Banjarmasin Post - 14 mei 2009

Page 10

Sporten 9

Banjarmasin Post

KAMIS 14 MEI 2009

SMK Telkom Kuasai 02SN KOTA Banjarbaru benar-benar menjadi Diakuinya, rahasia sukses mereka, selain motivasi tinggi anak asuhnya memperbasis basket banua khusus di kalangan tahankan gelar dengan dukungan penuh pelajar. Terbukti, pebasket putra dan putri berjuluk Kota Idaman itu meseluruh guru dan kepala sekolah SMK Telkom. nguasai Olimpiade Olahraga Tim basket putra dan putri Siswa Nasional (02SN) antar“Saya sangat SMK Tingkat Provinsi Kalsel di SMK Telkom Banjarbaru di fisenang kami nal mengalahkah tim basket dua tempat SMK 1 Banjarmabisa kembali putra dan putri SMK Negeri 1 sin untuk cabang basket dan menjadi wakil Suria Sport Hall untuk futsal. Banjarmasin. “Tim putri menang 16-11 dan putra 43-27 Sukses SMK Telkom BanKalsel di dari empat quarter yang diperjarbaru itu kembali mengantingkat tarkan sekolahnya menjadi tandingkan,” kata Sugian, nasional” panitia pelaksana basket. wakil Kalsel pada 02SN AnSementara pada cabang futtarSMK se Indonesia yang dijadwalkan pertengahan sal, tim tuan rumah SMK MuM PURNAMA SPD hammadiyah Banjarmasin yang Juni 2009. Pelatih basket SMK bergabung dengan SMK Negeri “Saya sangat senang kami Telkom Banjarbaru bisa kembali menjadi wakil 2 Banjarmasin sukses menjadi wakil Kalsel ke tingkat nasional Kalsel di tingkat nasional,” setelah mengalahkan Kotabaru, 4-2. kata pelatih basket SMK Telkom Banjarbaru, M Purnama SPd, Rabu (13/5). Kepala Seksi Prestasi Bidang Keolahragaan Dinas Pendidikan Nasional Kalsel Dikatakan guru olahraga SMK Telkom Drs Nurul Fadjri SMi mengatakan, pemain Banjarbaru itu, lebih istimewa lagi SMK Telkom Banjarbaru bukan hanya melolosdari tim yang keluar sebagai juara, tidak mutlak diberangkatkan seluruhnya. kan pebasket putri, melainkan juga putra. “Yang juara hanya enam orang yang “Pada O2SN Kota Rantau Kabupaten Tapin 2007 lalu, kita hanya meloloskan berhak mewakili Kalsel ditambah empat pemain hasil tim pantauan Diknas Kalsel putri, sedang putra hanya menjadi peringdan panitia. Dan itu berlaku juga untuk kat tiga lantaran kalah dengan Banjarmasin,” kata Purnaman. cabang futsal,” kata Nurul Fadjri. (buy)

Kalsel Siap Jadi Host Pra PON 2011 WUSHU Indonesia Kalsel selain fokus menyiapkan atletnya, juga menyatakan diri siap menjadi host Pra PON XVIII 2011. “Kalau Ketua KONI Kalsel memberikan restu, kami akan ajukan program itu pada Rekernas Wushu se Indonesia nanti,” kata Ketua Harian WI Kalsel HM Winarto disela-sela pelaksanaan Seleksi Atlet Wushu Kalsel ke Piala Raja Yogya di Atrium Duta Mall Banjarmasin, Rabu (13/5). Ketua KONI Kalsel, H Sulaiman HB yang membuka resmi seleksi tersebut, langsung membalas dan menerima dengan tangan terbuka. Menurutnya, KONI Kalsel sebagai induk organisasi banua , sangat mendukung kegiatan olahraga, apalagi dengan tujuan pembinaan. “Kenapa (KONI) Kalsel tidak mendukung? Sekarang kita kembalikan kepada Pengurus Wushu Kalsel sebagai pelaksana dan mengajukan itu ke KONI Kalsel,” kata H Leman. H Leman juga menyambut positif WI Kalsel melaksanakan seleksi atlet wushu Kalsel yang akan diikutkan pada Piala Raja Yogya 2009 di GOR Universitas Negeri Yogyakarta, 29 Juni hingga 3 Juli. Menurut H Leman sapaan akrab H Sulaiman HB, dia sebagai Ketua KONI sangat berbangga karena WI

Kalsel memiliki program jangka panjang. Diharapkannya atlet Wushu Kalsel nantinya bukan saja hebat di tingkat nasional tetapi juga bisa mewakili Indonesia ditingkat Internasion. Bahkan mendukung olahraga asal negeri China tersebut, dia sebagai Ketua KONI Kalsel berancana akan membelikan matras yang untuk atlet wushu Kalsel berlatih. Bersaman acara tersebut Wakil Ketua WI Kalsel, Johannes Suyanto, mengatakan WI Kalsel mengandalkan Christ August Simanto (14) yang bakal membawa pulang medali pada Piala Raja Yogya nanti. Optimistis Johannes Suyanto tersebut, beralasan kendati hanya pendatang baru di olahraga wushu tetapi nilainya Christ August Simanto yang tampil di kelas Chang Quan tersebut dinilainya memiliki kemajuan yang signifikan selama dilatih Herryanto, mantan atlet SEA Games Indonesia di Manila 2005. Terpisah Christ August Simanto yang menjadi andalan WI Kalsel, berjanji akan tampil maksimal dan membawa pulang hasil terbaik di Piala Raja nanti. Siswa kelas VIII SMP Kristen Kanaan itu, mengatakan menjawab tantang dari WI Kalsel. (buy)

METRO BANJAR\ASPIAN

Christ August Simanto (kanan) bersama rekannya yang diprioritaskan mewakili Kalsel pada Piala Raja Yogya.

Dominasi Kekuatan Barito Putera TURNAMEN Sepakbola Divisi Tempoe Doeloe di Lapangan Dr Murdjani, Banjarbaru, Senin (12/5), agak lain dari biasanya. Sejumlah pemain yang pernah dan masih membela anggota Divisi I Liga Indonesia Barito Putera ikut merumput. Bahkan, dengan turunnya punggawa-punggawa Laskar Antasari itu, membuat permainan lebih hidup. Ratusan pasang mata pun tertuju pada pemain itu. Mereka yang terbilang pemain mumpuni di kelasnya itu adalah Syaifullah Nazar yang juga mantan pemain Persekaban Kabupaten Banjar dan Faisal, mantan pemain Barito Putera ketika masih berlaga di Divisi I Liga Indonesia. Tim yang dibelanya pun, PS Wilpos ketika melawan PS Samura langsung melancarkan serangan sporadis ke jantung pertahanan PS Samura sejak peluit pertama dibunyikan. Dominasi Laskar Antasari pun nampak terlihat dalam laga krusial ini. Hasilnya, ketika pertandingan baru berjalan 18 menit, winger Wilpos, Eliyani yang berdiri bebas melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti hingga mero-

bek sebelah pojok kiri gawang Dede. Unggul satu gol, Faisal cs tidak lantas mengendurkan serangan. Sementara PS Samura yang pemainnya banyak diisi dari para guru olahraga ini juga berusaha mengejar ketertingalan melalui serangan balik. Namun hingga turun minum, skor tidak berubah, tetap 1-0 untuk PS Wilpos. Di babak kedua, Wilpos tetap mendominasi. Syaifulah Nazar akhirnya memberikan kontribusi dimenit ke-56 guna menjebol gawang samura lewat tendangan poli. Gol penyerang bernomor punggung 17 ini berhasil mengantarkan timnya unggul 2-0 sekaligus lolos ke babak delapan besar turnamen nostalgia klub-klub yang pernah meramaikan divisi Persebaru ini. “Memang dari segi materi kami unggul. Namun dalam turnamen kali ini kami tidak

hanya mengejar juara, tetapi lebih kepada untuk bernostalgia sebagaimana tema yang diangkat,” ujar Pelatih Wilpos, Raden Surya. Di laga lainnya, tim legendaris MGR United yang lama tidak terdengar lagi kiprahnya dan diarsiteki Ogenk ini, menang telak atas PS Bima dengan empat gol tanpa balas. Empat gol MGR dicetak Ruslan menit ke-10 dan ke-36, Zainal Arif menit ke-34, serta Dayat menit ke-51. Dengan tambahan satu gol tersebut, MGR United melangkah pasti ke babak delapan besar dengan membenamkan PS Bima dengan skor telak 4-0. “Terakhir kali MGR mengikuti turnamen pada tahun 1996. Kali ini kami tampil memang dengan pemain comotan dari klub-klub. Inti dari turnamen ini memang untuk nostalgia club, bukan pemain,” ujar Presiden MGR, Fitri Zamzam. Lelaki yang akrab dipanggil Dewa Pahuluan ini, diharapkan turnamen ini membangkitkan lagi klub-klub yang beralasan melakukan pembinaan pemain yang bisa menyumbangkan pemain berbakat untuk Persebaru. (ais)

Tuah Nenek Ubah Nasib Pembalap

METRO BANJAR/AYA SUGIANTO

DIKAWAL KETAT- Striker PS Wil Pos, Syaifullah Nazar (jingga) dikawal ketat pemain PS Samura (biru) dalam Turnamen Sepakbola Divisi Tempoe Doeloe di Lapangan Murdjani Banjarbaru, Rabu (13/5).

Sang Jawara Tawarkan Diri Jadi Pelatih

William Ipaenen

SUDAH diprediksi sebelumnya, keikutsertaan William Ipaenen (46) di Metro Banjar Nine Ball Open Tournament Series IV, bakal menjadi bomerang pebiliar banua. Terbukti, pebiliar kelahiran Ambon 24 Agustus 1962 yang membela bendara Arjuna Banjarmasin itu mampu menjadi kampium yang digelar di Billiard Boss Pool & Cafe Duta Mall Banjarmasin Lantai dasar, Rabu (13/5). Tropi Metro Banjar pun diboyong ke daerah asalnya, DKI Jakarta. Spesialis METRO BANJAR\ASPIAN pebiliar sno-

ker yang lama absen sejak 2008 itu, di babak final mengalahkan pebiliar asal Bensco Billiard Banjarbaru, Ikhsan dengan skor 7-5. “Ini merupakan hari keberuntungan saya,” kata runner up Amuntai Tournament Open Nine Ball Bupati Cup II 2009 di Queen Pool & Cafe Kota Amuntai Kabupaten HSU, 4-7 Mei 2009. Dikatakan pebiliar berjuluk The Fast tersebut, sejak

awal dirinya sudah sangat optimis merengkuh juara meski di babak penyisihan sembat atas pebiliar belia Kalsel, Jendri Apriadana. “Saya selalu optimis dalam menghadapi segala pertandingan. Karena itu merupakan motivasi saya,” kata pebiliar pemegang ranking 10 PB POBSI itu. Penyumbang dua medali emas bagi DKI Jakarta pada PON XVI Palembang 2004

itu, juga tidak keberatan bahkan menawarkan diri kepada POBSI Kalsel untuk dijadikan sebagai pelatih atlet biliar Bumi Lambung Mangkurat. “Terus terang kalau memakai jasa saya mendapat dua keberuntuan pertama saya bisa bermain di nomor snoker dan kedua di full,” kata William Ipaenen dengan terseyum. Dikatakanya, Kalsel memiliki banyak pebiliar potensia. Namun saja, katanya, karena kurang jam terbang bertanding sehingga saat melawan pemain yang sudah memiliki nama besar langsung takut yang sehingga bermain kalah. “Saya tidak punya guru. Guru saya karena saya sering ikut even turnamen biliar yang ada di Indonesia,” katanya. (buy/*)

BANYAK jalan menuju Roma. Demikian juga untuk meraih sebuah prestasi. Kroser H Budi (19) yang baru saja menjuarai Home Tournament Nine Ball Pemula Murni di Bensco Biliar Banjarbaru, Minggu (10/5), merasakan hal itu. “Ini merupakan gelar kali pertama saya setelah enam bulan lalu menggeluti olahraga biliar,” kata mantan pembalap Kejurnas Kalsel 2005-2006 itu, Rabu (13/5). Lelaki kelahiran Binuang 24 Mei 1990 itu, awal dia meninggalkan dunia balap motor seperti yang digeluti saudara sepupunya H Rihan Variza dan H Yudha juga teman setimnya Yudhistira, tergolong unik. Anak kedua dari tiga saudara pasangan H MuchtarHj Rusmiyah itu mengatakan, beralih menjadi pebiliar lantaran ditegur nenek Hj Aisyah.“Sudah jangan ikut lagi balapan nanti waka (badan) kamu patah-patah,” kata Budi menirukan tuah neneknya itu. Dikatakan Budi sejak itu dia pun bersama temantemannya bermain biliar. “Awalnya saja juga hanya ikutan teman-teman,” kata warga Jalan Pramuka Perumahan Mitra Mas itu. Bakat main biliar yang dimiliki Budi rupanya dilihat sang paman H Akhmad Noor Haiyadie, pemiliki Gatsoe Pool & Cafe Banjarmasin. Oleh H Adie, Budi diajak berlatih bersama pebiliar Gatsoe seperti Tajuddin runner up Series I Metro Banjar Nine Ball Open Series Tournamen 2009 di Biliard Boss Pool & Cafe Duta Mall Banjarmasin. Selanjutnya sang paman menguji Budi dengan mengikutkannya pada Home Tournament Nine Ball Pemula Murni. Alhasil, sangat di H Budi luar dugaan, sang pembalap berhasil merebut gelar juara turnamen yang diikuti ISTIMEWA pebiliar pemula se Kalsel itu. “Dimana ada meja kosong di Gatsoe, disitulah saya berlatih rutin,” kata Budi. Sebelum juara, di babak final Budi berhasil mengalahkan pebiliar tuan rumah Bensco Adhi dengan skor 5-3. Didukung penuh orang tuanya, usai kuliah satu tahun di LPK Kharisma Banjarmasin nanti, Budi akan berguru biliar ke Semarang, Jateng. “Tekad awal saya yakni tampil di Pekan Olahraga Provinsi Kotabaru 2010. Mudahan bisa bisa mewakili Indonesia di kejuaraan biliar tingkat dunia,” kata Budi. (buy)

1405/09


Turn static files into dynamic content formats.

Create a flipbook
Issuu converts static files into: digital portfolios, online yearbooks, online catalogs, digital photo albums and more. Sign up and create your flipbook.