Skip to main content

Banjarmasin Post - Edisi Minggu 30 Agustus 2009

Page 10

10 Sporten

Banjarmasin Post MINGGU 30 AGUSTUS 2009

Hilang Kesabaran Menunggu Bantuan

BANJARMASIN POST GROUP / HERRY MURDY HERMAWAN

TETAP SERIUS - Meksi Manajemen Persiko masih dililit masalah finansial, perangkat tim Bumi Saijaan itu tetap serius menjalani latihan di bawah asuhan Frans Sinatra Huwae

GUSAR dan gelisah. Itulah yang dirasakan manajer Persiko Kotabaru, Hidayat Abdat, menjelang bergulirnya Kompetisi Divisi I Liga Indonesia 2009-2010 yang mulai bergulir 3 Oktober nanti. Sejak ditunjuk menjadi manajer Persiko pada 25 Mei 2009, lelaki yang disapa Oemar itu langsung menjalankan tugas hanya demi Persiko untuk tetap eksis di Kompetisi Divisi I. Namun, pengorbanan pikiran, tenaga serta materil Oemar, tidak mendapat apresiasi dari pemerintah kabupaten setempat. Bahkan dari Pengurus Laskar Tdak Saijaan sendiri. “Sejak diserahi tugas memegang Persiko 25 Mei lalu karena manajer Persiko M Iq-

bal Yudianoor waktu itu mengundurkan diri, sampai sekarang tidak pernah satu pun pengurus Persiko datang menjenguk. Apalagi, sampai membantu Persiko,” keluh Oemar. Kepala Bidang Pembinaan Prestasi KONI Kotabaru tersebut mengatakan, seluruh perangkat tim Laskar Todak Saijaan baik pelatih, manajer maupun pemain, sudah tidak diragukan lagi kesiapannya. Hanya, sebut mantan asisten manajer Barito Putera Banjarmasin Tahun 20032004 tersebut, Persiko tidak mendapat dukungan dana dari pemerintah setempat. “Sementara ini kita hanya dibantu KONI dan Pengusaha. Tetapi itu tidak cukup. Ditambah lagi sekarang lagi Ramadan, tentu banyak pengeluar-

an yang dibutuhkan,” katanya. Oemar berharap, Pemkab Kotabaru bisa memberikan perhatian lebih atas persiapan Persiko dalam menjajaki kompetisi divisi I yang super ketat itu. “Saya inginnya hanya diberikan tanggungjawab oleh pengurus Persiko. Tetapi jangan dilepas begitu saja. Setelah diserahkan, juga harus didukung sepenuhnya. Kalau terus begini, gunung juga bisa runtuh. Apalagi saya yang hanya pengusaha kecil. Terlebih lagi kompetisi sudah di depan mata dan jangan sampai kesabaran saya hilang,” ucap pembina SSB Oemar Bakri tersebut. Dikatakan Oemar, sementara ini dirinya sangat dihantui kebingungan. Penasehat

dan pelindung Persiko mantan manajer Persiko terdahulu M Iqbal Yudiannoor pun sulit untuk dihubungi. Terpisah pelatih Persiko, Frans Sinatra Huwae menegaskan, tidak ikut campur dengan urusan manajemen dan hanya berkonsentrasi menggenjot skuad Persiko Kotabaru hingga tetap on fire menghadapi kompetisi. Dalam suasana puasa pun, Septiyan Rahardi terus melakukan latihan rutin di Lapangan Sepakbola PT Arutmin Indonesia. “Kita latihan tiap hari khususnya sore sebelum berbuka. Kita baru akan melaksanakan latihan pagi dan sore, usai lebaran nanti,” kata mantan pelatih dan kapten Barito Putera tersebut. (buy)

Wajah Pucat Berubah Ceria Salahudin Persembahkan Gelar Kedua BARITO ‘Mojokerto’ Putera membuktikan diri sebagai tim tangguh menjelang Kompetisi Divisi I Liga Indonesia musim ini bergulir dengan menjadi kampiun Turnamen Sepakbola Piala Wali Kota Madiun 2009. Kesuksesan itu juga membuktikan tim asuhan Salahuddin layak menjalani kompetisi sesungguhnya yang mulai digulir 3 Oktober nanti. Laskar Antasari yang mengusung nama Mojokerto Putera menjadi juara setelah di laga penentuan berhasil menahan imbang Laskar Badai Pegunungan, Persiwa Wamena 1-1 (0-0) di Stadion Wilis Madiun, Sabtu (29/8). Laskar Antasari memuncaki klasemen akhir dengan 7 poin dari hasil 2 kali menang dan satu kali seri. Sedangkan Persiwa hanya mengumpulkan 3 poin dari 1 kali menang dan 2 kali kalah. Gelar jawara ini menjadi gelar kedua bagi pelatih bertangan dingin Salahudin yang sebelumnya juga mengantarkan Barito Putera menjadi kampiun Kompetisi Divisi II Liga Indonesia 2008. Namun, hasil ini tidak mudah didapat Septiyan Rahardi dkk untuk bisa meladeni permainan keras dan cepat Persiwa Wamena. Apalagi, baik Barito maupun Persiwa sama-sama menurunkan pemain asing. Serunya jalan pertandingan dalam babak pertama diwarnai sejumlah serangan Barito ‘Mojokerto’ Putera ke jantung pertahanan Persiwa. Persiwa pun berulangkali balik menyerang. Persiwa yang menerapkan strategi 3-5-2 hampir saja merobek gawang Barito ‘Mojokerto’ Putera. Namun, berkat kegigihan dan kerjasama gelandang bertahan dan kokohnya benteng pertahanan, serangan Badai Pegunungan dapat ditepis. Berkat gigihnya gelandang bertahan Sartibi Darwis bekerjasama

dengan bek Septiyan Salaka, Zainuri, Miftahul Kamli dan Adolfo mampu menjaga garis enam belas yang selalu dikepung pemain asuhan Joko Susilo. Kedudukan tanpa gol berakhir hingga turun minum. Pelatih Barito Putera Salahudin kembali menegaskan penyerang Roberto Kwateh dan Sugeng Wahyudi menjadi tumpuan merobek pertahanan Persiwa. Tapi, strategi memasang kedua striker itu tak mampu juga membuahkan hasil. Justru di menit ke70, gawang Barito yang dikawal Husni Mugni bobol lewat kaki Boakay Eddy Foday yang menerima umpan cantik Erik Weeks. Sontekan tak begitu keras Foday merubah kedudukan menjadi 1-0. Salahudin pun berjuang keras memompa semangat tanding anak asuhnya dari pinggir lapangan. Jalannya permainan pun hampir dikuasai Septiyan Rahardi dkk. Namun, gol belum juga tercipta hingga Salahudin tegang menunggu datangnya gol. Dewi Fortuna Barito akhirnya datangnya juga tepat di menit ke78 ketika Roberto Kwateh diganjal sentra bek Persiwa Nurcahyo. Wasit pun akhirnya menunjuk titik putih. Dengan dingin Roberto Kwateh berhasil menyarangkan bola ke gawang Persiwa hingga menyamakan kedudukan menjadi 1-1 sekaligus gelar juara sudah di depan mata. Wajah Salahudin yang sebelumnya pucat pasi lantaran dihantui ketegangan, berubah ceria dan berseri-seri. “Kami sangat bangga dengan semangat pemain yang akhirnya mampu menyamakan kedudukan hingga berhasil menjadi juara. Kemenangan ini menjadi bekal Barito menghadapi Kompetisi Divisi I 2009,” ungkap Salahudin. (ii)

BANJARMASIN POST GROUP/ BURHANI YUNUS

MODAL UTAMA - Barito Putera berhasil merengkuh gelar Turnamen Sepakbola Piala Wali Kota Madiun 2009. Gelar ini menjadi modal utama Laskar Antasari menghadapi Kompetisi Divisi I Liga Indonesia musim ini.

Berkah Puasa Ramadan

DOK.BPOST GROUP/RYM

Salahudin

BULAN Ramadan menjadi memotivasi pemain Barito ‘Mojokerto’ Putera dalam laga terakhirnya melawan Persiwa. Meskipun kedudukan imbang 1-1, semua pemain Barito ‘Mojokerto’ Putera menunaikan ibadah puasa. “Hampir semua pemain kita puasa, kecuali tiga pemain asing asal negara Nigeria yang tak berpuasa,” ujar Salahudin, Sabtu (29/8). Ditanya rencana selanjutnya, Salahudin berniat para anak asuh-

Inilah Skuad Barito Putera

Kental Berdarah Betawi PROGRAM latihan pagi sore diterapkan duet pelatih Barito Putera Banjarmasin SalahudinYunan Helmi ternyata sangat menyita waktu pemain. Hal ini tidak lain adalah untuk menjaga kondisi pemain tetap fit dan on fire jika diturunkan. Salah satu pemain yang merasakan gemblengan luar biasa Salahudin-Yunan Helmi adalah Saribi Darwis. Pemain berusia 21 tahun itu merupakan anggota The Winning Team yang mengantarkan Barito Putera menjadi juara Divisi II 2008. Dia pun dipanggil kembali dan menjalani pemusatan latihan di Kota Sidoarjo, Jawa Timur sebelum Sartibi Darwis diturunkan pada Kompetisi Divisi I Liga Indonesia mulai 3 BPOST GROUP\BUY Oktober. kta i & Fa Meski digenjot habisSar tib habisan, namun Sartibi z Nama : Sartibi Darwis tidak mengeluh sedikitz Lahir : Jakarta 12 Juli 1987 pun. Apalagi, untuk maz Tinggi : 165 z Berat : 51 kg suk ke skuad inti Laskar z Posisi : Wing Bek kiri dan kanan Antasari, pemain serba z Karir : Suratin Persija Barat 2001 bisa ini harus bisa menjaga Persija U-21 2002 waktu istirahat. Popwil DKI 2003 “Dulu kita masih sem Popnas DKI 2004 pat berbincang-bincang Piala Pelajar Seoul Korea Selatan 2005 PS Kab Tapin 2006 hingga larut malam. Sekarang pukul 19:00 (waktu

Sidoarjo, Red) juga siang pukul 13:00 sudah mengurng diri di kamar dan tidur,” kata Sartibi. Menurut pemain kelahiran tanah Betawi Jakarta itu, dengan istirahat cukup, saat bangun tidur dan langsung menjalani latihan kondisi tubuh tetap fit. Sebagai anak yang kental berdarah betawi, Sartibi rela berkorban demi karier dan masa depannya di dunia sepakbola. “Pokoknya sehabis latihan pagi hingga siang, saya langsung aja istirahat. Tidak perlu yang macammacam lagi,” kata lajang kelahiran 12 Juli 1987 itu. Selain itu, diakuinya, selama pemusatan latihan sekaligus persiapan Divisi I, dirinya juga harus menjaga berat. Bahkan, sebelum pemusatan latihan berat badannya mencapai 55 kg, kini turun lebih dari 4 kg hingga menjadi 51 kg saja lagi. “Tetapi bagi saya itu hal biasa yang penting tim begitu juga saya sudah siap menjelang Divisi I nanti. Apalagi tekad saya ingin membawa Barito kembali juara seperti Divisi II kemarin,” kata Mantan pemain terbaik Gubernur Cup I Kalsel itu. (buy)

nya cooling down dulu menghadapi pertandingan berikutnya. “Kita mengistirahatkan pemain di Kota Sidoarjo untuk persiapan Divisi I Liga Indonesia,” kata Salahudin . Salahudin bersyukur meski pemainnya dalam kondisi beribadah puasa tak menyurutkan strategis permainan yang diterapkan. Pasalnya pemain lawan juga berkeinginan menjadi juara peratama. Meski sempat ketinggalan satu

angka di babak kedua. Tapi blunder pemain belakang Persiwa di kotak finalti terhadap pemain depan Barito ‘Mojokerto’ Putera, membuat kedudukan berimbang 1-1. “Malam ini kami akan pulang ke Sidoarjo,” aku Salahudin selanjutnya berniat akan menunggu arahan manajemen untuk lebaran bersama skuad Barito ‘Mojokerto’ Putera berlebaran di Kota Seribu Sungai. (ii)

Dayung Tetap Jadi Tumpuan KOMITE Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Barito Kuala (Batola) menegaskan kesiapannya mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalsel VIII 2010 di Kabupaten Kotabaru. Kesiapan tersebut juga didukung tekad bulat untuk memenuhi target juara umum kontingen dari daerah yang disebut sebagai Bumi Selidah itu. “Meski kepengurusan KONI Batola baru terbentuk, kita siap menghadapi Porprov Kalsel VIII 2010 di Kabupaten Kotabaru,” kata Ketua KONI Batola, Nazirni. Selain itu, sebut Manajer Persehan Marabahan itu, Batola juga menargetkan kenaikan peringkat yakni ke-4 sama dengan pelaksanaan Porprov sebelumnya di Kota Rantau, Tapin 2006, dengan perolehan 29 medali emas. Cabang olah raga unggulan yang dimiliki Batola dan sangat potensial meraih medali di antaranya dayung, pencak silat, bulutangkis dan renang. Untuk cabang dayung diharapkan dapat meraih minimal 18 medali emas dalam Porprov Kotabaru mendatang. DEngan begitu, sambung dia, pihak penyelang-

garan diharapkan mampu menyediakan venue dayung pada Porprov VIII 2010. “Jika lomba dayung tidak digelar, itu berarti medali emas untuk Batola teruang. Apalagi, kemungkinan adanya usaha menjegal Batola untuk meraih prestasi maksimal,” Nazirni. Dikatakan Nazirni, Batola merupakan daerah potensial untuk olahraga dayung, karena daerahnya memiliki sumber daya manusia yang tangguh, sungai yang luas dan memadai. Sementara itu, Pemkab Batola menyatakan kekecewaannya kepada Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kalsel karena terkesan mengabaikan prestasi atlet dayung daerahnya. Kekecewaan didasari atas PODSI Kalsel tidak memilih atlet Batola mewakili Kalsel dalam ajang bergengsi Pekan Olahraga Nasional (PON) XVII Kaltim Juli 2008 lalu. “Jika dilihat dari prestasi dalam berbagai ajang lokal, Batola selalu lebih unggul dari tim daerah lain di Kalsel,” ungkap Bupati Batola Hasanudin Murad. Dalam pelaksanaan PON XVII Kaltim, PODSI Kalsel memberangkatkan tim dari

BPOST GROUP/MMI

Nazhirni

Banjarmasin. Sedang tim Batola yang memiliki prestasi diabaikan, bahkan seperti dianaktirikan. “Tidak hanya itu, pada saat pemberangkatan atlet ke PON Kaltim, Batola ditawari mengikutsertakan atlet dayung namun dengan syarat harus menyumbang dan bayar sendiri,” katanya. Oleh sebab itu, Hasanudin berharap, PODSI dan KONI Kalsel lebih jeli dalam mengambil setiap keputusan, khususnya terkait dengan peningkatan kualitas olahraga guna mengharumkan nama Banua. (ant/ii)


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook