juga Jawa dan Sumatera bahkan luar negeri.

pakan KetuaPusatDokumentasi Kerajaan Nusantara, “ terang H Gusti Chairiansjah, kemarin. Sebelum acara puncak haulan hari ini, Minggu (27/6) malam dilaksanakan tahlilan pembacaanYasin dan Salawat di Kompleks Pemakaman Sultan Adam, Jalan Sultan Adam, Kelurahan Jawa, Martapura. Sekretaris Panitia Haulan ke 157 Sultan Adam Andi Fitri menambahkan, pada minggu malam sebelum acara haulan telah dilaksanakan tahlilan usai Salat Magrib sampai Salat Isya. Kegiatan lainnya acara silaturahmi dan ramah tamah para zuriat dan kerabat di Mahligai Sultan Adam. “Pada acara ramah tamah malam kemarin langsung dihadiri Bapak Bupati Banjar HG Khairul Saleh dan istri serta ulama dan masyarak a t , ” terangnya. *

“Kerabat dari Belanda, Gusti Yuliana dan suaminya Donald Tick akan hadir. Dia meruKERIS PUSAKA - Sri Susuhunan Paku Buwono XIII Tedjowulan menyerahkan Keris Pusaka Abad XII Kerajaan Singosari kepada Bupati Banjar, HG Khairul Saleh di Balai Kerapatan Kota Istana Siak, Sabtu (12/6).

Silaturahmi Kerabat Kesultanan Banjar HAUL ke-157 SulBanjar (LAKKB). tan Adam tahun ini Lembaga Adat dan Kebakal lebih berkesan kerabatan Kesultanan Banjar karena bakal dihadiri dibentuk berdasarkan Akta keturunan Kesultanan Notaris Henny Rupiyanti Banjar se Nusantara. SH Nomor 18 Tanggal 9 Juni Rencananya hari ini 2010. Senin (28/6), dilakLembaga ini dibentuk sanakan Pengukuhan dengan tujuan antara lain, mePemangku Adat dan lestarikan budaya tradisi, adat Kekerabatan Kesulistiadat Kesultanan Banjar tanan Banjar se Kalsel, sebagai sumber akar budaya. HG Rusdi Effendi AR di Martapura KabuMenghidupkan nilai-nilai paten Banjar oleh HG budaya warisan leluhur yang Rusdi Effendi, salah seorang tatuha berbudaya adiluhung, mengangkat, pemangku adat /Penasihat Lembaga menjaga kehormatan harkat dan marAdat dan Kekerabatan Kesultanan tabat derajat kemuliaan Kesultanan

Banjar. Membangun kelestarian budaya seperti pembangunan keraton Kesultanan Banjar berikut pemeliharaannya. Penasihat lembaga ini yaitu KH Anang Djazouly Seman, Kanjeng Pangeran Haryo Kusumodi- ningrat (KPH Gunarso Gunawan Kusumodiningrat), HG Rusdi Effendi AR, H Gusti Shuria Rum dan H Gusti Darmakusuma. Penasihat Lembaga Adat dan Kekerabatan Kesultanan HG Rusdi Effendi AR mengatakan, lembaga ini sangat membantu pelestarian sejarah budaya Keraton Banjar dan edukasi bagi generasi mendatang. *

Cinta Ulama, Sayang Masyarakat CERDAS dan pemberani. Kesan pribadi ini melekat pada sosok kepemimpinan Sultan Adam Al- Watsiq Billah. Dilahirkan pada tahun 1786 M, di Karang Anyar (Karang Intan), Kabupaten Banjar. Pada tahun 1825 M, Sultan Adam dinobatkan menjadi Sultan menggantikan ayah beliau, Sultan Sulaiman Rahmatullah sampai tahun 1857 M. Dengan demikian 32 tahun

lamanya beliau memangku jabatan sultan di bumi Banjar Benua Lima. Sultan Adam adalah sultan ke- 12 dari silsilah Kesultanan Banjar. Hanya kurang 25 tahun pemerintahan Sultan Adam berjalan damai dan tentram. Namun karena kedatangan penjajah Belanda, ketentraman dalam memimpin Banjar Banua Lima mulai terusik. Sehingga Sultan Adam harus benar-benar waspada dan mempersiapkan pertahanan

di segala bidang. Kecerdasan Sultan Adam makin terasah setelah beliau belajar dengan putera-putera dan cucu Syekh Muhammad Arsyad. Di antara guru –guru Sultan Adam adalah : 1. Alimul allamah Qadhi H. Abu Na’im bin Syekh Muhammad Arsyad. 2. Alimul allamah Khalifah Syahabuddin bin Syekh Muhammad Arsyad. 3. Alimul allamah Mufti H Jamaluddin bin Syekh Muhammad Arsyad. 4. Alimul allamah Pangeran Ahmad Mufti

b i n Syekh Muhammad Arsyad . 5. Alimul allamah Qadhi H Muhammad bin Asiah binti Syekh Muhammad Arsyad. 6. Alimul allamah Mufti HM Arsyad Lamak (Pagatan) bin allimul allamah Mufti HM As’ad bin Syarifah binti bin Syekh Muhammad Arsyad. Karena itu tidaklah mengherankan pemikiranpemikiran Syekh Muhammad Arsyad yang disampaikan melalui anak cucu beliau dalam menegakkan ajaran agama dan ajaran ahlussunnah

RAMAH TAMAH - Bupati Banjar, HG Khairul Saleh saat beramah tamah dengan ulama dan masyarakat di acara keagamaan.

Pemimpin Teladan & Jujur SULTAN Adam Al- Watsiq Billah merupakan sosok pemimpin alim dan bijaksana. Selama 32 tahun memimpin Negeri Banjar, beliau dikenal sebagai pemimpin jujur dan menyanyangi ulama. Jasa dan perjuangannya bagi masyarakat sangat besar. Terbukti dari karya pemikiran yang mengatur tata pemerintahaan dan kehidupan bermasyarakat berdasarkan Hukum Islam. “Untuk itu, sewajarnya kita sebagai masyarakat dan zuriat melaksanakan haulan untuk mengenang jasa-jasa dan meneladani sosok dan kepribadian beliau,” tutur Bupati Banjar HG Khairul Saleh. Haulan ini dilaksanakan sebagai wujud rasa hormat dan sayang kita kepada tokoh atau ulama. Semangat pengabdian dan dedikasi almarhum Sultan Adam kepada negara khususnya daerah ini, patut dijadikan teladan. Sikap ramah dan taat kepada ulama terurai jelas dari buku riwayat hidup beliau. Acara haulan sebagai sarana mempererat silara-

hami dengan masyarakat sekaligus ketulusan cinta kita terhadap pemimpin terdahulu dan ulama. Sebab tanpa perjuangan mereka (ulama dan pemimpin), mustahil kita bisa menikmati kedamaian seperti sekarang. Banyak hal yang perlu kita contoh dari seorang pemimpin besar Sultan Adam Al- Watsiq Billah. Semoga bakti beliau bisa kita teladani hingga generasi selanjutnya. Ketua Umum Yayasan Sultan Adam Al Watsiq Billah HG Rusdi Effendi AR mengungkapkan rasa syukur dan penghargaannya kepada panitia penyelenggara Haul ke- 157 Sultan Adam. “Semoga acara haulan ini semakin menguatkan cinta kita kepada pemimpin dan ulama. Kepada panitia penyelenggara saya sangat berterima kasih,” ucap Rusdi, seraya mengatakan memperingati haul Sultan Adam mengingat jasa-jasanya agar generasi masa kini bangkit semangatnya dalam membangun banua tercinta ini. *

Makam Sultan Adam di Kelurahan Jawa, Martapura.

waljamaah sangat dominan dalam pemerintahan Sultan Adam . Misalnya pada Pasal 1 Undang-Undang Sultan Adam (1835) berbunyi : “Adapun perkara yang pertama aku suruhkan sekalian rakyatku laki-laki dan bini-bini beritikad Ahlussunnah waljamaah. Dan jangan seorang jua pun yang beritikad ahlul bid’ah , maka barang siapa yang beritikad lain dari ahlussunnah waljamaah ku suruh bapadah kepada hakimnya, dan hakim itu yang menaubatkan dan mengajari itikad yang betul. Lamun enggan inya dari taubat bapadah hakim itu lawan diaku”. Begitu besar cinta dan hormatnya dengan guru, sehingga rakyat disuruh untuk patuh dengan

pitua- pitua guru beliau. Maka terjalinlah hubungan harmonis antara ulama dan umara. Beliau juga sangat menyanyangi rakyatnya sehingga rakyat pun hidup tentram dan sejahtera. Lebih kurang 32 tahun Sultan Adam memerintah negeri Banjar membawa rakyat sejahtera. Sultan jujur ini wafat pada 13 Rabiul Awal 1274 H. Beliau dimakamkan di Pemakaman Kerajaan Martapura pada hari Ahad 14 Rabiul Awal 1274 atau 1 November 1857 M. *


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Banjarmasin Post - Edisi Senin, 28 Juni 2010 by Banjarmasin Post - Issuu